RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 20 Mei 2021

Cerpen : NASIHAT AYAH - Tati Kartini




   DI keheningan pagi ku tertegun, mengingat kembali mimpi semalam bertemu ayah. Rinduku kepada ayah semakin kental.

"Duh ayah, kerinduan tentangmu takan pernah bisa terhapuskan."Lirih bisik hatiku.

Aku memahami di dalam diammu sarat akan cinta untukku, sebagaimana aku pun mencintaimu. Banyak yang mengatakan seorang ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya. Begitupun denganku, kau cinta pertama ku.

Bukan hanya sekali kulihat tetesan air matamu yang jatuh. Sekarang, setelah dewasa akupun merasakan betapa berat menjalani hidup sendiri. Ayah harus bekerja mencari nafkah dan menjagaku. Cinta yang tulus kepada ibu membuat ayah bertahan membesarkan aku seorang diri, tak menikah lagi.

"Ayah,aku menyayangimu selalu dan selamanya, kau kebanggaanku."

Satu kata yang tak sempat terucap olehku, betapa inginku,kau bisa mendengarnya. Kau pergi begitu cepat namun kenangan tentangmu tetap melekat erat.

"Aku sangat rindu padamu ayah"

Berulang kali kata itu kubisikan dalam doaku.Aku berharap dapat jumpamu kelak dalam surga-Nya. Terbayang jelas kala jasadmu terbujur kaku di hadapanku dengan beberapa sobekan terlihat masih menganga.
"Duh, siapa yang begitu tega lakukan ini kepadamu?" Air mataku bercucuran menetesi jasad bekumu.

Teringat saat-saat kau menangisiku karena ulah nakal ku. "Maafkan aku ayah, tak pernah mendengar nasehatmu." Air mataku semakin deras, aku semakin tergugu.

*****

   Larut dengan kenanganku, terbayang kembali saat bersama di sela-sela tugasnya.
Aku dapat mengingat dengan baik kebersamaanku dengan ayahku, bahkan pada usia yang masih dini. Ayah selalu bercerita tentang kasih sayang kepada binatang sekalipun. Terbayang kembali cerita ayah;

"Sewaktu ayah berburu kehutan, ayah melihat seekor kera di kerimbunan daun, diatas pohon yg sangat tinggi…'Dor!' ayah menembak dengan senapan itu." Ucap ayah sambil menunjuk senapan yang tergantung pada dinding tembok.

"Kera pun terjatuh ayah segera menghampiri, ayah sangat terkejut."

"Ada apa yah?."Aku menyela, bertanya pada ayah.

"Nak, ternyata kera itu menggendong anak nya yang masih sangat kecil, ia menjulurkan anaknya ke hadapan ayah, seakan ingin menitipkan. Matanya berkaca-kaca, kera itu tampaknya sangat sedih."

"Terus, ayah?" Aku bertanya semakin penasaran dengan cerita ayah.

"Ayah membawanya, itulah si Mongki yang selalu main denganmu yang ayah pelihara sejak kecil, induknya mati dalam perjalanan ke dokter karena kehabisan darah."

Wajah ayah terlihat murung dan matanya pun berkaca-kaca juga. Semenjak itu ayah tak pernah berburu.

"Binatang juga punya perasaan seperti kita, jadi harus kita sayangi." Ayah mengakhiri ceritanya.

Ayah sangat menyayangi binatang, bahkan tikus pun ayah tak mau membunuhnya.

"Sayang, kalau tak ingin ada tikus di dalam rumah, rumah harus bersih gak boleh jorok ya, kamu anak ayah yang cantik gak pantas rumahnya kotor." Nasehat ayah yang selalu kuingat.

Andai saja ibuku masih ada tentunya aku masih ada teman untuk berbagi kesedihan ini. Tapi ibu sudah lebih dahulu berpulang, bahkan aku hanya bisa tahu wajahnya dari foto yang digantung oleh ayah di kamar tidurku.

"Ibumu sangat cantik seperti kamu sayang, jadilah wanita sebaik ibumu dan jangan lupa doa kan ibu selalu." Ayah selalu memuji ibu dan selalu mengingatkan agar aku selalu berdoa untuk ibu.

"iya ayah, aku selalu ingat doa yang diajarkan ayah." Jawabku.

"Sabar Nita, ikhlaskan ayahmu pergi.Jangan kau tangisi, kasihan nanti bisa memberatkan ayah." Mas Dadan, menenangkan ku.

"Terimakasih mas kau hadir, siapa yang memberi kabar?" Tanyaku pada mas Dadan teman dekatku semasa SMA.

"Hanny menelponku, teman-teman alumni SMA kita, mereka akan tiba sebentar lagi."

"Terimakasih mas, aku bersyukur kalian semua sudah seperti saudara bagiku."

"Kamu tenang ya, aku bantu mengurus penguburan ayah nanti setelah selesai otopsi."

Mas Dadan selalu menunjukkan perhatiannya, dia tak pernah berubah walaupun sudah jarang berjumpa.

"Tadi pagi sepulang dari dinas malam ayahku tertabrak mobil, jalanan masih sangat sepi dan gelap, ayah tidak bisa diselamatkan karena terlambat mendapat pertolongan, penabraknya kabur." Aku tersendat menjelaskan, menahan tangis.

"Iya, pak polisi sudah menjelaskannya padaku. Kita urus saja dulu ayahmu,pak polisi yang akan mengurus laporan terjadinya kecelakaan ini." Hari yang terburuk yang kurasakan pada saat itu.

*****

   Namun aku sangat bersyukur teman-temanku semua baik kepadaku, sudah seperti saudara. Semua itu karena ayah selalu menasehati agar berhati-hati di dalam pergaulan.

" Ibarat berteman dengan penjual minyak wangi kamu akan menghirup wanginya dan kalau berteman dengan pandai besi maka kamu akan merasakan panasnya." Begitu nasehat ayah yang selalu kuingat.

Berkat nasehatnya aku terhindar dari pergaulan yang buruk. Sejak ayah tiada mas Dadan yang begitu menyayangiku, semakin bertambah kasih sayangnya. Ditunjukan dengan kedatangan kedua orang tuanya untuk melamarku.

Tak lama berselang, sepeninggal ayah aku resmi menjadi istri mas Dadan, laki-laki saleh dan baik hati. Itulah diantara satu hikmah berteman dengan orang yang baik, sebagaimana nasehat ayah.

"Aduh, ada apakah gerangan sepagi ini istriku terlihat murung?" Sentuhan mas Dadan menyadarkanku dari lamunan panjangku.

"Mas aku mimpi bertemu dengan ayah." Jawabku tersendat. Mas Dadan meraih tubuhku, memeluk erat, menenangkan.

Seraya berbisik "Ayah menjengukmu, karena ingin melihat cucunya, cepat mandi sayang kita jenguk ayah di makamnya, kita berdoa disana."

"Baik mas, tunggu sebentar ya."

Selesai mandi dan berdandan alakadarnya aku pun bersiap berangkat ke pemakaman umum tempat peristirahatan terakhir ayahku. Tak lupa ku petik beberapa tangkai bunga yang tumbuh di halamanku, untuk kutabur diatas makam ayah. Mas Dadan menghampiri turut membantu memetik bunga.

"Sudah sayang, biar mas yang petik saja, jangan kamu yang metik nanti bisa jatuh, bunganya tinggi itu." ujarnya.

"Terimakasih mas." aku membalas.

"Duduk saja di kursi itu, hati-hati jatuh.Jagalah baby kita di rahimmu itu." Mas Dadan menunjuk perutku yang mulai terlihat membesar.

Alhamdulillah, berkat bimbingan dan doa-doa ayah aku bahagia memperoleh suami sebaik ayah menyayangiku.

"yuk sayang kita berangkat ke makam ayah selagi matahari belum menyengat, biar rindu kepada ayah terobati."

"iya mas." Jawabku pendek seraya bangkit dari kursi.

Sambil memasukan bunga ke dalam tas plastik, kubayangkan seolah ayahku masih ada, ingin ku sampaikan kabar gembira kepada ayah, 'lihat ayah,sebentar lagi cucumu akan lahir.' Bisik hatiku. Perlahan aku berjalan ke arah mas Dadan yang sudah menunggu di dalam mobil. Mas Dadan turun menghampiri.

"Hati-hati." Bisiknya seraya meraih pinggangku menggandengku.

*****

   Tak butuh waktu lama pun sampailah di pemakaman, aku melangkah berhati-hati.
Tempat Pemakaman Umum sangat padat, hampir penuh berisikan kuburan orang yang sudah meninggal. Aku pandangi sekitarnya, mencari nisan yang bertuliskan WANDI nama almarhum ayahku.

"Itu beberapa langkah lagi sebelah kanan." Ujar mas Dadan.

Sedikit tergesa aku pun menghampiri makam ayah lalu ku belai batu nisannya, seakan ada wajah ayah di hadapanku. Ku tumpah segenap kerinduanku sambil terus memanjatkan doa terbaik untuk ayahku.

"Wahai Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, sayangi lah ayah dan ibukku sebagaimana mereka menyayangiku, tempatkan lah di syurga_Mu, aamiin"

Selesailah rangkaian doa pengobat rinduku, untuk mengobati kerinduan akan kenangan bersama ayah.

-----------------------------END--------------------------


#Cerpen
Judul : NASIHAT AYAH
Karya : Tati Kartini
Jakarta, 5 Desember 2019

TATI KARTINI

Cerpen : NENEKKU SAYANG - Tati Kartini


  

   NENEKKU cantik dan baik hati, bersyukur Allah swt memberi aku nenek yang luar biasa. Walau ayah ibuku sudah tiada, aku tidak kekurangan kasih sayang berkat memiliki nenek yang penyayang. Aku tidak sendirian di rumah nenek ada tiga cucu nenek yang lain, putra putrinya paman dan bibiku. Menambah seru, heboh di dalam rumah hingga tak perlu bermain mencari kawan lain sepulang sekolah. Kami berempat sangat kompak berbagi tugas membantu nenek yang mulai tua dan lemah. Nenekku pendiam jarang berbicara tapi selalu tersenyum ramah kepada semua cucunya. Setiap hari libur sekolah kami berbagi tugas membersihkan rumah dan membantu memasak menyiapkan hidangan makan siang. Budi, Soleh dan Tia menyapu, mengepel lantai dan membereskan rumah dan aku biasa membantu nenek memasak di dapur.


