RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 10 April 2017

Kumpulan Puisi Siamir Marulafau - SANGGAR KRISTAL


#PUISI 5 Bait
MENDENGUNG
siamir marulafau


Aku hanya bermalam di malam sepi
Di kala rembulan menerang
Meskipun mata tertutup
Lara akan melirik sampai ke ujung dunia
Sepanjang napas mendengung di langit biru kelam

sm/06/04/2017





Belajar Berpuisi
siamir marulafau


Apa topik,,,,,,,,,?
Di keheningan malam napasmu beresemayam dalam napasku
Jika bintang di langit berkelip,,,,,,,,,,,,
Akan kubelai kasihmu di tepi danau tak bertepi
Seandainya jiwa ragaku tak tertanam di dadaratan sepi
Hanya titipan kasih akan kuukir
Tinggal debu melambai dengan harapan tak tergapai...
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,apa sambungannya?

sm/05/04/2017






THAT WHAT I SAY BEFORE SLEEPING


The large sea is not able to accept my tears
Since it has been changed to be blood
Whereas the coastal area near by smiles
For the disappointed lives to run

No body is caring for the pain
I wish someone be there for a help
But no one insects flies
To seize my hand
For crying

I burst out of not laughing to anyone else
For the cruelty of mankind surrounding
I just keep silent to notice
That the attitudes
For the patience

On my topic of the verse,is portrayed
What happened there really
It was a real personality
And be shared

Just be patience, to keep up
That's the final urge
I say before sleeping
That 's the final urge
I say before sleeping

sm/05/04/2017,copyright





SANGGAR KRISTAL
siamir marulafau


Memukau hatiku
Melihat keindahanmu
Melapangkan rasa rindu
Akan mesjid-Mu
Rumah ibadah kristal
Mengukir alam ke surga
Menghindar ke dalam gudang bara api memanas
Sampai zhikir tak tenggelam
Meskipun air laut pasang
Iman tak akan susut bagaikan air laut surut
Hanya pada-Mu kuberlindung
Di kala suara azan menggema
Sinar pun tersenyum menerpa lara
Enggan tak sujud
Berpaling tak akan menyebut nama-Mu
Di sanggar Kristal menimba amal
Allahu Akbar,,,,Allahu Akbar,,,Allahu Akbar

sm/04/04/2017





ASI
siamir marulafau


Manusianya tak disusui dengan ASI,Otaknya kayak otak lembu karena disusui pakai susu lembu,apakah benar atau tidak,terserah
Ini hanya rintihan syair....

Jika tak menerima,jangan dibawa ke hati
Syairnya mengingikan otak cerdas
jangan kayak syair tak berbait
Sukar ditelan....

Sukar berpikir apakah iya atau tidak
Makanya ASI penting buat generasi
Negara berkembang dari masa ke masa
Sampai syairnya tak tenggelam di muara sungai tak berpasir

sm/03/04/2017





SEMALAM DI MALAYSIA
siamir marulafau


Cintamu mengukir cahaya
Menyiprak ke dalam jiwa
Bersemayam dalam napas
Dengan kilauan lampu menerang

Seiring kasih dikau bias
Hati pun tak gusar,galau
Rasa duka berbalut suka
Tak terlupakan sepanjang masa

Meskipun cahayamu jauh di mata
Aromamu terhirup dalam napas
Sepanjang senyummu membelai kasih
Sepertinya semalam di Malaysia

Besenandung cinta dan damai
Sampai rinduku tergapai
Meskipun kau dan aku berlindung
Dalam cahaya terang benderang

Mengukir rasa harus tak berkesudahan
Sepanjang kasih dan cintamu bercahaya
Meskipun temaram malam tak berbintang
Seperti dikau menerangi harapanku

Tak terlupakan sepanjang masa
Sampai tulang belulangku merapuh di tanah tak bersuluh
Jika napas tak menerawang lagi
Tapi cahayamu membias selalu dalam rindu

sm/02/03/2017


-------------------------


"BANYAK ORANG BISA MENGKRITIK TAPI BERBUAT TAK BISA,DAN BERBUAT PUN BERSALAHAN"




---------------------------



WHAT THING IS TO KEEP?


The life seems like bees
It will give honey for meal
There will be advantage for the lives
As long as the breath runs
Though for a while to save
Even the nature allows to gain
But not for the useless creatures
That the humanity to keep
Otherwise God will be angry
So as the nature will not be smiling
For those against the Almighty
What the life is there to keep
If the curse will be coming down
And all the trees would be drying
What to do?
Except to pray
How long have you been there to live?
For a while is like to sleep
That's the message to keep in
If you believe the being existence there existed
No force between...
To accept something is being or not
That's the personal destiny

sm/02/04/2017,copyright





APA DAYA?
siamir marulafau


Hanya menunggu waktu
Senja akan terkapar di tanah diam
Jika napas tak mendengung
Kopi kelat tertelan akan cair
Darah tak akan mengalir

Lutut kaku...
Mata tertutup
Makanan tak berselera lagi
Minum pun tak akan masuk lagi
Tubuh menggigil...
Terbaring di bawah langit kelam

Mdn/01/034/2017





KASIH TERBENTANG
siamir marulafau


Hanya kau dan aku tahu di mana napas cinta itu besembunyi
Jika kasih itu tak mencuat di langit biru
Hengkanglah daun-daun pada musim gugur
Di kala senja tak terbiaskan sinar mentari lagi
Bertanya selalu,mengapa daun-daun itu terjatuh?
Apakah usianya tua?

Angin sepoi pun tak sanggup menghemus lagi
Seiring pasir-pasir tak bertaburan di hamparan pantai
Bukan sembarang syair...
Di sini...
Kutaburkan benih sampai napasku tragis
Sekeping kasih di kau bentangkan di atas piring kosong
Akan kusemai sepanjang hayat menanti
Sebelum mentari terbenam

Mdn/30/03/2017





MEMBACA PUISI Minthil Kasmaran dengan tajuk "BULAN SABIT"
siamir marulafau


BULAN SABIT
Minthil Kasmaran


.
Bulan sabit menangis,
melintasi gugusan hari-hari bersamamu,
tak terasa hampir mencapai ujung,
tanda pagi tiba,
dan pestapun usai.

.
Bulan sabit mendesah lirih,
mengulir tasbeh berdoa dalam tangisnya,
bertanya juga : mengapa ada perpisahan ?
jika hati terikat erat telah berakar,
mengapa tak dapat merebut takdir,
yang pernah kita minta bersama,
yang diperjuangkan tapi sia-sia,
aku dan kau kalah berperang,
.

dan ketika purnama tiba,
hati kita jauh,
tapi selalu dalam mimpi-mimpi,
hingga bulan memberikan senyum yang paling sabit.
Kita bersama menangis ....
disini,
hingga mati......

.
Bhumiarema, 24/3'17
mien _angeldark


Membaca topik puisi di atas agaknya menarik perhatian pembaca karena bulan sabit sebagai topi berakar pada penuturan puisi,dan memang puisi ini agak sulit dimengerti jika pembaca tidak cermat memahami apa yang sebenarnya dimaksud oleh si Penyair.Jika kita baca, dan cermati,pemakaian kata-kata dan kalimat terasa indah dan tepat.Pada aninea I,bait pertama,penulis menggunakan "Bulan sabit menangis".Penyair senang menggunakan gaya bahasa personifikasi.Bulan adalah diibaratkan sebagai manusia yang menangis,dan mengapa bulan itu menangis?Dalam hal ini,penyair memberikan suatu teka teki kepada para pembaca bahwa dalam kehidupan sang penyair ada sesuatu yang ditempuh dan ingin mecapainya tetapi kadang hasrat itu tak akan tergapai meskipun penyair berusaha dalam hidup untuk bersatu dengan dengan seseorang yang dia senangi,tapi kadang tak berhasil,sepertinya penyair menempuh berbagai usaha melintasi berbagai jalan kehidupan,seperti apa yang dikatakan pada baris ke 2,"Melintasi gugusan hari-hari bersamamu".Ini menunjukan perjuangan yang berkepanjangan sampai pagi,berarti perjuangan hidup dalammencapai sesuatu yang diinginkan dari mulai petang sampai pagi,yang tersirat pada bait 3,4 dan 5.
"tak terasa hampir mencapi ujung
tanda pagi tiba,
dan pestapun usai"
Selanjutnya,penyair dalam puisi ini,Penyair yang diibaratkan sebagai bulan sabit sangat tekun dan taat kepada Illahi bahwasanya dia tak luput berdoa selalu kepada Tuhan supaya apa yang diinginkan akan tercapai tetapi TAQDIRlah yang datang dari Tuhan sebagai PENENTU apakah tergapai atau tidak.Penyair sangat senang sekali dengan seseorang untuk menjalin hidup bersama dalam dunia fana ini,tetapi apakah mungkin itu terjadi,,,,,,,,,,?Dan selalu bertanya,mengapa 'Kau',dan 'Aku' berpisah?Curahan hatiini dapat di baca dan dilihat pada Alinea ke II,bait 2,dan 3:
"mengulir tasbeh berdoa dalam tangisnya"
"bertanya juga :mengapa ada perpisahan?"
Pada bait- bait selanjutnya,sang penyair meneruskan kisahnya,yaitu :Jika antara Aku dan Kau telah berakar dalam napas,semestinya mengapa berpisah,dan sudah sekian lama kita telah bersatu dan menjalin hubungan baik,dankita telah berjuang matian-matian,dan mengapa sia-sia belaka?Hal inilah yang membuat si Penyair gusar dan sangat tertegun dan penasaran,dan sampai-sampai penyair menulis puisi bertajuk"BULAN SABIT".Curhat si penyair dalam bentuk puisi prosa liris ini dapat dilihat pada bait-bait :
"Jika hati terikat erat telah berakar,
yang pernah kita minta bersama,
aku dan kau kalah dalam perang,"
Ternyata,penyair jelas bahwa hatinya sebagai Bulan Sabit menuturkan pada permirsah bahwa dia telah menjalin hubungan baik kepada seseorang tetapi tak berkesudahan dengan bahagia,sehingga membuat hatinya bertanya-tanya mengapa setiap perjuampaan dalam hidup ini akan mesti adanya perpisahah,apakah ini "TAQDIR"?Penyair mengibaratkan ini sebagai "PEPERANGAN',perang dalam memperjuangkan sendi-sendi kehidupan untuk mencapai kebahagiaan dengan seseorang yang dia cintai dengan dirinya sendiri,tetapi,maksud hati nan memeluk gunung apa daya tangan tak sampai,dan itulah kata pepatah atau petuah yang pernah kita dengar.
Kemudian,pada alinea ke III,penyair menggunakan kalimat-kalimat dengan memakai gaya bahasa personifikasi,yaitu :
"dan ketika purnama tiba,
hati kita jauh,
tapi selalu dalam mimpi-mimpi,
hingga bulan memberikan senyum yang paling sabit
kita bersama menangis.....
disini,
hingga mati,....."
Dalam bait-bait di atas terlihat penyair menuturkan kepada pembaca bahwa hati mereka sudah tak mendekat lagi,dan sudah menempuh jalan hidup masing-masing yang akan sulit bersatu ketika bulan purnama tiba.Kecantikan dan hubungan yang baik hanyamelukiskan pesan dan kesan antara "DIA'dengan "SESEORANG",atau anta 'KAU' dengan 'AKU'.,yang disudahi dengan tangisan rintihan karena 'ASMARANYA tak tergapai.Perlu dicacat bahwa keduanya Pecinta di sini sama-sama membawa kesan dan pesan dalam kehidupan yang berakhir dengan kematian yang bersifat TRAGIS disebabkan TAQDIR, dan Kasih tak sampai.Dan inilah yang harus dipegang sebagai ajaran moral kepada kita semua(sebagai pembaca) bahwa apa yang kita cita-citakan untuk sesuatunya adalah tergantung pada yang maha KUASA,dan Dialah yang memulai dan dan Dialah yang mengakhiri,dan hanyalah USAHA belaka yang harus ditempuh oleh manusia di dunia yang fana ini.

Analisis dalam bentuk puisi:

1.Puisi ini berbetuk puisi prosa liris.
2.Puisi tidak terikat pada pada bentuk puisi yang konvesional
3.Puisi bebasdan tidak bersajak pada setiap akhir baris puisi
4.Puisi perlu pembenahan dalam penulisa sepeti:kata 'pestapun'.Seharusnya'pesta pun' dan 'disini'.Seharusnya'di sini'.
5.Setiap akhir bait-bait puisi seharunya tak perlu pakai tanda 'koma' .
.6.Topic puisi relevant dengan tema puisi
7.Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang sederhana dengan majas yang tepat sehingga puisi terasa indah.





MENUNGGU SEBUAH KISAH
siamir marulafau


Apakah aku menunggu sebuah kisah?
Tak akan tertutur sepanjang malam
Rasa kantuk pun mengancam
Jika hanya badai menerpa sebuah kapal
Rasanya tergoncang ...
Sanubari pun menggeliat
Sepanjang lautan tak bersahabat
Jika alam mengaung bagai buaya kelaparan
Bersyukurlah wahai insan...
Sebelum alam berhenti mendongeng
Jangan biarkan alam mengamuk
Jika demikian,kepada siapa mengadu?
Tak seorang pun melirik
Hanya perut atas terpikirkan
Perut bawah juga jadi urusan
Harga rupiahmu berapa?
Jika ringgitku kutukar
Apa yang terjadi di atas bumi panas ini?
Tak seorang pun bisa berceloteh
Terdiam sepanjang jalan kenangan
Hanya omelan yang besar sebesar gajah
Toh bunyinya kosong
Bukan membanding...
Hanya mengingatkan di bawah pohon rimbun
Tak membias sinar satu pun tercantol di ubun-ubun
Alunan setiap baris puisi bukan mengancam
Bukan juga mengkritik...
Hanya mengukir rasa duka
Terjerembab di lembah tak berpilar
Sepertinya mengharungi sungai tak bertepi
Dukaku perih pedih...
Jika negaraku menampung sampah-sampah berbau busuk
Kapan melek dengan mata jengkol tak berarti?
Bukan mengoceh, bukan merepet...
Hanya memupuk rasa kebersamaan
Dalam menitip rasa kasih sesamanya
Kemanusiaan semakin menghilang
Sirna ditelan deburan ombak pantai terjal
Tak akan berbayang selamanya
Jika kesombongan atas harta pangkat tak dibawa mati
Terkuburlah harapan setiap insan
Tak akan mencuat di langit cerah
Di kalaTuhan geleng kepala melihat tingkah laku manusia
Sementara gunung-gunung pun tak akan bersenandung lagi
Hanya ingin meletus...
Jika akan terjadi,mau ke mana insan ini?
Bertaubatlah sebelum sinar mentari berpaling gelap

Mdn/30/03/2017





THE POSITIVE IMPACTS OF USING MALAY LANGUAGE
IN LITERATURE
Siamir Marulafau


University of Sumatra Utara,Medan
e-mail: penyair dcm2@gmail.com

Abstract :
This scientific writing is about the positive impacts of using Malay language in literature,which illustrate the use of Malay language in some of literary works written such as poems,short stories, novels,and folklore.This writing also tries to find out whether the language of Malay is used among the writers in Indonesia or not.
Keywords : Impacts,Language, scientific

I.INTRODUCTION :

Using language is one of the most important things in human life since language is the system of symbol has the meaning.Language is a social phenomenon.It is a means of communication between individuals.It also brings them into relationship with their environment (Lim Kiat Boy:1975,P:3).By using language ,human beings can convey what they means to others,and if there is no language ,they can not be able to say what they like to ask and say something to others. The language used by human beings is not the same with the language used by animals.Most people assume that only humans use language---it is something that sets up a part from all other creatures(Dept.of Linguistics,The Ohio State University:20)
The language used by them depends on what languages in literature be there to write,for instance : In Indonesia,the people are commonly to use Indonesian language derived from Malay language or many people said that the Indonesian language was from ‘Bahasa Melayu Riau’, which is the same root of language such as the language of Malaysia,Brunei,Singapore.The Malay language used in four regions is dominantly used as the language of social life and officials among the people.Though the Malay language which has been developed used for many centuries has different characteristics such as in using ‘words’,’sentences’,or ‘pronunciations’ and not the same with Indonesian language.

1.
The Malay language ,which is used in Indonesia specifically recognized and called as "INDONESIAN LANGUAGE" has been formulated as the National language so as to unite the unity of Indonesian people from Sabang to Merauke that is specifically known as “Sumpah Pemuda”,1928.
The Malay language in Indonesia has many dialects in pronunciations in using words,for examples : The language used in Riau and Johor is different from the Malay dialects used in Palembang,Jambi,and Bengkulu.As the comparison of the different dialects seems to be clear that has been identified that the dialect used in Melayu Riau—Johor is the dialect “e”.While the Malay language used in Melayu Palembang, Jambi and Bengkulu uses the dialect ”o”.
The use of Malay language in four regions is known and different if it is compared with one with another in case of using words and the meaning of the words that may be depended on history and culture,for examples: In Indonesia,the words are said ‘berbeda’,’panitia’,’karena’,’unit gawat darurat’,etc.While in Malaysia,these words are said ‘berbez6’,’urus setia’,’kerana’,’kecemasan’,etc.The difference of Malay language used in Malaysia and Indonesia is not only concentrated on the use of the words,but also in the pronounciation such as in Indonesian language the words pronounced in the dialect”a” are like ‘ kita’,’apa’,saya’,siapa-siapa’,etc.While in Malaysia,these words are pronounced in the dialect “e”or”6” such as ‘kite’,’ape’,’saye’,’siape-siape’,etc.
The Malay language used in the four regions,especially in Indonesia is also focused on literature,whereas literature may not be separated from language as a part of culture.It is because wherever the language be found there, literature will be there planted, anyhow.As a matter of fact,the Malay literature in Indonesia was developed by some of the Indonesian writers,poets,short stories writers,novelists. The language of Malay there had been developed as long as the period of literature was improved from one decade to another.
II.PROBLEM OF THE STUDY
Every research has certainly a problem that should be tackled and this is a task for every researcher to find out the solution to overcome the problem.The problem is being discussed is that:” Is the Malay language positively used in writing literary works?”If it is so,that should be a solution to cover in order that the people know much about how the language of the Malay be improved to be Indonesian language that used in writing poems,short stories, novels and folklores.

2.
III.OBJECTIVE OF THE STUDY

The main purpose of writing this scientific writing is to find out the positive impacts of using Malay language to the public so as to indicate whether the Malay language in Indonesia dominantly used among people being settled on the land,especially in Medan,North Sumatra- Indonesia.In short,there are many people using the Malay language,which affect the positive impacts to the user of language itself in social life and literature.Not only that but also the people ,who become interested in learning and writing literature and the students of University in Indonesia may be concerned to use it as well.

IV.THE METHOD OF THE STUDY
The method of the study used in this paper work is library research.The researcher believed that by doing this method,the problem being discussed could be solved completely.For the first time,he read all the material study dealing with all the problems such as the history of the Malay language, the culture and some poems,short stories,novels,and folklore written in Indonesian language derived from the Malay language as well so as to make him easy find out the solution to overcome the problem related to the topic being discussed.

V.SCOPE OF THE STUDY

Since the Malay language has a wide field of studying in the four regions historically,the researcher tends to limit the discussion so as to avoid a misunderstanding or overlapping which is not related to the topic.He only discussed the positive impacts of using Malay language in literature located in his own country,Medan(North Sumatra-Indonesia)

VI.DISCUSSION

What has been discussed in the problem of this paper work,it is true that the Malay language has a large scope to study and it is a find subject to be identified since the language can be found in every literary work written by the literary men in Indonesia.It was a language since the writer of a poem writing a collection of poems entitled “Nyanyi Sunyi” by Tengku Amir Hamzah.This was dominantly written in Indonesian language derived from the root of the Malay language.Let see the followings:


3.
PADAMU JUA

Habis kikis
segala cintaku hilang terbang
pulang kembali aku paamu
seperti dahulu
Kaulah kandil kemerlap
Melambaipulang perlahan
Sabar,setia selalu
Satu kekasihku
aku manusia
rindu rasa
rindu rupa
di mana engkau
rupa tiada
suara sayup
hanya kata merangkai hati
Engkau cemburu
engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
bertukar tangkap dengan lepas
Nanar aku, gila sasar

4.
Sayang berulang padamu jua
engkau pelik menarik ingin
serpa dara di balik tirai
Kasihmu sunyi
menunggu seorang diri
Lalu waktu --- bukan giliranku
mati hari ---- bukan kawanku...

BARANGKALI

Engkau yang lena dalam hatiku
akasa swarga nipis-tipis
yang besar terangkum dunia
kecil terlindung alis
Kujunjung di atas hulu
Kupuji di atas lidah
Kupangku di lengan lagu
Kudaduhkan di selendang dendang
Bangkit gunung
buka mata mutiaramu
sentuh kecapi firdausi
dengan jarimu meniru halus
Biar siuman dewi –nyanyi

5.
gambuh asmara lurus lampai
lemah ramping melidah api
halus harum mengasap keramat
Mari menari dara asmara
biar terdengar swara swarna
barangkali mati dipantai hati
gelombang kenang membanting diri


Other writers of the poems in North Sumatra,Medan can also be found in writing poems such as the poets’ name: Afrion,Afri Amelia,Sartika Sari,Sylvia hayati,Syafrizal Sahrum,Try Annisa Lestari,Lentera Bias Jingga,Listra panjaitan, Nuri Aslami, Siamir Marulafau(Penyair Dalam Lingkaran Cinta),Nurjannah Rambe,Nuri Aslami,Rizky Endang Sugiharti,and Zulkarnaen Siregar,who hasbeen successful to write a poem Anthology,entitled"Pulang ke Hulu",etc.All these poets have written the poems in Indonesian language which was deriving from the Malay language as the source of Indonesian language.As a matter of fact,one of the above poets,Afrion was succesful to write a poem in Indonesian language entitled “IBU” published by LABSAS MEDAN.ISBN :978-602-96673-7-0 in the poem
Anthology,”Menguak Tabir” as follow :

IBU

tidak pernah kutahu kapan waktu berhenti berdetak
di dadamu,seribu kunang-kunang menggenggam cahaya
memecah batu,mengikis pasir batu belah
menebang ranting mengukir wajah pucat pasi
di pedalaman kau pungut remah perlawanan
susuri sungai mengayuh rakit ke muara terlunta-lunta
mestinya kau berhenti mengeja huruf dari kegamangan petuah
para datuk
karena di sungai
menggelepar anak ikan tertikam tombak begitu dalam

6.
IBU

hiduplah dengan semestinya
saban hari ketika pulang dan pergi
kulihat kau menggantungkan lampu waktu subuh
pada pohon berbaris memanjang ke belakang
sepanjang gugusan lembah—tanah merekah
tubuh melayang terbang menjelang sembahyang
diamuk cuaca saat azan tiba
di bukit mana tersiar kabar dengan raung halilintar
angin menggulung akar pohon
sekalipun tanah kelahiran dilindung mantra segala doa
hidupmu semakin singkat saja
sesingkat itu
kukenang tubuhmu sepanjang badai dan hujan


Another poet,who has taken part to share his competence among of the above poets in writing poems is Siamir marulafau,who has been writing many poems in the Malay language spoken and used as Indonesian language in Medan.The topic of the poem written is “DURI”in the poem Anthology,ISBN :978-602-74238-5-5, entitled “Bahtera dalam Ayat”,recited on August 22 nd,2016 at the Faculty of Cultural Sciences,University of North Sumatra,Medan-Indonesia.This poem is written in Indonesian language ,published by CV Ganding
Pustaka.Let see this following :

DURI

sepertinya ada duri dalam daging
Tak akan bisa kugerakkan lagi

7.
Semua ototku terasa pedih perih
Suaraku serak tak akan bisa menangis lagi
Tetesan air mataku tak akan hanyut lagi
Beku tetap bergerak di segla penjuru
Jika bumiku diinjak-injak
Aku tetap bergerak dan mengaung
Berjuang sedapat mungkin

Meskipun kakiku patah
Hatiku masih bergerak ke kiri ke kanan
Meskipun dikau penjarakan jasadku
Hati dan pikiranku tak bisa dipenjarakan

Impianku berjalan mulus terus
Aku akan tak semakin perduli lagi
Sejauh anganan kugapai demi negeriku
Tak akan terbelenggu dengan penindasan

Kekuasaan di tangan kiri dan kanan
Akan kuperjuangkan
Meskipun bumi bergulir sampai air kering
Kuperjuangkan sampai tetesan darah terakhir

(sm,02/02/2016)

8.
The writer of this paper work does not only concentrate on the use of Malay language in case of writing poems but also in writing short stories.Thus,the short story is a part of literature that makes reader feel interested to read.The short stories written have various topics compiled in Indonesian language derived from Malay language.The mostly topics of the collections of the short stories illustrated here written by Siamir Marulafau,published by “Sembilan Mutiara Publishing Trenggalek”,2013.ISBN : 978-602-1264-00-3.Let see the followings : 1.Aku Sangat Benci Korupsi;2.Ambisi Seorang Janda;3.Cintaku Di Danau Singkarak;4.Cinta Beralih;5.Cintaku Di Persimpangan;6.Cintaku Di Pinggir Gunung Sinabung,7.Cuaca di pagi hari;8.Jatuh Ketimpa Janda;9.Kasih Seorang Ibu;10.KasihTak Sampai;11.Kebanjiran;12.Kesengsaraan Membawa Nikmat;13.Cintaku Di Balik Tirai;14.MengapaBapakku Gagal?;15.MengapaBapakku Korupsi?;16.Malam Lebaran;17.Perawan Tua;18.Pintu Terbuka;19.Roda berputar;20.Surga Di Telapak kaki Ibu,etc.All these short stories are written in The Malay language in the construction of Indonesian language as the national language of Indonesia,specifically be found in the short story,entitled “CUACA DI PAGI HARI”.

CUACA DI PAGI HARI

Alam tidak bersahabat seiring kupinta doa kepada Tuhan semoga makhluk di bumi terlindungi di mana lautan dan ombaknya mengamuk menerpa tepi pantai namun pasir-pasir terhembus dengan angin badai menyelimuti seluruh impian para insani termasuk para petani,nelayan mencari nafkah setiap hari dan sungguh memberikan ingatan kepada insani bila alam tidak bersahabat sekali jangan mengucap “Tuhan bersalah atau tidak Adil”Ini petanda rahmat kepada insani sementara Tuhan maha Pengasih dan Penyayang yang ada di bumi.Dia maha pencipta tujuh lapis langit dan bumi.
“Apa mau dikata bila alam tak menampakkan kelembutan?Kita tetap mensyukuri nikmat Tuhan di bumi.”Kata seorang teman bernama, Din.
Bila alam tidak bersahabat,kita tidak boleh berpangku tangan atau putus harapan karena sinar matahari,angin kencang dan hujan turun sehari membawa berkah bagi insani.Hujan turun terus-menerus mengguyur juga kadang membawa ketidakberuntungan kepada para petani sedangkan bagi yang lainnya akan membawa keberuntungan sekecil mungkin.
“Tapi cuaca yang bagaimana yang kita inginkan?”Tanya salah seorang teman,Rafin.
“Itu tergantung pada kehendak Illahi,dan manusia hanya menerima dan menjalani.”
Manusia di bumi tak perlu khwatir karena Tuhan maha mengetahui apa yang ada di bumi dan di langit.Pokoknya,kita selalu berserah diri.

9.
The use of Malay language concerning with the writing literary works is not noly concentared on the short stories but also the novels.The novelist, Idris Pasaribu has taken a part in writing novels using Indonesian Language derived from Malay language,entitled “Pincalang”,and “Mangalua”.These two novels are written in a simple language.”Pincalang” was published by Salsabila Pustaka Alkautsar.ISBN 978-602-9844-1-1.While “Mangalua”was published by Yayasan Pustaka Obor Indonesia :IKAPI DKI jakarta.ISBN: 978-979-461-974-2.
As a proof of writing and using Indonesian language derived from Malay language,the novel entitled “Pincalang”is really constructed and written in Indonesian language seems to be true that can be seen fron the beginning up to the end of the novel.

PINCALANG
BUYUNG


“Gelombang mengamuk hebat.Langit hitam.Angin terus menderu-nderu.Dengan lincah,bagaikan seekor monyet,Buyung naik memanjat tiang besar.Sebentar tubuhnya oleng ke kiri dan sebentar oleng ke kanan.Suara derak tubuh Pincalang terdengar kuat.Cekatan sekali Buyung melepaskan tali pangkait ujung layar besar.
Tasss...
Tali pengikat layar terlepas.Layar melorot ke bawah.Dengan cepat Amat menangkap dan melipatnya sebelum layar berwarna cokelat lusuh itu tertiup angin,terbang ke laut.Buyung seperti kilat,meluncur ke bawah melalui tiang layar setinggi dua meter.Setiba di bawah,dia berlari ke haluan dan melepas layar kecil yang ada di sana.Dia melipatnya sendiri,dua lembar layar berwarna cokelat dari kain belacu yang dicelupkan dalam sebuah wadah beirisi air dari tumbukan kulit kayu.Air tumbukan kulit kayu itu dapat memperkuat jaring dan kain agar tak cepat lapuk terkena air laut.Bersama ayahnya, Amat,Buyung mencabut tiang layar dan meletakkannya memanjang mengikuti panjang pincalan.
Amat segera berlari menuju kemudi di buritan.Ia mengambil alih kemudi dari istrinya.Buyung berlari kehaluan.Pinggangnya diikat menggunakan tali besar,lalu ujung tali sebelahnya diikat ke haluan.Istri Amat,Marya,segera berlari menuju perut pincalang,menemui dua anaknya yang lain,Upik yang berusia lima tahun dan Nur yang berusia dua tahun.Anak sulungnya,Buyung berusia delapan tahun.Mereka satu keluarga adalah pemiliki Pincalang itu.
Maryam segera mematikan api di dapur.Untung nasi sudah tanak.Untuk kesekian kalinya mereka terombang-ambing di tengah lautan ......dst”(Idris Pasaribu:2012,p.07 s.d 256)

10.

Another proof to be said is true to write the literary works,especially in case of folklores is that the writer of this scientific writing tries to illustrate the use of Malay Language,which had been developed into Indonesian language be used in writing folklores,found in “Mitos Cerita Rakyat” by T.Silvana Sinar,and Ikhwanuddin Nasution.This book is a collection of research about folklores in Indonesian language,which was published by USU Press,2011,ISBN: 979 458 5564.The construction of this book seems very good because it gives reader much knowledge about what folklores stories are about.
In “Mitos Cerita Rakyat”, the folklores and story tellers of folklores,which were written in Indonesian language by Prof.T.Silvana Sinar,MA,Phd and Prof.Dr Ikhwanuddin Nasution,M.Hum can be seen derived from Malay language such as : “Batu Umang Cerita Rakyat Di Desa Durian Tani Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Sebagai Mediasi Publik”by Hariadi Susilo;”Citra Tokoh Naga Dalam Cerita Putri Hijau Dan Putri Merak Jingga “:Mitos Pembebasan by Irwansyah;”Mitos Incet Dalam Cerita Rakyat Batak Toba”by Martha Pardede;”Kisah Putiri Hijau: Satu Kajian Rasional Dan Irasional” by Pertampilan S.Brahmana; Motif Migrasi Orang Batak Dalam Cerita Rakyat:”Asal Usul Orang Batak “,”Si Baroar” Dan “Si Marhala” by Rosliani;” Metafora Kecantikan Dalam Kajian Hikayat Sabainan Aluih” by Shafwan Hadi Umry;”Konsep Religius Raja Sisingamanagaraja XXII”by Sumurung Simorangkir;”Penanda Landmark Dan Struktur Generik Mite’Sri Putih Cermi”byT.Thirhaya Zein;Antar Mitos”Imam Awang” Dengan Konsep”Imam Awang”,Kurang Beriman”Dalam Cerita Rakyat Melayu Langkat:Pendekatan Semiotik Budaya by Yos Rizal.

Consequently,all the folklores mentioned with the writers above are significant to be recognized in the world of literature so as to know much and grasp literary knowledge about literature and the language of the Malay regarding as the source of language be used to write. As a matter of fact,two senior lecturers at the Faculty of Cultural Sciences,University of Sumatera Utara,Prof.T. Silvana sinar,MA;and Prof.Dr.Ikhwanuddin Nasution,M.Hum shared the real meaning of the story about “Mitos Cerita Rakyat”in their research so that people will acknowledge what the “Mitos Cerita Rakyat” is there about.

As a proof of saying the Malay language be used in writing folklores,Hariadi Susilo tries to expose and describe the description of “CERITA BATU UMANG” in Indonesian language derived from Malay language,which had been developed into Indonesian language from time to time that the story regarding as folklore can be seen in the following:
CERITA BATU UMANG
Di sebuah desa yang bernama Desa Durian Tani, hiduplah sebuah keluarga yng terdiri dari Ayah,Ibu, serta menantunya yang baru melahirkan.Mereka hidup dalam keadaan susah.Mata

11.
Pencaharian mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya adalah bertani.Dari hasil pertanian,mereka yang sedikit itulah mereka dapat hidup.

Pada satu ketika,si Ibu ingin sekali memakan ikan sungai.Hal ini dikatakannya kepada suaminya agar suaminya memancing di sungai.Sungai ini tidak jauh dari desa tersebut.Menurut cerita, di sungai itu terdapat dua batu besar yaitu”Batu Penjemuran dan “Batu pertenunan”.Konon,kedua batu ini mulanya milik Umang yang ada hubungannya dengan Batu Umang tersebut.Batu pertenunan ini adalah tempat orang bertenun di sore dan malam hari.Sedangkan Batu Penjemuran adalah tempat Umang menjemurkan kain yang baru dicucinya.
Dengan suruhan istrinya,maka pergilah si Bapak ke sungai untuk memancing.Pertama kali si Bapak ini ingin pergi ke Batu Pertenunan karena di batu itu sangat cocok untuk memancing dan orang yang memancing tersebut tidak terlihat dengan jelas karena bentuk batu itu agak melengkung. Setelah beberapa lama berada di tempat itu, si Bapak ini tidak menemukan satu ekor pun ikan kesukaan istrinya .Selanjutnya ....dst.”(Hariadi Susilo:2011,p.16,17,18,19,20)

VII.CONCLUSION AND SUGGESTION

The writer of this scientific writing comes to conclusion that literature may not be separated from the language since the language of Malay,which was developed into Indonesian language is a medium of literature whether it is a poem, short story,novel,folklore or any other kinds of literary works.As matter of fact, the language being discussed can positively be found in literary works written in Medan,North Sumatra-Indonesia by the writers,poets,short story writers,and novelists in Indonesia.
The Malay language used in Medan,North Sumatra-Indonesia plays a great role in literature since the language is the root of Indonseian language that is being used by the people in case of literary writing and communication so as to improve the literature in the era of globalization.

The writer of this scientific writing suggets that those who are involved in studying literature should read a lot about Indonesian literature so that they can broaden their knowledge about literature and the Malay language used as its medium whether it is a poem,short story,novel or any other other kinds of literary works.

12.

REFERENCES


Alwasilah,A .Chaedar.2002.Pokoknya Kualitatif :Dasar-dasar Merancang Dan Melakukan Penelitian
Kualitatif.Jakarta :Pustaka Jaya.
Department Of Linguistics.----.Language Files: Materials For an Introduction to Language &
Linguistics,Sixth Edition: The Ohio State University.
Lim Kiat Boey.1975.An Introduction To Linguistics For The Language Teacher.Seameo : Singapore
University Press.
Labsas.2012.Menguap Tabir :Antologi Puisi.Laboratorium Sastra Medan.
Marulafau,Siamir.2016.Bahtera Dalam Ayat: Antologi Puisi.CV. Ganding Pustaka,Yogyakata.
----------------------.2013.Cintaku Di Danau Singkarak: Kumpulan Cerpen.Trenggalek,Sembilan Mutiara
Publisging.
Pasaribu,Idris.2012.Pincalang:Novel.Penerbit Salsabila.Jakarta Timur.
------------------.2015.Mangalua: Novel.PenerbitYayasan Pustaka Obor Indonesia.
Rosmawati R,dkk.1990. Struktur Sastra Lisan Melayu Serdang.Jakarta : Pusat Pembinaan dan
Pengembangan Bahasa.
T.Silvana Sinar & Ichwanuddin Nasution.2011.Mitos Cerita Rakyat.Medan :Penerbit USU Press.
Teeuw,A.1982.Khazanah sastra Indonesia.Jakarta :Balai Pustaka.
Yunus Umar.1981.Mitos dan Komunikasi.Jakarta : Sinar Harapan.
----------------.1985.Resepsi Sastra : Sebuah Pengantar.Jakarta Gramedia.





JIKA TAK MENERANG
Siamir Marulafau


Napasku bagaikan lentera
Hanya memberikan cahaya seadanya
Tak seperti mentari
Jika tak menerang

Tanamkanlah sumbu pemancar
Jika hati berikhlas membiaskan cahaya
Dari sanalah aku datang
Mengukir kasih sedalam lautan

Jika tidak...
Akan berpaling sepanjang masa
Di kala kaki berpijak di atas karang tak berpilar
Senjaku akan terbenam

Tak akan menggapai sinar lembayung kelam
Jika bintang di langit tak berkelip lagi
Hanya rintihan dan tangisan merangkul sukma
Di daratan terjal memutus napas sampai akhir zaman

Medan/29/03/2017





PETIR
Siamir Marulafau


Petir mengaung
Cahaya redup
Kecemasan mencekam
Hati pun gusar

Angin semakin ribut
Alam tak bersahabat
Halilintar berkilau
Menyambar harapan

Doa besua
Aras-Nya tak goyang
Hanya senyum tersimpul
Di kala napas tersesat

Medan/28/03/2017





TERCORET
siamirmarulafau


Tulisanku tercoret-coret
Tak keruan di pamplet
Tak terbaca orang
Akan di hapus

Tapi tak bisa juga
Hanya saja tintanya
Berwarna keemasan
Membuat lara tersanjung
Walaupun hurufnya patah-patah

Tulisanku tercoret-coret
Melambung ke udara
Makana tak menentu
Membacanya takjelas
Harus pakai kacamata

sm/28/03/2017





LET ME GO ALONE


Let me go alone
If your heart is not mine
Hope will not be coming
Since the love fades away
No breath to resist
While the love is mine
What makes the love go away?
Never I hurt,never i hurt
That you start that you end
I merely guess so
Since the love is not usual
No confidence from the heart
That it goes away
Without warning i Stand still
But what to do?
It can't be paid
Though thousands rupiahs
And let me go alone
You may not come along with
Not because of anger
But it just for reminding
And not for commit suicide
Not for commit adultery
But for the love of lives
Where else you find out
It is not just the same
That the hair is much different
And not the same like the eyes
The love is drawn looks like pearl
Be found at the bottom of sea
Let me go alone....
To sing a song you like
That reminds me when my first love with
To come into the world beside
And not to stay for along with
For the cause of misunderstanding
You may come to see...
What the longing is really
Be always in deep heart of mine
To thank up to die

sm/06/04/2017,copyright





KASIH DI ATAS PANGGUNG
siamir marulafau


Aku hanya mengukir kasih di atas panggung
Seandainya panggung ini roboh
Apakah kasih juga roboh denganplar besi beton?
Di atas sekeping papan merapuh
Sungguh keterlaluan ...

sm/06/04/2017





TIMBANG RASA
siamir marulafau


Aku semakin tua
Semakin tak kuat
Mata semakin rabun
Gigi semakin ompong
Kulit semakin keriput
Rambut semakin memutih
Nafsu semakin tinggi
Omelan semakin semraut
Kemarahan semakin meningkat
Nafsu makan semakin berkurang
Gairah semakin menderu
Apa lagi,iya yang semakinnya?
Mati semakin mendekat
Rasa takut semakin menguat
Rasa muda semakin meningkat
Rasa tua tak teringat
Seolah-olah muda terus
Tahu-tahu masuk ke liang lahat

sm/09/04/2017





PENDUSTA
Siamir Marulafau


Bukan hanya kasih Kutitipkan
Helai napasmu kusemayamkan dalam daging
Kerangka tulangmu Kukokohkan
Mengapa dikau dustakan ayat-ayat-Ku?

Apakah dikau tak berpikir?
Alam semesta Kusempurnakan
Lautan kubetangkan dengan gumpalan awan
Langit dikau junjung menyelimuti segalanya

Apakah dikau tak percaya?
Sinar mentari menyinari bumi dikau pijak
Apakah kurang nikmatnya?
Rembulan menerang dengan cahaya

Ikan di laut bertebaran dan berenang
Melambaikan tangan siap disantap
Apakah dikau tak yakin?
Mengapa dikau dustakan ayat-ayat-Ku?

Aku tak akan merugi
Aku tak akan beruntung
Jika dikau tak sujud sedetik pun
Tak ikut perintah-Ku,tak mengapalah

Tapi jika napas tak mendengung
Akan dikau rasakan siksanKu
Di sanalah bertebar butir penyesalan
Akan tak diberi ampun sedetik pun

Akan dikau terima pembalasan
Pahit gentirnya neraka memuas di seluruh tubuhmu
Apakah tak yakin dengan ucapan-Ku?

Sungguh dikau dustakan ayat-ayat-Ku
Bertaubatlah,wahai insan....
Sebelum tertidur di tanah tak bersuluh
Sebelum tubuhmu dipanggang di gudang bara api menyala

sm/09/04/2017





#PUISI SATU Bait

Melemparkan senyum di atas suka dan duka merangkai di ranting pohon tak terhempas

sm/09/04/2017





SAHABAT SEMINAR
siamir marulafau


Langit membiru mencerahkan lara
Jiwa merangkulkeindahan

KualaTerengganu menyambut dengan senyum
Di kala lelah tak terasa dalam jiwa

Meskipun sinar membakar
Semangat berkobar selalu

Sepanjang seminar membahana dalam jiwa
Seiring udara jua bersahabat

Gedung-gedung pencakar langit mengukir salam
Datanglah para pembentang makalah

Keilmuan senjata tuan
Mengingat tali persaudaraan

Malaysia,Indonesia dan lainnya bersahabat di era global
Syair mengikat ranting-ranting terhempas

Terengganu/sm/22/03/2017





ALLAHU AKBAR
siamir marulafau


Melantunkan syairku
Melukiskan kicauan burung
Di kala insan memukau
Sepertinya ranting kayu bergetar
Pohonnya pun menyulam rembulan
Tak akan cahayanya padam
Semalaman terang berbintang
Cahaya fajar melambai
Subuh menggema di saat azan
Takbir,Allahu Akbar

sm/08/04/2017




HUMAN RIGHT
siamir marulafau


Never have i spoken before
Humanity is the diamond of man's lives
Since this world runs from the beginning up to end
No body will hesitate there to say
For its truth to elaborate
That many people think it uselessly
For the poverty be found everywhere we live
Where is the justice?
Where is the government to seize?
Let them think trice
Since it is a human right to think
But,not to criticize..
I am a humble creature there to speak
Since the Almighty will be smiling
If the man's lives in a safety
Never have i spoke before
That everybody has a right to say
Whereas this world is for them to run the lives
Humanity is the diamond of man's lives
Though this life is just for a while
Let the trees be grown up with he heavy leaves
Where is the justice
Humanity is the brother of solidarity
The sun will be smiling to provide brightening
While the moonless night will be exchanged in lighting
That the lives will be in safety
Never have i spoken before
What i think is to draw a verse of a golden paradise
Not to criticize...
This world is suffice for us all
Whereas the lives will be there for friendship
This verse is not a ghost to gaze
Let them think trice before sleeping to leave
Let them know what color of lives there existed
No one is differentiated
That Almighty loves all creatures on the earth
The love might not be like a fire
With no hatred to separate
With no conflict to kill...
Never i have spoken before
That this verse is so to speak,which brings peace
Peaceful thought is the golden paradise
That be drawn for the success to survive
Let them know how poverty be there running
That might not be regarded as useless thing
It is human right for their demand to gaze
Where is the humanity?
Are they blind to see?
Are their eyes and ears closed to keep?
If it looks like this,what this world seems like?
What should the poor and the rich there be differentiated?
That the Almighty seems has disagreed
But,it is true to think...
Though the lives is just for a while
Don't let them be in chaotic lives
And they are creatures for precious livings
Let them think trice
Before sleeping to leave,,,,before sleeping to leave
It is just a reminding only

sm/03/05/2017,copyright





S6KHI SIBAI
Siamir Marulafau


BAKHA BA D6D6 MAN6 TARASO
WA'AS6KHI FOMA FATAMBAI

sm/03/05/2017





DUNIA AKHIRAT
siamir marulafau


Kehidupanku tak menyentuh
Daun-daun kupetik menghijau
Di kala sinar tak menggapai harapan
Dunia tercebur dalam kesuraman
Jika hidup berparasit di batang kayu
Dunia terbentang seluas mata memandang
Tapi apa kubuat?
Di alam fana berkembang setiap saat
Kesan dan pesan kutinggal...
Jika napas tak menerawang lagi
Apakah mesti aku berpangku lutut?
Aku harus bergerak
Tak akan diam sepanjang hayat
Meskipun gelombang menerpa harapan
Tak akan kubiarkan tergulung di tepi pantai
Sepanjang semangat berkobar bagaikan lautan api
Dunia jangan terlena...
Akhirat pun menanti wajah...
Sepanjang hayat tak lagi merapung di tanah tak bersuluh
Walaupun tulang belulangku merapuh
Seiring harapan beramal kelak membuahi emas surga
Harapan akhirat terukir ...
Jika pengorbanan dan perjuangan jiwa mengukir mutiara
Kehidupan di penantian tak terbentur dengan tembok neraka
Di kala iman tak menyusut sepanjang lautan tak kering
Aku yakin....
Ini bukan kisah sembarang kisah
Akan kudambakan keseimbangan di yaumil mahsyar kelak
Jika napas tak lagi menerawang
Usaha demi usaha terlepaskan ikhtiar
Jika sanubari terketuk di jendela surga

sm/01/05/2017

Kumpulan Puisi Alex Wahyu - INSYA ALLAH


"Insya Allah"

Aku meninggalkanmu bukan lantaran aku tak lagi mencintaimu,
Aku meninggalkanmu bukan lantaran aku tak lagi menyayangimu
Aku meninggalkanmu bukan lantaran aku tak lagi peduli kepadamu
Dan aku meninggalkanmu bukan lantaran aku tak lagi mengharapkanmu.

Aku meninggalkanmu karena aku ingin menghalalkanmu
Aku meninggalkanmu karena aku ingin mempersuntingmu
Aku meninggalkanmu karena aku ingin mengharapkanmu
Dan aku menginggalkanmu karena aku ingin menjadikanmu ibu dari anak-anakku.

Sandaran hatiku,
Aku tiada peduli apapun yang engkau kerjakan saat ini
Aku tiada peduli dengan siapa engkau berada saat ini
Aku tiada peduli apapun,

Tunggulah aku meski dalam kesedihan
Tunggulah aku meski dalam kesakitan.

Janganlah engkau berfikiran perihal lainnya
Janganlah engkau menjaga apapun kecuali perasaanmu terhadapku
Dan janganlah engkau menjaga apapun kecuali hati ini yang telah aku titipkan.

Sandaran hatiku,
Nantikanlah aku, karena aku akan menjemputmu, Insyaa Allah
Sandaran hatiku,
Bersabarlah, serta tumpuklah selalu cintamu,
Sandaran hatiku,
Bersabarlah selalu dalam sujudmu.
Sandaran hatiku,
Bersabarlah pada bacaan Al-Qur'anmu
Sandaran hatiku,
Aku mencintaimu dan aku akan selalu memintamu pada Pencipta kita.

Sandaran hatiku,
Aku merindukanmu,
Aku begitu merindukanmu yang berdiri tepat di belakangku, mengikutiku dalam kewajiban Sholat lima waktu.

Sandaran hatiku,
Aku menginginkanmu,
Aku begitu menginginkan dirimu yang duduk di sebelahku seusai Sholat, bertadarus dan memperindah setiap bacaan Al-Qur'an.

Sandaran hatiku,
Aku mencintai dirimu
Aku begitu mencintai dirimu yang nantinya selalu mengingatkanku, Menjaga sepertiga malam,
Menjaga Sunnat Rawatib
Menjaga hijrahku denganmu bersama dalam membangun sebuah bahtera di muka bumi
Dengan si anak muda,
Dengan segala kekurangan
Dengan segala kelebihan
Selalu dan terus berusaha
Hingga kita mendapati Keridhoan Illahi
Memimpikan kampung halaman
Tempat kita berpulang nantinya
Surga nun indah yang mengalir sungai-sungai.

Aku begitu merindukanmu,
Aku begitu menginginkanmu,
Aku begitu Mencintaimu,
Dengan hadiah yang tengah aku persiapkan
Ar-Rahman untukmu sandaran hatiku.

~Alek Wahyu~






"Untukmu yang tiada aku ketahui sama sekali, perihal siapa dan dimanakah engkau saat ini"


Ya Ukhti,
Aku tiada mengetahuinya sedikitpun,
Perihal siapakah dirimu dan dimanakah engkau saat ini.
Namun ukhti, satu yang tengah kupahami saat ini,
Dimanakah rindu ini akan berlabuh nantinya?
Dengan segala upaya nun tersimpan pada bilik-bilik tertentu yang diamnya seakan menyatakan cinta.

Ya Ukhti,
Engkau tahu apa yang paling aku rindukan?
Engkau tahu apa yang paling aku inginkan?
Dan apakah engkau tau apa yang paling aku cintai?

Ya Ukhti,
Siapapun engkau dan dimanapun engkau
Aku harap engkau jua menengadahkan tangan dengan penuh harap
Menggantungkan doa di sepertiga malam
Menyampaikan Niat di setiap sujud terakhirmu
Melantunkan Al-Qur'an untuk bekal si anak muda kelak.

Ya Ukhti,
Aku merindukanmu,
Aku begitu merindukanmu yang berdiri tepat di belakangku, mengikutiku dalam kewajiban Sholat lima waktu.

Ya Ukhti,
Aku menginginkanmu,
Aku begitu menginginkan dirimu yang duduk di sebelahku seusai Sholat, bertadarus dan memperindah setiap bacaan Al-Qur'an.

Ya Ukhti,
Aku mencintai dirimu
Aku begitu mencintai dirimu yang nantinya selalu mengingatkanku, Menjaga sepertiga malam,
Menjaga Sunnat Rawatib
Menjaga hijrahku denganmu bersama dalam membangun sebuah bahtera di muka bumi
Dengan si anak muda,
Dengan segala kekurangan
Dengan segala kelebihan
Selalu dan terus berusaha
Hingga kita mendapati Keridhoan Illahi
Memimpikan kampung halaman
Tempat kita berpulang nantinya
Surga nun indah yang mengalir sungai-sungai.

Aku begitu merindukanmu,
Aku begitu menginginkanmu,
Aku begitu Mencintaimu,
Dengan hadiah yang tengah aku persiapkan
Ar-Rahman untukmu ya Ukhti.

~Alek Wahyu Nurbista Lukmana~

Kumpulan Puisi Adhiet's Ritonga - BINGKAI ASA


BINGKAI ASA
Adhiet’s Ritonga


Hidup memang indah bila diresapi
Meski banyak rintangan yang dilalui
Cinta dapat menjadi suka ataupun duka
Karna cinta SMA bukanlah segalanya

Bakti pada Negeri adalah bakti yang abdi
Pengorbanan demi cinta juga pada keluarga
Ayah, Ibu dan Guru yang kita kasihi
Ilmu dan pengajaran bekal meraih cita – cita

Kantor Pusat Sanggar Pelang





DOA DIKALA MALAM
Adhiet’s Ritonga


Kala purnama genap berbilang
Serumpun bintang pendar cahaya
Awan berarak kembali pulang
Langit hitam pudar warnanya

Malam dingin diselimuti angin
Hujan menyiram bahasi bumi
Aku menghadap pada – Mu ya Tuhan
Bersujud haru tenggelamkan diri

Kupanjatkan doa berderai air mata
Hapuskan dosa sehampar lautan
Terimalah Allah taubatan hamba
Seluas angkasa mohon ampunan

Qiamulail hamba tegakkan
Tepat dikala malam Lailatul Qadar
Jalan yang bengkok segera luruskan
Sebab diriku terkesilap sadar

Kantor Pusat Sanggar Pelangi

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - PINTA YANG TAK RENTA


♡PINTA YANG TAK RENTA♡


Tertatih tubuh ringkih
Merayapi dinding senyap
Dibingkai figura pengap
Bersimbah rerona noktah

Sayap-sayap telah patah
Telapak tanpa jejak
Punah remah tersapu pongah
Sirna daya tuk mengepak

Lirih angin gemerisik
Bawa warta sang belahan asa
Tentang rasa nan diusik
Oleh bulir buah pena

Mengapa
Tak jua bisa lena
Meski selimut setebal rindu
Tak jua lelap di ruang kalbu

Usah kau tabur debu
Ada angin kan bertiup
Lalu netrapun kan terkatup
Hantar langkah tersandung batu

Singkirkan semua benalu
Jangan biarkan tumbuh
Bersemayam di ruang pilu
Jaga cinta tetap bersih

#DewaBumiRaflesia_06_04_17

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - ASIAH CHAN


# ASIAH CHAN #

Asiah Chan,
Kau kan lahirkan kepiluan,
Kau kan hadirkan kembali kepedihan,
Getir yang telah ku rasakan,
Akan kah menjadi ujut kenyataan,
Luka yang ku rasa di sepanjang perjalanan.

Asiah Chan,
Kau bunga kayangan,
Kau Bidadari impian,
tak mungkin dapat ku temukan,
Menemani kisah di dalam kehidupan,
Yang selama ini ku dambakan.

Tak kan air dapat ku ukirkan,
Tak kan Angin tempat ku berpesan,
Hanya sebuah hayal dan angan,
Yang menemani rasa bersama bayangan,
Di dalam kegelapan,
Perjalanan yang kehilangan tujuan.

Asiah Chan,
Kau harus memahami,
Bunga yang kau berikan,
Tak pantas untuk ku miliki,
Untuk ku pajangkan,
Di taman Sunyi sepi yang menyelimuti.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 06:04:2017




# TANGIS REMBULAN #


Kan ku dengar kan,
Suara alunan senja,
Di antara Gemuruh lautan,
Kan ku kabarkan satu tanya,
Tentang rembulan,
Yang kan memberi sinarnya.

Nyanyian malam kian menjelma,
Riuh camar tak terdengar lagi,
Hanya dinginnya angin yang menyapa,
Kabar kan sepi yang menyelimuti,
Dalam menanti seberkas cahaya,
Yang kan menerangi kesendirian ku ini.

Bintang bintang,
Sinar rembulan,
Kini perlahan menghilang,
Dan hanya rintik hujan,
Menepis lamunan ku yang panjang,
Di dalam kegelisahan.

Kan ku nyanyikan sendu,
Tentang tangisan rembulan,
Juga mendung kelabu,
Diam diam memberi kegelapan,
Yang kini kian mencumbu ku,
Di sepanjang perjalanan Impian.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 10:04:2017

Kamis, 16 Maret 2017

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - MENGUSIK ARCA


♡ MENGUSIK ARCA ♡


Mengeja aksara gulita
Bercengkerama tanpa sua
Digerus arus buramnya malam
Tenggelam di angan terdalam

Bisik angin semilir menusuk
Lolong jiwa di lorong kosong
Merayapi dinding malam panjang
Mimpi sunyi usai dicabik

Lafaskan senandung kidung
Usik arca nan tersandera
Agar tak lena di altar duka
Sebab malam kan berujung

Walau diam beribu bisu
Namun aku tahu
Warna kerudung nestapa
Bermanik angkara durja

Mungkin, samar sayup
Sebab, kutitip pada angin bertiup
Namun, tak saru di riuh deru
Karena kidungku, kidung rindu

Udar saja kerudung nestapa
Ulurkan lentik jemari hati
Raihlah mahkota cinta kita
Di singgasana istana kasih kasturi

#DewaBumiRaflesia_08_03_17





♡ KIDUNG KITA ♡


Senandung kidung malam
Semilir angin mengusap daun
Adalah rerona hiasan alam
Nan goreskan tinta kesunyian

Gigil dingin selimut kelam
Namun netra tak jua terpejam
Sayap angan mengepak terbang
Menuju puan kasih tersayang

Kutatap rembulan berbinar
Kusapa lirih dari jendela kamar
Agar dikau sampaikan berjuta kabar
Tentang rindu yang kian berkobar

Sesak dada menahan rindu
Terbayang wajah dan senyumu
Bilakah kita kan bertemu
Memadu asmara biru

#DewaBumiRaflesia_08_03_17




♡ MENGAPA MASIH ADA TANYA ♡


Usah lelah mengutip remah
Bawa jiwa jauh mengembara
Hingga rasa tersulut bara
Lalu goyah ayun langkah

Jangan biarkan waktu berlalu
Tinggalkan duka nestapa
Sedang mimpi masih direnda
Di atas tilam rindu menggebu

Lentera cinta kan tetap menyala
Meski tak seterang binar surya
Namun, takan redup ditiup angin
Hingga kuasa terangi jalan

Ayunkan langkah di jalan kita
Usah gundah kan terinjak onak
Ada aku, pemandu gerak
Menuntunmu hingga ke surga

#DewaBumiRaflesia_16_03_17





♡ REMAH AKSARA ♡


Aku
Bulir syair yang tersingkir
Tercabik dari helai buku
Hanyut dihempas deras alir air

Aku
Remah arca yang tersisa
Nyaris habis jadi debu
Sirna ditelan warna gulita

Aku
Melodi sepi senandung sang bayu
Lelap didekap malam kelam
Sulam mimpi-mimpi suram

Aku
Elegi sepi nan dicuri alibi
Menyisi di tepi permadani
Jadi benalu pilu warnai ambigu

Pupus terhapus parasku
Digilas waktu nan berlalu
Binasa sudah remah aksara
Dikubur dalam pusara purba

Aku
Arwah kekata
Yang sirna aksara
Kan bangkit , hanya untukmu

#DewaBumiRaflesia_19_03_17





♡ USAH KAU USIR SYAIR ♡


Syair hati di elegi mimpi kasturi
Dentingkan dawai melodi sunyi
Gegas meranggas enggan jua terkupas
Tergaris guratan giris di pelipis

Mengapa, kau kemas tetes gerimis
Hingga pupus rerona paras manis
Buka saja, jendela kaca di jiwa
Lihatlah, cakrawala betapa mempesona

Aku, yang merenda rupa aksara
Lukiskan legenda selaksa rasa
Di setiap helai hembus angin
Jelmakan penghuni angan

Sungguh, apakah tak kau rasakan
Bahwa kitalah sang pemeran
Dalam legenda kasih kita
Tanpa akhir cerita

Sungguh, kita di sahara cinta
Dahaga berkerudung dilema
Namun, cinta kita sejati
Hingga surga nanti

#DewaBumiRaflesia_17_03_17

Kumpulan Puisi Aulia Zack Lee - BIARKAN TERJATUH


BIARKAN TERJATUH


Jika pada suatu ketika ku biarkan kau menangis
Itu bukan karena aku tak peduli dengan segala kepedihan yang kau miliki
Namun itu semata agar kau bisa merasakan
Apa sesungguhnya kepedihan yang kau temukan
Karena apa?
Aku berharap kau bisa menjadi sosok yang tangguh
Sosok yang tak mudah terjebak dalam sebuah suasana
Sosok yang bisa merasakan
Apa itu luka
Sebab untuk menjadi dewasa
Tak cukup hanya menunggu usia
Dimana ketika semua berlalu
Itu semua bisa dengan sendirinya mendewasakanmu
Kau butuh terhempas
Kau perlu terjatuh
Agar ketika kau mampu berdiri
Kau tahu arah mana yang kau tuju
Meski tanpaku yang mengantarmu

Palembang 09 Maret 2017
24ck





MAKNA KESETIAAN


Kadang aku merasa terusik dengan kata kesetiaan
Mengapa...?
Sekian lama aku mempertaruhkan perasaan pada satu hati
Kenyataanya rasa cinta dan kesetiaan yang kumiliki itu
Bukan sebuah jaminan dimana aku bisa mendapatkan kebahagiaan yang ku impikan
Aku tak sedang menyalahkan dirimu karena bukan aku yang kini ada disisimu
Dan bukan pula aku tengah berharap agar kau mengerti apa yang selama ini aku lakukan
Aku hanya mencoba mencerna apa itu kesetiaan
Dan pada siapa harus kuberikan rasa setia tersebut
Karena ketika aku mencoba memberikan rasa setia pada sebuah jiwa
Aku harus kembali berhadapan dengan kenyataan
Dan ternyata kenyataan itu tak terlawan
Satu satunya yang membuatku percaya pada sebuah kesetiaan
Hanyalah waktu
Dialah sebuah kenyataan yang tak pernah meninggalkanku
Baik ketika aku rasakan hahagia
Dan bahkan ketika aku teriak lantang
Menghujat dendam

Palembang 07 Maret 2017
24ck

Kumpulan Puisi LUmbang Kayung - MENCARI KEINDAHAN MIMPI


# MENCARI INDAHNYA MIMPI #


Masihkah ada jawapan,
kabar dari kejauhan,
Tentang bunga bunga di taman,
Tentang Pepohonan,
Juga tentang Sebuah Goresan,
Yang hanya dapat ku rasakan.

Masihkah dapat ku dengarkan,
Gema di balik perbukitan,
Gemuruh ombak di lautan,
Kicau burung burung berterbangan,
Bicarakan tentang kedamaian,
di dalam sebuah keindahan.

Aku hanya ingin menari,
Nyanyikan tentang hati,
yang terus mencari indahnya mimpi,
Di dalam perjanan hidup ku ini,
Selama musim masih berganti,
Di Bumi Pertiwi.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 10:03:2017





# RAIH LAH CITA CITA MU #


Kau tinggal kan begitu saja,
kisah yang telah kita bina,
Tapi aku tak dapat kecewa,
atas apa yang kau mau dan suka,
Walau semua ini tiada ku sangka,
Dan tiada pernah ku duga.

Usah kau hirau kan lagi,
Api yang kita nyalakan,
Kini tiada membara lagi,
Musnahkan sebuah impian,
yang telah lama ku nanti,
Yang selama ini ku dambakan.

Akhirnya kini ku sadari,
Kau telah pergi,
Tinggalkan ku sendiri,
Menelusuri ruang hati,
Dan cinta suci ini,
Tetap tak dapat ku pungkiri.

Raihlah cita cita mu,
Itu yang kau mau,
Aku merelakan keresahan ku,
Membelai setiap rasa rindu,
Dan jangan pernah risaukan diriku,
Karena aku kan tetap menyayangi dirimu.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 09:03:2017




# BANGKITKAN KEMBALI #


Aku ingin kembali,
Berlari lari,
Lewati bukit yang tinggi,
Menerobos onak duri,
Hingga nanti,
Darah di tubuh ini membasahi.

Aku ingin pulang,
Menemui imajinasi,
Walau di sana aral melintang,
Biarpun disini kehilangan mimpi,
Aku kan terus menerjang,
Setiap gelombang yang menghampiri.

Api yang telah menyala,
kini kian membara,
Membakar sudut sudut angkara,
Mengancam jiwa dan raga,
Hingga nanti catatan di dada,
Sirna bersama pejaman kelopak mata.

Aku masih di sisni,
Ingin bangkit kan kembali,
Asa yang telah pergi,
Impian yang hampir mati,
Di tanah Ibu Pertiwi,
Di persada Nusantara ku ini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 16:03:2017




# LARA SETANGKAI BUNGA #


Ku gapai,
Bunga setangkai,
Ia lunglai,
Lelah di hempas badai,
Ia terkulai,
Di derasnya aliran sungai.

Ku tanya tentang arti,
sebuah cerita lara,
Yang perih tersembunyi,
Di iringi linangan air mata,
Dari ruang relung hati,
Yang hingga kini tak lagi bicara.

Ku tatap mega mega,
Mendung masih menyelimuti,
Mungkin badai menanti nya di sana,
Atau sang mentari,
Tak dapat memberi seberkah cahaya,
Menerangi jiwa nya yang kian gelap gulita.

Ingin ku akhiri,
Setiap tetesan air mata,
Hingga nanti,
Terdengar lagi canda tawa,
Dan bunga kembali bersemi,
Di dalam taman asmara cinta.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 25:03:2017





# UKIRAN JANJI #

Ku coba mengukirkan,
Sebait Goresan,
Di keheningan,
Di kedamaian,
Dalam kenangan,
di sebatang pepohonan.

Tarian kupu kupu,
Kicau burung burung,
Telah menjadi Saksi Semu,
Kisang kasih dan sayang,
Tentang dirimu dan aku,
Gelisah di pohon nan rindang.

Ku kabar kan pada sang bayu,
Ku berpesan kepada pelangi,
Aku masih menunggu,
Aku kan terus menanti,
Hingga nanti sang waktu,
Pertemukan kita kembali di sini.

Kan ku buang resah di dada,
kan ku usir cemburu yang melanda,
Biar kestian ini tetap terjaga,
Kesucian cinta terus terbina,
Hingga nanti tiba saatnya,
Ukiran Janji Cinta ini menjadi nyata.

By : LUmbang KAYung
Tanjung Balai 24:03:2017





# LOLONGAN DI KESUNYIAN #

Sayup ku dengar kan,
raung suara lolongan,
di kesunyian,
di bawah sinar rembulan,
Sedangkan pungguk yang merindukan,
terusik di antara dahan dahan.

Ku tatap kemerlip cahaya,
tarian kunang kunang,
Yang begitu indah mempesona,
Iringi Jangkrik yang berdendang,
Dan aku pun menerobos ruang maya,
Bersama lamunan yang panjang.

Entah apa yang dapat ku pikirkan,
Bayang Bayang tak ingin bercerita,
Tentang kenangan,
Tentang dilema cinta,
Yang kini terabaikan,
Yang kini Hilang bagai sirna.

Lolongan di kesunyian,
Jerit tangisan hati,
Yang lama merindukan,
Kasih sayang bersemi kembali,
Di bawah sinar rembulan,
Melebur dingin dan sepi malam ini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 23:03:2017





# SEBERKAS CATATAN RELUNG HATI #


Telah terdengar,
Kabar bebatuan,
Tergores dan tercakar,
Jiwa Jiwa Kekecewaan,
Hingga menjadi Kabar,
Dari satu penyesalan.

Kan tedengar gema,
Raungan sang Bayu,
Mengusik setiap daun telinga,
Iringi Langkah yang berlalu,
Sempoyongan dan manja,
Menanti nanti sepanjang waktu.

Angin pun hembuskan kehidupan,
Mengusik lolongan di kesunyian,
Entah apa yang dapat di rasakan,
Rimba tak jua di temukan,
Dan apakah ini akan menjadi tangisan,
Menyibak sebuah petualangan.

Gerimis telah membasahi,
Mentari tak terlihat lagi,
Dan aku mulai memandangi,
Mendung yang kian menyelimuti,
Menyelimuti seberkas catatan relung hati,
yang Kini kian telah ternodai.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 22:03:2017





# ENTAH SAMPAI BILA #


Kepada Gerimis,
Aku terlena,
Kepada Tangis,
Aku tersiksa.

Kepada tawa,
aku teraniyaya,
Kepada Canda,
Aku menderita.

Entah di mana,
Badai Asmara,
Entah kemana,
Kerinduan cinta,
Semua menjadi sia sia,
Semua Lahirkan rasa kecewa.

Hujan telah menghapus air mata,
Mentari telah Membakar luka dan lara,
Begitu juga rembulan yang menggoda,
Beri ku dingin dan sepi yang merona,
dan hanya embun embun yang tetap setia,
Menyelimuti tubuh Yang hampir putus asa.

Yang ku tau,
pungguk masih bersuara,
Nyanyikan tentang rindu,
tentang rembulan jatuh keribanya,
Di sepanjang Waktu,
Sepanjang Hidup nya.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 17:03:2017





# MENJALANI TAKDIR #


Ku basuh wajah ini,
Ku tatap langit yang tinggi,
Keringat yang membasahi,
Terus memberi ku sebuah arti,
Tetang sebuah janji,
yang melebihi kemampuan ini.

Ku coba menrenungi,
Sebuah impian yang ku nanti,
Lalu hilang di antara ilusi,
Yang terus mewarnai,
Setiap keraguan di hati,
Dalam menjalani pentas dunia ini.

Terlihat oleh ku di sana,
Seorang pengemis meronta,
Ia mengais sisa makanan saudara nya,
Ia bersujut di kaki saudagar kaya,
Namun semua menjadi sia sia,
Yang ada hanya linangan air mata.

Tapi aku bukan mereka,
Aku bukan saudagar kaya,
Aku bukan peminta minta,
Namun aku juga manusia biasa,
Yang harus berjuang demi sebuah asa,
Walau hidup ini sebuah takdir dari yang ESA.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 17:03:2017





# INGIN KU AKHIRI #


Badai yang berlalu,
membawa ku Hanyut,
Terdampar di kegelisahan,
Terkapar dalam kerinduan,
Sedang kan burung burung camar,
Nyanyikan tembang keraguan,
Yang bersandar di tajamnya bebatuan karang.

Seketika asa ku hilang,
Terbawa Bayu yang berhembus perlahan,
Sedangkan Awan mendung,
Janjikan ku akan turun nya hujan,
Membasahi tangisan,
Di dalam kepedihan,
menyemaikan Jiwa yang meronta,
Bersama dingin dan sepi.

Aku berharap,
Impian ini kembali,
Bangkit dari luka lara,
Melangkah dengan kebahagiaan,
Di antara Tarian kupu kupu,
Temani harum mewangi bunga bunga,
Yang begitu indah menawan,
Pesonakan cinta yang telah hilang,
Bersemi kembali Di antara pelangi,
Bersama Mentari pagi,
Yang menyinari kehidupan ku ini,
Dalam menjalani gita cinta suci.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 22:03:2017

Kumpulan Puisi Siamir Marulafau - DI TITIK TERAKHIR


DI TITIK TERAKHIR
siamir marulafau


Jika air sungai tak mengalir lagi
Akan ke mana deburan airnya tertampung?
Petanda,alam tak bersahabat
Meskipun langit tersenyum
Bumi diam tetap

Sepanjang porosnya tak keropos
Dengan ulat-ulat berbulu
Mengganas,menghacurkan daun-daun
Kering sepanjang masa

Meskipun disiram setiap saat
Alam tak akan berbicara lagi
Seakan-akan terhempas di ujung langit
Keganasan makhluk bumi menyiksa

Qalbu terperosok di lembah-lembah terjal
Licin dengan batu berlumut
Tak akan dapat dilintasi lagi
Meskipun pakai tongkat besi,merayap sepanjang jalan
Akan ditelusuri sampai titik terakhir

sm/10/05/2017





HARAPAN TAK TERGULUNG
siamir marulafau


Tergelincir di atas batu berlumut
Di kala mata terbendung
Tersanjung karang tajam
Pasir-pasir berteriak di gulungan ombak
Memecah di tepi pantai
Tak akan hanyut

Meskipun muara tak menampung
Tepi pantai melandai terus menerus
Apakah renunganku tertampung?
Alam akan bicara

Sebelum mengganas sampai ujung dunia
Alam bukan bicara sembarang
Dia punya pikiran
Tumbuh-tumbuhan juga bernapas

Meskipun tergelincir di curah hujan deras
Tak akan tercurah setetes air mata
Sampai membanjiri lautan
Tapi suatu waktu akan membendung
Jika butiran pasir tak hanyut

sm/10/03/2017






==WHAT LIFE WE WANT?==

No life is eternal
Though we like it
Only for a while
What to say?
As long as breath is not there
The body is silent
With no power
If the breath is missing
What to do?
We are only human
The shy is above us
Where God is above of all
We just accept what it will be
No negotiation...
Though we like it
Bu the hands are short to achieve
What to do?
It is a destiny
No body resists
We are only human
That this life is like a rainbow
It will be missing for a while
What to do?
It is hard to grasp
And no body can hold it
Though it is beautiful
With full of different colors
Just slight evening to gaze
Not eternal as life
For the sake of belief
That reminds us for lives

sm/09/03/2017





DIINGATKAN PADA PARA PEMIRSAH BAHWA UNTUK MEMAHAMI PUISI-PUISI PENYAIR DALAM LINGKARAN CINTA ,PEMBACA HARUS TAHU :

1.PENYAIR SELALU MENGHUBUNGKAN PEMIKIRAN,PERASAAN DENGAN ALAM SMESTA

2.PENYAIR SELALU BERKOMUNIKASI DENGAN TUHAN DENGAN BAHASA PUITIS BERDASARKAN QUR'AN

3.PENYAIR SELALU CINTA TERHADAP FLORA DAN FAUNA

4.PENYAIR SELALU CENDERUNG PADA
FILSAFAH,PSIKOLOGIS,SOSIOLOGI,ANTROPOLOGIS,SOSIAL BUDAYA

5.PENYAIR TIDAK TERIKAT PADA SISTEM KONVESIONAL,DAN TERINSPIRASI PADA SISTEM MODERN,POST MODERNISM

6.PENYAIR MEMPERGUNAKAN BAHASA YANG SIMPEL DAN INDAH DENGAN MAJAS,DAN KADANG JUGA TIDAK

7.PENYAIR SELALU MERUJUK PADA PENYAIR FAVORIT,SEPERTI: ROBERT FROST, CHRISTIN ANNE PORTER,WILLIAM CHARLOS WILLIAM,LORD TENNYSON,CHRITINA ROSSETI,DLL.

8.PENYAIR MENULIS DENGAN TEMA (POKOK MASALAH)YANG BEBAS,SEPERTI
: 1.Religi,2.Politik,3.Ekonomi,4.Cinta(Romantis),5.Teknologi,6.Kebencian,7.Penindasan,8.Pendidikan,9.Perkawinan,10.Kehidupan,11.Kematian,12.Moralitas,13.Kebajikan,14.Bencana(Alam).15.dll

========
9.INSPIRASI DALAM PENULISAN PUISI,CERPEN,NOVEL,DLL,SEPERTI:

1.MENULIS PUISI DENGAN SPONTAN(MENGALIR DARI LUBUK PERASAAN YANG SANGAT MENDALAM)

