RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Selasa, 24 Desember 2013

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung-RESAH GELISAH

# JANGAN HINA DIRINYA #

Jangan lagi kau Hina,
Keadaan hidupnya,
Pendidikan Akhirnya,
Gaya kampungannya,
Karena dia yang kini ku Cinta.

Jangan lagi kau Hina,
Dia telah menjadi Rinduku,
Yang selalu ku Manja,
Dengan sepenuh Kasih ku,
Karena dia buat ku segalanya.

Jangan lagi kau Hina,
Nanti kau yang Kecewa,
Menangis dengan Dera,
Tertawa dengan Paksa,
Karena kau tiada apa apanya.

Janganlah lagi,
Aku ini kian Benci,
kata hina yang kau beri,
Membuat dia hilang percaya Diri,
Kepada diri ini yang Mencintainya Kini.

Kau juga harus Tahu,
Cinta kita telah lama Berlalu,
Semua karena Ulahmu,
Dan kini dia Cinta yang baru,
Untuk mengisi Cinta di Ruang Hati ku.

By : LUmbang KAyung

---------------------------


# RESAH GELISAH #


Langit kini kian Mendung,
Gelegar Halilintar pun Meradang,
Bergema di dinding2 Tebing,
Membuat Bumi ini seakan Bergoncang
Bersama Mentari yang kini Menghilang.

Rinai Hujan kini Basahi Bumi,
Basahi tubuh yang kian Gelisah,
Resah di dalam Ruang Hati,
Di antara Lara dan Gundah,
Dalam penantian Cinta ini.
Tak pernah dapat ku Pahami,
Gelora Cinta entah kemana Pergi,
Hingga kini ku jalani kesendirian ini,
Dalam Sepi ku Menghitung Hari,
Merenungi Batas Usia ku ini.

Kemana hilangnya Makna Cinta,
Lama ku Cari dan ku Nanti,
Apakah Makna Cinta hanya Derita,
Menyiksa Jiwa di dalam Sepinya Hati
Menanti Terkubur bersama Hilangnya Bahagia.

Semaikan lah bunga Cinta ku,
Biar Gelisah ini ada yang menemani,
Berjalan Seiring dengan Waktu,
Mengapai Harapan di dalam Janji Suci.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 20:12:2013 )

------------------------


# JANJI DI BAWAH WARNA PANJI MU #

Panji2 telah berdiri,
penuh dengan Warna Warni,
Penuh Gaya yang di Lakoni,
Harapan seakan penuh Arti,
Walau kadang tak ku mengerti.

Panji mu berdiri penuh Semangat,
Membuat mereka merasa Hebat,
Penuh Bangga walau sesaat,
Berharab nanti bisa mendapat,
Singgasana di dalam Senat.

Panjimu berdiri mungkinkah pasti,
Memberi arti setiab Janji,
Dapat membangkitkan Harga Diri,
Memberi Ilmu pasti ke setiab Generasi,
Hingga Keluhan tak terdenagar lagi.

Harapan ku Janji mu itu pasti,
Tidak membuat kecewa nanti,
Dapat membuat Bangga Negara ini,
Menambah Hasil setiab Rejeki,
Dari mu yang menjadi pemenang Nanti.

Aku masih menunggu,
Suara Panjimu bukan lah Bohong yang dahulu,
Yang pernah membuat kami merasa Ragu,
Kepastian Janjimu telah lama kami Tunggu,
Untuk Membina Kemuliaan hidup yang Baru.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 23:12:2013)

--------------------------


# MERENUNGI MIMPI #

Ku menatap di Kehampaan,
Bersam Deru Ombak dan Nyanyian Camar,
Terdengar bersama Canda Tawa Nelayan,
Dan ku Sandarkan Tubuh ini di Sebatang Niyur,
Menerobos setiab Ruang Lamunan.

Hanya Angin yang Membelai,
Manjakan Impian yang kini Lunglai,
Temani ku dalam kesendirin Ini,
Yang Hanyut Merenungi Sepi,
Setelah Getirnya Mimpi semalam menemani.
Entah apa yang telah terjadi,
Dalam mimpi ku kau pergi,
Terbang Menuju ke Langit yang tinggi
Meninggalkan aku Sendiri di sini,
Sewaktu Kemesraan di antara kita Bersemi.

Ku Berharab ini Hanya Sebuah Mimpi,
Bunga Tidur yang kerab menemani,
Di dalam setiab Pejaman Mataku ini,
Bukan Menjadi petanda dari Sebuah Mimpi,
Yang Kabarkan penentian ini tiada Arti.

Dalam Doa dan Kerinduan,
Kesendirian ini kan memberi Jawaban,
Dari semua arti Kesetiaan,
Yang dulu pernah kita Ucapkan,
Hingga Cinta kita di pertemukan dalam Pernikahan.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 19:12:2013 )

----------------------

# Aku MUNGKIN TAK TAU #

Entah apa yang terpikir,
Aku semangkin bingung,
Tentang kisah yang Mangkir,
Semua membuat ku bimbang,
Bersama Harapan yang hampir tergusur,
Namun ku masih merasakan adanya Sayang.

Malam ini ku ingin Bahagia,
Namun malam ini ku merasa Tersakiti,
Dari semua kata2,
Dari semua ungkapan yang ku anggab Suci,
Semua ku rasa bagai kata tampa Cinta.

Entah apa yang ingin ku lakukan,
Semua bagai Mengecewakan,
tentan Malam yang seharusnya penuh ke Cerian,
Malam yang Tuhan telah Anugrahkan,
Dalam Meriahnya Natal Yang Kau Berikan.

Aku Manusia yang Tak ingin Gelisah,
Di dalam Badan Nusantara ku,
Namun ku tak boleh Pasarah,
Hadapi apa yng kini Berlaku,
Yang kadang membuat ku ingin Marah.

Seharusnya aku Bergembira,
Tampa ada rasa kecewa,
Karena Natal untuk kita Bersama,
Sebagai Manusia yang Berpancasila Indonesia,
Yang tampa mengenal Suku dan Agama,
Tapi kamu bak Dusta membuat semua Murka.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 25:12:2013 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar