RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Rabu, 18 Desember 2013

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung-JANGAN MERAGU

# MEMBELAI BAYANG MU #

Ku cari Raut Wajahmu,
Di setiab Sudut Rindu,
Coba menerobos Kalbu,
Dalam Sepi Bisu ku,
Demi menemukan Bayangan mu.

Gelisah ku kian Resah,
Hasrat ku kian Risih,
Di dalam Gundah,
Gelora kian Bergemuruh,
Harapan ku pun semangkin Riuh.

Ingin ku Peluk Bayangan,
Mencumbu setiab Lamunan,
Bersama Cinta ku yang kau Tawan,
Bertabur Penuh Perasaan,
Dalam setiab Kemesraan.

Aku telah hanyut,
Terbawa Arusnya Cinta,
Tenggelam dalam Hasrat,
Diantara Karang Asmara,
Dalam menjalani Hakikat.

Ku Semai setiab Lamunan,
Semua yang Dapat ku Gambarkan,
Di antara Canda dan lembutnya Sentuhan,
Sentuhan yang menjadi Kenangan
Yang menanti bersama Kerinduan.

By : LUbang KAyung ( 11:12:2013 )

……………..***……………


# PENGUASA HIDUP DAN MATI KU #


Bertahun Tahun sudah kujalani,
Sandiwara Hidup di Alam Dunia,
Yang kadang datang tak di mengerti,
Kadang pula Berbungakan Dusta,
Lalu melupakan Janji2.

Ku Sadar sebagai Manusia,
Tiada dapat menjadi Sempurna,
Tiada pula yang lepas dari Perkara,
Namun ku ingin belajar menjauhi Dosa,
Di dalam panasnya Global Dunia.

Kuakui makna hidup ini,
Tiada berdaya atas kehendak Illahi,
Hanya menyukuri apa yang dia Beri,
Dalam setiab Rahmat Hidup ini,
Menjadikan Kesabaran sebagai Penguji Diri.

Tak ingin ku Mengeluh,
Walau Derita Kerab menyapa,
Karena perjalana Hidup masih Menempuh,
Dalam menjaga Khilab Nafsu Durjana,
Bersama Jiwa ini yang Masih Rapuh.

TAk Lelah Diri ini Memuji,
TAk Henti Pula ku Mensukuri,
Karena bagi ku Satu Tuhan yang suci,
Penguasa Alam Hidup dan Mati,
Engkaulah Tuhan ku Allahu Robbi.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 06:12:2013 )

……………..***……………


# TERLALU PAHIT KU TERIMA #


Lelah Ku hadapi Gelombang,
Menjadi kemelut Pertikaan,
Dari Rasa Cinta yang kini hilang,
Yang Hanya menjadi Kenanangan,
Dalam Mengecap Indahnya Kasih Sayang.

Aku cuma manusia biasa,
Yang sekedar mempunyai Keteguhan Jiwa,
Bersama sebuah rasa Kekecewa,
Yang Kau anggab bak Sandiwara,
Di dalam Cinta yang pernah kita Bina.

Bak Kerasnya Besi,
Bila di Lebur kan Mencair Juga,
Begitulah yang mendera ku Kini,
Yang lama menelan Setiab Dusta,
Dusta yang Menyiksa Sanubari ini.

Tak sanggub lagi ku Cumbu Kecewa,
Rasa Cemburu Yang kerab Merajalela,
Di setiab Celoteh dan Kata2,
Setiab Manja mu di saat bersamanya,,
Yang Terpandang Pamdang di depan Mata.

Dengan Berat ku putus Cinta kita,
Dalam kecewa ku Titipkan jua Doa,
untukmu dan Untuk dirinya,
Hingga nanti ku dengarkan Bahagia,
Di dalam Cinta yang kini kau Bina.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 10:12:2013 )

……………..***……………


# JANGAN MERAGU #


Ku Arungi Sepi ini,
Di sini menyambut Pagi,
Merenungi Mimpi2,
Bersam tanya dalam Diri,
Yang telah lama Tersembunyi.

Bintang2 Mulai Menghilang,
Metari mulai nampakkan Pagi,
aku Melangkahkan di antara Ilalang,
Coba Mencari yang Berarti,
Semua Asa yang mungkin kan Datang.

Semai lah Rindu mu,
Tunggu Aku di sana,
Semua ini kulakukan untuk mu,
Demi Jiwa dan Raga Cinta kita,
Yang terpisah oleh Jarak dan Waktu.

Buailah semua Harapan,
Aku kan Coba Menggapaikan Impian,
Yang telah lama Kita nantikan,
Dari makna suatu Perpisahan,
Menjadikan suatu Kebahagiaan.

Jangan biarkan Hati mu Ragu,
Nanti kan Menjadi Nada2 Cemburu,
Karena aku disini Milik mu,
Diantara jarak aku pun Merindu,
Hingga Nanti kita kembali Bertemu.

By : LUmbang KAyung

……………..***……………


# TERKENANG KEMBALI #


Tertidur lama sudah Impian,
Kemilau Cinta Yang telah Pergi,
Bersama Jenuhnya Persaan,
Kini teringat Kembali,
Menjemput sebuah Kekecewaan,

Laman ku Kenang2,
Terlalu Pahit Untuk di Lupakan,
Tapi kepedihan yang kau undang,
Hadir Sebuah Perpisahan,
Melenyabkan Getar Kasih Sayang.

Kini mendung mentupi Mentari,
Tak tampak lagi Kecerahan,
Di antara Getir Nya Rasa ini,
Ku teringat indahnya Senyuman,
Yang Menjelma Memecah sepi.

Harus kah ku Kembali,
Hiasi Cinta yang Kau Sakiti,
Di saat Cinta mu telah Bersemi,
Kepada Seorang yang kini kau Cintai.

Mungkinkah Cinta ini dapat Bersemi kembali,
Kepada Hatinya yang kini telah Pergi,
Pergi Jauh dari Arti Cinta Ini,
Cinta yang dahulu pernah Tersakiti,
Dan menjadi Pendua Cintanya yang kini kau Kasihi.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 09:12:2013 )

……………..***……………


# DENDANG SERULING SENJA #

Sayub terdengar Seruling Mengalun,
Mengalun Sahdu terbawa Angin,
Bergema Datang memanjakan,
Kesunyian Yang Menenggelampan,
Angan yang sempat Hiasi Lamunan.

Debur air yang Mengalir di Bebatuan,
Menambah Mendu Dedang Irama,
Di antara Desir Suara Dedaunan,
Ku coba menyapa Mentari Senja,
Yang Kini Menambah Keindahan,

Seruling itu Begitu Merdu,
Mengema Di antara Perbukitan,
Seakan Memanggil Jiwa Raga ku,
Bernyanyi dan Menari Di atas Awan,
Beriring bersama putaran Waktu.

Terlalu Jauh di pandangan Mata,
Namun begitu Merdu di Telinga,
Entah itu siapa Peniubnya,
Apakah Suara Angin dari Nirwana,
Yang Mengalun Bersama Angin Senja.

Ah, Suara Seuling itu menghilang,
Tak terdengar Lagu Mengalun,
Begitu Juga Lamunan Yang Bertandang,
Hilang Bersama Kesunyian,
Diantara Cahaya yang kini mulai Remang.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 09:12:2013 )

……………..***……………


# TERPESONA #

Seperti Bintang2,
Bak Bulan bersinar terang,
Di tingginya Gunung yang Menjulang,
Kulihat Warna Warni Kembang,
Bersama Suara merdu terdengar Berdendang.

Tak ingin ku lepaskan Tatapan,
Di saat Cinta ku tertawan,
Menjadikan Indahnya Lukisan,
Undang hadirnya Satu Impian,
Impian Cinta Yang menjadi Lamunan.

Ku akui aku Terpana,
Memandang Bulan di Wajah Jelita,
Berkerlib bak Bintang Kejora,
Mengundang Sejuta hadirnya Cinta,
Dari Sapamu yang Merdu Menggema.

