RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 04 September 2016

Kumpulan Puisi Siamir Marulafau - KABUT MALAM



== TERULANG SETIAP DETIK,==
Karya : Siamir Marulafau


Aku tak seperti dulu lagi
Aku tak bisa jalan setapak demi setapak
Hanya kaki kutitip di muka bumi
Derap langkahku berat
Menginjak dikau
Apalagi kepalamu
Apalagi harga dirimu
Hanya pesan dan kesan
Apa pun hendak dikata
Ucapanku terulang setiap detik

sm/04/09/2016





==LAKA==
Karya :Siamir Marulafau


Fatua so nihale dedenia kheu
Ba tengamai wa'ami nidane mbawa nia kheu
Ba'afuriata dania nano isendra niwa'e dedenia ba'ieroge,ba'itoyononi ndrauge
Da'e dania wasagete badedeu
Haweisa lakau khenia.

sm/03/09/2016






== Oroisa ==
Siamir Marulafau


Bei misofu -sofu sa'a dania
Nale anau lala wa'aurigu
Bere mefa'auri andre ba hamamei here
Henale urei harato
Ba ha hasil korupsi zino urei
Bei mifatou-toudo sa'ae
Awai ligu

Sm/03/09/2016





== TERKAPAR ==
Karya : siamir mrulafau


Kecantikanmu terkapar
Dirundung angin malam
Kepompong liar bergentayangan
Hasrat memanas
Memikat lara
Duit pun tersenyum
Kantong-kantong koyak
Dosa tercatat
Surga sirna
Mendesah di malam purnama
Di kala cahaya benderang
Apakah kupu-kupu malam?
Hinggap ke sana sini
Jeritan menguat

sm /30/08/2026





Tausiah singkat disampaikan oleh :Al-Udstz.Siamir Marulafau bertajuk "TAUBAT".


A.S.W.W.
Sdr/i kaum muslimin muslimah rahimah kumullah.

Tausiah singkat ini, mengingatkan kita bahwa taubat sangat penting dilaksanakan jika merasa bahwa ada kesalahan atau dosa yang kita buat kepada Allah Swt yang bertentangan dengan Al-Qur'an.

Seterusnya,apakah orang yang berbuat ke
Salahan (dosa)khususnya kaum muslimin seperti korupsi dan lantas jika meninggal dunia,mayatnya wajib disalatkan?

Saya sebagai seorang udstz juga kurang se-7 jika yang besangkutan dan terkait masalah korupsi yang jenazahnya tidak disalati karena dalam Qur'an,Allah berfirman dan menyarankan kita untuk bertaubat sebelum mati dan taubat itu akan diterima Allah SWT jika benar-benar taubat itu taubatan nasuha dengan catatan bahwa perbuatan yang dilakukan itu tak diulangi lagi dan sekalian membayar kafarah sesuai dengan perbuatan yang dilakukan sebelumnya terkecuali perbuatan atau dosa seperti syirik(menduakan Allah atau mempersekutukan Allah),dan dosa bunuh diri karena perbuatan seperti ini sangat tercela dan tidak ada ampun di sisi Allah SWT dan orang yang berbuat dosa seperti ini tak akan halal masuk surga Allah dan kekal masuk neraka Allah selama-lamanya.Maka jenazahnya tak perlu disalatkan lagi.Sementara dosa yang berbuat korupsi,masih bisa ditaubati karena perbuatan korupsi itu termasuk perbuatan mencuri,dan jika mencuri tangannya harus dipotong atau ditembak mati sesuai dengan kesepakatan para ulama dan MUI.

Demikianlah tausiah singkat disampaikan kepada kita semua dan apabila ada kesalahan,kekurangan dan kelebihan dalam penyampaian,saya minta maaf pada permirsah di tanah air. Saya tulis tausiah singkat ini karena terinspirasi dengan tuntutan yang saya baca di media sosial "TRIBUN"/30/08/3016.Maksih-Wassalam(pdlc).
Foto Siamir Marulafau.








ANEH TAPI NYATA!
karya : Siamir Marulafau


"MENGAPA HUKUM DI NEGARAMU TAJAM DI BAWAH TUMPUL DI ATAS?"APA MAKSUDMU?APAKAH INI MASALAH DUIT ATAU BACKING?BIAR SAYA TAHU,,,,,,,,,,,.JIKA TIDAK DIBERITAHU, KAU AKAN DIJILAT SAMPAI TERKAPAR DI KARANG TAK BERLUMUT,,,,,

sm/31/08/2016





KABUT MALAM
Karya :siamir marulafau


Kabut menggulung harapanku
Di kala senja suamiku mencebur
Hanya pasrah pada--Mu
Dengan rinai hujan merintik
Membasahi seluruh impianku

...
Apa salahku?
Tak ada tersirat
Dalam batin kusemai rasa bahagia
Suamiku bagaikan intan permai
Lembut selembut sutra
Seyumku kulemparkan dalam nafas
Sepanjang ragaku tertanam dalam lara
Tak akan kubiarkan...
Belut kasih kudapat
Sampai terkapar di kasur nan indah
Kuselimuti duka dan suka
Seiring pelangi mengintai sekejap
Suaraku mengerang ...
Di saat surga dunia terlampiaskan

31/08/2016





KRITIK SIAMIR MARULAFAU PADA PUISI Ady Harboy bertajuk"MEMIKUL CINTA MENEMBUS LARA"


MEMIKUL CINTA MENEMBUS LARA.

kata sulit di racik
lelangit khayal masih berseda gurau
mungkin tak ada lagi kata cinta
andai mulut masih terus saja berkata-kata
tak jarang tanpa makna
yang menghujam semua peristiwa

alibi sejuta keinginan
menggoda cuaca
terik mentari
tak lagi menguras keringat
dan peluh sejurus menghardik
duka melambung tinggi
lihat dan amati
mobi-mobil mewah itu
entah kemana saja maunya

rumah-rumah elite
berjejer
bak pasukan menanti tempur
entah dari mana saja
uang mendekap kemauan
sebelum jalan tumpat seisi keinginan
sebaiknya ikutan saja

mencintai luka
kian berkepanjangan
sebelum bui penuh sesak
dan mati bak ikan gembung
di arena nyata
bahkan kenyamanan jangan lagi di tanya
mau apa hidup

kalau putus kata cinta
mau apa nikmat
andai semua tersumbat bersubahat
kuat mengikat rezim
yang sedang berkembang
dan langkah-langkah berpundak cinta
akan sirna bersepanduk tipu daya

lihat
dan buktikan saja
yang kaya
masih saja menumpuk harta
yang miskin
terus saja menyakini kemiskinannya
lalu memikul kata cinta
untuk sebuah lara
adakah kau sangka
bila hanya di mulut monyong belaka?

DISKUSI DAN APRESIASI :

Melihat sepintas puisi di atas sangat membuat pembaca tergiur dengan tajuk puisi yang tajuknya sangat relevan dengan tema dan isi kandungan puisi yaitu makna yang tersirat di balik tersurat.Para permirsah di tanah air perlu diketahui bahwa penyair kita ini sangat aktif dalam menulis puisi di berbagai grup dan menulis puisi dengan baik termasuk puisi yang diapresiasi ini bertajuk"MEMIKUL CINTA MENEMBUS LARA".Dari tajuk puisi ini, pembaca mendeteksi bahwa penyair ini sangat peka perasaannya melihat peristiwa dalam kehidupaan masa kini.Hal ini tergambar pada puisi ke 5, dan memberikan kesimpulan kepada kita tentang apa yang terjadi dalam liku-liku kehidupaan sosial bahwa kehidupan yang kaya masih mencari harta yang berlimpah ruah untuk mempertahankan kekayaannya.Sementara yang miskin hanya berdiam dalam mempertahankan eksistensi kemiskinannya.Penyair dalam hal ini sangat antusiasi jika yang kaya tak salah membantu yang miskin dan jangan hanya di mulut saja.Dalam UUD 1945, juga yang miskin itu juga harus diurusi, dan jangan dibiarkan dan terlantar begitu saja, iya apa tidak?Penyair tentu saja memikul kata cinta dan prihatin tentang sifat manusia pada zaman sekarang ini bahwa jika manusia sudah kaya akan lupa daratan dan tidak ingat lagi kepada yang miskin dan kadang yang kaya atau penguasa menginjak yang miskin.Cetusan hati penyair ini dapat dilihat pada apa yang dikatannya pada baris-baris puisinya(Sajak ke 5), sbb:

"lihat
dan buktikan saja
yang kaya
masih saja menumpuk harta
yang miskin
terus saja menyakini kemiskinannya
lalu memikul kata cinta
untuk sebuah lara
adakah kau sangka
bila hanya di mulut monyong belaka?"

Selanjutnya, pada puisi ke 3, penyair juga mengatakan bahwa pada masa sekarang ini, banyak rumah-rumah elite berjejer dan sangat mewah, dan kemudian penyair juga selalu bertanya-tanya, entah dari mana saja uang diperoleh dalam mencapai keinginan hidup dalam kemewahan, dan sangat jauh sekali bila dibanding dengan rumah "KUMU" yang ditempati oleh orang-orang miskin dan ini adalah kenyataan.Bahkan yang miskin bisa saja tergusur.Dalam ilustrasi ini, penyair juga menggunakan gaya bahasa simile seperti " "rumah-rumah elite berjejer bak pasukan mennati tempur".Cetusan hati penyair dapat dilihat pada sajaknya yang ke 3, sbb:

"rumah-rumah elite
berjejer
bak pasukan menanti tempur
entah dari mana saja
..............ikutan saja'

Seterusnya, penyair juga selalu mengamati bahwa kehidupan orang kaya ini luar biasa,dan bukan hanya rumah mewah saja dimiliki tapi mobil-mobil mewah juga,dam memang itulah kenyataan liku-liku kehidupan dunia sekarang yang sangat membedakan antara sikaya dan simiskin di mana yang kaya sangat alibi dalam memperkaya diri dan sudah kaya kurang kaya lagi.Dengan catatan, penyair mengatakan bahwa orang yang kaya itu tak lagi menguras keringat dalam mencari kekayaan.Sudah kaya bertambah kaya.Cetusan hati penyair dapat dilihat pada sajak yang ditulisnya, yaitu : Sajak ke-2, sbb:

"alibi sejuta keinginan
menggoda cuaca
terik mentari
tak lagi menguras keringat
................mobil-mob il mewah itu
entah kemana saja maunya"

Selanjutnya, penyair dalam puisi ini menyatakan bahwa rasa cinta antara sesama pada masa sekarang ini sudah tak ada lagi dan keakraban dan hubungan silaturahmi itu dirasa renggang sebagaimana yang digambarkan pada sajak 1 dengan kalimat yang sangat tajam dalam bentuk gaya bahasa personifikasi :"kata sulit diracik
lelangit khayal masih berseda gurau
mungkin tak ada lagi kata cinta
......................yang menghujam semua
peristiwa"

Pada sajak ke-4, penyair nampaknya memarkan kepada kita bahwa kehidupan manusia yang serba serbi pada masa sekarang tak perlu lagi dipersoalkan karena ibaratnya mencintai sebuah luka, dan ini sangat terasa sakit dalam kehidupan orang-orang lainnya yang tak sebanding dengan kehidupan orang-orang yang kaya, yang terus menerus berjalan.Ungkapan ini selalu dikatakan dalam bentuk kalimat yang indah dengan gaya bahasa simile :"mencintai luka kian berkepanjangan sebelum bui penuh sesak dan mati bak ikan gembung di arena nyata......"(Sajak ke 4)

Setelah menganalisis sekelumit isi dan bentuk penulisan puisi ini, pembaca merasa bahwa puisi ini termasuk puisi yang bagus dalam konteks pemaparan dipandang dari segi sosial budaya.Maka dalam hal ini, pembaca menganalis dengan pendekatan ekstrinsik berkaitan dengan pendekatan sosiologi merujuk pada kehidupan sosial masyarakat.(Rene Wellek&Austi Warren)
Seterusnya, dalam sistem penulisan, penyair menggunakan sistem yang tak terikat dan selalu bebas dalam pengungkapan dengan menggunakan bahasa yang agak sulit dicerna.Penyair juga menggunakan beberapa gaya bahasa seperti simile,personifikasi dan beberapa metapora yang indah untuk membuat puisi ini terasa indah.

SUGESTI :
Penyair cenderung menyarankan pada kita sebagai pembaca bahwa dalam puisi ini sebaiknya orang-orang kaya itu jangan hanya bergelimang dalam eksistensi kekayaanya tapi alangkah baiknya jika mereka juga menaruh rasa cinta dan kasih pada yang miskin karena harta kekayaan itu adalah hanya sebagai pinjaman sementara hidup di dunia, dan ini semuanya tidak kekal.

Pada kesimpulannya, pembaca juga mengapresiasi bahwa penyair ini memiliki rasa solidaritas yang amat tinggi atas kemanusiaan(HUMANITY) sebagaimana tergambar dalam beberapa baris puisi yang membuat saya terinspirasi dalam mengkaji nilai budaya dan kihidupan sosial masyaarakat terutama pada masyarakat kita, Indonesia tercinta bahwa beginilah kehidupan sosial masyarakat di negara kita ini"Yang kaya akan bertambah kaya dan yang miskin akan bertambah miskin, dan yang kaya tak ada lagi rasa cinta dan kasih pada yang miskin".Apakah hal ini dibiarkan?Inilah kegunaan penyaair dalam mencetuskan buah pikiran dan perasaannya dalam bersyair yang harus dibaca dan direnungkan para permirsah di tanah air tercinta.

Akhir kata, jika terdapat kekeliruan ,kesalahan dan kelebihan dalam penafsiran, pengkritik/pembaca mohon dimaafkan karena tak ada kesempurnaan dalam ilmu sastra sebagai ilmu sosial yang tak habis-habisnya.Makasih.Wassalam(Pdlc/ 30/08/2016)





== BUKAN MUTIARA==
Karya : Siamir Marulafau


Meskipun namamu seindah mutiara
Laramu terdampar di gurun pasir
Tak satu pun keindahanmu tersentuh
Jika kasihmu sirna

Burung-burung pun tak akan hinggap
Di kala santunmu kering
Tak bersinar
Untuk apa dipertahankan?
Jika mutiara dikau suguhkan tak menepi
Pasir- pasir pantai akan berhamburan
Tergulung di deburan ombak
Tak akan ada arti sepanjang dunia tak bergulir
Walaupun namamu disebut setiap detik

sm/04/09/2016





== MERANGKUL KASIH ==
Karya :Siamir Marulafau


Kasihku tak akan terhempas di ujung langit
Meskipun langit tak cerah
Awan tak berjalan
Badai mengganas
Biduk terombang ambing dengan ombak
Tapi kasih tak akan sirna
Sepanjang dunia tak berantakan
Akan kurangkul sampai titik nafas tak mendesah
Di penantian akan kutabur berbenih surga

sm/05/09/2016




BELAIAN KASIH
Karya : Siamir Marulafau


Hanya membelai rambutmu
Di ujungnya akan terurai kasih
Walaupun cahaya rembulan dikau rangkul
Akan kutunjuk angin menghembusnya
Agar rasa rinduku tersentuh dalam kalbu

Sm/05/09/2016





==Miera-era==
karya :siamir marulafau


Zage-zagemi ya'ami ira alawe sa'ae
Nano la'etu6 gufahadia bakha ba rafe ba ma bani'okeli manu
.....bahada ndratuada andre
Ba bei mifaruka ami sa'ae
Duma-duma nia :

Tebai nifawu'a ma zui nitukari dei nono nihale nano la'aetu6 ira zatuada bakha bahada andre

Namibule'6 da'6 ya'ami ira alawae
Eluahania da'6, mifuta tela hege ndratuada ba heira amada ba mazui sibayada

Balua-lua niada'6
Aboto mbanua
Aboto zifatalifuse
Timbul wabal6sa
Hawa'as6khinia dania,mafayagu andre?

Ba bei milau-lau sa'ae
Mititi mbu'umi, he
Awai ligu...

sm/06/09/2016





== Bua-Bua Nono Nihal6==
karya :siamir marulafau


Akha sa'ae maha mbeli nono nihal6
Nasekhi warange
Ilawa matua nia'i
Ba l6'ifosumange
Ba l6'iroroge namofekhe
Ba l6'ifahede namofekh6
Ha dongania niera-era nia
Ira alawe sil6fozu
Ira alawe sil6 mofotu

Wa'amaniasagu wohal6 ya'ug6
O'usibo'6 gefe sebua
Ulau mofane
Meido marato
Ba lemeido fagai
Wangobini kefe
Ya mate'6
6rorog6 nonom6, he
Ulau mofane
Bal6 mangawulido sa'ae

sm/06/09/2016





==Mihene-hene Zinga==
Karya : siamir marulafau


Miteng6ni wehede andre
Tenga fa'abaga nigohi ba ndra'alawe
Ba bua-bua nit6ng6ni
Natahale fo'omoda ba mazui um6neda
B6r6 me fongowalu bakheda ba dan6 Niha ba ebua sibai mb6li
Da'6 dania wa tafaigi-faigi sibai
Ena'6 l6tekiko ita
Ba nal6 faduhu d6d6mi sa
Ba mitandraig6, he
No iter6-ter6 gahe nosegu
Wa bola bale mongowalu

sm/06/09/2016





L6uwa'6 Sa'ae
Karya :siamir marulafau


Badaroma li lowalangi
B6i ohore
Babei manage
Babei upe naweu
Babei'a mbeli naweu
Babei limo naweu
Babei 6badu duo
Babei korupsi ndrauge
I'ila ndaruge Soaya
Lemei'6 ba zorugo

Ba nal6 farisayo'6 at6
Balazi ndraug6
Ba'6 tandraig6
Bal6 uwa'6 kheu sa'ae
Awai ligu

sm/07/09/016





==TAK AKAN MEMILAH==
Karya :siamir marulafau


Aku tak sanggup lagi menggenggam surga
Jika amalan kusuguhi pada-Mu bagaikan hujan rintik-rintik
Keteledoran kusemai dalam jiwa membakar harapan di penantian

Sungguhkah itu?
Aku hanya memberi bayangan
Pandanganku untuk-Mu tak akan memilah kasih
Tak akan tinggi sehelai benang
Penasaran....
Apakah aku ini makhluk surga-Mu atau neraka-Mu?

sm/06/09/2016





WHAT IS IT?


No sky can be grasped
No rain can be stopped

No sea can be resisted
No waves can be swum

No death can be avoided
No case can be overcome

Depends on how to do it
Let think it twice or trice
Before the breath stops

And that's the final door
Must be thought

sm/copyright, 06/09/2016





==DI BATU NISAN==
Karya :siamir marulafau


DISINYALIR AKAN MENJADI PROF. PUISI DI ALAM BARZAH
BILA NAFAS TAK MENGUDARA LAGI
LANGIT BAKAL TAK CERAH
AWAN-AWAN BERHAMBURAN
BUMI GONCANG
POHON-POHON BERTUMBANGAN
HALILINTAR MENGAUNG BAGAIKAN SINGA KELAPARAN
PETIR MENYAMBAR LARA
TERTULIS DI KAIN KAFAN BERTINTA HIJAU
MENGERING DI TANAH TAK BERSULUH

sm/07/09/2016





==Tatuk6==
karya : siamir marulafau


Tatuk6 bad6d6gu
Hanizomasi'6
Yaia ba maya'o
Ena'6 aboto bad6d6gu
B6r6 mele'omasido na'6gatu-gatu ndra'o
Oya ndramatua b6'6 zomasi kh6gu
Ena'6 aboto ba d6d6u niwa'6gu andre

Ya'odo andre batenga ono sifageu-geu
Tuagu bano ilau mangowasa
Nga'6t6 mbalugu Hili ba mbawasawa
Da'6 dania wab6i omai-mai'6

Na'6sofu khegu,hawa'omasigu kh6u?
Ba tebai 6'su'a
Hul6 na'esu'a fa'abakha nasi gero hulo mbawa
Na'iotarai ba d6d6u wa'omasime kh6gu
Ba 6wa'6 khezatuau
Ena'6 lafatune da'a kh6da
Hadia wafasita-sita man6 ita
L6 eluaha, modose, modose
Bahadia sa'ae na'6uma-uma ba ma ebabaya ndra'o
Meita bakha ba narako
Awai ligu...

sm/07/08/2016





==TERGENANG==
Karya : Siamir Marulafau


Sinar mentari tak akan meraut wajahku
Sepanjang dunia tak terhembus dengan angin
Hanya anganan tak tergapai
Dalam impian berbayang

Sungguh sanubari mendekap ke langit
Tak ada suara menyapa
Hanya zikir pada Tuhan-Ku
Menggema di sekujur jasadku
Tetesan air mataku pun mengalir
Tergenang di telaga surga

sm/07/09/2026





==TERBENAM==
Karya : siamir marulafau


Akan ke mana kubawa lukaku?
Lukaku mengangah
Tak terhankan di kala jeritan bagaikan petir
Sakitku membuat harapanku tercabik-cabik
Sungguh perih pedih
Sepertinya bumi tak terpijakan lagi
Kubawa berlari pun tak akan sirna
Terdampar di muara tak bertebing
Terhempas di hamparan lautan dengan gelombang menggulung pasir
Terbenamlah sudah
Biduk akan tak terbangun lagi
Di saat senjaku tak menggapai kayuh

sm/08/09/2016





==TAK TERGIUR DENGAN RUPA==
Karya :siamir marulafau


INGAT! AKU TAK BUTUH KECANTIKAN
YANG CANTIK BELUM TENTU CANTIK
YANG JELEK PUN BELUM TENTU JELEK
TAPI HATIMU YANG KUBUTUHKAN
JASAMU PADAKU TERUKIR DI MANA PUN AKU BERADA
JIKA DIRIMU CANTIK AKAN MEJADI RACUN BUAT HIDUPKU
AKU TIDUR PUN TAK TENANG
DAN APALAGI JIKA DIKAU JELEK, JELEK PULA PERANGAIMU
MAMPUS, MAMPUSLAH AKU INI

AKU TAK BISA LAGI MEMUISI
DI MANA-MANA PUN AKAN TERINGAT
HANCURLAH HARAPAN SEMUANYA
MAKA JANGAN SOK CANTIK
JANGAN SOK JELEK PULA
CANTIKMU TAK TERBUNGKUS DALAM RINDUKU
JELEKMU PUN TAK SIRNA DALAM JIWAKU
TAPI JASAMU ADA DALAM BATINKU

WAHAI KEKASIHKU...

SADARILAH,AKU BUKAN YANG KAYA,GANTENG
TAPI HANYA PENYAIR MENGGORES AKSARA DENGAN TINTA DI ATAS KERTAS PUTIH TAK BERNODA
MELUKIS EKSPRESI JIWA UNTUK MASSA
BUKAN PECUNDANG DALAM CINTA
HANYA SENI TERUKIR DI SETIAP SUDUT KOTA
KUTERAPKAN SEBELUM HAYAT DIKANDUNG TANAH
ITULAH PESAN BUAT CUCU ANAK BANGSA

sm/08/09/2016





==RINDU YANG TERBUNGKUS==
Karya :siamir marulafau


Aku jadinya tergilas dalam senyummu
Membuat dunia goncang tak terpijak
Sungguh laraku tertusuk jarum
Biarkanlah kutahankan sakitnya
Akan berbalik jadi rindu
Kunantikan di ujung nafas sebelum tenggelam
...di tanah tak bersuluh

sm/08/09/2016




SEKELUMIT MAKNA KARYA SASTRA
Oleh :Siamir Marulafau


Wajib diingat oleh para pembaca karya sastra di tanah air bahwa ulasan karya sastra ditulis dalam berbagai bahasa kadang lembut dan kadan kasar dalam penyampaian baik secara ironis halus maupun tak halus,dan itulah dia karya sastra karena sifatnya sangat menuntut moral dan parbaikan tingkah laku manusia.Maka untuk itu,kita sebagai pembaca tak perlu merasa emosionil dalam menghukumi bahwa karya sastra itu tidak bagus.Sementara yang diulaskan dalam sebuah puisi sangat penting dan bermakna untuk perbaikan diri ke depan.Apa yang ditulis seorang penyair,bukanlah hal yang sembarang karena masalah yang diungkapkan dalam puisi itu adalah sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.Makasih(pdlc

/09/09/2016)




===KURBAN===
Karya : siamir marulafau


Sepertinya darah menetes di bumi Tuhan
Leher anaku kupertaruhkan
Kusembelih mengukir perintah
Berganti jadi domba
Kutebas lehermu demi mukzizat
Perintah-Mu tak akan tersia-siakan
Ya,Tuhan ....
Sungguh mulia perintah-Mu padaku
Sesungguhnya anak kusayangi di dunia
Ismail,anak semata wayangku

Aku sungguh tak berpaling dengan godaan saitan
Perintah-Mu, penyebelihan terukir jadi emas
Emas berbingkai surga
Dengan tetesan darah mengalir ke surga-Mu
Kasih sayang-Mu tak akan putus
Mengubah sejenak tanpa kesangsian
Ya,Tuhan...

