RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Selasa, 03 Juli 2012

MENGAPA BERHARAP PADA SUNYI


Menyingkirlah bianglala,
jangan melintang jalan
aku tertantang,
kubeli habis tawaran,
mengapa berharap pada sunyi
kenapa pula aku ini,
lupa perkalian,
lalai tambah kurang,
dimana batas ruang gaduh diantaranya,
jangan mudah catatkan gelar
pada suara yang terdengar,
hayo,katakanlah
tak lebih cuma rentetan,
sekarang harus diletakkan,
masih banyak tangan menjulur,
buat kutuntun menuju harap,
itu lebih baik.
---by Mikhael Rajawane sang Mahesa Timur raya---
---Larantuka, tanah datar, NTT, Rabu dini hari, 05 July 2012.--

KATAKAN PADA MALAM


Katakan pada malam,
esok kita larung jejak
sepanjang penggalah bambu
ukuran kata
sepanjang jengkalan depa
ukuran bahasa
sejauh tatapan mata
sumpah setia,
kita bertemu diufuk timur kotaku,
bawakan semua bahasa yang tak lagi berguna
aku pun tak perduli,
hujan ini adalah pembasuhan,
letakkan masa silam temaram,
sudah pagi sobat,
katakan pada malam selamat tinggal,
esok masih ada malam serupa kelam,
maka sekali lagi,
pergi dan akan kukunci mati
diri...
---by Mikhael Rajawane sang Mahesa Timur raya---
---Larantuka, tanah datar, Rabu dini hari, 05 July 2012.--

Senin, 02 Juli 2012

KU INGIN


Ingin mengulang cerita yang sama denganmu. Tak akan pernah kuulangi melepaskanmu.
Serupa sosokmu menghampiri pikiranku malam ini. Membuat mata tak ingin terpejam. Menikmati rindu yg amat dalam.
Aku membiarkanmu pergi agar kau bisa bahagia. Walaupun aku belum menemukan bahagia disini, tanpamu. :')

Oleh : Balon Tambuse
Tanjungbalai,Sumatera Utara

AKU DAN SEJENAK HARAPAN


Ketika aku sedih kau datang menghiburku.kau buat aku tersenyum dan berseri kembali.kau bangkitkan semangatku,kau kembalikan rasa percaya diriku.kau bagai pelita dalam hidupku,di saat aku kegelapan.kau begitu penuh kasih sayang,sehingga kau buat aku nyaman bersamamu.kau spt matahari yg menghangatkan bumi.Y ALLAH jika izinkan biarkan aku terus bersamanya selamanya..

Oleh : Dwi Kristin
Surabaya

JANJI YANG TERLUPAKAN


Setelah tertikam belati,
bagaimana lagi harus menyelamatkan diri,
seandainyapun harus henti,
kenapa harus begini,
catatan panjang yang terlalaikan,
pada janji yang mengakar,
meliliti setiap kepercayaan,
itulah awal keretakan,
sebab semua warna malam adalah gulita,
haruskah malam menolak bintang bintang,
manakala diri tersingkirkan,
betapa pahit kenyataan yang kau suguhkan,
tak perdulikan rasa,
tak perdulikan karsa,
jiwa pun meratapi karmanya,
sebab ketidakpastian jarak,
mana kau dan mana bukan kau,
pada setiap lipatan waktu,
menyisakan duka......

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar.-----
-----Makassar sapo terulang, Senin 2 Juli 2012. cttn harianku..----

JANGAN JANJIKAN


Jangan janjikan
senja pada malam
kerna hujan segera tiba
menawarkan tangis atas ratapan,
menggema direlung sepi,
agar tak sesak dada,
sendiri...
Jangan janjikan malam
pada pagi yang mendung,
sebab lihatlah gerimis
menangisi waktu,
hingga siang terbentang,
siapa yang perduli pada sosok insani,
meratapi jalan nya sendiri,
disini...
Jangan janjikan kata
pada pantai yang setia
sebab tarian alam,
mengawal setiap nyanyian ombak,
meski tak seorangpun paham,
magna duka yang seduka dukanya,
sepeninggalmu....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar---------
-----Makassar sapo terulang, senin 02 Juni 2012. Catatan harianku---

UNTUK APA LAGI


Maka suramlah warna kata,
sebab setiap koma dibekukan tanpa tanda baca,
tak ada lagi kalimat
sebab segalanya berujung dusta,
siapa yang percaya,
pada kebohongan yang membiasa,
kita dan kita pelakunya
semaunya
Satu persatu lipatan malam melahirkan jarak
tapi sedang kau nikmati mainanmu,
memuaskan permintaan sang zolim,
lagu klise tak punya melodi,
setega ini,
meracuni diri,
seakan aku ini musuhmu,
dan harus dihukum mati,
atas dosa yang tak pernah dibuktikan
untuk apa juga,
mengurai semuanya,
dipenghujung kalimat tanya,
didada.......

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar----
-----Makassar sapo terulang, Senin 02 Juli 2012. Cttn hnarianku.-

PANGGUNG SANDIWARA


Jika benar
lipatan kejadian tangga peristiwa
maka setelah ini
adegan lara, rindu dan perih
mesti kau perankan
dipanggung sandiwara kebersamaan ,
yang sejakmula tak setuju kau beri judul,
lalu akan kau tebar jala rayauan,
memasang perangkap perasaan,
menjual belas kasihan ditepi jurang jebakan asmara
sebab kau kira,
semua akan selesai diujung cinta semalam,
lalu dari sana menyusun rencana,
seperti semuanya sewarna,
padahal bukan kau sutradaranya,
aku menunggu,
rintihan perihmu,
diberanda muka asa,
telah kehilangan magnanya....

----by Mikhael Rajawane sang Mahesa dari Timur Raya.----
----Larantuka, NTT, Senin 02 Juli 2012.-

NASKAH AKHIR KEBERSAMAAN


Rindukan rasa
pada catatan disepanjang malam
begitu saja berita dicerna
lalu menerpa
kita
Seperti biasa
marahmu melumat hanguskan semua rasa
tanpa tanya,
terus kau siapkan kuburan
sebab niatmu pasti
merah darah dinyali
tak sedikitpun coba kaji
rangkaian uji coba kebersamaan ini,
andai telah temukan bahagia,
aku rela
sebab itulah naskah akhir,
kebersamaan kita.....

---by Mikhael rajawane sang Mahesa dari Timur Raya-
---Larantuka, NTT, senin 02 juli 2012. -

KAU TETAP MILIK SEMUA ORANG


Mudahnya bilang cinta,
berapa nilai sayang diagendamu,
sejauhmana ukuran cinta dihatimu,
itulah hitungan,
atas kelengahan yang sengaja,
seperti katamu,
tak suka muda belia,
malah sekarang kau pagut usia,
anak ingusan definisikan cinta,
mana mungkin dia menolaknya,
apalagi tanpa tiket,
memangnya dinas sosial kebersamaan,
memunguti perasaan dari lobang kehancuran,
semoga usia masih sempat melihat,
jalan ujung cinta yang kau pamerkan,
kisah cinta sang belia janjikan,
ya aku cukup terbakar,
tapi apa bedanya,
kau tetap milik semua orang,
meski kini ganti mereknya...
sungguh aku tak rela,
meski kau menikmatinya.....

---by Mikhael Rajawane sang Mahesa dari Timur Raya---
---Larantuka, NTT, Senin Malam 02 Juli 2012.---

KETIKA LANGIT INGKAR JANJI


Bagaimana
mengeja susunan kalimat diatas nada
siapa yang mewasiti peristiwa,
hingga seperti ini jadinya,
belum lagi tiba distasiun kata,
sudah buyar diterpa berita,
kenapa langit memalingkan janjinya,
atas sumpah yang diatas kepala,
sejujurnya :
telah ternoda jalannya drama,
karena kata hati meraja disikap dan tingkah laku,
begitu tidak perdulikah semua,
atas tumpukan demi tumpukan deritamu,
aku masih perduli,
tapi kenapa begini,
ingkari janji.......

-----by Mikhael Rajawane sang Mahesa dari Timur Raya---
-----Larantuka, NTT, Senin malam 02 Juli 2012.---

AKU TAK PERNAH RELA


Kekasih
lembaran jiwa sudah layu
bukan sedih atas sandiwaramu,
atau patah rasa kerna pameran sekilas mata,
bukan itu
duh kekasih...
entah kenapa ,
aku tak pernah rela,
membiarkanmu hanyut dicuramnya ego,
tanganku tak cukup panjang,
untuk meraihmu
mulutku tak cukup bertuah,
untuk mengatakan sayangku,
setelah terlanjur kau hanguskan asa,
pada bara yang tersulut disetiap lipatan rasa,
kenapa begitu tega,
dosa apa yang telah kulakukan,
hingga memuncak dendammu,
disetiap tarikan nafas,
hari haripun cerai berai,
sebab tak sedikitpun kau beri kesempatan,
agar hakikinya rasa sampai kealamatnya,
meresap di jiwa,
sekarang tentu sudah gamblang,
sayang itu cinta
atau cuma pecundang....
jika masih punya hati dan nyali,
coba tata kembali
atau pupus sama sekali....


-----by Mikhael Rajawane sang Mahesa dari Timur raya.--
-----Larantuka, Senin malam, 02 Juli 2012.---

MENGAPA SEMBUNYIKAN RASA


Ambillah kaca,
lalu bahasakan apa saja dipermukaannya,
jika suhu ruangan
sebagaimana mestinya, maka
kaca retak sejuta,
pecahannya kemana-mana
melukai sayatan disukma,
siapa yang kau tuju,
hingga harus kutanggungkan malu,
jika kau mau,
mari kita hitung satu satu,
setauku,
kujalankan sesuai kehendak sepakat kata,
malah kau suruh aku katakan apa adanya,
tapi tak siap kau terima,
belum lagi kusebut nama,
bara diseluruh jiwa sudah menyala,
kau cuma bersembunyi,
dibalik belangmu sendiri,
mengapa menghukum setiap peristiwa,
jika peranan mengatakan bukan,
terus terang yang mana kau suka,
cemburumu setinggi Himalaya...


-----by Mikhael Rajawane sang Mahesa dari Timur Raya.----
-----Larantuka, NTT, Senin sunyi, 02 Juli 2012.---