RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 07 Maret 2014

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - LARA KELABU

# LARA KELABU #

Helai demi helai Dedaunan,
Berguguran tertiub Angin,
Dan Burung2 yang bermain,
Terbang di antara Ranting dan Dahan,
Yang kian Lapuk di makan Zaman.

Begitu juga kisah diri ini,
Bagai Pohon yang kekeringan,
Dan tiada Musim yang pasti,
Menjadi Janji di dalam Ketandusan,
Menyapa bersama keluhan Hati.

Bak Burung yang hidup sendiri,
Bertengger menanti datangnya Pagi,
Dan terbang tampa tujuan pasti,
Berkicau Menghibur diri di dalam sunyi,
Yang Bergema di Tebing2 Sanubari.

Di dalam nyanyian Senduku,
Takdir tak mungkin dapat terpungkiri,
Walau sedih ku membelai Kalbu,
Dalam menjalani Langkah kehidupan ini,
Bersama Hari2 yang kian Sendu.

Terurai tetesan Air Mata,
Tak dapat di tepis walau seketika,
Dan kata2 Indah tak lagi bermanja,
Menghibur Lara yang lama Mendera,
Di dalam jiwaku yang kini Merana.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 05:03:2014)





# MELATI DI TAMAN CINTA #

Masih ku ingat lagi,
Kupu2 Menemani Bunga Melati,
Tapi kini tiada lagi,
Mekar Melati tiada yang menghampiri,
Yang menambah indahnya Cinta di Taman Hati.

Termenung aku saat memandang,
Rasa Hampa kini menerawang,
Kenapa Kupu2 tak kunjung bertandang,
Menemani Melati di Waktu Pagi dan Petang,
Menanti Mentari Redup dan menghilang.

Kembang Melati mekar kini,
Dan aku masih di sini,
Setelah lama aku menanti,
Kupu2 bertandang di Hari ini,
Menambah Indah Kembang Melati.

Mungkin Hanya Aku yang Memahami Kata2,
Yang diam membisu tampa suara,
Tentang Hasrat ku yang kini Meminta,
Kesendirian ini pun menjadi Bahasa,
Bersama Kupu2 dan Melati yang ku Puja.

Dan kini Mimpiku masih menanti,
Hasrat Cinta yang lama di Damba,
karena Harum Melati Cintaku Tiada memanja,
Sedangkan Kupu2 Cintaku tiada yang Menggoda
Di taman Asmara Menggapai Bahagia.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 07:03:2014)



# KEGELISAHAN RASA #


Indahnya Laut yang Biru,
Membawa Hadirnya Kenangan,
Berirama bersama Iringan Waktu,
Ku Kenang sebuah Kerinduan,
Kala sang Bayu membelai Manja Hening ku.
Entah apa makna Nyanyian Camar,
Sedangkan Perahu terhempas Gelombang,
Harapanpun Memudar kian Gentar,
Di kala nanti Perahu menghantam Karang.
Entah Kemana perginya Asa,
Yang telah lama beriring Doa,
Sedang Raga Kian Kehilangan Rasa,
Membawa Derita di dalam Jiwa,
Bagaikan mendung menutupi Mentari Senja.
Perahu ku kian Merapuh,
Camar bernyanyi beriring Usia,
Kala itu Impianku kian Resah,
Menggugah kata dalam Kerinduan Cinta,
Yang menemani di dalam setiab iringan Langkah.
Laut nan Biru memberi Kenangan,
Gambaran Cinta Bak Patamorgan Lamunan,
Dalam Getirannya mencari Makna Arti Kehidupan,
Yang telah lama Allah ciptakan.
Asmara Cinta yang Berukirkan Kebahagian.
By : LUmbang KAyung ( Tanjung Balai 10:03:2014)

Kamis, 06 Maret 2014

Kumpulan Puisi Drs. Mustahari Sembiring - JANGAN BIARKAN HATI BERKARAT

JANGAN BIARKAN HATI BERKARAT
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.
-

Masih kuingat janjimu tentang rembulan,
sebelum fajar menyingkap segala dusta
kita akan tertawa
ya terpingkal-pingkal seperti lolongan srigala
membelah kalut tiap harapan
sisakan impian

Sekarang aku sadari betapa dungunya diri
menterjemahkan fatwa seujur ini
masih saja tertipu diri
pada janji seindah mimpi

Tak ingin kucatat hasrat apalagi kubawa kedunia kiamat
dengan ketulusan kumiliki kuikhlaskan semua hakikat
sebab semua cuma kehampaan tingkat bertingkat
jangan biarkan hati berkarat

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Senin,03/03/2014=15:15wib




BAHASANYA DUNIA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Katakan padaku magna sunyi,
samakah dengan sepi milikku
kerap datang ditengah hiruk pikuk pojok kota
sendiriku ditengah paniknya hidup
sendiriku dibentangan jalan karma
sendiriku jalani warna diri
ditengah keramaian hatiku redup

Katakan padaku magna sunyi,
jika tak seorangpun memahami bahasa sepi
tolong terjemahkan kedalam kosa kata
bahasanya dunia

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Senin,03/03/2014=16:36wib




INILAH HIDUP
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Inilah hidup,
saat kukatakan lukakulah terperih,
padahal menganga luka diatas luka
bahkan luka seluka lukanya mengering ditrotoar rasa
milik sesama, luka sesama,perih sesama

Inilah hidup,
meski lara menumpuk nestapa didada
manalah orang percaya, dikira pura-pura
apalagi rona dimuka telah kupatenkan senyum saja
kitab kehidupan mengajarku terima apa adanya

Inilah hidup,
kita ada karena ada yang mengadakan
kita bersua karena ada yang mempertemukan
tiap insan bawa bekal istimewa melengkapi alam semesta
milik dunia kembali kedunia,kita kembali ke Kampung Baqa

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Kamis,06/03/2014=10:10wib



DEMI KEPUASANMU
Karya Drs Mustahari Sembiring


Tikamanmu terakhir tepat sasaran,
tertancap diulu rasa,
begitu kejam sikapmu tak terasa merobek indung asa,
alampun diam tak percaya,
henti diporos khatulistiwa
saat tersadar dari koma semua memalingkan muka,
tak mau jadi saksi, dustamu merimba

Jika kau mau,
kau pasti akan berhasil menikamku lagi,
takkan kuhindari demi kepuasanmu
hingga kau sadar se sadar sadarnya,
menyingkirkanku adalah kerugian bagimu

