RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 06 April 2012

NYANYIAN BURUNG MALAM



Dik,
kerangka malam belum usai,
saat bahasa kehilangan magna,
ketika itu kita sengketakan rasa,
entahlah...
tak kupahami ujung pangkalnya,
terus mau kemana tujuannya,
padahal sebentar lagi
siang akan menyelesaikan tenunan,
seperti lukisan yang dipesankan,
meskipun masih terang,
tapi hari telah mulai gelap,
saat mana burung malam berkicau,
menyuarakan ejekan,
tentang kemunafikan,
tentang pendustaan publik,
tentang sikap feodalisme,
tentang keakuan yang menggunung,
tentang kecurangan,
tentang penghianatan,
tentang omong kosong,
untunglah kita tak paham bahasanya,
meskipun sesungguhnya,
apa yang disuarakanya, fakta
bahkan sudah melembaga,
diurat nadi insan manusia,
lalu..harus bagaimana lagi,
kueja nasib diri ini ???

----oleh Drs Mustahari Sembiring.------------------------
----Makassar, 03 April 2012. Catatan luka putra Fajar.--

BENINGNYA CINTA SEORANG BOCAH


Sore tadi,
dalam termangu kutatap haru,
seorang bocah belasan,
menuntun mesra dengan tangan kanannya,
seorang wanita tua,
berbaju lusuh, seadanya
barangkali itu ibunya......
tangan kirinya,
memegang tangan kecil,
seorang anak balita,
barangkali itu adikknya.....
bertiga mereka seiring,
menaiki tangga lalu tiba diujung meja,
memesan tiga porsi makanan,
didahulukannya wanita itu,
lalu adiknya,
terakhir buatnya
aku beberapa depa darisana,
terpaku, seluruh tubuhku beku
menitiklah embun dipipi,
tiris menyapa rinduku
pada sosok ibuku yang telah tiada...
ada cinta yang mengalir dari ketiga sosok itu,
bermuara dari lubuk hati bocah belasan tahun,
merimbun didada wanita tua, ibunya
berbunga bunga dihati balita adiknya...
Duh...Pangeran Jagad Batara Syuargaloka,
betapa bening cinta yang mengaliri nuansa
bahkan mampu membuatku tak bergerak,
cuma mampu menatap,
bahkan tak sadar,
tiga sosok itu telah pergi,
meninggalkan meja kosong,
lukisan cinta penuh rahasia......

---oleh Drs Mustahari Sembiring.---------------------------------------------
---Makassar, 02 April 2012. Catatan pandangan mata di Gelael, sore ini.--

KUMOHONKAN MAAFMU


Kumohonkan maaf,
bila sepanjang tarikan nafas,
sikapku melukai,
bahasaku mendustai,
keberadaanku membakar nurani....
sungguh,
cuma satu tujuan
meluruskan garisan alam,
menuntun digulita malam,
merangkaki kefanaan,
sebab sesungguhnya,
aku sudah duluan,
melewati jalan itu,
bahkan sudah kuhitung,
berapa jurang,
dimana menikung,
awas batu sandungan,
agar jangan tersandung kaki kecilmu,
dijalan berduri penuh debu.....
menapaktilasi karmapala,
meski diujung,
berdiriku dibalik bayang bayang,
cuma silluit hitam selintas malam....
semoga kau mahfum adanya,
sembari mengikhlaskan bekas bekas luka,
sengaja atau tidak sengaja,
menggores dinadi,
bahkan diulu hati......

---oleh Drs Mustahari Sembiring.------------------------------------------
---Makassar, Senin sore, 02 April 2012. Catatan bathin putra Fajar.----

BILIK HATI SUNYI



Ingin kukatakan jujur,
lelah kaki menapaki hari,
menunaikaan janji nurani,
amanat diri,
saat mantera terucap,
bulatnya pinta pinta jiwa,
menyeberangi samudra hindia,
berpantang pulang jika tak menang,
tapi kini,
hati kering kerontang,
hampir seluruh bilik sunyi,
ditinggalkan semangat jiwa,
seonggok tekad menumpuk berdebu,
terbengkalai disepanjang jalan pengabdian,
berharap ada yang perduli,
sayangnya zaman terus berlari,
tinggallah fakta tak sempat nyata,
buat apa merangkai dusta,
apalagi senja sudah tiba,
batas akhir perjalanan kefanaan dunia,
tapi aku berdiri disana...
-----oleh Drs Mustahari Sembiring.----------------------------------------
-----Makassar, Kamis sore, 05 April 2

BELUM MERASA SUNGGUH MERDEKA


batas riang menjadi jauh dari hidungku
tatkala extra time tlah terpeluit
semerbak anyir berbaur riuh gemuruh
mataku perih dan tulang tulangku retak
membaca asap dan hadiah tendangan tanpa bayangan

aku merana dikelana lara
memandangi orang orang tak bersenyum
klaksonpun sampai tak terhiraukan
menitikkan embun hangat merembet pipi
menyiksa teman , menyiksa sejawat

begitu juga jalan jalan
tak begitu setia dengan jalur yang di sepakatinya
seruanku hampir kehilangan suara
tenggelam di ujung cakrawala
curang dan nakal tlah membodohi cita cita

saat riang hanya khayal
tersamar dibalik dinding kebenaran
serasa hancur , dukapun ikut terlebur
mengangkat gempita juang lalu berucap
" jahanam ! "

Oleh : Deky Budi
Surabaya

MASIH TERUS DENGAN JERIT KAMI


teriring tangisan kemarin tak berjeda
godam lain datang mengantuk kepala
dari sisa sisa nafas terhela
ternganganya jurang duka depan mata

belum puaskah kami terdera
hingga ada sesi akumulasi derita
cukuplah sampai disini kami menerima
teraduknya lagi ratap nelangsa

tak adakah jalan lain yang pro rakyat jelata
memberikan kami sedikit senyum berbunga bunga
masihkah rezim rezim berkebijakkan sama
menghadirkan teror bersambung sumber malapetaka

bukan ikan nikmat yang kami pinta
apalagi pemberianya salah sasaran dan tak merata
tapi seperangkat kail lebih berharga , agar giat bekerja
bukan pembodohan politisasi belaka

Oleh : Deky Budi
Surabaya

USAILAH, BILA MEMANG HARUS BERAKHIR


Aku takut ini terjadi lagi , terulang kembali
rasanya aku tak mau , tak sanggup jika mesti bertahan
perasaan ini telah habis membendung ego kau punya
mengertimu seakan tak ada habisnya , tak ada ujung-ujungnya
rasanya terlalu tabu untuk ku lupakan meninggalkan kisah lalu denganmu
jika aku mampu , segera saja aku beranjak tinggalkan kita

Bukannya ku cengeng menjadi seorang lelaki sebagai pedampingmu
tapi sudah cukup untuk bersabar menghadapi
haruskah ini terulang lagi untuk yang ke sekian kali
jangan salahkan jika perlahan ku mulai berubah sikap padamu

Aku takut ini akan lebih menakutkan dari kenyataan(nya)
akupun tak ingin memaksa keadaan yang ada
kita hanya bisa saling menyalahkan setiap berbeda pendapat
menyatukan itu seakan jauh dari harapan
kita selalu berbeda arah langkah setiap ada persimpangan
pahamilah , aku terlalu amat sangat takut ini menjadi tamat


Oleh : Wong Djogja
Yogyakarta

CINTA DUNIA MAYA


Cintaaa,,,,,
Apapun namanya dimanapun berada
Bagaimanapun asal mulanya
itu anugrah Tuhan kepada para hamba2nya
Begitupun cintaku
Tertabat padanya hanya untuknya
Bertemu lewat canda n tawa
Bersama di dunia maya
Dunia lain tanpa ku tau seluk beluknya
Tanpa bertatap muka
Karna keikhlasan ku jalani semua
Penuh keyakinan ku lalui semua
Dengan pemikiran takkan ada yang sia2
Selama Tuhan memberkati langkah kita
Yaaaaa,,,,
Cintaku kini jadi nyata
Jumpa pertama sewaktu aku masih disana
Bekerja di negri formosa
Hingga kini ku telah kembali ke negriku tercinta indonesia
Restu keluarga menjadi penyemangatnya
Yaaaaa,,,,
Jangan menyepelekan namanya cinta
Jangan menyudutkannya pada satu sisi saja
Cinta itu anugrah
Cinta itu berkah
Cinta itu indah
Cinta itu nyata

Oleh : Dezzta DeasyaDekkixx BoengaReock
Ponorogo

Untuk seluruh anggota RPS Dezzta DeasyaDekkixx BoengaReock memohon doa reztu
untuk hari bahagia dezzta bersamanya yaaaa,,,, makasih,,,,

salam sukses
dan teruskanlah berkarya

SENDIRI


Ku coba bergegas sebelum pagi, mengejar asa menata hari, tp ternyata tak cukup berarti.
Lalu ku coba menjaga malam sampai pagi, agar tak ada lagi yg terlewatkan, tp ternyata itupun blm cukup untuk berarti.
Aku terdiam tak mengerti mengapa waktu tak pernah sudi menyinggahi ku, seolah berlari meninggalkan ku.
Aku, merenungi mimpi bertanya pd sepi, lalu terdengar pekikan dlm sunyi, seperti raungan kesakitan, ku cari arah suara tp tak prnh bs ku temui, lambat laun akupun mulai menyadari ternyata suara rintihan dr dlm sini, ya, dr jritan suara hati yg tlah lelah menghadapi hari

Oleh : Si Dani
Tanjungbalai, Sumatera Utara

SENYUM ITU



dimanapun aku menatap dunia
yang terbayang hanya senyum indahnya
bahkan saat aku tak bisa lg menatap dunia,kuharap aku bisa merasakan hangat candanya
kehidupan ini laksana mengayuh sampan dilautan nan luas
tiada sepi oleh riuh angin dan riaknya gelombang
harapku dimana aku bisa menjadi tempatmu berbagi sgala keluh kesah dan harapanmu
dan menggenggam tanganmu kapanpun kau butuhkan

Oleh : Joan Andrianto
Surabaya

CINTA DIBALIK LIONTIN BERDARAH


ketika tetesan darah mengalir di nadiku....
ketika saraf saraf merangsang tubuhku....
ketika detak detak jantung menggempur dadaku....
di situlah muncul perasa'an cintaku....
perasa'an yang kini bersarang di hatiku....

ketika cinta di balik liontin berdarah....
masih adakah pengorbanan demi cinta....
masih adakah kasih sayang demi cinta....
masih adakah rasa cinta demi cinta....
apakah mungkin sebaliknya....

ketika cinta di balik liontin berdarah....
apakah ada pertumpahan darah demi cinta....
apakah ada peperangan demi cinta....
mungkin tidak,semuanya telah berbohong....
cinta itu hanya seberkas di balik liontin berdarah....
bukan sebuah pengorbanan ataupun kasih sayang....


Oleh : Agung Suharmanto
Tanjungbalai,Sumatera Utara

MENGIGIL DIPELUK KERINDUAN


Ada hujan yang tak mengenal musim,
kian deras.............
saat kenangan bukan lagi keindahan yang bermukim,
pakailah mantelmu?
mantel cadangan yang selama ini selalu kau siapkan,
di saat hujan turun seiring deraian air mata yang mengalir,
bukankah di luar sedang turun hujan?
hujan yang dengan setia menemaniku di saat sedihku,
pakailah aku tak ingin kau kedinginan,
serupa aku yang menggigil dipeluk kerinduan,
Tak ada yang lebih setia dari hujan malam hari,
rintiknya menemani jawab dari tanya yang tersia,
dari sajak yang tak bermakna...............
sebab di antara kedua lenganmu selalu ada kehangatan,
yang membuatku percaya,
di dalamnya musim hujan tak pernah ada,
rasanya kuingin menghitung tiap butir hujan,
seiring berjalan nya waktu,
ku ingin tau ada berapa detik yang terlewati,
agar saat bersama aku tahu betapa berharganya tiap waktu yang kita jalani.

-----么Ɩ ℳ么.ℳs-----
-----Makassar 4 April 2012,Catatan malam Putri Melaci-----

GUGU TUNGGU KEJUJURAN


Akan kemana rindu memuncak,
bila bait hujan menghapus kenangan,
yang kemudian sepi dari jejak,
padamu asa hati yang sesak,
bertanya genang mata,
adakah kembali hujan pada gugu tunggu kejujuran,
pada hujan yang beriku rindu,
kumohon jangan sakiti ia dengan dinginmu,
bukan pada hujan aku menyembunyikan kesedihan,
tapi kolam tempat rinduku tenggelam.

-----么Ɩ ℳ么.ℳs-----
-----Makassar 4 April 2012,Catatan bathin Putri Melaci-----