RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 25 Agustus 2012

MERATAP


Duhai....
tiba tiba nyeri diulu jiwa
kucermati sepotong bahasa aksaramu beku
aku terisolir sebatang kara
ditanah rantau nan tak pernah kubayangkan
dalam sendiri yang melahirkan sunyi
pada sepi yang sesepi sepinya
saat semua rasa, kata tinggal nostalgia
fakta diri seorang baka terbata bata jalani karma,
inikah hidup yang dahulu kuanyam dengan air mata,
inikah peruntungan yang dahulu kukejar dengan nyawa
sejuta tanya tinggal fatamorgana
menggema dirongga dada,
semua dilema berkecamuk dibelahan sukma,
aku tersadar dalam helaan nafas yang terengah engah,
begitu pedihnya kenyataan mesti tersimpan rapat rapat
demi semua yang kuhormati sebagai ujung kalimat Sahadat
katakan padaku kawan,
dimana aku boleh menangis,
katakan padaku kawan,
dimana aku boleh meratap,
agar lega laraku menjalani sisa waktu,
akh...inikah hidup..

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra fajar.-----
-----Makassar sapo terulang, Jumat malam 24.08.2012 . 19:45--

RINDU YANG KUSUT


Dalam rindu yang kusut
terjerat cinta yang pudar hambar
tak berujung sesal terus mengejar tak hendak henti
patah senduku diterkam ragu yang kemuning
merambati saat yang tercecer ditrotoar
harus kupunguti satu persatu untuk bekal
perjalanan kalbu
pada semusim taman rindu
mengering jerih payah tak pelak
pada titik jenuh yang kental,
saat yang ranum untuk membayarkan alfa
pada sisi yang temaram,
dikotaku......

----by Perlazank Menthaze.----
----(M)Tanah rantau, 24.08.2012 . 08:35.----

PEMBALASAN ALAM


Coba kau eja nuansa
saat mentari mencumbui bumi pagi
dimana kita menyembunyikan segala gelisah yang hadir,
meski sejak malam kita wanti wanti untuk tidak bicara,
memberontakkan rasa yang terbelenggu disukma,
mengapa kita terus saja tak percaya,
pada bahasa alam yang isyaratkan geram,
tengoklah disana sini terjadi bencana
upah atas segala kesewenang wenangan nafsu duniawi
menguasai tanpa syarat, ciptaan sang Illahi
kenapa tak jua mensyukuri, semua anugrah ini
hingga harus dibalaskan alam dengan petaka yang tak berujung
pada korban yang seringkali cuma pasrah,
siapa berbuat siapa dilaknat,
sebab kita salah eja,
pada dasarnya......

-----by Perlazank Menthaze.-----
-----(M)Tanah rantau, 24.08.2012 . 08:45.-----

LIRIH LARAKU PEDIH


Duhai....
jangan hanyutkan aku lebih jauh
pada badai sunyi yang meporakporandakan beranda
sebab gelombang pasang terlalu deras menghempas
untuk kurenangi seorang diri,
saat senja kutanya mengapa,
pada malam kupinta jawabnya....
sebelum semuanya menasihatkan bahasa, aku sudah durjana
bersembunyi dibalik linangan air mata
menyeka kecengengan yang sejujurnya lahir dari jiwa,
terserahlah apa kata mereka
tapi sekarang aku terdampar dibelahan tanpa ampun
petaka rasa meluluhlantakkan pertahanan sukma,
kemana aku harus melambaikan lelahku
menyuarakan lirih laraku pedih,
pada kekinian yang merintih....

-----by Perlazank Menthaze.-----
-----(M)Tanah rantau, jumat malam 24.08.2012 . 20:20.--

PERIHNYA KEKINIAN


Ijinkan aku mengeja bahasa,
dalam kesederhanaan mampuku menata rasa..
terima kasih telah menuntunku ketepian asa,
aku tak bisa menatapmu dengan jernih dari balik embun dimataku,
sejak awan menggumpalkan nuansa..
aku mulai hanyut disamudra luka,lara dan badai jiwa...
jangan kau tanya mengapa..
kenapa atau dimana awal dan akhirnya...
sebab semua sudah tenggelam didasar kehidupan.
kecamuknya malu,ragu,bingung dan pula rindu..
adalah tanda yang tertinggal sepanjang tepian...
melemparkan asaku kelembah sunyinya hati,
pada kekinian yang kujalani,
jujur : perih sekali.....

-----by Perlazank Menthaze.-----
-----(M)Tanah rantau, jumat malam 24.08.2012 . 20:38.-----

MENGAPA BEGINI


Duhai,
ini aku sudah berdiri dan bangkit lagi
kuingat, ingin ucapkan kata
terima kasih atas belaian mesramu yang sadarkan lenaku
bentangan jalan dari alam bawah sadar
sungguh kini aku masih lupa lupa ingat
dimana kusimpan sisa sisa catatan,
sebab telah kureguk seadanya dipertengahan hari,
tapi tetap saja kini aku tak mengerti,
mengapa begini....

-----by Perlazank Menthaze.-----
-----(M)Tanah rantau, jumat malam 24.08.2012 . 22:00.----

DIKESENDIRIANKU


Ijinkan
kutertawakan naifku
dalam mesraku dengan kesepian sunyi
bersama larutnya malam,
dibatas mimpiku merajut duka lara
entah berapa sudah kureguk dengan sadar yang mulai hilang
dikesendirianku
menganyam cerita tentang diri
ditanah rantau kotaku,
hingga kini....

-----by Perlazank Menthaze.-----
-----(M)Tanah rantau, jumat malam 24.08.2012 . 21:47.---

PERANKU


Aku tak mau lelah..
sebab terjagaku adalah satu satunya harapan,
agar esok kutemukan jawab
atas tanyaku yang tercecer sepanjang tarikan nafas...
terimakasihku dalam isyarat yang bersih tanpa bumbu basa basi,
kutitipkan lewat galau malam ini,
semoga tak terbentur pada tatabahasa yang seadanya...
dan jikapun itu terjadi,
maka biarlah itu menjadi bayaran atas lancangku membangunkan niat,
meski sebelumnya aku tak berijin,
pada penjaga taman yang kulewati..
sungguh ,
aku tak bersandiwara,
sebab inilah peranku..

----by Perlazank Menthaze.-----
----(M)Tanah rantau, jumat malam 24.08.2012 . 22:27.---

KUMATERAIKAN DENGAN KEIKHLASAN


Sekali lagi
ijinkan kucatat dalam tataran pustaka jiwaku,
sebab semuanya mengalir seirama detak jantung ,
membahasakan kata hati,
salahkah diri,
jika semua terjadi dengan sadar yang sekaligus tak sadar...
jika kau punya waktu tersisa,
sesekali mampirlah kekedalam sanubari...
melihat catatan sejatinya diri..
hitam putihnya wajah ini,
setelah itu ,diujung catatan ,
cantumlahlah tanda, bahwa ini seadanya...
dan jika aku tak lupa,
pada setiap lipatan kata,
kumateraikan dengan keikhlasan tanpa harga,
ketulusan seperti iramanya,
membunyikan nada nada direnonansi yang sama,
meski berbeda tibanya ditelinga kita..
itulah ejaannya...
apapun sebutannya, aku tetap merasa bahwa hadirmu membawa warna berbeda, bagiku...entah bagi lainnya...

----by Perlazank Menthaze.------
----(M)Tanah rantau, jumat malam 24.08.2012 . 23:00.--

DASAR KALBU


Aku termangu
mengeja aksara malammu berawankan harap,
membangunkan lamunku pendarkan kata,
bagaimana mesti kutulis nada hatiku berserakan
tak satu kalimatpun bisa mewakili nuansa ini,
sejujurnya : sudah berkali kali kuhapus puisi diri
sebab ngambang arti pupus magna
terperangkap pada sunyi yang membeku
searah alur pikir itu aku lelah,
diam dalam galau yang risau,
menyelam dalam kedasar kalbu,
aku terus saja tak berdaya
manata hatiku.....

-----by Perlazank Menthaze.------
-----(M)Tanah rantau, Sabtu siang 25.08.2012.-----

CATATAN RAHASIA


Seperti juga dirimu,
aku sudah pergi sejauh mungkin meninggalkan pelataran ini,
harapku bayangmu pupus sepanjang jalanan dinegeri asing,
tapi nyatanya kakiku terjerembab
pada sunyi ditengah keramaian kota,
aku terperangkap pada jerat tak kasat mata,
pada rindu yang kau suburkan diruang kalbu,
berkali kali kutepiskan nostalgia,
kuserakkan pada gempita malam dan kerlap kerlipnya lampu niscaya
konyol sekali :
wajahmu ada dimana mana,
aku sudah dustai siapa saja, termasuk diriku
kukatakan cinta pada cerita malam dan sosok tak berdaya,
aku merasa bisa dan faktanya bisa
tapi buru buru aku bersembunyi dibalik mendung hatiku,
menyeka hujan yang deras membasahi pipi
inilah catatan yang rahasia,kubawa kemana mana,
entah sampai kapan.....

-----by Mikhael Rajawane.----
-----Tanah rantau (M) Sabtu sore 25.08.2012 . 16:26.---

RINDU RAHASIA


Ingin kumengajakmu menghitung rasa
agar jelas kau tau kurang lebihnya
meski barangkali tak seberguna petualanganmu
mengejar mimpi pada siang yang menganga,
jika mau kukatakan apa adanya :
perburuan yang sia sia ,
berujung sesal yang tak berkesudahan,
dilain sisi, pada henti yang kosong
ratapan kalbu melukai utuhnya hati,
tergores pada rindu yang terus saja disimpan rahasia
katakan padaku dimana ujung akhirnya,
jika terus saja kita mengingkarinya,
sedangkan lentera ditanganku mulai meredup,
sinar yang kehilangan cahaya,
sebab ego kita memadamkannya,
sungguh aku tak mengerti semua ini, kita pelihara
merimbuni hati yang kering senyatanya...
jika aku sendiri, aku tak berdaya

----by Mikhael Rajawane.-----
----Tanah rantau (M) Sabtu siang, 25.08.2012. 16:00.---

Kamis, 23 Agustus 2012

SAKITNYA CINTA


Andai kutau cinta itu sesakit ini
Tak kan kubuka ruang hati
Andai kutau merindumu kan buatku menangis
Tak kan kubiarkan benih cinta ini mekar
Apa tak pernah terpikir olehmu
Aku disini khawatirkanmu
Jika hadirku buatmu tak nyaman
Maka lupakan aku
Hilangkan semua kenangan
Karna hanya ada sakit yang kian meradang

Oleh : Akoe Erha
Ngawen, Jawa Tengah