RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Rabu, 03 Mei 2017

Kumpulam Puisi Siamir Marulafau - DI ATAS LANGIT


HABIS GELAP TERBITLAH TERANG
siamir marulafau


Di kala gelap sinar pun tak membayang
Pengharapan sirna,entah ke mana
Hati gusar menerkam pemikiran
Meskipun badai berangin kencang
Pincalan tetap melayar...
Sepanjang lautan kuseberangi
Gunung pun kudaki,entah ke mana
Hati pun terimbas kemajuan zaman
Pengetahuan bagaikan sumbu lampu
Tak akan terselubung ke mana-mana
Jika pendidikan kuemban menyantol dalam dada
Miskin ilmu tak berguna...
Tak akan mulia sepanjang hayat
Jika kegelapan kulalui selalu menghantui diriku
Generasi berpikir terus
Jangan berpangku lutut
Berjuanglah ....
Pendidikan bagaikan pohon berakar merambat sampai ujung dunia
Miskin ilmu tak berguna
Yakinlah masa depan menitip emas dalam harapan
Optimis,perasaan pemikiran akan bermuara dalam kehidupan
Sepanjang napas bersemayam dalam jiwa
Kegelapan diubah menjadi terang benderang
Sampai dunia bersinar ke mana-mana
Jika ilmu diemban,uluran tangan tak membentang di pinggir jalan
Kemiskinan terhempas
Yakinlah,....
Wahai generasi penerus bangsa
Tuntutlah pengetahun sepanjang zaman
Hari ini hari pendidikan membahana dalam dada
Membiaskan sinar dalam harapan
Sepanjang hayat dikandung badan
Akan terjalin kearifan dalam pengembangan
Di hari pendidikan bahagia bagi semua umat

sm/01/05/2017





#PUSI SATU BAIT
siamir marulafau


Kebablasan mengukir syairnya di atas karang terjal tak berpilar

sm/30/04/2017





THE STAR IS MINE
siamir marulafau


Don't let the star go away
Although it has a moonless face
In the night i come down to gaze
Whereas i couldn't find out my way
For no friends to help
Only thyself,accompanied for a while
But never i have frustrated in mind
Since the star has a smile always
Though it comes up once in a while
Never i demand for its coming
But it has a feeling of the love
That i might not regard it useless
For one day,it is mine
Never i let it go away
That it really sounds from what is said
Let my body be drowned at the sea
Till it dries....
For one day i walk on it
As long as my breath can fly
Whereas the earth is angry with
And i need apology if it is like this
For thy love never betrays
I really might not let it go away

sm/29/04/2017





#PUISI SATU Bait
siamir marulafau


TAK SAMPAI HATI MERANGKUL RINDUMU JIKA KASIH HANYA SELINTAS TERUKIR DALAM RELUNG

sm/28/04/2017





SEMUT TERPERANGKAP
siamir marulafau


Sebelum dikau naik daun
Menginjakkan kaki di kursi emas
Mulut manismu semanis madu
Semut-semut berharap datang menjemput
Meskipun madunya tak tertuang
Menetes di bawah lantai dicicipi
Mejanya cukup rapi
Tak akan bisa dihinggapi...
Semut-semut enggan memanjat
Sikap bicara dan gerak
Membuat mejanya goyang
Sistem dan mekhaniknya memanas
Karena janjimu mengikat kaki tak berjalan
Semut-semut berlarian
Terpijak dengan kaki meja
Kursi-kursi berantakan ke sana sini
Madunya pun bertumpahan
Semut-semut terperangkap kemanisan
Memangku nama sampai ujung dunia
Dengan gelas madu dikau bawa di atas daun merimbun tak bersinar
Tak satu pun dari mereka mencicipinya

sm/28/04/2017





THY LOVE IS LIKE PEARL

As long as the sky is not dark
Thy heart will fly there to gaze
For the sun will be smiling
To provide the brightening
And the moon will come down to shake
While the love you draw looks like the pearl
So difficult to miss
I don't know why...
Let the sea dry to tell the story
Why thy love there be existed

sm/27/04/2017,copyright





THE BREATH
siamir marulafau


Thy breath never complains
To provide the lives
Since i was born till to die
And it never asks how much to pay
If it is so,what to do?
No words can be urged
No sentences can be written
That the natural lives
So as to thank the Almighty
For the power of our lives
The breath is so precious
Till to die to keep well
And no one will hesitate
That the breath will be going away
What should be done?
If it is still in the blood with the flesh
That the lives will be once feel regret
If the bad deeds are always conducted
It will not be willing to put in the hell
For asking paradise to live

sm/27/04/2017,copyright





"TAK ADA ISTILAH SASTRAWAN FB,DAN FACE BOOK HANYA SEBAGAI SOSIAL MEDIA UNTUK MENULISKAN KARYA SASTRA UNTUK DIBACA,DIAPRESIASI DAN DIKRITIK YANG SAMA HALNYA DENGAN SOSIAL MEDIA LAINNYA"(pdlc/24/04/2017)





#PUISI SATU Bait
DI ATAS LANGIT
siamir marulafau


Sinar-MU akan kugapai membias di setiap sanubari sepanjang langit tak runtuh menyentuh bumi di kala sujud

sm/25/04/2017





MINAT BACA
siamir marulafau


Hpnya berdering bercahaya
Syair-syair tercantol
Pembacanya tertidur pulas
Buku-kuku termakan rayap
Tak ada penghuni di setiap halaman
Minat semakin kropos
Siapa yang salah?
Pembaca beralih dalih
Bilik pustaka berhantu...
Tak ada manusia di sana
Toko buku gulung tikar
Hanya kertas bergores tinta menimbun
Teknologi disalahkan
Apakah betul atau tidak?
Tak akan mungkin kabel-kabel mengikat leher
Jika minat menyisir tepi sungai mengalir
Pikiran akan segar...
Jika bacaan berulang-ulang
Intelektual terserap
Kehidupan tak akan gersang
Dilanda kemalasan di musim panas
Apakah buku-buku cetak memanas juga?
Tak akan mungkin ...
Jika hasrat menggulung bagai ombak
Akan terbentang di atas pasir kelak
Goresan berminat

sm/24/04/2017





OPINI DALAM PENULISAN KARYA SASTRA :
siamir marulafau


Saya pikir tulisan di atas ini penting juga untuk dibaca sebagai catatan tentang kemajuan dan perkembangan sastra di negeri ini.Jika dipilah-pilah tentang masa penulisan seperti penulisan karya sastra pada periode sebelumnya,misalkanlah itu periode angkatan Balai Pustaka,periode Pre-pujangga Baru,Periode angkatan 45, dan periode angkatan 66 sampai pada periode masa kini adalah mencerminkan perkembangan sastra dalam berbagai bentuk dan karakteristik pengarang.
Nah,sekarang kita hidup di zaman serba modern dan tentu pola pikir dan kemajuan teknologi semakin meningkat,dan tentu juga perkembangan pikiran manusia semakin maju.Kemajuan untuk berpikir tidak lagi sama pada periode angkatan 45,dan semua karakteristik dan sifat manusia berubah dan begitu pula perkembangan penulisan karya sastra serta media sastra.Untuk itu,jangan heran jika hanya sedikit yang berminat membaca karya sastra untuk untuk puisi khususnya diterbitkan di media sosial seperti surat kabar,majalah dan lain sebagainya jarang diminati orang
atau pembacanya karena sosial media yang lebih diutamakan orang pada sekarang ini adalah sosial media ELEKTRONIK,yaitu termasuk FACE BOOK(FB).
Dengan adanya Face book ini,orang lebih cenderung menulis sesuatunya melalui social media ini,dan bukan hanya saja orang awam yang tak tahu masalah sastra menulis dan membaca sesuatunya dalam FB tapi penyair-penyair,pengarang-pengarang dari berbagai kalangan termasuk politikus,kritikus sastra dan kritikus di bidang politik juga ikut mengambil bagian menulis sesuatunya sebagai curahan hati nurani mereka.Maka untuk ini,saya juga sebagai penyair dan kawan-kawan lainnya ikut dan turut menulis karya astra,yaitu puisi,cerpen,novel,kritik sastra atau sejenis karya sastra lainnya.
Saya rasa dengan lahirnya sosial media (FB) pada kemajuan teknologi ini,kita sebagai pengarang lebih bersyukur kepada Allah SWT karena sesuatu yang kita tulis,apakah itu karya sastra dan lain sebagainya cepat dibaca dan ditanggapi dibanding alat sosial media lainnya,dan sekarang tinggal peletakkannya pada pribadi kita masing-masing atau sistemnya pada setiap grup,yang dibentuk dengan adanya ADMIN.Jika seseorang menulis karya sastra apakah puisi,cerpen,atau novel,tentunya karya itu akan dinilai oleh ADMIN apakah layak atau tidak 'POSTING' karya sastra itu pada setiap grup,dan begitu juga bagi setiap kritikus sastra menilai apakah karya sastra itu bagus atau tidak,apakah bermanfaat atau tidak.Salah satu keistimewaan Pemostingan karya sastra melalui FB ini dibanding sosial media lainnya seperti surat kabar,majalah adalah karya sastra yang ditulis dapat dibaca oleh para permirsah sebahagian di seluruh wilayah Nusantara dan bahkan sebahagian para permirsah di seluruh dunia,ketimbang karya sastra itu diterbitkan di surat kabar yang akan menjadi bungkusan sambal blacan inang-inang di Mercu Buana atau di pajak.Makanya,jangan bangga sekali setiap penyair,pengarang yang karya sastranya diterbitkan di sosial media lainnya selain FB.
Merujukpada penilainpara kritikus,meyaring atau menyeleksi apakah karya sastra yang diposting di FB betul apa tidak,tergantung pada pembaca dan penilainnya oleh kritikus sastra karena karya sastra ini bersifat relatif dan sukar untuk menentukan 100 % kebenaran di dalam karya sastra itu menyangkut pada unsur-unsur karya sastra itu sendiri.Tapi bagi pemikiran saya jika karya sasra itu menyentuh pemikiran dan perasaan baik dalam bentuk konteks,isi dan penulisan karya sasra itu sepanjang tidak melanggar tata tertib atau tata aturan penulisan karya sastra yang diposting berarti karya sastra itu adalah benar dan baik yang dapat diambil manfaatnya oleh segenap pembaca.
Kita sebagai pengarang,kritikus sastra tak perlu saling jelek menjelekan baik dalam sistem penulisan maupun dalam kritik mengkritik serta menunjukan jati diri masing-masing dengan catatan bahwa akulah yang paling benar,pintar dan kaulah yang penulis yang tak benar atau menunjukkan bahwa karya Si Polanlah yang paling bagus di dunia.Marilah sama-sama kita menulis dan mengkritik antara satu dengan lainnya dengan kritikyang sehat,dan menyegarkanperasaan dan pikiran sehingga terjalin hubungan baik dan silatuhrahmi yang baik tanpamengedepankan rasa emosionil,keangkuhan dalan sebagainya yang memupuk rasa persaudaraan antara sesama.Face book ini adalah salah satu media sosial yang amat canggih di dunia pada masa sekarang ini digunakan untuk saling berbagi pendapat baik dalam segi ilmu pengetahuan, seperti ilmu sastra,penulisan karya sastra,ilmu sosial politik dan lain sebagainya tertuang dalam FB ini tanpa membuat pilar-pilar pemisah antara satu dengan yang lainnya,dan yang agak dibedakan pada tahun-tahun sebelumnya yaitu seperti angkatan 45,angkatan 66,dan apalagi karakteristik penulisan sastra pada masa sekarang ini sudah menjuru ke sistem modern dan post modernisme yang tanpa terikat pada sistem konvensional.
Demikianlah tulisan singkat ini saya paparkan,dan apabila ada kekhilafan,kekurangan dan kelebihan,saya mohon dimaafkan sebagai hamba Allah yang serba kekurangan,dan moga tulisan ini bermanfaat dan barokah.Aamiin.(pdlc/24/04/2017)





JIKA LANGIT TAK BERAWAN
Siamir Marulafau


Sepertinya terdampar di hamparan lautan
Di kala langit tak berawan
Mengulung harapan sirna
Tak berbingkai di sinar lembayung tak benderang
Apakah seterusnya demikian ?
Aku hanya menantikan pesan
Tak menikam lara di penantian
Sepanjang bintang-bintang tak berjatuhan
Dicelah -celah kehidupan fana
Meskipun curah hujan tak membasahi bumi

sm/22/04/2017





#PUISI PROSA LIRIS SATU BAIT


siamir marulafau
Walaupun berbaring di sampingnya semalam suntuk lara sepertinya menerawang di surga dunia membias ke seluruh tubuh
sm/19/04/2017





BERBAYANG SEKEJAP
siamir marulafau

Di malam sepi
Hanya tertidur sekejap
Di kala bintang tak berkelip
Denyutan jantung semakin berdebar
Melirik pada keindahan alam
Walaupun kelam
Tak serupa dengan daratan kelahiran
Kegalauan sirna...
Ditelan angin malam

sm/18/04/2017





PERSPECTIVE LOVE
siamir marulafau


The tip of my tongue
Never stops to say thy love
Who you are and who i am
That our hearts are like the flesh and skin
Never the love is betrayed
For it is true till to die
Let them talk as much as they like
As long the love runs...
But ,what to say if the lives has no breath
Almost are in pain
That makes the love be ended at the end

sm/18/04/2017,copyright





HOW TO GAIN A TRUE LOVE
siamir marulafau


Don't let my tears come down
While never i miss you
Never i hurt you from the beginning
Up to die,till my heart be with you
You are really the fuel of thy heart
Since then i come to you
Not to ask for the love
It comes from the real bottom of heart
That arises on the surface of the sea
Though it was in the stormy night falling
That the love i kept in is not the same
Whatever it is,it is not like what you think
It is not a kind of plagiarism
To imitate the love like what you had
The whispering of love has a lighting
That the moonless night is crying
For the stars are lazy to drop the lightning
Whereas the sun only to peep
Where is thy love?
Never be concealed...
I guess so it comes from the mind
Not like a golden love
It splashes the lighting up to the blue sky
Showing the love is a part of lives
Which might not be inseparable from the flesh
That is a true story of love
Not like the love between yours and the country
For it is a victim to care for
Mean while the love is like blooming leaves
They are then needed to have watering
For every day and night will be in the stock of mind
That the final outcome to solute
Anywhere the love is not found
Not because of beauty,wealth and poverty
But let you think trice before loving
It is not a praise...
What is said about the love is not like the rainbow
It will be missing sometimes
That's the real story be urged
To believe in or not is the majesty of Almighty
Never i betray the love,whom i love
For the sake of lives i run...
Not like a bubble to seize with nothingness
It misses on the hand i grasp
That the love scrutinizes the truth till to die
Though the sea be drying for a while
As long as the mountain hates to explode
That the story of how love is precious
Rather than the gold you are possessing
Which can not be compared with...

sm/16/04/2017,copyright






REMINDING
siamir marulafau


This world looks like unfriendly
For the cruelty of creatures
Whereas humanity is far away
To support the truth...
How can the lives be improved
If the thought is collapsed
Let them think for many times
But it is true what is said
That the sun hates and gives brightening
If this condition is not in mind
What the life there should be?
Where are they?
They might not conceal themselves
For the responsible is a golden sheet
To make all understand and touch
The reality of lives
So as to make them think over and over
Not to sleep all days
Why should they have to kill each
It will be useless thing to do
No improvement from one time to time
Let them think for many times
This verse is only to remind
If not, what should be a picture to note
That's the characteristics of man to day
It looks like machine operates
That's the reality of lives
If it is possible,let them be growing up
Is like the flowers watering in the morning
That misunderstanding be missed
For no consistency of doing,regarded
Let them think for many times
As long as solidarity demands them
No ways to avoid...
It must be,before coming to the rest place
And it is a kind of warning
Before this world is broken into pieces
But not like threatening for all
It is not only for them to think
But for us all to put in mind
If this world be wished to improve till to die

sm/16/04/2017,copyright





CINTAKU TAK SEPERTI BATU KERAS
siamir marulafau

Rindunya sungguh membatu dalam purnama kelam
Meskipun kerinduan kusemai di atas batu karang tak berpilar
Tuhan tak akan menghujani batu dari langit cerah
Sepanjang rindunya tak menggapai batu pusara purnama
Apakah hatinya berbatu krital ?
Hanya Tuhan yang tahu...
Jika rinduku terduduk di atas batu pualam
Akan cinta dan kasih tersemai di semak belukar tak berbatu keras
Asalkan batu permata hati disemayamkan dalam kerinduan sepanjang hayat
Dan tak akan menjadi pebatuan gunung meletus dalam kebencian
Hanya lara yang terpendam dalam kerinduan sepanjang masa
Akan kutanamkan dalam rumah aliterasi bertinta hitam
Tergores di atas batu mengukir kesungguhan dalam asmara
Jika bunga dihias dalam jambang berbatu emas

sm/15/04/2017






BELAJAR BERPUISI
siamir marulafau


Mengapa dikau membiarkan
mimpiku basah mendesah?
Di malam kelam tak berbintang
......

Sepertinya impiaku tak seperti itu
Tapi aromamu hanya sekilas
Perfumnya sirna di udara pagi
,,,,,,,,,,,,,terhempas di gelombang,,,,,,sambung,,,,,,???

sm/15/04/2017





JIKA RAHASIA TERTELAN BUMI
Siamir Marulafau


Rahasia menelan bumi
Hanya Tuhan tahu
Terlena sudah dalam pelukan doa
Pasir-pasir terhempas
Angin menghembus kencang
Tak pilih kasih ...
Kapal laut terjungkir
Siapa salah dalam gerangan?
Apakah ini dosa?
Manusia terbang ke sana sini
Ampun Tuhan....
Mau ke mana kami?
Nampaknya baru bertobat
Terlambat sudah doamu
Tuhan berkata : Selamat jumpa di neraka
Jika ukiran ayat-Ku kau dustakan
Kau nistakan mengukir jabatan
Kau nistakan buat perut sejengkal

sm/14/04/2017





THE POOR AND THE RICH

Are the poor and the rich same?
If not,why they should keep silent?
No different between
For the same dust that man existed
And the racism takes a part
To separate one with another
That should not be like that ..
How cruel of that thought be there
To speak is a right
But not to criticize
Not to mock one with another
It is just a reminding
Whereas the color of skin is a case
But not for the Almighty
The man was created from the same clay
You and i are just the same
The poor and the rich are human beings
Where are they coming from?
To travel along the world
To find out the lives till to die
Let's think trice but not twice
Since this world is too much for us all
If it is so, let this world be smiling
For once in a while that living will be happy
Not gun to settle...
Not atomic bomb will be used there to destroy
Because the war is inhuman
Let this world be speaking to save
That holy soul is a golden gift
Only God as regarding, a place to be back
Why don't they think too much?
That the lives is like a rainbow in mid day
Humanity needs peace...
For us at all need the same
Where is the justice?
Are they sleeping ?
Not to be claimed as a worse
But for the men to sustain the lives
If not,the world will be ended into pieces
That portray a useless thing
There is no gap among...
Why should a separation be there always
For it is a hatred by God
And the sun also hates to give brightening
While the moon will be dull to give lighting
And the starts will be falling down
All the creatures will be in pain
Let them think trice...
How suffering the life there will be
It looks like the desert with broken face
No feeling of love...
That should be gained
Let the growing trees be there to grow
Not to spoil between one with another
That is the final message be kept in mind
For the holy Bible there is to speak
And the holy Koran there is there to remind
Let them think trice
Before coming to the silent land
Before coming to the silent land
So as this verse to speak for the future lighting

sm/14/04/2017,copyright





IMAN
siamir marulafau


Hanya suara jangkrit mendengung
Dikeheningan malam terurai kenangan
Di kala napas dengan udara kuhirup
Apakah gairah hidup berlanjut atau tidak
Di semenanjung teluk kehidupan kugapai
Di dunia fana tersirat dalam syair
Membayang di setiap sudut sembari kulirik
Hanya kau dan aku tahu
Tuhan tersenyum jika kuberzhikir
Sepertinya Aras pun bergoyang
Di langit mana aku berlindung
Dengan hamparan lautan berbayang gumpalan awan
Di saat aku terkesima dengan lantunan ayat-ayat-Mu
Sungguh dunia serba menipu....
Kuatkanlah iman...
Pertebalkanlah iman
Yakinlan akan sesuatu tanpa wujud
Allahu Akbar....

sm/14/04





NO ONE EXCEPT THY LOVE


If you are really to love me
What flowers you will provide

Since it is not just the same
When speaking to express something

From heart to heart i speak
Not from outside i give an eyes

But just to keep in mind
That the love you are in thy heart

Is not the same with...
All what we gaze,inspired from one's

That's the message i come to say
Whereas the leaves will be smiling

To welcome the love,which i praise
All days and nights be a remembrance

Wherever you go i seize your sight
For can not be fallen to sleep

As not as same like what you say
That the you are the sun giving brightening

Even the stars will do the same
And the moonless night will be giving lighting

To say my love is like the lighting you dreamed
I confess you are one of thy lovers

To think over and over
When i am in the pain

No others,except....
It is not a praise and pride

For the true love i dreamed
Before going to sleep, before going to sleep

sm/13/04/2017,copyright





LET THEM THINK TWICE


Let them think twice
For humanity is collapsed
Till to die we stand up
To wait for the end of the world
As well as the sun is not to speak
While the sea is roaring
And the waves will come to kill
What will be happened
If the moon does not show its lighting
And the starts are not bright
The mankind almost die for starving
For they are not caring for
Even a single minute
Where are they now?
Where is the justice to be kept in mind?
Let them think twice
How far the lives runs
How long the age there will be?
Till the land they promise is drying
If it is so, what the lives is existed for?
It is not a critic...
But to remind them only
Let them think twice...
How wide this world is to be traveled by?
Not as much as we think
But unpredictable to measure
For there is no capacity...
Why is it so?
That's the natural piety to think
If they do not think it
That the world will be ended
For the man"s existence is useless
Not really absurd
But it will be hardly seemed to be
Therefore,the man thinks twice
Before going to sleep
Before going to sleep
That all days and night are ours
As long as this world is not broken into pieces
That's the final words be urged
As the verse illustrated whether it is short or not

sm/12/04/2017





SEPANJANG SUKA DAN DUKA
siamir marulafau


Meskipun dikau dan aku meratap di gubuk derita sejuta rasa
Kasih dan cinta tak akan sirna ditelan derita
Biarkanlah daun-daun segar mekar sepanjang tak melukai lara
Biarkanlah atap gubuk berbocoran

Asalkan hati tak akan berceceran di jalan tak ada ujungnya
Di kala langit menutupi rasa pilu dan duka
Rasa suka akan terbit jika mentari mencuatkan sinar
Tuhan akan Penyayang bagi hamba-hamba-Nya

Jika doa terurai di padang gersang
Siring dinding tepahnya akan menjadi kasur permata bunda
Tangismu akan tak menetes lagi
Dengan harapan terhembus dengan angin sepoi sampai ujung dunia

sm/12042017





WHY POVERTY BE THERE?


How can the rain stop
If my tears drop always
As long as the sea is not able to accept
Because of the seasons are not friends
And the sun does not speak
While the moon does not provide the lighting
Be impossible for the lives to run
The splash of sun will burn down
While the humanity is useless to think
Let them think too much
What makes the lives be strong
If the governments are not wise
The poverty is found some where else
The cities are in the rubbish
Whereas the poverty be improved
The peace is needed
For the survival of men's lives
Let them think too much
What the function of life there will be
If no responsible for an image
Hope will be useless
We are from the poor ....
To cry for all days and nights
Since our rights are neglected
That sounds very wise is not for individual
Justice is the right for every man who lives
And this world is for us too much
Not for one,who has a strong hand
We just ask for authority,not for an enemy
Since this wold is so large to stand
It should be divided into many pieces
Not for others except...
But it belongs to the Radiant Claims
It belongs to God,who might concern with
Let them think too much
How much the prestige be paid for
Unpredictable to count...
For the greediest lives comes up
Since the corruption be arisen
That the color of lives looks like a rainbow

sm/12/04/2017,copyright




B6I 6SOFU
siamir marulafau


Bei 6sofu hawa wa'atage d6dgu kh6u
B6r6 mel6 sifalukha ita hauga defi wa'ara
No ebe'e ba zakhari-khari d6d6gu
Mel6 6kiri-kiri zurame kh6gu
Ba hewa'ai da'6
Ba l6 samal6-mal6 d6d6gu kh6u
B6r6 meyaug6 duho d6d6gu
Ba l6had6i niha saae ba guli dan6 aefata moroi kh6u
Baena'6 aboto badd6u
Wa no asendru-sendru d6d6gu kh6u
B6r6 mel6 sifalakhi ita zihauga ndrefi wekoligu bad6 sareu
Baena'6 aboto ba d6d6u

Awai ligu/sm/04/05/2017
Puisi dalam bahasa Nias





PUISI PROSA LIRIS TAJAM:
NYAMUK LIAR
siamir marulafau


Meskipun aku hanya seekor nyamuk nyalimu dalam lara
Sepanjang dunia tak akan beku dirundung kesombongan
Di temaram malam berkabut senja
Akan kuhias darah-darah manusia di perut kosong
Melahap di tong sampah
Jika dunia dibiarkan tak tercurah hujan
Seiring kemanusian dibiarkan begitu saja
Hai manusia...
Risetku bukan sembarang,akan bernaung di daratan panas
Berkecamuk dan menggigit dunia keangkuhan
Hayanlah darah-darah kotor disemayamkan di gelas kosong
Tanpa pilih bulu disantap habis-habisan
Jika hatimu beku bagai es kutub
Melihat nyamuk-nyamuk bertebaran di angkasa
Meskipun langitnya cerah
Tuhan akan tak membiaskan sinar menghapus kedudukan
Jika umat sengsara dengan nyamuk-nyamuk liar
Hanyalah di hati nurani jernih tak hinggap jika telapak tanganmu dingin sedingin salju

sm/04/05/2017





#PUISI SATU BAIT


siamir marulafau
JANGAN COBA-COBA MENGGAULI AKU TANPA SEHELAI BENANG

sm/04/05/2017




OPINI DALAM SASTRA:
siamir marulafau


Para penyair di tanah air diingatkan bahwa KRTIK SASTRA itu amat berfungsi dalam menilai dan menimbang kwalitas sebuah karya sastra.Untuk itu,diharapkan supaya jangan kecil hati atau tersinggung jika beberapa orang kritikus sastra di face book ini , Seperti Narudin Pituin Cunong Nunuk Suraja,Hermansyah Adnan,Siamir Marulafau,Iwan Soekri,Maman S Mahayana ,dll.
Karya sastra semakin dikritik semakin bagus dan pengarangnya juga akan semakin hati-hati dalam penulisan.Kritikus sastra tak bermaksud mengada-ada,merendahkan,memojokkan,dan menganggap remeh setiap tulisan para penyair tetapi sesungguhnya mengangkat derjat dan harkat serta martabat penulis karya sastra supaya karya sastra itu bernilai kultural yang akan dijadikan sebagai khazanah budaya bangsa.
Saya sebagai penyair yang dipanggil sebagai"Penyair Dalam Lingkaran Cinta juga tidak berkeberatan jika karya saya dikritik dan diperbaiki jika ada kekhilafan dalam berbagai aspek penulisan karena saya juga sadar bahwa saya adalah hamba Allah yang selalu tak luput dari kesalahan dan kekurangan.Untuk itu,saya juga minta maaf jika selama ini ada menyinggung perasaan teman-teman penulis di Indonesia dalam menanggapi dan mengkomen serta mengkiritik karya sastra anda.Saya bermaksud supaya kwalitas sastra di negeri tercinta ini menjadi baik.Moga bermanfaat dan barokah.Aamiin.

Wassalam/pdlc/11/05/2017





UNFORGOTTEN LOVE
siamir marulafau


No cloud can conceal thy love
Since thy flight of love looks birds
Wherever you are i'll be there always
If you are the love
Be an honest to say your love is true
And never i will be fly again and again
I am not a bird to find out for fruits
Only to remind....
Only to remind...
I am not going far away
Because your love is in the top of thy head
Never i have forgotten
That the love is blooming like a rose
In the garden of Eden,there to pick up
I fetch once in a blue moon
For the love is really true
Not in my real dream is exploring
Though i am now traveling
That you are the fuel of thy heart
Till the sea dries my dear...
As well as the wind stops blowing
Till to die i'll bring
That the love is not exchanged
To whom i address my arrival
Thy life will be there to go along with
As long this world is not collapsed
And I confess you are the rose
Is like the booming flower to give a fresh
Never be forgotten...
Though until now never meet together
But thy heart be there on the top of the tree
Just only to read by climbing
Which never fall down to separate
That your holy soul is in mine
Never be exiled even a single minute
The Almighty merely knows what it is
Since the love promise to kiss
Till i'll be put up with at silent land
And that is my last urge to say

sm/11/05/2017,copyright





PESAWAT
Siamir Marulafau


Hanya melepaskan kelelahan di balik awan
Tak seekor pun burung besi melintas
Suara mesin kedengaram bising
Membuat kepala pusing
Kapan burung besi hinggap di bumi?
Denyutan jantung semakin meninggi
Karena aroma udara memikat hati
Kapan roda-roda berjalan di atas pasir hitam ?
Hati sanubari berdoa ...
Allahu Akbar 3X..

sm/10/05/2017





Tausih Singkat :KEBUTAAN SEORANG BAYI
Udstz.siamir marulafau


A.s.w.w.

Ada dua kemungkinan,mengapa bayi dilahirkan di dunia ini menjadi buta.Allah SWT tidak buta atau tuli melihat dan mendengar apa yang dilakukan setiap insan di dunia ini.Sebagaimana diketahui bahwa Allah itu adalah maha Pencipta dan meniupkan ruh ke dalam jasad bayi yang akan dilahirkan di dunia.Allah menentukan segala aspek,dan bentuk wujud manusia di muka bumi.Ada yang wujudnya normal dan ada yang tidak normal.
Ada pun wujud manusia yang dilahirkan normal adalah kehendak dan kasih-Nya,Allah SWT, dan ada juga yang tidak normal,dan salah satu dari ketidaknormal itu adalah "BUTA".Tentu dalam hal ini,kita selalu bertanya,mengapa seseorang hamba Allah yang dilahirkan menjadi buta?Menjawab pertanyaan ini agaknya sukar sekali karena ini menyangkut "KEHENDAK",yang tak bisa ditawar-tawar lagi.Ada kebutaan didapat sejak bayi lahir adalah merupakan 'kehendak'Allah dalam mencoba keimanan manusia di bumi,dan ada juga kebutaan seseorang bayi sejak lahir karena Allah memberikan GANJARAN bagi manusia karena perbuatan yang tidak diridhoi oleh Allah SWT.Contoh: Seorang suami berbuat serong atau selingkuh di masa istrinya dalam keadaan HAMIL,dan kemudian menggauli istrinya.Hal seperti ini sangat berbahaya bagi seorang istri karena KUMAN JAHAT yang diderita oleh sang suami akan pindah kepada istri,dan tentu akan berdampak positif kepada sang bayi dalam kandungan. Jika penyakit kelamin ini pindah kepada istri maka akan sangat sulit diobati karena seorang istri yang hamil tak akan bisa mengkomsumsi ANTIBIOTIK yang sekian tinggi dosisnya untuk memusnahkan kuman tersebut.Oleh karena itu,terserangnya bayi dalam kandungan oleh kuman yang sangat jahat sangat membuat kefatalan dalam kehidupan bayi,yaitu bisa membuat bayi itu BODOH dan menimbulkan KEBUTAAN.
Dalam tausiah singkat ini,diharapkan bagi setiap suami supaya jangan berbuat tidak baik selama istri mengandung dan perbanyaklah istigfhar dan zhikir serta puasa untuk meredamkan hawa nafsu yang sekian lama sekian membara dalam jiwa manusia dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT supaya kehidupan kita dan keturunan kita selamat dunia akhirat.Amiin.

Demikianlah tausiah singkat ini disampaikan.Moga bermanfaat dan barokah.Aamiin.

ustz/21/05/2017





DI BALIK AWAN
Siamir Marulafau


Di kala burung besi menyongsong awan
Hati pun berdebar,dan entah ke mana hati gusar ini terbang
Meskipun rasa kantuk menyelimuti mata
Tapi kadang tersentak dirundung kegelisahan
Seiring kembang mendampingiku
Sepertinya dunia ini tak terbayangkan betapa indahnya berhimpit dengan gumpalan awan
Meskipun burung besi oleng terbang di angkasa
Sepertinya kebersamaan bersemai dalam bilik suka dan duka
Dengan sunyuman menitip daun -daun mengembang
Tapi kasih terurai bersemedi dalam lara sepanjang hayat di kandung badan
Dan hanyalah kau dan aku tahu...
Rasa suka dan duka menanggung kebersamaan
Jiwa ragaku tak terpisah begitu saja
Meskipun dunia bergulir jadi debu
Kau dan aku beselimutkan awan dalam napas senja.
Tak akan kubiarkan dikau tinggal sendirian
Sepanjang napas bersemayam dalam jiwa
Sungguh di kau harapan bagaikan sinar membias di jagat raya

Kl/05/05/2017





RAMADHAN TERBENTANG
siamir marulafau


Wajah ramadhan membayang
Dosa akan terbenam
Meskipun senja di ufuk barat
Iman terpatrik ...

Surga akan menyambut
jika puasa terukir dengan ikhlas
Syetan-syetan terhempas...
Malaikat mengaminkan
Tuhan akan tersenyum

Zhikir berbuih dalam ucapan
Membanjiri lautan
Tersemai di pintu surga
Bersinar sampai akhir zaman

sm/17/05/2017





TAK AKAN MEMBELOK
siamir marulafau


Sungguh kasih dan cintaku tak akan ada diantara langit dan bumi
Jika relung tak menerawang di permukaan sungai
Hanyut ke muara menyambut garam laut dipantai landai
Akan digapai jika angin dikau hembus tak membelok ke ufuk timur

sm/17/05/2017





#PUISI BERBAIT Satu
siamir marulafau

HATI-HATI DENGAN SEORANG PENYAIR BERURAT SYARAF SERIBU SATU MELINGKAR DI BATANG POHON SEJATI

sm/16/05/2017





#PUISI PROSALIRIS
siamir marulafau

WASPADALAH DENGAN KELAMIN,AKAN DIPOTONG DAN DIBENAMKAN DALAM NERAKA JIKA MENELUSURI JENDELA-JENDELA TAK BERNAPASKAN SALAM

sm/16/05/2017





SAMPAI KAPAN PUN
siamir marulafau

Akan kutunggu dikau
Sampai tulang belulangku merapuh di tanah tak bersuluh
Sepanjang dunia tak akan lebur
Dan di sanalah raga akan bergelora
Di kala napas dipersatukan
Sungguh Tuhan akan bijaksana
Mempersatukan jiwa jika budi tak terhempas
di atas daun basah di senja kelam
Sampai kapan pun akan ditunggu
Meskipun lautan kering...
Gunung berhamburan
Sepanjang syair membahana dalam jiwa
Akan terukir sampai akhir zaman

sm/16/05/2017





OPINI DALAM RELIGI:
siamir marulafau


Diharapkan kepada Udstz/Udstzah di seluruh tanah air jika bertausiah,hendaknya jangan menyangkut pada SARA DAN POLITIK.Tausiah dalam agama itu mengajak umat untuk KEBAJIKAN dan AJARAN YANG BAIK UNTUK MORAL.Moga umat terhindar dari kejelekan dan tidak berbuat kejahatan sesuai dengan tuntutan AL-QUR'AN.Maka udstz/Udstzah itu harus memikirkan tentang tausiah yang disampaikan seperti: TOPIK TAUSIAH,TEMA,DAN ISI KANDUNGAN TAUSIAH yang disampaikan.
Udstz/Udstzah harus pandai berdaawah dalam mengajak umat ke jalan yang benar,ibarat menarik sehelai rambut di atas tepung,dan bukan asal besar suara saja di atas mimbar.Penceramah harus memiliki pengetahuan PSIKOLOGI,SOSOLOGI disamping memiliki ilmu agama berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadist dalam menyampaikan tausiah di Publik dan jangan asal NGAWUR dan menyenggol kiri kanan,mengkritik,dll sebagainya berdasarkan ayat.Kemudian dari pada itu,seorang Udstz.tidak boleh menyambung ceramah/tausiah seorang Udstz lainnya dalam satu forum sehingga terjadi "Overlaping" dalam penyampaian dan bisa merendahkan seseorang yang bertausiah,dan ini namanya tak "BERETIKA".Setiap Udstz/Udstzah memiliki perbedaan tingkat pengetahuan dan latar belakang pengetahuan agama yang dipelajari meskipun sama sumbernya,yaitu Qur'an dan Hadist.Hal ini dapat diasumsi sebagai"OVERACTING',dengan menganggap dirinya sudah HEBAT dan bisa-bisa sebaliknya ketakutan dan merasa ilmunya masih rendah karena membaca sekeping buku agama dan dipanggil UDSTAZ/UDSTAZAH.
Dalam tausiah sebenarnya harus dicermati dalam penyampaian kepada umat baik secara tertutup dan terbuka dalam upaya menjaga hal-hal yang tidak baik terhadap pendengar/penyimak isi kandungan tausiah yang disampaikan.Sebagai contoh :Seorang Udstz.menyampaikan tausiahnya,yang ilmu agamanya tipis setipis sayap nyamuk dan lantas menyampaikan tausiah di hadapan para pejabat dan kemudian mengkritik,menyengol kiri kanan sehingga isi kandungan tausiah simpang siur dan membuat para pendengar marah dan tersinggung.Hal seperti ini harus dihindarkan supaya jangan terjadi gejolak negatif.
Demikianlah sekapur sirih tentang cara bertausiah disampaikan oleh Al-Udstz.siamir marulafau(Penyair Dalam Lingkaran Cinta).Moga bermanfaat dan barokah.Aamiin.

pdlc/15/05/2017





KRITIKUS DUIT
siamir marulafau


Kritik sastraku di atas langit
Akan sukar digapai
Tak akan ada langit di atas langit lagi
Jika kritik itu hanya menghias kulit-kulit manggis
Tak akan terjatuh dari kulitnya
Tapi getahnya akan membekas
Tak akan memudar di setiap lembaran kertas
Hanyalah kritik sastraku mengukir tinta
Jika pengkritik tak memahami
Ulasan-ulasannya berujung duit
Mengisi tong sampah segenap hati
Tak berterima...
Bau busuknya tercium sampai ujung dunia
Sadarlah....
Karya sastra citra batin
Terbelenggu dalam siksaan diri
Jika urat saraf tak menelusuri
Terkapar di hutan belantara tak berpenghuni

sm/13/05/2017

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - MENYEPI


♡ MASIH SAMA ♡

Aku bukan syair nan dikau cari
Aksara nan purnama direnda
Selayak nan dikau damba
Tuk pengisi tiap inci relung ambisi

Aku, bukan purwarupa
Peniup angin nirwana
Penabur benih janji ilusi
Tentang elegi pagi, di taman kasturi

Aku, cuma remah aksara
Nan tak jua usai direnda
Pada seutas kertas usang
Diejapun, samar baying

Pergi saja
Bawa serta baki suci
Sebab, aksaraku tak pantas bertahta
Pada helai tiara maha dewi

#DewaBumiRaflesia_11_04_17





♡ MENYEPI ♡

Aku, sahaya di rimba aksara
Terlunta tanpa juru pandu
Tiada sehelaipun kata direnda
Lidah kelu beribu bisu

Mungkin, tinta enggan meluah
Atau jemari lelah menjamah
Biarkan saja tanpa legenda
Sebab, dipaksapun kan sia-sia

Biarkan, aku di bilik asa
Telanjangi elegi mimpi
Menjamah tiap remah aksara
Setubuhi janji kasturi

#DewaBumiRaflesia_29_04_17





♡ SIANG KITA DI SAHARA ♡


Warna senja belum tentu jingga
Tapi pagi telah pasti jauh pergi
Bawa serta untaian tasbih mimpi
Sisakan remah aksara bertajuk legenda

Mengapa, bejana sama nan kau bawa
Bukankah tiada lagi rongga tersisa
Untuk dapat kuisi
Meski kuperas sari pati hati

Lihatlah jejak telapak
Nan tertinggal di sepanjang sahara
Memang ada noktah tersisa
Kala telapak terinjak onak

Usahlah paksa aku tuk hapus jejak
Sebab mentari kian meninggi
Bawa saja secawan air murni
Penawar dahaga nan mencekik

#DewaBumiRaflesia_26_04_17





♡ DI TITIK PASTI ♡


Menari saja di atas biduk
Ikuti melodi ombak
Aku hanya sahaya renta
Tiada daya di tengah samudera

Kunikmati angin belai mesra
Usap tiap helai rambut
Binar surya saksi setia
Kala ku bercumbu dengan laut

#DewaBumiRaflesia_24_04_17




♡ KASTIL KITA ♡


Kita, sahaya yang terlunta
Terbelenggu di kastil purba lara
Terpajang dalam figura janji
Mengais remah mimpi nan dicuri

Malampun cuma kelam bisu
Enggan tanya dilema nan belenggu
Tuk ukir syair di helai bayu
Agar ia bawa hela napas rindu

Letakan saja dilema di pundak asa
Kan kau lihat di esok pagi
Kastil ini tak lagi sunyi
Ada kita nan renda legenda surga nyata

#DewaBumiRaflesia_06_05_17

Kumpulan Puisi - LUmbang KAyung - DERITA TAK KAN BERULANG


# DERITA TAK KAN BERULANG #

Dahulu pernah terjadi,
Mendung menyelimuti,
Mentari seakan sembunyi,
Di balik hilangnya pelangi,
Di lembah yang sepi,
Seumpama hari hari yang terlewati.

Malam ini,
Aku seakan bermimpi,
Tapi bukam mimpi di balik sepi,
Ini mimpi di antara mimpi,
Yang kini menemani,
Seutas tali imajinasi,
Dan mulai melingkar erat di dada ini.

Kini ku kembali dapat merasa,
Cerita tentang dilema,
Tentang indahnya cinta,
Yang pernah mengundang derita,
Mengecap perihnya kenangn asmra,
Antara aku dan dirinya.

Semua hanya melahirkan lamunan,
Dalam menanti seberkas impian,
Menjadikan sebuah perjalanan,
Bersama angkuhnya kenanagan,
Yang tak dapat ku tinggal kan,
Di sepanjang langkah langkah kehidupan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 29:04:2017





# KU RELA KAU BERSAMANYA #


Cinta,
Jika mentari Menyapa,
Usah lagi kau bertanya,
Usah lagi berburuk sangka,
Aku tak kan lagi menjelma,
Untuk nikmati hidup kita bersama.

Ini bukan salah ku,
juga bukan salah mu,
Semua ini karena ada ragu,
Yang selalu mengganggu,
Memicu segenggam rasa cemburu,
Di setiap perjalanan waktu.

Maaf kan,
Aku bukan untuk menjadi pilihan,
Cinta ku bukan permainan,
Maka biarkan aku berjalan,
Menuju yang mungkin ku rindukan,
Di sepanjang impian.

Ku relakan kau bersamanya,
Hingga nanti ku dengar berita,
Tentang kamu berdua,
Hidup dalam bahagia,
Mungkin itu telah menjadi doa,
Di dalam kehidupan ku yang nyata.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 27:04:2017





# AKU MASIH SETIA #


Resah kian bercumbu,
Merangkai helai helai dera rasa,
Yang kini kian memburu,
Di sepanjang uput senja,
Menggores syair sendu ku,
Hingga malam menjelma.

Di antara pepohonan,
Ku Luahkan Getir yang terasa,
Menyibak tentang dedaunan,
Ungkap semua Gita cerita,
Yang telah menjadi kenangan,
Bersama Indahnya bunga bunga.

Ingin ku berlari,
tinggal kan segala lamunan,
Namun aku terbalut onak duri,
yang tak dapat ku jadikan alasan,
Dalam menghapus semua memori,
Yang kini kian menyesak kan.

Lamunan ku menerawang senja,
Impian ku kandas di seberang lautan,
Hanya angan angan yang masih setia,
Merangkai segala kerinduan,
Yang kini masih terasa,
Merankul kesetian yang tak dapat ku uraikan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 25:04:2017





# WALAU SATU MALAM #


Malam ini,
Sayup ku dengar sikecil menagis lagi,
Entah itu tangis menanti sinar mentari pagi,
Atau satu perjalana mimpi,
Atau juga dia hanya menati,
Dan terus menangisi yang dia tak pahami.

Malam ini,
Tangisnya tak henti,
Dan malam semangkin sepi,
Bersama dingin yang kian menyelimuti,
menjadikan tangisnya kian menghatui,
Menemani renungan sang ibu yang menanti.

Malam ini,
Ia nampak tertidur dengan air mata,
Suara hingar bingar yang tak dapat dia pahami,
Dalam menati rindu canda canda,
Atau dia hanya menanti dan terus menanti,
Kehangatan pelukan yang pernah dia rasa.

Malam ini aku hanya dapat mendengarkan tangisan,
Di simpang pertiga jalan,
Menemani gerimisnya hujan,
Untuk dapat mencoba apa yang dia rasakan,
Dan apa yang dia rindukan,
Walau hanya untuk satu malam.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 19:04:2017





# LAMUNAN DI MENTARI PAGI #


Aku berdiri,
Menatap elegi pagi,
Sayup ku dengarkan kata hati,
Menagih setiap janji janji,
Yang menggema ditebing tinggi,
Luluh di terpa panas mentari.

Ku damai kan jiwa,
Ku hembuskan nafas si embun pagi,
Sang bayu pun datangmenyapa,
Mengusik Jiwa yang hampir tak mengerti,
Terlena pada sebuah cerita sandiwara,
Yang di manjakan oleh mimpi mimpi.

Burung burng bernyanyi riang,
Dedaunan Gugur perlahan,
Entah itu nyanyian yang berdendang,
Atau tangisan pepohonan,
Yang kehilangan dedaunan rindang,
Oleh bayu dan burung burung di dahan.

Aku kan melangkah pergi,
Meninggalkan lamunan sepi,
Tentang Mentari dan janji Janji,
Tentang Mimpi mimpi menyambut pagi,
Juga Tangisan yang tak berhenti,
Yang Tersandar di pepohonan yang hampir mati.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 14:04:2017





# DI SERAMBI MALAM #


Entah mengapa,
Ku tak dapat membaca,
Di antara mega mega,
Di uput senja,
Bersama sinar purnama,
Mengalir Impian yang hampir sirna.

