RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 10 April 2017

Kumpulan Puisi Adhiet's Ritonga - BINGKAI ASA


BINGKAI ASA
Adhiet’s Ritonga


Hidup memang indah bila diresapi
Meski banyak rintangan yang dilalui
Cinta dapat menjadi suka ataupun duka
Karna cinta SMA bukanlah segalanya

Bakti pada Negeri adalah bakti yang abdi
Pengorbanan demi cinta juga pada keluarga
Ayah, Ibu dan Guru yang kita kasihi
Ilmu dan pengajaran bekal meraih cita – cita

Kantor Pusat Sanggar Pelang





DOA DIKALA MALAM
Adhiet’s Ritonga


Kala purnama genap berbilang
Serumpun bintang pendar cahaya
Awan berarak kembali pulang
Langit hitam pudar warnanya

Malam dingin diselimuti angin
Hujan menyiram bahasi bumi
Aku menghadap pada – Mu ya Tuhan
Bersujud haru tenggelamkan diri

Kupanjatkan doa berderai air mata
Hapuskan dosa sehampar lautan
Terimalah Allah taubatan hamba
Seluas angkasa mohon ampunan

Qiamulail hamba tegakkan
Tepat dikala malam Lailatul Qadar
Jalan yang bengkok segera luruskan
Sebab diriku terkesilap sadar

Kantor Pusat Sanggar Pelangi

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - PINTA YANG TAK RENTA


♡PINTA YANG TAK RENTA♡


Tertatih tubuh ringkih
Merayapi dinding senyap
Dibingkai figura pengap
Bersimbah rerona noktah

Sayap-sayap telah patah
Telapak tanpa jejak
Punah remah tersapu pongah
Sirna daya tuk mengepak

Lirih angin gemerisik
Bawa warta sang belahan asa
Tentang rasa nan diusik
Oleh bulir buah pena

Mengapa
Tak jua bisa lena
Meski selimut setebal rindu
Tak jua lelap di ruang kalbu

Usah kau tabur debu
Ada angin kan bertiup
Lalu netrapun kan terkatup
Hantar langkah tersandung batu

Singkirkan semua benalu
Jangan biarkan tumbuh
Bersemayam di ruang pilu
Jaga cinta tetap bersih

#DewaBumiRaflesia_06_04_17

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - ASIAH CHAN


# ASIAH CHAN #

Asiah Chan,
Kau kan lahirkan kepiluan,
Kau kan hadirkan kembali kepedihan,
Getir yang telah ku rasakan,
Akan kah menjadi ujut kenyataan,
Luka yang ku rasa di sepanjang perjalanan.

Asiah Chan,
Kau bunga kayangan,
Kau Bidadari impian,
tak mungkin dapat ku temukan,
Menemani kisah di dalam kehidupan,
Yang selama ini ku dambakan.

Tak kan air dapat ku ukirkan,
Tak kan Angin tempat ku berpesan,
Hanya sebuah hayal dan angan,
Yang menemani rasa bersama bayangan,
Di dalam kegelapan,
Perjalanan yang kehilangan tujuan.

Asiah Chan,
Kau harus memahami,
Bunga yang kau berikan,
Tak pantas untuk ku miliki,
Untuk ku pajangkan,
Di taman Sunyi sepi yang menyelimuti.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 06:04:2017




# TANGIS REMBULAN #


Kan ku dengar kan,
Suara alunan senja,
Di antara Gemuruh lautan,
Kan ku kabarkan satu tanya,
Tentang rembulan,
Yang kan memberi sinarnya.

Nyanyian malam kian menjelma,
Riuh camar tak terdengar lagi,
Hanya dinginnya angin yang menyapa,
Kabar kan sepi yang menyelimuti,
Dalam menanti seberkas cahaya,
Yang kan menerangi kesendirian ku ini.

Bintang bintang,
Sinar rembulan,
Kini perlahan menghilang,
Dan hanya rintik hujan,
Menepis lamunan ku yang panjang,
Di dalam kegelisahan.

Kan ku nyanyikan sendu,
Tentang tangisan rembulan,
Juga mendung kelabu,
Diam diam memberi kegelapan,
Yang kini kian mencumbu ku,
Di sepanjang perjalanan Impian.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 10:04:2017

Kamis, 16 Maret 2017

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - MENGUSIK ARCA


♡ MENGUSIK ARCA ♡


Mengeja aksara gulita
Bercengkerama tanpa sua
Digerus arus buramnya malam
Tenggelam di angan terdalam

Bisik angin semilir menusuk
Lolong jiwa di lorong kosong
Merayapi dinding malam panjang
Mimpi sunyi usai dicabik

Lafaskan senandung kidung
Usik arca nan tersandera
Agar tak lena di altar duka
Sebab malam kan berujung

Walau diam beribu bisu
Namun aku tahu
Warna kerudung nestapa
Bermanik angkara durja

Mungkin, samar sayup
Sebab, kutitip pada angin bertiup
Namun, tak saru di riuh deru
Karena kidungku, kidung rindu

Udar saja kerudung nestapa
Ulurkan lentik jemari hati
Raihlah mahkota cinta kita
Di singgasana istana kasih kasturi

#DewaBumiRaflesia_08_03_17





♡ KIDUNG KITA ♡


Senandung kidung malam
Semilir angin mengusap daun
Adalah rerona hiasan alam
Nan goreskan tinta kesunyian

Gigil dingin selimut kelam
Namun netra tak jua terpejam
Sayap angan mengepak terbang
Menuju puan kasih tersayang

Kutatap rembulan berbinar
Kusapa lirih dari jendela kamar
Agar dikau sampaikan berjuta kabar
Tentang rindu yang kian berkobar

Sesak dada menahan rindu
Terbayang wajah dan senyumu
Bilakah kita kan bertemu
Memadu asmara biru

#DewaBumiRaflesia_08_03_17




♡ MENGAPA MASIH ADA TANYA ♡


Usah lelah mengutip remah
Bawa jiwa jauh mengembara
Hingga rasa tersulut bara
Lalu goyah ayun langkah

Jangan biarkan waktu berlalu
Tinggalkan duka nestapa
Sedang mimpi masih direnda
Di atas tilam rindu menggebu

Lentera cinta kan tetap menyala
Meski tak seterang binar surya
Namun, takan redup ditiup angin
Hingga kuasa terangi jalan

Ayunkan langkah di jalan kita
Usah gundah kan terinjak onak
Ada aku, pemandu gerak
Menuntunmu hingga ke surga

#DewaBumiRaflesia_16_03_17





♡ REMAH AKSARA ♡


Aku
Bulir syair yang tersingkir
Tercabik dari helai buku
Hanyut dihempas deras alir air

Aku
Remah arca yang tersisa
Nyaris habis jadi debu
Sirna ditelan warna gulita

Aku
Melodi sepi senandung sang bayu
Lelap didekap malam kelam
Sulam mimpi-mimpi suram

Aku
Elegi sepi nan dicuri alibi
Menyisi di tepi permadani
Jadi benalu pilu warnai ambigu

Pupus terhapus parasku
Digilas waktu nan berlalu
Binasa sudah remah aksara
Dikubur dalam pusara purba

Aku
Arwah kekata
Yang sirna aksara
Kan bangkit , hanya untukmu

#DewaBumiRaflesia_19_03_17





♡ USAH KAU USIR SYAIR ♡


Syair hati di elegi mimpi kasturi
Dentingkan dawai melodi sunyi
Gegas meranggas enggan jua terkupas
Tergaris guratan giris di pelipis

Mengapa, kau kemas tetes gerimis
Hingga pupus rerona paras manis
Buka saja, jendela kaca di jiwa
Lihatlah, cakrawala betapa mempesona

Aku, yang merenda rupa aksara
Lukiskan legenda selaksa rasa
Di setiap helai hembus angin
Jelmakan penghuni angan

Sungguh, apakah tak kau rasakan
Bahwa kitalah sang pemeran
Dalam legenda kasih kita
Tanpa akhir cerita

Sungguh, kita di sahara cinta
Dahaga berkerudung dilema
Namun, cinta kita sejati
Hingga surga nanti

#DewaBumiRaflesia_17_03_17

Kumpulan Puisi Aulia Zack Lee - BIARKAN TERJATUH


BIARKAN TERJATUH


Jika pada suatu ketika ku biarkan kau menangis
Itu bukan karena aku tak peduli dengan segala kepedihan yang kau miliki
Namun itu semata agar kau bisa merasakan
Apa sesungguhnya kepedihan yang kau temukan
Karena apa?
Aku berharap kau bisa menjadi sosok yang tangguh
Sosok yang tak mudah terjebak dalam sebuah suasana
Sosok yang bisa merasakan
Apa itu luka
Sebab untuk menjadi dewasa
Tak cukup hanya menunggu usia
Dimana ketika semua berlalu
Itu semua bisa dengan sendirinya mendewasakanmu
Kau butuh terhempas
Kau perlu terjatuh
Agar ketika kau mampu berdiri
Kau tahu arah mana yang kau tuju
Meski tanpaku yang mengantarmu

Palembang 09 Maret 2017
24ck





MAKNA KESETIAAN


Kadang aku merasa terusik dengan kata kesetiaan
Mengapa...?
Sekian lama aku mempertaruhkan perasaan pada satu hati
Kenyataanya rasa cinta dan kesetiaan yang kumiliki itu
Bukan sebuah jaminan dimana aku bisa mendapatkan kebahagiaan yang ku impikan
Aku tak sedang menyalahkan dirimu karena bukan aku yang kini ada disisimu
Dan bukan pula aku tengah berharap agar kau mengerti apa yang selama ini aku lakukan
Aku hanya mencoba mencerna apa itu kesetiaan
Dan pada siapa harus kuberikan rasa setia tersebut
Karena ketika aku mencoba memberikan rasa setia pada sebuah jiwa
Aku harus kembali berhadapan dengan kenyataan
Dan ternyata kenyataan itu tak terlawan
Satu satunya yang membuatku percaya pada sebuah kesetiaan
Hanyalah waktu
Dialah sebuah kenyataan yang tak pernah meninggalkanku
Baik ketika aku rasakan hahagia
Dan bahkan ketika aku teriak lantang
Menghujat dendam

Palembang 07 Maret 2017
24ck

Kumpulan Puisi LUmbang Kayung - MENCARI KEINDAHAN MIMPI


# MENCARI INDAHNYA MIMPI #


Masihkah ada jawapan,
kabar dari kejauhan,
Tentang bunga bunga di taman,
Tentang Pepohonan,
Juga tentang Sebuah Goresan,
Yang hanya dapat ku rasakan.

Masihkah dapat ku dengarkan,
Gema di balik perbukitan,
Gemuruh ombak di lautan,
Kicau burung burung berterbangan,
Bicarakan tentang kedamaian,
di dalam sebuah keindahan.

Aku hanya ingin menari,
Nyanyikan tentang hati,
yang terus mencari indahnya mimpi,
Di dalam perjanan hidup ku ini,
Selama musim masih berganti,
Di Bumi Pertiwi.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 10:03:2017





# RAIH LAH CITA CITA MU #


Kau tinggal kan begitu saja,
kisah yang telah kita bina,
Tapi aku tak dapat kecewa,
atas apa yang kau mau dan suka,
Walau semua ini tiada ku sangka,
Dan tiada pernah ku duga.

Usah kau hirau kan lagi,
Api yang kita nyalakan,
Kini tiada membara lagi,
Musnahkan sebuah impian,
yang telah lama ku nanti,
Yang selama ini ku dambakan.

Akhirnya kini ku sadari,
Kau telah pergi,
Tinggalkan ku sendiri,
Menelusuri ruang hati,
Dan cinta suci ini,
Tetap tak dapat ku pungkiri.

Raihlah cita cita mu,
Itu yang kau mau,
Aku merelakan keresahan ku,
Membelai setiap rasa rindu,
Dan jangan pernah risaukan diriku,
Karena aku kan tetap menyayangi dirimu.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 09:03:2017




# BANGKITKAN KEMBALI #


Aku ingin kembali,
Berlari lari,
Lewati bukit yang tinggi,
Menerobos onak duri,
Hingga nanti,
Darah di tubuh ini membasahi.

Aku ingin pulang,
Menemui imajinasi,
Walau di sana aral melintang,
Biarpun disini kehilangan mimpi,
Aku kan terus menerjang,
Setiap gelombang yang menghampiri.

Api yang telah menyala,
kini kian membara,
Membakar sudut sudut angkara,
Mengancam jiwa dan raga,
Hingga nanti catatan di dada,
Sirna bersama pejaman kelopak mata.

Aku masih di sisni,
Ingin bangkit kan kembali,
Asa yang telah pergi,
Impian yang hampir mati,
Di tanah Ibu Pertiwi,
Di persada Nusantara ku ini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 16:03:2017




# LARA SETANGKAI BUNGA #


Ku gapai,
Bunga setangkai,
Ia lunglai,
Lelah di hempas badai,
Ia terkulai,
Di derasnya aliran sungai.

Ku tanya tentang arti,
sebuah cerita lara,
Yang perih tersembunyi,
Di iringi linangan air mata,
Dari ruang relung hati,
Yang hingga kini tak lagi bicara.

Ku tatap mega mega,
Mendung masih menyelimuti,
Mungkin badai menanti nya di sana,
Atau sang mentari,
Tak dapat memberi seberkah cahaya,
Menerangi jiwa nya yang kian gelap gulita.

Ingin ku akhiri,
Setiap tetesan air mata,
Hingga nanti,
Terdengar lagi canda tawa,
Dan bunga kembali bersemi,
Di dalam taman asmara cinta.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 25:03:2017





# UKIRAN JANJI #

Ku coba mengukirkan,
Sebait Goresan,
Di keheningan,
Di kedamaian,
Dalam kenangan,
di sebatang pepohonan.

Tarian kupu kupu,
Kicau burung burung,
Telah menjadi Saksi Semu,
Kisang kasih dan sayang,
Tentang dirimu dan aku,
Gelisah di pohon nan rindang.

Ku kabar kan pada sang bayu,
Ku berpesan kepada pelangi,
Aku masih menunggu,
Aku kan terus menanti,
Hingga nanti sang waktu,
Pertemukan kita kembali di sini.

Kan ku buang resah di dada,
kan ku usir cemburu yang melanda,
Biar kestian ini tetap terjaga,
Kesucian cinta terus terbina,
Hingga nanti tiba saatnya,
Ukiran Janji Cinta ini menjadi nyata.

By : LUmbang KAYung
Tanjung Balai 24:03:2017





# LOLONGAN DI KESUNYIAN #

Sayup ku dengar kan,
raung suara lolongan,
di kesunyian,
di bawah sinar rembulan,
Sedangkan pungguk yang merindukan,
terusik di antara dahan dahan.

Ku tatap kemerlip cahaya,
tarian kunang kunang,
Yang begitu indah mempesona,
Iringi Jangkrik yang berdendang,
Dan aku pun menerobos ruang maya,
Bersama lamunan yang panjang.

Entah apa yang dapat ku pikirkan,
Bayang Bayang tak ingin bercerita,
Tentang kenangan,
Tentang dilema cinta,
Yang kini terabaikan,
Yang kini Hilang bagai sirna.

Lolongan di kesunyian,
Jerit tangisan hati,
Yang lama merindukan,
Kasih sayang bersemi kembali,
Di bawah sinar rembulan,
Melebur dingin dan sepi malam ini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 23:03:2017





# SEBERKAS CATATAN RELUNG HATI #


Telah terdengar,
Kabar bebatuan,
Tergores dan tercakar,
Jiwa Jiwa Kekecewaan,
Hingga menjadi Kabar,
Dari satu penyesalan.

Kan tedengar gema,
Raungan sang Bayu,
Mengusik setiap daun telinga,
Iringi Langkah yang berlalu,
Sempoyongan dan manja,
Menanti nanti sepanjang waktu.

Angin pun hembuskan kehidupan,
Mengusik lolongan di kesunyian,
Entah apa yang dapat di rasakan,
Rimba tak jua di temukan,
Dan apakah ini akan menjadi tangisan,
Menyibak sebuah petualangan.

Gerimis telah membasahi,
Mentari tak terlihat lagi,
Dan aku mulai memandangi,
Mendung yang kian menyelimuti,
Menyelimuti seberkas catatan relung hati,
yang Kini kian telah ternodai.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 22:03:2017





# ENTAH SAMPAI BILA #


Kepada Gerimis,
Aku terlena,
Kepada Tangis,
Aku tersiksa.

Kepada tawa,
aku teraniyaya,
Kepada Canda,
Aku menderita.

Entah di mana,
Badai Asmara,
Entah kemana,
Kerinduan cinta,
Semua menjadi sia sia,
Semua Lahirkan rasa kecewa.

Hujan telah menghapus air mata,
Mentari telah Membakar luka dan lara,
Begitu juga rembulan yang menggoda,
Beri ku dingin dan sepi yang merona,
dan hanya embun embun yang tetap setia,
Menyelimuti tubuh Yang hampir putus asa.

Yang ku tau,
pungguk masih bersuara,
Nyanyikan tentang rindu,
tentang rembulan jatuh keribanya,
Di sepanjang Waktu,
Sepanjang Hidup nya.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 17:03:2017





# MENJALANI TAKDIR #


Ku basuh wajah ini,
Ku tatap langit yang tinggi,
Keringat yang membasahi,
Terus memberi ku sebuah arti,
Tetang sebuah janji,
yang melebihi kemampuan ini.

Ku coba menrenungi,
Sebuah impian yang ku nanti,
Lalu hilang di antara ilusi,
Yang terus mewarnai,
Setiap keraguan di hati,
Dalam menjalani pentas dunia ini.

Terlihat oleh ku di sana,
Seorang pengemis meronta,
Ia mengais sisa makanan saudara nya,
Ia bersujut di kaki saudagar kaya,
Namun semua menjadi sia sia,
Yang ada hanya linangan air mata.

Tapi aku bukan mereka,
Aku bukan saudagar kaya,
Aku bukan peminta minta,
Namun aku juga manusia biasa,
Yang harus berjuang demi sebuah asa,
Walau hidup ini sebuah takdir dari yang ESA.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 17:03:2017





# INGIN KU AKHIRI #


Badai yang berlalu,
membawa ku Hanyut,
Terdampar di kegelisahan,
Terkapar dalam kerinduan,
Sedang kan burung burung camar,
Nyanyikan tembang keraguan,
Yang bersandar di tajamnya bebatuan karang.

Seketika asa ku hilang,
Terbawa Bayu yang berhembus perlahan,
Sedangkan Awan mendung,
Janjikan ku akan turun nya hujan,
Membasahi tangisan,
Di dalam kepedihan,
menyemaikan Jiwa yang meronta,
Bersama dingin dan sepi.

Aku berharap,
Impian ini kembali,
Bangkit dari luka lara,
Melangkah dengan kebahagiaan,
Di antara Tarian kupu kupu,
Temani harum mewangi bunga bunga,
Yang begitu indah menawan,
Pesonakan cinta yang telah hilang,
Bersemi kembali Di antara pelangi,
Bersama Mentari pagi,
Yang menyinari kehidupan ku ini,
Dalam menjalani gita cinta suci.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 22:03:2017

Kumpulan Puisi Siamir Marulafau - DI TITIK TERAKHIR


DI TITIK TERAKHIR
siamir marulafau


Jika air sungai tak mengalir lagi
Akan ke mana deburan airnya tertampung?
Petanda,alam tak bersahabat
Meskipun langit tersenyum
Bumi diam tetap

Sepanjang porosnya tak keropos
Dengan ulat-ulat berbulu
Mengganas,menghacurkan daun-daun
Kering sepanjang masa

Meskipun disiram setiap saat
Alam tak akan berbicara lagi
Seakan-akan terhempas di ujung langit
Keganasan makhluk bumi menyiksa

Qalbu terperosok di lembah-lembah terjal
Licin dengan batu berlumut
Tak akan dapat dilintasi lagi
Meskipun pakai tongkat besi,merayap sepanjang jalan
Akan ditelusuri sampai titik terakhir

sm/10/05/2017





HARAPAN TAK TERGULUNG
siamir marulafau


Tergelincir di atas batu berlumut
Di kala mata terbendung
Tersanjung karang tajam
Pasir-pasir berteriak di gulungan ombak
Memecah di tepi pantai
Tak akan hanyut

Meskipun muara tak menampung
Tepi pantai melandai terus menerus
Apakah renunganku tertampung?
Alam akan bicara

Sebelum mengganas sampai ujung dunia
Alam bukan bicara sembarang
Dia punya pikiran
Tumbuh-tumbuhan juga bernapas

Meskipun tergelincir di curah hujan deras
Tak akan tercurah setetes air mata
Sampai membanjiri lautan
Tapi suatu waktu akan membendung
Jika butiran pasir tak hanyut

sm/10/03/2017






==WHAT LIFE WE WANT?==

No life is eternal
Though we like it
Only for a while
What to say?
As long as breath is not there
The body is silent
With no power
If the breath is missing
What to do?
We are only human
The shy is above us
Where God is above of all
We just accept what it will be
No negotiation...
Though we like it
Bu the hands are short to achieve
What to do?
It is a destiny
No body resists
We are only human
That this life is like a rainbow
It will be missing for a while
What to do?
It is hard to grasp
And no body can hold it
Though it is beautiful
With full of different colors
Just slight evening to gaze
Not eternal as life
For the sake of belief
That reminds us for lives

sm/09/03/2017





DIINGATKAN PADA PARA PEMIRSAH BAHWA UNTUK MEMAHAMI PUISI-PUISI PENYAIR DALAM LINGKARAN CINTA ,PEMBACA HARUS TAHU :

1.PENYAIR SELALU MENGHUBUNGKAN PEMIKIRAN,PERASAAN DENGAN ALAM SMESTA

2.PENYAIR SELALU BERKOMUNIKASI DENGAN TUHAN DENGAN BAHASA PUITIS BERDASARKAN QUR'AN

3.PENYAIR SELALU CINTA TERHADAP FLORA DAN FAUNA

4.PENYAIR SELALU CENDERUNG PADA
FILSAFAH,PSIKOLOGIS,SOSIOLOGI,ANTROPOLOGIS,SOSIAL BUDAYA

5.PENYAIR TIDAK TERIKAT PADA SISTEM KONVESIONAL,DAN TERINSPIRASI PADA SISTEM MODERN,POST MODERNISM

6.PENYAIR MEMPERGUNAKAN BAHASA YANG SIMPEL DAN INDAH DENGAN MAJAS,DAN KADANG JUGA TIDAK

7.PENYAIR SELALU MERUJUK PADA PENYAIR FAVORIT,SEPERTI: ROBERT FROST, CHRISTIN ANNE PORTER,WILLIAM CHARLOS WILLIAM,LORD TENNYSON,CHRITINA ROSSETI,DLL.