Tetesan darah mengalir bukan sembarang
Perintah-Mu padaku terlaksana
Di padang Arafah kusemai rasa cinta
Cinta dan kasih-Mu membelai leher anaku
Tak akan putus dengan kapak besi
Leherku menyatu...
Domba silih berganti dengan tetesan darah mengalir ke surga-Mu
Terekam dalam imanku
Nabi Ibrahim,nabi mulia di sisi-Mu
Iman teruji di kala wahyu-Mu menggema
Kupasrahkan leher anaku menggapai surga-Mu
Barokah di sisi-Mu
Menyatu dalam kalbu

sm/10/09/2016




==NABI ISMAIL==
Karya :siamir marulafau


Aku hanya menyapa hewan-hewan jadi kurban
Mereka berkata :
"Kami hanya disembelih dan tidak menuntut tetesan darah"
Penyair terkekekekeh...
Luarbiasa pengorbanan kalian demi Ibrahim
Demi Ismail kalian mengorbankan nyawa
Menahan perih pedih
Biarkan leher kami ditebas asalkan selamat neraka Tuhan
Masuk surga pun tetesan darah kami jadi air susu seluas lautan
Bulu-bulu kami diperhitungkan akan mengukir amalan
Ketimbang bakhil berkantong tebal kurban pun tidak
Aku terdiam...
Mahalnya surga Tuhan bermodalkan seekor biri-biri
Ya,Tuhan...
Ketuklah hati mereka
Jangan terlalu bakhil di dunia demi surga
Surga titipan bagi beramal
Neraka bagi yang bejat
Masya Allah,masya Allah

sm/11/09/2016




==TAK AKAN TAK PERDULI==
Karya :siamir marulafau


Aku hanya menitip keperdulianku akan dikau
Sepanjang dunia tak bergulir jadi debu
Meskipun Bumi Tuhan gersang retak dan pecah
Laraku bersenandung mengungkap kasih tak berujung
Di kala sinar membias sampai ke kutub
Salju akan kering...

Memanas di daun-daun cinta kusemai
Akan tak perduli lagi pedih perih
Rintihan akan kasih tak akan berpaling
Jika pohon kutanam dikau siram setiap pagi
Senjaku tak akan terbenam
Walaupun mentarinya panas terik
Akan kubalut dengan senyum sampai dikau tak terkapar di pantai tak berpasir

sm/13/09/2016





==BILA BINTANG MENDEKAP==
Karya : Siamir Marulafau


Jika bintangnya mendekap
Akan kuhampiri
Meskipun kelap kelipnya berbayang
Cahayanya mematrik dalam lara
Sepanjang bumi tak terhimpit
Lautan tak akan meluap
Ciprakannya juga tak akan keluar
Akan kutampung sekejap
Kuoleskan dengan senyum sepanjang hayat
Di sanalah kutunggu...
Kubelai di atas karang terjal tak bertepi
Walaupun biduk hampir tenggelam
Seiring badai tak menghempas
Di kala harapan tak menipis di deburan ombak tenggelam

sm/14/09/2016





==BEGAL==
Karya :Siamir Marulafau


Aku ini begal
Bukan anti bekal
Apakah tak tahu kalian?
Siapa berani mencegah?
Jika mencegah...
Akan kubegal sampai pegal-pegal
Polisi pun akan kubegal
Di mana pun anda berada akan dibegal
Jika tak mau dibegal
Serahkan semua harta
Pembegal melahap makanan di tong sampah
Akan dibegal sampai tak jerat
Penjara rumah begal
Ditembak di tempat akan tak membegal
Taruhan nyawa pun siap dibegal
Asalkan damai di tempat
Siang malam parang pembegal terhunus
Siapkan lehermu ditebas
Jika hartamu tak berbagi buat pembegal
Lapangan kerja pun telah terbegal
Perut berbunyi pegal-pegal
Berhati-hati di setiap jalan berbegal

sm/14/09/2016





==INGATLAH SELALU==
Karya :siamir marulafau


JANGAN MACAM-MACAM!
DALAM HATIMU ADA AKU
DALAM PENGLIHATANMU ADA AKU
DALAM PENDENGARANMU ADA AKU
PADA UCAPANMU ADA AKU
PADA PERBUATANMU ADA AKU, PENYAKSI
DALAM KESEDIHANMU ADA AKU
DALAM DOAMU ADA AKU
DALAM KEBEJATANMU ADA AKU
DALAM KEBAJIKANMU ADA AKU
DALAM RENUNGANMU ADA AKU
DALAM KORUPSIMU ADA AKU
DALAM PENGHUKUMANMU ADA AKU
SEMUANYA ADA AKU

MAU KE MANA KAU?
TETAP BERSAMAMU
TAK AKAN SIRNA DALAM PANDANGANKU
KARENA AKU TUHANMU
SADARLAH KAU
KUINGATKAN SELALU
MANA KAU SUKA NERAKAKU ATAU SURGAKU?
MAKA KAU HARUS KURBAN UNTUKKU
MAKA KAU HARUS BERBUAT AMAL UNTUKKU
KUHIDUPKAN KAU UNTUK MENYEMBAHKU
BUKAN UNTUK BERJUDI TERUS MENERUS
BUKAN UNTUK BERZINA SEENAKNYA KAU
BUKAN UNTUK MENCURI SEMAUMU
BUKAN UNTUK KORUPSI MEMUSNAHKAN HAMBAKU
TUNGGULAH AZABKU DI KALA NAFASMU TAK MENDENGUNG
TAK USAH MENYESAL KATAKU
AKU INI, TUHANMU
JANGAN MAIN-MAIN DENGAN AGAMAKU
JIKA TAK MAU DENGAR APA KATAKU
AKAN KUBOLAK BALIKAN DUNIA SEKEJAP UNTUKMU
MAU KE MANA KAU?
INSYAFLAH, HAMBAKU SEBELUM TERLEBUR DI TANAH TAK BERSULUH

sm/13/09/2016





==MENGUPAS SENJA==
Karya :Siamir Marulafau


Aku bukan tak mengupas senja
Meskipun berlari dan jatuh di ufuk barat
Hati nuraniku terukir pada bingkai
Bingkainya akan berbunga

Suatu waktu denyutan jantungku berhenti
Di kala nafas menerawang
Entah kapan akan terjadi?
Hanya kubiaskan doa sujudku pada-Mu
Terserah namaku disemayamkan di langit ke-7
Mungkinkah itu?
Terserah
Terserah
Terserah

sm/16/09/2016




==TAK AKAN ABADI==
Karya :siamir marulafau


Hidup bagaikan pelangi
Kadang bagaikan api menyala
Kemudian mati
Hanya asap tertinggal mengepul
Meninggalkan pesan kesan
Bertanya selalu...
Apakah dikau kembali?

Tak kembali sepertinya gulungan ombak
Menghempas di tepi pantai
Akan balik kembali tapi menghilang
Menghilang
menghilang
menghilang

sm/21/09/2016





===SETIA ATAU TIDAK?===
Karya :siamir marulafau


APAKAH DIKAU INGAT AKAN AKU JIKA NAFASKU TAK MENDENGUNG???,,,,,,,,,,,Jawablah sayangku,,,,,,

AKU YAKIN AKAN DIKAU CARI KEPOMPONG MENENGGEK TAK BERARTI
SEBAGAI PENGGORES NAMA DI BATU NISAN PUSARAKU

sm/21/09/2016





===SETIA ATAU TIDAK?===
Karya :siamir marulafau


APAKAH DIKAU INGAT AKAN AKU JIKA NAFASKU TAK MENDENGUNG???,,,,,,,,,,,Jawablah sayangku,,,,,,

AKU YAKIN AKAN DIKAU CARI KEPOMPONG MENENGGEK TAK BERARTI
SEBAGAI PENGGORES NAMA DI BATU NISAN PUSARAKU

sm/21/09/2016





===ANGIN YANG DIUTUS===
Karya :siamir marulafau


Akan kuutus angin sepoi menghembus di atas karang meskipun ketegaran dalam kesepian tak berujung di deburan ombak memecah,membuat lara hanyut dalam kesepian

Meskipun angin laut itu menjadi penyaksi
Akan luluh di ufuk timur di kala mentari terbit
Sinarnya akan membias sepanjang hayat

sm/21/09/2016





==NAFAS TAK BERSATU LAGI==
Karya :siamir marulafau


Nafasku tak akan bersatu dengan nafasmu lagi karena hatimu sudah berseberang dengan lautan yang membuat bidukku terombang ambing
sampai terkapar di bawah karang terjal tak berpasir

sm/21/09/2016





==ISTRI YANG BAGAIMANA?==
Karya :siamir marulafau


AKU TAK MAU MENIKAHI PEREMPUAN YANG HATINYA SETINGGI GUNUNG
UCAPANNYA SETINGGI LANGIT
NAFSUNYA SEPERTI BADAK
WAJAHNYA SEPERTI BIDADARI
ALISNYA SEPERTI LINGKARAN PELANGI
BIBIRNYA SEPERTI MERAHNYA BUAH DELIMA
TAPI PREMPUAN YANG HATINYA BAIK DAN SALEHA

PEMBAWA UMAT KE SURGA
PEMBAWA REZEKI HALAL
PENJAGA MARWAH DAN AMANAH
PENYEGAR HIDUP BAROKAH

sm/20/09/2016





==MY PREVIOUS LOVE==


Though i can't grasp the stars
I am the wind to blow
As far as i can but not like that
Never i give up to do
My effort is for you all
That the love you perform is mine
I know, i know how much attention you give
I am alone for no friends and relatives
Therefore i think too much for this
Since the star gives me lighting
Never i throw away
That is a real pearl for the happiness
Till to die i will be with you always
So as to show lightning is previous
For the sake of lives to run

Sm/19/09/2016,copyright





==BALIK KE MUARA==
Karya : Siamir Marulafau


Bisikanku pada kasih
Membuat langit cerah
Seiring bumi bergetar
Lautan pun tak akan berombak
Sepanjang belaian dikau eluskan
Menawan lara sampai tergulung di karang tak berpilar
Sungguh deburan ombak menyapa
Tak menggulung sampai ke tengah lautan
Hanya kau dan aku mendayung biduk kehidupan
Sampai balik ke muara
Meskipun angin sepoi menghembus
Mengirim kasih tak sampai di penantian
Akan kubelai sampai akhir hayat

sm/20/09/2016





==PENYESALAN==
Karya : Siamir Marulafau


Di suatu masa tak bersua
Hanya pasrah pada Tuhan
Dosa kulalui singgah sana sini
Tak begerak...
Mau kemana aku?

Hanya penyesalan kututurkan
Hati sanubari mengutuk
Mengapa tak berpikir sebelumnya ?
Enak dirasa kepahitan bertahun tersiksa
Di hadapan mahkamah tak berkutip
Sungguh penyesalan terukir dalam neraka
Selamat menikmati bara api tak putus-putusnya

sm/30/09/2016






== LIFE==


This life looks like a rainbow
It comes up for a moment
With beautiful colors that inspired
My heart becomes amazed to gaze around
It was a first moment to keep in mind
For the lives looks like leaves
When it falls down becomes dried
No one rejects for its running
Its beauty keeps impression for a while
I myself wish to grasp
How can this be like this?
Question be addressed to,whom?
That's the almighty decides
For destiny of lives in His hand
Nobody rejects
Nobody rejects

sm/20/09/2016,copyright





==MY PREVIOUS LOVE==


Though i can't grasp the stars
I am the wind to blow
As far as i can but not like that
Never i give up to do
My effort is for you all
That the love you perform is mine
I know, i know how much attention you give
I am alone for no friends and relatives
Therefore i think too much for this
Since the star gives me lighting
Never i throw away
That is a real pearl for the happiness
Till to die i wiil be with you always
So as to show lightning is previous
For the sake of lives to run

Sm/19/09/2016,copyright





==B6i Osiwaw6i Naw6u==
Karya ;siamir marulafau


B6i fat6r6 li sabua kh6naw6u
Ba wauri andre b6r6 mondr6i-ndr6i bad6d6nia
Hadia sa'6 na'atua ia moroi kh6da
Ba maga'ada ba ma'amada,ba gufa haniha ia
Tebai tadada wa'asil6yawada kh6ra
B6i dania meno so wokh6da, ba alawa fakada
Ba ta'o siwaw6i ira

Za b6l6 s6khi nia :
Tafosumange ira
Tafos6fu ira
Tabe'e yawa d6ira
He na fahuhuo ira, ba tadukung ira
Ba da'6 g6i dania wala'omasi'6 ita,mafayagu andre?

Hadia watawa'6 zimane da'a?
It6r6-t6r6 gahe noseda fasamesana
B6i tapandang enteng niha ba gulidan6
Me yaita andre ba l6fata wa'aurida
Hamam6'i here, ba no mate
Hadia wa tawa'6 kh6nia :
Ae sil6karua-karua man6 niwa'6 m6 andre
l6 it6r6 boto...
Oi mondrei ba d6d6nia le

awai ligu
sm/22/09/2016





==HOW DOES LIFE LOOK LIKE?==


No single word can be urged
Since it reminds me how to avoid racism

The people become cruel
Without having thought that human relation is precious

It looks like golden
It seems like daffodils

To provide man happiness
To keep a friendship with others

To keep humanity and solidarity
Social justice is important role of all
Without oppression

That be a hope for generations to occupy
Whereas the lives is the major goal of all
Keep this on mind,keep this on mind

sm/22/09/2016,copyright





==DERITA==
Karya: siamir marulafau

Tak pantas lagi bidukku mengharungi lautan dengan tiang layar patah
Sementara harapan tak akan terkayuh menggapai sebuah pulau
Angin sepoi mengoyakkan perjalanan hidup dari masa ke masa
Gagasan lenyap ditelan derita
Tak akan dapat kusimpan lagi di tanah gersang
Akan terbakar dengan penyesalan merundung ke permukaan

sm/22/09/2016





==TAK BERBAYANG==
Karya :siamir marulafau


Hanya meneteskan air mata di atas langit cerah
Meskipun sayap burung besi berantakan
Patah di tengah jalan
Semangat berkobar terkubur di tanah diam
Rerumputan tak akan lagi bergoyang
Pohon-pohon pun bertumbangan
Di kala badai menerpa harapan
Tak akan ada sehelai daun pun dapat menampung kegalauan
Dengan air mata berlinang ke tepian
Sungguh nasib malang dirundung malam gelap tak berbintang
Aromanya pun menghilang

sm/22/09/2016





==TAK BERBAYANG==
Karya :siamir marulafau


Hanya meneteskan air mata di atas langit cerah
Meskipun sayap burung besi berantakan
Patah di tengah jalan
Semangat berkobar terkubur di tanah diam
Rerumputan tak akan lagi bergoyang
Pohon-pohon pun bertumbangan
Di kala badai menerpa harapan
Tak akan ada sehelai daun pun dapat menampung kegalauan
Dengan air mata berlinang ke tepian
Sungguh nasib malang dirundung malam gelap tak berbintang
Aromanya pun menghilang

sm/22/09/2016





==Fa6si==
Karya : Siamir Marulafau


Hadia geluaha nia
Na fehede niha tafalemba ba d6d6da
Oi tab6b6 bakha ba d6d6da
Sil6karua,ba laba li'6 ita niha sil6 karua

Ab6l6 sekhi na tibo'6 wehede-hede niha
Naiwa'6 kh6da zil6s6khi ba mazui iwa'6 kh6da"Sil6karua Man6 Niwa'6m6".

Ab6l6 sekhi na'i na ta be'e khenia mene-mene
Ena'6 aboto ba d6d6nia
Wa yaita andre fa6si,mafayagu andre?

Awai ligu/26/09/2016





==B6i Mangosebua==
Karya :Siamir Marulafau


B6i ebua sibai wehededa ba niha
Na l6 it6r6 boto

B6r6 wa'asalada dania naso zangila mbikoda
Ba ha tawa'6 kh6ra
Oi dania aila-aila ita,mafayagu andre?
He talahisi ita ba niha
Ba simane ndrao
Halew6gu ba sohal6w6 ba perusahaan
Fagawegu man6 no 500 niha wa'oya

Ba nal6 it6r6 boto
Balaw'a6 niha sato bad6d6ra:

Ae sileboto nihada'a le
Idada mbuayo nia kh6da
Fefu ni wa'6-wa'6 nia leboto taluwaya
Niha sebua buraka
Niha sile fa'aila

Da'6 zamaigi yaita napade ba mal6'6
Yaida'6 niha b6'6,mafayagu andre?
Da'6 dania wa bei talahi-lahisi sibai ita ba niha,wa'ailada le
Mitan6 ba mb6r6 d6d6 mi da'a,goroisa ndra tuada ba amada wa :

Wa bawa'auri andre ba b6i mangosebua
Taide-ide ita ba niha
Ta'obua fakhe ita ba niha
Itugu mo6si ba itugu ifatugu ia
B6 simane bulu go'o,mafayagu andre?

Bahe nala-lahisi ita b6r6 meso wokheda ba mafakada alawa
Ba l6 sekhi natawa'6 : Da'6 fefu ama ba tenga faab6l6da fa'ab6 Zokh6yaita,mafayagu andre

Niha sangosebua yaia
Ba i'ide-ide6 Sokh6yaita
Ba niha sangide-ide'6 yaia ba iebua'6 Sohk6yaita

Awai ligu
sm/24/09/2016





KOTA JAKARTA :KOTA METROPOLITAN
Karya :siamir marulafau


Kotaku kota metropolitan
Menggugah semua lara
Kota indah permai
Jakarta bukan sembarang kota
Kota yang penuh sejarah

Kota induk dari semua kota di negeri tercinta
Bukanlah kota berbanjir bandang
Kota dengan massa banyak
Terhimpun dari semua daerah

Dengan agama yang berbeda-beda
Islam dominan berkiblat pada santun
Bukan dizolimi bukan dikasari
Membutuhkan pemimpin santun
Pemimpin berakhlak tinggi

Bukan pemimpin ngawur
Dalam ucapan santun mulia
Bukanlah domba-domba dikembala dan dipukuli
Punya hak dan martabat...

Butuh pemimpin adil dan berwibawa
Bukan pemimpin kasar,menyiksa
Bukan pemimpin kafir,munafik
Tak bisa mengasah mengasuh mengasih
Hengkanglah di negeri ini

Kotaku kota metropolitan
Bukan kota metrokolam
Butuh pemimpin handal pada massa
Janjimu mulus bagaikan sutra
Massa butuh pemimpin penyayang

Tak akan menggesek menggosok dan menggasak
Jika demikian ...
Air mata rakyat membanjir di setiap sudut kota
Kota jakarta dengan pemimpin yang tak zolim
Memilih pemimpin soleha dan berakhlak santun baik

sm/24/09/2016




==AKAN KUBUNGKUS DENGAN KAPAS==
Karya :siamir marulafau


Kasihmu akan kubungkus dengan kapas
Bukan dengan salju
Tak akan kubiarkan meleleh di lereng pegunungan
Tak akan kubiarkan kering di tanah gersang

Tak akan kubiarkan terjatuh di lembah bukit terjal
Senantiasa kukalungkan di atas pelangi berwarna
Akan menjadi obat penawar dalam lara sepanjang masa
Walaupun hidupku sekejap

sm/27/09/2016





==KASIH TAK TERDUGA==
Karya :siamir marulafau


Meskipun lautan kubelah
Tanganku tak akan menggapai sasaran
Hanyalah karang berlumut menantikan
Melambaikan hasrat dan kerinduan
Tertanam di celah-celah karang terjal
Apakah itu kasih atau kebencian
Terserah, terserah...

sm/27/09/2016





==JAUHILAH DIRIKU==
Karya :siamir marulafau


Seganteng apa pun dikau
Tak akan kubiaskan sinarku jika kantongmu tak mendesir

Rindu dan kasihku berpaling di atas karang berlumut
Hanya meneteskan kasih di atas daun-daun bermutu
Resapilah siapa diriku

Jauhilah diriku dari kegelapan malam
Malam tak beraroma
Dengan semilir angin menghembus

sm/27/09/2016





==HUJAN TAJAM==
Karya :siamir marulafau


Hujan di luar jendela
Menikam kulit-kulit
Terasa membasahi harapan
Sirna ditelan tikus-tikus basah
Menggasak menggesek menggosok
Meradang dalam daging
Terkapar di luar istana
Hancur
Hancur
Hancur

sm/26/09/2016





==MENYENGAT DALAM RINDU==
Karya :siamir marulafau


Hanya kau dan aku tertiup angin
Tak akan dapat dielakkan lagi
Angin dikau hembus menggapai bidukku
Mengayuh di sebuah pulau
Karang terjal pun menyambut dengan nyanyian shahdu
Hanyalah karang tajam menyengat dalam rindu
Sepanjang desiran ombak menghempaskan harapan tak berlabuh

sm/27/09/2016




==AKAN KUBUNGKUS DENGAN KAPAS==
Karya :siamir marulafau


Kasihmu akan kubungkus dengan kapas
Bukan dengan salju
Tak akan kubiarkan meleleh di lereng pegunungan
Tak akan kubiarkan kering di tanah gersang

Tak akan kubiarkan terjatuh di lembah bukit terjal
Senantiasa kukalungkan di atas pelangi berwarna
Akan menjadi obat penawar dalam lara sepanjang masa
Walaupun hidupku sekejap

sm/27/09/2016





==KASIH TAK TERDUGA==
Karya :siamir marulafau


Meskipun lautan kubelah
Tanganku tak akan menggapai sasaran
Hanyalah karang berlumut menantikan
Melambaikan hasrat dan kerinduan
Tertanam di celah-celah karang terjal
Apakah itu kasih atau kebencian
Terserah, terserah...

sm/27/09/2016





==JAUHILAH DIRIKU==
Karya :siamir marulafau

Seganteng apa pun dikau
Tak akan kubiaskan sinarku jika kantongmu tak mendesir

Rindu dan kasihku berpaling di atas karang berlumut
Hanya meneteskan kasih di atas daun-daun bermutu
Resapilah siapa diriku

Jauhilah diriku dari kegelapan malam
Malam tak beraroma
Dengan semilir angin menghembus

sm/27/09/2016





==HUJAN TAJAM==
Karya :siamir marulafau


Hujan di luar jendela
Menikam kulit-kulit
Terasa membasahi harapan
Sirna ditelan tikus-tikus basah
Menggasak menggesek menggosok
Meradang dalam daging
Terkapar di luar istana
Hancur
Hancur
Hancur

sm/26/09/2016





==MENYENGAT DALAM RINDU==
Karya :siamir marulafau


Hanya kau dan aku tertiup angin
Tak akan dapat dielakkan lagi
Angin dikau hembus menggapai bidukku
Mengayuh di sebuah pulau
Karang terjal pun menyambut dengan nyanyian shahdu
Hanyalah karang tajam menyengat dalam rindu
Sepanjang desiran ombak menghempaskan harapan tak berlabuh

sm/27/09/2016




==IKATAN CINTA ==
Karya: Siamir Marulafau

Aku hanya melukis namamu
Sungguh bibirmu mengoyak sanubariku
Di kala embun menetes di ubun-ubunku
Kutak akan mengeja lagi
Siapa dikau?
Tak akan menjadi pencundang
Menantikan kumbang hinggap pada kasihku
Tak akan terbenam di dasar laut
Kuorbitkan di langit cerah
Di kala awan menyimak
Antara kau dan aku terjalin kasih
Berbenang dalam sanubari
Mengikat
mengikat
mengikat

sm/29/09/2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar