RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Rabu, 10 Agustus 2016

Kumpulan Puisi Nor Azah Bahrim - MENGAPA HARUS JUMPA


EMBUN PILU MULAI MENJEJAK BASAHNYA

Malam ini suram
neon di tiang-tiang jalan buram
kerlip bintang dilangit
bukan lagi riang yang terhidang
detik waktu yang menyusur
bagai melukiskan
titik akhir ceritera rindunya yang basah

karena;

sebelumnya
rambulan termenung mengingat
mataharinya yang tidak menjenguk siang
entah terlupa jalan pulang
atau sesat diperjalanan yang panjang
khabar dalam tanya yang dihantar
bukan lagi yang terbaca

dalam mencongak waktu
mengirai pilu menyeret kelu
perlukah nantiku lagi
yang seharusnya kau sadar
dari awal antara kita

aku tidak lagi sekuat karang dilautan
tidak juga sekental batuan sungai
yang kerap dipukul derasnya arus
aku cuma embun pilu
yang menjejak basahnya
terhapus kala mentari memancar

Cukuplah
andai tertulis riang kita cuma seketika
tidak ku tagih lebihnya
kau bukan milikku dan aku bukan siapa-siapamu.

JaWanis@°NOR AZAH BAHRIM
Senibong-07082016/21:19pm




MENGAPA HARUS JUMPA

Lantaran terlalu lelah
aku berdiam
tak lagi mengungkit
hilangmu
ku relakan

/2
berharap
jangan pernah berpaling
karena kamu pasti tak bisa pergi

/3
tanyaku padamu
mengapa harus jumpa
yang akhirnya menggoreskan luka

/4
andai saja
waktu bisa berputar
temu mungkin tak ku ingin
karena akhirnya kita begini

/5
namun
lukisan takdir-NYA
menciptakan kenangan kita

JaWanis@°NOR AZAH BAHRIM
Senibong, JB
‪#‎tuliscikit2nantiadamasakitakembang2kan‬





CATATAN 27 FEBRUARI UNTUKMU


Rindu memanggil ku pulang
mencatat rentet rasa yang menuang
ada lisan yang tak bisa terluah
cuma bisa ku pendam diam
biarlah andai itu yang terlebih indah

aku dan kau
ya, beginilah seperti yang lain
berjalan dalam sadarnya
kadang tamu kita di hujungnya waktu
kerana selesanya seperti itu

cuma, mengapa ada tanya yang menghujam akalku saat diamnya dirimu yang tiba-tiba semalam, apakah ada salah lakuku yang mengusik hatimu atau ada tanya yang tak bisa kau ucapkan padaku setelah seminggu tidak bersapa

andai menyangkut tentang kita, ku berharap janganlah disimpan
ya, tentang kita
yang telah lama menyusun tinta , menyusur jalan dan denai berdua cuma bibirmu belum bisa mengatakan aku siapa untukmu

sekuat apa dirimu sebenarnya untuk menyimpan diamkan rasamu buatku, bukan tak aku sadari cuma menanti benarkan punya rindu untukku sebagaimana rasaku untukmu.

ah, biarlah
mengapa aku resah sebegini sedang kau tetap tenang-tenang sahaja
akhirnya ku biarkan dulu tanyakan terus di tempatnya, mungkin ada waktu jawapan itu menyapa dalam tak tersangka
yang selalu aku nantikan dalam sabar

sementara masa terus berjalan kita tetap akan merasa nyaman oleh rasa saling percaya dalam jauhnya kita

ku berharap...

JAWANIS@NOR AZAH BAHRIM
Senibong, JB
27022016
‪#‎inilahawalmulakita‬




KINI


Andai memang
kau menginginkan ku pergi
padamkan dulu rindu
yang pernah kau hidupkan

Diamku
rupanya membuatmu pilu
sunyimu
menyingkap ingat, masihkah
rasa ini perlu

aku dan kau
terperangkap pada ruang kelu
kini

JaWanis@°NOR AZAH BAHRIM
Parit Kaseh-13082016
‪#‎cubitrinducikit‬





WAKTU UNTUKMU


Waktu cuma angka
yang kadang mengundang sangka
biarpun diamku
kadang mengundang luka pada sunyimu
tidak pernah ku abaikan rasaku padamu
hanya pada-NYA ku pesan
kasih yang mencantum dijiwa kita
rindunya
moga tak pernah surut..