8.PENYAIR MENULIS DENGAN TEMA (POKOK MASALAH)YANG BEBAS,SEPERTI
: 1.Religi,2.Politik,3.Ekonomi,4.Cinta(Romantis),5.Teknologi,6.Kebencian,7.Penindasan,8.Pendidikan,9.Perkawinan,10.Kehidupan,11.Kematian,12.Moralitas,13.Kebajikan,14.Bencana(Alam).15.dll

========
9.INSPIRASI DALAM PENULISAN PUISI,CERPEN,NOVEL,DLL,SEPERTI:

1.MENULIS PUISI DENGAN SPONTAN(MENGALIR DARI LUBUK PERASAAN YANG SANGAT MENDALAM)

2.MENULIS PUISI KARENA TERINSPIRASI DENGAN APA YANG DILIHAT DAN DIDENGAR

3.MENULIS PUISI KARENA TERINSPIRASI MELIHAT GAMBAR

4.MENULIS PUISI DENGAN MELIHAT PEMANDANGAN DAN SITUASI SUATU TEMPAT

5.MENULIS PUISI KARENA TERINSPIRASI DENGAN KARYA TEMAN-TEMAN PENYAIR LAINNYA(BUKAN DALAM ARTI PLAGIARISM)

sm/07/03/2017





==NATURE==

I only smile at nature
Which gives me happiness
That never be forgotten
Till to die i keep in mind
Whereas to go to and from
For the nature i believe in
That existence of Almighty
I read in holy book
Never i miss to appreciate
He is the Greatest,the first
And the last of all
The nature seems for all
Not be separated form any lives
Like the water is useful for
The fire will be friend for us
And the flowers will be lovers
Even the jungles sing
While the mountains clap
The lakes flow to give a fresh
To thank for Him,the Creator
To pray for the success
From the time I was born
Till the corpse be in silent land
Nature might not be exiled
Hoping so as a principle
So as to learn from now and then
That might not be separated from
The lives be drawn up to the next

sm/08/03/2017,copyright





==ADA APA DENGAN ALAM==
siamir marulafau


Aku bukan sebagai onggokan kayu
Terpatar di pinggiran pantai
Seorang pun tak melirik karena kebusukan jasadku
Sebelum terhempas dipinggiran pantai
Berdiri tegak di hutan belantara
Berdaun dan berbuah tapi tak bisa bicara
Semua makhluk mengintai
Apalagi manusia mengambil buaku
Meskipun hanya sebatang pohon
Hubunganku dengan makhluk lainnya erat
Membutuhkan penyiraman,pembenahan
Dan asap-asap api membara
Menghijaukan daun-daun pada ranting tak melapuk
Sinar pun tak enggan menyinari semua daun-daunku
Apalagi air hujan,mencurahkan segala isinya
Hujan tahu pohon tumbuh di tengah hutan saling membutuhkan
Meskipun jauh di pedalaman
Hujan akan turun dari pegunungan di celah-celah tumbuh tumbuhan belukar
Daun-daun berdendang sambil bernapas
Saling menyapa antara sesama
Insan di bumi ini tak satu pun tak suka buah
Kami, berbuah demi sahabat
Sebahagian hidup kami untuk mereka di kota-kota
Tak mengenal kaya miskin
Di mata Pencipta akan sama sederajat
Kita makhluk di bumi bernapas dalam satu ruang
Kami sebahagian dari alam tumbuh di mana-mana
Saling butuh membutukan dengan tidak merendahkan
Yakin sungguh hubungan insan dengan alam bagaikan kulit dengan daging
Saling tersenyum antara sesama
Sepanjang Tuhan tak murka
Yang selalu melindung,menyayang atas eksistensi makhluk yang ada
Syukur,,,,,,,,syukur,,,,,,,,syukur,,,,,,nikmat-Mu tertelan

sm/07/03/2017





==PESAN SEBELUM UTUH==
siamir marulafau


SENYUMMU BELUM TENTU SEMANIS HATIMU
RAMBUTMU BELUM TENTU SEPANJANG PIKIRANMU
CANTIKMU BELUM TENTU SECANTIK QULBUMU
CINTAMU BELUM TENTU SETULUS CINTAKU
KASIHMU BELUM TENTU SEBENING KASIHKU
BENCIMU BELUM TENTU SEBENCI HATIKU
NAMUN KUTETAP MERAPAT DI UJUNG KERUDUNGMU
BIARKANLAH LANGIT DAN BUMI TERSENYUM
SEPANJANG JIWAKU BERSEMAYAM DALAM NAPASMU
MESKIPUN JASADKU TERBARING DI TANAH TAK BERSULUH
SUNGGUH TAK AKAN SIRNA IMPIAN KURANGKUL
DI KALA JASADKU TERTINDIK DENGAN JASADMU
SEBELUM TUBUHKU HANCUR LEBUR DI TANAH DIAM TERTIDUR
AKAN KUSAMBUT SENYUMMU BILA TULANG BELULANGKU
TAK MERAPUH DI AKHIR ZAMAN MENUGGU SELALU

sm/07/03/2017





Membaca karya :Phaosan Jehwae bertanjuk "BALA"
siamir marulafau


BALA’

Anak-anak kecil berteriak
Tiba-tiba hawa menjadi panas
Adakah Tuhan sedang murka?
Semakin hari bumi bertambah gersang
Pohon rumput kering dan mati
Tanah-tanah mengekah kehausan
Manusia menyerupai bintang
Telah hilang sifat ihsan insani
Kemarau terlalu panjang
Langitku!
Degil sungguh mendungmu?
Lalu langit berawan gelap
Semua mujur suka gembira
Mengharap langit menitis air
Hujan turun dengan lebatnya
Nyawa-nyawa gersang bertumbuhan
Manusia masih lagi duka
Bala' baru datang lagi
Gempa bumi yang sangat kuat
Tsunami berjuta jiwa terkorban
Banjir lumpur selut-selut dosa
Api-api neraka
Apa yang terjadi dengan dunia !
Benarkah dunia sudah tua dan nyayak ?
Petanda dunia sudah akhir
Atau inilah bala’ Tuhan yang dahsat


Jika dicermati puisi bertajuk"BALA" di atas ini menunjukan suatu ilustrasi yang sangat memukau hati pembaca jika diapresiasi dari bait ke bait.Mengapa tidak?Penyair memberikan tajuk"BALA,yang sama sekali tidak begitu sukar dimaknai dan mengetahui makna yang tersirat di balik tersurat.

Bahasa yang digunakan dalam penulisan puisi ini adalah bahasa yang sederhana dan tidak begitu puitis karena penuturan penyair pada setiap baris puisi menggunakan kata-kata yang sederhana dengan rangkaian kalimat biasa.Meskipun demikian,penyair juga tak luput memperindah bahasanya dengan menggunakan beberapa MAJAS,seperti :"Semakin haribumi bertambah gersang";"Tanahtanah mengekah kehausan";"Manusia menyerupai bintang";"Degil sungguh mendungmu?"; "Nyawa-nyawa gersang bertumbuhan".

Penyair menuliskan puisi dalam bentuk puisi prosa liris dengan bebas mengutarakan isi hatinya kepada pembaca dalam menceritakan situasi alam yang selalu dihiasi dengan BENCANA,dan sekalian menuturkan kepada permirsa bahwa Bala atau bencana itu sewaktu-waktu datang menjemput manusia,dan insan harus sadar segala sesuatunya yang terjadi di bumi adalah kendak Tuhan, dan tak ada yang bisa mencegahnya.Hal ini dapat dilihat pada baris puisi :

"Manusia lagi duka
Bala baru datang lagi
Gempa bumi yang sangat kuat
Tsunami berjuta jiwa terkorban
Banjir lumpur selut-selut dosa"

Pengungkapan penyair terasa indah danbenar jika kalimat per-kalimat dimaknai bahwa pada masa sekarang bencana di belahan bumi Asia termasuk Thailand sangat rawan gempa yang menyebabkan Tsunami menelan korban jiwa,dan penyair menuturkan apakah bencana ini berlandaskan DOSA atau bagaimana? Penyair terus terang menyatakan bahwa dunia ini kemungkinan sudah diselimuti dengan dosa dan mendapat ganjaran berupa bencana,yang menggambarkan NERAKA dunia bagi manusia supaya lebih memikirkan hubungan yang erat dengan ALAM dan TUHAN.Alam adalah ciptaan Tuhan yang harus dilestarikan dan jangan dianggap tidak ada hubungan dengan manusia.Semua aspek-aspek yang ada di bumi adalah merupakan sebahagian zat Tuhan untuk kepentingan manusia.Contohnya: POHON,dan jika ditebang liar akan membawa dampak negatif bagi manusia,yaitu membawa 'Kebanjiran',dan merujuk pada bencana.
Penyair juga bertanya tentang dunia,dan tak sanggup lagi memikirkan apa yang sebenarnya terjadi,dia hanya pasrah dan meuturkan kepada pembaca.

"Apayang terjadi dengan dunia
Benarkah dunia sudah tua dan nyayak?
Petanda dunia sudah akhir
Atau inilah bala'Tuhan yang dahsat"

Jika ditelusuri,pengungkapan penyair adalah benar dengan apa yang terjadi pada masa kini,di mana kehidupan yang tak beraturan sejakperang dunia ke II,sendi-sendi kerpcayaan kepada Tuhan dan penghargaan pada Alam sudah mulai memudar akibat pengaruh perkembangan teknologi.Dan diperkirakan Tuhan pun sudah mulai BOSAN dengan tingkah laku kita.Maka jangan heran jika penyair bertanya pada baris puisinya "Adakah Tuhan sedang Murka?",,,,,,"Semakin hari bumi bertambah gersang",,,,,,"Pohon rumput kering dan mati",,,,,,,,,,,dst".Baris-baris puisi ini sudah cukup membuktikan bahwa Tuhan Murka pada manusia di bumi karena ulah manusia di bumi dan tidak percaya akan Tuhan,dan tidak mengagungkan ciptaan-Nya.

Sebagai pembaca,saya juga cenderung mengatakan bahwa puisi ini BAGUS dan isi kandungan puisi sesuai dengan topik,yaitu"BALA".Penggunaan kata sangat sederhana dengan tidak membuat pembaca sukar untuk menelaahnya.Dan sebagai seorang pengkritik karya sastra tidak keberatan dan suka membaca karya ini sebagai "Ajaran" bagi semua umat supaya dalam hidup harus saling menghargai ,mengagungkan,dan melestarikan pada apa yang diberikan Tuhan kepada manusia,supaya Tuhan akan selalu tersenyum dan tidak mendatangkan "BENCANA,dan BALA"kepada umat di bumi.

sm/07/03/2017.





===MAHKOTA EMAS===
siamir marulafau


Sungguh tak bisa merangkul temaram malam
Membias dalam jiwa
Jika rembulan dengan cahayanya enggan bersahabat
Hanyalah dinding-dinding tepah pada sebuah gubuk sejuta rasa
Menggema sepanjang keheningan malam
Mendesah di pelataran tanah datar

Meskipun aku berbisik pada cinta
Hanya berkicau bagaikan burung tak membutuhkan buah
Apakah gerangan sesaat kuberbaring di atas kasur salju tak berkapas
Tak teremban sepanjang masa

Hati pun galau di kala burung terbang
Menyongsong awan putih tak berdosa
Akan terhempas di hamparan lautan tak berbuih setetes pun
Di dalam mahligai terpuji di celah-celah kehidupan

sm/06/03/2017





==LET THE SKY BE BRIGHT==


Let the sky be bright
As long as the wind blows up
With no storm in the twilight
And i will be waiting
Before the death arrives
I just sometimes keep with no smiling
Since the death will come suddenly
Not all the people know the secret
How long to travel in the world
And how far to walk is from a place to another
It is full of secret...
Let the sky be bright
As long as the breath is running
No body can resist
The breath we have in lives goes away
Except He,the Almighty stops it
Consciousness is a major thing to read
For the survival of living be there
In all over the world be found
That the poetic words so as to speak

sm/06/03/2017,copyright




THY ROSE IN SPRING



You are thy rose
I found in a garden near by
That remains in the spring
I picked once in the afternoon
That i was watering in the morning

How beautiful you are
To grasp my heart...
When i was swimming
Never i broke down thy dream
Since you are the fuel thy heart
That was blooming in the day time
You greeted me for the love
Never i found in thy life
As long as the spring on the way of lives
Is it possible to wait?

The promise of love
That should be waited and waited for
Never be blamed
Why is it so?
Mean while for the first in thy life

Though you do not care
At that moment it is a question
To ask if you are to accept
The tree i planted with the stem
You are in the leaves of that tree

Never i conceal thy heart
For it came out all of a sudden
It flows over the banks
That you are at he banks of the river
Booming in the spring i dreamed

sm/16/03/2017,copyright





MUNGKAR NANGKIR
siamir marulafau


Kuhanya menuggu khabar dari langit
Apakah napasku bersisa atau tidak?
Jika tidak,apa yang kuukirkan lagi
Apakah pintu tobat terbuka?

Jika tak sempat bertobat?
Apakah neraka menyambut kehadiranku?

Jika dosa-dosa mengalir bagaikan air sungai
Pintu surga tertutup...

Apa yang kubuat?
Terlena sudah diriku bergelimang dalam keindahan dunia

Detik ke detik,pusara terukir pun tak teringat
Persetan semua...

Itulah kehancuran hidup
Membuat hati terlena,terlena,terlena

Dengan dunia menipu segalanya
Tak sadar kadang hati mendalam

Seiring senja akan menurun ke Barat
Perasaan muda membingkai kenikmatan

Semua keropos,keropos,keropos
Tinggal kain kapan membalut jasad

Entah ke mana di bawa?
Siksaan diperhitungkan

Tak mengenal,pangkat jabatan dan kemewahan
Terkulai di tanah diam ....

Rasa pilu tak terbayangkan lagi
Sama siapa kumengadu?

Jika terjadi nantinya di alam tak bercahaya
Hanya cipratan lumpur menyelimuti jasad

Alam pun tersenyum
Mengapa dikau tak senyum juga kawan?

Terdiam saja dan hanya tangisan kedengaran
Sebelum mungkar nangkir mangkal

Tak usah dikau nangis,sok nangis,hei manusia
Aku hanya bertanya

Jika tak bisa jawab
Jangan salahkan kami,hei manusia

Jika tak betah di alam ini
Lebih baik tanya pada rumput bergoyang

Siapa suruh dikau tak beramal
Surga diwarisi bagi mereka beramal shaleha

Bukan diwarisi pada orang bejat,kafir
Penista agama,koruptor penzina pembunuh

sm/15/03/2017





SETAN
siamir marulafau


Setan mengundang berpuisi
di atas pohon di malam kelam

Setannya tak berbaris dalam syair
Tak menggema di pusara batu terukir

Setan mengupat dua tiga kali
Badannya tak berbentuk

Siapa gerangan syetan di bumi Tuhan
Tak akan jelas penampilanya

Kadang hilang kadang muncul
Batang hidungnya tak berbentuk

Seram,,,,,,,,seram,,,,,,,seram

sm/15/03/2017





MEMBACA KARYA : YESMIL ANWAR
siamir marulafau


PUISI:
KRITIKUS SENI DAN ANAK KURA KURA


Kritikus seni ibarat dewa angin yang menunjukan arah dimana laut berada kepada anak kura-kura yg baru menetas.
Anak kura-kura ibarat seniman pemula yang penuh idealisme namun miskin ilmu.
Sang Dewa Angin akan membimbing anak kura-kura yg baru menetas untuk mempertajam instink dan menunjukan arah
dimana laut berada.
Kadangkala anak kura-kura yang baru menetas, berjalan tak tentu arah, tersesat menjauhi laut. Ada pula yg lemah, tak berdaya, tidak mampu berjalan menuju laut. Mati kepanasan...
Ada juga yang dimakan burung laut, ajak, kepiting, tikus dan predator lainnya...
Dengan penuh kasih Dewa Angin akan membawa anak kura-kura menuju laut. Mengajari mereka menghirup aroma laut.
Dewa Angin tidak akan membiarkan anak kura-kura tersesat. Apalagi membiarkan anak kura-kura mati sebelum mencapai pantai.
Dewa Angin akan mengantarnya ke laut lepas sampai benar-benar menemukan bibir pantai untuk berjuang berenang di laut bebas.
Tak seorang pun dapat menjamin anak kura-kura akan selamat hingga dewasa mencapai usia ratusan tahun seperti yang dijanjikan alam.
Begitu banyak predator di lautan yg akan menghabisi mereka sebelum dewasa. Begitulah alam mengaturnya...
Dewa Angin yang gagal adalah Dewa Angin yang hanya mampu sekedar memperkenalkan aroma laut belaka.
Mereka tidak mampu membawa anak kura-kura menyentuh bibir pantai. Terjun ke laut, berenang menikmati laut lepas
Terjun ke laut.
Ke laut...

Yesa, 2017

ANALISIS DAN TANGGAPAN:

Tulisan esai di atas ini sangat menarik karena memberikan ilustrasi kepada para pembaca dalam hal PENGAYOMAN.Sungguh dewa angin berhati mulia dalam membina dan membimbing anak kura-kura yang baru lahir,yang belum tahu tentang keluasan dunia,kejahilan ,keganasan makhluk,dan kebaikan makhluk lainnya di bumi Tuhan dan walaupun ada sebahagian memiliki perasaan meskipun itu hewan.Dalam esei singkat ini,penulis sangat cermat mengambil sikap menempatkan Dewa angin memiliki rasa kasih,dan katakanlah itu sebagai inspirasi seorang penyair/penulis menghubungkan rasa kepekaanya terhadap isi alam.
"Sang dewa angin akan membimbing anak kura-kura yang
baru menetas untuk mempertanjam instink dan menunjuk-
an arah di mana laut berada"
Penulis esei juga menuturkan kepada para permirsa bahwa makhluk yang hidup di bumi ini memiliki latar belakang ilmu yang berbeda-beda dan tidak sama seperti anak kura-kura yang baru lahir ini masih miskin ilmunya dalam menjelajahi dunia kehidupan meskipun dalam konteks cerita diceritakan pelakunya sebgai HEWAN tapi ini cukup serius dalam unsur penceritaan jika dikaitkan dalam kehidupan manusia,agaknya seperti sebuah novel bertajuk"ANIMAL FARM" oleh :George Owell,yang melukiskan tentang dunia hewan berkaitan dengan kehidupan manusia dan alam.
Merujuk pada cerita esei di atas,penulis esei cenderung mengundang para pembaca bahwa kehidupan di dunia ini seharusnya saling arah mengarahkan,memberikan petunjuk bagi yang lemah bahwa ini inilah jalan kehidupan,dan saling kasih mengasihi.
"Dengan penuh kasih Dewa Angin akan membawa anak
kura-kura menuju laut.Mengajari mereka menghirup
aroma laut"
Dalam hal ini ,dianalisis bahwa cinta dan kasih itu sangat penting dan berharga,di mana sang Dewa Angin tidak membiarkan anak kura-kura itu hancur dan terbunuh oleh kekejaman hewan lain walaupun tak ada yang menjamin bahwa anak kura-kura ini selamat setelah berada di lautan lepas,tapi usahalah yang paling penting dengan istilah pembinaan,pengayoman agar yang lemah menjadi kuat dalam kehidupan.Tetapi namun demikian tak semua Dewa Angin itu memiliki perinsip yang baik dan benar-benar melindungi dan membina yang lemah.Ternyata,dalam cerita ini ada juga sebahagian Dewa Angin gagal membawa anak kura-kura itu menyentuh bibir pantai.
PEMISALAN :
Jika esei di atas diaplikasikan dalam kehidupan manusia maka manusia di bumi akan selamat dari kekejaman dunia jika kasih sayang itu benar-benar diterapkan dan jangan pilih-pilih kasih antara sesama.Diharapakn bahwa generasi yang tumbuh ini sangat penting untuk dibina dan diayomi demi kelanjutan hidup berbangsa dan bernegara.Dengan kata lain,bahwa yang kuat itu harus menjadi pelindung bagi yang lemah,dan jangan yang kuat menghancurkan yang lemah,dan apakah yang kuat di negara ini sukses melindungi anak-anak bangsa yang baru lahir dalam kekuasaan yang diemban?
Ini bukan kritik tapi hanya sekedar mengingatkan dan memberikan ilustrasi sebagaimana halnya penulis esei yang memikirkan kehidupan sekelompok hewan yang lemah atas keganasan predator di bumi ini.Dan jika tidak mampu orang-orang yang kuat membina serta melindungi kaum yang lemah, bagaiman selanjutnya kehidupan generasi bangsa ini?Jangan mentang-mentang yang lemah dipijak-pijak sampai hancur dan tak berdaya lagi,iya apa tidak?Seharusnya yang kuat memberikan perlindungan kepada yang lemah dan jangan bersifat PREDATOR,yang tak berperasaan dan berprikemanusiaan.
Sebagai pembaca menyatakan bahwa esei di atas ini sangat bagus untuk diterapkan dalam kehidupan jika makna yang tersirat di balik tersurat terjangkau oleh para permirsa di tanah air seiring bahasa yang digunakan oleh penulis tidaklah begitu sukar dipahami.Dan pada akhirnya,mengundang masyarakat untuk membaca banyak seperti esei ini guna memperluas cakrawala pemikiran dalam mengharungi kemajuan dunia berpikir antara sesama supaya manusia itu tak akan fakum dalam kehidupan sosial.

Medan.14/03/2017





PUSARA TERCINTA
Siamir Marulafau


Meskipun tulang belulangku merapuh di tanah tak bersuluh
Jiwa ragaku bersemayam dalam napasmu selalu
Sepanjang dunia tak bergulir jadi debu

Akan dikau tahu...
Rinduku menerawang di langit biru kelam
Dengan jeritan dan tangis tanpa air mata Terkurung dalam lumpur tak berumput

Meskipun suara tangisku bagaikan petir gemuruh
Tak satu pun insan memandu
Hanya butiran pasir menyulam tangisku
Di kala kerinduan tak mencuat di atas tanah kering
Tak merangkul jasadku berbaring di tanah diam menyepi

sm/14/03/2017





A NEEDLE IN THY FLESH


siamir marulafau
You look like a needle in thy flesh
It hurts every night
For the words urged
Which might makes me cry
No sea can patch my tears
For i can not sleep all night
What to do?
If it is so,for the sun is unable to burn
Though i run away to avoid
But it used to come up all days and nights
What words are to say?
If it buries thyself under the ground
Never i do so in thy life
For I need promise to be apologized
If not,only the Almighty forgives
And gives grace for all of the creatures

sm/13/03/2017,copyright





DURI DALAM DAGING

siamir marulafau
Kata dikau ukir bagaikan jarum
Menususk lara tak dapat ditelan
Meskipun kualirkan ke kerongkongan
Tak juga mengalir...

Membias di sekujur tubuh
Pikiran tercabik-cabik
Mengupas kulit duri dalam kehidupan
Sepertinya lebih dari bara api menyelam ke dalam daging

Hanya mentari pagi dapat membakarnya
Sepanjang sinarnya tak sirna
Jika denyutan jantung tak menggebu-gebu
Di temaram malam kelam

sm/13/07/2017






DIINGATKAN PADA PARA PEMIRSAH BAHWA UNTUK MEMAHAMI PUISI-PUISI PENYAIR DALAM LINGKARAN CINTA ,PEMBACA HARUS TAHU :


1.PENYAIR SELALU MENGHUBUNGKAN PEMIKIRAN,PERASAAN DENGAN ALAM SMESTA

2.PENYAIR SELALU BERKOMUNIKASI DENGAN TUHAN DENGAN BAHASA PUITIS BERDASARKAN QUR'AN

3.PENYAIR SELALU CINTA TERHADAP FLORA DAN FAUNA

4.PENYAIR SELALU CENDERUNG PADA FILSAFAH,PSIKOLOGIS,SOSIOLOGI,ANTROPOLOGIS,SOSIAL BUDAYA

5.PENYAIR TIDAK TERIKAT PADA SISTEM KONVESIONAL,DAN TERINSPIRASI PADA SISTEM MODERN,POST MODERNISM

6.PENYAIR MEMPERGUNAKAN BAHASA YANG SIMPEL DAN INDAH DENGAN MAJAS,DAN KADANG JUGA TIDAK

7.PENYAIR SELALU MERUJUK PADA PENYAIR FAVORIT,SEPERTI: ROBERT FROST, CHRISTIN ANNE PORTER,WILLIAM CHARLOS WILLIAM,LORD TENNYSON,CHRITINA ROSSETI,DLL.

8.PENYAIR MENULIS DENGAN TEMA (POKOK MASALAH)YANG BEBAS,SEPERTI
: 1.Religi,2.Politik,3.Ekonomi,4.Cinta(Romantis),5.Teknologi,6.Kebencian,7.Penindasan,8.Pendidikan,9.Perkawinan,10.Kehidupan,11.Kematian,12.Moralitas,13.Kebajikan,14.Bencana(Alam).15.dll
========

9.INSPIRASI DALAM PENULISAN PUISI,CERPEN,NOVEL,DLL,SEPERTI:

1.MENULIS PUISI DENGAN SPONTAN(MENGALIR DARI LUBUK PERASAAN YANG SANGAT MENDALAM)

2.MENULIS PUISI KARENA TERINSPIRASI DENGAN APA YANG DILIHAT DAN DIDENGAR

3.MENULIS PUISI KARENA TERINSPIRASI MELIHAT GAMBAR

4.MENULIS PUISI DENGAN MELIHAT PEMANDANGAN DAN SITUASI SUATU TEMPAT

5.MENULIS PUISI KARENA TERINSPIRASI DENGAN KARYA TEMAN-TEMAN PENYAIR LAINNYA(BUKAN DALAM ARTI PLAGIARISM)

sm/07/03/2017





WHAT IS DEATH?


No one likes death
No one can avoid it
It comes up sometimes
Never it fades away

But some hate death
Some say it is a danger
For it is a final door
Some say it never lies

No one can guess it
When it comes up
How terrible is for us
Do you like it?

If yes, be patient to wait
If not, be silent to hate
If you are afraid of death
Avoid doing bad deeds

That's the life at the opposite
Whereas death is a final door
Should be waited
Not to be avoided

That's the secret
Lord is determiner for all
No body can guess
When it comes up

sm/12/03/2017,copyright






MENGAPA BUMI GOYANG?
siamir marulafau


Bumi kupijak goyang
Alam tersenyum dan berkata :
Apakah dikau takut?
Itu belum seberapa
Mungkin ada dosa tak tertebus
Sepertinya manusia tak acuh
Pada tanah gersang, memanas
Jangan dikau salahkan gunung
Gunung hanya muntah-muntah
Apinya dari mana?
Luapan dan kemarahan alam
Alam bersahabat selalu
Manusia buta dan tahu menahu
Pohon-pohon pun berdendang
Di goyang angin setiap hari
Apakah kau tak tahu?
Apakah tak berpikir?
Alam dikau pijak di mana?
Apakah sudah tenggelam?
Makhluk-makhluk lainnya pun sujud
Apakah dikau sujud?
Ini bukan cerita puisi
Mungkin dunia sudah bosan dengan tingkah laku kita
Menghalalkan cara dari segala cara
Korupsi kemana-mana
Penipuan ke mana-mana
Demi jabatan,siku kiri siku kanan
Entah siapa kawan dan lawan
Menerobos kawasan terlarang
Perzinahan meraja lela, bertaburan
Pembunuhan semakin meningkat
Apakah itu kehidupan?
Aku bukan marah
Aku tak menggila pada urusan dunia
Yang penting ibadah
Kusujud di hadapan-Nya
Allahu Akbar,,,Allahu Akbar,,,Allahu Akbar

sm/11/03/2017





ISLAM HARUS BERPEDOMAN PADA AL-QUR'AN DAN AL-HADIS SEBAGAI SUMBER DARI SEGALA SUMBER HUKUM


A.s.w.w.
Sdr/i kaum muslimin Rahimah Kumullah.

Dalam tausiah singkat ini disampaikan bahwa Islam itu adalah agama yang haq dan benar diberikan kepada Nabi Muhammad s.a.w. beserta Al-Qur'an sebagai pedoman yang tak bisa diragukan lagi kebenarannya sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam surah Al-Baqorah,ayat 2 :"Zalikal Kitabula rhaiba fihi hudalil Mutaqin(=Kitab(Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya;petunjuk bagi mereka yang bertaqwa).Jika ditelusuri dan dikaji secara mendalam bahwa Al-Qur'an dianggap sebagai pedoman bagi kaum Islam adalah
kitab yang merujuk pada sumber segala sumber hukum yang harus dikaji dan diamalkan karena kitab ini meuntun umat islam ke jalan yang baik untuk selamat di dunia dan selamat di akhirat.

Namun demikian kaum Islam yang mengamalkan isi kandungan berupa perintah dan larangan serta mempercayai cerita seperti sejarah dalam Al-Qur'an tidak juga terlepas dari Al-hadis sebagai tuntutan yang merujuk pada tindakan dan perbuatan dalam sistem pengamalan yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w.yang bersumber dari Qur'an.Salah satu contohnya adalah sikap dan perbuatan serta gerak dalam melaksanakan ibadah 'Salat' sesuai dengan apa yang dilaksanakan Rasulullah s.a.w.Maka dalam hal ini,umat islam sangat perlu mempelajari hadis karena sistem dan praktek tidak dijumpai dalam AL-Qur'an.Sementara dalam Al-Qur'an, Allah SWT hanya memerintahkan umat islam salat,QS :"Waakimu salata wa'ata zakata,warkau ma'araqiin"(=Tunaikanlah salat ,dan zakat dan rukuklah )
Kemudian daripada itu,umat islam juga harus tahu bawah Al-Qur'an sebagai sumber dari segala sumber hukum memberikan petunjuk kepada manusia,khususnya islam dalam berbagai aspek kehidupan yang harus dijalani baik dia berupa perintah,larangan, dan lain sebagainya harus dipatuhi.Adapun 'HUKUM' sebagai sumber dari segala sumber hukum dalam Al-Qur'an harus dan wajib dipelajari sebagaimana yang telah disepakati dan ditetapkan oleh para ulama terdahulu seperti Imam Syafii,Imam Hambali,Imam Hanafi dan Imam Maliki dan sampai kepada beberapa ulama-ulama seterusnya untuk dapat dipelajari dan diamalkan.

Dalam hal ini,perlu diketahui bahwa ulama-ulama itu pewaris Nabi,dan penuntun bagi umat islam yang wajib ditaati sebagaimana yang difirmankan Allah swt dalam Al-Qur'an "Waatiullah waatiu Rasul wa Ulil Amrin Mingkum"(=Patuhlah kepada Allah,Rasul dan Ulil Amrin Mingkum).Adapun pengertian Ulil Amrin Mingkum ini adalah orang-orang yang mengurus perkara-Nya,Allah,yaitu bisa diartikan sebagai orang yang berhak dan bertindak sebagai'Amir'(=Pemimpin),dan termasuk Para Ulama yang mengatur perkara-Nya,Allah,yaitu yang di dalamnya termasuk pengaturan amal ibadah kepada Allah swt.Sedangkan 'Amir'(sebagai pimpinan dalam satu negara disebut UMARAH),yang berhak mengatur rakyatnya dalam berbagai aspek kehidupan dunia dan akhirat.Maka di zaman Rasulullah,Rasulullahlah sebagai pemimpin(Umarah) dan Amir dalam mengatur segala aspek kehidupan manusia baik dalam sistem kepemerintahan maupun dalam sistem keagamaan.Dengan demikian,para ulama ini sangat penting dalam kehidupan dunia dan akhirat sebagai penuntun bagi umat islam yang memberikan fatwah,dan juga termasuk Ijtihad,ijma dan qiyas yang digali berdasarkan Al-Qur'an.

Qiyas adalah salah satu contoh yang harus diketahui oleh kaum islam bahwa dalam Al-Quran,Allah melarang umat islam meminum minuman yang memabukan seperti 'Khamar'.Sementara dalam Al-Qur'an tidak menjelaskan jenis 'Khamar' yang bagaimana itu terlarang.Para ulama senantiasa memberikan perumpamaan,pemisalan serta penyerupaan terhadap 'Khamar',dalam arti minuman memabukan seperti 'Arak',dan yang sama dengan'Tuak',zat yang memabukan ,merujuk pada qiyas.Dan begitu ujga halnya dengan makanan seperti daging hewan yang haram dimakan,dan contohnya seperti 'daging buaya',yaitu daging hewan yang hidup dalam dua alam,dan bergigi taring diqiyaskan kepada sejenis hewan yaitu'KODOK yang hidup dalam dua alam,dan mengapa ikan Hiu tidak haram dimakan,sementara ikan Hiu juga bergigi taring?Karena ikan Hiu tidak hidup dalam dua alam.Untuk ini,semua yang haram-haram untuk diminum maupun dimakan telah ada dalam Al-Qur'an sebagai sumber HUKUM yang selanjutnya disepakati,dan diijtihati oleh para ulama (Ijma para ulama) dalam menentukan mana yang haq dan mana yang bathil untuk umat islam supaya terhindar dari kemurkaan Allah swt.Maka sebagai kesimpulan bahwa islam itu tidak boleh terlepas dari Qur'an dan hadis serta ulama-ulama terdahulu dan sampai sekarang dalam menentukan sumber hukum yang bersumber pada Al-Qur'an dan hadis merujuk pada ijtihad,ijma dan qiyas.

Demikianlah tausiah singkat disampaikan dan adapun kekurangan dan kelebihan saya mohon maaf karena saya adalah hamba Allah yang serba kekurangan,dan moga tausiah ini bermanfaat dan barokah.Aamiin.

(udstz.siamir marulafau/13/03/2017)





POKOK PIKIRAN :
siamir marulafau


Membaca karyaku,apakah benar atau tidak oleh seseorang bukanlah hal yang membuat diriku bangga atau angkuh,sombong tapi membuat diriku lebih tahu apakah aku bagaikan kodok di bawah tempurung atau tidak, dan merasa bahwa itulah diriku untuk mencapai dunia kemajuan.

(pdlc/11/03/2017)





DI SEMENANJUNG SENJA
siamir marulafau


Tak akan tergulir
Meskipun dunia jadi debu
Harapan tercuat dipermukaan
Pohon tak tumbang
Sepanjang tak di tebang

Di kala burung punai bersenandung
Alam tetap cerah
Seiring awan bergumpal
Rinai hujan pun tak membasahi bumi
Senja di ufuk barat lanjut

Daun-daun tak berguguran sehelai pun
Tak akan mengering
Tak akan melapuk
Meskipun sinar mentari membakar
Tak akan hangus ...

Sepanjang waktu tak akan lebur
Di kala senja mengelam
Di bawah sinar mentari menyengat
Menyayat qalbu

sm/11/03/2017,copyright





WHAT DOES THE NATURE SAY?


Considering the nature
seems to be fellow of lives
When there is no hatred
While the leaves of trees
are singing
And the waves of sea is dancing
To acknowledge what the nature is
The Creator is only to smile
When the mankind prays to Him
For the beautiful landscape He gives
To prove this world is too much for us
Wherever we go and whenever we go
The nature will be us always
Even the earth and the sky are ours
The earth says : You are a part of mine
While the sky urges in the same way
It is the blanket of lives
To cover all the creatures are in living
If you are in and breathing for a while
You might not do as you like
If the rules be there to obey
Because the sky will not be bright
And the sun will not be shining
The moon light will not be coming down
For the creatures are not humble
Let the lives be bright for a certain time
So as to avoid the anger from Radiant claims
That all creatures are in saved and sound
While the hell will go away
And the heaven will be coming to fetch
That's the hope is like candles to give lighting

sm/10/03/2017,copyright




SUARA HATI
Siamir Marulafau


Musik melantun
Memikat lara
Sinar tak menyengat
Angin menghembus
Rumput bergoyang
Burung berkicau
Di kala dunia bersua
Hati sanubari menyegar
Meskipun hujan datang enggan
Kuberdoa selalu
Sebelum ajal menjemput

sm/26/03/2017





CAHAYA TAK MEMUDAR
Siamir Marulafau


Menelan hujan di arena MTQ
Hanya bisikan-Mu kusemai
Suara azan menggema
Di kala sinar sirna

Cahaya tenggelam
Menyepi sepanjang malam
Lantunan Al-quran memikat lara
Bersyukur curahnya menetes enggan

sm/24/03/2017





AKAN KAH KEMBALI?
Siamir Marulafau


Angin sepoi pagi tak menyengat
Hanya butiran pasir mau terbang
Mau ke mana melaju?
Akan tak berpaling ke negeri orang

Hati merasa pilu
Akan kerinduan sepanjang masa
Apakah harus terbang?
Tak punya sayap dengan kerangka bulu

Pasrah pada Tuhan
Ke mana akan kubawa?
Gundah gulana menyisir harapan
Jika harapan terselip di lembaran tak berduka

Semangat tak terselip jatuh di atas daun
Sepanjang ranting tak melapuk
Tak akan patah di tengah jalan jika napas
Menerawang di alam tak kelam

sm/24/03/2017





ADA APA DENGAN PROF?


Namamu tertulis di setiap dada
Hanya S lilinmu belum cair
Di lembaran kisah...
Menyala di setiap persimpangan

Mengukir cahaya di temaram malam
Di kala bintang-bintang berkelip
Seiring rembulan menyulam senyum
Meskipun cahayamu terlintas sekejap

Aromamu tercium di setiap daratan
Mengupas kulit durian berwarna emas
Tak terhempas di helai napas
Sepanjang syairmu menyerap dalam pikiran

Ada apa dengan prof?
Apakah S3 menyekap?
Ranting kutarik,tak akan berceloteh
Di kala gelar menyengat jadi cambuk

sm/23/03/2017?





TUHAN TAK TERLENA
Karya:siamir marulafau


Meskipun keningmu sehitam ara
Sujudmu tercabik-cabik
Jika tingkah laku tak melilit pohon kehidupan
Sifatmu tenggelam di pasir putih
Tuhan tak terlena

Di mana dikau berada?
Mengucap ikrar :
Akulah orang benar
Yang tak benar,semua kafir
Hanyalah Tuhan tahu di bumi
Apa yang benar?
Apa yang salah?

sm/23/03/2017





SAHABAT SEMINAR
Siamir Marulafau


Langit membiru mencerahkan lara
Tertegun sepanjanjang
jiwa merangkul keindahan
Kuala terengganu menyambut dengan senyum
Di kala lelah tak terasa dalam jiwa
Meskipun sinar membakar
Semangat berkobar selalu
Sepanjang seminar membana dalam jiwa
Tak merasakan letih di sekujur badan
Seiring udara jua besahabat
Gedung-gedung pencakar langit mengukir salam
Datanglah para pembentang makalah
Keilmuan senjata tuan
Mengikat tali persaudaraan
Malaysia-Indonsia bersahabat di era
global
Moga barakah karena Allah

sm/19/03/2017





BENTENG KASIH
siamir marulafau


Tetesan air terjun pun
tak sanggup lagi menghanyutkan piluku
Meskipun kubendung

Hanya kasih dan cintamu membetengi
keluh kesah dalam diriku
Sepanjang kutak hanyut di muara sungai

Tak bertebing di kala rembulan tak bercahaya lagi
Dan di sanalah diriku akan bergulir
dengan pasir sepanjang waktu

Jika kasih dan cintamu tak bagaikan mutiara
Mengikat kemesraan di kala air sungai
tak meruntuhkan tebing
Niscaya aku akan berdiri
Melirik kasih tak tergapai di senja kelam tak abadi

sm/18/03/2017





TERSEMBUNYI
siamir marulafau


Sepertinya bersembunyi di balik pelangi
Apakah kena sinar atau tidak
Tapi hanya sekejap
Kupeluk cantikmu menghilang
Warna tak sirna di kala merenung
Kutelan seumur hidup
Hanya aromamu membias di sekujur tubuh
Darahku naik ke ubun-ubun

Jangan salahkan aku...
Jika tak akan dapat merangkul sinarmu lagi
Sinarmu hanya bagaikan pelangi
Membuat angananku terbungkus
Jika impianku melampiaskan rindu pada siang hari kelam

sm/17/03/2017

Senin, 06 Maret 2017

Kumpulan Puisi Juliano Adjie Mansiz - TERDIAM


"PERPISAHAN"
Oleh : JA Mansiz


Dini hari
Kutakdirkan untuk pergi ke dunia lain
Menyapu lembaran kusam
Ditanah yang gersang
Menghisap lembah perpaduan dengan lumpur yang lembab.
Betapa ruginya diri ini
Meninggalkan kalian peyemangat hari hariku
Daun daun kering pun tak berjatuhan diperjalan luas membentang.
Meninggalkan suatu aroma
Tidaklah mudah bagiku
Tapi apa daya ketika malam menyelimut senja
Menjadi waktu menjadi singkat
Kisah kita sebelumnya menjadi memori
Kehidupan.
Esok akan menjadi hari yang pilu.





"TERDIAM"
Oleh :JA Mansiz


Kulewati keramik demi keramik kepastian
Tembok tembok putih menjadi saksi peristiwa malam
Tak ada suara sedikitpun terdengar dimalam itu.
Kedua mata hanya melihat
Mereka yang lalu lang melewati ruangan sempit yang kumuh itu
Tak ada yang bisa menemani malam ini
Tak ada yang bisa dibawa bicara
Hanya sebait sajak sebagai pengganti malam ini.





"AYAH"


Sibawah pohon cemara yang indah
Kulukis wajah ayah
Diatas Pasir putitih yang kuusap
Kulukis wajah ayah
Kumis Hitam diatas Bibir ayah mengingatkanku wajah ayah
Ku telusuri relung relung kehidupan
Namun gagal menemukan satu bait sajak yang dapat mentertemukan aku dengan ayah
Hanya sebait Puitis ini yang dapat menjadi alat komunikasiku.
Angin menghembus berlahan lahan
Daun daun kering beterbangan
Abu abu halus menyelimuti tanah merah kepastian.
O..Tuhan berapa lama lagi aku bisa hidup dengan ayah sehari semalam.
Detik jam pun tak mampu menjadi suasana dalam drama ini.
Tik...Tok..Tik..Tok
Nada waktu yang menjadi pendengar.
Jarum waktu yang menjadi lukisan mata
Tak mampu mempertemukan aku dengan ayah.





"DiTanah KEPASTIAN"
Oleh :JA Mansiz


Diatas tanah altar kepastian
Dikediaman para dagelan
Yang membeku hiru pikuk
Getirnya air mata dipelupuk mata
Tanah air yang menjadi
Saksi ketika peristiwa subuh hingga subuh kembali
Tanah coklat yang menguras beribu kritik
Tak jua membangunkan seorangpun dari pola kehidupan
Mereka menyaksikan fantasi drama politik
Yang kian akan membangun etalase etalase megah setinggi menara katedral
Mereka berjanji kehidupan akan menjauh dari masa lampau.
Tapi lihat mereka asyik dengan fantasi itu
Mereka menghayati tetapi tidak terjadi
Mereka memahami tetapi tidak jua bangkit dari tempat duduk yang empuk
Mereka hanya mengundang bisikkan bisikkan kecil yang dapat mengundang masa lampau.





"WANITA SENJA"
Oleh : JA Mansiz


Pagi ku awal pagimu
Dunia hadir di Cakrawala kusam
Saat setetes embun pagi
Menitik di Pasir gersang
Melukis sebuah titik kehidupan
Relung relung hati tak dapat di terka
Bagai burung tanpa suara
yang terbang diatas rumput kehidupan
Entang kemana aku harus menelusuri
Gua gua hitam.
Tapak kaki ini tergelitiki dengan abu abu halus disela sela jari jemari.
Sampai kapan..
Sampai kapan..
Sampai kapan..
Sampai kapan ku temui wahai ibu
Dan berakhir dengan
Peristiwa ketika malam menyelimuti
Senja

Kumpulan Tembang Kata Alex Wahyu - WANITA


Menulislah, menulislah dan menulislah, tinggalkan apapun yang bermanfaat bagi orang lain, selipkan apapun yang dapat menjadikannya sebagai Amal yang senantiasa mengalir ketika nanti engkau terbujur kaku di dalam tanah.

~Alek Wahyu~



----------------------


Wanita yang cantik itu ialah ia yang senantiasa menjaga serta menutupi perhiasaannya, juga menjadikan Wudhu sebagai make-upnya.

~Alek Wahyu~


---------------------


Tidaklah tintaku akan mengering, tidaklah tulisanku akan menghilang asalkan engkau mau menyimpannya dengan begitu baik, anggap saja ini hadiah dariku, pemberian yang aku tinggalkan ketika aku telah terbujur kaku di dalam tanah.

~Alek Wahyu~





"Ia yang berkelana di malam selasa"


Pernah,
Di suatu tempat yang jauhnya tiada terkira
Ia pergi, menelusuri setiap tempat dengan kesanggupannya
Kemilauan emas dan perak
Hingga beningnya pantulan cahaya matahari
Angannya yang tertidur pada malam yang lelah

Ia sedikit tersenyum dengan rona merah pada pipinya yang tampak
Merenggang lalu merunyam
Lembut namun mematikan
Sedikit demi seikat harapan
Perlahan ia melaju bersama si kuda pengantar bekal
Seperti berperang dengan sebilah pedang
Pelindung kepala dan atap tubuh dari baja
Itulah ia, pengelana mimpi di malam selasa.

Diamnya menjadi nyata,
Ditengah cahaya lampu nun samar,
Dalam keadaan terbaring dan menyesakkan
Dengan lembaran buku hingga setumpuk pilu
Ia menjadi larut dalam pencarian ini
Merasakan lapar yang begitu kuat,
Keringnya dahaga menjadikan tanya serta langkah terpapah, kemudian menghilang.

Dua tahun yang ia lalui
Dalam pelukan hati yang ia sandarkan
Berkicau setiap hari
Pada sisi lain dari kehidupan
Ia, selalu mempelejari masa lalu
Setiap inci dalam sebentuk puisi
Menebar tanpa harus disimpan
Menebar tanpa berharap di kenang

Ia, lelaki yang akan ditolak nantinya
Jika benar, ketika ia datang mengunjungi rumah si dia
Mengetuk pintu dengan Keikhlasan
Menanti jawaban dari orangtua terhormat

Ada apa?
Keperlun apa yang mendatangkanmu kemari?
Apa yang engkau inginkan?

Tiada yang lebih ia inginkan,
Tiada yang lebih ia perlukan,
Melainkan untuk sandaran hati yang pernah disatukan.

Ia tidaklah memiliki dunia,
Gelar dibelakang nama ataupun harta yang sedikit berlebihan
Hanya Keridhoan serta niat untuk menghalakan
Agama sebagai pondasi
Dalan bentuk ibadah, ia ingin sesegera menjemput si dia
Bersama cinta serta kesiapan
Sederhana hidup untuk berumah tangga.

Nanti jika ia dan dia benar disatukan.

Dalam pelukan Allah serta keridhoan orang tua.

~Alek Wahyu~

Kumpulan Tembang Kata Nur Aini Natakusuma - CINTA


~~~C IN T A~~~
SNA 25022017


Ada yg melesat setiap kali pagi menghilang, bukan butir embun yg menggumpal di lengkung dedaunan. Melainkan wajahmu yg selalu hadir dimimpi. Kau harus hidup di dalam cinta, sebab manusia yang mati tidak dapat melakukan apa pun. Siapa yang hidup? Dia yang dilahirkan oleh Cinta. Cinta itu tidak selalu melekat pada kebersamaan, tapi melekat pada doa-doa yang disebutkan dalam senyap. Cinta layaknya setangkai bunga yang tidak boleh aku sentuh, tapi wanginya membuat taman menjadi tempat yang menakjubkan. Cinta adalah satu-satunya bunga yang dapat tumbuh dan berbunga tanpa bantuan musim. Cinta itu burung yang indah, yang mengemis untuk ditangkap tapi menolak tuk dilukai. Cinta selalu saja misterius. Jangan diburu-buru, atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri. Cara terbaik untuk memenangkan cinta terindahmu adalah menjadikan dirimu seindah-indahnya kekasih.


----------------------------------------------


Kita lupa pada pemilik cinta yang maha abadi, bahkan kita terlalu sombong berharap cinta itu abadi. Tiada keabadian kecuali Dia yang Maha Abadi. Kita semua fana dan akan berakhir pada waktunya. Masihkah kita lena, sebab merasa akan abadi? Itu mengapa kita seringkali sakit hati. Bagi sebagian pasangan cinta membuat mereka lebih dekat dengan-Nya. Namun tak sedikit karena cinta, mereka terjerumus pada kenistaan. Cinta itu terasa indah saat kita membayangkannya. Membayangkan saat cinta menghantarkan ke pelaminan. Tapi tidak saat menjalaninya.

Sabtu, 18 Februari 2017

Kumpulan Puisi Zibril Azanafa - MUTIARA KATA


MUTIARA KATA
by;zibril


kau pernah berharap dunia laksana surga
tak ada kata kata yang sia sia tercipta
kau pernah bermimpi bumi laksana mata cincin
yang kau persembahkan untuk malaikat terindah JIBRIL
kau pernah belajar ke batu karang
yang tidak tergoyahkan oleh ombak
belajar ke kayu yang berhayal mencium langit
lupa kepada rumput yang tidak terkikis badai
kini kau ingin membalut lukamu dengan asap
dan sandarkan letihmu ke dinding hujan
percaya bahwa cinta bisa mengalir di sungai tanpa nama





BIARKAN BULAN ITU
by:zibril


biarkan bulan itu
biarkan kataku
nanti kalau jatuh...keparit
menjadi bola..mainan anak anak
biarkan cinta itu..
biarkan kataku..
nanti kalau jatuh..keparit
menjadi bola..mainan anak anak..
disini.. sayang lihatlah
kepahitan yang kau goreskan..sangat manis bagi jiwamu..
saat TUHAN mengasihimu..IA akan memberimu 3 kwalitas
*memberi mamfaat seperti matahari
*keluasan maaf seperti laut
*rendah hati seperti bumi





WARNA SYAIR ZIBRIL


warna ini menunggu puisi yang sesuai
sementara aku berfikir..
psikolog berenang
penyair menyelam
diantara tepuk tangan ombak
yang datang dan hilang.


------------

cinta tetap bahagia mencari kata yang mampu menenangkan semua diantara lagu dan puisi

Kamis, 16 Februari 2017

Kumpulan Puisi Aulia Zack Lee - ROMANSA RASA


ROMANSA RASA

Kenyataannya kau memang bukan milikku!
Meski ku pertaruhkan seluruh jiwa ragaku untuk mencintaimu pun
Semua itu tak mampu merubah takdir cintamu
Mungkin kita pernah sama miliki cinta
Tapi kita tak pernah mampu miliki sebuah suasana
Yang benar-benar bisa menyatukan cinta kita
Dalam sebuah wadah yang sama
Hingga dengan terpaksa aku menyimpannya dalam rongga dada
Berharap pada suatu ketika ada yang mampu menemukannya
Dan bila suatu ketika ada seseorang bertanya apakah aku mampu mencintainya
Aku akan menjawab " aku bisa " !
Dan jika dia kembali bertanya
Apakah pada suatu ketika aku akan meninggalkannya jika aku menemukan kembali seseorang yang pernah kucinta
Aku akan menjawab
" Aku ingin bahagia "
Dan bila kau merasa mampu mempersembahkan sebuah bahagia dalam arti yang nyata
Aku tak perlu menyimpan cinta dalam dada
Karena kaulah sesungguhnya wadah cinta yang ku damba

Palembang 25 Januari 2017
24ck




SERPIHAN PILU


Dimana kau sembunyikan cintaku kekasihku?
Sebab ketika engkau berlalu
Aku tak lagi menemukan cintaku bahkan disudut terkecil dari dirimu
Benarkah kau telah membunuh cintaku padamu
Dengan harapan kau bisa melalui hari yang berlalu
Dengan cinta lain pada selainku
Lantas dimana janji cinta kita dahulu kekasihku ?
Saat kau ada dalam pelukku dan menangis pilu
Sambil berucap lirih
" sayang, jangan pernah engkau pergi dari kehidupanku karena aku tak sanggup lalui waktu tanpamu"
Nyatanya, janji itu hanya sebuah kata semu
Yang mungkin sama kau ucapkan pada selainku
Kekasihku !
Jika malam ini ada sebersit rasa rindu
Mungkin itu yang ada pada diriku
Karena sampai kapanpun
Cintaku padamu Takan mampu digantikan oleh selainmu
Dan aku yakin kau paham bagaimana aku mencintaimu

Palembang 08 Februari 2017
24ck





PERSEMBAHAN


JIka yang kau inginkan kebahagiaan
Dengan apapun caranya mungkin aku akan coba berikan
Meskipun apa yang kumiliki tak pernah bisa dianggap sesuatu yang bisa dibanggakan
Setidaknya aku akan berusaha menjadi yang terbaik bagimu
Meski kau tak menempatkan diriku ditempat tertinggi dari hatimu
Sebab aku sadar!
Memberi itu tulus
Dan kepercayaan itu bukan sebuah permintaan
Tapi lebih pada sebuah persembahan

Palembang 06 Februari 2017
24ck





BIAS SENJA


Jika kau adalah cahaya
Biarlah aku yang menjadi gelap sempurna
Walau tak mampu menjadi indah atas tatapan mata
Setidaknya aku bisa menyempurnakan indah yang kau punya
Hingga pada suatu ketika
Kau bisa memahami semuanya
Bahwasanya untuk sebuah keindahan
Dibutuhkan sesuatu yang sering dianggap biasa
Dan terkadang sering ditatap sebagai sesuatu yang tak berharga

Palembang 16 Februari 2017
24ck





CINTA KITA DALAM AKSARA


Jika cinta kita hanya sebatas aksara
Semoga suatu ketika kau mampu dapatkan makna dari semua yang kau baca
Hingga aksara yang aku tuliskan
Bisa menjadi arti yang tak terlupakan hingga akhir masa
Jika apa yang kita rasa tak lebih hanya sebuah gambaran tentang suasana
Semoga kebahagiaan yang kau temukan
Bukan hanya sekedar bayang
Tapi setidaknya bisa memberikanmu kebahagiaan yang sesungguhnya
Aku tak pernah sempat berfikir apakah aku mampu ciptakan bahagia itu
Tapi setidaknya aku pernah menikmati itu semua
Dan sadar ataupun tidak
Kuyakin, kaupun sama merasakannya!

Palembang 11 Februari 2017
24ck





PERIHAL CINTA


Awalnya aku berharap semua akan berjalan semestinya
Sebelum rasa cinta itu benar benar mampu mengalahkan logikaku
Dan aku harus mengakui jika cinta itu benar-benar perkasa
Hingga dengan terpaksa aku harus merelakan ke egoisanku
Untuk jujur pada dunia
Jika cinta tetap akan ada meski kita coba menguburnya diantara relung jiwa
Karena cinta miliki naluri
Dan dia tahu apa yang dicintainya

Palembang 07 Februari 2017
24ck





DIALOG (Dia Lo Gue)


Hari ini dua tahun yang lalu
Kumulai langkah kakiku untuk mencoba melupakanmu
Bukan karena aku tak mencintaimu
Bukan pula bosan yang terus menggerogoti hari hariku
Namun ada sebuah kenyataan yang harus kita buktikan
Bahwasanya cinta kita tak miliki cukup waktu
Untuk disatukan dalam sebuah titik temu
Apakah aku merasakan kehilanganmu ?
Jujur, hingga saat ini kamulah satu satunya pemilik cintaku
Meskipun aku memilih seseorang yang mencintaiku
Tapi cintamu sama sekali tak tergoyah waktu
Dan rasa cintaku padanya
Tak pernah mampu menyamai cintaku padamu!

Palembang 01 Februari 2017
24ck





YANG TERSISA

Jika kau pernah terluka
Semestinya kau tak perlu lagi bertanya tentang semua yang kurasa
Karena rasa sakit yang kau punya, akupun pernah milikinya
Bahkan mungkin ketika kau masih asik mereguk bahagiamu
Aku telah membenturkan kenyataanku pada kerasnya logika
Dan bila kau berharap padaku sebuah bahagia
Sepatutnya kau bisa merasa aku itu siapa
Bila pun masih ada kebahagiaan tersisa itu tak lebih hanya segenggam asa yang kutaburkan diantara luasnya jagat raya
Hingga untuk miliki itu semua
Aku harus lebih peka maknai semua
Dan harus lebih jeli melihat makna hidup dengan keterbatasan yang kupunya
Pintaku padamu!
Jadilah rasa
Dan ikuti lah nalurimu hingga ia benar-benar mengantarmu
Pada cinta yang kita harapkan sempurna

Palembang 30 Januari 2017
24ck





DIAM


Aku tau bagaimana rasanya terluka
Itu sebabnya selalu saja ku gunakan rasa
Agar cinta tak lagi buatku luka
Mungkin kau berharap bisa melihat aku cemburu
Jika begitu, keluarkan saja darah dari tubuhku
Agar kau bisa melihat apa warna darahku
Masih adakah cinta itu diantara denyut nadiku
Maaf sayang
Meski cinta bisa ditakar dengan kecemburuan
Tapi seringkali kecemburuan itu membutakan akal dan pemikiran
Hingga aku lebih memilih diam
Agar perasaanku bisa lebih dewasa untuk menerima kenyataan
Karena jika benar aku yang kau rindukan
Kau tak mungkin ingkar !

Palembang 27 Januari 2017
24ck





BAD


Aku memang bukan pemenang
Tapi setidaknya aku bukan seorang pecundang
Yang hanya bisa miliki semuanya dalam angan
Aku juga bukan si lantang
Yang teriakannya sering kali vokal dan penuh tatanan
Aku lebih suka diam
Namun bisa menggunakan akal juga pemikiran tanpa hujatan
Karena sehebat dan seganas apapun harimau
Jika dalam kandang
Ia hanya bisa perlihatkan belang
Dan tak kupungkiri aku memang anti aturan
Sebab menurut ku
Yang merusak tatanan juga aturan
Adalah mereka yang mendewakan aturan

PALEMBANG 31 JANUARI 2017
24ck





TAK TERLUPAKAN


Kau mungkin menganggapnya kenangan
Tapi aku lebih suka menyebutnya kenyataan yang coba aku lupakan
Karena apa ?
Meski semua telah berlalu
Tapi aku masih menyimpan sisa sisa perasaan meski semua hancur terluluh lantakan oleh kenyataan
Dan ketika waktu semakin pelan kurasakan
Aku hanya mencoba bertahan agar aku tak terlalu hanyut dengan semua yang kurasakan
Sebab,
Aku masih bisa miliki semuanya pada esok
Dimana ada ada sebuah cinta sejati
Yang tak terukur dengan mata telanjang

Palembang 05 February 2017
24ck




BIAS CINTAMU


Mau jadi apa perasaanku
Jika tiap waktu senantiasa didera rindu dan cemburu
Akankah hancur berkeping-keping laksana debu
Atau bahkan mengeras laksana seonggok batu karena senantiasa dibenturkan dengan semua itu
Sayang!
Aku mencintaimu, dan bagaimanapun juga aku masih miliki segala rapuh dalam jiwaku
Bila terus kau sudutkan dengan kerasnya cemburu
Apakah itu semua tak menyiksaku?
Sayang, jika memang kau berharap aku akan selalu ada dan menjagamu
Kau tak perlu ragu untuk membawa cintaku
Bawa cintaku kedalam tiap hela'an nafasku
Niscaya aku akan tetap menjadi pecintamu!

Palembang 21 Februari 2017
24ck





TERLANJUR GILA

Tak usah kau pintapun
Aku akan mencoba menjadi yang kau suka
Agar kau mampu memaknai
Bagaimana cintaku sebenarnya
Benar memang aku gila
Tapi bila aku waras
Bagaimana kau mampu merasakan cintaku sesungguhnya
Karena sesungguhnya dirimu lah yang membuatku tergila-gila

Palembang 25 Februari 2017
24ck





ASA JIWA


Jika cinta kita benar adanya
Bagaimana kita akan menikmati cinta kita ?
Sekedar berbagi rasa sambil menunggu keajaiban tiba
Atau mempertaruhkan perasaan kita dengan segenap rindu yang ada
Hingga cinta kita benar-benar dewasa
Atau bahkan ia binasa sebelum ia bisa memeluk erat yang dicintainya
Yah nyatanya cinta kita memang sebuah cita cita
Bisa saja suatu ketika ia menjadi dewasa
Berkelopak sempurna
Dan memberi banyak rona pada hidup kita
Begitupun sebaliknya
Cinta kita kembali pada nuansa semula
Sama halnya ketika kita dipertemukan bukan sebagai siapa siapa
Tanpa perasaan apa apa

Palembang 20 Februari 2017
24ck





BIARKAN SAJA AKU


Singkirkan saja aku dari sudut pandangmu
Biarkan saja aku
Nikmati kebodohanku
Tanpa tendensius jenius yang membebani otakku
Biarkan saja aku
Melacurkan diri pada waktu
Demi aksara aksara semu
Yang nakal cumbui liar nalarku
Biarkan saja aku
Dianggap bodoh dan mungkin kaku
Daripada mereka yang pintar yang membodohiku
Bahkan sering kali tanpa sadar berlaku bodoh
Dalam pandangan juga pola pikir bodohku
Biarkan saja aku
Berdebu dan terlihat kusam dimatamu
Semoga batin dan jiwamu mampu
Membaca dan menerjemahkan
Makna hitamku
Yang tanpa kau sadari membangun arti atas putihmu
Karena tanpa hitam
Putih itu semu

Palembang 03 Maret 2017
24ck





KECEMBURUAN KITA

Kunikmati kecemburuanku
Sebagaimana mungkin kau nikmati rasa cemburumu
Getir bukan ?
Itulah kenyataan sayang!
Yang kuharap, kau tak lagi menggoreskan luka
Ketika kau telah tau bagaimana rasanya terluka
Dan rasa cinta diantara kita bisa semakin dewasa
Hingga kita hanya butuh menuntun arah cinta kita
Pada kenyataan yang sesungguhnya
Mungkin benar, cinta kita terlalu berani
Hingga dia teriak lantang menantang norma
Namun terkadang kita lupa atau sengaja membungkamnya
Agar cinta kita seolah tak ada
Dan kita menyimpan rapih itu semua tanpa berfikir cinta kita itu ada
Dan dia berhak untuk dimengerti oleh semua

Palembang 27 Februari 2017
24ck






ALIBI CINTA SEJATI


Tau apa kau dengan cinta sejati ?
Apa kau fikir cinta sejati itu sebuah fiksi?
Yang hanya terisi bait-bait khayal
Diantara berjuta imajinasi para pemimpi
Mengerti apa kau dengan cinta sejati?
Hanya karena kau mampu mencintai
Lalu kau beranggapan cintamu itu sejati
Maaf,
Kenapa aku tak mau berdebat tentang cinta sejati
Cinta sejati itu tentang hati
Bukan sebuah pemikiran apalagi alibi
Dimana apa yang kau cintai itu sejati
Lantas bagaimana jika pada suatu ketika orang yang kau cintai itu pergi?
Apakah cintamu tetap sejati
Atau kemudian sejuta serapah menjadi ganti ungkapan hati
Cinta sejati itu waktu kawan!
Biarpun semua yang kau cintai pergi
Waktu akan tetap ada pada tiap diri
Dan dengan ataupun tanpa disadari
Karena yang sanggup mengerti dan memahami semua situasi hanya waktu
Ia tak pernah pergi meskipun kita tak pernah perduli

Palembang 21 Februari 2017
24ck

Kumpulan Puisi Youthma All Qausha Aruan - TAK ADA YANG MAU BODOH


TAK ADA YANG MAU BODOH

terlalu pongah bercerita bangga di negeri kaya
selonjor tak beranjak dibuai angan

lidah Pribumi tercumbu congkak bersilat kata
pembalak liar mencakar tikar mencoreng nusa

Youth@roean
Kisaran Sana, 26januari2017