RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 20 Mei 2021

Cerpen : MELATI - Tati Kartini


 

   PAGI ini si cantik, ceria sirami bunga melati.

" Ma, liat kesini sekarang mulai berbunga lagi, hum …" Melati memanggilku seraya memejamkan matanya menikmati harum bunga kesayangannya.

" Teruslah disiram, pasti akan bertambah segar." Aku menjawab sambil setengah berlari menghampiri. Ingin menikmati wangi bunga melati, yang selalu tercium harumnya setiap pagi.

" Mama kasih aku nama Melati karena suka bunga melati ya?” Pertanyaan yang tiba-tiba.

"Iya, mama pengen kamu besar nanti seputih dan seharum melati." Spontan saja aku menjawab.

" Melati kan anak mama, bukan bunga."

"Itu perumpamaan sayang." Kataku, sambil kuraih selang air di tangannya.

"yuk, udah siram bunganya nanti kedinginan, lihat Mel,baju kamu basah semua."

"Iya Ma." sahut Imel, nama panggilan untuk Melati gadis kecilku.

*****

   Tak terasa dua puluh tahun sudah Arif suamiku pergi menghadap yang kuasa.
Imel kecil sudah menjadi gadis yang cantik dan berpendidikan. Aku membesarkannya sendiri, meskipun kala itu aku masih sangat muda dan cantik. Banyak yang mencoba mendekatiku untuk melamarku tapi bayangan Arif selalu saja datang menahan hasrat keinginanku untuk menerima penggantinya.

"Yus, kamu masih sangat cantik banyak yang ingin memperistri, kenapa kamu selalu menolak?" Satu hari Titin sahabatku menegurku, ia selalu datang menemani dan menasehati aku.

"Kamu butuh pendamping Yus, terimalah lamaran Bobby dia menaruh hati padamu sejak kita masih di SMA, dulu." Ujar Titin melanjutkan nasehatnya.

"Sudahlah" Jawabku singkat.

Aku tidak terlalu suka menceritakan segala sesuatu yang aku rasakan. Aku percaya kekuatan Tuhan dan sudah cukup bagiku sebagai tempat mencurahkan segala rasaku. Apatah lagi sekarang Melati sudah mulai dewasa, dialah tumpuan segalanya. Tempat berbagi suka duka. Melati tumbuh jadi gadis yang sangat cantik luar dalam, wajah dan hatinya. Karunia terbesar yang selalu kusyukuri, peninggalan Arif yang paling berharga. Aku selalu percaya diri, aku mampu atasi semua sendiri. Di Atas keyakinan itu aku berjalan menyusuri kehidupan. Percaya kebesaran Tuhan, tak mungkin Arif begitu cepat menghadap-Nya andai aku tak mampu mengatasi semua masalah sepeninggalnya. Hal itu yang membuat teman-temanku tidak lagi mengkhawatirkan aku.

"Aku percaya kamu memang kuat Yus, hanya saja aku sebagai teman mengkhawatirkanmu maafkan ya, aku tak bermaksud meragukanmu." Titin meralat ucapannya dengan permohonan maafnya sambil merangkul dan memelukku.

"Iya tak apa, aku tahu kamu sahabat terbaikku yang selalu peduli dengan keadaanku, aku bahagia punya sahabat sebaik kamu Tin."

"Jangan sungkan Yus telpon aku kalau kamu perlu bantuanku ya."

Selalu saja Titin menunjukkan kekhawatirannya. Aku hanya tersenyum sebagai jawaban kekhawatirannya.

"Jaga dirimu ya, aku tenang melihatmu tersenyum kau memang hebat, aku bangga padamu." Ucap Titin seraya merangkul dan memelukku, tampak berat untuk meninggalkan aku.

*****

   'Braaak!' suara pintu kamarku menabrak dinding tembok, setelah kudorong dengan keras dan aku menghambur masuk, membantingkan tubuhku ke atas kasur. 'Tuhan, hanya Engkau yang maha mengetahui betapa hancur hatiku ini.' Aku lemah, aku berhasil menipu siapapun dengan selalu tersenyum, biarlah luka ini ku tanggung sendiri. Akan ada waktunya untuk meraih bahagia sejati, cinta putih karunia Illahi.

'Ting!' terdengar notifikasi gawaiku.

[Assalamualaikum Mah]

[Wa'alaikumus salam nak, alhamdulillah mamah kangen sayang vc aja yuk]

[Ok Mah]

"Tuh kan keliatan cantiknya anak mamah, bagaimana kabarmu sayang?"

"Alhamdulillah, Mel ada rencana pulang cuti panjang ni, nanti Mel bisa agak lama bersama Mamah. Mel pengen puas-puas deket Mamah, kita berlibur ya ...."

"Iya sayang Mamah bahagia sekali, rasanya sangat lama menunggu Imel bisa cuti, kapan sayang sampai di tanah air?"

"Besok pagi Mah, ini Imel otw ke bandara, mohon doanya mah."

"Fii amanillah." Jawabku singkat, mengakhiri pembicaraan telepon.

Tak sabar rasanya menunggu Melati pulang setelah hampir setahun berpisah. Selepas kuliah perhotelan Melati mendapatkan pekerjaan di Abu Dhabi, pada hotel bintang lima yang sudah terkenal. Inilah kali pertama cutinya, alhamdulillah.

Hidup bagai warna pelangi, bermacam warna, juga bermacam rasa, berbeda-beda nikmat karunia Nya, di pergantikan. Begitulah, sedih dan bahagia berganti saling menghampiri, tugas ku hanya sabar dan syukur. Begitulah caraku bertahan.

*****

   Tepat jam 10 pagi sebuah mobil berhenti di halaman, aku berlari menghampiri masih dalam balutan mukena selepas dhuha.

"Alhamdulillah, well come home sweety." Seraya kupeluk buah hatiku, gadis cantik pemberani, berwawasan luas.

"Alhamdulillah mah, hmm Mamah selalu cantik dan wangi tetap seperti dulu, love you mom." Bisiknya lembut sambil menatapku lekat, seakan menyelidiki.

"yuk, di dalam kamarmu sudah mamah rapikan."

"Chico mana mah?" Seraya menebar pandangannya mencari-cari kucing kesayangannya.

"Mungkin di rumah tetangga, di rumah metty ada kucing betina yang cantik, semenjak kau berangkat ke Abu Dhabi Chico selalu maen kesana, dia kesepian tanpamu nak."

"Oo …." Imel bergumam.

"Tak apa sayang, sebentar lagi Chico pulang untuk makan siang bersama,kita mamah sudah menyiapkan makanan kesukaanmu."

" Terimakasih Mamahku yang cantik, makanan untuk Chico ada kan mah." Tanya Imel.

"Ada, baru kemarin mamah belikan."

"Chico!"

Imel rupanya terlalu kangen kepada kucingnya, ia memanggil dari halaman rumah dengan suara sedikit keras, dan benar… Chico mendengar panggilan Imel yang sudah tak asing lagi baginya Chico pun berlari menghampiri Imel mengendus-endus mencium kaki Imel sambil mengibaskan ekornya. Imel menggendong dan menciumnya tak henti-henti.

"Chico, kamu sudah besar tambah ganteng, awas jangan pacaran terus ya, kasian oma gada temen kamu tinggal-tinggal terus." Bisik Imel sambil terus memeluk kucing kesayangannya.

"Makanya Imel juga jangan pergi jauh, Mamah sedih sendirian." Aku menyela.

"Sabar Mah, sampai semua cita-cita dan keinginan Mamah terwujud baru Imel pindah kerja disini deket mamah.Bukankah mamah punya cita-cita ingin berangkat haji dulu, kita nanti berangkat sama-sama ya." Imel membujukku, selalu saja begitu.

Seakan aku terperangkap pada dua cinta, sehingga selalu saja mengutamakan kebahagiaan orang-orang yang aku cinta, suamiku dan Imel anakku. Semoga ini menjadi cinta putih yang berlandaskan kepada cinta Illahi.

*****

   Menjelang malam disaat bercengkrama.

"Mah, malam ini kita tidur berdua ya, Imel kangen di peluk mamah."

"Iya sayang nanti Imel boleh tidur di kamar mamah."

"Boneka bantal Imel masih ada kan mah? Kita tidur bertiga sama Clara boneka aku ya mah."

"Iya nak, boleh bawa Clara untuk tahun ini saja ya, mamah berharap tahun depan Imel sudah tidur dengan suamimu, mamah pengen cucu."

"Ah mamah, selalu saja minta cucu, kan ada Chico cucu mamah." Imel menjawab dengan senyuman manisnya.

"Mamah serius nak, jangan bercanda." Aku bicara dengan mimik serius.

"Ingat nak umurmu sudah hampir kepala tiga, jangan sampai terlalu lama sendiri kurang baik bagi wanita."

"Iya mah maaf, Imel mohon doa mamah ya." Diciumnya pipiku penuh kasih.

"Tentu nak, mamah selalu berdoa untuk kebahagiaanmu." Aku menjawab sambil mengelus rambutnya.

"Malam sudah larut, kita istirahat tidur supaya besok bisa bangun pagi, kita akan ke makam Ayah dulu sebelum berangkat berlibur.":

"Baiklah, Imel juga sudah mulai ngantuk." Sahut Imel.

*****

   Malam itu kupandangi wajah putriku, terkenang masa-masa silam sewaktu Imel masih balita.

Imel sering kali menangis bertanya tentang ayahnya. "Mamah,Ayah mana?"

Tak jarang aku berbohong mengatakan ayahnya bekerja di luar negeri. "Imel nanti kalau sudah besar mau keluar negeri nyusul ayah ya mah."

Selalu itu yang dikatakan berulang-ulang. Dan setelah dewasa benar-benar dia meninggalkan aku sendiri.

"Mah, Imel mau kerja di luar negeri ya, biar pengalaman bertambah dan punya uang banyak." Itu yang dikatakannya begitu selesai pendidikan.
Imel memang cerdas dan bercita-cita tinggi. Penuh semangat dalam mengejar cita-cita dan tidak akan bisa dihalangi. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk bekerja di luar negeri.

*****

   Malam terasa panjang Terlintas berbagai kenangan silam, hingga mataku sulit terpejam, walau akhirnya tertidur juga di ujung lelah. Dan kesokannya ….

"Sayang bangun lah, kita terlambat sholat subuhnya." Bisikku pada Melati, disertai usapan lembut menyentuh pipinya.

"hmm, iya Mah." Imel terbangun menggeliatkan tubuhnya yg sintal.

"Cepat sayang Mamah tugu kita sholat berjamaah."

Dengan tergesa Imel berwudhu lalu berdiri bersebelahan denganku. Melakukan kewajiban sholat subuh berjamaah hingga tuntas, dengan rangkaian doa yang selalu di panjatkan di setiap waktu.

"Udara pagi sehat sayang, ada baiknya kita berjalan jalan pagi dulu sebelum ke makam ayah."

"Ok mah, boleh." Melati terlihat bahagia, wajahnya segar ceria.

"Imel juga kangen sudah setahun pergi, mau lihat-lihat sepertinya sudah banyak yang berubah ya Mah." Melati bertanya sambil mengganti baju tidur dengan pakaian olahraganya.

*****

   Berjalan perlahan-lahan menikmati suasana pagi yang sejuk adalah kenikmatan tersendiri.

"Mah, jadi ke makam Papah?" Melati bertanya sambil menunjuk pemakaman yang tak jauh dari jalan yg sedang dilalui.

"jadilah, Papah juga pasti sudah kangen kamu, sebentar lagi kita selesaikan jalan paginya ya."

"Ok mah, nanti kita siap-siap berangkat ke pemakaman sepulang dari sini ya mah, Imel juga sudah kangen Papah."

"Iya sayang, kita akan selalu kangen, sampe suatu hari kita bisa berkumpul di dalam SurgaNya."

"Aamiin ya Allah." Melati mengaminkan.

Begitulah caraku memupuk cinta kasih putih tak ingin menodainya, kujaga selalu amanah suamiku dengan menjaga buah kasih cinta kami, Melati. Semoga kelak menjadi wanita solehah dambaan orang tua. Tak ada kebahagiaan yang bisa melebihi selain mempunyai anak yang solehah sebagai karunia terindah. Kupanjatkan syukur yang tiada henti atas karuniaNya. Memang di dunia tak ada kebahagiaan sempurna. Walaupun suamiku kini tiada tapi Allah mengganti dengan kebahagiaan bersama Melati gadis cantik baik budi kebanggaanku. Alhamdulillah.

--------------------------TAMAT------------------------


#Cerpen
MELATI
Karya : Tati Kartini
Jakarta, 12 Desember 2019









Cermin : JOMBLO - Tati Kartini


 

   " HEI, kamu sudah bangun?!" Ucapnya mengguncang dada, matanya menyoroti ke dua bola mataku tajam, dia marah.

Aku tetap sibuk dengan laptop kesayangan, walau sebenarnya akupun membutuhkan perhatiannya.

"Dari atas ranjangnya semua boneka di lemparkan ke arah ku dengan gaya yang sadist." Curhat Jono kepadaku.

Istrinya tidak ingin jono berpaling perhatiannya.


***

   Aku bertemu Jono dan isterinya Karima, di reunian kampus. Mereka baru pulang dari berbulan madu di Jepang. Cerita mereka memberikan pengalaman tentang kehidupan, wanita dan petualangan cinta yang bisa ku jadikan sebagai bahan tulisanku. Membuat aku lebih bisa memahami wanita. Wanita butuh perhatian serius agar dia merasa spesial.

'Aku harus memberi perhatian serius, itulah resiko mencintai mereka yang di sebut wanita.' Hatiku bergumam.

"Bro! "ujar Jono mengejutkan aku.

"Masih sering naik gunung?Aku sudah pensiun dari aktifitas paling romantis seperti katamu dulu."

"Aku masih suka semuanya."Jawabku,"Bagaimana denganmu? Apa kau masih suka gonta-ganti pacar seperti dulu?" Wajah Jono mendadak berubah mendengar ucapanku.

"Sudahlah, masa lalu jangan kau bawa-bawa tambah pusing Bro, hadapi angin topan di samping ini saja sudah pusing hehehe,,," Ujar Jono sambil tertawa, melirik kearah Karima isterinya.

Karima menanggapi dengan santai lantas diapun berbicara padaku.

"Gos kamu aku kenalkan dengan temanku ya dia baik lho suka traveling jomblo pula, asyiklah pokonya kalau kau kenal dia, mau ya Gos?" Karima berbicara menatapku penuh harap menerima tawarannya.

"Sudahlah Rim, tak perlu repot-repot biarkan cinta hadir dengan sendirinya, biarkan aku begini saja. Mencaripun sudah tak asik dengan usiaku yang sudah seperti sekarang ini."

Karima menjawab dengan nada sedikit emosi "Kamu jangan begitu, carilah pasangan hidup."


***

   Cukup lama menghabiskan waktu dengan berbincang melepas rindu, dipenuhi rasa bahagia. Hingga tibalah waktu berpisah. Entah kapan lagi berjumpa dengan rasa seperti ini. Begitupun Jono dan Karima pasti memiliki kesan yang sama, apalagi Jono dan Karima boleh di bilang mereka sekarang bisa bersama sebagai suami isteri karena jasaku yang telah memperkenalkan keduanya. Aku dan Jono bersahabat dari awal masuk kuliah, sekarang Jono sudah sukses, terlihat dari mobil mewah yang di pakainya. Jono bekerja sebagai pengacara yang sangat terkenal di kota tempat tinggalnya. Begitulah, kita tidak pernah bisa menduga bagaimana sukses menghampiri seseorang.


***

   "Teettt" terdengar keras bunyi klakson mobil Jono dan Karima. Mereka tersenyum melambaikan tangan. Pertemuan yang sangat menyenangkan.

Akupun menghidupkan vespa tua miliku...Trengteng-teng-teng....Kupacu vespaku dengan rasa bahagia yang tersisa setelah berjumpa kawan lama. Itulah kisah pertemuan dengan sahabatku. Terucap doa di hatiku ' Semoga berbahagialah kamu sahabat.' Biarlah aku dengan status jombloku, sampai satu saat aku menemukan perempuanku.


~End

Cermin (Cerita Mini)
JOMBLO
By : Tati Kartini
Ide cerita : Hugo
Jakarta, 18 Desember 2019

TATI KARTINI

Selasa, 15 Desember 2020

Kumpulan Puisi Akhmad Husaini - SELERA PENDAM MENGURAI LEMBUT CAHAYA BIAS




SELAKSA INTIM MENGEDEPANKAN ELEGI
Karya : Akhmad Husaini

Kecamuk pandang narasi penuh cerna
semua bisa saling menyapa penuh akal
harum seksama memintal ikatan deru
senandung suaka derai nyanyian tentu
mengenalmu adalah hal paling indah
apalagi kalau semua lebih dekat lagi

Selaksa intim mengedepankan elegi
tahta gemulai meretas irama restu
singkap petuah kerinduan penuh wibawa
tak ingin terkendala tentang semua itu lagi
terkenang kekang sepenuh lantas paloma
menerima semua dengan penuh lapang dada
hening daulat pergi jauh menimpa wajah angan

Kian intim renta serasi otomatis picu jumawa
datang selalu pantang kemudi bertabur sangka
kekuatan pikiran akan menoreh terpaan alami
poranda diri kekuatan kumandang selama ini
menikam kemajuan ihwal makna merajut penuh
selayaknya itu terus kau lakukan kian senang

Pandang siasat kombinasi sangka kepalang
mengurai silam mengukir canda petulangan
selalu ada cerita berjuang senantias patut
mimpi terbungkam kehendak silau merenda
selalu hadir bangga dalam senang melanda
tandas pesona diri merenda sukma pijakan


Hulu Sungai Selatan, 7 Desember 2020







INGATAN PENTING MENERAWANG SANGKA ELASTIS
Karya : Akhmad Husaini

Perdaya diri trauma menata batas sengketa
kau tahu semua akan ada akhirnya pasti
siasat jelita terpaut igau romantis kenduri

Hujan turun bawa siasat diri melambai ilusi
berbeda sikap ironi terkaman rindu memadu

Celoteh malam pingitan sandera memantik
debaran semu memudar prasangka tabik
gandeng tangan bersama raih kepuasan nyata
hanya satu kepastian sengketa retas realita

Ingatan penting menerawang sangka elastis
wacana diri terbias ingatan pendaran statis
kadang kita harus merasa sangat pecundang


Hulu Sungai Selatan, 5 Desember 2020







GEGAP GEMPITA MERASUK KUMANDANG ANGAN
Karya : Akhmad Husaini

Kesan ambisi imajinasi antusias seksama
menyapa lagu rindu menyimpul penuh sangka
sendu selalu jadi pesona lelakon sandiwara dunia
melupakan keinginan jauh prasangka pilihan
relung waktu ketegasanbahagia mencerna
senyuman keadaan tabiat perangai dilematis

Gegap gempita merasuk kumandang angan
akan terus ada semangat tinggi berkarya
tak ada alasan untuk merestu jadi kultus
ilusi sepi rekah nalar ambigu kian serius
belenggu kadang senang menghadang
berkutat saling ingin latah banyak peduli
menikam sendu pertaruhan penuh kendali

Tak kenal lelah untuk bisa gapai cahaya
semua akan berbuah manis mengemuka
untuk menjadi sebuah keharusan perdaya
kumandang arus sempana menunjang gerutu
tadahan wangi nuansa langit ringan restu
kendali ruang cerna gegas merangkum waktu

Menikmati gagah ketentuan berkarat sendu
sedalam keinginan tampak wajah beribu arti
untuk sebuah keadaan diri hunjam posisi
seutuh lamunan mendasarkan ikatan bakti
kau bisa merangkai jejak semusim menguji
peraman sementara menguji juwita mematri

Hulu Sungai Selatan, 5 Desember 2020







CERNA RINDU LINGKUP SETERU DERU SUASANA
Karya : Akhmad Husaini

Dendam sentimen kemelut tatapan hidup
penjuru angan puncak teramat teguh hunjam
menegaskan mimpi hadiah daulat hari silam
arus upaya sadarkan hamparan tabiat redup
banyak nyanyian paling mengesankan gerutu
sudah ada hal penting tentulah jadi merona

Cerna rindu lingkup seteru deru suasana
kesadaran ingin lari menghindar penuh
tak nyaman hati menegas peraman syahdu
membentang alur meniku pantas menggebu
tanya tentu tentang sesuatu banyak kelana
rindu menebarkan segala maksud kian cerna
tidak tanggung membawa pesona guncang

Segala keinginan akan berakhir tentu
argumen bergelut semampai lagu ragu
membayang rekahan cinta tuntaskan waktu
ada perihal upaya menubir sangkaan batas
jelmaan isyarat sempurna dendam lagu pintas
potensi diri menyikapi ketentuan menegas senja

Luruh jiwa memantau kemampuan mengeja
penuh gurindam solusi rasa menyangka jelita
dalam rayu aturan geliat lagu penuh syahdu
kerja keras terus merasuk layak kumandang
terkadang harus selalu banyak memikirkan itu
pindai senyuman akar tabik sangkaan sesaji


Hulu Sungai Selatan, 5 Desember 2020





·

TERUS KEJAR RASA DALAM NISCAYA KELINDAN
Karya : Akhmad Husaini

Ketentuan hunjam awal magis imajinasi tentu
kelana sukma menebar cahaya penuh rintang
rincian penuh sambut memantau impian sehat
gemulai wacana pujaan diri rekahan kembara
menggumpal irama kesunyian lindapan serta
simpul irama rindu bentang muncul energi

Terus kejar rasa dalam niscaya kelindan
sunyi janji persembahan retas harapan
terang ingatan beradaptasi hadir lantas
kita merangkai segala tepat menyerta
cerna sengkarut menyikapi stigma
dugaan nyata perihal berhembus gegas
ilusi pandang terpaan kecamuk pentas

Kau bisa lakukan itu dengan baik merona
kehendak teman baik gulana poros menepi
datang bawa banyak ragam keremangan
instuisi terdampar harkat menanti gelora
menasbih penawar lenguh gelisah sengketa
pelita jauh kemarau mengukir mega niscaya

Sapa akrab kian intim tegas seraya
dendam perihal lumrah gerus meniti
memenuhi kenangan padu naluri rentak
tebaran janji membawa sejarah berpindah
memburu perasaan sepenuh puncak ketentuan
menguras wibawa kebijakan lampau harapan


Hulu Sungai Selatan, 5 Desember 2020

Jakarta, 5 Desember 2020







SELERA PENDAM MENGURAI LEMBUT CAHAYA BIAS
Karya : Akhmad Husaini

Menyelami segala perasaan penuh jalan meniti
selama itu masih bisa kau raih dengan pasti
dekap lirih berpantang ketentuan resah
agar kau tak penasaran dengan hal itu
dalam katan pagutan rindu terpaan jejak
pengaruh arus pongah bertaut nada bijak

Selera pendam mengurai lembut cahaya bias
berteman nyata berhimpitan tegas melintas
melihat kenyataan yakinlah jadi pemenang
terpaut kerinduan pentas mengurai idealis
lampau igau saling kekang wujud perdaya
jalan sendu mengiring rindu langkah upaya
petuah merasuk keinginan intisari melurus

Wujud berpantang konotasi limpahan gerus
memikat ragam candaan hati terpana gerutu
menerpa konsep wacana lebih menata desah
celah kosong menambat gerus membentang
datang dalam hunjam menangkis tumpah
sesal kelembutan kehendak malam terarah

Memburu asmara irama celoteh musim tentu
ketenangan diri berhimpit kemesraan kondisi
sebatas kemampuan bertarung idaman ambisi
beragam bias sahaja terurai cumbu memburu
senang pilu gemilang berpantang cara pusaka
pergerakan seteru wujud intonasi memercik

Hulu Sungai Selatan, 4 Desember 2020





·

RAGAM KEMUDI BERSERU LAGU-LAGU TANGGUH
Karya : Akhmad Husaini

Kalau semua terkonsep baik wajar terjaring
tak usah ragu lagu nyata gelombang mengiring
tajam ingatan mengabdi anggapan suara nyaring
menuntas kualitas lebih baik sekarang menyerta
untuk terus terhindar masa depan menggugah
tetap di sana akrab dengan sepenuh jengah

Ragam kemudi berseru lagu-lagu tangguh
terindah memuat gembira menggugah
dalam ketentuan rasa menantang tegas
niscaya kau akan menemu sunyi seluruh
sepasang rindu mengintai gamang
lerai waktu gemuruh bersisian
jangan terlalu diambil pusing