Jiwa ku kini seketika Menggelegar,
Membuai Rasa Cinta ku pada mu,
Walau memendang mu hanya sebentar,
Dan ku tak mau kau begitu cepat Berlalu,
karena itu akan membuat Harapanku memudar.

Sungguh demi Tuhan aku Terpesona,
Tak pernah secepat ini Jiwa ku tergoda,
Terkagum Oleh Wajahmu nan Jelita,
Bayangmu kini menjadi Ilusi yang Menjelma,
Yang membawa Angan ku ke Alam Nirwana.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 18:12:2013 )

……………..***……………


# KEMBALIKAN JIWA CINTA KU #


Lihat Burung2 yang terbang,
Di saat hari telah Petang,
Dia pasti kan kembali Pulang,
Pulang kembali kedalam sarang,
dan menanti Mentari pagi yang datang.

Tapi lihat lah aku di sini,
Telah Lama kehilangan,
Rasa Cinta ku telah Pergi,
Yang hanya meninggalkan Kenangan,
Dalam menemami Hari2 ku yang Sepi.

Kemablikan Jiwa Cinta Ku,
Yang pergi bersama Bayang2 mu,
Yang tak dapat lagi ku Cumbu,
Dari Sejuta Rasa Rindu ku,
Rindu yang kini menjadi Mimpi Semu.

Lihat lah aku di sini Kini,
Terpuruk di Pojok Lamunan,
Setelah Cinta kau Hianati,
Cinta ku hilang bagai tak berkesan
Menyiksa Jiwa di Sanubari ini.

Berilah senyuman dalam Pesan,
Tentang Harapan yang datang,
Untuk mengobati semua kekecewaan,
Biar jiwa Cinta ku dapat kembali pulang,
Kepada Hidup ku yang merindukan Kemesraan.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 15:12:2013 )

……………..***……………


# IBU #


Ibu, Kau jaga diriku selalu, Redakan tangisan ku, yang mengganggu Tidurmu, Di antara Sipat Manjaku, Lalu kau berdendang dengan Lagu2 mu. Ibu, Kini aku Telah Berdiri Sendiri, Dapat Berlari dan Menari, Dalam mengejar Impian ini, Semua kerana kata2 mu yang Suci, Yang menjadi Pedoman Hidup ku ini. Terima Kasih Ibu, Peluklah Aku Anak mu, Yang lahir dari Rahim mu, yang selamanya Merindukan Kasih Sayang dari Mu Ibu.

By : LUmbang KAyung

……………..***……


# IBU #


Ibu,Hapuslah keingat mu, Lepaskan Dahagamu, ini aku Anak mu, Kan Menyirami Lelah mu, Yang Coba membalas Kasih Sayang mu, Menjaga Kesehatan dari Tubuh tuamu. Ibu ku Sayang, Dengar aku Berdendang, Lagu untuk mu Seorang, Biar Lelahmu Hilang, Sebelum Datang nya Hari Petang. Ibu, Biarlah Tulang2 yang mulai Kokoh ini, Mengganti Setiab Lelah mu, Menyirami semua yang engkau telah tanami, Semua dari ketulusan Hati ku ibu, Untuk Mengemban Tanggung Jawab Ayahanda yang Telah Pergi.

By : LUmbang KAyung

……………..***……………


# IBU #


Ibu Hapuslah air mata mu, Jangan Lagi Menetes, Karena Semua Kekecewaan Itu, tak kan Pernah Habis, Dan Relakan Kepergiannya Ibu. Senyumlah Tampa derai Air Mata, Semua telah menjadi Kehendak Yang Kuasa, Relakan Ayahanda tercinta telah kembali Kepadanya, Menyemai Taman Sorga, Dari Semua Doa2 Kita. Ibu, Relakan Dia Pergi, masih ada aku yang Kan selalu Menemani, Karean telah menjadi Janji Diri, Untuk menjaga mu dengan Sepenuh Hati.

By : LUmbang KAyung

……………..***……………


# IBU #

Ibu, Ta kmungkin Aku disini, Menikmati Cerah nya Hari, Semua karena Doa yang kau Restuai, Semua telah menjadi Bukti, Untuk Anak mu ini. Ibu, aku ini anakmu, Menanti Setiab Doa Restu mu, Untuk Aku Anakmu, yang kini Jauh Dari Mu, Ku Ingin Senyum mu Selalu Untuk Ku.

By : LUmbang KAyung

……………..***……………


# BAGAI MANA LAGI #

Aku kian Lelah sudah,
Kian melangkah di Cahaya Temaram,
Lelah menelan banyaknya Kisah,
Kisah Cinta yang ku yang lama Tenggelam,
Dalam Tawa Canada Gelisah,

Entah kemana lagi ku mencari,
Asa Cinta yang telah lama Pergi,
Dan tiada kini Rindu di Nanti,
Dalam mencari sebuah Arti,
Dari setiab warna Warni Diri.

Harus bagai mana lagi,
Sepiku kian menyiksa Diri,
Memedam Hasrat Birahi,
Merenangi Dahaga Ilusi,
Dalam Lamunan ku Sediri.

Salahkah diri ini,
Kemana lagi menghempaskan Sepi,
Setelah Dirimu lama Pergi,
Tinggalkan aku di Sini,
Menemani Janji mu yang tak Pasti.

Lelah yang ku rasa,
Getir Rasa yang kian Merona,
Membuat Lamuananku Meronta,
Dari semua rasa Kecewa,
DAn semangkin Gelab langkah yang Menggoda.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 14:13:2013 )

……………..***……………


# LELAH DI PANAS MENTARI #

Ku pukulkan Beratnya Godam,
Menghantam kerasnya Bebatuan,
Ini bukan karena Dendam,
Atau suatu kemarahan,
Ini demi Impian semalam.

Tak terdengar Desah Keluhan,
Dalam melakukan Pekerjaan,
Demi sebuah Harapan,
Mensukuri Rejeki yang di berikan,
Yang menjadi kehendak Tuhan.

Lelah tak dapat di Hirau,
Mentari membakar Kulit Ari,
Sedang Dahaga kian Memacu,
Di tengah Panasnya Mentari,
Beriring Putaran Sang WAktu.

Entah apa makna Panas Mentari,
Tak dapat mengeringkan Keringat ini,
Keringat yang kini Membasahi,
Tubuh dan Baju yang penuh Daki,
Dan menanti datang Senja Hari.

Hanya ini yang dapat ku Lakukan,
Demi tanggung jawab yang di Emban,
Demi membahagiakan Rumah Tangga Impian,
Dan Si Buah Hati ku Pujaaan.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 14:12:2013 )

……………..***……………


# INDONESIA MILIK KITA #


Jual saja Harga Diri Persada Indonesia yang berlambangkan Pancasila ini dengan Bakat Korupsimu,
Biar kau Puas dapat meneguk Susu yang semangkin Basi milik Anak Negri Ini dengan Rakus mu.

Langkahkan saja Kakimu Menunju Warna Bendera Kemaksiatan yang Menjanjikan Kebohonganmu,
Biar Langkah Impian Anak anak Negri ini semangkin Frustasi.

Lalu berbicaralah Bagaikan Petir yang menyambar nyambar bersama Kebodohan Dari Kekuasaan mu.
Karen Mulutmu Adalah Harimau mu.

Dan aku Hanya dapa menjadi Pecinta Ragam Adat dan Budaya di Persada Indonesia ini.



By : LUmbang Kayung

Tanjungbalai,Sumatera Utara

……………..***……………


# Aku MUNGKIN TAK TAU #


Entah apa yang terpikir,
Aku semangkin bingung,
Tentang kisah yang Mangkir,
Semua membuat ku bimbang,
Bersama Harapan yang hampir tergusur,
Namun ku masih merasakan adanya Sayang.

Malam ini ku ingin Bahagia,
Namun malam ini ku merasa Tersakiti,
Dari semua kata2,
Dari semua ungkapan yang ku anggab Suci,
Semua ku rasa bagai kata tampa Cinta.

