RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 23 Desember 2013

Kumpulan Puisi Panji Gardasura Dewanta-YA ATAU TIDAK

# Pertemuan Tak Terundang #

PERTEMUAN TAK TERUNDANG

Gelisaku mencuat ketika hadirmu hampiriku
Kisah yang berlalu kini hantui disetiap sel otaku
Rasa yang masih tersimpan kini tampakan rindunya
Hadirkan bayang malam kisah yang terbingkai kenangan

Inginku menyapa.. kabar tentangmu.. ragu terucap..
Kini masa yang telah berbeda bentengi antara kau dan aku
Kau yang telah berdua tak ingin hadirku mengusik rasamu

Engkau disana apakah yang kau rasa dan pikirkan?
Atas pertemuan yang tak terundang setelah terhilang
Apakah sama seperti yang kurasakan?
Ah.. Rasa ku yang terlarang dinamika kehidupan

...........................

YA ATAU TIDAK


Katakan ya atau tidak..!, janganlah ya..! bertatha dalam ragu..
Bingkisan kata terhias terbingkai.. namun langkah tak tersesuaikan
Lepaskanlah jubah kemunafikan kata, ketakutan mengabai perhiasan
Permata sang biru tidak akan memancarkan sinar dalam keraguan

Melangkah dalam ketidak pastian adalah pasti..
Adakah didunia ini sesuatu sang pasti yang dijalani?
Bila ragu lambankan langkahmu.. pulanglah dari medan peperangan
Ambil guling dan peluklah anganmu dan teruslah bermimpi

Ya atau tidak denganmu..
Aku disini dalam sebuah keputusan yang kubuat
Tak akan kuingkari ketetapan kenyakinanku..
Sendiripun tak gentarkanku perangkan jutaan barisan prajurit
dan lihatlah kenyakinanku kan pancarkan sinarnya Permata sang biru

Oleh : Panji Gardasura Dewanta

Rabu, 18 Desember 2013

XX

Runtuh Pohon Jiwa Ku
di tiup amarah dan benci
Tak ada lagi tempat berteduh raga ini
Sukma Ku gelisah
Hati penuh cemas

Terlarangkah Raga ini
menumpang Teduh
di AH
Terlarangkah bila Raga ini
menumpang teduh di Ha


Oleh : ridwan.wan
Tanjungbalai,Sumatera Utara

HAYALAN JATUH CINTA


Dalam keheningan malam
ku terpaku Erat
dalam senandung hayal ku
tentang se'ucap kata mesra
yang mengekang jiwa ku
dalam diam tanpa murka

berteman igauan senja
ku rajut perlahan
serpihan-serpihan Asa tanpa dusta
yang mulai silam
di telan jeritan kesunyian malam
yang bungkam

berlayarkan semu bayang mu
ku arungi samudera bahagia
hingga senja mengarak purnama

walau hanya
sebait fatamorgana
namun Asa basuhkan luka
larutkan jiwa
dalam senandung cinta
tanpa kata - tanpa bahasa

hingga purnama mencumbu sang Fajar

BY : DerY A.S


JODOH

siapa ngerti jodoh
aku takut kau tersesat di penjara kata
cerita lama biarkan menjadi legenda.

mengapa mesti jodoh jika
surtik tersesat di lorong kota
dan parjok termenung di serambi desa
sedang masih kudengar bisik senja kala
mengendap di dinding-dinding kota

rupanya burung-burung itu ngerti dukaku
duka lama yang tersesat di pucuk stupa
sepekan kemudian kau bagi itu rindu dengan
daun teh yang menggantung di bibir gelas..

by wira ara sudibyo

PEREMPUAN ITU BERNAMA,NING


PEREMPUAN ITU BERNAMA,NING

mati hening
angin tak bergeming
sunyi semakin melengking
udara membara membakar denting

ooo,ALLAH...
aku semakin sinting
terjebak rindu yang terhalang dinding
lalu ruhku terkapar merinding
menahan laranya cinta karena perempuan bernama NING....

Oleh : Kakek Jomblo Tampan
ROEMAH BAMBOE,2013

-------------------------------

AKHIR TAHUN TANPA LI

pelan
mengendap,
setapak,
kau melompat,

kudekap,
angin pengap,
sunyi terus merayap
merapal jiwa yang tak bersayap
kau hilang terhembus malam gelap
aku terkapar di bising kabut kalap
lalu semua kembai lenyap
di perjalanan subuh bersama pilu sembab

o,...

angin penuh api kian berhembus
hati yang tertatih menjadi hangus
jiwaku tak lagi mampu mengendus
bau tubuhmu sudah beraroma kaktus

li,....

katamu cinta itu mulia
dan kau berjanji tak akan mendua
tapi kenapa sumpah kau dusta
sedang di sini aku masih simpan jimat untuk setia

li,...

sekarang sudah desember kelima
purnama semakin bulat menggoda
dan kau di sana asyik meranum manja
bersama seorang pria yang katamu dia kekasih kedua

setelah,aku?!...

Oleh : Kakek Jomblo Tampan
ROEMAH BAMBOE,2013






KITA BUKAN AKU DAN KAMU TIKA


.senja ini kian membisu
.menatap kosong tarian sang awan
.yang menorehkan senyum dan titik air
.membelai kerasnya bebatuan yang menghitam
.aku yakin keping hatimu bukan karang
.aku yakin bilik kalbumu yang terindah
.aku yakin keping hatimu separuh keping hatiku
.dan bilik kalbumu adalah tempat cintaku bersemayam
.aku yakin kepastian yang ada adalah KITA , bukan aku atau kamu

> petroek toobad <
23:50. 11.12.13

Kumpulan Puisi Soniaa Veronicha Itu Ag-BAHAGIA BERSAMAMU

BAHAGIA BERSAMAMU

Andae dari dulu kau seperti sayang
Mungkin tiada,kebencian di hatiku
Andae kau tak membuat ku menetes kan air mata
Mungkin aku tak akan mengerti tentang resah nya jauh dari mu

Sekeping emas kau berikan untuk ku
Untuk apakah itu sayang
Selembar Kertas cinta kau tulis dimemory hati mu
Untuk apa juga itu sayang
Kalo diri mu tak pernah membasuh air mata ini

Setelah mnghilang sekian lama
Kau datang dengan sejuta hasrat
Kau ingin menggenggam tangan yang pernah lepas dulu
Bagaikan suatu mimpi ku melihat apa yang terjadi

Cinta,membuat kita benci dan dendam
Hanya karena suatu ke egoisan
Cinta,membuat kita terlena dan saling melupakan
Bahwa kita adalah sebagian dari tulang rusuk

Oh sayang,,
Kenapa kau datang terlambat pada ku
Kenapa baru kali ini kau menghampiri ku
Kenapa tidak dari dulu
Kenapa harus kau biar kan aku waktu itu

Sungguh cinta oh cinta
Seribu duka satu bahagia
Beribu cinta yang di depan mata
Kau lah pilihan ku dari semula

Betapa indah
Betapa bahagia nya
Betapa lengkap nya
Kebahagia'an ku mana kala kau selalu ada di samping ku

Tiada kesunyian hati
Tiada kebencian diri
Tiada amarah jiwa ini
Yang ada kini hanya satu hati
Kau dan aku satu selama nya
Selama nya
Dan selamanya

BY Soniaa Veronicha Itu Ag
WAGIR NGALAM
12:12:2013


……………..***……………


ANAK JALANAN

Pakean compang camping itulah keseharian ku,,,
Beralas kan kardus dibawah kolong jembatan
tempat tinggal ku,
Yang diluar sana orang selalu menghina ku
Karena melihat akan diriku

Di bawah panas nya sinar matahari ku berjalan. ditrotoar
Ku bernyanyi dari mobil satu ke mobil yang lain,
Yang belum tentu si tuan memberikan nya dengan ikhlas
Semua ku jalani tanpa rasa malu di benak ku

Sedikit riski ku kumpulan kan untuk membeli
makan,
Kadang sehari pernah gak cukup untuk membeli makanan itu
Namun ku selalu berdoa dan tegar besuk pasti
ada situan yang rendah hati memberiku

Perjalanan hidup ku
Tidak lah seperti mereka
seperti si nona dan si tuan yang tak pernah merasakan seperti ku ini

Di caci ,dihina,itu sudah sarapan ku tiap hari
Namun karena ku ingin mengapai cita cita
kuperjuang kan semua itu
Anak jalanan bukan anak yang hina di banding kalian,,

Anak jalanan ada yang lebih terhormat harga diri nya
Dari pada si tuan yang kaya raya,,
Hanya nasip kami lah ysng tidak sebagus tuan
Namun kekuatan hidup ku lebih mengebu di
banding mereka

Lalu lalang mobil di jalanan sudah biasa ku temui
Pengemudi dari yang ramah dan menyapaku
sampai ada yang mencaci maki ku
Sudah pernah ku rasakan dan ku terima dalam hidup ku

Anak jalanan bukan maling
Anak jalanan bukan lah penjahat
Anak jalanan bukan pula anak yang yidak tau
akan sopan santun,,,tuan
Akan tetapi banyak dari anak.jalanan yang
menjadi kan dia sebagai mimpi
Semoga tuan tidak pernah mengganggap anak jalanan lebih rendah
karena kami juga punya prinsip melawan takdir tuan
semoga dengan belas kasihan tuan dan nona allah akan membalas dan memberi riski yang lebih untuk tuan tuan juga untuk nona nona
biar kan kami hidup di jalanan karena ini kehidupan dan bagian nafas kami tuan,,,

BY SONIA VERONICHA ITU AG
WAGIR NGALAM
18:12:2013


……………..***……………

SELEMBUT AWAN


Cintamu selembut sang awan
Kini masih kusimpan dihati
Pesona wajah mu yang menawan
Membuat hati ku dilanda sepi

Wahai sang awan
Sampaikn kegelisahan jiwa ini
Yang semakin bersemayam dalam jiwa
Ingin rasa nya ku ingin bertemu sayang

Namun waktu jua lah yang berjauhan
Doa dan harapan
Diri ku selalu dalam kenangan
Walo diriku bukan lah yang kau pilih,
Genggam hati mu,,yang selalu ku rasa

Dalam diam ku ku selalu merindukan mu
Dalam pedih ku ku memikir kan
Dalam kebisuan ku ku tak ingin kau terluka
Karena aku sangat lah sayang terhadap mu

BY SONIAA VERONICHA ITU AG
WAGIR NGALAM
27:12:2013

Kumpulan Puisi Dion Anak Zaman-KELAHIRAN ANAK-ANAK CINTA

Hari ini, bertepatan sejajar dengan secara kebetulan, ataukah menjadi urutan angka hari bulan dan tahun, pada jumadil, atau awal abad. Hijriah disepakati' dan mungkin selepas bulan dan tahun kali ini,,inilah penjabaran angka tanggal, bulan dan tahun yang mengesankan, 11-12-2013, selamat mengawal akhir tahun dan bulan dipenghujung kepergiannya
Oleh : Dion-anak Zaman
……………..***……………

Tengtang siburung walet,


dari blog dion anak zaman=Narasi Cinta dan Kemanusiaan 2012 november awal

kau apakan merpati, jika siburung gereja merangkai indah sepraruh milikmu?
kemana hendak mengepak lagi, sementara sayapnya tak mampu lagi
dimana kau taruh rindu jika, simerak, juga butuh untuk kembali disangkar pelukmu?
"Daeng menyusur masuk,! lalu meminta jawab, dan mengurai tanya selalu untuk itu?
aku diam,
aku terbatah
atau melepas senyum,