JaWanis@°NOR AZAH BAHRIM
Senibong,JB
‪#‎cubitrinducikit‬




TAHUKAH ?

Tahukah?
yang selembar itu akhirnya yang sahih
yang selembar itu yang terpilih
yang selembar itu pergi tak merintih
yang selembar itu menanggis lirih

Tahukah?
dia masih ingin namun kerna takdir
ingin cuma angan yang tidak mungkin
meninggalkan kerna takdir tiada mungkir
menghayun langkah pergi penuh yakin

Tahukah?
jatuh dan terus luruh
arus deras harus di tempuh
bunyi seperti tiada mengeluh
siapa tahu hatinya tiada luluh

Tahukah?
dalam jernih alir menghanyut
galat kadang tidak tersebut
cuma lirih hati menyahut
takdir tiada siapa bisa mengelak sahut

Tahukah?

JaWanis
Senibong, Johor Bahru
191215-12:32am
Nukilan jiwa
‪#‎menyelongkarruangpuisitersimpan‬





PENGERTIAN BELUM LAGI TERUNGKAI


Candamu tak pernah ku lupa
Selalu mengiringiku saat sepi
Berganding dalam satu ruang
Menikmati indahnya hari

Kalam-kalam bersapa
Dalam diam menitik hati
Menyuntik rasa
Yang akhirnya kita sendiri
Tak bisa menjawabnya
Soal yang terlontar satu persatu

Adakah ini rindu
Yang tercipta dalam kebersamaan
Ataukah ini rasa kasih
Yang dalam diam terpendam

...aku kau tak bisa meluah
Hanya diam menanti
Bila dan ke mana arah
Akhir sebuah pengertian rasa ini

♡salam jiwa cinta sejuta rasa♡
JaWanis-090815/4:48pm
Nukilan jiwa

Kumpulan Puisi Emmy Metamorfossa - GELEMBUNG CINTA


GELEMBUNG CINTA
by, Emmy Metamorfosa


Nyaris lelah tengadah
Menimba cinta angin
Menimbangnya dalam gelembung maya
Antara ada dan tiada
Tentangmu duhai cinta

Kehilanganmu menjadi taruhan
Rentan bahkan pada sebutir debu ucapanku, sehela hembusan nafasku
Warna angan di bias pelangi mimpi
Akan sirna terbangkan asa
Pecahkan sadar dan lara

Kisaran,
070816





SEMBILU RINDU
by, Emmy Metamorfosa


Rindu mengulum pilu
Resah memisau
Mencabik
Hati
,

Asa
Cita cinta
Masih angan
Angan biasan hayal
,

Duhai..
Kinasih pujaan
Merdu dedaun bambu
Mengiris lagukan sendu kalbu

Kisaran,
050816




BENING MATA COKLAT
by, Emmy Metamorfosa


Bening
Mata indah
Terkadang aku lupa
Waktu membawamu jauh ke samudra

Coklat
Bola mata
Sesekali lamunku tersadar
Mustahil arus kembali ke hulu

Cinta
Kasih sayangku
Pasrah dalam ketulusan
Rinai hujan kubayangkan dirimu

Kisaran,06 agustus 2016







PAHLAWAN KAULAH TUHAN
by, Emmy Metamorfosa


Tuhan
Maha maya
Semedi dalam surga
Biarkan kami terjajah lama

Katanya kau maha perkasa
Mukjizadmu bual belaka
Tertumpa darah
Airmata

Ilahi
Leluhurku mati
Bumi pertiwi merintih
Engkau diam dalam ilusi

Sesungguhnya engkau para pahlawan
Dikaulah wujud tuhan
Korbankan nyawa
Memerdekakan

Kisaran,170816
MERDEKA!!







SABTU SENDIRI SEPI
by, Emmy Metamorfosa


Sabtu
Apa salahku
Semua gegas berlalu
Aku termanggu manyun menunggu
Sendiri
Kusemat puisi
Pada binar gemintang
Hanya gerimis datang bertandang

Sepi
Berirama sedih
Tarian desir ilalang
Lirih berbisik membujukku pulang

Kisaran,140816

Sabtu, 06 Agustus 2016

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - ANDAI KAU DISINI


# ANDAI KAU DISINI #


Semerdu kicau burung burung,
Embun embun yang meyelimuti,
Akan rimbunan ilalang,
yang bergoyang kesana kemari,
Mengikuti angin yang menerjang.