Entah apa yang ingin ku lakukan,
Semua bagai Mengecewakan,
tentan Malam yang seharusnya penuh ke Cerian,
Malam yang Tuhan telah Anugrahkan,
Dalam Meriahnya Natal Yang Kau Berikan.

Aku Manusia yang Tak ingin Gelisah,
Di dalam Badan Nusantara ku,
Namun ku tak boleh Pasarah,
Hadapi apa yng kini Berlaku,
Yang kadang membuat ku ingin Marah.

Seharusnya aku Bergembira,
Tampa ada rasa kecewa,
Karena Natal untuk kita Bersama,
Sebagai Manusia yang Berpancasila Indonesia,
Yang tampa mengenal Suku dan Agama,
Tapi kamu bak Dusta membuat semua Murka.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 25:12:2013 )



# AYO BANGUN KAWAN #

Di mana tanah antah berantah,
Aku tak tau,
Di mana tanah yang Basah,
Di situ tempat ku berpijak selalu,
Aku tak akan menyerah,

Di Dalamnya Laut aku Bermimpi,
Di Luasnya Angkasa anganku Terbang,
Aku tetab Berdiri,
Asa ku tak akan Hiang,
Yang akan Terukir Indah di Hari Nanti.

Aku tak sendiri,
Masih ada kamu dia dan mereka,
Yang akan Tegak Berdiri,
Meng Agungkan tanah Persada Indonesia.
Di sini tempat kita Berdiri.

Ayo Kawan,
Mari Sing2kan Lengan,
Walau kita berjauhan,
Banyak lagi yang harus di kerjakan,
Untuk Inddonesia di Masa Depan.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 28:10:20140




# DI BAWAH TIANG BENDERA )


Lihat lah nun jauh di sana,
Mereka bukanlah mangsa,
Dari ganasnya Rimba Kota,
Hingga kehilangan Adat dan Budaya,
Terlupa Agama sesat di lembah Nista.

Lihatlah nun jauh di sana,
Mereka tak lagi berdaya,
Mereka tak bisa apa2,
di Kemarau tersiksa,
di Hujan mereka merana.

Semua ingin mersakan Bahagia,
Semua ingin tangisan nya Reda,
Bernaung di bawah Tiang Bendera,
Yang Berasas kan Pancasila,
Karena Kita semua saudara,
Di Tanah Air Indonesia tercinta.

Karena itu kita tidak Rapuh,
Kita tidak Lumpuh,
karena kita harus Kukuh,
Bersatu kita Teguh,
Bercerai kita Runtuh.

By : LUmbang KAyung (28:10:2014)

Kumpulan Tembang Kata Qi An-MAWAR BERCABANG DUA

SENJA ANG 'KUHMU
.....................
kau laksana raja diatas raja
bagai mata sang elang yg sedang terbang
meliahat dengan kesombongan

bertitah boleh bijaksana namun
awas jebak durjana karna tutur lain rupa
bila hendak bermakna jangan coba bermain rupa
karna mulut itu tidak berupa

dengar dengar dan dengarkan lah
walai jiwa jiwa ang'kuh ini
tiada yang kekal yang kau dapati
kekuasaanmu berwaktu
iitu adalah amanah

sadar sadar sadarlah
wahai sang ang'kuh
tiadakan teman yang kau dapati
tiada ilmu yang sejati
tak kan ada yang berbagi
bila diri tak berendah hati

by Qi an
03 :40 wib
……………..***……………

Mawar bercabang dua
...................................

aku berfikir untuk apa
harus ada cinta dan kesetiaan
bila kita sementara... aku dan
engkau...
mungkin hanya aku yang merasakan
bukan dirimu atau orang lain
mawarku sayang tak menyesalkah engkau
Menduakan hatimu, menduakan cintamu

ku ingin engkau tau
betapa hati ini
bagai tersayat pisau

ahai mawarku sayang , apakah cinta ini
Akan mampu bertahan, atau hancur perlahan
Dan hanya menjadi kisah cinta satu malam
Memang kuakui diantara kita jelas berbeda

By Qi an
……………..***……………

kursi yang bergeser
................................
ku jemput rasaku
langkahpun sampai
harappun bahagia

ku mulai dengan jejak
jejak pun mulai mendekat kursi
kursi itu bercaka kursi disebelah kado
lamunan hati disana ada canda dan tawa
karna ada kamu disana diselah kursi kado

rupanya itu hanya hayal ku belaka
tak terucap oleh kata
pandangan itu begitu menyudut

nafasku terhenti
arasku goyah
melihatmu yg begitu enggan terdekati
begitu jejakku sampai kursi pun bergeser

hatipun berkata cukup ku mengenalmu
dan ini lah akhir dari segala nya dan terakhir kali nya
berkata emosiku

by Qi an
tergedi 07 Des 2013
Pukul 21:30 wib
……………..***……………

aku , kamu
.................................

kala renggang dijemariku ini hendaklah engakau rapatkan
jika diri ini satu maka tiadalah arti nya
Kalau injakmu jengah maka tinggal lah aku saja

Kala renggang dijelma emosimu membara tak berhamparan
namu ada kah itu jalan yang terbaik ,Buat apa dicipta hati yang luas
Kalau bukan jadi tempatmu mengadu

lalu buat apa ada dua
Kalau yang ada hanya aku
Dan di sisi yang lain hanya ada kamu

Jadi di sinilah kita, di satu peraduan yang sama
Belajar tertawa, belajar menangis
Belajar mengajar, belajar mendengar
Di sinilah kita
Belajar cinta


by Qi An
……………..***……………


Goresan Untuk Dan
…............................
Rasa nya dan
diriku aku ya hanya ada aku dan
sendiri dan
selalu kepada letih ini dan
ku butuh perhatianmu dan

Tak satupun dan
Tak sesuatupun dan
Tak satu sosokpun dan
Tempat ku berbagi dan

Hanya aku
Dan diriku sendiri
Pada letih ini rasanya dan

by Qi An
171213
17:00 wib

……………..***……………


Tanda ini ???????
................................................

Betapa emosi nya aku setelah tanda ini ???????
ketika ku bertanya tentang mu namun ku dapat ya tanda ini ??????
dan perlukah pertanyaan mu di jawab

Saat logikaku diselimuti
rasa dihati kuasai jasad ini
sedikit sesak kan dada

namun itu bagi ku bak hujan tiada petir tak menarik

yang kutahu hanya satu… itu kamu
Tak bisa kupungkiri dari otakku dan tak teracuni

ada di dalam benakku hanya satu .. itu kamu
tubuhku seakan terasa kaku kala kau ada di hadapanku

namun kau tak pernah percaya akan rasaku
hanya karna aku terlalu dekat dengan dayang dayang karip ku

dan kini aku bemuam dalam satu kata
biar, biar saja hanya aku yang tau
kalau engkau pujaan hatiku

By :Qian
tragedi 181213
pukul 12:00


Qi An
Tanjungbalai,Sumatera Utara







Kumpulan Puisi Drs. Mustahari Sembiring - IZINKAN AKU PAMIT

BERSERAH PASRAH
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Menghimpun hasrat tersisa dilembah putus asa
begitu muskil mencapai sempurna
apalagi direntang usia senja
semakin pelik memilih kata
meski cuma sederet harapan dan doa
patah sebelum tiba

Satu satunya jalan kutempuh adalah bersimpuh
berserah pasrah diujung jiwa yang lelah

Jangan biarkan benteng pengharapan sirna
meski celah-celah telah remuk diujung asa
mampukan hamba MU ya Tuhanku yang Esa
jagalah nyala didada tetap bercahaya
bangkit dari keterpurukan dan tetap percaya
pengharapan satu satunya disepanjang usia

#Pondok bambu istanaku,Senin,09/12/2013=08:08wib
……………..***……………



KUBACA SURATMU

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Kubaca suratmu ketika senja tak lagi jingga,
bergumpal nafas ditenggorokan sesakkan dada,
untaian kalimatmu bait-bait luka tak berjeda
sekian lama terbenam tak berdaya
masih saja kau tegarkan kata seakan tak terjadi apa-apa
akhirnya padammu tak lagi bercahaya

Apa yang bisa kugadaikan untuk menebus laramu berkarat
sementara para Dewa negeri ini sudah sakarat

Kubaca suratmu ketika logika tak bisa kucerna
begitu cela, begitu nista kah jalan karma
padahal tuna netra pun bisa melihat kebenarannya
tuna rungu sekalipun bisa mendengar jeritan sukma
kenapa para Dewa negeri ini jadi pecundang kehilangan muka
lebih suka sembunyi dibawah ketiak para Punggawa

#Trunojoyo sapo terulang, Selasa, 10/12/2013=13:13wib
……………..***……………


IJINKAN AKU PAMIT
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Ijinkan aku pamit
lesap dari tarian langit
kujemput lambaian lelah susuri parit
akhir-akhir ini nurani sering kali tersumbat
matapun penat
dibelai nyanyian hujan lebat
tak kuasa kurayu kantuk pun makin mengikat
sebaiknya kuselesaikan dengan cepat
esok kita tata lagi lebih padat
selamat malam duh, sahabat

Kukemasi jembatan maya ini
kuakhiri sampai disini.....

#Pondok bambu istanaku, Jumat,13/12/2013=21:01wib.-
……………..***……………


MAHKOTA KEMENANGAN IMAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
***Serat jiwa untukmu sahabatku Meauw Chen, setelah pulang dari Opname di RS ; inilah doa dan pintapintaku pada pemilik Kehidupan**

Angkara murka gerogoti raga
binasa daya tergeletak tak berdaya
sejengkal demi sejengkal patahkan nyali matikan rasa
asa pun lelah digerayangi ganasnya penyakit dunia
sejuta tanya ngambang tak temukan jawabnya
mengapa derita terus saja merajah hamba ?

Hidup yang tinggal redup pun hampir padam
semua harapan terhempas remuk redam

Tuhan, isyarat apa gerangan semua kenyataan ini
tak berjeda terus mendera silih berganti
dosa apa kulakukan hingga kutebus seperih ini
kelam apa kulakonkan hingga harus kubayar tunai

Benteng ketahanan telah rubuh hidup dalam kematian
dari kegelapan jalan didepan kutemukan pencerahan
nyalakan obor iman, semua cuma pencobaan
janji Tuhan takkan IA abaikan
bertahanlah kawan, bagimu tersedia mahkota kemenangan iman
dalam deritamu orang bercermin, Tuhanlah yang memampukan

#Pondok bambu istanaku, Jumat,13/12/2013=21:51wib.- — bersama Meauw Chen.
……………..***……………


MENJALANI KODRAT
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Bangkit dari alam fatamorgana
dililiti kerontang asa
tertimbun kecewa, putus asa dan segepok lara nestapa
apalagi senja telah menyapa
ketika semua upaya patah sebelum nyata
bagaimana lagi kukabarkan berita

Hitam putih nurani tersurat diurat nadi
menjalani kodrati sebuah tantangan atau strategi

Berkaca dari kaca benggala leluhur sejatinya jiwa
tak ada lagi bisa kulakukan kecuali menjalaninya
serupa nabi Musa, setelah roboh dilembah neraka
atau nabi Yunus lari tapi tetap jalankan karma
pengadilan MU keseimbangan karmapala
mampukan hamba, layakkan menerima mahkota

#Pondok bambu istanaku, Selasa,10/12/2013=06:46wib
……………..***……………


TETAP PERCAYA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Berhenti diujung resah
hati pun gundah

Untuk terus hasrat pupus
isyarat terputus
dimana kutebus
jika semua harus berakhir sirna
aku sedia
berkalang tanah berputih tulang
terlanjur alang kepalang

Berharap ini bukan akhir dari awal terbengkalai
tetap percaya jalan terbuka seperti dulu saat kumulai

#Royal Amaroossa Bogor kota hujan, Kamis,12/12/2013=22:32wib — di Kota Bogor.
……………..***……………



ANUMERTA SEBELUM MANGKAT

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Harga sebuah idealisme :
disingkirkan, diisolasi karier, dikebiri jabatan
lengkap segudang penzoliman

Harga sebuah kejujuran :
tidak boleh sekolah, tidak boleh menjabat, tidak diusulkan pangkat
lengkap segudang larangan buat anak keturunannya

Harga sebuah kebenaran :
dibiarkan hidup dalam kematian, diberi label inkonstitusional
lengkap segudang tudingan tanpa fakta, apalagi bukti nyata

Harga sebuah pengabdian :
maaf kawan, saya tak mau ikut terlibat
salahmu, kenapa berani melawan atasan
ya, kau kurang loyal sih
itulah akibatnya, terlalu vocal

Harga sebuah pengabdian ; anumerta sebelum mangkatnya

#Pondok bambu istanaku, Selasa,10/12/2013=07:37wib
……………..***……………


JALAN TAK BERUJUNG
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Jalan tak berujung kau tempuh
tengok badan,pikiran dan hatimu lelah
tak ingin harga diri terbelah
tak mau menyerah
padahal menyerah tak serupa kalah
tapi sebuah celah

Ayam bertelor kau tiru
apa pun kabarkan ketiap penjuru
menghibur diri tampil berwajah seribu
semua orang bisa tertipu
bagaimana dengan dirimu
berapa banyak lagi kebohongan dalam hatimu

Pulanglah ke hakikinya insan sejati
terima kodrat apa adanya diri

#Pondok bambu istanaku,Sabtu,07/12/2013=06:36wib
……………..***……………


MARI BERBAGI

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Mari, ulurkan tanganmu
berjabat erat kita ke hulu

Kau terima adaku,
kuterima adamu
tinggi rendah cuma ukuran sewaktu
kaya miskin hanya masalah baju
akhlak pribadi jauh melampaui hitungan itu

Jika masih cukup waktu
mari berbagi ilmu

#Pondok bambu istanaku, Sabtu,07/12/2013=08:08wib
……………..***……………


SEGAMBAR KEHIDUPANKU

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Kabarkan melalui senja tentang rasa
sesaat setelah jiwa luruh dipinggiran usia

Jika berita telah nyata dihembuskan lelana
jadilah rungu yang budiman sejatinya
menterjemahkan nada seirama notasinya
supaya melodi indah sejak awalnya

Mengutip apa adanya juga ternyata keliru
manakala lukisan dan fakta jumawa
tak seukuran nasihat di buku
sadarlah aku : inilah awal petaka
tapi satu kaki terlanjur didalam satunya ngambang diudara
segambar itulah hidupku

#Pondok bambu istanaku,Sabtu,07/12/2013=16:16wib
……………..***……………


DIBALIK LARA NESTAPA

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Meratap terbata-bata pecahkan hening mayapada
sepertinya duka menyatu sesakkan dada
luka ini parah tanpa penangkal semestinya
kenapa ini terhidang memaksa
semua tak siap terima
meradangpun percuma

Rencana NYA tak pernah keliru apalagi salah eja
dibalik fakta pasti tersedia episode tak berjeda

Jika kini semua terasa perih menyayat sukma
bening-bening airmata biarlah membasuh luka
tiap irama pasti ada notasinya
keseimbangan atas ciptaan sang Maha Kuasa
diujung lara nestapamu, tundukkan kepala
tanyakan pada NYA: apa maksud semuanya

#Pondok bambu istanaku, Sabtu,07/12/2013=
……………..***……………


TAK PERDULI, KAU TERUS BERLALU

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Takkan kusesali azab itu
meskipun jatuhnya persis dipenghujung langit biru
menikam dalam kelembah tak berujung sanubariku
sungguh ngilu
seperti mati suri ketika itu
kau pasti tak tahu
runtuh langit karam bumi kedasar lara membeku
sampai sampai aku lupa siapa aku
tak perduli, kau terus berlalu

Dengan sisa kesadaran yang menipis disekujur tubuhku
kukemasi puing puing janji palsu peninggalanmu
mengapa mengazabku begitu seru
padahal siapa korban siapa pelaku tidak tahu