Berteman banyak kehadiran menuai pualam
kelana mencapai harapan hidup semampai
kau akan tahu kehendak dekapan mimpi
cerita indah penuh warna kenduri kelam
tajam setia senantiasa menebarkan senang
mencari rasa betah menanggung paksa batas

Tidak tahu padanan cerita melanda hakikat
kemungkinan suara kenduri membuat aksara
rinai seloka mengurai gairah retas bertemu
gemulai arus harapan nyata riuh menakar
ruang hati meneguh rindu asmara kembang
semburat waktu gigih gejolak erat menikam


Hulu Sungai Selatan, 3 Desember 2020







TUNTAS HELAI IMPIAN MERAJAM FIRASAT HAKIKI
Karya : Akhmad Husaini

Karena kau begitu hebat denganku adanya
senang senantiasa menakar retas lamunan
seutuh keadaan nyata menebar kebanggaan
naluri meniku peraman gamang berperi
sempurna meluruh rindu menjadi mutiara
dedikasi tinggi realita penuh romantis

Tuntas helai impian merajam firasat hakiki
mencerna perlakuan khas kian statis
ritmis mencumbu rasa iri berbilang elegi
menuanglah aku siasat pandang merindu
hanya ini kemampuan bentang aku miliki
dedikasi lantas mengulang nyanyian terang
kecipak kehendak kemelut riuh bentang

Lelap watak kesempatan semua menggerus
seiring waktu terus berjalan penuh pasti
satu kesempatan sikap kumandang tentu
genggam naluri menapak suasana pantang
lembut cerita penuh warna menopang rentang
harus ada segala merayap segala pantang

Menikam kehendak menyimak tuntas
bergelut intim sendu tempias tengadah
tak harus ada obsesi firasat canda watak
kau tentu bisa mengira sehingga meraih hasil
berpeluang tinggi pantang kendala terpana
senandung rindu klasik tak sampai menderai


Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







MENUSUK CANDA IRAMA PENUH KELANA
Karya : Akhmad Husaini

Menebar canda lampaua syahdu menanti
simpati diri menoreh cerita pendaran lagu
hanyut pikiran menambat selasar memburu
apakah akan kelebihan kata-kata menumpu
amanat jejak mengurai cerita panjang tersipu
setelah ikat asa menyingkirkan prasangka

Menusuk canda irama penuh kelana
geliat naluri sempadan intonasi sendu
nama besar kesunyian upaya mendalam
mendera retas gelora hinggap sempurna
pendam sinar terang tersentak niscaya
menatap tangguh perjuangan etos berawan

Adat istiadat cengkeraman kenangan silam
terbangun semu meneruskan impian setia
perangkap hidiup kesan tak begitu nyaman
kilau permata menampak wajah rupawan
sanubari hadirkan kuasa tekuk lutut jemari
kau tahu sapa memantul gejolak nurani

Masihkah kau akan lupa tentang hal itu
lembut kinanti merangkai jejak berperi
masih ada terus usaha menandas wacana
saling ceria dalam kebersamaan intim
siasat diri terkekang poranda sempana
selalu ingat akan keadaan tampak ceria

Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







GEMPITA MENATA PENGARUH PINDAI TEMPIAS
Karya : Akhmad Husaini

Itu sebuah ketidaknyamanan sengaja menjaga
tegas memukau pengaruh terpaan bimbang
derap jelajah kemudi berat membalut kiambang
kemudahan saling menampak binar hamparan
segala tentu merujuk ketetapan penuh tebar
keingintahuan dimiliki memang benar

Gempita menata pengaruh pindai tempias
jangan sia-siakan waktu tentu menutur
kesenduan menuju ikatan memihak tentu
mendesau luruh kemungkinan terhenyak kelu
segumpal ilusi menegaskan tipuan membentak
senarai kompak meneruskan cerita menata
teruslah berjuang agar hidup dinamis

Serpih sendu menudingkan jangkauan statis
pintal lamunan jelita menghibur debar mantap
pandangan diri menata penuh kenduri pintal
kau akan bisa meraih segala mimpi sepenuh arti
teruslah berlalu memikat ragam perasaan meniti
status senang gembira sebelum jadi idama

Ragam sangkaan lerai peratapan berbalut peraman
hari bebas untuk ketentuan pindai petuah nyata
jelmaan pasrah dan gagah mengurai tabiat rasuk
belenggu terpaan cerita penuh kecamuk suntuk
ada banyak hal cinta penuh harap menderap
entah harus berbagi aksi menimpa lindap


Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







HEGEMONI MERDU MENERIAP SAPAAN KELANA
Karya : Akhmad Husaini

Awal pendaran selau ingat seloka semarak
berbalut rentang firasat menuai ego prahara
semangat seperti dulu katanya hadir merasa
siapa dahulu sapa aku dengan sepenuh bangga
lembut ingatan berpantang jarak meneguh jelas
dedikasi jitu asmara menjuntai serta bungkam

Hegemoni merdu meneriap sapaan kelana
bingkai emosi tinggi kelana sempana
perih teramat jauh pandangan terpana
dalam diam sunyi terus riang berpulang
semua jejak hidup lebur hasrat selaras
semua nyata menyerta bentang kian gigih
akan selalu ada jalan menghimpit berdalih

Bermula kehendak merelakan segala mampu
sangka menembus jurus gelap malam tentu
rinai dendam keutuhan dalam meramu nyata
apapun itu asyiknya melenakan perias musim
menggerus imaji terkekang lagu rindu intim
melakukan semunya kehendak hati justru

Kilau terbayang menatap pihak penghantar
langkah panjang jalan nalar kebebasan sejajar
terus menatab kesunyian dendam kerinduan
dentam semangat merajut perangai bersampiran
menikam percumbuan arus beriring dentang
canda senarai interaksi terikat kesadaran meniku


Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







KENDALI ARGUMEN SENTIMEN MENERAWANG
Karya : Akhmad Husaini

Sadar terkadang watak menoreh pijak tuntas
ungkapan kata keterkaitan lamunan maksimal
pagutan nyanyian sendu menoleh serpih tuntas
menebarkan peduli teramat jengah tabiat tegas
apakah kehadiran warna meniku penawar retas
cernaan positif kinanti petuah bawa bimbang

Kendali argumen sentimen menerawang
tendensi penuh intonasi kemestian gamang
jeruji percuma hadir daulat menuntaskan
kau tahu semua kegelsiahan membawa arti
meriah pendaran segala niscaya peram pelangi
semburat hari dengan nyanyian kenduri pagi
kemestian itu sudah terlewati begitu sungguh

Mementang jalan kenangan kian tangguh
segala sesuatu kau jalani menderai lekas
tumpah ruah renjana beribu janji menaut
bayangan rangkai mimpi sepenuh kalut
arah menggerus tumpuan merajut ambisi
pergi dengan ego kenangan begitu pasti

Menawan membuncah elegi kombinasi
sapa akrab kerinduan mementang sendu
tentang kesendirian semayam begitu tentu
belai suasana lamunan diri kian menatap
tirani kelindan menaburkan kabut membara
sudut harapan jawaban merasuk sentak


Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







·

KESEIMBANGAN SUNYI BINGKAI RAGAM MENDERA
Karya : Akhmad Husaini

Denyut harapan menuju sudut keyakinan arus
hubungsn saling menegas rentang bergema
belenggu raih tumpuan janji penuh luruh
redup harapan bermimpi niscaya penasti
bersepahaman jarak kenangan indah menata
kembara waktu menuju ketentuankian ragu

Keseimbangan sunyi bingkai ragam mendera
kombinasi luar biasa cukup menguji kentara
meramu langgam ingatan teramat ide menarik
kelindan arus terbenam sepenuh gelimang
sangkaan belaka menorehkan tujuan belaka
membentuk karakter banyak ambisi lara
tanggap lamunan kecamuk optimis merasa

Semangat tinggi terka bangga terkira
aturan memikat diri terbelai penuh makna
rencana diri untuk terus kian mencumbu
sudah pernah ke mana saja dengan manja
tak punya apa-apa nalar umpama senja
terus nyata merenggut lembut purnama

Tuntas merasuk percumbuan nasib diri
lingkup senarai bentang penuh tirai
benalu rindu terpaan canda kian intriks
berdamai keadaan tentu risau tabik
semua senang membelai hati seksama
ketetapan awal terbina bersama sungguh


Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







HIDUP MENAUTKAN PERIHAL JEJAK MEREKAH TENTU
Karya : Akhmad Husaini

Tentang ketentuan tersapa begitu jelas
renjana menyangka gerilya kian pantang
kemana saja kau pergi sepenuh senang
lamunan memendam kehendak bersamaan
hanya akan membawa bayangan hampa
kesempurnaan jalinaan diri buncah gerutu

Hidup menautkan perihal jejak merekah tentu
seribu irama mencanda mementang aturan
aransemen merasuk alam kian tak nyaman
apalagi itu sudah menjadi pilihan amat bijak
menegas retas aturan warna kata kian merasa
membelai gamang kesepian terus bersunyi diri
terus pergi jauh untuk upaya tinggalkan semua

Niat hati akan selalu mencanda perihal meniti
sempadan naluri hati mencegah tumpuan sejati
getaran rindu terus merasuk cernaan pindai arti
merayakan banyak kemauan terbungkam waktu
segalanya akan tahu merenda irama terharu
proses senantiasa membumi rekahan sendu

Semesti nalar tersemai tengadah gundah
menanam ragam ketentuan ancaman merdu
menoreh asmara hasrat bersua gigih rinai
lamunan menggerus senyap nalar berpindai
mengerti akan banyak hal terus dilakukan
tak ada kesan senang hinggap pengaruh


Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







SENARAI RINDU LINGKUP PESONA MEMBELAI
Karya : Akhmad Husaini

Jejak mengigau sengkarut pilih berganti
dalam kenangan naluri taktis kalut gerimis
tertanam banyak masa merasakan terlena
memilih jalan aman bagai peraman silam
berebut kehendak mendambakan pasrah
benteng aturan tanpa senyum kumandang

Senarai rindu lingkup pesona membelai
segmen sunyi terkenal lamunan jingga
menjalin diri restu kalimat jejak penasti
nelangsa saling pindai tertanam himpit
senyawa asumsi terbersit hampa membelit
sunyi memantik suntuk lerai wibawa
jangan risaikan semua bentangan lurus

Sebuah kisah haru menegaskan kultus
lelaki bersayap terbang melintang arus
menari sandera permainan gejolak sempana
senarai hentak meneruskan percumbuan rona
belenggu kemestian teruslah segenap risau
sehingga kau bisa bermesraan sejauh waktu

Masih banyak angan memantik kelana restu
harus memikirkan ketentuan paloma bidang
sampai kapan kau hentikan dengan batas
siasat diri meneguh balutan gempita lintas
intim dengan kejujuran selalu mengiring
panjang nada menata gemulai hasrat intim


Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







·

MENIKAM PERAMAN JANJI MENAMPAK GERUTU
Karya : Akhmad Husaini

Akhir semua batas lampau jelita meneriap
masih akan seperti dulu apa sebabnya meniku
tetap berada di tempat gelimanng membeku
ketetapan sempurna sadarkan kehendak berliku
pancaran diri sepanjang batas igau perilaku
hanyut sendu sadar datar inspirasi semua

Saling mencinta lubuk harapan terpaut sukma
meraba petuah sangka ranum gempita terbatas
runtuh seloka terbelah keluh tandas menandas
merekam etalase laksana terbuai irama tegas
tersibak notasi rindu asmara gelisah menjalin
pengaruh keinginantampak beda dengan lain
tarian indah kupu-kupu pagi cerah menjalin

Menikam peraman janji menampak gerutu
hidup sengkarut warna petang kian meredup
sumber ketentuan menunggu tambatan berlalu
datang berkembang sendu tautan sendu berpadu
tak memaksakan lingkup segala tawaran perisai
saling menggores kenangan menempuh sangsai

Keinginan tinggi menggapai segala puncak
terus merasa sunyi peraman pendar malam
meneguh rasa kerinduan janji segala senja
lamunan memijak cernaan serangkai waktu
ketegasan diri jitu kemelut arus segalanya
upaya nalar kenduri penuh beragam makna


Hulu Sungai Selatan, 1 Desember 2020







JEJAK TERPANTAU MANIS PRASANGKA MENERPA
Karya : Akhmad Husaini

Kilau senandung sendu memintal kendala
pengharapan baru sepenuh kepastian indah
jelmaan janji lagu-lagu memantik kasidah
merasuk tikaman sendu semburat mengurai
ikhtiar kerinduan memendam gejolak syahdu
intim membenam cahaya kelembutan merdu

Jejak terpantau manis prasangka menerpa
mengejar semua ketertinggalan rasa suka
berjalan mengiring restu semakin sangka
membingkai rasa kelabu menawarkan geliat
semua bisa saling menuang celah tertinggal
menakluk sunyi tentu dentam kehidupan
ironi senarai pantau siasat lagu temaram

Warna hari teruji kemampuan sangkaan elegi
tak perlu sedu sedan menakar jelas tentu
dalam deraan banyak diam merestu cumbu
berkesinambungan suara penuh remang
derai seimbang kesungguhan kultus berperi
pejam histeria lagu meramu senada meneguh

Membawa niscaya lamunan semesti kelabu
walau jarang tengadah cukup jauh merambat
menggelorakan sesuatu agar bernilai manfaat
lingkup tingkah polah tertanam rindu bimbang
keunggulan dalam kenangan bias merestu
solidaritas kekuatan beremi elegi sementara


Hulu Sungai Selatan, 1 Desember 2020







PETUAH SADAR LANJUTAN MENGGANJAL ARTI HIDUP
Karya : Akhmad Husaini

Selaksa rasa optimis kian berani panjang
keinginan tinggi sendu terlampau watak
agar ada kesungguhan meremang penasti
belahan jiwa jelita terpuruk risau kendali
cara terbaik menyatakan sentuhan keadaan
banyak perlu kedatanganmenemani ratapan

Petuah sandar lanjutan mengganjal arti hidup
capaian gemilang mesti dipentaskan melonjak
hidup akan betah sepenuh bentanganmendera
sentimen wajah pias anulir kembara menginjak
segala gulana menjadi cernaan sambut jejak
naluri sigap irama berpaduan liku penuh tikam
semangat terus menuang perdaya sempurna

Kiambang remang pagi seteru gerutu tunggu
lelap waktu angan bayangan menikam sumbang
mengendalikan arah segala harap petuah ratap
mencinta ragam nista berseru lagu-lagu tangguh
niscaya kau akan bawa menemu sunyi restu luruh
sunyi siasat emosi diri hadirkan segenap wibawa

Pualam kinanti datang menuju seksama
cumbuan sinergi gerus waktu meniku
rasa cinta mendalam terwujud nyata selalu
setia pada status ketentuan hunjam materi
tirani bingkai seteru riuh rintihan perias
keunggulan sensasi kenikmatan siluet


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







·

RENTA USIA TEGAS KEKURANGAN SEPENUH ANGAN
Karya : Akhmad Husaini

Lerai senyap angin berlalu menuntas
datang dengan sepenuh harap melindap
sesalkan angan pengulangan begitu dahsyat
bayang kesenangan ragam impian menyerta
hakikat menancap jangan lupa akan segala
sentimen sendu arus deras berpatut ilusi

Retas bayu kehendak nafiri mewangi
tak harus ada sesalan di kemudian hari
titik intens sempurna menata lagu juwita
mengarung harapanretas inisiatif pasti
statis ingatan firasat intim lagu senantiasa
menitah sleera tingkah kian semburat

Renta usia tegas kekurangan sepenuh angan
sandera banyak masalah senarai berpantas
kekasih terus mendesah pejam tergerus
tak seperti diharapkan dulu lagi memang
kita tentu pernah satu tujuan pasti bersama
menuntas jalan ketetapan memindai harapan
tak harus lelap seteru akan rindu menderu

Seteguh kemauan saling merajut arti
tahta pilu mengendap aturan kenduri
semua tentu paham dengan keadaan itu
nyata merenda kesiapan terus mendera
perkenan warna kecamuk gairah menanti
mengurai segala tentu risau kehendak


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







·

MENUNTAS DERAIAN PADU MENERKA PECUNDANG
Karya : Akhmad Husaini

Apoligi siksa batin terurai kinanti kelabu
melupa ragamrestu bergejolak dinamis
seperti ada mereka lihat sepenuh sedih
penampilan berbeda dengan hati berlabuh
dawai kesunyian meratap dentang melirih
terngiang kecamuk damai membalut bukti

Ilusi kumandang menerpa sendu gerimis
janji terikat lampauan nyata penuh bakti
lebur sunyi mendekam mendayu manis
belenggu meraih tumpuan janji penuh luruh
bisa menegas semua tentang jalan tangguh
lesat rindu lerai sentimen berbalut gemuruh
ada banyak cerita panjang jalan kumandang

Menuntas deraian padu menerka pecundang
senang senantiasa runyam mengurai kelatu
melihat kiambang tegas purnamagemuruh
semakin senang banyak ide dalam kekinian
selalu baru mengejar harapan tangguh sendu
kualitas ditentukan mampu terbaik sepenuh

Tentukan kecaman diri tak pernah terkabulkan
mendekap remang sendu selera aksi menumpu
kau tahu segala wujud mematri kian jompak
teguh upaya pengharapan kenangan mencerna
rinai panjang meniku cumbuan suara tengadah
banyak menanggung beban kehidupan gundah



Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







MENYAPA MANIS SEMUA DENGAN PENUH HASRAT
Karya : Akhmad Husaini

Arah jalan janji seteru menunggu canda
lantas seteru menggapai serius membara
sentimen menanam harap belenggu sandera
membingkai bias kelabu menawarkan gelisah
pengaruh kata dimensi perusak cerita geliat
untuk bisa menyalahkan elegi penuh semburat

Menyapa manis semua dengan penuh hasrat
senyum berjalan sesuai kenyataan lirih
memenuhi segenap emosi diri berperan geliat
persamaan kian gontai merasuk maju teramat
berupaya selalu tetap pertahankan hidup
terlalu salah bisa mewujudkannya nanti
semua butuh proses langsung jadi sendiri

Percaya dengan hal itu memberi makna
menakar ragam kebaikan tambatan kenduri
bicara diri awal merintih poranda tangguh
kalau memang itu ketentuan terbaik sungguh
kekuatan di luar batas saling mementaskan makna
akan selalu ada keinginan lebih membumi

Menjadi panutan diri tetap orang makin simpati
maksimalkan keinginan menawarkan ilusi meniti
selama ada di hati wibawa ketenangan pesona janji
tak seperti dulu lagi memang gapai semua mimpi
memenuhi sadar kehendak menakar ikatan tepi
tentang ketentuan penuh harap helaian jerami



Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







SAMBUT IDE SEGALA IMBUHAN MENGEJAR LAGU RETAS
Karya : Akhmad Husaini

Menerima sapa pongah angan menyerta
berkelit teramat jitu kekuatan berpadu
tegas umpama serta nalar penuh peraman
saling mengiring pijakan kenduri pusara
tegas kesungguhan itu akan kendali berandai
mendamba pengaruh senarai kisah kelam

Sambut ide segala imbuhan mengejar lagu retas
kepastian emosi berderai ambisius ritus getar
banyak kemauan memburu ingatan retas cumbu
segalanya akan merenda irama berserak haru
proses akan senantiasa membumi rekah sendu
sungguh mengeluh diri pada lantunan gamang
lamunan tinggi penuh ruang sendu ranum senang

Titik ihwal kehidupan peraman canda aroma
penawar canda hati meretas damai dilema
takluk kemilau jingga tembus aura hidup
pualam tegas lindapan terbatas kebanggaan
menyimpul arus lebur menguak status rindu
semesti malam semai indah tengadah berpadu

Genggaman sengketa segala damai gerutu
banyak bermimpi terus bergelut perihal jitu
menanam ragam ketentuan ancaman merdu
menoreh ragam asmara hasrat berbias pagi
lamunan menggerus senyap malam pindai
teramat indah nyata ada menyerta damai


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







SERIBU IRAMA CANDA SENANG MEMENTANG ATURAN
Karya : Akhmad Husaini

Kau harus melepaskan dengan yakin tiada
perdaya waktu menyimpul nyanyian elegi
mengenal tentu sepanjang restu menderu
semua dirasa kelembutan arah irama dentang
tinggi igauan pencampuran ringkih naluri
menuliskan banyak kesenangan di sini

Seribu irama canda senang mementang aturan
hadir akan membawa merdu bayang harapan
gundah gulana sangkaan kehendak menuang
melenakan diri sepanjang jejak arus bersemi
terkadang merasa jenuh kerjaan digeluti
momen baik menerpa jejak sahaja tepat

Narasi panjang kehidupan bermasyarakat
pendar mewangi nurani rindu deraian beraksi
sesuatu akan terus menanam hasrat bakti
tirani membelai kesumat canda menatap aksi
membuat segala aturan memuaskan juwita
bayang kesenangan menoreh ragam mimpi serta

Kian bimbang menuai segala kemungkinan paksa
relung pelita genggam serta lamunan tersisa
semangat tinggi memindai amsal ketetapan
antara kekuatanpanutan benak mengulas
menakluk seteru dendam berdentang lindapan
semua bisa saling menuai celah tersengat


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







KELINDAN WARNA EKSOTISME PERANGAI CUMBU
Karya : Akhmad Husaini

Berjalan mengiring restu semakin sangka
dilematis tuntas ikatan gelinjang pualam
mengejar semua ketertinggalan rasa suka
melahirkan banyak mimpi ceria menerka
jejak terpantau manis prasangka menerpa
merasa lebih kembangkan alur penampilan

Kelindan warna eksotisme perangai cumbu
terus bisa membagi arti rindu menggebu
tempias diri jejak sangka naluri ringkih
silam awktu perihal jalan dengan alami
hadirkan wacana kesan sepenuh taktis
larut menggayut pendam nyata menerka
konsekuensi lamunan pengaruh sangka

Sentimen menjalani akulturasi membelai
mendalam sangka keadaan makna mengurai
petuah seksama panjang junjung penawan
memilih menemani gelora wacana pendaran
lerai beban untuk menguji diri mengakar
semua bisa hadir dalam ketangguhan diri

Akan tahu pasti sendiri menerpa bakti
melanjutkan tujuan awal mengejar pasti
gerus waktu terus menumpu silam kenari
terang benderang meniku cumbu berperi
banyak hal mesti dilewati penuh bukti
waktu mengeja senyuman hambar kembara


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020





·

GEMULAI ARUS TIRANI TANDAS MENENTUKAN
Karya : Akhmad Husaini

Menemu rasa sengketa peranan beribu cara
ketentuan satu kelana jalan tabik meretas
lihai berkelit upaya menegas menggerus
membalut rindu bertaut menuntut sudut
tentang segala watak ambisi ritus kalut
nyata tersentuh diri kentara pendam

Gemulai arus tirani tandas menentukan
akan selalu ada tingkah menata ritmis
kepenatan langkah berhembus bias
mimpi-mimpi mendesah kemungkinan
ada ketentuan menyampir langkah padu
kau bisa tahu lebih jauh tentang hal itu
notasi rindu sepenuh tentu sadar meniku

Jaga hati sepenuh nyata mengurai makna
dentang ibarat wacana kekuatan kultus
bernaung pada banyak harapan menimpa
kendali gerus makin sejati mengupas kenduri
gundah gulana seiring jejak penuh pantas
wajah jelaga menegas harapan berjanji

Kemampuan penuh membingkai siasat
mimpi lelap wajah seteru mencumbu
rimbun meniku jejak jelas penuh tabiat
ketegasan diri igauan hari menimpa
hal biasa dengan mudah digapai semua
ragam pesona merasuk kinanti derita


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







NUANSA BERBEDA PENGARUH DIRI GEMURUH KONDISI
Karya : Akhmad Husaini

Melankolis risau yakin senandung riuh
ambisi hadir tersentak tikaman latah kelatu
lihai bawa menyangka segala kian membara
kesenangan bersungguh-sungguh belai tirani
yakin bila itu kau tahu semakin tegas khasiat
hadir banyak wibawa utama ragam janji manis

Nuansa berbeda pengaruh diri gemuruh kondisi
nalar gemuruh ruang kosong hampa lara
harapan untuk selalu mengandalkan dinamis
episode drama semantik waktu pura-pura
dimensi jengah jejak penuh arti pantau siasat
langkah sendu berkecamuk membawa buntu
apalagi waktu penuh merajut remang mendera

Terkadang lengang berserah gerimis bersisian
menebar rayu keinginanrekah sementara
mendendam maju bergulat keperihan diri
kenal satu samalain terbungkam ritmis
jauh perdaya mementang lamunansumbang
saling beradu argumentasi untuk menan

Kau bisa tahu akan segala rasa terpuaskan
ingatan tersudut maksud lintang ambisi
mengajak akanada lingkup terpaan senja
pualam retas paloma kembara lambung
apakah aku bisa melintas sejauh sengaja
semoga terus memberi arti kapan menduga


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







LANTANG KETENTUAN TENDENSI KIAN PAKSA
Karya : Akhmad Husaini

Berdamai dengan keadaan teramat merisau tabik
hadir laksana aturan senantiasa merasuk
tinggi naluri cerna sembilu menuju malam
optimis derai menerpa semua dengan nyata
semua nyata kau tebarkan dengan pualam
sajak melankolis menikam asmara arus kondisi

Lantang ketentuan tendensi kian paksa
sejauh mungkin pendaran mengurai rasa
menangkis perasaan kenang terasa lindap
peluang besar menatap jeli berpihak serius
awal bagus langkah pasti tebaran kondisi
lengkap sempurna membekas harap menatap
kau akan riang sepenuh pantang ambisi

Menarik lantas di depan mata menyisi
semua minimal seperti biasa bersaksi
sepenuh jalan mengurai renta diri serasi
segenap waktu memenuhi jalan panjang
iklim keceriaan mimpi menagih janji restu
bawa suasana hari penuh ketetapan gempita

Riak kegelisahan cahaya mendera gurindam
perjalanan membias ragam kecamuk pendam
taktik membentang risau tancapan gerutu
memantau sepenuh sigap arus terurai alami
merona jejak penuh warna kinanti bicara
kemana arah mesti tertuju segala pendam


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020

























Kumpulan Puisi Mohammad As'adi - DALAM SUNYIKU



Dalam Sunyiku

Dalam sepi meluka dalam rindu
Pada sebuah prasasti
: Cinta menjelma jadi laut
Cinta menjelma jadi gunung
Cinta menjelma jadi kehampaan absolute
Dalam semesta mengheningkan cipta
Aku adalah semangat cinta
Tapi Ia telah pergi
Ruhku direnggutnya

2
Kesejatian dan cinta aboslut
Kau hamparkan di tujuh langit berlapis-lapis
Lalu Kau taburkan sebagai butir-butir
Pada awan berarak , pada embun
Rembulan dan matahari
Di selembar sajadah
Kupandangi dengan air mata letih
Sampai aku tak tahu dimana ia berada

Wahai sang pencipta
Dalam hati pengelana
Wanginya sekutum mawar
Kau hadirkan kembali
Dalam alunan seruling cinta para sufi
Aku mencari cari
Aku mencari cari
Dimanakah ia ?

Ya raab datangkan deritaku
Datangkan sunyiku
Ciptakan rinduku
Datangkan kehampaanku
Karena dengan begitu
aku takut berpisah
Dengan MU, sampai mautku
Memisahkan ruh dan jasadku
:Bahagiaku
Ketika engkau menyapa dengan nestapa
Yang kemudian kau hanyutkan
Aku dalam rindu

Temanggung 2611202



Cahaya Bulan Setengah Usia
(setahun kepulanganmu)


Cahaya bulan setengah usia
Merambati gumpalan awan musim hujan
Tak henti bercerita
Harapan dan keputusasaan
Sepertiga malam ini
Seperti membawaku kembali bartawaf
Dalam pertapaanku yang sunyi
Sambil mengenangmu wahai
Hembusan angin senja laut merah
Di bawah matahari penuh
Di ketenangan ombak
: kita pernah singgah
Menulisi kilau lautan jingga
Dengan cinta di bawah naungan cinta
Kini ia tinggal senandung cinta yang sunyi

-Dua belas purnama dalam kabut nestapa
Dan kesedihan. Dua belas purnama meniti jalan baru
Menuju pemenjaraan raga, menepis segala fana
:aku juga bakal pulang ……..
Kami semua bakal pulang…….
Kami tengah menuju kesana

- Sebentar lagi purnama
Untuk yang ke dua belas kali
Dan aku bertanya-tanya
Pada purnama keberapa
Kapalku meninggalkan sauh
Berlabuh dalam pelukan Nya?

2
Berjuta kesenyapan memutar jiwa
Dalam kesenyapan memabokkan
Aku menyebut MU
Dalam pusingan jiwa para dawis
Mabok cinta
Cinta berkata padaku
:aku akan menenangkan jiwamu
tunggu purnamaku
Karena cahayanya adalah cahayaku
Dan cahayamu


Temanggng 122020








Minggu, 07 April 2019

Kumpulan Puisi Hidayat - SYAIR TERPUTUS



KEIKHLASAN RASA
*Hidayat*


kusadari dirinya
sangatlah cantik mempesona
sudah tentu tak sedikit pria
yang kan memujanya

keadaan diri
menyadarkan hati
yang tak kan mungkin
untuk mendekati
apalagi bermimpi
tuk dapat memiliki

biarlah
tak kudekati dirinya
agar tak mengganggu
rasa hatinya yang bahagia

agar kubisa selalu
memandang wajahnya yang ayu
serta senyum manisnya
yang menawan jiwa

dan biarkan rasa ini
tetap didalam hati
hingga saat nanti
bahagia
atau kubawa mati

#kediri 06/04/19





RESAH JIWA
*Hidayat


kau yang katakan resah jiwa
walau hanya didunia maya
namun mengapa kurasa
keberadaamu sungguhlah nyata

duduk diujung dunia sana
sedang menghitung gundah
entah apa yang kau rahasia
sedang hatiku masih terbuka

mengapa tak kau coba
membagi kisahmu disudut jiwa
agar bisa kubaca dan paham
serta mengerti arti yang sesunghuhnya.

bukan seperti ini
berdiam diri bagai sembunyi
seolah takut sesuatu terjadi
padahal semua belumlah pasti

sudahlah lupakan semua
marilah berbagi sukacita
buatlah semua seindah surga
agar hidup lebih bermakna

#kediri 05/06/19





GORESAN RASA
*Hidayat*


sebuah tulisan
apapun namanya
adalah goresan rasa
yang murni tercipta
dari dalam jiwa

bisa saja
ia tercipta tanpa disengaja
karena inspirasi yang datang
menyapa pada jiwa

hingga terbentuk
sebuah karya alami
yang tersusun bagai gunung
dan terhampar bagai lautan

tapi bisa juga
inspirasi itu
sengaja didatangkan
untuk sebuah alasan

hingga membentuk suatu tulisan
dengan maksud sebagai pesan
atau himbauan
untuk dipahami dan direnungkan

#kediri 04/04/19





SEMANGAT RASA
(*Hidayat*)


sudahlah
jangan kau ratapi
segala sesuatu
adalah takdir Ilahi

biarlah semua
jadi pelajaran jiwa
untuk menjaga
semangat rasa

tak perlu disesali
tak perlu ditangisi
biarkan saja semua pergi
menghilang dari dalam diri

karena matahari
tak kan padam
hanya karena
Sang langit yang mendung kelam

pun cantikmu
tak kan hilang
hanya karena
tangisan yang terbuang

#kediri 04/04/19





TERJEBAK SANDIWARA
*Hidayat*


kelakuanmu dimalam tadi
menyadarkanku
akan sandiwaramu
selama ini

seluruh kata cinta
yang kuberikan
nyatanya
tak pernah kau hiraukan
kau anggap
hanya pelengkap kesenangan

tapi biarlah tak mengapa
tak kusalahkan semua
anggaplah saja
pengalaman berharga

kuhormati kelakuanmu
yang telah berjuang demi cintamu
dengan segala
sepak terjangmu

aku pun kan berbenah
demi cinta yang hampir punah
haluan kan kurubah
menuju mimpi yang indah

tapi aku tak kan pergi
akan selalu ada disini
namun jangan kau harap lagi
kata cinta dari hati

biarkan saja hati
menyimpan semua dengan rapi
hingga saat nanti
ia kan terkata kembali..






MENULIS KEBAHAGIAAN
*Hidayat*


telah kusiapkan
pena cintaku
tuk menuliskan kebahagiaan
di kehidupanmu

sebagai bukti
kesungguhan hati
yang selalu saja
kau meragukannya

namun
kosongkanlah dulu
kanvas hatimu
agar kubisa
tuk segera memulainya

menulis kisah
dengan bait-bait rasa
yang kan tercipta
antara kita berdua

berharap
tuk jadi goresan indah
yang kan mewarnai
kisah cinta ini

#kediri 01/04/19





BERDO'A
*Hidayat*


berdo'a
sah-sah saja
memang dianjurkan Tuhan
sebagai bukti penghambaan

apapun do'a nya
itu terserah kita
tiada batasan
selama meminta kepada Tuhan
dengan cara yang benar

tapi sebagai makhluk sosial
terlalu egois rasanya
bila kita hanya berdo'a
untuk diri kita saja

hukum dunia
saling memberi dan menerima
menjadi rasa bakti kita
pada sesama

andaipun kita
tak mempunyai apa-apa
biarlah kita saling
berbagi senyum dan do'a
agar selalu bahagia

walaupun bahagia
itu relatif adanya
tergantung bagaimana
cara kita menafsirkannya

#kediri 01/04/19





CADAR CINTA
*Hidayat*


sayangku
andaikan kau tau
betapa aku
sangat bersyukur dan bahagia

atas karunia Tuhan
yang telah menganugerahkan
dirimu sebagai bidadariku
didunia ini

sadarkah kau
betapa cahaya wajahmu
mampu
memikat hatiku

juga
pancaran sinar matamu
mampu teduhkan jiwa
yang gelisah selalu

ijinkan kulilit
sutera halus
di separuh wajahmu

karna kutak ingin
cantikmu berkurang
terpapar dan terkontaminasi
oleh kotornya nafsu duniawi

kuingin
kau selalu menemani
dan menjadi bidadari
hingga ke surga nanti





DULU
*hidayat*


aku dibawa pulang kedesa saat usia 7 tahun. untuk bersekolah,dan dititipkan pada paman dan bibi ku bersama nenekku.
waktu itu,perbedaan ekonomi masih sangat mencolok sekali.
uang receh pecahan 5,10 dan 25 rupiah,masih berlaku.
dan rata-rata harga makanan masih segitu,dan bisa dibayangkan bila kita beli makanan seharga rp 5 dengan uang rp100,bisa dapat berapa?
dan aku pernah mengalaminya.
waktu itu aku sedang duduk diteras rumah sambil memegang uang receh rp100 buat jajan saat main nanti.
tak lama,lewat tetanggaku membawa jualan krupuk dari singkong yang oleh orang kampungku dinamakan kepeng.
harga perbijinya,rp 5,dan aku yang belum mengerti bahasa daerahku,langsung bilang beli sambil menyodorkan uang rp100 yang kupegang tadi.
tau apa yang terjadi...?
aku dapat krupuk itu dengan plastiknya,hehe..
aku bingung sendiri,siapa yang mau menghabiskan krupuk sebanyak itu..?
kan aku butuhnya cuma 2 saja buat cemilan.
terus sisanya mau diapakan...?
tapi untunglah aku punya banyak saudara,sehingga mereka bisa ikut membantu menghabiskan kerupuk tadi..hehehe
masalalu...memang suka membuat kita kadang tertawa sendiri...
tapi itulah sejarah hidup yang tak semua orang memiliki.
dan menjadi kenangan tersendiri.

Kediri,1 april 2019..





PENGGUGAH BAHAGIA
*Hidayat*


mungkin tak perlu
kau banyak bertanya
aku siapa
dan dari mana

hingga bergaya
lalu menatapku penuh sangka
dan curiga

aku
hanya seorang anak desa
dengan gaya
apa ada nya

namun
pastilah juga beragama
sama
dengan kalian semua

gayaku
hanyalah cara
implementasi rasa
dari dalam jiwa

walau agak berbeda
namun ku rasa
tujuan
tiadalah beda

celotehku didunia maya
hanyalah cara
untuk
menggugah bahagia

karena
menggugah bahagia
juga termasuk ibadah
sebagai wujud syukur kita
pada Yang Maha Kuasa

#Kediri 31/03/19





GALAU
-------------


Suatu hari dipinggir danau yang tenang
seekor belalang diam termenung.
daun pun lantas bertanya:
"mengapa diam saja,apa tak lapar? "
Belum sempat bicara
angin menghempas tubuhnya hingga
jatuh didepan sang katak yang pula
terdiam.
belalang pun berkata:"mengapa diam saja,apa tak lapar? "
Belum sempat bicara
seekor ular jatuh tepat dibelakang katak namun nampak lesu
dan langsung naik keatas dahan.
katak pun berkata:"mengapa tak makan aku,apa tak lapar? "
Belum sempat bicara
seekor elang hinggap didahan tepat disisi sang ular.
tapi diam saja,tatapannya kosong
ular pun berkata:"mengapa tak makan aku,apa tak lapar? "
Belum sempat bicara
seorang nelayan datang ke telaga hendak memancing,ia heran,kenapa hewan yang seharusnya saling memangsa,bisa diam berkumpul
ia pun berteriak:"hei,kenapa kalian diam saja..?
semua hewan menoleh,dan berkata:"
KAMI SEDANG GALAU.."





TEMPAT
*Hidayat*


takdir ketentuan
memang ditangan Tuhan
namun
kita diberi kebebasan
tuk menentukan hal kehidupan

sebagai rahmat-NYA
segala sesuatu ada tempat dan aturannya
agar tak bingung
dan menimbulkan masalah

karena itu
tak mungkin kita beli bunga
ditoko sepeda
kecuali penjaganya
sedang lagi jatuh cinta

pun tak mungkin
kita beli sepatu roda
diwarung tetangga
kecuali memang kita
sedang habis obatnya
hehehehe

#kediri 30/03/19





ANTARA AKU KSATRIA SYAIR DAN RIZAL
(*Hidayat*)


saat kau melihatku
aku hanya pria biasa
tiada hal istimewa
tiada apa tuk dibangga

namun saat kau menyapaku
di dunia maya
kan kau temui
hal yang berbeda

apalagi jika kau menemui
ke laman web pribadi
kau kan binggung sekali
karena hanya berisi
cerita dan puisi
tak usah heran dan bertanya
karena yang kau baca
adalah goresan rasa
milik Ksatria syair bercerita

jika kau mengikuti cerita
ia kan membawamu
berkenalan dengan Rizal
pria supel,pendiam
tak banyak gaya dan bicara
tapi sekali berkata
semua kan terpesona
bahkan dunia pun diam
tuk mendengarkannya

#kediri 29/03/19





INGIN KAYA
*Hidayat*


sebuah tulisan di sosial media
mengejutkanku yang baru terjaga
karena isinya
yang cukup aneh kurasa
(apakah anda ingin kaya..?)

jujur saja
didunia ini siapa yang tak ingin kaya
sebab orang gila pun
ingin kembali normal semula
hanya saja ia tak tau caranya

tapi kucoba
tuk berfikir positif dan baik sangka

jika dia bisa menjadi kaya
hanya dengan cara berdo'a

artinya
aku pun bisa
karena aku juga manusia
sama seperti dia
dan berdo'anya pun
kepada Tuhan yang sama

tapi
ah sudahlah
tak usah membahasnya
nanti lama-lama
bisa gila
bahaya

#kediri 29/03/19





HARAPAN PAGI
(*Hidayat*)


Secerah harapan hati
kala ku saksikan
Sang mentari
yang tersenyum menyapa hari

Ikhlas pancarannya
adalah karunia Ilahi
bagi kita semua
walau kadang kita lupa mensyukurinya

Kicau ribuan burung pagi
yang bernyanyi
selalu setia hati
mengiringi hari-hari

Mari memulai hari
dengan ketulusan dan kesungguhan diri
namun tetap bersyukur pada Ilahi
agar hidup ini diberkahi

#kediri 21/02/19





CINTA
(*Hidayat*)


temanku dulu berkata
cinta itu
cerita indah namun tiada artinya
lalu mengapa masih diperjuangkan

ada pula yang berkata
cinta itu
cerita indah
namun tantangannya ada saja
lalu mengapa kita
harus galau karenanya

terlepas dari apapun istilahnya
cinta tetaplah cinta

ia bagaikan takdir
yang tak bisa diduga
pun tak bisa direncana
apalagi di coba-coba
bisa berbahaya

karena
diri dan keluarga
yang kan jadi
taruhannya

#kediri 27/03/19





DIBALIK AWAN
(*Hidayat*)


dulu saat kecil
aku sering memandang langit
dengan gumpalan awan putihnya
yang menakjubkan

aku selalu berfikir
bahwa diatas awan itu
ada negeri lain
yang lebih maju peradabannya
dan lebih kaya penduduknya
karena semua pesawat
masuk kedalamnya

dan mereka yang kaya
dan suka naik pesawat
dari tetangga
dan orang-orang sekitar kita
selalu mampir kesana

sampai aku berfikir
mungkin disana juga ada
perkantoran dan gedung penunjang bisnis lainnya

namun setelah sekolah
aku jadi tau
bahwa awan itu
hanyalah gumpalan udara

tiada apa-apa disana
bahkan tuk sebuah gubuk
yang reot sekalipun

semuanya
hanya anganku saja
yang berfikir
disana ada gatotkaca
yang sedang patroli udara

#kediri 27/03/19





PADI&RUMPUT LIAR
(*Hidayat*)


Kau
bagai rumput liar
diluasnya hamparan padi
ladang hatiku

Serasa mengganggu
dan menyandra kalbu
memberatkan
jejak langkahku

Hadirmu
tak kuharapkan
namun Tuhan tunjuk
kepadaku sebagai ujian

Biarlah
kau hidup bersama padi" itu
agar ku bisa tau
Padi yang sesungguhnya
dari ladang hatiku

#kediri 22/02/19





SYAIR TERPUTUS
(*Hidayat*)


syairku hilang disenja lalu
tergerus
oleh deru hujan
yang melaju

dan dingin malam pun menyapa
entah esok
masihkah ada nada
yang bersuara

sedangkan
senar dawai
telah putus
berserakan

bagai
tali layangan
yang telah
terbuang

#kediri 26/03/19





HANYA INGIN MENULIS
(*Hidayat*)


aku
hanya ingin menulis saja
seluruh kata
yang ada
didalam jiwa

meski
aku tak tau
apakah namanya
tulisan ini

pun
aku tak peduli
apakah
ini berarti
atau
tidak sama sekali

karena
cukup kutulis saja
jiwaku pun
sudah merasa lega

silahkan saja
jika dirimu
ingin
membacanya

jika tidak pun
tak mengapa
aku tak kan
kecewa

karena aku
hanya ingin
menulis saja

#kediri 24/03/19





JIWA SASTRA
(*Hidayat*)


jiwa sastra
selalu melekat
bagai nyawa
yang bersemayam dalam dada

menemani hari-hari
dan setia memberikan
jutaan inspirasi
pada diri

jiwa sastra
tetap setia
meski setiap hari
kutinggal bekerja
bahkan kadang
hingga larut malam

namun
ia selalu berbisik mesra
dan mendorong
optimisme rasa

membisikkan kata-kata
yang lalu kutampung
dalam laci-laci sanubari
menunggu saat
terangkum jadi puisi

bahkan
saat aku
tertidur malam
karena kelelahan

jiwa sastra
merangkaikan imaji
bersama mimpi

hingga
saat bangun pagi
puisi pun
sudahlah jadi

#kediri 25/03/19




JEJAK CINTA
*Hidayat*

cinta
mungkin terlalu dalam
rasa yang kupendam untukmu
didalam dada ini

terlalu tebal kutulis
nama indahmu
didalam catatan hati

dan saat kau tinggal pergi
rasa itu masih ada
tetap abadi
hingga saat ini

selalu berdetak
laksana jam
yang tergantung didinding
memanggil manggil rindu
dengan syahdunya

kubiarkan
sisa sisa rasa yang tertinggal
di kedalaman relung jiwa

kan kujadikan titik titik jejak
bila suatu hari nanti
kuingin menemukan
cintamu kembali

#kediri 07/04/19

Kumpulan Puisi Genoveva Manohara - ENGKAU YANG KUSEBUT KEKASIH



ENGKAU YANG KUSEBUT KEKASIH


Engkau yang kusebut kekasih
Yang membawaku terbang melintasi langit jingga
Bermandi cahaya pelangi
Bersekutu dengan mega-mega kelana
Kau juga yang menghempaskanku ke dalam jurang hina

Engkau yang kusebut kekasih
Yang memujaku laksana bidadari
Menciumiku dengan puisi-puisi rindu
Membuat semua pujangga cemburu
Tapi kau juga kekasih
Yang telah menghujatku dengan berjuta bait cerca
Menistaku hingga aku hilang rupa

Engkau yang kusebut kekasih
Yang mendekapku dengan hangat cinta dari sorga
Juga membakarku dengan api cemburu dari neraka
Menghanguskanku hingga aku tak berjiwa

Gk, 20190329
(Genoveva Manohara)

Kumpulan Puisi Muhammad Jayadi - SENJA MERAH



SEBUAH MALAM DI GUYURAN HUJAN
Karya : Muhammad Jayadi


Menderas saja hujan
Sepotong malam telah basah
Dalam sajak kubawa berkisah
Mengharap turun berkah
Memugar asa yang hampir rebah

Sebab
Batang usia meninggi
Sedangkan diri
Sudah banyak menyia-nyia waktu
Bermandi kelam dan debu

Baiknya kembali
Ke jalan penuh cahaya
Membasuh luka dalam renung menajam mata hati yang tumpul terdera dunia.

Halong 31 Maret 2019





JEJAK KEMBARA DIRI
Karya : Muhammad Jayadi


Jejak-jejak bayang diri meninggalkan kesan
Keindahan dan keinsafan yang kuteguk dari tiap rasa yang kujamah dalam nada semesta
Berjalan menyusuri segala mimpi mewangi
Mewujud nyatakan harapan dalam doa dan gerak langkah di laju usia
Agar peradaban tertata, mengalirkan sungai-sungai mutiara
Dalam redam malam penuh renungan, di bias sunyi tanpa bulan.

Balangan 30 maret 2019





PUISI DAN PENYAIR
Karya : Muhamad Jayadi


Sedemikian indah
Menyusuri kata-kata para penyair
Memugar keindahan yang pernah rusak di fananya dunia
Kunikamati setiap renyah kalimat
Yang menyejukkan jiwa
Yang selalu haus makna.

Balangan 30 Maret 2019





SENJA MERAH
Muhammad Jayadi


Senja pernah merah
Di langit yang hampir gelap
Dalam samar, kutuliskan
Bait keindahannya, menawar hati yang kering makna dan duka.

Balangan 30 Maret 2019





MEMBAUR ALAM RINDANG
Karya : Muhammad Jayadi


Membaur lembut dengan alam
Angin ramah tamah
Dan hijau pohonan indah
Menentram jiwa
Sambil dengarkan
Lagu Untuk Sebuah Nama milik Om Ebiet
Benar sebuah siang tentram
Di ulu hati semesta diri.

Halong 29 Maret 2019

Kumpulan Puisi Julinar Sinaga - BIARKAN CINTA DATANG MENEMUKANMU



JIKA LAUT ADALAH CINTA
LANGIT ADALAH RINDU
BERNAMA
Karya : Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga


Kepada Purnama Raya
tertulis kisah cinta berkasih
rindu bernama di langit cahaya
cinta di laut di penantian senja

bening permata berkilau sirna
diatas perahu riuh gelombang jiwa
kisah cinta datang berlalu berkasih nama
memahat di biduk hati tersembunyi
saat terpikat mengikat dalam seribu janji

Ketika laut gemuruh riuh melepas senja
Cinta berkasih terlepas raga dipantai dewata
Kasih nan sunyi memangku sukma
di langit rindu bernama

Datang berlalu sepi merindu
kasih nan sunyi pergi memburu
Cinta dan rindu , bernama selalu
memahat di laut dan langit membiru

Csablanca Raya JakSel
Selasa 260319/ 15.30 wib





BIARKAN CINTA DATANG MENEMUKANMU
By : Julinar Sinaga
#Juliet/ #BidaraJingga


Akulah penikmat sunyi
sang pemuja cinta mahar kasturi
Ketika malam datang menjemputmu
ketika itu rindu datang membezuk dan merayu
engkau kutitipkan dilubuk hatiku
dikamus cinta yang terdalam

Sayang
Kau yang belum kutemukan
kubujuk rayu dititian Doa
bersimpuh jiwa memahat ayat cinta
bergema jua
datang dan sengaja menjemputmu
Ketika Tuhan sedang masih bersamamu
ketika itu senyum hadirmu memahat Qolbu
menjemput Rindu ditaman Surgamu

Karena kutahu
Rindumu datang memanggilku

Ancol Jakarta
Selasa 260319/ 08.00 wib

Kumpulan Puisi Ella Karentina - LELAH



menatap kearah senja dibalik jendela
senyumnya pilu pada siulan syahdu yang dihantar angin sore itu
syairnya menusuk pori-pori di kuduk tengkuknya
dari masa yang jauh di belakang sana

diam membisu
menelan ludah
menutup mata sementara
napas dihembus panjang bak menahan lelah

luka dan rindu berkelahi di sanubari
demi menangi waktu yang terus memburu tak berjeda
camar menangis haru ditelan langit mentah-mentah
saat kejora mengambil alih paksa harinya

Senyum terlanjur beku
air mata terhalang karma masa lalu
sayatan demi sayatan mengikis gumpalan darah hingga lengan kaku
sorotan kejam kepunyaan terlanjur menuntut semena-mena jingga yang tak ada daya apa-apa

LELAH
Ella Karentina
Jakarta
10 Maret'2018






Aksaraku baik-baik saja,
hanya sedikit buram
membelenggu antara bait dan kata
lupa menyembuhkan imaji yang terlanjur lebam

Aksaraku seolah durjana
disiku bait yang kehilangan jati diri dia ada
tenggelam di hantam badai kenangan lama
serupa naluri yang sengaja dibuat- buat cerita

Aksaraku bersembunyi di tidurku
hentakan pilu seakan tak jemu mengganggu
kata demi kata merapikan ampas-ampas pena yang lalu
Seakan cemburu buta oleh waktu yang membelenggu

Jakarta Utara,
27 Maret 2019
Ella Karentina

AKSARAKU

Kumpulan Puisi YS Sunaryo - PEREMPUAN PUISI



PEREMPUAN PUISI
Karya YS Sunaryo


Tak habis-habisnya aku
tuliskan keindahan jiwamu
walau rupa ragamu
kini tak tahu

Terutama ketika luka
bertahun-tahun bertakhta
kau mainkan sebagai orkesta
yang selalu mengalun
menjadi denting penuntun
bagi sehimpun ketabahan
di sebait senyuman

Bagimu kebahagiaan itu sajak-sajak
pada juang yang mampu dipijak
walau sembilu setia mengkuliti
di kepala hingga telapak kaki
tetapi nyeri bisa dihindari
dengan lapis-lapis ketahanan
di bening kedalaman hati

Hati yang senantiasa berzikir
tak sebabkan langkahmu terkilir
lurus tegar di terjal jalanan
tak peduli tiada tiang sandaran
kau tetap perempuan pantang
jatuh di jauh jurang curam

Di bangku tua senja hari
kau benar-benar antologi puisi
bagi mekar damai buah hati
dan generasi makin percaya diri
yang sempat merasa asing
di bumi globalisasi

Hingga tak habis-habisnya aku
membaca seluruh maknamu
di ruang berdinding batu
pisahkan kau dan aku

Bandung, 3 April 2019






RESAH DI ATAS GABAH
Karya YS Sunaryo


Berserak gabah resah
dijemur di halaman rumah
keringkan bulir-bulir utang
pada tiga bulan ke belakang

Panen mengetam tulang belulang
buruh tani tertelikung di pematang
pun tuan tanah dan pemilik sawah
resah pada jatuh harga gabah

sedang para tengkulak
berjingkrak kepalkan tamak
mengusur-gusur keringat basah
para petani menelan ludah

O, nasib petani di sini
benteng negeri ambruk harga diri
remuk di lidah mesin industri
tiri dari belaian globalisasi

Bandung, 25 Maret 2019





SARJANA SAWAH
Karya YS Sunaryo


Di sawah ini, dulu
lahir sarjana bermutu
dari rahim ibu dan bapak petani
tiada henti berkelahi dengan lumpur, keringat dan wajah pucat pasi

Ilmu gizi acapkali memaki
sebab orang tua tani sembarang memberi
jenis makanan tanpa takaran
tak empat sehat tak lima sempurna

Tetapi langkah tidak berhenti
sebab padi cukupi sekolah tinggi
hingga toga disematkan
panen raya gelar syukuran

Di sawah ini, kini
menjadi rahim kemiskinan negeri
saban hari terdengar kabar debar
putus sekolah dan nganga lapar

anak-anak bermain serbuk besi
di antara kepulan asap industri
rindu asuhan para orang tua
yang lama diseret ke pinggiran kota

Sedang di sudut-sudut desa
terlihat lelaki dan perempuan renta
tanpa sawah tanpa kebun
menghitung laju truk yang melindas
tapak-tapak kehidupan
memaksa kematian

Sarjana yang lahir di sini entah ke mana
desa tak bergabah tak jadi singgasana
bersama itu pembangunan merobohkan
tiang-tiang penyangga budaya sahaja
dan hentikan jibaku daya pertanian
entah sampai kapan

Bandung, 28 Maret 2019

Kumpulan Puisi MS Sang Muham - RINDUKU PUPUS



SUDUT TAK BERPENGHUNI
Karya MS Sang Muham


Lelah menanti di sudut tak berpenghuni
serumpun tarian senja menawarkan diri
masih mampukah jiwa menganyam sunyi
Hati memang terus saja bersuara
gemuruh jiwa yang fana
terpuruk di sisi duka lara
Masih mampukah hati bertahan
pada selancar yang rawan
Pasrah berserah berpengharapan adalah tumpuan
semoga terjawab seturut amanah Gusti Pangeran

#Billymoonistanaku, Sabtulegi, April 06-2019 = 17:07 wib





HINGGA TITIK NADIR
Karya bersama Kemuning Senja Kadylla


dan MS Sang Muham
Bertahan di titik nadir berharap ada cercah
di ujung rindu tak perduli
berapa panjang waktu telah rebah
oleh pergumulan waktu dalam penantian ini
Perempuan sunyi tetap terkenang
pada seulas senyum
di penghujung pergulatan panjang
nan resah di kulum
Tak ada waktu terlalu meregang
bagi sebuah hati terpancang
pada sebuah asa yang hilang
Tetap berharap meski tak terucap
kemustahilan yang gagap
menembus langit langit tak beratap

#Belantaraibukota, Sabtulegi, April 06-2019 = 16:41 wib





SECERCAH MIMPI
Karya MS Sang Muham


Letih ku menggapaimu
tak perduli entah bagaimana lagi
rentan sekujur jiwa dalam warna kelabu
sungguh terbelit kaki
berlari terus berlari mengejar sesuatu
seperti mimpi
Mungkinkah segala resah punah
jika hati tak tentu arah
mendekati menyerah
Tolonglah ya Gusti Pangeran
nyatakan secercah impian
jadilah kenyataan

#Billymoonistanaku, Kamiswage, April 04-2019 = 18:38 wib





TETAP KU KENANG
Karya MS Sang Muham


Berapa kali mesti kuulang
agar jalanmu tak tersandung di penghujung
meski kau acuhkan dalam seribu kunang kunang
masih saja aku berujar
dengan nada datar
hati pun tergetar
Kini semuanya sia sia tak guna
nurani kosong retak sejuta
ingkarlah semua
Tapi aku tetap akan mengenangmu
sebab kau ada di alur hidupku
meski tak bisa ku henti untuk menyapamu

#Billymoonistanaku, Rabupon, April 03-2019 = 10:55 wib





TETAP KU KENANG
Karya MS Sang Muham


Berapa kali mesti kuulang
agar jalanmu tak tersandung di penghujung
meski kau acuhkan dalam seribu kunang kunang
masih saja aku berujar
dengan nada datar
hati pun tergetar
Kini semuanya sia sia tak guna
nurani kosong retak sejuta
ingkarlah semua
Tapi aku tetap akan mengenangmu
sebab kau ada di alur hidupku
meski tak bisa ku henti untuk menyapamu

#Billymoonistanaku, Rabupon, April 03-2019 = 10:55 wib





PENDALAMAN HATI NURANI
Karya MS Sang Muham


Berhentilah sejenak meluruskan rasa
supaya tak beban cerita lama
setelah itu mulailah menata hati
memilah apa yang terjadi
bentangan takdir tak bisa di pungkiri
biarkan sukma mengalir di nurani
Semilir senja bertaut dengan nostalgia
menata rasa menghanyutkan segala duka lara
hingga hening menyelimuti sudut sudut nuansa
Akhirnya mesti kita pahami lebih jauh lagi
rentetan nasib bahkan takdir masih bisa di perbaiki
memerlukan tafakur serta pendalaman hati nurani

#Billymoonistanaku, Selasapahing, April 02-2019 = 08:48 wib





TABURKAN KEBAIKAN
Karya MS Sang Muham


Untuk apa lagi meratapi hari
bukankah tragedi telah mengahiri cerita
biarkan waktu menghakimi
memilah rasa diantara peristiwa
ketimbang terus saja menggendong sakit hati
lepaskan biarkan berlalu begitu saja
Semua cerita dalam dan luar sukma
tak bisa terhapus membekas di jiwa
jadi prasasti suka tidak suka
Benahi hari hari mulai saat ini
taburkan kebaikan supaya welas asih bersemi
hingga tiba saatnya kita pun pergi

#Billymoonistanaku, Selasapahing, April 02-2019 = 08:28 wib





SKETSA KEHIDUPAN
Karya MS Sang Muham


Berhenti menabur suka ria
persimpangan terasa dingin mati rasa
memasuki senja tiada terasa
seorang diri
berdialog dengan nurani
mengkristal sepi di lubuk hati
Sejuta cerita bagai lembaran tak berharga
menjalani hari hari mengumpulkan duka lara
di penghujung waktu terasa hampa
Barangkali beginilah karma
setelah lelah melintasi sengketa jiwa
dalam hidup penuh nostalgia

#Billymoonistanaku, Selasapahing, April 02-2019 = 08:08 wib





DALAM DIAM
Karya MS Sang Muham


Menapaki senja kala temaram
tersentak kalbu dalam diam
nostalgia panjang serupa urutan gurindam

Masih saja teringat bait lagu tersimpan
ketika belia sempurna raga menyimpan
jauh di lubuk hati pada bilik ke sekian

Sekarang terkenang semua terbilang
tangan tak sampai tak bisa di pegang

Pasrah berserah serupa menyerah
kehendak takdir tak bisa di sanggah

#Billymoonistanaku, Seninlegi, April 01-2019 = 15:35 wib





PEREMPUAN SUNYI
Karya MS Sang Muham


Duhai perempuan sunyi
teriakanmu lirih pecah di belantara hati
melukiskan pedih di lembaran penuh bianglala
masihkah berharap bertemu cakrawala
di senja pekat tanpa cerita

Tiap senja mengharap pelangi di ujung suka
hingga pias hati berantakan sukma
terbiarkan tanpa berita

Sudahlah perempuan
barangkali hingga disini mesti henti meratapi impian
masih ada cerita pada episode kemudian

#Billymoonistanaku, Seninlegi, April 01-2019 = 15:15 wib





MENEPIS RINDU MEMBUKA HATI
Karya bersama Nur Cahaya
dan MS Sang Muham


Biarlah ku tepis rindu untukmu
kau yang pernah singgah di hatiku
dalam keheningan malam ku

Berharap masih ada secercah cahaya
menunjuk jalan membuka hati menerangi jiwa
pernah mati menjadi berarti bagai semula

Ku buka pintu hati untuk menyemai rasa
biarlah setitik cahaya menerangi gulita jiwa

Langkah rezeki pertemuan maut adalah milik-Nya
semua terpulang pada keputusan akhir-Nya

#Belantaraibukota, Jumatpon, Maret 29-2019 = 08:38 wib





MENCARI KETENANGAN DIRI
Karya besama Nur Cahaya
dan MS Sang Muham


Mungkin lebih baik sendiri
walau batin menangis
esok matahari akan bersinar lagi
menyelusuri hamparan luas
mencari ketenangan diri

Rembulan bersinar indah menjaga malam
menyimpan rahasia di balik rahasia alam
seorang diri menghadirkan tenteram

Menjalani senja menyeka satu persatu alfa
menyemai cinta kasih bagi sesama
bekal menuju kehidupan alam baqa

#Belantaraibukota, Jumatpon, Maret 29-2019 = 07:17 wib





RINDU YANG PATAH
Karya MS Sang Muham


Akh bagaimana aku bisa berkabar
jika surat menyurat putus di batas sabar
kau sembunyi di balik sandiwara
asa ku pupus di ujung kata
harus kemana aku bercerita

Ku catatkan berita di ujung lelah
tentang rindu yang patah
dan hati yang gelisah
Barangkali lebih baik sendiri
menata hati membenahi nurani
menyusuri senja sembari menyiapkan diri

#Billymoonistanaku, Kamispahing, Maret 28-2019 = 17:27 wib





TENTANG SEBUAH HARAPAN
Karya bersama Kemuning Senja Kadylla
dan MS Sang Muham


Seandainya boleh berandai andai
ingin ku luncurkan berjuta kata
tentang sebuah harapan jiwa

Dan bila lelah datang menggelayuti
biarkan hanya binar harapan sukma
melebur asa yang tak sampai jadi kata

Akan ku sembunyikan dalam nurani
tumpukan tanya sisa lelah hari ini

Entah sampai entah pun tersia dalam kecewa
semua terserah biarkan semesta jadi penyela

#Belantaraibukota, Kamispahing, Maret 28-2019 = 16:46 wib





DI MANA HATI MESTI KU LETAK
Karya MS Sang Muham


Hingga tumpah berserak
tak pelak hati tersentak
teganya mengelak
tak tau lagi harus di mana hati ku letak

#Puisiempatbaris, Kamispahing, Maret 28-2019 = 10:20 wib





BERSYUKUR DAN MEMAAPKAN
Karya bersama Yosephin
dan MS Sang Muham


Apakah harapan itu cuma bayangan
apakah salah jika itu menyakitkan

Air tidak mengalir membeku
laut tidak menderu
terima bersyukur lalu memaapkan
awal sebagai insan berTuhan.

Semua catatan pasti tersimpan
rangkaian pengadilan menanti keputusan
semua insan tak kan terluputkan

Mari membuat diri berarti
menyudahi perjalanan duniawi

#Belantaraibukota, Kamispahing, Maret 28-2019 = 09:09 wib





PERGIMU TAK BERKABAR
Karya MS Sang Muham


Lama ku termangu menatap tanpa kesan
pantai sunyi meninggalkan kenangan

Setumpuk catatan jadi saksi
semua seperti menampakkan diri
kenangan itu abadi

Semua nostalgia ada di sana
ombak dan pasir putih diam dalam sejuta bahasa
embun membeku menggenangi netra
pergimu tak berkabar entah untuk berapa lama
penantian tak berujung di pantai Akkarena

#BIllymoonistanaku, Kamispahing, Maret 28-2019 = 08:28 wib





H E N I N G
Karya bersama Ika Kartika
dan MS Sang Muham


Lalu air mata pun mengaliri alur basah
dan malam berlalu sudah
hening menjadi petuah
agar diri tak kenal lelah

Hati membeku
mematung nestapa memagari jiwa terasa pilu
semua diam tegak membisu

Harus bagaimana lagi menata rasa
agar tak hambar semua
bertumpuk kecewa di batas asa

#Belantaraibukota, Rabulegi, Maret 27-2019 = 20:30 wib





ANDAI DI HATIMU TERTULIS NAMAKU
Karya bersama Kemuning Senja Kadylla
dan MS Sang Muham


Andai di hatimu tertulis namaku
kan ku telusuri takdir itu

Tak perduli
Seberapa panjang jarak dan waktu harus ku daki
tetap akan kuraih dan ku simpan dalam bingkai hati

Tapi apalah daya
segalanya telah sirna terkikis masa
dan aku tak tau dimana aku ada

Kini ku berbalik sungsang menyisir suratan
menata hidup dalam kehidupan
untuk lebih baik di hari kemudian

#Belantaraibukota, Rabulegi, Maret 27-2019 = 19:59 wib





BIARLAH KUTEPIKAN RINDU
Karya bersama Dewi (Kemuning)
dan MS Sang Muham


Untukmu yang pernah singgah hati
hari telah meremukkan suara hati
semua jalan tertutup di balut sepi
aku menggigil bersama nurani layaknya mati
tak mungkin ini terjadi

Biarlah kutepikan rindu
dalam lipatan malam termasygul pilu
seharap masih ada secercah cahaya itu
penuntun jalan membuka lembaran baru

Jarak dan waktu kan merintangi hati
doaku membuka tingkap nurani
semua ini harus terjadi

#Belantaraibukota, Rabulegi, Maret 27-2019 = 08:58 wib





NAMAMU TAK ADA DI TAKDIRKU
Karya MS Sang Muham


Untukmu penjaga hati
hari telah lapuk masa telah berlalu
andai jalan bisa ku turuti
andai malam tak merahasiakan rindu
tak mungkin jalanku menepi

Sudah suratan mesti ku lalui
ketika ku henti membenahi nurani
ku tertinggal tak kau sadari

Maapkan ketidakmampuanku menolak takdir
pahit kenyataan pahit tak berakhir
biar kutanggung segala getir

#Billymoonistanaku, Rabulegi, Maret 27-2019 = 08:38 wib





TERLALU PAGI
Karya MS Sang Muham


Terlalu pagi mengusir lelah
rentang malam kusut oleh resah
tak ada kesan akan terlelap
narasi kian kalap

Begitu lama menanti pagi
padahal hati telah pergi
tak ada disini

Akh aku terjebak dalam pikiran
tak ada yang bisa ku lakukan
hanya pertentangan

#Billymoonistanaku, Rabulegi, Maret 27-2019 = 06:16 wib





MENGHITUNG SEPI
Karya MS Sang Muham

Lengang panjang
waktu melaju di buru kisi kisi kuatir
tetap sunyi sepanjang kenang
terbiarkan mengalir
lubuk hati guncang

Tragis
terlempar keluar garis
tak sanggub lagi menangis

Tetap ku tegak kan kepala
tak mungkin hidup sia sia

Entah sampai kapan begini
menghitung sepi sendiri

#Billymoonistanaku, Selasakliwon, Maret 26-2019 = 22:12 wib





SEMUA AKAN BERLALU
Karya MS Sang Muham


Lama ku pandangi potret itu
tak mungkin lagi terulang peristiwa lalu
waktu telah merangkai nostalgia biru

Begitulah kehidupan melukiskan goresan hati
setelah itu cerita terus berganti
bersama usia kita pun akan pergi

Lukislah kenangan serupa suara jiwa
selamanya indah buat di baca

Semua akan berlalu seiring waktu
tergantikan sesuatu yang baru

#Billymoonistanaku, Selasakliwon, Maret 26-2019 = 20:30 wib





RINDU TAK PERNAH MENYATU
Karya bersama Ika Kartika
dan MS Sang Muham


Bersama semilir bayu
gapaikan angin ke pucuk kayu
hati gundah mengadu sudah
rindu menyatu tak jua pernah

Gumpalan rindu luruh terkulai
harapan tinggal berteman sepi
menanti janji yang tak di tepati

Di ujung senja pupus jua catatan
sejuta nostalgia tinggallah kenangan
biarkan berlalu tersapu zaman

#Belantaraibukota, Selaskliwon, Maret 26_2019 = 19:39 wib





SURATAN DIRI
Karya MS Sang Muham


Selendang jiwa telah lepas
pembungkus rasa tak pernah tuntas
terseok lalu terkelupas

Masih jauh jalan mesti di lalui
perjalanan ini entah sampai entahlah henti
harus berakhir di batas nisby

Seperti masih terlalu dini
berharap tapi tak pasti

Entah dimana henti terhapus suratan diri
pasrah berserah pada sesuatu yang pasti

#Billymoonistanaku, Selasakliwon, Maret 26-2019 = 07:27 wib





HATI BIRU
Karya MS Sang Muham


Hari hari akan berlalu
tingkap hati mulai biru
tertutup kabut sutra ungu

Begitulah rupanya kehidupan
bentang panjang seperti terlupakan
habis terkikis dalam keyakinan

Pucuk telah henti bertumbuh
layu lalu luruh

Lenyap dalam kenyataan
tertinggal dalam catatan

#Billymoonistanaku, Selasakliwon, Maret 26-2019 = 06:16 wib





APA SALAHKU
Karya bersama Ika Kartika
dan MS Sang Muham


Aku takkan hilangkan jejak
karna malu
angin bertiup hingga batang pohon pun menyeruak
apa salah diriku
hingga rindu pun retak retak

Sepanjang kenangan terbaca nostalgia
terkesan indah begitu nyata
tak mungkin hilang begitu saja

Begitulah suratan jalan takdir tak terluputkan
jika itulah keputusan tak tersangkalkan
jadilah kehendak Tuhan dan berilah kemampuan

#Belantaraibukota, Sabtuwage, Maret 30-2019 = 06:56 wib





RINDUKU PUPUS
Karya MS Sang Muham


Senja telah mengakhiri ceritanya
sekarang malam datang menyapa
tapi berita tentang tetap hampa

Sudah sekian warsa tak jumpa
pohon jeruk yang kau tanam mulai berbunga
rinduku pupus tinggalkan kecewa

Entah di mana pun kini kau berada
melalui bayu kutitipkan nestapa

Semogalah kata sampai pada ruasnya
meskipun berita tak kunjung tiba

#Billymoonistanaku, Jumatpon, Maret 29-2019 = 19:19 wib





PELIHARA HATI
Karya bersama Wanti Siregar
dan MS Sang Muham


Senja telah mendekat
mari kita sambut dengan hangat
pelihara hati rapat rapat sobat
supaya selamat dunia akhirat

Jadikan diri saluran berkat
bersihkan hati jangan berkarat
mari kita berbuat

Bukalah pintu hikmat sebelum kiamat
sadar diri segeralah bertobat
isilah hidup dengan bermunajat

Langkah rezeki pertemuan maut
takdir Tuhan penuh hikmat

#Belantaraibukota, Sabtuwage, Maret 30-2019 = 07:17 wib





BERLABUH TENANG
Karya bersama Yosephin
dan MS Sang Muham


Berlabuh tenang
kutambat tali di dermaga biru
bahkan sauh telah di buang
letakkan sabar untuk menunggu
belum bertemu karena waktu

Mencari diri tak seperti menuai padi
satu persatu mesti di cermati
agar lestari hakiki

Berilah waktu untuk menata simphoni
menyamakan irama suara hati
semoga abadi

#Belantaraibukota, Jumatpon, Maret 29-2019 = 10:55 wib





SUPAYA JIWA TERBARUKAN
Karya MS Sang Muham


Ku dengar seruan-Mu Gusti Pangeran
mengingatkan sukma dalam buaian
datang mengabdi di kebersamaan

Sungguh lembut suara-Mu menyadarkan
menuntun langkahku menyongsong seruan
tiba saatnya jiwaku di segarkan

Lonceng bertalu tingkap tingkap terbuka
kemilau laksana cahaya menerangi jiwa

Basuhlah luka nestapa pun segala resah
supaya jiwa terbarukan hidup pun indah

#Billymoonistanaku, Minggupahing, April 07-2019 = 06:56 wib





TIADA DUPA SELAIN DOA
Karya MS Sang Muham


Jauh aku terperosok
tersentak kaget ketika kepentingan bergesek
betapa hingar bingarnya kehidupan

Mau tak mau kaki mesti melangkah meski terseok
menggendong nyali yang mulai tergolek
begitulah rupanya hidup dalam ketidakpastian

Nyala sukma tetap bergelora
tiada dupa selain doa

Barangkali karsa terus akan menuntun raga
menyelesaikan perhelatan tanpa pesta

#Billymoonistanaku, Minggupahing, April 07-2019 = 06:16 wib




SUMBER KASIH
Karya bersama Melati Blambangan
dan MS Sang Muham


Atma terus memuja
rasa terus mendera
harapan selalu meluah
seperti mana hujan yang selalu tercurah

Di musim kemarau pun tetap basah
berselimutkan kasih
sampai jiwa tertumpah

Melati suci putih berseri
melebur karsa jadi hakiki
saatnya indah di taman hati

Atma adalah sumber kasih
putih suci tetap bersih

#Belantaraibukota, Minggupahing, April 07-2019 = 05:55 wib