RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 23 Agustus 2012

KERING


Aku henti
pada jarak yang kritis
seakan meregang duga
sebab keram pikiran kosong
senja terus saja menjalankan ritualnya
merayu hati yang paling beku
tak hendak mencair lagi....
lalu kuperdengarkan pemberontakan
atas luluh lantaknya dermaga
pelabuhan hasrat yang karam
dibenam malam
tak ada yang lebih tragis,
dari keringnya keinginan
pada hampa yang kekal.....

---by Perlazank Menthaze.----
---(M)Tanah rantau, selasa 21.08.2012 . 09:40.---

TERPURUK


Tak ada niat
jalan ini begitu curam
melambungkan hasrat yang patah
dibebatuan alam fatamorgana
sepanjang perjalanan mengeja hidup
tapi tiba tiba kau hadir,
menawarkan skenario melankolis
disana sini ada pemberhentian,
atas lelah yang bergelantungan
saat kesendirian merajai nuansa, segala coraknya
tergambar polos diruang sukma
lalu mesti bagaimana kueja berita,
jika seadanya kupahami cerita,
aku yang lena dibatas senja,
terpuruk dibelai rayu semata,
mengapa kau tega....

---by Perlazank Menthaze---
---(M)Tanah rantau, Selasa 21.08.2012 . 09:45.---

LEMBARAN USANG


Akupun tak ingin kau pahami
jika hambar rasa tak berwarna
sebab jumpa kita adalah karma
jebakan atas syahwat yang menganganga disaat gelisah
karena manisnya janjimu seperti anggur
melenakan mabukku dibatas sadar
sengaja kutenggelamkan pelukan pada eratnya pagutan malam
agar terpenuhi pembalasan atas nista diri,
sejak petaka dimulai dipelukanmu,
aku yang fana dan tak bisa bicara
diujung haram yang hanguskan rasa
pada lembaran usang silam yang kelam
masih pantaskah meracuni dada hingga kini
kerna hidup memang harus terus dilanjutkan
pada kekinian yang berakar semu,
tak ada tujuan pasti,
sebuah misteri suara hati nyanyian sunyi,
terus mengiringi,
langkah kaki....

-----by Perlazank Menthaze.-----
-----(M)Tanah rantau, Selasa malam 21.08.2012 . 23:50.-----

MAGNA SENGKETA


Aku sungguh tak mengerti,
mengapa jadi sasaran anak panah gerammu
padahal lakonku membawakan setitik cahaya,
dari kegelapan yang gulitakan hampir segenap jiwa
sepanjang tarikan nafas bersama derita,
merambati hari dari sepinya sebuah hati luka,
sebelum mengering, dibakar dendam yang tak berujung
jika harus sejujurnya menyatakan sikap,
sudah berapa korban kau racuni secara bertingkat,
tak seorangpun selamat setelah madu hitam terhisap,
aku bukan giliran pelaknat,
sebab datangku membawa damai,
maka hingga kini tak kupahami,
magna sengketa kita.....

-----by Perlazank Menthaze.------
-----(M)Tanah rantau, Rabu dinihari 22.08.2012 . 00:21.------

PERTIKAIAN


Coba katakan padaku,
uraian tentang pertikaian ini,
aturan kau yang tata, kuiakan saja
batas batas kau yang buat, kuikut jua
garis mana batas apa yang kukangkangi sengaja atau alfa
hingga gerammu hanguskan rasa sucinya jiwa
apa yang kudapat apa yang kau ingat
satu dariku lima kau suguhkan
mengapa tetap berdiriku diujung jurang
laksana pesakitan diujung mata pedang,
jika harus membebekkan semuanya , apa peranku
bukankah kita sepakati jalanku disisi yang terang,
membawakan sinar digulita hati yang padam
mengapa terus saja menghukumku,
pada petaka tanpa batas
sampai kapan....

----by Perlazank Menthaze.-----
----(M)Tanah rantau, Rabu dinihari 22.08.2012 . 00:27.---

IJINKAN AKU


ijinkan aku..
ijinkan aku manjadi air mata pelepas lara..ijinkan aku menjadi bahagia dalam duka..ijinkan aku menjadi diam dalam bungkam.
ijinkan aku menjadi jemari kala kau petik senar gitar ungkapkan isi hati..ijinkan aku menjadi kata dalam aksara..ijinkan aku menjadi kanvas tempat tinta cinta mu tertuang menjadi gambar indah hidupmu.
ijinkan aku menjadi kunci pembuka pintu hatimu..ijinkan aku bertahta dan menjadi raja di istana cintamu..ijinkan aku menjadi kekasih hatimu.
ijinkan aku..ijinkan aku..ijinkan aku..