2.MENULIS PUISI KARENA TERINSPIRASI DENGAN APA YANG DILIHAT DAN DIDENGAR

3.MENULIS PUISI KARENA TERINSPIRASI MELIHAT GAMBAR

4.MENULIS PUISI DENGAN MELIHAT PEMANDANGAN DAN SITUASI SUATU TEMPAT

5.MENULIS PUISI KARENA TERINSPIRASI DENGAN KARYA TEMAN-TEMAN PENYAIR LAINNYA(BUKAN DALAM ARTI PLAGIARISM)

sm/07/03/2017





==NATURE==

I only smile at nature
Which gives me happiness
That never be forgotten
Till to die i keep in mind
Whereas to go to and from
For the nature i believe in
That existence of Almighty
I read in holy book
Never i miss to appreciate
He is the Greatest,the first
And the last of all
The nature seems for all
Not be separated form any lives
Like the water is useful for
The fire will be friend for us
And the flowers will be lovers
Even the jungles sing
While the mountains clap
The lakes flow to give a fresh
To thank for Him,the Creator
To pray for the success
From the time I was born
Till the corpse be in silent land
Nature might not be exiled
Hoping so as a principle
So as to learn from now and then
That might not be separated from
The lives be drawn up to the next

sm/08/03/2017,copyright





==ADA APA DENGAN ALAM==
siamir marulafau


Aku bukan sebagai onggokan kayu
Terpatar di pinggiran pantai
Seorang pun tak melirik karena kebusukan jasadku
Sebelum terhempas dipinggiran pantai
Berdiri tegak di hutan belantara
Berdaun dan berbuah tapi tak bisa bicara
Semua makhluk mengintai
Apalagi manusia mengambil buaku
Meskipun hanya sebatang pohon
Hubunganku dengan makhluk lainnya erat
Membutuhkan penyiraman,pembenahan
Dan asap-asap api membara
Menghijaukan daun-daun pada ranting tak melapuk
Sinar pun tak enggan menyinari semua daun-daunku
Apalagi air hujan,mencurahkan segala isinya
Hujan tahu pohon tumbuh di tengah hutan saling membutuhkan
Meskipun jauh di pedalaman
Hujan akan turun dari pegunungan di celah-celah tumbuh tumbuhan belukar
Daun-daun berdendang sambil bernapas
Saling menyapa antara sesama
Insan di bumi ini tak satu pun tak suka buah
Kami, berbuah demi sahabat
Sebahagian hidup kami untuk mereka di kota-kota
Tak mengenal kaya miskin
Di mata Pencipta akan sama sederajat
Kita makhluk di bumi bernapas dalam satu ruang
Kami sebahagian dari alam tumbuh di mana-mana
Saling butuh membutukan dengan tidak merendahkan
Yakin sungguh hubungan insan dengan alam bagaikan kulit dengan daging
Saling tersenyum antara sesama
Sepanjang Tuhan tak murka
Yang selalu melindung,menyayang atas eksistensi makhluk yang ada
Syukur,,,,,,,,syukur,,,,,,,,syukur,,,,,,nikmat-Mu tertelan

sm/07/03/2017





==PESAN SEBELUM UTUH==
siamir marulafau


SENYUMMU BELUM TENTU SEMANIS HATIMU
RAMBUTMU BELUM TENTU SEPANJANG PIKIRANMU
CANTIKMU BELUM TENTU SECANTIK QULBUMU
CINTAMU BELUM TENTU SETULUS CINTAKU
KASIHMU BELUM TENTU SEBENING KASIHKU
BENCIMU BELUM TENTU SEBENCI HATIKU
NAMUN KUTETAP MERAPAT DI UJUNG KERUDUNGMU
BIARKANLAH LANGIT DAN BUMI TERSENYUM
SEPANJANG JIWAKU BERSEMAYAM DALAM NAPASMU
MESKIPUN JASADKU TERBARING DI TANAH TAK BERSULUH
SUNGGUH TAK AKAN SIRNA IMPIAN KURANGKUL
DI KALA JASADKU TERTINDIK DENGAN JASADMU
SEBELUM TUBUHKU HANCUR LEBUR DI TANAH DIAM TERTIDUR
AKAN KUSAMBUT SENYUMMU BILA TULANG BELULANGKU
TAK MERAPUH DI AKHIR ZAMAN MENUGGU SELALU

sm/07/03/2017





Membaca karya :Phaosan Jehwae bertanjuk "BALA"
siamir marulafau


BALA’

Anak-anak kecil berteriak
Tiba-tiba hawa menjadi panas
Adakah Tuhan sedang murka?
Semakin hari bumi bertambah gersang
Pohon rumput kering dan mati
Tanah-tanah mengekah kehausan
Manusia menyerupai bintang
Telah hilang sifat ihsan insani
Kemarau terlalu panjang
Langitku!
Degil sungguh mendungmu?
Lalu langit berawan gelap
Semua mujur suka gembira
Mengharap langit menitis air
Hujan turun dengan lebatnya
Nyawa-nyawa gersang bertumbuhan
Manusia masih lagi duka
Bala' baru datang lagi
Gempa bumi yang sangat kuat
Tsunami berjuta jiwa terkorban
Banjir lumpur selut-selut dosa
Api-api neraka
Apa yang terjadi dengan dunia !
Benarkah dunia sudah tua dan nyayak ?
Petanda dunia sudah akhir
Atau inilah bala’ Tuhan yang dahsat


Jika dicermati puisi bertajuk"BALA" di atas ini menunjukan suatu ilustrasi yang sangat memukau hati pembaca jika diapresiasi dari bait ke bait.Mengapa tidak?Penyair memberikan tajuk"BALA,yang sama sekali tidak begitu sukar dimaknai dan mengetahui makna yang tersirat di balik tersurat.

Bahasa yang digunakan dalam penulisan puisi ini adalah bahasa yang sederhana dan tidak begitu puitis karena penuturan penyair pada setiap baris puisi menggunakan kata-kata yang sederhana dengan rangkaian kalimat biasa.Meskipun demikian,penyair juga tak luput memperindah bahasanya dengan menggunakan beberapa MAJAS,seperti :"Semakin haribumi bertambah gersang";"Tanahtanah mengekah kehausan";"Manusia menyerupai bintang";"Degil sungguh mendungmu?"; "Nyawa-nyawa gersang bertumbuhan".

Penyair menuliskan puisi dalam bentuk puisi prosa liris dengan bebas mengutarakan isi hatinya kepada pembaca dalam menceritakan situasi alam yang selalu dihiasi dengan BENCANA,dan sekalian menuturkan kepada permirsa bahwa Bala atau bencana itu sewaktu-waktu datang menjemput manusia,dan insan harus sadar segala sesuatunya yang terjadi di bumi adalah kendak Tuhan, dan tak ada yang bisa mencegahnya.Hal ini dapat dilihat pada baris puisi :

"Manusia lagi duka
Bala baru datang lagi
Gempa bumi yang sangat kuat
Tsunami berjuta jiwa terkorban
Banjir lumpur selut-selut dosa"

Pengungkapan penyair terasa indah danbenar jika kalimat per-kalimat dimaknai bahwa pada masa sekarang bencana di belahan bumi Asia termasuk Thailand sangat rawan gempa yang menyebabkan Tsunami menelan korban jiwa,dan penyair menuturkan apakah bencana ini berlandaskan DOSA atau bagaimana? Penyair terus terang menyatakan bahwa dunia ini kemungkinan sudah diselimuti dengan dosa dan mendapat ganjaran berupa bencana,yang menggambarkan NERAKA dunia bagi manusia supaya lebih memikirkan hubungan yang erat dengan ALAM dan TUHAN.Alam adalah ciptaan Tuhan yang harus dilestarikan dan jangan dianggap tidak ada hubungan dengan manusia.Semua aspek-aspek yang ada di bumi adalah merupakan sebahagian zat Tuhan untuk kepentingan manusia.Contohnya: POHON,dan jika ditebang liar akan membawa dampak negatif bagi manusia,yaitu membawa 'Kebanjiran',dan merujuk pada bencana.
Penyair juga bertanya tentang dunia,dan tak sanggup lagi memikirkan apa yang sebenarnya terjadi,dia hanya pasrah dan meuturkan kepada pembaca.

"Apayang terjadi dengan dunia
Benarkah dunia sudah tua dan nyayak?
Petanda dunia sudah akhir
Atau inilah bala'Tuhan yang dahsat"

Jika ditelusuri,pengungkapan penyair adalah benar dengan apa yang terjadi pada masa kini,di mana kehidupan yang tak beraturan sejakperang dunia ke II,sendi-sendi kerpcayaan kepada Tuhan dan penghargaan pada Alam sudah mulai memudar akibat pengaruh perkembangan teknologi.Dan diperkirakan Tuhan pun sudah mulai BOSAN dengan tingkah laku kita.Maka jangan heran jika penyair bertanya pada baris puisinya "Adakah Tuhan sedang Murka?",,,,,,"Semakin hari bumi bertambah gersang",,,,,,"Pohon rumput kering dan mati",,,,,,,,,,,dst".Baris-baris puisi ini sudah cukup membuktikan bahwa Tuhan Murka pada manusia di bumi karena ulah manusia di bumi dan tidak percaya akan Tuhan,dan tidak mengagungkan ciptaan-Nya.

Sebagai pembaca,saya juga cenderung mengatakan bahwa puisi ini BAGUS dan isi kandungan puisi sesuai dengan topik,yaitu"BALA".Penggunaan kata sangat sederhana dengan tidak membuat pembaca sukar untuk menelaahnya.Dan sebagai seorang pengkritik karya sastra tidak keberatan dan suka membaca karya ini sebagai "Ajaran" bagi semua umat supaya dalam hidup harus saling menghargai ,mengagungkan,dan melestarikan pada apa yang diberikan Tuhan kepada manusia,supaya Tuhan akan selalu tersenyum dan tidak mendatangkan "BENCANA,dan BALA"kepada umat di bumi.

sm/07/03/2017.





===MAHKOTA EMAS===
siamir marulafau


Sungguh tak bisa merangkul temaram malam
Membias dalam jiwa
Jika rembulan dengan cahayanya enggan bersahabat
Hanyalah dinding-dinding tepah pada sebuah gubuk sejuta rasa
Menggema sepanjang keheningan malam
Mendesah di pelataran tanah datar

Meskipun aku berbisik pada cinta
Hanya berkicau bagaikan burung tak membutuhkan buah
Apakah gerangan sesaat kuberbaring di atas kasur salju tak berkapas
Tak teremban sepanjang masa

Hati pun galau di kala burung terbang
Menyongsong awan putih tak berdosa
Akan terhempas di hamparan lautan tak berbuih setetes pun
Di dalam mahligai terpuji di celah-celah kehidupan

sm/06/03/2017





==LET THE SKY BE BRIGHT==


Let the sky be bright
As long as the wind blows up
With no storm in the twilight
And i will be waiting
Before the death arrives
I just sometimes keep with no smiling
Since the death will come suddenly
Not all the people know the secret
How long to travel in the world
And how far to walk is from a place to another
It is full of secret...
Let the sky be bright
As long as the breath is running
No body can resist
The breath we have in lives goes away
Except He,the Almighty stops it
Consciousness is a major thing to read
For the survival of living be there
In all over the world be found
That the poetic words so as to speak

sm/06/03/2017,copyright




THY ROSE IN SPRING



You are thy rose
I found in a garden near by
That remains in the spring
I picked once in the afternoon
That i was watering in the morning

How beautiful you are
To grasp my heart...
When i was swimming
Never i broke down thy dream
Since you are the fuel thy heart
That was blooming in the day time
You greeted me for the love
Never i found in thy life
As long as the spring on the way of lives
Is it possible to wait?

The promise of love
That should be waited and waited for
Never be blamed
Why is it so?
Mean while for the first in thy life

Though you do not care
At that moment it is a question
To ask if you are to accept
The tree i planted with the stem
You are in the leaves of that tree

Never i conceal thy heart
For it came out all of a sudden
It flows over the banks
That you are at he banks of the river
Booming in the spring i dreamed

sm/16/03/2017,copyright





MUNGKAR NANGKIR
siamir marulafau


Kuhanya menuggu khabar dari langit
Apakah napasku bersisa atau tidak?
Jika tidak,apa yang kuukirkan lagi
Apakah pintu tobat terbuka?

Jika tak sempat bertobat?
Apakah neraka menyambut kehadiranku?

Jika dosa-dosa mengalir bagaikan air sungai
Pintu surga tertutup...

Apa yang kubuat?
Terlena sudah diriku bergelimang dalam keindahan dunia

Detik ke detik,pusara terukir pun tak teringat
Persetan semua...

Itulah kehancuran hidup
Membuat hati terlena,terlena,terlena

Dengan dunia menipu segalanya
Tak sadar kadang hati mendalam

Seiring senja akan menurun ke Barat
Perasaan muda membingkai kenikmatan

Semua keropos,keropos,keropos
Tinggal kain kapan membalut jasad

Entah ke mana di bawa?
Siksaan diperhitungkan

Tak mengenal,pangkat jabatan dan kemewahan
Terkulai di tanah diam ....

Rasa pilu tak terbayangkan lagi
Sama siapa kumengadu?

Jika terjadi nantinya di alam tak bercahaya
Hanya cipratan lumpur menyelimuti jasad

Alam pun tersenyum
Mengapa dikau tak senyum juga kawan?

Terdiam saja dan hanya tangisan kedengaran
Sebelum mungkar nangkir mangkal

Tak usah dikau nangis,sok nangis,hei manusia
Aku hanya bertanya

Jika tak bisa jawab
Jangan salahkan kami,hei manusia

Jika tak betah di alam ini
Lebih baik tanya pada rumput bergoyang

Siapa suruh dikau tak beramal
Surga diwarisi bagi mereka beramal shaleha

Bukan diwarisi pada orang bejat,kafir
Penista agama,koruptor penzina pembunuh

sm/15/03/2017





SETAN
siamir marulafau


Setan mengundang berpuisi
di atas pohon di malam kelam

Setannya tak berbaris dalam syair
Tak menggema di pusara batu terukir

Setan mengupat dua tiga kali
Badannya tak berbentuk

Siapa gerangan syetan di bumi Tuhan
Tak akan jelas penampilanya

Kadang hilang kadang muncul
Batang hidungnya tak berbentuk

Seram,,,,,,,,seram,,,,,,,seram

sm/15/03/2017





MEMBACA KARYA : YESMIL ANWAR
siamir marulafau


PUISI:
KRITIKUS SENI DAN ANAK KURA KURA


Kritikus seni ibarat dewa angin yang menunjukan arah dimana laut berada kepada anak kura-kura yg baru menetas.
Anak kura-kura ibarat seniman pemula yang penuh idealisme namun miskin ilmu.
Sang Dewa Angin akan membimbing anak kura-kura yg baru menetas untuk mempertajam instink dan menunjukan arah
dimana laut berada.
Kadangkala anak kura-kura yang baru menetas, berjalan tak tentu arah, tersesat menjauhi laut. Ada pula yg lemah, tak berdaya, tidak mampu berjalan menuju laut. Mati kepanasan...
Ada juga yang dimakan burung laut, ajak, kepiting, tikus dan predator lainnya...
Dengan penuh kasih Dewa Angin akan membawa anak kura-kura menuju laut. Mengajari mereka menghirup aroma laut.
Dewa Angin tidak akan membiarkan anak kura-kura tersesat. Apalagi membiarkan anak kura-kura mati sebelum mencapai pantai.
Dewa Angin akan mengantarnya ke laut lepas sampai benar-benar menemukan bibir pantai untuk berjuang berenang di laut bebas.
Tak seorang pun dapat menjamin anak kura-kura akan selamat hingga dewasa mencapai usia ratusan tahun seperti yang dijanjikan alam.
Begitu banyak predator di lautan yg akan menghabisi mereka sebelum dewasa. Begitulah alam mengaturnya...
Dewa Angin yang gagal adalah Dewa Angin yang hanya mampu sekedar memperkenalkan aroma laut belaka.
Mereka tidak mampu membawa anak kura-kura menyentuh bibir pantai. Terjun ke laut, berenang menikmati laut lepas
Terjun ke laut.
Ke laut...

