RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 10 Februari 2018

Kumpulan Puisi Siamir Marulafau - KEJAR IMPIAN MU



Anda hanya dalam hidup anda

Aku di kasih sayang
Tak pernah aku rindu kemanapun aku bepergian
Walau di senja, kau ada di pikiranku
Kamu adalah bahan bakar hatimu

Kau hanya cinta mu
Kamu adalah bahan bakar hatimu
Yang tidak pernah di jauhkan dari darah
Sejauh ini aku menatap

Kau hanya cinta mu
Yang tak pernah ku lupakan dalam hidup
Biarkan pohon menjadi saksi
Bahwa Cintamu terlihat seperti laut diam

Anda hanya dalam pikiran
Dan Jadilah mawar dalam hidupmu selama laut tidak mengering
Aku berjanji sampai matahari muncul
Untuk memberikan pencahayaan cintamu

sm/10/02/2018,copyright





Kejar impian mu
siamir marulafau


Mimpi adalah gambaran hidup mu
Untuk mengingatkan saya untuk apa yang saya pikirkan
Dan Kadang-kadang mencapai target
Sedangkan ambisi muncul

Tak pernah ku rindu untuk mengejar mimpi
Yang akan membawa tanda dalam kehidupan
Ini memiliki tujuan dalam hidup kadang-kadang
Mungkin tidak dirindukan dalam mimpi buruk

Kejar impianmu secepat mungkin
Itu menandakan hal yang berharga
Dari titik awal kau bermimpi
Sebagai pengingat tentang gambar anda

Jangan biarkan mimpimu pergi
Harus dikejar secepat mungkin
Cobalah untuk memahami sebagai bulan menunjukkan
Itu akan menjadi petir beberapa hari lain

Selama dunia ini milik kita
Bahwa Impian Anda akan menjadi mutiara kehidupan
Yang harus dijaga selalu
Mulai sekarang dan kemudian sampai mati

sm/10/02/2018,copyright





Cinta pada pandangan pertama
siamir marulafau


Perasaanku benar-benar kosong
Apakah seperti awan mengembara di langit
Dengan siapa aku datang untuk mengatakan cintamu
Untukmu adalah salah satu mawar mu

Mekar di bawah pohon di bawah bukit
Kepada siapa aku mengatakan aku memilih sekali dalam hidup
Hal ini begitu indah untuk mengakui
Bahwa Anda benar-benar dalam cinta pada pandangan pertama

Yang mungkin tidak terlupakan sampai mati
Bahwa Anda adalah mawar anda dalam hidup anda
Kamu adalah bahan bakar hatimu
Tidak ada hidup saya tanpa anda

Karena Anda adalah matahari untuk memberikan pencerah
Bahwa Anda bersinar perubahan dunia
Yang tidak mampu mengatakan lebih dari ribuan kata
Bahwa kamu benar-benar mutiara hati

Untuk menukar gelap
Bahwa Aku benar-benar mengaku dalam kehidupan
Muncul dalam hidupku
Yang di hargai seluas lautan

sm/09/02/2018,copyright.





Esei:
HALAL ATAU TIDAK?
Karya: siamir marulafau


Di lobi hotel Mirama banyak sahabat-sahabat Numera, dan aku pun tak menghitung pakai jariku lagi karena aku sudah mengenal mereka walaupun sebahagian mereka tak mengenal identitasku tapi cuek saja.Perduli amat,itulah yang terpikir dalam benakku.

Salah seorang mereka mengajak aku jalan-jalan di kota yang besar ini dan aku tentu tak akan menolaknya, cuma aku kadang termenung karena aku tak tahu mau ke mana dibawa aku.Aku sangat bersyukur karena temanku yang satu ini sangat ramah dan aku tak habis pikir,,,,,kok baik kali nih orang.Memang orang dari Jawa tengah ini ramah-ramah,dan apalagi orang Malaysia.,ramah sekali.

Tak lama kemudian, rombongan Numera turun dari lantai 7 dan mengajak kami mengopi di seberang jalan yang tak jauh dari hotel itu,dan itu pun agaknya sulit untuk diterka apakah makanan dan minumannya halal atau tidak?Salah seorang dari temanku tak mau minum kopi di warung ini karena pikirnya segala sesuatunya tak halal,,,,,,wah,wah,,,,susah bangat di sini,dan sudahlah,,,,,sudahlah dan tak mengapa.Ayuk! Duduk saja di sini,aku ajak mereka karena aku sudah merasa letih sekali tapi mereka tak setuju dengan gagasanku,sudah terserah kalian semua.

Untung sekali temanku yang satu ini punya ide mengajak kami di salah satu gedung yang agak lumayan tingginya,dan terpaksa kami naik lift ke lantai 13.Aku sangat tertegun setelah sampai di atas, dan rupanya kelihatan sebuah kolam renang yang agak kecil tapi airnya sangat bening.di sinilah kami berbincang-bincang tentang sastra sambil menyelam minum kopi dan ada pula sebahagian berfoto-foto,dan aku pun tak mau ketinggalan.Aku mengambil selulerku dan meminta salah seorang teman mengambil gambarku dan perasaanku sangat senang karena bergabung dengan teman Numera.

Salah seorang dari mereka yang tak disebut namanya memberitahukan pada kami bahwa pertengahan bulan April mengundang kami berseminar di singapura,dan itulah maklumat yang sangat penting,pikirku.Memang hal ini salah satu momentum yang amat baik berkunjung ke Singapura dan aku pun berpikir,,,,,,iya kebetulan karena aku sudah lama tak berkunjung di kota itu, dan coba bayangkan aku ke Singapura tahun 1987,,,,,wah,,,lama bangat,dan sesungguhnya kangen sekali akan mencium aroma kota itu.Aku berharap moga undangan seminar itu tercapai meskipun dalam anganan bahwa biaya hidup di Singapura sangat mahal karena nilai uang mereka sangat tinggi dibanding uang Indonesia,,,,,dan mau ke mana dibawa uang jutaan rupiah ini?Pikirku demikian,dan akan terkapar di jalan Orchard Road jika uangnya hanya sedikit di bawa ke sana.

Pikir demi pikir,teman yang di sebelahku bertanya, dan bagaimana penginapan jika aku ikut pada seminar itu?Lantas,
Ibu Rima menjawab."Tak usah khwatir,Bung.Hotel-nya ditanggung tapi yang paling penting seminarnya lancar dan sukses".Aamiin.

pdlc/07/02/2018





Esei:
DI BAWAH LINDUNGAN NUMERA
Oleh :siamir marulafau


Aku hanya menyelimuti diriku sepanjang sinar tak redup di ufuk Timur.Aku berada di bawah lindungan Numera,yang tak akan asing di dunia sastra.Lahirnya dunia sastra sepanjang lahirnya manusia dapat berbahasa dalam memperindah cakrawala bahasanya,dan bahasa apa pun yang dipakai terserah,dan ini tergatung pada seseorang apakah dia orang Malaysia,Indonesia,Brunei,Singapura,Bangladesh atau Thailand,dan ini aku hanya cuek saja.

Seorang teman bertanya padaku,"Mengapa dikau tertarik dengan Numera"?Aku terkekeh-kekeh menjawabnya, dan kemungkinan dia tak tahu apa sebenarnya makna Numera.Toh,juga dia tak mengerti sama sekali.Pikirku.ika dia bergabung dengan numera, akan tahu bahwa dalam grup itu, akan tahu segalanya bahwa tak akan membiarkan seseorang terkapar dalam mengetahui dan menelaah serta mengidentifikasi sejarah perkembangan dan kelangsungan Sastra Melayu.Sastra Melayu bukan hanya saja berkembang dan populer di Malaysia tetapi juga berkembang di negara-negara Asia ,seperti :Indonesia,Thailand,Singapura dan Brunei Darussalam,yang pada hakekatnya Sastra ini memiliki keunggulan dan ciri khas yang amat besar bersumberkan pada Al-Qur'an dan Al-Hadist.Semua pengarang baik,penyair,novelis,cerpenis,eseis,adalah dikategorikan sebagai sastrawan Numera yang karya-karya mereka merujuk pada isi kandungan Al-Qur'an yang tidak sama dengan karya-karya sastra di Barat dan sangat tidak terpengaruh dengan gaya penulis-penulis Barat.

Mendengar dan membaca esei yang ditulis ini, teman saya pun di kampus biru, Universitas Sumatera Utara, Medan-Sumut tertegun,,,,,,,entah apa yang membuat dia tertegun? Aku tak tahu, dan kemungkinan dia ingin bergabung dengan Numera.Lantas, tak berapa lama mendengar penjelasan tentang Numera, Pak.Hariady pun mulai tertarik,,,,.nah jika demikian,aku merasa kesal,dan mengapa tidak sejak hari itu, aku tak bergabung ke Numera, "Apakah ada penyair dan sastrawan yang amat populer di Numera itu"? Dia bertanya padaku, dan aku pun sambil tersenyum menjawabnya.Wou,,,,,tentu saja Bung.Di grup sastrawan Numera itu banyak sekali paka-pakar penyair, penterjemah, pembaca puisi,penulis novel, cerpenis dan esis,dan juga beberapa jenis karya sastra lainnya,termasuk Gurindam 12, yang amat populer pada abad ini,dan pengarangnya yaitu seorang sohib saya di Banjarmasin, Iberamsyah Barbary, dan satrawan lainnya adalah Widodo Abidarda,Lily Siti Multatuliana Sutan Iskandar(sebagai pembaca puisi), Narozima Abubakar, Aminur Rahman, Dr.Ahmad Khamal Abdullah,dan Hudan Hidayat,siamir marulafau, Dr.Raja Rajeswari Seetha Raman, Shirley Idris, Noor Baini, Nashuha Jamidin, Hj.Harisharis, Rima Re, Ahamir Ahmad ,Prof.A.Halim Ali, Ratnasam, Mazlan Noor, Asmira Suhadis, Putu Ikhirma, dan lain-lain yang tidak disebut namanya.

Oh! Begitu,,,,,kata salah seorang teman saya di kampus, yang selalu memberikan dukungan padku jika aku pergi ke Malaysia,,,,dan walaupun hanya semalam di Malaysia dan rasa-rasanya enak sekali di negara jiran ini yang kaya akan sastra dan sangat menghargai nilai sastra,apakah nilai satra di Indonesia sama atau tidak,,,,,,,,dan sambil mengopi, aku hanya termenung sejenak memikirkan nasib sastrawan di negaraku.Aku tidak selalu pesimis tapi selalu optimis,,,pikirku.Ah! Tak usah jadi pikiran tapi yang penting, ada sebuah buku bertajuk, "Apa Dan Siapa Penyair Indonesia"?

Jika aku teringat di waktu berkunjung di Perpustakaan Negara Malaysia di Kuala Lumpur,di pintu pertama gedung itu, ada pameran buku untuk dibaca dan ternyata setelah aku sentuh dan membacanya, buku-buku itu di tulis oleh Sastrawan Negara Malysia bernama Dr.Kemala,,,,,,,,wah,,,,,wah amat banyak bukunya,dan membuat saya kagum melihat dan membacanya karena buku-buku yang ditulis itu berbau sastra Melayu dan bandingkanlah. Dia menulis sejakberusia 10 tahun,,,,,masya Allah,menakjubkan hatiku sebegitu banyak buku-buku karya sastra ditulisnya lebih kurang 100 buah buku,,,sampai usia ke 77.Beliau ini sudah pakar senior dan pantas dihadiahkan Hadiah Nobel Numera,pikirku,,,,,dan apakah tak salah? Dalam benakku,,,,,mengatakkan pantas,,,,bukanlah seorang Dr. kangkung,dan memang benar-benar Doktor sastra,yang harus dijuluki Prof.Sastra,,,,,,iya apa tidak?Apakah ada di negaraku seperti Beliau ini?Pada Puncak 77,saya mendendangkan sebuah puisinya bertajuk "MIM 40" bersama Norazima Abubakar, yang mana puisi itu sangat memberikan makna dalam kehidupan manusia untuk bersyukur kepada Tuhan.Yang menjadi perhatian para pembaca dan penelaah karya-karya Dr.Kemala adalah
karya-karyanya bernapaskan Islam, bersumber dari Al-Quran an Al-Hadist yang merujuk pada kesufian seperti beberapa tajuk puisi yang dibacakan di puncak 77 oleh beberapa penyair-penyair dari berbagai negara seperti: "Dialog Makrifat", "MIM 40", "Surat Wasiat", "Jangan Berduka Malaysiaku", "Di Lembah Anai", "Melayuku", Ada", " Mim Tujuh Puluh", "Kasyaf Danau", "Monolog Yasser Arafat", "Qayyim", " Mim Tujuh Puluh Tujuh".
Wou,,,asyik benar penjelasanmu Tuan,kata seorang temanku sambil meneguk secangkir kopi panas yang hangat, dan aku pun terus terang menjelaskan pada akhir eseiku bahwa Numera sedang berpikir ke depan tentang kelangsungan dan perkembangan yang amat dahsyat tentang Sastra Melayu sebagai khazanah budaya bangsa yang harus dilestarikan dan diterapkan dalam kehidupan dunia sastra.

Medan,pdlc/06/02/2018.





Puisi 1 Bait :

KASIHMU SEPERTINYA MEMBAKAR JANTUNGKU SAMPAI KUTERHEMPAS DENGAN SEMILIR ANGIN SEPOI//sm/29/01/2018





DEBURAN OMBAK
siamir marulafau

Akulah deburannya
Gemersik air garam tak akan tenggelam
Sepanjang deburan tak berombak
Melukis detik kerinduan di hamparan
Bersatu dalam Numera
Berpadu dalam syair
Di kala senja bersinar
Sebelum pincalan berlabuh ke tepian

Biarlah layar terkembang
Di kala langit bersahabat
Sebelum kayuh patah
Akan ditunggu di penantian
Meskipun pantainya terjal
Akan didayung sebelum petang

sm/27/01/2018





DEBURAN OMBAK
siamir marulafau


Akulah deburannya
Gemersik air garam tak akan tenggelam
Sepanjang deburan tak berombak
Melukis detik kerinduan di hamparan
Bersatu dalam Numera
Berpadu dalam syair
Di kala senja bersinar
Sebelum pincalan berlabuh ke tepian

Biarlah layar terkembang
Di kala langit bersahabat
Sebelum kayuh patah
Akan ditunggu di penantian
Meskipun pantainya terjal
Akan didayung sebelum petang

sm/27/01/2018





TRANQUILITY
siamir marulaau


How to gain tranquility in life
That is a main point to achieve
The life should be in tranquility
Rather than to be chaotic

It seems like calmness
That makes life be peaceful
To keep in every man's heart
With no trouble in life be found

Keep tranquility in lives
That might be a pearl in a dream
Though life is like a bubble
That the child blows up in the air

With no peace without it
That life will be like a gold
And let it be like a nest
To make birds be trapped

That tranquility is a precious
To evoke a spirit with no emotion
Which indicates a success
That should be achieved in the lives

sm/27012018,copyright





Cinta itu TUHAN
Siamir marulafau


Tidak ada yang menghindari untuk mencintai Tuhan
Untuk memberikan surga untuk orang itu
Untuk memberikan kemuliaan dan berkah
Yang harus disyukuri untuk semua

Jaga cinta pada Tuhan
Yang mungkin membawa kesuksesan dalam hidup
Daripada memberi kutukan
Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dan tidak seperti seorang pria
Di dunia ada bahwa Tuhan jauh berbeda
Apakah tidak seperti hal-hal tampaknya
Hargai dan kasih Tuhan

Karena Allah akan memberikan rahmat
Bahwa semua makhluk akan diselamatkan
Sebagai Pencipta semua makhluk hidup
Harus dipuji dan berdoa

Cinta satu dengan yang lain tampaknya seperti cinta tuhan
Cinta itu benar-benar seperti matahari bersinar
Untuk mencerahkan dunia yang berubah menjadi pencerah
Cinta itu adalah anugerah yang berharga

sm/27/01/2018,copyright.





PERSEVERANCE
siamir marulafau


Life is sometimes up and down
Is like a season to move from a month to another
Perseverance is a glory of life
That arises and comes up from human spirit

Let life be in perseverance
That seems to be important for extravagant
Might be brought advantage in any field
To keep life be more better then

Perseverance is a precious gift
That indicates human activities
How he or she is doing everything in lives
That shows a task for human lives

To improve better life
That perseverance is like a golden daffodil
To pick up in the day time and night
And to be graceful attachment in the lives

sm/27/01/2018,copyright





TRUTHFULNESS


It is a right to gain truth truthfulness
While it is a pearl in the lives
To ensure one's self be confessed
If not life is not like a perfume to smell

Keep truthfulness in life
That life will be brilliant in the eyes of the world
That life will be precious
To keep good name rather than be a great liar

Keep the life be in the truthfulness pearl in the lives
For ensure one's self be confessed
If not life is not like a perfume to smell

Keep truthfulness in life
That life will be brilliant in the eyes of the world
That life will be in truthfulness
That life will be seemed like a straight road

Truthfulness is a message of lives
That arises like a planted flowers
Should be kept always
To give a guarantee for human life

sm/27/01/2018,copyright






PAK BUDI GURUKU YANG BAIK
Karya :siamir marulafau

Aku tertanam budi
Tapi mengapa aku tak berbudi
Ilmu kugapai tercitra dalam napasku
Sampai ke ujung dunia pun kuingat pak Budi

Mengapa aku hanyut seketika
Tak menyapa lagi akan budimu
Merasut syetan dalam dadaku
Sungguh tega aku menghabisimu

Sementara budimu tertanam di setiap urat nadiku
Pak Budi guruku yang baik
Dari semula aku berlimpah kasih padamu
Aku bersalah akan tingkahku

Menancapkan duri dalam hidupku
Tak akan bisa kucabut lagi
Jasamu tersemai sampai langit ke 7
Tapi sungguh aku tak meresapi

Daun-daun dikau garami terasa hanyut
Tindakan bejat kubinkai dalam hidup
Menguap tabir kejatuhan bintang di langit
Di kala cahayaya tak benderang lagi

sm/10/02/2018





APA SALAH PAK BUDI?
Karya : siamir marulafau


Aku hanya mendidik
Tak akan menyakiti sampai kulitmu hangus terbakar api
Sadarilah wahai insan,generasi muda bangsa ini
Guru bertindak karena kasih

Bukan membakar semangat dan menyiksa batin
Apa salahku ?
Aku hanya seorang pendidik
Mengubah masa gelap ke masa terang

Dan tak begaji tinggi
Hanya amanah kutanamkan dalam setiap sanubari
Mengapa dikau mencabut rumput-ruput yang kutanam di lereng bukit?
Menggenggam emosi tak berarti

Sirnanya pak.Budi tak bercahaya lagi
Megapa dan ada apa dengan pak.Budi?
Sungguh tak berbudi jika lilitan tali tak terkendali
Meluapkan darah,merenggut napas sampai menerawang di atas langit

Sadarlah,,,,sadarlah,,,,
Wahai generasi,pak.Budi sangat berbudi sampai tititk
terakhir
Pejuang generasi kegenerasi
Berbudi pada setiap insan terdidik

Jeruji besi merangkul jasad tak berbudi
Di ambang pintu kusesali tiada arti
Hanyalah kepada Tuhan dikau bermohon
Jika dosa-dosa dilalui tersiram garam terampuni

sm/10/02/2018




TOL LAUT
siamir marulafau


Laut membiru di kala langit cerah
Jembatanmu menggugah sanubari
Tak akan terdampar di atas buih
Meskipun deburan ombak mmemecah

Jembatanmu menyisir pantai
Di kala gunung melambai
Kota metropolitan berbayang di kejauhan
Gedung pencakar langit menyanyi
Di saat bus-bus kota melintas

Syairku berdendang
Apakah ada di negaramu seperti yang kulihat?
Bukan pujian,,,,,,kenyataan
Jangan dikau korupsi saja

Meleburkan rakyat dalam penderitaan
Cakapmu besar sebesar ombak
Tak menghanyut ke daratan
Buktikan cakap membias sinar kemajuan

sm/12/02/2018
=================================





Surat pertama ku cinta


Itu adalah surat pertama dari saya
Untuk negara betapa indah cinta berada di sana
Saya mengirimkan yang asli seperti yang saya janjikan sebelumnya
Ini adalah surat cinta pertama saya

Yang tidak sama seperti orang lain
Simpan ini dalam pikiran selamanya
Sebagai janji saya yang tidak pernah rusak
Pastikan tinta yang dulu saya tulis

Konten itu tidak menyanjung
Tapi itu adalah salah satu yang mengungkapkan cinta yang mendalam
Yang tidak bisa di desak lebih dari seribu kata
Bahwa Aku benar-benar dalam cinta

Pastikan kata-kata saya,,, pastikan kata-kata saya
Ini bukan semacam menyenangkan
Yang membuat keberuntungan besar hidup
Untuk menunjukkan betapa terang cinta akan ada

Jaga surat pertama ku cinta
Yang menyatukan hati menjadi ikan emas
Untuk membangkitkan tidak ada emosi dengan cinta yang berharga
Yang benar-benar aku dalam cinta tertulis di akhir surat itu sendiri

sm/10/02/2018,copyright





Esei :
ANALISIS PENELITIAN :
Karya :siamir marulafau


Di negara ini banyak sekali wadah yang dapat mengubah negara menjadi NEGARA AGAMA berdasarkan Qur'an Dan Al-Haidst.Tapi ini kan langkah langkah -langkah mereka secara pelan-pelan,dan ini harus memiliki strategis yang mantap dengan pengertian pemerintah secara tidak sadar dan tak tahu taktik,,,,,,,hehehe inilah esei yang digarap supaya mata jangan buta terus menerus dirundung kecerdasan,iya apa tidak?

Kisah esei sangat rahasia tapi apa daya,,,,sudah terlanjut
tersebar luas di seluruh daratan yang amat dicinta, dan begtulah kata kawanku bercerita di kala mengopi di WARKOP di Padang bulan,Medan.Kata kawanku bahwa mereka sudah sangat berhasil menyebarluaskan visi misi mereka tentang kebajikan berdasarkan Qur'an dan Hadist dari mulai cabai rawit sampai ke tingkat Manula (Manusia Lanjut Usia) dan siang malam terus menerus mengaji Qur'an dan Hadist dan jika tidak, akan masuk neraka.

Inilah yang kurasakan sekarang ini bahwa negaraku akan menjadi nantinya negara Islam,,,,,wah,,,,wah knon pula dikau cerita begini,Ahmad?Sok jago kali dikau,mengubah negara ini menjadi negara Agama, dan apakah semua orang di daratan pulau-pulau ini agamis?Iya,,,,kan itukkan ceritaku dan jika tidak percaya,,,,iya sudah.Begitulah prinsip satu wadah kayaknya mereka begitulah,,,,,,begitulah,,,bak tahu saja dikau.Buktinya mereka tak mau salat di mesjid yang bukan mesjid mereka,mereka tidak mau menikah dengan bukan segolongan dengan mereka, dan jika mereka menikah dengan sesamanya harus nikah dalam (ND) duluan dan baru nikah luar(NL) karena nikah di luar grup mereka tidak sah, hehehehe,baru tahu kan,,,,ini semuanya fakta,dan harus pakai otak kau, jangan taruh otak di dengkul, dan ini serius.Mereka punya AMIR bukan Amir Penyair Dalam Lingkaran Cinta,,,,itukan seorang penyair dan dihukum MURTAD oleh mereka karena tidak segolongan dengan mereka,dan bukan hanya itu saja lagi,Bung.Banyak sekali hal yang membuat saparatis,perpisahan diri terbuang dari negara ini dan seolah-olah membentuk negara sendiri,hehehehehe.

Wah,,,,wah,,,begitu ceritanya, gila betul dikau cerita dalam esei ini,bah,,,,dan jika mereka tahu tentang eseimu ini,kan sangat berbahaya bagi diri anda,dan bisa-bisa mereka membunuhmu,,,,,,hehehehehe. Biarkan saja dan aku tak takut karena aku menjalankan yang benar dan membela agama Allah pada jalan yang benar karena mereka menganggap diri mereka sudah benar tapi aku yakin salah semua karena,,,,,,,,karena apa,kawanku bertanya terus,,,,karena apa,sih? Hushhhhhhhh,tak boleh dijelaskan lagi, dan nanti akan masuk angin, hihihi.Sudah ,,,,cerita eseiku sampai sini saja dulu deh,Aku mau pulang.Makasih.

pdlc/10/02/2018,copyright.





Esei:
ZIARAH NUMERA
Karya :siamir marulafau


Aku menulis perjalanan di Numera bukanlah sekedar akan menjadi basa basi di kalangan penyair tershohor di dunia sastra tapi hanya mengungkapkan ide dan pengalaman indah nantinya terukir di bawah lindungan Numera.

Banyak mengira esei ini kutulis ,menghambur-hamburkan uang rupiah atau ringgit Malaysia,,,,,bukan,,,,bukan sama sekali bukan,dan itulah perkataanku pada teman-teman karena mereka berpikir demikian.Apakah mungkin tanggapan demikian tertancap dalam benak?Aku tak tahu setiap prinsip akan berbeda dalam kehidupan bersastra.

Marilah berziarah ke berbagai tempat, dan itulah bunyi ajakan yang kudapat di layar dunia maya, terpampang sungguh bunyinya.Gerakan hatiku meyerap ke sana,tempat ajakan Presiden Numera,tak asing lagi penyair tershohor di Asia Tenggara,,,,,betul,,,,betul, kata hatiku yang mendalam.Kesempatan ini sangat berharga , dan uang rupiah serta ringgit soal belakang, dan yang paling penting keakraban dalam membangun sastra Melayu sambil menyelam minum air, iya apa tidak? Pikirku demikian tapi entah bagaimana pikir teman-teman serumpun dalam Numera.

Di sisi lain,aku juga berpikir,iya memang penting berasosiasi dengan penyair lainnya, dan entah siapa nantinya yang bakal diperkenal,,,,,.,dan aku pun tak tahu karena daratan yang bakal akan dipijak tak pernah tersentuh seumur hidupuku.Mudah-mudahan selamat dalam peralanan.Aku selalu berdoa pada Tuhan yang memberikan kekuatan padaku dan temen-teman di Numera.Dalam prinsip hidupku terungkap bahwa berpergian bersama ke suatu tempat adalah bagaikan emas terselubung di bawah bantal dan sangat beruntung dicapai bila terbangun dengan sadar bahwa emas itu tak akan bisa menjadi perak atau tembaga.Pikirku,,,,,benar juga iya, dan apalagi seorang teman bernama Didi Tulus menyarankan bahwa perjalanan ziarah ke tiga wilayah yang berbeda akan mengundang inspirasi berpuisi, dan juga memberikan cakrawala yang lebih luas dalam pengungkapan pengalaman ,dan segalanya akan tertuang di dalamnya.Aku sangat berterimakasih pada sohibku, Didi Tulus menguraikan pandangan yang sama dalam benakku sebagai seorang eseis.Waduh,,,betul sekali dan apakah Didi tak ikut?Didi hanya tersenyum saja,,,,dan menjawab pertanyaanku."Aku akan ikut bersama anda semua,jika ada rezekiku".

Aku semakin tak perduli,apakah rupiah atau ringgit Malaysa mahal atau tidak?Yang paling pentng adalah KEBERSAMAAN,dan jangan disia-siakan akan kecintaan Numera berbayang di sinar lembayung bersajak MIM 40 sampai 77,,,,iya pula terpikirku.Itulah salah satu faktor mendorong hatiku setelah nombor flight penerbangan terakses di dunia Maya,dan salam sejahtera buat kita semua.Moga perjalanan anda selamat dan sukses.

pdlc/10/02/2018,copyright





Kemanusiaan
siamir marulafau


Setiap manusia punya hak
Untuk hidup di dunia ini adalah prioritas
Untuk memperbaiki hidup ada untuk
Tidak ada yang menolak untuk kemanusiaan

Ini bukan permainan bodoh
Apakah seperti pohon tumbuh dan berkembang
Ini butuh intellectuality
Untuk manusia harus di humanis

Yang membawa kesetaraan
Dengan tidak pemisahan dalam kehidupan
Dan tidak memiliki diskriminasi masing-masing
Akan membawa kedamaian

Cinta kemanusiaan untuk membangun
Itu benar-benar gambar kehidupan damai
Tanpa kekerasan di antara
Yang menopang persatuan

Menjaga kemanusiaan dalam hidup
Yang mengundang kemanusiaan sosial
Membawa Asosiasi Disimpan dalam kehidupan sehari-hari
Itulah tujuan akhir untuk menciptakan kehidupan

sm/10/02/2018,copyright





POHON MERIMBUN
karya : siamir marulafau


Di daratan kusemai daun-daun merimbun
Meskipun pohonmu tak lurus
Menghadap mentari bersinar di ufuk timur
Pohonmu tak akan kutebang

Kutanam di lereng-lerang bukit bernuansa
Walaupun seketika kupetik dengan rasa senang
merimbun setiap waktu
Karena batangmu tak menjulang tinggi

Akan kuikat dengan hati manis semanis madu
Karena pohonmu menguap tabir
Tak akan kudapat sembarang negeri
Pohon merimbun kukenal dari hari kehari

Jika alam kugapai dalam mimpi
Terwujud sudah bertahun dalam kerinduan
Hakikatnya sungguh beruntung
Sepanjang alam bersahabat dan tak musnah

Aku yakin,,,tak akan melapuk sepanjang masa
Jika terawat amat dalam hati
Cinta akan alam,bahagian pernapasan kuhirup
Sampai hayat dikandung badan

Tak akan dibiarkan,,,,tak akan dibiarkan
Sepanjang pohon kusemai damai akan dunia akhirat
Jika Tuhan ridho akan sesungguhnya berhasil dalam anganan
Alam teramat indah,akan menjadi sahabat sepanjang kenangan

sm/10/02/2018





SYAIR KEMAAFAN BUAT PAK BUDI
karya :siamir marulafau

Di catanku tersirat makna
Tak berarti lagi dalam kehidupan
Di kala cahaya tak menerang lagi
Bumi pun akan berceloteh dan bergetar
Siapa penghuni yang mulia
Terkapar tanpa dosa di tanah tak bersuluh
Mengapa dan apa dosaku?
Aku hanya bertanya di setiap titik kematian
Terjerat dalam ayat
Sungguh tak terampunkan
Jika hati bernada kristal tak terang
Ini syairku membahana pada setiap detik
Akan kuleburkan dosa menista diri
Sungguh kesal,,,sungguh kesal
Apakah ada kemaafan bagiku?
Hanya Tuhan tahu tetesa darah mengalir
Sampai ujung dunia bergulir minta ampun
Ya,,,Tuhan,,,
Ini syairku buat pak Budi
Sungguh berbudi mengukir ilmu dalam diriku
Tapi mengapa wujudku tak membuahkan budi
Tak berbalas budi
Terimalah syair pengampunan dosaku
Ya,,, TUhan,,,
Ampunilah segala dosaku sebagai hamba-Mu
Aku sebagai murid pak Budiku
Sungguh kesal,,,sungguh kesal
Karena Syetan bergelimang dalam setiap urat nadiku
Syairku pengampun akan pohon-pohon kutebang dilereng bukit tak bersalju
Ampunilah dosa-dosaku

sm/10/02/2018

Kumpulan Puisi Irfan Ramadhan - ULANG TAHUN



Kulihat tanpa kau tahu dirimu.
Setiap lembar demi lembar ku helai nafas mengenang apa yang tlah kau berikan. Ku akan jadi pecinta yang ulung dengan harapan,ujian,tawa,air mata,memulai,dan meng akhiri,merajuk,dan menebar pesona tentu itu membuat aku sebagai narasumber dari setiap insan yang senang akan bertanya dengan cinta. Duka dan bahagia jelas ada masih melekat di dinding hatiku.

Kutulis apa yang kutahu dalam ingatku.
" maaf istriku "
Bukan aku katakan aku pria tak baik untukmu. Aku lah yang paling mendekap cintamu kepadaku. Ku akui juga aku tak kuasa menahan diri untuk menulis larik demi larik dari perasaanku tentang rasa cinta. Pujangga lihai untuk menusuk hati dengan jari jemarinya dan perkataan jujur dari pribadinya,dan naluri adalah tolak ukur pencapaiannya.

Melemah raga ini tak berdaya di buai gelombang pasang dan surutnya cinta dan asmara d bayang bayang langit asa. Bukanlah seperti istilah kembang tak jadi,namun lebih tapat seperti menulis diatas batu kini.

Jangan lepaskan semua yang datang dalam hidupmu. Wahai pemuda yang pantang bertunduk wajahmu menatap tanah di kakimu, banggakan dirimu karena aku pemuda yang di inginkan oleh Sang proklamator itu.

Entah sampai kapanpun degup jantung ini akan ad namamu di merahnya warna jantungku,di putihnya tulang tulangku. Kau yang terindah dan terbaik yang slalu aku sayangi sepanjang aku mengingat kau sampai masanya tiba mendatang.


------------------------------------


Bertambah hari harimu
Bertambah jua umurmu
Kau nak kau rajaku
Kau harapan kami berdua
Ayah dan ibumu.

Muhammad Arkananta
Nama itu kami pilihkan untukmu
di saat kau terlahir mendampingi kami meng arungi bahtera hidup di kehidupan kita.
Doa doa kami munajatkan untuk kebaikanmu.
Bahkan firman firman alquran surah luqman dan yunus di pilihkan ibumu untuk kecantikan akhlaknu nanti.
Enam tahun sudah usiamu hari ini genap. Ayah sukuri karunia cinta ini antara aku kau dan ibumu. Semua hampa rasa bila tiada salsah satu dari kita. Itulah arti kenyamanan karunia Illahi yang diamanatkan di sisi kami.
Anakku ya anakku
Rajaku ya rajaku
Matahari ya matahariku
Ungkapan itu tak cukup untuk menandai lambang lambang hatiku yang kau kuasai.
Terimalah doa doa ayah dan ibumu kau yang ber ulang tahun hari ini

Kumpulan Puisi Alex Wahyu - RINDU ALLAH, RINDU RASULULLAH



"Rindu Allah, rindu Rasulullah"

Ya Rasulullah
Namamu selalu teringat
Bersholawat serta mengucapkan salam
Hangatnya cintamu
Dalamnya rindumu
Tak mampu membendung air mata kesedihan
Yang ingin berjumpa serta mencium keningmu
Menggenggam tanganmu dan memeluk tubuhmu

Ya Rasulullah
Berdampingan denganmu
Berjalan bersamamu
Teriknya mentari terselimuti awan
Indahnya rembulan di temani bintang-bintang
Cahaya nun terang dari matamu
Berbias akan senja mendengar suaramu

Ya Rasulullah
Pilu jika tak berjumpa denganmu
Tak bercakap denganmu
Serta tak melihat punggungmu
Dalam Sholat bacaan lembut darimu
Kekhusyukkan ibadah guna Ruku dan Sujud di hadapan Allah Tabaraka wa Ta'ala
Kekasih Rabbul'alamin
Panutan sekalian umat

Ya Rasulullah
Pengorbanan serta perjuangan
Barisan pertama dengan sebilah pedang
Beberapa busur panah
Baju besi dan ikatan kepala
Benteng untukmu yang memerangi kebhatilan

Ya Rasulullah
Engkau yang berlari
Sujud di hadapan Rabbul'alamin
Syafaatmu teruntuk umatmu
Di telaga engkau menanti
Berlinang air mata berupaya menyelamatkan

Ya Rasulullah
Pintu surga terbuka
Memasukinya, puncak dari segala kenikmatan
Bersama para nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin
Menatap keindahan yang tiada tara
Tatkala hijab perlahan mulai tersingkap
Di waktu pagi dan petang
menatap wajah Rabbul'alamin
Allah 'Azza wa Jalla
Allah Tabaraka wa Ta'ala.

~Alek Wahyu Nurbista Lukmana~





"Kota tua di balik lorong nun gelap"
"Catatan kecil si penyair"


Dinginnya sakura tak berbias dengan indahnya senja
Tenggelam di seberang ufuk yang raganya telah menghilang
Aku yang hanya sebatas rupa, tak menawan dan tak pula rupawan
Tiada kekayaan yang aku miliki
Melainkan beberapa kurma dengan segelas susu
Yang berjalan di antara keramaian
Berlumuran keringat bercucuran dahaga
Seteguk air di tengah kota
Perbatasan antara desa dengan kampung halaman
Ramainya para pejalan kaki
Riaknya suara para musafir
Yang luluh termakan usia
Yang lantang mengulurkan kebaikan
Aku yang terdiam di seberang jalan
Sejenak lupa perihal cinta
Pilu di masa lalu yang meruntuhkan suara
Saat malam, penjuru langit berucap hal yang sama

"Demikianlah jalan yang engkau hadapi dalam pahitnya dunia"

Aku terdiam,
Memandangi sebuah lorong di seberang jalan
Langkah pelan dengan berbagai pertanyaan
Menyusuri setiap rambu lalu lintas yang ada
Melewati barisan toko penyedia makanan
Discotic hingga club malam
Para wanita yang berdiri dengan bedak dan bibir kemerahan
Mencari pelanggan si pria hidung belang
Melirik dengan nafsu menjual keperawanan
Uforia sosialita, yang katanya menjamin kehidupan

Aku mendengar, tak sengaja percakapan antara si pria hidung belang dengan wanita muda yang bibirnya kemerahan
"Satu juta semalam om" katanya
Menggoyangkan pinggul dengan rok mini yang mengkilap
Membuka pintu mobil, menjulurkan paha
Bergegas pergi, melayani tamu demi seikat kertas bergambar
Jam satu malam, di pinggiran kota tua

Dalam benakku timbul pertanyaan
"Apakah dengan satu juta mampu membeli dunia?" sedangkan Akhirat jauh lebih mulia
Aku tak mengerti dan melanjutkan langkah pelan dengan rasa penasaran yang teramat besar
Sedikit demi sedikit tampak sebuah lorong nun gelap
Sedikit cahaya untuk keberadaan
Papan pengumuman dengan bunga yang bermekaran
Aroma wangi semerbak mengacaukan ingatan

"Apa ini? tempat apakah ini?"
Begitu banyak orang tua yang membawa anak-anaknya berkunjung kemari
Tak ketinggalan pula sepasang kekasih yang telah berusia renta
"Tempat apa ini? apa yang menarik dari ujung lorong yang gelap ini?

Aku tak ingin bertanya
Tak ingin pula membuat keributan
Lorong ini akan aku telusuri hingga batas persinggahan
Jangan berfikir dan tatap kedepan
Semoga saja ada kebaikan disana
Tempat dimana tiada kejahatan
Senyum sapa dan hangatnya malam
Udara segar tanpa asap kendaraan
Tanpa musik yang mengalun
Tanpa iringan alkohol
Tanpa pelacur dan tanpa mata liar para pecandu maksiat

Yah, mungkin sedikit lagi
Jalan setapak dengan jembatang kecil
Sedikit mendaki dengan Bertakbir "Allahu Akbar"
Sedikit menurun dengan Bertasbih "Subhanallah"
Dzikir selalu terucap, membasahi bibir menenangkan hati
Mengulang hafalan Ar-Rahman dan Al-Waqi'ah
Senantiasa berharap keridhoan Sang Pencipta
Yang telah menyediakan segala kebutuhan hamba-hambaNya
Tanpa kekurangan dan tanpa kesusahan
Malam ini di kota tua, menuju sebuah tempat di balik lorong nun gelap

Tak terasa lima belas menit aku melangkah
Bersama orang tua serta sepasang kekasih berusia renta
"Dimanakah ujungnya?"
Aku bertanya dengan tetap memandang kedapan
Namun, tiada kecemasan, bahkan pertanyaan dari mereka yang juga ingin menuju tempat di balik lorong nun gelap ini
Mereka hanya tersenyum riang dan bergembira
Ketenangan yang begitu bersahaja
Dan kesabaran yang tiada batas

Semakin lama aku melangkah
Aku menemukan setitik cahaya
Terang namun tak menyilaukan
Aku mendekatinya, mendatanginya dengan tergesa-gesa
Nafas yang terengah-engah
Kudapati suara yang penuh kebahagian
Hingga di ujung lorong yang awalnya gelap
Seketika berubah menjadi sebuah taman yang begitu indah
Berkebun bunga dengan lampu petunjuk arah
Pepohonan nun rimbun dengan tempat peristirahatan
Udara yang segar, hembusan angin yang begitu tenang
Aku terjatuh dan memejamkan mataku rapat-rapat
Aku merasakan kedamaian tanpa adanya pertentangan
Rumput jepang yang khas memanjakan tubuhku
Aroma kopi torabika menjamuku untuk kesekian kalinya

Subhanallah
Tiada kata yang mampu aku ucapkan
Aku tenggelam di balik indahnya dunia
Tempat yang di penuhi dengan senyuman
Mengucap salam dan saling berjabat tangan
Saling memberi dan menebar kebaikan
Lantunan Ar-Rahman dan Al-Waqi'ah
Al-Ikhlas hingga berkumandangnya Adzan
Bertakbir, mengerjakan Sholat,
Kewajiban seorang hamba akan Penciptanya.

Padang 26 Januari 2018
~Alek Wahyu Nurbista Lukmana~
"Catatan kecil si penyair"
"Kota tua di balik lorong nun gelap."

Kumpulan Puisi Gagah Rianto - YANG KAU BENCI



Telah sejelas bintang diangkasa rasa ini
Lagi dan lagi kau acuh tak acuh

Telah ada hati yang dengan tulus menerima kehadiranmu
Namun kau tetap saja malu malu tak ingin maju

Dan aku sampai di batas sabarku
Menunggumu bukan lagi inginku

Dan kiranya kau ingin pergi
Pergilah
Jika kau ingin benci
Bencilah
Jika kau ingin memaki
Makilah aku
Apapun itu
Aku sudah tak peduli

Teruntuk wanita penuh seleksa mimpi
Aku bukan menyerah
Aku hanya lelah
Sungguh melelahkan
Maaf atas ketidak berdayaanku ini
Maaf atas kelemahanku ini

Aku hanya ingin kau tahu
Aku tak sejahat seperti apa yang ada dalam mimpi-mimpimu

Yang kau benci
Karya Gagah Rianto



---------------------


Aku tak tau apa yang aku rasa
Perasaan seperti apa itu
Aku pun tak mengerti
Seperti tak memiliki namun tak ingin kehilangan
Entahlah
Mungkin ini yang namanya jatuh dan cinta

Namun sepertinya terlalu awal untukku mendefenisikan semua ini adalah cinta
Sedangkan temu belum terjamah
Kita hanya berada di dalam maya
Aku selalu berharap kita bisa bertemu
Bertatap muka dalam dunia yang nyata
Berjalan berdua
Makan dan minum diatas meja yang sama
Lalu menatap kedua mata sayumu itu
Memandangi indahnya senyum tipismu itu
Tak ada yang lebih kuinginkan saat ini selain itu semua

Begitu besarnya rasa ini
Hingga aku berharap bisa memilikimu
Namun aku sadar
Aku bukan siapa-siapa
Aku hanya hamba
Kau pun hamba
Aku takut harapan ini membuatku kecewa
Aku takut jika cinta ini karena nafsu
Rindu ini semu

Aku harus bagaimana?
Aku sudah terlanjur jatuh hati padamu
Mengagumimu terlalu dalam
Hingga tanpa kusadari
Aku telah tenggelam kedasar harapan hatiku sendiri
Jauh
Teramat jauh
Hingga aku kehilangan separuh warasku karena sering memikirkanmu

Andai kau tau
Namamu selalu saja ku sebut disetiap sujudku
Didalam doaku
Kau menjadi perbincangan diriku dengan rabbku
Begitulah aku sangat menginginkanmu

Tapi aku tau diri
Usaha dan doa telah aku lakukan
Namun tetap tak mampu meluluhkan hatimu
Aku lelah dan memilih pasrah
Berserah pada yang Esa
Kuserahkan segala perasaan ini kepadaNya
Aku yakin dan aku percaya
Jika memang kau ditakdirkan untukku
Dan jika memang kaulah tulang rusukku
yang bengkok itu
Seberapa jauh pun jarak memisahkan
Berapa lamapun waktu tak mempertemukan kita
Kau akan kembali padaku

Allah dengan segala kuasa dan keagungannya pasti akan menyatukan kita
Itulah yang selama ini kutanam dalam hatiku
Hingga apapun yang kau lakukan
Dan dimanapun kau berada
Aku tetap tenang
Dan sesekali juga memperhatikanmu
Hanya doa yang tak putus yang selalu kupanjatkan dikala rindu datang menghampiri

Kuala Lumpur,2018

Kumpulan Puisi Tok Dalang - GERAM



SENGGAMA
" Idrus jungkat ''


Jantungku berdetak kencang
Saat kau ajak berperang
Bertarung di ranjang
Dari malam menuju siang

.
Panahku tepat tancapnya kuat
Otakmu muncrat rasakan nikmat
Busurmu hebat melekat erat
.

Air matamu berurai saat ku terkulai
Jutaan benih kusemai di ladangmu " Bohay "
Rawatlah jangan lunglai, sampai kita tuai
Sebagai saksi bahwa nikmat ini tak akan usai.

( Wajok hilir 20 Januari 2018 )
#Tok_dalang





GERAM
" Idrus Jungkat "


Ingin kupecahkan Kepalamu
dengan ribuan anak bedil,
untuk kau tau betapa benciku
melebihi Kucing hutan pada Tikus lapar di lubang tanah

Kurebahkan jasadmu di pembaringan kaca
Kubaluri tubuh indahmu dengan formalin, untuk kumaki setiap pagi, kuludahi dimalam hari
Agar selalu ku ingat saat kau merampok hatiku.

( Jungkat 18 Januari 2018 )
#Tok_dalang

Kumpulan Puisi Layla Dct - ORANG~ORANG YANG DIBAWA ANGIN



Orang~orang yang dibawa angin
Oleh: Layla Dct


Badai yang kuingatkan
Sepertinya telah membawamu pergi
Jauh dari semesta di mana langkah merekatkan semua bahasa jiwa.

Jejak~jejak yang tertinggal
Masih menyisakan aroma dari tetesan ceritamu

Ini seperti sebuah keterlambatan
Yang tak dapat kuhindari.
Mengejarmu dalam doa~doa.
Hanya itu yang ku punya.

Seluma, 28 januari 2018





SELAMAT MALAM REN..

Lentera itu padam.
Selamanya.

Semua janji manis
Laksana buih

Mengering tanpa bekas
Sisakan kehampaan memucat

Peredaran bahagia
Berhenti:
Tepat di dirimu.

Termakan kesombongan yang menelan segala impian.
Bersama dengan namaku yang tenggelam-tak kan muncul kembali.

:NPB,26jan18

Kumpulan Puisi Reni Kusumaningrum - SAYANGKU TANPA SYARAT



# SAYANGKU TANPA SYARAT #
Karya: Renny Kusuma


Aku ingin jauh darimu
Agar rindu menyapaku
Namun aku tak mampu lakukan itu
Karna hadirmu menyelimuti hatiku

Dan aku jatuh diantara dekapmu
Menatap dan bermanja diantara candamu
Aku..... terlena disisimu

Aku menyayangimu tanpa syarat
Ingin ku genggam hatimu agar tak berkarat
Kau sentuh aku dengan kasih yang memikat
Bagiku.... kau adalah malaikat

01022018






# PENANTIAN RINDU #
Karya: Renny Kusuma

Di antara rinainya gerimis pagi...
Dan gemericiknya air yang membasuh bumi...
Aku tertegun...
Sang bayu hembuskan wangimu...
Akupun terpana...
Ada degup jantung suarakan rindu...

Disini....
Aku menanti hadirnya ragamu...

25012018





MENYUDAHI KENANGAN
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Sudahi ingatan lampau tersisa
merajut pilu menggulung sedih duka lara

Biarkan kenangan itu lenyap semestinya
lesap di kedalaman jurang tanpa sisa
hingga yang tertata
hanya nostalgia jingga penuh kenangan bahagia

Tak guna meratapi hati luka
membuat keruh nurani tak bisa bersahaja

Selamat tinggal kenangan lupakan nestapa
lembaran baru tanpa syakwasangka

#Belantaraibukota, Sabtulegi, Feb 10-2017 = 15:45 wib





HENTI DI HALTE KALBU
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham

Jangan biarkan nurani meragu
penantian kan selalu memakan waktu
namun yakinkan raga tak membisu
agar dapat menyambut datangnya yang di rindu

Hidup dan kehidupan mengajarkan ambigu
namun waktu membatasi jalan di tuju
berhenti atau terus melawan nafsu

Kupilih henti di halte kalbu
agar penyesalan tak lagi memburu
mari melanjutkan hidup tanpa ragu

#Belantaribukota, Jumatkliwon, Feb 09-2018 = 21:51 wib





LULUH LANTAK KALBU
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Merah jingga nostalgia menjadi kenangan masa lalu
jarak, waktu dan ruang tlah mengikat rindu
namun mampu meluluh lantakkan kalbu
kelak di ujung malam dia kan menunggu

Telah pupus harapan di tuju
nurani pun telah beku
hancur luluh tertinggal ragu

Penantian telah berujung di halte rindu
segalanya telah hilang berlalu
kini tinggal raga membisu

#Belantaraibukota, Jumatkliwon, Feb 09-2018 = 21:31 wib





BEBASKAN DIRI MERAJUT MIMPI
Karya bersama Astura Putri Ap + Reni Kusumaningrum
+ Boy Satria Satriar dan MS Sang Muham


Arah angin mungkin tak terbaca
tapi arah hati menyembunyikan misteri
tak seorang pun mampu membaca
tetaplah dengan satu keyakinan
penantian pasti berujung

Jangan patahkan harap di pintu penantian
jangan biarkan raga terbelunggu sepi
bebaskan diri untuk merajut mimpi
bersabarlah janji itu kan menghampiri
yakin kan diri merengkuh bahagia suatu hari nanti

Kearah tiupan angin membawa sukma
melayang menyapa rasa berkecamuk
di bilik hati tersimpan rindu yang serindu rindunya

Berlayarlah terus bahtera diri
agar terbayar segala mimpi
hayal jadi nyata terlepas segala nista

#Belantaraibukota, Selasapahing, Jan 06-2018 = 21:31 wib





TERBELENGGU SEPI
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Semoga asa masih tersisa tuk merajut mimpi
berharap rindu masih ada tuk menghampiri
hingga raga tak lagi hanyut terbelenggu sepi

Mimpi telah lesap
sepi makin senyap
rindu pun lenyap

Kepada-Mu jua duh Gusti Pangeran
doa dan mantera ku panjatkan
hidup dan kehidupan di mampukan

#Belantaraibukota, Kamiswage, 08-2018 = 15:55 wib





KALBU TELAH BEKU
Karya Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Bahasa kalbu takkan lagi membelenggu
pada pekatnya hujan tertitipkan rindu
dan melalui hembusan bayu
dapat kubisikkan sejuta i love you
berharap dia mendengar bisikan itu

Segalanya telah percuma sudah berlalu
kalbu telah beku
hujan pun kini membisu
sedang bayu tersipu malu
kalimatku ngambang tersangkut di kayu

Kupunguti satu persatu butir lara hatiku
biar kusimpan rapi di nurani terdalam jiwaku

#Belantaraibukota, Kamiswage, Feb 08-2018 = 15:05 wib





UNGKAPKAN RASA
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Menyerah
mungkin kata yang salah
tuk ungkapkan rasa tertera pada sukma
jika masih ada asa lanjutkan saja

Kadangkala
perlu perjuangan dan doa
ada uji coba bahkan tarik ulur semacamnya
tunggu saat tepat katakan cinta

Segala sesuatu ada batasnya
jangan memaksa apalagi menghiba
jika gayung tak bersambut, untuk apa
kayuhlah bahtera sebab kita bebas merdeka

#Belantaraibukota, Kamiswage, Feb 08-2018 = 05:55 wib





LEPASKAN BELENGGU
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Kenangan takkan hilang meski ingin dilupakan
dan secercah kesadaran kan menambatnya jauh di kedalaman
lepaskan belenggu dan luruhkan pada hati
maka niat suci kan melingkari nurani

Putihkan hati serupa embun pagi
jaga rohani tetap terkendali
supaya seirama kata dan tingkah diri

Menata laku serupa memagari jiwa
tak segampang melukis sekuntum bunga
riwayat hidup simpan di pustaka rasa

#Belantaraibukota, Jumatlegi, Jan 26-2018 = 06:36 wib