Oleh : Corush Arai
Cimahi

PATAH JIWA


Jika aku masih berharap,
itu karena getar yang sejujurnya goncangkan dada
setiap kali melodi nafaskan sunyi
maka layu kembang ditaman hati
ratapkan kesepian tak alang lagi
selalu begini,
pembangkangan atas selingkuhnya nurani
hianat atas sucinya kesetiaan insani,
duhai dewa asmara hitam,
ambillah sesajen hidangan buat tebusan alfa,
atas apa yang barangkali selama ini kureguk tanpa jeda
bermain ditungku berjelaga, aku lena
azabkah ini,
menanggungkan nyeri yang tiris diulu hati
setiap hari,
memikul rasa patah jiwa sepanjang asa
akankah berlalu......

---oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar.---
---Makassar sapo terulang, Selasa malam 21.08.2012 . 20:00.--

TERBUANG


Aku telah terpikat
pada malam merambat penat tanpa keluh
kuhaturkan hening pedih dari lubuk jiwa
kerna inilah adanya,
tergelar seperti sediakala tanpa rona,
dimana gerangan hasrat terbaca
saat kata kehilangan tanda tanda,
bahkan satu persatu magna tercecer dibatas senja,
ketika malam memeluk erat kekasih rembulan sabit,
bagaimana kau bisa berkata kata
jika semua telah tercekat percuma dimata kelam malam,
benar aku kesepian yang ganjil,
pemberontakan rasa terbuang sia sia
atau cuma penyematan tanda atas patahnya keangkuhan duniawi
maka akupun tetap menikmatinya,
meski terus diterpa lara,
entah sampai batas mana aku sanggub,
menghadapinya......

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar.-----
-----Makassar sapo terulang, selasa malam 21.08.2012 . 21:45.--

TETALI BATHIN



Pada harap putus rajutan
tergantung tetali bathin terusan hidup
meminang satu satunya pilihan
atas jalan yang rumit dan beronak duri
meski telah berkali kali cemari kemeja
mengapa terus juga goda didada
bahkan memuncak setelah nada terirama
malam yang menakutkan pada ujung kemunafikan
aku sudah menyerah, belum kalah
merontakan janji yang tumpul jaminan
setiap getar yang retas tak bernyali
terpuruk dibatas pandang jalang,
anak anak malam yang misteri,
berseliweran dibenak,
kapan kan berhenti.....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / Putra Fajar.-----
-----Makassar sapo terulang, Selasa malam 21.08.2012 . 20:35.--

TINGKAP HATI


Tak kupahami
mengapa terus saja menyusupi relung hati
hingga kisi kisi penuh illusi
sederetan nama illegal datangnya maya perginya
tingkap tingkap penuh catatan,
disaksikan langit bertiangkan awan merah jingga
pada tatanan teras kodrati kusalin bayangan
meski rahasia tinggal rahasia,
begitu lumrahkah datang dan pergi sebait rindu
meski tak lazim tumbuh diberanda kalbu
sungguh hanyutku dalam kalut
pada tatanan berkabut,
aku tak ingin larut.....

---oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar.---
---Makassar sapo terulang, Rabu siang 23.08.2012 . 13:50 .—

SANG PEMIMPI


berawal dari kolaborasi mata dunia
Tertancap ku pada pandangan yg jauh
bermain dalm cakrawala hidup
yg menghiasi bumi kita

sejenak ku termenung dalm kehempaan lamunan
dan kutersentak dalm deras arus angin
ku tersadar ketika lamunan tak kan sama dengan mimpi

Dan ku taruh satu mimpi
mimpi yg kan ku ukir jadi nyata
dan ku kan tersenyum saat dunia bermain mata ..........

karya : shelvy seyiinaf chaniago
Medan,Sumatera Utara

KEMARIN DULU CINTA SEKARANG


Hanya kemarin kau ada.....
hanya dulu kau ada....
hanya sekarang kau ada...
kemarin kau ada,
dulu kau ada,
sekarang kau ada.....namun tak pernah hadir dalam keadaan yang sekarang.
Perjalanan ini kemarin...
perjalan ini dulu...
perjalanan ini sekarang.
kemarin kau berjalan,
dulu kau berjalan,
sekarang kau berjalan....
hanya dalam perjalanan yang tak pernah ada.
Entah...hati ini hadir kemarin,
entah...hati ini hadir dulu,
entah...hati ini hadir sekarang.
Mungkin pula kemarin, mungkin pula dulu,mungkin pula sekarang hanya jejak yang terlintas dalam kesucian hati ini.
Kemarin dulu sekarang telah sirna....dalam cerita indah berbalut makna cinta.


Oleh : Andy Harry Andy'Art
Yogyakarta

PRASASTI CINTA


ku temukan rindu
dalam binar matamu
tersayat cinta
menangis pilu

berdendanglah
lagukan hati merindu
ku ingin mendengarnya
dari hatimu

berbagi kasih cinta
bercumbu saat bertemu
larut dalam canda tawa
melebur rindu

cinta hadirlah
temui hati ku
biarkan jiwamu jiwaku terbang
lepas semua kenangan tentang luka

sandarkan dirimu di bahuku
ku ingin ada dalam kisahmu
terukir indah di dinding hatimu
dengan prasasti cintaku
ku selalu ingini itu

cinta mengertilah
aku kamu mencinta
usah lah lagi meragu

Oleh : Secawan Candu