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Jumat,07/03/2014=08:38wib




HINGGA RAGA MATI JIWA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham,-


Kelam semakin kelam, semuanya kini kelam
kusut dari pangkal hingga pucuk,
layu lalu luruh ke bumi gersang
ditikam kerikil menggigil
tak ada ampun
jalan karma yang diorder, pesanan khusus
belum berakhir; hati hati jebakan
nista pun disediakan tanpa rasa kasihan

Sesak semakin sesak, tak ada ruang kosong
cemeti tetap saja menari dipunggung berbilur perih
tak bisa kupahami ini terjadi
etape nan teramat panjang, hingga raga mati jiwa
lupa ; ini hidup siaga terus terjaga
atau inilah sesungguhnya hidup itu sendiri

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Jumat,07/03/2014=08:00wib



MENGHAMBA TETAP PADAMU TUHAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Tujuh hari berlalu sepenggalah mimpi
sibuk mencari kesia-siaan bumi
didasari ketakutan pada esok tak pasti
seperti pekerja rodi
siang malam, tak berbatas samasekali
jiwaku haus kehilangan energi
Lonceng Gereja bergema memanggil nurani
roh diri gejolak, ingin lari dari belenggu kedagingan
ini aku Tuhan, manusia pendosa
jatuh dan terjatuh lagi dilumpur penuh nista
layakkan, mampukan kugapai Ridho MU
menghamba tetap pada MU meski dunia menolakku

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Minggu,09/03/2014=09:09wib




TERELIMINASI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Masih saja angkara murka meraja,
sepertinya warna telah abu abu semua
digelar sepanjang rentang usia,tiap lapisan ada
warna dasar jati diri ; tinggal kerinduan, bahkan mimpi
mahalnya sebuah kejujuran,mercusuar kebenaran
vonnis tanpa persidangan
Paling menyakitkan jika kita tau tiap lembar skenario picisan
namaku mendominasi setiap perbincangan
selalu ditawarkan pilihan tanpa rasa
bersyarat tunggal : ikuti pertunjuk saya; berakhir binasa
dibabak final diri sudah pasti tereliminasi
bersyukur atau menyesali ?

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Sabtu,08/03/2014=08:30wib




PAGI KAU TANAM,SORE KAU CABUT PULA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Tak pernah lagi kau sambangi rinduku,
sejak jarak tak lagi bisa dikompromikan,
bahkan terasa semakin menjauh,
tiap kali kugambar kenangan itu,
segera saja ia lesap dikeremangan lampu kota
hilang bersama seikat janji
kau bawa pergi
Begitu mudah bagimu meletakkan rasa
pagi kau tanam sore kau cabut pula
tetap kujaga adamu dijiwa, setidaknya kau pernah disana
sekarang itupun sudah tak ada
mengapa terus berdusta

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Sabtu,08/03/2014+23:00wib






SADARKAN AKU, INI MIMPI ATAU NYATA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Aku terlalu sibuk melukis angan,
memunguti mimpi mimpi kadaluarsa
tak mau terjaga
Aku mabuk janji oplosan,
berkampanye cara menanam kelapa muda,
dilahan berstatus waspada negeri penuh sandiwara
Aku jengah dicecoki bubur bayi setua ini
ikuti iramanya, sesuaikan goyangannya, nikmati sajiannya
aku hafal mantera itu;kutolak, berakhir sia-sia
teory menanam mumbang produksi feodal; luar biasa
petinggi negara, para penguasa ; sukses membangun menara gadingnya
rakyat jelata terkagum kagum dalam kemiskinannya
sadarkan aku : ini mimpi atau nyata ?!!

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Minggu,09/03/2014=08:08wib






MARI BERTUTUR PADA TUHAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Andai kumampu meraih hikmah
setetes pun jadilah
kan kusirami gurun jiwa-jiwa dahaga
Aku seringkali pulang dalam diam
membentangkan hampa beraroma putus asa
bukan keteduhan buah fajar hadir dijiwa,
malah kecewa bertebaran kemana mana
tapi kunci belum juga terbuka, mengapa ?
keluh kesah, bersungut sungut tak selesaikan problema
hati makin berkarat, hidup terasa berat
tanggalkan predikatmu, kosongkan gengsimu, rendahkan egomu
mari bertutur pada Sang Pemilik Segalanya

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Minggu,09/03/2014=19:19wib






SERAT DARI SANG PENCIPTA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Selamat datang anak hilang,
pulanglah ketanah kering kerontang jiwa terpanggang
Jika bencana inilah bencana,
jika berkat inilah berkat,
mari menyikapinya dengan waspada,
ada rahasia dibalik rahasia
Setiap peristiwa adalah serat dari Sang Pencipta,
kita mestinya menengok dengan jernih kedalam sukma....

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Minggu,09/03/2014=21:41wib





SIAPKAN DIRIMU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Ini baru awal sebuah tragedi binasa jiwa,
tahap perkenalan bangsa durjana,
ketika semua tak kasat mata mengaduk aduk rongga jiwa,
jeritan perih beradu cekikikan tawa adalah warna,
siapkan dirimu....
Dalam kengerian janganlah habiskan iman
dipojok kesadaran pasti ada jalan
meski tinggal setitik cahaya kehidupan
Apapun terjadi mari bentengi diri
jauhi kejahatan hindari sengketa jiwa raga
berteduh terus dibawah lindungan kasih NYA
dimampukan dilayakkan terima energi baru dariNYA

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,minggu,09/03/2013=21:21wib





SEIA SEKATA HINGGA BAQA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Kuprasastikan adamu dipondasi hidup
meski banyak sekali batu permata
tak satupun selaras jiwa
sebab kita memang seasal
kaulah tulang rusukku
Tak ada kata atau puisi mampu melukiskan pentingmu
dalam perjalanan karmaku
sebab tanpamu aku bukan aku kini
teduh disamudra kasih setiamu
dijaga para pangeran buah kebersamaan
Kini disisa usia jembatani dunia fana
mari kita teguhkan sanubari tetap seia sekata hingga baqa

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,senin,10/03/2014=11:11wib




BIOGRAFI LAKSANA PRASASTI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Kekasih jiwa raga,
penat ini berkarat sekarat
serupa kayu buruk dijarah cendawan
tak berdaya,menyakitkan
dibiarkan hidup untuk menyaksikan ketidakmampuan
matikah aku, kurasa tidak
seperti pohon beringin, dibunuh tak pernah mati

Kekasih jiwa raga,
sekuat bisa kusimpan semua nestapa dera dan lara
dibalik senyum pahitnya kenyataan
suatu saat nanti singgahlah di sapo terulang
disana kata kurangkai jadi biografi laksana prasasti

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,selasa,10/03/2014=09:29wib




INSAN BERJIWA SATRIA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Kekasih jiwa raga,
telah kukerahkan segenap daya upaya,
melupakan lelah letih jejak anak desa merambah takdirnya,
bekalku tak cukup membasuh kenyataan,
ketika kejujuran dibenturkan dengan loyalitas,
saat kebenaran dihadapkan kepentingan,
faktanya; aku tersisih
jalan pengabdianku sungsang digiring kejurang
beginilah kenyataanya; digantung tak bertali
maafkan ketidakmampuanku menjual harga diri

Kekasih jiwa raga,
kesabaranmu tanpa batas ; kusyukuri sebagai selasih
bahtera kita dijaga pangeran perkasa tanpa cela
meski tak sempat kuraih bintang gemerlap diranah Tribrata
akan kuhiasi mahligai kita mahkota insan berjiwa satria

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Selasa,10/03/2014=08:08wib


HENING BERSAMA KERINDUAN

Hening Tampa Suara,
Ku Singkap Sunyi menanti Mimpi,
Membelah MAlam dalam Gelora,
Nikmati Kenangan yang sempat pergi,
Yang Hilang sekejab di dalam Dada.

Ingin ku bertanya,
Pada Malam di Remang Cahaya,
Kenapa Canda Manjadi Nyata,
Membawa Cerita yang kini Menggoda,
Seakan Menyiksa walau seketika.

Dulu semuanya biasa2 saja,
Tiada Canda menjadi Lamunan,
Tiada Sapa yang bermakna,
Tiada Rindu yang Menghanyutkan,
Semua tiada menjadi Kesan Bermakna.

Kini Hembusanpun Angin Bagai Menyapa,
Menjadi Swara dari yang tercinta,
Mengganggu di saat Malam tiba,
Menjadikan Semua bagai kan Hampa,
Bila Dirimu tiada Bersama.

Selamat Malam Lamunan,
Selamat datang malam yang Sepi,
Kan ku Hitung Waktu dalam kenangan,
Moga dapat menemani mimpi2.
Disaat Mata ini terpejamkan.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 04:03;2014)

PERADABAN YANG LAPAR

Direruntuhan puing - puing peradaban ini
aku teringat akan satu nyanyian ketidak pastian
Mereka tau kalau mereka lapar
tapi. mereka tidak memahami lapar mereka

Sikecil meronta berlumur keringat
memangsa dan terus mencari mangsa
mangsa yang didapat disambar rakus oleh silapar

Sikecil meronta berlumur lelah
mengintai akan menyambar santapan malam
setelah didapat si lapar merampok di dalam suapanNya

oooohhhh Realita Tragedi Kaum Barbar
Jangan Mampir ke Kota ku Tanjungbalai.

Selamat Pagi semua Wahai perangkai Aksara....

Oleh : Custom Srg
Tanjungbalai,Sumatera Utara



Lewat rona malam yang larut ku sisip pesan
Terimakasih untuk pengasuh dinding ruang pekerja seni yang telah memberi kepercayaan pada aqoe untuk bergabung . disini




PENANTIANKU

Bersama tetesan airmata …
Telah ku pasrahkan cintaku …
.. telah ku relakan kau pergi …
Dan biarkan ku tetap disini …
Menantimu …
Menunggumu …
Kembali dalam dekapan ku …

Mungkin kedengaran bodoh …
.. seperti tak punya malu …
Tak punya harga diri …
Tapi inilah aku dengan cinta ku

Bila bersamanya adalah kebabahagian mu …
Teruskan lah …
Berjalanlah seperti tiada yang terluka
Tersenyumlah seperti tiada yang menangis

Tapi ingatlah, penantian ku takkan perna berakhir …
.. karena aku tak mengenal rasa lelah
Tak mengenal rasa letih …
Walau mungkin harus menungguhmu seribu tahun lamanya


By : Handayani

Kumpulan Puisi Husna Ahmad - MALAM YANG HILANG KEMBALI INDAH


MALAM YANG HILANG KEMBALI INDAH
Oleh : Husna Ahmad


Angin malam mulai menghembus tenang
Menerpa dan bergejolak menyerap kegalauan
Menghilangkan masa masa suram
Yang dulu tlah lama hilang
Kini seakan kembali hidup dengan sinarnya

apa lg yoo,...
bantu donk nyelesaiknnya




AKU BANGGA JADI REMAJA INDONESIA
Oleh : Husna Ahmad

Inilah aku yang telah tumbuh dewasa
Setelah kurangkai beberapa kisah cerita
Bersama jiwa, raga dan Indonesia
Menjadi seorang remaja Indonesia

Beras, singkong dan sagu adalah makananku
Makanan yang dibuat oleh bunda tercintaku
Sambil kulihat burung berkicau disampingku
Memandangi lautan dan langit yang biru

Aku berdiri dengan jiwa pancasila
Tumbuh sebagai anak pelita harapan bangsa
Yang menjadi generasi penerus Indonesia raya
Supaya kian menjadi bangsa yang perkasa

Memang aku tak sanggup lagi bertumpah darah seperti dulu
Seperti yang dilakukan kakek nenek untuk bangsaku
Dan yang telah dikorbankan semua pahlawanku
Untuk kehidupan hari ini dan demi masa depanku

Aku hanya bisa meneruskan perjuangannya
Untuk terus belajar menjadi mentari bangsa
Yang akan mampu menyinari tanah pusaka
Dan tak kalah dengan semangat empat lima

Indonesia engkaulah merah seperti darahku
Indonesia engakaulah putih seperti tulangku
Yang akan bersatu dalam semangat hatiku
Serta merasuk dalam jiwa cinta tanah airku

Inilah aku sang remaja Indonesia
Remaja yang akan mampu berguna bagi dunia
Dan hidup tak akan sia sia
Serta menunjukkan siapa diriku sebenarnya


Husna Ahmad
Tanjungbalai,Simatera Utara



Kumpulan Puisi Siamir Marulafau - MAWAR YANG TERSANDUNG

Opini :
Bahasa Puisi itu apa?


Bahasa puisi itu adalah bahasa yang sudah dibedah.Bahasa dengan diksi pilihan sesuai dengan tajuk dan tema.Bahasa yang disusun dengan indah dan sistematika(konvesional dan tergantung pada penyairnya).Susunan kata atau diksi dalam sebuah puisi membentuk kalimat yang indah dengan untaian yang indah.Ada pun keindahan dalam kalimat puisi itu diolah oleh pengarang/penyair berdasarkan majas sesuai dengan tema dan tajuk maka terbuatlah kalimat puisi yang indah di samping memiliki makna di mana pusi itu dikatakan sebagai suatu hal yang misterius.

Bobotnya puisi bukan tergantung pada panjang pendeknya sebuah puisi tapi tergatung pada makna dan nilai serta kekuatan yang ada dalam puisi itu sendiri sehingga pembaca puisi itu akan merasakan seolah-olah dia hanyut dan terlibat dalam puisi itu yang membuat bulu kuduknya naik menciptakan rasa kesan dan pesan.

Pengeritik sebagai pembaca sebuah puisi harus memperhatikan sifat, bentuk puisi oleh penyairnya dan terlehih-lebih bila pembaca memahami gaya penulisan seorang penyair karena setiap penyair memiliki karakteristik penulisan yang berbeda-beda karena ada perbedaan latar belakang pengetahuan tentang penulisan puisi.

Penyair juga harus dapat menerima kritik yang sehat tentang puisi yang ditulisnya karena adanya kritik maka bertambahlah pengetahuan tentang penulisan puisi dan tidak akan ada kesempurnaan tanpa ada kritik(Vincil C.Coulter).Orang yang tak suka dikritik berarti orang tak mau maju dalam penulisan dan harus dicatat bahwa orang yang pandai mengeritik belum tentu juga pandai berbuat terhadap apa yang dikritiknya atau sama sekali kurang pengertahuannya tentang apa yang dikritiknya.Hal seperti ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari apalagi dalam ilmu sastra.

sm/06032014




SALJU YANG TERSENYUM
Oleh :siamir marulafau


cahaya mentari kau sisir
menerang di penantian seiring wajahmu
menyisir salju tersenyum bagaikan pelangi
di saat relung menggapai embun
wahai ....
manisku

sm/04032014



NAFSU MEMBARA
Oleh :siamir marulafau


Di kala nafsu dunia membara
Gelora asmara bergentayangan
Denyutan nadi bergerak cepat
...sepertinya kereta api siang malam
Desah nafas menderu bagaikan
...angin topan
Mata tertutup dengan angan mengembara
...di atas awan kelabu
Berbayang wajah tidak
Surga berdekap sepertinya dunia milik
...kita berdua

sm/04032014




MUARA HATIKU
Oleh :siamir marulafau

Sepertinya senjaku berkesudahan tidak
dalam renungan rembulan malam mengupas rindu
kerinduan yang terputus tiada akhirnya meskipun
muaranya tertutup dengan pasir banjir bandang
dari hulu ke muara tapi lara brsemayam dalam dada
terputus tidak sampai akhir zaman

muara sungai yang tersenyum menawan dunia
sepanjang petualangan anak rantau ke ujung dunia
bersarang ke tepian menantikan harapan
tak berakhir walaupun hanya dalam dunia maya kelam

sm/04032014




BERLARI SAMPAI KE MANA?
Oleh :siamir marulafau

Aku sesungguhnya lelah dalam bercinta
lelah dalam pemikiran
lelah dalam segalanya tapi kubawakan diriku
berlari

berlari sampai ke ujung dunia
berlari sampai terkapar di tanah diam
berlari sampai terperosok ke dalam surga

sm/04032014




MAWAR YANG TERSANJUNG
Oleh : siamir marulafau


kepompong bernafaskan mawar
kau sanjung memukau lara
bersuara merdu seindah surga berbayang
membuat dunia tergelincir di hamparan lautan luas
tak bertepi

suara merdu dengan nyanyian lagu indah
mengukir kerinduan di bumi Tuhan
senantiasa pujangga bembias rindu berkepanjangan
sepanjang dunia menggapai hasrat
sampai usia menyisir senja

sm/04032014





KAPAN LAGI KALAU TAK SEKARANG
Oleh :siamir marulafau

Kapankah impianku menyelimuti kenyataan jikalau tidak kau mengurai rasa suka dalam dada
Sepertinya kau menggenggam tidak sinarnya rembulan di kala malam gelap tak ter ang benderang

Itu bukan salahku sepanjang dunia tersenyum dengan bayang-bayang pelangi di siang hari yang kelam

Itu bukan salahku sepanjang mentari menyinari celah-celah dunia sebagai obat pelipur lara dalam raga

Kapan lagi bayangan sinar menyelimuti impianku sekian lama redup jikalau sekarang dikau menyemai tidak taman impianku sampai ke jendela firdaus

sm/03032014




TAK USAH SANGSI
Oleh :siamir marulafau


Sepertinya aku tak mau promosi jadi Caleg untuk dipilih ya tau tidak tapi kenyataannya kinerjiku ke depan lempang meyakinkan umat

sm/03032014




TERLANJUR
Oleh :siamir marulafau


Untuk apa aku jadi seorang pemimpin jika hanya aku meninggalkan nama yang tak baik dan tinggal di terali besi dikarenakan nafsu dunia membara dalam menggapai hasrat duniawi

sm/03032014




BAYANGAN YANG TERSENTUH
Oleh : siamir marulafau


Bayangan yang kau sentuh
menyisir kerinduan ke tepian
seiring cinta setia membahana
dalam jiwa

Luka terpendam mengiring kasih
membuai rindu sepanjang masa
meskipun bayangan kau sentuh
laraku tentram tidak sepanjang
akasra puisimu menyatu dalam
nafasku

sm/03032014



NILAI KEHIDUPAN
Oleh :siamir marulafau


Jika aku termenung seekor burung pun tak ada yang berkicau
Jika aku susah seorang pun tak ada yang ikut susah
Tapi bila kusenang bukan main orang berdatangan di rumah

Bila kutertawa bukan main orang senangnya dan tertawa pula
Bila aku berduka enggan orang datang
Tapi bila kupesta seharian bukan main banyaknya orang berdatangan

Hidup macam apa ini?
kalau tak pikir-pikir
Sudah kutebas semua

Tapi ingat negara ini negara hukum
Bukan negara rimba
Kalau ingin bunuh-bunuhan, pigilah ke hutan
Memangnya kita bukan singa

Tapi kita makhluk Tuhan
Kita semua saling menghargai
Nilai terpendam
Nilai budaya agama, pancasila

sm/06/0302014



ROS YANG MENGGIURKAN
Oleh :siamir marulafau


bunga ros kau genggam
mengurai laraku berkepanjangan
seiring nafasku mendesah tak berdaya
sepertinya jiwa tersemai dalam keindahan
sepertinya sukma tentram tidak
sepanjang ros berkembang tanpa akar

wahai manisku...
tiupkanlah aroma ros kau genggam
membuat dunia tersenyum sampai
kuterkapar di taman indah kita semai bersama
sampai akhir zaman

sm/05032014




KAU ADALAH TEDUHANKU
Oleh :siamir marulafau


meskipun kau tidak menyaksikan tangisku tapi kuselalu berteduh di sisimu karena kau adalah langit dan bumiku.

sm/06032014





Di JALAN ALLAH
Oleh :siamir marulafau


sebanyak apa pun harta kau susun setinggi langit jikalau tidak menyusunnya di jalan Allah, hidupmu tidak akan cerah terang benderang bagaikan kegelapan malam tak berbintang karena dunia menangis membanjiri bumi Tuhan

sm/07032014






MENATAP ALAM
Oleh :siamir marulafau

aku sepertinya menatap wajah alam
alam yang kugapai bagaikan surga tersenyum
di kala gadisku kurindu di atas daun hanyut
...di hamparan lautan tak bertepi

meskipun sekali waktu kurindu di atas langit biru
namun senyumku bersemayam di lesung pipiku
...kan kuhadiahkan sebagai tanda kasihku padamu

wahai manisku...
wajahmu secantik alam mengurai surga dalam sukma
berbayang wajah dikau sampai bayanganmu tercantol dalam
jiwaku




KESIALAN
Oleh :siamir marulafau


SIALAN: LAGI NULIS PUISI LAMPU PLN MATI.PUSINYA BERGENTAYANGAN DI UDARA TUHAN,SIAPA SALAH?KALAU TAK PIKIR-PIKIR NEGARA INI BUKAN NEGARA HUKUM,SUDAH KUTEBAS LEHER MEREKA DENGAN PARANG, UNTUK APA LAGI DUNIA INI.DUNIA INI TAK PANTAS LAGI DIDIAMI OLEH MANUSIA KARENA DUNIA INI SUDAH KEJAM

(PUISI.Oleh :siamir marulafau 07032014)



SENJA YANG BERCAHAYA
Oleh :siamir maulafau


sinarmu mengupas senja
berbayang sampai ke ujung dunia
meskipun jiwa raga berdekap tidak
namun nafas bersatu jua
sinarmu menyuluh harapan
menggunting berlipat-lipat
aromamu bagaikan rembulan
menyinari seluruh impian
meskipun usia ditelan masa
namu semangat tersanjung
...di atas awan di kala awam
melirik ke tepian
maksud hati nan meluk gunung
apa daya tangan tak sampai

sm/08032014




MTQ NASIONAL
Oleh : siamir marulafau


sungguh alunan suaramu mengukir keindahan dalam laraku
alunan suara merdu bagaikan suara nabi Daud
alunan suara merdu syahdu mengurai bulu kudukku naik sampai langit ke 7
suara syahdu kau lantunkan di atas awan sepertinya aku terbang mengembara di atas awan sampai jiwaku tersemai dalam surga firdaus
suaramu mengupas jiwaku bertahjud
suaramu mengiris jiwaku bersujud pada Tuhanku
kuberdoa, berzikir bersyukur MTQ mengubah segalanya dalam hidup
menyebut nama-Mu dalam ayat-ayat tersusun indah
melantunkan surah sampai ke aras-Nya Allah

sm/10/03/2014



BAYANGAN CINTA
Oleh:siamir marulafau


cintaku akan dikau mengurai lara
mengurai benang dalam jiwa
benang kasih bersemayam dalam dada
di penantian kugapai akan hasrat bergelora
meskipun sekejap dalam bayangan
namun cintamu kusemai dalam kerinduan

percayalah...
wahai kasihku
kau bagaikan ros menyelinap dalam rembulan malam
meskipun langit berbintang tidak namun nafasmu
...menghembus harapan membahana dalam jiwa
sampai terkapar di surga tak berpilar

sm/11032014




MENYISIR KERINDUAN
Oleh :siamir marulafau


meskipun deraunya hujan turun memabasahi bumi kerinduanku akan dikau menjelma banjir menyisir sampai ke tepi pantai di kala aku menepi bagaikan air sungai

yakinlah...
wahai kasihku
penantian kabur tidak sepanjang mentari bersinar menepi dalam sukma bahwa kau dan aku terpisahkan tidak karena nafasku menjelma daun ke liang kulbu walaupun ragaku berdekap tidak dalam jiwamu

sm/11-32014



DI UJUNG DUNIA
Oleh :siamir marulafau


meskipun alam kulukiskan dalam jiwa kuselalu menyandang kepentingan di kala alam bersahabat
di kala alam bersalaman dengan insan

aku ini, alam
sampai ujung dunia bersahabat selalu sepanjang alam bersatu dengan jiwa

aku ini, alam
dirusak jangan
alamku dengan pepohonan menjulang tinggi sampai ke langit
kuselalu melestari sampai ajal menjemput

yakinlah...
alam bersahabat dengan raga
bersumber 4 kepentingan
air udara api dan tanah

bumi Tuhan mengulurkan tangan
tersenyum siang malam di kala insan menyiram dengan air garam

yakinlah...
alam bersahabat sepanjang umat melestarikan jiwa dengan kepentingan di kala alam bernyanyi sampai akhir zaman

sm/10/03/2014




ALAM FANA
Oleh :siamir marulafau


dunia tersenyum
hutan belantara bernyanyi
berlagu indah menyayat hati
insan bermawas diri
mengurai gerakan dalam tindakan

mengasihi flora fauna dalam jiwa
berbakti karya Tuhan
kufur nikmat amat berdosa
sepanjang dunia terguling tidak

wahai insan...
bertaubat pada Tuhan
Pencipta alam dalam kemewahan
mengukir nafas berkepanjangan
terlepas tidak dalam raga

insan sesungguhnya sadar
alam bukan sembarang, berkicau
...bagaikan burung siang malam
menuju keindahan membahana
sepanjang masa meskipun
alam fana kekal tidak
sekejap dalam pandangan
namun alam terabaikan tidak

sm/10/032014



ANGANAN YANG TAK ADA UJUNGNYA
Oleh : siamir marulafau

menatap langit sepertinya mengukir anganan berkesudahan tidak
impian kadang tak tergapai karena lamunan berkesinambungan yang tak ada ujungnya sepanjang hidup terhias dengan suratan tangan yang tak habis-habisnya
membias dalam jiwa raga sampai akhir zaman

sm/11/03/2014

Minggu, 02 Maret 2014

Kumpulan Puisi Drs. Mustahari Sembiring - KATA PENUTUP DO'A KU

AKU, MANUSIA PENUH DOSA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Seberkas payah bercampur lelah,
menekan pundak membelit langkah tertatih
sesakkan dada nafas kehidupan senin kemis
segala daya telah terkuras membentur tebing
sementara batang usia semakin rapuh
senja mulai merona sepanjang tatapan hampa
inikah ujung tekad bulat anak desa
terkapar tak berdaya diujung birokrasi
digenapi serat jiwa leluhur
zamane zaman edan !!

Kini kudatang ke rumah MU Tuhan,
lonceng gereja panggilan itu menggetarkan nuraniku
kubawa seluruh beban lara nestapa juga derita jiwaku
ampuni dosaku Tuhan, layakkan mampukan kumenghamba padaMU
aku , manusia penuh dosa

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Minggu,02/03/2014=09:00wib



MENENUN HATI WELAS ASIH
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Jika ada waktu tersisa,
ajari aku menganyam awan
agar kutenun hati welas asih
bekal perjalanan jiwa di-hakiki-nya kehidupan
setelah hidup dilipat, ditutup untuk selamanya
dalam keagunganNYA : jarak - waktu - ruang terlampaui

Dari singkatnya waktu tersisa,
sisihkan usia menimbang harkat insani
mengirimkan tilik sandi kedasar paling jujur hati nurani
berapa besar kerinduan berbagi dari kurangnya diri ?
berapa luas hati nurani memaafkan sembilu lukai sanubari ?
berapa ikhlas syukur terucap dari nikmat hidup penuh berkat ?
jangan serakah menumpuk asesoris dunia, sia-sia sampah belaka
saat jemputan datang tak ada buah tangan, tinggallah semuanya

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,selasa,11/02/2014=07:47wib




MEMELUK KEJUJURAN DIRELUNG JIWA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Serupa saat kumulai
aku mencoba tetap setia
memeluk kejujuran direlung jiwa

Tiga dasawarsa kucatat ditembok pengabdian
jangankan berlari beranjak pun tak diberi kesempatan
seperti dipaku bumi
dipajang tak hidup tak mati
tolong tuturi bahasa sederhanakan jalan abdi
kenapa serumit ini ?

Duh, Gusti Pangeran Welas Asih, beri hamba pencerahan
tembok ratapan simpul kehidupan seturut pakem MU
mampukan jiwa ragaku tunaikan penggenapan
tetap dijalan MU

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Rabu,26/02/2014=08:28wib






UKIRAN KEBERSAMAAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Ketika kau dustakan semua janji terucap,
pohon pinus layu kehilangan muka
berguguran daun-daun harapan
luruh kebumiku sunyi
saat itu pula burung kepodang tak pernah lagi bertandang
tertinggal kehampaan mengering beku
hingga kedasar kalbu
kusembunyikan rapi kecewa itu

Tak ingin melampiaskan murka
apalagi menyemai dendam : anak mata ganti anak mata
tapi beranda jiwa telah kehabisan rongga
kemana kukembalikan tumpukan kecewa
kau ukir sejak awal bertatap muka

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Jumat,28/02/2014=07:07wib





KITA WAYANG DITANGAN SANG DALANG
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Maka sadarlah aku
jika terus kukejar terus pula ia berlari
semakin ku bernafsu semakin jauh kesempatan itu
bahkan ditiap tikungan sepertinya ia mengejekku
menakar upaya, tenaga dan keyakinanku
pada karma insani milik pribadi
dipatrikan sejak menyapa mayapada
hitam putih, pahit manis skenario Illahi
pantaskah kuhindari atau kurebut sesuka hati ?

Langkah rezeki pertemuan maut, mutlak bertaut
kita wayang ditangan Sang Dalang, kenapa meradang
pasrah berserah,melancarkan cerita, senangkan hati Sang Pencipta
bernafsu, emosi, lupa diri mengejar duniawi, apa dicari
asesoris dunia mengiringi serupa bayangan diri
kelak dilucuti saat jemputan datangi diri

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Jumat,28/02/2014=09:29wib





TOTALITAS DIRI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Aku melolong histeris kelangit biru,
menghidangkan nestapa senestapa nestapanya
menceracau mabuk putus asa, payah dan gelap iman
luka ku luka terdalam,
jalan ku jalan terjal menghadang,
bersungut-sungut penuh ketidak puasan
meratap tak berkesudahan, berujung tanpa harapan
pantaskah kuletakkan diatas seragam megahku ?
diujung senyum sinismu kau berujar : masih banyak orang lebih-sengsara, bahkan hidup tak layak didunia kelam pojok kota

Duh sahabat, serat jiwa kutulis adalah kalimat bersayap
sesungguhnya aku menghayati peran hidup dipanggung kehidupan
skenario menuntut watak, bahasa tubuh,totalitas adaku
kuperankan itu dengan segenap daya dan kemampuanku
jangan hukum aku , jangan kuliti jiwaku

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Jumat,28/02/2014=12:00wib




KATA PENUTUP DOAKU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Ada suara
tak bisa kulahirkan menjadi kata dalam nyata,
bagaimana kusebut gejala itu...

Datanglah menyambangi adaku,
baca semua isyarat
tersurat tersirat tanpa kalimat
itu aku
dipojok senyum milikmu, tak kutau arti senyuman itu
memuja atau mencibirku sepuasmu
dibatasi dimensi jarak,ruang dan waktu

Aku menanti dengan tak sabar
kata penutup semua doaku

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku, Rabu,26/02/2014=11:30wib




ALINEA PENUTUP JALAN KARMA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Melangkah pergi
tinggalkan catatan hati
pahitnya jalan hakiki

Diberanda jiwa, termangu, seperti musafir rohani
tiap insan jalani kodrat pribadi
lelah letih dimana henti,
sendiri ini menyiksaku
mengantarkan sunyi teramat sepi
hingga senja tiba
terpenjara dipenantian tanpa berita
alinea penutup jalan karma
didunia

Pada MU kuserukan suara tanpa nada, tenggelam dalam doa
mampukan layakkan kujadi hamba seturut rencana MU

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Rabu,26/02/2014=11:00wib.




MENGEJAR KESIA-SIAAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Berkejaran dengan pikiran
tertinggal raga
digerogoti usia

Berlomba dengan derita
kaki jadi kepala, kepala jadi kaki
perlahan tapi pasti, pondasi tegak berdiri
hidup tak susah lagi, apa terjadi ?
membangun menara tinggi-tinggi, kita tak saling kenal lagi
acapkali acungkan tinju, ajak berkelahi
sekarang kita asing diantara sedarah sendiri

Kita mengejar kesia-siaan, sisa usia sepenggalah lagi
apa yang kita cari, kehampaan dibawa mati

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Selasa,25/02/2014=12:12wib





ANAK DESA KEHILANGAN NYALI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Kutemukan diri kehilangan nyali
mengering ditangga gedung negeri
tak ada insan mengenali
raut wajah koyak-koyak
sisa semangat cerai berai berserak
tekad anak desa tinggal seperti ombak
mengejar pantai tak pernah sampai

Inikah akhir jalan berkelok anak desa nyatakan diri
henti dipagut situasi dilucuti zaman ditawan dinegeri sendiri ?

Hoi, siapa saja
jika kau dengar lolonganku tolong teruskan gaungnya ketebing
meski tidak sekarang, esok batu cadas akan mengeja kebenarannya
bahwa kebenaran pernah dinyatakan meski berakhir jadi arang

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Selasa,25/02/2014=11:11wib




MENGAPA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Tetap dipojok berdiriku,
meski kusumpahkan tekad
tatapanku pucat

Bagaimana lagi kusulut hasrat
jika mesti kubakar niat
aku tak kuat

Banyak kata kubangun jadi menara
disalah satu mercu suarnya kuberdiri galau
mengapa hari tak kunjung pagi jua ?

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Senin,24/02/2014=09:49wib




KURELAKAN SEMUA BERLALU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Kuterjemahkan ajakanmu
selembar harapan gugur dipenggilingan pagi
terbujur kaku dijalan berkelok menujumu
kerasnya hati

Katakan saja apa maumu
sudah kutakar keberadaanku takkan mampu
aku sungguh pemalu,tak punya saku,tak mampu tersipu
kaku dihadapanmu
malangnya aku

Biar kuterjemahkan bahasa tubuhku
dalam diam yang terselubung ngilu
kurelakan semua berlalu
demi keselamatanmu

‪#‎Pondok‬ bambu istranaku,senin,24/02/2014=10:01wib




KITA CUMA PENGEMBARA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Coba jelas dimana salahku,
saat menterjemahkan isyarat diwajahmu murung
kalimat mati tanpa kosakata
bagaimana mesti kueja
bahkan berbaur hurup dengan kalimat
bagaimana kucatat hikmat

Sekarang mungkin sudah terlalu senja
kakiku sudah kaku tak bisa bergerak lincah seperti dulu
kau dan aku sudah tau itu, akupun tak menyalahkanmu
sebab usia milik Semesta, kita kan cuma pengembara
sebaiknya sekarang mari bersiap ke perjalanan sesungguhnya
kutunggu dibatas usia

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Senin,24/02/2014=10:20wib


APAKAH KITA MAU INDONESIA MERDEKA, YANG KAUM KAPITALNYA MERAJALELA

"Apakah kita mau Indonesia merdeka, yang kaum Kapitalnya merajalela "

kmna negara ku ini.,.
kemana rakyat yang slalu berjelagar di setiap jiwa nya.,
mencengkram akan ketidak adilan para celoteh pejabat yang murka akan sepama nya.,
kmana mreka yang selalu berceloteh untuk rakjat.,
janji palsu.,
beradap seakan bergerutu membantai muslibhat nya.,

hayy kau orang besar...
ingat kah kau pesan sang peroklamator dunia.."
ingat kah kau! pengorbanan sang proklamator itu.,
Ingat lah!!...
“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya”

kmana kalian semua...!!!
kini kau zolimi janji mu.,.
kini kau tusuk pedang mu ke tanah rakyat.,.,
mana jati dirimu wahai penguasa orde baru..,
"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."
itu kata mreka yg berjuang untuk Orde ini..

sungguh ironiss bangsa ku.,.,
ingat lah kata bungkarno wahai penguasa orde baru...
"Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak." [Bung Karno, Pidato HUT Proklamasi]

kini kau kmana kan kata kata itu wahai penguasa orde baru .,.,
ulang lah sejarah mu.,
berikan setitik impian untuk negara mu ini wahai insan.,
jangan kau berikan setitik noda hitam untuk nya..



-----------------------------------------


tentang kita:
aku kamu..
ketika aku merasakan kamu..
aku berharap apa yang aku rasakan kamu rasakan...
kata hati memilih kamu..
apakah terbalas itu untuk mu.,.
see will love u.... you all that i need...


-----------------------------------------


cinta ku untuk nya apa ada nya...
buta hati karna kamu cuma satu..
di mana aku disini senang bersama mu..
jikala naiff bernyanyi air dan api.
maka cinta ku ini berjudul langit dan bumi.,
Apa pun yang terjadi , I love u 4ever and ever till the end of my life.

serdadu kumbang ini akan selalu menjaga mu..
andai kau tau apa yang ku cari
ialah seluk beluk hatimu..
kaulah bidadari yang turun dari langit.
serasa menggenggam surga di antara pelukan nya.,

pelangi dan matahari ialah sahabat sejati ..
tunjuk lah satu bintang yang anugrah nya pernah kau miliki..
hanya aku dan kau yang tau.,
betapa berarti nya bintang itu.,


-----------------------------------------



senyuman indah mu.,
hanyalah senyum penghianat sahabat.,.,
dalam duka kepada hati itu..
sampai nanti, sampai mati..
kpada hati itu..
semua tak sama sobat..
semua beda dari apa yang di rencanakan.,.,
buka hati mu.,
bukan tuk permalukan dirimu.,,

kerangka langit sang durjana...
bernaynyi dalam satu jiwa yang terluka..
bercerita akan peka nya dunia..
hanya ke bebasan yang dapat melega kan nya.,.

sungguh kau sang pendusta dunia...
salam untuk dia..
kehidupan ini hanyalah lamunan ke angkuhan.,.



-----------------------------------------



di saat ku mencinta di mana hati mu..
ternyata salah mengenalmu..
di saat sendiri..
asmara masih mencintai mu...

aku kau dan kenangan,.,.
tak kan pernah hilang walau cincin ini sudah berubah..
tuhan jaga dia dari ku...
percaya pada ku akan sandiwara inim ..
ku tak pantas di surga telah menyakiti mu...


by wira ara sudibyo
Tanjungbalai,Suamtera Utara

RASA INI

Mana pernah ku tahu
Jatuh cinta padamu
Di dalam hati ini sayang
Hanya namamu

Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya

ku ingin rasa ini
Hidupkan lagi mimpi-mimpi
cinta dan cita-cita
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya

Mana pernah ku tahu
Jatuh cinta padamu
Di dalam hati ini
Hanya namamu

By Qi An
28214
Tanjungbalai,Sumatera Utara

RUANGKU RUANG SEDERHANA

Pernahkah ada rasa rindu bagi kita terhadap benda yang selama ini menjadi cermin beranjak sila kita,dan pernah berundukkah kita ketika anak tangga yang selama ini sederhana dinaiki mampu menopang berbagai beban yang sangat berat.namun kita tidak menyadari kita terlalu nyenyak untuk menoleh kembali kebelakang.

Namun percayalah teman sahabat
aku dan kamu adalah bagian dari saksi terkecil kita
yang rindu akan kepolosan,kejujuran,kebersamaan.
dan bukan tindakan kemunafikan semata
syukurilah ini Rumah kita bersama.
rumah tempat duka suka kita
rumah dimana kita belajar sederhana
dan rumah apa adanya bukan ada apanya

Rasyid Riza
Ruang pekerja seni
— di Shah Alam.

KERINDUAN HATI

Kerinduan ini begitu indah nya,,,,,, tiada pernah bisa ku lukis kan dengan kata kata
Disetiap deyut nadi terbentang jarak dan waktu rasa ini kian terbelenggu di dalam hati ku
Semua mengalir seperti indah nya air,,, sebening tetesan embun pagi
Indah dan indah yang ku rasa inikah kasih dan janji mu pada ku ya tuhan,,,

Tuhan andae dia tau betapa rasa ini hanya ku berikan hanya pada nya
Kerinduan yang tiada habis habis nya
Wujud dari kasih sayang yang tulus dan abadi yang tiada orang lain akan mengerti cuma rasa aku dan dia yang bis memahami akan ada nya semua ini,,,,

Jarak dan waktu bukan lah suatu hal untuk setiap insan saling terpisah namun hati dan ketulusan akan sebuah doa yang mampy bertahan dan bertahta
Diri nya yang selalu dalam lautan kasih ku bagaikn menyirami seluruh kalbu ku,
Lembut akan tutur bahasa mu semakin ku membuat ku ingin disamping mu
Menemani perjalanan hidup mu dalam suka dan duka mu

Tuhan terima kasih kau berikan kerinduan ini pada ku selafk nafas dan cinta ku pada nya
Aku ingin selalu melihat dia tersenyum dalam untaian yang begitu indah nya
Seperti samudra yang luas di sana,,, seperti batu karang disana,,, yang tak mungkin hancur diterpa ombak gelombang
Hanya ku berserah pada mu ya tuhan berikan dia rasa seperti rasa ku pada nya,, berikan dia senyum seperti senyum ku pada nya
Karena kerinduan ini begitu indah nya yang tak mungkin habus ditelan oleh masa kecuali ajal yang menjemput nya

BY SONIAA VERONICHA ITU AG
WAGIR NGALAM
23:02:2014

Kumpulan Syair Handayani - MENDUA

MENDUA
By : Handayani


baru kemarin kita genap 2 tahun
tapi hari ini aku harus menelan kepahitan
‘tuk yang kesekian kalinya ..

Apa yang sebenarnya kau cari …
Tak cukupkah aku di hatimu …
Dia masalalu mu dan aku yang ada saat ini …
Kenapa kau lakukan kesalahan yang sama …

.. sakit ketika aku harus menerima kenyataan
Orang yang sangat aku sayang mencintai orang lain …
Perna ku katakan padamu ..
Bila cinta sudah tiada di hati..
Lepaskan dan tinggalkan …
bukan mendua lalu menorehkan luka …

.. kenapa aku begitu lemah dimatamu ..
Walau hati terluka tetap tak bisa membenci mu …
Hati ini selalu bersabar menungguh keajaiban ..
Berharap kau bisa mengerti hanya aku yang bisa
Mencintai mu dengan tulus tanpa syarat …





RAPUH
By : Handayani


.. seandainya saja kamu bisa pahami aku …
Tentang tangis ku yang meminta mu kembali …
Tentang rasa ku yang begitu mencintamu
Aku rapuh tanpa mu …
Kini ku jalani hari ku tanpa tujuan…
Tak tahu harus kemana …

… aku lelah berpura – pura tegar tanpa mu …
Terlihat bahagia di depan mu …
Merelakan kau mengejar cinta yang lain
Padahal hati rapuh tanpa mu …
Tapi sudahlah ..
Biarkan rasa ku seperti ini …

… bahagia lah selalu untuk mu yang ku cinta …
bila suatu saat nanti kau dapatkan cinta yang baru …
cinta yang kau inginkan selama ini ..
bahagiakan dia untuk ku ..



TERLUKA DI AKHIR CERITA
By : Handayani


Mengapa aku harus terluka lagi …
Lagi dan lagi …

sudah banyak tempat hati yang ku singgahi …
tapi mengapa aku selalu terdampar tak berdaya …
.. seberapa hina kah aku dimata cinta
Sehingga ku selalu terluka di akhir cerita …

Masih adakah cinta yang tersisa untuk ku …
menemani ku dalam setiap langkah …
.. memberi ku sandaran dalam setiap lelah…

Cinta … mengapa kau ajarkan aku derita ..
Bila kebahagiaan itu ada dan tercipta. ..
Cinta … mengapa selalu berakhir dengan tangis…
Bila kebahagian itu ada dan tercipta …

Aku tak ingin terluka lagi cinta ..
Tolong ajarkan aku bahagia …
.. bahagia di akhir cerita …
Biar kelak nanti ku bisa tunjukan pada dunia ..
Inilah kebahagian ku karena cinta

HANDAYANI
Tangerang