"Daeng lega, dan kembali tersenyum' melenturkan kembali syarafku
pada setiap kepak sayap sayap sang merak,
siburung gereja, dan merpati itu sendiri!!
yang selalu memintanya diuntaikan dalam denting serta pada bait indah
yang kuberi judul' Merpatiku,,,

searah dimulainya penanda,
kami bertemu Daeng lagi, kemana siburung gereja?
setelah merpati terburai indah dalam lagu yang kau cipta?
lirihnya dengan senyumnya yang kukenal bijak,dan lembutnya pertanyaan!
terbentuk, nalarku kembali, ketika Daeng, menyebut siburung Walet,'

sayup, terburai rinai, bagai rintik hujan sore,
angin menrpa gaunnya, bibirnya tipis, guratan dahinya bermukim diwajahnya yang nyaris sempurna, menekanku, untuk menjaga senyumku yang sudah tersingkir...
sebentar lagi sore, serambi itu tanyaku membathin,
aku menggantikan "Daeng saat itu meruang!!
siburung Walet mana maksud Daeng,? namun aku tidak gegabah dan takut terjebak,

biarlah sore yang masih bersih, terbingkai
diantara pasir jalan, dan sawah hijau yang mulai tumbuh
serta rindang pohon mangga mulai menampakkan buahnya yang segar,
melintasi, membelah garis jalan yang berpasir,

"Daeng menggelitikku tentang siburung Walet,"

Oleh : Dion-anak Zaman

……………..***……………


Kelahiran anak anak Cinta

dion anam zaman

tak mampu kuhalangi ombak
berhempasan di antara pasir bagai kristal
ada kabut menyergapku,
angin membawanya ketepi bukit
maka akan ku jaga mata ini,
untuk selalu melihatmu dengan Cinta dan kekaguman
berharap disepalung bayang bayang kisah,
kita berada diantara Mawar," bukit Cinta kita namakan,
sebelum Hujan bergeser lagi.

ceritakan padaku apa kau namakan Cinta
yang kulukis diatas cakrawala
terjemahkanlah, sebatas diantara benang benang asmara
yang melibatkan kita berdua
mengunjungi taman taman Cinta
perlahan membawa pilihan Sukma kita

sayang dari bilik hati ini
kekosongan melanda keperihan
selama berangsur dititian kebisuan malam
hingga kugapai jemarimu dengan Cincin pernikahan
didelik kecemburuan, kita ajari Cinta dengan sukma yang merasuki
dengan lembut kunang kunang diserpihan cahaya bulan
kita menepis segala kesangsian
segala kepengetahuan dangkal
sebab apa kita diCipta" karena Cintalah kita ada

belum pernahkah kau membayangkan
selaput dan nanrnya kepergian yang abadi
sesakit sembilu, selaput basah
sisa malaikat mengunjungi setiap kepergian yang takkan hilang
namun takkan kembali, kecuali kekkelan kenangan kurekat binar matamu
yang membuatku jatuh Cinta

Peluklah lebih erat
sebelum keprgiannya mendesakmu menangis
ajaklah masuk diberanda beranda kalbumu
yang kemudian akan menghantarkan ke Riuh gema gema Asmara yang meliiuk
bagai penari bersentak irama musikal yang indah
kita jatuh diatas Ranjang kita Ciptakan dan melahirkan anak anak Cinta kita

Oleh : Dion-anak Zaman

……………..***……………


Tepat dibulan genap
Burung terbang bebas
Perias kembali molek
Politisi mulai mangkir
Dan berpikir

Ujung tanduk
Bagai rusa yang dibidik bedil panjang
Nasibnya sisa semenit-lima menit lewat matahari yang berkisar di balik bumi.

Bersebelahn dengan bayangan
Matanya sembab, sehabis menangis
Dikhianati temannya, perempuan bertudung kembali menanti disisi bulan yang terdiam. Tanpa purnama

Oleh : Dion-anak Zaman

……………..***……………


DION ANAK ZAMAN ( untuk hal hal kecil yang terlihat dan dirasakan)


dion anak zaman

kita mufakat atau musyawarah
atau kongko saja! sambil melihat celana dalam yang lewat?
begitu selera mata menata hari dengan sekuntum wangi wangi cinta
sekali waktu aku menemui surya"
dalam tabir tabir sendawa para Dewa
dia berssila dengan Para malaikat, kemudian mengajak menyatukan ide
untuk hamba hamba Bumi yang Lupa
lantaran kedahsyatan terminal fasilitas yang begitu membuat Lupa Tuhan
apatah lagi Kita sesama pesuruh Tuhan"

nanar nanar mata
kavang serambi diberanda depan
lumatan bibir semalam
lamntunan musik Jazz dan hip hop
tanda tanda malam makin bergerak dan bekerja ekstra
Iblis tersenyum, dan mulai mengintip
sebelum usai dia masuk dikerumunan,!
mereka berpesta
mereka berpoyah
mereka saling memeluk
dan memasukkan batang batang kesusilaan lelakinya
mereka menumpahkan arak dan anggur berlebihan
diatas kepala dan rambut perempuan dan laki laki sebaya
dan pra baya-hingga sampai yang ber-usur.
tubuhnya terpental berjoget kearah lampu

aku teringat Amma bersama kekasih yang terlanjur akan ku ajak kesudut mimpi
sambil menciumi dikeningnya, dan anak anak yang akan dia lahirkan.
kelak akan ku perlihatkan perlakuan anak anak manusia, yang bagai reptil"

lama aku diam diantara kaki kakiku yang tumpul
selalu kuceritakan dan mengakui kepengecutanku
tengtang rekyasa rekayasa yang sebabkan seni berkehidupan mulai berkelahi
menjabaki rambut rambut kawannya. dan menegur sebatas air matanya. sebagian itu juga kulihat, ada ketentuan dan aliran aliran baru. dalam sebuah tepukan"
sembari berdiri merasa kemegahan pentas adalah bagian bagiannya
atau dia berkepang dua. rambutnya dikuncir, atau bercepak,bahkan beberapa bentuk dan warna warna rambut yang lain. Pun juga kusadari bahwa rambutku hanya sampai diatas dahi dan sepi.!

aku membaca sebuah anrasi
membuka lembaran yang pagi yang mendung
sebait tembang kenangan kenari penghibur hati"
hanya seekor yang bertengger didekat dahan ujung atap rumahku
angin mengusik daun daun bunga.
terpikat aku satu keluguan anak kecil yang tengadah, berharap Matahari dan bulan turun biar bisa digemggamnya, seperti janji orang orang dewasa, dia menjanjikan bulan. dan bintang dipetik, atau mengukirkannya diatas batu namanya. sambil meminjam pahat kecil ditukang kayu dan besi.! aku mulai tak berselera dan malu" untuk hal hal sepele seperti itu"

aku tidaklah juga terbiasa dengan secangkir Kopi
kecuali seteguk air mineral atau air suduhan Amma kala subuh
atau melawan kantuk yang membuaiku, untuk tidur lagi, ahh" aku terbunuh seketika
tat kala Pelangi menyikapi semesta
saat hati manusia masih syirik dan masih memuncah sepele
tat kala kelemahan kita menjadi alasan dan berharap ibah dan balasan
semua membuatku tak bergairah untuk berlama lama disini
saat kutuliskan seperti aku memakaikan Cincin dan menahkodai perahu yang mulai sobek, berlayar dipulau kencana milik para dewa dan dewi" atau menemui bidadari.

setabiat aku,
lupa bahwa aku juga menangis
sama dengan anak kecil dikakinya disimpung
sama anak anak berlari mencari hujan
seperti reptil Tokek yang memakai kacamata dengan bersinggungan dengan matanya
bergaya didingding kaca. dan batu marmer, bunyinya tak berwarna
atau aku seperti cecak, yang melatah ingin mengikuti bentuk bercak dan tato tokek dipunggungnya?. aah" aku malah tak mau panik, saat kuterjemahkan secara apa saja setiap mereka menyakan tulisan tulisan yang mulai diberi nama dan berubah spesifik.

jangan memaksakan kepemahaman itu berbeda
atau menyamakan. sebab memang kita berbeda
dan kita sama sama mengagumi sesama manusia
atau aku hentikan sampai disini perburuanku?

Oleh : Dion-anak Zaman

……………..***……………


Perzinahan yang indah


Dion anak zaman

Aku melihatnya tergeletak, disampingnya hanya guling seprei putih berbercak daun daun keringatnya, tubuhnya indah, selaput matanya masih sembab, semalam kekasihnya datang menemuinya."Kita selalu ada disetiap purnama bersama, selalu memberiku kehangatan, selalu ada gairah gairah yang membuatku kagum, seandainya bulan bisa mengangkan ke bumi dia akan padam dengan kecemburuan,

Oleh : Dion-anak Zaman

……………..***……………


Perzinahan yang indah (lanjutan tulisan sebelumnya)


Dion anak zaman

Aku melihatnya tergeletak, disampingnya hanya guling seprei putih berbercak daun daun keringatnya, tubuhnya indah, selaput matanya masih sembab, semalam kekasihnya datang menemuinya."Kita selalu ada disetiap purnama bersama, selalu memberiku kehangatan, selalu ada gairah gairah yang membuatku kagum, seandainya bulan bisa mengangkang ke bumi dia akan padam dengan kecemburuan,

kenapa hanya berdiri diantara hujan? masuklah,akan kutuangkan anggur kemuliaan, menghilangkan dingin yang berpori ditubuhmu. temui aku diantara saat kelam, dan saat bulan mulai memendar! sambil mengeglitik jiwa kekasihnya, berjalan kearah ruan separuh diatas nampan, dan rak hiasan kemewahan. Hendy,,bertukar tempat dengan perasaannya yang mulai takut" dengan membaca gerak mata, anggur mulai disapa bibirnya, mengisi kekeringan, mengusir dingin yang terdampar diantara daun dan ranting ranting tulip, diberanda depan. " semalam kau begitu cepat berlalu, sambil berjalan tubuh yang begitu dikenalinya tertumpah pikirannya, terbuang analisanya tengtang apa yang menjadikannya betah, dan menikmatinya secara bersama sama." kenapa? aku masih ingin merasakan sebatang kelenjar kelenjarmu yang membuatku hampir tak bisa mentolerir kenikmatan. sampai kita berhenti diantara purnama, sebab cahayanya menyanjung kita diantara nikmat nikmat yang tak mampu kita rekayasa,

sebentar lagi perindu menghasut kita, maukah bermalam disini? atau kau pulanglah dulu,jangan lupa belikan aku semangkuk sup ayam," matanya mengikuti seleranya. aliran darah hendy makin meningkat kefase lebih tinggi, tunggulah hujan reda, biar kainku tak menjadi alas dinginku. kecupan mendarat didahi lagi, aku menyangimu, sebagaimana Cinta yang tak pernah kita sepakati," ahh" jangan menggodaku dengan kalimat yang tak mampu kita pertanggungkan, atau yang kita sendiri tak rela jika teryakini, lalu menebas bagian yang indah kita sakiti, biarkan kepekaaan dan nalar kita beda, namun kita sepakat bahwa nikmat yang kau suguhkan, adalah kejujuran naluri kita bersama" dia menegur Hendy, dengan menggemgam tangannya, daun dadanya mulai menampakkan kebisuan handy yang mulai binar binar, kita habiskan anggur ini, secawang akan berarti menepikan hujan diantara badan badan jalan, atau dialiran sungai yang mulai berhamburan memasuki pelataran rumah rumah sekitarnya. rona mata mengurai kembali, semalam kita antarai jedah jedah waktu, yang tersisa sekalipun, kau memuncahkan seleraku, antara kehampaanku yang takjup dengan keindahan, dan kelenjar kelenjar syaraf iblis yang menduakan keyakinanku mulai pangling kecemasan,",,sudahlah"kita berdua sama sama merasakannya, dan mengindahkan sesuai selera kita, kamu sama menyukaiku, dan akupun demikian,,kau mengingkannya, saya lebih mengharapkan keinginan itu sendiri, lalu? apakah harus kita abaikan? sementara kau mencarinya kemana mana, namun pada akhirnya kau menemukannya setelah kau bertemu denganku? ayolah, jangan menyesali keindahan dan kemesraan romantik syahwat ini, jangan merusak mood, dan pencarian kita bersama, Tuhan adalah kekuatan yang tanpa merekayasa bahwa kita adalah kehendak diri dan kekuatan iblis yang kau cari selama ini,? pintu surga juga telah dijanjikan, selanjutnya neraka bagian kita kelak,,namun masihkah kau takluk oleh sebuah nestapa? yang kita sendiri ciptakan? ahh" jangan lepaskan matahri petang, temukan warnanya,,lalu kembalilah kepadaku sebelum purnama muncul, aku tidak akan menutup jendela dan tirai, aku ingin angin memasuki relung relung ketakjuban rasio dan keyakinan yang kita hindari selama ini, dan membelai gaun tipis, berbulu," diantara kecupan kecupanmu yang tak bisa kuhindari. Hen" kau begitu baik, dan aku sangat menikmati hidup ini, takdir adalah bagian terindah, untuk kita jadikan nafas nafas kecerdasan, dan keimanan orang orang yang lebih munafik dari kita, dan jangan memkasakanku untuk mendalami ritual Cinta yang menggugurkan selera kita, sementara kita adalah keindahan Tuhan yang dicipta untuk saling melengkapi, bukan aku melupakan ajaran ajaran dari muali kanak kanak, hanya saja aku berbaur dengan keindahan yang tak kumiliki, dan tanpa kau han," kehidupan ini tak dinamis, hanya selera biji biji kwaci yang dikunyah bibir palsu yang bergincu, namun bersembunyi diantara buah dada mereka, dan meletakkan kesepiannya didada lelakinya juga," aku harus menyudahi keindahan ini, aku harus memuliakanmu, seperti malaikat penjagaku, aku tak mau bertemu iblis lagi,sungguh" aku dan kau sama sama palsu, pada Cinta yang diantarai, Handy, merasakan keharuan, lalu dipelupuk matanya dia menatap bola matanya yang terdiam, aku merasakan perbedaan Cintamu yang tersekat sayang," aku menjadi takut, akan keindahan kita luluh dan berhenti saat hujan menanti diselatan samudera kenikmatan malam malam kita, yang disaksikan oleh bulan yang cemburu, diseprei cantik yang berbercak setelah kita malakukan sandiwara cinta, dan meneteskan air kemuliaan itu menjadi tak bernilai apa apa! kau tahu apa yang harus kita dinamakan, kitalah perzianahan yang indah," kitalah gumpalan gumpalan darah darah yang tak ber-Tuhan, ataukah ada cara lain dinamakan anatara kita? saya bukan takut oleh mereka yang mencoba membaca tulisan ini, membuat tafsir tafsir lain, sebab mereka adalah jiwa jiwa yang juga bebas menilai, namun aku hanya takut keindahan kita ini, akan berhenti, lalu kita tak menemukan keindahan yang selanjutnya, kita adalah sebagian dari mereka yang kita tonton, diantara selebaran, dan video video mesum, kita ini, adalah pertemuan takdir yang kita lahirkan sendiri."

hujan merintik, jalan basah, daun menyebutnya nikmat, sehelai berbentuk kembali, sekuncup mulai nampak berseri, diantara batang batang bunga yang berdiri diantara perpapsan pintu kemurahan alam. Purnama hadirlah ditepi jendela, agar kami malu, angin bergairahlah, dan jatuhkan daun sehelaimu diatas tubuh kami. agar bisa kuterjaga, dan menjeadikannya penutup daun daun tubuhnya yang indah, yang mulai membuat aku lupa, tengtang nama nama yang menangisiku. atau membawaku kembali kesandiwara yang berbeda, atau membiarkan Tuhan membuat skenario baru!
agar perzinahan ini melebihi keindahan yang dicecar oleh aturan dan kerelaan yang salah, yah aku dan kau" adalah bagian sandiwara yang kita buat, dan aku menikmatinya, aku membuahimu diantara hitam pekat malam-malam yang kita hadirkan disismu memelukmu, mengecupmu, dan membuatmu lebih menantangku,,kau adalah Cinta yang belum kita hargai dan menemukannya. kau keinginan keinginan sesamaku lelaki yang terdiam, dan memburu kelenjar kelenjar sepertimu, membuatmu tersesak, dan terhempas, tergulai, terkulai, terdiam, dan memejamkan mata sekejap, sambil memelukku erat, membisikkanku dengan desahan, bahwa kau menikmatinya, tanpa penyesalan sekalipun. dan aku memaafkanmu, selebih aku yang membuatmu terbiasa dengan darah darah syahwatku yang liar, dan mengingkanmu bangga memiliku serta memeilihku, aku mencintaimu."

Oleh : Dion-anak Zaman

……………..***……………

Dikau Kemilau kecil
Andai cahayanya pelik
Diantara desak damar damar bunga
Oo Gelora yang membangkitkan
Parit ini, belum kudayuh pada mata kayu uring, aku takluk diserpihan batu batu kecil, membuat perjalanan ini menjadi darah!

Mataku pekat, ada cahay dibalik sungai, memantul diantara pecandu mimpi ingin kekhayangan.
Seruling membasuh anak anak wayang"

Oleh : Dion-anak Zaman

Kumpulan Puisi Mauja Naurra-MENEMUI SENJA

menemui senja........

pada senja..... sepasang mata menemukan sisi berbeda
sayup berdesir satu penggalan kata balik terjebak
pada senja..... kalimat berkaki raib sekejab
memapah bilur sirat melipat rona sejenak

ada kalimat terjerembab kubangan hitam
ada kata tereja picingan mata rayuan penadah
ada makar berselimut gincu pemanis lisan
.......dan ada sekian juta ranting kalimat sampah

menemui senja......
sisi kanan kiri beradu argument skala hitam dan putih
spasi yang tak lagi setia pada paragrafnya

menemui senja...........
aku lupa apa judul dari sebuah sinopsis kehidupan ini

tersesat
Oleh : Mauja Naurra

……………..***……………


hanya teruji secuil dari tara nya warna pelangi
betapa mudah jiwa yang terlena tak terasa
terusik kukuhnya gumpalan warkah yang terucap
sungguh,, ............ tiada terasa kikisan terkelupas
jiwa yang tersesat,,, peluh fatamorgana....
mendayu alunan yang menjanjikan teraih ; khayal
antara ada dan tiadanya serupa pemuas tingginya satu keinginan
tat kala tersadar diri terjuntai dibibir jurang kelana
jemariku terkepal segurat sesal sejadinya.................

jiwa yang melengking kesumat geram
akhh,, betapa lembaran lembaran ini akan diulang
suatu ketika di padang mahsyar......................

aku, kamu............ kita semua!

Oleh : Mauja Naurra
Tangerang

Kumpulan Senandung Kata Juank Hadapi-TERTUNDA ARTI DARI KEGALAUAN

KEMBALI UNTUKMU "ER"
(Catatan Hati Yang Terlarang)

Rasa Itu Masih Ada...
Namun Terhalang Oleh Rasa...
Terhimpit Oleh Kecemasan Rasa...
Akan Tersingkir Oleh Rasa...

Banyak Kata Pendamping Semangat...
Tapi Terhapus Oleh Keadaan...
Mengharuskan Merunduk & Merenung...
Dan Menghasilkan Perpisahan Tanpa Pernah Ada Pertemuan...

Kembali Untukmu "ER"...
Ketiadaan Itu Tiada Pernah Pergi...
Dianya Bermesraan Direlung Jiwa...
Kini & Untuk Selamanya...

……………..***……………


Haruskah Langkah Menujui Hutan Cemara...
Hingga Sampai Dipelataran Senjanya Mentari...
Yang Penuh Dengan Taburan Bunga...
Dan Aroma Kesunyian Yang Mencekam...

Disini Masih Terlihat Panorama Gelap...
Menghantui Setiap Kedipan Suara Hati...
Menghanyutkan Asa Ditengah Jalan Angin...
Dan Berlalu Tanpa Akhir Dari Dongeng Yang Berkamuflase...

Ungkapan Kini Menggebu Karena Kenangan...
Hingga Luka Itu Semakin Jauh Meruah...
Tersayat Pikiran Kotor Cerita Cinta...
Dan Berhenti Disaat Nanti Jendela Kehidupan Mulai Terbuka...

By : Juank Hadapi
09 Desember 2013
23:36 wib

……………..***……………


DISAAT MALAM IKUT GALAU


Malam...
Rembulan Indah Itu Tertutup Nyiur...
Disaat Rindu Melangkah Menuju Sandarannya...
Raga Pun Terombang-ambing Bagai Tanpa Tulang...
Menghayalkan Sinaran Tiada Lagi...
Sebagai Penentu Arah Bahagia...
Malam...
Apakah Mentari Bosan Bersahabat...
Hingga Percikan Cahayanya Enggan Tuk Mendekat...
Apakah Rembulan Kan Tetap Bersembunyi...
Hingga Nanti Nyiur Tertidur...
Dan Berteman Akar Yang Muncul Kepermukaan Jagat Raya...
Malam...
Kini Lamunanku Kembali Kosong...

By : Juank Hadapi
11 Desember 2013
05:07 wib

……………..***……………


TERTUNDANYA ARTI DARI KEGALAUAN


Jika Jujur Itu Tiada Terbungkam...
Jika Jujur Itu Tiada Penghalang...
Mungkin Tiada Lagi Detak Kesedihan...
Yang Memenuhi Lamunan Malam Kelam...

Coba Dan Terus Mencoba...
Mengasah Hati Jika Tersandung Kepiluan...
Dan Dalam Titian Keramat Cinta...
Terlihat Bayang Gelap Penghuni Ruang Cinta...

Sebuah Nama...
Dalam Lisan Kejujuran...
Terhenti Dan Perlahan Mundur...
Di Batas Ruang Waktu Perbedaan...

……………..***……………


BERMAIN DIJIWA YANG RAPUH


Tersimpan Satu Ikatan Yang Indah...
Bersembunyi Disenyum Tanpa Terucap...
Dibalik Langkah Tiada Jejak...
Dan Bersemayam Di Angin Yang Sombong...

Diammu Terbaca Mata...
Meski Tertunduk Malu...
Kau Tikam Seluruh Makna Kias Bahasa Lidah...
Dengan Segenggam Pilu Ditanganmu...

Katakan...
Meski Jiwa Itu Akan Rapuh...
Meski Merah Itu Hadir Dimulusnya Pipimu...
Namun Ingatlah...
Serumpun Restu Akan Turun Menaburi...
JIWA YANG RAPUH

By : Juank Hadapi
06 Desember 2013
04:10 wib

……………..***……………


Resah Kini Melanda Harapan...
Bergelantungan Diantara Pikiran Jiwa...
Setia Menginap Disandaran Hati...
Dan Bermanja Ria Disela Keresahan...

……………..***……………

MANJANYA KEGALAUAN ITU


Kulontar Pertanyaan Itu...
Sedikit Demi Sedikit...
Walau Belum Dimengerti...
Namun Sudah Tahu Apa Yang Akan Di Jawabannya...

Kembali Terpendam Perasaan Itu...
Yang Terseret Oleh Cahaya Rembulan...
Terbakar Sinaran Mentari Pagi...
Dan Abunya Pecah Terhembus Angin Kesedihan...

Kasih Yang Tiada Terungkap...
Maafkan Kata Yang Terucap...
Maafkan Sayang Yang Tiada Terlihat...
Dan Maafkan Perasaan Yang Terdalam...

By : Juank Hadapi
15 Desember 2013
22:42 wib

……………..***……………


MAAF DI TIGA PURNAMA

Kutelah Menatap Kepastian Dari Keputusan...
Membuat Pandangan Itu Terasa Semakin Jauh Kearah Pelangi...
Yang Terselubung Sutra Putih Kesucian...
Dan Membenam Asa Kedasar Penderitaan...

Untukmu Yang Berada Digenggaman Keindahan...
Izinkan Aku Menghirup Aroma Wangian Tamanmu...
Meski Jauh, Ku Masih Berdiri Dibawah Rintik Gerimis...
Memandangi Senyum Itu Diantara Kelopak Bunga Surgawi...

Pertemuan & Perpisahan...
Kebahagiaan & Penderitaan...
Adalah Sahabat Sejati...
Yang Sampai Sekarang Mengikuti LANGKAH KEHIDUPAN...

……………..***……………


SALAH ITU BUKAN KEMAUANKU


Kebodohan Ini Bukan Disengaja...
Ketakutan Ini Bukan Dipelihara...
Namun Sungkan Hadir Menyelimuti Bibir Yang Ingin Berkata...
Akan Rasa Kasih Sayang Dari Hati Kecil Yang Nyata...

Mulai Kini Sedikit Demi Sedikit...
Kan Mencoba Menghapus Bayang Yang Tak Tersentuh...
Menghindar Dari Tatapan Mata Syahdu Sipemilik Rasa...
Dan Kebahagianmu Akan Terdengar Walau Tanpa Kehadiran Raga...

Selamat Tinggal Kasih Yang Tiada Terungkap...
Kebodohan Ini Akan Ikut Tenggelam Dibawah Langkah...
Menuju Ranah Khatulistiwa Yang Terbaru...
Dan Udara Pagi Yang Belum Terbiasa Menyentuh Hati...

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara





TIKA CINTA BERCELOTEH DENGAN SENJA

Laraku Telah Berdarah....
Teriris Senyum Manis Dari Mentari...
Dan Bercampur Perih Tanpa Ujung...
Dari Titisan Laut Tanpa Rasa Manis...

Longlailah Langkah Sang Pemilik Hari...
Tika Mendengar Sapaan Penuh Lembut...
Dari Gemuruh Yang Tiada Bersuara...
Dari Gerak Yang Tanpa Berpaling...

Diam...
Dari Balik Cermin Tanpa Kaca...
Diam...
Dari Balik Tirai Tanpa Penghalang...
Dan Diam...
Untuk Suatu Kemenangan...
Tanpa Suatu Penghargaan...

Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara
20 MARET 2014
16:56 wib



PAGI


Laraku Telah Berdarah....
Teriris Senyum Manis Dari Mentari...
Dan Bercampur Perih Tanpa Ujung...
Dari Titisan Laut Tanpa Rasa Manis...

Longlailah Langkah Sang Pemilik Hari...
Tika Mendengar Sapaan Penuh Lembut...
Dari Gemuruh Yang Tiada Bersuara...
Dari Gerak Yang Tanpa Berpaling...

Diam...
Dari Balik Cermin Tanpa Kaca...
Diam...
Dari Balik Tirai Tanpa Penghalang...
Dan Diam...
Untuk Suatu Kemenangan...
Tanpa Suatu Penghargaan...

Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara
20 MARET 2014
16:56 wib

Jalan Itu Masih Tersembunyi Dedaunan Yang Gugur Tanpa Angin...
Kebingunan Pun Meraja Lela Otak Dan Fikiran...
Apakah Jalan Tiada Berlobang Atau Sudah Buntu...
Atau Harus Mundur Mencari Jalan Lain...

--------------------

Kepada Udara Pagi Ini...
Setiamu Menamani Lamunan Jiwa...
Menambah Nestapa Keegoan Langkah...
Yang Sombong Akan Bayang Hitam Disisi Jejak...

Angkuhmu Yang Kian Merajalela...
Diantara Kesunyian Pemecah Lamunan...
Mengalirkan Detak Nadi Kesengsaran...
Keseluruh Penjuru Harapan Tanpa Akhir...

Andai Turut Itu Menyertai Kemauan...
Alangkah Nikmat Udara Yang Berteman Mantari...
Meski Nanti Pada Suatu Ketika...
Aroma Surga Itu Hilang Ditelan Gelap Malam

---------------------

Juank Hadapi
Ingin Mengungkap Suatu Kebenaran...
Bahwa CINTA Itu Memang Ada...
Dan Kesalahan Itu Memang Nyata...
Bahwa CINTA Tiada Mampu Terungkap...

Akhhh...
Kegalauan Itu Ternyata Masih Bersandar Dibahu Yang Lemah...
Namun Kegalauan Itu Mampu Menuai Senyum Indah Disetiap Langkah...

---------------------

Menatap Keindahan...
Dengan Berdiam Kata...
Hanya Melontar Senyum Kecil...
Dengan Kata Yang Terdiam...

----------------------



KOMA KU YANG TERLUPAKAN


Kalimat Yang Kau Torehkan Tanda TITIK...
Masih Terlihat Indah Digoresan Perjalanan Kehidupan...
Namun...
Pernahkah Kau Sadar...
Bahwa Setiap Kalimat Itu...
Tampak Indah Dengan Tanda KOMA Yang Tertinggal Dibelakang...

By : Juank Hadapi
28 Desember 2013
18:49 wib




SENJA BERTEMAN CINTA


Dibalik Senyum...
Ada Titik Air Disekitar Kening Tanpa Dosa...
Menjelma Tika Senja Mulai Berlabuh Kepangkuan Malam...
Dan Bergerilya Di Segitiga Lingkaran Nafas...

Mata Itu Tertunduk Pilu...
Menahan Keindahan Dari Kasih Sayang...
Tanpa Terpecik Ego Yang Manja...
Namun Langkah Mengharap Pendamping Yang Kokoh...


Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara




BIDADARI MALAM


Bidadari Malam Kini Menghampiri Lelapku...
Menuntut Langkah Kedepan Nirwana Nan Indah...
Dengan Belaian Mata Dia Menatapku...
Dengan Halus Sapaan Dia Mengucap Kata...

__KEJAR AKU JIKALAU RASA ITU MEMANG ADA__
__DAN TERUSLAH LANGKAHKAN KAKIMU__
__BILA AKU SUDAH JAUH TERTINGGAL DIBELAKANGMU__

Didalam Hati Aku Hanya Mampu Menjawab...
Terima Kasih Sang Bidadari...
Ku Kan Berhenti Menunggu Kedatanganmu...

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara




MERETAS ABSURDITAS


Rindu Hati Yang Tersembunyi Dibalik Bibir...
Ketika Nama Itu Terlafaz Dari Lidah Yang Kelu...
Kelu Akan Dinginnya Perasaan Jiwa...
Jiwa Yang Meronta Akan Kebebasan Hati...
Inikah Rindu Yang Sempat Terlarang...
Hadir Bagai Ombak Mengkikis Karang...
Tergores Namun Tak Berbekas...
Terluka Tapi Tak Berdarah...
Kurangkai Kata Yang Tak Indah Ini...
Sebagai Ungkapan Kekesalan Bibir...
Yang Telah Salah Mengucap...

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara




CAHAYA


Bintang Kian Memamerkan Keindahannya Dimalam Hari...
Bulan Hanya Sanggup Tersenyum Indah...
Karena Sang Bulan Mengerti Dibalik Keindahan Itu...
Ada Suatu CAHAYA Yang Senantiasa Terpancar...
Tanpa Mengangkuhkan Diri Bahwa Dia Yang Memberi Keindahan...
Kepada BULAN & BINTANG Hingga Indah Dipandang...

Berdiri Diantara Pilihan Yang Tak Dapat Kumengerti...
Maju & Mundur Kini Tak Lagi Mampu Untuk Diperbuat...
Hanya Mengharap Keikhlasan Langkah...
Yang Akan Menuntun Ke Arah Yang Lebih Baik...

Adakah Yang Akan Menemani Langkah Yang Tak Pasti Ini...???
Kembali Ku Bertanya Kepada Waktu...
Yang Hingga Kini Hanya Diam Tak Mampu Berkata....

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara




SAYATAN DIRELUNG JIWA

Terluka Akan Hati...
Yang Telah Ternoda Bercak Darah Kesetiaan...
Mengharuskan Jiwa Kembali Mengutip Tetesan Darah...
Yang Tak Kunjung Berhenti Menetes...
Kepergian Kini Menyisakan Langkah Yang Tak Berjejak...
Terhapus Keringat Kerinduan Yang Tak Henti Mengalir...
Kini Tangan Tak Mampu Menggapai Sang Bunga...
Karena Bunga Telah Diurus Tangan2 Yang Indah Akan Perhiasan...
Diam Dan Berpaling Sembari Tertunduk...
Menatap Kaki Yang Tak Beralas....

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara




KEMBALILAH KENANGAN YANG INDAH

Kembalilah Kenangan Yang Indah...
Jangan Kau Biarkan Hati Menatap Langit Yang Tak Berujung...
Kembalilah Kenangan Yang Indah...
Biarkan Hati Ini Menatap Sinar yang Akan Menuntun Langkah Yang Tertatih...
Kembalilah Kenangan Yang Indah...
Yang Mampu Mengantarkan Hati Kepintu Kebahagiaan...
Kembalilah Kenangan Yang Indah...
Yang Mungkin Mampu Memperpanjang Senyum Yang Tak Semerbak...
KEMBALILAH KENANGAN YANG INDAH....

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai, Sumatera Utara




HAMPA


Disini...
Dihatiku Ada Ruang Kosong...
Dimana, Dulu Ada Kamu Yang Menempatinya...

Namun Hanya Digunakan Untuk Sementara...
Untuk Menemani Hati Yang Sedang Lara...

Dari Waktu Ke Waktu...
Sampai Aku Menemukan Bahwa Hati Tidak Ada Teman...
Dan Seharusnya Aku Tahu Dari Waktu Yang Lalu...

Ada Harga Yang Harus Aku Bayar...
Dan Caramu Yang Cukup Kasar...
Membiarkan Hati Terlepas Dari Genggaman Yang Erat...

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara




HARAPAN INI

Ku Sudah Persiapkan Hati Untuk Kecewa...
Ku Persiapkan Untuk Merintih...
Ku Persiapkan Untuk Tergenang Air Mata...

Yang Terpenting Kebahagiaan Itu Selalu Mengikutimu...
Kebahagiaan Itu Menyertaimu...
Dan Kebahagiaan Itu Enggan Meninggalkanmu...

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara



MUARA CINTA

Ku Terperangkap Dalam Gelap Hatimu...
Tanpa Setitik Cahaya Menemani Kesendirian...
Aku Ingin Bebas...
Walau Harus Menyayat Pinggiran Hatimu...

Terluka, Kita Kan Sama2 Terluka...
Mungkin Memang Harus Terluka...
Agar Tiada Lagi Yang Mengulangi Keterlukaan...
Dan Keterlukaan Kan Sembuh Bila Jauh Darimu...

Jalan Kini Semakin Berdarah...
Hingga Tak Mampu Berjalan Dengan Seutuhnya...
Dan Darah Ini Adalah Darah Cinta Yang Terluka Oleh Cinta...

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara



LIHAT AKU


Yang Senantiasa Mencari Bayang - Bayang Semu...
Dari Seorang Yang Berada Di Pekarangan Kehidupan Hati...
Dan Berharap Iringan Kata Yang Mampu Mengenyangkan Jiwa...
Dalam Kerangka Kerinduan Yang Terdalam...
Dan Mampu Mengoleskan Ramuan Rindu Tatkala Hati Teriris Kenangan...

Lihat Aku...
Walau Hanya Sekelip Mata...
Namun Mampu Membangkitkan Kerangka Jiwa...
Yang Hampa Akan Belaian Lambaian Hati...
Yang Dahaga Akan Tetesan Embun Penyejuk Dari Seorang...

Lihat Aku...
Meskipun Berperang Untuk Melawan Waktu...
Berharap Esok Hari Terakhir Aku Menatap Cahaya Rembulan...


Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara


Kumpulan Puisi LUmbang KAyung-JANGAN MERAGU

# MEMBELAI BAYANG MU #

Ku cari Raut Wajahmu,
Di setiab Sudut Rindu,
Coba menerobos Kalbu,
Dalam Sepi Bisu ku,
Demi menemukan Bayangan mu.

Gelisah ku kian Resah,
Hasrat ku kian Risih,
Di dalam Gundah,
Gelora kian Bergemuruh,
Harapan ku pun semangkin Riuh.

Ingin ku Peluk Bayangan,
Mencumbu setiab Lamunan,
Bersama Cinta ku yang kau Tawan,
Bertabur Penuh Perasaan,
Dalam setiab Kemesraan.

Aku telah hanyut,
Terbawa Arusnya Cinta,
Tenggelam dalam Hasrat,
Diantara Karang Asmara,
Dalam menjalani Hakikat.

Ku Semai setiab Lamunan,
Semua yang Dapat ku Gambarkan,
Di antara Canda dan lembutnya Sentuhan,
Sentuhan yang menjadi Kenangan
Yang menanti bersama Kerinduan.

By : LUbang KAyung ( 11:12:2013 )

……………..***……………


# PENGUASA HIDUP DAN MATI KU #


Bertahun Tahun sudah kujalani,
Sandiwara Hidup di Alam Dunia,
Yang kadang datang tak di mengerti,
Kadang pula Berbungakan Dusta,
Lalu melupakan Janji2.

Ku Sadar sebagai Manusia,
Tiada dapat menjadi Sempurna,
Tiada pula yang lepas dari Perkara,
Namun ku ingin belajar menjauhi Dosa,
Di dalam panasnya Global Dunia.

Kuakui makna hidup ini,
Tiada berdaya atas kehendak Illahi,
Hanya menyukuri apa yang dia Beri,
Dalam setiab Rahmat Hidup ini,
Menjadikan Kesabaran sebagai Penguji Diri.

Tak ingin ku Mengeluh,
Walau Derita Kerab menyapa,
Karena perjalana Hidup masih Menempuh,
Dalam menjaga Khilab Nafsu Durjana,
Bersama Jiwa ini yang Masih Rapuh.

TAk Lelah Diri ini Memuji,
TAk Henti Pula ku Mensukuri,
Karena bagi ku Satu Tuhan yang suci,
Penguasa Alam Hidup dan Mati,
Engkaulah Tuhan ku Allahu Robbi.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 06:12:2013 )

……………..***……………


# TERLALU PAHIT KU TERIMA #


Lelah Ku hadapi Gelombang,
Menjadi kemelut Pertikaan,
Dari Rasa Cinta yang kini hilang,
Yang Hanya menjadi Kenanangan,
Dalam Mengecap Indahnya Kasih Sayang.

Aku cuma manusia biasa,
Yang sekedar mempunyai Keteguhan Jiwa,
Bersama sebuah rasa Kekecewa,
Yang Kau anggab bak Sandiwara,
Di dalam Cinta yang pernah kita Bina.

Bak Kerasnya Besi,
Bila di Lebur kan Mencair Juga,
Begitulah yang mendera ku Kini,
Yang lama menelan Setiab Dusta,
Dusta yang Menyiksa Sanubari ini.

Tak sanggub lagi ku Cumbu Kecewa,
Rasa Cemburu Yang kerab Merajalela,
Di setiab Celoteh dan Kata2,
Setiab Manja mu di saat bersamanya,,
Yang Terpandang Pamdang di depan Mata.

Dengan Berat ku putus Cinta kita,
Dalam kecewa ku Titipkan jua Doa,
untukmu dan Untuk dirinya,
Hingga nanti ku dengarkan Bahagia,
Di dalam Cinta yang kini kau Bina.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 10:12:2013 )

……………..***……………


# JANGAN MERAGU #


Ku Arungi Sepi ini,
Di sini menyambut Pagi,
Merenungi Mimpi2,
Bersam tanya dalam Diri,
Yang telah lama Tersembunyi.

Bintang2 Mulai Menghilang,
Metari mulai nampakkan Pagi,
aku Melangkahkan di antara Ilalang,
Coba Mencari yang Berarti,
Semua Asa yang mungkin kan Datang.

Semai lah Rindu mu,
Tunggu Aku di sana,
Semua ini kulakukan untuk mu,
Demi Jiwa dan Raga Cinta kita,
Yang terpisah oleh Jarak dan Waktu.

Buailah semua Harapan,
Aku kan Coba Menggapaikan Impian,
Yang telah lama Kita nantikan,
Dari makna suatu Perpisahan,
Menjadikan suatu Kebahagiaan.

Jangan biarkan Hati mu Ragu,
Nanti kan Menjadi Nada2 Cemburu,
Karena aku disini Milik mu,
Diantara jarak aku pun Merindu,
Hingga Nanti kita kembali Bertemu.

By : LUmbang KAyung

……………..***……………


# TERKENANG KEMBALI #


Tertidur lama sudah Impian,
Kemilau Cinta Yang telah Pergi,
Bersama Jenuhnya Persaan,
Kini teringat Kembali,
Menjemput sebuah Kekecewaan,

Laman ku Kenang2,
Terlalu Pahit Untuk di Lupakan,
Tapi kepedihan yang kau undang,
Hadir Sebuah Perpisahan,
Melenyabkan Getar Kasih Sayang.

Kini mendung mentupi Mentari,
Tak tampak lagi Kecerahan,
Di antara Getir Nya Rasa ini,
Ku teringat indahnya Senyuman,
Yang Menjelma Memecah sepi.

Harus kah ku Kembali,
Hiasi Cinta yang Kau Sakiti,
Di saat Cinta mu telah Bersemi,
Kepada Seorang yang kini kau Cintai.

Mungkinkah Cinta ini dapat Bersemi kembali,
Kepada Hatinya yang kini telah Pergi,
Pergi Jauh dari Arti Cinta Ini,
Cinta yang dahulu pernah Tersakiti,
Dan menjadi Pendua Cintanya yang kini kau Kasihi.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 09:12:2013 )

……………..***……………


# DENDANG SERULING SENJA #

Sayub terdengar Seruling Mengalun,
Mengalun Sahdu terbawa Angin,
Bergema Datang memanjakan,
Kesunyian Yang Menenggelampan,
Angan yang sempat Hiasi Lamunan.

Debur air yang Mengalir di Bebatuan,
Menambah Mendu Dedang Irama,
Di antara Desir Suara Dedaunan,
Ku coba menyapa Mentari Senja,
Yang Kini Menambah Keindahan,

Seruling itu Begitu Merdu,
Mengema Di antara Perbukitan,
Seakan Memanggil Jiwa Raga ku,
Bernyanyi dan Menari Di atas Awan,
Beriring bersama putaran Waktu.

Terlalu Jauh di pandangan Mata,
Namun begitu Merdu di Telinga,
Entah itu siapa Peniubnya,
Apakah Suara Angin dari Nirwana,
Yang Mengalun Bersama Angin Senja.

Ah, Suara Seuling itu menghilang,
Tak terdengar Lagu Mengalun,
Begitu Juga Lamunan Yang Bertandang,
Hilang Bersama Kesunyian,
Diantara Cahaya yang kini mulai Remang.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 09:12:2013 )

……………..***……………


# TERPESONA #

Seperti Bintang2,
Bak Bulan bersinar terang,
Di tingginya Gunung yang Menjulang,
Kulihat Warna Warni Kembang,
Bersama Suara merdu terdengar Berdendang.

Tak ingin ku lepaskan Tatapan,
Di saat Cinta ku tertawan,
Menjadikan Indahnya Lukisan,
Undang hadirnya Satu Impian,
Impian Cinta Yang menjadi Lamunan.

Ku akui aku Terpana,
Memandang Bulan di Wajah Jelita,
Berkerlib bak Bintang Kejora,
Mengundang Sejuta hadirnya Cinta,
Dari Sapamu yang Merdu Menggema.

Jiwa ku kini seketika Menggelegar,
Membuai Rasa Cinta ku pada mu,
Walau memendang mu hanya sebentar,
Dan ku tak mau kau begitu cepat Berlalu,
karena itu akan membuat Harapanku memudar.

Sungguh demi Tuhan aku Terpesona,
Tak pernah secepat ini Jiwa ku tergoda,
Terkagum Oleh Wajahmu nan Jelita,
Bayangmu kini menjadi Ilusi yang Menjelma,
Yang membawa Angan ku ke Alam Nirwana.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 18:12:2013 )

……………..***……………


# KEMBALIKAN JIWA CINTA KU #


Lihat Burung2 yang terbang,
Di saat hari telah Petang,
Dia pasti kan kembali Pulang,
Pulang kembali kedalam sarang,
dan menanti Mentari pagi yang datang.

Tapi lihat lah aku di sini,
Telah Lama kehilangan,
Rasa Cinta ku telah Pergi,
Yang hanya meninggalkan Kenangan,
Dalam menemami Hari2 ku yang Sepi.

Kemablikan Jiwa Cinta Ku,
Yang pergi bersama Bayang2 mu,
Yang tak dapat lagi ku Cumbu,
Dari Sejuta Rasa Rindu ku,
Rindu yang kini menjadi Mimpi Semu.

Lihat lah aku di sini Kini,
Terpuruk di Pojok Lamunan,
Setelah Cinta kau Hianati,
Cinta ku hilang bagai tak berkesan
Menyiksa Jiwa di Sanubari ini.

Berilah senyuman dalam Pesan,
Tentang Harapan yang datang,
Untuk mengobati semua kekecewaan,
Biar jiwa Cinta ku dapat kembali pulang,
Kepada Hidup ku yang merindukan Kemesraan.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 15:12:2013 )

……………..***……………


# IBU #


Ibu, Kau jaga diriku selalu, Redakan tangisan ku, yang mengganggu Tidurmu, Di antara Sipat Manjaku, Lalu kau berdendang dengan Lagu2 mu. Ibu, Kini aku Telah Berdiri Sendiri, Dapat Berlari dan Menari, Dalam mengejar Impian ini, Semua kerana kata2 mu yang Suci, Yang menjadi Pedoman Hidup ku ini. Terima Kasih Ibu, Peluklah Aku Anak mu, Yang lahir dari Rahim mu, yang selamanya Merindukan Kasih Sayang dari Mu Ibu.

By : LUmbang KAyung

……………..***……


# IBU #


Ibu,Hapuslah keingat mu, Lepaskan Dahagamu, ini aku Anak mu, Kan Menyirami Lelah mu, Yang Coba membalas Kasih Sayang mu, Menjaga Kesehatan dari Tubuh tuamu. Ibu ku Sayang, Dengar aku Berdendang, Lagu untuk mu Seorang, Biar Lelahmu Hilang, Sebelum Datang nya Hari Petang. Ibu, Biarlah Tulang2 yang mulai Kokoh ini, Mengganti Setiab Lelah mu, Menyirami semua yang engkau telah tanami, Semua dari ketulusan Hati ku ibu, Untuk Mengemban Tanggung Jawab Ayahanda yang Telah Pergi.

By : LUmbang KAyung

……………..***……………


# IBU #


Ibu Hapuslah air mata mu, Jangan Lagi Menetes, Karena Semua Kekecewaan Itu, tak kan Pernah Habis, Dan Relakan Kepergiannya Ibu. Senyumlah Tampa derai Air Mata, Semua telah menjadi Kehendak Yang Kuasa, Relakan Ayahanda tercinta telah kembali Kepadanya, Menyemai Taman Sorga, Dari Semua Doa2 Kita. Ibu, Relakan Dia Pergi, masih ada aku yang Kan selalu Menemani, Karean telah menjadi Janji Diri, Untuk menjaga mu dengan Sepenuh Hati.

By : LUmbang KAyung

……………..***……………


# IBU #

Ibu, Ta kmungkin Aku disini, Menikmati Cerah nya Hari, Semua karena Doa yang kau Restuai, Semua telah menjadi Bukti, Untuk Anak mu ini. Ibu, aku ini anakmu, Menanti Setiab Doa Restu mu, Untuk Aku Anakmu, yang kini Jauh Dari Mu, Ku Ingin Senyum mu Selalu Untuk Ku.

By : LUmbang KAyung

……………..***……………


# BAGAI MANA LAGI #

Aku kian Lelah sudah,
Kian melangkah di Cahaya Temaram,
Lelah menelan banyaknya Kisah,
Kisah Cinta yang ku yang lama Tenggelam,
Dalam Tawa Canada Gelisah,

Entah kemana lagi ku mencari,
Asa Cinta yang telah lama Pergi,
Dan tiada kini Rindu di Nanti,
Dalam mencari sebuah Arti,
Dari setiab warna Warni Diri.

Harus bagai mana lagi,
Sepiku kian menyiksa Diri,
Memedam Hasrat Birahi,
Merenangi Dahaga Ilusi,
Dalam Lamunan ku Sediri.

Salahkah diri ini,
Kemana lagi menghempaskan Sepi,
Setelah Dirimu lama Pergi,
Tinggalkan aku di Sini,
Menemani Janji mu yang tak Pasti.

Lelah yang ku rasa,
Getir Rasa yang kian Merona,
Membuat Lamuananku Meronta,
Dari semua rasa Kecewa,
DAn semangkin Gelab langkah yang Menggoda.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 14:13:2013 )

……………..***……………


# LELAH DI PANAS MENTARI #

Ku pukulkan Beratnya Godam,
Menghantam kerasnya Bebatuan,
Ini bukan karena Dendam,
Atau suatu kemarahan,
Ini demi Impian semalam.

Tak terdengar Desah Keluhan,
Dalam melakukan Pekerjaan,
Demi sebuah Harapan,
Mensukuri Rejeki yang di berikan,
Yang menjadi kehendak Tuhan.

Lelah tak dapat di Hirau,
Mentari membakar Kulit Ari,
Sedang Dahaga kian Memacu,
Di tengah Panasnya Mentari,
Beriring Putaran Sang WAktu.

Entah apa makna Panas Mentari,
Tak dapat mengeringkan Keringat ini,
Keringat yang kini Membasahi,
Tubuh dan Baju yang penuh Daki,
Dan menanti datang Senja Hari.

Hanya ini yang dapat ku Lakukan,
Demi tanggung jawab yang di Emban,
Demi membahagiakan Rumah Tangga Impian,
Dan Si Buah Hati ku Pujaaan.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 14:12:2013 )

……………..***……………


# INDONESIA MILIK KITA #


Jual saja Harga Diri Persada Indonesia yang berlambangkan Pancasila ini dengan Bakat Korupsimu,
Biar kau Puas dapat meneguk Susu yang semangkin Basi milik Anak Negri Ini dengan Rakus mu.

Langkahkan saja Kakimu Menunju Warna Bendera Kemaksiatan yang Menjanjikan Kebohonganmu,
Biar Langkah Impian Anak anak Negri ini semangkin Frustasi.

Lalu berbicaralah Bagaikan Petir yang menyambar nyambar bersama Kebodohan Dari Kekuasaan mu.
Karen Mulutmu Adalah Harimau mu.

Dan aku Hanya dapa menjadi Pecinta Ragam Adat dan Budaya di Persada Indonesia ini.



By : LUmbang Kayung

Tanjungbalai,Sumatera Utara

……………..***……………


# Aku MUNGKIN TAK TAU #


Entah apa yang terpikir,
Aku semangkin bingung,
Tentang kisah yang Mangkir,
Semua membuat ku bimbang,
Bersama Harapan yang hampir tergusur,
Namun ku masih merasakan adanya Sayang.

Malam ini ku ingin Bahagia,
Namun malam ini ku merasa Tersakiti,
Dari semua kata2,
Dari semua ungkapan yang ku anggab Suci,
Semua ku rasa bagai kata tampa Cinta.

Entah apa yang ingin ku lakukan,
Semua bagai Mengecewakan,
tentan Malam yang seharusnya penuh ke Cerian,
Malam yang Tuhan telah Anugrahkan,
Dalam Meriahnya Natal Yang Kau Berikan.

Aku Manusia yang Tak ingin Gelisah,
Di dalam Badan Nusantara ku,
Namun ku tak boleh Pasarah,
Hadapi apa yng kini Berlaku,
Yang kadang membuat ku ingin Marah.

Seharusnya aku Bergembira,
Tampa ada rasa kecewa,
Karena Natal untuk kita Bersama,
Sebagai Manusia yang Berpancasila Indonesia,
Yang tampa mengenal Suku dan Agama,
Tapi kamu bak Dusta membuat semua Murka.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 25:12:2013 )



# AYO BANGUN KAWAN #

Di mana tanah antah berantah,
Aku tak tau,
Di mana tanah yang Basah,
Di situ tempat ku berpijak selalu,
Aku tak akan menyerah,

Di Dalamnya Laut aku Bermimpi,
Di Luasnya Angkasa anganku Terbang,
Aku tetab Berdiri,
Asa ku tak akan Hiang,
Yang akan Terukir Indah di Hari Nanti.

Aku tak sendiri,
Masih ada kamu dia dan mereka,
Yang akan Tegak Berdiri,
Meng Agungkan tanah Persada Indonesia.
Di sini tempat kita Berdiri.

Ayo Kawan,
Mari Sing2kan Lengan,
Walau kita berjauhan,
Banyak lagi yang harus di kerjakan,
Untuk Inddonesia di Masa Depan.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 28:10:20140




# DI BAWAH TIANG BENDERA )


Lihat lah nun jauh di sana,
Mereka bukanlah mangsa,
Dari ganasnya Rimba Kota,
Hingga kehilangan Adat dan Budaya,
Terlupa Agama sesat di lembah Nista.

Lihatlah nun jauh di sana,
Mereka tak lagi berdaya,
Mereka tak bisa apa2,
di Kemarau tersiksa,
di Hujan mereka merana.

Semua ingin mersakan Bahagia,
Semua ingin tangisan nya Reda,
Bernaung di bawah Tiang Bendera,
Yang Berasas kan Pancasila,
Karena Kita semua saudara,
Di Tanah Air Indonesia tercinta.

Karena itu kita tidak Rapuh,
Kita tidak Lumpuh,
karena kita harus Kukuh,
Bersatu kita Teguh,
Bercerai kita Runtuh.

By : LUmbang KAyung (28:10:2014)

Kumpulan Tembang Kata Qi An-MAWAR BERCABANG DUA

SENJA ANG 'KUHMU
.....................
kau laksana raja diatas raja
bagai mata sang elang yg sedang terbang
meliahat dengan kesombongan

bertitah boleh bijaksana namun
awas jebak durjana karna tutur lain rupa
bila hendak bermakna jangan coba bermain rupa
karna mulut itu tidak berupa

dengar dengar dan dengarkan lah
walai jiwa jiwa ang'kuh ini
tiada yang kekal yang kau dapati
kekuasaanmu berwaktu
iitu adalah amanah

sadar sadar sadarlah
wahai sang ang'kuh
tiadakan teman yang kau dapati
tiada ilmu yang sejati
tak kan ada yang berbagi
bila diri tak berendah hati

by Qi an
03 :40 wib
……………..***……………

Mawar bercabang dua
...................................

aku berfikir untuk apa
harus ada cinta dan kesetiaan
bila kita sementara... aku dan
engkau...
mungkin hanya aku yang merasakan
bukan dirimu atau orang lain
mawarku sayang tak menyesalkah engkau
Menduakan hatimu, menduakan cintamu

ku ingin engkau tau
betapa hati ini
bagai tersayat pisau

ahai mawarku sayang , apakah cinta ini
Akan mampu bertahan, atau hancur perlahan
Dan hanya menjadi kisah cinta satu malam
Memang kuakui diantara kita jelas berbeda

By Qi an
……………..***……………

kursi yang bergeser
................................
ku jemput rasaku
langkahpun sampai
harappun bahagia

ku mulai dengan jejak
jejak pun mulai mendekat kursi
kursi itu bercaka kursi disebelah kado
lamunan hati disana ada canda dan tawa
karna ada kamu disana diselah kursi kado

rupanya itu hanya hayal ku belaka
tak terucap oleh kata
pandangan itu begitu menyudut

nafasku terhenti
arasku goyah
melihatmu yg begitu enggan terdekati
begitu jejakku sampai kursi pun bergeser

hatipun berkata cukup ku mengenalmu
dan ini lah akhir dari segala nya dan terakhir kali nya
berkata emosiku

by Qi an
tergedi 07 Des 2013
Pukul 21:30 wib
……………..***……………

aku , kamu
.................................

kala renggang dijemariku ini hendaklah engakau rapatkan
jika diri ini satu maka tiadalah arti nya
Kalau injakmu jengah maka tinggal lah aku saja

Kala renggang dijelma emosimu membara tak berhamparan
namu ada kah itu jalan yang terbaik ,Buat apa dicipta hati yang luas
Kalau bukan jadi tempatmu mengadu

lalu buat apa ada dua
Kalau yang ada hanya aku
Dan di sisi yang lain hanya ada kamu

Jadi di sinilah kita, di satu peraduan yang sama
Belajar tertawa, belajar menangis
Belajar mengajar, belajar mendengar
Di sinilah kita
Belajar cinta


by Qi An
……………..***……………


Goresan Untuk Dan
…............................
Rasa nya dan
diriku aku ya hanya ada aku dan
sendiri dan
selalu kepada letih ini dan
ku butuh perhatianmu dan

Tak satupun dan
Tak sesuatupun dan
Tak satu sosokpun dan
Tempat ku berbagi dan

Hanya aku
Dan diriku sendiri
Pada letih ini rasanya dan

by Qi An
171213
17:00 wib

……………..***……………


Tanda ini ???????
................................................

Betapa emosi nya aku setelah tanda ini ???????
ketika ku bertanya tentang mu namun ku dapat ya tanda ini ??????
dan perlukah pertanyaan mu di jawab

Saat logikaku diselimuti
rasa dihati kuasai jasad ini
sedikit sesak kan dada

namun itu bagi ku bak hujan tiada petir tak menarik

yang kutahu hanya satu… itu kamu
Tak bisa kupungkiri dari otakku dan tak teracuni

ada di dalam benakku hanya satu .. itu kamu
tubuhku seakan terasa kaku kala kau ada di hadapanku

namun kau tak pernah percaya akan rasaku
hanya karna aku terlalu dekat dengan dayang dayang karip ku

dan kini aku bemuam dalam satu kata
biar, biar saja hanya aku yang tau
kalau engkau pujaan hatiku

By :Qian
tragedi 181213
pukul 12:00


Qi An
Tanjungbalai,Sumatera Utara







Kumpulan Puisi Drs. Mustahari Sembiring - IZINKAN AKU PAMIT

BERSERAH PASRAH
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Menghimpun hasrat tersisa dilembah putus asa
begitu muskil mencapai sempurna
apalagi direntang usia senja
semakin pelik memilih kata
meski cuma sederet harapan dan doa
patah sebelum tiba

Satu satunya jalan kutempuh adalah bersimpuh
berserah pasrah diujung jiwa yang lelah

Jangan biarkan benteng pengharapan sirna
meski celah-celah telah remuk diujung asa
mampukan hamba MU ya Tuhanku yang Esa
jagalah nyala didada tetap bercahaya
bangkit dari keterpurukan dan tetap percaya
pengharapan satu satunya disepanjang usia

#Pondok bambu istanaku,Senin,09/12/2013=08:08wib
……………..***……………



KUBACA SURATMU

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Kubaca suratmu ketika senja tak lagi jingga,
bergumpal nafas ditenggorokan sesakkan dada,
untaian kalimatmu bait-bait luka tak berjeda
sekian lama terbenam tak berdaya
masih saja kau tegarkan kata seakan tak terjadi apa-apa
akhirnya padammu tak lagi bercahaya

Apa yang bisa kugadaikan untuk menebus laramu berkarat
sementara para Dewa negeri ini sudah sakarat

Kubaca suratmu ketika logika tak bisa kucerna
begitu cela, begitu nista kah jalan karma
padahal tuna netra pun bisa melihat kebenarannya
tuna rungu sekalipun bisa mendengar jeritan sukma
kenapa para Dewa negeri ini jadi pecundang kehilangan muka
lebih suka sembunyi dibawah ketiak para Punggawa

#Trunojoyo sapo terulang, Selasa, 10/12/2013=13:13wib
……………..***……………


IJINKAN AKU PAMIT
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Ijinkan aku pamit
lesap dari tarian langit
kujemput lambaian lelah susuri parit
akhir-akhir ini nurani sering kali tersumbat
matapun penat
dibelai nyanyian hujan lebat
tak kuasa kurayu kantuk pun makin mengikat
sebaiknya kuselesaikan dengan cepat
esok kita tata lagi lebih padat
selamat malam duh, sahabat

Kukemasi jembatan maya ini
kuakhiri sampai disini.....

#Pondok bambu istanaku, Jumat,13/12/2013=21:01wib.-
……………..***……………


MAHKOTA KEMENANGAN IMAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
***Serat jiwa untukmu sahabatku Meauw Chen, setelah pulang dari Opname di RS ; inilah doa dan pintapintaku pada pemilik Kehidupan**

Angkara murka gerogoti raga
binasa daya tergeletak tak berdaya
sejengkal demi sejengkal patahkan nyali matikan rasa
asa pun lelah digerayangi ganasnya penyakit dunia
sejuta tanya ngambang tak temukan jawabnya
mengapa derita terus saja merajah hamba ?

Hidup yang tinggal redup pun hampir padam
semua harapan terhempas remuk redam

Tuhan, isyarat apa gerangan semua kenyataan ini
tak berjeda terus mendera silih berganti
dosa apa kulakukan hingga kutebus seperih ini
kelam apa kulakonkan hingga harus kubayar tunai

Benteng ketahanan telah rubuh hidup dalam kematian
dari kegelapan jalan didepan kutemukan pencerahan
nyalakan obor iman, semua cuma pencobaan
janji Tuhan takkan IA abaikan
bertahanlah kawan, bagimu tersedia mahkota kemenangan iman
dalam deritamu orang bercermin, Tuhanlah yang memampukan

#Pondok bambu istanaku, Jumat,13/12/2013=21:51wib.- — bersama Meauw Chen.
……………..***……………


MENJALANI KODRAT
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Bangkit dari alam fatamorgana
dililiti kerontang asa
tertimbun kecewa, putus asa dan segepok lara nestapa
apalagi senja telah menyapa
ketika semua upaya patah sebelum nyata
bagaimana lagi kukabarkan berita

Hitam putih nurani tersurat diurat nadi
menjalani kodrati sebuah tantangan atau strategi

Berkaca dari kaca benggala leluhur sejatinya jiwa
tak ada lagi bisa kulakukan kecuali menjalaninya
serupa nabi Musa, setelah roboh dilembah neraka
atau nabi Yunus lari tapi tetap jalankan karma
pengadilan MU keseimbangan karmapala
mampukan hamba, layakkan menerima mahkota

#Pondok bambu istanaku, Selasa,10/12/2013=06:46wib
……………..***……………


TETAP PERCAYA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Berhenti diujung resah
hati pun gundah

Untuk terus hasrat pupus
isyarat terputus
dimana kutebus
jika semua harus berakhir sirna
aku sedia
berkalang tanah berputih tulang
terlanjur alang kepalang

Berharap ini bukan akhir dari awal terbengkalai
tetap percaya jalan terbuka seperti dulu saat kumulai

#Royal Amaroossa Bogor kota hujan, Kamis,12/12/2013=22:32wib — di Kota Bogor.
……………..***……………



ANUMERTA SEBELUM MANGKAT

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Harga sebuah idealisme :
disingkirkan, diisolasi karier, dikebiri jabatan
lengkap segudang penzoliman

Harga sebuah kejujuran :
tidak boleh sekolah, tidak boleh menjabat, tidak diusulkan pangkat
lengkap segudang larangan buat anak keturunannya

Harga sebuah kebenaran :
dibiarkan hidup dalam kematian, diberi label inkonstitusional
lengkap segudang tudingan tanpa fakta, apalagi bukti nyata

Harga sebuah pengabdian :
maaf kawan, saya tak mau ikut terlibat
salahmu, kenapa berani melawan atasan
ya, kau kurang loyal sih
itulah akibatnya, terlalu vocal

Harga sebuah pengabdian ; anumerta sebelum mangkatnya

#Pondok bambu istanaku, Selasa,10/12/2013=07:37wib
……………..***……………


JALAN TAK BERUJUNG
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Jalan tak berujung kau tempuh
tengok badan,pikiran dan hatimu lelah
tak ingin harga diri terbelah
tak mau menyerah
padahal menyerah tak serupa kalah
tapi sebuah celah

Ayam bertelor kau tiru
apa pun kabarkan ketiap penjuru
menghibur diri tampil berwajah seribu
semua orang bisa tertipu
bagaimana dengan dirimu
berapa banyak lagi kebohongan dalam hatimu

Pulanglah ke hakikinya insan sejati
terima kodrat apa adanya diri

#Pondok bambu istanaku,Sabtu,07/12/2013=06:36wib
……………..***……………


MARI BERBAGI

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Mari, ulurkan tanganmu
berjabat erat kita ke hulu

Kau terima adaku,
kuterima adamu
tinggi rendah cuma ukuran sewaktu
kaya miskin hanya masalah baju
akhlak pribadi jauh melampaui hitungan itu

Jika masih cukup waktu
mari berbagi ilmu

#Pondok bambu istanaku, Sabtu,07/12/2013=08:08wib
……………..***……………


SEGAMBAR KEHIDUPANKU

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Kabarkan melalui senja tentang rasa
sesaat setelah jiwa luruh dipinggiran usia

Jika berita telah nyata dihembuskan lelana
jadilah rungu yang budiman sejatinya
menterjemahkan nada seirama notasinya
supaya melodi indah sejak awalnya

Mengutip apa adanya juga ternyata keliru
manakala lukisan dan fakta jumawa
tak seukuran nasihat di buku
sadarlah aku : inilah awal petaka
tapi satu kaki terlanjur didalam satunya ngambang diudara
segambar itulah hidupku

#Pondok bambu istanaku,Sabtu,07/12/2013=16:16wib
……………..***……………


DIBALIK LARA NESTAPA

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Meratap terbata-bata pecahkan hening mayapada
sepertinya duka menyatu sesakkan dada
luka ini parah tanpa penangkal semestinya
kenapa ini terhidang memaksa
semua tak siap terima
meradangpun percuma

Rencana NYA tak pernah keliru apalagi salah eja
dibalik fakta pasti tersedia episode tak berjeda

Jika kini semua terasa perih menyayat sukma
bening-bening airmata biarlah membasuh luka
tiap irama pasti ada notasinya
keseimbangan atas ciptaan sang Maha Kuasa
diujung lara nestapamu, tundukkan kepala
tanyakan pada NYA: apa maksud semuanya

#Pondok bambu istanaku, Sabtu,07/12/2013=
……………..***……………


TAK PERDULI, KAU TERUS BERLALU

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Takkan kusesali azab itu
meskipun jatuhnya persis dipenghujung langit biru
menikam dalam kelembah tak berujung sanubariku
sungguh ngilu
seperti mati suri ketika itu
kau pasti tak tahu
runtuh langit karam bumi kedasar lara membeku
sampai sampai aku lupa siapa aku
tak perduli, kau terus berlalu

Dengan sisa kesadaran yang menipis disekujur tubuhku
kukemasi puing puing janji palsu peninggalanmu
mengapa mengazabku begitu seru
padahal siapa korban siapa pelaku tidak tahu

Kujalani saja semua layaknya air mengalir disela-sela batu
membiarkan hilang sirna seperti angin mengusap debu
hingga kini nostalgia itu terpahat dilembah hatiku
entah kapan bisa kukembalikan rindu titipanmu

#Royal Amaroossa Kota hujan, Kamis, 12/12/2013=16:36wib.- — di Kota Bogor.
……………..***……………


MENGEJA KETULUSAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Pantaskah menyulut bara
jika sengketa cuma milikmu semata
dengan mengendap-endap melukis awan jingga
mestinya kau tahu , semua cuma isapan jempol belaka
bersamaan waktunya, galau bertandang seakan nyata
sejujurnya apa yang kau baca

Diamku berlatar belakang sejuta niscaya
sebab beliamu belum mampu memahaminya

Siapa yang cela jika airnya keruh hingga gulita
mungkin cuma fatamorgana atau bahkan issu semata
katakan pada sohibmu, sang penyebar berita
tak satupun umpannya termakan sengaja atau alfa
kucatat : oh cuma sebegitu kedalamannya
berharap kelak mampu dengan jernih ketulusan kau eja

#Royal Amaroosa, Kamis, 12/12/2013=02:22wib.
……………..***……………


INGIN KUDENGAR JAWABMU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Dulu kita sepakat untuk merambah rasa,
saat kesendirian hampir tiap hari siaga,
malah katamu inilah kali pertama nyata
ada yang hilang dari debar didada
jika tak sua
kupahami itu jawab sejujurnya

Dengan alasan pekerjaan melenceng itu terus kau bawa
menghadirkan sengketa diberanda muka

Selanjutnya semakin samar bahkan bertukar fakta
apalagi ketika ego menjadi raja
buruk sangka, cerca bahkan angkara murka jadi biasa
kuingat kau pamerkan nista dengan jumawa
seakan lukamulah himpunan dari semua sengsara
ingin kudengar jawabmu, mengapa

#Bogor kota hujan, Kamis,12/12/2013=00:33wib.- — di Kota Bogor.
……………..***……………


SEKARANG JADI DEWA,
AKU PASRAH MENUNGGU DERA

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Matahari telah lengser saat kusadari tegakku,
persis diujung papan loncatan penuh debu,
ditempat dan waktu salah berdiriku,
sejak itu tak lagi bisa kuatur nafasku,
ketika semua tangan menudingku penuh nafsu
pesakitan paling diburu

Sekian lama aku tak bicara siapa aktor intelektualnya
sekarang dipenghujung senja aku katakan apa adanya

Sehalus apapun bahasaku tetap saja murka
membara disetiap jengkal tubuh renta

Kuburu penjagal negeriku hingga ajal menjemputnya
mengapa malah jalan hidupku ditumbalkan seenaknya

Disesah tak berdaya dimeja pembantaian puluhan tahun lamanya
satu persatu urat nadiku dikerat, disaksikan kerabat berbaju coklat
bahkan jalan mendekat dipandu para sahabat
sekarang jadi Dewa, aku pasrah menunggu dera
episode selanjutnya penzoliman tak berjeda

#Pondok bambu istanaku, Selasa,10/12/2013=19:19wib
……………..***……………


PAGI TERSISA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Pagi tersisa bersama selarik cerita
bias disepanjang langkah jiwa
menyusur gelombang fakta
dikota tua
sepertinya semua sia-sia belaka
percuma

Telah kucoba mengetuk semua pintu terbuka
tak satupun bersedia menerima apa nyatanya

Pagi tersisa kan kubawa kerumah Bapa
kelamnya malam terpenjara aku disana
getirnya kenyataan terpasung kudisana
semua kuletakkan dibawah salib NYA
inilah aku Bapa, sang pendosa
ampuni, tahirkan dosaku, mampukan kulayak didunia

# Pondok bambu istanaku, Minggu, 08/12/2013=07:47wib.-
……………..***……………


TAUBAT NASUCHA

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Lalu sang pecundang berteriak minta dikasihani,
sebab hidup telah lama ia selingkuhi,
pikirnya kiamat masih lama lagi,
masa bodo, bagaimana nanti
sebelum nyata semua sudah tak berarti....

