RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 07 Desember 2015

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - SEANDAINYA KAMU MENJADI AKU


# SEANDAINYA KAMU MENJADI AKU #

Nelvi,,
Untuk apa diri mu ke sini,
Apakah sekedar menyesali diri,
Atau hanya sandiwara pagi,
Ya menambah perih ku nanti,
Kala mentari tinggalka senja hari

Nelvi,,
Aku tak ingin mendengar lagi,
Keluh kesah yang menyakiti,
Aku telah lelah merenugi diri,
Aku lelah hadapi apa yang terjadi,
Karena hidub ku ini bukan untuk ter sakiti.

Kembalilah kepada nya,
Aku tak sanggub lagi menerima,
Bersama sahabat ku yang berdusta,
Dusta cinta yang pernah ku rasa,
Yang kini masih menyiksa,
Menyiksa setiab rongga di dalam dada.

Coba pikir kan rasa di dalam diriku,
Seandai nya aku adalah kamu,
Apakah kau mampu,
Menerima derita yang membuat hati mu membeku,
Menerima sahabat yang telah berdusta pada mu,
Semua jawaban itu ada pada mu.

Lihat lah nelvi kini ada diri nya,
Yang telah memberi ku cahaya,
Saat aku terjebak di dalam gelab gulita,
Di kala cahaya hidub ku sirna,
Hanya karena diri mu dan dirinya,
Yang pernah membuat ku terpuruk di sudut remang2 cahaya nya kota.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 05:12:2015





# KEBERSAMAAN YANG TERNODAI #

Kasih,
Cinta ini putih,
Cinta ini suci dan Bersih
Namun mengapa begitu perih.

Entah apa salah nya diri,
Entah apa dosa ku ini,
hingga Cinta ini kau Curangi,
Kau lepas tiada arti,
Dan jiwa ini seakan mati,
Tercampak kan di lembah onak dan duri.

Semua ini tak dapat ku pahami,
Mengapa dia yang kau Cintai,
Bukan kah dia itu sahabat ku sejati,
Yang selalu bersama kemana ku pergi,
Yang saling mengisi hari2,
Saling mencurah kan tentang hati.

Sungguh tak pernah ku menduga,
Kau begitu tega,
Begitu juga dirinya,
Merampas Cinta ku yang tampa merasa,
Hingga persahabatan ini menjadi nista,
Menodai kenangan indah di saat kita bersama.

Terima kasih sahabat ku,
Terima kasih kekasih ku,
Perih ini kan ku Cumbu,
Walau perih ini Menyesak di dada ku,
Hingga nanti ada cahaya cinta yang baru,
yang kan menerangi langkah kaki ku di sepanjang waktu.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 03:12;2015





# DI DALAM DIAM KU #


Diam ku,
bukan ingin ku,
diam ku,
suatu keresahan ku,
membisu,
Itu bukan mau ku.

hari ini,
ku kabar kan sepi,
sepi yang lelah ku lalui,
Sepi yang tak pernah ku pahami,
Sepi tak tersembunyi,
Sepi ku merenungi diri.

Ini Hadir ku,
untuk mereka dan juga kamu,
Tergores di hati yang beku,
Tercurah tak menentu,
Terhempas pecah cermin ku,
Di jalan yang berbatu.

Mf ku kabar kan,
Sepi ku tak bertuan,
Dan entah sampai kapan,
Kepada angin dapat ku kabar kan,
Tentang apa yang kini ku rasa kan,
Yang begitu kian meresah kan ku kawan.

By : LUmbang KAyung
TAnjung Balai 03:12:2015




------------------------------



Hak mu itu sudah pasti kawan,
Pilih lah calon pemimpin yang terbaik untuk mu,
Untuk dia mereka dan aku,
Karena aku hanya memerlukan pilihan mu,
Di 9 Desembet 2015 ini.




# KU PILIH YANG TERBAIK BAGI KU #


Hanya api yang kan meninggal kan bara bersisa kan abu,
Dan abu kan selalu hilang tertiub sang angin yang berlalu,
Lalu sirna entah kemana,
Tapi itu bukan seperti hasrat yang selalu mengundang rindu dan cinta,
Karena cinta bukan memaksa kita untuk selamanya harus bersama,
Namun cinta juga lah yang menjadi jalan terbaik bagi ummat manusia,
Dalam mencari sebuah kebahagiaan,
Yang menjadi Ridho dan Rahma Illahi Ya Robbi,
Tak ubah nya sebuah janji yang pernah terucab bersama,
Dengan apa ada nya kita,
Yang ku cari dan ku nanti selama ini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung balai 08:12:2015




# DI SUDUT LAMUNAN #


Ku menatap cakrawala,
Di sana terpandang sebuah asa,
Tentang dilema cinta,
Yang jauh di mata,
Mebakar rindu membara,
Lalu hilang dan sirna.

Oh burun2 yang terbang,
Kau lantunkan sebuah dendang,
Dendang kasih sayang,
Yang kini menghilang,
Hilang di setiab mata memandang,
Tersimpan di setiab bayang2 ku seorang.

Ku tagih janji di hati,
Semua tiada arti,
Hanya sunyi sepi menemani,
Di setiab lamunan ini,
Yang tinggi tiada berarti,
Rendah terbuang di dalam sangsi.

Di mana hilangnya sebuah janji,
Janji yang telah membelenggu diri,
Mungkin kah terbawa ombak laut yang bertepi,
Atau terbakar panas nya api,
Yang hanya mengundang kecewa di hati,
Dalam menyemai luka yang tak jua terobati.

Sebait pesang kan ku titipkan,
Tertulis di tinggi nya awan,
Lalu hilang di dalam kekecewaan,
Tenggelam di lautan harapan,
Tentang sebuah arti kerinduan dan impian,
Yang kini kian terpuruk di sudut lamunan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 15:12:2015





# BURUNG NURI #


Duhai nuri,
Kemana gerangan mentari,
Hingga engkau tak lagi bernyanyi,
Tak lagi bercanda dan menari,
Menemani jiwa nan sepi,
Menghibur lelah ku ini.

Duhai mentari,
Kenapa engkau sembunyi,
Tak lagi menampak kan diri,
Di balik mendung yang menyelimuti,
Atau mungkin kau bersedih hati,
Di kala nanti hujan membasahi bumi.

Hanya ilalang yang bergoyang,
Tertiub angin mendatang,
Tak perduli nuri yang tak lagi berdendang,
Lupa kan mentari yang kini meradang,
Sedang hati ku semangkin bimbang,
Menatap mendung yang tak kunjung menghilang.

Hari ini,
Nuri tak ingin menemani,
Tak lagi bernyanyi juga menari,
Dan mentari tak lagi nampak menerangi,
Untuk menghibur lelah ku ini,
Hingga nanti senja kembali menemani.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 18:12:2015





# RESAH DAN GELISAH #


Resah,
Gelisah,
Gundah,
Tak kunjung sudah,
Kini kian parah,
Meresab menjalani semua kisah.

Menanti,
Tak berarti,
Mencari,
Tak jua ku temui,
Tercoret di hati,
Tersirat bagai mimpi.

Musim2 telah berganti,
Hari2 terlewati,
Kini bagai hilang jati diri,
Bagai mencari sebuah misteri,
Yang tak kunjung pasti,
Menghiasi setiab ruang hati.

Entah gerangan nya di mana,
Kuntum mawar cinta,
Atau kah di sana,
Di balik mega2,
Hingga aku tak berdaya,
Termenung menemani setiab rasa.

Risalah hati ku meronta,
Cinta tak jua kuncung menjelma,
Menerangi asa yang hampir sirna,
Membasahi kemarau taman asmara,
Hingga dapat ku nikmati arti bahagia,
Yang di nanti setiab insan manusia.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 17:12:2015





# DI BALIK BAYANG MALAM #

Malam ini biasa saja,
Hanya ada canda tawa,
Menemani rasa,
Tampa dusta,
Tampa tanya,
Dan tampa cinta.

Remang malam ku berlalu,
Atau mungkin kamu di situ,
Memandang sepi ku,
Sembunyi membisu,
Di balik remang kalabu,
Di hati yang kian membeku.

Risalah malam bercanda,
Bertanya tentang cinta,
Di mana gerangan nya,
Mungkin di sebalik sana,
Diam tak bersuara,
Bersama luka yang tak kunjung sirna.

Remang malam kian sepi,
Menanti embun pagi,
Menatab gelab nya hari,
Mengundang tanya di diri,
Mungkin kah diam mu dapat menemani,
Atau hanya batu loncatan menanti sebelum engkau prgi.

Malam ini kian sepi,
Aku larut di dalam imajinasi,
Mungkin kah kau kan hadir menemani,
Atau hilang di balik impian ini,
Atau hanya sekedar mimpi,
Yang menemani ku di remang malam ini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 17:12:2015





# TANGISAN SEORANG INSAN #

Sayub2 terdengar tangisan,
Di antara bunga2 menawan,
Tangisan seorang insan,
Tangis penyesalan,
Dari air mata kekecewaan,
Di kala noda mencemari kehormatan.

Ku coba memahami,
Penyesalan tiada berarti,
Mahkota nya tak lagi suci,
Tercemar oleh janji2,
Janji cinta sepenuh hati,
Namun kesetiaan nya di tinggal pergi.

Ingin ku menghampiri,
Supaya tangisan nya terhenti,
Tetapi mungkin kah kedatangan ku berarti,
Atau nanti menambah luka hati,
Luka hati nya yang terhiyanati,
Luka hatinya yang tak dapat ku obati.

Aku hanya dapat menatab awan,
Mendung kan membawa hujan,
Yang akan membashi tangisan,
Tangisan seorang insan,
Insan yang penuh kekecewaan,
Insan yang hanyut di dalam penyesalan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 16:12:2015





# PESONA NUSANTARA #

Minggu yang cerah,
Ku menatab di antara lembah2,
Di sana terlihat sawah2,
Di balik bebatuan yang berdiri megah,
Oh betapa indah,
Serasa ku inggin kesana dan melepaskan lelah.

Burung2 menari dan bernyanyi,
Di antara pohon2 yang tinggi,
Dan di sana terlihat warna2 pelangi,
Menambah indah nya alam ini,
Sehingga rasa nya aku tak ingin pergi,
Meninggal kan pemandangan yang masih begitu asri.

Di sana terdengar alunan musik gemelan berdendang,
Bersama anak2 yang menari riang,
Membuat angan ku terbang,
Terbang tinggi melayang,
Hingga rasa nya aku ingin lebih luas memandang,
Bersama kekaguman ku yang tak ingin hilang,

Ku hirub nafas lega,
Menjalar di dalam ronggo dada,
Ini sungguh satu pesona,
Yang tak mungkin dapat ku lupa,
Hingga nanti di saat aku meninggal kan nya,
Dan kembali ke pengab serta riuh nya kota.

Oh indah nya pesona,
Pesona adat dan budaya,
Pesona alam nusantara,
Pesona Indonesia tercinta.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 20:12:2015





# JANGAN LAH MEMBISU #

Jangan engkau membisu,
Aku kehilangan diri mu,
Di mana canda mu,
Entah di mana asa mu,
Atau hari2 mu kini kelabu,
Aku masih menunggu kabar dari mu.

Bersama mentari pagi,
Aku menanti,
Di antara awan yang tinggi,
Aku ingin menghapus kan sepi,
Agar diri mu dapat mengerti,
Aku masih menanti mu di sini.

Terbang lah wahai merpati,
Di sana ada warna2 pelangi,
Lalu kabar kan apa yang kurasa kini,
Kepada sang pujaan hati,
Bahwa diri nya masih menemani,
Walau itu sekedar bayang2 ilusi.

Wahai sang bayu,
Belai setiab helai2 rambut nya,
Tiub lembut wajah yang ayu,
Tak ingin ku dengar diri nya berduka,
Aku tak ingin diri nya terus membisu,
Meninggal kan asa yang pernah dia rasa.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 19:12:2015




# KITA ADALAH MANUSIA BIASA #


Jangan coba2 untuk membantu orang yang berkali kali mengganggu mu,
Karena dia akan selalu berusaha untuk menipu mu,
Percayalah bahwa dia adalah duri di sekitar mu,
Yang selalu berusaha untuk mempermalukan dan juga melukai mu.
Dan juga percayalah bahwa kamu bukanlah malaekat atau pun nabi yang penuh dengan doa dan restu,
Di dalam mencari kebahagiaan yang telah lama kita tunggu tunggu.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 30:12:2015





# SALAH KAH AKU YANG TAK PERNAH TAU BILA CINTA MU UNTUK KU #


Aku tak pernah tau,
Tapi bukan aku ragu,
Dalam menilai mu,
Bercanda gurau bersama mu,
Hingga kini kau membisu,
Terbaring bersama derita mu.

Kini baru ku sadari,
Diri ini begitu berarti,
Diri yang tak pernah mengerti,
Tentang cinta suci,
Di dalam sebuah hati,
Yang kini berwajah pucat pasi.

Mf kan aku,
Bila selama ini,
Aku telah menyakiti mu,
Aku tak pernah tau kau begitu mencintai ku,
Hingga kini baru ku sadari semua itu,
Setelah kejujurang terucap di bibir mu yang hampir kaku.

Kini aku ingin selamanya di sini,
Menunggu dan menanti,
Hingga nanti derita mu dapat terobati,
Hingga mata mu dapat melihat diri ini kembali,
Dan tersenyum untuk ku lagi,
Seperti hari2 yang telah kita lalui.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 29:12:2015





# TAK MAMPU #

Lirih,
Mentari di balik mendung,
Langit pun tampak kusam,
Awan hitam menyelimuti,
Lalu ku menatab langit,
Seakan menanti turun nya hujan,
Namun aku tak berharab.

Ku pejam kan mata ini,
Angan ku pun terbang melayang,
Di pelangi ku lihat wajah mu,
Bersama hembusan bayu,
Yang membelai kelopak mata ini,
Hingga rasanya aku tak ingin terjaga,
Dari lamunan tentang diri mu.

Kini rinai hujan mulai membasahi,
Setiab jejak langkah yang tertinggal,
Dan langit pun menggelegar,
Membuat bumi seakan bergetar,
Hingga aku tersadar,
Bangun dari lamunan yang begitu indah.

Ingin ku menepis bayangan,
Agar angan tak lagi berdendang,
Namun rintik hujan,
Tak mampu mekerai rasa,
Dan gemuruh langit,
Tak dapat mengusik,
Lamunan ku dan bayangan mu.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 28:12:2015





# AKU MASIH MENANTI MU #


Adakah aku tau,
Yang ku nanti dan selalu,
Tapi semua semu,
Bersama bayangan nan bisu,
Di kegelisahan yang ku rindu,
Lalu kau hilang bersama bayangan malam kelabu.

Ingin ku raih gelab malam,
Namum rembulan ku kelam,
Langit ku terasa temaram,
Bak bara jauh dari sekam,
Aku hanyut di lautan yang dalam,
Demi satu kisah cinta ku yang terperdam.

Semua itu jangan lah berlalu,
Masih ku ingat cumbu rayu,
Yang seperti membuat ku terbelenggu,
Di saat2 ku bersama mu,
Dalam tangisan mu,
Di dalam semua kenangan itu.

Malam ku kehilangan,
Rembulan tenggelam merana,
Dan aku masih menanti kesetiaan,
Hilang terbuai kan sebuah rasa,
Dan coba menggenggam kesetiaan,
Yang kini tenggelam dalam menempuh makna nya cinta.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 27:12:2015





# KITA ADALAH MANUSIA BIASA #


Jangan coba2 untuk membantu orang yang berkali kali mengganggu mu,
Karena dia akan selalu berusaha untuk menipu mu,
Percayalah bahwa dia adalah duri di sekitar mu,
Yang selalu berusaha untuk mempermalukan dan juga melukai mu.
Dan juga percayalah bahwa kamu bukanlah malaekat atau pun nabi yang penuh dengan doa dan restu,
Di dalam mencari kebahagiaan yang telah lama kita tunggu tunggu.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 30:12:2015





# DI TERALI BESI #


Kasih,,
Usah kau salah kan diri,
Usah kau sesali hidub ini,
Semuanya telah terjadi,
Semua tak kan dapat terulang kembali,
Ini karena kesalahan diri ku ini,
Demi mengejar semua ambisi dan mimpi mimpi.

Kasih,,
Aku tak ingin mendengar kesedihan mu,
Aku tak ingin melihat air mata mu,
Tinggal kan duka mu,
Anggab semua itu badai yang telah berlalu,
Yang akan memberi arti di dalam hidub mu yang baru,
Walau diri ku tak akan dapat lagi berada di sisi mu.

Kasih,,
Lupakan semua nya,
Aku harus rela,
Melepas mu mencari cinta,
Penantian mu itu akan menjadi sia sia,
Karena hanya satu yang ku pinta,
Jaga dirinya yang menjadi bukti kita pernah bersama.

Kasih,,
Kini ijin kan aku selamanya memeluk sepi,
Meminta ampunan kepada Illahi,
Menjalani hidub selamanya di terali besi ini,
Dan semua yang telah terjadi,
Ku lakukan demi janji cinta ku yang suci,
Demi kau dan si buah hati.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 24:02:2016





# SINAR CAHAYA #


Wahai sinar cahaya,
Kenapa kau sirna,
Hilang kan warna warna,
Hilang rupa rupa,
Hingga aku kehilangan rasa,
Mengundang rasa kecewa.

Wahai sinar cahaya,
Segera lah menjelma,
Aku tak ingin selamanya meraba,
Menelusuri gelab gulita,
Hingga mata ini pun seakan buta,
Untuk mengenal apa yang ku suka.

Wahai sinar cahaya,
Engkau ku nanti di mana mana,
Terangi jiwa yang meraba,
Terangi hati ku di gelab gulita,
Karena aku hanya ingin menemukan cinta,
Untuk mencari sorga akhirat dan juga dunia.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 24:02:2016





# PERAHU PECAH HIU YANG KENYANG #


Ku coba menulis kan kisah ini,
Tentang sebuah perahu,
Yang tak dapat untuk di teladani,
Ulah ke egoan nakhoda yang terus memacu,
Sedang kan sang hiu menanti nanti.
Sebelum terdampar di karang yang berbatu.

Di saat terdengar halilintar,
Mereka beteriak jangan bertengkar,
Di saat terlihat beliung mengejar,
Mereka berteriak usah gentar,
Dan di saat ombak jadikan perahu terlempar,
Mereka berteriak jangan berpencar.

Halilintar tak terdengar lagi,
Beliuang telah pergi,
Dan gelombang reda kembali,
Nakhoda pun berebut kemudi,
Hingga tujuan tak lagi pasti,
Perahu pun berputar kesana kemari.

Kini kemudi tak lagi berarti,
Lautan tak dapat di arungi,
Sedang kan penantian dermaga tak terpenuhi,
Menjadikan nakhoda hanya menyesali diri,
Dan tinggal menanti apa yang akan terjadi,
Sambil merenungi sang hiu yang terus menanti nanti.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 23:02:2016





# BUNGA DI UJUNG SAMUDRA #


Kuntum bunga harum mewangi,
Indah menawan memikat hati,
Kalau lah sudah kehendak menjadi ambisi,
Duri dan api jalan yang akan di lalui.

Bunga mawar indah kelopak nya,
Di bawa nakhoda arungi samudra,
Tingal bahasa tinggal lah dermaga,
Arungi gelombang gelora rasa.

Terucap kata menjadi doa,
Mata melihat bias cahaya,
Jikala tuhan tak dapat merestuinya,
Cermin di tangan pecah akhir nya.

Bunga nan indah boleh di puja,
Intan permata mahal harganya,
Usah di harab yang jauh di mata,
Lama merindu kan menjadi derita.

Tak kan karang merobek jiwa,
Jika kemudi tau arah nya,
Sudah menjadi adab jodoh dunia,
Walau berjauhan bertemu juga.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 22:02:2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar