Rabu, 05 November 2014
Kumpulan Puisi A.J Bella - CECAH RINDUMU
CECAH RINDUMU
:satu
Malam ini, akan aku lihat
Lelaki di tengah purnama
Menari untuk sepi dan sunyiku.
A.j. Bella
27 Oktober 2014
CECAH RINDUMU
:dua
Dia belum juga hadir
Sampai senja menyapaku lagi
Dalam bisu, aku masih menunggu, menunggu dia menari di tengah purnama.
A.J.Bella
28 Oktober 2014
CECAH RINDUMU
:tiga
Kucari di batas waktu, tak kutemui
Kularung rindu di laut
Semakin aku terpaku;
Mungkin dirimu akan kembali
Dalam wujud dan rupa yang berbeda
Hingga aku lupa mengenali
Siapa aku dan siapa dirimu.
Kumpulan Puisi Zack-Lee Pangeran-badunk Penikmatmasa-pemimpisurga - BIAS RONA SENJA
BIAS RONA SENJA
Serasa tenggelam rasaku sore ini
Bersama setangkup senja
Diantara bias bianglala
Ada yg hilang
Ada yg tenggelam
Menjemput mimpi yg mungkin datang
Inilah siklus waktu
Yg mampu benar benar mengertiku
Disaat harta, elok rupa
Dan kepedihan tak lagi peduli apa itu CINTA
Mungkin mereka terlalu sibuk dengan dunianya
Hingga mereka lupa
Cinta inginkan sesuatu yg berbeda
Dan ternyata!
Hanya WAKTU yg mengerti apa itu cinta
Dan dimana cinta itu berada
Tanpa pernah bosan mendengar
Apa yg diinginkan oleh CINTA
CIKUPA 29 OKTOBER 2014
PENIKMAT MASA
Aku sama sekali tak mengerti apa itu puisi
Diksi, prosa, ataupun sebuah karya yg bernama sastra
Yg aku tau,
Aku hanya mencoba menikmati masa
Yg kadang aku harapkan menjadi indah
Walau yg terjadi sebaliknya
Bagiku itu semua hanyalah bahasa yg mampu diucapkan siapa saja
Namun banyak dari mereka tak pernah menikmatinya,
Karna aksara akan menjadi beda
Pada penafsiran, dan pemikiran berbeda
28 oktober 2014
SKETSA MASA
Aku tenggelam dalam samar sebuah bayang
Tentang esok, yg sama sekali tak tergambar
Semua masih serupa sketsa
Dan aku tak tau bagaimana harus menyempurnakanya
Karna harap Semakin jauh
Membawa mimpi kelangit ketujuh
Mungkin kau yg kuharap sebagai sebuah damba
Lebih suka Jika aku bisa nikmati suasana
Tentang sebuah cerita
Dimana kesabaran bertahta
dan aku bisa berkuasa disana
Cikupa 01 november 2014
WANITA TER'INDAHKU
Kaulah wanita itu
Yg menjelma dalam tiap lena dan sadarku
Kaulah wanita itu
Yg menguasai seluruh rasa juga hatiku
serta kebahagian yg ku temu
Kaulah wanita itu
Pemilik seluruh arti
Yg tak ter'eja dalam abjad yg kaku ku
Kaulah wanita itu
Yg membuatku yakin
Aku masih miliki rasa cintaku
Meski semua terserak laksana debu
Kaulah wanita itu
Wanita ter'indah yg mengerti aku
Bahkan ketika aku mencoba melupakanmu
Cikupa 02 Nov 2014
-------------------------------
Jika aku mampu
Tlah kubunuh cemburu itu untukmu
Sebab aku terlalu rapuh manakala harus berhadapan dengan cemburuku atasmu,
Namun, dengan aku mematikan cemburu itu
Bukankah harus kuhilangkan juga rasa cintaku padamu?
Maaf! Jika begitu
Aku takan pernah mampu,
Karna tanpa mengurangi cintaku
Aku merasa lebih bisa mengerti arti hidupku bersamamu,
Bahkan rasa itu tlah menjadi nyawa bagi kehidupanku
Haruskah kurenggut itu?
Dan apakah kau lebih mengharapkan aku terbujur kaku
Dibanding mengurai bahasaku yg kaku namun itu yg kau tau segala Tentangku ...
LUKAKU LUPAMU
Jika pada suatu ketika aku bisa memaafkanmu
Itu tak berarti aku berharap kau melakukan lagi kesalahan itu
Sebab apapun yg bisa dilakukan olehmu
Itu jg berlaku untuk dirimu dan diriku
Karna ini bukan masalah bagaimana memaafkanmu
Tapi bagaimana kamu mampu memperbaiki itu,
Maaf mungkin bukan sesuatu yg tabu
Tapi kesalahan yg sama itu bukan sesuatu yg kuingin darimu
Jika cinta hanya bisa dimengerti sang waktu
Maka kesalahan hanya bisa diterima dan dimaafkan oleh sang pemilik waktu,
Sementara aku yg kaku
Mungkin bisa membunuh segala karaktermu ketika kau tetap mengulang itu
Grogol 03 november 2014
MERADANG JALANG
Dan akupun kehilangan akal juga pemikiran
Manakala cemburuku yg begitu rupawan
Singgah disisi petang
Aku ingin teriak
Dalam bahasa yg siapapun faham
Aku ingin menjerit
Pada tiap telinga yg tak tuli
Agar kamu mendengar
Agar kamu merasakan
AKU JUGA MASIH PUNYA PERASAAN
CIKUPA 04 NOVEMBER 2014
SAJAK PETANG
Patahkan aku selagi aku miliki sebuah kekuatan
Dan hidupkanlah aku ketika aku menikmati kehidupan
Agar ketika aku patah
Aku masih miliki sebuah keinginan
Untuk meraih sesuatu yg kau campakan
Dan masih bisa merasakan jika yg kunikmati kini dan yg akan datang adalah
KEHIDUPAN
Bukan hanya hidup
Yg SERING kurasa tak memberikan kehidupan
Cikupa 04 november 2014
RESAH JIWAKU
Maaf jika air matamu terlalu banyak yg tercurah karnaku,
Aku tau, banyak hal yg membuatmu merasa indah itu tak lagi milikmu,
Kao boleh beranggapan aku terlalu memaksakan keinginanku,
Tapi!
Atas nama cintaku padamu,
Aku akan menjadi bahagiamu,
Meski aku tak tau harus kubuat dari apa bahagia itu,
Bukankah aku tlah mencoba mengemas lara bersamamu...?
Aku rasa kini aku hanya butuh menunggu, kapan kita nikmati bersama bahagia itu,
Dan bersamamu hingga ahir hidupku.
Cikupa 06 nov 2014 22.36
RIMA KAKU
Mungkin kau bertanya apa yg mampu ku tulis
Atau bahkan menghujat makna dari semua yg kutulis
Maaf !
Aku sama sekali bukanlah penulis
Dan akupun sering berharap mampu menerjemahkan apa yg ku tulis
Namun, semua yg kutulis tak lebih dari abjad mati, diantara rima kata yg terbata
Dan bahkan ketika aku meng'ejanya
Aku hanya bisa memberikan konsonan tanpa vokal disisinya
Dan ketika aku dihadapkan pada tanda seru di belakangnya
Aku kembali pada abjad pertama
Dan AKU hanya titik diantara sejuta koma.
08 november 2014
CIKUPA TANGERANG
LAGU LALU
Genggam tanganku kasihku!
Lalu tatap lekat" kedalam putik mata ini
Benarkah yang kao miliki atasku seputih mata ini?
Andaikan putih mata,
biarkan aku buta dari tatapan duga.
Genggam se'erat mungkin jemari ini cintaku!
Biarkan ia mnjadi lagu atas putih tulangku
Jangan biarkan ada air mata ketika kau menatapku
Meskipun jazad trbujur kaku.
Jangan sekalipun hadir penyesalan.
Skalipun ada yg belum kao ungkapkan
Karna yg kutau!
Cinta susah untuk diungkapkan.
Karna yg kutau!
Cinta sering malu dalam pengucapan
15 november 2008
PADA CINTA
Hari tlah gelap bidadariku!
lepas lelahmu, kejar mimpimu.
Karna diantara mimpi itu ada aku yg tengah mempermainkan rindu.
Rindu pada suasana, yg mngantarkan kita pada bahagia.
Esok mntari mungkin bersinar marilah kita kejar.
Hingga hari berganti senja menuju fajar
Kita rebahkan rasa diranjang cinta
Untuk cita
Dalam sebentuk bahagia
Cikupa 10 nov 2014
PERTANYAAN HATIKU
Aku ingin menuliskan perasaanku
Pada selembar kertas putih bernama HATIMU
Walau kau mungkin merasa ternodai karna itu
Namun salahkah aku
Jika aku tetap mencintaimu,
Mungkin rasa cintaku tak mampu tenangkanmu
Tapi bukankah dengan cintaku kau rasakan bahagiamu
Lantas apa yg kau ingin, yg lebih dari itu?
Kau inginkan aku dan seutuh jiwa ragaku?
Apakah cinta yg sempurna seperti itu
Karna dengan kau berharap dari kesempurnaanku
Kau akan lebih banyak menemui kekurangan pada diriku,
Dan ketika kau temukan itu
Apakah kau bisa menerima semua itu?
Jika tidak!
Kesempurnaan cinta itu
Tak seperti inginmu.
Cikupa 13 nov 2014
KAU DAN KHAYAL MEREKA
Kau pasti mengerti apa itu rasa sakit, cinta, ketulusan, dan kebahagiaan yg kau impikan
Tapi, pernahkah kau merasa menikmati apa yg telah kau dapatkan dari prasaan tersebut?
Dan bahkan ketika kau telah melewati itu semua dalam cerita suka dan duka
Maaf !
Kau terlalu jumawa jika kau merasa kau bisa temukan satu hal yg lebih
Dari yg terlewat dan kau merasakannya
Apakah kau beranggapan ada yg lebih baik dari itu semua
Bukankah itu sama halnya kau berhayal pada suasana?
Sementara apa yg tlah kau nikmati kau anggap sebagai sebuah cerita,
Sedangkan itu semua belum tentu bisa terulang pada masa selanjutnya
INGAT kau hanya butuh RASA untuk menikmatinya
KARNA selama ini kau terlalu berkutat pada khayal yg tak tau kapan bisa menjelma
Cikupa 11 nov 2014
LUKA
Semua masih kurasa sama
Meskipun banyak yg berbeda pada apa yg ada
Mungkin kau beranggapan jika lara yg kupunya suatu ketika akan menghilang dengan sendirinya
Tapi
Ini tentang hati
Ini tentang perasaan sayang
Mungkin sesuatu yg kau tatap benderang
Adalah sesuatu yg nenutupi pandang
Pada luka yg meradang
Karna meskipun kita bisa menatapnya
Itu tak berarti kita mampu merasakanya
Ada kalanya, luka yg menurutmu biasa
Bagi dia dan mereka adalah neraka
Karna dalam kesempurnaanya
Kita miliki kekurangan yg ikutinya
Cikupa 14 november 2014
SIAPA AKU
Siapa aku
Aku adalah pertanyaan
Aku adalah misteri Yg coba disimpulkan
Siapa aku
Aku adalah dirimu ketika merasakan
Dan aku adalah jawaban
Dari tanya Yg belum kau berikan
Siapa aku
Coba kau maknai dirimu
Lantas rangkum itu pada pertanyaan Yg kau lontarkan
Apakah benar aku adalah aku yang kau kenal
Kebumen 12 September 2013
TIARA RASA
Aku hanya punya rasa
Selebihnya adalah cinta sebagai sesuatu yg abstrak namun terasa
Dan ketika engkau bertanya apa yg aku punya untuk membuatmu bahagia
Aku hanya akan menjawab
" aku adalah pemilik rasa "
Meski kau menjatuhkankupun
Aku hanya akan merasakan nya
Tak peduli sakit
Tak kuhiraukan terluka
Sebab !
Aku bangga dengan rasa yg ku punya yg yg tanpa kau sadari
Sering buatmu bahagia
Cikupa 23 nov 2014
BAHASA RASA
Coba kau ajarkan padaku
Sebuah aksara yang berisi titik dan koma
Agar mereka yang memiliki bahasa
Bisa membaca dan mengartikannya
Bukan sebagai sebuah sa'ir
Bukan sebagai sebuah puisi maupun diksi
Tapi lebih kepada sebuah rasa
Yang siapapun bisa merasakannya
Karna apa ...?
Rasa lebih dari bahasa
Dan rasa mampu mengartikan apapun bentuk perasaan
Dan siapapun yang merasakannya
Semua sama
Bahkan pada orang buta tuli dan juga gila
Jujur aku awam
Dan tak pantas dijadikan lawan
Memang aku bodoh
Tapi aku bisa merasakan
Jika bahasa yang sebenarnya
Adalah rasa!
Tak peduli apakah engkau mau jujur mengatakanya
Atau mencoba jujur untuk merasakannya
CIKUPA TANGGERANG 111214
ROMANSA KUSTA
Dan manakala kisah lama itu menjadi belenggu
Mungkin kisah baru tanpa haru telah menunggu
Dalam rupa berbeda
Dalam kisah yang lain tanpa luka
Namun, pernahkah kita berfikir bahwa apa yg ada yang kadang tak ternikmati dalam sia
Mungkin bisa saja sesuatu yang paling sempurna
Yang tak kita temukan pada kisah selanjutnya
Sebab, kita sering terlalu memanjakan cita
Sementara hal terindah yang kita punya
Kita biarkan terlewat begitu saja
10 desember 2014
Kebon jeruk
SAJAK GILAKU
Jika apa yang kumiliki dan kuperbuat tak mampu menghadirkan bahagia padamu
Lantas apa yang bisa membuatmu tahu betapa berartinya dirimu bagiku,
Haruskah
Kuruntuhkan hatimu agar engkau tau betapa rasa sakit itu menyiksaku
Dan bahkan rasa cinta yang setiap saat menghadirkan rindu itu
Berubah menjadi sembilu
Yang setiap detik mengiris waktu hingga tak ada satu detikpun berlalu tanpa merindumu
Cinta itu sakit sayang!
Sama seperti kegilaanku
Dan tak akan beda pada ruh dan nafas yang tau bagaimana sakitnya cinta itu
Cikupa 09 desember 2014
TAK YAKIN
Dan aku tak lebih hanya sebuah arah
Yg sama sekali bukanlah tujuan, meski kau tengah mengarah kesana
Namun
Aku hanya sepenggal kisah
Yg tak pernah mampu buatmu yakin
Jika apapun yg kau ingin
Aku telah berusaha mengubahnya menjadi yakin
Cikupa 8 desember 2014
KISAH KITA PADA MASA
Adakah kau pernah bercerita pada mereka tentang kita ?
Tentang cinta kita yang berkelopak sempurna
Namun ia tumbuh diantara saujana
Dan kerasnya norma
Atau bahkan kau takut untuk mengakui
Bahwasanya cinta kita itu
Berada diambang batas cakrawala
Dan kita terlalu rapuh untuk mengapainya
Ini tentang cinta kita sayang!
Kau boleh menorehkanya pada selembar sutra motif kembang
Atau bahkan pada secarik kertas usang yang terbuang
Karna yang kita butuh bukan bagaimana kita menuliskannya
Namun bagaimana kita bisa menjadikanya kisah ter'indah dalam hidup kita
Seandainya bisa
Bertemanlah dengan bahasa
Agar ketika kita ikut membacanya
Tak ada yang tak terucap
Karna kita tak mampu memaknainya
CIKUPA 131214
KEMBALI
Aku adalah repihan repihan kecil dari kemarin
Yang menjadi kenyataan kini
Dan mungkin terhenti diesok hari
Atau bahkan terwujud nyata pada sosok yang akan datang yang kau temui
Akupun mulai beranjak pulang
Bersama setangkup harap
Yang kemudian kuimpikan mampu menjadi terang bagi bintang harapan diujung hari
Manakala apa yang kita punya
Tak mampu sembunyi dari padaNYA
Dalam kegelapan hati
Dalam noda sepenuh diri
Dan dalam pertanggung jawaban pasti
CIKUPA TANGGERANG 121214
KISAH KITA PADA MASA
Adakah kau pernah bercerita pada mereka tentang kita ?
Tentang cinta kita yang berkelopak sempurna
Namun ia tumbuh diantara saujana
Dan kerasnya norma
Atau bahkan kau takut untuk mengakui
Bahwasanya cinta kita itu
Berada diambang batas cakrawala
Dan kita terlalu rapuh untuk mengapainya
Ini tentang cinta kita sayang!
Kau boleh menorehkanya pada selembar sutra motif kembang
Atau bahkan pada secarik kertas usang yang terbuang
Karna yang kita butuh bukan bagaimana kita menuliskannya
Namun bagaimana kita bisa menjadikanya kisah ter'indah dalam hidup kita
Seandainya bisa
Bertemanlah dengan bahasa
Agar ketika kita ikut membacanya
Tak ada yang tak terucap
Karna kita tak mampu memaknainya
CIKUPA 131214
KEMBALI
Aku adalah repihan repihan kecil dari kemarin
Yang menjadi kenyataan kini
Dan mungkin terhenti diesok hari
Atau bahkan terwujud nyata pada sosok yang akan datang yang kau temui
Akupun mulai beranjak pulang
Bersama setangkup harap
Yang kemudian kuimpikan mampu menjadi terang bagi bintang harapan diujung hari
Manakala apa yang kita punya
Tak mampu sembunyi dari padaNYA
Dalam kegelapan hati
Dalam noda sepenuh diri
Dan dalam pertanggung jawaban pasti
CIKUPA TANGGERANG 121214
AKU
Aku tak tau siapa diriku
Karna KAU menciptakan misteriku
Aku seharusnya memahamiMU
Tapi KAU lebih mengertiku
CIKUPA TANGGERANG 17 desember 2014
RONA CUACA
Aku hanya abjad pertama dari aksara yg kau baca
Selebihnya adalah cerita yang bisa saja menjelma penuh rona pada rasa
Atau bahkan lembaran kenangan dalam luka
Aku adalah warna
Yang mungkin saja hitam
Diantara siluet senja
Tapi kau tak perlu merisaukannya
Karna apapun yang kupunya
Kau tak berhak untuk menentukan apa yang ada sebenarnya
Aku adalah cermin
Jika kau mencerna
Karna apapun yang kau miliki
Aku bisa menampilkan nya
Meskipun palsu dan menipu mata
CIKUPA 18 desember 2014
Cara mencintaku
Aku tak terlalu berharap kau bisa mengerti ku
Tapi setidaknya kau bisa belajar
Bagaimana aku mencintaimu dengan caraku
Satu hal yg mungkin tak pernah terlintas dalam benakmu
Bahwasanya aku tak pernah bisa ungkapkan rasa cintaku
Kedalam sebentuk puja dan rayu
Meski kau tau aku mampu lakukan itu
Lantas, perlukah kau bertanya bagaimana caraku mencintaimu....?
Aku mencintai segala yg ada di dirimu
Bahkan ketika aku sendiri tak tau apakah kau mencintaimu
Karna menurutku, mencintaimu tak harus dengan ungkapan cintamu padaku
Selagi kita sama rasakan indah itu
Di situlah sesungguhnya rasa cintaku dan cintamu menyatu
Bukan karna ungkapan cintaku atau cintamu yg mungkin terkontaminasi palsu
Kebumen 21 Agustus 2013
Senin, 27 Oktober 2014
Kumpulan Puisi A.J. Bella - BELUM HABIS
BELUM HABIS
Kuantar
Pada pagi
Yang menyelimuti sunyi
Menggapai mimpi
Menulis aksara alam
Mengeja aksara kalam
Membaca di setiap tutur kata
Bahasa rindu
Menjadi rangkaian satu;
Kini tubuhku
Tergeletat
Pada jalan yang berdebu
Di ujung
Segala resah
Belum habis
Membungkus
Raga yang teramat lemah
Untuk pagi dan sunyiku
A.j. Bella
Oktober 2014
RASA SAKITMU
Tentang kecewa
Pada janji
Mengguncang bumi
Di belahan istana
Anak kecil masih lapar
Pengemis masih terlunta
Gelandangan dan pelacur
Hanya bersetubuh dengan kata.
Biarkan mereka mati;
Jika aku tidak bisa berbuat banyak untuk mereka.
Rasa sakitmu
Untuk mereka
Hanya ilu
Bukan rasa yang mereka rasakan.
Di belahan istana
Kini kursi telah terisi
Dan janji telah menunggu di gerbang mimpi.
A.J.Bella Sedayu Sukma
Oktober 2014
ONLY TIME AND LONELY WITHOUT YOURSELF
01:23am .......
02:28am ..................
02:33am ...........................
02:33am ..........................................
02:42am ...................................................
02:45am ..........................................
02:50am ............................
02:55am .......
02:58am ..................
03:33am ...........................
03:33am ..........................................
03:42am ...................................................
03:45am ..........................................
03:50am ............................
04:23am .......
04:28am ..................
04:33am ...........................
04:33am ..........................................
04:42am ...................................................
04:45am ..........................................
04:50am ............................
04:55am .......
04:58am ..................
04:33am ...........................
04:33am ..........................................
04:42am ...................................................
04:45am ..........................................
04:50am ............................
A.J.Bella
Oktober 2014
Selasa, 21 Oktober 2014
Kumpulan Tembang kata Rudi Tambuti Sitorus - ANGAN
Didalam angan2 ku menatap kedepan.
Terlintas di pandangan ku sesuatu yang sangat indah dan menawan.
Tapi sungguh sayang keindahan itu terlihat abu-abu.
Tergetar hati ini ingin mencapai kesana, dengan tekat sepenuh hati apapun yang akan terjadi aku harus bisa dan sampai kesana. APAPUN HALANGAN DAN RINTANGAN AKU HARUS KESANA DAN MENGGAPAINYA...!!!
--------------------------------------
Ad yg bertanya apa itu seni, dan mengapa aq tidak pandai melukis, atau kesenian yg lainnya...???
Bagi ku seni itu adalah hasil dari sebuah pemikiran...
Jd, tdk ad satu orang pun yg di dunia ini tidak pandai berseni...
Krn seni ini ad di setiap tetesan darah yang mengalir di dalam tubuh.
Cuma saja, seni ini emang harus sering untuk di latih... ALA BISA, KARENA BIASA...
--------------------------
3 hal yang menjadi alur jalan dan pedoman hidup ku...
1. Lihat kedepan
2. Lihat keatas
3. Lihat kebawah...
Oleh : Rudi Tabuti Sitorus
Tanjungbalai, Sumatera Utara
MENGAPA ADA PERBEDAAN
Mengapa ada perbedaan di kehidupan ini..????
Ada yang putih, dan ada pula yang hitam.
Ada pria dan ad wanita.
Ada suku batak, suku jawa, dan suku2 lainnya.
Ad yang miskin dan ada pula yang kaya.
Ada yang berkuasa dan ada pula rakyat jelata.
Tapi tahukah kita semua, atas perbedaan-perbedaan itulah yang dapat menyatukan kita..
Seperti semboyan negara indonesia tercinta.
BHINEKA TUNGGAL IKA
Berbeda-beda namun tetap satu jua..
------------------------------
Jadikanlah SESUATU itu SESUATU...
Krn, apabila SESUATU itu terhenti, maka SESUATU itu lah yg akan memberikan dorongan untuk maju kembali...
-----------------------------
Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
Pada zaman sekarang, pemuda bukan lagi di tuntut untuk memperjuangkan sumpah pemuda tersebut, melainkan pemuda di tuntut untuk mengisi apa yang telah si perjuangkan oleh para pemuda pada zaman itu..
Salah satu nya adalah melalui SENI..
Salah satu wadah atau tempatnya tak lain adalah RUANG PEKERJA SENI.. tumpahkan lah semua bakat- bakat yang kita miliki.
Sehingga kita dapat ikut berperan dalam mengisi atas lahirnya SUMPAH PEMUDA tersebut.
Oleh : RUDI R. SITORUS
* KEGAGALAN *
Aku pernah berlari untuk mengejar anganku, namun aku terjatuh...
Aku pernah bermimpi menggapai matahari, namun apa daya aku terbangun,....
Aku pernah mengejar pelangi, namun apa mau dikata letak pelangi itu entah dimana....
“Kegagalan memang batu sandungan yang cukup menyakitkan, tapi bukan juga hal yang dapat menghapus keberhasilan"
Jadikan lah kegagalan sebagai tameng untuk kita melangkah maju kedepan, sehingga kesuksesan dimasa yang akan datang berada di genggaman tangan kota.....
Oleh : Rudi Tabuti Sitorus
Tanjungbalai, Sumatera Utara
---------------------
Kalau tuan dan nona hendak pergi
Ketahui lah dulu dimana tempat nya
Kalau tuan dan nona mempunyai jiwa seni
Ruang Pekerja Seni lah wadah nya..
Anak- anak bermain berlari
Jatuh ketanah, tergores lah kakinya
Siapa yang tidak kenal dengan Ruang Pekerja Seni
Ahmed El Hasby lah Presidennya
Anak dara tersipu malu
Tersipu malu karena dirayu
Tuan dan nona, Inilah karyaku
Mana karyamu...???
Oleh : RUDI ROSSANDI SITORUS
REMBULAN MALAM
Sang mentari....
Sembunyi di indah nya pantai
Di halangi oleh tingginya gunung- gunung.
Maka, gelap lah alam semesta ni....
Terbitlah sang rembulan....
Rembulan malam yang sangat menawan..
Pancaran sinar sang rembulan menambah- syahdunya suasana malam...
Angin malam pun terasa menusuk ke rongga yang paling dalam...
Suasana hening tiada lagi terasa mencekam...
Wahai sang rembulan malam...
Akan kah kau tau apa yang saat ini kurasakan???
Semoga kita berjumpa lagi di kesempatan yang mendatang...
By : RUDI ROSSANDI SITORUS
Sabtu, 18 Oktober 2014
Kumpulan Tembang Kata Dede Andriani - KITA DAN IBADAH
apa lagi yg sbnarnya kau tunggu?
apa menunggu waktu?
kenapa?
ada apa denganmu?
apa kau trauma?
apakah bosan?
bagaimana kau bisa meyakinkan seorang insan dgan sikap mu yg tak transparan
apa?
apa yg sbnarnya kau tunggu?
----------------------------------------
hati ini sedang menuju jalan kebaikan
insyallah...
-------------------------------------
kita bahkan tdk tau ap yg akan trjdi di masa dpan kita
masa muda dgn kekonyolan???
udah gk zaman nya lagi deh kayak ny
skarang nie masa nya ank muda yang mnambah ilmu...
bkan nya mnambah malu
skrg nie masa nya anak muda yg bahagiain org tua
bkan nyusahin orang tua
skrg nie masa nya ank muda yg beribadah
bkan ber kilah...
hmm... yukkk lah guys..
mencari amal di masa muda
Allah lebih sayang pada ank muda yg rajin beribadah...
Oleh : Dede Andriani
----------------------------------
senyum tak berarti bahagia
sedih tak berarti duka
sampai kapan hidup mu pnuh dgn sandiwara?
hidup dgn fatamorgana?
Oleh : Dede Andriani
Jumat, 17 Oktober 2014
Kumpulan Tembang Kata Ichal Amri : SKETSA MENDUNG DI LANGIT DUKA
'Boleh kusimpan mendung ini?'
'Untuk apa?'
Untuk meletakkan perasaan-perasaan yang tak punya tujuan.
------------------------------------
kucinta kakimu, karena langkahnya melintasi bumi, menembus angin melewati air, hingga akhirnya: menemukan aku
-----------------------
mari berbincang tentang waktu,
atau usia hujan.
sebab esok dan seterusnya.
aku akan mencintaimu
lebih lama dari mereka.
-------------------------------------------
Telusurilah tubuh rapuhku, kau akan menemukan padang savana,
merdu rerumputan,
juga kincir angin,
dalam bayangan
---------------------------------------------
entah kematianku atau kematianmu
yang datang lebih dulu,
cinta akan tetap hidup setelah itu
---------------------------
Kita adalah kebahagiaan yang Tuhan ciptakan namun tertunda.
Aku begitu ingin mencintaimu dengan sangat-sangat istimewa, Tapi, Tuhan menyederhanakannya.
Percayalah, pada saatnya nanti "kembali" adalah pilihan kita satu-satunya
-----------------------------
Ceritamu yang di bab mana yang tak kusediakan telinga dan pundakku ? Bahkan jika itu cerita tentangmu dan dia, aku hanya bisa tersenyum dan berpura-pura ikut bahagia.
Rindu itu sesederhana ketika kamu menunda makan untuk menunggu kabarku jika aku sudah makan.
^^GAPURA^^
sebuah gapura di ujung jalan ini,
menyimpan kecemasan kita.
Sesuatu akan terlepas, seperti balon yg ditakdirkan untuk pecah
kubayangkan,
Bayanganmu memanjang ke arah gapura.
tempat segalanya pernah tiba,
untuk menjadi tiada.
Oleh : Ichal Amri
Tanjungbalai, Sumatera Utara
Jumat, 03 Oktober 2014
Kumpulan Puisi Selendang Dayu - JEJAK CAMAR
JEJAK CAMAR
Senja kembali perkasa,
cahaya perlahan mengeping sirna,
sementara tangan-tangan malam mulai menjemput,
hapuskan sgala lintas kepakan camar.
Jarak yg bergulir...
mungkin jg terguling,
disela siang dan malam,
yg ikrarkan tak pernah berujung,
....mungkin tak bosan!
....atau memang enggan untk beralasan.
Salahkah jika ingin menatap?
hanya menatap yg tak beratap,
diluar bayang yg menjemukan,
disaat malam yg merejam,....kejam,...
tak lg terukir jejak-jejak sang camar,
yg biasa singgah atau sekedar melintas,
dilintas awal yg tak terlintas,
ditarian atap tak beratap,...
....sang camar tak lg berjejak!
-Selendang Dayu-
JEJAK SIBUNGA SEPATU PUTIH
separuh langkah sibunga sepatu putih,
menapaki jejak-jejak berduri,
walau perih dan letih kedua kaki,
serta mencakar cabik kedalam nurani,
namun sibunga putih,...tetap tak peduli,..!
...ini hanyalah biasan setitik cahaya,
dari tengadah menadah kepada Illaahi,
tolehlah sejenak walau dipandang mimpi,...bahkah benci..!
"cahaya suci datang dari nurani,dalam dekapan ibu sejati,...didalam lindungan sang illaahirrobbi,dari semua onak atau duri"
nurani berisi kasih,
nurani berisi sayang,
yg menjelma menjadi sentausa,
nurani tak berisi cinta,
nurani hanya terbalut cinta,
yang menjelma menjadi luka,
untuk apa menjejak duri,
bila sejati tlah diketahui,
perih dan letih sirna dan pergi,
wahai sibunga sepatu putih,
ini hanya biasan kecil,
dari cahaya yg kau cari,
...maka kembalilah pada nurani yg tetap suci..!
salaam,
-Selendang Dayu-
SURAT SUDAH DILIPAT
Terkata sangka diadudomba,
dari jiwa tak merdeka,
terbuai serakah didalam pongah,
dari manusia menjadi entah,
hati tak lagi menjadi,
naga tak lagi berkata,
sesal menyatu bual,
hasrat jadi pengikat,
hidup menjadi bayang,
tubuh menjadi lumpuh,
bangkai hidup didalam bingkai,
...sebab ikrar hanyalah koar,
malang nasibmu kawan,
sebab surat sudah dilipat!
salaam,
-Selendang Dayu-
- TI-TIK –
Setitik amarah menutup titik,
setitik titik yang tertitik,
titik titik yang menggelitik,
rintik rintik mulai menjentik,
sedetik, tetapkan titik.
salaam,
-Selendang Dayu-
-TITIAN RINDU-
pongahku kepada waktu,
bayang diri tak menjadi tentu,
jengahku kepada hari,
biakkan hasrat yg tak perduli,
ini menjadi duri,
tatkala mata menatap diri,
hatiku janganlah mati,!
janjiku kuikrar kembali,
ditautan mimpi kembali suci,
resah membalut hati,
siksa mengikat diri,
padamu kembali wahai Illaahi,
tak ada tempat berpegang abadi,
kuatkan iman dalam meniti,
tak ingin siksa membungkus diri,
takpun hendak lukai hati,
sujudku satu Illaahi Rabbi,
lewat syair sunyi dalam puisi,
sujudku harap maujudmu,
hanya satu dalam berpadu,
kuatkan iman dalam kalbuku,
hamba yang bersimpuh didalam rindu,
memohon ampunanMu yg Maha kurindu.
salaam,
-Selendang Dayu-
KADANG2 SALAH,HAMBA MOHON PETUNJUK-MU
takbirMu alurkan rindu,
sibakkan 7 dan banyak pintu,
aku yg terjaga,
dari peluh yang berjelaga,
dahagakupun serasa sirna,
dari diri yang pasti kan nista,
hingga kupercik banyak mutiara bahagia,
sebab dunia yg pasti tak syurga,
langkah terbelok arah,
lelah coba gairah,
kupasrah takkan menyerah,
dari hidup yg kadang salah,
slalu mencoba untuk berbenah,
sebab lelah didalam lumrah,
hati yg terlena,
dari nurani yg ter,-dilupa,
dari bius sang durjana,
dari dunia bermata 3,
bangkai yg bergetar,
mencoba berdiri dan bertegar,
Engkau yang Maha Besar!
tumbuhkan diri untuk berpilar,
sembah ampunMu,...Allaaaahuakbar!
salaam,
Selendang Dayu
ANGKA YANG BERUCAP
sudah kuhitung yg tak terhitung,
rupa nyata didepan mata,
telah kusentuh bayang-bayang,
hingga angka tak lagi berkata,
bersama angka teman berkata,
dalam saktinya bercerita,
angka 0 alaskan rupa,
angka 1 tetap menyatu,
angka ke 2 tetap bersama,
angka 3 rupa-nya nyata,
angka 4 mulai bersinar,
angka 5 ingin bahagia,
angka 6 sayang membentang,
angka 7 tersakiti,
angka 8 mulai berdiri,
angka 9 raja dijumlah,
angka 0 tak dapat dihitung
nb.
pencarian angka sembilan:
1+3+5+7=16
=1+6=7
2+4+6+8=20
=2+0=2
jumlahkan kedua hasil penjumlahan=7+2=9
lalu kalikanlah angka 9 dengan jumlah berapapun yg diinginkan,
contoh:2x9=18
=1+8=9 dan seterusnya.
Maka tetap berjumlah 9,
...Maka 9 adalah "RAJA DIJUMLAH"
...slamat mencoba!
salaam berkarya,
By.-Selendan Dayu-
- WAKTU YANG BERLALU –
Aku tak ingin menghitung waktu,
walau bayang kerap menghantu,
sesakkan kalbu yg mulai menjemu,
hanyalah ingin bersisi waktu,
agar hantu tak menjadi batu,
harapan diri tetap bersatu,
dalam sujudku kepadaMu.
air itu,...
pun matahari itu,...
terhempas bayu yang menipu,
kuharap sujud bersisi waktu,
dibatas akhir yg membisu,
dibatas syair yg mengalir,
dibatas akhir yg terlahir,
dibatas akhir yg tak berakhir,
salaam,
-Selendang Dayu-
-TINTA PUTIH-
Ada yg terlipat disurat itu,
hingga kata berbeda makna,
ada yg tak terlihat disitu,
yg tampak tak beralenea,
Kertas putih itu,..!
ku ulang dengan tulisan rapih,
agar jelas smua alenea,
koma,juga tanda baca yang lainnya,
Kertas putih,
alas yang putih
tinta putih,
hati putih,
Membuka sanubari...!
Mula-i janji,
sejati...!
salaam,
- Selendang Dayu -
-DiNAMIKA SELARASNYA DINAMIKA-
diam tak melukai,...
hening dipelukan benin,
mata tak percaya mayapada,
denyut diraga terkata sama,
aku,taklah berpunya,
hamba juga adalah mereka,
aku dia rupanya kita,
dia kita rupanya mereka,
tak bicara,
tak bersuara,
tak ada surga dalam dada,
tak nyanapun segera tiba,
lewati masa-masanya rasa,
dinamika menjadi surga!
salaam selaras,
-Selendang Dayu-
-SELOKA CAWAN BERBATAS MERAH-
gaung seloka dibatas merah,
getarkan cawan-cawan sejarah,
merah tak bergetah,
tumpah lalu punah,
seloka batas berganti jenaka,
dalam rupa tabiatnya manusia,
pandai berkisah halalkan siksa,
dikelebatan bayangan suka,
tak sulit,
tak juga siksa,
jika itu rupa adanya,
jalinlah kata dalam bicara,
tautkan batas yang merupa,
ini juga gaung seloka,
tak ada reka tak pula sandiwara,
batas merah tetap berguna,
tautkan diri dalam saudara,
dunia juga bicara,
dunia nyata dalam rupanya,
dunia didalam cawan manusia,
dunia pun tetap berkata...
aku hanyalah sementara!
salaam selaras,
-Selendang Dayu-
-SELENDANG WARNA-
selendang laras dinamika rupa,
selaras damai berjalin kasih,
berbeda fikir indahnya makna,
direlung kasih dinamika yang meronna bunga,
selaras berjalin selendang jiwa,
dirupa fikir salah bermakna,
selendang laras menjalin warna,
dirupa bunga warna ceria,
selendang laras taklah meluka,
selaras fahami keadaannya...
salaam selaras,
-Selendang Dayu-
- KELANA –
ketika nopember melayang bayang,
pembatas merah akankah kau tiba,
anganan sukma diam beraga,
dalam kepangan atma yang terbelah,
lemah rasa,atma dan raga,...
nopember haru mulai menyaru,
ada pilu,ada juga rindu,
mungkinkah ini pembatas jemu?
tak tau, tapi ku tak ragu,
sekalipun bayang tak pantas semu,
jalan panjang tak menjadi simpang,
disejadah nafas semua kubentang,
smua pialang,juga sang malang,
agar berlari menahtah bintang,
ini hanya dibalik kisi,
kisi bersisi lembaran jati,
awal tertetes,akhir terbelah,
seonggok jiwa dalam kelana,
tak guna tau atau berkata,
kelana jati menjadi dinamika...
salaam selaras,
-Selendang Dayu-
-BUNGANYA BUNGA-
Tak ada bunga yang tak rupa,
Rupa bunga tetaplah indah,
bunga berganti dimakan masa,
bunga gugur penyubur tanah,
walau bunga termakan usia,
rupa dunia hanyalah raga,
akhlak mulia tetap belia,
dalam syurga yang sebenarnya...
-salam selaras,
Selendang Dayu
-2 SISI MENGIRING WAKTU-
menampi yang bisa,
walau hanya yang biasa,
membasuh para naga durjana,
merasuki dalamnya kepala,
hingga sampai kenegri cina,
bintang sejati tetap setia, yang menunggu diatasnya,
gundah gulana teman tertawa,
sebab bersisi riang gembira,
sekalipun waktu yang bergulir,
dengan tetap tak mau tau ......dan khawatir,
nyata indahnya,
indah nyatanya,
didalam dunia tetap berdua,
tetap berdua didalam dunia,
berjalan bersisian,
dari sakit ingatkan sehat,
dari sehat ingatkan sakit,
dari sedih ingatkan senang,
dari senang ingatkan sedih,
tak ada gundah didalam gembira,
tak ada gembira didalam gundah,
takkan ingat ketika lupa,
takkan lupa ketika ingat,
2 sisi tetaplah bersama...
basuh diri dari naga2 durjana,
yang membuat lena tetaplah menyiksa,
hingga selaras bersisian...
kamu-aku,
kita-mereka,
...semua tetaplah bersaudara!
(persembahan kepada Indonesia baru-saudara sebangsa manusia dan setanah air didunia)
-salaam selaras,
Selendang Dayu
CERMIN DIRI
Naga durjana tak sedikitpun sakti,
walau mampu menyembur api,
juga alam atau rajawali yang katanya sakti,
Semua hanyalah cerminan diri,
yang harus mampu kita lewati,
dalam kelana sebagai makhluk insani,
Wahai kelana maknawi!
buat apa menyembur api,
jika ego menyesatkan diri,
apalagi berkata sebagai rajawali,
sebab kita hanyalah makhluk insani,
dalam guliran waktu berbenah diri,
bukan naga sakti ataupun rajawali sakti,
tak ada saling melukai,
apalagi menyakiti,
juga tak ada kebanggaan diri...
salaam dinamika selaras,
-Selendang Dayu-
-SECARIK LUSUH PENJEMPUT RINDU-
malam ini,...
hanya bait yang kubisa,
demi masa sudahi luka,
dengan sedikit getir yang khawatir,
sebisanya bisa dari yang ku bisa,
teruntuk mawar dibatas merah,
tentang sedih gugurnya bunga...
gugur bunga usahlah luka,
gugur bunga tegarkan sukma,
gugur bunga lengkapi diri,
gugur bunga kuatkan mimpi,
gugur bunga kuatkan hati,...
gugur bunga bangkitkan diri,...
...sebab....
gugur bunga,....
kembalinya ketaman hati!
...dahulu kutitip secarik lusuh,
bila ingin menjemput rindu,
panjatkan doa secarik lusuh,
bertemulah bunga ditaman hati,
duhai bunga janganlah bersedih!
tautlah hati pada Illaahi,
jika rindu bunga dihati,
songsonglah bunga didalam diri,
yang mengendara lalukan mimpi...
(teruntukmu sobat diujung bayang)
-salaam,
Selendang Dayu
" D I A "
Dia pernah ada,...!
didalam rentang panjang yang gulita,
bermata merah penuh amarah,
berbatang tubuh yang penuh luka,
bak singa raja dimata,
tak perduli penguasa ataupun dewa...
Membabi buta...!
gila!...meng-hina...!
tumbuh bersama fatwa kecewa...
menghinakan suri juga tauladan,
...diatas udara yang tak bersaudara...
...kini senja mulai meminang,
usai cerita singa belantan,
merah berganti berwarna tanah,
tak kuasa,lagi mendewa,
tubuh yang luka tandakan hina,
rupa kecewa rupanya makna,
raja dimata berjejak sesal,
membabi buta tinggallah meraba,
mencoba rajut rias tauladan,
nikmati udara satu yang bersaudara!
dalam nista tak berdayanya...
...sebab Dia telah tiada...!
-salaam selaras,
Selendang Dayu
"AKU" YANG MEMBATU
Hening,..!
Bening,....menyimpuh...!
satu...!
....yang berkisah dibalik kisah,
tentang jiwa2 tak lagi melemah...
pudar...
menyirna...
jiwa-jiwa setadi lemah,
sukma yang terbelah mulai berpadu...
ada rindu,
ada suka,
dirasa bahagia yang kian meraga...
Alhamdulillaahiwasyukurillaah...!
....Namun,...berkisah pula setelahnya!
rumput bergoyang menjadi batu,
dirasa tegak menggagah langit,
dalam jubahnya naif bertegak,
dirasa buih kuasai samudra,
embun tertutup ke-Aku-an,
menjadi batu yang menipu...
...apakah diri akan tertipu...?
haha...tertipu diri yang meng-AKU,
-salaam selaras,
Selendang Dayu
DOGMA DOGMA SENGSARA
Diwajah pertiwi
Pemuda masih ketawa ketiwi
Menari sesuka hati
Bercanda sampai lupa diri
Akhirnya mereka mati
Di telanjangi di negeri sendiri
Negeri kaya
Tapi rakyatnya tak percaya
Korupsi lebih baik binasa
Dari pada janji
Tak pernah terbukti
Sampai ajal menggrogoti
Dogma negeri kaya
Membuat anak lupa
Malas menimba harta
Meminta dan meminta
Oh....bangsa
Dimana akhir cerita
Anak cucu pemuda
semakin sengsara
Kini hanya mimpi
Untuk mensyukuri nikmat Illahi
Pasrah tapi takan menyerah
Negeri kaya akan terus ada dalam dada
Sampai pemuda menaklukan dunia.
Den Bagus Lucas Atmadja
Kolong Kata_28 Oktober 2014
-DIAM BERKELAM-
Berjuta bait dalam diam,
kau suguh berkemasan pilu,
...dalam diammu....
direntang jala,arung lautmu,
kau patri mati sendiri bungkammu...
Haru dipercintaanmu,
dalam hidup sesalkan rindu,
Hidup laju taklah bayangan,
masa silam eratkan pegangan,
jika silam jadi anganan,
akhirnya mimpi sirnakan zaman,
Duhai hati yang mengharu,
didalam jiwa yang mengelu,
usah sesal rindu yang lalu,
mata nyata hidup melaju,
usah mengharu dalam bungkammu,
nyanyikan tembang terangnya malam...
mari beriang akhirkan zaman...!
-salaam,
Selendang Dayu
- Rindu Menjadi Layu –
Ini hanya setitik gugah,
wahai insan yang menahan rindu,
mengapa raga jadi penahan rasa,
jika rindu ingin bertemu,
usah sakiti mata dan juga sukma,
mata menyembab sukma tercecah,
terhadang gengsi,pun takut yang meraga,
tak menyalah jika hati kau buat gembira,
...ucapkan sapa dengan aksara,
dia hanya menunggu kata...
bukan bungkaman dalam cerita,
bukan tarian didalam sukma...
....Tegas sedih dimata itu...
....terlihat rindu dari matamu!
bendera putih....buanglah jauh...!
tak ada gengsi... yang senangkan hati...
(buat juara penahan rindu)
-salaam selaras,
Selendang Dayu
- IRAMANYA ALAM SEMESTA Dan JAGAT RAYA –
Hari ini laut tak sbebiru biasanya,
mungkin karna angin yang menguak laut, membuncahkan seluruh isinya hingga keruh,
juga mengencangkan dinding2 langit yang mulai merasa dalam gigil dan jenuhnya,
disaluran2 serta jalanan yang terhadang,
hingga lemah melambat,
mungkin disinilah letak perannya api sejati yang menghangatkan dalam suamnya yang memang nikmat,
juga cahaya yang bukan bias dari api,namun sejatinya kebenaran,...
....sejatinya sumber pengetahuan,dari api,air,angin juga tanahnya yang menopang air...
agar semua kembali selaras dalam penyatuan dan kesuburannya...
-salam selaras,
Selendang Dayu
TAK BERSAMA DUNIA
Apa cerita dunia hari ini?
seharian aku tak bersama mata,
tak juga bersama telinga,
seharian penuh,aku hanyut didalam air,
hanya sesekali menyembul,
namun angin telah lama pula menunggu,
seketika ia langsung membalutku,melelapkanku,
dengan belaian2 syurgawinya,...
terkadang aku merasa nyaman...!
karna tak tau dunia...
Aku tak tau cerita dunia hari ini!
karna aku tak bersama mata,...
aku tak bersama telinga,... sedang rasa dalam kembara,
....mengembara dalam dimensi yang hampa,
....tak bernyawa!
aku tak lupa..!
tapi aku tak tau dunia hari ini...
sebab nyaman diruang hampa..!
...
nyawa hanya sebuah cerita,
cerita dunia menuju syurga...
kembara indah berkah Yang Maha Kuasa,
jangan pernah berputus asa,
ini hanya kelana maya,
ketika terbuai nikmat dalam pelukanNYA...!
-salaam,
Selendang Dayu
- HITAM KOPI SELENDANG DAYU –
Kembali kureguk nikmat kopi hitam-ku,
bersandar dipinggiran trotoar lusuh,
trotoar lusuh tepian laut...
...penuh dengan sunyi,
bising-ku hanyalah damai...
yaa....setidaknya cawan2 merah itu mulai menjauh...
hanyut sendiri dibahteranya.
bahtera merah yang siratkan darah,
sebab dayung yang me-merah bara...
Maaf tuan!
maafkan pula puan...!
aku pelayan tuan dan puan...!
biar aku rehat sejenak !
biar kujemput matahariku,
biarkan kujaga cawan yang putih,
agar embun tetap mengisi,
...agar waktu tak lagi membunuh,
...Aku,....
ditepiku....
pinggiran trotoar dan kopi hitamku...!
salaam damai selaras,
-Selendang Dayu-
Kumpulan Puisi Yusaku Kudo - PEJUANG CINTA
KUPILIH DIRINYA (Y) KARNA DIRIMU (S)
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Kemana dan dimana..
Ku mencari sebidang pundak ku bersandar
Ku menagis dalam kesendirian
Album biru di tanganku
Penuh dgan kenangan,berdebu dan usang.
Bidukku kian mengundang
Namun,tetes rintik di atapku membasahi peraduan senja yang tertinggal olehmu.
Daengarlah ayah..
Degarlah!!
Bahagiakah engkau disana dgan deritaku dan ibuku?
Engkau tinggalkan.
Ku mencarimu!!!menantimu
hadirmu..
Masa itu ku nanti,di saat bibirmu bicara..
Inikah anakku?.
Maafku meninggalkanmu..
Lihatlah..disana ayah
Anak2 yang bahagia dgan ayahnya
Hari yang berganti..
Semakin rindu aku padamu
Tanpa sekatapun ku degar suaramu
Dari lahirku kau meninggalkanku
Kini...
Mengutus sang malaikat
Dirinya
Sosoknyaa
Penawar kerinduanku..
Ayah
Aku tau kasih sayangnya,aku kenal dirinya..
Kuharap hadirnya tanpa hadirmu
Maaf bilaku memilih dirinya..
Kupilih dia karna dirimu
SUARA..
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Masih sendiri..
Dalam merenungi hari yang kian berganti
Masih tanpamu..selalu tanpamu.
Meraih bintang tangan ini tak sampai..bulan di sudut malam menemaniku
Disini..
Dan masih tanpa dirimu!
Disini..dibumi ini tempatku berpijak
Kumerenung menagis menyimpan sejuta kenang tentangmu.
Suara....
Apakah masih ku dengar?
Suara...
Bisakah engkau mendengarku?
Apa kabar kekasihku
Esok hari yang ku songsong
Akankah dia masih bersamaku?
Dihatinya ku menunggu dan masih bertahan.
Suara..
Panggillah dia untukku
Suara..
Bisikkan aku disini dan masih bertahan..
PEJUANG CINTA!!!!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Dalam memburu cinta
Hai kawan..
Jaganlah cuma bermain kata-kata
Semua percuma..
Pecuma tiada akan bermakna
Jika dirimu di sini berdiam diri
Ini saatnya kawan dikau
Menemukan dan mendapatkan
Wanitamu...bidadarimu
Ini kawan...
Masa dimana saatnya katakan cinta
Duduk bukan sifat pejuang cinta.
Jangan di tunggu.
Jagan terlalu lama
Dan jangan lama-lama
Katakanlah...
Wahai pejuang ucapkanlah
apa!..siapa dirimu yang sesungguhnya
Jangan terlalu lama..
Memendam cinta sakit di jiwa
Lepaskan...
Busur itu bukan untuk di kenang
Panah itu bukan untuk menyakiti
Panah cinta musti kau lepas
Padanya...hatinya
Bagian itulah yang kamu perlukan
Pejuang cinta
Masihkan engkau berdiam..?
Memainkan sandiwara kata?
Gombal...!!!
AKU DAN AYAH !!!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Engkaulah do'a di setiap nafasku
menjagaku didalm hidupku
Mengajrkan diriku
Selalu..jadi yang terbaik
Inginmu
Engkau tak merasakan pegal dlam bahumu.
Tak merasa lelah untukku
Sebagai topangan hidup anakmu
Memberikanku kebahagian
Yang terindah bagiku
Ayah..
Diriku ini hanya memanggilmu..
Ayah..!!!
Disaat gelap datang
Disaat ku kehilangan arah pulang
Diriku hanya mengingat dirimu..
Ayah..!!!
Di saat diriku sudah jauh darimu
Jauh dari dekapmu
Dan jagamu..
Bahagiaku kadang deritamu
Ku ingat jasamu ayah
Budi baktiku padamu
Tak ku buat diirmu kecewa
Aku hanya memanggilmu..
Ayah!!!
Bila diriku rindu..
Bila aku terbuntu..
Aku hanya mengingatmu..
Ayah.!!!
Di kala mata ini mulai menutup
Ku ingin hadirmu di mimpiku!!
SABDA DALAM DO'A DAN NAMA
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Tahta tiada dalam rasa cinta
Rindu...
akan memanggilmu kembali
Dalam setiap jiwa,
sesungguhnyatelah bersumpah
Setiaku hanya padamu
Bilakah adanya cinta dalam jiwa
Harum wewangian alam semesta puspa nestapa!
Segala gundah nan di rasa
Hanyah dia
Hanya dirinya
Kukan memuja sungguh kepadanya.
Sesaat ketika cinta itu memanggilmu
Dia..
Mempertemukanmu..
Cinta telah memanggil..
Hangatkan nafasku
Cinta telah memanggil..
Tersandungnya kerinduan
Rindu...rindu..padamu
Rindu...rindu..suaramu
Kupanggil namamu dalam sabda do'a ku
Melayang di langitmu
Mengepak sayap malaikat
Seakan tenggelap dalam lautan kasih dan cintamu
Namamu dalam sabda do'aku
Kalbu yang dlam rindu
Meleburkan rasa,asa jadi satu
Tarian bidadari teriring syahdunya
Sabda dalam do'a
Rindu...rindu..
Rindu namamu dan dirimu
BERSAMA DALAM CINTA
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Dalam separuh langkah saat ini
Membawa malangnya jiwa
Bagaikan keringnya ketandusan dunia.
Tersaksinya,
Hidupku tiada cinta
Ku kehilangan,arah tumpuan
Mencari hati akan cinta ini
Sampai ku menemukan kasih sejati
Jalan ini begitu panjang
Walau tanpa letihku
Ku menantimu, mencarimu
Sosok seorng pemberi cinta.
Kini...
Ku menemukan dirimu
Disaat langkah ini mulai rapuh
Di saat keputus asaan merajamku
Rasa lelah..
Kebosanan
Menunggu segenggap cinta darimu
Dan..
Ku sudah bersama
Tak kulepas..merangkul jiwa yang hampir mati
Hingga masa itu datang
Padaku...
Padamu...
Kita bersama untuk selamanya..
MENGAPA…!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Mengapaa?
Hari ini begitu mendung
Dimanakah matahari yang bersembunyi
Mengapaa?
Ada bintang dan bulan di siang hari
Memberi pertanda yang sngat tak ku duga.
Mengapaa?
Angin bernyanyi,menggetarkan hati ini
Suara siapa di jujung sana yang membuatku tak bisa tertidur
Kenapa dan mengapa hati ini bergetar?
Kedatangan siapakah yang ku tunggu
Tarian dedaunan mengajakku
Membisikkan nada nada suara
Mengapaa?
Riak tiu sama derasnya debaran ombak di dadaku. Mengatakan bahwa ada seseorng yang akan menghampiriku
Mengapaa?
Jarak ini sangat amat jauh
Sehingga begitu susahku menggapainya
Mengapaaa?
Dan mengapaa?.
BIDADARI KERINDUAN !
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
merenung sang anak
Dalam gelapnya tertatih di kelamnya kabut.
Tiada menyangka begini akhir dari cerita..
Dirimu yang menjadi bintang
Kini tertutup awan mendung di ujung mata.
Engkau yang jdi inspirasiku
Kini tertunduk membelakangiku..
Tanpa melihatku
Tanpa mendengarku
Kupanggil dirimu dalam mimpiku
Dalam peraduan sepi
Sebelum lelap kantukku mengajakku
Foto potretmu ku peluk..
Kubisikkan nama kiranya kau hadir
Kubawa bersama lelapku di kepiluan.
Kemana..? Entah dimana
Siapa dan pada siapa ku bertanya
Malaikat enggan memberi jawab
Pada anak pesakitan
Nina bobo ohh nina bobo
Buaian balada anak kecil
Mencoba menghibur diri..
Namun,tiada luput dr ingat dan bayang wajahmu,getar suaramu
Hilang di tiup angin penari
Tak kutau kabarmu!
Tak kudegar tentangmu!
Lagi..dan kembali
Do'aku masih bersamamu..
Renunganku kian dalam,jauh melayang
Seakan kerinduan hati menggrogoti sekujur tubuh
Derai hujan di bantalku
Bersama lelapnya tidurku
Berharap ku bangun esok hari
Engkau duduk di sampingku!
Dirimu!!
Takkan hilang di hatiku.
KASIHKU DAN SAHABATKU !
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Menyesal...
Ya..rasa sesal ku kembali
Di kota mati jiwa yang mati
Mati akan rasa, cinta,kasih
Penuh airmata.
Kenyataan itu pahit..
Kutanam kasih untukmu
Kusemai pedihnya luka hati
kau dustai kesetiaan yang ku titip padamu..
Bukankah sumpah telah kau lontar?!
Bukankah janji sudah kau ikatkan?!
Yang kau ucap dari bibirmu
Menunggu ku kembali
Sungguh syang dirimu berdusta
Engkau yang ku cintai
Terlena dibuai dlam pelukan sahabatku.
Kasih..?
Untuk apaa diriku kembali?
hanya untuk sbuah luka pilu
Menyaksikanmu di pelukan orng lain.
Mencumbu bulan dlam tubuhmu
Kini ku kembali
Kubawa luka bersama air mata
Kota ini takkan ku kenang lagii
Diri ini bagai sebtang pohon mati
Rapuh..hancur jatuh kebumi
Dgan kekejaman cintanya.
Sesal..
MENUNGGU !!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Bidadariku..
Lagu ini ku dendangkan
Syahdu suara..
Gemulai tarian gelombag
Penghapus rindu yang hening di kesunyian..merelakanku pergi
Pupuskan keraguan dalam hati
Walau pulau memisah waktu lamaku untuk bersua
Kasih...kujauh di seberang
Yakinlah dan yainkan setiaku padamu
Kutanam berjuta kesetiaan..
Jagan pernah menyiram debu di kesorean.
Kasihku bukan tuk di tangisi
Simpanlah airmatamu
Untuk pertemuan di ujung waktu
Bidadariku..
Di sana kau menanti untukku
Kau tau ku slalu rindu
Suatu saat,masa pasti kembali
Untukmu slamanya
Hari hari yang ku lalui
Gelisah ku rindu
Trus...dan terus ku menunggu
Menunggumu
Untukku...
KUTITIP PERTIWIKU !!!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Ku titip pertiwiku
Sejenak ku melangkah
Membawa lantunan syair kehidupan
Balada-balada ke egoisan
Kemunafikan..
Kini...
Wahay saudara muda
Banggakah kamu melihat pertiwimu
Kehancuran oleh tanganmu
Amanah...
Dan titipan itu
Akankah kau abaikan
Atau hanya tinggal titipan.?
Ku titip pertiwiku
Yang menggawangi indahnya hidupku
Olehmu dan di tanganmu
ku sematkan amanahku..
Air mata sudah cukup terlihat
Olehku dri sedihnya pertiwiku..
Pertiwiku..
Hiduplah seribu tahun..
Untuk anak cucuku!
MURKAMU PERTIWIKU !!!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Kembali..
Langit di bumi pertiwiku
Berduka..
Sedihh..
Tangisan pertiwi begitu menyesakkan..
Awan mengepul menutupi belahan pertiwiku..
Kobaran amarah naga merah
Meluluh lantahkan..menyelimuti tanah darahku..
Apakah ini hukuman?.
Karma?
Buat kami hambamu yang tidak ingat padamu?
Letusan gegunungan....
kekeringan yang berkepanjangan..
Banjir yang seakan menghapus dosa2 ummatmu..
Kembali....dan kembali
Engkau beri ujian kehidupan
Demi kesadaran para insan ciptamu
Tapi..apakah kami bersyukur?
Ampuni kami
Jiwa jiwa yang salah
Jgan hukum kami dengan tetesan air mata.
Karna sesunggunya ke khufuran kami
Murkamu yang maha dahsyat
Sdah cukup air mata di pertiwiku.
Padamu..
Tak kuasanya kami
Murkamu di pertiwiku
Pintaku dan mohonku..
TANGISAN LILIN
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Engkau bulan purnama
Diri ini mengumbara dalam belantara kasih
Beri sinar dalam langkahku
Juahkan kekeliruan dalam jalanku
Purnamaa
Cukup jelasku memandang
Besar karunia padamu
Ku ibarat bintang kecil terselimuti awan kelam dlam pekatnya malam.
Umpama Tangisan lilin
Yang membakar jasad sendiri
Menyulut jalanan berduri..
Dan akhirnya ku hancur sendiri
Jadi abu yang tiada arti
Oleh rindu
Degan seberkas cahayamu
Kau datang memberi terang di hidupku
Hingga ku mampu menantang,
Menghapi dunia
Ohkkkk..bulan purnama
Beri terangmu,jagan pergi,
Pergi meninggalkanku sediri
menyusuri liku-liku jalan ini
syahdu kasihmu,..
naungan persinggahanku
Pigur dan sosokmu
jadikan semangat dlam hidupku
Pancaran sinarmu
Kenyamanan jiwaku..
Sinaran abadi...
Sinaran kasihmu..
#(tentang sosok pigur ayaah)
RINDU YANG BERHARAP
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Duduk bersila pinggiran senja Tiada terasa gelap pun jatuh diujung malam
menuju taman embun yang dingin. sang matahari pergi mencipta sepi.
Meninggalkan sejuta kenang di masamu
Kini..
Hari hariku yang dulu bersamu
Pergi disapu riaknya gelombang di pantai
Pupus oleh awan berarak,meninggalkan bekas rindu,harap padamu
Dan kini..
Tiada lagi kesempataNku bersamamu
Dalm menemaniku di ujung usiaku
Dingin malam memelukku
Sunyi,bulan enggan memberi sinar
Dalam ayunan langkahku
Sesekali mengagetkan tubuh yang rapuh.
Malam kian menjauh..
Larut...kian larut
Namun,kumasih disini menunggumu
LAMBAIAN TANGAN SAHABAT !
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Dalam untai kembang serumpun
Ku pahat suatu nama,takkan terpisah..
Namun,takdirku berkata..
Untai kata ku lepas!
Mengurai air mata ke ihklasan
Di tuntun kerinduan ku antar dirimu kembali!
Ku pasti merindu!
Sedih!!!?
Iyaa...sedih
perpisahan!?
Smua insan pasti merasakan.
Slamat jalan truntuk bagimu
Karibku..
Ku kenang dikau walau tiada lg bersama.
Lembayung mengiris!
Sepio menyisir urai ujung di rambutku.
Lambai tangan seorng karib
Mengiris kalbu dalam kepergianmu
Tak kuasa,menahan hujan bercucur
Sekian lama dalm kebersamaan,
Dirimu kini jauh di sana.
Karib..
Bersamamu ku tuntun do'a
Bahagia,..sesampai bahteramu di sana.
Tak lupa..dan takkan ku lupa
Mengenangmu,bulan kan sempurna
Bersamamu,alam bercerita
Sahabat karibku!
Suratmu
Disini ku tunggu!!
DEMI MASA…!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Demi masa...
Aku bukan budakmu
Tubuhku bukan tempatmu memuja
Tubuhku bukan untuk kau siksa,
Dera..
Sesungguhnya..
Jiwa,hatiku sakit
Demi masa..
Kau gelar keserakahan
Kau iming-iming kesenangan
Membaringkan tilam nafsu dunia
Demi kepuasan,kau korbankan
Jiwa jiwa suci
Jalan yang kau bawa, menapaki jejak ke maksiatan.
Jauh dari kesadaran.
Menyambangi jiwa jiwa setan.
Murkaa!!!
Demi masa...
Aku bukan budakmu
Yang hidup di bawah ke fakiran dan ke khafiranmu.
Demi masa...
Sesungguhnya untuk kau bertaubat
Datang padaNYA
Mohonkan ampunnya..
HUJAN DAN RINDU !!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Hujan turun,
basahi jengkal tubuhku.
Temani sepi kesendirian
Rindu yang menggundah.
Ku panggil dalm pilu tak bersuara
Ku Ingatmu dan
semua kenaNgmu
Seperti mimpi..sekilas kau menghilang..
Kini...
Ku jalani hidup dlam kesendirian
Ayah...
Andai waktu berganti..
Jgan kau pergii tinggalkanku,
Pintaku pada tuhanku.
Sekrang dan lusa,
Hanya ku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
Tiada lagi cerita,
Sepi yang ku landa tanpamu.
Hujan ini,
Derai di mataku
Detak ini,
Suara jantungku..
Memanggilmu...
AYAH !!!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Dulu...
Begitu besar satu harapmu
Hadirku di duniamu..
Dulu...
Tangisku kau nanti di rumahmu
Dalm pangkuanmu kau buai
Tubuh kecil mungil lemah.
Ini anakku!
Sabdamu...
Tiada ku mengenal
Tiadaku merasa..
Begitu cepat waktumu bagiku.
Kau tinggal..
Bayi kecil lemah menangis..
Kegamangan tanpamu..
Ayah di hari hariku...
Belum puasku..dirimu
Ku panggil "Ayah".
Saat kau pergi
Pergii selamanya.!!
Ayah...
CELOTEHKU !
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Senja adalh luka...
Indah,begitu menghanyutkan
Namun,sesaat..
Hilang,redup meninggalkan kerinduan...
Menjemput malam membuai mimpi mimpi duniawi..
Wahay insan merana
Lelapkan tidurmu dalm mimpi indahmu..
Esok fajar akan mengajakmu
Becanda bersama dunia
Menjajak ketidak adilan hidup.
Pada siapa bepegang,ku tak tau.
Ahkkkkk.....terasa hambar.
Ada rasa bila tiada cinta.
Ada cinta bila tiada rasa.
Bilakah,
Ku berhenti bermimPi?..
Ahkkkkkkkkk
Adilkah bagiku?..
Miris hatiku!
Dalm celoteh kehidupan..
________and_______
CINTA YANG HILANG !!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Jendela di kesunyian malam
Enggan tertutup melarutkanku dlm lamunan mimpi semalam.
Melihatmu,mempertontonkan kemesraan,cumbuan cinta semusim.
Ku terbantinG..
Ku gundah...
Pada siapa..? Dengan siapa kamu semalam.
Rintik gemerlam bintang.
Kau tabur benih ke sengsaraan,
Kecemburuan..
Dan kemarahan..
Ketakutan asramaku menghilang.
Ditelan gelapnya malam,reruntuhan hancurnya kesetiaan.
Mimpipun pulang..
Bersama cinta yang telah hilang!!
KEMBALIKAN TUHAN
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Tuhan...
Tunjuki jalanmu..
Dalam cinta,hidup dan bahagia
Dalam kesendirian..
Ku tak kuasa begitu ku tak sanggup
Coba,dera kerinduan..
Menggoda jiwa tuk menangis..
Kasih yang kau beri...
Cinta yang kau suguhi..
Kini...pergi ntah dimana.
Sungguh dia yang ku cinta.
Sungguh dia yang ku sayang.
Dalam hidup bagiku ber arti.
Ku memohon..
Meminta..hanya padamu.
Kembalikan padaku..
Kembalikan padaku..
Dalam keutuhan kasihnya.
Tuhan..
Tunjukkan rimba ku bertemu
Tunjukkan jalan dimana ku mengikuti
Relakanku bahagia
Relakanku bersamanya.
Walau semenit,namun itulah bahagiaku..
Pulangkan!
Kembalikan!
Olehmu dia padaku!..
CINTA, RINDU DAN RAHASIA
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Insan...dunia
Pernahkan dikau bermimpi?
Seketika untuk di tempatku?
Dlam keberadaanku?..
Membayangkan pahit sbuah rindu.
Ntah siapa yang tahu..
Mungkin tuhan...
Mungkin juga dirimu!
Mungkin...
Jua kau merasakan..
Hidup yang di tinggal rindu.
Tak mampu ku terpa,
Tiada naluri...
Tiada pertimbangan.
Hening malam membangunkan.
Jiawa menguatkan
Dalam kepayahan.
Andai jujur kau pahami
Rasa ini...
Hati ini...
Adalah dirimu.
Dan tiadaku menjauhi.
Jalananku masih panjang
Membawakan peran hidup tuk di pandang.
Ku putuskan..
Barbagi...
Dan tak memberi..
Untuk rahasia..
Slama hidup dalam cinta..
Kekuasaanku tak mampu,
Menghalangnya..
Cinta bertulangkan dusta..
Kawan..
Kisah ini masih panjang..
Rahasia dunia..
Menghujatku!...
Berat...
Insan...dunia
Pernahkah dikau mimpikan?
Banyak cerita cinta
Namun palsu...
SERMILA...
By:A.M Rizal ASril(yusaku kudo)
Ku terima selebaran cintamu.
Undangan di pestamu.
Yang kau tulis berwarna merah.
bersama kata terakhirmu!
"Jangan harapkan diriku"
Hancur bersama derai hujan
Di ujung mataku!
SHERMILAAAAAAA!!!!
Tiada kumenduga!
Akhir cintaku redup bersama
Senja di langit
Angin termurung dalm kelam cinta.
Taburan bintang..
Melebihi kasih di hati
Kita lalui di bawah kaki langit
Cibir dan caci dunia
Mereka cemburu.
Namun,berakhir bersama undanganmu.
Pasir membentang luas
Melebihi kenangan sayang
Melupakan! Tak semudah itu.
Siiksa dlam batin..
Merana..
Shermila kau putus cintaku
Dlm sebuah tinta merah!
HAROK MANIH MADU !
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Den tanam bungo cinto
Tlah den samai rindu malam nan sunyi.
Den tintang rusuahnyo hati,
Dek nyanyian rindu.
adakah bilo namuah paduli?
Dari hati tlah tumbuah bungo cinto
Layua dek cahyo mentari pagi
Usahlah diak!
Usahlah mungkia jo janji
Denai ka tetap surang diri!
Sayang!
Dek harok jo palarai rindu
Bak cando luko nan di baluik bidadari.
Tapi apo?..
Padiahnyo luko cando sambilu
Bansaik,ka taserok badan derita cinto.
Den baharok manih jo manih nyo madu.
Manga racun cinto ka dapek.
Racun cinto ka denai minum.
Kejam adiak!
Kejam!
SELAGI KAU SETIA
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Kasih..
Melupakan masalalu itu sulit.
Memulai hidup baru dganmu
Dambaan smua insan,sepertiku
Selagi setia,ku cukup setia
Berusaha memahamimu
Ku mencoba..ku setia selagi kau tak berpura..
Sepenuh hati dalm raga janjiku
Dirimu takkan ku persiakan.
Lautan tak bertepi,
Gunung yang tinggi,
Cinta yang tulus sebenarnya.
Beri manusia putus asa..ku tak merana!
satu pintaku! Kasih
Jgan lg mengulang,
Ceritakan masa Lalumu itu
Tak mau ku dengar.
Karna,ku juga pernah melalui,
Bermain cinta di kecewa.
Bilakah kuturut rasa itu.
Rusak hidupku!
Mulakan hidup baru dgnku
Cinta dan mimpi yang baru
Janjiku separuh jiwaku
Dikau tak ku persia
Percayalah kasih!!
AKHIR DESEMBER !
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Akhir Desember..
Memahat cinta,dalam keHeningan
Bisikan Angin menjadi
Saksi kerahasiaan cinta..
Di Atas Masa dan Rasa,
Dalam amukan Laut Kidung.
Ku bermunajat atasmu..
Kemurungan..
BerWajah Murung.
Mengikat Kealfaan Malam,
Bak senandung laut luas..
Menelanku di bumi tuhanku
Menaburiku Bebauan
Bunga Mawar.
Akhir Desember
Menjadi Kerinduan akhir
Sebelum ku temukan kembali
Dirmu di jantung hatiku!
Perjuanganku..
Pertemuanku..
Disana!.
Asamaraku berakhir
Padamu..
Di hujung rinduku!..
KE ALFAAN MALAM.
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Dearai rintik..
Gemersing nyiiur terpaan angin sepoi malm..
Kesunyian..menemani kepakuanku
Sosok yang ku damba!!
Menjelmalah pada rintik malm ini.
Mengisi kekosongan..
Gelatik yang mengenang diam-diam,pada tangkai camar.
Menidurkan,gelap dri cahaya bulan.
Sosok yang ku damba!
ku masih terduduk manis
Di saat senja menggodaku dari peraduan..
Mengiintip malaikat malm..
Menyuruhku beranjak..
Namun,diamku untuk mengeNangmu..
Disini..
Hatiku..
Dan senja dunia..
Ngiang suaramu dikala itu..
Seakan bercanda dalm otakku..
Nyanyian,tawamu..
Mengajak jantungku menari bersamamu.
Bersamamu..ku titip rindu di awan merah merona..
Kennangaku!
Ada jeda,dalam rindu.
Yang sengaja aku lupakan kehamgataNnya..
Esok masih kembali!..
KASIH DI HUJUNG RINDU
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Degup jantung menyeruku
Dalam kejauhan deganmu
Kekuasaan menunggku tiadaku mampu.
Rasanya ini semakiin menderuku.
Ke bosanan kah dirimu padaku!
Apakah waktumu yang kian jemu?
Adakah namaku di benakmu?
Yang seperti namamu ku tulis
Dalam hatiku.
Telah membelengguku
Desis meNcumbuku..
Kian merayu..
Memeluk mengikat jiwaku..
Dalam penghujung rinduku.
Kasih...
Kemana dulu layar yang sudah kau kibarkan?
Tiadakah kau tau sirpihan di hati..
Suatu saat ku bawa pergi
Kini...
Kau gulung kembali layar..
Dalm ke tidak mampuanku..
kau biarkanku..
Sendiri..
Dihujung rindu ini..
Ku ingin memelukmu..
Bertemu dirimu...
IBU, KUTEMUI AYAH BERPULANG DIJANTUNGMU
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Aku pernah mengingat..
Aku pernah melihat..
masa itu,.masa sajak tarian
Tarian anak jalanan,lincah
Jadi sorot tajam di matamu ibu.
Kupangdil dirimu,
Sesak dalam kekosongan
Mengingatkanku..
Pada ayahku ibu..
Kau bilang,dirinya sama sepertiku
Kau bilang,wajahnya reingkarnasi dri wajahku.
Ya...pada jantung-jantung yang jengah.
Aku melihat...
Ribuan kegundahan..
Kecemasan..
Yang tersembunyi darimu ibu..
Cermin matamu mengisahkan gagahnya dirinya.
Mengenang kisah beramanya..
Di degup jantungmu ibu..getar !!!
Detak jantung ayahku!
Ibu....
Yang ku tau pagi...
Jagamu dri tidurmu..
Memenuhi smua kebutuhanku..
Mengantrkanku di ujung perjuanganku.
Melindungiku..
Menjagaku..
Dalam kesendirianmu..
Yatimku kau perjuangkan untuk dewasaku,
Namun, aku masih temukan AYAH
Pada sosokmu...IBU..
Trimakasihku!
MAAFKU, SELAMAT JALAN AYAH
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Pohon kemuning berpelepah
Akan segera ku tanam.
Suatu saat,kelak!
Jadi peneduh bagimu.
Meskipun seberkas jasa.
Teduh,bersemayam di sini.
Biarkan diri ini ayah.
Tafakur,bila rindu padamu.
Ku ingin kau tau.
Aku sangat kehilangan,
Walu itu tak terucapkan.
Bagian semangatku kau bawa.
Ucap santunmu nasehatmu adalah warisanku.
Petuah begitu sederhana.
Ku catat,ku simpan di jiwa
Mencoba menjalankan cita2mu.
Sesalku...
Tiada dapatku menungguimu.
Saat-saat terakhirmu.
Namun,tak kecewaku
Mendgar kau pergi degan senyum di bibirmu..rona keikhlasan di wajahmu.
Ku bangga jd anakmu!
Ayah...
Aku berjaji dlam hatiku
Kusalu kirimkan bekal do'a untukmu.
Setiap sujudku,engkau hadir terbayang.
Kau slalu bersamaku.
Bimbing diri ini ayah.
Walau dari sana.dimna tempatmu kekal abadi.
Sesungguhnya..
Ku menangis sangatlah begitu lama
Ku pendam,di depanmu..
Biar dirimu pergi dengan bangga.
Ketenangan.
Walau sejujurnya dalam diri.
Belum puasku memanggilmu"ayah".
Baktiku padamu belum kau tau.
Kuyakin maafmu padaku.
Hujan yang turun.mengucur deras.
Basahi bUmi pusaramu.
Tabahku..dan engkau sudah sampai disana..
Maafku ayah atas ke luputanku.
Padami kami anakmu.
Dgan sinaran sorga.
Teriring do'a selamt jalan,
Padamu..!!
Ayah tercinta.
SAMANJAK AYAH TIADO
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)
Ayah ampunkan denai yah
Hamtabaeh ayah jo suratan
Kini...
Ayah bajalan ya oi..
Hilang bakraso samangat diri
Ayah tiggakan den.
Yahh...
Tinggal pusaro nan den tangisi
Sasalan hati di puncak kebisuan
Aia mato ndakkan kunjuang habih
Manganang dirimuu.
Barek langkah yah.
Bilo tiado ayah di sisi den..
Mandeh ka di tingga juo..
Padam paloto,kami nak bakawan.
Kamano ka denai kadukan yah.
Bila hati ka rindu.
Ayahhh...oi ayahh
Kamano kini ka denai cari.
Paubek rindu di hati.
Gamang langkah nak bajalan.
Di kegelapan..kejamnyo dunia
Rindupun hati yah!
Kamao denai kadukan.
Jamuah lah juo.
Walu di dalam mimpi.
Tiado kata,siang jo malam
Ayah ka denai rindu.
Datanglah ayah..
Datanglah...
Walau di dalam rasian..
Liek anakmu...
Liek la ayah..
Manangih surang diri.!
Kumpulan Puisi Topan Kejora - DAYUNG PATAH
DAYUNG PATAH (I)
Selemparan parah dekat serak kecipak air
Mengusik asin dan tawar pesona kembara
Ke tepian hala, bagai dodoi beratus tahun
Berai ketika gurindam menggoda pantun
Selaksa dayung patah tertibak mantra
Tatkala kita mengepangnya dalam syair
-------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@september_2014.
DAYUNG PATAH (II)
pada jejak yang kutinggalkan di riak
dalam tamasya waktu aku tak tampak
mengombakkan simfoni: pasang dan surut
jarak kelu mengapungkan takut
pernah berkaca saat cuaca teduh
sementara debaranmu jauh beribu jauh
melantunkan denyut maknawi: nabi dan sufi
lirih tersedu keinginan suci
sedang berbagai kemungkinan jawaban
tampak membusuk saat mencecah daratan
disalak seloka dan gurindam : dayung patah
mengepung hatimu bertabuh engah
----------------------------------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@september_2014.
DAYUNG PATAH (III)
Maafkanlah bilaku tak sempurna melukismu
Tapi kesedihan ini telah pun purna
Menjurai sampai: kutahu asinnya airmata
Juga makna temaram bulan di keningmu Ibu
Dan sungai yang mengalirkan waktu
Tak cukup untukku mengapungkan indahmu
Di sini, doa bungsu terpanggang matahari
Hingga dayung patah: diluluri gerimis pagi
--------------------------------------------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@september_2014.
BUNTAT EMBUN
*geliga embun.
Lahir di kemurnian
Seri pengasih sekalian alam
Dialah pemanis awal berkurun
Yang menenggelamkan duka dunia
Lalu mengikat kasih
Untuk tidak saling memiliki
Memerangi jasad yang rakus
Dengan peluh airmata purba!
“Lantas siapa gerangan
Yang tak tertawan?”
Bila hadirnya selalu saja
Menawan
Tawar, tawarlah seribu nyeri
Di masnawi yang sejukkan hati
-----------------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@tuahsakti_2014.
TUAH SAKTI
inayah
disepuh
bayu selayang
jadi kesebatian
seri gunung
dan pantai
lengkapi
mimpi
di bumi
nafas budi
mengundang
ciuman panjang
mengokang
berpasang
riang
amsal warna
dukacita
masyech
-------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@buntatembun_2014.
Yuk "memed" dan sobat RPS, cekidoooooooot.... moga berkenan..
GASAL
Dinda oh dinda
Datangku dari entah
Tapi matamu mau saja ditatah
Mungkin sebab bau mawar di tangan rummi
Menjadi renyai pelangi beralas mimpi
Kemudian berkait debar pikat
Lalu pecah renung digilir ganjil
Dinda oh dinda
Mimpi adalah permainan hati
Bersama serombongan riuh ilusi
Boleh jadi marka
Sebentang rahasia kebesaran-Nya
Pada keinginanmu meremas purnama
Hingga berharap teguh sepanjang saujana
Dinda oh dinda
Andaipun berai mengapa menampung geram
Sampai talkin waktu datang membungkam
Dalam kebat benang putih atau hitam
Dan menambat pulang bagi kepergian
Adakah sendawamu di sana, duh dinda?
Menyempil di antara cahaya ganjil-Nya
--------------------------------------------
Topan Wahyudi Asri;
Borneo – Indonesia,
@hurun_ien_2014.
Assalamualaikum.... mana Mr.Memed ni ya? Ini, mau tumpang posting puisi lagi... Ai, apalah saya ini... segala kekurangan jua milik saya. Moga teman-teman RPS berkenan...
PEGAGA
Ketika semarak liar menebarkan cinta,
maka kaubeli takdir untuk tiada.
Duhai, kata sayang menjadi pasrah,
dan waktu cuma jadi bangkai angka
boleh jadi tuah, khasiat menjual dirinya
lalu semua kenangan muncrat menganga.
Coba kautulis sajak berdentingan cahaya
bak mantera: “jadi maka jadilah!”
Bukan kata kosong semata.
Mari kuajak kau tamasya ke semesta luka,
menyambangi apa itu sepi, nyeri dan ngeri!
Menyakiti diri, tapi bukan diri sendiri,
kita selami doa dan airmata.
Apa yang patut dijaga, mesti dibela
sampai tubuhmu rontok tiada berdaya.
Ketahui, untuk apa lelaki dan perempuan,
langit bumi, gelap terang ada:
“agar kau mengerti.”
---------------------------------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@cecahberulam_2014.
Assalamualaikum... mana bang memed ni? ini, nitip satu lagi puisi sederhana. Moga sahabat RPS berkenan...
RAJAWALI
Ada runcing berkilatan
mata menujah berkelindan
menunjukkan kau bukan kebanyakan
demikian tuah Tuhan buat kalian
Dulu guruku berkisah, rajawali belumsakti
jika tidak melepaskan simpul mati
sampai masanya cengkeram siap melukai
dengan rentang sayap bebas menari
dari tebing tinggi. Duhai penyemat maknawi
lihatlah kedalam diri sendiri!
Tapi biarlah, jika ada mempersenda
bahwa naga lebih tinggi kasta
lebih digdaya! Serupa semburan api
dari moncongmu yang membakar cuaca.
Sementara biarlah kupeluk gigil
bak rajawali yang terluka.
---------------------------------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@tanjungbajau_2014.
SELFIE
Suka-suka di lensa menganga. Basa-basi
Sekedar belajar memahami tanda. Ulah sendiri
---------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@narsis_2014.
JALA
Saujana pada keinginan
Umpan pengalaman – keberuntungan
Jerih kau tuturkan
Di kebisuan.
----------------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@ikhtiar_2014.
KUCING YANG HILANG KETAJAMAN PENCIUMAN
Bukan pura-pura, dia hilang ketajaman penciuman
hingga sering lupa jalan pulang
Berhari-hari tuannya bimbang dalam penantian
karena kucing itu tak kunjung datang
siang malam, santapan untuknya pun tak berkurang
memang, tak terdengar dan terlihat kelebat
serta tabiat manjanya beberapa hari ini
Aku yakin, betapa sang pemilik pasti susah hati
perihal yang menimpa peliharaan jinaknya itu
yang konon memang handal menakut-nakuti
atau menangkap kecoa, cicak dan tikus
Mahluk yang memiliki mata lebih jernih serta tajam
daripada tuannya itu memiliki warna belang tiga
seperti jenis lokal lainnya; dia bukan kucing rumahan
suka memanjat pohon atau biasa terlihat di atas bumbungan
susah memang dibedakan jika tengah membaur
di pasar bersama kucing-kucing liar
Binatang kesayangan seorang nabi kata nenekku
jika demikian, kucing hatinya pasti suci murni
dan barangsiapa memperlakukannya dengan baik
mungkin kelak mendapat ganjaran wangi surgawi
entahlah, guruku pernah berkata:
apapun perbuatan bakal mendapat balasan serupa
pada waktunya
Ah, tentang kucing yang jarang pulang atau hilang
bukanlah hal aneh dan hangat untuk diperbincangkan
bukankah semua perkara dunia bisa saja lenyap pada waktunya
seperti gelap terang, bahkan sekalipun tentang kesetiaan
saat maut bertandang dari arah tak disangka-sangka
niscaya terkuaklah segala rahasia meliputinya
Hari ini, kudapati wajah tuannya girang bukan kepalang
sambil mengelus belangtiga manjanya itu di beranda
tapi, belaiannya tak sedikitpun menoleh ikan suguhan tuan
--------------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@mulaijemu_2014.
TIGA BAGIAN BUATMU
Setelah syahadatku
berkah buatmu: Ibu, Ibu, Ibu!
-------------------------
TWA, 221214;
Borneo – Indonesia.
Kumpulan Puisi Den Bagus Lucas Atmadja - LANGIT OKTOBER
UNTUKMU PAK
Hak pilih di cabut
Tapi aku senang
Tak buang waktu
Untuk mengotori pemilu
Dosa, lima tahun
Akan hilang
Pilihan bijak
Akan jelas terarah
Asal jangan di salah gunakan
Bertubi aku kenyang
Demokrasi tak seperti
Yang kita harapkan
Kotor! Kotor pak!
Banyak curang
Banyak kepentingan
Aku pilih Tak Langsung
_____________
Den Bagus Lucas Atmadja
28 September 2014
LANGIT OKTOBER
Di bawah langit siang bulan oktober
Wajah dustra masih menyelimuti luka
Rakyat masih bicara lirih
Tentang wakil yang baru di lantik
Di atap senayan
Ada harapan
Meski secuil yang di dapat
____
Den Bagus Lucas Atmadja
01 Oktober 2014
CELURUT
Celurut anak tikus
Baru masuk rumah rakyat
Senang dan girang
Mengendus cela
Cela nafsu
Nafsu bengis
Di lumbung kita menabung
Di gunung kita menanam
Di sini kita di rampok
Di rampok celurut
_______
Den Bagus Lucas Atmadja
02 Oktober 2014
KORENG
Dendang cakar mengaung
Taring tumpul terpaku sakit
Membalut tubuh
Sakit bukan kepalang
Teriak lestari!
(den)
UNTUKMU PAK
Hak pilih di cabut
Tapi aku senang
Tak buang waktu
Untuk mengotori pemilu
Dosa, lima tahun
Akan hilang
Pilihan bijak
Akan jelas terarah
Asal jangan di salah gunakan
Bertubi aku kenyang
Demokrasi tak seperti
Yang kita harapkan
Kotor! Kotor pak!
Banyak curang
Banyak kepentingan
Aku pilih Tak Langsung
_____________
Den Bagus Lucas Atmadja
28 September 2014
HORMAT MEMBISU
sekian lama aku terkurung dalam kerangkeng besi, suaraku tak lagi lantang dan renyah. ingin kembali bersajak, ada yang sembunyi di balik manis bidadari untuk aku agar aku biar aku. DIAM!
aku tak bisa diam, ini benar, mana salahmu Tuhanku saja tak menghukum lantang suaraku.
ah! peduli! aparat
di bayar pajak senang, aku yang menncari dari akal dan keringat sendiri masih lebih bijak, mungkin!
____
DBLA 'salam santun kawan DUMAY'
bisu MERDEDA
NONG GADIS
ada titip cinta untukmu
Dari abang bajo
Nong gadis
Cintanya abang bajo
Sampai tak terkira
Terimalah dia
lelaki yang baik untukmu
Jangan kau tolak
Belum tentu besok
Cintanya abang bajo untukmu
_____
Den Bagus Lucas Atmadja
03 10 14
DI LORONG LANGIT OKTOBER
gadis jalan mengemis
yang ibunya juga pengemis
wajah terpaksa
wajah tanpa dosa
haknya di rampas
pejabat, yang dia pilih
dengan sebungkus nasi
air mata
nyanyian jiwa
air mata melepas duka
gadis kecil dan ibunya
hidup dari keterasingan
di jalan, di lorong langit oktobrer
mereka cerminan bobbroknya moral demokrasi, pancasila lebih berarti
selama meskin
di rampas haknya
jiwanya akan mati
terkurung jauh pada kemewahan
demokrasi hanya milik segelintir orang, pancasila adalah milik kita.
kita adalah rakyat Indonesia
____
Den Bagus Lucas Atmadja
Selasa Siang 07:10;2014
SEBUAH ARUS SEPI
Dalam
Dahaga rasaku
Keheningan menyambutku
Membawaku tenggelam jauh
Kedasar yang aku tak tau kemana
Ini
Melebihi angin
Yang memutar kencang
Baling-baling nelayan di bibir pantai
Aku terbawah jauh
Dalam sang waktu
Yang tak lagi
Aku rasakan sepinya
Malam tanpa suara alam
____
Den Bagus Lucas Atmadja
Selasa Malam 06:10;14
SELAMAT MALAM
Selamat malam kotaku
Kau tulis puisi tanpaku tau
Oleh gadis, cinta dan hatiku
Dia menyapa dengan kata saying
Aku merinding
Bulu berdiri
Seolah
Kau istriku yang minta jatah nasi
Selamat malam cinta
aku jauh darimu
Seperti bahasa muda
I miss U
____
Den Bagus Lucas Atmadja
malam selasa 06:10;14
BAYANG-BAYANG
coba kau hitung
berapa kali kau peluk bibirku
dan berbisik; aku sayang padamu
malam telah lama menanti gelap
tapi hanya dalam hitungan angka
dua belas putaran, malam datang.
aku, mencoba mencicipi cinta
yang lain namun tak bisa
karena cinta tak bisa di jala
aku hitung dari sepuluh
namun terasa seperempat abad
aku mencintaimu
bayang-bayang
kau peluk aku
kau tatap aku
kau inginkan aku
bayang-bayang
dirimu ada di sepanjang langkah
langkah yang sengaja salah
agar kau tau; aku sayang kamu
______
Den Bagus Lucas Atmadja
Selasa Malam 07:10;2014
SAAT AKU ADALAH DIA
aku yang ada
dan pernah bersama
saat aku adalah dia
untuk membuka
siapa aku siapa kamu
kurangkai
sebuah cerita
di atas batas waktu
untuku pahami siapa kamu
ternyata dirimu sulit
untukku lupa
kau yang terindah
yang pernah singgah
dalam hati
saat aku adalah dia
semoga tak ada batas di antara kita
meski hati tak mudah terbaca
setidaknya dirimu telah mewarnai hari dalam hidupku
saat aku adalah dia
aku mencoba berkaca
pada jarak rindu
dirimu lebih dari yang kumau
dari cinta yang sederhana
cinta yang tanpa kata
engkaulah bunga
meski tak lagi wangi
saat aku adalah dia
aku mencintaimu
______
08 Oktober 2014
Den Bagus Lucas Atmadja
EMAK
dalam sorot matamu
tersimpan harapan pada pertiwi
saat kursi di rebutkan
saling sikut saling licik hal biasa
yang terjadi pada rumah rakyat
emak, sederhanamu cerminan bahagia hidup yang emak jalani
air mataku tumpah untukmu
luntur segala ambisi dunia
oleh jiwa sepertimu
kuantar doa untumu
untuk kemuliaan sisa hidup
semoga esok mentari
setia menghangatkan jiwa
memberi senyum pada pertiwi
tercurah segala rasa dan harap yang indah
untukmu emak.
08 Oktober 2014
Den Bagus Lucas Atmadja
SEMANGAT PEMUDA
Sumpah Pemuda
Telah tumbuh
Dalam dada
Sanubari makna
Sumpah Pemuda
Pahlawan telah
Gugur di medan laga
Memperjuangkan kita
Sumpah Pemuda
Ini hari telah berganti
Bukan koaran mulut
Yang tiada arti
Pahlawan telah tumbuh
Pada diri
Untuk apa
Untuk kita
Namun
Semangat telah luntur
Tersekat ambisi
Saat kursi
Telah kau raih
Den Bagus Lucas Atmadja
28 Oktober 2014
YANG DILANDA CINTA
Kau bicara cinta
Kau agungkan cinta
Kau selalu ingat akan cinta
Tapi selalu lupa cinta dariNYA
Kau lebih senang
mengumbar cinta pada beranda
Daripada mengumbar cinta dariNYA
Mengembara pada sepi untuk melampiaskan nafsu
Seolah Tuhan tidak tau
Dimana letak sahwatmu
Kau yang selalu ingin orang tau
Bagai kata yang sempura
Dalam meramu bahasa manja
Engkau menampar malam siang dan rona jingga warna cinta
saat lupa pada noda
Memohon pada Sang pencipta rasa
Untuk sempurnakan cinta
Malukah dirimu !
Yang tak punya malu bercumbu
Memohon saat terjatuh dalam lembah nista tertawa dengan kalimat lupa
Tuhan maha penyayang
Tapi apakah terus terulang
Hingga ragamu tersisa tulang
Sadarlah cinta
Hidup adalah kalimat cinta
Untukmu rangkul sebagai Tahta
Di setiap nafas berbicara.
________
DEN BAGUS LUCAS ATMADJA
03 JUNI 2014 DEPOK,PONDOK DUTA 1
DISEBUT PEMUAS
Setelah sekian lama diam
Pada tempat mengais uang
Dari receh sampai gepok
Kini kembali bertukar barang
Menjadi pintar, melebihi aib
Berserah di lorong-lorong
Pinggir jalan, sampai kontrakan
Demi mereka, atas nama perutnya
Segala cara takan berhenti
Jiwa-jiwa militan, para pemuas
Walau nampak kotor
Di mata orang-orang suci
Mereka takan mengeluh pada TuhanNYa
Den Bagus Lucas Atmadja
29 November 2014
OPINI KECIL
Dari warung
Dari gubug
Dari ujung
Dari sampai bingung
Tete keluyuran
Siang malam
Pagi malam
Malam-malam
Sampai kelaparan
Dari pagi
Dari siang
Dari petang
Dari malam
Dari busung lapar
Sampai kekenyangan
Tete di umbar keluyuran
Opini kecil
Untuk bermimpi
Sampai lupa diri
Den Bagus Lucas Atmadja
28 November 2014
JAKARTA 1998
gugup gemita syahdu alam raya
mengambang membelenggu
kaku berkutur penuh lantang
tanah basah berlumur jiwa satria
tak mampu angan tanpa sadar
mengangkat carang bersarang pada telak, suaranya hilang.
bersama
ranting-ranting basah bernada sumbang
setegang onat menancap dahang
sahajanya karma bertopeng arang
terangkatnya muna pada jiwa ketahta
semak gersang mati di tanah lungka.
entah kemana arah angin membawahnya
kini hanya nama dan kisah, tercatat dalam lembar buram masa kelam.
___
Den Bagus Lucas Atmadja
Ladang Sampah ( pt-qw-wpqr)
BUKAN KEHENDAK MENJUAL DIRI
Karya : Den Bagus Lucas Atmadja
Jika tak ada lagi
Jangan salahkan
Jika liar dan mengambil suami orang
Karena negara sudah tak peduli.
Hanya
Janji
Janji
Dan janji
Sampai kami muak
Dengan janji dan dibiarkan begitu saja.
Bukan kehendak menjual diri
Tapi karena desakan ekonomi.
Anak kami makan
Perut kami makan
Tak ada lagi alasan
Membuang kami
Dari ladang sampah.
Jika anak-anak kami mati
Karena tak ada lagi tempat
Tuk jual diri
Demi seupa nasi.
Dimana hati nurani
Yang katanya beradab
Jika kami terus begini
Mengotori NKRI.
Mungkin
Jika kami mati
Bersama do'a suci
Masalah kami selesai terkubur bersama mimpi.
Mimpi kami
Ingin mencari Halal
Tuk menghidupi anak-anak kami.
____
Den Bagus Lucas Atmadja
Ladang Sampah 09 November '14
TAK PERNAH ADA
Kadang aku seperti angin
Bahkan seperti iblis
Yang datang pergi dan berlalu
Atau kadang tak bisa disamakan dengan kalimat manja dan kakunya lidah.
Saat percaya
Ada satu titik untuk menilai cinta
Dari rupa tampang dan segala bentuk
Pada akhirnya tenggelamkan duka
Karena aku tak pernah ada untuk semua itu.
Yang aku tau
Aku bukan pengagum rupa.
__
Den Bagus Lucas Atmadja
Ladang Sampah 05 Desember '14
Langganan:
Postingan (Atom)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)