Kujalani saja semua layaknya air mengalir disela-sela batu
membiarkan hilang sirna seperti angin mengusap debu
hingga kini nostalgia itu terpahat dilembah hatiku
entah kapan bisa kukembalikan rindu titipanmu

#Royal Amaroossa Kota hujan, Kamis, 12/12/2013=16:36wib.- — di Kota Bogor.
……………..***……………


MENGEJA KETULUSAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Pantaskah menyulut bara
jika sengketa cuma milikmu semata
dengan mengendap-endap melukis awan jingga
mestinya kau tahu , semua cuma isapan jempol belaka
bersamaan waktunya, galau bertandang seakan nyata
sejujurnya apa yang kau baca

Diamku berlatar belakang sejuta niscaya
sebab beliamu belum mampu memahaminya

Siapa yang cela jika airnya keruh hingga gulita
mungkin cuma fatamorgana atau bahkan issu semata
katakan pada sohibmu, sang penyebar berita
tak satupun umpannya termakan sengaja atau alfa
kucatat : oh cuma sebegitu kedalamannya
berharap kelak mampu dengan jernih ketulusan kau eja

#Royal Amaroosa, Kamis, 12/12/2013=02:22wib.
……………..***……………


INGIN KUDENGAR JAWABMU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Dulu kita sepakat untuk merambah rasa,
saat kesendirian hampir tiap hari siaga,
malah katamu inilah kali pertama nyata
ada yang hilang dari debar didada
jika tak sua
kupahami itu jawab sejujurnya

Dengan alasan pekerjaan melenceng itu terus kau bawa
menghadirkan sengketa diberanda muka

Selanjutnya semakin samar bahkan bertukar fakta
apalagi ketika ego menjadi raja
buruk sangka, cerca bahkan angkara murka jadi biasa
kuingat kau pamerkan nista dengan jumawa
seakan lukamulah himpunan dari semua sengsara
ingin kudengar jawabmu, mengapa

#Bogor kota hujan, Kamis,12/12/2013=00:33wib.- — di Kota Bogor.
……………..***……………


SEKARANG JADI DEWA,
AKU PASRAH MENUNGGU DERA

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Matahari telah lengser saat kusadari tegakku,
persis diujung papan loncatan penuh debu,
ditempat dan waktu salah berdiriku,
sejak itu tak lagi bisa kuatur nafasku,
ketika semua tangan menudingku penuh nafsu
pesakitan paling diburu

Sekian lama aku tak bicara siapa aktor intelektualnya
sekarang dipenghujung senja aku katakan apa adanya

Sehalus apapun bahasaku tetap saja murka
membara disetiap jengkal tubuh renta

Kuburu penjagal negeriku hingga ajal menjemputnya
mengapa malah jalan hidupku ditumbalkan seenaknya

Disesah tak berdaya dimeja pembantaian puluhan tahun lamanya
satu persatu urat nadiku dikerat, disaksikan kerabat berbaju coklat
bahkan jalan mendekat dipandu para sahabat
sekarang jadi Dewa, aku pasrah menunggu dera
episode selanjutnya penzoliman tak berjeda

#Pondok bambu istanaku, Selasa,10/12/2013=19:19wib
……………..***……………


PAGI TERSISA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Pagi tersisa bersama selarik cerita
bias disepanjang langkah jiwa
menyusur gelombang fakta
dikota tua
sepertinya semua sia-sia belaka
percuma

Telah kucoba mengetuk semua pintu terbuka
tak satupun bersedia menerima apa nyatanya

Pagi tersisa kan kubawa kerumah Bapa
kelamnya malam terpenjara aku disana
getirnya kenyataan terpasung kudisana
semua kuletakkan dibawah salib NYA
inilah aku Bapa, sang pendosa
ampuni, tahirkan dosaku, mampukan kulayak didunia

# Pondok bambu istanaku, Minggu, 08/12/2013=07:47wib.-
……………..***……………


TAUBAT NASUCHA

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Lalu sang pecundang berteriak minta dikasihani,
sebab hidup telah lama ia selingkuhi,
pikirnya kiamat masih lama lagi,
masa bodo, bagaimana nanti
sebelum nyata semua sudah tak berarti....

Berhentilah menzolimi sesama insani
meski tak ada perlawanan berarti
itu menghimpun bara api

Berbaliklah meski wajah penuh arang
sebelum dipanggil pulang
taubat nasucha mari kita sembahyang

#Pondok bambu istanaku, Jumat,13/12/2013=11:11wib.-
……………..***……………


PAGI PUTIH
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Kuhantarkan pagi putih buatmu,
sambil menyeka lelah yang tersisa masa lalu

Aku berharap pupus nian segala lara
bersama mentari kuseka tanda tanya
meski disepanjang tarian aksara kuhadirkan reka
sambil berharap suatu ketika dilunasi segala nestapa
sesuai janji poyangku Adam dengan Penciptanya
keseimbangan dibumi berbayang disyurga

Mari bangun, lupakan segala problema
kemasi segala ganjalan dijiwa paripurnakan dibatas asa

#Royal Amaroossa kota hujan, Jumat,13/12/2013=08:02wib
……………..***……………


IKUTI SUARA ILLAHI DISANUBARI

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Mengikuti kata hati
pergi tinggalkan sepi

Mengikuti suara nurani
pergi mengumpulkan sunyi

Mengikuti godaan diri
pergi menjemput harakiri

Mengikuti kemauan dunia ini
pergi menabung neraka sendiri

Aku pergi melangkahkan kaki
seturut Suara Illahi
Meski apa terjadi jangan pernah murtad insani
Syurga Abadi tujuan pasti

#Royal Amaroossa kota hujan, Jumat,13/12/2013=08:38wib — di Kota Bogor.
……………..***……………


AKU TERGELINCIR DIUJUNG LIDAH TAK BERTULANG

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Aku tergelincir diujung lidah tak bertulang
sesaat setelah kureguk kata bersilang
maafkan pesonamu buatku melayang
jujur ; aku lupa pulang, seperti mengisi teka teki silang
seketika kuncup dihati gersang mekar berkembang
dari negeri tempatku terbuang

Maafkan aku atas sikap malu malu kucing
semua terjadi begitu saja tanpa kuundang

Aku tergelincir ditikungan lidah tak bertulang
sayangnya kusadari saat hari telah petang
ketika burung camar terbang pulang kesarang
kutemukan harapan terbengkalai kering kerontang
inilah kesalahanku, terlalu mengharap payung daun pisang
aku renta dimakan usia, setengah usiaku hilang terbuang

#Amaroossa Royal, Kamis,12/12/2013=14:04wib
……………..***……………


PERTANGGUNGJAWABAN PRIBADI

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Takkan kujilat kembali ludah yang telah kulimbahkan,
meski sekarat asa, nestapa jiwa bahkan rentapun raga

Kulipat segala hasrat, dari lubuk hati yang tak hianat
yakini suara Illahi tuntun jalan hingga kiamat

Hidup seperjalanan pergi keladang,
berangkat pagi pulang petang
apa kau sandang
saat berpulang

Sehelai daun IA tak lalai
apalagi insan segambar Illahi
hitam putih otobiografi tersusun rinci
bekal hakiki pertanggungjawaban pribadi

#Pondok bambu istanaku, Jumat,13/12/2013=10:43wib.

……………..***……………


TERUSLAH BERJUANG

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Bagaimana harus kukatakan rasa berkecamuk
jika adamu melintang arah mematahkan pucuk

Maafkan aku jika harus kutetas rasa
sebelum lebih dalam tanggelamkan asa
pasti terasa perih terungkap diraga
kekinian yang sungguh tak perdulikan norma
menikam dalam sayatkan luka
tinggalkan lara nestafa

Teruslah berjuang hingga usai pertempuran menggapai warna
meski tak bersama tetap kudukung mencapai cita-cita

#Trunojoyo sapo terulang,Senin,16/12/2013=14:04wib

……………..***……………


JALAN KENANGAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Aku akan merindukan amarahmu
seperti mengayuh dayung sampan didanau biru

Beberapa kali taupan melanda guncangkan kebersamaan
seperti meneduhkan gerah terkapar sendirian
jika jarak terus saja dimekarkan
berujung dimana jalan kenangan
aku mengenangmu seperti cawan
menunggu datangnya hujan

Kupahatkan semua catatan dihulu perjalanan
agar esok jangan lagi terulang salah jalan

#Trunojoyo sapo terulang, Senin,16/12/2013=11:46wib

……………..***……………


BENAHI JALANMU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Jangan biarkan sepi menjajah nuranimu,
ketika nuansa berkabut kelamkan pagi baru

Mari bersama menyisir kegagalan
tinggalkan penat menyemak didada
apalah artinya membangun taman tak berbunga
jika cuma biaskan keraguan
benahi jalanmu
mari menyingkap rahasia hidup satu persatu

Jangan biarkan galau menghalau senyummu
meski berita dan fakta menyobek ikhlasnya kalbu
bukankah DIA janjikan indah pada waktunya
tinggal bagaimana kita menanti fakta nyata
didunia atau diakhir sebuah cerita
tak mungkin IA lalai pada Sabda yang telah di FirmankanNya

#Pondok bambu istanaku, Senin, 16/12/2013=09:09wib
……………..***……………


PERISAI KEBENARAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Mengawali pagi dengan doa,
meluruskan harap didunia nyata
mencoba membuka simpul karma
mengetuk pintu Pemilik Surga
hidayahkan pinta-pinta diantara legamnya dosa
janganlah hendaknya KAU perhitungkan ya Bapa Disurga,

Hitam nodaku bergelimang nista tak bisa kuhitung jumlahnya
hanya karena belas kasih MU kudilayakkan terima bahagia

Biar kusepuh hari-hari kedepan dengan mantera,
penakluk ganasnya bianglala dunia
ikutlah bersama langkahku nan terseok menggapai asa
jadi perisai kebenaran diantara sesama
mengantakan jiwa raga keujung cita-cita
mahkota kemenangan seorang anak desa

#Pondok bambu istanaku, senin,16/12/2013=07:07wib-
……………..***……………


KAULAH TULANG RUSUKKU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Kekasih hati
ijinkan aku berteduh pada pemilik senyum sejati
sepanjang musim kehidupan kumiliki
tak ingin aku kedinginan sendiri merafal sunyi
membiarkan lara menggerogoti hati
diluar jarak pelukan hakiki

Kita sudah berenang mengarungi samudra lara nestapa
beberapa kali tersedak, bahkan sesakkan nafas cinta
bersama , kita berpelukan mesra, semua terlewati juga

Kekasih hati,
apapun terjadi jangan lepaskan simpul cinta ini
dari sehelai nafas,separuh jiwaku kutambatkan pada cintamu
tak ada yang lain, bagiku kaulah tulang rusukku
runtuh bumi terbelah langit takkan ada penggantimu
sigare nyowo, satu, belahan jiwaku, itulah kau

#Pondok bambu istanaku, Minggu, 15/12/2013=21:41wib
……………..***……………


GUMPALAN GALAU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Hitung satu persatu suara kekhilapanmu
rangkum dalam selisih ragu
hidangkan saat senja merajah risau
jangan biarkan tajuk membingkai biru
meski nafas terus memburu
didadaku bergumpalan galau semacam itu

Pastikan tak terbiarkan bahasa berlalu
sebab usia akan menebal dibarisan masa lalu

Hitung satu-satunya janji lolos tak bisa kuwujudkan untukmu
itupun lantaran layu dibatang rindu
memunguti sekian banyak recehan palsu
ketika ratapan cuma sebuah kecewa semu
terjual aku saat itu
berhasillah sandiwaramu

#Pondok bambu istanaku,Minggu, 15/12/2013=19:09wib
……………..***……………


TUTUP DIARIMU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Aku tau sekarang siapa dirimu,
sekelebat garis kilat membisikkanya padaku
sang penikmat berhati empedu

Aku paham sekarang apa maumu,
segerombolan rinai hujan mengabarkannya padaku
sang penikmat tak mau tau

Aku mengerti sekarang apa tujuanmu
harian kota sore ini meng head line sepak terjangmu
sang pendendam berjiwa batu

Aku beritahu sekarang kepadamu
sekian banyak bibir tersenyum mencibir membaca statusmu
pamer kemesraan diberanda mayamu
rayuan murahan seorang penipu
jual nikmat lampiaskan nafsu

Aku serukan berhentilah mengejar bayangan semu
berkemaslah siapkan diri membangun kehidupan baru
lupakan masa lalu, tutup diarimu, dekatkan diri pada Tuhanmu

#Pondok bambu istanaku, Sabtu,14/12/2013 wib
……………..***……………


JEJAK NURANI TERTINGGAL
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Duh Gusti Pangeran Welas Asih,
jangan sembunyikan syurga MU
meski buta mata hati dosa bersusun tindih
jiwa tegar tapi kedagingan dijajah nafsu
sisa eling ku tergeletak serupa tersapih

Dengan tertatih kujejakkan raga dibara dunia
layaknya seorang lelaki sejatinya
jika disana sini terbaca jejak dosa
ampunkan hamba atas semua alfa
tapi jangan sembunyikan syurga dari pandangan mata
layakkan hamba merangkak menggapainya

Kini kusiapkan diri mencari jejak nurani tertinggal
memilah lenturnya janji tak berbukti goda sang batil

#Pondok bambu istanaku, Sabtu, 14/12/2013=15:45wib
……………..***……………


JIKA HARUS KUHENTIKAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Mungkin harus kuhentikan episode ini,
meski terbengkalai niat hati
berceceran bening air mata menyungai
hanyutkan semua kehilir ketidakpastian
tinggalkan wajah pias menggigil kedinginan
menghitung lara nestapa sendirian

Sesaat sebelum semuanya benar-benar berhenti
tulislah pesan diberanda hati
barangkali esok saat mentari mengawali pagi
masih bisa kutemukan citra diri
melunasi hampa mengendap dihati

#Trunojoyo sapo terulang,Rabu,18/12/2013=11:11wib

Sabtu, 26 Januari 2013

BIJAKNYA ROSULULLAH SAW



Kekuasaan dan Kepemimpinan adalah sebuah amanah yang amat jarang diantara kita yang mampu memahaminya sebagai sebuah amanah yang berat, justru yang terjadi sebaliknya Kekuasaan dan Kepemimpinan kita jadikan ALAT untuk meraih segala keinginan dan kepuasan nafsu kita. Bukan kita jadikan Alat untuk melindungi dan melayani ummat.

Kalo kita yang belum berkuasa saja sudah sangat Anarkis merusak, mengkafirkan dan membidahkan semua yang kita anggap sebagai agen-agen kemaksiatan. Bagaimana mungkin ummat percaya kalo kita mampu memegang amanah kekuasaan dan kepemimpinan.

Sementara Rosulullah SAW TIDAK PERNAH mengajarkan tindak anarkis dalam bentuk apapun baik sebelum berkuasa maupun sesudah kekuasaan dan kepemimpinan telah diraihnya. Coba kita simak kisah ke-8 Keagungan Muhammad SAW ini.

=========================================================

Sumamah adalah tokoh Hunaifiyah yang banyak membunuh para pemeluk agama Islam. Namun pada akhirnya, ia tertangkap dan menjadi tawanan pihak muslim. Tawanan itu pun diajukan ke hadapan Rasulullah. Segera setelah melihat Sumamah, beliau memerintahkan para sahabat di sekelilingnya agar memperlakukannya dengan baik.



Sumamah sangat rakus bila makan, bahkan bisa melahap jatah makanan sepuluh orang sekaligus tanpa merasa bersalah.Setiap kali bertemu Nabi ia selalu mengatakan, Muhammad! Aku telah membunuh orang-orangmu. Jika kamu ingin membalas dendam, bunuh saja aku! Namun jika kamu menginginkan tebusan, aku siap membayar sebanyak yang kamu inginkan.Rasulullah hanya mendengarkan ucapannya dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.