Satu hari menjelang tidur nenek memasuki kamar kami., "Anak-anak besok pagi kalian bebas tugas beres-beres rumah, kita bangun pagi menyiapkan makan siang bersama, setelahnya kita berangkat ke sawah untuk melihat panen padi milik kita."

Serempak kami berteriak gembira, "Horee! Asiiik, besok kita akan makan di saung nenek."

"Cepat tidur anak-anak agar besok bisa bangyn lebih pagi, jangan lupa baca doa tidur, doakan juga ayah ibumu."

"Iya Nek, terimakasih nenek sangat baik." Serempak kami menjawab.

"Aku akan doakan Nenek juga, semoga selalu sehat dan panjang umur."Ujarku

"Amin!" Semua mengaminkan

Malam itu kami tidur dengan rasa sangat bahagia, terbayang keindahan padi di sawah yang sedang menguning. Masyaallah la quwwata illa billah. Kami bersyukur dan merasakan kebahagiaan yang sempurna walau tanpa ayah bunda.

*****

   Pagi-pagi sekali kami bergegas mandi, semua bersiap untuk melaksana kan shalat subuh berjemaah di mushola milik nenek yang terletak bersebelahan dengan rumah. Keluarga dekat semua berkumpul untuk shalat berjemaah. Mereka adalah adik-adik nenek, nenekku anak sulung. Selesai shalat subuh Nenek berpesan kepada adik-adiknya.

"Cepatlah kembali ke rumah masing-masing, jangan lupa pagi ini kita akan memanen padi di sawah, agar bisa bersama sama memotong padi."

"Baiklah kak, assalamualaikum."

Paman dan bibiku bersalaman mencium tangan nenek, begitupun kami semua berebut mencium tangan Nenek.

*****

   Sesampainya di sawah, kami hanya bermain, membuat terompet dari batang padi.
"Teeetttt, teeett." Riuh bunyi terompet bersahutan.

Nenek memandangi kami, tersenyum bahagia., "Anak-anak kalau kalian lapar boleh makan duluan, nanti Nenek bareng dengan paman dan bibi."

Tanpa menunggu lama kami berebutan mengambil piring.

"Eiiit, cuci tangan dulu!" Nenekku mengingatkan sambil tersenyum mengacungkan telunjuknya.

"Baiklah Nek, maafkan kami hampir lupa cuci tangan." Kami serempak menjawab dan mulai bergantian mencuci tangan di pancuran pinggiran sawah. Airnya sangat bening dan sejuk.

Alam di kaki bukit ini memang sangat indah, aku sangat mencintainya. Pernah beberapa kali Nenekku mengajak berlibur ke Kota, walau sangat ramai dan banyak hiburan di kota tapi aku lebih mencintai desaku yang indah dan subur menghijau. Tak berapa lama selesai kami mencuci tangan, semua saudara berkumpul untuk turut makan siang bersama. Semua terlihat puas dan bahagia, makan siang yang nikmat, pemandangan yang indah dan hasil panen padi melimpah. Alhamdulillah kami sangat bahagia memiliki Nenek yang cantik dan sholehah. Betapapun keriput terlihat banyak di wajahnya, bagi kami Nenekku wanita tercantik yang mengagumkan.

Nenekku kini tiada, Semoga Allah swt menempatkan di surga. Aamiin

~End

#Cerpen
NENEKKU SAYANG
Karya : Tati Kartini
Jakarta, 5 Desember 2019

TATI KARTINI

Cerpen : CEMBURU - Tati Kartini


 

   MALAM itu ayah Anna pulang tugas negara, sebagai anggota TNI pak Wandi sudah biasa mendapat tugas luar untuk waktu yang cukup lama. Sejak Anna mulai balita bu Eni isteri dari pak Wandi memilih tetap di Ciamis Jawa Barat tidak ikut mendampingi bila pak Wandi mendapat tugas di luar daerah, karena Anna sudah mulai bersekolah di taman kanak-kanak. Bu Eni tak ingin Anna nantinya selalu ber pindah pindah sekolah.

Sampai pada suatu hari ayah Anna kembali dari tugasnya. Kala itu hari menjelang senja. Anna yang tengah tertidur di sofa terkejut mendengar keributan di dalam kamar tidur ibunya.

"Bagus ya ...suami tugas kamu enak-enakan ngobrol sama pria lain!" Pak wandi membentak bu Eni dengan suara yang sangat keras.

"Dengar dulu penjelasan ku pah… " Suara bu Eni sambil terisak menangis.

"Tak perlu!, sudah jelas kulihat dengan mataku sendiri, kau pikir bagus tak ada suami menerima tamu Laki-laki?"

Praaannggg! Terdengar seperti ada benda yang di lempar kan. Anna sangat terkejut, menangis tertahan. Tak berapa lama kemudian, pak wandi menghampiri Anna.

"Nak… papah pergi dulu ya ...nanti papah kembali lagi untuk menjemput mu." Bisik pak Wandi sambil memeluk Anna.

Terdengar isak tangis bu Eni semakin keras., "Pah, jangan pergi dengar penjelasan ku pah."

Pak wandi berjalan tergesa menuju pintu tanpa menghiraukan panggilan istrinya. Anna hanya bisa menatap tanpa sepatah kata, air matanya mulai berjatuhan mengalir deras di pipinya. Bukan baru sekali ini Anna melihat keributan kedua orang tuanya. Bu Eni menghambur keluar dari kamar tidur hendak menyusul pak wandi, demi dilihatnya Anna yg berurai air mata dengan isakan perlahan bu Eni berbalik menuju sofa di mana Anna tergolek menangis.

"Cup sayang ... jangan menangis papah gak marah sebentar lagi pasti pulang." Bu Eni membujuk Anna yang masih saja terisak, dipeluknya Anna dalam dekapan erat.

*****

   Hari berganti minggu pak Wandi belum juga kembali Anna merasakan kerinduan yang sangat, Anna memang sangat dekat dengan ayahnya.

"Mah, kenapa ayah belum pulang juga ya? Anna kangen ayah mah.” Anna bertanya kepada ibunya.

"Sabar sayang besok ayah pasti pulang kalau tugasnya sudah selesai." Bu Eni tersenyum menghibur Anna dengan jawaban nya.

Anna hanya terdiam berusaha memahami. Hingga 3 bulan kemudian, di syatu hari….

"Ayah! ... Mah lihat ayah pulang." Teriak Anna dengan kegembiraan yang puncak, sambil terus menghambur kepelukan ayahnya.

"Ayah pulang jemput Anna, mau kan Anna ikut ayah?" Pak Wandi bertanya sambil mengangkat tubuh mungil putrinya, kemudian di gendongnya dengan penuh kasih sambil tak henti-henti mencium pipi Anna.

"Anna kan sekolah Yah, nanti bu guru marah kalau Anna tak masuk sekolah."

Anna menjawab dengan manjanya, membuat bertambah gemas hati pak Wandi. "Iya, Anna kan sudah sekolah pah."

Bu Enipun menimpal bicara. "Mah kita ikut ayah aja yuuk, Anna pengen selalu ada ayah di rumah, Anna sedih kalau ayah jauh."

Anna merajuk kepada ibunya. "Ikutlah denganku Mah, Anna bisa pindah sekolah disana, atau kau lebih senang jauh denganku ya?"

Pak Wandi mulai emosi, sulit bagi seorang suami melupakan kejadian saat menyaksikan istri bicara akrab dengan lelaki yang tidak di kenalnya. Menyadari rasa cemburu pak Wandi yang masih belum reda, bu Eni cuma bisa diam takut salah bicara.

"Aku pulang hanya untuk satu malam cepatlah berkemas kalau kau akan ikut aku." Pak Wandi bicara dengan nada mengancam.

"Baiklah kalau itu sudah jadi keputusanmu, kita pamit dulu pada ibuku nanti sore selesai berkemas." Bu Eni luluh hatinya melihat Anna yang benar-benar terlihat rindu tak mau berpisah dengan ayahnya.

*****

   Sore hari selepas shalat asyar mereka berjalan ke rumah neneknya Anna yang tak seberapa jauh jaraknya dengan rumah pak Wandi.

"Assalamu'alaikum …" Pak wandi mengucapkan salam seraya mengetuk pintu.

Terdengar sahutan dari dalam rumah.

"Wa'alaikumus salam warohmatullohi wabarokatuh, silahkan masuk nak." Ujar neneknya Anna seraya merengkuh Anna kedalam pelukannya.

"Cucu nenek semakin cantik saja, nenek jadi gemas." Ujar neneknya Anna sambil tak henti mencium pipi Anna bertubi-tubi.

"Kapan tiba kau Wandi, lama ibu tak melihatmu." Ujar neneknya Anna kepada pak Wandi.

"Iya bu, tugas sudah tak mungkin untuk ditinggalkan, beberapa bulan ini saya tak bisa pulang kecuali izin cuti, karena itulah saya bermaksud untuk berpamitan membawa pindah Eni dan Anna bu."

"Ya Tuhan, bagaimana nenek bisa jauh dari Anna?" Nenek bicara dengan lirih sambil memeluk Anna lebih erat lagi.

"Jangan khawatir Buu, nanti kami akan selalu menengok Ibu." Pak Wandi menghibur nenek yang nampak sangat bersedih akan berpisah dengan Anna.

"Baiklah kalau sudah jadi keputusanmu Wandi, Eni dan Anna memang tanggung jawabmu, ibu hanya ingin menyampaikan pesan, jagalah mereka dengan kasih dan sayang jangan kau kecewakan kami. Ingatlah janjimu pada waktu kau melamar Eni untuk menjadi istrimu, kau berjanji akan menjaga dan menyayangi Eni." Dengan suara terbata-bata neneknya Anna berkata menahan kesedihan yang mendalam, harus berpisah dengan orang-orang yang sangat disayanginya.

"Jangan khawatirkan bu, percayalah saya akan menyayanginya."