Berhentilah menzolimi sesama insani
meski tak ada perlawanan berarti
itu menghimpun bara api

Berbaliklah meski wajah penuh arang
sebelum dipanggil pulang
taubat nasucha mari kita sembahyang

#Pondok bambu istanaku, Jumat,13/12/2013=11:11wib.-
……………..***……………


PAGI PUTIH
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Kuhantarkan pagi putih buatmu,
sambil menyeka lelah yang tersisa masa lalu

Aku berharap pupus nian segala lara
bersama mentari kuseka tanda tanya
meski disepanjang tarian aksara kuhadirkan reka
sambil berharap suatu ketika dilunasi segala nestapa
sesuai janji poyangku Adam dengan Penciptanya
keseimbangan dibumi berbayang disyurga

Mari bangun, lupakan segala problema
kemasi segala ganjalan dijiwa paripurnakan dibatas asa

#Royal Amaroossa kota hujan, Jumat,13/12/2013=08:02wib
……………..***……………


IKUTI SUARA ILLAHI DISANUBARI

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Mengikuti kata hati
pergi tinggalkan sepi

Mengikuti suara nurani
pergi mengumpulkan sunyi

Mengikuti godaan diri
pergi menjemput harakiri

Mengikuti kemauan dunia ini
pergi menabung neraka sendiri

Aku pergi melangkahkan kaki
seturut Suara Illahi
Meski apa terjadi jangan pernah murtad insani
Syurga Abadi tujuan pasti

#Royal Amaroossa kota hujan, Jumat,13/12/2013=08:38wib — di Kota Bogor.
……………..***……………


AKU TERGELINCIR DIUJUNG LIDAH TAK BERTULANG

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Aku tergelincir diujung lidah tak bertulang
sesaat setelah kureguk kata bersilang
maafkan pesonamu buatku melayang
jujur ; aku lupa pulang, seperti mengisi teka teki silang
seketika kuncup dihati gersang mekar berkembang
dari negeri tempatku terbuang

Maafkan aku atas sikap malu malu kucing
semua terjadi begitu saja tanpa kuundang

Aku tergelincir ditikungan lidah tak bertulang
sayangnya kusadari saat hari telah petang
ketika burung camar terbang pulang kesarang
kutemukan harapan terbengkalai kering kerontang
inilah kesalahanku, terlalu mengharap payung daun pisang
aku renta dimakan usia, setengah usiaku hilang terbuang

#Amaroossa Royal, Kamis,12/12/2013=14:04wib
……………..***……………


PERTANGGUNGJAWABAN PRIBADI

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Takkan kujilat kembali ludah yang telah kulimbahkan,
meski sekarat asa, nestapa jiwa bahkan rentapun raga

Kulipat segala hasrat, dari lubuk hati yang tak hianat
yakini suara Illahi tuntun jalan hingga kiamat

Hidup seperjalanan pergi keladang,
berangkat pagi pulang petang
apa kau sandang
saat berpulang

Sehelai daun IA tak lalai
apalagi insan segambar Illahi
hitam putih otobiografi tersusun rinci
bekal hakiki pertanggungjawaban pribadi

#Pondok bambu istanaku, Jumat,13/12/2013=10:43wib.

……………..***……………


TERUSLAH BERJUANG

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Bagaimana harus kukatakan rasa berkecamuk
jika adamu melintang arah mematahkan pucuk

Maafkan aku jika harus kutetas rasa
sebelum lebih dalam tanggelamkan asa
pasti terasa perih terungkap diraga
kekinian yang sungguh tak perdulikan norma
menikam dalam sayatkan luka
tinggalkan lara nestafa

Teruslah berjuang hingga usai pertempuran menggapai warna
meski tak bersama tetap kudukung mencapai cita-cita

#Trunojoyo sapo terulang,Senin,16/12/2013=14:04wib

……………..***……………


JALAN KENANGAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Aku akan merindukan amarahmu
seperti mengayuh dayung sampan didanau biru

Beberapa kali taupan melanda guncangkan kebersamaan
seperti meneduhkan gerah terkapar sendirian
jika jarak terus saja dimekarkan
berujung dimana jalan kenangan
aku mengenangmu seperti cawan
menunggu datangnya hujan

Kupahatkan semua catatan dihulu perjalanan
agar esok jangan lagi terulang salah jalan

#Trunojoyo sapo terulang, Senin,16/12/2013=11:46wib

……………..***……………


BENAHI JALANMU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Jangan biarkan sepi menjajah nuranimu,
ketika nuansa berkabut kelamkan pagi baru

Mari bersama menyisir kegagalan
tinggalkan penat menyemak didada
apalah artinya membangun taman tak berbunga
jika cuma biaskan keraguan
benahi jalanmu
mari menyingkap rahasia hidup satu persatu

Jangan biarkan galau menghalau senyummu
meski berita dan fakta menyobek ikhlasnya kalbu
bukankah DIA janjikan indah pada waktunya
tinggal bagaimana kita menanti fakta nyata
didunia atau diakhir sebuah cerita
tak mungkin IA lalai pada Sabda yang telah di FirmankanNya

#Pondok bambu istanaku, Senin, 16/12/2013=09:09wib
……………..***……………


PERISAI KEBENARAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Mengawali pagi dengan doa,
meluruskan harap didunia nyata
mencoba membuka simpul karma
mengetuk pintu Pemilik Surga
hidayahkan pinta-pinta diantara legamnya dosa
janganlah hendaknya KAU perhitungkan ya Bapa Disurga,

Hitam nodaku bergelimang nista tak bisa kuhitung jumlahnya
hanya karena belas kasih MU kudilayakkan terima bahagia

Biar kusepuh hari-hari kedepan dengan mantera,
penakluk ganasnya bianglala dunia
ikutlah bersama langkahku nan terseok menggapai asa
jadi perisai kebenaran diantara sesama
mengantakan jiwa raga keujung cita-cita
mahkota kemenangan seorang anak desa

#Pondok bambu istanaku, senin,16/12/2013=07:07wib-
……………..***……………


KAULAH TULANG RUSUKKU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Kekasih hati
ijinkan aku berteduh pada pemilik senyum sejati
sepanjang musim kehidupan kumiliki
tak ingin aku kedinginan sendiri merafal sunyi
membiarkan lara menggerogoti hati
diluar jarak pelukan hakiki

Kita sudah berenang mengarungi samudra lara nestapa
beberapa kali tersedak, bahkan sesakkan nafas cinta
bersama , kita berpelukan mesra, semua terlewati juga

Kekasih hati,
apapun terjadi jangan lepaskan simpul cinta ini
dari sehelai nafas,separuh jiwaku kutambatkan pada cintamu
tak ada yang lain, bagiku kaulah tulang rusukku
runtuh bumi terbelah langit takkan ada penggantimu
sigare nyowo, satu, belahan jiwaku, itulah kau

#Pondok bambu istanaku, Minggu, 15/12/2013=21:41wib
……………..***……………


GUMPALAN GALAU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Hitung satu persatu suara kekhilapanmu
rangkum dalam selisih ragu
hidangkan saat senja merajah risau
jangan biarkan tajuk membingkai biru
meski nafas terus memburu
didadaku bergumpalan galau semacam itu

Pastikan tak terbiarkan bahasa berlalu
sebab usia akan menebal dibarisan masa lalu

Hitung satu-satunya janji lolos tak bisa kuwujudkan untukmu
itupun lantaran layu dibatang rindu
memunguti sekian banyak recehan palsu
ketika ratapan cuma sebuah kecewa semu
terjual aku saat itu
berhasillah sandiwaramu

#Pondok bambu istanaku,Minggu, 15/12/2013=19:09wib
……………..***……………


TUTUP DIARIMU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Aku tau sekarang siapa dirimu,
sekelebat garis kilat membisikkanya padaku
sang penikmat berhati empedu

Aku paham sekarang apa maumu,
segerombolan rinai hujan mengabarkannya padaku
sang penikmat tak mau tau

Aku mengerti sekarang apa tujuanmu
harian kota sore ini meng head line sepak terjangmu
sang pendendam berjiwa batu

Aku beritahu sekarang kepadamu
sekian banyak bibir tersenyum mencibir membaca statusmu
pamer kemesraan diberanda mayamu
rayuan murahan seorang penipu
jual nikmat lampiaskan nafsu

Aku serukan berhentilah mengejar bayangan semu
berkemaslah siapkan diri membangun kehidupan baru
lupakan masa lalu, tutup diarimu, dekatkan diri pada Tuhanmu

#Pondok bambu istanaku, Sabtu,14/12/2013 wib
……………..***……………


JEJAK NURANI TERTINGGAL
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Duh Gusti Pangeran Welas Asih,
jangan sembunyikan syurga MU
meski buta mata hati dosa bersusun tindih
jiwa tegar tapi kedagingan dijajah nafsu
sisa eling ku tergeletak serupa tersapih

Dengan tertatih kujejakkan raga dibara dunia
layaknya seorang lelaki sejatinya
jika disana sini terbaca jejak dosa
ampunkan hamba atas semua alfa
tapi jangan sembunyikan syurga dari pandangan mata
layakkan hamba merangkak menggapainya

Kini kusiapkan diri mencari jejak nurani tertinggal
memilah lenturnya janji tak berbukti goda sang batil

#Pondok bambu istanaku, Sabtu, 14/12/2013=15:45wib
……………..***……………


JIKA HARUS KUHENTIKAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Mungkin harus kuhentikan episode ini,
meski terbengkalai niat hati
berceceran bening air mata menyungai
hanyutkan semua kehilir ketidakpastian
tinggalkan wajah pias menggigil kedinginan
menghitung lara nestapa sendirian

Sesaat sebelum semuanya benar-benar berhenti
tulislah pesan diberanda hati
barangkali esok saat mentari mengawali pagi
masih bisa kutemukan citra diri
melunasi hampa mengendap dihati

#Trunojoyo sapo terulang,Rabu,18/12/2013=11:11wib