Senin, 08 Februari 2016
Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - MEKAR TAK JADI
# MEKAR TAK JADI #
Buah selasih di rumpun bambu,
Tersiram hujan kembang tak jadi,
Teingat kasih bertemu rindu,
Malam temaram berteman kan sepi
Jatuh berdiri mengerjar mimpi,
Kaki terluka karena duri,
Kalau lah tak sampai niat di hati,
Jangan lautan hendak di renangi.
Hasrat di hati menatab rembulan,
Mendung menyelimuti bersama hujan,
Usah dinanti di dalam lamunan,
Jiwa kan merana di dalam tangisan,
Kalau lah sudah api jauh dari panggangan,
Tak mungkin nasi masak di dalam genggaman.
Jangan di harab puyuh terbang tinggi,
Tak munkin tempua bersarang rendah,
Kalau lah sudah janji di hati tak terpenuhi,
Jalani hidub dengan penuh sabar dan tabah.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 31:01:2016
# UMPAMA MIMPI KU #
Terima kasih tuhan,
Aku seorang insan,
Tersakiti dan di bodohi,
Tapi aku cinta negri ini,
Tak ingin virus terus menyakiti,
Impian ku bukan sekedar janji,
Mati ku hanya sekali,
Aku tak ingin Isih dan syiah mengotori,
Ini negri yang ku cintai,
Negri mu bagi ku bagai kan mimpi,
Entah esok hari,
Dan kamu menjadi teman abadi,
Yang ku cinta layak nya insan yang tersakiti,
Allah hu ya Robbi,
Bagi ku bagai menanti mimpi,
Mimpi yang selama ini ku nanti,
Hingga kebahagiaan ku dan keimanan ku abadi.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 07:02:2016
# IMPIAN CINTA YANG TERNODA #
Seberkas impian,
Hilang tengelam,
Di kedalam telaga pesona,
Cinta suci terbaikan,
Tercampak tak bertuan,
Terhina tak berkesudahan,
Karena harta dan kedudukan.
Bak perahu tak berkemudi,
Hilang arah yang di cari,
Sedang karang tajam menanti,
Merobek luka di hati,
Menanti ombak menghempas ke tepi,
Sebelum bertemu dermaga bahagia janji.
Ku tempuh jua kegelisahan,
Menatab mendung menanti hujan,
Agar tak terlisah kesedihan,
Tangisan yang hilang di dalam kepedihan,
Hingga nanti tuhan berikan jawaban,
Tentang cinta yang ia telah ciptaka.
Aku masih menanti,
Walau berteman sepi,
Agar langkah ku tak lagi tersakiti,
Di robek onak dan duri,
Di sasaat nanti impian yang ku cari,
Menjadi pasti hingga napas ku ini terhenti.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 08::02:2016
# MENINGGAL KAN MALAM BERSAMA MENTARI PAGI #
Setelah lelah menapak malam,
Menatap di dalam kegelapan,
Perlahan sinar jingga menjelma,
Bersama hari yang semangkin cerah,
Menerangi pandangan ku memandang awan,
Mengurai tetesan embun embun di daun daun.
Selamat datang mentari pagi,
Aku ingin jauh berlari,
Meloncat dan bernyanyi,
Mengejar impian yang telah pergi,
Impian yang hilang bersama gelab nya hari,
Setelah malam berselimut kan mimpi mimpi,
Burung burung pun menemani,
Seteiab jejak langkah ku ini,
Hingga sepi tiada berarti,
Sendiri tidak ku pahami,
Aku hanya ingin berlari dan bernyanyi,
Mengejar impian ini,
Bersama mentari pagi.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 08:02:2016
# SELAMAT TINGGAL MALAM #
Malam ini,
Lelah ku kian menjadi,
Ingin ku rebah kan tubuh ini,
Lupa kan kisah yang telah ku lalui,
Hingga nanti,
Mentari bangun kan ku lagi,
Bersama embun pagi,
Bersama kicau burung burung yang riang bernyanyi,
Yang akan membuka kan mata ku ini.
Selamat tinggal rembulan,
Selamat tinggal kawan,
Hanya itu yang dapat ku ucap kan,
Walau bintang bintang masih memberi kan ke indahan.
Kan ku pejam kan jua mata ini,
Menyambut indah nya mimpi mimpi,
Bersama hembusan napas yang bertasbih kan jikir jikir Illahi.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 07:02:2016
# HUJAN #
Hujan,
Kau basahi tubuh ini,
Sepi,
Dingin menyelimuti,
Tiada nyanyian malam,
Hanya halilintar yang hingar bingar,
Yang terkadang bangun kan ku dari lamunan.
Hujan,
Di mana air mata ku kini,
Hanya hangat yang terasa,
Mengalir di sela sela mata,
Lalu jatuh ke bibir,
Bersama tetesan mu hujan.
Hujan,
Malam ini aku tak ingin merenugi,
Namun bayang malam,
Membawa ku hanyut di dalam kesedihan,
Sendiri menatab temaram,
Menangis tak berkesudahan,
Menanti rembulan yang hilang di telan gelab malam.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 06:02:2016
# DURI TAK HARUS DI HALAMAN #
Ini langkah ku,
Ini jalan hidub ku,
Walau uang sedikit tapi ini rejeki ku,
Siapa pun kamu,
Selagi aku tak mengganggu mu,
Jangan usik aku.
Aku tak tau siap kamu,
Usah menteror hidub ku,
Karena kamu lah insan penakut itu,
Yang tak pernah merasa malu,
Hanya berani di belakang ku,
Bukan di depan ku.
Karma itu ada,
Kerena itu harus waspada,
Sebelum ia menimpa,
Sebelum ia menyiksa,
Walau melibat kan insan yang tak tau apa apa,
Kamu harus ingat itu di luar kepala.
Aku bukan meludah kepada awan,
Hujan pasti jatuh di susuran
Dan duri bukan untuk di biarkan,
Tapi untuk di singkirkan,
Sebelum melukai kaki ini di saat berjalan,
Juga kan melukai kaki mu itu kawan.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 06:02:2016
# SENANDUNG PAGI #
Ingin ku hitung tetesan embun pagi,
Menyambut mentari,
Kicau burung burung yang bernyanyi,
Dan menikmati cerah nya hari,
Yang tak dapat sepenuh nya ku miliki,
Tampa ada kamu menemani ku di sini.
Ingin ku kabar sebuah cerita,
Tentang kelopak bunga bunga,
Angin yang membelai manja,
Pelangi yang menghiasi angkasa,
Tinggi nya gunung yang begitu megah nya,
Namun enkau entah di mana berada.
Terkadang aku terbuai harapan,
Datang bersama lamunan,
Kala hati meresapi kesendirian,
Memberikan sebuah kebimbangan,
Yang memgungkap sebuah pertanyaan,
Tentang jawaban yang tak dapat ku paparkan.
Dingin nya pagi masih menyelimuti,
Kesendirian memberi akan arti nya sepi,
Namun aku tak dapat memungkiri,
Indah nya pagi yang memberi ku arti,
Untuk dapat selalu mensukuri,
Segala rahmat dan cobaan yang yang Illahi beri.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 03:02:2016
# TENGGELAM DI DALAM SEMU #
Jauh hasrat menanti,
Berharap rindu terobati,
Di dalam gelab nya malam ini,
Indah nya kenangan menari nari,
Lamunan pun menerawang mencari,
Di mana kah indah nya mimpi mimpi.
Ingin ku berlari,
Mengejar bayang yang jauh pergi,
Seketika ia datang lagi,
Menghampiri langkah yang terhenti,
Lalu terbang tinggi,
Membawa lamunan ku ini.
Terpejam mata yang tadi sayu,
Debar di dada terus berpacu,
Perlahan hembusan sang bayu,
Membelai tubuh yang tadi kaku,
Dan aku hanyut bersama rindu,
Tenggelam di dalalam semu.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 11:02:2016
# TERBUANG TIADA BERARTI #
Seandai nya aku tau,
Tak mungkin aku merindu,
Meratap pilu,
Jiwa bagai terbelenggu,
Terbuai bayangan kelabu,
Yang menjadi kan hati ini beku,
Seandai nya kau pilih harta dan tahta,
Aku tak mungkin kecewa,
Tapi kasih sayang yang kau damba.
Kenapa kau pilih dirinya,
Dan aku tercampak begitu saja,
Bagai sampah yang tiada artinya.
Namun semua telah terjadi,
Tak mungkin kan terulang kembali,
Janji cinta terhianati,
Kesetiaan yang tersakiti,
Kau jadikan bagai air di daun keladi,
Tak berkesan terbuang tak betarti.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 13:02:2016
# KU INGIN SELAMANYA BERSAMA #
Secarik hati kunantikan,
Hibur impian yang di dambakan,
Mengobati sebuah ke ikhlasan,
Temani perjalanan dalam kerinduan,
Agar tak lagi kemarau berkepanjangan,
Menjejaki arti di dalam percintaan.
Lama ku puja tak juga bermakna,
Sayang ku beri bak menjadi sia sia,
Entah apa salah di kata,
Kerab bersama tak juga di cinta,
Apakah belum tiba saat nya,
Atau kah bunga sudah ada yang punya.
Masih ku nanti bunga di taman,
Kembang semerbak harum menawan,
Hiasi jiwa dalam kehidupan,
Temani langkah setiab perjalan,
Mego tercapai maksut dan kerinduan,
Bersama bunga di taman impian.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 16:02:2016
# BIARLAH PUNGGUK MERINDUKAN REMBULAN #
Senandung cinta mengalun merdu,
Mengisik jiwa di dalam kalbu,
Terdengar menggema di bukit berbatu,
Namun kemana arah hendak di tuju,
Sedang kan jalan jurang yang berliku,
Langkah yang tertatih apakah mampu.
Terpenggal hasrat mengenal rasa,
Putus terkulai mengurai jiwa,
Kalau lah memang cinta jauh di mata,
Mana lah pula rindu bermanja,
Menanti tak guna,
Mencari juga sia sia.
Usah di harab cinta kan datang,
Lelah berjalan ia tak ingin bertandang,
Konon lah pula mengharab kan bintang,
Bagai merenung mimpi yang datang,
Terbuang sayang,
Di harab menghilang.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 14:02:2016
# KUPU KUPU PAGI #
Aku bagai kupu kupu di pagi hari,
Yang ingin terbang tinggi,
Menari diantara pelangi,
Namun keinginan tak dapat terpenuhi,
Aku terhempas berkali kali,
Oleh hembusan angin yang meniub tubuh kecil ku ini.
Bunga bunga masih menemani,
Seakan menanti nanti,
Tetapi mentari telah terik sekali,
Bagai kan membakar sayab tipis ini,
Hingga aku harus pergi,
Tinggal kan bunga bunga dan pelangi.
Kini aku hanya menatap di kejauhan,
Mengenang hasrat yang terabai kan,
Hanya rindangnya daun daun pepohonan,
Yang memberi ku kesejukan,
Setelah lelah mencoba menggapai awan,
Yang memang tak pantas untuk ku impikan.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 17:02:2016
# AKU INGIN BERSAMA SELAMANYA #
Ku sapa angin berlalu,
Menatap membisu,
Membuai bayang semu,
Menerobos malam kelabu,
Dalam angan yang ku cumbu,
Mencapai ilusinasi ku.
Menggapai langit yang tinggi,
Menjelajahi onak dan duri,
Menerobos gelab dan sunyi,
Biar itu semua hanya menjadi mimpi,
Aku tak pernah perduli,
Walau akhirnya menambah derita ku ini.
Ku tahu harapan telah sirna,
Tertanam di dalam pusara,
Di antara taburan bunga bunga,
Berteman kan luka dan derita,
Tetap kan ku nanti juga,
Hingga ajal ku tiba,
Untuk dapat bersama mu wahai juwita.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 20:02:2016
# TAK KAN TERULANG LAGI #
Ku coba untuk memberi makna,
Tentang hidub bersama,
Penuh canda dan tawa,
Hilang kan sedih dan duka,
Tapi aku kecewa,
Semua sirna dengan sia sia.
Kelinci saja tau tajam nya duri,
Tak pantas untuk ia dekati,
Tak ingin sakit terulang kembali,
Karena duri bukan untuk di lalui,
Begitu juga insan seperti ku ini,
Yang tak ingin pengorbanan menjadi derita di hati.
Ibarat air dan bara,
Ibarat jadam dan gula,
Bersama tiada berguna,
Berharap tiada artinya,
Hanya lelah yang kan menyiksa,
Meratap terpaku menatab di gelab gulita.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 19:02:2016
# AKU INGIN BERSAMA SELAMANYA #
Ku sapa angin berlalu,
Menatap membisu,
Membuai bayang semu,
Menerobos malam kelabu,
Dalam angan yang ku cumbu,
Mencapai ilusinasi ku.
Menggapai langit yang tinggi,
Menjelajahi onak dan duri,
Menerobos gelab dan sunyi,
Biar itu semua hanya menjadi mimpi,
Aku tak pernah perduli,
Walau akhirnya menambah derita ku ini.
Ku tahu harapan telah sirna,
Tertanam di dalam pusara,
Di antara taburan bunga bunga,
Berteman kan luka dan derita,
Tetap kan ku nanti juga,
Hingga ajal ku tiba,
Untuk dapat bersama mu wahai juwita.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 20:02:2016
# SENJA #
Senja,,
Kau tinggal kan aku di sini,
Berteman kan lara,
Merenungi hari yang kian sunyi,
Dan entah kemana hilang nya suara canda,
Burung burung yang tadi riang bernyanyi.
Senja,
Apa kah aku harus kembali terluka,
Menatap ombak yang tiada hentinya,
Permain kan pantai yang begitu mesra,
Atau kah aku harus menanti purnama,
Sinari jiwa ini yang di landa kecewa.
Senja,
Aku kan menanti mu di sini,
Walau malam kan gelab gulita,
Walau embun embun menyelimuti,
Aku hanya ingin mencari arti sebuah makna,
Mengapa engkau menjadi kenangan yang tak dapat ku akhiri.
Senja,,
Hari kian gelap gulita,
Namun engkau mengapa begitu tega,
Meninggal kan ku tampa seberkas cahaya,
Cahaya yang dapat menyinari gelora,
Gelora cinta yang kini hampir sirna.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 22:02:2016
# SENDIRI MENINGGAL KAN SEPI #
Aku menikmati kesendirian ini,
Walau tiada yang mengerti,
Aku tak perduli,
Karena hidup bukan mimpi,
Bukan menanti nanti,
Juga bukan basa basi.
Bukan aku tak kecewa,
Melihat burung burung bercanda,
Terbang dan berkicau bersama,
Lalu hinggap kemana ia suka,
Tapi untuk apa aku merasa hampa,
Itu hanya akan menambah derita.
Ah,, aku ingin berlari,
Menari dan bernyanyi,
Melayang bagai burung yang terbang tinggi,
Meninggal kan resah dan sepi,
Menikmati indah alam ini,
Walau ku masih berharab kau menemani ku di sini.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 22:02:2016
# AKU BUKAN KAMU #
Andai aku tau,
Siapa yang mengganggu,
Siapa yang tertipu,
Siapa yang menipu,
Siapa yang punya malu,
Dan siapa pula yang tak punya malu.
Aku masih sendiri,
Aku ingin tertawa,
Aku ingin bernyanyi,
Aku ingin bercanda,
Aku ingin menari,
Dan aku ingin apa yang ku bisa.
Langit itu tinggi,
Tahta bukan abadi,
Miskin dan kaya boleh berganti,
Miskin dan kaya pasti mati,
Walau punya pendidikan yang tinggi,
Karena takdir dan rejeki kehendak Illahi.
Ini lah aku,
Melangkah di jalan ku,
Menatap dengan mata ku,
Bekerja atas rejeki ku,
Dan aku adalah aku,
Bukan kamu.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 25:02:2016
# DALAM DIAM KU #
Diam diam aku malu,
Diam diam aku cemburu,
Diam diam aku rindu,
Diam diam aku memikirkan28: kamu,
Diam diam aku cinta kamu,
Di dalam diam hati ku tak menentu.
Bagai gelombang aku ingin menepi,
Bagai beras aku ingin menjadi nasi,
Bagai gula aku ingin pemanis kopi,
Bagai burung ku ingin menari dan bernyanyi,
Bagai mimpi ku ingin menemani,
Menemani tidur mu di malam nanti.
Aku diam bukan tak bisa bicara,
Aku diam memiliki selusin pesona,
Dalam diam rasa di hati tertunda,
Ibarat kata tampa bahasa,
Ibarat mata melihat bagai kan buta,
Ibarat cinta menanti singgasana rumah tangga.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 28:02:2016
Kumpulan Puisi Musafir - SEPI
Sobat
Di ujung malam lalu
Masih lekat siluet mu
Pada dinding rapuh biru
Meski surya mulai menyapa
Dingin embun tiada gentar
Merasuk dan pastikan kau ada
Iringi hari meski dalam samar
Sobat
Kupanggil engkau demikian
Agar lekat di perjalanan
SaN
Sepi
Sobat,,
Sepi ini setajam belati
menikam ulu hati
dan membongkar semua prasasti
Sobat,,
sepi ini teramat tuli
hingga sore panggilanku tak di peduli
atau memang akal ku yang hampir mati
Sobat,,
sepi ini mencaci maki
tentang rindu ku yang tiada bertepi
tetapi mandul di gilas hari
Sobat,,
sepi ini derita ku
bukan karenamu
tapi takdir ku
Sobat,,
ku sebut engkau demikian
kiranya musti bukan ingin ku
SaN
----------------
Hujan
Urai kata mu ku sebut hujan
Lalu hatiku ku nama kan bumi
Angin,,awan,,dan halilintar
Sebagai penghantar cerita kita
Kemarin hujan deras tak di sangka
Basahi bumi yang kering kerontang
Bahkan angin tiada desir kan
Atau pun awan tak berkoloni
Sejuk ini justru membingungkan
Karena hayal terlanjur ku pantang
Walau harap kian di mandul kan
Oleh takdir dan masa yang hilang
Hujan,,, kau datang tiba-tiba
Membasuh pelupuk rindu ku yang sedang menengadah
Sebabkan buta nafas ku
Dan banjiri mimpi ku
Hujan,,,apakah pesan ku kesasar
Pada angin ku titip syair
Pada awan ku lukis fakir
Hanya petir yang di paksa mungkir
Akhhh,,,
Aku pun terjebak terka
Aku,,kamu,,kenapa...?
Aku,,kamu,,bukankah siapa!!!
Lalu,,,
Esok...
Bukan kemarin kan??
Ambillah,,, ini kuasaMu Tuhan
SaN
31-01-2015
Kusimpul senyum kala jeda
Kupejam hayal di lorong sepi
Dan kudekap angan pada diam
Agar damai sinopsis kita
---------------------
Ma'af
Hingga tak pantas dalam takar
Bahkan akibat kan rona mu gusar
Juta'an pinta selalu ku tebar
Di beranda hati mu yang ku anggap lebar
Maklumkan lah aku yang labil
Selalu tersungkur semak kerikil
Dari hasrat ku yang terusir
Bersebab alfa dan nyali fakir
Sobat,,, ku sebut engkau demikian
Demi yakin ku kau mema'afkan
10-02-2016
SaN
Kumpulan Puisi Emmy Metamorfossa - JARING - JARING LARA
adalah bohong
jika ujarku baik baik saja
sesungguhnya
ada jiwa yang lara
jaring kau tebar
namun ikan kau tepiskan
jerat pikat kau pasangkan
tapi burung lantang sorak kau menghalau
kini,pada keruh kau menuding
pada hujan kau mengupat
#dimesssepi#
Awal februari
Wacana"ilusimu"
Saat Kau menikmati kebebasanmu
Berkendara dengan mobil kerenmu
Dan tiang listrik mengikutimu
mengejarmu, semakin kau laju diapun semakin berpacu tak ingin kehilangan jejakmu.
Tapi benarkah begitu? berhenti dan lihatlah.. Dia hanya diam terpaku menatapmu, dia cuma suka melihatmu,tak henti dia mengejarmu???
ITU HANYA ILUSIMU
efek sempurnanya dirimu, kawan.
#dimesssepi#
310116
----------------------
Yang kugenggam tanpa kusentuh
dan
Yang kusentuh namun tak mampu kuraih
Keduanya tiada harus terpilih..
#dimesssepi#
080216
---------------
suaramu aksaramu
dimana kini
tenggelamkah dirimu
dalam ritual magis malam ini
#dimesssepi#
050116
------------------------
Semalu dan kembang ilalang
.....................................................
semalu,ini aku kembang ilalang
terbang bersama bayu melintasimu
seuntai ujarmu meronakan pipiku
terngiang selalu, walau ku sembunyi dirimbun perdu
semalu, maafkan aku
ku menuding sang waktu
sesungguhnya aku tenggelam dalam kalimat saktimu
hanya mampu tertegun terharu dan bungkam
semalu maafkan aku
hingga jemari ini menyapamu
pun kumasih tertimbun haru
tak ada rangkaian kata yang mampu kuhantar buatmu
sehelai harapan kutitip pada hembus bayu
semoga segera sembuh
--------------------
tiada bernilai tatap tajam cemburumu
bila rasa cinta berkarat di rongga mulutmu
-----------------
Gambar bergerakmu pengobat hati. Hati ilalang yang merindukan awan.
Hati kelinci yang merindukan gunung.
Hati kupu kupu yang merindukan pelangi
------------------------
kau adalah kemungkinan
yang tak bisa ku semogakan
--------------------
Yang kugenggam tanpa kusentuh
dan
Yang kusentuh namun tak mampu kuraih
Keduanya tiada harus terpilih..
#dimesssepi#
080216
------------------------
*******Sisa senja******
senja, ternyata kau masih menyisakan jinggamu dipinggir pinggan kota
kunikmati bersama gerak raga nan tak kunjung jeda kuhirup aroma anginmu yang hampa..
rinduku merasakan sinarmu berbagi aura denganku, tapi kerja masih menyandra langkah
#dilantai5#
040116
--------------------
puisi.. kaulah kekasih hati
setiamu laksana sang sepi
abadi
Tentangku
Seberapapun tulus cintamu padaku
Seyakin apapun hatimu aku teman abadimu
Jangan katakan aku tulang rusukmu yang hilang satu
Segenap jiwa ragaku menentang itu
Ibaratkan saja dirimu mentari dan aku bintang
Bintang, bukan bulan
#dimesssepi#
120216
Tentangku
Seberapapun tulus cintamu padaku
Seyakin apapun hatimu aku teman abadimu
Jangan katakan aku tulang rusukmu yang hilang satu
Segenap jiwa ragaku menentang itu
Ibaratkan saja dirimu mentari dan aku bintang
Bintang, bukan bulan
#dimesssepi#
120216
kucoba mengartikan kasihmu
seperti kanan dan kiri
atau
seperti kapan dan nanti
Perigi malam
di bisunya malam berselubung mendung
di rimbunan bambu yang lengang
di kaki kaki rumpunnya yang mencekam
di daun keringnya bertebaran
kuberanikan mendekat demi menatap
perigi jernih di tengah remang
kudapati sekelebat sinar diantara pantulan wajahku di permukaannya
yang hanya tertangkap kedip mataku, sebagai balasnya akan rinduku
kembali kuhujamkan tajam netraku
berharap kudapati bias sinar penjawab bimbang
mamun hanya sinar keteduhan seremangnya malam,
kuceburkan rinduku ke dalamnya
kubasahkan kering jiwaku di dinginnya tirta tanpa asa
perigi malam
kau menenggelamkanku
tak mampu kuraih dasarmu
#bertemu denganmu#
120216
[ di balik fotret ]
si tuhan meng"ada"kan ku tidak untuk merasakan hidup kaya
maka ku ada untuk hidup yang kaya rasa
kucuri bulir embun di pucuk pandan
dan tsunami akan menelanku
Merajuk "tak biasanya"
Seperti biasa selesai kerja, dengan membawa penat di raga aku pasrah pada kamar dan ranjang pinjaman majikan. Posisi miring sambil peluk gulung sedikit melelehkan kaku sendi dan uratku. Seperti biasa juga telapak tangan kananku telentang menggenggam piranti yang jauh lebih pintar dari aku tuannya. Telapak tangan kiriku telungkup, sebagaimana biasa juga mengharap sentuhan lembut seseorang yang keluar dari piranti pintar di genggaman tangan kanan yang mengingatkan ku untuk mandi. Tapi kali ini ia mencubit.. sakit, ku buka mataku yang mulai berat, alat pintar itu ternyata ikut terlelap juga.Ternyata serangga kecil telah berhasil mencuri setitik darahku hingga membuatnya bunting, ku lepaskan si pintar perlahan demi merampas kembali darahku yang terjarah, namun si pintar merengek manja dan si penjarah darah kabur tak tentu arah, kusambut si pintar dan ku buka, bukan dia...
Mungkinkah kulewati malam tanpa mandi?
#dimessepi#
170216
Aroma nostalgia
...............................
seakan,
ku membuka kaleng roti
wadah kue lebaran yang lalu
tersisa didasarnya
kue nastar berbentuk hati
tengik khas aroma jamur
begitu pula,
kala terbuka ingatan ini
akan jejak perjalanan lalu
tersisa di dasar kenangan
keping keping kisah cinta
merenggut waktu remaja
mengkibaskan segala cita
cinta hanya menutup mata
buta arah terbuang masa
hingga hampa akhir semua rasa
duka penutup semua episod kisah
setengik aroma jamur
cinta yang membuat hidupku
babak belur
#dimesssepi#
200216
Hujan tiba tiba
..........................
Sejak pagi kau marah
Tengah hari kini kau menangis
Wahai langit..
Caramu menyuguhkan anugrah
Pada rumput dan perdu hijau cerah nan basah
Ku melihat wajah wajah kami belia
Menyatu di curahnya tirta mega
Menertawakan gledek kilat membahana
Langit.. Sudahlah jangan lagi bermuram durja
Kini..
Kami sedang mencari nafkah
Kami sedang tak boleh basah
#dimesssepi#
190216
Aroma nostalgia
...............................
seakan,
ku membuka kaleng roti
wadah kue lebaran yang lalu
tersisa didasarnya
kue nastar berbentuk hati
tengik khas aroma jamur
begitu pula,
kala terbuka ingatan ini
akan jejak perjalanan lalu
tersisa di dasar kenangan
keping keping kisah cinta
merenggut waktu remaja
mengkibaskan segala cita
cinta hanya menutup mata
buta arah terbuang masa
hingga hampa akhir semua rasa
duka penutup semua episod kisah
setengik aroma jamur
cinta yang membuat hidupku
babak belur
#dimesssepi#
200216
Srikandi lumpuh
--------------------------
Srikandi itu,
mengangkat tangan
dengan sutra putih melambai
menyerah ia..
bukan pada takut
bukan pula
pada sepasukan musuh
tulang tulangnya luruh
di"teluh" cemburu
#dimesssepi#
210216
Caraku mengenang
-------------------------------
ku tak punya gambar kemesraan
yang terbingkai
pada fotret ataupun lukisan
ku cuma punya kisah kisah
yang mengendap dalam bejana kenangan
tersimpan di alam pikiran
kala rindu itu datang
terpaksa harus aku tuangkan
pada cawan cawan kata dan tulisan
ku hanya punya silam
ku belum berani berhayal
akanmu sayang..
#dimesssepi#
210216
Terkenang pada seorang putra Sunda dalam hidupku dua tahun yang lalu, rinduku padamu selalu.
Saung teduh 1
--------------------
saung teduh...
kemarin masih ada di situ
saat mentari memirangkan rambutku
lumpur hangat menenggelamkan matakakiku
peluh membasuh wajahku
lelah menghisap semangatku
saung teduh...
kini sudah tak di situ
tempatku menyandar tempatku merebah
dari lelahnya jiwa
saung teduh..
Ia bukan fatamorgana
Ia nyata namun ada pemiliknya
saung teduh..
menjelmalah kembali
walau pada wujud dan rupa yang berbeda
#dimesssepi#
220216
Saung teduh 2
-----------------------
saung teduh di tengah sawah
tempatku bersandar, rebah dan lena
disela ku usai berjibaku dengan lumpur piluku
dengan panas kewajibanku
dengan benih tenagaku
dengan pupuk kasih sayangku
dengan hama kepedihanku
di lahan hidupku yang melelehkan
saung teduh..
kini kuterdampar
di kebun utara lahan
bersandar pada sebatang rindang
yang namun tak berbuah
saung teduh..
kau telah dihantar pada pemilikmu
saung teduh
tak jenuh kulempar pandanganku
ketengah hamparan sawahku
berharap kembali ada saung teduhku
#dimesssepi#
220216
Tatap
kita saling menatap
membenturkan pandang
menembus jauh ke dalam
menyelami sejuk menikmati gelombang rasa, melihat sejuta indah
menatap, kita saling menatap
tanpa harus berharap
pandang, kita saling memandang
tatap kita terus menatap
laksana laut dan langit
#dimesssepi#
260216
Pengertian
-----------------
bundar bulan yang tak utuh lagi
manja bergelayut di selendang tipis sang mega
mengerling sekoloni bintang dalam formasi rasi rasi
ku melayang layang diantara mereka
mataku pejam tanganku rentangkan
pasrah ku pada angin yang membawaku terbang
kini mungkin ku hanya arwah tanpa raga, ataupun raga hampa tanpa arwah
setelah tembok tembok itu menghimpitku menekan segala rasa dihatiku
tanpa boleh ku toreh walau segores kata rinduku
kini ku pasrah pada angin yang membawaku terbang
melayang layang mataku pejam tanganku rentangkan
ku pingsan dalam janji pengertian
#dimesssepi#
270216
Prosa
SURAT BUAT SAHABAT
Sahabat.. malam ini ku datang menghadapmu, ku ingin mengatakan sesuatu.
Sahabat ku mohon padamu, jangan dulu bawa aku ke sana, ke puncak menara Mercusuar di samudra karya. Jari jemariku belum kuat mencengkram, tak kan mampu ku menahan angin apalagi badai. Masih malu ku dilihat para bintang, di pandangi bulan dan di tatap barisan awan.
Sahabat ku belum cukup punya bekal, ku hanya akan terlihat bersinar di atas namun gelap dan kosong di dasar. Ku takut tergelincirku akan menjatuhkanmu.
Sahabat terbaikku, biarkan kutumbuh dari bawah, bertunas merambat menjalar perlahan, sirami aku dengan ilmu dan hara pekertimu. Ku mohon tunjuk dan ajarmu.
Dariku
Saudarimu
28 Feb 2016
Senin, 18 Januari 2016
Kumpulan Puisi Elza Titanium - SINDROM
Sepi menyayat hati ini
Bila semua trs membisu
Jalan licin dan berbatu
Terus menghntui
Dan semua mencibir
Berkata bagai sebilah belati
Sulit berdiri di sini
Di daratan yg penuh duri....
Gelap semakin mengiris hidup
Dan terus menusuk jiwa yg layu
Dan tak tau arah pulang....
Tudingan telunjuk hina
Terus masuk dlm benak ku
Dan meraja dalam memoriku
Aku terkapar dlm kemunafikan mereka
“SINDROM jan 18'016...”
By : Elza TitaNium
Kala malam datang
Dan rasa ngantuk membentangkan selimutnya
Di wajah bumi....
Aku bangun dan berjalan ke laut...
Laut tdk pernah tidur...
Dan dlm keterjagaannya itu
Laut menjadi penghibur bagi jiwa yg terjaga
“ASIMILASI RASA”
By : Elza TitaNium
KOSONG
Bayu hadirmu mampu ku rasa
Semilirmu mampu membuat q terlena.....
Dlm keterasingan q,
Q ingin sll dgn u,mnytukn u dlm gelora q
Dan membiarkn nanar menatap kita buas.....
"Kosong 1101016 "
By : Elza TitaNium
Cinta terlahir dari rasa ketenangan jiwa
Dari ketidak berdayaan mnjadi warna..
Jika kebohongan menjadi awan tebal....
Bergeser mnjadi mati,
Dan mati adalah kedamaian yg hakiki
Kehidupan masa lalu akan berjalan panik...
Tapi cinta akan mnjadi keabadian bulan purnama
Penuh kata ,....beribu Ekspresi
"PolEmik "....2101016 by Elza TitaNium
[Teruntuk KOdok Q,smungut y ]
Minggu, 17 Januari 2016
Kumpulan Tembang Kata Edi Sofyan - PIKIRAN KU
Kau tahu apa yg terbayang di pikiran ku setiap melihat mu...
...sebuah gunung es..yg terasa mustahil tuk didaki ...bahkan didekati sekalipun...
------------------------
Andai saja kata '' tapi '' tak pernah ada....
Mungkin kah ada kata'' mungkin ''......
Seperti cerita cinta kita yg mungkin tapi tak mungkin......
Jikalau....jika...dan seandai nyaaa....
--------------
Mendekat lahhh........
Sebelum bosan itu....bertamu diantara kau..dan aku.....
-------------------------
...Mengenang....Senyum..mu...
...adalah sepoi angin pagi.....yg melintasi...musim panas.....dan sembunyi di ketiak sunyi...
...lalu geliat mu yg gemulai.....menjejak binal...berputar..meliuk...merancang..arahh.....
...senyum itu ternyata..bukanlah...senyum yg tak terbeli lagi....meski susah dicari.....
-----------------
..Mengenang janji mu....
...adalah gemuruh halilintar....dikala terik...lalu ..terdampar di pulau..asing.....
...membuat ku terjaga..dari mimpi..yg jalang....di antara desah dan deru hayal..ku.
...sayang janji itu..bukanlah..janji yg ditepati...meski pun merpati...tak pernah ingkar janji...
Oleh : Edi Sofyan
Sabtu, 09 Januari 2016
Kumpulan Puisi Pengendara Langit - CERITA KITA KEMARIN
CERITA KITA KEMARIN
oleh: Pengendara Langit
Kemarin kita sempat bercerita tentang apapun termasuk jalan kita, katamu kelak hari ini, esok, atau kapanpun kau selalu disampingku atau terkadang selangkah dibelakangku sambil mengamini doa-doa yang kulafalkan setelah salam setiap solat jamaah kita,
benarkah itu?
Sayang, sudah beratus kali mungkin kusampaikan bahwa jalan yang kutapaki tak seindah kisah negeri dongeng yang sering kau baca atau pada film-film korea yang katanya kau suka melihatnya, sudah entah berapa kali aku jatuh dijalan yang kupilih ini. lantas bagaimana mungkin kau berjalan bersamaku? Jika bebatuan dijalan ini kan melukaimu, atau hujan bulan desember akan membuatmu dingin tanpa tempat berteduh.
Arahku masih berdebu, tujuanku belum menentu, pun tempatku pulang belum ketemu
Belum pernah kutemui seorang seteguh hatimu,
Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - TERPURUK OLEH KENYATAAN
# TERPURUK OLEH KENYATAAN #
Benang di pintal menjadi tali,
Teli bersambung di bawa mendaki,
Dapatkah mencapai puncak yang tinggi,
Atau terhempas terjatuh lagi,
Bawa derita yang tak dapat di sesali,
Menanti mimpi2 tak dapat lagi menemani.
Lama ku hiba memohon diri,
Tak sanggub menahan caci maki,
Tak mungkin tercapai awan yang tinggi,
Sayab ku kibas tak juga berarti,
Layak nya pungguk menanti di malam hari,
Menatab rembulan ke lauatan tak bertepi.
Kumohon janga duka merana,
Menyiksa diri tiada berdaya,
Sukuri alam akan indah nya,
Tangisan lara tiada berguna,
Berharab tuhan kabul kan doa,
Terobat luka di dalam dada.
Wahai malam hadirkan lah rembulan,
Biar langgkah ku tak di kegelapan,
Meninggal kan angan dan juga harapan,
Berselubung rindu yang tak kan dapat ku lupakan,
Hanya karena adat dan perbedaan,
Cinta ku yang suci tak akan menjadi kenyataan.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 07:01:2015
# AKU PERGI BERSAMA CINTA MU #
Semusim ku ingin bersama,
Putik tak jadi gugurlah bunga,
Mengharab kan rasa tak juga berguna,
Menanti juga kan menjadi sia sia,
Mungkin karena kemarau lama melanda,
Namun hujan tak kunjung jua menjelma.
Leburnya besi karena api,
Mentari bersinar di waktu pagi,
Kalau lah sudah menjadi takdirnya diri,
Rumpun berduri kan tetab di jalani,
Walau pun hati rasa nya tak ingin tersakiti,
Apalah daya jikala memag harus terjadi.
Kapal berlayar tinggal kan dermaga,
Karang dan topan menanti ku di sana,
Walau hujan dan panas terus menyiksa,
Biar kemudi ku patah arah nya,
Jikalau sudah menjadi kehendak yang kuasa,
Ku bawa juga hati yang gundah gulana.
Usah kau ingat masa dahulu,
Nanti merusak jiwa dan kalbu,
Kalau lah sudah menjadi perjalanan hidub ku,
Tak usah kau ratapi musim yang akan berlalu,
karena di sana penuh dengan impian baru,
Bersama dirinya yang telah menjadi pilihan orang tua mu.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 09:01:2016
# TAK SABAR #
Kupacu dan terus ku pacu,
Kereta ku melaju,
Dengan tampa rasa ragu,
Ku lalui jalan yang penuh liku liku,
Karena di sana ada kamu,
Di halte bus sedang menunggu.
Tak sabar hati tak sabar,
Detak jantung ku kian gemetar,
Dengan tampa sadar,
Rambu lalu lintas pun ku langgar,
Namun perjalanan ku masih lancar,
Karena sang polantas duduk tertidur bersandar.
Waktu janganlah cepat berlalu,
Aku ingin melepas kan rasa rindu,
Rindu yang bergelora di kalbu,
Rindu yang telah menyiksa ku,
Semenjak perpisahan itu,
Setengah tahun yang lalu.
Aku ingin segera tiba,
Menjemput mu di sana,
Memeluk tubuh yang begitu manja,
Yang telah melahirkan sejuta pesona,
Dan ku kisah kan sebuah cerita,
Kenangan di saat saat kita berdua.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 10:01:2016
# MERANGKUL NUSANTARA #
Entah apa yang terjadi kini,
Kebodohan kian menjadi jadi,
Bunuh diri,
Membunuh insan insan yang di benci,
Dengan penuh iri dan dengki,
Juga ambisi yang tiada arti.
Jalan masih panjang,
Jangan jadi kan ia gersang,
Biar ia terang benderang,
Menyinari hati yang bimdang,
Merangkai kasih sayang,
Mencari ke imanan yang hampir menghilang.
Usah dengar kan,
Dongeng yang membakar kemarahan,
Itu menyesat kan,
Melahirkan kejoliman,
Karena hidub mempunyai aturan,
Dengan penuh alasan di dalam kehidupan.
Kita punya agama,
Kita penuh adat dan budaya,
Beragam pesona,
Erat di cengkraman Sang Garuda,
Dan bersama merah putih tercinta,
Mari kita merangkul Nusantara indonesia.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 15:01:2015
# MENEMPUH GELOMBANG IMPIAN #
Ku kayuh biduk tinggal kan muara,
Tebarkan jala di air tenang,
Namun apa hendak di kata,
Jala ku koyak karena karang,
Kalu lah sudah rindu tak dapat bersua,
Jangan salah kan camar bernyanyi riang.
Biduk oleng karena gelombang,
Dayung patah karena rapuh,
Walau badai dan hujan datang menerjang,
Manakan dapat berlindung dan berteduh,
Hanya berharab impian kan pulang,
Mengharabkan kegelisahan usailah sudah
Lihat mencari si dermaga,
Mengharab kan ombak menuju pantai,
Jikala memang cobaan tak kunjun reda,
Jangan biar kan benci mencaci maki,
Supaya tuhan selalu bersama,
Memberi jalan yang ia restui.
Biar lah rasa tak sempurna,
Biar kecewa jadi kenangan,
Mungkin karena takdir belum bersama,
Bina impian yang telah di rindukan,
Iringi langkah di perjalanan cinta,
Menuju dermaga yang penuh kebahagiaan.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 17:01:2016
# TERKENANG AKAN HADIR MU #
Ku tulis kan syair ini,
Buat kekasih hati,
Agar tiada mendung menyelimuti,
Mentari pun dapat tersenyum kembali,
Dalam menghitung hari,
Bersama perjalanan cinta ini.
Ingin kutitip kan sekuntum bunga,
Biar terdengar kabar asmara,
Dan burung2 berkicau riang gembira,
Mencumbu bayang2 yang menggoda,
Nyanyikan tentang pesona,
Sejuta cerita dilema cinta.
Aku tersipu malu,
Kepada sepasang kupu2,
Bercumbu menanti sang waktu,
Seakan ia bertanya kepada ku,
Kenapa kau membisu,
Menatab langit yang bukan kelabu.
Syair ku menunggu,
Datang nya cinta memeluk ku,
Bersama hadir nya diri mu,
Menemaniku yang dilanda rindu,
Di dalam asmara cumbu rayu,
Mengecab gelora sepanjang wakru.
Bunga ku titip hanya kehampaan,
Bayangan ku cumbu hanyalah kenangan,
Sedang kan impian adalah kerinduan,
Menanti mentari bersinar di balik awan.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 17:01:2016
# MENANTI KENARI DAN MENTARI #
Ku nantikan pagi,
Di malam sepi,
Dingin menusuki,
Embun2 yang menyelimuti,
Dan masih kah esok kenari menemani,
Bersama sinar mentari,
Ingin ku kabar kan bimbang,
Bersama kunang2,
Di malam yang berbintang,
Juga rembulan yang bersinar terang,
Mebias kan remang bayang2,
Menemani rasa kecundang.
Aku tak ingin rasa nya sendiri,
Walau malam coba ku nikmati,
Mungkin tampa ada kamu di sini,
Tiada yang menemani,
Dan kunang2 kini entah kemana pergi,
Meninggal kan ku di sini.
Aku menanti pagi dan kenari,
Riang bernyanyi dan menari,
Menghiasi hari esok nanti,
Membuai canda di diri ini,
Dalam menikmati hari2,
Namun malam ini masih terasa sunyi dan sepi.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 18:01:2016
# JANGAN MUDAH UNTUK MEMAAFKAN #
MEMAAFKAN JANGAN BERAKHIR PENYESALAN,
MEMAAFKAN ADALAH SUATU KEMENANGAN,
KEMAAFAN HANYA UNTUK INSAN YANG MENYESALI KESALAHAN,
KEMAAFAN BUKAN UNTUK INSAN YANG MENGULANG ULANGI PENYESALAN,
KARENA YANG MENGULANG ULANGI KESALAHAN BUKAN UNTUK DI MAAFKAN,
TETAPI DI BERI HUKUMAN SEBELUM MENJADI MUSUH DI SEPANJANG KEHIDUPAN.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 18:01:2016
# INGIN KU MERASA #
Sekali lagi,
Aku tak ingin sendiri,
Di malam ini,
Ku nanti kan mimpi2,
Dan tak ingin ku berselubung embun2 yang menanti,
Di pagi hari nanti ingin ku akhiri mimpi2 ku di malam hari,
Esok hari burung2 bernyanyi,
Nyanyikan pagi,
Menyambut bangunya mimpi2,
Dan nanti di esok hari,
Kehidupan ku masih menagih janji2,
Seperti keinginan mimpi ku ini.
Aku hanya menanti,
Aku tak dapat sembunyi,
Aku tetab mencari,
Tentang pelangi dan bidadari,
Menemani sepi ku ini,
Menemani mimpi2 indah ku di malam ini.
Kamu lah yang terbaik untuk ku,
Kamu ku yakin tau siapa aku,
Kesilapan ku salah yang menjadi kebiasaan hidup ku,
Layak nya aku nmenanti bahagia mu,
Seperti aku yang menanti bahagia ku untuk mu,
Dan mungkin semua itu bukti cinta ku pada mu.
By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 19:01:2016
# AKU INSAN BIASA #
Sabar kah aku,
Bila selalu tertipu,
Sabar kah aku,
Bila selalu di ganggu,
Sabar kah aku,
Sebagai insan yang baharu.
Dapat kah aku bersukur,
Bila ramai yang inginkan aku jatuh tersungkur,
Dapat kah aku bersukur,
Bila ramai yang inginka aku hacur,
Aku takkan dapat bersukur,
Karena impian hidub bukan di bawa keliang kubur.
Harus kah aku membenci,
Jika selau tersakiti,
Harus kah aku membenci,
Jika selalu di hianati,
Mungkin aku kan membenci,
Bila semuanya terasa meracuni kehidupan ini.
Aku manusia biasa,
Bukan dewa,
Bukan utusan yang Esa,
Karena itu aku manusia biasa,
Punya rasa kecewa,
Juga punya rasa sakit di dalam dada.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 19:01:2016
# HANYA DI DALAM DOA #
Jika resah menuju arah,
Dapat kah kaki hendak melangkah,
Sedang kan bimbang rasa bersalah,
Ada kah sabar menjadi amarah.
Jalan berduri di lalui,
Jalan berbatu terlewati,
Namun impian entah kemana pergi,
Tinggalkan juwa sendiri merenungi,
Tak lagi indah mata memandang,
Tak lagi merdu syair berdendang,
Bunga indah bagai kan ilalang,
Menanti harapan kembali pulang,
Bawa cerita kasih dan sayang,
Membuat hayalan kembali terbang melayang.
Tak dapat di tunggu sepanjang waktu,
Musim musim terus berlalu,
Rasa tiada guna arti nya rindu,
Hanya membuat hasrat kelabu,
Bagai air yang membeku,
Layak nya hujan menjadi salju.
Tak lagi mata berkaca kaca,
Lelah menanggung rasa kecewa,
Hanya doa kepada yang kuasa,
Bunga di puja mekar semula.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 21:01:2016
# LAYANG LAYANG #
Bagai layang layang putus benang,
Melambung hinggap di rumpun bambu,
Tiada terbilang,
Ragu mencumbu,
Tak mungkin terbuang dan hilang,
Namun hasrat ini meminta ku.
Tangan ku hanya sejengkal,
Tak mungkin pengait terlewati,
Bak arus yang dangkal,
Manalah semua kehendak hati,
Berderu riak mencekal,
Berniat tak juga menjadi.
Biarlah terabaikan,
Tak mungkin lagi ku miliki,
Walau hilang di renungan,
Hujan ku harab tak kan merusaki,
Layang layang ku terbiar kan,
Tak dapat lagi terbang tinggi.
Biar lah semua meresab di hati,
Sang angin masih menanti,
Layang layang ku dapat terbang lagi,
Menghibur sesal yang masih menemani.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 23:01:2016
# MENCARI IMPIAN #
Aku tak tau,
Tuhan yang mentukan jalan hidub ku,
Bukan karena adanya kamu,
Juga bukan langkah bagi ku,
Mungkin malam ini mimpi ku semu,
Tampa kasih ku tampa kamu.
Selamat malam sayang,
Hidub bukan kecudang,
Masih ada rintangan menghadang,
Walau pun aku kan tetrbuang,
Namum impian menanti kasih sayang,
Demi ku dan kamu bercanda di antara bintang bintang.
Aku menanti impian,
Perjalanan tak dapat ku ukirkan,
Hanya menjadi renungan,
Lamuman ku yang terbuang dan terkupakan,
Dan tiada harapan,
Demi mencari kasih dan sayang dan impian.
Bagai malam menemani hti,
Mimpi mimpi ku menyakiti,
Ada rintangan yang menghalangi,
Dalam mencari cinta suci,
Penuh keinginan dan janji hati,
Yang kunanti sepenuh hati.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 22:01:2016
# DERITA HINGGA KE AKHIR NYA #
Lihat air mata itu,
Tangis yang tak berkesudahan,
Langkah kakinya tak dapat menuju,
Kedamaian yang ia rindukan,
Dan dia bagai menanti tubuh nya terbujur kaku,
Menanti tampa adanya ke adilan.
Di matanya hanya ada derita,
Yang nampak begitu nyata,
Namun entah kemana dapat bertanya,
Tentang siksa yang dia rasa,
Dia hanya merasa dirinya teraniyaya,
Yang tak pernah ada henti henti nya.
Dia lelah berusaha mencari kebenaran,
Yang merasa terkubur oleh ke joliman,
Di antara darah yang berceceran,
Bersama mayat mayat yang berserakan,
Hingga langkah kakinya pun terabaikan,
Kala serdadu Dazzal menghentikan langkah kehidupan.
Dan dia pun tak dapat lagi bertanya,
Tak dapat lagi meminta di dalam doa,
Hanya sisa sisa nafas yang masih tersisa,
Di dalam tatapan mata yang tiada arti nya,
Hingga akhirnya ia pun kehilangan nyawa,
Terkapar bersama sanak saudara dan juga sahabat sahabatnya.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 27:01:2016
# KAMU TAK UBAH PEMIMPIN YANG PENUH DUSTA. #
Di saat durjana meraja lela,
Kebodohan itu sudah biasa,
Jalan jalan kehilangan aspal nya,
Dan yang lupa tersenyum juga tertawa,
Mereka ter jatuh karena kebodohan nya,
Dan cahaya penerang adalah petaka bagi kamu dan mereka.
Dunia ini nyata,
Banyak yang akan terpenjara,
Tapi ini cerita di kota,
Bukan di desa,
Yang kekolotan menjadi angkara,
Hingga mereka tak sadar telah menderita.
Indobesia menggenggam kehidupan,
Pancasila merangkul semua adat dan kebudayaan,
Tertawa bukan kesalahan,
Tertipu adalah penindasan,
Karena masih banyak yang akan di perjuang kan,
Dalam mencapai kemajuan.
Entah siapa yang bodoh itu,
Kehidupan di kota masih ragu,
Di dusun dusun yang tak pernah merasa malu,
Hingga akhirnya mereka terbelenggu,
Bersama pemimpin yang terus menipu,
Sebelum mereka tau dapat menanti pemimpin yang baru.
Ingat jalan yang ada kini sirna,
Aspal yang ada entah kemana hilang nya,
Masih kah kamu dapat percaya,
Jangan kamu berulang kali menjadi pendusta,
Karen kamu bukan petaka bersama pemimpin yang durjanya,
Yang berselubung di balik kebodohan dan juga dusta nyata.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 27:01:2016
# TANGIS BAYI DI TEPI JALAN #
Dengarkan tangisan itu,
Apakah kita dapat tau,
Apa yang dia mau,
Kenapa ibu nya sekejam itu,
Si ayah tak mau tau,
Lalu pergi dan berlalu.
Ia baru lahir ke dunia,
Terabaikan begitu saja,
Meminta tak tau apa yang dia pinta,
Menderita ia pun tak tau apa itu derita,
Hanya tangisan nya yang tiada reda,
Di dalam tatapan yang tiada berdaya.
Di remang malam ia tercampak kan,
Di antara sampah yang berserakan,
Hanya tangisan nya yang mengundang keramaian,
Yang memandang dengan rasa kasihan,
Sedang di hati nya penuh kebencian,
Kepada orang tua si bayi yang masih bersama tangisan.
Seandai nya dia dapat meminta,
Tak ingin dia lahir di dunia,
Dari rahim ibu yang hidub nya berpoya poya,
Yang seakan tak pernah tau dosa dan karma,
Hingga nanti datang nya laknat yang maha kuasa,
Menjadikan ibu nya hidub bagai tiada artinya.
By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 29:01:2015
Kumpulan Puisi La Tansa - SATU PESAN PADA SENJA PANTAI MARINA
Satu pesan pada senja pantai marina
:la tansa
Genggam erat apa yang telah menjadi satu komitmen dan janji suci, jangan (la) sekali-kali kamu mendustai dengan alasan-alasan yang tak masuk akal.
Sebab kebahagiaan hanya ada pada mereka yang kuat dan tabah dalam memegang komitmen dan janji (cinta), percayalah! Semua penantian akan terbayar dengan kebahagiaan.
Nikmat mana lagi yang kamu dustai dari Tuhanmu, bersyukurlah pada apa yang Tuhan percaya kan padamu (jodoh), sebab tak ada peristiwa yang kebetulan semua telah ditulis jauh sebelum kau lahir.
Dan jangan kau sakiti hatinya, dengan cerita-cerita masa lalumu, masalah-masalah yang kau buat hingga semua sangka mengarah petaka.
Ceritakan rasa syukurmu padanya tentang hari esok dan mimpi-mimpi indah membangun rumah tangga.
Percayalah! Semua adalah karunia yang harus kamu syukuri.
_____
50th(umur nenek, bukan 15)
KISAH
:la tansa
Sebuah kampung tanpa nama
Berisi Kedamaian dua insan
Ibu dan anak (perawan)
Saling diam, saling canda
Saling asuh saling asih;
Bergunjing seorang lelaki
Lelaki penuh dengan luka
Lelaki seumur anak(perawannya)
Kini hanyalah hujan dan kerinduan
Suaranya, mimpi-mimpinya
Dan semua hal-hak nya lelaki
Diujung segala makna
Dihina, difitnah
Dilecehkan kesetiaanya
Dua insan tanpa hati
Esok akan kembali sunyi
Seperti nyanyian rindu musim hujan.
____
50th(usia nenek, bukan 15)
GULA
:la tansa
Semut batu kepala kayu
Merayap pada dinding merah (marah)
Serupa buruh memasuki pabrik
:meraih mimpi katanya!?
Mimpi yang mana!?
Mimpi ngenyangin perut dan ego
Kepala kepala
Kaki kaki
Gula gula
Merah marah
____
50th(usia nenek, bukan 15th)
BOCAH
:La tansa
Nocah bocah
Berkolor
Selendang di kemaluan
Nocah bocah
Abdjad jawa
Ho
No
Co
Ro
Ko
Bocah
Bocah
Dipinggir jalan
Terlantar tanpa keluarga
Tanpa siapa-siapa
:kecuali Dia BerTuhan.
_____
50th(umur nenek, bukan 15th)
BELAJAR
PADA KARANG
:la tansa
Kueja tiap runcing
Tiap keras
Tiap celah
:karang
Bangkitkan lagi rasa
Yang telah lama diterjang ombak
:prahara cinta dalam ujianNya
Dan kini aku mencintaimu
Dengan kekurangan
Dengan perih
:meski kau cinta dia(masa lalu)
____
50th(usia nenek, bukan 15th)
SENDIRI
:la tansa
Bagai damar mendakwah bulan
Sepi tiada henti mendera jiwa
Bukan keluh atau pun kesah
Cahayanya merambat pelan
Memantul kasih di bongkah rindu
Cepat! Datanglah dewi
Pelipur lara, membasuh sedih duka
Kusendiri tiada bertepi
Hanya do'a berdebu
Hanya raga kumuh tak teduh
Hanya kasih sebagai takdir
Untuk segala luka nanah
Rupa segala rupa
Kuterima dengan hati terbuka
Atas cinta, atas nama rasa
Meri! Melangkah bermimpi bersama
_____
La tansa, 10/10¹ jl.kenangan 11
INDONESIA Bagian Barat 2016
Kumpulan Puisi Zack Lee Aulia - TAK BERTUAN
TAK BERTUAN
Hariku begitu gelap sayang!
Aku takut tersesat dan tak tau jalan pulang
Itu sebabnya kupilih diam
Lalu kenapa aku tak bertanya?
Seluruh pertanyaan menyudutkanku pada pertanyaan tentang apa yang sedang kulakukan
Aku bingung sayang!
Untuk menyertakanmu pada perjalanan
Yang aku sendiri masih mencari
Apa yang sebenarnya ingin aku temukan
Sayang!
Tetap berikan aku do'a
Karna apapun yang kulakukan
Aku takan pernah membiarkan rindumu tak bertuan
Dan aku akan kembali pulang
Dalam dekap rindumu
Yang membuatku mengerti
Akulah yang kau rindukan
Sumpiuh 8 januari 2016
AKU
Kau tak mengertiku
Ketika aku dalam rupa bisu
Dan Kau tak memahamiku
Manakala aku
Lebih memilih menerjemahkan perasaanku
Dalam bait diam lembaran waktu
MesKi kutau
Kaulah satu
Penerjemah alam fikirku
Sumpiuh 15 januari 2016
PILU PHOBIA
Suatu waktu
Aku ingin menangis diantara dekap pelukmu
Agar engkau tau betapa aku merindukanmu untuk memberikan damai itu
Aku tak peduli
Orang akan mencibir dan menertawakanku
Sebab , aku masih miliki sisi manusiaku
Yang bahkan mungkin bisa lebih rapuh dari kerapuhanmu
Suatu ketika
Aku ingin berada pada sebuah suasana
Dimana engkau bisa tertawa
Dan tulus rasakan bahagia
Agar engkau merasa jika akupun bisa
Memberikan rasa nyaman dan juga bahagia
Bukan sebagai sebuah cita
Juga bukan hanya sebuah halusinasi semata
Melainkan nyata
Dan kau tak perlu ragu untuk membagi air mata kita
Untuk kita nikmati bersama dalam wujud bahagia
Sumpiuh 17 januari 2016
KASAT MATA
Aku hanya seorang Raja
Yang berkuasa atas Rasa yang kau punya
Tapi tak sekalipun mampu merengkuhmu dalam dekap mesra
Aku pemilik hatimu
Tanpa raga yang menyempurnakan seluruh perasaanku padamu
Cinta kita bukan tak sempurna
Cinta kita juga bukan hanya rangkaian kata
Cinta kita utuh meski berbalut prasangka
Cinta kita ada walau tanpa rupa
Dan aku akan tetap bersemayam dalam tiap nafasmu
Meski kau hempaskan aku bersama keresahanmu
Akulah dirimu
Akulah sebentuk rasa yang berupa keinginan
Dan pada suatu ketika
Aku berharap menjelma sebagai sebuah keajaiban atas cinta
Yang kita yakini sebagai sebuah cita
Sumpiuh 23 January 2016
Selasa, 05 Januari 2016
Kumpulan Tembang Kata Yenny Nuraini - LUKISAN KANVAS
Selembut kapas pun masih berbiji
Seindah mawar pun masih berduri
------------------------
Berjalanlah jangan menoleh kebelakang bangkitlah dgn semangat jauhkan lah prasang hati yg menyiksa pastikanlah mentari bahagia kan bersinar karena cahayanya cahaya keadilan yg menerangngi hati yg terbuka lepas
----------------------------
Kubelajar tuk mengerti namun tersakiti
Ku belajar sabar walau ku terbebani
------------------------
Berjalanlah jangan menoleh kebelakang bangkitlah dgn semangat jauhkan lah prasang hati yg menyiksa pastikanlah mentari bahagia kan bersinar karena cahayanya cahaya keadilan yg menerangngi hati yg terbuka lepas
----------------
Seperti lukisan kanvas yg usang terbias berselaput debu debu,,
Mata tak memandang apalagi melirik
Merapuh sendiri warna pun memusam
Aku laksana warna warna itu
Menghias langit langit aksara merindu
Tergantung pun tudak di altar hatimu
Sekadar memuja bagai angin yg lalu
Inilah aku apa adanya
Tatkala engkau merajut cibta dariku
Ku hulur tanganku sambutlah dengan rindu
Terpisah samudera bertemu suatu waktu,,,,
Oleh : Yenny Nuraini
----------------------
Cinta yg di basuh airmata akan tetap murni dan indah selamanya
Sabtu, 02 Januari 2016
Kumpulan Pantun Oppung Bakti Mangunsong - EDISI JANUARI 2016
Indah nian bunga melati...
Tumbuh dan berkembang di ujung kampung...
Mohon segala kerendahan hati...
Pendatang baru izin bergabung...
Duduk menyulam si tuan putri...
Putri yang cantik jadi idaman...
Kita tak bijak buat puisi...
Hanya pantun asal asalan...
Tahun baru sudah pun tiba. .
Bunyi petasan saling bersahutan...
Jika admin tak menerima...
Saya akan mundur perlahan....
Hujan gerimis di malam minggu..
Dingin menusuk sampai ke tulang...
Hati meringis menahan pilu..
Rasa Percayamu yang dulu berangsur hilang...
?????
Patahlah dahan tempat pegangan...
Putuslah tali untuk pengikat...
Kapan hasrat dapat disatukan.
Pengikut rasul penuhi syariat....
Pantun adat budaya melayu...
Turun temurun hingga ke kini...
Kukirim salam untuk dirimu...
Sebagai pengganti hadirnya diri. ...
#PING
Mengalir air menuju muara....
Meski jalan berkelok dan berbatu...
Ku kirim salam melalui maya...
Untuk semua sahabat sahabatku.....
Ikut petuah padi di sawah...
Makin berisi tunduk ke bawah...
Semoga tetap di limpahi berkah...
Selalu dalam lindungan ALLAH....
Barakallah.
Sekejap mata aku memandang....
Sedetik engkau menghilang dan suram...
Di maya ku kau slalu datang membayang...
Mungkinkah di nyatamu dapat ku genggam....
Pantun pasisir...
Duduk rame tagolak golak...
Sambil barokok asap mangopul...
Kolo barani tangan manotak...
Harus kuat bahu mamikul...
Pogi ka bagan ba kawan kawan...
Poginyo rame mamake sampan...
Balayar kito samo satujuan..
Batambat kito satu tangkahan....
******
Sudah kucoba menanam tebu...
Belum ku tau tumbuh tunasnya...
Berapa lama aku menunggu...
Belum ku tau bilakah akhirnya....
Bukan diri berputus asa...
Takkan ku nanti sampai bertahun...
Entah apa gerangan sebabnya....
Benih ku semai tak jua berdaun....
**********
Masa yang lalu jadi ingatan....
Masa hadapan sudah menanti....
Jangan terpukau karna pandangan...
Khayal merusak cita di hati....
*salam manis xlalu*
Kumpulan Puisi Emmy Metamorfossa - KU INGIN DIRI MU
Kuingin dirimu
Sayang ku yang jauh..
Apa ini, uji ataukah menyakiti
Ku ingin lisanmu, tulisanmu pun kian kerontang
Ku ingin nyatamu, mayamu pun
Tetunggu tunggu
Kebas luka ku tercabik rindu
Hambar hasratku akan mahligai biru
Rentangkan bidang dadamu
Atau tetaplah jauh
Sayangku yang jauh
#takkonsent#301215
KEMBANG API mu
Kembang api, melesat cepat
Meledak piyar berbinar berpendar
Seketika indah seketika terang seketika hilang
Tinggalkan asap kegalauan
Tersenyum dia disebrang danau
Menikmati indah permainanya
040116
Ternyata
Kepayang unggun hangat
Nyatanya bediang diabu dingin
030116
TARIAN DAUN DAN ANGIN
Kembali aku kesini
Halte tua berdebu sedikit berkarat.
Menghadap ke utara, sedang lembayung senja merona di ufuk barat.
Hanya kusendiri menopang dagu.Menanti dan menanti.
Angin kemarau semilir kekanan kekiri, menggiring dedaunan kering kesana kemari. Mengajaknya berkumpul, berputar, melayang lalu rebah dan berserakkan lagi.
Ku masih sendiri, sesekali menyibak rambut yang terusili angin yang usai menari. Jauh ku tatap kesebrang jalan, kederet pohon karet yang ditinggalkan daunya berguguran. Menciptakan lembar tebal menutup rerumputan.
Sang angin mengitariku, dapat kurasa dari sejuk dan berkibarnya anak rambutku. Dia,dengan pertanyaan yang kemarin juga.
"Kau masih menunggunya? "
"Iya, jawabku nyaris tanpa suara"
"Kau tunggu atau hanya kau lihat? "
Ingin kujawab angin segera menyela.
"Kau hanya akan melihatnya lewat dan itu pengobat rindumu? sadarlah ia hanya bayangan nyata.Kau menanti armada yang sudah padat terisi, kau hanya mendapat kata "tunggu disini".
Ku hanya tertegun, ingin ku menjawab, tapi si angin telah beranjak, kembali menggiring daun, menyatu,melayang,berputar laksana penari Darwis yang menarikan tarian Rumi.
Senja kian menhilang, ku ambil langkah pulang. Angin dan dedaunan kering itu, mereka melambai, entah kasihan ataupun menertawakan.
#dimesssepi#
080116
DEWI BULAN
Kala Dewi Bulan hadir
Sinar Surya hanya untuknya
Sekiranya bintang mampu bersinar sendiri
Dia hanya akan tetap sendiri
ASA TERTEPI
Geloramu laksana deburan ombak
pada laut tak berbatas
Aksaramu setubuhi bibir pantai nan kering, lalu lesap tanpa bekas
Asaku seluas hamparan langit
Raga bulan rindukan surya
Namun bukan berjarak langkah
Dewi angkasa di tengahnya
Menghardik mendung jadi gerimis
030116
#dimesssepi#
DEWI BULAN
Kala Dewi Bulan hadir
Sinar Surya hanya untuknya
Sekiranya bintang mampu bersinar sendiri
Dia hanya akan tetap sendiri
HATI PUTIH
Tak mampu kusembunyikan
Pedih hatiku dalam rongga sepi.
Walau kunikmati,siksanya terus mengiris sampai darah pun tak tersisa hingga ditetes terahirnya
Kini hatiku putih
Tak ada darah
Tak ada gambar siapa siapa.
Rinduku
Ketika rindu menghadang
Ku tak bisa berbuat apa apa
Kecuali
Menyodorkan lembar lembar rindu
Menyembunyikan hasratku
Di saku
Tersipu pilu
Wajah temaram di tepian danau
Dalam dingin air tersapu bayu
Bola matamu berkunang dan wajahmu semakin magis
berpendar menyelusuri labirin imaji liar
Mencari jawab pengembaraan
Bersama rasa yang tak pernah bisa kau fahami
Wajah temaram di tepian danau
Wajah yang magis berpendar disaput bayu.
Haruskah juga berkaca kelangit lepas nan luas?
100116
---------------
Teman
Kemarin kita mulai berteman
Ku tarik lenganmu
Menyusuri jalur persahabatan
Lorong ini gelap, dan kau melangkah berjingkat,lenggangmu jelas tersendat
Namun kau nikmati gelap
Rautmu cemas tatapanmu awas
Jaga mu akan jarak terasa tegas
Takutmu suluhku menjadi lampu
Takutmu sukaku menjadi asa
Teman,
Kemarin kita hampir berteman
Hingga akhirnya bayangmu lenyap
Jejak ibu jarimu pun tiada tersemat
Sapa salam tinggal ukiran terpahat
Teman
Kemarin kita hampir berteman
Lalu usai di batas kepantasan
110116
#dimesssepi#
-----------------------
Pajar
Kau selalu hadir
Memisahkan mereka
Mereka yang sedang bersetubuh rindu
Namun kau dengan sinar pagimu
Memaksa mereka yang enggan tepisah
Meskipun mereka terjaga
Jemari mereka masih ingin mengkait
Pajar mereka masih ingin menyatu, biar lah dulu beri sedikit lagi waktu
Mereka tuntaskan cumbu
Pasangan abadi itu
Kedua kelopak mataku
110116
#dimesssepi#
Ratap keledai
Ampun,
Cukup, kumohon..
Pegasus jangan rusak
dinding reot hatiku ini
Percayalah, tiada namamu ku ukir disana
#dimesssepi#
Misteriku
Coba rasa baik baik
Aku, teman mu ini
Misteri adalah diriku
Berperahu aneh
Bertiang ceria
Berlayar senyum
Mengarungi langit
Menembus awan
Menyibak bintang bintang
Mengitari surya dan bulan
Mengagumi pelangi
Bahkan mengharapkan hujan
Tapi kau temanku kini
Aku adalah misteri
Siapa yang ada disini
Di dalam hati ini
Selamanya kan jadi misteri
Tak perlu kau menyiksa diri
Mencari cara menhindari
Karena memang bukan namamu
Hidupku adalah misteri
Yang aku sendiri
Tak sanggup mengerti
140116
#dimesssepi#
Tulus
di padang savana hijau indah
ku menggembala halilintar
#dimessepi#
Jujur
kita bertahan tidak melakukan sesungguhnya sejujurnya
lalu kita
kesepian menyandra sapa dalam ruang ego dan harga diri
telah kah kita paham bahwa kita
hanya menggali keterasingan dan membiarkanya terus menganga
melebarkan jarak
#dimessepi#
Didasar peti hati
ku benamkan
segenggam butir beras
kedasar peti penyimpan padi
hingga diakhir hari
bahkan pada terlambat nanti
si pengisi ruang mimpi
pura pura baru menyadari
aku nyaman melihatnya tidak peduli
#dimesssepi#
Senja kota
Sore senja menjelang
Deru mesin bak irama arus bandang
Melaju berpacu dengan pulang
Memburu kata sampai
Sore senja menjelang
Lagu mesin bak irama dendang
Tebar pandang kiri dan kanan
Seakan mencari apa yang hilang
Tiada yang tertinggal
Tak ada pula tujuan
Putar putari jalanan
Humbar pesona harapkan perhatian
Sore senja menjelang
Di jalan kota
Beragam lagak minyak terbuang
Sudah
penantian ini telah sampai di tepian percaya
taburan benih janjimu
abadi sebagai butiran asa
selamanya tak akan pernah semai
tiada hijau gurun karenamu
tak jernih muara olehmu
#dimesssepi#
260116
Saudaraku
saudaraku,ada apa denganku
bertemu denganmu, ku sulung yang berasa menjadi bungsu
saudaraku,bertemu denganmu
bahagia, eforia, cenderung lebay sikapku
mungkin bertunas jenuh dipandanganmu
saudaraku,aku sangat sedikit tau
hingga ku banyak ingin tau, dan itu darimu
sabar kau mengajariku, menjawab sebait, sebaris bahkan sekata tanya dariku
tapi kini kau membisu
saudaraku, ku tatap spion di sisiku
samar tergambar banyaknya ucapanku, lancangnya tindakkanku, ramainya kicauku
terteggunku dalam kelu, benarkah tersebab itu?
saudaraku, kembali ku ingin tau
namun ku tak menemukkanmu
ku titip tanyaku, di dalam kotak kotak pesanmu, di teras rumahmu, di teras pendopo kebanggaanmu
saudaraku, berilah kesempatan padaku,ku ingin belajar banyak darimu, walau ku tak mungkin bisa sepertimu, bukalah kotak kotak pesan itu, atau katakan kau jemu bersaudara denganku
saudaraku motivasiku inspirasiku dengan izinmu ku akan menjauh
#dimesssepi#
270116
Aku
Jemariku binal
Aksaraku liar
Senyumku humbar
Tawa segar
Candaku gombal
Itulah aku di dunia ini
Dunia baru
Dunia yang segengaman
Selebar telapak tangan
Tapi ragaku
Aku tersekap
Di ruang tersudut
Graha megah
Jangankan jemari
Bahkan surya dan angin
Hanya mengenal dinding
Dan pintu ruang bisu
Diantara luas jagad semesta
Alam nyata
Itulah aku
#dimesssepi#
270116
Dimakamku
Hadirlah terakhir
Taburlah bunga
Senyummu ukir
Di makamku
sebelum anyir
Berbanggalah..
Kumati mengidap
Kerinduan panjang
akanmu
#dimesssepi#
290116
Kumpulan Puisi Urs Meliala - LEMBARAN
LEMBARAN
Selembar goresan usang dari pagi lalu
Pernah menjadi tumpu dan peta cita-cita
Bahkan nyawa kedua teriring masa
Hingga terpuja dan skala ribuan warna
Selembar goresan usang dari pagi lalu
Terus di eja seluruh indera
Walau aksara pada gulita dan antara
Menjadi mantra lelapkan cerca
Selembar goresan usang dari pagi lalu
Kian lusuh di remas waktu
Meski bait-bait nya sudah melekat
Bahkan terpahat di ruang keramat
Selembar goresan usang dari pagi lalu
Diterbangkan oleh keharusan
Dan di hempaskan karena kebisuan
Agar berlanjut tahap tulisan
Lembaran siang jelang sore ini
Pun inspirasi goresan pagi
Meski tempat nya di lain laci
Kedua nya abadi hingga akhir hari
FnNf..31/12/2015
Sang Bambu
Mari teman disini ada ku
Akar,batang dan dedaunan ini umpama ku
Ada ku pun terkadang kesengaja'an
Kala bumi rentan dan dikma aturan
Bayu adalah teman sejati ku
Sa'at berdendang seirama waktu
Sa'at berbisik di alunan syahdu
Bilah-bilah ku jua kesahaja'an jika anyam mu ber etika
Mari bawa semua yang ada pada mu
Sebab terkadang sangar rerumpunan ku
Dan debu kulitku pun mampu melukai mu
Ingat lah aku bukan si perdu
Naunganku riskan akan hadir mu
Sebab tunas kian menggebu
Untuk padati ruang-ruang berperindu
FnNf,,06/01/2015
A ku
Lho,,tinta ini yang hilang warna
Atau ujung pena yang mulai tumpul
Bukan kah kertas ini baru
Meski kemarin terlupa ada disitu
Mengapa huruf A ku terasa asing
Lalu B hingga Z pun seperti itu
Apakah karena meja yang usang
Atau menulisku yang kaku
Seperti nya begitu tapi biar lah
Mungkin esok kan kubeli buku yang laku
FnNf,,10/01/2016
Sesal
Hey,,, aku tau tempat naung mu itu rindang,,,
Tapi ranting kering ini esok kan kau cari
Bahkan mungkin kau beli dengan menjual guci
Sebab dingin adalah selimut kemarau ini
Tahu kah engkau kabar pagi tadi
Yang semua orang akan menangisi diri
Sebab bekal tertinggal di puncak bukit kini
Dan mereka sibuk pura-pura lara
Kenapa,,mengapa,,adalah sesal
Untuk lalai bukan bodoh mu
FnNf..21/01/2016
Sesal
Bentang sutra ungu mu
Pada pagi lalu
Ternyata niscaya tak bertepi
Meski senja merambat kini
Hijau dan labil alasanku
Hingga sesal tiada ujung
Meski bahu patah kaki tersandung
Tiada masa mengamini
Itulah lelap sa'at sadarku
Diranjang angan-angan
Dibalik selimut dadu harapku
Hingga datangku kian perlahan
Siang menuju petang
Engkau telah di seberang
Dengan selendang yang benderang
Tegaskan aku pantang
#FanaNyata
NyataFana#
Langganan:
Postingan (Atom)