Luas nya Lautan,
Tinggi nya pegunungan,
Menjadi satu ke indahan,
yang tak dapat ku lupakn,
Melahirkan hayal di dalam angan,
Angan menjalani titian kehidupan.

Andai kamu ada di sini,
Menyeguh kan ku segelas kopi,
Beriku sepotong roti,
Untuk dapat ku nikmati,
Sebelum aku pergi,
Untuk mengais rejeki.

Aku harus pergi,
Melepas ke indahan pagi,
Dan di saat aku kembali,
Ku berharap diri mu di sini,
Layak nya seindah pelangi,
Bersama senyuman mu kini ku nanti nanti.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 06:08:2016




# HARI INI #

Hari ini,
Kicau burung terdengar lagi,
Ia menyamabut mentari,
Ia terbang kesana kemari,
Ia juga tak mengerti,
Apa yang kini terjadi.

Hari ini,
Ku tulis lagi,
Tentang isi hati,
Tentang malam malam sepi,
Dan berakhirnya mimpi,
Mimpi yang tak dapat ku pahami.

YA,,,
Hari ini tiada canda,
Hari ini tiada tawa,
Hanya ada duka,
Duka yang kunjung sirna,
Duka yang masih menoreh di dada.

Selamat jalan kenangan,
Selamat jalan impian,
Hari ini begitu indah menawan,
Hari ini bagi mu penuh keceriaan,
tapi tak secerah yang ku rasa kan,
Tak se bahagia yang ku dambakan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 09:08:2016





# BINTANG BINTANG #


Bintang bintang,
Jangan engakau sembunyi,
beri ku kemerlap yang terang,
Aku ingin menghempas kan resah hati,
Resah yang tinggi melayang,
Jauh menapak di sanubari.

Bintang Malam,
Di mana rembulan,
kenapa langit kian kelam,
Kemana cahaya yang ku rindukan,
Aku tak ingin bungkam,
Tenggelam di dalam ke gelapan.

Bintang bintang,
Dapat kah kau rasa apa yang ku rasa,
Impian ku kini telah hilang,
Angan ku jauh ke ruang hampa,
Tampa ada kasih dan sayang,
Bersama cinta ku yang larut tak bermakna.

Bintang bintang,
Aku tak ingin kesepian,
aku ingin terbang tinggi melayang,
Tinggal kan semua kenangan,
Menari diantara cahaya yang terang,
Hingga luka dan lara tak dapat lagi ku rasakan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 08:08:2016





# KEMBALI LAH KASIH #


Jauh sudah langkah ini,
namun tiada arti,
Entah kemana lagi,
aku harus mencari,
Bayang mu saja tak ku temui,
Hingga kini.

Kekasih,
Masih tersimpan Kerinduan,
Membuai hati ku yang lirih,
Yang begitu indah dalam kenangan,
Hingga hidup ku bagai tersisih,
Dari setiap keramaian.

Tiada guna lagi hidup ini,
Jika kau tak dapat ku temui,
Menemani ku di sini,
Membina kesilapan yang terjadi,
Hingga nanti,
Tiada malam menyelimuti sepi.

Kembali lah,
Aku tak kan pernah marah,
walau diri mu bersalah,
Semua itu membuat ku kian resah,
Dan lara ku kian parah,
Menjadi derita yang tak kunjung sudah.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 08:08:2016





# KARENA KAMU #

Karena kamu,
Aku jadi rindu,
Karena kamu,
Aku jadi cemburu,
Karena kamu,
Aku rela menunggu.

Ya,,,
Itu cinta,
Itu asmara,
Dan itu gelora,
Yang telah menjadi romantika,
Cerita panggung dunia.

Di situ,
Ada kamu,
Ya kamu,
Belahan jiwa ku,
Yang akan menjadi permaisuri ku,
Teman sepanjang hayat ku.

Ini adalah luahan isi hati,
Yang tak dapat ku pungkuri,
Hanya sebuah janji,
Itu janji suci,
Yang akan menjadi kan mu seorang istri,
Istri yang telah menjadi restu Illahi.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 12:08:2016

Kumpulan Puisi & Cerpen Riri Eka Putri - SENJA DI BATAS KOTA


SENJA DI BATAS KOTA

Seperti biasa ku lewati jalan ini jalan menuju pulang arah kampungku hingar bingar suara musik itu selalu mengusik perjalanan kami
Gerimis kecil mulai basahi jalan
Kerlip lampu kapal di teluk bayur menambah indah nya suasana senja satu lagi warung remang" yg kami lewati bikin aku bergidik
Ah.....senja ini .....entah apa yg terpikir di kepala kedua putri kecilku mereka semakin bingung ketika mereka bertanya " ummi ....senja senja begini gak dingin ya kakak yg berdiri di jalan itu kok pake kain basahan?" aku sedikit geli dikampung kami yg pake tengtop itu biasa nya buat baju mandi di kolam atau sungai anak ku menyebut nya dg kain basahan."
Aku hanya tersenyum dan menyuruh mereka rebahan biar tertidur di buai goyangan mobil kami. Senja semakin beranjak gelap kami terus melanjutkan perjalan pulang
Ada sedikit ragu dihati ttg negri ini
Kenapa begitu menakutkan sekali bagiku
Tentang apa yg telahku saksikan diwarung tadi. Kupandangi kembali wajah tanpa dosa
Yg tertidur pulas ah....putri kecilku Do'a ummi untuk kalian agar mnjadi anak yg sholeh. Rasanya aku takut dan semakin takut dan tak ingin mereka cepat remaja aku hanya ingin mereka hanya menjadi putri kecil ku yg polos.




CERPEN
SEPENGGAL TANYA DALAM KECEWA


Pagi itu saat gerimis mulai membasahi jalan
Jarum jam menunjukan pukul 0.8 pagi
Dg malas kulangkahkan kaki kekamar mandi
Ada rasa malas menyeruak di hati.
tapi hari ini aku harus hadir karena tuntutan pekerjaan dikantor.
Cuaca semakin dingin gerimis berubah menjadi rintik" hujan membuatku semakin malas untuk beranjak dari duduk ku.

Tiba" telf itu berdering assalamu' alaikun PE
Begitu suara terdengar dari seberang sana
Kemudian tlf di tutup. Dlm bingung hati bertanya....ada apa ya???

Satu jam kemudian SMS berdering
Ah.....ada apa ini??
Pertanyaan dan tuduhan bertubi menyerangku. Rintik hujan semakin deras
Sederas airmata yg mengalir di pipi
Aku semakin bingung dg semua tuduhan yg tak beralasan.

PE.....tiba" sebuah sentuhan mengusap pipi PE ada apa? Kenapa matamu sembab
Pe semakin terisak saat pelukan hangat itu mendekapnya. Pe melihatkan SMS itu pada orang terkasihnya.

Ada kecewa saat itu ketika kepercayaan di sia siakan ketika tuduhan seperti terdakwa
Entah apa yg terukir dipikiran mereka sehingga begitunya mereka memusuhi' pe' tanpa harus bertanya dulu
Pe. Bingung terbesit tanya dlm kecewa
Ujian apa lagi ini pe menyadari setiap yg beriman itu pasti di uji, pe tak pernah menyalahi takdir namun begitulah Roda kehidupan.
Hari berlalu waktupun berganti pe berusaha untuk tetap tegar dg semua ini.

Dia hanya selalu teringat akan masa masa indahnya dulu ,waktu masih bersama orang tua yg mencintainya hidupnya yg selalu bahagia jauh dari kesedihan, namun itulah hidup. Saat orang lain tak bisa menilai.
Hanya mendengar dari mulut ke mulut tanpa harus mncari kebenaran

PE satu pesanku untuk mu
Bersabarlah karena kebenaran itu akan terungkap. Dan biarkan waktu membuktikan semuanya
Didunia engkau kalah akhirat adalah kehidupan mu.tetap istiqamah.....
Selalulah menjaga ukhuwah.




SEMU


Kucari di setiap sudut jalan itu
Tak kutemui apa yg kumau
Kupandang setiap telaga mata mereka
Tatapan itu tetap tak sama
Hari ini tak kutemui cerita itu
Entah nanti atau kapan

Langkah ini semakin beranjak pergi
Menelusuri segala arah yg kutak mengerti
Entah kuberada diantara hati dn jiwa
Yg seolah mati dan semakin hilang.

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - NALAR BINAL


NALAR BINAL


Mengapa harus kutanyakan pada rumput yang bergoyang.......?
Sedangkan irama jiwamupun telah dapat aku baca.
Jangankan satu kalimat...
Satu katapun tak akan mampu kau dustai aku...
Sebab selalu kuhitung tiap denyut nada nadimu.

.....
........
‪#‎DewaBumiRaflesia_03_08_16‬





♡ PASRAH TAPI TAK RELA ♡


Udar saja
Temali pengikat hati
Bila engkau tersakiti
Mungkin, cintamu sudah sirna

Bunuh saja
Bunga-bunga di taman rindu
Bila engkau telah jemu
Mungkin, yang ada hanya angkara

Meski telah kugantung asa
Di puncak langit jingga
Namun, aku insan biasa
Ada kala, aku tiada daya

Sungguh
Aku akan rapuh, lalu punah
Bila cinta kita
Kau kubur dalam pusara

‪#‎DewaBumiRaflesia_06_08_16‬





♡ HENING KERINDUAN ♡


Akulah hening itu
Yang merayap di dinding malam
Lalu terkapar tak bertilam
Ditikam rindu yang menggebu

Akulah hening itu
Yang berkelana dengan bayu
Menghitung deretan mimpi
Ketika hati telah dicuri

Akulah hening itu
Yang merayu rembulan buram
Agar malam tak lagi kelam
Sebab langit sudah tak biru

Akulah hening itu
Yang menelisik relung kalbumu
Agar sirna beribu tanyaku
Masihkah kau rindukan aku

‪#‎DewaBumiRaflesia_10_08_16‬




♡ LENTERA KACA ♡


Sekeping hati kusaji pada gulita
Ukiran paras cinta hiasi mimpi
Lukisan asa pengisi figura dilema
Tak lelah kugores tinta janji

Meski hanya lentera kaca
Penerang dalam gulita
Namun bisa engkau eja
Rupa warna lukisan nyata

Dinding-dinding sunyi ini
Bukanlah batas tepian mimpi
Sebab lentera renda cahaya
Untuk kau baca tanpa kacamata

Sejengkal, menuju sehasta
Kian nyata warna lukisan asa
Masihkah tersisa gundah
Akan tinta yang kuluah

Terjawabkah berjuta tanya
Yang merajam ulu mimpi
Yakinkan, kitakan berdiri di elegi pagi
Ayunkan langkah pasti dalam nyata

‪#‎DewaBumiRaflesia_09_08_16‬




♡ SAPAKU PADA CINTA ♡


Salam pagi cinta
Ketika ku terjaga
Sempat kulihat malam
Berkemas melipat tilam

Mentaripun hadir menggusur kelam
Penghuni mimpi terbirit pergi
Riang lolong jantan bangunkan alam
Pucuk kuncup mulai bersemi

Sempat kupinta dalam doa
Ketika simpuhku di atas sajadah
Agar hari-hariku indah dalam berkah
Berikan makna untuk yang kucinta

‪#‎DewaBumiRaflesia_11_08_16‬





♡ TANPA RUPA CAHAYA ♡


Terperangkap, di lorong gulita
Kian pekat, berselimut kabut
Terus berlari, mencari cahaya
Meski asa, didera penat

Aku, sirna raut rupa
Lolongpun, sudah tak gema
Cuma mengais, dalam ringis
Tuk mengubur, giris tangis

Entah apa, warna senja
Ketika aku, masih di sini
Terpenjara, di kastil purbalara
Terbelenggu, dalam jeruji sepi

Aku, ingin terbang
Menembus, batas langit
Tuk memetik, binar gemintang
Agar udar, selimut pekat

‪#‎DewaBumiRaflesia_19_08_16‬

Kumpulan Puisi & Cerpen Tguh KlasBungamatahari - AU REVOIR


AU REVOIR


(adaptasi dari sebuah puisi dengan judul yang sama karya Tguh Klasbungamatahari)

Apa jadinya?
Saat pejal payudara tak lagi nikmat menyentuh dada. Sedang dalam ketat pelukan, satu per satu kelopak asa berguguran.

"Ku rasa, aku kan merindukanmu setiap malam." bisikku.
Lirih. Hampir mendekati putus asa. Masih dalam pelukan tubuh tinggi berambut pirang.
Aku busa merasakan bahuku mulai basah. Dari titik demi titik sudut mata biru yang luntur. Atau encer lendir turun bersama isak dari hidung mancung. Melewati indah bibir tipis. Juga merah jambu rona pipinya.

"Seorang Penyair tidak sedih karena ditinggalkan... Karena Penyair adalah pemburu kesedihan. Kesedihan yang sempurna adalah surga yang dijanjikan..." katanya.

Mawarku beku pucat. Tambah lekat dalam genggaman. Berada dibalik pinggang rampingnya. Tak sempat aku berikan, sepasang tangan panjangnya keburu merangkum tubuhku dalam tubuhnya. Seperti enggan melepas atau menghabiskan rindu tanpa bersisa.

"Kau masih penggalan ingat puisi itu Aimee? Coba bacakan untukku untuk terakhir kali.."

Ia menghentikan isak. Menghela nafas panjang. Dan mulai bergumam.

"Seorang Penyair menyalib separuh tubuhnya pada kesedihan dan separuhnya lagi pada keriangan. Hanya Pecinta yang tidak sedih karena ditinggalkan. Karena ia tahu kelak akan ditinggalkan.."

"Seorang Penyair dan Pecinta mengembara dalam tubuhku. Maka lukai aku dengan kesedihan. Biar kuiris matamu dengan puluhan kecupan."
Dan kami mengucapkan penggalan syair itu bersamaan.

***

Aimee sudah terbang. Bukan kembali ke kahyangan. Tapi jauh ke negeri seberang. Melesat diantara awan. Meski mungkin ia telah menemukan selendangnya yang sengaja ku curi dan ku sembunyikan. Atau sekedar siuman dari amnesia panjang. Mengakhiri selamanya yang pernah ia janjikan.

"Au Revoir..." katanya perlahan diantara isak dan sisa senyum ketegaran.

Kemudian ia bergegas menjauh. Dari bibir yang tak pernah jemu ia sentuh. Wanginya masih mengeras di sekeliling nafasku. Menusuk perih dalam tiap helaan panjang.

"Selamat tinggal...!"

Cuma itu yang bisa aku ucapkan saat tubuhnya raib di ujung penglihatan.

Ia masih mengingat penggalan Syair Kematian. Syair yang kerap aku bacakan saat kepalaku manja rebah diatas pangkuan. Dibelai jemari putih panjang berbulu pirang. Diatas pasir, gelisah deru ombak dan sunset menyemburat menor pada ujung cakrawala di depan. Ia sungguh masih mengingatnya. Dan celakanyapenggalan syair itu bukan karya yang ku ciptakan. Sepenggal syair indah, berakhir tersia sebagai sobekan koran bungkus nasi Padang. Yang aku simpan tanpa mengetahui siapa penulisnya. Mungkin seperti itu kelak sajak sajak yang kutuliskan. Kau lupakan dan kau tinggalkan. Aku coklat manismu pada satu episode liburan. Lelaki kecil naif, terlalu menggemari kata-kata. Suka bersenda dengan airmata untuk sekedar menutupi lobang hampa dalam dada.

Kau tinggalkan.

***

Senja mengulurkan tangan. Lembut merangkul pundak. Membujuk aku dengan hangat senyuman. Menuntun aku pulang.

Kembali pada kesepian.

Indragiri Hulu. 2016
Coklat manismu yg malang.
*au revoir_ Selamat tinggal dalam bahasa Perancis.
*Syair Kematian_ sepenggal sajak yg sangat saya kagumi. Saya dapat dari sobekan koran. Dan sampai sekarang saya tak tau siapa penulisnya.
Seharusnya berjudul Syair Kesedihan ada salah ingat waktu saya menulis kemarin. Ini konfirmasi bahwa saya hanya menuliskan kembali. Seperti misalnya saya menuliskan lirik lagu dlm karya saya. Sedikitpun tidak ada niat saya untuk memplagiasi karya penulis lain.




Istri Pertamaku Bernama Kesepian
by; Teguh Santoso Mulyadi


Yang cantik
sebaik-baik hati iblis
merupa setia bayangan mengikut.

Kau datang
diam-diam dan tenang.
Bisik ninabobo tak pernah lekang
hingga lena
hingga tutup usia.

Kawan setia dalam kesedihan
meski kurang ajar kadang,
menyelinap diantara tubuh basah telanjang aku dan istriku sekarang.
Sehabis percintaan.

Kali itu dia datang.
Asyik memandang buncit perut bugil pulas tidur istriku sekarang,
saat aku bercengkrama, mengajak berdoa buah hatiku..

"Kemarilah, berbisiklah atau sapa dia dengan usapan..ini kan anakmu juga.." Kataku perlahan, iba menengok sedih air mukanya.

"Tidak. Itu bukan anak kita sayang..Itu anugerah, dari satu hubungan yang kalian awali dengan menyebut Asma Tuhan.. yah, disaat itu saja aku tak pernah mengganggu kalian..."Lirihnya.

Sejak itu jarang dia datang..
Sesekali menjenguk
melepas kerinduan.

Yang cantik
sebaik-baik hati iblis
merupa setia bayangan mengikut.

Istri pertamaku bernama kesepian.

Inderagiri Hulu, 2009

Kumpulan Puisi Mahyaruddin - BERHENTI


=berhenti=


kau tau
aku mulai mencintai mu
walau sebenar nya
aku tahu
itu hanya menyakitiku

aku hanya mampu menempatkan bayang mu pada istana megah
tak mungkin ku gapai
aku terlalu kotor
bahkan untuk menginjak genangan sisa air hujan di antara halaman nya

banyak pengawal yang siap melubangi keningku dengan mortir nya

aku juga melihat kau menutup tirai jendelamu ketika aku masih berada di seberang jalan

aku menyakiti diriku sendiri saat aku mulai mencintaimu
tak masalah bagiku
aku hanya cukup berhenti dan berpindah arah sebelum aku mati lantaran terlalu menanggung sakit karna mu

aku hanya cukup berhenti
sebelum cinta dan luka ku kian dalam

‪#‎pondokteduh_olehku_pengendarabesitua‬




=ingin rindu=


di larut
dalam sendiri masih berkabut
sungguh tak mampu sembunyi
dari rapuh dinding hati yang rindu bertaut
tak mampu pungkiri diri
basah mata karna perih lantaran jiwa teriris bagai bayang berduri menyayat
kalah pada sunyi pekat
walau biasa bersandiwara pada tawa dan tingkah konyol yang terbuat dan mampu sembunyi di balik kegilaan
namun
saat sendiri merambah pada waktu
sunggu kalah telak
tak mampu mengelak pada sunyi
tak mampu bertarung pada sepi
sendiri
dan
mata tak mampu menahan basah dengan beragam kisah resah
adakah rindu yang terkirim akan terbalas rindu pula ?
ada banyak cerita indah dalam rasa pada rindu itu
namun sayang
belum ada yang sudi memungut rindu usang itu
rindu masih terlampar di antara lalu lalang kemegahan
terserak tak dihiraukan lantaran miskin tak ber uang
harta berpeti jadi sampul harga mati
si miskin yang rindu akan cinta
hanya mampu bercengkrama pada mimpi juga perih dan air mata nya
#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





=rintih rindu=


tersentak dari tidur
terbangun dalam sendiri
tak kulihat siapa pun di samping ku
hanya sosok kosong
tak kudengar suara nafas lain selain nafas lirih ku sendiri juga detak pada jarum jam dinding
sesekali ringkih jangkrik juga menyapa sepi

perlahan ku nikmati dekap sunyi
menikam hingga dalam di sisi sisi hati
perih jiwa ku lantaran penuh rindu beku

Tuhan
aku rindu janji Mu

aku ingin dalam bangun di tengah tidur ku
ada wajah penuh kasih yang ku lihat yang masih terlelap
sosok perempuan pengisi sisa nyawaku
ada suara dengus nafas yang ku dengar tulus dalam tidur nya

ku jaga ia dengan nyawaku

Tuhan
aku rindu janji Mu

ada banyak rindu yang ingin ku hadiahkan untuk nya
aku memang dalam kekurangan
namun aku punya cinta sederhana untuk nya
cinta yang ku yakin tak kan usang
hingga maut datang bertandang

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua
#teaterdermaga_belawan