Beberapa hari kemudian Rasulullah membebaskan Sumamah pergi. Setelah melangkah beberapa jauh, Sumamah berhenti di bawah sebuah pohon. Ia selalu berpikir, berpikir, dan berpikir. Kemudian ia duduk di atas pasir dan masih tetap tidak habis pikir. Setelah beberapa lama ia bangkit, lalu mandi, dan mengambil air wudlu, kemudian kembali menuju rumah Rasulullah. Dalam perjalanan menuju rumah Rasulullah ia menyatakan masuk Islam.



Sumamah menghabiskan beberapa hari bersama Rasulullah dan kemudian pergi ke Mekah untuk mengunjungi Kabah. Sesampainya di sana, Sumamah menyatakan dengan suara lantang, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.Saat itu Mekah masih berada di bawah kekuasaan Quraisy. Orang-orang menghampirinya dan mengepung. Pedang sudah terayun-ayun mengintai kepala dan lehernya. Salah seorang dari kerumunan itu berkata, Jangan bunuh dia! Jangan bunuh dia! Dia adalah penduduk Imamah. Tanpa suplai makanan dari Imamah kita tidak akan hidup.Sumamah menimpali, Tetapi itu saja tidak cukup! Kalian telah sering menyiksa Muhammad, Pergilah kalian menemuinya dan minta maaflah pada beliau dan berdamailah dengannya! Kalau tidak, maka aku tidak akan mengizinkan satu biji gandum pun dari Imamah masuk ke Mekah.



Sumamah kembali ke kampung halamannya dan ia benar-benar menghentikan suplai gandum ke Mekah. Bahaya kelaparan mengancam peduduk Mekah. Para penduduk Mekah mengajukan permohonan kepada Rasulullah, Wahai Muhammad! Engkau memerintahkan agar berbuat baik kepada kerabat dan tetangga. Kami adalah kerabat saudaramu, akankah engkau membiarkan kami mati kelaparan dengan cara seperti ini?



Seketika itu pula Rasulullah menulis surat kepada Sumamah, memintanya untuk mencabut larangan suplai gandum ke Mekah. Sumamah dengan rela hati mematuhi perintah tersebut. Penduduk Mekah pun selamat dari bahaya kelaparan



Ya Rasulullah, Salam alaika



MULIA kita dengan MEMBERI, ABADIKAN yang TERSISA dengan SEDEKAH




Kiriman : Uhkti Nisa
Oleh : Rumah Yatim Indonesia

CANGKUL PAK TANI



Sahabat semua yang selalu diberi Petunjuk Allah SWT, saat ini begitu banyak kelompok-kelompok yang ‘mengaku’ sebagai PEJUANG ISLAM atau MUJAHID dalam berbagai bentuk, ada Ormas, Parpol, Orsos, Majelis, Perusahaan dan OTB ( organisasi tanpa bentuk ), ada yang bergerak diatas ada juga yang ‘dibawah tanah’ mereka melakukan ‘PEMAKSAAN PEMAHAMAN AJARAN’, siapapun yang tidak sepaham dengan pemahaman mereka, maka dia layak ‘DICURIGAI’ dan layak dijadikan ‘MUSUH’, dibid’ahkan dan dikafirkan, lalu dituduh sebagai ‘ AGEN ‘ Thoghut.

Wuih….., sadis bener ya Islam kalo seperti itu, siapa yang mau deket dengan Islam kalo seperti itu ?

Bukankah Islam itu RAHMATAN LIL ‘ALAMIN ?, menebar KASIH SAYANG kepada SELURUH UMMAT, artinya layakkah kita mengaku sebagai MUSLIM, jika dengan orang-orang disekitar kita ( keluarga dan tetangga ) saja, tidak kenal, terancam, tersakiti, tak mampu mengurus dan mendidik, tak tersantuni, bahkan merasa terbodohkan dan terkafirkan oleh keberadaan kita ?

Bagaimana mungkin Allah akan mengkaruniakan sebuah Kesuksesan dan DAULAH/kekuasaan kepada kita dengan cara berjuang seperti itu, lha wong yang didepan mata kita saja gak mampu mengurus malah merasa tidak aman dan terancam ?

Bukankah Allah saja TIDAK PERNAH MEMAKSAKAN Ajarannya untuk diikuti dan dijalankan, lha kok kita maksa-maksa orang harus ikut pemahaman kita, kita itu lho siapa ? Tuhan ? Tuhan saja gak seperti itu kan ? berjuang pake AKAL ojo gawe OKOL , yang smartlah…..ya gak ?

Kisah klasik dibawah ini semoga menjadi pelajaran buat kita, agar tidak suka menuduh dan berprasangka buruk kepada Saudara kita…………….. http://www.facebook.com/notes/motivator-ideologis/cangkul-pak-tani/234648636671492

=======================================================

Alangkah geramnya Pak Tani mendapati cangkul miliknya raib dari gudang, padahal pagi itu dia akan pergi ke sawah, karena sudah tiba waktunya bertanam.



“Tak diragukan lagi, pasti Pak Beruk yang mencuri cangkulku! Dia memang iri pada kita,” ungkap Pak Tani berapi-api pada istrinya. Tak sanggup menahan kekecewaan, Pak Tani mulai pasang muka masam pada tetangganya itu.



Pak Beruk pun jadi salah tingkah. Dia mencoba menyapa, tapi Pak Tani berpaling muka. Tidak ada sapaan balasan yang menyenangkan hati. “Sapaannya itu bertujuan mengejek. Saya tahu itu,” ujar Pak Tani.



Setelah setiap salamnya tak dipedulikan pak Tani, Pak Beruk mulai memberikan senyuman, Tapi Pak Tani malah melengos saja. “Dia sengaja mencibir saya yang tak bisa lagi ke sawah,” alasan Pak Tani.



Tak tahu lagi harus bagaimana, Pak Beruk memilih diam saja. Dia pikir Pak Tani butuh waktu menenangkan diri. Jadi, mendiamkan mungkin pilihan terbaik.



Namun, malah diartikan lain oleh Pak Tani , “Tuh, dia diam-diam saja. Itu pertanda benar dia pelakunya. Tak salah lagi! orang jahat memang jadi serbasalah.”



Kalap karena ditelan badai prasangka, Pak Tani melakukan tindakan ceroboh. Diam-diam dia meracuni beruk (monyet pemanjat kelapa) milik pak Beruk tetangganya itu.



Pagi harinya, dari rumah sebelah terdengar teriakan histeris dan tangisan keras. Pak Beruk sekeluarga bertangisan melihat beruk andalan mereka untuk mencari nafkah telah terbujur kaku. Padahal Pak Beruk tak punya sawah ladang atau keterampilan selain memetik kelapa dengan bantuan si Beruk monyet kesayangannya, masa depan keluarganya tengah terancam.



Sementara itu, Pak Tani malah terhibur dan tersenyum, “Syukurin! Rasain sakitnya dianiaya tetangga!” Sambil terkekeh kekeh dia mulai merapikan tumpukan jerami di samping rumahnya.



Tapi... Aduh! Ternyata dia justru mendapatkan cangkulnya di sana.



--------------------



“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan prasangka, (karena) sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.”(QS. al-Hujurat:12)



Dikisahkan ketika Rosulullah SAW tengah berbincang dengan beberapa sahabat, tiba-tiba melintas seekor anjing hitam penuh kadas dengan kaki pincang berjalan terseok-seok, matanyapun hanya sebelah tertuju pada sebongkah sampah,



tak lama Rosul bertanya "wahai sahabatku apa yang terlintas dibenak kalian setelah melihat anjing itu..?"



para sahabat masing masing berkomentar dengan presepsi berbeda,.."ya Rosul kami melihat tidak ada kebaikan pada anjing itu,..matanya cuma satu"..."makananannya kotor dari sisa-sisa pembuangan".."bulunya hitam penuh kadas tiada pesona"...salah satu shabat berkata "jalannya pincang ya...Rosul"...



kemudian Rosul bertanya kembali.."adakah kebaikan pada anjing itu..?"...para sahabat menjawab "hanya Rosul dan Allah yang tahu.."..lalu Rosul berkata lagi.."aku melihat gigi anjing itu putih bersih, dan anjing adalah hewan penjaga yang baik, dalam beberapa rumah yang lainnya anjing memiliki sifat taat terhadap majikannya".



Ya, buruk dalam pandangan kita tapi belum tentu buruk juga bagi orang lain, selalu ada kebaikan dibalik keburukan jika kita melihatnya dengan hati yang jernih.



MULIA kita dengan MEMBERI, ABADIKAN yang TERSISA dengan SEDEKAH
Kiriman : Uhkti Nisa
Oleh : Rumah Yatim Indonesia

ADA SAATNYA


Tak perlu kasak kusuk untuk mengusirku
sebab sejalan waktu pasti kurunut jalan takdir
pada gilirannya, toh tetap akan beranjak
menyusuri gelagat.....

Selayaknya kucatatkan alamat
agar kutinggalkan alamat pasti
jika tiba waktunya menyatakan diri sebagaimana adanya
meski telah berulang kali sisihkan ketidakyakinan berbayang samar
setidaknya niat baik telah kumulai...

Kini tiba saat bergeser
dari alam ketidakpastian menuju fakta
mewujudkan segala ketertinggalan nyata atau cuma mimpi semata
mengumpulkan dan menyimpulkan catatan sejalan usia,
hanya atas AnugrahNYA.....

---oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar.-----
---(J)Pondok bambu istanaku, Rabu 23 Jan 2013 . 16:40 wib.---

SISA HARAP DISENJA USIA


Bagaimanapun aku kan tetap menunggu belas kasih MU
meski disenja usia cuacanya penuh ketidakpastian
bahkan berdirikupun semakin limbung, disudut tersisih
senyatanya, aku bisa apa
dihadapanMU....

Tak ada pilihan kecuali terus berharap,
bahkan ketika semua mencibir
menggerus jalan takdir sepanjang usia,
sejujurnya, aku sudah mulai putus asa
berjalan lunglai menuju cahya MU,
inikah suratan....

Disisa harap disenja usiaku,
sungguh kubermohon dengan segenap jiwa :
hijaukanlah nuraniku agar berbuah kejujuran, kesabaran dan keikhlasan
mampukan kutetap tegar sebagai Bhayangkara negara,
memenangkan iman dihitam putihnya kehidupan,
sepanjang pengabdianku....

----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar.-----
----(J)Pondok bambu istanaku, Rabu 23 Jan 2013 . 17:27 wib.---

DOA DAN HARAPAN


Sepagi embun menyapa alam,
mengurai kelam membiaskan pagi
meski bersusun misteri dilembaran malam malam silam
yakinku sepasti mentari....

Panjang jalan kueja, kubaca bahkan kusimak dalam nada pelangi
tak cukup memberi nilai atas senja yang redup
apalagi jika harus mengedit kata penutup
diri kehilangan nyali.....

Bawalah pagimu menyongsong siang hingga berujung senja
sangat banyak fakta bias dari warna senyatanya
jika itu yang terjadi : sabar, ikhlas dan berserahlah
teruslah berjalan kedepan jangan menyerah...

Lantunkanlah doa laksana mantera
kunanti senyummu sepanjang usia....

---oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar.------------
---(J) Pondok bambu istanaku, Kamis pagi 24 Jan 2013 . 09:45 wib.---

MELANGKAH MAJU DALAM KEBERSAMAAN


Sekarang,
bacalah catatan awan dilangit
jangan biarkan lelana menghapus jejak kasihnya
dalam hidupmu....

Sekarang,
hadirkan kenyataan loloskan hati dari kepalsuan apalagi dusta
terlalu banyak waktu terbuang sia sia, tak bermakna
dalam kebersamaan....

Sekarang,
mari menata ulang sistematika bab bab kehidupan
disisa hari selama masih kita miliki
dalam kebersamaan....

Sekarang,
ulurkan tanganmu samakan langkah menuju altar cita cita
melunasi semua bahagia yang pernah tertunda,
mahkota itu pantas kau miliki....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra fajar.-----
-----(J)Pondok bambu istanaku, rabu 23 Jan 2013 . 18:52 wib.---

DENGARKAN KATA HATIMU


Bergerak dari satu titik kepusat keramaian,
adalah jalan yang kau pilih dengan sadar
berdirimu hari ini
adalah sejauh mata hati menterjemahkan bahasa
berilah ruang buat nurani
memandu jalan takdirmu....

Jika benar bahasa terucap
benar pula hakikat terjawab

Tak mudah jalan setapak menuju bahagia
berjejer catatan sepanjang asa, semuanya jingga
tapi luruskan hatimu, jaga raga jangan taburi debu
saatnya mendengar kata tanpa suara, bahasa kalbu

jika jujur kata dijanji
benar pula hakikat terjadi

---oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar . ----
---(J) Pondok bambu istanaku, Kamis siang 24 Jan 2013. 14.00 wib.---

JANJI ADALAH HUTANG


Menoleh kecatatan silam
bertaburan dusta, nista bahkan angkara murka
sepanjang tarikan nafas , bahkan melebihi jejak kaki senyatanya
Dikota alas tua jakarta, kini tercatat sebagai warga
entah sisi mana yang masih putih dibalik kelam malam
dari kerasnya tuntutan kehidupan

janji adalah hutang
hutang harus dibayar
jika tak ingin membayar hutang ,jangan berjanji

suara nyaring melodimu, semanis bahasa terdahulu
begitu merdu mendayu berujung lara, itukah adanya ?

jika putih katamu, putih pula kataku
tapi apapun itu berpulang pada sikap, tata laku dan lukisan nyata hidupmu
sepanjang waktu dan jarak masih bersahabat, dengan kita.....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putrea fajar.-----
-----(J) Pondok bambu istanaku, jumat pagi 25 Jan 2013. 09:45 wib.-

DENGAR ADIKKU


Disaat.. waktu mulai mendikte usia pada beban panggulan
lembaran ini masih terlalu pagi untuk menyantap roti berselai serpihan kaca
diantaranya faqir kefahaman yang terlanjur tradisi nenek moyang menjadi sejarah yang terekam dikepala

tiada yang sanggup menolak datangnya gemerlap dunia
sisi yang bertolak dari kemuliaan yang diberi oleh Sang Khaliq

Ini kali waktu,,
bukan lagi untuk unjuk telunjuk apa pada siap...
Ini kali waktu ...
kita yang memutar haluan dari peradaban jahiliyah modern
bagi peluang menata pondasi yang sedikit untuk sebuah bangunan istana disana,,

Biarkan saja...
hembusan menerpa pada cibiran arogan sinisnya...
biarkanlah,,
badai hujan debu menderu dengan dahsyatnya
biarkan...
semburat kisruh merutuki diatas kerikil kerikil bara pada telapak yang terlepuh sudah...

Biarkan...
tak ada mata yang memandang kepadamu dengan pujian
asalkan Allah memandangmu dengan penuh Rahmat dari Kasih Sayang-Nya....

bersabarlah dari kesengsaraan yang sedikit dan sementara ini... Adikku,,

Oleh : Yulia Aulia Anggraeini
Tangerang

TIRAI RINDU


aku tersesat disaat menyingkap diantara senyawa rindu dendam....
bukan hanya setangkup khayalan mendulang kilau ditingginya malam yang semakin temaram

Namun, ada setapak jejakmu yang tertinggal bagai onak melebamkan ingatan yang terekam dimemori otakku...
aku tersesat,,
nuraniku memburam pada kesan yang terdalam padamu,
lingkaranmu bagai api ditiap orbitan syairmu
tiap edisi yang singgah penuh tanda ? ?

Yang butuh kejelian hati pada mata prasangka dikaca pembesar
adakah sesuatu ... yang lain... disana...

wahai nafas seraut rona yang...... —

Oleh : Yulia Aulia Anggraeini
Tangerang