Sabtu, 09 Februari 2019
Kumpulan Puisi Akhmad Husaini - MALAM MERASUK TANPA BINTANG MEMBENTANG SEKSAMA
MENATAP HARU GEMULAI TANDAS BERPERANAN
Karya : Akhmad Husaini
Selalu ada hal baru menambat sepenuh bakti
niat hati selalu mencanda perihal meniti
sempadan naluri hati mencegah tumpuan sejati
getaran rindu merasuk cernaan memindai arti
alunan irama memadu segala harkat seraya
belajar banyak pengalaman hidup niscaya
Menatap haru gemulai tandas berperanan
nikmati pagi sendu sepenuh tentu bersamaan
angan keinginan melipur lara nyata obsesi
bungkam senarai jiwa menumpah segala ambisi
semua bisa saling menerpa lembut menyisi
rencana seraya naluri berpaut perdaya imitasi
kedudukan memantapkan segala kondisi
Kesan indah memindai diri terkuak perhatian
tentu akan memilih diam bertemu luka bertautan
meremas bintang silam kekuatan mengarak tinggi
datang mementang lenguh waktu memburu pagi
kau punya sendiri tentu ingin dirasa semakin terbagi
bersatu dalam pendaran kebahagiaan semata elegi
Kiambang meragu arus menerpa canda merana
perih merentang jauh pandangan lerai terpana
tak harus berbingkai emosi tinggi kian sempana
hegemoni merdu meneriap sapaan akrab kelana
dedikasi asmara menjuntai menyerta bungkam
semburat waktu gigih bergejolak menikam
Kandangan, 9 Februari 2019
LETUPAN MISTERI PERSESUAIAN MEREKAM TAKTIS
Karya : Akhmad Husaini
Kita banyak mengambil hikmah kehidupan
sukses berawal dari hal kecil hingga terdepan
melihat keindahan sepenuh mungkin menyisi
hal baru mesti dihadapi disini dengan permisi
tentang segala keindahan saling memadu aksi
bentang keindahan kian membuat kondisi
Letupan misteri persesuaian merekam taktis
hasrat bakti memindai cahaya bersatu ritmis
latar belakang kemampuan memendar sinis
mengingkari irama berlampauan firasat tipis
tak ada kesan senang menghinggap lengah
tetap disana akrab dengan sepenuh jengah
tanah terindah membuat gembira menggugah
Senarai asmara sepanjang menyeka deru tandas
terpa apa adanya dalam ketentuan rasa menuntas
akan mencari rasa betah mementang paksa terbatas
menjemba pesona mengusap hadir daulat mementas
masa itu sudah terlewati dengan begitu sungguh
naluri mementang jalan kenangan kian tangguh
Serak purnama mengintai ketegasan noktah
kebanggaan merasa takluk diri kian rekah
mengembalikan cahaya pindai taktis berkah
tatapan harus jeli sekarang semakin terbagi
menempuh bayang cerna mematri suhu elegi
simpul rindu keheningan memunculkan energi
Kandangan, 9 Februari 2019
SUNYI MENYENTAK KEMELUT RINDU DENDAM
Karya : Akhmad Husaini
Banyak menakar serpih rindu mentari
pernah kau mau tentu semakin terpatri
ketangkasan konsentrasi mengitari hujan
pagi waktu tepat sungguh seiring sejalan
ini tentu segala rasa kelembutan rentan
tak mau tahu dengan segala hal tertekan
Dalam kesepian terasa sangat lelap tentu
bisa menempuh jarak lebih jauh menyatu
ragam kepastian diri menolak nasib gerutu
lindap perjalanan panjang meremang restu
menolak beragam jemu kehampaan serpih
kesementaraan menanjak empati kian lirih
Kepung kesungguhan membentang rentang
tertanam kondisi saling menyatu gamang
tak mengerti dengan kisah merasa seksama
sinyal lamunan teramat tentu menderma
menyatu rentang belaian nikmat menggema
kecamuk isyarat canda menikam sukma
Sunyi menyentak kemelut rindu dendam
menakar harapan terbuai kenangan silam
kau sapa keteguhan berperilaku pendam
pualam naluri tersandera hendak meredam
harapan menampak kehendak riuh gontai
belai hasrat kecukupan benaman bingkai
Kandangan, 9 Februari 2019
KETETAPAN PASTI MERISAU KENANGAN MENASBIH
Karya : Akhmad Husaini
Wujud segala harapan keinginan menerpa
menjalin hubungan perangai berbias tersapa
sempurna merangkai jejak sepenuh wacana
menuju ragam kepasrahan menabur terlena
tentang kebaikan mesti kau sebarkan berguna
menancap risau keragu-raguan cita bermakna
Ketetapan pasti merisau kenangan menasbih
banyak hal mesti dipetimbangkan berlebih
pilihan lari memuat pelangi jumawa menagih
lebur semangat kekompakan mendamba gigih
memintal riak zaman kelembutan suara hati
riuh gemuruh melindap ragam sapaan meniti
ornamen asmara membelai sukma menata bakti
Celah waktu menirai kesumat rindu dendam
kemana arah mesti kutuju segala meredam
perjalanan membias ragam kecamuk pendam
riak kegelisahan cahaya mendera gurindam
bawa suasana hari penuh melaju gembira
gemulai pujaan diri merona rekahan kentara
Pijakan diri memudar deras suasana seirama
merajut prasangka dinamis merintis paloma
kenangan ragam seksama tandas menjelma
mengkerut meletup tuntutan runut dilema
saling merayakan kesirnaan masing-masing
gerimis paksa landa siasat menerjang bising
Kandangan, 9 Februari 2019
MEMANTAPKAN SUNGGUH KEMAUAN TINGGI GERILYA
Karya : Akhmad Husaini
Banyak harus kau lakukan sepanjang waktu
suatu saat nanti kembali merasakannya tentu
tentang cernaan penuh guramang serta menyatu
segala dendam merasuk ragu gerusan buntu
menimpa jejak pengaruh ritmis semakin dalam
terbang jauh tinggi ke angkasa sejauh pualam
Memantapkan sungguh kemauan tinggi gerilya
menghalau rindu lingkup bergemuruh seraya
terima keadaan penuh wacana menempuh gaya
menyerta tandas kalimat retas menikam upaya
selama kau bisa jalani tanpa genggaman perdaya
ketetapan awal membaur retas berkah semesta
apakah itu sebuah kejadian nyata terbukti cinta
Kedudukan kisah bebas meneriap senarai makna
kalau sudah itu kau bisa gantung membaur pesona
tentang kedudukan seorang menagih lembut sirna
menata arus kebijakan statis jangkauan merona
jadikan semua sebagai bahan perenungan gundah
aneka ketegasan menawarkan mimpi-mimpi indah
Hujan datang menembus segala warna menyerta
kabar manis menemukan celah waktu menggurita
sengketa kelembutan himpitan menimbang gulita
segenap waktu memenuhi jalan panjang tertentu
iklim keceriaan mimpi menagih janji sepenuh restu
taktik menambat merisau gagah menancap gerutu
Kandangan, 8 Februari 2019
RANUM HIMPITAN MENGHABLUR PENGARUH SENDU
Karya : Akhmad Husaini
Senyum mengemban tabiat hati kian luruh
bersemu jejak rintih tegas menubir pengaruh
hunjam fantasi rindu mengembang gemuruh
pasrah bergelut cahaya asmara pasti membeku
sukma riang menangkis kelindan rupa meniku
menangkap segala kosmos diri imitasi berliku
Ranum himpitan menghablur pengaruh sendu
alunan manis mengembang cahaya penuh rindu
tanda keabadian kehidupan menumpah merdu
dentang warna hari-hari sepenuh angan kelabu
memuncak cernaan makna terbuai menggebu
mengawal peraman canda lamunan takluk beribu
tak akan harus ada rinai jejak perih menyerbu
Rekah kehidupan sepenuh makna tegas jemari
menyelamatkan keraguan dalam intim berseri
jejak rapuh harapan naluri penantian mentari
agar kau tak lekas saling merisau berpuas diri
kisah itu mesti didendangkan selalu bersama
senandung lagu rindu terus menuntas dilema
Dunia penuh dengan sekat waktu menuntas jemu
meleburkan niat membuai sinaran candu asmara
menuju surga harapan tentu membias purnama
merekah desah lamunan pantau cerna menerima
benak intim kian lembut canda menusuk paloma
kita kembali pada suatu saat nanti menggema
Kandangan, 8 Februari 2019
CERNA KEMELUT PENAWAR HATI KIAN LUMRAH
Karya : Akhmad Husaini
Kekuatan rutinitas membenam musim menyatu
bentang kehendak menawar rentak ceria menentu
tak ada hentak mengurai citra senyawa membantu
wibawa menuntas kesudahan awal pasrah buntu
senang menyerta perjalanan sepanjang menerpa
dari tautan pengharapan badai menimpa serupa
Cerna kemelut penawar hati kian lumrah
janji lerai jejak menoreh pemimpi sejarah
meretas energi perkara sepanjang menepi
kau terlalu bersemangat untuk menghadapi
seperti engkau sangkakan sepenuh bakti
daulat menuntas terbatas kepalsuan sejati
Sangka menjelma itu satu ketetapan senada
hanya kehendak menerpa segala rentak canda
tuntaskan segala hal menyerta segenap langkah
pahit getir melingkupi berseri tambatan hikmah
jalan-jalan sepenuh kepastian menerawang lelah
optimis menghadapi sendu menjompak pongah
Untuk segal keuntungan dia tentunya pasti
segala kebebasan tengah menyimpul menanti
semburat irama senada menata perihal mesti
dalam gerus waktu saling menghunjam cumbu
pendam lagu jemu menegaskan segenap kelabu
menatap kosong silam jangkau hakikat berdebu
Kandangan, 7 Februari 2019
DALAM KHAYAL NALAR KIAN BERBENTANGAN GERUTU
Karya : Akhmad Husaini
Kau ketengahkan diri dengan mimpi-mimpi
gegas waktu terbuai irama menunjang jampi
pengalaman bersimpul aroma jengah tragedi
sepanjang jalan indah terpandang jauh menjadi
naluri segenap pandu keyakinan penuh kemudi
bergelut intim nyanyian sendu niscaya tragedi
Berbuat kebajikan tak harus mengenal tentu
gunakan waktu bimbang terkenang kian restu
perkenan jeruji silam tumbuh dengan normal
gegas senarai naluri intim percumbuan kekal
menata bayang kelembutan serpih menimpal
ingin ada ketentuan dalam kesunyian kental
senarai rindu gegas waktu terbuai ambisi ritual
Dalam khayal nalar kian berbentangan gerutu
terdampar kesan diri merajut purnama menyatu
ingin terus mengabdi tangguh sepanjang waktu
kerinduan berdaulat seteru memendam tentu
buatlah aku bisa tersenyum sepenuh kesunyian
menerjang lembut igau merata segenap terpaan
Batas segala kemampuan sembarang bertarung
kau seharusnya bisa mendapatkan selarung
seumpama menegas cerita penuh mengarung
salam manis membuai terpaan jejak penuh dilema
alangkah indah dunia semua saling menggema
mencerna restu gegap gempita lagu seirama
Kandangan, 7 Februari 2019
SIMPUL SUNYI PENYAMPAI REKAH PENDARAN TENTU
Karya : Akhmad Husaini
Anggapan gerus waktu menerpa janji semayam
kalau sudah kau bisa membuat senang mengelam
biarlah jangkauan waktu meronta kondisi menikam
ada banyak hal meniti dirasa sendiri membenam
warna upaya kelayakan hidup memadu ambisi
impian silam begitu tegas meronta segala posisi
Menatap ranah kemampuan tangguh mendesah
mengulang lagu syahdu canda sekarat banyak kisah
menepuk ego nyanyian jelita berisi kharisma tumpah
ambisi menuai jelita harapan penuh makna melangkah
menjadikan semua bisa saling menerpa jejak terpisah
tetap tersenyum merangkai jumpa menaut rintih pilu
banyak gerus waktu menentukan bingkai sembilu
Simpul sunyi penyampai rekah pendaran tentu
canda semu menuntas kelembutan rindu menyatu
banyak hasrat menebar kuasa meningkah buntu
sendu bumi menirai lagu kelembutan membantu
menderai semua kelembutan statis ritmis gerimis
selera canda menegas kerinduan bertautan garis
Terpa suara bunyi merentak senang berlagu
riuh cumbuan menata semburat menista ragu
pastikan diri mengubah senarai jejak menata
teman setia kepiluan sepanjang derap bertahta
mengenang luka himpitan trauma menderita
kelembutan nyata diri merinai cahaya pelita
Kandangan, 7 Februari 2019
MALAM MELANGKAH KENANGAN MENYISI
Karya : Akhmad Husaini
Penawar sesuatu kehendak perbedaan nyata
dendam kesumat merawat tujuan kian tertata
selagi kau masih berkuasa disini dengan pesta
tautan diri menegas kesumat waktu gebalau
kendali arus membelai cahaya penuh terhalau
kendali mutu meramu tuju membayang pantau
Malam melangkah kenangan menyisi
meriuh berpendaran segala niscaya pelangi
sambut hari dengan nyanyian renda pagi
kombinasi hendak menawar membuncah elegi
pergi dengan ego kesenangan begitu pasti
arah menggerus tumpuan merajut ambisi
ungkapan hati terlelap lamunan kombinasi
Kidung lamunan hinggap seteru melambai
mengulang perhatian sungguh merangkai
rajut kehampaan menegas tangguh gemulai
semuanya tahu segala tautan diri semampai
sepenuh langkah tendensi ringkih merintis
kebijakan taktis menabur sangkaan mistis
Jelang kekuasan mesti menimpa jalan perkenan
dalam nada sentimen kesungguhan kehati-hatian
wibawa menuntas kebijakan melampaui harapan
membaur perasaan sepenuh puncak ketentuan
tebaran janji membuai sejenak terasa berontak
memenuhi kebanggaan berpadu naluri merentak
Kandangan, 7 Februari 2019
MALAM MERASUK TANPA BINTANG MEMBENTANG SEKSAMA
Karya : Akhmad Husaini
Menyimpul peraman manis menguji pasti
dalam dendam perihal lumrah gerus meniti
membuai kenyataan dalam perasaan pertama
tegas suasana saling menyingkap purnama
sigap terhadap keadaan saling peduli seksama
selalu mengupayakan jalan mengental drama
Malam merasuk tanpa bintang membentang seksama
semburat malam kelabu mendendang lagu seirama
tak apa-apa dengan kebenaran imaji tergadai sukma
kutulis semua tentang keindahan disini seumpama
tampil menanti mimpi berharap lebih bagus menggema
merasuk lagu rindu pilihan tatanan gemuruh menirai
bentang kemampuan batas tercetus meniti pindai
Dalam diam kesunyian akan merangkai mimpi
tak pernah betah dalam satu tempat menepi
lenguh malam sadar murung merundung sepi
dendang ragu menaut kesumat diri membelai
selalu ingin dimanja kata saling mengeja helai
memenuhi lorong kehampaan bersahaja gontai
Bisikan hati terus mengembang aroma terbatas
bak kesungguhan lagu harapan dunia mementas
memikat kehendak arus menyimak tawa tuntas
tak harus ada segala merayap hari-hari pantas
seiring waktu terus berjalan dengan riuh pasti
kau tetap memikat setegas ego perhatian nanti
Kandangan, 6 Februari 2019
GERUS SEMPURNA MEMBIAS CAKRAWALA TANDAS
Karya : Akhmad Husaini
Mengalun syahdu nyanyian bertiku semu
rinai selalu mengurai gairah retas bertemu
kunang-kunang menembus gelap malam tentu
daur redam keutuhan dalam ruang menyatu
apapun itu pastikan menjadi perias musim
benak imaji terkekang lagu merindu intim
Gerus sempurna membias cakrawala tandas
jangan dibuang-buang ketika itu sayang terbatas
kelindan waktu menubir cahaya semakin retas
berdua atau berempat sama saja saling melintas
mimpi-mimpi mengejar sukses seteru mesti terbias
mendapatkan banyak harapan menerpa sesuatu
merasakan segala dengan sepenuh paham bersatu
Kau senang dan bangga selalu menyatu
ambisi menegas jejak penuh tirai menentu
biasa dapatkan banyak cerita penuh gerutu
masih ada malam penantian dengan tumpu
terbiasa kau merasakan derita itu sebentar
kau merasa sendu semakin tabik bergetar
lewat tata kritis terus genggaman memutar
Mengatur lamunan perwujudan semu terlerai
rias hari dengan cumbuan nasib diri membelai
penantian terhenyak dalam tujuan bekal mati
kisah asmara menuang hajat wahana menanti
keindahan kumandang hendak menyatu pasti
tanpa respon dan jadi bahan komentar penasti
membukakan kiat diri sebuah keharusan hati
Kandangan, 6 Februari 2019
SAPAAN BEGITU MEMIKAT HATI TERGORES TENTU
Karya : Akhmad Husaini
Ada banyak perubahan dalam ketentuan ihwal
itu hal biasa bagi mereka kesenangan mengawal
derai airmata kemestian kelembutan menata tentu
mengancam beragam tatanan jiwa akses merestu
sejauh mungkin intonasi lewat sungai jeruji buntu
hijau irama hentak perasaan terdampak sesuatu
Akhir dari kebiasan menakar aroma mewangi
bingkai keterasingan tentu lingkupan pelangi
sangka baik sudah jadi kebiasaan adab berarti
tentang segala nilai positif akan dijalani nanti
sepanjang pengaruh harapan mengurai ambisi
silsilah jejak rekam kenangan manis memberi
selama bisa kau menjalani dengan penuh arti
Sapaan begitu memikat hati tergores tentu
dalam ikatan sepenuh makna merona tuju
kalau kau suda ada kemampuan untuk itu
sebaran perjalanan hidup terus elegi berperi
terbingkai mungkin jauh keadaan ikatan diri
menuntaskan jemu bekal menghentak jemari
Tak harus semua mendendam tentu dengan hati
jangan menyiksa dirimu dengan segala tak pasti
tangguh menjaga kesempurnaan ragam terbukti
andil kemanjaan merasuk jejak sepenuh prihatin
cernaan asmara mewarnai jelita membentang batin
menikmati rengkuh jejak kerontang jejak menjalin
Kandangan, 6 Februari 2019
SENARAI KEHENDAK MEMUNCAK CERNAAN BERPINDAI RESTU
Karya : Akhmad Husaini
Panjang selera berpantang riuh mengenang
hakikat diri membentuk cernaan guramang
persiapan begitu matang perjalanan panjang
derai waktu mengumandang sepenuh jelita
semua mesti didapatkan dengan banyak cerita
sehingga mengemuka meneriapkan suara nyata
Senarai kehendak memuncak cernaan berpindai restu
bukan menemukan banyak harap memuncak seteru
bangga dengan pasti segala kemampuan tiada tentu
jangan sampai ada bayang kerinduan ragam gerutu
harus digunakan nanti semua kumandang berperi
agar kau tahu naluri memuncak segala tempias diri
Menatap segenap jalan panjang penuh harapan
sudah menjadi gerak menghimpit arah pedoman
bisa kau ketehui setelah semua berjalan noktah
nyanyian melangkah menata semakin luas searah
kemungkinan segala menafsir aturan penuh berkah
candaan hati memenuhi lamunan gontai menadah
Tenteram mencerna suara ragam gemulai latah
agar kau tahu sepanjang itu penuh makna betah
semua bisa diatasi dengan begitu manisnya nanti
lampauan diri menghinggap cernaan diri meniti
perilaku melintasi sendu arus perubahan pasti
semuanya bisa dengan baik akan mudah diatasi
Kandangan, 6 Februari 2019
SAKRAL LAMUNAN MENIKU ARUS JANJI
Karya : Akhmad Husaini
Sungguh teramat luar biasa meretas tentu
malam-malam mengejar bintang menggerutu
memilih bersepi diri dari dalam kamar berbatu
tetap senang sepanjang hari sepenuh restu
meluapkan emosi secara positif kian terasa
kau sungguh tetap hebat pandangan luar biasa
hasil terbaik diraih dengan tenang berkuasa
Melati rindu temperamen syahdu merindu
menegas citra lagu merdu sepenuh padu
ketentuan sungguh melerai semangat tangguh
berbagai pegangan pernah dijalani utuh
bentang kesunyian janji menikam runtuh
penawar jingga lamunan sensasi berpatri jauh
senja memintas lagu meremang terlalu sungguh
Sakral lamunan meniku arus janji
tendangan pentas menghantar pantas menguji
segala kekalutan menakar jumawa latah imaji
bertaut semu menambang lantang tersaji
pengaruh lerai di batas kemampuan senada
kau kira dengan cepat lalu meniku diri berada
Kita butuh tempat untuk menenangkan diri
agar terus bisa berupaya jadi terbaik memberi
berbekal naluri rintisan suara berkait lantang
kenduri waktu menaksir impian retas menimang
di batas selera memadu alunan rekah tertuang
nalar semburat menakar serpih petuah gamang
Kandangan, 5 Februari 2019
GEMULAI TANDAS MELINGKUPI RAGAM POTENSI
Karya : Akhmad Husaini
Datang terasa gejolak jiwa ringkih perintah
meningkah bayang gemulai merenta titah
datang mementang alur hampa tergugah
selalu ada manfaat dibawa nanti merasa
kekuatan tinggi daya nalar menata kuasa
lembut ketentuan jelita mewarna merasa
Gemulai tandas melingkupi ragam potensi
kerling jalinan suram rindu istimewa menyisi
redup pagi menjelma kultus kekuatan imajinasi
sebatas kemampuan bernaung idaman ambisi
awal ketenangan berhimpit kemesraan kondisi
membaur asmara irama celoteh musim tentu
memikat ragam candaan hati terpana gerutu
Belai kelembutan pagi menata menjalin arus
wujud berpantang konotasi limpahan gerus
petuah merasuk kepingan imitasi melurus
kehadiran menegaskan aturan dengan mesra
sinis menampak jejak perilaku menuai selera
instuisi terdampar henyak menanti gelora
Penasti diri meneguh jejak peraman sadar
sepenuh kesadaran ingin lari menghindar
tak nyaman hati menegas peraman syahdu
bentang alam memikat pandang menggebu
niscaya rindu kemerduan nyanyian sendu
terus berusaha jadi lebih baik lagi tentu
Kandangan, 4 Februari 2019
MERAMU JEJAK PENGABDIAN SIASAT BERPERI
Karya : Akhmad Husaini
Lelah meniku jalan teguh tertambat ambisi
jauh berjalan bimbang rasa mengadu potensi
hambatan suara menerpa sukma menuai imajinasi
belenggu janji akan menampak merayu situasi
sepanjang itu masih bisa kau tentukan kemudian
lintang potensi membaur panorama berjanjian
Kapan menikmati pusaran sirna menyerta
aku akan tentu sendiri hasil sirna pelita
silau senantiasa memuncak deraan waktu
seakan ada jarak dihadapan merona tentu
berawal dari semangat interaksi gerutu
meratap masa depan gemilang meniku
walau semua harus tahu keadaan perilaku
Meramu jejak pengabdian siasat berperi
lembaran syahdu menikam mandiri
kerontang jingga mengabdi pada kebiri
konotasi jingga memuai kebutuhan nyata
siasat terbuai sinar ketentuan menyerta
menyapa liku sepenuh harap menata
pejuang lintang meraba suara meminta
Menuju keadaan banyak hal mengembang
memendar cahaya penuh jarak bimbang
melebur isyarat tandas bumi melintang
kering lara hati bertabur semangat juang
semuanya bisa merinai segala dengan mudah
menyandang ikatan tinggi tak akan gundah
Kandangan, 4 Februari 2019
MEMUTAR PERASAAN SUNGGUH KECAMUK TENTU
Karya : Akhmad Husaini
Merasuk sore hilangnya terpendam mewangi
mengakar daulat tanpa beban berdentang pelangi
membuai diri tegas meremang firasat merintangi
ikrar senarai kelembutan cahaya menegas diri
melonjak gemuruh arah menuju cumbu naluri
bicara kebaikan berarti semu meniku berperi
Memutar perasaan sungguh kecamuk tentu
hinggap lamunan potensi mengarah ragu
bermula kehendak menebarkan mampu
menaklukkan semua kehendak hati justru
canda senarai interaksi kesadaran meniku
menikam percumbuan arus beriring denting
ruang hati meneguh rindu asmara mengerling
Indahnya hidup penuh dengan kedamaian pasti
hanya sebatas mampu bicara lewat kata hati
wibawa gejolak peraman hantar bahagia meniti
kendali menikam jejak wasiat jelita mematri
terus berpuisi mengedar bakti teramat manis
kosmos wacana menebar daulat rindu dinamis
Kendali waktu menata tautan terpaan surya
arus penyadaran mengejar citra bagus seraya
selalu merindu kata saling mempercayai upaya
memuncak kehendak gejolak kian memperdaya
mengacuhkan diri melebur karakter kian berbeda
jaga hati sepanjang makna sesuatu ikrar merenda
Kandangan, 4 Februari 2019
MENAKAR SENDU PIKIRAN KIAN SETERU ARAH
Karya : Akhmad Husaini
Bersyukur dan berbahagia dengan membara
sesuatu teramat tepat dilaksanakan bergelora
jangan sampai ada keraguan diantara kita
hujan datang memberi warna hidup menata
pembawaan bermula mengangkat cita-cita
selalu ingin tampil beda cari perhatian semata
Kembang kehidupan rasa menata benderang
menancap kuncup kesayangan meniti bintang
efek kesunyian memendam kehendak berperi
lembut banyak harap perisai teguh melindap arti
semampai kenduri penuh makna merias bakti
makna diri terhempas pesona halimun pasti
berteman langgam himpitan segala rasa meniti
Menakar sendu pikiran kian seteru arah
batas terang lewat senyum kecut menumpah
karena semua bisa menawan segenap petuah
menampung segala hasrat bergerak gundah
senang menghampiri dengan sepenuh ragu
tabiat merayu kehendak memintal syahdu
Tentu menata masa lalu sepenuh siang
redup membangun karakter bimbang
jalan berbeda menempuh gubahan niat
sapa akrab kelembutan lagu memikat
kau akan pergi jauh memandang sekat
menderai pengaruh senang menghambat
Kandangan, 4 Februari 2019
MEREKAH AMBIGU SEMPANA KEINGINAN PETUAH
Karya : Akhmad Husaini
Menancap keinginan pendar diri tersingkap
cerna menghajar jenjang menyapa lindap
rekah waktu terpandang gelimang menatap
aku tahu segala umpama mudah meresap
rangkai sengkarut arah terpadu tentu
dimensi segala kemungkinan perdaya mutu
Merekah ambigu sempana keinginan petuah
pindai peraman indah hari menepi langkah
membangun tak terpuaskan hidup mengarah
firasat terbuai irama tinggi lindap sejarah
kekang perilaku ambisi tak akan goyah
perpisahan lebih dini untuk maju lagi
menghalau segala rindu memenuhi elegi
Ajang senarai bimbang menggugah firasat
peran masuk untuk sebuah kepentingan sesaat
dalam lantunan prahara semu ganjaran geliat
semenjak kehendak saling menikam siksa
tercerai ranum segala santun perih merasa
ingin memberi perihal pamrih selaksa
Terkekang kenangan kembali membentang
seteru memuncak mencerna hari kiambang
terus dihitung pendam gemuruh menabur seteru
kinanti lembut arah sepenuh gerus jejak menderu
amanat diri memindai suara mengelus justru
ajang romantis menginjak sepenuh haru
Kandangan, 2 Februari 2019
MENOREH KESENANGAN MEMBAWA HARAPAN TERKA
Karya : Akhmad Husaini
Jalan kebenaran menukas pengaruh penasti
buat banyak harapan sementara menanti
pualam rindu menderu sukma merasa pasti
elegi menjepit langgam relatif ambisi meniti
kau harus serius menghadapi semua itu
jalan kehidupan penuh makna merasa restu
Menoreh kesenangan membawa harapan terka
jalan menandas pengaruh kesenangan jejaka
lewat gelombang ketentuan penuh prasangka
hanya ada rekah canda memadu gulana menerka
pualam senada perihal kekuatan ritmis suaka
entah harus bagaimana memenuhi pintas
pantau kecamuk firasat sendu kian menuntas
Setia mengabdi diri memuncak arus tinggi
lingkup wahana merubah segala berbagi
karya itu perlu lain banyak membagi
senyum menebar kedinginan senang pongah
kau sapa jalan merintih sepanjang jengah
kutulis banyak kata lingkup malam menjamah
Secercah harapan pasti menawar hakikat
jalan kebaikan merintang lecutan nikmat
sadar atas segala kekuatan abadi melumat
satu hati menderpa lagu penuh rasa ceria
juga haluannya teramat penting dunia
kau sangka semua akan tahu akhir karunia
Kandangan, 2 Februari 2019
TABIAT MALAM MENCERNA LELUCON GAMBLANG
Karya : Akhmad Husaini
Rindu merancang merenangi segala jingga
lerai menumpu kaji laksana menyangga
wujud keinginan menjelma arus gerus
lelaki bersayap terbang melintang arus
sebuah kisah haru menegaskan kultus
jangan sisakan semua bentangan lurus
Tabiat malam mencerna lelucon gamblang
saatnya sekarang menikmati hasil senang
benteng aturan tanpa senyum kumandang
bertaut kehendak mendermakan pasrah
resah kelembutan kehendak nalar terarah
datang dalam hunjam manis menumpah
celah kosong menambat gerus melangkah
Memberi rekomendasi menghunjam salah
mendera wacana lebih liar menata desah
dekap lirih berpantang ketentuan resah
menuang lagu janji teramat gundah
jengah memikat derap waktu menutup
berbenah melindap seteru kian kuncup
Legenda mewangi langgam cerita meniku
kelembutan menegas siasat arus berliku
lelap kehidupan menggerus makna tertentu
pantang membakti jengah status gerutu
terjang upaya menggerutu lagu seteru
lerai menumpu bijak meremang menderu
Kandangan, 2 Februari 2019
ZIARAH MUSIM HADIR MENAMPAK CERNA
Karya : Akhmad Husaini
Lautan kemestian bertabur lagu syahdu
pantang nyanyian seteru menderu lagu merdu
bawa aku perkenan kau bisa meraba sesuatu
biarkan aku seperti ini saja adanya restu
merajut keadaan waktu silam merajut
terpa keadaan mencerna lelakon bertaut
Berbilang senyap memandang perdaya
masih akan seperti dulu saja adanya
akhir semua batas lampau jelita meneriap
entah harus berbagai aksi menimpa lindap
ada benak ketekunan cinta sepenuh harap
pintal lamunan jelita mengubur mantap
Ziarah musim hadir menampak cerna
sanggup menepikan suasana penuh rasa
kenangan indah menumpuk jeja merenta
lamunan kau suka ada disana bersua
tendensi arus waktu kecamuk
benak serindu tenteram hujan merasuk
Serangkai kemampuan pernah ada
deru detak jalan ritmis mengada
melingkupi wacana nalar bersambut makna
selalu jadi jalan tujuan utama
mesti ada kau wacanakan menggema
intim terasa suara kelindan irama
Kandangan, 2 Februari 2019
REKAH MIMPI MERAJUT TERPAAN JANJI
Karya : Akhmad Husaini
Malam meningkatkan kualitas ambisi
bila semua bisa datang menuntas situasi
langkah mewujud kekuatan pasti meniti
tabiat retas memuncak irama lugas
antisipasi segala upaya menindak tegas
mencerna warna membuktikan tuntas
Mereka bangga hidup dalam kesederhanaan
tak harus ada banyak kesedihan
menutup peluang untuk dicela kekurangan
dalam diam mementang banyak cerita
selalu ada harapan untuk lebih manja
dalam ketetapan harapan terus mengeja
Rekah mimpi merajut terpaan janji
yakinlah dengan keadaan kian imaji
kalau memang itu sudah jadi aturan terpuji
dalam kurun waktu tak akan lama
sepenuh jalan panjang kekinian irama
upaya untuk selalu sejalan kesuma
Terus harapan jangan mengikat janji
menjadikan semua bisa saling menguji
ada banyak hal yang diinginkan tersaji
tangguh menjelma rasa menyikapi poranda
rapuh diri jelas menyisakan suasana canda
keindahan menakar suara sepenuh nada
Kandangan, 1 Februari 2019
MEMINTAL TUJUAN HASRAT BERKESINAMBUNGAN
Karya : Akhmad Husaini
Sempurna menegas kemampuan berpikat lantas
generasi penentu bangsa bakal mementas
pelengkap sunyi pengaruh keinginan tuntas
pelanjut sukma mengalah gejolak negeri
bersaing ketat raih kemenangan nanti
lelah rekah membentang kesenangan bersemi
Memintal tujuan hasrat berkesinambungan
renta usia menegas kekurangan sepenuh angan
menambat jalan ketegasan memindai harapan
karena kita pernah satu tujuan pasti terdepan
tak seperti diharapkan dulu lagi memang
kekasih terasa mendesah pejaman gamang
disandera banyak masalah berdentang
Kuasa diri mendedah harap penuh berkah
untuk dinikmati dengan sepenuh tumpah
merangkai sendu dalam jemputan tirani
mengatur anugerah kehendak menyapa alami
cerna kekuatan menebar kuasa penasti
kau akan gembira menebar suasana pasti
Lirih pagutan naluri bertaut tahta
tak jelas sudah beda suasana nyata
perangai lecut ketentuan berbayangan kasta
sumbang ambisi kesadaran beradu pesta
merasa bangga menebar segala sepi
kita tahu kebangkitan diri kian menepi
Kandangan, 1 Februari 2019
MELEMPAR PANDANG HASRAT BERTAUT LIRIH
Karya : Akhmad Husaini
Ketentuan awal membenam hasrat berpaduan
aroma langkah bangga memantau ketentuan
agar hal itu tersampaikan dengan penjelasan
walau semua sudah terbantu bertambah banyak
juga untuk menunjang perjalanan kian sesak
tapi kepuasan akan kau raih dengan rentak
Melempar pandang hasrat bertaut lirih
menggerus handal perisai jejak hambatan rintih
seringkali sudah tertanam sepenuh warna diraih
kau datang bawa ragam kelembutan hati
kemampuan pantang jarak terpendam pasti
secercah pengaruh intim hasrat terkendali mesti
mereka bicara tentang segala puncak penasti
Dulu bersenang ragam janji menuntas hentak
kapan lagi menerawang kesunyian berpeluang jarak
hidup dari pertaruhan diri membelai lara serentak
ketegasan suara pasti menjuntai ikhtiar kelak
bingkai cakrawala ungkapan kesenangan
pengaruh bimbang mementang kejora berpaduan
Agar kau dapat banyak ilusi tinggi sempana
saksi merenda luapan rindu sempurna
derap menggema mengalun pasti merona
redup menyangka menerima kiasan hakikat
menambat kekuasaan selalu terpikat
kehendak hadir menggema intonasi melekat
Kandangan, 31 Januari 2019
MEREDAM BEKAL MIMPI BERTUBIR EMPATI
Karya : Akhmad Husaini
Rentang waktu kinanti mendekap syahdu
rumus usaha menimbang kenangan sendu
bingkai senantiasa berpulang pandai beradu
prestasi bagus lembah kelembutan hujan pasti
kekasih rindu terbentang tuntas sejati
silaturrahmi intim sepuas perjalanan meniti
Meredam bekal mimpi bertubir empati
terurai perih jejak menumpu siasat bakti
ada saatnya berada di titik terbawah terbukti
mengelus bintang rentang berpeluang senang
intim makna memagut selera batas membilang
ekspresi pribadi terbatas tentu lantang
Terus mengabdi sepenuh jejak menentu
memberi alasan menawan hati restu
tentu kepuasan diri kebanggaan pasti
seiring waktu berlalu menambat empati
tabiat risau menggugah selera sensasi
terbiasa gegap gempita diri merentak posisi
Perkenan diri terbuai sendu langkah emosi
secercah harap menari elegi tragis ilusi
semua tentu bisa saling mengerti perasaan
terpaan gundah menerpa ceria meniku tumpuan
juga banyak jalan mesti ditempuh seharapan
selagi kau masih bisa saling berkenan
Kandangan, 31 Januari 2019
LEMBUT KENANGAN MEMENTANG HARU JUMAWA
Karya : Akhmad Husaini
Menjalani hidup dengan sepenuh sadar diri
yakin akan ada hasil diraih nanti sendiri
pesona diri menimpa jejak luruh berseri
menggenggam risau kenangan tandas
mengandung rasa peduli sepenuh arti membias
tak kemana-mana disini saja adanya meretas
Lembut kenangan mementang haru jumawa
sengkarut diri terbuai lagu indah menanti wibawa
kelak kau tahu segala menanti pijakan lestari
tak lepas dari arah piranti tinggi menari
bertarung dengan pengalaman hidup berseri
beragam warna hati membalut setia memberi
Rentan waktu sepanjang tuju satu obsesi
peluang besar menatap jeli berpihak sensasi
awal bagus langkah pasti menebar kondisi
konsep sempurna membahas harap meratap
menangguh perasaan kenang terasa lindap
sejauh mungkin pendaran mengurai rasa
lantang kenyataan tendensi kesan memaksa
Jujurlah menghadapi segala masalah merenda
menjaga perasaan diri orang lain tak tergoda
kesumat lantang jalan penuh jalinan canda
selalu ada perlakuan menerpa damai tertunda
jangan salahkan orang lain dengan hal itu
tabik merestu jelita teruji sengketa menentu
Kandangan, 31 Januari 2019
LIMPAHAN DIRI MENGGURITA PENUH MAKNA BERPENDAR
Karya : Akhmad Husaini
Antara ketangguhan dan kegelisahan meremang hampa
menantang siang sindiran dalam igauan terpa
kadang harus banyak berpikir menata kata
tempo hari haru menanjak harap terpejam mata
umpama tajam menubir perasaan hunjam meronta
menjamin upaya lebih mudah dapatkan merata
Limpahan diri menggurita penuh makna berpendar
geliat restu bersampingan tenar memudar
sungguh cerita manis tertata sangkaan tenar
perimbangan kekuatan tengah menghantar
perkenan rasa percaya diri cukup tinggi
perlu banyak harapan menata remang berbagi
ragu-ragu menampak pusaran sangkaan elegi
Janji terucap mesti kau tepati jangan mangkir
goyah prasangka berbias sumbu naluri mengalir
nyata mendamaikan segala derap kondisi
rekah kelana membelai posisi ambisi
sanderaan hari terbias pengaruh mendekap
remang fanatis irama kerinduan makin ratap
Latar belakang intim menyerta nyali
meremang citra dalam seluk beluk kendali
jeritan hati mengharap mengaku kembali
kau dengar lantunan suara manis
segmen nyata menegas kebosanan gerimis
tenteram selaras pagutan berbantah sinis
Kandangan, 31 Januari 2019
PANUTAN DIRI SEGENAP KEKUATAN MENCUMBU HARI
Karya : Akhmad Husaini
Nikmat tiada tara hidup sepenuh bahagia
tetap bersemi dengan sepenuh keadaan ceria
cerna rindu lingkup seteru menderu warna
bertanya tentu tentang banyak gulana
rindu memenuhi benak kian mencerna
sudah ada hal penting jadi merona
Panutan diri segenap kekuatan mencumbu hari
sunyi sepanjang dendam ironi
butuh proses dan kesabaran tinggi
tak terhingga senang waktu mendulang energi
merubah wujud karisma berpantang niscaya
rindu akan masa lalu menanjak ceria
menjalani hari-hari dengan sepenuh sedia
Teman bergelut naungan erat permainan malam
rintik hujan membenam suara sepenuh kelam
rintik hujan perkenan warisan masa silam
aturan selalu ada membuat disiplin diri tentu
kenyataan hidup mesti dihadapi sepenuh liku
Terawangan diri pancaran jenuh makna menikam
menegas suasana semakin jompak menerkam
sesuai tatanan tegas menegas hasrat silam
gontai perkara meraung ego kemanusiaan serta
tangguh meratap kemampuan cumbu semesta
memagut senyum perumpamaan tandas kata
Kandangan, 30 Januari 2019
TEMPIAS IGAU MIMPI MERAJUT SUASANA
Karya : Akhmad Husaini
Roda suaranya berputar merajut ke bawah
menganggap sangka luka pana merambah
kemilau semangat menangguh purnama mengarah
kau harus terus terbiasa untuk negeri tumpah
karena semua sudah nyata kumandang senang
untuk hasilkan banyak bunga mengembang
Tempias igau mimpi merajut suasana
bias sendu terpukau sesuatu lagu merana
kau adalah segalanya bagiku saksi menerpa
memantau sigap arus terurai menyelami
ada suara banyak kemestian bisa silaturrahmi
bunga harum semerbak menuai mewangi
merias endapan wacana tersaingi
Apapun itu sudah menjadi kebosanan pantas
dia berspekulasi pikiran rutinitas
membuahkan tentang semua menyentak bias
hunjam nyanyian merajut sigap mendedas
tergerus zaman melanjutkan fakta
benak ringkih kesunyian menegas renta
Terus berkarya lewat tuntutan sepanjang nyata
jalani saja semua saling berproses pinta
agar semua menikmati saling mengisi tata
apapun itu sudah menjadi kebiasaan penuh cinta
hentak suara lamunan diri serupa menyerta
kental kehendak meniku keindahan pelita
Kandangan, 30 Januari 2019
LEBUR RASA MENGUATKAN WARNA CERNAAN MUTIARA
Karya : Akhmad Husaini
Helaan napas puitis memagut sembilu
menuju bilangan bakat keluhan berlalu
bersua nyata kisah perangai senja pilu
tanpa kau tahu akan salahku nanti
tangguh kemajuan diraih bersama bakti
takluk ragam bersama janji bersemi pasti
Lebur rasa menguatkan warna cernaan mutiara
kesejukan perkenan diri senang membara
selalu hadir elegi arus menjurus
saling berbagi dibelai rindu menyerta arus
segala perasaan aksara kultus
menafsir perih lagu semayam kinanti
kau harus percaya dengan segala terbukti
Senada tabiat terpana senarai jiwa merayu
petuah kenangan senang berbuah kemayu
tambatan lagu semu merajut terpaut
kaitan kata menata gontai menekan akut
malam hasrat menimpa terhunus bergelut
segala bisa terjadi semakin kemelut
Susah senang berpantik beban puncak
awal pendaran lebur ingatan seketika semarak
sudut harapan jalan merasuk berontak
tirani menyuburkan semangat kalut membara
berasal dari kemestian kenduri membakti aksara
merona jejak penuh warna menanti bicara
Kandangan, 30 Januari 2019
RENTANG WAKTU BIMBANG MENERJANG KENANG
Karya : Akhmad Husaini
Sepanjang itu teramat senang menuntas
gemuruh waktu kian riuh memintal tegas
rentak diri mengurai candaan statis
seluk beluk kembara tiada ritmis
selalu hal baru didapatkan dengan manis
perubahan mendasar membuat lagu gerimis
Perkenan gebalau terus berulang cumbu
menyeruak irama perjanjian haru
soal itu memang biasa saja terjadi
mengalur deras perasaan teguh kemudi
dendam menyatu perihal seteru lindap
mendentang keadaan mesti tanggap
Analisa terhenyak intim merasuk daulat
memintal segala terbuai lagu candu firasat
tak mesti tahu menanyakan tentang itu
sebuah hal tak perlu ada seharusnya tentu
pengorbanan hidup sepanjang waktu
ketetapan sudah menderap jelita meragu
Rentang waktu bimbang menerjang kenang
berkesinambungan suara penuh remang
melingkup perihal terbias rindu bimbang
kesungguhan kenangan biasa merestu
aroma jengah jejak penuh arti menentu
meluang langkah kecamuk membawa buntu
Kandangan, 30 Januari 2019
MENEBAR SENYUM BERAGAM HIMPITAN STATIS
Karya : Akhmad Husaini
Memberi peluang keadaan menapaki lagu kembara
harkat merintih irama kelembutan derai kentara
tingkatan apoligi waktu merajut remang mendera
terkadang lantang searah gemintang berselingan
meraba rayu keinginan merekah kesementaraan
menderma kosmopolitan maju bergulat keriuhan
Menebar senyum beragam himpitan statis
kenal satu sama lain terbungkam merintis
jauh perdaya merentang lamunan sumbang
episode drama semantik waktu pura-pura
solidaritas kekuatan berarak elegi sementara
membakar niscaya lamunan semesti kelabu
dalam deraan henyak diam merestu cumbu
Sepenggal kisah senang dalam nalar bahagia
kalau semua menyepi kumandang jejak ceria
perhatian kelam remang berhamparan padu
menebak tingkah naluri bumi sendu merindu
terbelai makna suasana firasat diri terguncang
ragam kehendak menanti sirna riuh pecundang
Jompak masa silam menegas peraman janji
kombinasi teramat luar biasa cukup menguji
meramu langgam pagi tersamar ide menarik
lamunan tanggap kecamuk optimis melirik
benalu rindu terpaan canda gerus kian intrik
berdamai dengan keadaan tentu merisau tabik
Kandangan, 29 Januari 2019
TERPURUK RINDU UPAYA MENEGAS SENGKETA
Karya : Akhmad Husaini
Tikaman janji ufuk timur kian semburat
kau rebah rindu sepenuh tentu melihat
ada banyak hal bisa kau menegas bakti
redup pelangi sepanjang pandangan arti
paduan temu mustika membahana kilauan
terpendam sengkarut wibawa bawaan
kemajuan teknologi telah memudahkan
Terpuruk rindu upaya menegas sengketa
aturan memikat diri terbelai penuh makna
rencana diri untuk terus kian mencumbu
membentuk karakter banyak ambisi tentu
hanya sangkaan belaka menentukan tuju
menanamkan kerinduan sepenuh gemilang
pijakan sembilu waktu tenteram bimbang
Selalu kabar baik dan manis memberi imaji
merintih selendang panjang pagutan menjanji
tebaran kemelut bertaut sembilu restu menguji
baik-baik saja tanpa pernah mengeluh semu
alunan seirama syahdu mendayu ritmis silam
sepenuh kekuatan mencerna cumbu menanam
Tepi sudut aturan sekejap semayam
kalau semua bisa saling dicerna kelam
bantu sebarkan kebaikan dunia menari
sang penakluk belantara hutan lestari
terpa suasana di pelaminan riuh kebiri
perbedaan salah sengkarut melingkari
Kandangan, 29 Januari 2019
TERSIPU BENIH RINGKIH MENAKAR KEKUATAN CINTA
Karya : Akhmad Husaini
Hanya untuk memberikan banyak irama
sapa senyap menularkan perasaan sama
dentang malam berbimbang lagu kemayu
retasan aturan menyamar bayangan semu
mendatar terlibat kebanggaan saling jemu
bertahan merayap genggaman godaan pilu
Tersipu benih ringkih menakar kekuatan cinta
bias waktu terpukau kehendak menampak cita
ajak aku dalam kebaikan untuk terus berbenah
agar kesenangan membelit status ringkih rekah
menata apik pagutan menuntas selalu mencinta
tautaan diri mengembara perasaan gema nyata
kita berjalan terus mengembara ikatan meronta
Tumbuh nyata untuk saling berpegang serta
gejolak serpihan terbias igauan hebat menata
kalau sudah kau harapkan kelabatan meminta
kita harus banyak menjalani semua proses itu
terpaan tentu pada banyak ketetapan buntu
gulana diri terbebas mewarnai hati menyatu
Merajut lagu gulana meniku ragam membantah
menata lelaku sepenuh iba terus bersyukurlah
semua bisa saling kau rasa dengan begitu manis
remang isyarat tentu saling membesarkan ritmis
rangkaian segala makna terbias gulana menata
kapan semua bisa merasakannya dengan nyata
Kandangan, 29 Januari 2019
MENGURAI SELERA PANDANG MENDENDANG
Karya : Akhmad Husaini
Terbuai kasih memihak jejak perbedaan kian ringkih
terus berusaha menjaga perasaan orang lain merintih
membalut kenangan silam tergores kerinduan memuncak lirih
dendam merasuk upaya mengurai selera pandang mendendang
semangat terus melebur peraman hening beranjak petang
batas kemampuan diri terbias cumbuan suara meremang
ketika semua terkuak rasa menata kinanti meredup
menolak terpaan semburat menuntas reaksi hidup
Kandangan, 15 Februari 2019
MENERIAP CANDAAN RETAS
Karya : Akhmad Husaini
Menuang langkah sendu dalam peraman waktu menuju
rembang silam merangkai wujud seteru langkah maju
hadir segenap peluang menentukan ragam perasaan setuju
lingkar gemulai keadaan meneriap candaan retas
tanpa sanggup untuk menuju pengharapan terbatas
sederhana memikat penantian menirai sukma tuntas
kuncup lamunan meniku cahaya perangai pantas
semua akan tersandera wacana igauan tertikam
menjaga sikap menuai jejak pualam mutu manikam
Kandangan, 15 Februari 2019
MEREDAM KISAH TAK TUNTAS
Karya : Akhmad Husaini
Dalam diam menata kecamuk hati untuk terus menimpa batas
tinggal kau pilih apa saja mesti meredam kisah tak tuntas
akan selalu ada perbedaan menyeruak dimensi kian retas
kabut perasaan menerka upaya penuh sangka melintas
segenap mimpi kecamuk suasana tak tersentuh sapa
melingkari kemungkinan saling menegas jumpa
tentang kerinduan terus memadu arti semenjak kau lupa
tetaplah berada pada koridor kebenaran tak mungkin alpa
Kandangan, 15 Februari 2019
EPISODE RINDU MERENDA KASIH
Karya : Akhmad Husaini
Pesona diri membekas sangkaan hendak tularkan virus sejati
dalam terpaan halusinasi penuh singkap menanti
senarai potensi diri membias cakupan luas hening berarti
episode rindu merenda kasih berpendaran kinanti
segenap talenta mengumbar arus menimbang harapan tegar
datang dengan keikhlasan hati tanpa kecamuk menggelegar
petuah seksama meneriap sapa penuh taktis kian menebar
sanggup mengartikan segala makna mengurai rasa hambar
Kandangan, 15 Februari 2019
MENIKAM JEJAK PENUH SERTA
Karya : Akhmad Husaini
Penawar jarak penuh makna menikam jejak penuh serta
kau akan tahu segenap keadaan membuai perasaan menata
bila saatnya nanti bisa dijalani segala membawa berita
masih berat langkah mengikuti jalan terjal menggurita
harus ada upaya mengejar segala ketertinggalan menambat
segenap pandang menyerta hikmah bicara sesudah hakikat
selalu berusaha melakukan kebiasaan awal waktu hebat
keberhasilan nyata akan mengendap kian bergeliat
Kandangan, 15 Februari 2019
MERANGKUM NAFIRI ETALASE SENJA
Karya : Akhmad Husaini
Pualam memantik rindu memukau peraman janji tersuguh
kelak kau akan tahu segala menimpa segala luruh
menuntun kepada jalan kebenaran semakin menambat keluh
jangan pernah merasa jemu untuk sebuah kebaikan nyata
dalam deraan kehendak menakar siasat menubir fakta
ada banyak harapan menimpa jejak kelam sepenuh derita
nuansa berbeda hadir merangkum nafiri etalase senja
terus hadir menuang ragam mimpi terpindai manja
Kandangan, 15 Februari 2019
MEMUNCAK PERCANDAAN SETARA IGAUAN SENDU TABIAT
Karya : Akhmad Husaini
Kerap kau menghendaki sepenuh makna membuai cerita sungguh
memeram keinginan berbalut seksama merias tangguh
banyak harap menata kemelut rindu tersingkap penuh gemuruh
memuncak percandaan setara igauan sendu tabiat
mementang jarak kesudahan penuh rangkaian hakikat
ketika semua tergerus hikmah balutan senarai pikat
mencumbu ragam perasaan tertanam pualam
memintal pengaruh bijak sapaan intim menghela kelam
Kandangan, 15 Februari 2019
RETAS JUANG MENANTI PETUALANG JANJI RITMIS GULITA
Karya : Akhmad Husaini
Ragam niscaya menghimbau potensi diri teruji
lamunan akrab kian menimbun seteru lagu janji
kerinduan semakin usang mengemban riuh imaji
apakah aku akan kehabisan kata-kata menumpu
tata amanat jejak mengurai cerita panjang tersipu
setelah kau rasa meningkatkan prasangka mampu
Retas juang menanti petualang janji ritmis gulita
menatap jalan lempang kendali resiko menata
gelimang remang sungguh sepenuh tentu serta
menasbih penawar lenguhan kegelisahan sengketa
senyum mengembang menderas purnama gulita
aturan tinggi strategis lamunan perisai gontai
kesenduan meramu segenap nyanyian berpindai
Lenyap memendar sepenuh arti wibawa
jangan pernah membuat orang lain kecewa
awal segala siasat jengah bertepi simpati
mengulur canda lampauan syahdu menanti
ragam etalase perasaan gundah berperi mesti
redup harapan bermimpi niscaya penasti
Pantauan rapuh segala kemestian menirai angkuh
belenggu jingga meraih tumpuan janji penuh luruh
untuk bisa menegas semua rentang jalan tangguh
pengaruh rindu lerai sentimen berbakti gemuruh
akan ada banyak cerita panjang jalan kumandang
sunyi mementas deraian penuh menanti pecundang
Kandangan, 15 Februari 2019
MENDAMAIKAN SEGALA ARAH KIAN KECAMUK MENYATU
Karya : Akhmad Husaini
Andai semua bisa saling menyerta sepenuh bakti
dalam arah ketentuan nyata sudah terbuai penasti
abadikan diri menampak kemelut sengketa pasti
kemestian menuju bayang-bayang terus menyerta
menegas segala harap memuncak seteru menata
memindai segala kemestian canda wibawa tercipta
Mendamaikan segala arah kian kecamuk menyatu
genggaman kehendak perlu tahu kau dengan hal itu
nyata teramat membahagiakan diri kian merestu
belenggu tepian kecamuk memendar sangka waktu
intim menegas cahaya keabadian penuh pura-pura
menuai lindap harapan kemudi rindu semburat citra
semua akan berhasil tuntas dengan sendiri mendera
Nikmati saja lelap irama kehidupan kian merona
kenali jalan tempat melingkupi aturan sempana
kendali napas serangkai berpaut tuju sempurna
bungkam mata jelita terawang pandangan terlena
kinanti gelimang memikirkan bentak kedamaian
ada banyak kehendak membuai potensi bersisian
Membawa kepada ketentuan retas keinginan semu
terus akan tentu menjanji kehidupan nyata menemu
lahir dari proses begitu panjang kian hunjam jemu
lelap waktu menakar kesendirian pantang meramu
langkah hening iringan membuat sentimen menegas
pindai keraguan suasana pengaruh takluk membias
Kandangan, 15 Februari 2019
UPAYA MENUBIR SANGKA KIAN TERBATAS
Karya : Akhmad Husaini
Sepanjang perjalanan panjang menumpah lagu seteru
akan ada banyak nyanyian paling mengesankan gerutu
mengingat segala kemungkinan akan berakhir dengan tentu
membayang perangai mencintai rekahan waktu tuntas
selalu ada perihal upaya menubir sangka kian terbatas
jelmaan isyarat melebur cerita memendam lagu pintas
untuk potensi diri menyikapi ketentuan menapak senja
dalam luruh jiwa menangkis kemampuan mengeja
Kandangan, 15 Februari 2019
TERAWANG KELAM BERPANTANG RAJAM MENIKAM
Karya : Akhmad Husaini
Terpa segala sensasi menuntaskan prahara gemulai
rekah waktu kian gebalau semakin tentu membelai
dentang sejauh menjulang gemilang berpantang helai
memupuskan benak naluri pendam tirani gurita pindai
mengendalikan segala wujud ranum penuh bertahta
rayakan keberhasilan ruang keceriaan hidup menata
Bayang kehangatan bingkai kebersamaan redup
menghadapi asa segala dengan sepenuh hidup
pengaruh gelimang mementang kian terang
banyak suasana bisa dinikmati nanti pantang
memastikan semua berjalan cukup bimbang
kau teramat baik bagiku adanya mengenang
nyanyian rekah daya upaya menyerta siang
Terawang kelam berpantang rajam menikam
karena semua sudah ada menentukan semalam
sepenuh makna menubir cahaya hati pendam
kehendak bersisian menimpa kenangan silam
terus keinginan selalu dimanja sepanjang rasa
sehingga bisa mengatur dengan penuh kuasa
Susah pertapa menebar janji lenguh berwibawa
melimpah cerna kehendak menawarkan jejak jiwa
selalu ada sepenuh janji kepastian tentang seraya
di atas segala rencana mengekal kerinduan upaya
simak pagi dalam lekuk penuh harapan perdaya
pendar segala tuntas menuturkan tikaman gaya
Kandangan, 13 Februari 2019
SEGALA KEMAMPUAN MEMBIAS RAGAM KEYAKINAN
Karya : Akhmad Husaini
Teruslah terbang tinggi semampumu ke angkasa
penuh semangat menata kehendak nyata merasa
relung pelita genggam erat lamunan hati tersisa
kian bimbang merona segala kemungkinan paksa
bayang kesenangan menoreh ragam mimpi menyerta
membuai segala aturan memuaskan kejutan juwita
Kokoh menyerta segala kehendak menentukan sepi
sirna menikam suara sepenuh makna hunjam menepi
kelembutan meneriap candu elegi menipis sendu hati
tirani membelai kesumat canda makna meratap bukti
segala sesuatu akan bisa menanam hasrat penuh bakti
gundah gulana menakar sangkaan kehendak menuang
perangai jiwa lantang menakar kesungguhan rentang
Segala kemampuan membias ragam keyakinan
lamunan memeram ego kehendak bersamaan
hanya akan membaur merdu bayang harapan
seribu irama candu senang mementang aturan
hidup menautkan perihal jejak menikam tentu
kewenangan jalinan diri kian buncah gerutu
Saling beradu menggapai kemampuan tinggi hati
hujan batas menjaga jarak kemampuan menanti
bagaimanapun kau harus tetap tersenyum pasti
rasa menaut arah kumandang serta warna meniti
gerimis senja bawa lamunan panjang menghunjam
selalu ada bayang kian bimbang merentang tajam
Kandangan, 13 Februari 2019
LELAP PENDARAN SENDU PERANGAI MENGHANTAR MAKNA
Karya : Akhmad Husaini
Segala harap riuh ketulusan berdampingan seru
naluri sungguh akan ada rasa limpahan menderu
asap-asap saling mengepul berpantang matang
memaksa jelita terpaan segenap pelangi petang
arah sendu menebar segala pesona tinggi lantang
semua bisa memuncak dekapan beserta bintang
Lelap pendaran sendu perangai menghantar makna
akhir sebuah kenangan indah sepenuh sempana
taksir merekah dambaan hanyut meniti gulana
perangai tasbih cinta sepenuh luar biasa terpana
nuansa perantara angan kesempurnaan diri merona
kiasan batin dan kesenangan kian lenguh bersahaja
searah rajutan setujuan menikam bakti penuh manja
Singkap lestari himpitan membenam poranda
melabuh segala asa hasrat menimpa siasat merenda
lelap waktu sepanjang penantian menubir tanda
kau sudah menentu punya nama sehingga tiada
mengatur langkah perdamaian membuai perdaya
senarai pengaruh waktu diam menuntas seraya
Benaman arti penuh makna seteru merindu belai
dalam liku sepanjang arus menguliti semampai
menanamkan sendu perasaan membalut gontai
menanti batas seksama kerinduan sentimen rinai
kau harus bisa berpesta kenduri bulan purnama
raih angan segala mimpi tegas mencerna seksama
Kandangan, 12 Februari 2019
RITMIS ATURAN MEMIKAT JANJI KEPASTIAN BERLALU
Karya : Akhmad Husaini
Kenangan saling menaut hari dalam kelanjutan diri
rajut segala sendu nada lautan pasti menderma berperi
status kumandang lerai berpindai cahaya memberi
mementang lagu ritmis menggapai alunan statis naluri
lelah letih menderai panutan terpa perangai berserak
melamun candaan dalam status gerimis menyentak
Lelap waktu tegar pada upaya senada kenang
dari pengaruh rindu jiwa-jiwa sepenuh terang
gelayut pandang sangkaan purnama sendu menerka
tak ada arah untuk menjulur restu prasangka
disini tekad gelimang nyaman berpatri membara
dalam kesendirian mengungkap kegelapan kentara
sepenuh dentam merajam ratapan berbagi antara
Ritmis aturan memikat janji kepastian berlalu
perjalanan terjal mesti kau lewati lebih dahulu
kesungguhan menggebu nyanyian luruh kelu
bintang menari lindapan pengaruh lagu pilu
perasaan sepenuh hati terus membelit selalu
kita nanti akan bertemu dalam rajutan pasti
mengurai liku bersimpuh makna statis menanti
Konotasi rindu tampak juwita menegas purnama
tebarkan semangat harapan menggebu seksama
selalu ada harapan mengurai janji-janji menjelma
merasuk wacana cermat mengharapkan paloma
rekah cinta lamunan sepanjang sepenuh gundah
menghunjam ketentuan merasuk suasana tingkah
Kinanti merebak tinggal mewujud nanti status kuasa
tak ada kelebihan mesti kita jalani saja dengan biasa
perputaran waktu terus membias cahaya bakti merasa
tirani menjulur sungguh panjang rangkaian sentosa
dunia mesti kau jalani sepenuh ihwal menirai bimbang
membenarkan anggapan kesyukuran pasti membilang
Agar semua bisa saling menata diri sepenuh inti
setia pada status ketentuan dalam hunjam materi
agar ada kesungguhan dalam meremang penasti
tirani bingkai seteru riuh ringkih menderu pasti
mencipta ragam kinanti berseru lagu-lagu tangguh
niscaya kau akan menemu sunyi merestu luruh
Kandangan, 12 Februari 2019
UPAYA BERPANTANG JAWABAN PENTING BERLAKU
Karya : Akhmad Husaini
Memantau perjuangan tegas jawaban ringkas
dalam pagutan nyanyian sendu merekah tuntas
merekam peduli teramat jengah bertahta tegas
segala sesuatu mesti kau jalani menderai lekas
tumpah ruah pejaman beribu janji kian menaut
beragam asa merangkai mimpi sepenuh kalut
Menegas sempurna kidung sendu merenung
semua berawal dari titik nol pasti bertarung
menuju kepada nalar harapan padu limbung
alasan membelit nyanyian canda merubung
masihkah akan percaya dengan segala hal itu
itikad baik untuk selalu hadir menemu waktu
menimang penuh kehendak menandas tentu
Upaya berpantang jawaban penting berlaku
pancaran diri sepanjang batas igau perilaku
ketetapan sempurna sadarkan kehendak liku
tetap berada di tempat gelimang membeku
serpih sendu menuangkan jangkauan statis
teruslah berjuang agar hidup lebih dinamis
Sekuntum bunga harapan menerjang bukti
selama itu masih bisa kau raih dengan pasti
menyelami segala perasaan penuh jalan meniti
kabut menimpa angan penuh harapan bakti
bangkit daulat ketegasan berpagut kenyataan
tindak tanduk perasan menerpa sempadan
Kandangan, 12 Februari 2019
KECIPAK SENDU MENUBIR RETASAN PETUAH WAKTU
Karya : Akhmad Husaini
Rangkai arah menuju kepada kepastian mendera
terus terangkai memaknai diri dengan kentara
beragam kehendak menunjang segenap wacana
naluri waktu semampai berpendaran sempana
semangat terus menjalani hidup penuh warna
berbuah harapan menimpa kendala mencerna
Kecipak sendu menubir retasan petuah waktu
upaya terus membagi syahdu rindu menentu
ketentuan menaut raut wajah arah semburat
senarai hamparan pijak terbuai retas merawat
rintihan meniku jejak jelas sepenuh tabiat
semburat nalar kondisi simpulan harkat
kemampuan penuh membingkai siasat
Melankolis tegas senyuman sapa sesama memberi
kendali tergerus makin sejati mengupas kenduri
gerus waktu terus menumpu pujaan silam jemari
terang benderang meniku sumbu merajut berperi
lihai berkelit itu hal tak bagus upaya menegas
ketentuan terasa renda jalan tabik kian retas
Tenang segala upaya mesti kau tuju gembira
menemu rasa sengketa penawar beribu cara
waktu menuju senyum penuh hambar kembara
banyak hal mesti dilewati penuh bukti bicara
melanjutkan segala tujuan awal mengejar pasti
kau akan tahu pasti sendiri semua menerpa hati
Kandangan, 11 Februari 2019
SETEGUH HARAPAN MENERPA KENDALI MEMATRI TERPANA
Karya : Akhmad Husaini
Menderai kalimat panjang diri sepenuh hikayat
kau pasti tahu dengan segala kesalahan menambat
yakin akan semua sendu memadu lamunan erat
kekuatan penuh cinta meraba menaut restu terikat
inspirasi hadir rindukan semangat sepenuh tentu
melambung lagu harkat hakikat menderai waktu
Kita tinggal menjalani saja semua nantinya
hadirkan segala ketentuan sudah ada padanya
sehebat apapun yakin bisa menerka penuh tanya
maklum banyak ketergantungan menuai perdaya
tebaran janji memukau suasana penuh cerna
juga menebar segala lamunan riuh wacana
selalu dekat untuk menirai sukma merona
Seteguh harapan menerpa kendali mematri terpana
kemestian tautan menebar suasana penuh sempana
pualam sendu menumpas kegaduhan diri gulana
laju semangat berpetualang dalam deraian makna
belenggu jiwa retas menuntas angan kaitan dilema
tegas menaut pijakan perasaan hunjam purnama
Redup memantik aturan wahana diri menegas
dengung merentak semburat lagu mementas
ternyata selalu ada harapan menuang tuntas
ikuti segala aturan meratap hinggap merona
banyak ketentuan membelit sungguh wacana
remang cahaya mentari pertama terbias warna
Kandangan, 11 Februari 2019
KECIPAK RINDU MEMADU SENDU SYAHDU MEMINTA
Karya : Akhmad Husaini
Ingin menaklukkan sepenuh kekuatan batu
pernah melerai ego berselera tentu merestu
asal semua bisa merona saling kau rasakan
memendar tangguh histeria tangguh lamunan
tulus mengabdi serta semakin berperanan
gerak cepat laju ambigu melambai setujuan
Kecipak rindu memadu sendu syahdu meminta
apa kau dapatkan dari semua itu mesti bertata
memikirkan masa depan tanpa ada sengketa
mengambil banyak kemestian teramat bijak
harapan terbaru terhampar belai sepenuh jejak
kesan manis meniti kemesraan ketentuan jarak
menuntas retas kelebihan hati terbuai gejolak
Lama kelamaan akan banyak juga akhirnya
kalau sudah itu memang kau janjikan seraya
tentu ingin lebih dari lain mungkin baiknya
tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu
banyak pengalaman baru didapatkan tentu
dalam sunyi kian merentang hari menyatu
Lindap arti memugar rekah cumbuan seteru
meratap persangkaan sepenuh himbau menderu
tetap dalam ketentuan gejolak saling memburu
kalau memang itu sudah kau tahu mau meniru
redup hampa lamunan menikam suara canda
dasar ketentuan saling rasakan torehan berbeda
Kandangan, 11 Februari 2019
LATAH KESUMAT AMBIGU PETUAH BERSERI SETERA
Karya : Akhmad Husaini
Ikatan intim dalam lamunan imaji berperi nyata
menahan segala amarah lebih merona elegi serta
dambaan berdaulat kisah pasti memberi padu
meratap simbol lagu kesumat menuntas syahdu
desau labirin merestu tuntas jelaga amsal merdu
kokoh ingatan perasaan tertanam deraian rindu
Latah kesumat ambigu petuah berseri setera
dendang risau cumbu merasuk pejaman kentara
tautan hakikat firasat sesuatu sepenuh gempita
mimpi-mimpi terus diwujudkan dengan nyata
berusaha sepanjang lamunan untuk selalu serius
ritus lagu hujan meredam irama pengaruh gerus
kisah tabiat malam menebar kelam menjurus
Lagu lama menasbih segala irama guramang
cahaya keabadian sepenuh perjalanan panjang
lelah merintih sapaan takzim menyeru lintang
kemelut rindu aroma menggoda intim tenang
rangkai membelit cahaya kerinduan berlapis
celah belitan menahan potensi menghias rintis
Bentangan arti tiada kenangan melingkup gelut
hanya sebatas hikayat trauma menggerus lecut
aturan sukma menebar siang melintas gemilang
sadar menyerta igauan pindai lirih membentang
perasaan menyerta tindakan risau berpantang
lurus melecut semangat tinggi tentu kiambang
Kandangan, 11 Februari 2019
SENARAI KELEMBUTAN DIRI TERBINGKAI HAKIKAT KENDURI
Karya : Akhmad Husaini
Pendam rintisan awal berarak bangga tergugah
agar nanti kau tak bisa bertingkah begitu jengah
semua harus sudah terkonsep nyata terlebih dahulu
banyak jejak mesti kau lewati penuh dengan rindu
jalan panjang jenuh mewarna segala terpaan sendu
bangga kalau semua bisa saling diraih memadu
Mengabdi diri pengaruh mimpi semalam menanti
bayang kehampaan segenap arus tiada mengerti
pualam rindu semakin membingkai jejak bakti
jangan salah gunakan wewenang kekuatan pasti
imajinasi terus mengejar sepanjang tingkah simpati
sanggup untuk terus membuai irama penuh gigih
kau begitu senang menghitung hasil telah diraih
Mengekang serta pengalaman membawa luka
sepanjang itu terus berperangai memindai suka
prasangka baik teruslah diberikan dengan sangka
hunjam kenangan terbuai syahdu penuh pusaka
peluang rinai sempadan berlari penuh ketetapan
malam-malam teguh merajut beragam harapan
Senarai kelembutan diri terbingkai hakikat kenduri
simpati naluri mengubur pejaman rekah menyinari
pendam kembara mengitari takzim menumpah mandiri
sanubari menebarkan lebur ingatan harapan pasti
senyap lamunan pijakan menumpas kembara mimpi
bintang tergadai segenap cumbuan penuh kinanti
Kandangan, 11 Februari 2019
RINAI SENYAP MENDEDAH MESRA HARAPAN
Karya : Akhmad Husaini
Kau bangga yakin percaya membantu igau nalar
gemulai arus menuju harapan nyata riuh menakar
kilau lembayung menatap perihal pinta menghantar
langkah panjang menuju jalan kebebasan sejajar
terbuai oleh segala kesunyian dendam kerinduan
dentam semangat merajut perangai bersampiran
Rinai senyap mendedah mesra harapan
berkaca sunyi merindu sepanjang capaian
dentam kecamuk berbaur rekah membiru
alur tegas merantai statis sukma terburu
kecamuk diri merisau nyanyian cemburu
tentang segala keinginan meluapkan tuntas
menyemai jejak pualam semakin tandas
Pengaruh masa lalu berseliweran nyata jelmaan
penawar ruang niscaya rengkuh hari bersamaan
mimpi-mimpi terus akan menyerta harap canda
lembaran diri menyingkap segala panutan renda
geliat sapa terus terasa atas segala pengaruh ada
pengaruh landas segala kemungkinan pertanda
Penantian panjang mengenang celah terhormat
kendali waktu menata ruas gemulai kian daulat
geliat nyata menerpa sungguh penuh semburat
sandera suasana membingkai gontai menggurat
membias kinanti penuh makna terus meneriap
jengah waktu menetapkan firasat penuh lindap
Kandangan, 11 Februari 2019
KINANTI PENAWAR SENADA ARAH MENGURAI CERNA
Karya : Akhmad Husaini
Pijak lamunan selera jutaan merintis pentas
malam membentuk segala rasa menuai batas
bimbang tak terkira meleburkan sempana bias
merasuk tatanan sendu semburat membingkas
ikhtiar kerinduan memendam gejolak syahdu
intim membenam cahaya kelembutan memadu
Kau sapa menduga paksa menyangka lupa
jejak terpantau manis prasangka menerpa
melahirkan banyak mimpi ceria menerka
mengejar semua ketertinggalan rasa suka
berjalan mengiring restu semakin sangka
membingkai bias kelabu menawarkan geliat
semua bisa saling menuai celah teringat
Semenjak bisa menghunjam segala harapan
menakluk sunyi dentum berdentam lindapan
semangat tinggi memindai amsal ketetapan
banyak peluang datang menemani ratapan
capaian gemilang mesti didapatkan melonjak
segala gulana memindai cernaan setegas jejak
Kinanti penawar senada arah mengurai cerna
semangat terus menuang perpaduan sempana
hidup bebas sepenuh berpantang mendera
dari balik layar menumpuk kehidupan kentara
arah merajut menyambut tautan lagu restu
hantaran senarai keheningan nyanyian tentu
Kandangan, 11 Februari 2019
Kumpulan Puisi MS Sang Muham - AKU TELAH RELA
AKU TELAH RELA
Karya MS Sang Muham
Malam baru saja beranjak meninggi
ketika ku tekadkan untuk memunguti sisa nurani
meski barangkali aku akan terjebak di sudut hati
Aku tak tau apa katamu
tapi setidaknya telah kurampungkan bagianku
menepiskan keluh kesah menyembunyikan pilu
Barangkali cuma sampai disini ku mampu
selebihnya terserah pada keputusanmu
Apapun tindakanmu aku telah rela
sebab segala sesuatunya percuma sia-sia
#Billymoonistanaku, Sabtu, Feb 09-2019 = 22:12 wib
MEMBENAHI HATI
Karya MS Sang Muham
Bersama rindu yang resah
ku punguti satu per satu catatan nan basah
meski samar, masih bisa ku baca nada yang pasrah
Kali ini ku telusuri sendiri
jalan panjang terpampang di sudut sanubari
berharap berujung di pencarian jati diri
Harapanku buyar di terpa kenyataan payah
teganya kau bersilat kata menutupi salah
Kini ijinkan ku pulang meski tak bertandang
membenahi hati semoga tak terulang
#Billymoonistanaku, Sabtu, Feb 09-2019 = 06:46 wib
BIMBANG YANG GARANG
Karya MS Sang Muham
Terdampar di luasnya nyali
tak tau lagi jalan hendak kembali
sungguh membuatku harus terus mencari
Sepertinya jalan ini tak berujung
terowongan panjang gulita tak bisa di terawang
teringat panduan di saku; kita merebut bintang
Setelah bimbang yang garang mereda
baiknya kusimpul hati agar tetap siaga
Teruslah menapak meski jalan cuma setapak
bagi pemenang di siapkan hadiah dan lapak
#Billymoonistanaku, Sabtu, Fe 09-2019 = 05:55 wib
KERING SE KERING-KERINGNYA
Karya MS Sang Muham
Masa-masa sulit
ketika raga di balut sakit
begitu rentan semua jejak terasa di lipat
Kering se kering keringnya
bahkan tetes harapan telah kosong di telaga
serupa buntu jalan tak tersedia
Kemana lagi ku teriakkan perih hati
kecuali bagi-Mu Sarwa Abadi
Kuatmampukan jiwa raga jalani semua
agar layak kuterima berkat yang sesungguhnya
#Billymoonistanaku, Jumat, Feb 08-2019 = 17:47 wib
MELURUSKAN SUARA JIWA
Karya MS Sang Muham
Aku telah meluruskan senja malam hingga pagi
supaya tak lagi mengkusuti diri
biar pun bianglala sulit untuk ku mengerti
Mengumpulkan satu per satu kebimbangan
serupa membenahi benang kusut di pembaringan
butuh waktu panjang untuk di rasakan
Kini sampailah pada kepasrahan yang getir
dalam diri yang tetap terukir
Inilah aku yang begitu kuyu
terhempas kaku di ujung keraguan hatiku
#Billymoonistanaku, Jumat, Feb 08-2019 = 10:01 wib
TAK ADA YANG ABADI
Karya bersama Biggiant
dan MS Sang Muham
Mengabadikan
tak ada yang abadi
di dunia dan alam gaib
Hanya Tuhan yang maha esa
kekal abadi dan baqa
merangkum seluruh potret kehidupan
Di buka atau tetap tertutup sama saja
semua berujung ke sia-siaan di beri makna
Dalam ketidaksempurnaan ada jawaban
mengisi kekurangan menjadi kebersamaan
#Belantaraibukota, Jumat, Feb 08-2019 = 05:55 wib
TERTATA DALAM RENCANA
Karya bersama Biggiant
dan MS Sang Muham
Barisan kata tertata dalam rencana
kuterawang dan kubuka
dalam imaji khayal pun lamunan
Pertimbangan lahirkan keraguan
esok masih ada waktu
fengshui keburutungan terpaparkan
Meneropong menerawang mata batin
ada rahasia di balik rahasia
Dalam diri penuh misteri
takkan terjawab hingga usia di akhiri
#Belantaraibukota, Jumat, Feb 08-2019 = 05:45 wib
MERANCANG SENJA
Karya bersama Biggiant
dan MS Sang Muham
Mengapa kau hentikan rencana
membiarkan senja
tak bertindak dan tak juga bubar
Mengapa tak kau buka
rahasia senja
agar esok tak lagi di perdebatkan
Mempertanyakan menyisikan rasa penasaran
membukakan mata batin
biarkan kutatap senja itu
Begitulah harapan
kukemas dalam impian
#Belantaraibukota, Jumat, Feb 08-2019 = 05:25 wib
LANGKAH-LANGKAH KEHIDUPAN
Karya MS Sang Muham
Langkah tegab yang ku terawang
mesti bertukar dalam bayang-bayang
seturut penuturan agar tak ngambang
Beberapa kali menyimpul perundingan
telah mengganti tahun berganti bulan ke bulan
semua mundur mengikuti kata perimbangan
Antara patah dan tetap tersambung
hati runtuh semoga tak bimbang
Mengayuh bahtera tahun pun berlomba
terserah alam keharusan yang tertata
#Billymoonistanaku, Kamis, Feb 07-2019 = 11:31 wib
SETELAH LANGKAH HENTI
Karya MS Sang Muham
Aku kehabisan kata menjelang senja
seiring nafas pun berpacu satu dua
bagaimana mungkin semua jalan tak terbaca
Rasanya sudah begitu perlahan titian ku jejak
sembari berdoa terus bergerak
kebenaran sejati telah tersibak
Setelah semua langkah henti
hati mati terbelenggu sunyi
Tak ada kata bisa membasuh nestapa
pada-Mu Gusti Pangeran jiwa ku bawa
#Billymoonistanaku, Rabu, Feb 12:42 wib
LAKSANA MAINAN
Karya MS Sang Muham
Bagaimana lagi harusnya ku kisahkan
serumpun kata tak jelas terkatakan
bukankah menjadi serupa kosong dalam catatan
Apapun tertulis dalam bayangan
slogan hampa yang berbenturan
menyisakan sakit hati bahkan sengketa tak terselesaikan
Di penghujung puasa ada gegoda tak berkesudahan
supaya ingat ketika tak berkecukupan
Ketika semua telah nyata sebagaimana impian
semua cerita laksana mainan
#Billymoonistanaku, Selasa, Feb 05-2019 = 15:55 wib
BEGITULAH KITA
Karya MS Sang Muham
Begitulah kita
selalu saja menyepelekan yang ada
padahal semua ada karena anugrah semata
Sesekali menghembuskan tarikan rokok si garet merah
sembari ku hitung tiap tetes darah
sudah tumpul atau sudah bebalkah hati sebelah
Kepada-Mu Gusti Pangeran hati tertumpah
janganlah keraskan hati sehingga pecah
Terus berharap dan berserah pasrah
semoga hidup terima pencerah
#Billymoonistanaku, Selasa, Feb 05-2019 = 15:25 wib
SUARA JIWA
Karya MS Sang Muham
Pulang
serumpun doa pun pengharapan datang
ku kemas rindu yang begitu garang
Ingin rasanya ku tata kembali
jalan yang dulu begitu sunyi
supaya ranum kehidupan dan indah dunia berseri
Berilah aku kekuatan Gusti Pangeran
mewujudkan hormat serta pengabdian
Suara jiwa tak kan hilang
meski waktu sudah terbilang
#Billymoonistanaku, Senin, Feb 04-2019 = 09:09 wib
DALAM DIAM
Karya MS Sang Muham
Aku diam menggarisbawahi kalimat bernada tanya
padahal pagi masih sisakan cerita
ketika tadi malam bergumul dengan celaka
Lama aku hampa tak punya kata
sepantasnya saja ku reka tutur bahasa
entah nyambung atau tidak semuanya
Biarkanlah ku rentangkan jalan jiwa
meski harus membendung berita
Barangkali jalan ini tak berujung suka
kembali menata sukma
#Billymoonistanaku, Senin, Feb 04-2019 = 06:06 wib
PULANG KE KOTAMU
Karya MS Sang Muham
Pulang ke kotamu
membelah pagi menjemput ragu
segelintir rasa tertinggal dalam saku
Begitu samar kenangan
masih terasa hambar hingga ke pelataran
menyisakan perih teramat berkaratan
Akhirnya aku kembali ke titik awal
menyiangi lupa meski tak ayal
Gagal dalam kata tak tuntas dalam berita
pulang tak punya apa-apa
#Billymoonistanaku, Senin, Feb 04-2019 = 05:45 wib
SECAWAN KEIKLASAN
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham
Lumatkan kecewa pada secawan keiklasan nyata
biaskan sebilur janji pada pelangi aksara jiwa
agar keruh luka taklagi menggenangi putihnya sukma
lepaskan gundah mencengkram di dada
hanyut bersama rintik hujan di pelataran senja
Pada titik temu rasa dan jiwa
pasrahkan segala gundah gulana
semogalah terbayar rasa kecewa
Yang tertinggal hanyalah keiklasan
bentengi tiap sudut kehidupan
#Belantaraibukota, Jumat, Feb 01-2019 = 12:12 wib
HIDUP PENUH NESTAPA
Karya MS Sang Muham
Minggu pagi sisakan mimpi
serentetan hayal berkepanjangan ciptakan retak
hidup penuh nestapa karena dosa
Terbangun dalam resah yang tak terperi
desakan kehidupan penuh romantika
aduh betapa kelam jiwa hanyut di derasnya pencobaan
Ini aku Gusti Pangeran
datang bawa hati pikiran serupa mimpi
Ku ketuk altar-Mu dengan gemetar
kubawa seluruh beban berat serta dosaku
#Billymoonistanaku, Minggu, Feb 03-2019 =07:27 wib
GELOMBANG SAMUDRA
Karya MS Sang Muham
Ku dengar panggilan-Mu
sebelum kantukku usai di jeda pagi
masih tersisa mimpi tentang pahitnya kehidupan
Sebegini resah raga nan fana
ikut hanyut di gelombang samudra
ketakutan yang semakin memuncak tentang hidup
Ampunkan hamba Gusti Pangeran
selalu dalam ketakutan
Mampukan hamba Gusti Pangeran
jalani hidup kehidupan kemanusiaan
#Billymoonistanaku, Minggu, Feb 03-2019 = 06:16 wib
SETELAH PERLOMBAAN MEREDA
Karya MS Sang Muham
Setelah perlombaan mereda
kita pun terjaga
semua jadi catatan belaka
Pengabdian telah berlalu tinggalkan cerita
mencari teduh diri di rimba belantara
untuk apa semua jika tak guna
Kini kita mengais nostalgia
berharap bertemu siapa saja
Silaturahmi tetap terbuka
bagi insan berhati mulya
#Billymoonistanaku, Sabtu, Feb 02-2019 = 10:30 wib
KETIKA SAPA TAK KUNJUNG BERBUNGA
Karya bersama Nur Siha Mustofa
dan MS Sang Muham
Duh tuan tambatan jiwa
geletar hati semakin gagap
ketika sapa tak kunjung berbunga
masih menguncup terbalut sayup
Pandanglah rupa sejuta pesona
mengulum simpul tiada berkata
bisik hati tanpa suara
jabat mesra merambat di udara
Rindu telah mementahkan pandang
ketika jarak terus mengambang
hati pupus dalam bimbang
Barangkali masih ada kesempatan
agar hati bisa kita tetapkan
#Belantaraibukota, Sabtu, Feb 02-2019 = 10:10 wib
MERINDUIMU
Karya MS Sang Muham
Sungguh aku merindu
pada sapa salam serta senyum tersipu
ketika tatap mata tertutup debu
Tapi apalah daya
pancaran berkah tak seperti ku kira
bahkan terbentur pada janji karma
Maafkanlah duh puan
jika bisik tak bisa ku himpun
Barangkali suatu saat nanti
hati murni berkata seturut nurani
#Billymoonistanaku, Sabtu, Feb 02-2019 = 09:19 wib
K E B I M B A N G A N
Karya MS Sang Muham
Tak nyana hati jadi terguncang
sebab kata yang tak sempat di pajang
begitulah kita yang senantiasa guncang
Maafkanlah kata terucap
janji yang tertangkap
tertunda jadi tetap
Akhirnya kita memang harus siap
jika suatu saat segalanya bisa lenyap
Mungkin bukan hilang terbilang
tapi hidup harus terus panjang
#Billymoonistanaku, Sabtu, Feb 02-2019 = 09:09 wib
HUTANG RASA
Karya MS Sang Muham
Kecewa
ketika janji tak terpenuhi tanpa berita
kesungguhan di sisikan percuma
Tak ada kata melunasi bahasa
sebab semua terlanjur fana
dan kita terkurung di sana
Jangan mengucapkan kalimat jika tak nyata
membawa keruh luka di dada
Mengikis warna semustahil pribahasa
apalagi menebus hutang rasa
#Billymoonistanaku, Rabu, Jan 30-2019 = 16:46 wib
TETAPLAH BERSERAH DIRI
Karya MS Sang Muham
Sejauh ini
kalam menggariskan hati
terpendam dalam buruk diri
Kelak akan tahu jua
pinta terjulur sepanjang doa
terjawab pada seonggok tanda tanya
Tetaplah berserah diri
teguh pada nyali
Jiwa tak pernah terpuasi
sebab nafsu yang kehendaki
#Billymoonistanaku, Jumat, Feb 01-2019 = 11:41 wib
INDAH PADA WAKTUNYA
Karya MS Sang Muham
Separuh hati telah hilang
lenyap bersama penantian panjang
bahkan bekasnya pun tak lagi terpandang
Dengan membawa lelah aku melangkah
menyusuri jalan penuh getah
hingga kini hati dendam tak sudah
Kata penghibur di dalam dada
indah pada waktunya
Kalimat nyata dalam jiwa
segala sesuatu seturut karma
#Billymoonistanaku, Jumat, Feb 01-2019 = 05:45 wib
SENGKETA DEMI SENGKETA
Karya MS Sang Muham
Sengketa tak pernah menyelesaikan problema
pembenaran masing masing pihak adalah sumber berita
siapa sebenarnya kita
Buntu dan tertutup segala cerita
nyatanya tak serupa menghitung niaga
itulah keterbatasan manusia
Setelah itu tak ada lagi suara
terbilang semu suku kata
Hampir tak bisa kuterima semua sia-sia
sebab jalan berujung di batas pikir semata
#Billymoonistanaku, Kamis, Jan 31-2019 = 13:23 wib
DI BERI KEMAMPUAN
Karya MS Sang Muham
Tak guna menyesali kata terlepas lewat nuansa
sebab segala sesuatunya telah terbaca
percuma merentak hati menghukum raga
Sebelum terlambat mari bermunajat
kita tak tau kapan kasur harus di lipat
tak juga tau kapan hari kiamat
Ucapkanlah kata teduh bawa damai
setiap perkataan akan di timbang untung rugi
Sejahteralah bagimu pembawa berkat
semoga di beri kemampuan jalankan amanat
#Billymoonistanaku, Rabu, Jan 30-2019 = 08:48 wib
MENYIASATI DIRI
Karya MS Sang Muham
Setiap kali kulalui jalan itu
segerombol hayal menyergabku
memaksaku menguliti diri
Begitu panjang catatan di saku
mewarnai hampir seluruh masa lalu
mengkristal di kalbu menampilkan simponi
Tak mungkin seseorang luput dari nostalgia
sebab semua catatan adalah sewarna
Di hari tua tinggal menggantung kenangan
menyiasati diri agar di layakkan
#Billymoonistanaku, Rabu, Jan 30-2019 = 08:28 wib
TERPULANG PADA SABDA
Karya MS Sang Muham
Kalau aku sudah tak lagi bertanya
mungkin sebab lupa atau barangkali hati binasa
atau hilang bersama nyali yang ada
Alangkah fana raga
tak mampu waspada apalagi menjaga
meluruskan hakekat agar tetap setia
Di mampukan dan di layakkan adalah bagian dari kasih-Nya
kita perlu menyiapkan hati sebagaimana adanya
Terpulang pada sabda
berserah berpengharapan seturut kehendak-Nya
#Billymoonistanaku, Selasa, Jan 29-2019 = 15:35 wib
KECELAKAAN
Karya MS Sang Muham
Ketika celaka menghantam geram
berderak pecah kaca bertebaran di tengah hujan
seorang lelaki tergelatak tak berdaya
Wajahnya luka luka nafasnya tersengal
lalu kepinggir jalan dia di papah
anak belia baru saja punya speda
Aku bertanya dalam diam seribu bahasa
kenapa mesti di benturkan dengan jiwa seasal
Tak ada sengketa sebab percuma
lalu berdamai berjanji menyelesaikan segala sesuatunya
#Billymoonistanaku, Selasa, Jan 29-2019 = 07:47 wib
SEBULIR HARAP
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham
Tersayat luka perih terasa
mutiara bening menggenang di ujung netra
namun asa tetap menggenggam nyata
pada bulir harap di ujung senja
singkirkan sejumput kecewa
mencengkram rasa di dada
Begitulah kenyataan mesti di buang kemana
ku terjemahkan dalam kentalnya sukma
semoga terurai sejalan bayu mengusap fatamorgana
Harapan tak putus cuma sebatas doa dan mantera
kuhaturkan keharibaan-Mu Tuhan Yang Maha Esa
#Belantaraibukota, Senin, Feb 11-2019 = 15:35 wib
DI PELATARAN SENJA
Karya MS Sang Muham
Aku terluka pada sayatan tak terduga
setelah senja menyapa
terus dan terus meneteskan air mata
Beberapa saat ku diamkan dalam lamunan
tapi nafiri kehidupan terus menghanyutkan
hingga tersangkut pada pahitnya kenyataan
Terasa tak bijak berharap sesuatu dari fakta
selalu saja tak serupa berujung kecewa
Kini ku terhempas pada penghujung senja
ketika semua aroma menyesakkan dada
#Billymoonistanaku, Senin, Feb 11-2019 = 13:53 wib
MENYEMAI ASA
Karya MS Sang Muham
Ku coba menyemai asa di ulu hati
barangkali rasa masih bisa di ajak bersensasi
menyamakan irama dalam negosiasi
Perlahan-lahan ku telusuri janji
sembari mengucap syukur dan sembah puji
sebab welas asih yang tak pernah henti
Andai inilah awal inilah permulaan di mulai
ijinkan kutata simponi merampungkan jati diri
Seturut janji suci sesepuh pengawal negeri
tak kan menanggung malu bahagia anak cucu nanti
#Billymoonistanaku, Senin, Feb 11-2019 = 08:38 wib
H E N I N G
Karya MS Sang Muham
Hening
seonggok rasa terhempas di padang gersang
tak ada tanya tak ada tempat berterus terang
Dalam diam yang panjang
kecamuk jiwa semakin meradang
menggumpal di dada hingga menggunung
Bagaimana seharusnya ku sikapi dilema ini
seturut firman bijak bestari
Terpulang kepada masing-masing pribadi
mengurai diri menjemput hati nurani
#Billymoonistanaku, Senin, Feb 11-2019 = 06:16 wib
ALUR KEHIDUPAN
Karya MS Sang Muham
Serupa pagi membujuk embun
kembali hati terbuai dalam rayuan
penguatan tertumpah lara pun tersisihkan
Tak perlu berlari mengejar seonggok lelah
pada ujung pengejaran kau di tunggu pasrah
dalam kenikmatan nan indah
Pagi ini kutemukan lagi sisi hati terpungkiri
tetap semangat menjemput mentari pagi
Barangkali itulah hidup berputar dalam lingkaran
mengikuti alur kehidupan
#Billymoonistanaku, Minggu, Feb 10-2019 = 06:06 wib
Senin, 28 Januari 2019
Kumpulan Puisi Mohammad As'adi - Mengenang Sang Mata Air Cinta
Mengenang Sang Mata Air Cinta
Bagian 1
(ibuku)
Ia adalah perempuan ningrat jawa yang tak pernah berdiri di atas tahtanya
Selalu melebarkan hati dan jiwanya pada kehidupan, meretas impian dengan senyum dan menakzimkan pada hati yang lapang-nrimo ing pandum – dan menebar kerinduan pada semua orang .
Bagiku ia adalah mata air cinta yang selalu aku panggil dengan kata sesejuk embun : Ibu
Kata-katanya senantiasa semerbak wewangian bunga, syahdu, merindu dan sinar matanya selembut butiran-butiran kabut. Dukalara terhempas ,sayap-sayap patah dan jiwaku yang terlunta dan tergores-gores luka, sekejap menjelmakan puisi penyejuk hati setiap kali ia berdiri dihadapanku sambil menyembunyikan seluruh kenestapaannya sebagai perempuan yang tergenggam tradisi keluarga priyayi-nrimo, sabar, pasrah, halus setia dan harus menanggung beban terjajah kaum pria.-
‘’Hidup harus berani dan tak tinggi hati, keturunan priyayi dan ningrat tak berlaku di semua tataran kehidupan…tak ada…..tak ada’’ katanya suatu ketika pada ku.
Setiap kami berbincang…ibu seperti tengah mengukir sebuah mozaik yang demikian indah dan acapakli goresan-goresannya tak aku pahami, seperti luka yang tak pernah melukai –Dari lembutnya sinar matanya perempuan itu sesungguhnya tengah berkata padaku – Aku cinta kamu- sambil melihat bayangannya di jiwaku .
Impian, harapan dan kehidupan adalah ibu. Ia lah ruh kehidupanku,sementara acapkali aku terjerembab dalam kehinaan, dengan tinggi hati melupakan sesungguhnya ia lah yang ada dalam diriku.
Setiapkali kerinduan menghentak, ada sebuah ketakberdayaan untuk tidak menyesalinya . Ia telah lama …lama sekali berpulang dengan menebarkan aroma sampai pelosok gunung…banyak orang mengenangnya, banyak orang terkenangnya, tapi aku ? hanya sibuk menyeret-nyeret kehidupanku.
Ibu adalah keindahan jiwa yang tak terpisahkan , jiwa yang senantiasa hidup dalam genggaman cinta sampai raga tak lagi menjadi miliknya. Ia akan terus hidup , bernafas dan mengaliri seluruh urat nadi.
‘’Jadilah manusia, menebarkan banyak kebajikan adalah jalan menuju tahta, bukan jabatan, harta atau keturunan…’’ katanya suatu ketika.
Temanggung 2019
Cinta yang Terbang
(sajak cinta pada yang terkasih )
Menderu hati dan jiwa ketika cinta terbelalak menaungi segala rupa
Namun aku hanyalah sezarrah, cinta tak terelakkan pada jiwa yang terbelenggu pusaran kehampaan tak terhingga. Milikku kah cinta itu ?
Tak ada kepimilikan mutlak,lantas bahagia ? Ah tidak…..tidak ada kebahagiaan itu pada diriku, kebahagiaan ada dalam kehidupan semesta, melesat-lesat, lalu aku membukakan hati,rebah dan berhap dalam menjalankan kepatuhan dan penyerahan diri tanpa batas.
Kesunyian adalah ruh kerinduan yang hanya terasa dalam hati penyair, pelukis dan hati yang terpesona keindahan. Kehampaan meyeretku pada lorong-lorong keinginan bertemu dengan Tuhanku dan melebarkan jiwa menganga pada kesetiaan sebagai sebuah kebenaran. Lantas mencintai sesama, sampai mereka membuka hatinya menandai kehadiranku sebagai seorang manusia.
Cinta yang terbentang luas, bertebangan . Ada resah, rindu , pahit dan cahaya-cahaya berpendaran,namun yang tertangkap hanyalah cinta sekering sabana ilalang dimusim kemarau dan hinggap pada jiwa-jiwa yang terkapar di atas jalanan. Cinta tak menorehkan sunyi bermakna, cinta tak mengalir pada sesama manusia, cinta hanyalah sebuah ironi dalam hegemoni politik dan kekuasaan, cinta menjelma dedaunan kering, berserak dimana-mana menanti waktu pembusukan.
Kahlil Gibran, sang pujangga semesta mengalirkan kata : Kucintai desa kelahiranku dengan sebagian cintaku untuk negeri , kucintai negeriku dengan sebagian cintaku untuk bumi.
Wahai sang pujangga, di bawah kekuatan Tuhanku aku berguru padamu, tentang cinta dan kehidupan, tentang keindahan dan keterpesonaan pada kesadaran membangun sebuah ketertundukan dan kepasrahan terhadap pencipta segala rupa semesta.
Anak-anak dan isteriku adalah ladang cinta yang menjelma sabana kerinduan, bukan milikku, mereka akan diminta pulang pada saatnya, demikian pula aku. Kita memang harus kembali pada sunyi dan kesunyian milik kita dengan sebuah keraguan, apakah kita berada dalam sebuah kerinduan sejati dan dirindukan kepulangannya oleh yang mencintai kita sang pemilik dan pecipta kita ? Oleh sebab kita tak pernah berada di sebuah ruang percintaan .
Berpuluh tahun, bejuta detik waktu telah aku lampaui dengan pengorbanan, dan kehormatan sebagai manusia yang tak mampu menghindarkan diri dari dera keinginan yang tersia dan sia-sia, nyaris tak ada kesetiaan yang dimiliki matahari pada siang atau rembulan dan bintang gemintang pada malam . Aku membangun cinta dengan sebutir biji , ketika tumbuh musim bertubi-tubi menghentakkan daun –daunnya bahkan juga merontokkan bunga-bunga yang mekar.
Setiap detik yang berkejaran dengan waktu kini, aku termangu memandangi cinta mekar karena tersiram cinta: anak-anakku, isteriku menyiraminya dengan kepatuhan dan kesetiaan pada sang pencipta.’’ Kami semua hanya ingin membahagiaanmu sampai batas penghabisan’’
Sekalimat kata cinta itu dalam senyap rinduku tergenang air mata: Aku merasa tak lagi tersia, cinta menjelma embun dan ketenangan jiwa, cinta berterbangan pada hakekatnya.
Temanggung 2019
Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - Bercengkerama Dengan Asa
Bercengkerama Dengan Asa
By. Ade Saputra Sunankaligandu
Nyanyian angin lenakan jiwa
Hantar mimpi ke jumantara
Menabur benih - benih embun
Pada kuntum yang mulai ranum
Aku, masih terjaga dengan nalar
Ketika kuramu secawan madu
Tuk sekeping asa yang pudar
Karena rindu yang tak jua bertamu
Diam, tak kuasa berdusta
Ketika kusapa dengan tanya
Karena, hanya luka yang kau tau
Lalu, langkah melaju meski ambigu
#DewaBumiRaflesia_26_01_18
Menakar logika
By. Ade Saputra Sunankaligandu
Hening, ketika siang telah hengkang
Cuma gulita, warnai tubuh malam
Diam, dalam jeruji mimpi paling buram
Mengeja rupa arca samar bayang
Terpenjara, rupa logika dalam kaca lentera
Karya cahaya kikis sudut netra
Yang tersisa, lara rindu jadi benalu
Iris tipis, keping puing pilu
Bilakah, illusi kan bertahta di singgasana
Bila sahara, bentangkan antara
Sedangkan raga renta, lelap bertilam permadani
Dalam istana tanpa mimpi
#DewaBumiRaflesia_22_01_18
Kumpulan Puisi Akhmad Husaini - MENJULANG TIRANI ALUR SENTIMEN KELABU
MENJULANG TIRANI ALUR SENTIMEN KELABU
Karya : Akhmad Husaini
Sepanjang semua mampu dikerjakan sendiri
bertanggungjawab harus bisa dijalankan kini
tradisi mengungkit tirani terbentang jengah
tentu tak ada kata menghadapinya menyerah
pagut keinginan kekuatan berpangkalan rekah
memantau gemulai siasat tandas menentu arah
Menjulang tirani alur sentimen kelabu
berbilang teguh semangat ketentuan restu
tenteram sejahtera tanpa sapa akrab tentu
merebut alur sangka semakin berdentang
elemen sunyi menandas suasana guramang
pilih takjub hamparan sembilu membilang
kadang merasa tentu wajar kian berulang
Ornamen kecantikan menegas perisai nelangsa
selingan waktu menampak jejak mengurai rasa
tautan jingga hati terbuai sangka mendamba
mendedah riuh acuh menimbang berperi selera
untuk terus meningkatkan kualitas diri perlu
roh kehidupan merindu gerak semakin menyatu
Terus memintal asmara sesuai irama pasti
ini kisah sepanjang kehidupan bersimpati
selalu berada akhir kesedihan membawa arti
mendesau luruh kemungkinan terhenyak kelu
kesenduan merajut ikatan berkehendak tentu
pertemuan tepat menggenggam ego gerutu
Kandangan, 28 Januari 2019
MENUANG SEGALA KENYAMANAN DIRI TERBENTANG
Karya : Akhmad Husaini
Dedikasi terpaut suasana gerus menikam pasti
segumpal ilusi menegaskan pertapaan membakti
kau akan bisa meraih mimpi dengan sepenuh arti
teruslah berlalu memikat ragam perasaan meniti
status senang kian gembira selalu menjadi idaman
ragam sangkaan lirih pertapa berbalut peraman
Menuang segala kenyamanan diri terbentang
mimpi-mimpi riuh kumandang teori lantang
belenggu mampu meneriap singkap terang
melamun arah segala keremangan daya upaya
kesempurnaan itu bisa kau gapai dengan seraya
tentang canda aturan menubir citra baik segala
bingkai kelindan mencinta ragam nelangsa
Keindahan pengaruh diri kesan rentak dinamis
melangkah penuh makna merekam kian optimis
terkadang mengitari dengan keadaan mereka lebih
aku memang tak senang dengan selalu meyakini
terpa gembira menyerta iringan teguh bersiasat
sendu tak seperti kau harapkan selalu memang
Janji hati sepenuh harapan menubir istimewa
merentang segala aturan memagut canda tawa
kata tentu akan bangga bisa merasa kian sepi
apapun tentang segala harapan restu menutupi
selalu terpana dalam segala menegas mimpi
tak bisa saling berbeda hati belenggu menepi
Kandangan, 28 Januari 2019
KECAMUK LERAI JIWA MENEGANG SUKMA RAGA
Karya : Akhmad Husaini
Menerka rembang tanpa harus lewati jalan terjal
seberapa kuat kau mampu memberi kian kekal
hasrat hati ingin selalu sendiri semakin kental
tantangan harus selalu ada mesti terbelai pasti
bingkai kebersamaan melebur kesumat menanti
tatanan arus bersinergi terbagi keadaan penasti
Selalu ada harapan terbentang manis
kemana arah mesti menuju melankolis
masih ada sejarah bergelut laju ritmis
karena semua sudah perihal irama tentu
cerna kehendak potensi lagu merindu
datar kelebat kekuatan sembilu waktu
kau sangkakan bergelut taktik merestu
Sudut pandang arah mengurai tempias
hanyut duka lara berbias semu merias
seru menghambat harus berjuang tuntas
semua kita saling memindai impian kini
episode hegemoni celah celoteh tirani
kebangkitan diri kian tinggi lain reaksi
penjara hati taktis mengimbangi ambisi
Kecamuk lerai jiwa menegang sukma raga
akankah senang tercetus semakin sangka
rangkai jalan hidup senantiasa menggebrak
gemulai ego ringkih kata jalan menampak
rincian semburat nafsu menambat impian
tabiat sunyi janji meretas suntikan harapan
Kandangan, 28 Januari 2019
REDAM EGO MENANGKIS SUASANA PENUH GONTAI
Karya : Akhmad Husaini
Terpa sendu sensasi menebar senyum menggeliat
keinginan terus mengejar asa dalam segala niscaya
menggumpal irama kesunyian lindapan menyerta
pojok kerinduan tikaman arti meniku seteru tentu
konotasi asmara menampak arah segala noktah
menikam lurus selalu ada menawan sensasi rekah
Redam ego menangkis suasana penuh gontai
memaknai semua jalan panjang sepenuh arti
menerpa suasana penuh intim terbersit bakti
menanam jarak setia sepenuh gerus menanti
kendala diri terbuai semu jelaga menubir bukti
mengajak janji kepada jalan kebenaran pasti
teruslah semangat menjalani hidup menanti
Restu dalam igauan mimpi terbelit suasana terasa
selalu terbayang kenangan manis tertinggal kuasa
lindap lagu menyentak suasana penuh derap menata
karunia diri menggeliat suka merayu penuh gempita
dekam asmara waktu menagih suara terberai jejak
kadang aku harus mengetahui sinar sepenuh pijak
Jujur menikmati nyali siasat diri makin tentu
keinginan terus menulis rindu sepanjang waktu
kau begitu sigap mengendalikan segala bagiku
terpana riuh menjunjung kisah tipis memindai
aturan menimpa telaga pusaka makna terbuai
karena semua sungguh kesenangan melambai
Kandangan, 28 Januari 2019
SALING MENYAPA LAGU RINDU MENYIMPUL PUSAKA
Karya : Akhmad Husaini
Seiring waktu terus berlalu dengan kepastian
semua sempada hakikat menunggu harapan
nanti ada banyak hal tersebar jejak noktah
jalinan dirikianirngkih teroaut menitai kata
malu menyapa karena dia bukan siapa-siapa
duduk manis terpejam kerinduan menyapa
Saling menyapa lagu rindu menyimpul pusaka
entah melupa aku tak ingin jauh berprasangka
pasti aku mengenal dia sepuas mengukir karya
baiklah seperti itu sekian nyata meredam seraya
berjalan sendu mengiring kerinduan langkah upaya
lampau igau saling menjelang terwujud perdaya
Buah kerja otak ritmis menata lembut melankolis
terpaut kerinduan pentas mengurai bingkai idealis
kelembutan sembunyi menghamba keraguan rintih
melihat semau aturan jengah mengutarakan lirih
aku tak ada sama persiapan yang terus mendera
tanpa ada batas meretas lembut senantiasa cara
Temaram rindu ilusi semua saling bantah merasa
lampau ilusi isyarat kias menunjang langkah kelam
tulus bakti menikam jeruji janit menikam semburat
sendu lagu tampak merias tadahan gelimang geliat
serangkaian melulu ikrar membuat sandi menjalin
kecamuk ego ragam waktu membias bakti sentimen
Kandangan, 26 Januari 2019
MENYANGKA LIRIH SENDU JANGKAUAN MERAYU GONTAI
Karya : Akhmad Husaini
Aturan jengah menghimpit tiada berkekalan pasti
membaca banyak pengalaman masa lalu terpuji
tempat terindah gerus nyata pernah ada menyerta
lingkup lamunan menggerus senyap nalar berpindai
menoreh asmara mengarahkan hasrat bersua gigih
melampaui perbatasan klise waktu meniku perih
Menyangka lirih sendu jangkauan merayu gontai
untuk kepastian tertata dalam membentang rinai
yakin itu bisa digandeng penuh perasaan geliat
dalam derap waktu menuntas sembilu berhasrat
berjalan sendiri membelai setiap bulan purnama
begitu cepat balutan jiwa tempuh jejak perkara
senandung lagu asmara remang meninjau pantau
Secercah jingga kemilau mementang jengah pasti
ada berapa banyak kekuatan menebar lirih ambisi
risau tegas merona bekas aroma rambah ketakutan
semayam perjanjian tirani terkuak berkah berurai
kias imaji tubir retas mendendam penuh gemulai
persangkaan baik untuk terus menjalani hari-hari
Senarai cumbuan jalan berpijak penuh tikaman deru
ingin memberi banyak tawaran hidup semakin perlu
peran serta belenggu terkaman pertemuan menumpu
dekade waktu riuh menuai firasat senada kian ragu
malam memikat kemajuan hari penuh makna merajut
selalu ada cinta kenangan dirasakan sepanjang patut
Kandangan, 26 Januari 2019
PROSES AWAL TERSIBAK IRAMA PENUH GELIAT
Karya : Akhmad Husaini
Dendam tertanam kata pengaruh jemputan tiada
kalahkan segala emosi diri tertatih yakin senada
perangai jiwa tertatih tantangan harap merayap
untuk sebuah hasil nyata terbuai suara menatap
takluk sendiri awal kehampaan gurauan terlelap
kondisi tak merangkai prahara siang tersingkap
Proses awal tersibak irama penuh geliat
helai potensi kemuliaan hidup kian hebat
titian masa depan melintang jalur memberi
rebak baik memberi jengah semesti diri
lelakon sabda menggiring pertapa menari
jaga kehormatan diri untuk selalu setia
lekuk diri selalu berkaca rinai bahagia
Sang pelanjut keutamaan diri yang jengah
kalut menyerta terkekang waktu menumpah
kalau kau bisa menghitung beri aku harapan
menampak aturan berpendam cahaya sendu
gelimang tawa nyata menerjang jiwa berguna
cahaya keterampilan membaur usaha bergema
Terbang jauh ke angkasa sebisa tak terbatas
takluk kejar paksaan menubir janji menumpas
sisilah rindu menepikan perjanjian nyata terbias
ketentuan awal menebar igauan kondisi makna
rintih kepiluan tak ada kepedulian menyerta
lebih memilih sendiri dalam menjalani semua
Kandangan, 26 Januari 2019
SEJAUH PANDANG HASRAT TERSISIH KENDALI
Karya : Akhmad Husaini
Rata pijakan senantiasa dalam benalu target
memantapkan diri kian jompak terlerai deret
mengutarakan ketentuan dalam kesunyian diri
lembut sarana menjangkau memori menemu
ada banyak harapan memuai senandung semu
tabiat jejak memendar halimun berarus deru
Siap sedia memukau perasaan dendang
hidup teramat pendar dalam seru bintang
teramat mandiri untuk bisa bertahan sekali
rindu kian tertekan elemen perih tanggung
mengurai segala alternatif tergoda limbung
selalu berpijak menyisi dengan semua orang
semua nyata di depan mata berkenan bentang
Sejauh pandang hasrat tersisih kendali
tatanan siang belenggu perjalanan tergali
peranan suasana gelap dendang menerpa
hubungan saling terkait memantau sapa
tentu keinginan terus tergadai pandang
menenangkan ragam pesona diri bimbang
Menanggung peraman ambisi begitu gema
intonasi menampak bertahan lelah paksa
merangkai jejak ambisi semakin jauh berperi
selalu saja ada kau tuliskan kemampuan diri
demi kesenangan sensasi perihal arti menanti
menanam perihal diri pelanjut bakti kondisi
Kandangan, 26 Januari 2019
BERSEMU LIRIH DEKAPAN TERBUAI DENDAM
Karya : Akhmad Husaini
Tak berhenti menjalani hari-hari penuh irama
batas sengkarut tertekan jengah bersampir gema
sudah ketentuan awal yakin menubir renta dilema
mengiring luka semayam berkenan melambung
memintal diri leluasa mengejar segala untung
firasat kemudi arah terbuai nyata menggantung
Bersemu lirih dekapan terbuai dendam
membelai sunyi terbias lagu himpit redam
dekam lagu kemudi terbias capaian malam
jejak naluri membias nada keindahan perih
kalau semua tandas meramu siasat merintih
selalu terbuka hati untuk berbuat kebajikan
ada waktu menderai sempurna kekuatan
Membayang kenang kelindan rona tatanan
kerinduan mendalam siang majemuk rentan
kalau saja semua butuh tempat tenang ceria
begitu ragam rasa tuntas mengiang seraya
seiring waktu terus jalan senandung cerna
kelindan senyap peratapan penuh makna
Sedekap merempungkan penuh igau menangguh
derita kecamuk menerka setangkup risih gemuruh
kumandang harap meneriap percandaan mantap
derai angin menghambat reranting kian meratap
larut mendalam pingitan daya memandang rayu
melebihi segala ingin keadaan sisa beriring tentu
Kandangan, 25 Januari 2019
JERAT PENGARUH LANTANG BERBIMBANG SAYANG
Karya : Akhmad Husaini
Derap geliat kekuatan merentak gejolak mewarna
intensitas diri kian meragu terpukau suara terpana
keindahan itu meraih singkap perisai imaji menderu
kau sangka kekuatan saling menyerta semangat baru
dalam rentang hari mendamai kiasan tegas meluruh
bertemu pandang melintang ragam isyarat tangguh
Jerat pengaruh lantang berbimbang sayang
kemana arah kumandang mesti kau tuju siang
nuansa ketegasan kecamuk melintasi kondisi
perih luka tertambat intim perilaku penasti
sandera menyerta kekuatan tindak berbingkai
mengacu tradisi guramang menyerta prestasi
segala siasat bertebaran kelana langlang ambisi
Serpih kendali merangkai jelmaan konotasi
menghela kesesuian menambat riuh kondisi
pulang meremang sanubari menunggu titah
dalam khayal terus menanggung beban betah
jangkau lagu kebiri meniku selera ketetapan
menuju ketentuan langgam sampiran ratapan
Laju suara renda semakin tandas merona gerimis
kau tulis setulus hati mengelus kesunyian puitis
kelembutan membalut laju tirani bingkai menepi
bungkam seribu makna terhimpit nyanyian sepi
kala semua terbatas gemerlap sinar kian merayap
selalu keinginan menyerta berseri sepenuh senyap
Kandangan, 25 Januari 2019
MENGHIMBAU IRAMA TAK TERSAPA GULANA
Karya : Akhmad Husaini
Gairah menopang bimbang juga ditakuti
malam menimang pasrah beragam simpati
terhunjam ilusi kering kerontang menyerta
tatanan gerutu menjiwa tembang budiman
aku ingin terus sendiri dalam kesunyian
terpukau dengan segala nyata berpendaran
Menghimbau irama tak tersapa gulana
ada saatnya untuk terus menggapai rona
suasana berbeda tentu ragu saling menentu
proses panjang bangga bisa cepat sekarang
menikam beribu makna dan duri menganga
akhirnya berhasil dilewati dengan kebenaran
menarik pasti bagi memandang sepenuh sisa
Dentang menentu memburu senang merasa
asumsi langkah noktah biasa menyerta waktu
hambatan terus kembara harus diam meniku
terbiasa waktu kembara aroma diri menunggu
karena kaulah berbakat paling setia menemani
sanggahan diri untuk membelai kebajikan tirani
Rasa cukup kemenangan sepenuh kemestian
keragu-raguan tampak pasti memiliki harapan
terpaut ragam ego akan merelakan kekalahan
selalu siap menemani kesadaran siap meragu
kendali ambigu tergerus candaan sebagus tuju
derai niat bergurau semangat saling menyatu
Kandangan, 25 Januari 2019
PERANGAI SYAHDU MERAYAP LANTUNAN WUJUD
Karya : Akhmad Husaini
Berpantang lembut perihal kinanti menerawang
cerita indah juang guramang menimang gamang
dalam meraih banyak kisaran tunggu memberitahu
pusaka diri terbentur jelas kejelasan diri menentu
akrab dengan siapa saja sepanjang remang hebat
memberitahukan waktu habitat sandera daulat
Menimang sadar lebur cerita tatanan gelisah
indikasi guna melambung sinar mendesah
aturan terhampar minat mengikat suasana
serpih warna meramu tuju gejolak leluasa
lembut terasing animo tempias hantaran rasa
datang dengan hal kebaikan sepanjang lirik
seru perjalanan gelisah hidup merias intrik
Perangai syahdu merayap lantunan wujud
kemilau fantasi suasana terkaman maksud
kalau semua bisa sependapat menyenangkan
elegi rindu merajam tuntas benalu mencumbu
tadahan wangi bunga langit seringan merestu
kendali ruang cerna gegas merangkum waktu
Tak lupa segala merias waktu menimang kelabu
menikam kegagalan ketentuan berkarat sendu
sambut ide segala imbuhan lagu retak menggiat
mendamba pengarh senarai kisah kesan julang
tegar kesungguhan itu aku kendali keberanian
untuk sebuah keadaan diri menghunjam posisi
Kandangan, 24 Januari 2019
PERKENAN WAKTU GEJOLAK RESTU TIADA ARTI
Karya : Akhmad Husaini
Hentak kesempatan ikatan persaudaraan gembira
lihai menyangka arah segala asal kian membara
nuansa berbeda pengaruh diri bergemuruh pindai
bernalar di ruang kosong untuk beberapa lamanya
harapan untuk selalu mengandalkan ceria dinamis
hadir wibawa mengutamakan beragam janji manis
Bergema himbauan saling menanggung pasti
derai seimbang kesungguhan kultus berperi
pejam histeria lagu meramu senada meneguh
yakin bila kau semakin tahu segenap khasiat
kesenangan bersungguh arti membelai tirani
menggelorakan sesuatu agar bernilai manfaat
walau jarang tengadah cukup jauh menambat
Perkenan waktu gejolak restu tiada arti
perlu banyak waktu datang kesana lagi
warna hari jeruji menampak sangkut elegi
tak perlu sedu sedan menakar jelas tentu
ketika semua nalar pesta meramu wujud
kau selalu ada dalam lingkupan kebijakan
Bangga sesuatu tergapai dengan begitu pasti
kau bisa melakukan tentang banyak hal disini
agar semuA tahu segala berupaya sepenuh diri
kalau itu sudah perihal teramat lumrah menepi
datang membentang lerai sedari tadi mengintai
persembahan diri tegas lupa menggayut mimpi
Kandangan, 24 Januari 2019
TERPAAN GEMURUH WAKTU MENGAKAR FIRASAT SEMU
Karya : Akhmad Husaini
Kekuatan sendu pengaruh pantang sendu potensi
lembut ikatan rekah jelmaan simpati mengerti
tertanam hasrat siasat menggebu berhati-hati
senada arus mimpi terbias janji menampak ide
peranan sendu firasat tabik menghimbau nyali
karena semua harus dijalani dengan penuh arti
Diantara banyak kehendak menangguh naluri
kaitan kehendak menimpa suasana memberi
selalu ada jejak berpihak gontai menata kebiri
bisa kau tahu menata pengaruh selera mendera
semakin yakin itu berlabuh ambisi menata rasa
jujur harus dijalankan dengan penuh harap lindap
ketegasan waktu untuk terus menyimpul derap
Terpaan gemuruh waktu mengakar firasat semu
panorama indah pandangan nyata meramu tuju
yakin akan segala penuh jelita menyimak waktu
tak akan berhenti berkarya lewat ide jenius menyatu
bergerak intim dengan kejujuran selalu mengiring
panjang nada menata jejak gemulai berhasrat intim
Denting wacana membilang sumbang lagu senang
gejolak mengejar lesu sengketa penuh warna terang
wajar memang hasrat manusia ingin selalu dikenang
tertutup dengan hela pendaran sudut pandang rekah
dentam dentum arah perangai kelembutan jiwa lelah
umpama segala keindahan satu jadi sepenuh bahagia
Kandangan, 24 Januari 2019
TEGAS KEMESTIAN LAMUNAN MENIKAM BERIBU JANJI
Karya : Akhmad Husaini
Menyempurna ketangguhan perintah membelai
petuah gurindam ilusi merasa menyangka jelita
dalam rayu aturan bertaut lagu syahdu merayu
kerja keras tegas merasukkan layak kumandang
terkadang harus selalu banyak memikirkan itu
akan masih banyak angan menindih harap restu
Menerpa ragam pesona kemauan diri mendera
kalau kau bisa tahun mencatat semboyan asmara
menemani gerak setiap langkah perilaku nyata
rintih terdalam meredup ilham hati menyerta
retas rintihan benak kemayu menyungging hari
keindahan lamunan menyergap sampiran diri
Tegas kemestian lamunan menikam beribu janji
bersua rona canda menata langkah ragam ambigu
damai terus kumandang pengaruh cinta abadi
telaah rindu menimba banyak gerhana mengabdi
alur tipis kehendak diri emnijak sentuhan bakat
kilau tegas kentara wujud arus terpekik hakikat
Keluasan diri merajut riuh kesenangan ambisi
selangkah lebih maju dalam mencerna bahasa
gemulai kata kian santun lebih halus dan dinamis
melambai prahara jengah mengadu banyak dilema
kekuatan pengaruh diri membingkai seksama
pendam naluri saling mengabdi pada kesetiaan
Kandangan, 24 Januari 2019
TEGUH LAMUNAN PENGHARAPAN BENTANG SKEPTIS
Karya : Akhmad Husaini
Jumpa penawar hati kian senang membelai
agar nyata menuai sangka wibawa kian gontai
memilih untuk tetap tenang dan berdiam saja
dalam deraan perangai waktu mencumbu warna
ada banyak kekuatan sendiri senang menerima
mencerna sendu pengaruh kelanjutan purnama
Teguh lamunan pengharapan bentang skeptis
punya nilai baik dalam kehidupan menggaris
intim teman sendiri terbuai niat berpandangan
akan banyak hal diterima dengan baik segera
bukan untuk saling menutupi keadaan selera
mencoba untuk terus tetap setia sepanjang rasa
selama itu masih bisa kau lakukan dengan nyata
Untuk banyak kepentingan bersama nyata
benaman jauh jarak kenangan indah menata
kembara waktu siap menuju tentu kian ragu
terus menulis nyata merajut lembut purnama
tuntas merasuk percumbuan nasib berurai
senarai lingkupan diri terbentang penuh tirai
Takluk perjamuan hentak saling tiada benturan
sungguh ini ketepatan awal terbina untuk bersama
ingin semua senang bisa membelai hati seksama
sudah pernah kesana kemana saja dengan manja
melihat semangat tinggi menerka bangga terkira
keseimbangan sunyi membingkai raga mendera
Kandangan, 23 Januari 2019
PENDAM AMBISI MELAMBUNG PENDARAN IRAMA RITUS
Hal nyata diri untuk selalu tampil dinamis
tautan janji menikam selera pandang ritmis
sumbu waktu terlerai pejaman laju gerimis
menimbulkan kesan mendebar teramat dalam
ternyata melampaui batas kesaksian kelam
malam itu membingkai jejak situasi pendam
Pendam ambisi melambung pendaran irama ritus
senarai singkap warna elegi derai pinta kultus
denyut harapan menuju sudut keyakinan arus
hubungan saling mengerti selama itu rentang
wahana makna sebaran purnama mengekang
mula kita tahu segala mengurai sandaran bakti
wacana sunyi kian mementang jawaban pasti
Naluri sendu pelampiasan mesti tuntas nyata
senang bergelut dengan kerja keras begitu intim
beban menangkis jejak pengaruh bagi kian lazim
datang mementang tanggung menjamah lantang
dalam sunyi lirih membayang percumbuan seru
dimensi kuat penuh mandiri menempuh penjuru
Arti kehidupan memikat semangat terus menderu
menyerta tiada dengan kumandang tantangan baru
simpati diri menoreh cerita hati pendaman berlagu
hanyut pikiran menambat selera pengaruh memburu
andil diri makna menerawang tetap pengaruh ragu
yakin ada hasil akan diraih sepanjang waktu meniku
Kandangan, 23 Januari 2019
SEMAYAM RINDU SEPANJANG TENTU MERESTU
Karya : Akhmad Husaini
Mengemban aroma ucapan saling menggema
tuntas ragu segenap meramu pijakan segala
memberi karena menerka bayang menggejala
batas harap kenangan sepenuh igau lantang
meski harus banyak manfaat bagi semua orang
tentu layak sahabat bagus untuk itu menjelang
Harus waspada kami menemu kemanjaan
butuh tempat mementang diri perjumpaan
upaya terus meneriap gegap gempita bintang
pandangan menduga pada membidang ruang
bekal kesadaran diri membias cahaya elegi
dendang kinanti penawar hasrat belenggu
dunia sungguh ranah wacana erat menunggu
Semayam rindu sepanjang tentu merestu
tak ada respon tak begitu penting tentu
secepat mungkin kau bisa membuat nyata
dalam bayang ilusi tentang bidadari surga
agar tak terlambat tentu senang menyangka
nalar tegas mengkerut jelmaan retas menerta
Serpih waktu mengurai lagu syahdu menentu
hentak suasana semua merangkai tirani restu
kaulah segalanya bagiku untuk keabadian nyata
terima saja apa sudah terhidang di depan mata
hasrat mengenyam tindakan sepenuh ihwal kenal
bersatu tentu melingkupi insan ketetapan awal
Kandangan, 23 Januari 2019
MENUNJANG RISALAH PERKENAN KEKANG ZAMAN
Karya : Akhmad Husaini
Bicara panjang lebar igau pengaruh nalar merasuk
dinamika panjang searah tikaman tepat menusuk
perubahan mendera detak jantung tengah menuju
bila kau ingin mengerti akan segala pasti meramu
kesadaran terindah bakal membias rona lelaku
menopang bentang ragam sengketa teramat pilu
Menunjang risalah perkenan kekang zaman
menafsir kehendak berpicu isyarat angan
aturan membendung suasana saling jenjang
yakin warna kegundahan berlaga menjulang
meninjau pengaruh diri kesatuan tumpang
status liku perihal jemari pasrah menjanji
ingin gapai ketentuan hasrat tinggi menguji
Agar selalu terbiasa instuisi mereka iba saling damai
riak gelombang bicara tentang begitu akrabnya alami
tak akan selalu mengerti apa menopang melingkupi
sepanjang lagu jarak panjang leluasa diri meniti harap
menubir bebas lantas kehormatan taktis menari lindap
dalam pandang sunyi terulang bentangan bentuk kenang
Terpa ranting benalu singkap laju pesona
ada banyak peleburan ketetapan seksama
menempuh jalan teramat pandang meredam
helai menguak rekah tempias deru umpama
perihal sanggah merinai lagu sendu kerinduan
tentang segala sesuatu mengabdi risau haluan
Kandangan, 23 Januari 2019
LIRIH SENTIMEN MENAMBAT GERUS WACANA
Karya : Akhmad Husaini
Sepenuh pindai jika meremang pernah ada
belai nyanyi langkah kerinduan mengada
benalu rindu memapah kesendirian tanda
iklim merajut tikaman melambung buntu
petuah rindu damai mengarah retasan tentu
keinginan untuk jadi lebih baik kian seru
Ada banyak siasat penawar rindu terasing
kondisi awal menikam serpihan jejak restu
semai lembut firasat dugaan jengah mengadu
mengenal tentu sepanjang restu menderu
pendam narasi rindu berdamai dengan aksi
narasi panjang kehidupan bermasyarakat
momen baik menerpa jejak bersahaja hormat
Hujan penuh momen berkah saling hikmah
semua bisa mencerna dengan rasa melimpah
terkadang merasa jenuh pekerjaan digeluti
melenakan diri sepanjang jejak arus bersemi
menuliskan banyak segala kesenangan disini
bernaung dalam pijakan seteru dera kondisi
Lirih sentimen menambat gerus wacana
jantung pertahanan lindap pengaruh cerna
perdaya waktu menyimpul nyanyian elegi
tinggi igauan pencapaian ringkih naluri bakti
semu risau kelembutan arah irama berdentang
derai pesona teramat ringkih sekali mementang
Kandangan, 23 Januari 2019
TEGUH KEMAMPUAN MEMENTANG TABIAT REKAH
Karya : Akhmad Husaini
Takluk diri peraman kemampuan bergayut
celoteh naluri ambisi berbias tabik bertaut
bebas menaklukkan harapan kian memantik
jalan kebenaran sepenuh pendam jelita melirik
aturan memihak setegas warna hati menambat
hasrat diri kian mendera celah bermartabat
Teguh kemampuan mementang tabiat rekah
malam bergelut gurauan rindu menata tingkah
tantangan menghibur ranum ketiadaan sangka
sering mendendang dengan angan kilauan sukma
semangat untuk terus terbias warna ketentuan arti
selalu ada jalan terbaik kelana langlang meniti
rajam suara sendu memagut kesyahduan hati
Perih gulana mengigau pantauan sederet ambisi
resah dan gelisah tak terarah menikam kondisi
andai semua bisa saling kita rasakan bersama
serpih makna menirai selalu nyata riuh seirama
merindu untuk selalu bersama dalam kenang
memendam beribu lamunan ilusi jejak terang
Kita mesti harus tahu dengan kenyataan itu
beban hidup tak mesti saling terpana pilu
cahaya terang memendar sepanjang canda
gambaran cinta memendar keinginan setia
tuntutan pernah taklukkan mengidap waktu
tegas aturan merasuk pesona hati kian tentu
Kandangan, 23 Januari 2019
MENEMPUH ISYARAT HATI MENIMPA BELENGGU
Karya : Akhmad Husaini
Menimpa firasat diri tergiur rindu sesaat
sunyi mendekap dipelukan asmara mematri
semburat menusuk perangai bersahutan
rekah kemungkinan memudar sadar hambatan
tindakan terbuai pesona menikam senjakala
sungguh perasaan teramat menyenangkan
Menempuh isyarat hati menimpa belenggu
tujuan pasti rindu dendam remang meragu
belenggu riang mengurai cernaan sembilu
terpengaruh diri tertanam kehendak perilaku
kemungkinan terbaik pernah ada menyangka
sesuai nyata di depan mata menyerta segala
langkah bidang menerjang tuju menghalang
Bias mewarnai rahasia tabiat kosmos laju ambisi
arti benaman menjiwai rekah batas tuntas kondisi
kita saja harus berusaha mesti sepenuh ego meniti
mengejar pijakan perilaku kesempurnaan syahdu
sandera kepada hal suntuk redup berperi pendam
tak perlu ingin masa lalu kian hunjam mengelam
Tegas jawaban alasan saling membelai sapa
mencakup ketegasan diri igauan hari menimpa
hal biasa dengan mudah menggapai semua
ragam pesona akan merasuk kinanti derita
terpana silsilah kemajuan ketentuan meraba
lanjutan hati perihal meringankan kendala
Kandangan, 23 Januari 2019
SIMBOL ARUS WAKTU MEMBAYANG KIAN TEMPIAS
Karya : Akhmad Husaini
Semua akan bisa diraih dengan begitu gemilang
karena bukan sekarang kau bisa menikmati hasilnya
jangan paksa meremang matahari bersinar terang
kau akan tahu menuai tentu itu kepuasan belaka
makna hari kian sempana menawar beragam sangka
usah kau ragu dengan hal itu merasa lantunan terka
Simbol arus waktu membayang kian tempias
adakah waktu untuk terus menimba retas
kenangan mudah bahagia saling bersampiran
tentang segala penawar hakikat sementara
akan hak semua menafsir ego yang kentara
karisma menata arus keluar kendali prahara
riskan menampik rekah perasaan tertegun
Selalu ingin berbenah dengan ketentuan lain
tentang lambai waktu melimpah tak terlupakan
dendam jiwa menderai perasaan takjub melanjut
melambai lembut kenangan bertaut lagu jingga
pemakaian makna segala rasa tarian sangka
menerka peraman ikhtiar diri menegang tandas
Semakin senang terkesima menikam arti
janji itu terus terlena membuai irama meniti
semburat jitu mengikat pengaruh jalinan
menambang bayang jalinan dasar mungkin
akhir setia mengemban jejak penuh warna
tertawan sendu semakin lindap kemestian
Kandangan, 22 Januari 2019
Jumat, 18 Januari 2019
Kumpulan Puisi Wawan Setiawan Labura - NYANYIAN DIATAS BUKIT
( Puisi utk event lomba cipta dan baca puisi tingkat Asia Tenggara di malaysia )
“ NYANYIAN DIATAS BUKIT “
Karya : Wawan Setiawan Labura
Kurangkai kata bersajak melukis wajah Indonesia
Kubingkai untai kata bermakna dalam puisi
Pandang dengan hati bersih dan bukan ego
Baca pelan-pelan keindahan yang kutuang diatas kertas kumal
Masukkan kedalam naluri dan rasakan keindahan bahasa
Untuk hadirkan cinta pada dinding hati putih
Owwwwwhhhh ..... naluri keindahan dan bukan semu
Lukiskan cinta dengan bahasa dan sastra Indah
Racik ragam budaya dalam pelukan khatulistiwa
Jadikan sajian tunggal satu rasa dalam melodi
Dan nyanyikan diatas bukit sana
Nyanyikan terus dan jangan berhenti biar suara mulai sumbang
Kuaskan tinta cinta berbungkus bahasa dan sastra, dikaki langit
Lukiskan terus dan jangan berhenti sampai dunia melihat mu
Lihat disana ...
Lihat garis hitam memanjang dibatas langit
Cinta lahirkan satu benteng kokoh tak tertembuskan
Tidak lekang digilas zaman ...
Tidak tergoda sapa budaya luar
Dia benteng pemersatu bangsa !!
Diujung malam, 27 Agustus 2018
“ ARTI KEHIDUPAN “
Karya : Wawan Setiawan Labura
Hati ku bicara di samping hati mu
Ketika bias bayang semu mulai melukis satu wajah
Hati ku berbisik jauh kedalam hati mu
Ketika senyum itu hampir menghilang dari sudut bibir
Hati ku menjerit merobek pekatnya malam
Ketika tak lagi bisa bercerita dengan mu tentang sebuah arti
Telinga ini tak lagi mendengar suara merdu yang selama ini ada
Kobaran api di dada terasa hanyut menyusut
Landasan yang ku pijak terasa bergerak menjauh
Pantai pun terlihat hanya sebuah garis hitam memanjang
Arah pun mulai keluar dari kompas nahoda
Bak sepotong sabut mengambang dipermainkan gelombang
Mampukah harungi samudra tanpa batas ??
Aku tak tahu berada di mana
Gelap pekat sampai jari sendiri tak terlihat
Apakah aku ada di batas masa ?
Tanpa seorang yang mengisi kehidupan
Lihatlah kemari dari balik fajar
Aku yang tersesat di samudra hati
Lihat di dalam bola mata ini ada satu pena
Yang akan aku tuliskan pada layar hati dan imaginasi mu
Sehingga kau bisa membaca dan mengenang satu makna
Arti kehidupan ku
“ HATI BERBINGKAI DARAH “
Cetusan : Wawan Setiawan Labura
Jejak darah kering di belakang sudah lama ada
Berasal dari retakan hati berdenyut
Tidak akan pernah sembuh selagi rasa itu ada
Rasa yang terbungkus harapan yang entah di mana
Tergantung meliuk pada tali awan
Tak lagi bisa aku memilih hati yang utuh
Semua robek berbingkai darah segar
Sujudku membekas dalam
Aku pun tersungkur dalam lolongan berkepanjangan
Harap setitik sinar dari sang Empunya hati
Mengiring langkah kaki telanjang
Di dalam lukisan malam
Bisakah kau dengar suara jejak kaki tersedak ?
Dapatkah kau dengar lolongan di tengah malam buta ?
Mungkinkah kau dengar lagu sumbang yang aku nyanyikan ?
Bersama retaknya hati berbingkai darah ........
“ MEMBAKAR JIWA “
Buah pena : Wawan Setiawan Labura
Kubakar sendiri jiwa dalam dada ini dengan satu puisi
Karena ku tahu semangat yang selama ini ada hilang tersaput angin tornado
Aku tak bisa melihat nya lagi
Aku kini berdiri diatas lumpur penghisap dengan kesendirian ku
Yang setiap saat siap menelan diri ku
Landasan pun lenyap bagai kayu dimakan rabuk
Aku tak tahu mengapa ....
Ku tuliskan puisi ini dan jadikan api
Yang bisa membakar sampai puncak imaginasi
Dan ku ukir nama pada dinding langit
Aku teriakkan rasa pada hati membeku
Agar dunia tahu aku masih ada
Agar mereka tahu aku sudah ada disana
Kubakar jiwa ini dengan puisi, tak perduli
Biar semua tak ada membekas lagi
Biar semua hilang tak kenal rimba
Ulurkan tangan raih satu nama
Tak hiraukan layar hati telah robek-robek
Tangan kokoh genggam temali berserak
Biar pantai selarik garis hitam memanjang dibelakang
Aku tak kan pulang sebelum teriak kemenangan menggelegar
Senin, 07 Januari 2019
Kumpulan Puisi Cheloenk Dadap - MATA ALAM
ABADI
: Cheloenk Dadap
Telah kau pulangkan segala langkah
Hingga menyisakan jejak dalam catatan sejarah
Tak ada yang bisa diubah
Sebab cerita yang ada begitu sempurna
Kini jauhmu bukanlah sengketa
Hanya rindu saja yang bergelora
Mengenang segala tentang kisah
Di mana sua mempererat talian darah
Meski ribuan pengganti datang menjelma
Dikau tetap yang paling utama
Tersirat segala rasa di dada paling relung
Tak akan terganti hingga masa bersambung
CheDap, 01-01-2019.
MATA ALAM
: Cheloenk Dadap
Pada bening mata itu
Kulihat sungai-sungai mengalir deras
Anak-anak ikan berenang tenang
Penuh keceriaan
Pada bening mata itu
Kulihat Indonesiaku yang polos
Santun dalam bertutur
Tulus berbagi untuk kemakmuran
Ah! Tapi itu dulu
Dulu sekali!
Sebelum mata itu berubah saga
Seperti hutan Sumatera yang dilanda bencana
Tangan-tangan tak mengenal simpati
Merubah hijaumu jadi merah menyala
Musnah sudah segala indahmu
Musnah sudah teduh tatapmu
Sementara...
Aku, mereka dan dia bisa apa, ha!
Selain bersedekap dalam doa-doa
Semoga ada keajaiban dari Tuhan
Merubah bencana jadi berkah
CheDap, 03-01-2019.
Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - AKU INI BUKAN DIRI MU
# AKU INI BUKAN DIRI MU #
Aku tidak menyerah,
Jiwa raga ku milik ku,
Aku diam karena sabar dan tabah,
Jangan paksa aku untuk kehendak mu,
Walau luka di hati ku ini teramat parah,
Karena aku mempunyai akhlak menjauhi rasa malu.
Sudahkah kau pikirkan diri mu,
Apakah sudah pantas pikirkan orang lain,
Jangan terlalu jauh bermain dalam mimpi semu,
Menjadi penerka yang bisa bikin orang yakin,
Penuh sandiwara di dalam hati yang ragu,
Yang hanya bicara untuk menjalani hidup miskin.
Jiwa ini jiwaku,
Bukan jiwamu,
Hati ini hati ku,
Bukan hati mu,
Hidup ini jalan hidup ku,
Bukan jalan hidup mu.
LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 06:01:2017
# TRALALA TRALILI #
Tiktok Tiktok pikiran pitak,
Lalulaluan pintas haluan,
Otak tertotok begok merangkak,
Haru memelas pundi undian.
Rusak kurasak untang membengkak.
Hina tercela jalan kehidupan.
Pura pura kura kura meraba,
Koar koar suara gema menggema,
Suka suka kersurupan bicara,
Kobar membakar hancurkan Nusantara tercinta,
Lalu terseok seok rangkak lata melata,
Rintih tertatih menjerit separuh nyawa.
Tralala tralili nyanyian anak anak negri,
Cicit cuit kicau burung di dahan,
Suit siut suruling gembala iringi pak tani,
Geruh gemuruh suara air di bebatuan
Ohh alangkah ramah dan indahnya nusantara ini,
Bila rajin bekerja dan cinta akan arti kehidupan.
LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 03:01:2019
# TEGUR SAPA NASEHAT #
Bintang di langit usah di pinta,
Khayal di puja tak sampai jua,
Bagai air bertemu bara,
Airnya sirna bara tak menyala.
Usah di renang lautan biru,
Ombak menguji karang menanti,
Umpama mengejar impian semu,
Sirnalah diri tenggelam di dalam mimpi.
Cobalah lihat mentari pagi,
Doakan rahmat diri sebelum berdiri pergi,
Lihatlah jalan hidup terlihat menanti,
Sebelum malam sambut mentari pagi kembali.
Hidup indah bersilaturahmi,
Belajar memberi keikhlasan diri,
khilaf kesalahan hidup terus kita jalani,
Saling tegur sapa nasehat sebelum mati,
LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 09:01:2019
# TIADA YANG SEMPURNA #
Tidak akan indah kenikmatan,
Bila kenikmatan itu tidak dapat kita syukuri,
Bagai alam yang terbentang luas,
Terkadang membuat kita terlena,
Terkadang membuat kita ketakutan,
Maka cintailah dia,
Bagai mencintai kerukunan adat budaya Indonesia,
Dan toleransi sesama ummat beragama,
untuk kita dapat perlindungan dari tempat yang lain,
Karena kita dan yang kita ciptakan tiada yang sempurna.
LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 08:01:2019
# DI KALA KU KATAKAN CINTA #
Ingatkah dirimu,
Diwaktu itu kita bersama,
Di bawah sinaran temaram lampu lampu,
Di keramaian riuhnya kota,
Aku menggenggam lembutnya tanganmu,
Dan ku ucapkan merdunya kata kata cinta.
Aku menatap penuh harapan,
Cantik wajahmu merayu tersenyum manja,
Tak terdengar oleh ku riuhnya kenderaan,
Sayup sayup ku dengar dirimu menerima,
Dan aku menatap langit yang di sinari rembulan,
Karena Tuhan telah mengabulkan doa hambarnya.
Kini kita telah bersama,
Bersama sipat mu yang manja,
Melahirkan kasih sayang ku yang penuh cinta,
Bertaburkan bunga bunga asmara,
Dalam kebahagiaan yang telah tercipta,
Untuk kita bersama,
Di dalam membina indahnya rumah tangga.
LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 26:01:2019
---------------------------
MANUSIA YANG TIDAK MEMPUNYAI RASA MALU,
SAMA DENGAN SEPERTI ORANG GILA.
BERHATI HATILAH KAMU TERJERAT OLEHNYA,
KARENA DIA TIDAK DAPAT MERPERBAIKI KESALAHAN DIRINYA.
LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 26:01:2019
Rabu, 02 Januari 2019
Kumpulan Puisi Dyah ayu paramitha indudewi - SAMA SEPI PADA HATI
SAMA SEPI PADA HATI
Karya : Dyah ayu paramitha indudewi / BDH
Biar saka semu layu
Kelu diam sepi kata
Bila hati luah rasa
Daku malu pada bayu
Elok masa muda kita
Sapa maya mata jiwa
Gita sang nuan dara
Erat nada bias rima
Seri awan duka lara
Raut luka sapa dewi
Aura tara kini riba
Reda ruam tepi hati
Sisa cita cuma pilu
Sayu sedu pada diri
Dika kini cuma semu
Titi hari sama sepi
Indudewi /BDH.Wilwatikta.221218.13:32
Kumpulan Puisi Ahmad Effendi Sibarani - PIKIRAN KU
Puisi :
### PIKIRAN KU ###
Oleh : Ahmad Effendi Sibarani.
Aku berpikir kamu berbeda
Aku pikir kamu lah satu – satunya
Aku pikir kamulah yang teristimewa
Seperti aku yang selalu mengistimewakanmu
Memberimu begitu banyak perhatian
Yang ingin selalu menjadi orang pertama yang menghiburmu dikala perasaan hatimu sedang gundah
Yang selalu ceria melempar senyum dan sapa untuk mengindahkan harimu.
Ku pikir hanya kamu lah yang bisa tertawa lepas
Ku pikir hanya bersamamu bisa menceritakan keluh kesah hidupku
Aku pikir hanya kamu yang dapat menghapus penatku.
Aku pikir hanya bersamaku bisa membunuh rasa bosan
Dan ternyata
Aku salah
Aku yang terlalu percaya diri
Perlahan aku menarik diri
Perlahan aku relakan hatiku ditikam dari belakang.
Tak apa
Aku menikmati nya
Aku ingin tau adakah rasa kehilangan ketika aku perlahan pergi?
Adakah hari mu merasa kesepian?
Tanpa aku bisakah kamu melepas semua amarah dan lelah.
Nyatanya
Aku berpikiran sendiri
Mencurahkan Imajinasi yang tiada henti.
Langganan:
Postingan (Atom)