"Begitu sudah seharusnya nak, rukun-rukunlah selalu, kalau ada masalah selesaikan dengan kepala dingin, jangan cepat emosi.Cemburu itu bagus pertanda adanya cinta, tapi cemburu buta bisa membuat celaka."

"Baik bu akan saya ingat semua nasehat ibu." Pak Wandi menjawab sambil menundukan kepala.

"Pada waktu kamu berangkat tugas yang lalu kamu marah sampai lupa pamitan pada ibu, seharusnya kamu bertanya dulu. Pemuda yang bersama istrimu itu keponakan Eni yang tinggal di Sumatra dia sedang mengikuti tes untuk masuk di AKABRI, kamu tak mengenalinya ya? Dia sudah besar sekarang, badannya kekar."

"Iya bu saya mohon maaf, Eni sudah menjelaskanya tadi bu."

Mendengar pembicaraan nenek dan ayah ibunya Anna serasa di nina bobokan, ia tertidur pulas di pelukan neneknya.

"Lihat anakmu, tak baik untuk jiwanya bila sering mendengarkan keributan ayah ibunya."

Nenek melanjutkan petuahnya. "Kalau ada masalah selesaikan baik-baik berdua jangan di hadapan anak, kasian kalau terluka jiwanya akan terbawa sampe dewasa.Tertanam dalam memorynya. Banyak-banyaklah berdoa untuk kebaikan anakmu, doa orang tua sangat makbul, terutama kau Eni sebagai ibunya."

Eni yang sejak tadi diampun menjawab, "Terimakasih ibu atas wejangannya, aku akan berusaha sekuat tenaga mendidik Anna agar jadi wanita salehah yang berpendidikan dan taat ajaran agama, sebagaimana ibu dulu mendidikku.Aku juga mohon doa ibu untuk kebaikan keluargaku bu."

Dengan mata yang ber kaca-kaca nenek mengarahkan pandanganya pada anaknya kemudian bicara. "Sudah pasti Eni ibu mendoakan untuk kebahagiaanmu, dunia dan akhiratmu.Begitupun kamu Eni berdoalah selalu untuk Anna. Hanya doa anak yang saleh yang kelak sampai pada kita dialam sana."

Tak terasa hari sudah senja, Anna yang tertidur menggeliatkan badanya dan merengek manja. "Mah… aku mau susu."

Neneknya Annaa mendudukan cucunya di kursi sambil bangkit iapun berkata. "Nenek buatkan susu untuk mu ya Anna?"

Serentak Eni menjawab "Tak usah bu, sudah hampir maghrib kita pamit saja."

Anna kembali merengek "Ah … mamah Anna mau susu."

Bu Eni menghampiri Anna dan berkata " Ssttt ...Anna jangan cerewet kasian nenek, Anna minum susu di rumah saja ya."

Annapun mengangguk

"Ayo, sekarang Anna salam pada nenek." Bu Eni membimbing tangan Anna mendekati nenek.

Merekapun berpamitan pada nenek sambil berpelukan, seakan berat untuk berpisah.

"Jaga dan sayangilah Eni dan Anna ya… " Nenek mengulangi pesannya pada pak Wandi.

"Baik bu, mohon doanya." Ujar pak Wandi pendek.

*****

   Bertepatan adzan maghrib merekapun sampai di rumah.

"Lekas berwudu Mah kita sholat berjamaah." Ucap pak Wandi kepada istrinya, sambil menyusun sajadah.

"Ya Pah sebentar lagi, Mamah sedang membuatkan susu untuk Anna."
Ditaruhnya susu Anna di meja makan.

"Anna ayuk wudu dulu, sambil menunggu susumu dingin kita solat berjamaah dengan ayah."

*****

   Mereka shalat berjemaah dengan sangat khusyu, di lanjutkan dengan berdoa. Pak Wandi memanjatkan doa untuk kebahagiaan di dunia dan di akhirat bagi keluarganya.

"Robbana attina fii dunya khasanah wafil akhiroti hasanata waqina adzabannar."

Serentak Anna dan ibunya meng aamiinkan. "Aamiin … "

Selesailah rangkaian solat berjamaahnya, Anna kembali teringat susunya.

"Mah susu Anna mana? Anna bertanya pada ibunya.

Bu Eni menjawab sambil menuntun Anna ke meja makan. "Ini susu Anna, kita sebaiknya makan malam dulu, Ayah sudah menghampiri, kita akan makan malam bersama-sama."

Bu Eni kembali membujuk Anna agar mau makan sebelum minum susunya.

"iya bu Anna juga sudah lapar." Anna merengek manja sambil melirik ayam goreng kesukaanya.

"Anna mau sama ayam goreng Mah."

Bu Eni menaruh ayam goreng ke piring makan Anna. Dan tak lupa mengisi piring makan pak Wandi seraya bertanya. "Cukup secentong nasinya Pah?"

Pak Wandi mengambil nasi dari tangan istrinya. "Cukup Mah, terimakasih."

Tanpa banyak bicara mereka menyantap dan menyelesaikan makan malamnya.

"Mah Papah harap kamu ikhlas menemaniku bertugas, Aku sekarang sudah tidak di mess lagi sudah mendapat rumah asrama dan di perbolehkan menempati bersama keluarga,semoga kamu betah kita bisa berkumpul bahagia bersama-sama tanpa ada kecurigaan lagi." Pak Wandi kembali membuka pembicaraan sambil meraih sajian hidangan penutup.

"Terimakasih Pah, saya akan selalu patuh kepadamu, bukankah suami adalah pintu syurganya istri?Itu yang diajarkan ibuku, ibu dan almarhum ayah mereka sangat rukun, saling menghormati dan kami sangat bahagia, aku ingin seperti mereka. Berharap kelak Anna pun mendapat contoh dan suri tauladan dari kita sebagai orang tuanya."

Pak Wandi sangat puas mendapat jawaban dari istrinya, di ulurkanya tanganya sambil berbisik mesra. "Tolong maafkan Papah ya Mah, papah selalu saja marah kepadamu, papah cemburu karena sangat mencintaimu, takut kehilanganmu."

Dengan tersipu bu Eni menjawab. "Tanpa diminta pun aku sudah memaafkanmu, saya paham Papah cemburu dan tak sanggup hidup terpisah makanya Mamah bersedia ikut pindah denganmu, kita pasti lebih bahagia kalau selalu bersama-sama."

Malam itu mereka berbincang-bincang penuh kemesraan. Membayangkan kebahagiaan yang akan di lalui, bersama-sama membesarkan buah hatinya hingga kelak Anna dewasa menjadi wanita shalehah

-----------------------------TAMAT----------------------------


#Cerpen
Judul : CEMBURU
Karya: Tati Kartini
Jakarta,13 Desember 2019

TATI KARTINI

Cerpen : MELATI - Tati Kartini


 

   PAGI ini si cantik, ceria sirami bunga melati.

" Ma, liat kesini sekarang mulai berbunga lagi, hum …" Melati memanggilku seraya memejamkan matanya menikmati harum bunga kesayangannya.

" Teruslah disiram, pasti akan bertambah segar." Aku menjawab sambil setengah berlari menghampiri. Ingin menikmati wangi bunga melati, yang selalu tercium harumnya setiap pagi.

" Mama kasih aku nama Melati karena suka bunga melati ya?” Pertanyaan yang tiba-tiba.

"Iya, mama pengen kamu besar nanti seputih dan seharum melati." Spontan saja aku menjawab.

" Melati kan anak mama, bukan bunga."

"Itu perumpamaan sayang." Kataku, sambil kuraih selang air di tangannya.

"yuk, udah siram bunganya nanti kedinginan, lihat Mel,baju kamu basah semua."

"Iya Ma." sahut Imel, nama panggilan untuk Melati gadis kecilku.

*****

   Tak terasa dua puluh tahun sudah Arif suamiku pergi menghadap yang kuasa.
Imel kecil sudah menjadi gadis yang cantik dan berpendidikan. Aku membesarkannya sendiri, meskipun kala itu aku masih sangat muda dan cantik. Banyak yang mencoba mendekatiku untuk melamarku tapi bayangan Arif selalu saja datang menahan hasrat keinginanku untuk menerima penggantinya.

"Yus, kamu masih sangat cantik banyak yang ingin memperistri, kenapa kamu selalu menolak?" Satu hari Titin sahabatku menegurku, ia selalu datang menemani dan menasehati aku.

"Kamu butuh pendamping Yus, terimalah lamaran Bobby dia menaruh hati padamu sejak kita masih di SMA, dulu." Ujar Titin melanjutkan nasehatnya.

"Sudahlah" Jawabku singkat.

Aku tidak terlalu suka menceritakan segala sesuatu yang aku rasakan. Aku percaya kekuatan Tuhan dan sudah cukup bagiku sebagai tempat mencurahkan segala rasaku. Apatah lagi sekarang Melati sudah mulai dewasa, dialah tumpuan segalanya. Tempat berbagi suka duka. Melati tumbuh jadi gadis yang sangat cantik luar dalam, wajah dan hatinya. Karunia terbesar yang selalu kusyukuri, peninggalan Arif yang paling berharga. Aku selalu percaya diri, aku mampu atasi semua sendiri. Di Atas keyakinan itu aku berjalan menyusuri kehidupan. Percaya kebesaran Tuhan, tak mungkin Arif begitu cepat menghadap-Nya andai aku tak mampu mengatasi semua masalah sepeninggalnya. Hal itu yang membuat teman-temanku tidak lagi mengkhawatirkan aku.

"Aku percaya kamu memang kuat Yus, hanya saja aku sebagai teman mengkhawatirkanmu maafkan ya, aku tak bermaksud meragukanmu." Titin meralat ucapannya dengan permohonan maafnya sambil merangkul dan memelukku.

"Iya tak apa, aku tahu kamu sahabat terbaikku yang selalu peduli dengan keadaanku, aku bahagia punya sahabat sebaik kamu Tin."

"Jangan sungkan Yus telpon aku kalau kamu perlu bantuanku ya."

Selalu saja Titin menunjukkan kekhawatirannya. Aku hanya tersenyum sebagai jawaban kekhawatirannya.

"Jaga dirimu ya, aku tenang melihatmu tersenyum kau memang hebat, aku bangga padamu." Ucap Titin seraya merangkul dan memelukku, tampak berat untuk meninggalkan aku.

*****

   'Braaak!' suara pintu kamarku menabrak dinding tembok, setelah kudorong dengan keras dan aku menghambur masuk, membantingkan tubuhku ke atas kasur. 'Tuhan, hanya Engkau yang maha mengetahui betapa hancur hatiku ini.' Aku lemah, aku berhasil menipu siapapun dengan selalu tersenyum, biarlah luka ini ku tanggung sendiri. Akan ada waktunya untuk meraih bahagia sejati, cinta putih karunia Illahi.

'Ting!' terdengar notifikasi gawaiku.

[Assalamualaikum Mah]

[Wa'alaikumus salam nak, alhamdulillah mamah kangen sayang vc aja yuk]

[Ok Mah]

"Tuh kan keliatan cantiknya anak mamah, bagaimana kabarmu sayang?"

"Alhamdulillah, Mel ada rencana pulang cuti panjang ni, nanti Mel bisa agak lama bersama Mamah. Mel pengen puas-puas deket Mamah, kita berlibur ya ...."

"Iya sayang Mamah bahagia sekali, rasanya sangat lama menunggu Imel bisa cuti, kapan sayang sampai di tanah air?"

"Besok pagi Mah, ini Imel otw ke bandara, mohon doanya mah."

"Fii amanillah." Jawabku singkat, mengakhiri pembicaraan telepon.

Tak sabar rasanya menunggu Melati pulang setelah hampir setahun berpisah. Selepas kuliah perhotelan Melati mendapatkan pekerjaan di Abu Dhabi, pada hotel bintang lima yang sudah terkenal. Inilah kali pertama cutinya, alhamdulillah.

Hidup bagai warna pelangi, bermacam warna, juga bermacam rasa, berbeda-beda nikmat karunia Nya, di pergantikan. Begitulah, sedih dan bahagia berganti saling menghampiri, tugas ku hanya sabar dan syukur. Begitulah caraku bertahan.

*****

   Tepat jam 10 pagi sebuah mobil berhenti di halaman, aku berlari menghampiri masih dalam balutan mukena selepas dhuha.

"Alhamdulillah, well come home sweety." Seraya kupeluk buah hatiku, gadis cantik pemberani, berwawasan luas.

"Alhamdulillah mah, hmm Mamah selalu cantik dan wangi tetap seperti dulu, love you mom." Bisiknya lembut sambil menatapku lekat, seakan menyelidiki.

"yuk, di dalam kamarmu sudah mamah rapikan."

"Chico mana mah?" Seraya menebar pandangannya mencari-cari kucing kesayangannya.

"Mungkin di rumah tetangga, di rumah metty ada kucing betina yang cantik, semenjak kau berangkat ke Abu Dhabi Chico selalu maen kesana, dia kesepian tanpamu nak."

"Oo …." Imel bergumam.

"Tak apa sayang, sebentar lagi Chico pulang untuk makan siang bersama,kita mamah sudah menyiapkan makanan kesukaanmu."

" Terimakasih Mamahku yang cantik, makanan untuk Chico ada kan mah." Tanya Imel.

"Ada, baru kemarin mamah belikan."

"Chico!"

Imel rupanya terlalu kangen kepada kucingnya, ia memanggil dari halaman rumah dengan suara sedikit keras, dan benar… Chico mendengar panggilan Imel yang sudah tak asing lagi baginya Chico pun berlari menghampiri Imel mengendus-endus mencium kaki Imel sambil mengibaskan ekornya. Imel menggendong dan menciumnya tak henti-henti.

"Chico, kamu sudah besar tambah ganteng, awas jangan pacaran terus ya, kasian oma gada temen kamu tinggal-tinggal terus." Bisik Imel sambil terus memeluk kucing kesayangannya.

"Makanya Imel juga jangan pergi jauh, Mamah sedih sendirian." Aku menyela.

"Sabar Mah, sampai semua cita-cita dan keinginan Mamah terwujud baru Imel pindah kerja disini deket mamah.Bukankah mamah punya cita-cita ingin berangkat haji dulu, kita nanti berangkat sama-sama ya." Imel membujukku, selalu saja begitu.

Seakan aku terperangkap pada dua cinta, sehingga selalu saja mengutamakan kebahagiaan orang-orang yang aku cinta, suamiku dan Imel anakku. Semoga ini menjadi cinta putih yang berlandaskan kepada cinta Illahi.

*****

   Menjelang malam disaat bercengkrama.

"Mah, malam ini kita tidur berdua ya, Imel kangen di peluk mamah."

"Iya sayang nanti Imel boleh tidur di kamar mamah."

"Boneka bantal Imel masih ada kan mah? Kita tidur bertiga sama Clara boneka aku ya mah."

"Iya nak, boleh bawa Clara untuk tahun ini saja ya, mamah berharap tahun depan Imel sudah tidur dengan suamimu, mamah pengen cucu."

"Ah mamah, selalu saja minta cucu, kan ada Chico cucu mamah." Imel menjawab dengan senyuman manisnya.

"Mamah serius nak, jangan bercanda." Aku bicara dengan mimik serius.

"Ingat nak umurmu sudah hampir kepala tiga, jangan sampai terlalu lama sendiri kurang baik bagi wanita."

"Iya mah maaf, Imel mohon doa mamah ya." Diciumnya pipiku penuh kasih.

"Tentu nak, mamah selalu berdoa untuk kebahagiaanmu." Aku menjawab sambil mengelus rambutnya.

"Malam sudah larut, kita istirahat tidur supaya besok bisa bangun pagi, kita akan ke makam Ayah dulu sebelum berangkat berlibur.":

"Baiklah, Imel juga sudah mulai ngantuk." Sahut Imel.

*****

   Malam itu kupandangi wajah putriku, terkenang masa-masa silam sewaktu Imel masih balita.

Imel sering kali menangis bertanya tentang ayahnya. "Mamah,Ayah mana?"

Tak jarang aku berbohong mengatakan ayahnya bekerja di luar negeri. "Imel nanti kalau sudah besar mau keluar negeri nyusul ayah ya mah."

Selalu itu yang dikatakan berulang-ulang. Dan setelah dewasa benar-benar dia meninggalkan aku sendiri.

"Mah, Imel mau kerja di luar negeri ya, biar pengalaman bertambah dan punya uang banyak." Itu yang dikatakannya begitu selesai pendidikan.
Imel memang cerdas dan bercita-cita tinggi. Penuh semangat dalam mengejar cita-cita dan tidak akan bisa dihalangi. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk bekerja di luar negeri.

*****

   Malam terasa panjang Terlintas berbagai kenangan silam, hingga mataku sulit terpejam, walau akhirnya tertidur juga di ujung lelah. Dan kesokannya ….

"Sayang bangun lah, kita terlambat sholat subuhnya." Bisikku pada Melati, disertai usapan lembut menyentuh pipinya.

"hmm, iya Mah." Imel terbangun menggeliatkan tubuhnya yg sintal.

"Cepat sayang Mamah tugu kita sholat berjamaah."

Dengan tergesa Imel berwudhu lalu berdiri bersebelahan denganku. Melakukan kewajiban sholat subuh berjamaah hingga tuntas, dengan rangkaian doa yang selalu di panjatkan di setiap waktu.

"Udara pagi sehat sayang, ada baiknya kita berjalan jalan pagi dulu sebelum ke makam ayah."

"Ok mah, boleh." Melati terlihat bahagia, wajahnya segar ceria.

"Imel juga kangen sudah setahun pergi, mau lihat-lihat sepertinya sudah banyak yang berubah ya Mah." Melati bertanya sambil mengganti baju tidur dengan pakaian olahraganya.

*****

   Berjalan perlahan-lahan menikmati suasana pagi yang sejuk adalah kenikmatan tersendiri.

"Mah, jadi ke makam Papah?" Melati bertanya sambil menunjuk pemakaman yang tak jauh dari jalan yg sedang dilalui.

"jadilah, Papah juga pasti sudah kangen kamu, sebentar lagi kita selesaikan jalan paginya ya."

"Ok mah, nanti kita siap-siap berangkat ke pemakaman sepulang dari sini ya mah, Imel juga sudah kangen Papah."

"Iya sayang, kita akan selalu kangen, sampe suatu hari kita bisa berkumpul di dalam SurgaNya."

"Aamiin ya Allah." Melati mengaminkan.

Begitulah caraku memupuk cinta kasih putih tak ingin menodainya, kujaga selalu amanah suamiku dengan menjaga buah kasih cinta kami, Melati. Semoga kelak menjadi wanita solehah dambaan orang tua. Tak ada kebahagiaan yang bisa melebihi selain mempunyai anak yang solehah sebagai karunia terindah. Kupanjatkan syukur yang tiada henti atas karuniaNya. Memang di dunia tak ada kebahagiaan sempurna. Walaupun suamiku kini tiada tapi Allah mengganti dengan kebahagiaan bersama Melati gadis cantik baik budi kebanggaanku. Alhamdulillah.

--------------------------TAMAT------------------------


#Cerpen
MELATI
Karya : Tati Kartini
Jakarta, 12 Desember 2019









Cermin : JOMBLO - Tati Kartini


 

   " HEI, kamu sudah bangun?!" Ucapnya mengguncang dada, matanya menyoroti ke dua bola mataku tajam, dia marah.

Aku tetap sibuk dengan laptop kesayangan, walau sebenarnya akupun membutuhkan perhatiannya.

"Dari atas ranjangnya semua boneka di lemparkan ke arah ku dengan gaya yang sadist." Curhat Jono kepadaku.

Istrinya tidak ingin jono berpaling perhatiannya.


***

   Aku bertemu Jono dan isterinya Karima, di reunian kampus. Mereka baru pulang dari berbulan madu di Jepang. Cerita mereka memberikan pengalaman tentang kehidupan, wanita dan petualangan cinta yang bisa ku jadikan sebagai bahan tulisanku. Membuat aku lebih bisa memahami wanita. Wanita butuh perhatian serius agar dia merasa spesial.

'Aku harus memberi perhatian serius, itulah resiko mencintai mereka yang di sebut wanita.' Hatiku bergumam.

"Bro! "ujar Jono mengejutkan aku.

"Masih sering naik gunung?Aku sudah pensiun dari aktifitas paling romantis seperti katamu dulu."

"Aku masih suka semuanya."Jawabku,"Bagaimana denganmu? Apa kau masih suka gonta-ganti pacar seperti dulu?" Wajah Jono mendadak berubah mendengar ucapanku.

"Sudahlah, masa lalu jangan kau bawa-bawa tambah pusing Bro, hadapi angin topan di samping ini saja sudah pusing hehehe,,," Ujar Jono sambil tertawa, melirik kearah Karima isterinya.

Karima menanggapi dengan santai lantas diapun berbicara padaku.

"Gos kamu aku kenalkan dengan temanku ya dia baik lho suka traveling jomblo pula, asyiklah pokonya kalau kau kenal dia, mau ya Gos?" Karima berbicara menatapku penuh harap menerima tawarannya.

"Sudahlah Rim, tak perlu repot-repot biarkan cinta hadir dengan sendirinya, biarkan aku begini saja. Mencaripun sudah tak asik dengan usiaku yang sudah seperti sekarang ini."

Karima menjawab dengan nada sedikit emosi "Kamu jangan begitu, carilah pasangan hidup."


***

   Cukup lama menghabiskan waktu dengan berbincang melepas rindu, dipenuhi rasa bahagia. Hingga tibalah waktu berpisah. Entah kapan lagi berjumpa dengan rasa seperti ini. Begitupun Jono dan Karima pasti memiliki kesan yang sama, apalagi Jono dan Karima boleh di bilang mereka sekarang bisa bersama sebagai suami isteri karena jasaku yang telah memperkenalkan keduanya. Aku dan Jono bersahabat dari awal masuk kuliah, sekarang Jono sudah sukses, terlihat dari mobil mewah yang di pakainya. Jono bekerja sebagai pengacara yang sangat terkenal di kota tempat tinggalnya. Begitulah, kita tidak pernah bisa menduga bagaimana sukses menghampiri seseorang.


***

   "Teettt" terdengar keras bunyi klakson mobil Jono dan Karima. Mereka tersenyum melambaikan tangan. Pertemuan yang sangat menyenangkan.

Akupun menghidupkan vespa tua miliku...Trengteng-teng-teng....Kupacu vespaku dengan rasa bahagia yang tersisa setelah berjumpa kawan lama. Itulah kisah pertemuan dengan sahabatku. Terucap doa di hatiku ' Semoga berbahagialah kamu sahabat.' Biarlah aku dengan status jombloku, sampai satu saat aku menemukan perempuanku.


~End

Cermin (Cerita Mini)
JOMBLO
By : Tati Kartini
Ide cerita : Hugo
Jakarta, 18 Desember 2019

TATI KARTINI

Selasa, 15 Desember 2020

Kumpulan Puisi Akhmad Husaini - SELERA PENDAM MENGURAI LEMBUT CAHAYA BIAS




SELAKSA INTIM MENGEDEPANKAN ELEGI
Karya : Akhmad Husaini

Kecamuk pandang narasi penuh cerna
semua bisa saling menyapa penuh akal
harum seksama memintal ikatan deru
senandung suaka derai nyanyian tentu
mengenalmu adalah hal paling indah
apalagi kalau semua lebih dekat lagi

Selaksa intim mengedepankan elegi
tahta gemulai meretas irama restu
singkap petuah kerinduan penuh wibawa
tak ingin terkendala tentang semua itu lagi
terkenang kekang sepenuh lantas paloma
menerima semua dengan penuh lapang dada
hening daulat pergi jauh menimpa wajah angan

Kian intim renta serasi otomatis picu jumawa
datang selalu pantang kemudi bertabur sangka
kekuatan pikiran akan menoreh terpaan alami
poranda diri kekuatan kumandang selama ini
menikam kemajuan ihwal makna merajut penuh
selayaknya itu terus kau lakukan kian senang

Pandang siasat kombinasi sangka kepalang
mengurai silam mengukir canda petulangan
selalu ada cerita berjuang senantias patut
mimpi terbungkam kehendak silau merenda
selalu hadir bangga dalam senang melanda
tandas pesona diri merenda sukma pijakan


Hulu Sungai Selatan, 7 Desember 2020







INGATAN PENTING MENERAWANG SANGKA ELASTIS
Karya : Akhmad Husaini

Perdaya diri trauma menata batas sengketa
kau tahu semua akan ada akhirnya pasti
siasat jelita terpaut igau romantis kenduri

Hujan turun bawa siasat diri melambai ilusi
berbeda sikap ironi terkaman rindu memadu

Celoteh malam pingitan sandera memantik
debaran semu memudar prasangka tabik
gandeng tangan bersama raih kepuasan nyata
hanya satu kepastian sengketa retas realita

Ingatan penting menerawang sangka elastis
wacana diri terbias ingatan pendaran statis
kadang kita harus merasa sangat pecundang


Hulu Sungai Selatan, 5 Desember 2020







GEGAP GEMPITA MERASUK KUMANDANG ANGAN
Karya : Akhmad Husaini

Kesan ambisi imajinasi antusias seksama
menyapa lagu rindu menyimpul penuh sangka
sendu selalu jadi pesona lelakon sandiwara dunia
melupakan keinginan jauh prasangka pilihan
relung waktu ketegasanbahagia mencerna
senyuman keadaan tabiat perangai dilematis

Gegap gempita merasuk kumandang angan
akan terus ada semangat tinggi berkarya
tak ada alasan untuk merestu jadi kultus
ilusi sepi rekah nalar ambigu kian serius
belenggu kadang senang menghadang
berkutat saling ingin latah banyak peduli
menikam sendu pertaruhan penuh kendali

Tak kenal lelah untuk bisa gapai cahaya
semua akan berbuah manis mengemuka
untuk menjadi sebuah keharusan perdaya
kumandang arus sempana menunjang gerutu
tadahan wangi nuansa langit ringan restu
kendali ruang cerna gegas merangkum waktu

Menikmati gagah ketentuan berkarat sendu
sedalam keinginan tampak wajah beribu arti
untuk sebuah keadaan diri hunjam posisi
seutuh lamunan mendasarkan ikatan bakti
kau bisa merangkai jejak semusim menguji
peraman sementara menguji juwita mematri

Hulu Sungai Selatan, 5 Desember 2020







CERNA RINDU LINGKUP SETERU DERU SUASANA
Karya : Akhmad Husaini

Dendam sentimen kemelut tatapan hidup
penjuru angan puncak teramat teguh hunjam
menegaskan mimpi hadiah daulat hari silam
arus upaya sadarkan hamparan tabiat redup
banyak nyanyian paling mengesankan gerutu
sudah ada hal penting tentulah jadi merona

Cerna rindu lingkup seteru deru suasana
kesadaran ingin lari menghindar penuh
tak nyaman hati menegas peraman syahdu
membentang alur meniku pantas menggebu
tanya tentu tentang sesuatu banyak kelana
rindu menebarkan segala maksud kian cerna
tidak tanggung membawa pesona guncang

Segala keinginan akan berakhir tentu
argumen bergelut semampai lagu ragu
membayang rekahan cinta tuntaskan waktu
ada perihal upaya menubir sangkaan batas
jelmaan isyarat sempurna dendam lagu pintas
potensi diri menyikapi ketentuan menegas senja

Luruh jiwa memantau kemampuan mengeja
penuh gurindam solusi rasa menyangka jelita
dalam rayu aturan geliat lagu penuh syahdu
kerja keras terus merasuk layak kumandang
terkadang harus selalu banyak memikirkan itu
pindai senyuman akar tabik sangkaan sesaji


Hulu Sungai Selatan, 5 Desember 2020





·

TERUS KEJAR RASA DALAM NISCAYA KELINDAN
Karya : Akhmad Husaini

Ketentuan hunjam awal magis imajinasi tentu
kelana sukma menebar cahaya penuh rintang
rincian penuh sambut memantau impian sehat
gemulai wacana pujaan diri rekahan kembara
menggumpal irama kesunyian lindapan serta
simpul irama rindu bentang muncul energi

Terus kejar rasa dalam niscaya kelindan
sunyi janji persembahan retas harapan
terang ingatan beradaptasi hadir lantas
kita merangkai segala tepat menyerta
cerna sengkarut menyikapi stigma
dugaan nyata perihal berhembus gegas
ilusi pandang terpaan kecamuk pentas

Kau bisa lakukan itu dengan baik merona
kehendak teman baik gulana poros menepi
datang bawa banyak ragam keremangan
instuisi terdampar harkat menanti gelora
menasbih penawar lenguh gelisah sengketa
pelita jauh kemarau mengukir mega niscaya

Sapa akrab kian intim tegas seraya
dendam perihal lumrah gerus meniti
memenuhi kenangan padu naluri rentak
tebaran janji membawa sejarah berpindah
memburu perasaan sepenuh puncak ketentuan
menguras wibawa kebijakan lampau harapan


Hulu Sungai Selatan, 5 Desember 2020

Jakarta, 5 Desember 2020







SELERA PENDAM MENGURAI LEMBUT CAHAYA BIAS
Karya : Akhmad Husaini

Menyelami segala perasaan penuh jalan meniti
selama itu masih bisa kau raih dengan pasti
dekap lirih berpantang ketentuan resah
agar kau tak penasaran dengan hal itu
dalam katan pagutan rindu terpaan jejak
pengaruh arus pongah bertaut nada bijak

Selera pendam mengurai lembut cahaya bias
berteman nyata berhimpitan tegas melintas
melihat kenyataan yakinlah jadi pemenang
terpaut kerinduan pentas mengurai idealis
lampau igau saling kekang wujud perdaya
jalan sendu mengiring rindu langkah upaya
petuah merasuk keinginan intisari melurus

Wujud berpantang konotasi limpahan gerus
memikat ragam candaan hati terpana gerutu
menerpa konsep wacana lebih menata desah
celah kosong menambat gerus membentang
datang dalam hunjam menangkis tumpah
sesal kelembutan kehendak malam terarah

Memburu asmara irama celoteh musim tentu
ketenangan diri berhimpit kemesraan kondisi
sebatas kemampuan bertarung idaman ambisi
beragam bias sahaja terurai cumbu memburu
senang pilu gemilang berpantang cara pusaka
pergerakan seteru wujud intonasi memercik

Hulu Sungai Selatan, 4 Desember 2020





·

RAGAM KEMUDI BERSERU LAGU-LAGU TANGGUH
Karya : Akhmad Husaini

Kalau semua terkonsep baik wajar terjaring
tak usah ragu lagu nyata gelombang mengiring
tajam ingatan mengabdi anggapan suara nyaring
menuntas kualitas lebih baik sekarang menyerta
untuk terus terhindar masa depan menggugah
tetap di sana akrab dengan sepenuh jengah

Ragam kemudi berseru lagu-lagu tangguh
terindah memuat gembira menggugah
dalam ketentuan rasa menantang tegas
niscaya kau akan menemu sunyi seluruh
sepasang rindu mengintai gamang
lerai waktu gemuruh bersisian
jangan terlalu diambil pusing

Berteman banyak kehadiran menuai pualam
kelana mencapai harapan hidup semampai
kau akan tahu kehendak dekapan mimpi
cerita indah penuh warna kenduri kelam
tajam setia senantiasa menebarkan senang
mencari rasa betah menanggung paksa batas

Tidak tahu padanan cerita melanda hakikat
kemungkinan suara kenduri membuat aksara
rinai seloka mengurai gairah retas bertemu
gemulai arus harapan nyata riuh menakar
ruang hati meneguh rindu asmara kembang
semburat waktu gigih gejolak erat menikam


Hulu Sungai Selatan, 3 Desember 2020







TUNTAS HELAI IMPIAN MERAJAM FIRASAT HAKIKI
Karya : Akhmad Husaini

Karena kau begitu hebat denganku adanya
senang senantiasa menakar retas lamunan
seutuh keadaan nyata menebar kebanggaan
naluri meniku peraman gamang berperi
sempurna meluruh rindu menjadi mutiara
dedikasi tinggi realita penuh romantis

Tuntas helai impian merajam firasat hakiki
mencerna perlakuan khas kian statis
ritmis mencumbu rasa iri berbilang elegi
menuanglah aku siasat pandang merindu
hanya ini kemampuan bentang aku miliki
dedikasi lantas mengulang nyanyian terang
kecipak kehendak kemelut riuh bentang

Lelap watak kesempatan semua menggerus
seiring waktu terus berjalan penuh pasti
satu kesempatan sikap kumandang tentu
genggam naluri menapak suasana pantang
lembut cerita penuh warna menopang rentang
harus ada segala merayap segala pantang

Menikam kehendak menyimak tuntas
bergelut intim sendu tempias tengadah
tak harus ada obsesi firasat canda watak
kau tentu bisa mengira sehingga meraih hasil
berpeluang tinggi pantang kendala terpana
senandung rindu klasik tak sampai menderai


Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







MENUSUK CANDA IRAMA PENUH KELANA
Karya : Akhmad Husaini

Menebar canda lampaua syahdu menanti
simpati diri menoreh cerita pendaran lagu
hanyut pikiran menambat selasar memburu
apakah akan kelebihan kata-kata menumpu
amanat jejak mengurai cerita panjang tersipu
setelah ikat asa menyingkirkan prasangka

Menusuk canda irama penuh kelana
geliat naluri sempadan intonasi sendu
nama besar kesunyian upaya mendalam
mendera retas gelora hinggap sempurna
pendam sinar terang tersentak niscaya
menatap tangguh perjuangan etos berawan

Adat istiadat cengkeraman kenangan silam
terbangun semu meneruskan impian setia
perangkap hidiup kesan tak begitu nyaman
kilau permata menampak wajah rupawan
sanubari hadirkan kuasa tekuk lutut jemari
kau tahu sapa memantul gejolak nurani

Masihkah kau akan lupa tentang hal itu
lembut kinanti merangkai jejak berperi
masih ada terus usaha menandas wacana
saling ceria dalam kebersamaan intim
siasat diri terkekang poranda sempana
selalu ingat akan keadaan tampak ceria

Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







GEMPITA MENATA PENGARUH PINDAI TEMPIAS
Karya : Akhmad Husaini

Itu sebuah ketidaknyamanan sengaja menjaga
tegas memukau pengaruh terpaan bimbang
derap jelajah kemudi berat membalut kiambang
kemudahan saling menampak binar hamparan
segala tentu merujuk ketetapan penuh tebar
keingintahuan dimiliki memang benar

Gempita menata pengaruh pindai tempias
jangan sia-siakan waktu tentu menutur
kesenduan menuju ikatan memihak tentu
mendesau luruh kemungkinan terhenyak kelu
segumpal ilusi menegaskan tipuan membentak
senarai kompak meneruskan cerita menata
teruslah berjuang agar hidup dinamis

Serpih sendu menudingkan jangkauan statis
pintal lamunan jelita menghibur debar mantap
pandangan diri menata penuh kenduri pintal
kau akan bisa meraih segala mimpi sepenuh arti
teruslah berlalu memikat ragam perasaan meniti
status senang gembira sebelum jadi idama

Ragam sangkaan lerai peratapan berbalut peraman
hari bebas untuk ketentuan pindai petuah nyata
jelmaan pasrah dan gagah mengurai tabiat rasuk
belenggu terpaan cerita penuh kecamuk suntuk
ada banyak hal cinta penuh harap menderap
entah harus berbagi aksi menimpa lindap


Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







HEGEMONI MERDU MENERIAP SAPAAN KELANA
Karya : Akhmad Husaini

Awal pendaran selau ingat seloka semarak
berbalut rentang firasat menuai ego prahara
semangat seperti dulu katanya hadir merasa
siapa dahulu sapa aku dengan sepenuh bangga
lembut ingatan berpantang jarak meneguh jelas
dedikasi jitu asmara menjuntai serta bungkam

Hegemoni merdu meneriap sapaan kelana
bingkai emosi tinggi kelana sempana
perih teramat jauh pandangan terpana
dalam diam sunyi terus riang berpulang
semua jejak hidup lebur hasrat selaras
semua nyata menyerta bentang kian gigih
akan selalu ada jalan menghimpit berdalih

Bermula kehendak merelakan segala mampu
sangka menembus jurus gelap malam tentu
rinai dendam keutuhan dalam meramu nyata
apapun itu asyiknya melenakan perias musim
menggerus imaji terkekang lagu rindu intim
melakukan semunya kehendak hati justru

Kilau terbayang menatap pihak penghantar
langkah panjang jalan nalar kebebasan sejajar
terus menatab kesunyian dendam kerinduan
dentam semangat merajut perangai bersampiran
menikam percumbuan arus beriring dentang
canda senarai interaksi terikat kesadaran meniku


Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







KENDALI ARGUMEN SENTIMEN MENERAWANG
Karya : Akhmad Husaini

Sadar terkadang watak menoreh pijak tuntas
ungkapan kata keterkaitan lamunan maksimal
pagutan nyanyian sendu menoleh serpih tuntas
menebarkan peduli teramat jengah tabiat tegas
apakah kehadiran warna meniku penawar retas
cernaan positif kinanti petuah bawa bimbang

Kendali argumen sentimen menerawang
tendensi penuh intonasi kemestian gamang
jeruji percuma hadir daulat menuntaskan
kau tahu semua kegelsiahan membawa arti
meriah pendaran segala niscaya peram pelangi
semburat hari dengan nyanyian kenduri pagi
kemestian itu sudah terlewati begitu sungguh

Mementang jalan kenangan kian tangguh
segala sesuatu kau jalani menderai lekas
tumpah ruah renjana beribu janji menaut
bayangan rangkai mimpi sepenuh kalut
arah menggerus tumpuan merajut ambisi
pergi dengan ego kenangan begitu pasti

Menawan membuncah elegi kombinasi
sapa akrab kerinduan mementang sendu
tentang kesendirian semayam begitu tentu
belai suasana lamunan diri kian menatap
tirani kelindan menaburkan kabut membara
sudut harapan jawaban merasuk sentak


Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







·

KESEIMBANGAN SUNYI BINGKAI RAGAM MENDERA
Karya : Akhmad Husaini

Denyut harapan menuju sudut keyakinan arus
hubungsn saling menegas rentang bergema
belenggu raih tumpuan janji penuh luruh
redup harapan bermimpi niscaya penasti
bersepahaman jarak kenangan indah menata
kembara waktu menuju ketentuankian ragu

Keseimbangan sunyi bingkai ragam mendera
kombinasi luar biasa cukup menguji kentara
meramu langgam ingatan teramat ide menarik
kelindan arus terbenam sepenuh gelimang
sangkaan belaka menorehkan tujuan belaka
membentuk karakter banyak ambisi lara
tanggap lamunan kecamuk optimis merasa

Semangat tinggi terka bangga terkira
aturan memikat diri terbelai penuh makna
rencana diri untuk terus kian mencumbu
sudah pernah ke mana saja dengan manja
tak punya apa-apa nalar umpama senja
terus nyata merenggut lembut purnama

Tuntas merasuk percumbuan nasib diri
lingkup senarai bentang penuh tirai
benalu rindu terpaan canda kian intriks
berdamai keadaan tentu risau tabik
semua senang membelai hati seksama
ketetapan awal terbina bersama sungguh


Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







HIDUP MENAUTKAN PERIHAL JEJAK MEREKAH TENTU
Karya : Akhmad Husaini

Tentang ketentuan tersapa begitu jelas
renjana menyangka gerilya kian pantang
kemana saja kau pergi sepenuh senang
lamunan memendam kehendak bersamaan
hanya akan membawa bayangan hampa
kesempurnaan jalinaan diri buncah gerutu

Hidup menautkan perihal jejak merekah tentu
seribu irama mencanda mementang aturan
aransemen merasuk alam kian tak nyaman
apalagi itu sudah menjadi pilihan amat bijak
menegas retas aturan warna kata kian merasa
membelai gamang kesepian terus bersunyi diri
terus pergi jauh untuk upaya tinggalkan semua

Niat hati akan selalu mencanda perihal meniti
sempadan naluri hati mencegah tumpuan sejati
getaran rindu terus merasuk cernaan pindai arti
merayakan banyak kemauan terbungkam waktu
segalanya akan tahu merenda irama terharu
proses senantiasa membumi rekahan sendu

Semesti nalar tersemai tengadah gundah
menanam ragam ketentuan ancaman merdu
menoreh asmara hasrat bersua gigih rinai
lamunan menggerus senyap nalar berpindai
mengerti akan banyak hal terus dilakukan
tak ada kesan senang hinggap pengaruh


Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







SENARAI RINDU LINGKUP PESONA MEMBELAI
Karya : Akhmad Husaini

Jejak mengigau sengkarut pilih berganti
dalam kenangan naluri taktis kalut gerimis
tertanam banyak masa merasakan terlena
memilih jalan aman bagai peraman silam
berebut kehendak mendambakan pasrah
benteng aturan tanpa senyum kumandang

Senarai rindu lingkup pesona membelai
segmen sunyi terkenal lamunan jingga
menjalin diri restu kalimat jejak penasti
nelangsa saling pindai tertanam himpit
senyawa asumsi terbersit hampa membelit
sunyi memantik suntuk lerai wibawa
jangan risaikan semua bentangan lurus

Sebuah kisah haru menegaskan kultus
lelaki bersayap terbang melintang arus
menari sandera permainan gejolak sempana
senarai hentak meneruskan percumbuan rona
belenggu kemestian teruslah segenap risau
sehingga kau bisa bermesraan sejauh waktu

Masih banyak angan memantik kelana restu
harus memikirkan ketentuan paloma bidang
sampai kapan kau hentikan dengan batas
siasat diri meneguh balutan gempita lintas
intim dengan kejujuran selalu mengiring
panjang nada menata gemulai hasrat intim


Hulu Sungai Selatan, 2 Desember 2020







·

MENIKAM PERAMAN JANJI MENAMPAK GERUTU
Karya : Akhmad Husaini

Akhir semua batas lampau jelita meneriap
masih akan seperti dulu apa sebabnya meniku
tetap berada di tempat gelimanng membeku
ketetapan sempurna sadarkan kehendak berliku
pancaran diri sepanjang batas igau perilaku
hanyut sendu sadar datar inspirasi semua

Saling mencinta lubuk harapan terpaut sukma
meraba petuah sangka ranum gempita terbatas
runtuh seloka terbelah keluh tandas menandas
merekam etalase laksana terbuai irama tegas
tersibak notasi rindu asmara gelisah menjalin
pengaruh keinginantampak beda dengan lain
tarian indah kupu-kupu pagi cerah menjalin

Menikam peraman janji menampak gerutu
hidup sengkarut warna petang kian meredup
sumber ketentuan menunggu tambatan berlalu
datang berkembang sendu tautan sendu berpadu
tak memaksakan lingkup segala tawaran perisai
saling menggores kenangan menempuh sangsai

Keinginan tinggi menggapai segala puncak
terus merasa sunyi peraman pendar malam
meneguh rasa kerinduan janji segala senja
lamunan memijak cernaan serangkai waktu
ketegasan diri jitu kemelut arus segalanya
upaya nalar kenduri penuh beragam makna


Hulu Sungai Selatan, 1 Desember 2020







JEJAK TERPANTAU MANIS PRASANGKA MENERPA
Karya : Akhmad Husaini

Kilau senandung sendu memintal kendala
pengharapan baru sepenuh kepastian indah
jelmaan janji lagu-lagu memantik kasidah
merasuk tikaman sendu semburat mengurai
ikhtiar kerinduan memendam gejolak syahdu
intim membenam cahaya kelembutan merdu

Jejak terpantau manis prasangka menerpa
mengejar semua ketertinggalan rasa suka
berjalan mengiring restu semakin sangka
membingkai rasa kelabu menawarkan geliat
semua bisa saling menuang celah tertinggal
menakluk sunyi tentu dentam kehidupan
ironi senarai pantau siasat lagu temaram

Warna hari teruji kemampuan sangkaan elegi
tak perlu sedu sedan menakar jelas tentu
dalam deraan banyak diam merestu cumbu
berkesinambungan suara penuh remang
derai seimbang kesungguhan kultus berperi
pejam histeria lagu meramu senada meneguh

Membawa niscaya lamunan semesti kelabu
walau jarang tengadah cukup jauh merambat
menggelorakan sesuatu agar bernilai manfaat
lingkup tingkah polah tertanam rindu bimbang
keunggulan dalam kenangan bias merestu
solidaritas kekuatan beremi elegi sementara


Hulu Sungai Selatan, 1 Desember 2020







PETUAH SADAR LANJUTAN MENGGANJAL ARTI HIDUP
Karya : Akhmad Husaini

Selaksa rasa optimis kian berani panjang
keinginan tinggi sendu terlampau watak
agar ada kesungguhan meremang penasti
belahan jiwa jelita terpuruk risau kendali
cara terbaik menyatakan sentuhan keadaan
banyak perlu kedatanganmenemani ratapan

Petuah sandar lanjutan mengganjal arti hidup
capaian gemilang mesti dipentaskan melonjak
hidup akan betah sepenuh bentanganmendera
sentimen wajah pias anulir kembara menginjak
segala gulana menjadi cernaan sambut jejak
naluri sigap irama berpaduan liku penuh tikam
semangat terus menuang perdaya sempurna

Kiambang remang pagi seteru gerutu tunggu
lelap waktu angan bayangan menikam sumbang
mengendalikan arah segala harap petuah ratap
mencinta ragam nista berseru lagu-lagu tangguh
niscaya kau akan bawa menemu sunyi restu luruh
sunyi siasat emosi diri hadirkan segenap wibawa

Pualam kinanti datang menuju seksama
cumbuan sinergi gerus waktu meniku
rasa cinta mendalam terwujud nyata selalu
setia pada status ketentuan hunjam materi
tirani bingkai seteru riuh rintihan perias
keunggulan sensasi kenikmatan siluet


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







·

RENTA USIA TEGAS KEKURANGAN SEPENUH ANGAN
Karya : Akhmad Husaini

Lerai senyap angin berlalu menuntas
datang dengan sepenuh harap melindap
sesalkan angan pengulangan begitu dahsyat
bayang kesenangan ragam impian menyerta
hakikat menancap jangan lupa akan segala
sentimen sendu arus deras berpatut ilusi

Retas bayu kehendak nafiri mewangi
tak harus ada sesalan di kemudian hari
titik intens sempurna menata lagu juwita
mengarung harapanretas inisiatif pasti
statis ingatan firasat intim lagu senantiasa
menitah sleera tingkah kian semburat

Renta usia tegas kekurangan sepenuh angan
sandera banyak masalah senarai berpantas
kekasih terus mendesah pejam tergerus
tak seperti diharapkan dulu lagi memang
kita tentu pernah satu tujuan pasti bersama
menuntas jalan ketetapan memindai harapan
tak harus lelap seteru akan rindu menderu

Seteguh kemauan saling merajut arti
tahta pilu mengendap aturan kenduri
semua tentu paham dengan keadaan itu
nyata merenda kesiapan terus mendera
perkenan warna kecamuk gairah menanti
mengurai segala tentu risau kehendak


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







·

MENUNTAS DERAIAN PADU MENERKA PECUNDANG
Karya : Akhmad Husaini

Apoligi siksa batin terurai kinanti kelabu
melupa ragamrestu bergejolak dinamis
seperti ada mereka lihat sepenuh sedih
penampilan berbeda dengan hati berlabuh
dawai kesunyian meratap dentang melirih
terngiang kecamuk damai membalut bukti

Ilusi kumandang menerpa sendu gerimis
janji terikat lampauan nyata penuh bakti
lebur sunyi mendekam mendayu manis
belenggu meraih tumpuan janji penuh luruh
bisa menegas semua tentang jalan tangguh
lesat rindu lerai sentimen berbalut gemuruh
ada banyak cerita panjang jalan kumandang

Menuntas deraian padu menerka pecundang
senang senantiasa runyam mengurai kelatu
melihat kiambang tegas purnamagemuruh
semakin senang banyak ide dalam kekinian
selalu baru mengejar harapan tangguh sendu
kualitas ditentukan mampu terbaik sepenuh

Tentukan kecaman diri tak pernah terkabulkan
mendekap remang sendu selera aksi menumpu
kau tahu segala wujud mematri kian jompak
teguh upaya pengharapan kenangan mencerna
rinai panjang meniku cumbuan suara tengadah
banyak menanggung beban kehidupan gundah



Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







MENYAPA MANIS SEMUA DENGAN PENUH HASRAT
Karya : Akhmad Husaini

Arah jalan janji seteru menunggu canda
lantas seteru menggapai serius membara
sentimen menanam harap belenggu sandera
membingkai bias kelabu menawarkan gelisah
pengaruh kata dimensi perusak cerita geliat
untuk bisa menyalahkan elegi penuh semburat

Menyapa manis semua dengan penuh hasrat
senyum berjalan sesuai kenyataan lirih
memenuhi segenap emosi diri berperan geliat
persamaan kian gontai merasuk maju teramat
berupaya selalu tetap pertahankan hidup
terlalu salah bisa mewujudkannya nanti
semua butuh proses langsung jadi sendiri

Percaya dengan hal itu memberi makna
menakar ragam kebaikan tambatan kenduri
bicara diri awal merintih poranda tangguh
kalau memang itu ketentuan terbaik sungguh
kekuatan di luar batas saling mementaskan makna
akan selalu ada keinginan lebih membumi

Menjadi panutan diri tetap orang makin simpati
maksimalkan keinginan menawarkan ilusi meniti
selama ada di hati wibawa ketenangan pesona janji
tak seperti dulu lagi memang gapai semua mimpi
memenuhi sadar kehendak menakar ikatan tepi
tentang ketentuan penuh harap helaian jerami



Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







SAMBUT IDE SEGALA IMBUHAN MENGEJAR LAGU RETAS
Karya : Akhmad Husaini

Menerima sapa pongah angan menyerta
berkelit teramat jitu kekuatan berpadu
tegas umpama serta nalar penuh peraman
saling mengiring pijakan kenduri pusara
tegas kesungguhan itu akan kendali berandai
mendamba pengaruh senarai kisah kelam

Sambut ide segala imbuhan mengejar lagu retas
kepastian emosi berderai ambisius ritus getar
banyak kemauan memburu ingatan retas cumbu
segalanya akan merenda irama berserak haru
proses akan senantiasa membumi rekah sendu
sungguh mengeluh diri pada lantunan gamang
lamunan tinggi penuh ruang sendu ranum senang

Titik ihwal kehidupan peraman canda aroma
penawar canda hati meretas damai dilema
takluk kemilau jingga tembus aura hidup
pualam tegas lindapan terbatas kebanggaan
menyimpul arus lebur menguak status rindu
semesti malam semai indah tengadah berpadu

Genggaman sengketa segala damai gerutu
banyak bermimpi terus bergelut perihal jitu
menanam ragam ketentuan ancaman merdu
menoreh ragam asmara hasrat berbias pagi
lamunan menggerus senyap malam pindai
teramat indah nyata ada menyerta damai


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







SERIBU IRAMA CANDA SENANG MEMENTANG ATURAN
Karya : Akhmad Husaini

Kau harus melepaskan dengan yakin tiada
perdaya waktu menyimpul nyanyian elegi
mengenal tentu sepanjang restu menderu
semua dirasa kelembutan arah irama dentang
tinggi igauan pencampuran ringkih naluri
menuliskan banyak kesenangan di sini

Seribu irama canda senang mementang aturan
hadir akan membawa merdu bayang harapan
gundah gulana sangkaan kehendak menuang
melenakan diri sepanjang jejak arus bersemi
terkadang merasa jenuh kerjaan digeluti
momen baik menerpa jejak sahaja tepat

Narasi panjang kehidupan bermasyarakat
pendar mewangi nurani rindu deraian beraksi
sesuatu akan terus menanam hasrat bakti
tirani membelai kesumat canda menatap aksi
membuat segala aturan memuaskan juwita
bayang kesenangan menoreh ragam mimpi serta

Kian bimbang menuai segala kemungkinan paksa
relung pelita genggam serta lamunan tersisa
semangat tinggi memindai amsal ketetapan
antara kekuatanpanutan benak mengulas
menakluk seteru dendam berdentang lindapan
semua bisa saling menuai celah tersengat


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







KELINDAN WARNA EKSOTISME PERANGAI CUMBU
Karya : Akhmad Husaini

Berjalan mengiring restu semakin sangka
dilematis tuntas ikatan gelinjang pualam
mengejar semua ketertinggalan rasa suka
melahirkan banyak mimpi ceria menerka
jejak terpantau manis prasangka menerpa
merasa lebih kembangkan alur penampilan

Kelindan warna eksotisme perangai cumbu
terus bisa membagi arti rindu menggebu
tempias diri jejak sangka naluri ringkih
silam awktu perihal jalan dengan alami
hadirkan wacana kesan sepenuh taktis
larut menggayut pendam nyata menerka
konsekuensi lamunan pengaruh sangka

Sentimen menjalani akulturasi membelai
mendalam sangka keadaan makna mengurai
petuah seksama panjang junjung penawan
memilih menemani gelora wacana pendaran
lerai beban untuk menguji diri mengakar
semua bisa hadir dalam ketangguhan diri

Akan tahu pasti sendiri menerpa bakti
melanjutkan tujuan awal mengejar pasti
gerus waktu terus menumpu silam kenari
terang benderang meniku cumbu berperi
banyak hal mesti dilewati penuh bukti
waktu mengeja senyuman hambar kembara


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020





·

GEMULAI ARUS TIRANI TANDAS MENENTUKAN
Karya : Akhmad Husaini

Menemu rasa sengketa peranan beribu cara
ketentuan satu kelana jalan tabik meretas
lihai berkelit upaya menegas menggerus
membalut rindu bertaut menuntut sudut
tentang segala watak ambisi ritus kalut
nyata tersentuh diri kentara pendam

Gemulai arus tirani tandas menentukan
akan selalu ada tingkah menata ritmis
kepenatan langkah berhembus bias
mimpi-mimpi mendesah kemungkinan
ada ketentuan menyampir langkah padu
kau bisa tahu lebih jauh tentang hal itu
notasi rindu sepenuh tentu sadar meniku

Jaga hati sepenuh nyata mengurai makna
dentang ibarat wacana kekuatan kultus
bernaung pada banyak harapan menimpa
kendali gerus makin sejati mengupas kenduri
gundah gulana seiring jejak penuh pantas
wajah jelaga menegas harapan berjanji

Kemampuan penuh membingkai siasat
mimpi lelap wajah seteru mencumbu
rimbun meniku jejak jelas penuh tabiat
ketegasan diri igauan hari menimpa
hal biasa dengan mudah digapai semua
ragam pesona merasuk kinanti derita


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







NUANSA BERBEDA PENGARUH DIRI GEMURUH KONDISI
Karya : Akhmad Husaini

Melankolis risau yakin senandung riuh
ambisi hadir tersentak tikaman latah kelatu
lihai bawa menyangka segala kian membara
kesenangan bersungguh-sungguh belai tirani
yakin bila itu kau tahu semakin tegas khasiat
hadir banyak wibawa utama ragam janji manis

Nuansa berbeda pengaruh diri gemuruh kondisi
nalar gemuruh ruang kosong hampa lara
harapan untuk selalu mengandalkan dinamis
episode drama semantik waktu pura-pura
dimensi jengah jejak penuh arti pantau siasat
langkah sendu berkecamuk membawa buntu
apalagi waktu penuh merajut remang mendera

Terkadang lengang berserah gerimis bersisian
menebar rayu keinginanrekah sementara
mendendam maju bergulat keperihan diri
kenal satu samalain terbungkam ritmis
jauh perdaya mementang lamunansumbang
saling beradu argumentasi untuk menan

Kau bisa tahu akan segala rasa terpuaskan
ingatan tersudut maksud lintang ambisi
mengajak akanada lingkup terpaan senja
pualam retas paloma kembara lambung
apakah aku bisa melintas sejauh sengaja
semoga terus memberi arti kapan menduga


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020







LANTANG KETENTUAN TENDENSI KIAN PAKSA
Karya : Akhmad Husaini

Berdamai dengan keadaan teramat merisau tabik
hadir laksana aturan senantiasa merasuk
tinggi naluri cerna sembilu menuju malam
optimis derai menerpa semua dengan nyata
semua nyata kau tebarkan dengan pualam
sajak melankolis menikam asmara arus kondisi

Lantang ketentuan tendensi kian paksa
sejauh mungkin pendaran mengurai rasa
menangkis perasaan kenang terasa lindap
peluang besar menatap jeli berpihak serius
awal bagus langkah pasti tebaran kondisi
lengkap sempurna membekas harap menatap
kau akan riang sepenuh pantang ambisi

Menarik lantas di depan mata menyisi
semua minimal seperti biasa bersaksi
sepenuh jalan mengurai renta diri serasi
segenap waktu memenuhi jalan panjang
iklim keceriaan mimpi menagih janji restu
bawa suasana hari penuh ketetapan gempita

Riak kegelisahan cahaya mendera gurindam
perjalanan membias ragam kecamuk pendam
taktik membentang risau tancapan gerutu
memantau sepenuh sigap arus terurai alami
merona jejak penuh warna kinanti bicara
kemana arah mesti tertuju segala pendam


Hulu Sungai Selatan, 30 November 2020

























Kumpulan Puisi Mohammad As'adi - DALAM SUNYIKU



Dalam Sunyiku

Dalam sepi meluka dalam rindu
Pada sebuah prasasti
: Cinta menjelma jadi laut
Cinta menjelma jadi gunung
Cinta menjelma jadi kehampaan absolute
Dalam semesta mengheningkan cipta
Aku adalah semangat cinta
Tapi Ia telah pergi
Ruhku direnggutnya

2
Kesejatian dan cinta aboslut
Kau hamparkan di tujuh langit berlapis-lapis
Lalu Kau taburkan sebagai butir-butir
Pada awan berarak , pada embun
Rembulan dan matahari
Di selembar sajadah
Kupandangi dengan air mata letih
Sampai aku tak tahu dimana ia berada

Wahai sang pencipta
Dalam hati pengelana
Wanginya sekutum mawar
Kau hadirkan kembali
Dalam alunan seruling cinta para sufi
Aku mencari cari
Aku mencari cari
Dimanakah ia ?

Ya raab datangkan deritaku
Datangkan sunyiku
Ciptakan rinduku
Datangkan kehampaanku
Karena dengan begitu
aku takut berpisah
Dengan MU, sampai mautku
Memisahkan ruh dan jasadku
:Bahagiaku
Ketika engkau menyapa dengan nestapa
Yang kemudian kau hanyutkan
Aku dalam rindu

Temanggung 2611202



Cahaya Bulan Setengah Usia
(setahun kepulanganmu)


Cahaya bulan setengah usia
Merambati gumpalan awan musim hujan
Tak henti bercerita
Harapan dan keputusasaan
Sepertiga malam ini
Seperti membawaku kembali bartawaf
Dalam pertapaanku yang sunyi
Sambil mengenangmu wahai
Hembusan angin senja laut merah
Di bawah matahari penuh
Di ketenangan ombak
: kita pernah singgah
Menulisi kilau lautan jingga
Dengan cinta di bawah naungan cinta
Kini ia tinggal senandung cinta yang sunyi

-Dua belas purnama dalam kabut nestapa
Dan kesedihan. Dua belas purnama meniti jalan baru
Menuju pemenjaraan raga, menepis segala fana
:aku juga bakal pulang ……..
Kami semua bakal pulang…….
Kami tengah menuju kesana

- Sebentar lagi purnama
Untuk yang ke dua belas kali
Dan aku bertanya-tanya
Pada purnama keberapa
Kapalku meninggalkan sauh
Berlabuh dalam pelukan Nya?

2
Berjuta kesenyapan memutar jiwa
Dalam kesenyapan memabokkan
Aku menyebut MU
Dalam pusingan jiwa para dawis
Mabok cinta
Cinta berkata padaku
:aku akan menenangkan jiwamu
tunggu purnamaku
Karena cahayanya adalah cahayaku
Dan cahayamu


Temanggng 122020