RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 17 Mei 2018

Kumpulan Puisi Mohammad As'adi - DIMANA AKU ?


Surauku

Banyak orang pandai bicara syareat
Banyak orang pandai bicara iman dan taqwa
Banyak orang pandai bicara hakekat dan ma’rifat
Banyak orang pandai bicara sorga dan neraka
Banyak orang pandai benar membenarkan dirinya sendiri
Banyak orang pandai menunjukkan jati diri
Tapi kenapa masjid dan surauku tak juga penuh-penuh ?

Temanggung 2018






Dimana Aku ?

Engkau disini, tanpa jarak
Tapi aku terlalu jauh mencari Mu
Engkau selekat urat nadi
Tapi aku berlari
Terengah
Mengejar bayang Mu
Ya Rabb Engkau disini
Engkau disini
Tapi aku ?
Dimana aku ?

Temanggung 2018

Selasa, 15 Mei 2018

Kumpulan Prosa & Cerpen Andreant Hanif - HARAPAN DAN DOA UNTUK SEORANG BOCAH



HARAPAN DAN DOA UNTUK SEORANG BOCAH
By Andreant Hanif


Pelukkan yg begitu tulus..
Rengkuhan yg begitu ikhlas...
Senyum hangat yg begitu sempurna
Sambutan yg begitu mempesona....

Senyum lah nak!!
Atau tetap lah belajar tersenyum....
Serap...
Serap lah aura kesuksesan mereka
Serap lah aura Yang mampu memetik hati
hati stiap insan manusia yg memandang diri

Belajar lah nak!!
Belajar menjadi sukses.....
Sukses menarik simpatik
Simpatik rakyat yg setiap saat menjerit.

Berusaha lah nak!! Berusaha seperti mereka
Berusaha lah membuat setiap insan
Meneteskan air mata kebahagian
Setiap engkau mengalami perpisahan.

Berjuang lah Nak!!.
berjuang lah... Seperti mereka
Yang Apabila melangkah pergi
Yg kau dapat Rindu dan Puji
Bukan caci maki....

Nak!!
Berjuang lah... Belajar lah..
Mengerti lah!!
Bukan apa yg engkau raih
Tapi apa yg bisa engkau beri





TRAGEDI TRAGIS SEBUAH TAS
AKSARA 2008


Ku rasa matahari berada diatas kepalaku.
Huufff panas nya menembus kulit ku. Membakar kulit kuning langsat ku.
Tapi tak apa apa, yg penting dia harus pergi dari hidup ku. Guman ku sambil menenteng sebuah tas rangsel ungu hitam. Aku lebih baik berkorban tas dari pada berkorban hati. Siapa juga yang mau tiap hari di datangi pria jangkis berkulit hitam berambut keriting bercelana belel. Hihihihi aku tersenyum sendiri saat mengindentifikasi lelaki itu. Sosok lelaki yang sangat aku kenal. Ya, sangat aku kenal walau dia diantara ribuan manusia. Huuuhhh.. Segitu nya benci ku pada nya sampai aku bisa mengenali sosok nya.
"hy.. Mana tas nya, " sapa nya tanpa basa basi.
" ini, ingat,, gak usah pulangkan" sambut ku. Aku tak mau memulangkan tas itu menjadi alasan nya untuk menemui ku lagi.
" selow, akan aku jaga seperti aku menjaga hati ku padamu" jawab nya seperti biasa. Seolah olah aku adalah pacar nya.
"sudah. Aku mau ke kampus lagi" aku memotong perkataan nya. Aku mulai mual mendengar ocehan nya.
Aku beranjak dari parkiran Aksara. Menyeberang dan menyetop angkut jurusan unimed.

" woi.... Selow.. Tas ini akan kembali kepada pemilik nya" teriak nya.
Tak urus. Jawab ku membatin. Siapa juga berharap dia mengembalikan tas itu. Mudah mudahan dia gak pernah lagi kembali kesumatera ini.
Tanjungbalai MARET 2011
Aku terburu buru melangkah menyusuri gerbong kereta api putri deli agar bisa mendapatkan tempat duduk. Gerbong penuh sesak dengan penumpang dan pedagang. Tempat duduk sudah hampir penuh. Alhamdulillah ada sebuah kursi yang kosong. Aku duduk sambil bernafas lega. Kulihat di depan ku dan disamping ku semuanya pria. Walau kurang nyaman, aku bertahan dari pada harus berdiri. Tanjungbalai medan bukan jarak yang dekat. Kuperhatikan semua nya berpakaian rapi dan seperti nya baik. Mereka tersenyum setiap aku menoleh. Dan seorang pria asik membaca surat kabar. Dahi ku berkerut seperti nya aku mengenal nya. Tapi dimana ya? Apa mungkin? tidak bantah ku dalam hati.
Langganan ku datang. Menawarkan mi pecal kesukaan ku. Aku mengiyakan.
"kami juga bu. Buatain tiga ya. " kata pria berbaju kemeja putih yang tepat di depan ku.
Glekk... Aku keselek. Hampir saja pecal dalam mulut ku berhambur. Gak mungkin dia. Dia lecek. Kumal kridong. Kriting gondrong. Lah yang di depan ku ini rapi. Rambut pendek tercukur rapi. Tapi suara nya,, mirip sekali.
Sesekali aku menoleh nya. Ya. Walau diantara ribuan manusia aku pasti mengenali sosok nya. Tapi bathin ku tetap membantah kalau pria di depan ku ini dia.
"brapa bu, hitung aja semua. Kami berempat" tanya pria itu.
"tak usah tak usah. Saya bayar sendiri" sergah ku.
Aku lihat dia melongo. Melihat ku penuh selidik. Sambil memberikan uang 20 ribu kepada ibu penjual mi pecal.
"hey.. Saya mengenal anda. Hahahahahahaa walau tubuh anda berbalut busana muslim, saya akan tetap mengenali anda" kata nya sangat sopan menurut ku dibanding dengan dia 13 tahun silam.
"iyaaa... Anda bai kan?, " tanya nya mencecar ku.
" iya, saya baiti. Andre ya?"balas aku tanya
Dia secara tampilan banyak berubah. Tapi secara sosiality dia tetap sama. Bicara lepas dan mudah berteman dengan orang yang baru dia kenal. Terbukti dua orang lain bersama kami cepat akrab dengan nya.

Kami banyak bercerita. Dari masa masa kuliah, teman teman nya di unimed sampai tingkah dan gaya hidup nya waktu di bangku kuliah.
Dari cerita kami selama dalam perjalanan, aku paham. Sejak kejadian sewktu dia meminjam tas sampai pertemuan kami di kereta api, aku pernah mendengar dia mengalami kecelakaan lalu lintas. Telah kejadian kecelakaan yang dia alami, membawa dia kepada sebuah perjalanan spritual yang membuat dia meninggalkan pola hidup nya yang lama. Kecuali ambisius dan kerja keras nya serta rasa optimis tinggi. Walau aku tau, dia lumayan pintar dibidang akademis. Tapi keadaan yang membuat dia keras.

17.45. Staisun kereta api medan.
Kami tiba di stasiun kereta api medan.
Aku tidak melihat nya sejak turun. Aku menyapukan pandangan ku kesekeliling peron 1 berharap aku bisa melihat nya sebelum berpisah.
"bai.... Ini tas mu yang saya pinjam 13 tahun yang lalu. Setiap saya bepergian saya membawa tas ini di dalam tas ku, berharap bisa ketemu dengan mu dan mengucapkan terimakasi dan memenuhi janji ku bahwa tas ini akan kembali kepada pemilk nya" suara dari belakanng ku yang cukup mengagetkan.
"hehe.. Iya makasih. Sebenar nya sih saya gak berharap tas ini kembali. Ikhlas kok" jawabku dengan perasaan yang campur aduk menerima tas hitam ungu Sambil berjalan menuruni tangga meninggalkan peron 1 menuju jalan raya.
Di dalam taxi, aku memperhatikan tas rangsel itu. Masih utuh. Walau sudah agak usang. Wajar 13 tahun. Hebat dia menjaga nya. Guman ku dalam hati.

Bukan andre namanya kalau dia tidak bisa mengetahui nomor ponsel ku.
Sesekali dia menelpon ku. Dengan nada yang sopan. Yang sekarang memakai WASSALAMUALAIKUM YA AHLUL JANNAH..
Hal yang tidak pernah dia ucapkan dulu. Waktu yang telah mengubah nya. Waktu yang mendewasakan nya.

16 DESEMBER 2011
Ucapan selamat atas walimah kami. Ucapan selamat menjadi pengantin baru semoga menjadi keluarga yang SAKINAH MAWADAH WAROHMA dari tetamu yang menghadiri acara akad nikah kami di mesjid taqwa simpang mandala medan. Hal serupa ucapan dari media sosia yang dikirim oleh teman teman saya dan suami saya.
Saya menerima nya karena dia mampu menepati janji nya akan mengembalikan tas rangsel hitam ungu saya dengan sabar selama kurang lebih 13 tahun.
Dia sabar mencari saya selama 13 tahun. Takdir yang menpertemukan kami. Si belel lecek urakan itu menjadi suami saya sekarang. Menemani hari hari ku. Menemani malam ku.
Sampai kini esok dan sampai ajal menjemput kami berdua. Aamiin.
The true of story.

Oleh : Andreant Hanif

Minggu, 13 Mei 2018

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - TANPA FIGURA


♡ TANPA FIGURA ♡

Tak henti, kupahat wajahmu
Pada dinding siang yang benderang
Pada langit-langit malam yang syahdu
Pada ruang rasa yang kerontang

Mendayu, sendu, senandung kidung laut
Mengalun ombak menyisir
Terdiamku, larut dalam kemelut
Tak kuasa, hitung pasir di pesisir

Kubiarkan, luluh dirajam malam
Kaku, menopang tubuh tanpa sukma
Entah lelap, ataukah binasa
Tertikam, ranumnya senyum

Lolong malam, terkam sunyi
Jeritku pun, telah terkunci
Yang kudengar, tawa renyah sumeringah
Utuh, di memoar tak kan punah

#DewaBumiRaflesia_10_05_18






♡ MALAIKAT TAK BERSAYAP ♡


Kau kah itu, penabur aroma surgawi
Cumbui, tiap inci relung kalbu
Jerat, penghuni seisi ruang hati
Lafaskan, desah deru bayu rindu

Kau kah itu, binar pelangi mimpi-minpi
Yang memahat dinding-dinding sunyi
Ketika warna malam, hanya gulita
Menggapit jiwa, dengan parade ribuan asa

Kau kah itu, yang kan ikut terbang
Lintasi garis batas jumantara
Tuk petik, ribuan gemintang
Tuk tuai, rembulan dikala purnama

Kau kah itu, pujangga jiwa
Pengukir ulas senyumku
Cukup dirimu satu
Tuk gantikan, seluruh isi dunia

#DewaBumiRaflesia_08_05_18




♡ SURAT BUAT SAHABAT ♡


Sahabatku,
Jalanan itu, paripurna kita jajaki
Gersangnya sahara, rimbunnya belantara
Tapaki, tanpa alas kaki
Resah, marah, lalu sirna dipupus tawa
Memoar pun, dalam album biru

Sahabatku,
Kala itu, mentari masih di ufuk pagi
Lincah, gemulai jemari menari
Mengutip bebulir embun di pucuk-pucuk ilalang
Kita himpun, lalu disuling
Jadikan penawar virus ambigu

Sahabatku,
Kini, mentari tak lagi di ufuk pagi
Ia telah jauh, kian meninggi
Lintasi parade masa, menuju cakrawala senja
Tinggalkan kita, di ruang takdir yang berbeda
Guratkan, garis batas penentu

Sahabatku,
Aku, terbujur di atas bale-bale senja
Telah lama mati, ditikam alibi
Telah lama binasa, dibunuh aksara
Dan kita, saling terkunci dalam kelambu sepi
Dibui, dalam jeruji deretan pohon benalu

Sahabatku,
Izinkan aku, torehkan tinta pinta
Meski hanya pada bait syair sunyi
Rentangkanlah, benang merah, pada generasi kita
Sebagai tanda, kita sahabat sejati
Kala itu

#DewaBumiRaflesia_21_05_18

Kumpulan Prosa Puisi HR RoS - KASIH BUNDA



Kasih Bunda


Senyuman yang tak memudar
Pada tunas-tunas muda
Meskipun kulit terbakar layu
Kasih Ibu sepanjang jalan
Tatapanmu bersinar menyimpan rindu

#Gogyoshi_HR_RoS
Jakarta, 120518





Seraut Wajah


Menghayati keningmu
Keriting sudah pak tua
Kau tampak tua dan lelah
Daun-daun telah layu
Menunggu jatuh ke tanah

#Gogyoshi HR RoS
Jakarta, 110518




DERMAGA MAHA CINTA
Romy Sastra


rebah sujud jubah sufi syauq
melaju batin seperti kilat diselimuti angin
bertongkat alif taqwa meraih ridha
dahaga menyauk tirta cinta
musafir fakir mencicipi saum meminum zikir
mabuk bercumbu rindu
asyik fana tak tergoda

menyingkap tirai-tirai hati
membelah sagara maha jiwa
pendayung rasa menyilami titik pesona
aqli dan naqli mentarikh pada rona
melaju seperti riak dihempas debur
menuju dermaga maha cinta

menatap kerlip petala membuncah
teraba tak tersentuh
menyuguhkan segala warna
menyingkirkan sakwasangka
memilih yang bukan cahaya

sang jiwa menyapa maha jiwa
bermegah,
bersatulah cinta
manunggal ana anta, anta ana
Aku engkau, engkau Aku
bersatu padu
Dialah segala sesuatu itu

HR RoS
Jkt, 170518





Bulan yang Dirindukan
Romy Sastra


Di bulan Rajab, amal-amal dikirim keharibaan. Lalu, Ia menjawab.
"Marilah amal-amal hamba-Ku,
berkumpul di sini di sisi-Ku yang mulia ini."

Di bulan Sya'ban, renungan kian berpacu, apakah Ramadhan masih bertamu? Di pertengahan bulan Sya'ban, bibir yang kemarin basah, kini retak menghentak jejak pulang ke tanah jazirah bermusafir berzikir dan bertakbir.
Sya'banmu pembuka yang tertutup, tertutup bagi yang tak merindukan ampunan.

Di penghujung bulan Sya'ban ini, joki-joki memasang kuda-kuda berlari menunggangi Sembrani. Tentang haus dan lapar diarungi, sebelumnya. Telah ditumpahkan hasrat meminang syahwat, bukan tak memahami jejak-jejak khalifah menitipkan pesan pada jalan religi.

Ramadhan tiba, seisi dunia dan Arasy bertasbih, menyambut kekasih-kekasih yang merindukan Maha Kekasih.

Di bulan Ramadhan ini, para pencari ampunan keberkahan dan rahmat Ilahi, berbondong-bondong seperti anak-anak angsa pulang senja menuju kandang berdendang tentang bulan lebih baik dari seribu bulan, tentang malam seribu satu keajaiban. Sedangkan Tuhan tersenyum memandang hamba yang lelah karena shaum.
"Hambaku, bertahanlah hingga ke medan takwa, takhta tauhid-Ku kau bawa-bawa menahan haus dan lapar meski langkahmu terkapar."

"Hamba-Ku, di balik rindumu, Aku telah bersemayam jauh sebelum kau berpikir tentang-Ku!"

"Akulah surga itu, selimut sutramu...."

HR RoS
Jakarta, 16,05,18




Ramadan Bukan Merayu Tuhan
Romy Sastra


merenung melarung batin ke ranah yakin
di bulan yang penuh ampunan
berkah-berkah bertaburan
selama ini
kaki melangkah menanjak menurun
adakala terantuk di jalan datar
tak mengenal tujuan sering kesasar
betapa banyak persimpangan

merenung melarung batin bercermin
pada bulan kemarin
masih saja terngiang pesta kehidupan
lorong-lorong yang dilalui
seperti mencari jalan pintas
setiap tuju selalu bersimpang

merenung melarung batin di tudung keimanan
menjadi santri semusim
di musala bertadarus tak putus-putus
berpenampilan rapi merayu Tuhan
mengadu segala problema tobat nasuha
berharap kasih sayang

masihkah Ramadan tahun depan kita temukan?

HR RoS
Jkt, 180518





Monolog Sadar
Romy Sastra


menatap kilau jauh di pulau
kerlip di dada tak terjangkau
berjalan kaki langkah meninjau
jejak-jejak tetap tertinggal di telapak
berusaha tak mengantuk 'kan terantuk
mataku, meleklah
telinga, dengarkanlah
jiwaku, hiduplah
rasa, sentuhlah

pikir... jangan menari-nari mencari destinasi, sedangkan ilusi berwarna-warni membayangi
ah, khayal si pembual
diri, usah bermenung
dalil tertulis sudah di lembaran akal
wajahku, simpan malu di ruang kalbu
semoga noda tak berserak di muka buku

kutampar diriku jangan lengah berjalan
langkah dibawa-bawa pada angan
ternyata suratan tertulis di telapak tangan
sedangkan pijar berjaya dengan belajar

aku sadar

HR RoS
Jkt, 180518





Renungan Ramadan
Romy Sastra


Menanam benih di rahim yang sunyi, ketika cinta berlabuh dari segala rindu Ayah dan Ibu, bersatunya kasih sayang jadi embrio si jabang ingin ditimang-timang.

Denyut-denyut nadi seirama jantung berpacu memuji Ilahi, seperti derap langkah kuda berlari, berharap jerih berbuah manis, si jabang bayi terus tumbuh dari getih hidup dengan saripati. Ruh Ilahi ditiupkan, embrio kasih itu akhirnya menjadi sosok insani.

Bertanya Ilahi Rabbi pada si jabang bayi dalam gua garba yang sunyi.

"Fulan? Aku ciptakan engkau jadi hamba-Ku, apakah engkau akan mengabdi pada-Ku kelak?" Sebab, rahmat-Ku akan mengiringi kehidupanmu di negeri pelangi. Seiring itu, surga dan neraka Aku sediakan nanti di sana.
Di setiap ciptaan-Ku, segalanya berpasang-pasangan.

Lantas, tak satu pun pertanyaan Tuhannya ditolak si jabang bayi di dalam rahim yang sunyi selain bunyian nadi dan detak jantungnya terus bergemuruh memuji, ya hu, ya hu, ya hu....
Fulan menerima segala suratan, dan dicatatkan segala takdirnya ke kitab lahul mahfudz.

Pada masanya tiba, Khalifah itu terlahir ke dunia fana. Ada yang diam seperti masih terasa nyaman dengan belaian buaian. Ada yang bingung, lalu menangis histeris. Panas, panas, panasssss....

"Aku di mana Tuhan?" Histeris itu diam.

Sahabatnya datang menghampiri dan memeluk dengan gurauan, satu senyuman terbuka.
Apakah itu senyuman ibadah, ataukah senyuman geli melenakan kehidupannya digoda di negeri pelangi yang menipu sementara ini.

"Kembalilah ke fitrah wahai Fulan, alam barzakh selalu menanti. Rahim ibumu yang dulu sunyi, akan lebih sunyi lagi di kuburan itu."

HR RoS
Jkt, 200518

Kumpulan Puisi Bambang Oebanneo - MASIH ADAKAH TUHAN DI NEGERI KAMI?



LAGI-LAGI
BOM MELEDAK
DI SURABAYA,
PAGI INI ...
13 MEI 2018
--------------------------


Semacam
kemarahan sengaja
dilampiaskan, tak peduli
sila kemanusiaan yang
adil dan beradab, justru
amat KEJI dan BIADAB
tiga rumah ibadah di
hantam BOM ...
merenggut nyawa
insan tak berdosa,
Perang yang mengerikan
tak lagi melawan penjajah
atau bangsa lain, malahan
lebih kanibalis di bumi
tumpah darah sendiri,
rela menjadi robot
nafsu angkara,
BEDEBAH!

Wahai saudara!
Jangan kalian marah
pada keadaan jika yakin
Berketuhanan melangit,
bila kalian merasa benar,
biarlah hukum Tuhan
atas segala kebenaran,
bukan hak kalian
menjadi mesin
PEMBUNUH!

BUNG TOMO
menyelamatkan
KOTA SUROBOYO
dari tangan penjajah
bersama AREK-AREK,
tapi kalian memalukan
harga diri SURABAYA,
malah sengaja nekad
untuk menghancur
leburkan kesakralan
atasnama ...
KOTA PAHLAWAN!

Wahai saudara,
kita agama yang sama
tapi cara kalian amat hina
Nabi tidak mengajarkan
kebodohan, tapi kuasa
syetan kalian patuhi,
aku tidak meyakini
kalian bersekutu pada
Kemuliaan Tuhan Esa,
lebih nista dari Robot-
Robot Perusak, akh!

Tahukah kalian,
berapa ratus jiwa anak bangsa
menghujat maki dan menyumpahi
mati kalian bukan untuk surga Ilahi
puas meniduri berpuluh bidadari,
tapi kematian sebatas bangkai
untuk pesta ria cacing tanah!
Semoga Tuhan menyediakan
tempat layak, istimewa,
lebih gila-sadis dari
ganasnya NERAKA!

Atasnama anak bangsa,
aku sangat kecewa, bukan
lagi masalah agama, tapi
rasa kemanusiaan
kalian BERAKI!

--------------------------
Bambang Oeban
Dari Bumi Desa Singasari
Minggu, 13 Mei 2018
10.35





Edisi Khusus Puisi
Hari Tragedi Negeri
pada 10 Mei 2018,
di MAKO BRIMOB
milik kami ...

-------------------------------
MASIH adakah
T U H A N
di negeri kami?
--------------------------------


Bagi para Polisi
cuma makan gaji
buat makan anak bini
rajin ibadah, mengaji
hidup cari puji Ilahi
di tangan napi,
M A T I ...

Lagi-lagi ditikam belati
duka bernanah terulang lagi
Apa penyebab semua ini?

Sila kesatu Pancasila milik negeri
tak lebih hiasan di dinding tersepi
teragedi kematian seharga kelinci
melahirkan sejarah hitam di bumi
Tuhan difungsikan GAME tekateki
Pintaku, para anak negeri satuhati
keimanan dipertinggi demi NKRI,
HARGA MATI - PANTANG MATI!

Para saudara se negeri,
senafas di bumi merahputih ini,
bila kalian mau meraih surga Ilahi
kok saudara se negeri dibikin mati?
kata KAFIR cukup saja di kitab suci
jangan dijadikan PUNGKAS PEMATI
Hak takdir kematian, harga diri Ilahi
tidak semestinya, kalian kangkangi
demi merebut mahkota MATI SUCI
akh, kalian kenapa rela otak dicuci?
Sila kedua bukan pesan basa-basi,
bukan untuk dihinakan, dikencingi!

Persatuan dan kesatuan satu hati
sudah diperjuangkan buyut negeri
berbagi asah-asih-asuh, teringkari
harapan leluhur, tiada lagi SAKTI!

Jangan-jangan, Ilahi Maha Tinggi
sedang merumus menghitung hari
bencana apalagi yang mesti diberi
supaya satu bangsa tiada satu hati
menjelma kesemestaan sadar diri.

Ya Ilahi
hamba cuma puisi
sebagai senjata suci
supaya negeri tak mati
cukup kiamat kecil ini
menjadi ayat suci
media kaji hati
...

Salam
Satu Nusa
Satu Bangsa
Satu Bahasa
Indonesia
Kita ...

Bambang Oeban
Dari Bumi Desa Singasari
Jumat, 11 Mei 2018
14.58




DI MASA LELUHUR
dan DI ERA GLOBAL
bak TITIT berendam
di air pegunungan ...
--------------------------------


Surat kepada
Mbah Buyut ...

Mohon maaf, Mbah Buyut ...
aku sedikit repot, mesti memulai
dari mana untuk mengabarkan kondisi
negeri yang diwariskan kepada kami
selaku cucu berjarak teramatlah jauh
bila diruntut hingga Majapahit di
abad 13, langit tersemburat
cahaya emas berkilau ...
Hanya saja aku teramat yakin,
mengingat asal usul kakek dari
kota Malang, bagian dari wilayah
Jawa Timur. Lantas aku kaitkan
masih tertitis darah mbah Buyut
Mahapatih Gadjah Mada, cukup
ada kebanggaan di hati punya
leluhur perkasa terhormat
terkenal se jagad raya,
mampu menyatukan
N U S A N T A R A ...
Tapi jiwaku mendadak menciut,
mirip titit terendam di air gunung,
menyaksikan bom berkali-kali
diledakkan, menelan korban
belasan jiwa, mati sengsara,
berpuluh raga luka-luka!
Bangga-marah teraduk satu,
terberita drakula haus darah
sesama saudara, keji tega ...
di era NUSANTARA berganti
baju INDONESIA ...
Aku tak hirau Taufik Ismail
di celoteh karya AKU MALU
JADI ORANG INDONESIA,
kenapa tak hijrah ke Eropa?
Makan berak, masih di
SINI JUGA!
Begitulah mbah, ceritanya ...
Dulu dalam buku lama,
para buyut membangun
candi, keraton, rumah tinggal,
berHOLOPIS KUNTUL BARIS,
makan tak makan ngumpul,
sikap gotongroyong dipuja
setaraf hormat pada Dewa,
kerukunan dan kasih sayang,
pantang disembarangkan.
Sebenarnya, tak mau aku
perbandingkan, nyatanya
kerinduan tak kunjung
datang, malah padam ...

Mbah ...
di masa lama,
semut mati terhinjak
tanpa sengaja, ditangisi
menebus dosa lewat puasa ...
Sekarang di jaman kian terang,
merenggut paksa nyawa orang,
berbangga riang, dianggap
menemukan pintu surga
yang hilang, datang!
Jaman sembarang
main serampang,
asal serang!

Mbah,
aku tak paham
kapan hidup nyaman
segera terjelang?
Kaya mikin, balapan
siapa kekenyangan
siapa kelaparan?

Karena jiwa bimbang
kesurupan setan, gampang ..
Pecundang, pemenang
tiada takut Tuhan
mengemplang!

Mbah,
sekian dulu ya ...
engkau tenang, kami
masih keras berjuang
di samudera luka,
terus berenang ....

Mbah,
doakan
Indonesia
secepatnya
tenang ....

Bambang Oeban
Dari Timur Bumi Singasari
Senin, 13 Mei 2018
09.27




suara serempak semesta
lebih dari perang dunia -2
----------------------------------------


K A M I
R I N D U
G A N T I
N A M A
NEGERI
................


Negeri kami
suasana bermisteri
rakyat pada berdiam diri
tak ada khasak khusuk lagi
kota, desa kuburan mati
keramahan telah pergi
semua hilang peduli
perihatin menjadi
hidup mati suri
saban hari
tersepi
...

Hari yang disepakati
ketua RT seluruh negeri
dari mana-mana berjalan kaki
niat bertemu pemimpin negeri
bawa sangu sebungkus nasi
berjuta tentara dan polisi
siaga bersenjata api
semua siap mati
...

Inilah sejarah demontrasi
tidak terjadi tindak anarki
ibukota berjubal terpadati
rakyat dari seluruh negeri
menyatakan sikap se hati
media sosial, berwira-wiri
pertanyaan tak ditanggapi
bikin jengkel dan sakit hati
amarah diganjal hak asasi
kecewa tak hasilkan rejeki
...

Satu tokoh berdiri
sosok paling disegani
menghadap petinggi negeri
situasi mencekam sekali
senjata api siap beraksi
membidik mewaspadai
siapapun dicurigai
siap terima mati
...

Petinggi negeri
betapa menghargai
tuntutan yang diingini
karena rakyat rela mati
bila protes tak dipenuhi
semua siap bunuh diri.
Dengan tenang hati
berkata nada tinggi
...

Wahai,
pemimpin terpuji!
Kami rakyat ke mari
menyatakan misi
nama negeri
diganti!

Berganti nama apa
yang kalian kehendaki?
Tanya Petinggi negeri.
...

Seluruh rakyat
bersuara ...

"Demi kami
seluruh negeri
menuntut ganti
nama menjadi ...
NEGERI CINTA!"
......

Apa yang terjadi?
Medsos menahan keki,
berharap timbul tragedi
ternyata norak sekali
SOAL CINTA NEGERI!
------------

Bambang Oeban
Dari Bumi Desa Singasari
Rabu, 16 Mei 2018
22.05





S E R A T A N
S E S U L U H
..............................
Ki Sapoe Djagad

R E R U S U H
saling BERMUSUH
MEMBUNUH-TERBUNUH
BUMI KIAN TUA RAPUH
CINTAKASIH TAK UTUH,
apakah TUHAN telah
dianggap barang LUSUH
tiada lagi rasa menyatu
pada ruang RUH
malah MUSUH?
-------------------------

Segala berita
yang kita terima
dan dibaca, boleh.
Sebagai tambahan
wawasan, tak apa.
Sebagai manusia
yang berpikir sehat,
mesti RASIONAL,
TELITI, CERMATI
secara mendalam,
jangan lantas ditelan
MENTAH-MENTAH,
PAYAH jadinya!

W A S P A D A
dan selalu WASPADA!
Ketika BERITA (kabar)
mengandung INDIKASI
MENGHANCURKAN
SEBUAH NEGARA,
ALLAH TAK SUKA!
ALLAH tidak marah,
namun akan MENEGUR
dengan MENAMPAR
lewat MUSIBAH ALAM,
betapa mengenaskan!
Lebih pahit dari segala
TRAGEDI pembantaian,
PETAKA KEMANUSIAAN!
Sekalipun negara berjuluk
SUPER POWER DUNIA,
tak mampu mengatasi,
cuma bisa mengajak
menundukkan
K E P A L A!

Manusia
diciptakan Tuhan
mempunyai KEPALA,
ada OTAK, ada HATI
dan punya PERASAAN ...
Apakah digunakan
secara baik dan benar
demi menjaga keutuhan
mengantisipasi kerusakan
di bumi dari segala bentuk
kerusuhan, kekacauan,
saling membunuh
dan terbunuh?

Salam Indonesia Kita ...
JANGAN RUNTUH
APALAGI HANCUR!
------------------------------


Bambang Oeban
Dari Bumi Desa Singasari
Rabu, 16 Mei 2018
15.30




Aku terlahir
dari kedua orangtua
sebagai Muslim yang
mengangkat tinggi harkat
Kebangsaan, nilai-nilai
tradisi para leluhur
menyatakan
...

CUKUP BAIK
PENDAPATMU ...
G U S M U S
-------------------


Benarkah
kekuatan/kualitas
Iman orang-orang NASRANI/
KRISTEN jauh lebih tinggi
dari kualitas orang
orang MUSLIM?

Semoga tulisan ini
mampu membuka
mata hati kita untuk
saling berbaik sangka
dan saling bersahabat
agar tidak terjadi per-
pecahan antara
sesama kita
anak bangsa
yang beradab.

A m i n
~ . ~ . ~ . ~ . ~
BY GUS MUS


TANDA KEKUATAN IMAN
----------------------------------------


Saya rasa
orang *Nasrani itu
punya Iman yang
luar biasa.*

Bayangkan,
lima kali dalam sehari
mereka mendengarkan
suara adzan dari kampung-
kampung, toh Iman mereka
tidak luntur juga.

Belum lagi
kalo ada acara besar
seperti Istighosah, Maulidan,
Haul, Dzikir bersama, Pengajian,
Tabligh akbar, Parade takbiran
dan sebagainya.

Pas bulan Ramadhan,
seluruh stasiun TV selama
sebulan penuh menayangkan
acara-acara Islami dan seluruh
Mall se-Indonesia memajang
atribut Lebaran dan musik-
musik Islami tapi toh
Iman mereka tidak
kandas juga.

*Bandingkan dengan
umat Islam.*


Mengucapkan
Selamat Natal yang cuma sekali
dalam setahun saja Imannya
dianggap sudah buyar.

Melihat atribut Natal di Mall
atau memakai Topi Sinterklas saja
Imannya langsung bubar.

Melihat warung buka
di bulan puasa saja Imannya
langsung tergoda.

Main game Pokemon saja
bisa langsung dianggap kafir.

Belum lagi kalo makan
Sari Roti atau minum
Equill.

Memilih
pemimpin non muslimpun
sudah dianggap murtad.

Bahkan duit
yang ada gambar pahlawan
beda agama saja bisa langsung
dianggap haram dan
diboikot.

Saya kira
kemunculan fenomena
“Om Telolet Om” juga adalah
sekedar protes dan reaksi dari
kaum muda kritis yang
sudah jenuh dan muak
dengan kelakuan orang-
orang munafik yang
selalu bawa-bawa
agama.

Mereka,
para kaum agamais ini
sangat mudah menghakimi
orang lain sebagai kafir dan
sesat tapi jarang instropeksi
dengan kesalahan dan
kekurangannya
sendiri.

Mereka suka
memaksakan kehendak
dengan berlindung di balik
topeng agama demi men-
dapatkan keuntungan
bagi diri dan kelom-
poknya sendiri.

*Mereka mengaku
sebagai pejuang agama
tapi anti kritik dan anti per-
bedaan serta gemar
mengumpat dan
memaki “Anjing
Babi”.*

Ideologi sektarian
dan politik kebencian
yang masif dijalankan
akhir-akhir ini saya rasa
bukan hanya akan
gagal total namun juga
akan kontra produktif.

*Citra Islam
akan menjadi semakin
buruk dan para politisi
yang selalu bawa-bawa
agama justru akan
dijauhi dan tidak
dipercaya oleh
rakyat*.

*Negara
bukannya menjadi
semakin maju namun
justru akan menjadi
semakin mundur
ke belakang.*

Masih untung
kalo negara kita
tidak pecah dan
hancur seperti
negara-negara
yang ada di
Timur Tengah.

Salam Waras..
🙏
*GUS MUS*


PENDAPATKU ...


apa yang disampaikan
oleh GUS MUS, hendaknya
disikapi dengan lapang dada,
jangan lantas berintervesi,
seakan mendiskreditkan
agama yang kita peluk,
melainkan sebagai bentuk
motivasi, mengingatkan ...
negeri ini yang memang di -
bangun dari kekuatan kebe-
ragaman atasnama ...
BHINNEKA TUNGGAL IKA!

Mari kita
membuka sejarah
dari jaman batu/prasejarah,
masuk kerajaan Hindu, berlanjut
kerajaan Islam, kelangsungan
hidup menghargai agama
berbeda, membuat ...
INDONESIA HEBAT!
Jangan terlalu rapuh
digoyang dalam paham
apapun, kecuali satu
kedaulatan bersatu
menjaga NKRI
sampai mati
bumi ini!

Salam Agama
yang Berbudaya

Bambang Oeban
Dari Bumi Desa Singasari
Minggu, 20 Mei 2018
4 Ramadhan 1439 H.
21.15





Kumpulan Puisi Retno Rengganis - PERIH



PERIH


Kini musim telah berganti
Jiwaku telah kau kubur sekian masa
Di musim daun daun gugur

Kau begitu mudah melupakan bahwa aku tercipta seperti edelweis yang kau petik

Rasanya baru kemarin kita menjajaki riak di pinggir pasir
Kau bilang aku cantik berkerudung hitam

Dan...
Kini engkau mengingkari
Sendiri aku
Berlalu kamu

Cepu 12-4-2018
RETNO RENGGANIS.





#Permohonan.
WISH


Bulan merintih-rintih
Menggantungkan rindu di cakrawala
Adakah bintang memeluk sayang
Jika dingin malam telah percikkan embun beku?
Matahari oh matahari

Adzan bergema di gaung lembah
Memantul indah pada labirin sepi
Seribu tangan-tangan i'tikaf
Pada doa-doa puisi
Yang disyairkan para sufi

Semesta dalam ridho Ilahi
Ciptakan syair sepoi mangir
Hingga pada titik akhir
Tetap zikir.

Cepu 16-5-2018.
RETNO RENGGANIS.
Selamat menunaikan ibadah puasa.




MENJELANG RAMADHAN DATANG

Menghitung bintang mencari cerlang
Ramadhan datang menjelang
Sambut menyambut ujian besar
Lapar haus tetap sabar

Kau terus membayangiku
Seperti sajak bait-bait firman-Mu
Tarawih selaksa doa-doa surga
Yang aku cari seribu satu purnama

Kupetik serumpun bunga putih
Saat takbir dan tasbih merintih
Menyusuri jejak siang, malam, pagi berkabut
Mencauk bening ramadhan bersambut

Kau menghampiri
Aku tak mengingkari
Ramadhan harus diawali untuk diakhiri
Fitri

Cepu 19- 5- 2018.
RETNO RENGGANIS.

Kumpulan Puisi Sri Handayani - SEKUNTUM DOA BUAT BAYI BAYI MERAH



PAGI BERDARAH
Di GEREJA SURABAYA
By ; Srihan


Duhai Teroris durjana
Jika kamu benar benar berani mati,
Mengapa kau seret nyawa yang lain untuk ikut mati. ..
Bukankah kau seorang pemberani ?? Nyatanya kau cuma seorang pecundang
Di gereja itu, kau berlagak jagoan

Kau menjemput mautmu dengan tolol
Kau panggil mautmu dalam kekonyolan
Kau seret seret nyawa orang lain
Untuk menemani kematianmu ...
Lalu mentari pagi di Surabaya menatap sayu
Gereja itu bersimbah darah.....
Jemaat terkapar tanpa nyawa
Duhai betapa naif dan konyolnya ini

Teroris biadab, kau lukai sejarah bangsa
Dengan kerdilnyavilmu dan imanmu
Apa kau sudah puas,
Dengan darah darah yang tumpah
Menemani darahmu yang pecundang
dan sangat penakut ...

Apa kau sudah merasa puas sekarang
Saat nyawamu melayang
Kau paksa nyawa orang lain ikut melayang

Kau putus takdir hidupmu
dan hidup orang lain
dalam lingkaran kebodohanmu

Cukup, tak perlu kau tularkan
Kebodohan dan kekonyolanmu itu
Tak perlu terjadi tragedi berlatar kebodohan
yang picik ..

Sungguh, bukan jihad lakumu
Tapi kebodohan yang sangat, sesat
dan jauh dari iman ....
Kau biadab dan keji ....

Bukan doa dan karangan bunga
Terkirim buat kematianmu
Tapi sumpah serapah dan anti pati

#surabaya berdarah
Kota kembang ,13 april 2018





SEKUNTUM DOA BUAT BAYI BAYI MERAH
By ; Srihan


dari detik ke menit waktu berlari
dari menit ke jam, tangisan bayi bayi merah memecah kesunyian, menambah semarak warna kehidupan ...
Bayi bayi merah itu yang dikirim Tuhan
turun kebumi

Mereka menambal sulam kehidupan
Melengkapi jumlah generasi tua
yang pulang, dijemput malaikat
Mengemban tugas yang kian berat
Menanggung murkanya alam
yang kini tak ramah lagi ....

Menanggung beban hutang negara
yang menggunung,
padahal nikmatnya rupiah
hutang yang ia tanggung tak pernah ia cicipi

Duhai bayi bayi merah
Kuatlah kalian ...
Tegar dan taatlah selalu pada Tuhanmu
Beban kalian begitu beratnya
Juga alam tak seramah dulu lagi

Bayi bayi merah
Tetap tersenyum dan tegarlah
Bersahabatlah pada bumi
Matahari, sungai, gunung dan hutan hutan
Jangan kau lukai mereka
Karena meraka adalah sahabat hidupmu

#sekuntum doa buat bayi bayi merah
Kota kembang 12 mei 2018