RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Selasa, 06 November 2012

RINDU UNTUKMU


Angin malam menerpa wajah yang kuyu ..
tubuh menggigil menahan udara dingin ..
Ada rindu di malam ini ..
yang penuh tanya tanpa meminta jawaban ..


Oleh : Dyang Sinta Q
Medan,Sumatera Utara

BERPUTIH MATA


Pada tataran ini
aku melipat niat pada asa yang terikat,
meski rumit jalan merambat, tapi tekad tetap bulat

Mengapa renggang jarak membilang,
kita yang dulu berkata lantang,
sekarang bungkam, terjungkal ditangga sistem..

Irama sungsang dimainkan ditengah melankolisnya harga diri,
bukankah dimana mana bisa didapatkan harga tukar tambah dengan apa saja,
bahkan ketidakpercayaan meninggalkan tulangbelulang berputih mata,
dilalap usia.

Jika sudah begini, apalagi mau dikata.
Cuma bisa bilang, setengah yakin padahal hatinya hampa.
Kata sabar cuma jawab atas tanya yang tak berujung.
Sedangkan nasib adalah ujung pencarian yang tak berjawab.

---- oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham/putra fajar.----
----(M) Makassar sapo terulang, Senin jelang siang, 05 Nov 2012.----

SENANDUNG KEHIDUPAN


Menanti,
beraduk kesal,amarah pula gelisah
separah inikah asmara mementahkan logika
bahkan teori logaritma, menthal aritmatika kandas difakta
menyakitkan sekaligus menantang, membenci tapi merindu

Pasrah,
meski tak setulus ikhlasnya mentari pagi cumbui persada,
kita akan buat perhitungan, kenapa tak jua urut dada
hanyutmu tersesat, bathinmu berkarat.....

Ijinkan aku pergi,
memunguti lara dari rimba nestapa,
menyelesaikan bait akhir senandung kehidupan,
dengan atau tanpamu.....

----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham/putra fajar.-----
----(M) Makassar sapo terulang, Selasa dinihari, 06 Nov 2012.-

TENGOKLAH LARAKU


Maafkan aku
jika tak mampu melupakanmu
setidaknya kau tau rasa yang selalu kau curigai dariku
tapi sejujurnya aku tersiksa

Tidak berhakkah aku tersenyum lagi,
meski tak bersamamu

Jika kau tak mau mengajariku cara melupakanmu,
tolong kembalikan kunci bilik hatiku yang turut kau bawa pergi

Jika kau punya hati, tengoklah laraku
tak seimbang dengan rasa sayang yang pernah kuterima

Seberapa besarkah alfaku,
untuk menebus nestafa yang kau berikan....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham/putra fajar.-----
-----(M)Makassar sapo terulang, Kamis sunyi 01 Nov 2012.------

CINTA BERBALAS LARA


Dalam penantian penuh dengan kegelisahan
Kegalauan,
Kebimbangan
Ragu...
Lelah...

Letih...
Dan lesu...
Berkaratnya hati
Karna cinta yang di dustai..
Bekunya hati ini
Karna cinta berbalas lara..
Kerasnya hati ini..
Karna kulelah mengenal cinta..
Dan kini.. Tinggal aku sendiri...
Hanya seorang
Dalam rimba kenestapaan
Bersama kesunyian.

by Syahara Ara.--
Rabu, 03.15
(formosa 061112)
@anaktunggal.com.

( Seperti yg ditulis oleh sahabatku SYAHARA ARA, editor: M Sembiring )

PERGI


Maafkan aku
Bila kini aku meninggalkanmu
Sungguh...
Bukan niatku menyakiti hatimu
Melukai perasaanmu..

Mungkin..
Karna besarnya cinta ini padamu
Aku selalu curiga
Cemburu, cemburu dan cemburu..
Hingga kau tersiksa karna sifat buruk ku

Maafkan aku kasih..
Kini biarkan aku pergi berlalu
Membawa cintaku
Karna ku sadari..
Aku bukan yang terbaik untukmu.

by Syahara Ara.-
Selasa.05.00
(formosa 061112)
@anaktunggal.com.

( seperti yang ditulis sahabatku SYAHARA ARA, editor M.Sembiring )

ASMARA


Hhmm...
tergelincir aku tepat dipusara nya..
dengan nisan sederhana bertuliskan cinta..

Tak berdaya ,
terpasung pada sukma yang lara,
seberapa kupunya pun telah kuberikan..

Hasilnya?!
tak lebih dari air mata..
yang mnghiasi pori2 gelisah..

Tapi,
aku tak pernah menghitung jejak,
sebab cinta yang kumiliki sederhana,
kuberikan yang kupunya,
tak berhitung kembalinya

Lukapun berlumut..
terpagut dalam kelut yg membalut..

Duhai pelantun asmara,
maafkan ketidakmampuanku melupakanmu,
bahkan semakin erat mengikat,
saat kucoba lari darimu..

Bayangnya menghantui hati,
yang sepi dalam lirih..

----Karya bersama : BUNGA AJA dan DRS MUSTAHARI SEMBIRING.----
----Makassar pulau Andalas, Selasa siang-malam, 06 Nov 2012.----

Sabtu, 03 November 2012

GURUH DIHARI GEMURUH DIHATI

Ini adalah tapak bumi jalanku..
Tempat berteduh dibawah langitku..
Dengan cerita lewat caraku..
Mungkin tak kau mengerti..
Meski pijakan kita sama ditanah pertiwi...

Terngiang olehku kebodohan yang pernah menjalar..
Terdengar olehku kenistaan yang acapkali menyiksa bathin..
Menderu dimalam yang bergetar oleh guruh dan keroyoknya jatuhan air..
Ini aku yang membawa kisahku...

Oh telah kusapu badai keraguan..
Telah kutepis selimut yang menjanjikan kehangatan..
Pada RABB_ku telah kuhaturkan milyaran pinta dan do'a,
Walau sering jua kulalaikan perintah_NYA..

Ini adalah rasa malu..
Ini adalah kepercayaan yang satu..
Mengerti melalui hidayah yang selalu menyeru..
Padaku..
Padamu..
Pada kita...

Tak harus juga kau mengerti..
Tak harus pula disukai..
Sebab ini adalah rasa dari hati..
Yang memang tak pernah bisa kita mengerti..
Hanya mampu untuk coba kita fahami.

Ambillah untukmu..
Selama itu tak akan meragu.

By : Wahyu Sumut Kembara
Sabtu, 03 September 2012.
( Malam Diantara Gemuruhnya Guruh dan Jatuhan air )
Tanjungbalai - Sumatera Utara.

MENCINTAI TANPA SYARAT

Sahabat, ketika pintu-pintu perzinaan begitu luas terbentang dihadapan kita, menembus seluruh ruang dan waktu, dan begitu gencarnya memompa gejolak nafsu setiap kita tanpa memandang siapapun kita, Pelajar, mahasiswa, Pejabat sampai Ulama’ b
egitu mudahnya tersesat masuk dalam pintu-pintu perzinaan itu, masih mampukah kita mempertahankan IKATAN SUCI sebuah pernikahan?.

Taukah kita, bahwa Rosulullah SAW tidak mampu menduakan CINTA seorang KHADIJAH karena keduanya saling memberikan pengorbanan dan kesetiaan begitu besar, sangat berbeda dengan pernikahan Rosulullah SAW sepeninggal Khadijah, menikah dengan Aisyah yang masih belia karena Beliau butuh kejeniusannya untuk menampung WAHYU agar kelak dapat tersampaikan dengan sempurna kepada Ummat sepeninggal Beliau, bisa jadi kalo waktu itu sudah secanggih saat ini, ada komputer yang mampu menyimpan data seluruh Wahyu dan Pesan-Pesan Beliau, mungkin Beliau tidak diperintah oleh Allah SWT menikahi gadis b

elia, pernikahan Beliau selanjutnya dengan para janda adalah untuk tujuan mempererat persaudaraan, perlindungan, penyantunan dan penghargaan kepada para Istri dan keluargnya, dari seluruh perikahan Beliau sepeninggal Khadijah tak satupun dari para Istri itu, Beliau mendapatkan anak, kecuali denga Maria Qibthiyah namun anaknyapun meninggal di usia yang masih balita.

Cinta akan selalu terawat sempurna hingga akhir hayat kita ketika kita SALING MEMBERI dan SALING MELAYANI bukan SALING MENUNTUT dan MAU MENANG SENDIRI. Kisah cinta kali ini akan memberikan gambaran akan arti cinta yang sesungguhnya kepada pasangan kita…………………


Oleh : Ukhti Nisa
================================================================================


Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit, istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih dari 32 tahun.



Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.



Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.



Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa-apa saja yang dia alami seharian.



Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.



Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yang masih kuliah.



Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.



Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yang sulung berkata " Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu".





Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya "sudah yang keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".



Pak suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anak mereka. "Anak-anakku ......... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah..... .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yang selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yang tidak bisa dihargai dengan sesuatu apapun, Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini, kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit." Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak suyatno merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu..



Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno , “ kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa……?” ,





"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu.

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk mencintai semuanya dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya, Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…….."



Subhanallah... disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru



Sabda Rasulullah : “ Seorang suami apabila memandang istrinya dg kasih sayang, istrinyapun memandang dengan kasih sayang maka Allah memandang keduanya dengan pandangan kasih sayang. Bila suami memegang telapak tangan istrinya maka dosa-dosa keduanya berguguran dari celah jari-hari tangan keduanya “ ( Al-Hadits ).





MULIA kita dengan MEMBERI, ABADIKAN yang TERSISA dengan SEDEKAH


Kiriman : Ukhti Nisa
Dari : Rumah Yatim Indonesia

AKU PADAMU CINTA


serumpun rindu
mengakar kuat menancap kalbu
hisap madu dalam jiwa
getar halus selubungi hati
mekarkan kelopak bunga cinta
elok indahkan semesta kasih

Oleh : Secawan Candu

LEMBAYUNG KEHIDUPAN


melawan arus awan,yg hari ini slalu ingin menggumpal hitam..berlari,menjauhi san
g bayu yg merayu tuk ajak ku ujung waktu.
terambing di lautan keputusasaan,tanpa arahan ke segala tujuan..hanya kebosanan sejauh pandangan,tanpa ada yang menjadi halangan.
terdiam,tertahan,kaki ku langkahkan di persimpangan jalan..kiri bujuk merajuk ku kepada silam,kanan merayu sayu kepada kenyataan.
dan di depan,indah ku artikan sebagai ujian kehidupan penuh kelokan..tapi,rintangan bukan tantangan!
hanya keadaan ku kembalikan kepada harapan sbagai arahan..


kota tua,jakarta..
Oleh: Corush Arai

ROMANSA


desah terhempas lepas..
mengelupas paras jiwa dalam bingkai kertas..
kanvas angan telah terkulum tak lagi berbekas..
terbias bebas tanpa batas realitas..
ataukah mungkin dunia ini terlalu beringas..
hingga atma jiwa terabaikan bak pintalan kapas..

Oleh : Corush Arai
Jakarta

Kamis, 01 November 2012

TENGOKLAH LARAKU


Maafkan aku
jika tak mampu melupakanmu
setidaknya kau tau rasa yang selalu kau curigai dariku
tapi sejujurnya aku tersiksa

Tidak berhakkah aku tersenyum lagi,
meski tak bersamamu

Jika kau tak mau mengajariku cara melupakanmu,
tolong kembalikan kunci bilik hatiku yang turut kau bawa pergi

Jika kau punya hati, tengoklah laraku
tak seimbang dengan rasa sayang yang pernah kuterima

Seberapa besarkah alfaku,
untuk menebus nestafa yang kau berikan....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham/putra fajar.-----
-----(M)Makassar sapo terulang, Kamis sunyi 01 Nov 2012.------