RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 23 Juni 2012

RITUAL MAYIT


saat nyawamu terpisah
jasad & ragamu terbujur kaku
wajah muram menyelimuti
semua mata yg memandang

sesungguhnya manusia tak ada yg abadi
semua pasti mati
dialam tanah ini

KAIN KAFAN......
AIR SUCI......
DO’A DO’A......

semua jadi saksi
kini dirimu sendiri
terkubur dalam sepi
NISAN MENJADI SAKSI.....
atas semua yg terjadi....!!!!

Oleh : John Rudy Beller DeathmetalSangiblieztlakhnat
Tegal

SANG KALA


SURYA MEMERAH......
sejengkal jarak dalam waktunya
BUMI MEREKAH.....
jeritan iba pekak telinga
dentang SANG KALA......
hari akhir pun telah tiba
tiada do’a tuk singkirkan AZAB & SIKSA......

genderang TUHAN telah terdengar
memecah LANGIT guncang DUNIA......

antara SURGA & NERAKA......

panas menyiksa membakar hitam legam dunia
gemuruh do’a memohon IBA pada dunia

SANG KALA HARI AKHIR DUNIA
TIADA DO’A YG DAPAT SINGKIRKAN AZAB & SIKSA

Oleh : John Rudy Beller DeathmetalSangiblieztlakhnat
Tegal

KARBALA


gerbang kematian diatas langit
tunggu iringan jiwa yg suci
kereta dewa pembawa nyawa
menembus batas gapai nirwana
taburkan bunga dewi surga
ucap duka tanpa suara
selimut tubuh sang perkasa
bersandar pedang nan setia
karib manusia suci telah tiada
terpancung pedih oleh angkara
sedih aku dalam iba mu
tersayat hati akan kisahmu
kidung sedih pasir karbala
mengalir syahdu syairkan haru
puja & puji tenangka hati
hantar jiwa kepangkuanNYA
lantunan merdu para penyeru
indah menyatu dlm kasihmu....!!

Oleh : John Rudy Beller DeathmetalSangiblieztlakhnat
Tegal

KRISIS KEPERCAYAAN


Kita
tak punya banyak waktu,
untuk menyamakan langkah digontainya harap,
apalagi seringkali badai, krisis keyakinan
dan berbagai ragam ketidakpercayaan
berceceran sepanjang napak tilas,
menjejaki ketidakberdayaan,
saat semua tak perduli,
pada ratapan tak bersuara,
dari balik setiap peristiwa,
jadi,
kuharap jangan membuat catatan baru,
kapan mau kita analisa,
jika bertumpuk data ,
tinggalkan alineanya masing masing,
rasanya begitu tak menentu,
saat kau sebut selaksa tanda tanya,
pada geramnya hidup dan kehidupan
terhampar diberanda depan,
hati kita.....
----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar---
----Makassar Sapo terulang, rabu siang, 20 Juni 2012.----------

JEJAK TERTINGGAL


Tak akan kupungkiri,
disatu lipatan jenjang waktuku tertinggal jejak,
serapi apapun kutata langkah,
sepanjang jalanan kota
bahkan ditrotoar
dicatat embun dini hari,
dibukukan sepoi angin bukit kebun teh,
menyatu dengan nyanyian anak gembala
pun diketahui penjual mie goreng,
saat nuansa merah jambu,
hingga merah membara dibarat jauh
dilereng bukit hijau,
dinaungan pohon pinus
hari itu......
kini setelah nada tak seirama
jejak itu masih membekas,
nyata terbaca,
meski berulangkali telah kucoba menghapusnya,
tapi langit tak pernah merestuinya,
bumi tak rela,
mereka pun punya hak atasnya,
terserahlah apa katamu,
jejak itu milikku jua
meski separuhnya milikmu
jika kau mau,
hapuslah episode yang melibatkanmu itu,
dari pustaka bathinmu,
sejauh keyakinan dan nuranimu......
---oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar--
---Diatas pswt Lion Air , selasa 19 Juni 2012.-------------------

KALIMAT RINDU BUAT EMAK


Emak
saat kususun kalimat rindu ini,
hari telah larut malam,
bising kota telah lenyap dibalut sunyi,
awalnya cuma lamunan yang mengambang
tapi tak hendak henti meski malam telah rebah,
kemana mesti kualamatkan kalimat ini,
agar berkas rinduku bisa kau eja
sampai kealamatnya,
meski tak mungkin kuterima balas nyata,
sebab dunia kita telah berbeda,
tapi setidaknya emak tau
betapa rapuh kini putramu
menyongsong senja yang mulai tiba,
barangkali dulu, beginilah perihnya sayatan dihatimu
saat jarak memisahkan kita,
padahal berkas rindumu telah penuh
meski selalu kau iramakan dalam bahasa sunyi,
sambil bercengkrama dengan padi yang menguning
tapi guratan diwajahmu tetap menyatakannya,
dalam kesederhanaan hidup.........

-----oleh Drs Mustahari SAembiring sang Muham / putra Fajar.-
-----Makassar sapo terulang, Rabu malam, 20 Juni 2012.--------

AKU LELAH


Lelah sudah
terseok seok kubawa perihku
merayapi terjalnya ego diri
sejauh ini, tak jua sedikitpun bergeser
meski cuma sebuah kesadaran kebersamaan,
begitu jauh sudah hanyutnya jiwa,
sampai tak lagi bisa memahami tata krama,
bahkan layaknya mati rasa,
lalu
untuk apa kau menghiba,
merentas benteng yang kubangun susah payah
dari reruntuhan dan puing kehampaan,
saat mencoba menyamakan persepsi,
diduniamu..
kini sungguh aku lelah,
tak kupahami arti sebuah kehadiran,
jika bukan sebuah sandiwara,
atau lanjutan pembalasan dendam berkarat,
insan yang kebablasan.....

----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar
----Makassar Sapo terulang, Kamis dini hari, 21 Juni 2012---

SAAT GELOMBANG SURUT


Masih saja jumawa,
mengira samudera tak lena
semestinya ya,
ada kalanya kering hingga dasarnya,
saat gelombang surut hanyut
siapa runut
mengapa jenaka,
tak ada bicara atau suara,
ini rasa
dari kedalaman tata surya jiwa
alpa itu sengaja
bahkan dengan sendawa
mengantar kecewa
pada raga lelahkan hati
kini
tak lagi tersisa
benih sejadimula
semuanya sirna
tak bersisa
tetap keraskan rasa,
merasa memiliki segalanya,
tak ingat kemarin,
dunia hampa

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar--
-----Makassar Sapo Terulang, Kamis Dini hari 20 Juni 2012.----

ARENA KEHIDUPANKU


Pada MU
Gusti Pangeran Maha Baik,
kukembalikan jawab,
seharian penuh kuselesaikan naskah ujian MU,
ijinkan kuletakkan catatan,
sambil terus berharap,
koreksi MU
meneduhkan jiwa,
saat esok
kusapa pagi dengan semangat baru,
meski kutau,
bobot ujianku
makin tinggi, semakin pelik
maka kuserukan dengan sisa keberanianku
mampukan hamba ya Gusti Pangeran,
menyelesaikan matematika MU,
diarena hidupku..

---oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar--
---Makassar sapo terulang, Kamis dini hari, 20 Juni 2012.----

APA KALIAN PERDULI


Kulihat berdiriku goyah,
satu persatu kubuka catatan, tentang masa kecil
tentang tanah seberang dan tentang cita-cita
didadaku maupun didada kalian,
pernah kita eja,
rasanya tak mungkin digapai,
apalagi rimba ibu kota begitu ganas,
menelantarkan siapa saja
jika berani mencatatkan harap,
dipunggungnya....
sebenarnya aku sudah lupa,
berapa banyak duri menancap didada,
bahkan sayatan luka diatas luka,
saat membelah angkuhnya tanah jawa,
tapi langit mengejanya satu persatu,
saat kusapa mereka dengan kepasrahan tak berharap
seorang diri, ya seorang diri
apa kalian perduli,
tak pula pundi pundi emas yang kujajakan,
tapi kehormatan, kesempatan dan keberanian
yang mekar didada kalian bersumber darimana,
apa kalian sudah lupa,
sekarang aku cuma minta kalian semua,
menjawab sejujurnya,
apa kalian perduli.......
----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar--
----Makassar sapo terulang, Rabu siang, 20 Juni 2012.--------

BIDADARI DUNIA KEGELAPAN


Dari balik kegelapan kau datang,
terlahir sebagai putri molek,
bidadari bersayap hitam,
dadamu penuh dendam,
disekujur tubuh mengalir darah kental perzinahan,
lidahmu menjulur bagai ular,
matamu mengerdipkan rayuan syetan,
suara tawamu mendesis
bangga baru saja menghisap nikmatnya neraka,
merasa menang sebab bisa berkoar koar,
jurus ampuh pemikat nafsu,
itulah andalanmu.....
mengobral cinta dimulut bergincu,
menggelepar gelepar penuh birahi,
gerakan erotis pemikat sukma,
melakonkan tarian sakral kamasutra...
koyaklah penutup aurat disayat rupiah,
sekarang kau bersembunyi dibalik awan,
berlagak taubat padahal sedang menyusun siasat,
jerat asmara maut telah ditebar,
bahasa tubuh isyaratkan cinta sesat,
sang penjaja seks bebas,
pemberi nikmat sesaat,
siapa korban berikutnya,
dia sudah buka paha.....

---oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra fajar.---
---Makassar Sapo Terulang , Jumat 22 Juni 2012.--------------

BIDADARI DUNIA KEGELAPAN

Dari balik kegelapan kau datang,
terlahir sebagai putri molek,
bidadari bersayap hitam,
dadamu penuh dendam,
disekujur tubuh mengalir darah kental perzinahan,
lidahmu menjulur bagai ular,
matamu mengerdipkan rayuan syetan,
suara tawamu mendesis
bangga baru saja menghisap nikmatnya neraka,
merasa menang sebab bisa berkoar koar,
jurus ampuh pemikat nafsu,
itulah andalanmu.....
mengobral cinta dimulut bergincu,
menggelepar gelepar penuh birahi,
gerakan erotis pemikat sukma,
melakonkan tarian sakral kamasutra...
koyaklah penutup aurat disayat rupiah,
sekarang kau bersembunyi dibalik awan,
berlagak taubat padahal sedang menyusun siasat,
jerat asmara maut telah ditebar,
bahasa tubuh isyaratkan cinta sesat,
sang penjaja seks bebas,
pemberi nikmat sesaat,
siapa korban berikutnya,
dia sudah buka paha.....

---oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra fajar.---
---Makassar Sapo Terulang , Jumat 22 Juni 2012.--------------

BIDADARI NERAKA


Kau
menyeretku keperaduan,
gemuruh nafsu meluber,
satu persatu
kutanggalkan hikmat,
tak sehelai benangpun menutup aurat,
telanjang bugil lupa diri,
bahkan semua ayat kursi lenyap dari kepala,
waktu itu
atmosfir penuh birahi,
memuncak dipergumulan hitam putih,
bertanggalan iman diatas kasur,
menggigil kesadaran dipojok ruangan ber AC,
sungguh maut rayuanmu ,
bidadari neraka,
perlahan lalu secepat kilat bathinku terikat,
atas nikmat sesaat yang kau hidangkan,
dipenghujung malam yang keramat,
dilumpur dosa itu kakiku tertambat,
haruskah menunggu kiamat....

---oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar--
---Makassar Sapo Terulang, Jumat malam, 22 Juni 2012.----