Ketika si Kecil bertanya kepada Pelatuk
"kemanakah arah jalanku?"
Si Peletuk diam tak berkata.
Dan ketika si Kecil bertanya kembali
"Kemanakah arah hidupku?"
Si Pelatuk tetap diam seribu bahasa
Dan ketika si Kecil bertanya lagi
"Sudah benarkah arah jalan dan hidupku?"
Si Pelatuk hanya menjawab sambil menggeleng
"Tiada daya dan upayaku untuk berkata"
Si Kecil Melangkah dengan Kecewa
by: izwan M_N_S
Tanjungbalai,Sumatera Utara
Rabu, 25 Desember 2013
Kumpulan puisi Nur Aini Natakusuma-DO'A KU
“DOAKU“
Karya: Nur Aini Natakusuma.
“ Aku tidak akan mampu memaksa dirimu untuk mencintaiku seikhlas hatimu,Karena aku tahu, Ikhlas itu pengetahuanNya,Hati berada dalamgenggamanNya. Aku hanya mampu berdoa,Semoga cinta yang sederhana ini,Selalu mengingatkanmu pada Allah yang Maha Mencintai.
-----------------------
“MUNAJAT“
karya: Nur Aini Natakusuma.
Malam merangkak rapuh membela bisu,
sepi ku terkatung di senyap hitam,
bintang-bintang mulai mengedip senyum,
tapi jangkau mata tak sanggup menatap.
Pada rasa membekukan hati,
pada angan liar mengitari teduh,
pada retak luka di hati mengangah,
pasrah ku berlabuh di ujung munajad.
Illahi, terangilah jiwa yang tak berdaya ini...
-----------------------
RASA
Karya: Nur Aini Natakusuma
Ku terdiam saat kau tak peduli,
Ku mengalah saat kau tak ingat aku,
Ku menangis saat aku cemburu,
Ku senang saat kau memelukku,
Ku tertegun saat terdengar masa lalumu,
Ku terima saat kau membohongiku,
Rasa itu yang membuat aku tersiksa,
Rasa untuk mencintaimu mengapa begitu sakit?
27122013
---------------------
”KERINDUANKU”
Karya: Nur Aini Natakusuma.
Aku dalam Kerinduan Ditengah dingin malam yang menusuk Aku merasakan kehangatanmu Disela Suara angin malam yang berhembus Aku mendengar bisikan suaramu Ketika ku pejamkan mataku Semua bayangmu Semua kenangan dulu Semua tentang kita dulu Mulai menghantui dan membayangi. Ya Robb... Apa aku salah? Salahkah aku merindukan seseorang yang sudah tiada, yang telah menghadap-Mu? .......Senandung rinduku ini kubalut dengan lapisan puisi......Disaat tangis sudah tak dapat kubendung lagi. ......Disaat bayangmu sudah tak mungkin ku gapai kembali.......Aku hanya bisa bercerita kepada bulan......Aku hanya bisa menggapai bayangmu dalam doaku. Aku dapat mengingat semua ini bukan sebagai hayalku dimasa lalu waktu kita masih bersama. Melainkan kenangan manis tentang kita. Kasih biarkan aku mencintai lagi, biarkan aku bersama yang lain.......Cintamu dihatiku tak akan tergantikan, akan kusimpan diruang tersendiri......... 26122013
------------------------
' ANDAI LELAKI TAHU ''
Karya: Nur Aini Natakusuma.
Andai lelaki tahu... Apabila seorang perempuan jatuh cinta Lelaki itu tidak semestinya punya segalanya ; Tetapi lelaki itu adalah segalanya di hatinya Andai lelaki tahu... Apabila seorang perempuan itu mengalirkan air mata Itu bukan bermakna dia lemah ; Tetapi dia sedang mencari kekuatan untuk terus tabah mencintai lelaki itu Andai lelaki tahu... Apabila seorang perempuan marah Memang dia tidak mampu mengawal perasaannya ; Tetapi percayalah, itu maknanya dia sangat mengalami tekanan batin yag berat dan menyayangi lelaki itu...Lihat saja pasangan yang baru bercinta, mereka jarang bertengkar, Akan tetaapi percayalah....Semakin bertambah sayang mereka pada seseorang, maka akan semakin banyak pula sesuatu masalah yang akan terjadi....... Andai lelaki tahu........ Apabila perempuan cerewet, dia tidak bermaksud untuk membuat anda risih: Tetapi dia mau lelaki mengenalinya dengan lebih dekat..... Andai lelaki tahu.... Apabila perempuan berkata dia mau kamu berubah, itu bukan bermakna dia tidak mau menerima kamu apa adanya: Tetapi ia mau menjadikan anda lebih baik, bukan untuk dirinya tetapi untuk masa depan anda...... Andai lelaki tahu..... apabila permpuan cemburu dan tidak percaya kamu, bukan bermakna dia tidak sayang: Tetapi dia terlalu menyayangi kamu dan menganggap kamu anak kecil yang masih memerlukan perhatian penuh, terkadang dia terlalu risau sekiranya kamu akan menghianti kepercayaan yang dia berikan sepenuh hatinya. Naluri keibuannya sangat kuat. Dia hanya mengharapkan yang terbaik untukmu
—
Selasa, 24 Desember 2013
Kumpulan Puisi Dion Anak Zaman-MALAM YANG NYINYIR
Malam yang nyinyir
Bergetir penuh lendir lendir
Tanpa petir hujan jatuh kehutan
Sepi dan menyelinap masuk, jemari jemari mekar meremas.
Rambut brukat tanpa sisir
Terkelap diaatas bibir
Dihiasi cintanya tanpa tabir
Pulanglah atau berbadan lusuh
Penuh sesal, atau tertidur pulas
Diatas lengan lelaki yang sumir
-----------------------
Dikau Kemilau kecil
Andai cahayanya pelik
Diantara desak damar damar bunga
Oo Gelora yang membangkitkan
Parit ini, belum kudayuh pada mata kayu uring, aku takluk diserpihan batu batu kecil, membuat perjalanan ini menjadi darah!
Mataku pekat, ada cahay dibalik sungai, memantul diantara pecandu mimpi ingin kekhayangan.
Seruling membasuh anak anak wayang"
Oleh : Dion-anak Zaman
Bergetir penuh lendir lendir
Tanpa petir hujan jatuh kehutan
Sepi dan menyelinap masuk, jemari jemari mekar meremas.
Rambut brukat tanpa sisir
Terkelap diaatas bibir
Dihiasi cintanya tanpa tabir
Pulanglah atau berbadan lusuh
Penuh sesal, atau tertidur pulas
Diatas lengan lelaki yang sumir
-----------------------
Dikau Kemilau kecil
Andai cahayanya pelik
Diantara desak damar damar bunga
Oo Gelora yang membangkitkan
Parit ini, belum kudayuh pada mata kayu uring, aku takluk diserpihan batu batu kecil, membuat perjalanan ini menjadi darah!
Mataku pekat, ada cahay dibalik sungai, memantul diantara pecandu mimpi ingin kekhayangan.
Seruling membasuh anak anak wayang"
Oleh : Dion-anak Zaman
TERIMA KASIH IBU
Terima Kasih Ibu
IBU...rambutmu kini sudah mulai memutih
Kulitmu tak lagi kencang
Penglihatanmu tak lagi terang
Jalanmu kini sudah mulai goyang
Namun..apa yang terlihat
Semua itu tak pernah engkau rasakan
Semua itu tak pernah engkau pedulikan
Aku paham, semua itu demi anakmu
Sepanjang jalan engkau mengais rejeki
Sepanjang waktu engkau berhitung
Berapa laba kau dapat hari ini
Tuk membayar semua letihmu
Engkau tak lagi dapat membedakan
Mana siang, mana malam
Semangat mengalahkan gemetar kakimu
Dan segala rasa lelahmu
Ini semua...untuk siapa?
Hanya untuk anakmu
Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat
Mencapai setumpuk asa
IBU...sampai kapanpun,
Anakmu tak kan pernah lupa
Atas semua jasa, do'a dan derita
Keringat yang engkau cucurkan
IBU...engkau sudah terlalu besar, berkorban
Hanya surga yang pantas membayar tulusmu
Hanya Tuhan yang pantas menjagamu
Dunia dan akherat...
IBU...
Anakmu kan selalu merindumu
Do'a di setiap hembus nafas ini
Terima kasih...IBU, untuk semua ikhlasmu
------------------
khusus hari ibu....
hangat nya "SELIMUT" tk sehangat "PELUKAN IBU"
lembut nya "KAIN SUTERA" tk selembut "BELAIAN TANGAN IBU"
sebesar apapun cinta "DI DUNIA" tk kn sbsar "CINTA IBU" utk kita.
"IBU" engkau lah tempat aq brksih syang, sungguh bsar
jsa mu utk membsar kn ank mu ini.
ya allah ampuni lah dosa² ibu q, dan jga dosa ayah qu.
SELAMAT hri IBU
22 Dsember 2013
"my mom is the best
Oleh : Gunawan Cë'iyë RcëzQtor
Tanjungbalai,Sumatera Utara
TAK KAN BERHENTI MENCINTAIMU
aku kangen kamu sayang ???
tapi semuanya sudah berakhir ...
seseorang disana telah memiliki mu ???
..selama ini aku berpura-pura kuat
bahagia tanpa mu..
padahal semua itu dusta..
aku lemah tanpa mu sayang ...
.. ketahuilah sayang aku tak benar-benar meninggalkan mu..
bila yang kemarin ku katakan ...
ada seseorang yang dapat menghapus air mataku..
itu semua dusta ...
aku hanya ingin kamu berubah dan mengerti..
tapi kamu tak jua pahami aku ..
andai dapat kau baca hati ku ...
betapa rapuhnya aku ...
bila ku ingat dirimu ...
sayang ....
aku takkan berhenti mencintaimu ...
maka ijikanlah aku tuk mengukir nama mu ...
di keabadian cinta ku ....
by: handayani
----------------------
Kukirimkan malam ini cinta suciku untukmu bersama hembusan angin teduh.
Kusalurkan kasih sayangku melalui pori-pori jiwaku ,
untuk bekal tidur yang kau jenjang dalam dekapan kasih membelai jiwamu
by: handayani
HIDUP TERASA HAMPA
hidup terasa hampa....
tak habis waktu dan hidupku..
untuk melupakanmu..
menjadikanmu kisah lalu..
yang harus hilang dalam hidupku..
Aku tahu kau tak tergantikan..
walau hidup terasa hampa..
dan aku hidup diliputi derita..
aku yakin kau tak ada rasa cinta..
bisa kurasakan rindu..
bisa kurasakan hatiku..
jauh didasar jiwaku..
kau menyimpan cinta untukku..
aku menangis pilu dalam hati..
tak ingin melihat dirimu lagi..
untuk melupakanmu serta cinta ini..
karena aku yakin kaupun juga sakit..
cinta yang indah..
menjadi derita tak terhingga..
sayang yang tulus sempurna..
menjadi kenangan bersama.........???
by.deep
Tanjungbalai,Sumatera Utara
tak habis waktu dan hidupku..
untuk melupakanmu..
menjadikanmu kisah lalu..
yang harus hilang dalam hidupku..
Aku tahu kau tak tergantikan..
walau hidup terasa hampa..
dan aku hidup diliputi derita..
aku yakin kau tak ada rasa cinta..
bisa kurasakan rindu..
bisa kurasakan hatiku..
jauh didasar jiwaku..
kau menyimpan cinta untukku..
aku menangis pilu dalam hati..
tak ingin melihat dirimu lagi..
untuk melupakanmu serta cinta ini..
karena aku yakin kaupun juga sakit..
cinta yang indah..
menjadi derita tak terhingga..
sayang yang tulus sempurna..
menjadi kenangan bersama.........???
by.deep
Tanjungbalai,Sumatera Utara
HU HU HU
" Hu Hu Hu "
Kau tinggal Ku sendiri tanpa tau jalan tuk-pulang
Perahu harapan karam di tiang pancang
Dermaga runtuh berkeping
Aku Hamil, Kau menghilang
Aku menangis malam dan siang
Aku malu pada Orang
Hu Hu Hu
Hu Hu Hu
( ridwan.wan )
-------------------------
" Hu Hu HU 2 "
Terbuang dari keluarga
Tersisih dari dari tetangga
malu taktersimpan di kata
Hamil Ku semangkin tua
Aib membawa tanda
Chinta
Pesona
hanyalah kata - kata
runtuhkan Sapda
Kemana Ku bawa Hamil tua
pintu dan jendela
takterbuka
Kesal terlambat datangnya
Ku bunuh Ku takut Dosa
Ku lahirkan Mana Ayahnya
Hu Hu Hu
Hu Hu HU
Oleh : ridwan.wan
Tanjungbalai,Sumatera Utara
Kau tinggal Ku sendiri tanpa tau jalan tuk-pulang
Perahu harapan karam di tiang pancang
Dermaga runtuh berkeping
Aku Hamil, Kau menghilang
Aku menangis malam dan siang
Aku malu pada Orang
Hu Hu Hu
Hu Hu Hu
( ridwan.wan )
-------------------------
" Hu Hu HU 2 "
Terbuang dari keluarga
Tersisih dari dari tetangga
malu taktersimpan di kata
Hamil Ku semangkin tua
Aib membawa tanda
Chinta
Pesona
hanyalah kata - kata
runtuhkan Sapda
Kemana Ku bawa Hamil tua
pintu dan jendela
takterbuka
Kesal terlambat datangnya
Ku bunuh Ku takut Dosa
Ku lahirkan Mana Ayahnya
Hu Hu Hu
Hu Hu HU
Oleh : ridwan.wan
Tanjungbalai,Sumatera Utara
GEMIRICIK HUJAN DI LEMBAYUNG HATI
akhir-akhir ini hujan senantiasa menemaniku
tiap pagi buta siang hari, sore hari bahkan
hingga malam hari..
entah apa yang membuat langit bermuram durja
mungkinkah....karena mereka sedih melihat
hatiku yang sedang pilu..? ataukah mereka terharu
mendengar setiap jeritan jiwaku..?
sungguh aku tak tau..
aku hanya bisa larut dalam anganku
dan kembali termenung.
Oleh : Reka Gintienkz
Medan,Sumatera Utara
tiap pagi buta siang hari, sore hari bahkan
hingga malam hari..
entah apa yang membuat langit bermuram durja
mungkinkah....karena mereka sedih melihat
hatiku yang sedang pilu..? ataukah mereka terharu
mendengar setiap jeritan jiwaku..?
sungguh aku tak tau..
aku hanya bisa larut dalam anganku
dan kembali termenung.
Oleh : Reka Gintienkz
Medan,Sumatera Utara
Kumpulan Puisi LUmbang KAyung-RESAH GELISAH
# JANGAN HINA DIRINYA #
Jangan lagi kau Hina,
Keadaan hidupnya,
Pendidikan Akhirnya,
Gaya kampungannya,
Karena dia yang kini ku Cinta.
Jangan lagi kau Hina,
Dia telah menjadi Rinduku,
Yang selalu ku Manja,
Dengan sepenuh Kasih ku,
Karena dia buat ku segalanya.
Jangan lagi kau Hina,
Nanti kau yang Kecewa,
Menangis dengan Dera,
Tertawa dengan Paksa,
Karena kau tiada apa apanya.
Janganlah lagi,
Aku ini kian Benci,
kata hina yang kau beri,
Membuat dia hilang percaya Diri,
Kepada diri ini yang Mencintainya Kini.
Kau juga harus Tahu,
Cinta kita telah lama Berlalu,
Semua karena Ulahmu,
Dan kini dia Cinta yang baru,
Untuk mengisi Cinta di Ruang Hati ku.
By : LUmbang KAyung
---------------------------
# RESAH GELISAH #
Langit kini kian Mendung,
Gelegar Halilintar pun Meradang,
Bergema di dinding2 Tebing,
Membuat Bumi ini seakan Bergoncang
Bersama Mentari yang kini Menghilang.
Rinai Hujan kini Basahi Bumi,
Basahi tubuh yang kian Gelisah,
Resah di dalam Ruang Hati,
Di antara Lara dan Gundah,
Dalam penantian Cinta ini.
Tak pernah dapat ku Pahami,
Gelora Cinta entah kemana Pergi,
Hingga kini ku jalani kesendirian ini,
Dalam Sepi ku Menghitung Hari,
Merenungi Batas Usia ku ini.
Kemana hilangnya Makna Cinta,
Lama ku Cari dan ku Nanti,
Apakah Makna Cinta hanya Derita,
Menyiksa Jiwa di dalam Sepinya Hati
Menanti Terkubur bersama Hilangnya Bahagia.
Semaikan lah bunga Cinta ku,
Biar Gelisah ini ada yang menemani,
Berjalan Seiring dengan Waktu,
Mengapai Harapan di dalam Janji Suci.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 20:12:2013 )
------------------------
# JANJI DI BAWAH WARNA PANJI MU #
Panji2 telah berdiri,
penuh dengan Warna Warni,
Penuh Gaya yang di Lakoni,
Harapan seakan penuh Arti,
Walau kadang tak ku mengerti.
Panji mu berdiri penuh Semangat,
Membuat mereka merasa Hebat,
Penuh Bangga walau sesaat,
Berharab nanti bisa mendapat,
Singgasana di dalam Senat.
Panjimu berdiri mungkinkah pasti,
Memberi arti setiab Janji,
Dapat membangkitkan Harga Diri,
Memberi Ilmu pasti ke setiab Generasi,
Hingga Keluhan tak terdenagar lagi.
Harapan ku Janji mu itu pasti,
Tidak membuat kecewa nanti,
Dapat membuat Bangga Negara ini,
Menambah Hasil setiab Rejeki,
Dari mu yang menjadi pemenang Nanti.
Aku masih menunggu,
Suara Panjimu bukan lah Bohong yang dahulu,
Yang pernah membuat kami merasa Ragu,
Kepastian Janjimu telah lama kami Tunggu,
Untuk Membina Kemuliaan hidup yang Baru.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 23:12:2013)
--------------------------
# MERENUNGI MIMPI #
Ku menatap di Kehampaan,
Bersam Deru Ombak dan Nyanyian Camar,
Terdengar bersama Canda Tawa Nelayan,
Dan ku Sandarkan Tubuh ini di Sebatang Niyur,
Menerobos setiab Ruang Lamunan.
Hanya Angin yang Membelai,
Manjakan Impian yang kini Lunglai,
Temani ku dalam kesendirin Ini,
Yang Hanyut Merenungi Sepi,
Setelah Getirnya Mimpi semalam menemani.
Entah apa yang telah terjadi,
Dalam mimpi ku kau pergi,
Terbang Menuju ke Langit yang tinggi
Meninggalkan aku Sendiri di sini,
Sewaktu Kemesraan di antara kita Bersemi.
Ku Berharab ini Hanya Sebuah Mimpi,
Bunga Tidur yang kerab menemani,
Di dalam setiab Pejaman Mataku ini,
Bukan Menjadi petanda dari Sebuah Mimpi,
Yang Kabarkan penentian ini tiada Arti.
Dalam Doa dan Kerinduan,
Kesendirian ini kan memberi Jawaban,
Dari semua arti Kesetiaan,
Yang dulu pernah kita Ucapkan,
Hingga Cinta kita di pertemukan dalam Pernikahan.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 19:12:2013 )
----------------------
# Aku MUNGKIN TAK TAU #
Entah apa yang terpikir,
Aku semangkin bingung,
Tentang kisah yang Mangkir,
Semua membuat ku bimbang,
Bersama Harapan yang hampir tergusur,
Namun ku masih merasakan adanya Sayang.
Malam ini ku ingin Bahagia,
Namun malam ini ku merasa Tersakiti,
Dari semua kata2,
Dari semua ungkapan yang ku anggab Suci,
Semua ku rasa bagai kata tampa Cinta.
Entah apa yang ingin ku lakukan,
Semua bagai Mengecewakan,
tentan Malam yang seharusnya penuh ke Cerian,
Malam yang Tuhan telah Anugrahkan,
Dalam Meriahnya Natal Yang Kau Berikan.
Aku Manusia yang Tak ingin Gelisah,
Di dalam Badan Nusantara ku,
Namun ku tak boleh Pasarah,
Hadapi apa yng kini Berlaku,
Yang kadang membuat ku ingin Marah.
Seharusnya aku Bergembira,
Tampa ada rasa kecewa,
Karena Natal untuk kita Bersama,
Sebagai Manusia yang Berpancasila Indonesia,
Yang tampa mengenal Suku dan Agama,
Tapi kamu bak Dusta membuat semua Murka.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 25:12:2013 )
Jangan lagi kau Hina,
Keadaan hidupnya,
Pendidikan Akhirnya,
Gaya kampungannya,
Karena dia yang kini ku Cinta.
Jangan lagi kau Hina,
Dia telah menjadi Rinduku,
Yang selalu ku Manja,
Dengan sepenuh Kasih ku,
Karena dia buat ku segalanya.
Jangan lagi kau Hina,
Nanti kau yang Kecewa,
Menangis dengan Dera,
Tertawa dengan Paksa,
Karena kau tiada apa apanya.
Janganlah lagi,
Aku ini kian Benci,
kata hina yang kau beri,
Membuat dia hilang percaya Diri,
Kepada diri ini yang Mencintainya Kini.
Kau juga harus Tahu,
Cinta kita telah lama Berlalu,
Semua karena Ulahmu,
Dan kini dia Cinta yang baru,
Untuk mengisi Cinta di Ruang Hati ku.
By : LUmbang KAyung
---------------------------
# RESAH GELISAH #
Langit kini kian Mendung,
Gelegar Halilintar pun Meradang,
Bergema di dinding2 Tebing,
Membuat Bumi ini seakan Bergoncang
Bersama Mentari yang kini Menghilang.
Rinai Hujan kini Basahi Bumi,
Basahi tubuh yang kian Gelisah,
Resah di dalam Ruang Hati,
Di antara Lara dan Gundah,
Dalam penantian Cinta ini.
Tak pernah dapat ku Pahami,
Gelora Cinta entah kemana Pergi,
Hingga kini ku jalani kesendirian ini,
Dalam Sepi ku Menghitung Hari,
Merenungi Batas Usia ku ini.
Kemana hilangnya Makna Cinta,
Lama ku Cari dan ku Nanti,
Apakah Makna Cinta hanya Derita,
Menyiksa Jiwa di dalam Sepinya Hati
Menanti Terkubur bersama Hilangnya Bahagia.
Semaikan lah bunga Cinta ku,
Biar Gelisah ini ada yang menemani,
Berjalan Seiring dengan Waktu,
Mengapai Harapan di dalam Janji Suci.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 20:12:2013 )
------------------------
# JANJI DI BAWAH WARNA PANJI MU #
Panji2 telah berdiri,
penuh dengan Warna Warni,
Penuh Gaya yang di Lakoni,
Harapan seakan penuh Arti,
Walau kadang tak ku mengerti.
Panji mu berdiri penuh Semangat,
Membuat mereka merasa Hebat,
Penuh Bangga walau sesaat,
Berharab nanti bisa mendapat,
Singgasana di dalam Senat.
Panjimu berdiri mungkinkah pasti,
Memberi arti setiab Janji,
Dapat membangkitkan Harga Diri,
Memberi Ilmu pasti ke setiab Generasi,
Hingga Keluhan tak terdenagar lagi.
Harapan ku Janji mu itu pasti,
Tidak membuat kecewa nanti,
Dapat membuat Bangga Negara ini,
Menambah Hasil setiab Rejeki,
Dari mu yang menjadi pemenang Nanti.
Aku masih menunggu,
Suara Panjimu bukan lah Bohong yang dahulu,
Yang pernah membuat kami merasa Ragu,
Kepastian Janjimu telah lama kami Tunggu,
Untuk Membina Kemuliaan hidup yang Baru.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 23:12:2013)
--------------------------
# MERENUNGI MIMPI #
Ku menatap di Kehampaan,
Bersam Deru Ombak dan Nyanyian Camar,
Terdengar bersama Canda Tawa Nelayan,
Dan ku Sandarkan Tubuh ini di Sebatang Niyur,
Menerobos setiab Ruang Lamunan.
Hanya Angin yang Membelai,
Manjakan Impian yang kini Lunglai,
Temani ku dalam kesendirin Ini,
Yang Hanyut Merenungi Sepi,
Setelah Getirnya Mimpi semalam menemani.
Entah apa yang telah terjadi,
Dalam mimpi ku kau pergi,
Terbang Menuju ke Langit yang tinggi
Meninggalkan aku Sendiri di sini,
Sewaktu Kemesraan di antara kita Bersemi.
Ku Berharab ini Hanya Sebuah Mimpi,
Bunga Tidur yang kerab menemani,
Di dalam setiab Pejaman Mataku ini,
Bukan Menjadi petanda dari Sebuah Mimpi,
Yang Kabarkan penentian ini tiada Arti.
Dalam Doa dan Kerinduan,
Kesendirian ini kan memberi Jawaban,
Dari semua arti Kesetiaan,
Yang dulu pernah kita Ucapkan,
Hingga Cinta kita di pertemukan dalam Pernikahan.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 19:12:2013 )
----------------------
# Aku MUNGKIN TAK TAU #
Entah apa yang terpikir,
Aku semangkin bingung,
Tentang kisah yang Mangkir,
Semua membuat ku bimbang,
Bersama Harapan yang hampir tergusur,
Namun ku masih merasakan adanya Sayang.
Malam ini ku ingin Bahagia,
Namun malam ini ku merasa Tersakiti,
Dari semua kata2,
Dari semua ungkapan yang ku anggab Suci,
Semua ku rasa bagai kata tampa Cinta.
Entah apa yang ingin ku lakukan,
Semua bagai Mengecewakan,
tentan Malam yang seharusnya penuh ke Cerian,
Malam yang Tuhan telah Anugrahkan,
Dalam Meriahnya Natal Yang Kau Berikan.
Aku Manusia yang Tak ingin Gelisah,
Di dalam Badan Nusantara ku,
Namun ku tak boleh Pasarah,
Hadapi apa yng kini Berlaku,
Yang kadang membuat ku ingin Marah.
Seharusnya aku Bergembira,
Tampa ada rasa kecewa,
Karena Natal untuk kita Bersama,
Sebagai Manusia yang Berpancasila Indonesia,
Yang tampa mengenal Suku dan Agama,
Tapi kamu bak Dusta membuat semua Murka.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 25:12:2013 )
Senin, 23 Desember 2013
Kumpulan Puisi Mauja Naurra-PUISI PALSU
PADAMU MAMA
~ padamu mama........... ~ ma................ tiap kali aku ingin kembali menjadi bayimu berada dirangkulanmu, menangis dalam dekapmu telungkup diatas dadamu seraya mengadukan isakku mama.................. ternyata anakmu belum lagi menjadi dewasa belum lagi dapat setegar dan sekuat mama mampu berjalan dalam segala musim dengan senyuman meski dalam belasan tahun dengan kesendirian teringat kilas kerdilnya sebuah hati betapa lemah dan kecilnya jemari ini.... begitu rentan tanpa sentuhan lembut kasihmu berapa kali harus terlupakan karna ke egoan ku dengan segenap kelembutan kasih sayangmu mama diantara sekian banyaknya kesalahan dan kelalaian anakmu jika aku belum mampu membuatmu tersenyum didunia izinkanlah dengan keridhaanmu............... menyisakan sedikit senyuman dihatimu mama kemudahan menutup mata menuju ke ridhaan Illahi Rabbi
Oleh: Mauja Naurra
----------------------------
PUISI PALSU
with: @[100001852869276:2048:Pujangga Sintink], @[100004552844079:2048:Ryan Abel] Rupa rupawan khalil... Dari opsi tangan gibran pencuri kata kitab sangsekerta... Manipulasi suku ejaan tantular Telak kata jeplakan jubah membungkus warna sinis penyair, mengumpat pura mirip secarik bait tersirip akbar karya pati neruda adalah luka... dunia kala penepis, peradaban kesan, pesan miniatur pelantun. Bising.... luah obor picu pemuja emosi buku Pena chairul berdalih... Mengayun setinta cinap para cendikiawan yunani mengakal paragraf mesir wajah cleopatra pada telapak gajahyana Sandi simbol menyingkap prahara santun candu rupa usung pemikat aroma. Jiwa mengepul roman asap dibalik layar... Tabir,gerai lesung jeda spasi penguasa... Kilah darma rengkut nalar pujangga Terangkum di lapak alfabet transparan tebak ketiak epilog. Ketikan kutub teriklim himpun mata, berkacalah makna koma angka.. Khidmah lentik ruas jemari cerminan hasta, sepuluh ruas dalam masa penyandang 26 beban keaslian abjad... Tunas batu mulai hamili lontar diatas kertas warna peradaban... Dewan mengkais tatanan kuno, pada panji sampul itu prasasti wantoro sebelum penjiplak memenorkan rahim pribahasa. Antara melayu segian kamuflase jawa kawi mengklaim setidaknya ini PUISI PALSU... tangan tangan memungut kata dari kotak perhiasan abjad, Belukar kerumitan latin memakna, bahasa prasangka tertukar kilah pesona.. bertuturnya jeda, aksen tirani petarung sajak Dalam gelar sastra penjejal.. Tiap jengkal pena tertawa... tajam penyungging sinis... kebesaran makar... Jiwa tertindas ikat mengebat mati lipatan penjuru abstrak.. Labil sinonim hati... Pekik sorai tampar aduan rasa sambung jeda taji genggam penghapus waktu. Mengkaji pilahan bab terbelah empedu wiyata buncah,,, tebar kemurnian pahit pergelang ganesha Kalimat kalimat berkaki memanas mata berjejal menuang palsu kolosal perjamu.. Mauja lemparan lemparan kalimat sintink, Naurra pada bilahan tangan fikri... Sang anak satam dalam rengkarnasi zaman...
Oleh: Mauja Naurra
-----------------------------
JIWA
jiwa yang terperangkap kepulan ilusi
telah merobek setahap demi setahap
dari sebuah hasutan kerap berbisik
sindrom sebuah kegagalan mengusik
menjelma satu reinkarnasi sosok yang terpasung
ilustrasi merubah skema tiap alineanya
kiprah kembara langitpun tercela
didalam kejayaan juru selamat pun terkikis sudah
tutur darma tersingkap karma pelakonnya
jiwa yang mati ........
berjalan tanpa bekal melewati lorong fana
mengusap sesal sejengkal nafas meregang nyawa
~jiwa yang mati........~
Oleh : Mauja Naurra
Tangerang
Kumpulan Puisi Srimasta Sinulingga-SENYUMAN TERAKHIR
SENYUMAN TERAKHIR
Masih terbayang senyuman terakhir yang terlukis beku disudut bibirmu
Masih tergambar jelas dimataku sisa-sisa derita dipelupuk matamu yang terpejam sendu... Kaku...
Lidahku kelu diam dalam rindu...
Ibu..... Ibu..... Ibu.....
Jeritku dalam sesalku
Ibu..... Begitu cepat kau tinggalkan aku
Ibu..... Aku anakmu yang satu belum sempat membahagiakanmu
Karena kebodohanku... Tangisku...
Begitu singkat,serasa baru kemarin aku duduk dipangkuanmu
Serasa baru kemarin kau seka sisa susu dibibirku
Bodohnya aku,tak menghiraukan senja yang mulai terlukis diwajahmu...
Ibu.....
Kukecup keningmu
Kupanggili namamu
Kudekap erat tubuhmu
Kugenggam erat jemarimu
Ibu..... Maafkan aku... bisikku
Tapi kau tetap diam membisu
Beku...
Aku terpaku dalam tangisku, membatu...
Ibu..... Maafkan aku...
Yang tak sempat membahagiakanmu
Karena kebodohanku...
By:Srimasta.S
------------------------------
UNTUK SANG PENGUASA HATI
Ku ketik lagi beberapa huruf yang sudah sangat akrab dengan jari-jemariku
Kumulai dari sebaris kata
Menjadi sebuah kalimat
Yang akhirnya menjadi sebait ungkapan hati
Dan kini menjadi puisi
Untukmu... Sang penguasa hati
Sebelum kukirimkan puisi ini
Telah kubaca pula dengan teliti
Beberapa kata mungkin sedikit tak berarti
Bila tak kau gabungkan dengan bisikan nurani
Namun inilah ungkapan hati
Kutitipkan di halaman ini
Untuk kau baca dan kau pahami
Kau... Sang penguasa hati
Sebaris kata kau baca
Sesungguhnya seribu makna terucap disana
Bila kau tak salah mengeja
Duhai... Sang penguasa hati
Kata-kataku sederhana
Cukup mudah memahaminya
Bila dengan hati engkau membacanya
Wahai... sang penguasa hati
Akh....... Sudahlah..........
Untuk apa pula aku memaksakan diri
Terserah.........!
Bila kau perduli kau pasti memahami
Yang pasti,terciptanya puisi ini hanya karena engkau yang selalu merajai hati...
By:Srimasta.S
----------------------------
BALADA SANG PENGEMBARA
Sejak aku menapakkan kaki dilereng bukit pagi itu
Aku berharap telah mengerti semua bahasa-bahasa isyarat dari bisikan semak belukar,yg seperti sengaja mematahkan ranting-rantingnya
'Tuk peringatkan diri
Beribu kemungkinan mungkin terjadi...
Dan aku pun berlalu saja,hanya kudengar bunyi gemeretak ranting patah saja,tak kubaca bahasa bibirnya yang menganga...
Ternyata,tak sesederhana bisikan gemeretak ranting-ranting kayu patah...
Apalagi waktu itu kembang-kembang berduri pun turut pula menarikan tarian dusta diantara tangisan dedaunan yang jatuh berguguran...
Hingga tak begitu jelas ku dengar,bekal apa saja yang harus kubawa...
Ataukah aku yang sengaja mengacuhkannya...
Andai aku menyempatkan diri membaca bahasa bibirnya...
Kini,senja hampir tiba...
Aku lelah...
Aku letih...
Aku tertatih-tatih...
Masihkah ini jalan yang tepat...
Ataukah aku telah tersesat?
By:Srymasta.s
Medan,Sumatera Utara
ANTARA CINTA DAN DENDAM
Bila hati tak ingin lagi dibujuk..
Pasti kalbu pun 'tlah enggan merajuk
Bila mata tak ingin lagi mengutarakan duka..
Pasti jiwa pun telah membeku terselubung kesumat belaka..
Jangan..
Jangan biarkan ku pendam rasa..
Ijinkan..
Ijinkan aku mengungkapkannya..
Berikan aku waktu
Berikan kesempatan
Agar dapat ku bagi rasa ini denganmu
Jangan kau diam Janganlah membisu
Agar tak kusimpan kesumat di kalbuku..
By:_SRKS_dari_relung_hati_terdalam..
AKU KECEWA
Dimanakah berujung.....?
Kecewa ku ini.. Kutanyakan pada sang bintang, sang bintang diam membisu..
Kutanyakan pada sang rembulan, sang rembulan pun sembunyi dibalik awan kelam..
Bertahan.. Rapuh.. Dan usang, mungkin segera terbuang..
Hanya kecewa..
Tak pernah terjawab mengapa..
Hanya terluka..
Tak pernah ku temukan pengobatnya..
Kapankah.. Kapan.....?
Dimanakah berujung.....?
Tanyaku pada sang air mata.. Namun tak pernah dijawabnya pula..
----------------------
Mengapa..?
Tengah teriknya mentari siang ini, kau seolah memperlambat jalanmu..?
Semakin kutunggu,semakin kau begitu.
Mengapa..?
Mengapa kau begitu..?
Sedangkan kau tentu saja tau, sebentar lagi senja menghampirimu,lalu menjelangku..
Tidakkah sebaiknya kau berjalan sejajar denganku..?
Oh.. Mengapa..?
Mengapa kau begitu..?
Bila kau tak inginkan lagi berjalan disisiku, sebaiknya kau melaju..
Percepatlah langkahmu, berlarilah didepanku..
Karena aku,takkan pernah meninggalkanmu, dibelakangku..
Dan.. usah kau tanyakan mengapa aku begitu..
Karena kau tentu saja tau, aku memang begitu..
Aku.. Kau.. Tau mengapa begitu..
Masih terbayang senyuman terakhir yang terlukis beku disudut bibirmu
Masih tergambar jelas dimataku sisa-sisa derita dipelupuk matamu yang terpejam sendu... Kaku...
Lidahku kelu diam dalam rindu...
Ibu..... Ibu..... Ibu.....
Jeritku dalam sesalku
Ibu..... Begitu cepat kau tinggalkan aku
Ibu..... Aku anakmu yang satu belum sempat membahagiakanmu
Karena kebodohanku... Tangisku...
Begitu singkat,serasa baru kemarin aku duduk dipangkuanmu
Serasa baru kemarin kau seka sisa susu dibibirku
Bodohnya aku,tak menghiraukan senja yang mulai terlukis diwajahmu...
Ibu.....
Kukecup keningmu
Kupanggili namamu
Kudekap erat tubuhmu
Kugenggam erat jemarimu
Ibu..... Maafkan aku... bisikku
Tapi kau tetap diam membisu
Beku...
Aku terpaku dalam tangisku, membatu...
Ibu..... Maafkan aku...
Yang tak sempat membahagiakanmu
Karena kebodohanku...
By:Srimasta.S
------------------------------
UNTUK SANG PENGUASA HATI
Ku ketik lagi beberapa huruf yang sudah sangat akrab dengan jari-jemariku
Kumulai dari sebaris kata
Menjadi sebuah kalimat
Yang akhirnya menjadi sebait ungkapan hati
Dan kini menjadi puisi
Untukmu... Sang penguasa hati
Sebelum kukirimkan puisi ini
Telah kubaca pula dengan teliti
Beberapa kata mungkin sedikit tak berarti
Bila tak kau gabungkan dengan bisikan nurani
Namun inilah ungkapan hati
Kutitipkan di halaman ini
Untuk kau baca dan kau pahami
Kau... Sang penguasa hati
Sebaris kata kau baca
Sesungguhnya seribu makna terucap disana
Bila kau tak salah mengeja
Duhai... Sang penguasa hati
Kata-kataku sederhana
Cukup mudah memahaminya
Bila dengan hati engkau membacanya
Wahai... sang penguasa hati
Akh....... Sudahlah..........
Untuk apa pula aku memaksakan diri
Terserah.........!
Bila kau perduli kau pasti memahami
Yang pasti,terciptanya puisi ini hanya karena engkau yang selalu merajai hati...
By:Srimasta.S
----------------------------
BALADA SANG PENGEMBARA
Sejak aku menapakkan kaki dilereng bukit pagi itu
Aku berharap telah mengerti semua bahasa-bahasa isyarat dari bisikan semak belukar,yg seperti sengaja mematahkan ranting-rantingnya
'Tuk peringatkan diri
Beribu kemungkinan mungkin terjadi...
Dan aku pun berlalu saja,hanya kudengar bunyi gemeretak ranting patah saja,tak kubaca bahasa bibirnya yang menganga...
Ternyata,tak sesederhana bisikan gemeretak ranting-ranting kayu patah...
Apalagi waktu itu kembang-kembang berduri pun turut pula menarikan tarian dusta diantara tangisan dedaunan yang jatuh berguguran...
Hingga tak begitu jelas ku dengar,bekal apa saja yang harus kubawa...
Ataukah aku yang sengaja mengacuhkannya...
Andai aku menyempatkan diri membaca bahasa bibirnya...
Kini,senja hampir tiba...
Aku lelah...
Aku letih...
Aku tertatih-tatih...
Masihkah ini jalan yang tepat...
Ataukah aku telah tersesat?
By:Srymasta.s
Medan,Sumatera Utara
ANTARA CINTA DAN DENDAM
Bila hati tak ingin lagi dibujuk..
Pasti kalbu pun 'tlah enggan merajuk
Bila mata tak ingin lagi mengutarakan duka..
Pasti jiwa pun telah membeku terselubung kesumat belaka..
Jangan..
Jangan biarkan ku pendam rasa..
Ijinkan..
Ijinkan aku mengungkapkannya..
Berikan aku waktu
Berikan kesempatan
Agar dapat ku bagi rasa ini denganmu
Jangan kau diam Janganlah membisu
Agar tak kusimpan kesumat di kalbuku..
By:_SRKS_dari_relung_hati_terdalam..
AKU KECEWA
Dimanakah berujung.....?
Kecewa ku ini.. Kutanyakan pada sang bintang, sang bintang diam membisu..
Kutanyakan pada sang rembulan, sang rembulan pun sembunyi dibalik awan kelam..
Bertahan.. Rapuh.. Dan usang, mungkin segera terbuang..
Hanya kecewa..
Tak pernah terjawab mengapa..
Hanya terluka..
Tak pernah ku temukan pengobatnya..
Kapankah.. Kapan.....?
Dimanakah berujung.....?
Tanyaku pada sang air mata.. Namun tak pernah dijawabnya pula..
----------------------
Mengapa..?
Tengah teriknya mentari siang ini, kau seolah memperlambat jalanmu..?
Semakin kutunggu,semakin kau begitu.
Mengapa..?
Mengapa kau begitu..?
Sedangkan kau tentu saja tau, sebentar lagi senja menghampirimu,lalu menjelangku..
Tidakkah sebaiknya kau berjalan sejajar denganku..?
Oh.. Mengapa..?
Mengapa kau begitu..?
Bila kau tak inginkan lagi berjalan disisiku, sebaiknya kau melaju..
Percepatlah langkahmu, berlarilah didepanku..
Karena aku,takkan pernah meninggalkanmu, dibelakangku..
Dan.. usah kau tanyakan mengapa aku begitu..
Karena kau tentu saja tau, aku memang begitu..
Aku.. Kau.. Tau mengapa begitu..
Kumpulan Puisi Siamir Marulafau-DUSTA
SERDOS YANG BASAH
Oleh : siamir marulafau
serdosku diguyur hujan sepanjang usia senja sementara data hanyut ditelan air ludah mengubah segalanya seiring tugas diemban menyisir lara berkepanjangan
serdos mengubah pendirian sepertinya jiwa hanyut ditelan masa, apakah itu benar?bertanya tak perlu pada rumput bergoyang
alasan seribu alasan tak jadi pedoman
kemalasan berkarir terhambat jiwa
pemerintah bersalah tidak mengubah sifat insan bermalas jangan
tahun ketahun perubahan tampak
jelas, jawaban lengkap semua
tahu menahu sesamanya
bertanya dipersilahkan asalkan alasan cukup jua
sm/19122013
--------------------------
DUSTA
Oleh :siamir marulafau
ucapannya mulus semulus salju
lembut selembut kapas
hasilnya bagaikan tong kosong
di ketok bunyinya nyaring
memekakkan kuping
insani percaya tidak
sekali lancung ke ujian
seumur hidup orang percaya tidak
karena pribadinya dimakan rayap
kesiangan sampai terkapar di batu
karang
sm/22122013
----------------------
APAKAH KAU BIARKAN AKU PERGI?
Oleh :siamir marulafau
Tega benar kau membiarkan aku pergi dikala dikau melupakan sehelai kasih tersemai di atas sehelai daun pada musim dingin
Apakah kau sungguh mengulurkan tanganmu tidak atas kepergianku ke lembah sungai Nil dalam impian masa lalu?
Jikalau demikian kau sesungguhnya menghempaskan kasih di atas daun aku pun terbang di atas langit sepanjang memandang mata tak sampai tapi jangan kau kesal bila napasku tersendat di muka bumi sampai ajal menjemput sampai bergoncang pada akhir zaman kelak menanti
sm/23122013
--------------------------
PUISIKU KE MANA?
Oleh : siamir marulafau
Aksara puisiku bertaburan di atas langit sementara awan mengurai makna
Awam pun menyemai dalam lara seiring penyair mendera doa berkepanjangan
dikala dunia bergoncang mengurai berita langit bahwa aku dan puisiku
berkelana sepanjang hayat dikandung badan
Meskipun aksara menderu bagaikan angin kencang di rembulan malam namun
sukma mengiris sendu sampai ke ujung dunia
sm/2312201
--------------------------
DEBURAN CINTA
Oleh :siamir marulafau
Tak usah ujung hatimu tersentuh ujung lidahmu pun terurai dalam sekujur tubuhku sampai mataku mengeram dan tubuhku menggeliat sepertinya dunia ini milik kita berdua.
sm/21122013
--------------------------
SIAPA BISA MENJAWABKU?
Oleh : siamir marulafau
mengapa aku kerap menulis syairku tubuhku terasa menggigil?
sepertinya ubun-ubunku pun terasa panas sepanas lahar gunung Sinabung
mengapa aku menulis syairku kerap kali laraku gemetar sepertinya jiwaku terbuai dalam anganan sepertinya aku berdiri di atas langit tak bertepi?
mengapa aku menulis setiap syair membahana dalam jiwa seiring duniaku terhempas di jalan tak berunjung
apakah syairku menyentuh lara dunia tersenyum?
apakah syairku mengeluskan jiwa insan terbungkus pilu?
apakah syairku menggetarkan rasa haru?
menggetarkan bumi Tuhan yang kelabu?
jika bisa dijawab pembacaku sedarah dengan jiwaku
seiman dengan anganku
setia dengan syairku
sm/20122013
--------------------
RINDUKU DI JEMBATAN LAYANG
Oleh :siamir marulafau
meskipun air matamu membasahi rinduku
namun aku tega tidak membiarkan kamu terkapar
di jalan layang tak berujung
biarpun jembatan goncang seiring bumi berputar
dari barat ke timur namun jejakmu tertanam dalam laraku
sepanjang jembatan kau seberangi tak goncang
diterpa angin spoi-spoi pada rembulan yang kelam
aku semakin yakin bahwa kau berdiri dalam jiwaku
mengurai rindu pada masa lalu
tapi meskipun rindu menata kalbu beku bagai es
namun sukmaku beku tidak dalam kerinduan kutempuh
di ujung jembatan kau jemput
sm/20122013
---------------------------
TERTAWAN MIMPI 1
Kembali aku menjejak bumi Setelah sekian lama tertawan mimpi Dalam rindu air mata membasah Dalam pesonanya aku tengadah Di tanah merah ini aku berdiri Mengurai satu persatu simpul rindu Menata kembali hati beku Asrining Nurfauzie KH, 181213
Oleh: Asrining Nurfauzie
Kiriman : Siamir Marulafau
------------------------
SIKSAAN KUBUR
Oleh : siamir marulafau
siapa bilang siksaan kubur terelakkan tidak bila amalan jelek di mata Tuhan sementara di dunia terlena sudah beramal buat kebajikan kepada Tuhan
siapa bilang siksaan kubur mengerikan tidak dalam renungan
ukuran 160 cm x 60 cm
ke dalaman tanah diam kutempuh 150 cm
masya Allah sungguh misterius kulalui sebelum mahsar
betapa sunyinya alam kubur tiada tara dalam jiwa\
ngguh mengubah jiwa sengsara bila amalan sirna ditelan maksiat
apa mau dikata ?penyesalan berguna tidak sepanjang dunia terasa mewah, hidup bagaikan rembulan purnama indah bak perasaan hidup 1000 tahun lagi meskipun usia senja mengancam dunia seniman
siksaan terhindar tidak seiring jasad hancur lebur tinggal tulangnya di saat aku berbaring sampai akhir zaman
kutelan duka akan siksaan sepanjang aku tertanam dalam tanah diam
kumau tak rela diriku terbenam dalam lumpur yang sunyi senyap tak berkawan
tak makan minum segalanya
masya Allah...
hindarkanlah siksaan kubur padaku bila sewaktu waktu ajal menjemputku
sewaktu-waktu napasku mendesah keluar dari tubuhku
sm/20122013
----------------------
MAU KE MANA AKU PERGI?
Oleh :siamir marulafau
jangan kau tanya mengapa aku pergi sementara rembulan meniti buih dalam renungan di saat aku galau seiring tak seorang pun yang merayuku meskipun kau
berpaling tidak dalam impianku namun kutak mau pun dirayu karena cintaku sedalam air laut setinggi gunung kau daki tapi kau tak percaya padaku,aku pun cuek aja melihatmu
meskipun senyum kau lemparkan dalam impianku namun lara menyambut sungguh tak mau sementara sukmaku jauh di pulau terbayang tidak akan dikau karena pincalanku pecah terhempas badai di ujung pulau
meskipun rendang kau suguhkan dalam jiwaku namun raga berpaling sudah akan dikau seiring kau perduli tidak akan kisahku sepanjang hayatku tersiksa sungguh berat kutempuh sampai unjung langit tak bertepi sepertinya diriku terhempas di hamparan lautan dunia yang kelabu
sm/23122013
------------------------
REMBULAN MALAM
Oleh : siamir marulafau
cahayanya menyelinap
bersua dua patah kata
aksara terhempas, mendekap
ingatan tajam
malamnya terbungkus kain kanvas
ingatannya kepada Tuhan
ingatannya bukan sesamanya
sujud malam diperbanyak
rembulan menerpa
daun-daun berguguran
senja semakin berbayang
meluncur ke arah barat
usia ditelan masa
perasaan semakin muda
dunia terlena, mau apa?
sesal kemudian tak berguna
sm/20122013
----------------------
PUISIKU BERLETER "K"
Oleh : siamir marulafau
Ka ka mu
ka ka mu
ka ka mu
ka ka mu
kamu kamu
Ka ka win
ka ka win
ka ka win
ka ka win
kawin kawin
sm220122013
-------------------
MENGAPA KAU MAU?
Oleh :siamir maulafau
kau percaya tidak jika diriku terkapar di tanah gersang tak bertuan sementara kau rindu sedalam lautan kugapai tidak dalam alam kelam
maumu lain di bibir lain di hati mencuapkan rasa pilu nan berakhir tidak sampai aku terhempas dalam renungan masa lalu
betapa tidak maumu membuat diriku bertaburan di atas awan
berkeping-keping sampai jadi debu di ujung jalan tak berujung
sungguh diriku kumau tak merayu meskipun airmatamu kering tak membasahi bumi Tuhan
sm/22122013
-----------------------
HARI IBU HARI KEMENANGAN
Oleh :siamir marulafau
Tak mungkin aku pulang ke pangkuan semula tanpa dikau membesarkanku sampai tunas jadi pohon niscaya kutak lupakan sepanjang masa
Tak mungkin aku mencuap ke alam fana tanpa dikau melahirkan diriku kutak lupakan seumur hidup meskipun aku sebesar gunung seluas lautan kupandang pulang ke pangkuanmu
"Percayalah"
Hari ibu hari kemenangan dalam jiwaku seiring dunia tersenyum dikala aku tahu jalan pulang ketempatku
Ibuku,kaulah tempat bernaung bercurhat dikala aku galau
Hari ibu hari kemenangan bagiku di saat kau memanggilku kupanggil kau Ibu petanda diriku,tetesan darahku adalah darah dagingmu
Hari ibu hari kemengangan dalam hidupku sepanjang bumi hancur tidak jadi debu sepanjang lautan kering tidak jadi abu
kusadar selalu surgaku di bawah telapak kakimu
Sembah sujud kuselalu pada Tuhan
Doaku terkirim selalu di Lahul Mahfudz
Moga2 Allah paring barokah,aamiin
sm/22122013
------------------------
PENGHIJAUAN
Oleh : siamir marulafau
siapa bilang alam indah tidak jika tak dihiasi dengan dedaunan
pohon menjulang tinggi seiring langit biru membahana dalam jiwa setiap insan di dunia yang kelam
sepertinya manusia terkesima dengan alam indah panorama menggiurkan di saat aku menaburkan senyuman akan kekaguman dunia tak obahnya surga berpijak di atas jembatan besi tertuang dalam lara
ya, Tuhan,...
sungguh mengagumkan sukma terlupakan tidak akan nikmat dunia tersenyum sepanjang napasku mendesir bagaikan angin spoi di alam fana kekal tidak sampai pikiranku terlena dengan keindahan disuguhkan dengan keajaiban dunia bersua sebatas pandangan tak terabaikan
"penghijauan" adalah keindahan
sungguh membuat lara terkesima sekejap sepertinya aku terdiam
merenung sepanjang perjalananku sampai ke ujung dunia
sm21122013
-------------------------
LAUT MEMBIRU
Oleh :siamir marulafau
Hamparan lautan kupandang mengurai rasa haru dalam lara seiring kuterpesona dalam dunia kelam
Sepertinya aksara syairku mengayuh pincalan berlabuh ke tepian
Sepertinya jiwa terkesima berbayang sudah
Sepertinya galau sirna sudah akan terkenang
Sepertinya pilu senduku ditelan pasir putih mengkilau bagaikan berlian
Sepertinya hidupku tentram sudah
Rasa cinta akan alam tersemai dalam dada
Rasanya kedekapan pada Tuhan terpisahkan tidak
Rasanya derita tanpa airmata tertumpahkan dengan beningnya air lautan
Rasanya usia berpaling muda
Rasanya nyiur di pantai bersahabat mendera syair berkepanjangan
Rasanya alam bersahabat sudah meskipun senja menyisir pantai kutanamkan sejuta rasa
sm/25122013
---------------------------------
JANGAN DITANYA KE MANA AKU PERGI?
Oleh :siamir marulafau
Di saat hati pilu jiwaku terbelenggu di dalam lautan tak bertuan
ikan-ikan pun berteman tidak
Ku selalu bertanya, apa salahku apa dosaku?
Seorang pun tak tahu menjawab aksaraku
Aku pun semakin perduli tidak akan omongan sekalipun gelombang menerpaku
sampai ke tepian namun dikala galau akupun bersembunyi di celah batu karang
Tapi kudiam tetap seiring sukma menantikan anganan
Sekai-sekali jangan kau bertanya ke mana aku pergi?
Sekalipun nyiur di pantai melambaikan tangan mencegah petualanganku ke tanah seberang tapi aku terdiam selalu karena kau bertanya selalu
Aku akhirnya menentu tidak dengan sikap kuemban di atas daun bertaburan di taman
Kehendak dunia mengurai impian berlalu membuat bulu kudukku naik di langit biru
Namun demikian aksaraku mengurai laraku bersemayamg dalam dunia fana
Hancur lebur tinggal tulangnya dikala impian membayang di ujung dunia kutempuh
Satu pun makhluk Tuhan tahu tidak akan impian kulalui pada sementara seekor semut sibuk mengeja namaku di atas prasasti di tanah gersang
Aku berpaling tidak demi Tuhanku kusembah di musim semi dikala mentari menghamburkan cahaya petanda akulah khalifah di muka bumi yang kelam
Sekali pun menyesal tak berguna di saat badai menerpa bahteraku terhempas dengan gelombang laut sampai terkapar di karang impian kulalui pada masa lalu
percaya selalu akan diriku terlena sudah bertahun-tahun dikala sukma menuntut tidak akan dunia indah membahna dalam jiwa setiap insan bahwa dunia tiruan semata betapa tidak senja berjalan terus ke ufuk barat
Jiwa raga kusemayamkan di bawah pohon mahoni menjelang December akhir tahun telah mencuap di atas langit biru bahwa senja kulalui ingin bertambah muda dikala tahun berganti tapi maksud hati nan meluk gunung apa daya tangan tak sampai
Sungguh Tuhan maha tahu
Sungguh dunia tersenyum dikala aku pergi dengan sehelai kain putih bersih
Sungguh bertanya tidak dalam renungan sepanjang terhempas tidak di tanah diam yang kelabu
Sungguh misteri alam kulalui bakal jiwa raga tertanam di bawah tanah gersang
sementara cacing-cacing bergentayangan mengisap ragaku hancur lebur tinggal tulangnya
Masya Allah, dunia fana sia-sia akan beramal tidak dikala napas mendesah
Mendera doa pada maha Pencipta,moga-moga Allah paring barokah
sm/24122013
---------------------------
DI MANA KAU BERADA?
Oleh: siamir marulafau
Meskipun kau berada di ujung langit laraku memandu selalu seiring batu karang pun menjadi saksi bahwa kau dan aku mengurai kerinduan membahana dalam hati
Deburan ombak menggulung di atas pantai senantiasa mengurai belah kasih tak terhingga sampai aku terkapar di karang tak bertuan
Apa pun galau jadinya menyeleimuti diriku kutak perduli sepanjang sinar menerpa jiwaku berkepanjangan di dunia yang kelam
Mengapa tidak?anganan sirna tidak di saat kupandang langit dengan senyum menawan melukiskan keindahan dalam jiwa
Di mana pun kau berada kutetap berada dalam helai napas mendesah di bumi Tuhan terlupakan tidak sepanjang dunia bergetar tidak
"percayalah"
Aksara puisi bertebaran di atas karang kau semayamkan dalam sukma sampai jiwaku terkesima dalam impian masa lalu kia tanamkan meskipun hanya sebatas khayalan belaka
Tapi meskipun demikian aku tega tidak meninggalkan pesan dalam impian sebatas diriku tergulung tidak dengan deburan ombak menghanyutkan ke tepian
sm/24122013
--------------------------
HANYA DIRIMULAH YANG KUTAHU
Oleh :siamir marulafau
dikala lara menyentuh
membahana dalam dada
mata mengeram
kuping pun tertutup
prinsip pun tetap teguh
terpatri dalam sukma
dirimu dan diriku bersatu
padu dalam relung
mengapa tidak?aku pun
tak tahu mengapa?
tak usah gusar
tak usah bimbang
tak usah galau
akan kubuktikan diriku
adalah milikmu
dirimu adakah milikku
dunia milik kita berdua
seiring cumbuk rayu
mengurai lara
melukiskan jiwa
mengapa tidak?
karena kau dan aku
setia satu pulau jua
sm/24122013
------------------------
MENGAPA AKU CINTA MESJID?
Oleh :siamir marulafau
siapa bilang aku tak masuk ke surga Allah jika ibadah sesungguhnya tertib karena Allah
seiring mesjid tempat ibadah, sembah sujud pada Allah
mesjid sesungguhnya mengubah segalanya dalam hidup
mengubah kebejatan insan pada kebajikan
ya, Tuhan...
sungguh mesjidmu mengetuk laraku
berpaling tidak kedaMu
ampunilah semua dosa-dosaku
ampunilah semua dosa ibu bapakku
selamatkan jiwaku, bangsaku dan orang2 beramal padaMu
aamiin ya rrabbal allamin
sm/25122013
---------------------------
PENYELAMAT TURUN KE BUMI
Oleh :siamir marulafau
Siapa bilang aku selamat tidak pada natal jika aku berdoa tidak pada Bapak di surga
Kebajikan menyelimuti lara seiring sikap berubah sudah sepanjang dunia tersenyum
dengan tangan kanan peyelamat dunia akhirat
Aku berpegang tetap teguh dalam keimananku menuju jalan lurus ke fidaus
Surga terhias dalam setiap relung sepertinya napas, roh kudus terurai dalam jiwaku sementara dunia terpisahkan tidak dengan batinku menuju surga Bapak kelak
Siapa bilang surga sirna ditelan rayap sementara kuselamatkan umatku di dunia akhirat sepanjang insan bertaubat dalam dunia fana yang kelam
"percayalah"
Aku,penyelamat umat di akhir zaman seiring dunia mengeluskan kebajikan dikala napas mendesah di bumi Tuhan
Aku ini penyelamat membawa insan ke surga
Moga-moga Tuhan memberi barokah, aamiin
sm/25122013
Kumpulan Puisi Drs. Mustahari Sembiring-FAKTA SENYATA
Ketika jarak membentangkan waktu, mata tak saling menatap, pun raga tak saling berhadapan, namun dengan penuh kesadaran kutyakin, lidah pernash melukai dalam kata, mata pernah menikam dalam tatapan, suara pernah menyayat dalam tutur sapa, ataupun janji yang barangkali tak sempat terpenuhi, bahkan harapan yang terbengkalai karfena sengaja alfa atau lupa, maka saat ini, dibulan penuh kedamaian ini, saya DRS MUSTAHARI SEMBIRING SANG MUHAM, Beserta KELUARGA BESAR SEMBIRING MUHAM PONDOK BAMBU SEKITARNYA, menyampaikan selamat HARI NATAL , 25 DESEMBER 2013 , selanjutnya memohonkan maaf lahir dan bathin atas segala alfa, sengaja ataupun lupa yang pernah kami lakukan. Kiranya Tuhan yang Maha Kasih senantiasa menyertai kita semua , Halleuya,halleluya, halleluya , amin,amin,amin.
------------------------
MULYAKAN NAMANYA, YESUS KRISTUS
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
Hening pecah soraksorai bergema
nyanyian kudus berdentang lonceng gereja
Sujud tersungkur gemetar didepan altar MU
kubawa segenap lelahletih lara nestapaku
apapun yang selama ini menghantui hidupku
setiap jeritan keluar dari bathinku
dengarkan seruanku
lolongan jiwaku
Telah lahir Juru selamat, Yesus Sang Penebus
mengundangku hadir dimalam natal kudus
bersorak sorailah insan yang telah ditebus
mulyakan nama NYA,Yesus Kristus
#Pondok bambu istanaku, Selasa, 24/12/2013=20:22wib.
------------------------------
KUPELUK RINDU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
Kupeluk sunyi dalam keharuan,
didera rinai rintik dikejauhan
sejauh mata merekam peristiwa
tautan dari masa ke masa
sejumput nostalgia terbengkalai
menggigil disiang hari
Kupeluk rindu dalam kebisuan
basah dibelai hujan sejak diperaduan
harus bagaimana lagi menyulam harap
jika semua langkah patah diatap
seperangkat doa telah kulantunkan
menjemput teduh tenang dipelukan
Kupeluk rindu dalam kepasrahan
saatnya kan kubawa keharibaan
#Pondok bambu istanaku, Selasa 24/12/2013=15:15wib
---------------------------
BUAH JINGGA SEBUAH CITA-CITA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
Aku tertinggal didepan
tak usah kau hiraukan
mungkin peruntunganku cuma sekian
harus puas dengan kenyataan
meski sungguh menyakitkan
sebuah akhir tak menggembirakan
Tak ada yang semestinya dipersalahkan
sebab jalan hidup telah disuratkan
kita kebagian melakonkan
Jangan surutkan niat terkandung di bathin
bahagiaku jika menatap keberhasilan
hadiahkan padaku sebuah kenyataan
buah-buah jingga sebuah cita cita
sambil kutunggu pengakuan tulus atas kata
nasihatku benar adanya
#Pondok bambu istanaku, Senin,23/12/2013=11:11wib
-----------------------
FAKTA SENYATANYA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.
Jika kau undang cuma jadi pecundang,
kau puja cuma jadi pujangga,
sedang tembangmu lagu suka-suka
suguhkan fenomena lembayung senja
lalu dikemas selendang sutra
senyatanya iramanya genderang perang
Telah kuabaikan hampir separuh kata hati sepanjang usia
agar selaras kata, rasa dan jejak asa seirama
Kita hadirkan sengketa
pahatkan dendam dimana-mana
berlalu tanpa sedikitpun tenggang rasa
menyemai benih-benih kecewa
pada gilirannya berbuah lara, nestapa bahkan petaka
sesungguhnya kita telah gagal menjaga indahnya bersama
#Pondok bambu istanaku, Sabtu, 21/12/2013=09:09wib.-
-----------------------------
MERENDA DESEMBER JADI NATAL PRIBADI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
Malam larut dalam hening khusuk
kelap kelip lampu warna warni dipucuk
semarak nuansa berpadu sorai sorak
lilin putih berkedip terangi kalbu balik kesebalik
desember akhir beraroma kemenangan kasih
kelahiran Imam Mahdi ; Isa Almasih
Mari bawalah letih lesu lara nestapamu
hidup nan pelik jalan karma berliku
dunia meradang setiap sendi penuh debu
pengorbananNYA tebusan dosa-dosaku
oleh bilur-bilur luka NYA kuperoleh syurgaku
karena belas kasih NYA insan percaya menjadi manusia baru
Merenda desember jadi natal pribadi lepas pribadi
kedamaian dari Sang Maha Kasih melingkupi tiap hati
# Pondok bambu istanaku,Rabu,25/12/2013=11:11wib
------------------------
MULYAKAN NAMANYA, YESUS KRISTUS
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
Hening pecah soraksorai bergema
nyanyian kudus berdentang lonceng gereja
Sujud tersungkur gemetar didepan altar MU
kubawa segenap lelahletih lara nestapaku
apapun yang selama ini menghantui hidupku
setiap jeritan keluar dari bathinku
dengarkan seruanku
lolongan jiwaku
Telah lahir Juru selamat, Yesus Sang Penebus
mengundangku hadir dimalam natal kudus
bersorak sorailah insan yang telah ditebus
mulyakan nama NYA,Yesus Kristus
#Pondok bambu istanaku, Selasa, 24/12/2013=20:22wib.
------------------------------
KUPELUK RINDU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
Kupeluk sunyi dalam keharuan,
didera rinai rintik dikejauhan
sejauh mata merekam peristiwa
tautan dari masa ke masa
sejumput nostalgia terbengkalai
menggigil disiang hari
Kupeluk rindu dalam kebisuan
basah dibelai hujan sejak diperaduan
harus bagaimana lagi menyulam harap
jika semua langkah patah diatap
seperangkat doa telah kulantunkan
menjemput teduh tenang dipelukan
Kupeluk rindu dalam kepasrahan
saatnya kan kubawa keharibaan
#Pondok bambu istanaku, Selasa 24/12/2013=15:15wib
---------------------------
BUAH JINGGA SEBUAH CITA-CITA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
Aku tertinggal didepan
tak usah kau hiraukan
mungkin peruntunganku cuma sekian
harus puas dengan kenyataan
meski sungguh menyakitkan
sebuah akhir tak menggembirakan
Tak ada yang semestinya dipersalahkan
sebab jalan hidup telah disuratkan
kita kebagian melakonkan
Jangan surutkan niat terkandung di bathin
bahagiaku jika menatap keberhasilan
hadiahkan padaku sebuah kenyataan
buah-buah jingga sebuah cita cita
sambil kutunggu pengakuan tulus atas kata
nasihatku benar adanya
#Pondok bambu istanaku, Senin,23/12/2013=11:11wib
-----------------------
FAKTA SENYATANYA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.
Jika kau undang cuma jadi pecundang,
kau puja cuma jadi pujangga,
sedang tembangmu lagu suka-suka
suguhkan fenomena lembayung senja
lalu dikemas selendang sutra
senyatanya iramanya genderang perang
Telah kuabaikan hampir separuh kata hati sepanjang usia
agar selaras kata, rasa dan jejak asa seirama
Kita hadirkan sengketa
pahatkan dendam dimana-mana
berlalu tanpa sedikitpun tenggang rasa
menyemai benih-benih kecewa
pada gilirannya berbuah lara, nestapa bahkan petaka
sesungguhnya kita telah gagal menjaga indahnya bersama
#Pondok bambu istanaku, Sabtu, 21/12/2013=09:09wib.-
-----------------------------
MERENDA DESEMBER JADI NATAL PRIBADI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
Malam larut dalam hening khusuk
kelap kelip lampu warna warni dipucuk
semarak nuansa berpadu sorai sorak
lilin putih berkedip terangi kalbu balik kesebalik
desember akhir beraroma kemenangan kasih
kelahiran Imam Mahdi ; Isa Almasih
Mari bawalah letih lesu lara nestapamu
hidup nan pelik jalan karma berliku
dunia meradang setiap sendi penuh debu
pengorbananNYA tebusan dosa-dosaku
oleh bilur-bilur luka NYA kuperoleh syurgaku
karena belas kasih NYA insan percaya menjadi manusia baru
Merenda desember jadi natal pribadi lepas pribadi
kedamaian dari Sang Maha Kasih melingkupi tiap hati
# Pondok bambu istanaku,Rabu,25/12/2013=11:11wib
Langganan:
Postingan (Atom)






.png)




.png)
