RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 07 April 2018

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - WALAU MENANTI MIMPI


# WALAU MENANTI MIMPI #


Kan ku jalani jua sendiri,
Menepis sunyi sepi,
Merangkaikan kenangan abadi,
Menjalani sebuah takdir Illahi,
Yang tak kan dapat ku pungkiri
Akan diri nya dapay menemani sendirian ku ini di sini.

Ku tau akan tabir remang malam,
Dingin yang seakan menguliti,
Merobek gelora asmara terpendam,
Di rongga rongga ruang sudut hati,
Yang kurasa kian semangkin kelam,
Dalam menepis impian yang tak kan dapat ku miliki.

Entah apa lagi,
Yang bisa dapat ku beri,
Di dalam keikhlasan dan doa doa suci,
Bermohonkan mimpi bahagia yang masih ku nanti,
Untuk memanggil cinta mu bersamaku kembali,
Menemani air mata duka lara ku walau di malam ini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 06:04:2018





# TERPURUK DIATAS PUSARA #


Jauh sudah perjalanan,
Meniti perih getirnya kehidupan,
Menjadikan sebuah pengalaman,
Bayang perjuangan yang tak hilang di ingatan,
Di dalam menelusuri kenangan,
Suka duka gelora kerinduan.

Tak lelah ku mengukirkan syair cinta,
Menyapa semanis senyuman manja,
Sehangat pujuk rayu yang menggoda,
Bagai selembut helai benang benang sutra,
Untuk dapat menjemputnya hidup bersama,
Dalam menggapai indahnya arti bahagia.

Namun air mataku mengalirkan derita,
Impian bahagiaku pupus seketika,
Sirnakan hangatnya romantika cinta,
Di kala takdir Tuhan datang dan meminta,
Menjadikan ratapan perihku di atas pusara,
Yang bertaburkan bunga bunga dan doa doa.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 06:04:2018




# INDAHNYA CINTA #


Semelir sang bayu,
Remang sinar rembulan,
Bintang bintang yang merayu,
Beriku indahnya kemerlip di kejauhan,
Di saat aku bersamamu dalam cumbu,
Nikmati malam dengan penuh kemesraan.

Kian ku rasa bunga di hati,
Mekar bersemi penuh warna warni,
Harum aroma nan mewangi,
Membawaku terbang melambung tinggi,
Bersama cinta yang kian bersemi,
Di bawah sinar rembulan malam ini.

Gemuruh darah ku menggelegar,
Detak jantung di dada kian bergetar,
Di kala tubuh indahmu rebah bersandar,
Dengan tatapan mata yang terlihat membinar.

Geliat gelora ku membara,
Nafasku kian sesak di dada,
Tapi ku sadar akan arti cinta,
Bukan nafsu yang paling utama,
Tapi indahnya nikmat akan bahagia,
Cita cita cinta dan kasih sayang insan manusia.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 09:04:2018





# CINTA TERPENDAM #


Di pagi yang indah,
Mentari bersinar cerah,
Ku lihat kau gemulai melangkah,
Menyapa ku denga begitu ramah,
Membuat hati ku terpanah,
Panah cinta yang membikin ku gundah.

Ingin ku melangkah menghampiri,
Menyebar kata yang membara di hati,
Namun ragu menyelimuti,
Hilang akan kepercayaan di diri,
Dan aku tak tahu apa yang terjadi,
Walau rasa cinta di dada kian membebani.

Entah apa yang harus kulakukan,
Aku bingung di dalam kebimbangan,
Tapi haruskah ku bertahan,
Dari kebodohan yang kian dalam ku rasakan,
Di kala kau melangkah bersama manisnya senyuman,
Melintasi gelora cinta ku yang lama tersimpan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 08:04:2018





# KENANGAN INDAH SEMALAM #


Aku tak dapat melupakan,
Kenangan indah semalam,
Di kala hangatnya kemesraan,
Jiwa dan raga seakan tenggalam,
Di dalam luasnya lautan,
Yang begitu dalam untuk ku selam.

Kini langgkah kaki,
Angan di diri ini,
Menapak menuai rasa hati,
Yang luas tak bertepi,
Terbang tinggi tinggalkan bumi,
Dan aku berhenti bersama halusinasi.

Cerita semalam menjadi kerinduan,
Yang bergejolak di ingatan,
Membakar hasrat dan impian,
Menerobos sebuah kemampuan,
Dalam menelusuri kenangan,
Mengukir indahnya keharmonisan.

Ingin ku mengulang kembali,
Romantika cinta semalam,
Bersama diri mu di sini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 12:04:2018





# DIA #

Dia,
Dia yang ku puja,
Dia yang ku manja,
Dia yang ku cinta,
Sayangku hanya dia,
Yang ku jaga di segenap jiwa raga.

Dia,
Dia kini entah di mana,
Dia kini bagai sirna,
Dari pandangan mata,
Dari hidup yang ku rasa,
Tampa kabar dan berita.

Kini,
Tinggallah aku sendiri,
Menatap sepi,
Merenungi janji,
Bersama pedih perihnya hati,
Menanti indahnya mimpi mimpi ku kembali.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 21:04:2018

Sabtu, 24 Maret 2018

Kumpulan Puisi Ayun - SEKELOPAK RASA



Aku seperti selalu menantimu,
Tidak pernah jemu,
Takkan hilang rinduku,
Hanya kamu,
Kamu yang sering bermain dengan perasaanku..



-----------------------------------------------

Saat kedekatan kita tidak lagi membuat hatimu teduh, tidak lagi membuat jantungmu berdebar. Saat itulah kau berada di titik jauh yang tak sanggup untuk kutempuh.





TAKDIR TAK SEJALAN HARAPAN
Karya bersama Ayun
dan MS Sang Muham


Tapi selaras dengan itu aku sedih
tak kuasa mengucap suka pun duka
sebab ketika ku jelang rinduku
aku kecewa
kau cuma silluit hitam selintas malam
sepotong harapan bias
tertinggal sebait puisi.

Cinta tak pernah menyakitkan
hanya takdir yang tak sejalan dengan harapan
hingga akhirnya kita mencoba memaksakan
dan kemudian tersakiti sendirian

Kini ku sadari
cinta tak bisa ku rekayasa suka suka
sebab ia melambai sebagaimana adanya

#Belantaraibukota, Jumatpon, Maret 09-2018 = 07:07 wib




ENTAH MENGAPA
Karya bersama Ayun
dan MS Sang Muham


Ku renung suasana sepi
sepi lagi hati ku ini
entah mengapa ku pilih ke sini
damai ku cari entah
entah di mana.

Ku renung suasana sepi
hanya kelip-kelip yang memandang
suasana gelap gulita
mencantik kan cahayanya
namun tak terpandang oleh hati ku yang gundah ini.

Gila kah apa aku tuk.......
sempat jua ku ber puisi di situ.
merangkai kalimat jadi sinonim
mana yang diterangkan mana yang menerangkan
sungguh aku telah diambang batas

#Belantaraibukota, Rabulegi, Maret 07-2018 = 20:10 wib





ENTAH MENGEJAR SIAPA
Karya bersama Ayun
dan MS Sang Muham


Terlihat
Mentari semakin berpacu
Entah mengejar siapa
Terasa
Meski raga kuat
Namun
Pergegasan ini
Tak sanggup kukejar
Aku seperti main petak umpet
tapi bermain seorang diri
apakah aku gila

#Belantaraibukota, Rabulegi, Maret 07-2018 = 19:49 wib




TANPA ALASAN PASTI
Karya bersama Ayun dan
MS Sang Muham


Tidak pernah ada alasan yang lebih baik dari sebuah kepergian
Karena selangkah engkau menjauhiku maka itu berarti cinta tidak lebih dari sebuah kata yang tak berarti

Kesia-siaan demi kesia-siaan akan tergambar gambalng, meski telah kau putuskan untuk tetap berlalu. Sebab ujung semuanya adalah kekosongan jiwa raga.

Maka sesungguhnya jarak waktu dan ruang adalah sebuah ketidakberdayaan. Sebab akhirnya kita akan bertemu di batas penantian setiap insan. Disana tidak ada lagi hasrat, sebab semuanya telah berubah jadi hakekat menuju tarekat.

#Belantaraibukota, Minggupon, Maret 04-2018 = 12:12 wib





CINTA ABADI
Karya bersama Ayun dan
MS Sang Muham


Tak ada yang bisa dipelajari,
Disepanjang jalan yang ditumbuhi
Harapan namun penuh kesedihan.
Sebab apa yang membawamu kesini,
Semuanya telah pergi.

Mungkinkah aku akan
menemukan nya jauh lebih dekat ?
Meski Cinta tak begitu lekat.
Lalu entah bagaimana aku bisa
menghindarinya !?
Sedang aku tak pernah bisa
melupakan semuanya.

Mengapa tak bisa untuk menunggu.
Menunggu hari baik itu demi waktu.
Mengapa tak bisa untuk mencari.
Mencari jalan terbaik untuk berbagi.

Aku tahu,
Kita tak akan selalu berdiri di suatu tempat.
Dan kita pasti akan menuju ke suatu saat.
Namun itu untuk berpeluk erat,
Bukan saling mengumbar laknat.

Dan aku juga tahu,
Bahwa Cinta cukup sampai di sini.
Namun biarkan dia tetap abadi

Tak ada lagi yang bisa kumengerti, sebab karma telah jatuh. Kalimat berita pun telah terbaca, semuanya jadi sia sia belaka.
Tak ada penyesalan pun harapan. Segalanya telah gagal total.

Agar tak meninggalkan luka baru, ijinkanlah kubenahi diri, menyingkap rasa yang tak bisa ku pahami. Lalu aku pamit diri meninggalkan semua kenangan ini. Semogalah serupa pintamu, cinta ini abadi, selamanya serupa ini.

