RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Selasa, 27 Juni 2017

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - MASIHKAH


# MASIHKAH #

Masihkah,
Aku dapat melihat mentari,
Sendangkan senja,
Menanti gelapnya malam,
Begitu juga mendung,
Menyelimuti cahaya rembulan,
Yang berhasrat menerangi kegelapan.

Masihkah,
Dapat ku sentuh si embun pagi,
Sedangkan malam,
Melupakan indahnya bintang bintang,
Dan aku larut,
Di alunan kumandang Alquran,
Yang bersahutan bersama sang angin.

Masihkah,
Aku dapat zikir kan kalimah Illahi,
Dalam ibadah puasa,
Dalam hembusan nafas ini,
Bersama mentari,
Bersama si embun pagi,
Hingga nanti,
Senja kembali,
Menyambut gelapnya malam.

Masihkah,
Ada waktu untuk esok hari,
Kau dan aku tetap bersama.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 02:06:2017





# PUDAR #


Cakrawala merona,
Menelan mentari senja,
Tiada aksara ataupun suara,
Menerobos ruang di dada,
Semua entah ke mana,
Meninggal kan ku di dalam lara.

Pudar sudah lamunan,
Angan hilang di kegelisahan,
Hanya tersisa puing puing kenangan,
Menemani sepenggal perjalanan,
Yang kini bias dalam impian,
Hilang di penantian.

Malam kan menjelma,
Akan kah rembulan menerangi,
Aku juga ingin bermanja,
Menepis kenangan yang menyelimuti,
Biar semua gambaran patamorgana,
Pupus bersama kemerlip bintang kejora.

Aku telah jatuh tersandar,
Lunglai di dalam kegelapan,
Dan impian pun terkapar,
Terbaring tampa keinginan,
Dan cahaya indah cinta pun kini memudar,
Tenggelam di dalam kesunyian.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 30:05:2017





# TERPURUK #


Entah kemana lagi,
Ku langkah kan kaki ini,
Aku kini kian tak mengerti,
Kenapa relung hati semangkin sepi,
Semuanya bagai tak berarti,
Ibarat air di daun keladi.

Keangkuhan ku menatap mentari,
Buta kan sekelip kelopak mata,
Itu sudah jelas pasti,
Namun aku selalu berusaha,
Hingga nanti aku dapat memahami,
Kenapa pandangan ini begitu hampa.

Aku ingin meluah kan ruang imajinasi,
Aku ingin berlari sekuat ku mampu,
Supaya aku tak lagi seperti mati,
Tak lagi kaku membisu,
Bagai bara ku ingin menjadi api,
Bagai kan tanah ku ingin menjadi batu.

Keterpurukan ku kian meraja,
Keinginan ku kian sirna,
Aku hanyut di belai patamorgana,
Hingga nanti datang nya senja,
Membawa ku kealam maya,
Hingga keterpurukan ini sirna.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 28:05:2017





# MENEMANI BAYANG KE RINDUAN #


Gelisah,
Senja kian merona,
Entah lah,
Aku menatap mentari rebah,
Kian rebah di cakra wala,

Ada rasa rindu membelenggu,
Menyisakan kenangan,
Ia tercurah dari kalbu,
Menjalar dalam ingatan,
Di situ ada kamu,
Menemani ruas ruas perasaan.

Aku tak ingin bersedih lagi,
Namun aku tak dapat melepaskan kecewa,
Walau Ku tau burung burung tak lagi bernyanyi,
Namun bayang mu semangkin menggoda,
Di dalam rasa hati,
Kala kumandang akan Azan menggema.

Andai kau tau rasa ini,
Bermohon lah kepada Illahi,
Katakan aku tak ingin sendiri,
Katakan cinta kita tetap bersemi,
Biar para malaikat dapat mengakui,
Sekuat apa cinta ku ini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 27:05:2017





# AKU DAN LILIN #


Sayup sayup ku dengarkan,
Jangkrik jangkrik berdendang,
Ia nyanyikan tentang rembulan,
Yang lama menghilang,
Di balik mendung nya awan,
Bersama kemilau bintang bintang.
Aku ingin melangkah,
Di dalam gelap gulita,
Tapi aku kian resah,
Gerimis kini mulai menyapa,
Yang menjadikan tubuh ini basah,
Terpuruk lelah tak bersuara.

Malam kian merona,
Hujan kian melanda,
Dan aku diam seribu bahasa,
Menatap seberkas cahaya,
Yang kini masih setia,
Menerangi ku di gelap gulita.

Hanya lilin ini yang menerangi,
Hanya lilin ini yang rela,
Menemani ku di sini
Berkorban hingga ia tak lagi menyala,
Menerangi di hujan dan gelap gulita,
Yang kini bermanja di kelopak mata.

By : LUmbang KAyung
( 25 : 05 : 2027 )





# GALANG RAMBU ANARKI #


Galang Rambu Anarki,
Di mana pusara mu,
Apakah kini kamu tak lagi berarti,
Atau roh mu telah beku,
Beku di telan bumi,
Musnah Hilang dan berlalu.

Galang Rambu Anarki,
Bangkit lah kembali,
Lihat Negri ini,
Ibu Pertiwi seakan teracuni,
Bbm masih melambung tinggi,
Anak anak masih kurang Gizi.

Galang Rambu Anarki,
Kini Masih terus terjadi,
Pengusaha tarik subsidi,
Penguasa Negri seakan tak perduli,
Hingga bayak nyawa yang mati Suri,
Oleh Jiwa jiwa yang tak mempunyai Hati.

Galang Rambu Anarki,
Di mana hilang nya doa doa kami,
Di mana tinju mu yang kami nanti,
Kami masih di sini,
dan terus menanti kau kembali,
Hingga nanti Ibu Pertiwi tersenyum kembali.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 22:05:2017


------------------------------------


Ku renungi isi dalam lubuk hati,
Terpapar silap dan salahnya diri,
Suara Takbir yang bergema di sana sini,
Bekumandang meluluh kan ke egoan duniawi,
Di hari yang penuh berkah dan rahmat Illahi,
Ku sujutkan maaf atas dosa dan silap ku ini.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI,
MINAL AIJIN WAL PAIJIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

BY : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 25:06:2017





# JANJI DUSTA #


Untuk apa ku kembali,
Jika bunga tak lagi bersemi,
Pelangi tak lagi hiasi hari,
Menyambut ku kembali di sini,
Dalam merenungi sebuah janji,
Yang kini merobek ulu hati.

Untuk apa ini semua,
Impian telah menjadi sirna,
Janji menjadi dusta,
Sedang rindu hanya hiasan kata,
Penghibur lirih alam maya,
Di saat ku ingin meraih gita cinta.

Cincin yang di dalam genggaman,
Kini menjadi cemoohan,
Uang yang telah ku janjikan,
Kini menjadi kekecewaan,
Dalam sebuah perjalanan,
Menempuh lelah nya perjuangan.

Ku temui engkau tak lagi sendiri,
Diri mu telah menjadik miliknya,
Dan entah kemana lagi ku harus berlari,
Meninggal kan perihnya luka dan lara,
Biar impian di hari lebaran nanti,
Sirna di dalam jiwa dan raga.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 19:06:2017





# LAMBAIYAN TERAKHIR #


Sampai saat ini,
Aku tak dapat melupakan,
Kenangan yang ku alami,
Kesalahan yang telah ku lakukan,
Tapi itu sudah menjadi takdir dan rejeki,
Yang takkan pernah ku persalah kan.

Ku ingat gelembun air di kolam,
Saat itu engkau memanggil nama ku,
Ingin ku luah kan kekuatan yang terpendam,
Tapi aku merasa tak mungkin mampu,
Dan kesedihan ku resah kian mendalam,
Di saat ku merasa ingin menjemput mu.