Tak bosan ku menyapa,
tak lelah ku bertanya,
Kepada dia kamu dan mereka,,
Tentang kumbang dan bunga bunga,
Tentang sebuah kisah romantika,
Di dalam perjalanan hidup insan manusia.

Aku dapat merasa,
Yang lama tertanam di dalam jiwa,
Itu dia ku sebut cinta,
kisah kasih asmara,
Yang kini melanda,
Menjadi rimbunan rindu yang membara.

Musim telah silih berganti,
Senja pun menyambut temaram,
Dan perjalanan ini,
Lelah hanyut dan tenggelam,
Di dalam sunyi sepi yang menyelimuti,
Di remang serambi malam.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 13:04:2017




# MENEBUS SEPINYA MALAM #

Dalam diam,
ku tembus kegelapan malam,
Sinar temaram,
Menjadikan impian ini kelam,
Hanyut dan aku tenggelam.
Malam ini,
Kian semangkin sepi,
Mungkin mimpi yang masih menanti,
Sebelum embun embun pagi,
Menyambut mentari pagi.
Dalam kenagan,
Bersama kegelapan,
Menemani Kegelisahan,
Aku berjalan,
Coba menembus impian.
Waktu ku,
Hidup ku,
Musim yang terus berlalu,
menjadi saksi bisu,
Dalam langkah langkah ku.
Malam kan berlalu,
aku masih bermimpi,
Menemani iramai sendu,
Yang terus menemani,
Malam ku tampa tampa dirimu.

By : LUmbang Kayung
Tanjung Balai 02:05:2017




# HAYAL INSAN BIASA #


dalam sunyi,
Ingin ku ulang kembali,
Tentang mimpi mimpi,
Embun embun yang menyelimuti,
menemani imajinasi.

Dalam gelap malam,
Kunantikan cahaya terang,
Hanya ada api di dalam sekam,
berikan kehangatan malam panjang,
Dalam melebur kenangan masa yang silam.

Kunang kunang kini menghilang,
Pudar di dalam gelap gulita,
Pungguk pun tak lagi berdendang,
Hilang bersama sebait aksara,
Tentang rembulan dan bintang bintang.

Entah kini dimana bayang yang hilang,
mungkin sembunyi di rerumputan,
Entah dimana Angan ku yang bertandang,
Mungkin sirna di dalam kegelapan,
Lalu Kembali berkumandang.

Syairku ini tentang mu,
Aura yang hangati jiwa ku,
Menjalani sepi malam kelabu,
Dalam pejaman kelopak mataku,
Menanti mu Hadir menemani mimpi mimpi indah ku.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 07:05:2017





# CINTA BUKAN AJARAN IBLIS KOLOT #


Siapa yang bodoh itu,
Apakah kamu,
Atau mungkin aku,
Kenapa lupa masa yang lalu.
Masa masa kakek nenek buyut ku.

Ingat kah kita,
Cinta menjadi derita,
Cita cita membawa sengsara,
Atau kita semua telah lupa,
Derita siti Nurbaya.

Ah aku mungkin keliru,
Atas perinsip dungu,
Itu mungkin impian ibu bapak ku,
Atau teman teman ku,
Hingga aku sepertinya tak lagi mau tau.

Cinta bukan lah ajaran iblis duniai,
Atau manusia sudah menjadi anutan setan nyata,
Malu kini tiada lagi berarti,
Layaknya hewan di rimba raya,
Memburu nafsu sesuka hati.

Maaf insan manusia,
Aku hanya pemuja cinta,
Bukan durjana,
Karena aku juga ingin merasakanya,
Layak nya kamu dia dan mereka.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 07:05:2017





# KARENA KAMU #


Karena kamu,
aku terlena,
Aku terjerat rindu,
Hingga ku kehilangan aksara,
Dalam setiap goresan semu.

Karena kamu,
Aku seakan terbang,
Melayang kelangit biru,
Lalu hilang,
Terpuruk dalam sepi kelabu.

Karena kamu,
Aku terlena dalam diam,
Terjatuh di lembah yang berbatu,
Tenggelam dalam malam kelam,
Diam dan membisu,

Karena kamu,
Aku terhempas di tajam nya karang,
Hancur tak bersatu,
Lalu hilang menatap bintang bintang,
Dan larut di Dalam angan angan ku.

Mungkin Karena aku,
Yang begitu terlalu,
Teramat sangat memuja mu,
Hingga Sang waktu pun berlalu,
Menjadi kan ku seorang pecundang di jiwai mu.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 07:05:2017




# SELAMAT MIMPI INDAH SAYANG #

Dalam gelap malam, ku hembus kn napas ini, walau terdengar parau, walau pun sedikit sumbang, masih ada cahaya rembulan, yang menerangi di kegelapan, bersama bayang akan diri mu@. Aku ingin bertanya, pada indah nya bintan bintang, kepada api unggun yg menghangati, kenapa malam kian sepi, kenapa aku kian terpuruk, di dalam lamunan, dalam ilusinani, yang menemani kesendirian ku ini@. Ku coba berpesan, kepada angin sepoi sepoi, kepada malam, kepada diri mu yang di sana, di dalam pejaman indah mata mu, aku berpesan dan berdoa kepada Illahi, Selamat tidur sayang, selamat mimpi mimpi indah mu, bersama jikir jikir yang bertasbih kan hembusan napas napas Illahi.

By : LUmbang KAyung (09:05:2017)

Kumpulan Puisi Hany Juwita - SIHIR PUISI


SIHIR PUISI

"adalah..."

Selagu merdu desirnya angin
Mata air danau gunung
Energi pencipta Inspirasi
Bahkan sanggup mengubur sunyi
Menyatu dengan detak jantung
Larut bersama napas...

Perempuan Sasak_01.0517





H A S R A T


Sudah tiga mingguan ini mendekam dalam tempurung kepalaku
Kubiarkan ia tetap menggantung
Dalam lembar-lembar buku
Dalam kamar mandi
Di manapun aku berada
Biarlah ia tetap misteri

Perempuan Sasak, 24.0417
#PuisiDongeng




AH, GURAUAN PAHIT ITU


Aku merasa...
Tengah menertawakan diri sendiri
Mencoba mencemooh ironi
Sekuat daya
Mencoba menertawakan kegetiran
Aku terus tertawa!
Berharap kegetiran tak lagi terasa menyakitkan
Sesungguhnya....
Inilah yang paling bermakna dari apa yang disebut
'gurauan pahit'....
Dalam tawa,
terkandung tangis kepedihan.
Hidup memang getir...


Perempuan Sasak_06.0517

Kumpulan Puisi Alex Wahyu - AKU, FIKIRANKU DAN IMAJINASIKU


~Puisi yang terinpirasi dari curhatan seorang adik~
"Aku, Fikiranku dan Imajinasiku"

Aku mejadi gelap tanpa suara
Mendapati keraguan seperti tak bernyawa
Pertanyaan, tanya dan tanya lagi
"Apa yang aku rasakan berbeda dengan apa yang aku fikirkan"

Entah,
Aku melihat begitu banyak jalan, tiada membahu meski hanya sesaat.
Namun, hatiku meyakini hanya ada satu jalan, tidak yang lain
Fikiran dan imajinasiku pun tiada menyatu, mereka berpisah hingga menyatakan perang!

Aku tiada mengetahuinya
Aku tiada merasakannya
Meski purnama berpeluh kesah
Meski bintang terenyuh
Meski matahari retak di kedua sisi
Aku yang fikiranku berbeda
Tak mendapati keikhlasan meski seberat biji Dzarah.

Di pengasingan aku terdiam
Menyendiri dan meratapi
Dengan sebilah tanya yang mengambang di udara
Keraguan perihal kebenaran
Malam, Siang hingga habisnya waktu
Aku menanti di balik jeruji hati ini.

Jiwaku berkata
Tatkala aku lelah hingga tertidur
Ia menghampiriku dengan cahaya yang belum pernah aku lihat,
Ia menyapaku dengan kaya yang belum pernah aku dengar.

Aku bingung dan tak berkedip
Hatiku terbangun, jeruji itu perlahan terbuka
Apa yang aku rasakan sekarang?
Aku bertanya namun ia hanya tersenyum dengan raut wajah yang sama sekali belum pernah aku lihat.

Cahaya,
Cahaya,
Cahaya,

Perhalan gelap pun hilang
Rembulan tak lagi berpeluh kesah
Bintang tiada lagi terenyuh
Tiada lagi retak di kedua sisi matahari,
Aku, Fikiranku dan Imajinasiku menyatu dalam cinta dan kasih sayang,
Ikhlasku kembali pada diriku yang hanya seorang hamba.

"Cahaya dari Tuhanku, Allah 'Azza wa Jalla"

~Alek Wahyu~




"Cukuplah dengan syair aku memujimu dan cukuplah dengan syair kusampaikan inginku untuk kelak meminangmu."

Aku tuliskan syair ini sebagai perantara antara engkau dan diriku
Dimana setiap untaiannya kuselipkan do'a dengan niat untuk meminangmu kelak
Pada kesempatan malam,
Dua rakaat ringan yang diselingi lantunan Ar-Rahman
Sujud dalam memohon petunjuk
Jalan keluar nun baik, untukmu dan aku guna meraih ridho Illahi.

Insya Allah.

~Alek Wahyu~





"Syair, Ikhlasku Melepasmu"


Aku dalam untaian syair ini memendam hasrat
Yang menyusup pada sendi-sendi
Yang menyuguhkan rindu di tepi pagi
Meredam fikiran akan mengingat namamu
Menyimpan keinginan akan bersanding denganmu
Memasang batas guna memperkokoh hijabmu dan aku
Berseberangan antara langit dan bumi
Bergantian layaknya matahari dan bulan.
Yang sepi lagi berbahagia
Yang sedih lagi tertawa.

Tiada yang menjadikan aku rindu
Kecuali ketetapan dari Allah Tabaraka wa Ta'ala
Yang melindungi engkau dan aku dari dosa
Yang melindungi engkau dan aku dari fitnah
Menyelaraskan hati dengan jalan tiada terduga
Menyatukan jiwa ketika kelam menyelam
Dalam pelukku bersama mimpimu
Pada tidurku bersama Doamu
Kuhantarkan engkau dengan berlapang dada
Untukmu senyumku merelekanmu.

Tiada yang menjadikan aku cinta
Kecuali ketetapan dari Allah Azza wa Jalla
Yang telah menitipkan rasa
Yang telah menganugerahkan kasih sayang
Yang suci lagi bersahaja
Yang memeluk serta memberi petunjuk
Pada jalan yang halal
Untukmu dengan segala kekuranganku
Untukmu ikhlasku melepasmu.

~Alek Wahyu~




"Hingga kata pulang bersama malaikat."
oleh Alek Wahyu Nurbista Lukmana


Tidaklah aku,
Yang puisi ini menyantuni langit,
Menyapa bumi,
Dan,
Berasalam pada lautan.

Ia yang dengan separuh hatinya,
Memaknai gemintang hingga rembulan,
Menyatukannya sebelum fajar menghangatkan malam,
Ialah ia dalam peluh, pada pelukan.

Tidaklah aku,
Yang puisi ini mengembara pagi dan petang,
Mencermati mentari,
Dalam lingkaran yang bertamu
Anugerah dan Hidayah
Hingga kata pulang bersama malaikat.

Tidaklah aku,
Yang puisi ini bersuara lirih
Hubungan rindu,
Teramat kasih, citranya manusia
Cinta pada halal nun melekat
Lagi suci, mengikat di depan wali
Para saksi tersenyum
Puisiku manyun, malu bersentuhan

Dan,
Kita telah sampai.

Kekasih, kekasih
Puisiku dan puisimu
Cukuplah doa pengobat pilu
Pelan dan pelan,
Pengharapan naik mencapai singgasana Illahi
Mengetuk Arsy diantara para pemikulnya.

Kita memujinya dengan Subhanallah
Kita mensyukuri nikmat-Nya dengan Alhamdulillah
Kita mentauhidkan-Nya dengan Allahuakbar
Dan, kita bersholawat kepada Rasulullah Shalallahu'alaihi Wasalam.
Manusia mulia dengan syafaat untuk umatnya
Manusia mulia pemimpin umat manusia
Manusia mulia pemimpin para nabi dan rasul.

Tidaklah aku,
Yang puisiku nun terangkai dalam serbuk melati
Berhiaskan imajinasi
Untuk-tertuju
Hingga terbukanya jalan
Terangkatnya hijab
Engkau dan aku.

~Padang, 09-05-2017~



Kumpulan Puisi LUmbang Kayung - SUARA HATI


# DERITA TAK KAN BERULANG #

Dahulu pernah terjadi,
Mendung menyelimuti,
Mentari seakan sembunyi,
Di balik hilangnya pelangi,
Di lembah yang sepi,
Seumpama hari hari yang terlewati.

Malam ini,
Aku seakan bermimpi,
Tapi bukam mimpi di balik sepi,
Ini mimpi di antara mimpi,
Yang kini menemani,
Seutas tali imajinasi,
Dan mulai melingkar erat di dada ini.

Kini ku kembali dapat merasa,
Cerita tentang dilema,
Tentang indahnya cinta,
Yang pernah mengundang derita,
Mengecap perihnya kenangn asmra,
Antara aku dan dirinya.

Semua hanya melahirkan lamunan,
Dalam menanti seberkas impian,
Menjadikan sebuah perjalanan,
Bersama angkuhnya kenanagan,
Yang tak dapat ku tinggal kan,
Di sepanjang langkah langkah kehidupan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 29:04:2017





# KU RELA KAU BERSAMANYA #


Cinta,
Jika mentari Menyapa,
Usah lagi kau bertanya,
Usah lagi berburuk sangka,
Aku tak kan lagi menjelma,
Untuk nikmati hidup kita bersama.

Ini bukan salah ku,
juga bukan salah mu,
Semua ini karena ada ragu,
Yang selalu mengganggu,
Memicu segenggam rasa cemburu,
Di setiap perjalanan waktu.

Maaf kan,
Aku bukan untuk menjadi pilihan,
Cinta ku bukan permainan,
Maka biarkan aku berjalan,
Menuju yang mungkin ku rindukan,
Di sepanjang impian.

Ku relakan kau bersamanya,
Hingga nanti ku dengar berita,
Tentang kamu berdua,
Hidup dalam bahagia,
Mungkin itu telah menjadi doa,
Di dalam kehidupan ku yang nyata.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 27:04:2017





# AKU MASIH SETIA #


Resah kian bercumbu,
Merangkai helai helai dera rasa,
Yang kini kian memburu,
Di sepanjang uput senja,
Menggores syair sendu ku,
Hingga malam menjelma.

Di antara pepohonan,
Ku Luahkan Getir yang terasa,
Menyibak tentang dedaunan,
Ungkap semua Gita cerita,
Yang telah menjadi kenangan,
Bersama Indahnya bunga bunga.

Ingin ku berlari,
tinggal kan segala lamunan,
Namun aku terbalut onak duri,
yang tak dapat ku jadikan alasan,
Dalam menghapus semua memori,
Yang kini kian menyesak kan.

Lamunan ku menerawang senja,
Impian ku kandas di seberang lautan,
Hanya angan angan yang masih setia,
Merangkai segala kerinduan,
Yang kini masih terasa,
Merankul kesetian yang tak dapat ku uraikan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 25:04:2017





# WALAU SATU MALAM #


Malam ini,
Sayup ku dengar sikecil menagis lagi,
Entah itu tangis menanti sinar mentari pagi,
Atau satu perjalana mimpi,
Atau juga dia hanya menati,
Dan terus menangisi yang dia tak pahami.

Malam ini,
Tangisnya tak henti,
Dan malam semangkin sepi,
Bersama dingin yang kian menyelimuti,
menjadikan tangisnya kian menghatui,
Menemani renungan sang ibu yang menanti.

Malam ini,
Ia nampak tertidur dengan air mata,
Suara hingar bingar yang tak dapat dia pahami,
Dalam menati rindu canda canda,
Atau dia hanya menanti dan terus menanti,
Kehangatan pelukan yang pernah dia rasa.

Malam ini aku hanya dapat mendengarkan tangisan,
Di simpang pertiga jalan,
Menemani gerimisnya hujan,
Untuk dapat mencoba apa yang dia rasakan,
Dan apa yang dia rindukan,
Walau hanya untuk satu malam.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 19:04:2017





# LAMUNAN DI MENTARI PAGI #


Aku berdiri,
Menatap elegi pagi,
Sayup ku dengarkan kata hati,
Menagih setiap janji janji,
Yang menggema ditebing tinggi,
Luluh di terpa panas mentari.

Ku damai kan jiwa,
Ku hembuskan nafas si embun pagi,
Sang bayu pun datangmenyapa,
Mengusik Jiwa yang hampir tak mengerti,
Terlena pada sebuah cerita sandiwara,
Yang di manjakan oleh mimpi mimpi.

Burung burng bernyanyi riang,
Dedaunan Gugur perlahan,
Entah itu nyanyian yang berdendang,
Atau tangisan pepohonan,
Yang kehilangan dedaunan rindang,
Oleh bayu dan burung burung di dahan.

Aku kan melangkah pergi,
Meninggalkan lamunan sepi,
Tentang Mentari dan janji Janji,
Tentang Mimpi mimpi menyambut pagi,
Juga Tangisan yang tak berhenti,
Yang Tersandar di pepohonan yang hampir mati.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 14:04:2017





# DI SERAMBI MALAM #


Entah mengapa,
Ku tak dapat membaca,
Di antara mega mega,
Di uput senja,
Bersama sinar purnama,
Mengalir Impian yang hampir sirna.

Tak bosan ku menyapa,
tak lelah ku bertanya,
Kepada dia kamu dan mereka,,
Tentang kumbang dan bunga bunga,
Tentang sebuah kisah romantika,
Di dalam perjalanan hidup insan manusia.

Aku dapat merasa,
Yang lama tertanam di dalam jiwa,
Itu dia ku sebut cinta,
kisah kasih asmara,
Yang kini melanda,
Menjadi rimbunan rindu yang membara.

Musim telah silih berganti,
Senja pun menyambut temaram,
Dan perjalanan ini,
Lelah hanyut dan tenggelam,
Di dalam sunyi sepi yang menyelimuti,
Di remang serambi malam.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 13:04:2017




# MENEBUS SEPINYA MALAM #

Dalam diam,
ku tembus kegelapan malam,
Sinar temaram,
Menjadikan impian ini kelam,
Hanyut dan aku tenggelam.
Malam ini,
Kian semangkin sepi,
Mungkin mimpi yang masih menanti,
Sebelum embun embun pagi,
Menyambut mentari pagi.
Dalam kenagan,
Bersama kegelapan,
Menemani Kegelisahan,
Aku berjalan,
Coba menembus impian.
Waktu ku,
Hidup ku,
Musim yang terus berlalu,
menjadi saksi bisu,
Dalam langkah langkah ku.
Malam kan berlalu,
aku masih bermimpi,
Menemani iramai sendu,
Yang terus menemani,
Malam ku tampa tampa dirimu.

By : LUmbang Kayung
Tanjung Balai 02:05:2017





Kumpulan Puisi Minang Maimbau - CINTA MASA LALU


CINTA MASA LALU
Minang Maimbau


Dia hadir di kala seragam putih biru
menawarkan senyum malu malu
membius lewat hasrat menggebu
yang bernama kisah abu abu
dalam lirik merah jambu, menuai rindu

Ialah rasa yang berlalu
di setapak kisah aku dan kamu
hingga malam minggu menunggu
tetap bertamu dalam meragu

Adalah Ia yang tertoreh
dalam sejarah kasih
pada sebuah kisah
di bangku sekolah

Tentang...
Lukisan indah dalam bingkai
berkanvas cinta masa lalu
aku tersipu bila terkenamg itu
apalagi kamu yang selalu merindu.

Bekasi, 23 April 2017.

#Karena aku wanita
Janjiku tertunai sudah
Moga berkenan, Cinta masa lalu.
Vis!





TENTANG KASIH
Karya Minang Maimbau

Dalam bening tatapmu
ada secarik duka yang hanyut
melewati muara tak bertepi
hingga tenggelam dalam lautan sanubari

Apalagi hendak diwarnai
bila semua berubah hitam
bak kelam tanpa celah
hingga cahaya enggan menghampiri

Sudahlah, Kasih!
Tak lelahkah raga meratapi bayang diri
yang akan lenyap bersama tenggelamnya Matahari
hingga malam hadir menyepi

Meneriaki, kesunyian yang berdiri
memagari kisi kisi rindu ini
tanpa jeda yang tak disepakati
dalam janji yang telah diakhiri.

Bekasi, 22 April 2017.





TANPA JUDUL
Minang Maimbau


Hei, kamu yang sok cool
Jangan kira aku akan mendongkol
dengan caramu yang bikin sebel
kau perlakukan aku macam si tol*l

Palingan senyum akan menghiasi waktu
sembari melihat kau berlalu
dengan rasa malu yang bau
menghiasi aroma lakumu

Usah lagi berlagak maju
sepanjang tatap kita bertemu
nadi ini sudah tau
siapa dirimu di masa dulu

Kini engkau bertopeng semu
menipu sendiri tinggkahmu
sedangkan laut pun tau
kau hanya gelombang yang layu.

Bekasi, 13 April 2017.
#Teratai,17:31
#April19.





QALBU
Karya Minang Maimbau


Pada bening pandangmu
kulihat cahaya surga-Nya
pada harum napasmu
ada semangat bahagia

Kau titisan Ilahi
yang hadir di pagi hari
membawa impian untuk berbagi
kesesama insan di Bumi

Begitu mulia pribadi qalbu
bersulam intan, permata biru
hingga penghuni langit ketujuh
tau semua laku baikmu

Kaulah santun yang dipuja
setiap napas di bumi-Nya
hingga Baginda pun berkata
Kaulah Humairahku yang tercinta

Bekasi, 12 April 2017.
#Teratai, 07:25.
#AprilCinta15.


Senin, 10 April 2017

Kumpulan Puisi Siamir Marulafau - SANGGAR KRISTAL


#PUISI 5 Bait
MENDENGUNG
siamir marulafau


Aku hanya bermalam di malam sepi
Di kala rembulan menerang
Meskipun mata tertutup
Lara akan melirik sampai ke ujung dunia
Sepanjang napas mendengung di langit biru kelam

sm/06/04/2017





Belajar Berpuisi
siamir marulafau


Apa topik,,,,,,,,,?
Di keheningan malam napasmu beresemayam dalam napasku
Jika bintang di langit berkelip,,,,,,,,,,,,
Akan kubelai kasihmu di tepi danau tak bertepi
Seandainya jiwa ragaku tak tertanam di dadaratan sepi
Hanya titipan kasih akan kuukir
Tinggal debu melambai dengan harapan tak tergapai...
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,apa sambungannya?

sm/05/04/2017






THAT WHAT I SAY BEFORE SLEEPING


The large sea is not able to accept my tears
Since it has been changed to be blood
Whereas the coastal area near by smiles
For the disappointed lives to run

No body is caring for the pain
I wish someone be there for a help
But no one insects flies
To seize my hand
For crying

I burst out of not laughing to anyone else
For the cruelty of mankind surrounding
I just keep silent to notice
That the attitudes
For the patience

On my topic of the verse,is portrayed
What happened there really
It was a real personality
And be shared

Just be patience, to keep up
That's the final urge
I say before sleeping
That 's the final urge
I say before sleeping

sm/05/04/2017,copyright





SANGGAR KRISTAL
siamir marulafau


Memukau hatiku
Melihat keindahanmu
Melapangkan rasa rindu
Akan mesjid-Mu
Rumah ibadah kristal
Mengukir alam ke surga
Menghindar ke dalam gudang bara api memanas
Sampai zhikir tak tenggelam
Meskipun air laut pasang
Iman tak akan susut bagaikan air laut surut
Hanya pada-Mu kuberlindung
Di kala suara azan menggema
Sinar pun tersenyum menerpa lara
Enggan tak sujud
Berpaling tak akan menyebut nama-Mu
Di sanggar Kristal menimba amal
Allahu Akbar,,,,Allahu Akbar,,,Allahu Akbar

sm/04/04/2017





ASI
siamir marulafau


Manusianya tak disusui dengan ASI,Otaknya kayak otak lembu karena disusui pakai susu lembu,apakah benar atau tidak,terserah
Ini hanya rintihan syair....

Jika tak menerima,jangan dibawa ke hati
Syairnya mengingikan otak cerdas
jangan kayak syair tak berbait
Sukar ditelan....

Sukar berpikir apakah iya atau tidak
Makanya ASI penting buat generasi
Negara berkembang dari masa ke masa
Sampai syairnya tak tenggelam di muara sungai tak berpasir

sm/03/04/2017





SEMALAM DI MALAYSIA
siamir marulafau


Cintamu mengukir cahaya
Menyiprak ke dalam jiwa
Bersemayam dalam napas
Dengan kilauan lampu menerang

Seiring kasih dikau bias
Hati pun tak gusar,galau
Rasa duka berbalut suka
Tak terlupakan sepanjang masa

Meskipun cahayamu jauh di mata
Aromamu terhirup dalam napas
Sepanjang senyummu membelai kasih
Sepertinya semalam di Malaysia

Besenandung cinta dan damai
Sampai rinduku tergapai
Meskipun kau dan aku berlindung
Dalam cahaya terang benderang

Mengukir rasa harus tak berkesudahan
Sepanjang kasih dan cintamu bercahaya
Meskipun temaram malam tak berbintang
Seperti dikau menerangi harapanku

Tak terlupakan sepanjang masa
Sampai tulang belulangku merapuh di tanah tak bersuluh
Jika napas tak menerawang lagi
Tapi cahayamu membias selalu dalam rindu

sm/02/03/2017


-------------------------


"BANYAK ORANG BISA MENGKRITIK TAPI BERBUAT TAK BISA,DAN BERBUAT PUN BERSALAHAN"




---------------------------



WHAT THING IS TO KEEP?


The life seems like bees
It will give honey for meal
There will be advantage for the lives
As long as the breath runs
Though for a while to save
Even the nature allows to gain
But not for the useless creatures
That the humanity to keep
Otherwise God will be angry
So as the nature will not be smiling
For those against the Almighty
What the life is there to keep
If the curse will be coming down
And all the trees would be drying
What to do?
Except to pray
How long have you been there to live?
For a while is like to sleep
That's the message to keep in
If you believe the being existence there existed
No force between...
To accept something is being or not
That's the personal destiny

sm/02/04/2017,copyright





APA DAYA?
siamir marulafau


Hanya menunggu waktu
Senja akan terkapar di tanah diam
Jika napas tak mendengung
Kopi kelat tertelan akan cair
Darah tak akan mengalir

Lutut kaku...
Mata tertutup
Makanan tak berselera lagi
Minum pun tak akan masuk lagi
Tubuh menggigil...
Terbaring di bawah langit kelam

Mdn/01/034/2017





KASIH TERBENTANG
siamir marulafau


Hanya kau dan aku tahu di mana napas cinta itu besembunyi
Jika kasih itu tak mencuat di langit biru
Hengkanglah daun-daun pada musim gugur
Di kala senja tak terbiaskan sinar mentari lagi
Bertanya selalu,mengapa daun-daun itu terjatuh?
Apakah usianya tua?

Angin sepoi pun tak sanggup menghemus lagi
Seiring pasir-pasir tak bertaburan di hamparan pantai
Bukan sembarang syair...
Di sini...
Kutaburkan benih sampai napasku tragis
Sekeping kasih di kau bentangkan di atas piring kosong
Akan kusemai sepanjang hayat menanti
Sebelum mentari terbenam

Mdn/30/03/2017





MEMBACA PUISI Minthil Kasmaran dengan tajuk "BULAN SABIT"
siamir marulafau


BULAN SABIT
Minthil Kasmaran


.
Bulan sabit menangis,
melintasi gugusan hari-hari bersamamu,
tak terasa hampir mencapai ujung,
tanda pagi tiba,
dan pestapun usai.

.
Bulan sabit mendesah lirih,
mengulir tasbeh berdoa dalam tangisnya,
bertanya juga : mengapa ada perpisahan ?
jika hati terikat erat telah berakar,
mengapa tak dapat merebut takdir,
yang pernah kita minta bersama,
yang diperjuangkan tapi sia-sia,
aku dan kau kalah berperang,
.

dan ketika purnama tiba,
hati kita jauh,
tapi selalu dalam mimpi-mimpi,
hingga bulan memberikan senyum yang paling sabit.
Kita bersama menangis ....
disini,
hingga mati......

.
Bhumiarema, 24/3'17
mien _angeldark


Membaca topik puisi di atas agaknya menarik perhatian pembaca karena bulan sabit sebagai topi berakar pada penuturan puisi,dan memang puisi ini agak sulit dimengerti jika pembaca tidak cermat memahami apa yang sebenarnya dimaksud oleh si Penyair.Jika kita baca, dan cermati,pemakaian kata-kata dan kalimat terasa indah dan tepat.Pada aninea I,bait pertama,penulis menggunakan "Bulan sabit menangis".Penyair senang menggunakan gaya bahasa personifikasi.Bulan adalah diibaratkan sebagai manusia yang menangis,dan mengapa bulan itu menangis?Dalam hal ini,penyair memberikan suatu teka teki kepada para pembaca bahwa dalam kehidupan sang penyair ada sesuatu yang ditempuh dan ingin mecapainya tetapi kadang hasrat itu tak akan tergapai meskipun penyair berusaha dalam hidup untuk bersatu dengan dengan seseorang yang dia senangi,tapi kadang tak berhasil,sepertinya penyair menempuh berbagai usaha melintasi berbagai jalan kehidupan,seperti apa yang dikatakan pada baris ke 2,"Melintasi gugusan hari-hari bersamamu".Ini menunjukan perjuangan yang berkepanjangan sampai pagi,berarti perjuangan hidup dalammencapai sesuatu yang diinginkan dari mulai petang sampai pagi,yang tersirat pada bait 3,4 dan 5.
"tak terasa hampir mencapi ujung
tanda pagi tiba,
dan pestapun usai"
Selanjutnya,penyair dalam puisi ini,Penyair yang diibaratkan sebagai bulan sabit sangat tekun dan taat kepada Illahi bahwasanya dia tak luput berdoa selalu kepada Tuhan supaya apa yang diinginkan akan tercapai tetapi TAQDIRlah yang datang dari Tuhan sebagai PENENTU apakah tergapai atau tidak.Penyair sangat senang sekali dengan seseorang untuk menjalin hidup bersama dalam dunia fana ini,tetapi apakah mungkin itu terjadi,,,,,,,,,,?Dan selalu bertanya,mengapa 'Kau',dan 'Aku' berpisah?Curahan hatiini dapat di baca dan dilihat pada Alinea ke II,bait 2,dan 3:
"mengulir tasbeh berdoa dalam tangisnya"
"bertanya juga :mengapa ada perpisahan?"
Pada bait- bait selanjutnya,sang penyair meneruskan kisahnya,yaitu :Jika antara Aku dan Kau telah berakar dalam napas,semestinya mengapa berpisah,dan sudah sekian lama kita telah bersatu dan menjalin hubungan baik,dankita telah berjuang matian-matian,dan mengapa sia-sia belaka?Hal inilah yang membuat si Penyair gusar dan sangat tertegun dan penasaran,dan sampai-sampai penyair menulis puisi bertajuk"BULAN SABIT".Curhat si penyair dalam bentuk puisi prosa liris ini dapat dilihat pada bait-bait :
"Jika hati terikat erat telah berakar,
yang pernah kita minta bersama,
aku dan kau kalah dalam perang,"
Ternyata,penyair jelas bahwa hatinya sebagai Bulan Sabit menuturkan pada permirsah bahwa dia telah menjalin hubungan baik kepada seseorang tetapi tak berkesudahan dengan bahagia,sehingga membuat hatinya bertanya-tanya mengapa setiap perjuampaan dalam hidup ini akan mesti adanya perpisahah,apakah ini "TAQDIR"?Penyair mengibaratkan ini sebagai "PEPERANGAN',perang dalam memperjuangkan sendi-sendi kehidupan untuk mencapai kebahagiaan dengan seseorang yang dia cintai dengan dirinya sendiri,tetapi,maksud hati nan memeluk gunung apa daya tangan tak sampai,dan itulah kata pepatah atau petuah yang pernah kita dengar.
Kemudian,pada alinea ke III,penyair menggunakan kalimat-kalimat dengan memakai gaya bahasa personifikasi,yaitu :
"dan ketika purnama tiba,
hati kita jauh,
tapi selalu dalam mimpi-mimpi,
hingga bulan memberikan senyum yang paling sabit
kita bersama menangis.....
disini,
hingga mati,....."
Dalam bait-bait di atas terlihat penyair menuturkan kepada pembaca bahwa hati mereka sudah tak mendekat lagi,dan sudah menempuh jalan hidup masing-masing yang akan sulit bersatu ketika bulan purnama tiba.Kecantikan dan hubungan yang baik hanyamelukiskan pesan dan kesan antara "DIA'dengan "SESEORANG",atau anta 'KAU' dengan 'AKU'.,yang disudahi dengan tangisan rintihan karena 'ASMARANYA tak tergapai.Perlu dicacat bahwa keduanya Pecinta di sini sama-sama membawa kesan dan pesan dalam kehidupan yang berakhir dengan kematian yang bersifat TRAGIS disebabkan TAQDIR, dan Kasih tak sampai.Dan inilah yang harus dipegang sebagai ajaran moral kepada kita semua(sebagai pembaca) bahwa apa yang kita cita-citakan untuk sesuatunya adalah tergantung pada yang maha KUASA,dan Dialah yang memulai dan dan Dialah yang mengakhiri,dan hanyalah USAHA belaka yang harus ditempuh oleh manusia di dunia yang fana ini.

Analisis dalam bentuk puisi:

1.Puisi ini berbetuk puisi prosa liris.
2.Puisi tidak terikat pada pada bentuk puisi yang konvesional
3.Puisi bebasdan tidak bersajak pada setiap akhir baris puisi
4.Puisi perlu pembenahan dalam penulisa sepeti:kata 'pestapun'.Seharusnya'pesta pun' dan 'disini'.Seharusnya'di sini'.
5.Setiap akhir bait-bait puisi seharunya tak perlu pakai tanda 'koma' .
.6.Topic puisi relevant dengan tema puisi
7.Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang sederhana dengan majas yang tepat sehingga puisi terasa indah.





MENUNGGU SEBUAH KISAH
siamir marulafau


Apakah aku menunggu sebuah kisah?
Tak akan tertutur sepanjang malam
Rasa kantuk pun mengancam
Jika hanya badai menerpa sebuah kapal
Rasanya tergoncang ...
Sanubari pun menggeliat
Sepanjang lautan tak bersahabat
Jika alam mengaung bagai buaya kelaparan
Bersyukurlah wahai insan...
Sebelum alam berhenti mendongeng
Jangan biarkan alam mengamuk
Jika demikian,kepada siapa mengadu?
Tak seorang pun melirik
Hanya perut atas terpikirkan
Perut bawah juga jadi urusan
Harga rupiahmu berapa?
Jika ringgitku kutukar
Apa yang terjadi di atas bumi panas ini?
Tak seorang pun bisa berceloteh
Terdiam sepanjang jalan kenangan
Hanya omelan yang besar sebesar gajah
Toh bunyinya kosong
Bukan membanding...
Hanya mengingatkan di bawah pohon rimbun
Tak membias sinar satu pun tercantol di ubun-ubun
Alunan setiap baris puisi bukan mengancam
Bukan juga mengkritik...
Hanya mengukir rasa duka
Terjerembab di lembah tak berpilar
Sepertinya mengharungi sungai tak bertepi
Dukaku perih pedih...
Jika negaraku menampung sampah-sampah berbau busuk
Kapan melek dengan mata jengkol tak berarti?
Bukan mengoceh, bukan merepet...
Hanya memupuk rasa kebersamaan
Dalam menitip rasa kasih sesamanya
Kemanusiaan semakin menghilang
Sirna ditelan deburan ombak pantai terjal
Tak akan berbayang selamanya
Jika kesombongan atas harta pangkat tak dibawa mati
Terkuburlah harapan setiap insan
Tak akan mencuat di langit cerah
Di kalaTuhan geleng kepala melihat tingkah laku manusia
Sementara gunung-gunung pun tak akan bersenandung lagi
Hanya ingin meletus...
Jika akan terjadi,mau ke mana insan ini?
Bertaubatlah sebelum sinar mentari berpaling gelap

Mdn/30/03/2017





THE POSITIVE IMPACTS OF USING MALAY LANGUAGE
IN LITERATURE
Siamir Marulafau


University of Sumatra Utara,Medan
e-mail: penyair dcm2@gmail.com

Abstract :
This scientific writing is about the positive impacts of using Malay language in literature,which illustrate the use of Malay language in some of literary works written such as poems,short stories, novels,and folklore.This writing also tries to find out whether the language of Malay is used among the writers in Indonesia or not.
Keywords : Impacts,Language, scientific

I.INTRODUCTION :

Using language is one of the most important things in human life since language is the system of symbol has the meaning.Language is a social phenomenon.It is a means of communication between individuals.It also brings them into relationship with their environment (Lim Kiat Boy:1975,P:3).By using language ,human beings can convey what they means to others,and if there is no language ,they can not be able to say what they like to ask and say something to others. The language used by human beings is not the same with the language used by animals.Most people assume that only humans use language---it is something that sets up a part from all other creatures(Dept.of Linguistics,The Ohio State University:20)
The language used by them depends on what languages in literature be there to write,for instance : In Indonesia,the people are commonly to use Indonesian language derived from Malay language or many people said that the Indonesian language was from ‘Bahasa Melayu Riau’, which is the same root of language such as the language of Malaysia,Brunei,Singapore.The Malay language used in four regions is dominantly used as the language of social life and officials among the people.Though the Malay language which has been developed used for many centuries has different characteristics such as in using ‘words’,’sentences’,or ‘pronunciations’ and not the same with Indonesian language.

1.
The Malay language ,which is used in Indonesia specifically recognized and called as "INDONESIAN LANGUAGE" has been formulated as the National language so as to unite the unity of Indonesian people from Sabang to Merauke that is specifically known as “Sumpah Pemuda”,1928.
The Malay language in Indonesia has many dialects in pronunciations in using words,for examples : The language used in Riau and Johor is different from the Malay dialects used in Palembang,Jambi,and Bengkulu.As the comparison of the different dialects seems to be clear that has been identified that the dialect used in Melayu Riau—Johor is the dialect “e”.While the Malay language used in Melayu Palembang, Jambi and Bengkulu uses the dialect ”o”.
The use of Malay language in four regions is known and different if it is compared with one with another in case of using words and the meaning of the words that may be depended on history and culture,for examples: In Indonesia,the words are said ‘berbeda’,’panitia’,’karena’,’unit gawat darurat’,etc.While in Malaysia,these words are said ‘berbez6’,’urus setia’,’kerana’,’kecemasan’,etc.The difference of Malay language used in Malaysia and Indonesia is not only concentrated on the use of the words,but also in the pronounciation such as in Indonesian language the words pronounced in the dialect”a” are like ‘ kita’,’apa’,saya’,siapa-siapa’,etc.While in Malaysia,these words are pronounced in the dialect “e”or”6” such as ‘kite’,’ape’,’saye’,’siape-siape’,etc.
The Malay language used in the four regions,especially in Indonesia is also focused on literature,whereas literature may not be separated from language as a part of culture.It is because wherever the language be found there, literature will be there planted, anyhow.As a matter of fact,the Malay literature in Indonesia was developed by some of the Indonesian writers,poets,short stories writers,novelists. The language of Malay there had been developed as long as the period of literature was improved from one decade to another.
II.PROBLEM OF THE STUDY
Every research has certainly a problem that should be tackled and this is a task for every researcher to find out the solution to overcome the problem.The problem is being discussed is that:” Is the Malay language positively used in writing literary works?”If it is so,that should be a solution to cover in order that the people know much about how the language of the Malay be improved to be Indonesian language that used in writing poems,short stories, novels and folklores.

2.
III.OBJECTIVE OF THE STUDY

The main purpose of writing this scientific writing is to find out the positive impacts of using Malay language to the public so as to indicate whether the Malay language in Indonesia dominantly used among people being settled on the land,especially in Medan,North Sumatra- Indonesia.In short,there are many people using the Malay language,which affect the positive impacts to the user of language itself in social life and literature.Not only that but also the people ,who become interested in learning and writing literature and the students of University in Indonesia may be concerned to use it as well.

IV.THE METHOD OF THE STUDY
The method of the study used in this paper work is library research.The researcher believed that by doing this method,the problem being discussed could be solved completely.For the first time,he read all the material study dealing with all the problems such as the history of the Malay language, the culture and some poems,short stories,novels,and folklore written in Indonesian language derived from the Malay language as well so as to make him easy find out the solution to overcome the problem related to the topic being discussed.

V.SCOPE OF THE STUDY

Since the Malay language has a wide field of studying in the four regions historically,the researcher tends to limit the discussion so as to avoid a misunderstanding or overlapping which is not related to the topic.He only discussed the positive impacts of using Malay language in literature located in his own country,Medan(North Sumatra-Indonesia)

VI.DISCUSSION

What has been discussed in the problem of this paper work,it is true that the Malay language has a large scope to study and it is a find subject to be identified since the language can be found in every literary work written by the literary men in Indonesia.It was a language since the writer of a poem writing a collection of poems entitled “Nyanyi Sunyi” by Tengku Amir Hamzah.This was dominantly written in Indonesian language derived from the root of the Malay language.Let see the followings:


3.
PADAMU JUA

Habis kikis
segala cintaku hilang terbang
pulang kembali aku paamu
seperti dahulu
Kaulah kandil kemerlap
Melambaipulang perlahan
Sabar,setia selalu
Satu kekasihku
aku manusia
rindu rasa
rindu rupa
di mana engkau
rupa tiada
suara sayup
hanya kata merangkai hati
Engkau cemburu
engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
bertukar tangkap dengan lepas
Nanar aku, gila sasar

4.
Sayang berulang padamu jua
engkau pelik menarik ingin
serpa dara di balik tirai
Kasihmu sunyi
menunggu seorang diri
Lalu waktu --- bukan giliranku
mati hari ---- bukan kawanku...

BARANGKALI

Engkau yang lena dalam hatiku
akasa swarga nipis-tipis
yang besar terangkum dunia
kecil terlindung alis
Kujunjung di atas hulu
Kupuji di atas lidah
Kupangku di lengan lagu
Kudaduhkan di selendang dendang
Bangkit gunung
buka mata mutiaramu
sentuh kecapi firdausi
dengan jarimu meniru halus
Biar siuman dewi –nyanyi

5.
gambuh asmara lurus lampai
lemah ramping melidah api
halus harum mengasap keramat
Mari menari dara asmara
biar terdengar swara swarna
barangkali mati dipantai hati
gelombang kenang membanting diri


Other writers of the poems in North Sumatra,Medan can also be found in writing poems such as the poets’ name: Afrion,Afri Amelia,Sartika Sari,Sylvia hayati,Syafrizal Sahrum,Try Annisa Lestari,Lentera Bias Jingga,Listra panjaitan, Nuri Aslami, Siamir Marulafau(Penyair Dalam Lingkaran Cinta),Nurjannah Rambe,Nuri Aslami,Rizky Endang Sugiharti,and Zulkarnaen Siregar,who hasbeen successful to write a poem Anthology,entitled"Pulang ke Hulu",etc.All these poets have written the poems in Indonesian language which was deriving from the Malay language as the source of Indonesian language.As a matter of fact,one of the above poets,Afrion was succesful to write a poem in Indonesian language entitled “IBU” published by LABSAS MEDAN.ISBN :978-602-96673-7-0 in the poem
Anthology,”Menguak Tabir” as follow :

IBU

tidak pernah kutahu kapan waktu berhenti berdetak
di dadamu,seribu kunang-kunang menggenggam cahaya
memecah batu,mengikis pasir batu belah
menebang ranting mengukir wajah pucat pasi
di pedalaman kau pungut remah perlawanan
susuri sungai mengayuh rakit ke muara terlunta-lunta
mestinya kau berhenti mengeja huruf dari kegamangan petuah
para datuk
karena di sungai
menggelepar anak ikan tertikam tombak begitu dalam

6.
IBU

hiduplah dengan semestinya
saban hari ketika pulang dan pergi
kulihat kau menggantungkan lampu waktu subuh
pada pohon berbaris memanjang ke belakang
sepanjang gugusan lembah—tanah merekah
tubuh melayang terbang menjelang sembahyang
diamuk cuaca saat azan tiba
di bukit mana tersiar kabar dengan raung halilintar
angin menggulung akar pohon
sekalipun tanah kelahiran dilindung mantra segala doa
hidupmu semakin singkat saja
sesingkat itu
kukenang tubuhmu sepanjang badai dan hujan


Another poet,who has taken part to share his competence among of the above poets in writing poems is Siamir marulafau,who has been writing many poems in the Malay language spoken and used as Indonesian language in Medan.The topic of the poem written is “DURI”in the poem Anthology,ISBN :978-602-74238-5-5, entitled “Bahtera dalam Ayat”,recited on August 22 nd,2016 at the Faculty of Cultural Sciences,University of North Sumatra,Medan-Indonesia.This poem is written in Indonesian language ,published by CV Ganding
Pustaka.Let see this following :

DURI

sepertinya ada duri dalam daging
Tak akan bisa kugerakkan lagi

7.
Semua ototku terasa pedih perih
Suaraku serak tak akan bisa menangis lagi
Tetesan air mataku tak akan hanyut lagi
Beku tetap bergerak di segla penjuru
Jika bumiku diinjak-injak
Aku tetap bergerak dan mengaung
Berjuang sedapat mungkin

Meskipun kakiku patah
Hatiku masih bergerak ke kiri ke kanan
Meskipun dikau penjarakan jasadku
Hati dan pikiranku tak bisa dipenjarakan

Impianku berjalan mulus terus
Aku akan tak semakin perduli lagi
Sejauh anganan kugapai demi negeriku
Tak akan terbelenggu dengan penindasan

Kekuasaan di tangan kiri dan kanan
Akan kuperjuangkan
Meskipun bumi bergulir sampai air kering
Kuperjuangkan sampai tetesan darah terakhir

(sm,02/02/2016)

8.
The writer of this paper work does not only concentrate on the use of Malay language in case of writing poems but also in writing short stories.Thus,the short story is a part of literature that makes reader feel interested to read.The short stories written have various topics compiled in Indonesian language derived from Malay language.The mostly topics of the collections of the short stories illustrated here written by Siamir Marulafau,published by “Sembilan Mutiara Publishing Trenggalek”,2013.ISBN : 978-602-1264-00-3.Let see the followings : 1.Aku Sangat Benci Korupsi;2.Ambisi Seorang Janda;3.Cintaku Di Danau Singkarak;4.Cinta Beralih;5.Cintaku Di Persimpangan;6.Cintaku Di Pinggir Gunung Sinabung,7.Cuaca di pagi hari;8.Jatuh Ketimpa Janda;9.Kasih Seorang Ibu;10.KasihTak Sampai;11.Kebanjiran;12.Kesengsaraan Membawa Nikmat;13.Cintaku Di Balik Tirai;14.MengapaBapakku Gagal?;15.MengapaBapakku Korupsi?;16.Malam Lebaran;17.Perawan Tua;18.Pintu Terbuka;19.Roda berputar;20.Surga Di Telapak kaki Ibu,etc.All these short stories are written in The Malay language in the construction of Indonesian language as the national language of Indonesia,specifically be found in the short story,entitled “CUACA DI PAGI HARI”.

CUACA DI PAGI HARI

Alam tidak bersahabat seiring kupinta doa kepada Tuhan semoga makhluk di bumi terlindungi di mana lautan dan ombaknya mengamuk menerpa tepi pantai namun pasir-pasir terhembus dengan angin badai menyelimuti seluruh impian para insani termasuk para petani,nelayan mencari nafkah setiap hari dan sungguh memberikan ingatan kepada insani bila alam tidak bersahabat sekali jangan mengucap “Tuhan bersalah atau tidak Adil”Ini petanda rahmat kepada insani sementara Tuhan maha Pengasih dan Penyayang yang ada di bumi.Dia maha pencipta tujuh lapis langit dan bumi.
“Apa mau dikata bila alam tak menampakkan kelembutan?Kita tetap mensyukuri nikmat Tuhan di bumi.”Kata seorang teman bernama, Din.
Bila alam tidak bersahabat,kita tidak boleh berpangku tangan atau putus harapan karena sinar matahari,angin kencang dan hujan turun sehari membawa berkah bagi insani.Hujan turun terus-menerus mengguyur juga kadang membawa ketidakberuntungan kepada para petani sedangkan bagi yang lainnya akan membawa keberuntungan sekecil mungkin.
“Tapi cuaca yang bagaimana yang kita inginkan?”Tanya salah seorang teman,Rafin.
“Itu tergantung pada kehendak Illahi,dan manusia hanya menerima dan menjalani.”
Manusia di bumi tak perlu khwatir karena Tuhan maha mengetahui apa yang ada di bumi dan di langit.Pokoknya,kita selalu berserah diri.

9.
The use of Malay language concerning with the writing literary works is not noly concentared on the short stories but also the novels.The novelist, Idris Pasaribu has taken a part in writing novels using Indonesian Language derived from Malay language,entitled “Pincalang”,and “Mangalua”.These two novels are written in a simple language.”Pincalang” was published by Salsabila Pustaka Alkautsar.ISBN 978-602-9844-1-1.While “Mangalua”was published by Yayasan Pustaka Obor Indonesia :IKAPI DKI jakarta.ISBN: 978-979-461-974-2.
As a proof of writing and using Indonesian language derived from Malay language,the novel entitled “Pincalang”is really constructed and written in Indonesian language seems to be true that can be seen fron the beginning up to the end of the novel.

PINCALANG
BUYUNG


“Gelombang mengamuk hebat.Langit hitam.Angin terus menderu-nderu.Dengan lincah,bagaikan seekor monyet,Buyung naik memanjat tiang besar.Sebentar tubuhnya oleng ke kiri dan sebentar oleng ke kanan.Suara derak tubuh Pincalang terdengar kuat.Cekatan sekali Buyung melepaskan tali pangkait ujung layar besar.
Tasss...
Tali pengikat layar terlepas.Layar melorot ke bawah.Dengan cepat Amat menangkap dan melipatnya sebelum layar berwarna cokelat lusuh itu tertiup angin,terbang ke laut.Buyung seperti kilat,meluncur ke bawah melalui tiang layar setinggi dua meter.Setiba di bawah,dia berlari ke haluan dan melepas layar kecil yang ada di sana.Dia melipatnya sendiri,dua lembar layar berwarna cokelat dari kain belacu yang dicelupkan dalam sebuah wadah beirisi air dari tumbukan kulit kayu.Air tumbukan kulit kayu itu dapat memperkuat jaring dan kain agar tak cepat lapuk terkena air laut.Bersama ayahnya, Amat,Buyung mencabut tiang layar dan meletakkannya memanjang mengikuti panjang pincalan.
Amat segera berlari menuju kemudi di buritan.Ia mengambil alih kemudi dari istrinya.Buyung berlari kehaluan.Pinggangnya diikat menggunakan tali besar,lalu ujung tali sebelahnya diikat ke haluan.Istri Amat,Marya,segera berlari menuju perut pincalang,menemui dua anaknya yang lain,Upik yang berusia lima tahun dan Nur yang berusia dua tahun.Anak sulungnya,Buyung berusia delapan tahun.Mereka satu keluarga adalah pemiliki Pincalang itu.
Maryam segera mematikan api di dapur.Untung nasi sudah tanak.Untuk kesekian kalinya mereka terombang-ambing di tengah lautan ......dst”(Idris Pasaribu:2012,p.07 s.d 256)

10.

Another proof to be said is true to write the literary works,especially in case of folklores is that the writer of this scientific writing tries to illustrate the use of Malay Language,which had been developed into Indonesian language be used in writing folklores,found in “Mitos Cerita Rakyat” by T.Silvana Sinar,and Ikhwanuddin Nasution.This book is a collection of research about folklores in Indonesian language,which was published by USU Press,2011,ISBN: 979 458 5564.The construction of this book seems very good because it gives reader much knowledge about what folklores stories are about.
In “Mitos Cerita Rakyat”, the folklores and story tellers of folklores,which were written in Indonesian language by Prof.T.Silvana Sinar,MA,Phd and Prof.Dr Ikhwanuddin Nasution,M.Hum can be seen derived from Malay language such as : “Batu Umang Cerita Rakyat Di Desa Durian Tani Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Sebagai Mediasi Publik”by Hariadi Susilo;”Citra Tokoh Naga Dalam Cerita Putri Hijau Dan Putri Merak Jingga “:Mitos Pembebasan by Irwansyah;”Mitos Incet Dalam Cerita Rakyat Batak Toba”by Martha Pardede;”Kisah Putiri Hijau: Satu Kajian Rasional Dan Irasional” by Pertampilan S.Brahmana; Motif Migrasi Orang Batak Dalam Cerita Rakyat:”Asal Usul Orang Batak “,”Si Baroar” Dan “Si Marhala” by Rosliani;” Metafora Kecantikan Dalam Kajian Hikayat Sabainan Aluih” by Shafwan Hadi Umry;”Konsep Religius Raja Sisingamanagaraja XXII”by Sumurung Simorangkir;”Penanda Landmark Dan Struktur Generik Mite’Sri Putih Cermi”byT.Thirhaya Zein;Antar Mitos”Imam Awang” Dengan Konsep”Imam Awang”,Kurang Beriman”Dalam Cerita Rakyat Melayu Langkat:Pendekatan Semiotik Budaya by Yos Rizal.

Consequently,all the folklores mentioned with the writers above are significant to be recognized in the world of literature so as to know much and grasp literary knowledge about literature and the language of the Malay regarding as the source of language be used to write. As a matter of fact,two senior lecturers at the Faculty of Cultural Sciences,University of Sumatera Utara,Prof.T. Silvana sinar,MA;and Prof.Dr.Ikhwanuddin Nasution,M.Hum shared the real meaning of the story about “Mitos Cerita Rakyat”in their research so that people will acknowledge what the “Mitos Cerita Rakyat” is there about.

As a proof of saying the Malay language be used in writing folklores,Hariadi Susilo tries to expose and describe the description of “CERITA BATU UMANG” in Indonesian language derived from Malay language,which had been developed into Indonesian language from time to time that the story regarding as folklore can be seen in the following:
CERITA BATU UMANG
Di sebuah desa yang bernama Desa Durian Tani, hiduplah sebuah keluarga yng terdiri dari Ayah,Ibu, serta menantunya yang baru melahirkan.Mereka hidup dalam keadaan susah.Mata

11.
Pencaharian mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya adalah bertani.Dari hasil pertanian,mereka yang sedikit itulah mereka dapat hidup.

Pada satu ketika,si Ibu ingin sekali memakan ikan sungai.Hal ini dikatakannya kepada suaminya agar suaminya memancing di sungai.Sungai ini tidak jauh dari desa tersebut.Menurut cerita, di sungai itu terdapat dua batu besar yaitu”Batu Penjemuran dan “Batu pertenunan”.Konon,kedua batu ini mulanya milik Umang yang ada hubungannya dengan Batu Umang tersebut.Batu pertenunan ini adalah tempat orang bertenun di sore dan malam hari.Sedangkan Batu Penjemuran adalah tempat Umang menjemurkan kain yang baru dicucinya.
Dengan suruhan istrinya,maka pergilah si Bapak ke sungai untuk memancing.Pertama kali si Bapak ini ingin pergi ke Batu Pertenunan karena di batu itu sangat cocok untuk memancing dan orang yang memancing tersebut tidak terlihat dengan jelas karena bentuk batu itu agak melengkung. Setelah beberapa lama berada di tempat itu, si Bapak ini tidak menemukan satu ekor pun ikan kesukaan istrinya .Selanjutnya ....dst.”(Hariadi Susilo:2011,p.16,17,18,19,20)

VII.CONCLUSION AND SUGGESTION

The writer of this scientific writing comes to conclusion that literature may not be separated from the language since the language of Malay,which was developed into Indonesian language is a medium of literature whether it is a poem, short story,novel,folklore or any other kinds of literary works.As matter of fact, the language being discussed can positively be found in literary works written in Medan,North Sumatra-Indonesia by the writers,poets,short story writers,and novelists in Indonesia.
The Malay language used in Medan,North Sumatra-Indonesia plays a great role in literature since the language is the root of Indonseian language that is being used by the people in case of literary writing and communication so as to improve the literature in the era of globalization.

The writer of this scientific writing suggets that those who are involved in studying literature should read a lot about Indonesian literature so that they can broaden their knowledge about literature and the Malay language used as its medium whether it is a poem,short story,novel or any other other kinds of literary works.

12.

REFERENCES


Alwasilah,A .Chaedar.2002.Pokoknya Kualitatif :Dasar-dasar Merancang Dan Melakukan Penelitian
Kualitatif.Jakarta :Pustaka Jaya.
Department Of Linguistics.----.Language Files: Materials For an Introduction to Language &
Linguistics,Sixth Edition: The Ohio State University.
Lim Kiat Boey.1975.An Introduction To Linguistics For The Language Teacher.Seameo : Singapore
University Press.
Labsas.2012.Menguap Tabir :Antologi Puisi.Laboratorium Sastra Medan.
Marulafau,Siamir.2016.Bahtera Dalam Ayat: Antologi Puisi.CV. Ganding Pustaka,Yogyakata.
----------------------.2013.Cintaku Di Danau Singkarak: Kumpulan Cerpen.Trenggalek,Sembilan Mutiara
Publisging.
Pasaribu,Idris.2012.Pincalang:Novel.Penerbit Salsabila.Jakarta Timur.
------------------.2015.Mangalua: Novel.PenerbitYayasan Pustaka Obor Indonesia.
Rosmawati R,dkk.1990. Struktur Sastra Lisan Melayu Serdang.Jakarta : Pusat Pembinaan dan
Pengembangan Bahasa.
T.Silvana Sinar & Ichwanuddin Nasution.2011.Mitos Cerita Rakyat.Medan :Penerbit USU Press.
Teeuw,A.1982.Khazanah sastra Indonesia.Jakarta :Balai Pustaka.
Yunus Umar.1981.Mitos dan Komunikasi.Jakarta : Sinar Harapan.
----------------.1985.Resepsi Sastra : Sebuah Pengantar.Jakarta Gramedia.





JIKA TAK MENERANG
Siamir Marulafau


Napasku bagaikan lentera
Hanya memberikan cahaya seadanya
Tak seperti mentari
Jika tak menerang

Tanamkanlah sumbu pemancar
Jika hati berikhlas membiaskan cahaya
Dari sanalah aku datang
Mengukir kasih sedalam lautan

Jika tidak...
Akan berpaling sepanjang masa
Di kala kaki berpijak di atas karang tak berpilar
Senjaku akan terbenam

Tak akan menggapai sinar lembayung kelam
Jika bintang di langit tak berkelip lagi
Hanya rintihan dan tangisan merangkul sukma
Di daratan terjal memutus napas sampai akhir zaman

Medan/29/03/2017





PETIR
Siamir Marulafau


Petir mengaung
Cahaya redup
Kecemasan mencekam
Hati pun gusar

Angin semakin ribut
Alam tak bersahabat
Halilintar berkilau
Menyambar harapan

Doa besua
Aras-Nya tak goyang
Hanya senyum tersimpul
Di kala napas tersesat

Medan/28/03/2017





TERCORET
siamirmarulafau


Tulisanku tercoret-coret
Tak keruan di pamplet
Tak terbaca orang
Akan di hapus

Tapi tak bisa juga
Hanya saja tintanya
Berwarna keemasan
Membuat lara tersanjung
Walaupun hurufnya patah-patah

Tulisanku tercoret-coret
Melambung ke udara
Makana tak menentu
Membacanya takjelas
Harus pakai kacamata

sm/28/03/2017





LET ME GO ALONE


Let me go alone
If your heart is not mine
Hope will not be coming
Since the love fades away
No breath to resist
While the love is mine
What makes the love go away?
Never I hurt,never i hurt
That you start that you end
I merely guess so
Since the love is not usual
No confidence from the heart
That it goes away
Without warning i Stand still
But what to do?
It can't be paid
Though thousands rupiahs
And let me go alone
You may not come along with
Not because of anger
But it just for reminding
And not for commit suicide
Not for commit adultery
But for the love of lives
Where else you find out
It is not just the same
That the hair is much different
And not the same like the eyes
The love is drawn looks like pearl
Be found at the bottom of sea
Let me go alone....
To sing a song you like
That reminds me when my first love with
To come into the world beside
And not to stay for along with
For the cause of misunderstanding
You may come to see...
What the longing is really
Be always in deep heart of mine
To thank up to die

sm/06/04/2017,copyright





KASIH DI ATAS PANGGUNG
siamir marulafau


Aku hanya mengukir kasih di atas panggung
Seandainya panggung ini roboh
Apakah kasih juga roboh denganplar besi beton?
Di atas sekeping papan merapuh
Sungguh keterlaluan ...

sm/06/04/2017





TIMBANG RASA
siamir marulafau


Aku semakin tua
Semakin tak kuat
Mata semakin rabun
Gigi semakin ompong
Kulit semakin keriput
Rambut semakin memutih
Nafsu semakin tinggi
Omelan semakin semraut
Kemarahan semakin meningkat
Nafsu makan semakin berkurang
Gairah semakin menderu
Apa lagi,iya yang semakinnya?
Mati semakin mendekat
Rasa takut semakin menguat
Rasa muda semakin meningkat
Rasa tua tak teringat
Seolah-olah muda terus
Tahu-tahu masuk ke liang lahat

sm/09/04/2017





PENDUSTA
Siamir Marulafau


Bukan hanya kasih Kutitipkan
Helai napasmu kusemayamkan dalam daging
Kerangka tulangmu Kukokohkan
Mengapa dikau dustakan ayat-ayat-Ku?

Apakah dikau tak berpikir?
Alam semesta Kusempurnakan
Lautan kubetangkan dengan gumpalan awan
Langit dikau junjung menyelimuti segalanya

Apakah dikau tak percaya?
Sinar mentari menyinari bumi dikau pijak
Apakah kurang nikmatnya?
Rembulan menerang dengan cahaya

Ikan di laut bertebaran dan berenang
Melambaikan tangan siap disantap
Apakah dikau tak yakin?
Mengapa dikau dustakan ayat-ayat-Ku?

Aku tak akan merugi
Aku tak akan beruntung
Jika dikau tak sujud sedetik pun
Tak ikut perintah-Ku,tak mengapalah

Tapi jika napas tak mendengung
Akan dikau rasakan siksanKu
Di sanalah bertebar butir penyesalan
Akan tak diberi ampun sedetik pun

Akan dikau terima pembalasan
Pahit gentirnya neraka memuas di seluruh tubuhmu
Apakah tak yakin dengan ucapan-Ku?

Sungguh dikau dustakan ayat-ayat-Ku
Bertaubatlah,wahai insan....
Sebelum tertidur di tanah tak bersuluh
Sebelum tubuhmu dipanggang di gudang bara api menyala

sm/09/04/2017





#PUISI SATU Bait

Melemparkan senyum di atas suka dan duka merangkai di ranting pohon tak terhempas

sm/09/04/2017





SAHABAT SEMINAR
siamir marulafau


Langit membiru mencerahkan lara
Jiwa merangkulkeindahan

KualaTerengganu menyambut dengan senyum
Di kala lelah tak terasa dalam jiwa

Meskipun sinar membakar
Semangat berkobar selalu

Sepanjang seminar membahana dalam jiwa
Seiring udara jua bersahabat

Gedung-gedung pencakar langit mengukir salam
Datanglah para pembentang makalah

Keilmuan senjata tuan
Mengingat tali persaudaraan

Malaysia,Indonesia dan lainnya bersahabat di era global
Syair mengikat ranting-ranting terhempas

Terengganu/sm/22/03/2017





ALLAHU AKBAR
siamir marulafau


Melantunkan syairku
Melukiskan kicauan burung
Di kala insan memukau
Sepertinya ranting kayu bergetar
Pohonnya pun menyulam rembulan
Tak akan cahayanya padam
Semalaman terang berbintang
Cahaya fajar melambai
Subuh menggema di saat azan
Takbir,Allahu Akbar

sm/08/04/2017




HUMAN RIGHT
siamir marulafau


Never have i spoken before
Humanity is the diamond of man's lives
Since this world runs from the beginning up to end
No body will hesitate there to say
For its truth to elaborate
That many people think it uselessly
For the poverty be found everywhere we live
Where is the justice?
Where is the government to seize?
Let them think trice
Since it is a human right to think
But,not to criticize..
I am a humble creature there to speak
Since the Almighty will be smiling
If the man's lives in a safety
Never have i spoke before
That everybody has a right to say
Whereas this world is for them to run the lives
Humanity is the diamond of man's lives
Though this life is just for a while
Let the trees be grown up with he heavy leaves
Where is the justice
Humanity is the brother of solidarity
The sun will be smiling to provide brightening
While the moonless night will be exchanged in lighting
That the lives will be in safety
Never have i spoken before
What i think is to draw a verse of a golden paradise
Not to criticize...
This world is suffice for us all
Whereas the lives will be there for friendship
This verse is not a ghost to gaze
Let them think trice before sleeping to leave
Let them know what color of lives there existed
No one is differentiated
That Almighty loves all creatures on the earth
The love might not be like a fire
With no hatred to separate
With no conflict to kill...
Never i have spoken before
That this verse is so to speak,which brings peace
Peaceful thought is the golden paradise
That be drawn for the success to survive
Let them know how poverty be there running
That might not be regarded as useless thing
It is human right for their demand to gaze
Where is the humanity?
Are they blind to see?
Are their eyes and ears closed to keep?
If it looks like this,what this world seems like?
What should the poor and the rich there be differentiated?
That the Almighty seems has disagreed
But,it is true to think...
Though the lives is just for a while
Don't let them be in chaotic lives
And they are creatures for precious livings
Let them think trice
Before sleeping to leave,,,,before sleeping to leave
It is just a reminding only

sm/03/05/2017,copyright





S6KHI SIBAI
Siamir Marulafau


BAKHA BA D6D6 MAN6 TARASO
WA'AS6KHI FOMA FATAMBAI

sm/03/05/2017





DUNIA AKHIRAT
siamir marulafau


Kehidupanku tak menyentuh
Daun-daun kupetik menghijau
Di kala sinar tak menggapai harapan
Dunia tercebur dalam kesuraman
Jika hidup berparasit di batang kayu
Dunia terbentang seluas mata memandang
Tapi apa kubuat?
Di alam fana berkembang setiap saat
Kesan dan pesan kutinggal...
Jika napas tak menerawang lagi
Apakah mesti aku berpangku lutut?
Aku harus bergerak
Tak akan diam sepanjang hayat
Meskipun gelombang menerpa harapan
Tak akan kubiarkan tergulung di tepi pantai
Sepanjang semangat berkobar bagaikan lautan api
Dunia jangan terlena...
Akhirat pun menanti wajah...
Sepanjang hayat tak lagi merapung di tanah tak bersuluh
Walaupun tulang belulangku merapuh
Seiring harapan beramal kelak membuahi emas surga
Harapan akhirat terukir ...
Jika pengorbanan dan perjuangan jiwa mengukir mutiara
Kehidupan di penantian tak terbentur dengan tembok neraka
Di kala iman tak menyusut sepanjang lautan tak kering
Aku yakin....
Ini bukan kisah sembarang kisah
Akan kudambakan keseimbangan di yaumil mahsyar kelak
Jika napas tak lagi menerawang
Usaha demi usaha terlepaskan ikhtiar
Jika sanubari terketuk di jendela surga

sm/01/05/2017

Kumpulan Puisi Alex Wahyu - INSYA ALLAH


"Insya Allah"

Aku meninggalkanmu bukan lantaran aku tak lagi mencintaimu,
Aku meninggalkanmu bukan lantaran aku tak lagi menyayangimu
Aku meninggalkanmu bukan lantaran aku tak lagi peduli kepadamu
Dan aku meninggalkanmu bukan lantaran aku tak lagi mengharapkanmu.

Aku meninggalkanmu karena aku ingin menghalalkanmu
Aku meninggalkanmu karena aku ingin mempersuntingmu
Aku meninggalkanmu karena aku ingin mengharapkanmu
Dan aku menginggalkanmu karena aku ingin menjadikanmu ibu dari anak-anakku.

Sandaran hatiku,
Aku tiada peduli apapun yang engkau kerjakan saat ini
Aku tiada peduli dengan siapa engkau berada saat ini
Aku tiada peduli apapun,

Tunggulah aku meski dalam kesedihan
Tunggulah aku meski dalam kesakitan.

Janganlah engkau berfikiran perihal lainnya
Janganlah engkau menjaga apapun kecuali perasaanmu terhadapku
Dan janganlah engkau menjaga apapun kecuali hati ini yang telah aku titipkan.

Sandaran hatiku,
Nantikanlah aku, karena aku akan menjemputmu, Insyaa Allah
Sandaran hatiku,
Bersabarlah, serta tumpuklah selalu cintamu,
Sandaran hatiku,
Bersabarlah selalu dalam sujudmu.
Sandaran hatiku,
Bersabarlah pada bacaan Al-Qur'anmu
Sandaran hatiku,
Aku mencintaimu dan aku akan selalu memintamu pada Pencipta kita.

Sandaran hatiku,
Aku merindukanmu,
Aku begitu merindukanmu yang berdiri tepat di belakangku, mengikutiku dalam kewajiban Sholat lima waktu.

Sandaran hatiku,
Aku menginginkanmu,
Aku begitu menginginkan dirimu yang duduk di sebelahku seusai Sholat, bertadarus dan memperindah setiap bacaan Al-Qur'an.

Sandaran hatiku,
Aku mencintai dirimu
Aku begitu mencintai dirimu yang nantinya selalu mengingatkanku, Menjaga sepertiga malam,
Menjaga Sunnat Rawatib
Menjaga hijrahku denganmu bersama dalam membangun sebuah bahtera di muka bumi
Dengan si anak muda,
Dengan segala kekurangan
Dengan segala kelebihan
Selalu dan terus berusaha
Hingga kita mendapati Keridhoan Illahi
Memimpikan kampung halaman
Tempat kita berpulang nantinya
Surga nun indah yang mengalir sungai-sungai.

Aku begitu merindukanmu,
Aku begitu menginginkanmu,
Aku begitu Mencintaimu,
Dengan hadiah yang tengah aku persiapkan
Ar-Rahman untukmu sandaran hatiku.

~Alek Wahyu~






"Untukmu yang tiada aku ketahui sama sekali, perihal siapa dan dimanakah engkau saat ini"


Ya Ukhti,
Aku tiada mengetahuinya sedikitpun,
Perihal siapakah dirimu dan dimanakah engkau saat ini.
Namun ukhti, satu yang tengah kupahami saat ini,
Dimanakah rindu ini akan berlabuh nantinya?
Dengan segala upaya nun tersimpan pada bilik-bilik tertentu yang diamnya seakan menyatakan cinta.

Ya Ukhti,
Engkau tahu apa yang paling aku rindukan?
Engkau tahu apa yang paling aku inginkan?
Dan apakah engkau tau apa yang paling aku cintai?

Ya Ukhti,
Siapapun engkau dan dimanapun engkau
Aku harap engkau jua menengadahkan tangan dengan penuh harap
Menggantungkan doa di sepertiga malam
Menyampaikan Niat di setiap sujud terakhirmu
Melantunkan Al-Qur'an untuk bekal si anak muda kelak.

Ya Ukhti,
Aku merindukanmu,
Aku begitu merindukanmu yang berdiri tepat di belakangku, mengikutiku dalam kewajiban Sholat lima waktu.

Ya Ukhti,
Aku menginginkanmu,
Aku begitu menginginkan dirimu yang duduk di sebelahku seusai Sholat, bertadarus dan memperindah setiap bacaan Al-Qur'an.

Ya Ukhti,
Aku mencintai dirimu
Aku begitu mencintai dirimu yang nantinya selalu mengingatkanku, Menjaga sepertiga malam,
Menjaga Sunnat Rawatib
Menjaga hijrahku denganmu bersama dalam membangun sebuah bahtera di muka bumi
Dengan si anak muda,
Dengan segala kekurangan
Dengan segala kelebihan
Selalu dan terus berusaha
Hingga kita mendapati Keridhoan Illahi
Memimpikan kampung halaman
Tempat kita berpulang nantinya
Surga nun indah yang mengalir sungai-sungai.

Aku begitu merindukanmu,
Aku begitu menginginkanmu,
Aku begitu Mencintaimu,
Dengan hadiah yang tengah aku persiapkan
Ar-Rahman untukmu ya Ukhti.

~Alek Wahyu Nurbista Lukmana~

Kumpulan Puisi Adhiet's Ritonga - BINGKAI ASA


BINGKAI ASA
Adhiet’s Ritonga


Hidup memang indah bila diresapi
Meski banyak rintangan yang dilalui
Cinta dapat menjadi suka ataupun duka
Karna cinta SMA bukanlah segalanya

Bakti pada Negeri adalah bakti yang abdi
Pengorbanan demi cinta juga pada keluarga
Ayah, Ibu dan Guru yang kita kasihi
Ilmu dan pengajaran bekal meraih cita – cita

Kantor Pusat Sanggar Pelang





DOA DIKALA MALAM
Adhiet’s Ritonga


Kala purnama genap berbilang
Serumpun bintang pendar cahaya
Awan berarak kembali pulang
Langit hitam pudar warnanya

Malam dingin diselimuti angin
Hujan menyiram bahasi bumi
Aku menghadap pada – Mu ya Tuhan
Bersujud haru tenggelamkan diri

Kupanjatkan doa berderai air mata
Hapuskan dosa sehampar lautan
Terimalah Allah taubatan hamba
Seluas angkasa mohon ampunan

Qiamulail hamba tegakkan
Tepat dikala malam Lailatul Qadar
Jalan yang bengkok segera luruskan
Sebab diriku terkesilap sadar

Kantor Pusat Sanggar Pelangi

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - PINTA YANG TAK RENTA


♡PINTA YANG TAK RENTA♡


Tertatih tubuh ringkih
Merayapi dinding senyap
Dibingkai figura pengap
Bersimbah rerona noktah

Sayap-sayap telah patah
Telapak tanpa jejak
Punah remah tersapu pongah
Sirna daya tuk mengepak

Lirih angin gemerisik
Bawa warta sang belahan asa
Tentang rasa nan diusik
Oleh bulir buah pena

Mengapa
Tak jua bisa lena
Meski selimut setebal rindu
Tak jua lelap di ruang kalbu

Usah kau tabur debu
Ada angin kan bertiup
Lalu netrapun kan terkatup
Hantar langkah tersandung batu

Singkirkan semua benalu
Jangan biarkan tumbuh
Bersemayam di ruang pilu
Jaga cinta tetap bersih

#DewaBumiRaflesia_06_04_17

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - ASIAH CHAN


# ASIAH CHAN #

Asiah Chan,
Kau kan lahirkan kepiluan,
Kau kan hadirkan kembali kepedihan,
Getir yang telah ku rasakan,
Akan kah menjadi ujut kenyataan,
Luka yang ku rasa di sepanjang perjalanan.

Asiah Chan,
Kau bunga kayangan,
Kau Bidadari impian,
tak mungkin dapat ku temukan,
Menemani kisah di dalam kehidupan,
Yang selama ini ku dambakan.

Tak kan air dapat ku ukirkan,
Tak kan Angin tempat ku berpesan,
Hanya sebuah hayal dan angan,
Yang menemani rasa bersama bayangan,
Di dalam kegelapan,
Perjalanan yang kehilangan tujuan.

Asiah Chan,
Kau harus memahami,
Bunga yang kau berikan,
Tak pantas untuk ku miliki,
Untuk ku pajangkan,
Di taman Sunyi sepi yang menyelimuti.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 06:04:2017




# TANGIS REMBULAN #


Kan ku dengar kan,
Suara alunan senja,
Di antara Gemuruh lautan,
Kan ku kabarkan satu tanya,
Tentang rembulan,
Yang kan memberi sinarnya.

Nyanyian malam kian menjelma,
Riuh camar tak terdengar lagi,
Hanya dinginnya angin yang menyapa,
Kabar kan sepi yang menyelimuti,
Dalam menanti seberkas cahaya,
Yang kan menerangi kesendirian ku ini.

Bintang bintang,
Sinar rembulan,
Kini perlahan menghilang,
Dan hanya rintik hujan,
Menepis lamunan ku yang panjang,
Di dalam kegelisahan.

Kan ku nyanyikan sendu,
Tentang tangisan rembulan,
Juga mendung kelabu,
Diam diam memberi kegelapan,
Yang kini kian mencumbu ku,
Di sepanjang perjalanan Impian.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 10:04:2017