Yesa, 2017

ANALISIS DAN TANGGAPAN:

Tulisan esai di atas ini sangat menarik karena memberikan ilustrasi kepada para pembaca dalam hal PENGAYOMAN.Sungguh dewa angin berhati mulia dalam membina dan membimbing anak kura-kura yang baru lahir,yang belum tahu tentang keluasan dunia,kejahilan ,keganasan makhluk,dan kebaikan makhluk lainnya di bumi Tuhan dan walaupun ada sebahagian memiliki perasaan meskipun itu hewan.Dalam esei singkat ini,penulis sangat cermat mengambil sikap menempatkan Dewa angin memiliki rasa kasih,dan katakanlah itu sebagai inspirasi seorang penyair/penulis menghubungkan rasa kepekaanya terhadap isi alam.
"Sang dewa angin akan membimbing anak kura-kura yang
baru menetas untuk mempertanjam instink dan menunjuk-
an arah di mana laut berada"
Penulis esei juga menuturkan kepada para permirsa bahwa makhluk yang hidup di bumi ini memiliki latar belakang ilmu yang berbeda-beda dan tidak sama seperti anak kura-kura yang baru lahir ini masih miskin ilmunya dalam menjelajahi dunia kehidupan meskipun dalam konteks cerita diceritakan pelakunya sebgai HEWAN tapi ini cukup serius dalam unsur penceritaan jika dikaitkan dalam kehidupan manusia,agaknya seperti sebuah novel bertajuk"ANIMAL FARM" oleh :George Owell,yang melukiskan tentang dunia hewan berkaitan dengan kehidupan manusia dan alam.
Merujuk pada cerita esei di atas,penulis esei cenderung mengundang para pembaca bahwa kehidupan di dunia ini seharusnya saling arah mengarahkan,memberikan petunjuk bagi yang lemah bahwa ini inilah jalan kehidupan,dan saling kasih mengasihi.
"Dengan penuh kasih Dewa Angin akan membawa anak
kura-kura menuju laut.Mengajari mereka menghirup
aroma laut"
Dalam hal ini ,dianalisis bahwa cinta dan kasih itu sangat penting dan berharga,di mana sang Dewa Angin tidak membiarkan anak kura-kura itu hancur dan terbunuh oleh kekejaman hewan lain walaupun tak ada yang menjamin bahwa anak kura-kura ini selamat setelah berada di lautan lepas,tapi usahalah yang paling penting dengan istilah pembinaan,pengayoman agar yang lemah menjadi kuat dalam kehidupan.Tetapi namun demikian tak semua Dewa Angin itu memiliki perinsip yang baik dan benar-benar melindungi dan membina yang lemah.Ternyata,dalam cerita ini ada juga sebahagian Dewa Angin gagal membawa anak kura-kura itu menyentuh bibir pantai.
PEMISALAN :
Jika esei di atas diaplikasikan dalam kehidupan manusia maka manusia di bumi akan selamat dari kekejaman dunia jika kasih sayang itu benar-benar diterapkan dan jangan pilih-pilih kasih antara sesama.Diharapakn bahwa generasi yang tumbuh ini sangat penting untuk dibina dan diayomi demi kelanjutan hidup berbangsa dan bernegara.Dengan kata lain,bahwa yang kuat itu harus menjadi pelindung bagi yang lemah,dan jangan yang kuat menghancurkan yang lemah,dan apakah yang kuat di negara ini sukses melindungi anak-anak bangsa yang baru lahir dalam kekuasaan yang diemban?
Ini bukan kritik tapi hanya sekedar mengingatkan dan memberikan ilustrasi sebagaimana halnya penulis esei yang memikirkan kehidupan sekelompok hewan yang lemah atas keganasan predator di bumi ini.Dan jika tidak mampu orang-orang yang kuat membina serta melindungi kaum yang lemah, bagaiman selanjutnya kehidupan generasi bangsa ini?Jangan mentang-mentang yang lemah dipijak-pijak sampai hancur dan tak berdaya lagi,iya apa tidak?Seharusnya yang kuat memberikan perlindungan kepada yang lemah dan jangan bersifat PREDATOR,yang tak berperasaan dan berprikemanusiaan.
Sebagai pembaca menyatakan bahwa esei di atas ini sangat bagus untuk diterapkan dalam kehidupan jika makna yang tersirat di balik tersurat terjangkau oleh para permirsa di tanah air seiring bahasa yang digunakan oleh penulis tidaklah begitu sukar dipahami.Dan pada akhirnya,mengundang masyarakat untuk membaca banyak seperti esei ini guna memperluas cakrawala pemikiran dalam mengharungi kemajuan dunia berpikir antara sesama supaya manusia itu tak akan fakum dalam kehidupan sosial.

Medan.14/03/2017





PUSARA TERCINTA
Siamir Marulafau


Meskipun tulang belulangku merapuh di tanah tak bersuluh
Jiwa ragaku bersemayam dalam napasmu selalu
Sepanjang dunia tak bergulir jadi debu

Akan dikau tahu...
Rinduku menerawang di langit biru kelam
Dengan jeritan dan tangis tanpa air mata Terkurung dalam lumpur tak berumput

Meskipun suara tangisku bagaikan petir gemuruh
Tak satu pun insan memandu
Hanya butiran pasir menyulam tangisku
Di kala kerinduan tak mencuat di atas tanah kering
Tak merangkul jasadku berbaring di tanah diam menyepi

sm/14/03/2017





A NEEDLE IN THY FLESH


siamir marulafau
You look like a needle in thy flesh
It hurts every night
For the words urged
Which might makes me cry
No sea can patch my tears
For i can not sleep all night
What to do?
If it is so,for the sun is unable to burn
Though i run away to avoid
But it used to come up all days and nights
What words are to say?
If it buries thyself under the ground
Never i do so in thy life
For I need promise to be apologized
If not,only the Almighty forgives
And gives grace for all of the creatures

sm/13/03/2017,copyright





DURI DALAM DAGING

siamir marulafau
Kata dikau ukir bagaikan jarum
Menususk lara tak dapat ditelan
Meskipun kualirkan ke kerongkongan
Tak juga mengalir...

Membias di sekujur tubuh
Pikiran tercabik-cabik
Mengupas kulit duri dalam kehidupan
Sepertinya lebih dari bara api menyelam ke dalam daging

Hanya mentari pagi dapat membakarnya
Sepanjang sinarnya tak sirna
Jika denyutan jantung tak menggebu-gebu
Di temaram malam kelam

sm/13/07/2017






DIINGATKAN PADA PARA PEMIRSAH BAHWA UNTUK MEMAHAMI PUISI-PUISI PENYAIR DALAM LINGKARAN CINTA ,PEMBACA HARUS TAHU :


1.PENYAIR SELALU MENGHUBUNGKAN PEMIKIRAN,PERASAAN DENGAN ALAM SMESTA

2.PENYAIR SELALU BERKOMUNIKASI DENGAN TUHAN DENGAN BAHASA PUITIS BERDASARKAN QUR'AN

3.PENYAIR SELALU CINTA TERHADAP FLORA DAN FAUNA

4.PENYAIR SELALU CENDERUNG PADA FILSAFAH,PSIKOLOGIS,SOSIOLOGI,ANTROPOLOGIS,SOSIAL BUDAYA

5.PENYAIR TIDAK TERIKAT PADA SISTEM KONVESIONAL,DAN TERINSPIRASI PADA SISTEM MODERN,POST MODERNISM

6.PENYAIR MEMPERGUNAKAN BAHASA YANG SIMPEL DAN INDAH DENGAN MAJAS,DAN KADANG JUGA TIDAK

7.PENYAIR SELALU MERUJUK PADA PENYAIR FAVORIT,SEPERTI: ROBERT FROST, CHRISTIN ANNE PORTER,WILLIAM CHARLOS WILLIAM,LORD TENNYSON,CHRITINA ROSSETI,DLL.

8.PENYAIR MENULIS DENGAN TEMA (POKOK MASALAH)YANG BEBAS,SEPERTI
: 1.Religi,2.Politik,3.Ekonomi,4.Cinta(Romantis),5.Teknologi,6.Kebencian,7.Penindasan,8.Pendidikan,9.Perkawinan,10.Kehidupan,11.Kematian,12.Moralitas,13.Kebajikan,14.Bencana(Alam).15.dll
========

9.INSPIRASI DALAM PENULISAN PUISI,CERPEN,NOVEL,DLL,SEPERTI:

1.MENULIS PUISI DENGAN SPONTAN(MENGALIR DARI LUBUK PERASAAN YANG SANGAT MENDALAM)

2.MENULIS PUISI KARENA TERINSPIRASI DENGAN APA YANG DILIHAT DAN DIDENGAR

3.MENULIS PUISI KARENA TERINSPIRASI MELIHAT GAMBAR

4.MENULIS PUISI DENGAN MELIHAT PEMANDANGAN DAN SITUASI SUATU TEMPAT

5.MENULIS PUISI KARENA TERINSPIRASI DENGAN KARYA TEMAN-TEMAN PENYAIR LAINNYA(BUKAN DALAM ARTI PLAGIARISM)

sm/07/03/2017





WHAT IS DEATH?


No one likes death
No one can avoid it
It comes up sometimes
Never it fades away

But some hate death
Some say it is a danger
For it is a final door
Some say it never lies

No one can guess it
When it comes up
How terrible is for us
Do you like it?

If yes, be patient to wait
If not, be silent to hate
If you are afraid of death
Avoid doing bad deeds

That's the life at the opposite
Whereas death is a final door
Should be waited
Not to be avoided

That's the secret
Lord is determiner for all
No body can guess
When it comes up

sm/12/03/2017,copyright






MENGAPA BUMI GOYANG?
siamir marulafau


Bumi kupijak goyang
Alam tersenyum dan berkata :
Apakah dikau takut?
Itu belum seberapa
Mungkin ada dosa tak tertebus
Sepertinya manusia tak acuh
Pada tanah gersang, memanas
Jangan dikau salahkan gunung
Gunung hanya muntah-muntah
Apinya dari mana?
Luapan dan kemarahan alam
Alam bersahabat selalu
Manusia buta dan tahu menahu
Pohon-pohon pun berdendang
Di goyang angin setiap hari
Apakah kau tak tahu?
Apakah tak berpikir?
Alam dikau pijak di mana?
Apakah sudah tenggelam?
Makhluk-makhluk lainnya pun sujud
Apakah dikau sujud?
Ini bukan cerita puisi
Mungkin dunia sudah bosan dengan tingkah laku kita
Menghalalkan cara dari segala cara
Korupsi kemana-mana
Penipuan ke mana-mana
Demi jabatan,siku kiri siku kanan
Entah siapa kawan dan lawan
Menerobos kawasan terlarang
Perzinahan meraja lela, bertaburan
Pembunuhan semakin meningkat
Apakah itu kehidupan?
Aku bukan marah
Aku tak menggila pada urusan dunia
Yang penting ibadah
Kusujud di hadapan-Nya
Allahu Akbar,,,Allahu Akbar,,,Allahu Akbar

sm/11/03/2017





ISLAM HARUS BERPEDOMAN PADA AL-QUR'AN DAN AL-HADIS SEBAGAI SUMBER DARI SEGALA SUMBER HUKUM


A.s.w.w.
Sdr/i kaum muslimin Rahimah Kumullah.

Dalam tausiah singkat ini disampaikan bahwa Islam itu adalah agama yang haq dan benar diberikan kepada Nabi Muhammad s.a.w. beserta Al-Qur'an sebagai pedoman yang tak bisa diragukan lagi kebenarannya sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam surah Al-Baqorah,ayat 2 :"Zalikal Kitabula rhaiba fihi hudalil Mutaqin(=Kitab(Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya;petunjuk bagi mereka yang bertaqwa).Jika ditelusuri dan dikaji secara mendalam bahwa Al-Qur'an dianggap sebagai pedoman bagi kaum Islam adalah
kitab yang merujuk pada sumber segala sumber hukum yang harus dikaji dan diamalkan karena kitab ini meuntun umat islam ke jalan yang baik untuk selamat di dunia dan selamat di akhirat.

Namun demikian kaum Islam yang mengamalkan isi kandungan berupa perintah dan larangan serta mempercayai cerita seperti sejarah dalam Al-Qur'an tidak juga terlepas dari Al-hadis sebagai tuntutan yang merujuk pada tindakan dan perbuatan dalam sistem pengamalan yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w.yang bersumber dari Qur'an.Salah satu contohnya adalah sikap dan perbuatan serta gerak dalam melaksanakan ibadah 'Salat' sesuai dengan apa yang dilaksanakan Rasulullah s.a.w.Maka dalam hal ini,umat islam sangat perlu mempelajari hadis karena sistem dan praktek tidak dijumpai dalam AL-Qur'an.Sementara dalam Al-Qur'an, Allah SWT hanya memerintahkan umat islam salat,QS :"Waakimu salata wa'ata zakata,warkau ma'araqiin"(=Tunaikanlah salat ,dan zakat dan rukuklah )
Kemudian daripada itu,umat islam juga harus tahu bawah Al-Qur'an sebagai sumber dari segala sumber hukum memberikan petunjuk kepada manusia,khususnya islam dalam berbagai aspek kehidupan yang harus dijalani baik dia berupa perintah,larangan, dan lain sebagainya harus dipatuhi.Adapun 'HUKUM' sebagai sumber dari segala sumber hukum dalam Al-Qur'an harus dan wajib dipelajari sebagaimana yang telah disepakati dan ditetapkan oleh para ulama terdahulu seperti Imam Syafii,Imam Hambali,Imam Hanafi dan Imam Maliki dan sampai kepada beberapa ulama-ulama seterusnya untuk dapat dipelajari dan diamalkan.

Dalam hal ini,perlu diketahui bahwa ulama-ulama itu pewaris Nabi,dan penuntun bagi umat islam yang wajib ditaati sebagaimana yang difirmankan Allah swt dalam Al-Qur'an "Waatiullah waatiu Rasul wa Ulil Amrin Mingkum"(=Patuhlah kepada Allah,Rasul dan Ulil Amrin Mingkum).Adapun pengertian Ulil Amrin Mingkum ini adalah orang-orang yang mengurus perkara-Nya,Allah,yaitu bisa diartikan sebagai orang yang berhak dan bertindak sebagai'Amir'(=Pemimpin),dan termasuk Para Ulama yang mengatur perkara-Nya,Allah,yaitu yang di dalamnya termasuk pengaturan amal ibadah kepada Allah swt.Sedangkan 'Amir'(sebagai pimpinan dalam satu negara disebut UMARAH),yang berhak mengatur rakyatnya dalam berbagai aspek kehidupan dunia dan akhirat.Maka di zaman Rasulullah,Rasulullahlah sebagai pemimpin(Umarah) dan Amir dalam mengatur segala aspek kehidupan manusia baik dalam sistem kepemerintahan maupun dalam sistem keagamaan.Dengan demikian,para ulama ini sangat penting dalam kehidupan dunia dan akhirat sebagai penuntun bagi umat islam yang memberikan fatwah,dan juga termasuk Ijtihad,ijma dan qiyas yang digali berdasarkan Al-Qur'an.

Qiyas adalah salah satu contoh yang harus diketahui oleh kaum islam bahwa dalam Al-Quran,Allah melarang umat islam meminum minuman yang memabukan seperti 'Khamar'.Sementara dalam Al-Qur'an tidak menjelaskan jenis 'Khamar' yang bagaimana itu terlarang.Para ulama senantiasa memberikan perumpamaan,pemisalan serta penyerupaan terhadap 'Khamar',dalam arti minuman memabukan seperti 'Arak',dan yang sama dengan'Tuak',zat yang memabukan ,merujuk pada qiyas.Dan begitu ujga halnya dengan makanan seperti daging hewan yang haram dimakan,dan contohnya seperti 'daging buaya',yaitu daging hewan yang hidup dalam dua alam,dan bergigi taring diqiyaskan kepada sejenis hewan yaitu'KODOK yang hidup dalam dua alam,dan mengapa ikan Hiu tidak haram dimakan,sementara ikan Hiu juga bergigi taring?Karena ikan Hiu tidak hidup dalam dua alam.Untuk ini,semua yang haram-haram untuk diminum maupun dimakan telah ada dalam Al-Qur'an sebagai sumber HUKUM yang selanjutnya disepakati,dan diijtihati oleh para ulama (Ijma para ulama) dalam menentukan mana yang haq dan mana yang bathil untuk umat islam supaya terhindar dari kemurkaan Allah swt.Maka sebagai kesimpulan bahwa islam itu tidak boleh terlepas dari Qur'an dan hadis serta ulama-ulama terdahulu dan sampai sekarang dalam menentukan sumber hukum yang bersumber pada Al-Qur'an dan hadis merujuk pada ijtihad,ijma dan qiyas.

Demikianlah tausiah singkat disampaikan dan adapun kekurangan dan kelebihan saya mohon maaf karena saya adalah hamba Allah yang serba kekurangan,dan moga tausiah ini bermanfaat dan barokah.Aamiin.

(udstz.siamir marulafau/13/03/2017)





POKOK PIKIRAN :
siamir marulafau


Membaca karyaku,apakah benar atau tidak oleh seseorang bukanlah hal yang membuat diriku bangga atau angkuh,sombong tapi membuat diriku lebih tahu apakah aku bagaikan kodok di bawah tempurung atau tidak, dan merasa bahwa itulah diriku untuk mencapai dunia kemajuan.

(pdlc/11/03/2017)





DI SEMENANJUNG SENJA
siamir marulafau


Tak akan tergulir
Meskipun dunia jadi debu
Harapan tercuat dipermukaan
Pohon tak tumbang
Sepanjang tak di tebang

Di kala burung punai bersenandung
Alam tetap cerah
Seiring awan bergumpal
Rinai hujan pun tak membasahi bumi
Senja di ufuk barat lanjut

Daun-daun tak berguguran sehelai pun
Tak akan mengering
Tak akan melapuk
Meskipun sinar mentari membakar
Tak akan hangus ...

Sepanjang waktu tak akan lebur
Di kala senja mengelam
Di bawah sinar mentari menyengat
Menyayat qalbu

sm/11/03/2017,copyright





WHAT DOES THE NATURE SAY?


Considering the nature
seems to be fellow of lives
When there is no hatred
While the leaves of trees
are singing
And the waves of sea is dancing
To acknowledge what the nature is
The Creator is only to smile
When the mankind prays to Him
For the beautiful landscape He gives
To prove this world is too much for us
Wherever we go and whenever we go
The nature will be us always
Even the earth and the sky are ours
The earth says : You are a part of mine
While the sky urges in the same way
It is the blanket of lives
To cover all the creatures are in living
If you are in and breathing for a while
You might not do as you like
If the rules be there to obey
Because the sky will not be bright
And the sun will not be shining
The moon light will not be coming down
For the creatures are not humble
Let the lives be bright for a certain time
So as to avoid the anger from Radiant claims
That all creatures are in saved and sound
While the hell will go away
And the heaven will be coming to fetch
That's the hope is like candles to give lighting

sm/10/03/2017,copyright




SUARA HATI
Siamir Marulafau


Musik melantun
Memikat lara
Sinar tak menyengat
Angin menghembus
Rumput bergoyang
Burung berkicau
Di kala dunia bersua
Hati sanubari menyegar
Meskipun hujan datang enggan
Kuberdoa selalu
Sebelum ajal menjemput

sm/26/03/2017





CAHAYA TAK MEMUDAR
Siamir Marulafau


Menelan hujan di arena MTQ
Hanya bisikan-Mu kusemai
Suara azan menggema
Di kala sinar sirna

Cahaya tenggelam
Menyepi sepanjang malam
Lantunan Al-quran memikat lara
Bersyukur curahnya menetes enggan

sm/24/03/2017





AKAN KAH KEMBALI?
Siamir Marulafau


Angin sepoi pagi tak menyengat
Hanya butiran pasir mau terbang
Mau ke mana melaju?
Akan tak berpaling ke negeri orang

Hati merasa pilu
Akan kerinduan sepanjang masa
Apakah harus terbang?
Tak punya sayap dengan kerangka bulu

Pasrah pada Tuhan
Ke mana akan kubawa?
Gundah gulana menyisir harapan
Jika harapan terselip di lembaran tak berduka

Semangat tak terselip jatuh di atas daun
Sepanjang ranting tak melapuk
Tak akan patah di tengah jalan jika napas
Menerawang di alam tak kelam

sm/24/03/2017





ADA APA DENGAN PROF?


Namamu tertulis di setiap dada
Hanya S lilinmu belum cair
Di lembaran kisah...
Menyala di setiap persimpangan

Mengukir cahaya di temaram malam
Di kala bintang-bintang berkelip
Seiring rembulan menyulam senyum
Meskipun cahayamu terlintas sekejap

Aromamu tercium di setiap daratan
Mengupas kulit durian berwarna emas
Tak terhempas di helai napas
Sepanjang syairmu menyerap dalam pikiran

Ada apa dengan prof?
Apakah S3 menyekap?
Ranting kutarik,tak akan berceloteh
Di kala gelar menyengat jadi cambuk

sm/23/03/2017?





TUHAN TAK TERLENA
Karya:siamir marulafau


Meskipun keningmu sehitam ara
Sujudmu tercabik-cabik
Jika tingkah laku tak melilit pohon kehidupan
Sifatmu tenggelam di pasir putih
Tuhan tak terlena

Di mana dikau berada?
Mengucap ikrar :
Akulah orang benar
Yang tak benar,semua kafir
Hanyalah Tuhan tahu di bumi
Apa yang benar?
Apa yang salah?

sm/23/03/2017





SAHABAT SEMINAR
Siamir Marulafau


Langit membiru mencerahkan lara
Tertegun sepanjanjang
jiwa merangkul keindahan
Kuala terengganu menyambut dengan senyum
Di kala lelah tak terasa dalam jiwa
Meskipun sinar membakar
Semangat berkobar selalu
Sepanjang seminar membana dalam jiwa
Tak merasakan letih di sekujur badan
Seiring udara jua besahabat
Gedung-gedung pencakar langit mengukir salam
Datanglah para pembentang makalah
Keilmuan senjata tuan
Mengikat tali persaudaraan
Malaysia-Indonsia bersahabat di era
global
Moga barakah karena Allah

sm/19/03/2017





BENTENG KASIH
siamir marulafau


Tetesan air terjun pun
tak sanggup lagi menghanyutkan piluku
Meskipun kubendung

Hanya kasih dan cintamu membetengi
keluh kesah dalam diriku
Sepanjang kutak hanyut di muara sungai

Tak bertebing di kala rembulan tak bercahaya lagi
Dan di sanalah diriku akan bergulir
dengan pasir sepanjang waktu

Jika kasih dan cintamu tak bagaikan mutiara
Mengikat kemesraan di kala air sungai
tak meruntuhkan tebing
Niscaya aku akan berdiri
Melirik kasih tak tergapai di senja kelam tak abadi

sm/18/03/2017





TERSEMBUNYI
siamir marulafau


Sepertinya bersembunyi di balik pelangi
Apakah kena sinar atau tidak
Tapi hanya sekejap
Kupeluk cantikmu menghilang
Warna tak sirna di kala merenung
Kutelan seumur hidup
Hanya aromamu membias di sekujur tubuh
Darahku naik ke ubun-ubun

Jangan salahkan aku...
Jika tak akan dapat merangkul sinarmu lagi
Sinarmu hanya bagaikan pelangi
Membuat angananku terbungkus
Jika impianku melampiaskan rindu pada siang hari kelam

sm/17/03/2017

Senin, 06 Maret 2017

Kumpulan Puisi Juliano Adjie Mansiz - TERDIAM


"PERPISAHAN"
Oleh : JA Mansiz


Dini hari
Kutakdirkan untuk pergi ke dunia lain
Menyapu lembaran kusam
Ditanah yang gersang
Menghisap lembah perpaduan dengan lumpur yang lembab.
Betapa ruginya diri ini
Meninggalkan kalian peyemangat hari hariku
Daun daun kering pun tak berjatuhan diperjalan luas membentang.
Meninggalkan suatu aroma
Tidaklah mudah bagiku
Tapi apa daya ketika malam menyelimut senja
Menjadi waktu menjadi singkat
Kisah kita sebelumnya menjadi memori
Kehidupan.
Esok akan menjadi hari yang pilu.





"TERDIAM"
Oleh :JA Mansiz


Kulewati keramik demi keramik kepastian
Tembok tembok putih menjadi saksi peristiwa malam
Tak ada suara sedikitpun terdengar dimalam itu.
Kedua mata hanya melihat
Mereka yang lalu lang melewati ruangan sempit yang kumuh itu
Tak ada yang bisa menemani malam ini
Tak ada yang bisa dibawa bicara
Hanya sebait sajak sebagai pengganti malam ini.





"AYAH"


Sibawah pohon cemara yang indah
Kulukis wajah ayah
Diatas Pasir putitih yang kuusap
Kulukis wajah ayah
Kumis Hitam diatas Bibir ayah mengingatkanku wajah ayah
Ku telusuri relung relung kehidupan
Namun gagal menemukan satu bait sajak yang dapat mentertemukan aku dengan ayah
Hanya sebait Puitis ini yang dapat menjadi alat komunikasiku.
Angin menghembus berlahan lahan
Daun daun kering beterbangan
Abu abu halus menyelimuti tanah merah kepastian.
O..Tuhan berapa lama lagi aku bisa hidup dengan ayah sehari semalam.
Detik jam pun tak mampu menjadi suasana dalam drama ini.
Tik...Tok..Tik..Tok
Nada waktu yang menjadi pendengar.
Jarum waktu yang menjadi lukisan mata
Tak mampu mempertemukan aku dengan ayah.





"DiTanah KEPASTIAN"
Oleh :JA Mansiz


Diatas tanah altar kepastian
Dikediaman para dagelan
Yang membeku hiru pikuk
Getirnya air mata dipelupuk mata
Tanah air yang menjadi
Saksi ketika peristiwa subuh hingga subuh kembali
Tanah coklat yang menguras beribu kritik
Tak jua membangunkan seorangpun dari pola kehidupan
Mereka menyaksikan fantasi drama politik
Yang kian akan membangun etalase etalase megah setinggi menara katedral
Mereka berjanji kehidupan akan menjauh dari masa lampau.
Tapi lihat mereka asyik dengan fantasi itu
Mereka menghayati tetapi tidak terjadi
Mereka memahami tetapi tidak jua bangkit dari tempat duduk yang empuk
Mereka hanya mengundang bisikkan bisikkan kecil yang dapat mengundang masa lampau.





"WANITA SENJA"
Oleh : JA Mansiz


Pagi ku awal pagimu
Dunia hadir di Cakrawala kusam
Saat setetes embun pagi
Menitik di Pasir gersang
Melukis sebuah titik kehidupan
Relung relung hati tak dapat di terka
Bagai burung tanpa suara
yang terbang diatas rumput kehidupan
Entang kemana aku harus menelusuri
Gua gua hitam.
Tapak kaki ini tergelitiki dengan abu abu halus disela sela jari jemari.
Sampai kapan..
Sampai kapan..
Sampai kapan..
Sampai kapan ku temui wahai ibu
Dan berakhir dengan
Peristiwa ketika malam menyelimuti
Senja

Kumpulan Tembang Kata Alex Wahyu - WANITA


Menulislah, menulislah dan menulislah, tinggalkan apapun yang bermanfaat bagi orang lain, selipkan apapun yang dapat menjadikannya sebagai Amal yang senantiasa mengalir ketika nanti engkau terbujur kaku di dalam tanah.

~Alek Wahyu~



----------------------


Wanita yang cantik itu ialah ia yang senantiasa menjaga serta menutupi perhiasaannya, juga menjadikan Wudhu sebagai make-upnya.

~Alek Wahyu~


---------------------


Tidaklah tintaku akan mengering, tidaklah tulisanku akan menghilang asalkan engkau mau menyimpannya dengan begitu baik, anggap saja ini hadiah dariku, pemberian yang aku tinggalkan ketika aku telah terbujur kaku di dalam tanah.

~Alek Wahyu~





"Ia yang berkelana di malam selasa"


Pernah,
Di suatu tempat yang jauhnya tiada terkira
Ia pergi, menelusuri setiap tempat dengan kesanggupannya
Kemilauan emas dan perak
Hingga beningnya pantulan cahaya matahari
Angannya yang tertidur pada malam yang lelah

Ia sedikit tersenyum dengan rona merah pada pipinya yang tampak
Merenggang lalu merunyam
Lembut namun mematikan
Sedikit demi seikat harapan
Perlahan ia melaju bersama si kuda pengantar bekal
Seperti berperang dengan sebilah pedang
Pelindung kepala dan atap tubuh dari baja
Itulah ia, pengelana mimpi di malam selasa.

Diamnya menjadi nyata,
Ditengah cahaya lampu nun samar,
Dalam keadaan terbaring dan menyesakkan
Dengan lembaran buku hingga setumpuk pilu
Ia menjadi larut dalam pencarian ini
Merasakan lapar yang begitu kuat,
Keringnya dahaga menjadikan tanya serta langkah terpapah, kemudian menghilang.

Dua tahun yang ia lalui
Dalam pelukan hati yang ia sandarkan
Berkicau setiap hari
Pada sisi lain dari kehidupan
Ia, selalu mempelejari masa lalu
Setiap inci dalam sebentuk puisi
Menebar tanpa harus disimpan
Menebar tanpa berharap di kenang

Ia, lelaki yang akan ditolak nantinya
Jika benar, ketika ia datang mengunjungi rumah si dia
Mengetuk pintu dengan Keikhlasan
Menanti jawaban dari orangtua terhormat

Ada apa?
Keperlun apa yang mendatangkanmu kemari?
Apa yang engkau inginkan?

Tiada yang lebih ia inginkan,
Tiada yang lebih ia perlukan,
Melainkan untuk sandaran hati yang pernah disatukan.

Ia tidaklah memiliki dunia,
Gelar dibelakang nama ataupun harta yang sedikit berlebihan
Hanya Keridhoan serta niat untuk menghalakan
Agama sebagai pondasi
Dalan bentuk ibadah, ia ingin sesegera menjemput si dia
Bersama cinta serta kesiapan
Sederhana hidup untuk berumah tangga.

Nanti jika ia dan dia benar disatukan.

Dalam pelukan Allah serta keridhoan orang tua.

~Alek Wahyu~

Kumpulan Tembang Kata Nur Aini Natakusuma - CINTA


~~~C IN T A~~~
SNA 25022017


Ada yg melesat setiap kali pagi menghilang, bukan butir embun yg menggumpal di lengkung dedaunan. Melainkan wajahmu yg selalu hadir dimimpi. Kau harus hidup di dalam cinta, sebab manusia yang mati tidak dapat melakukan apa pun. Siapa yang hidup? Dia yang dilahirkan oleh Cinta. Cinta itu tidak selalu melekat pada kebersamaan, tapi melekat pada doa-doa yang disebutkan dalam senyap. Cinta layaknya setangkai bunga yang tidak boleh aku sentuh, tapi wanginya membuat taman menjadi tempat yang menakjubkan. Cinta adalah satu-satunya bunga yang dapat tumbuh dan berbunga tanpa bantuan musim. Cinta itu burung yang indah, yang mengemis untuk ditangkap tapi menolak tuk dilukai. Cinta selalu saja misterius. Jangan diburu-buru, atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri. Cara terbaik untuk memenangkan cinta terindahmu adalah menjadikan dirimu seindah-indahnya kekasih.


----------------------------------------------


Kita lupa pada pemilik cinta yang maha abadi, bahkan kita terlalu sombong berharap cinta itu abadi. Tiada keabadian kecuali Dia yang Maha Abadi. Kita semua fana dan akan berakhir pada waktunya. Masihkah kita lena, sebab merasa akan abadi? Itu mengapa kita seringkali sakit hati. Bagi sebagian pasangan cinta membuat mereka lebih dekat dengan-Nya. Namun tak sedikit karena cinta, mereka terjerumus pada kenistaan. Cinta itu terasa indah saat kita membayangkannya. Membayangkan saat cinta menghantarkan ke pelaminan. Tapi tidak saat menjalaninya.