Maaf kan aku sayang,
Hanya itu yang dapat ku lakukan,
Bukan aku tak ingin berjuang,
Aku hanya mampu berdiri di tepian,
Tiada mungkin aku terlalu jauh berenang,
Walau itu di air jernih yang tenang,

Hanya tersisa kini sebuah kenangan,
Teringat tangan yang engkau lambaikan,
Waktu itu kau meminta pertolongan,
Waktu itu aku merasa ketakutan,
Dan perlahan di telaga itu engkau menghilang,
Hilang dan hingga kini tak dapat di temukan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 16:06:2017





# SI TUAN POLAN #


Kebencian mu
Kini tersimpan di dalam senyuman,
Demi sebuah arti kemenangan,
Menjadikan ajang pertikayan panjang
Yang kini telah mengorbankan nama Tuhan,
Budaya dan cita cita Pancasila.

Entah siapa yang benar,
Hukum hanya menjadi catatan,
Dalam kumpulan buku persidangan,
Tentang ayat ayat yang tak pernah usai,
Yang menjadikan kami semangkin dungu,
Mengenal siapa sebenar nya kamu,
Yang ku sebut si tuan polan,

Kini jalan dan persimpangan,
Telah menjadi ajang pertemuan,
Demi melepaskan dendam amarah,
Liar bagaikan gerombolan srigala,
Buas dengan cakar cakar yang tajam,
Rakus haus kentalnya darah kebencian,
Yang akan menjadi penyesalan panjang,
Yang tak kan pernah lagi sempat terpikirkan,
Untuk memahami arti sebuah kesetiaan,
Demi kebohongan mu si tuan polan.

Lihat kian lusuh bendera kami tuan polan,
Pudar tak lagi terlihat nampak berwarna,
Dan bait bait alasan mu,
Kini telah menjadi tontonan soasial,
Demi angkuhnya keserakan,
Yang tak lagi bisa melahirkan keadilan,
Sebenar benarnya keadilan.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 15:06:2017




# PINTA KU #


Biarlah segalanya,
Itu sudah biasa,
Untuk apa lagi diri mu bersamdiwara,
Dan untuk apa lagi berdusta,
Melangkah lah kemama engkau suka,
Jika itu yang membuat mu bahagia.

Hati ini,
Jiwa ini,
Lelah sudah menemani,
Apa yang telah kau cari,
Apa yang kau jadi kan mimpi,
Semua itu tak dapat lagi ku temani.

Aku tau,
Aku dapat memahami,
Siapa diri mu,
Siapa insan yang lemah ini,
Tak kan mungkin seorang wanita seperti mu,
Mampu menemani kehidupan ku.

Mf kan aku,
Biarkan kan semua berlalu,
Tak usah lagi kau ragu,
Ini telah menjadi kehendak ku,
Walau sebenarnya aku tau,
Begitu perih nya melupakan mu.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 13:06:2017





# UMPAMA BINTANG DAN KIAMBANG #


Kau umpama bintang bintang,
Tinggi di awang awang,
Berpijar bersama rembulan yang terang,
Yang membawa impian ku ini terbang,
Di kala aku jauh memandang.

Aku umpamakan kiambang,
Terapung di sawah ladang,
Hancur dikala sang kerbau berkubang,
Dan terbuang bila pak tani datang,
Lalu hilang di kala air tenang.

Namun tak dapat ku pungkiri,
Kau begitu indah untuk di nikmati,
Menghiasi malam malam sepi,
Menemani mimpi mimpi,
Walau ku tau kau tak dapat ku miliki.

Berpijarlah sang bintang,
Ingin ku nikmati indahnya malam ini,
Teruslah menghiasi awang awang,
Aku juga tak ingin terlalu jauh beralusinasi,
Karena aku tau aku adalah sang kiambang.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 12:06:2017





# KARENA KAMU #

Karena kamu,
Bunga ditaman ku layu,
Malam malam ku kelabu,
Bagai kan batu,
Hati ku membeku,
Dingin bagaikan salju.

Karena kamu,
Burung burung bernyanyi sendu,
Tiada lagi merdunya lagu,
Iringi langkah ku yang tak menentu,
Dan kemana arah di tuju,
Semua hampa dan semu.

Karena kamu,
Impian ku meragu,
Berselubung kan rindu,
Ku tatap luasnya lautan biru,
Dan di dalam diam ku,
Ingin ku peluk erat bayang mu.

Ya karena kamu,
Karena cinta,
Karena rindu,
Aku kian sensara,
Hati ku semangkin beku
Dan tiada lagi kata untuk bahagia.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 11:06:2017





# WALAU SEKEDAR #


Di dalam kenangan,
Tersimpan bayangan,
Seraut wajah nan menawan,
Mewarnai kesunyian,
Yang kini ku rasakan,
Membius ku di dalam kesadaran.

Ku coba dendang kan lagu,
Meresapi lembutnya sentuhan,
Dan hembusan sang bayu,
Membelai sebuah renungan,
Yang begitu asik ku cumbu,
Menghibur ku dalam lamunan.

Malam begitu indah terasa,
Rembulan pun bersinar terang,
Hewan yang asik bercanda,
Menatap pijar bintang bintang,
Yang begitu ramah menyapa,
Menghibur angan ku yang terbang melayang.

Di sinaran rembulan,
Diri mu memberi ku satu kecupan,
Di pijar bintang bintang,
Merdu nada suara mu berdendang,
Dan aku pun terlena ke asikan,
Larut dalam bayangan yang tak ingin menghilang.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 10:06:2017




# DI KEHENINGAN MALAM #


Pijar sinar rembulan,
Pecah di antara awan awan,
Malam ku pun membias kegelapan,
Meretas bayang kesunyian,
Dan sayup sayup gema di bebatuan,
Memudar di hamparan rerumputan.

Kemana suara hembusan sang bayu,
Mengapa sirna di gemersik dedaunan,
Mungkin pungguk engan merayu,
Agar rembulan memberikan ku kehangatan.

Kini gerimis mulai berjatuhan,
Membasahi ku yang terpuruk di keheningan,
Dan malam pun menangisi kegelapan,
Yang tak dapat ku tepiskan,
Walau bintang bintang dan rembulan,
Merajuk di diantara titisan hujan.

Aku menatap kehampaan,
Sepintas bayang ku menghilang di kegelapan,
Dan dingin pun merangkul kerinduan,
Mendera ku dalam arti sebuah kesetiaan,
Yang begitu perih untuk ku rasakan,
Menyelimuti sepinya malam dan rinai rintik hujan.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 09:06:2017





# AKU YANG TERLUKA #


Untuk apa,
Kau datang lagi,
Sedang luka di jiwa,
Belum dapat ku obati,
Biarlah aku berduka,
Biarkan pintu hati ini terkunci.

Usah bicarakan cinta,
Bila kita tak setia,
Sayang mu itu sekedar saja,
Hanya di depan mata,
Yang telah menjadi sandiwara,
Di pentas air mata.

Biarlah aku menemani kecewa ini,
Tersenyumlah dengan kebohongan,
Aku tak ingin di temani,
Ingin ku bekukan semua kenangan,
Dan lamunan tak lagi membayangi,
Pabila itu dapat ku lakukan.

Aku hanya ingin sendiri,
Pergilah bersamanya,
Cinta ini sudah ku akhiri,
Berbahagilah andai kau bahagia,
Aku bukan dermaga pelepas sepi,
Aku adalah aku yang terluka.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 06:06:2017




# BIARLAH. #


Biarlah,
Hujan membasahiku,
Aku kan terus melangkah,
Walau tiada yang kan ku tuju,
Walau aku kehilangan arah,
Walau nanti semua orang tau.

Biarlah,
Aku dalam kegelapan,
Aku tak kan lagi resah,
Tak kan lagi kesepian,
Hingga nanti tubuh ini rebah,
Rebah di buai bayangan.

Biarlah terjadi,
Ini sudah takdir diri,
Layu di panas mentari,
Lapuk menghitung hari,
Bagai sabut di lautan tak bertepi,
Terombang ambing tiada yang menemani.

Biarlah semua,
Ini sudah kehendak yang kuasa,
Walau aku masih setia,
Walau aku tetap saja cinta,
Teruslah bersamanya,
Hingga kau benar benar bahagia.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 05:07:2017




# BIAR BERLALU #


Tiada lagi yang dapat ku goreskan,
Hanya tentang lamunan,
Tentang sebuah pejalanan,
Tentang rumput rumput di bebatuan,
Tentang kebahagiaan,
Yang hilang bersama kerinduan.

Ingin ku kabar kan tentang mimpi,
Kenangan remang temaram,
Yang terukir indah tampa janji,
Melebur lembaran kusam,
Dalam nota kehidupan,
Cerita satu malam.

Biar lah semua berlalu,
Tak ingin lagi ku berandai andai,
Hati ku telah membeku,
Raga ku kini tak lagi berarti,
Raga yang terkubur di putih nya salju,
Menanti hembusan nafas yang terakhir ini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 29:06:2017




# KANDAS #


Aku terbuai,
Larut di rindang pepohonan,
Hembunsan angin sepoi sepoi,
Membelai akan kedamaian,
Yang hilang dan pergi,
Bersama angan angan.

Aku bukan pemimpi,
Aku bukan penghayal kehampaan,
Aku cuma ingin kecapi,
Indah nya rasa yang dapat ku rasakan,
Coba menghibur ruang hati,
Usir detak jantug kegelisahan.

Di sini ku menanti senja,
Merayu mentari di atas telaga,
Gurauan sepasan angsa,
Memanggil ku untuk bercanda,
Di bening air yang membias cahaya,
Jadikan ku terkesima dengan pesona.

Ku dengarkan kicau burung burung,
Ku pandangi indah bunga bunga,
Angan ku pun turut melambung,
Tinggi jauh ke taman nirwana,
Menggapai impian yang tak berujung,
Dan kandas terkapar di pojok kerinduan cinta.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 03:07:2017





# KEBAHAGIAAN YANG KU MILIKI #


Ku ingin mencoba kembali,
Mengukir derap langkah hidup ini,
Menatap mega mega di langit tinggi,
Rangkul ramah sinar mentari pagi,
Dan embun embun yang menyelimuti,
Manjakan ku dengan segelas kopi.

Di sana luas lautan,
Hantarkan ombak ke tepian pantai,
Dendang camar dan nelayan,
Iringi gemersik niyur melambai,
Dan angin yang menyentuhkan belaian,
Merayu lembut kedua kelopak mata ini.

Ku ingat satu kenangan,
Tentang gelora rindu dan waktu,
Rajuk hati kemesraan,
Membuai ragu dan cemburu ku,
Di kala itu dilema cinta menantikan,
Jawapan di akhir kesetiaan ku.

Kini cintaku selamanya di sini,
Bangunkan ku dari mimpi mimpi,
Temani ku dengan segelas kopi,
Bangkit kan semangat di dalam diri,
Menanti hingga tiba waktu saatnya nanti,
Kebahagiaan ini kembali kepangkuan Illahi.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 30:06:2017




# NASIP KU YANG MALANG #


Ingin hasrat ku,
Senantiasanya bersama mu,
Dapat menyayangi mu,
Mengikuti jejak langkah mu
Dan dengan sepenuh cinta ku,
Ku kan menjaga pesona dan kelembutan mu.

Jika kulihat malam yang berbintang,
Rembulan yang bersinar terang,
Ingin ku ajak kau terbang melayang,
Menikmati indahnya malam yang panjang,
Di sana kita bercanda menari dan berdendang,
Di dalam merdunya alunan nada kasih dan sayang.

Itu seandai nya kau tau,
Andai kau juga dapat memahami ku,
Tapi karena rapuh nya aku di bahasa mu,
Hati kecil ku ini telah menjadi ragu,
Cinta suci ku pun terbuai rasa malu,
Walau sekedar untuk dapat menatap mu.

Aku tau musim mu telah bersemi,
Kau tau senja ku telah menemani,
Itu sepintas bahasa yang telah kau beri.
Bahasa yang dapat ku kenang sepanjang hari,
Tentang rasa yang tersimpan di dalam ruang hati,
Tentang malangnya cinta yang akan ku lalui.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 16:07:2017





# CELOTEH DI PERSIMPANG JALAN #


Takdir sudah ada yang ngatur."
Mo kabur ?,,
Jelas lu tersungkur.
Mau hidup lu hancur lebur ?.
Atau secepatnya lu terkubur?.
Dari itu seharusnya lu tau untuk bersukur'.

Lu tau kagak ya?,
Hidup itu kan harus saling berbagi.
Bukan cuma hanya untuk semau gua !.
Apa emang betul lu benar benar sakti ?.
Mimpi aja lu bakalan gak jumpa,
Yang namanya ku sebut sorga duniawi .

Negeri sendiri lu hiyanati ".
Apalagi jalinan persaudaraan.
Lu mau mati separuh mati ?.
Atau menanti karma yang di persimpangan ?.
Maka itu lu jangan terlalu banyak pada bermimpi.
Jalani aja hidup yang menjadikan lu bahagia.

Ingat dengan kekuasaan tuhan ".
Hidup ini bukan hanya untuk uang doang ".
Neraka itu sudah jelas menyakitkan kita kawan .
Entar baru di dalam penjara aja nangis minta pulang.
Apalagi alam kematian yang tak dapat terelakkan.
Pikir deh sebelum menjadi penyesalan yang panjang.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 15:07:2017





# CINTA KU YANG TERSEMBUNYI #


Ada sesuatu,
Meresap dalam jiwa,
Tinggi di langit biru,
Luas melebihi samudra,
Itu andai kau tau,
Itu andai kau dapat merasa.

Lelap ku yang terjaga,
Lamunan yang menggila,
Bagaikan sabut di pusaran samudra,
Tak lepas dari poros putaran nya,
Dan aku samangkin tergoda,
Pada setiap kata dan canda tawa.

Aku tak dapat memungkiri,
Aku tak kuasa untuk memiliki,
Tapi hasrat ku tak mau menepi,
Tinggalkan gelombang gelora yang ku alami,
Di dalam kehidupan ku ini,
Jauh di dasar relung hati.

Ku bermohon kepada mu ya Illahi,
Beri jawaban tentang rasa cinta ini,
Aku tak mau menyakiti diri,
Namun aku tak ingin impian ini pergi,
Hanya kepadamu ku dapat berserah diri,
Atas rejki dan takdir yang akan engkau beri.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 14:07:2017





# MENGUPAS KENANGAN #


Rinai hujan,
Basahi keterpurukan,
Di kesunyian,
Kumbang kumbang berterbangan,
Tinggalkan bunga bunga di taman,
Tinggal kan kegelisahan.

Ku mengukir di genangan,
Tentang syair kehampaan,
Menghilng di pandangan,
Tersimpan di ingatan,
Hanya tersisa lamunan,
Di bawah curah hujan.

Mendung masih menyelimuti,
Belaian angin berhembus merayu,
Terdengar gema di bukit tinggi,
Dendang kan nada sendu,
Syair cinta merobek hati,
Gugur kan bunga yang hampir layu.

Bunga memang bukan setangkai,
Taman tak selamanya indah menawan,
Hanya daun niyur yang terus melambai,
Memanggil ombak di tengah lautan,
Memujuk sudut di sanubari,
Membakar kenangan yang tak berkesudahan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 13:07:2017





# KEMBALILAH KE AJARAN TUHAN #

Gonjang ganjing Nusantara,
Prahara dan angkara,
Huruhara jadi petaka,
Kemuliaan agama seakan sirna,
Mata hati pun bagaikan buta,
Menatap linangan air mata.

Salah menyalahkan,
Membangun kebencian,
Bagai hilang kesadaran,
Mandi di lumpur kemunapikan,
Lalu tertawa cekikikan,
Di ruang kesesatan.

Salah siapa?,
Salah mereka?,
Atau aku dan dia,
Entah di mana jawaban nya,
Mari coba kita bertanya,
Kepada catan rasa kecewa.

Bangun dan bangit kawan,
Jangan hanya bermimpi,
Muliakan kembali ajaran Tuhan,
Usah lagi menanti nanti,
Lakukan apa yang dapat di lakukan,
Karena hidup ini bukan untuk kita sendiri.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 12:07:2017




# ANDAIKAN KAU TAU #


Diatas gelombang,
Kumemandang,
Ragu dan bimbang,
Kala itu berdendang,
Terbang terbang,
Gelora tinggi melayang.

Aku malu,
Tapi aku suka,
Dan aku tak tau,
Katakan rasa cinta,
Pada diri mu,
Ingin ku memimta.

Tersimpan rasa,
Mencabit rindu,
Kemana dan kemana,
Aku mengadu,
Kini aku hanya bisa,
Menapak jejak langkahmu.

Harus bagai mana,
Kini hanya kenangan,
Rindu ku yang meronta,
Menantikan sebuah pertemuan,
Bersama dirinya,
Dalam luahan rasa yang tersimpan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai





# JANGAN HANYA DIAM #


Apa yang di takutkan,
Haruskah jadi pecundang?,
Itu bukan jawaban,
Mari bersama berjuang,
Buktikan sebuah kebenaran,
Tampa ada lagi ragu dan bimbang.

Mari kita bergandeng tangan,
Kumpulkan semua kekuatan,
Agama bukanlah penyesatan,
Indonesia bukan tempat kehancuran,
Tempat hilangnya kemuliaan,
Tempat berakhirnya ke Ikhlasan.

Lihat mentari masih bersinar terang,
Bulan bintang masih menghiasi malam,
Perjalanan kita masih panjang,
Dan jangan kamu hanya diam,
Biarkan cita cita generasimu menghilang,
Terkubur di lembah yang pengap dan dalam.

Mari kawan,
Teruskan arti perjuangan,
Jangan lagi kita dikurung kehawatiran,
Lakukan apa yang dapat di lakukan,
Hapus semua pembodohan,
Percayalah kematian itu di tangan Tuhan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 07:07:2017




# IDONESIA MILIK KITA #

Aku seperti pemalu,
Sebenarnya ini zaman kami,
Namun petuah mu itu kami tunggu,
Apa ragunya kami rakyat negri ini?,
Siapa takut sama mereka itu?,
Kenapa kami terus saja menanti?,
Takutkah jawapan mu?,
Kami jangan lagi di bohongi,
Kamilah serdadu mu,
Itu soal biasa walau kami akhirnya mati,
Atau salah kah kata para pejuang terdahulu?,
Cobalah mengerti,
Tak usah lagi ragu ragu,,
Kekejaman Isis bagai pki saja itu kita takuti?,
Ah,,,
itu seperti kisah dahulu,
Tentang negri ini,
Tentang takut mu soal iblis dan Hantu belau,
Semoga kami bukan seperti kamu,
Kamu adalah para petinggi negri,
Dan yakinlah kami masih terus menanti,
Janji mu itu yang sejak dahulu selalu kami rindu.

By : By LUmbang KAyung
Air Joman Baru 07:07:2017




# MELEPAS CINTA MU #


Derai,
Hening terkapar,
Gapai,
Cahaya impian memudar,
Badai,
Langit di jiwa bergetar,

Resah,
Sepi malam menyelimuti,
Lelah,
Awan kian meninggi,
Pasrah,
Meronta ramah di nurani.

Bayang,
Meniti jauh berjalan,
Remang,
Membelai manja kepedihan,
Hilang,
Di dalam kegelapan.

Aku,
Nyanyian lara,
Mengiris luka di kalbu,
Bergema di singgasana cinta,
Menatap sayu kelopak mata merayu,
Meraung lirih suara hati yang tak rela.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 21:07:2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar