Rabu, 24 Oktober 2012
DENGARKAN KATA HATI
Kini
mengenangmu pada getaran terhalus jiwa
menjadi catatan atas rahasia hati yang tak bisa dibaca.
Siapapun tak punya kunci memasuki area rahasia dibalik sukma,
cuma sang pemilik raga dan Penciptanya.
Lalu kenapa kita merasa mampu membaca kata hati orang disebelah kita,
sekelam malam tersembunyi berjuta juta rencana
dan berlaksa tanda tanya disana.
Sungguh tak kumengerti arti kesepahaman,
jika kita mengambil jalan sekendak kata hati saja,
tak perduli pada fakta,
bahwa sesungguhnya telah melambung jauh ,
menyingkap keegoan dan malah telah membakar dendam tak berkesudahan. Mengapa tak sekalipun menoleh kedalam bilik bilik rahasia milik kita,
atau sesekali mencermati, betapa banyak hutang janji, hutang kata, hutang rasa, hutang budi dan segala tagihan atas apa yang tak pernah bisa kita penuhi...
Jika ada diam dan senyum yang ngambang diwajahnya,
bertanyalah tentang getaran apa yang melahirkan senyuman itu,
barangkali lidah telah melukai hatinya,
atau sikap, bahasa tubuh atau tindakan sengaja atau alfa
telah meluluhlantakkan ketulusan hatinya..
tanyakan, mengapa....
-----by Mikhael Rajawane.-----
-----(M)Tanah rantau, Minggu pagi, 21 Okt 2012 . 08:20.-----
Selasa, 23 Oktober 2012
CATATAN PRIBADI
Malam ini,
aku akan menjemputmu dibatas jeram kehampaan,
jangan lupa berbekal pedang keadilan,
sebab sepanjang petualangan ini kita akan bertemu raja tega,
berdasarkan catatan, tak ada yang mampu mencium tangannya,
sebab sebelum bertemu kita sudah menjadi pengikutnya,
sejak itu, segalanya halal....
semua jalan boleh dilalui....
nah...bagaimana menurutmu,
apakah niat masih tersurat untuk kujemput dalam penat,
sebelum semua terlanjur mari mengatur alur,
dimanapun kita akan bersisian jika niat sudah tak bulat,
terakhir kucatat, kau serong kiri lima derajat
dan aku terus menapaki jalan lurus tak bertepi,
kawan...
catatan ini sekarang kubuka untuk umum,
aku ingin khalayak ramai menimbang sikap dan lelaku kita
sekaligus kutunggu koreksimu,
memperaktekkan pelajaran sekolahmu dimana aku tak turut,
akan kucatat dipustaka jiwa,
pada lembaran yang utama......
-----by Mikhael Rajawane.-----
-----(M)Tanah rantau, Minggu malam, 20 Okt 2012 . 19:38.----
PENANTIAN TAK BERUJUNG
Pada akhirnya,
kuhanya pasrah pada kenyataan yang membelenggu jiwa,
merintih dalam sendu yang tak mampu kuurai,
begitu perih menerima sikapmu yang terlalu acuh,
membiarkan aku terombang ambing dalam ragu yang menggantung,
terlalu pahit kenyataan ini,
batas batas kesabaran telah sampai ujung asa,
bahkan semua yang kupunya telah kuberikan,
telah tergadai harga diri,
seluruh harap telah kugantungkan pada belas kasihmu,
tapi yang kuterima tumpukan ketidakpastian
penantian yang tak berujung,
meskipun harus berakhir dengan kecewa,
kuharap sebuah kepastian nyata
akan kujadikan hakikat,
buah cinta yang menggelora didada,
bersamamu....
-----by Mikhael Rajawane.-----
-----(M)Tanah rantau, Minggu siang, 20 Okt 2012 . 12:38.---
( Berdasarkan penuturan sahabatku " S " )
Sabtu, 20 Oktober 2012
MAAFKAN AKU
Jangan mencariku lagi,
sebab waktu telah berhenti dihadapanmu,
kini jalan kita beralih sungsang,
tak pantas lagi mengharap terang,
sebab lentera satu satunya milikku, telah kehabisan cahayanya,
maafkan aku tak mengenal rupamu lagi,
setelah mataku kau penuhi dengan kebohongan dan dusta.
Bahkan hatiku telah beku oleh pertunjukan erotismu menggelar hasrat,
layaknya orang tak berdosa menukikkan tudingan,
padahal tak kupunya cacat cela,
ternyata semua itu cuma tipu daya,
kini semua berbuah petaka,
tuailah olehmu,
maka menjauhlah dariku sebab kurasa aku mulai tak punya jiwa,
aku khawatir,
wajahmu pun tak kukenali lagi,
setelah topeng kemunafikan berlapis lapis kau jadikan penutup wajahmu,
jadi maafkan jika telingaku telah kehilangan pendengarannya,
kerna terlalu sering mendengar bisikan palsumu,
meski ngilu atau petaka melanda hidupmu....
-----by Perlazank Menthaze.-----
-----(M)Tanah rantau, Kamis malam, 18 Okt 2012 . 22:07.-----
KINI AKU LELAH
Jangan katakan apapun,
meski sesak nafas didada,
biarkan lembaran waktu menata semaunya,
kelak akan tersusun jua segala kata,
meski berujung sesal yang tak mampu dieja,
aku sudah isyaratkan nada,
jangan katakan aku lupa,
sebab tengadahku tak pernah kau sapa,
kini aku lelah,
kubenamkan diri dalam diam yang tak ingin siapapun menyapa,
termasuk kau.....
-----by Perlazank Menthaze.-----
-----(M)Tanah rantau, Kamis malam, 18 Okt 2012 . 21 :52.---
KENANGAN
Ijinkan kuhaturkan selamat jalan,
meski jarak bukanlah pemisah rasa,
tapi setidaknya mata tak lagi mampu membaca raut wajahmu,
seperti kemarin.
Jika kebersamaan ini melahirkan catatan perih atau luka yang menyayat,
kuharap segera saja dilipat dalam bingkai kesahajaan,
berilah maaf atas semua itu.
Jika kebersamaan ini menumbuhkan galau,
kuharap itu pun cuma selendang sutra penghias jiwa.
Aku berharap,
waktu masih memberikan kesempatan pada hati yang merindu,
meski cuma menatap harap.
Biarlah esok kita jelang dengan hati yang penuh harapan,
sembari mencatatkan dengan nyata hari hari yang lebih bahagia,
pintaku padamu kekasih hati,
dalam sujud doa tahajudmu,
sebutlah namaku agar berdiriku tak goyah dan terantuk antuk pada hidup yang penuh tantangan..
ya, selamat jalan kekasih hati,
bawalah sejuta kenangan indah yang tak mampu kuberikan bagimu....
-----by Mikhael Rajawane.------
-----(M) Tanah rantau, Kamis sore 18 Okt 2012. 15:19.------
meski jarak bukanlah pemisah rasa,
tapi setidaknya mata tak lagi mampu membaca raut wajahmu,
seperti kemarin.
Jika kebersamaan ini melahirkan catatan perih atau luka yang menyayat,
kuharap segera saja dilipat dalam bingkai kesahajaan,
berilah maaf atas semua itu.
Jika kebersamaan ini menumbuhkan galau,
kuharap itu pun cuma selendang sutra penghias jiwa.
Aku berharap,
waktu masih memberikan kesempatan pada hati yang merindu,
meski cuma menatap harap.
Biarlah esok kita jelang dengan hati yang penuh harapan,
sembari mencatatkan dengan nyata hari hari yang lebih bahagia,
pintaku padamu kekasih hati,
dalam sujud doa tahajudmu,
sebutlah namaku agar berdiriku tak goyah dan terantuk antuk pada hidup yang penuh tantangan..
ya, selamat jalan kekasih hati,
bawalah sejuta kenangan indah yang tak mampu kuberikan bagimu....
-----by Mikhael Rajawane.------
-----(M) Tanah rantau, Kamis sore 18 Okt 2012. 15:19.------
KEMBALI DARI AWAL
Kuberharap,
petualangan kali ini melahirkan kedewasaan insan
didasar jiwa yang kering kerontang,
menyisihkan kabut egoisme dari pustaka lapuk jiwamu,
pada pergantian siang dengan malam semacam ulahmu,
berhentilah sejenak berkaca diri,
menanggalkan semua tinggi hati,
saatnya menyadari kekeliruan bersinergi dengan kebutuhan,
semua berujung kesia siaan belaka,
mestikah mengorbankan segala galanya.
Jangan menuding hujan,
sebab hujan cuma gumpalan awan yang bermetamorfosa menjadi air,
mematuhi hukum alam
memeluk bumi hingga keakar pohon,
menghijaukan daundaun kehidupan.
Jika telah bulat kata,
sepakati dengan jiwa,
untuk kembali dari awal,
menapaki peruntungan,
sebagaimana adanya.....
-----by Mikhael Rajawane.-----
-----(M)Tanah rantau, sabtu siang 20 Okt 2012 . 14:23.---
BATAS KEYAKINAN
Kekasih,
jika awan melukiskan gerak yang melankolis
tentang rasa dan juga tentang cinta yang tumbuh diantara semak belukar,
maka kuyakinkan
diseberang sana pasti juga ada mawar yang mekar secara alami,
mengisyaratkan kasih,
meski harus ingat akan duri yang menanti.
Jangan melupakan hukum alam,
agar hujan tak membasahi kakimu,
bawalah serta segala kata,
bekal buat pengembaraan yang teramat muskil,
jika memang yakinmu melebihi kewajaran ,
maka kelak akan nyata batas mana yang bisa kita raih,
aku akan menanti diujung hayalmu.
-----by Perlazank Menthaze.-----
----(M)Tanah rantau, Kamis malam, 18 Okt 2012 . 21:42.-----
Jumat, 19 Oktober 2012
SUKSES
gulungan ombah bukan menandakan badai,klo dah mengering rumbai nyiurpun akhirnya jatuh ketanah juga,....
semua terjadi karena kehendak allah bukan di tentukan alam.
jika semua sudah ditentuka olehnya apalah daya kita hanyalah insan yg hanya bisa berpasrah diri kepadanya, biar berbekal apapun itu tiada artinya bila sudah di hadapannya......,
orang bijak akan bilang orang yg pertama kali melihat kita menangis adalah keluarga kita,yg pertama kita dengar adalah jeritan dan tangis anak istri....
yang lain hanyalah fatamorgana yg ada di kehidupan.....
jika ingin sukses bahagiakan anak istri dulu....
klo ingin sukses buatlah teman bahagia...
klo ingin sukses hadapi dengan senyum.
Oleh : Sigit Sujanto
SOSOK KEBANGGAAN
Duh...adekku,
jika kehadiranku mebangkitkan nostalgia biru bagimu
tentang orang yang kau cintai,
kuharap tak larut mengantarkanmu kelembah yang terlalu dalam
pada sisi kesedihan.
Kenanglah sosok kebanggan itu sebagai panutan ,
agar esok bisa kita goreskan keberadaan
membuat bangga orang orang tercinta.
Berjanjilah pada diri dan pada sang Ghoib,
bahwa kau akan tegar dalam segala keadaan.
Jangan biarkan kepergiannya
mengguncangkan sendi sendi yang kokoh dalam kepribadianmu,
seirama tauladan orang yang kita cintai itu.
Bangunlah sahabat,
tataplah berdiriku dibalik kenangan indahmu atas sosok kebanggan itu.
Berilah magna yang lebih berarti,
agar langit memberikan warna yang indah atas tauladan Ayahnda tercinta.
Doaku menyertai langkahmu
menyongsong masa depan :
Sukses dan bahagia, selamanya....
----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham/ putra fajar.---
----Makassar sapo terulang, Kamis sore 18 Okt 2012. 16:49.--
(Kudedikasikan buat sahabatku : EMBUN PAGI )
jika kehadiranku mebangkitkan nostalgia biru bagimu
tentang orang yang kau cintai,
kuharap tak larut mengantarkanmu kelembah yang terlalu dalam
pada sisi kesedihan.
Kenanglah sosok kebanggan itu sebagai panutan ,
agar esok bisa kita goreskan keberadaan
membuat bangga orang orang tercinta.
Berjanjilah pada diri dan pada sang Ghoib,
bahwa kau akan tegar dalam segala keadaan.
Jangan biarkan kepergiannya
mengguncangkan sendi sendi yang kokoh dalam kepribadianmu,
seirama tauladan orang yang kita cintai itu.
Bangunlah sahabat,
tataplah berdiriku dibalik kenangan indahmu atas sosok kebanggan itu.
Berilah magna yang lebih berarti,
agar langit memberikan warna yang indah atas tauladan Ayahnda tercinta.
Doaku menyertai langkahmu
menyongsong masa depan :
Sukses dan bahagia, selamanya....
----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham/ putra fajar.---
----Makassar sapo terulang, Kamis sore 18 Okt 2012. 16:49.--
(Kudedikasikan buat sahabatku : EMBUN PAGI )
SEBUAH KEYAKINAN
Kemudian
semua akan kembali seperti sediakala,
memanjang sunyi dari subuh hingga dinihari...
lembaran demi lembaran kehidupan akan tersibakkan
dalam suka maupun duka,
aku terdampar disalah satu pojok kesunyian
ditanah rantau kering atas kasih,
menjalanai karmapala yang kusepakati dengan NYA.
Kuharap,
jika badai hidup dan kehidupan itu kembali menyapa keberadaanku ,
tak lagi membuatku terpuruk pada galau yang terus saja menggila,
maka kuharap jua doamu duhai kekasih hati,
agar tak tandus ladang jiwaku,
sebab hidup mesti kita teruskan ,
dengan sebuah keyakinan , bahwa esok harus lebih baik dari hari ini...
Jika getar getar rindu itu sampai diberanda hatimu,
ceritakanlah tentang catatan yang membuat kita tertawa,
ya segumpal nostalgia yang pernah tersuratkan....
-----by Mikhael Rajawane.-----
-----(M) Tanaha rantau, Kamis sore, 18 Okt 2012. 15:03.----
PENANTIAN TAK TERBATAS
Aku
menunggumu dibatas waktu
kenapa belum jua menyapa,
membiarkan lelahku lenakan asa,
jika terus begini,
aku bisa kehilangan diri,
kumohon, datangkanlah hembusan bayu yang seasing apa saja,
agar tak lagi kuharap cuaca,
sebab kita memang beda,
tak mungkin menyatukan bahasa, kata apalagi kalimat tanya
Seperti pesanku,
aku tetap menunggumu hingga batas usiaku,
meski kutau mustahil adalah jawab satu satunya atas penantianku,
namun masih ada harap ditangan Sang Ghoib,
ketika segala sesuatunya tak ada yang mustahil, bagi NYA
itulah yang kutungggu hingga ujung ajalku,
menjalani karmapala didunia nyata.....
mampukan aku menantimu Gusti Pangeran Welas Asih....
----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham/putra fajar.---
----Makassar sapo terulang, Jumat pagi 19 Okt 2012. 08:16.--
PEMBAWA PESAN HUJAN
bergulung ombak laut biru
kisah rumbai nyiur inginkan ciumi tanah
memporak porandakan atap bangunan dan layar layar besi jalanan
menciutkan hati pongah manusia beserta tehnologinya
kamilah biang kerok dari semua kejadian heboh
petir adalah teman golongan pembawa pesan
dahsyatnya kan menghanguskan kebanggaan isi dunia
gemuruh suaranya menggelegar
sebagai terapi kejut dan peringatan dini
bagi mereka mereka yang lupa dan tak siaga
sedia payung sebelum hujan
ungkapan sederhana yang bermakna luas
dari orang bijak yang peduli akan pengingatan
apapun bentuk aral mendatang
akan teratasi dengan ketenangan usaha persiapan dan do'a
Oleh : Deky Budi
Surabaya
Langganan:
Postingan (Atom)