#Belantaraibukota, Minggupon, Maret 04-2018 = 11:51 wib

Kumpulan Puisi Reni Kusumaningrum - LURUHNYA RASA



# LURUHNYA RASA #
Karya: Renny Kusuma


Aku terhempas pada rasa dan gemuruhnya ego
Terdampar pada jurang yang terjal di kedalaman tanpa batas
Redupkan asa bahkan harap tanpa sisa
Dan mengabukannya pada sunyinya hampa

Mentari tak mampu menghangatkan
Rembulan tak sanggup menyinari
Hingga bintangpun sembunyi tak ingin jadi saksi

Dan aku
Terpaku pada sepi
08.03.18




JEMARI HATI
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Tersapa senyum meski mendung menjenguk pagi
Sentuhlah kenang dengan jemari hati

Jemari hati menari nari langgamkan diri
Jatuh terkulai asa di beranda sunyi

Beranda sunyi ditinggal pergi
Seorang diri terus menanti

Seorang diri penantian tiada henti
Senja menyapa hanyutkan nurani

Bersyukur berharap berpengharapan
Hidup ringan serahkan pada Tuhan

#Belantaibukota, Jumapahing, Maret 23-2018 = 07:47 wib





DI UJUNG SENJA
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Di ujung senja terlukis birunya hati
Teralun indah bagai sebuah melodi

Melodi sepi tembang hati nurani
Nyanyian diri di landa sunyi

Nyanyian hati ratap tangis seorang diri
Tersiksa bathin setelah kau pergi

Tersiksa bathin kau tinggal pergi
Tak tau salahnya diri

Jatuh cinta jangan gadaikan segala-galanya
Tinggalkan logika menyeimbangkan rasa

#Belantaraibukota, Jumatpahing, Maret 23-2018 = 07:27 wib




HIDUP ADALAH PILIHAN
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Bila jemari tlah saling genggam
Hatipun menjadi tentram

Bila hati adem ayem seia sekata
Nurani pun ikut berdendang riang gembira

Bila nurani berbunga bunga senantiasa
Hidup terasa serupa di Syurga

Tapi jika sebaliknya
Hidup didunia terasa hampa tak berguna

#Belantaraibukota, Jumatpahing, Maret 23-2018 = 05:55 wib



SECAWAN ASMARA
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Rinai hujan mengulum bumi
Tertera enggannya mentari ciumi pagi

Secawan asmara terjatuh di jiwa
Berbias luka pada dinding tanpa jeda

Di sudut ruang sisi hati
Ada asa yang mampu kau selami

Beranilah untuk mengakui
Agar rindu tak cuma pada jati diri

Bagaimana lagi mesti kututurkan kata
Begitu gamblang suara jiwa terbaca

Ulurkanlah tangan terbuka agar hati bicara
Rahasia hati terukir nyata di batas kata

#Belantaraibukota, Jumatkliwon, Maret 16-2018 = 11:41 wib





ETIKA BERTUTUR KATA
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Senyum termasuk ibadah kita
Silahturahmi lebih utama

Dalam bertutur terukir etika
Tuk membasuh silang kata

Entah bagaimana harus bertutur kata
Agar tercapai maksud di cita

Barangkali diam lebih bijaksana
Meluruskan kalimat pun suku kata

#Belantaraibukota, Rabupon, Maret 14-2018 = 19:39 wib




SIRAMI HATI
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Bangkit menyudahi asa
Sirami hati agar tak mati kata

Biarkan semburat senja menyapa
Hati bahagia penuh cinta

Indahnya berbagi suka duka
Emas dan perak apalah artinya

Mari bersama mengikat rasa bersaudara
Jarak dan waktu tak ada pengaruhnya

#Belantaraibukota, Rabupon, Maret 14-2018 = 10:44 wib



TERSURUT ASA DI TEPIAN RASA
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Pada dedaun yang gugur tlah tertanya
Tersurut asa ditepian rasa

Menanti asa pulang kembali
Sukma di jiwa telah pergi

Telah sempurna jelajah kota
Seluruh negeri telah di sapa

Pergimu tak meninggalkan berita
Kusudahi diri tak lagi bertanya

#Belantaraibukota, Seninlegi, Maret12-2018 = 15:35 wib





JIKA SESAL
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Jika sesal luruhkan kenang yang terbuang
Biarkan ikhlas genangi sanubari

Jika ego telah berkarat pada jiwa
Seuntai maaf tak kan mampu menyapa

Mungkin inilah jalan
kelok berliku turun mendaki sudahlah pasti
berilah kesempatan untuk terjadi
mungkin tak seindah pelangi
setidaknya hati tentram

#Belantaraibukota, Seninlegi, Maret12-2018 = 12:42 wib





APALAH DAYA
Karya bersama Reni Kusumaningrum dan
Ika Kartika dan MS Sang Muham


Langkah terayun berbeda arah
patahan rasa tertancap tegas
raga di bawa rentah kemana

Kekasih bukankah permulaan itu ada
ketika begitu berharap dengan sejuta pinta
hati lena dalam keheningan
kesepian nan memenjara sukma

Namun apalah daya di balik sejuta rencana
jika kata pisah telah memutus jua
kita menempuh jalan berbeda

#Belantaraibukota, Minggukliwon, Maret 11-2018 = 19:49 wib





TAK KAN ADA LUKA
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Tercampak rasa pada jiwa yang membisu
ingatan terpasung diantara kenang yang tergantung

Pada kecewa ku tertawa
takkan ada luka meski sayatannya nyata didada

Telah kutekadkan dalam sukma
kujadikan prasasti jangan terulang lagi

Kukubur segala resah dibalik sejuta cerita
semoga hati kembali terpatri

#Belantaraibukota, Minggukliwon, Maret 11-2018 = 20:10 wib




TEPIAN MEMORI
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Tertunduk dalam sepi
jadi simphoni tanpa elegi
campakkan rasa pada tepian memori
meluluhlantakkannya pada bilur tak bertepi

Tak perduli lagi pada diri
waktu bergerak lamban hampir mati
bakhtera jiwa ngambang kesana kemari

Entah sudah berapa lama disini
menata sepi jadi simphoni
semoga punya arti

#Belantaraibukota, Kamispahing, Maret 08-2018 = 19:49 wib

Kumpulan Puisi Lumbang KAyung - BILA DIA BUKAN UNTUK KU



# BILA DIA BUKAN UNTUK KU #

Tuhan,,,
Selama ini,
Aku ingin berlari,
Walau di jalan gelap,
Walau di jalan berliku,
Kadang kala aku tak perduli duri,
Tak perduli jurang yang menanti,
Aku hanya sekedar ingin menjauh,
Jauh tinggal rasa cinta,
Namun,,,
Semangkin aku berlari,
Rindu kian mendekati,
Rasa kian menyelimuti,
Hingga ku terpuruk,
Dan terperangkap dalam kehampaan.
Tuhan,,,
Aku cinta dia,
Namun bila dia tiada cinta untuk ku,
Berilah aku jalan,
Berilah aku rahmat dan kekuatan,
Aku juga ingin merasakan cinta,
Layaknya seperti cinta mereka.
Tuhan,,,
Aku sadar,
Selama ini aku salah,
Selama ini aku hanyut,
Bila memang dia bukan milikku,
Bimbinglah jalan ku,
Aku tak ingin larut di jalan kegelapan ini,
Jika itu hanya untuk sekedar,
Menghapus rasa cinta ku kepada dia,
Dia yang tak pernah merasa cinta kepada ku.

By : Lumbang KAyung
Asahan 11:03:2018





# RISAU SANG CAMAR #


Tiupan bayu sayub menggema,
Mengaung di lobang lobang bebukitan,
Sesekali terdengar suara rintihan,
Di antara gemersik rerimbunan bambu,
Kabarkan tentang suatu kegelisahan,
Risau sang camar di bebatuan karang.

Debur gelombang menepi ke pantai,
Lambaiyan niyur mengusik pandangan,
Ada asa luluh menatap langit,
Di kala mendung kian menyelimuti,
Selimuti lara hati di sanubari,
Derita sang camar yang tak kunjung henti.

Entah dimana hilangnya suara merdu,
Di saat gemuruh halilintan kian menyambar,
Gertakan langit yang seakan runtuh,
Menampar jiwa sang camar yang mulai kedinginan,
Dalam menatap hampa sebuah impian,
Impian yang jauh di seberang lautan.

By : LUmbang KAyung
Asahan : 09:03:2018





# TAK SEINDAH IMPIAN #


Kicau burung burung,
Nyanyikan nada ceria,
Ceritakan indahnya impian,
Iringi gemersik dedaunan,
Di kala sang bayu berhembus perlahan,
Hantar aroma harum bunga bunga,
Mengusik lamunan ku yang tak terhenti.

Ingin ku terbang melayang,
Mengukir awan awan,
Bercanda di warna warni pelangi,
Becerminkan bias cahaya telaga,
Yang menghantar bayang dia memanggil,
Dalam mengecap indahnya kebersamaan.

Namun mentari tak seindah pagi,
Pelangi tak mewujutkan diri,
Dalam menghiasi remang impian,
Yang kian kelam terabaikan,
Demi mengkir indahnya kerinduan cinta,
Ukirkan kerinduan yang tak kesampaian,
Bersama dia yang ku sayang.

By : LUmbang KAyung
Asahan 08:03:2018





# DIA YANG KU RINDU #

Tabir malam,
Ceritakan tentang bintang bintang,
Jangan hiraukan awan mendung,
Jangan biarkan hatinya kebasahan,
Dan aku tak ingin dia merasa ketakutan,
Akan getar gelegar halilintar,
Yang menyambar tak bertujuan.

Angin malam,
Nyanyikan simponi syahdu,
Tentang tawa canda,
Irama nada ceria,
Aku ingikan dia bahagia,
Dalam dendang gita cinta,
Bersama indahnya kerinduan ku ini.

Wahai angin dan tabir malam,
Belai lentik indah matanya,
Usap manja lembut bibirnya,
Beri dia mimpi yang terindah,
Bisikan bahwa aku selalu memuja,
Di dalam rindu dan doa,
Dalam suka dan duka ku,
Hanya untuk dia.

By : LUmbang KAyung
Asahan 07:03:2018

Kumpulan Puisi Aishiteru Hyoona - JANGAN



-telat-


Satu kali aku janjian dengan seorang teman dekat dan aku terlambat,anehnya dia tidak complain aku telat,bahkan buat bertanya alasanku pun tidak.Padahal bila dia yang telat sikapku padanya malah sebaliknya.
"Kamu kok ga marah sama aku,tadi aku kan came late?" tanyaku.
"Hehe, aku tuh ga bisa marah sama kamu soalnya aku sering perhatiin kalau kita ngerjain tugas bareng kamu kan shalatnya suka telat.
Jadi aku fikir percuma aja aku marah,buat shalat aja kamu suka telat, apalagi cuma buat ketemu ma sahabat."
Gubrak!
@@@@@
Dia sebenarnya tidak pernah memaksa aku buat shalat diawal waktu,tapi terkadang kata-katanya membuatku membenarkan hal itu. Jadi ingat,
"Ntar aja lanjutin kerjaannya,bentar lagi adzan." "Iya,duluan aja ntar klo dah adzan aku nyusul." aku memang menyusul tapi bukan setelah adzan melainkan satu atau dua jam setelah adzan,itupun setelah memastikan tugas kami hampir kelar.

@@@@
Yuliza yuna
Medan.





-jangan-


Jangan sebut namanya di depanku,aku tuli.
Jangan perlihatkan fotonya di hadapanku,aku buta.
Jangan tanyakan kabarnya padaku,aku bisu. Jangan ingatkan apapun tentangnya di diriku,aku amnesia.
Karena untuknya aku hanyalah orang cacat yang tak lagi berguna.

Yuliza yuna.
Medan, 16 maret 2018

Kumpulan Puisi Layla Dct - SENJA DAN SEPOTONG KARMA



SENJA DAN SEPOTONG KARMA


Pagi belum juga membangunkan kenyataan seutuhnya
Jeritan luka memecah kesepian yang di bungkus malam

Cerita lama
Berisi bongkahan empedu
Yang tak pernah tersentuh dalam lapisan terdalam

Pagi yang merangkak siang
Sisakan getir tanpa penawar
Menyeret langkah
Diantara hujan berpelangi
Pesta airmata

Isak tak terdengar
Ringkih mengikuti senja
Sepotong karma membelenggu nafas.

Seluma, 24 maret 2018





KECAMUK HITAM


Merah muda itu,
Tetap saja hitam
Bila nyatanya
Kau memuisikannya di balik lelap kekasihmu.

Mungkin iba
Pada relief kelukaanku
Tetapi itu hanya akan menyeretmu
Lagi dan lagi
Terjerembab dalam kubangan malu

Engkau bukan lilin
Yang mesti menerangi kelukaanku
Sedang kau telah memilih
Menjadi lentera bagi belahan jiwa dan tetunasmu.

Kau tahu?
Kegilaan takdir tak 'kan kubiarkan menyeretmu pada helai kekacauan yang bermuara luka di sepanjang kerlingan mata

Maka biarkan kecamuk hitam ini menjernih
Meski penebusnya adalah jarak pembatas yang tinggi ku buat sendiri.

Seluma,22 maret 2018





KEPULANGAN


Setidaknya kepulangan itu
Menepis semua kekotoran imajinasiku

Yang terlunta
Dalam jalanan sunyi nan pekat
Saat semua orang berlari di balik mimpi
Yang ku miliki hanyalah sepercik harap

Pecahnya peperangan
Mengelamkan warna perdamaian
Senyap.
Yang tersisa hanyalah berai tak berarah

Imajinasi yang kotor
Terpercik kebuasan ambisi
Penguasa dari negeri dusta

Seluma, 9 maret 2018





PULANG


Perjalanan khayal kemarin
Telah usai separuh.
Separuhnya lagi masih menanti purnama.

Rumah bagi kata-kata
Selalu berikan warna pada jiwa
Untuk setiap peluh
Untuk setiap luruh.

Kini aku di depan pintu
Mengetuk,
menanyakan masihkah ada ruang
Bagi jiwa yang telah hilang separuhnya dibabat perjuangan?
Jika tidak,
Aku tetap 'kan pulang.
bersama dalam mereka yang beristana jalanan.

Seluma, 4 maret 2018

Jumat, 02 Maret 2018

Kumpulan Puisi Nila Kusuma - CINTA



Cinta dunia
Untuk sementara
Ketika sudah diambil nyawa
Cinta pada Allah
Yang utama

Ikut serta lima cinta
Dalam alam barzah
Cinta amal ibadah
Cinta bersujud pada Allah
Cinta Alqur'an
Cinta memberi dan sedekah
Cinta untuk berzikir

Lima cinta yang akan memberi cahaya
Menemani dalam gelap
Menyelimuti dalam sejuk
Allahumma Aamiin..


-------------------------------------


Aku bertanya..
Engkau jawab dengan jujur..

Jangan pandang aku..
Tanya hati mu...

Kau cari aku..
Untuk apa..

Betul ..
Kau

Aku
Sudah lama
Ingin berkata pada mu..
K
A
L
A
U

Aku tersenyum
Kau kata aku gatal
K A. L A U
Aku tak melayani
Kau kata aku sombong
K
A
L
A
U
Aku diam
Kau hina dan fitnah aku
K A L A U
Aku marah
Kau cakap aku Arogan

Apa MAU mu..


-----------------------------------


Terdengar lolongan pekat
Di ujung malam gelap
Aku tetap bertahan dan berjalan
Suasana sungguh mencengkam
Hati tetap penasaran
Bayangan siapa yang bergerak lambat
Slow mo..
Aku sampai berhadapan
Dia menatapku dan tersenyum
Tertanya tanya dalam hati
Mahluk apa ini..


=========================


Aku sang penguasa
Mencengkram dengan kuat
Pada setiap kuku yang tajam
Aku hancur lumatkan dengan
Paruhku sampai terkoyak
dan berdarah

Lihat kekuatan terjanganku
Penuh pencitraan
Seakan terbang dari langit
Mendarat menapak cuma tinggal jejak

Berikan pada aku ..
Semua halangan
Gunung dan badai
Ku lewati semua dengan menepisnya dan akan ku hantar bulu bulu di tubuh ku terhunus
Tajam membuat semua membungkam


-------------------


Tulus cinta Purnama
Sinar terang pada malam
Sembunyikan bayang diantara mentari
Pertunjukan sinar kristal gemerlap

Sentuh dengan kasih sayang
Penghararapan penuh kuasa
Tetap bersinar hingga fajar
Legenda purnama tetap dihati

Sabtu, 10 Februari 2018

Kumpulan Puisi Irfan Ramadhan - ULANG TAHUN



Kulihat tanpa kau tahu dirimu.
Setiap lembar demi lembar ku helai nafas mengenang apa yang tlah kau berikan. Ku akan jadi pecinta yang ulung dengan harapan,ujian,tawa,air mata,memulai,dan meng akhiri,merajuk,dan menebar pesona tentu itu membuat aku sebagai narasumber dari setiap insan yang senang akan bertanya dengan cinta. Duka dan bahagia jelas ada masih melekat di dinding hatiku.

Kutulis apa yang kutahu dalam ingatku.
" maaf istriku "
Bukan aku katakan aku pria tak baik untukmu. Aku lah yang paling mendekap cintamu kepadaku. Ku akui juga aku tak kuasa menahan diri untuk menulis larik demi larik dari perasaanku tentang rasa cinta. Pujangga lihai untuk menusuk hati dengan jari jemarinya dan perkataan jujur dari pribadinya,dan naluri adalah tolak ukur pencapaiannya.

Melemah raga ini tak berdaya di buai gelombang pasang dan surutnya cinta dan asmara d bayang bayang langit asa. Bukanlah seperti istilah kembang tak jadi,namun lebih tapat seperti menulis diatas batu kini.

Jangan lepaskan semua yang datang dalam hidupmu. Wahai pemuda yang pantang bertunduk wajahmu menatap tanah di kakimu, banggakan dirimu karena aku pemuda yang di inginkan oleh Sang proklamator itu.

Entah sampai kapanpun degup jantung ini akan ad namamu di merahnya warna jantungku,di putihnya tulang tulangku. Kau yang terindah dan terbaik yang slalu aku sayangi sepanjang aku mengingat kau sampai masanya tiba mendatang.


------------------------------------


Bertambah hari harimu
Bertambah jua umurmu
Kau nak kau rajaku
Kau harapan kami berdua
Ayah dan ibumu.

Muhammad Arkananta
Nama itu kami pilihkan untukmu
di saat kau terlahir mendampingi kami meng arungi bahtera hidup di kehidupan kita.
Doa doa kami munajatkan untuk kebaikanmu.
Bahkan firman firman alquran surah luqman dan yunus di pilihkan ibumu untuk kecantikan akhlaknu nanti.
Enam tahun sudah usiamu hari ini genap. Ayah sukuri karunia cinta ini antara aku kau dan ibumu. Semua hampa rasa bila tiada salsah satu dari kita. Itulah arti kenyamanan karunia Illahi yang diamanatkan di sisi kami.
Anakku ya anakku
Rajaku ya rajaku
Matahari ya matahariku
Ungkapan itu tak cukup untuk menandai lambang lambang hatiku yang kau kuasai.
Terimalah doa doa ayah dan ibumu kau yang ber ulang tahun hari ini

Kumpulan Puisi Alex Wahyu - RINDU ALLAH, RINDU RASULULLAH



"Rindu Allah, rindu Rasulullah"

Ya Rasulullah
Namamu selalu teringat
Bersholawat serta mengucapkan salam
Hangatnya cintamu
Dalamnya rindumu
Tak mampu membendung air mata kesedihan
Yang ingin berjumpa serta mencium keningmu
Menggenggam tanganmu dan memeluk tubuhmu

Ya Rasulullah
Berdampingan denganmu
Berjalan bersamamu
Teriknya mentari terselimuti awan
Indahnya rembulan di temani bintang-bintang
Cahaya nun terang dari matamu
Berbias akan senja mendengar suaramu

Ya Rasulullah
Pilu jika tak berjumpa denganmu
Tak bercakap denganmu
Serta tak melihat punggungmu
Dalam Sholat bacaan lembut darimu
Kekhusyukkan ibadah guna Ruku dan Sujud di hadapan Allah Tabaraka wa Ta'ala
Kekasih Rabbul'alamin
Panutan sekalian umat

Ya Rasulullah
Pengorbanan serta perjuangan
Barisan pertama dengan sebilah pedang
Beberapa busur panah
Baju besi dan ikatan kepala
Benteng untukmu yang memerangi kebhatilan

Ya Rasulullah
Engkau yang berlari
Sujud di hadapan Rabbul'alamin
Syafaatmu teruntuk umatmu
Di telaga engkau menanti
Berlinang air mata berupaya menyelamatkan

Ya Rasulullah
Pintu surga terbuka
Memasukinya, puncak dari segala kenikmatan
Bersama para nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin
Menatap keindahan yang tiada tara
Tatkala hijab perlahan mulai tersingkap
Di waktu pagi dan petang
menatap wajah Rabbul'alamin
Allah 'Azza wa Jalla
Allah Tabaraka wa Ta'ala.

~Alek Wahyu Nurbista Lukmana~





"Kota tua di balik lorong nun gelap"
"Catatan kecil si penyair"


Dinginnya sakura tak berbias dengan indahnya senja
Tenggelam di seberang ufuk yang raganya telah menghilang
Aku yang hanya sebatas rupa, tak menawan dan tak pula rupawan
Tiada kekayaan yang aku miliki
Melainkan beberapa kurma dengan segelas susu
Yang berjalan di antara keramaian
Berlumuran keringat bercucuran dahaga
Seteguk air di tengah kota
Perbatasan antara desa dengan kampung halaman
Ramainya para pejalan kaki
Riaknya suara para musafir
Yang luluh termakan usia
Yang lantang mengulurkan kebaikan
Aku yang terdiam di seberang jalan
Sejenak lupa perihal cinta
Pilu di masa lalu yang meruntuhkan suara
Saat malam, penjuru langit berucap hal yang sama

"Demikianlah jalan yang engkau hadapi dalam pahitnya dunia"

Aku terdiam,
Memandangi sebuah lorong di seberang jalan
Langkah pelan dengan berbagai pertanyaan
Menyusuri setiap rambu lalu lintas yang ada
Melewati barisan toko penyedia makanan
Discotic hingga club malam
Para wanita yang berdiri dengan bedak dan bibir kemerahan
Mencari pelanggan si pria hidung belang
Melirik dengan nafsu menjual keperawanan
Uforia sosialita, yang katanya menjamin kehidupan

Aku mendengar, tak sengaja percakapan antara si pria hidung belang dengan wanita muda yang bibirnya kemerahan
"Satu juta semalam om" katanya
Menggoyangkan pinggul dengan rok mini yang mengkilap
Membuka pintu mobil, menjulurkan paha
Bergegas pergi, melayani tamu demi seikat kertas bergambar
Jam satu malam, di pinggiran kota tua

Dalam benakku timbul pertanyaan
"Apakah dengan satu juta mampu membeli dunia?" sedangkan Akhirat jauh lebih mulia
Aku tak mengerti dan melanjutkan langkah pelan dengan rasa penasaran yang teramat besar
Sedikit demi sedikit tampak sebuah lorong nun gelap
Sedikit cahaya untuk keberadaan
Papan pengumuman dengan bunga yang bermekaran
Aroma wangi semerbak mengacaukan ingatan

"Apa ini? tempat apakah ini?"
Begitu banyak orang tua yang membawa anak-anaknya berkunjung kemari
Tak ketinggalan pula sepasang kekasih yang telah berusia renta
"Tempat apa ini? apa yang menarik dari ujung lorong yang gelap ini?

Aku tak ingin bertanya
Tak ingin pula membuat keributan
Lorong ini akan aku telusuri hingga batas persinggahan
Jangan berfikir dan tatap kedepan
Semoga saja ada kebaikan disana
Tempat dimana tiada kejahatan
Senyum sapa dan hangatnya malam
Udara segar tanpa asap kendaraan
Tanpa musik yang mengalun
Tanpa iringan alkohol
Tanpa pelacur dan tanpa mata liar para pecandu maksiat

Yah, mungkin sedikit lagi
Jalan setapak dengan jembatang kecil
Sedikit mendaki dengan Bertakbir "Allahu Akbar"
Sedikit menurun dengan Bertasbih "Subhanallah"
Dzikir selalu terucap, membasahi bibir menenangkan hati
Mengulang hafalan Ar-Rahman dan Al-Waqi'ah
Senantiasa berharap keridhoan Sang Pencipta
Yang telah menyediakan segala kebutuhan hamba-hambaNya
Tanpa kekurangan dan tanpa kesusahan
Malam ini di kota tua, menuju sebuah tempat di balik lorong nun gelap

Tak terasa lima belas menit aku melangkah
Bersama orang tua serta sepasang kekasih berusia renta
"Dimanakah ujungnya?"
Aku bertanya dengan tetap memandang kedapan
Namun, tiada kecemasan, bahkan pertanyaan dari mereka yang juga ingin menuju tempat di balik lorong nun gelap ini
Mereka hanya tersenyum riang dan bergembira
Ketenangan yang begitu bersahaja
Dan kesabaran yang tiada batas

Semakin lama aku melangkah
Aku menemukan setitik cahaya
Terang namun tak menyilaukan
Aku mendekatinya, mendatanginya dengan tergesa-gesa
Nafas yang terengah-engah
Kudapati suara yang penuh kebahagian
Hingga di ujung lorong yang awalnya gelap
Seketika berubah menjadi sebuah taman yang begitu indah
Berkebun bunga dengan lampu petunjuk arah
Pepohonan nun rimbun dengan tempat peristirahatan
Udara yang segar, hembusan angin yang begitu tenang
Aku terjatuh dan memejamkan mataku rapat-rapat
Aku merasakan kedamaian tanpa adanya pertentangan
Rumput jepang yang khas memanjakan tubuhku
Aroma kopi torabika menjamuku untuk kesekian kalinya

Subhanallah
Tiada kata yang mampu aku ucapkan
Aku tenggelam di balik indahnya dunia
Tempat yang di penuhi dengan senyuman
Mengucap salam dan saling berjabat tangan
Saling memberi dan menebar kebaikan
Lantunan Ar-Rahman dan Al-Waqi'ah
Al-Ikhlas hingga berkumandangnya Adzan
Bertakbir, mengerjakan Sholat,
Kewajiban seorang hamba akan Penciptanya.

Padang 26 Januari 2018
~Alek Wahyu Nurbista Lukmana~
"Catatan kecil si penyair"
"Kota tua di balik lorong nun gelap."




"Surat kecil darimu, pesan untukku yang menantikan hadirmu"


Aku pernah membaca surat darimu, tatkala engkau ingin menyampaikan niat sederhanamu, aku memperhatikannya dan sedikit risih karenanya, pada waktu itu yang ada di dalam benakku ialah engkau seorang penyair yang hanya mempermainkan sebuah rasa dan aku tak begitu mempercayainya, awal pembuka surat yang penuh santun, namun aku sedikit risih tatkala sampai pada kalimat.

"ILOVEYOU"

Aku bertanya-tanya, apa maksudnya ini, engkau begitu mudahnya menuliskan kata cinta tersebut, keraguanku memuncak, sesaat aku melempar suratmu dan tak memperdulikannya hingga engkaupun menghilang tanpa jejak tanpa memberi salam.

"Inilah yang terbaik, dan benar ia hanya sekedar mempermainkan hati"

Aku tak perduli hingga tak sengaja statusmu terpampang di jendela Facebookku.

"Pahamilah kata-kataku, sebab aku tak ingin yang engkau pun diriku hanyalah sebatas ilusi, angan yang tanpa kebaikan serta keinginan yang tanpa kemuliaan"

Aku teediam, memandanginya lagi dan lagi, membacanya setiap kali, menyimpannya pada catatan kecil di layar ponselku.

"Kepada siapa? untuk apa ia menuliskan itu? untuk wanita lain yang hanya akan ia permainkan lagi? ataukah pesan yang ia tujukan untukku?"

Aku mencari bekas surat yang ia kirimkan dahulu, jujur, suratnya tak aku baca hingga selesai, karena keganjilan kata di pertengahan aku pun menjdi jijik, namun aku telusuri lagi lebih dalam hingga akhir surat, kata penutup, sebuah puisi yang membuat aku tersentuh, ia menyelipkan pesan keindahan pada akhir penutup, sebuah puisi yang menjadi haru bagiku, hingga bersabar akan kedatangannya.

"Izinkan aku menjagamu dalam doa, bersamamu menuju Surga"

Aku menyukaimu tatkala engkau tiada menyadarinya
Aku menyukaimu tatkala engkau tiada mengetahuinya
Dalam diam yang membekas
Pada diam yang memelas
Rukukku dengan mereka yang Ruku'
Sujudku bersama mereka yang Sujud
Kedalaman rasa nun menumpuk
Tenggelamnya cinta yang terpupuk
Keindahan di balik hijabmu
Kemualian di balik senyummu
Aku ingin memeluk dan bersandar pada bahumu
Melepas penat dari riangnya dunia
Menyelam hingga ke dasar guna menjemputmu
Perhiasan dunia, pemimpin para bidadari di surga.

"Izinkan aku menjagamu di dalam Do'a, atas Ridho Allah 'Azza wa Jalla"

Aku tak ingin melukis perihal dirimu tak jua membentuk rupa hingga engkau dapat kulihat, tak ingin sebagai pemandangan semu yang hanya tertuang di atas kanfas hingga di nikmati oleh ribuan mata yang mengagumi

Aku tak ingin, cukuplah keindahan itu tersimpan rapi di balik hijab yang menutupi seluruh tubuhmu, biarlah terpancar akan keindahan penghuni surga, membasahi wajah yang terang akan wudhu, bersinar disaat sujud, yang mulia dengan keinginan, dariku yang menyelam hingga ke dasar lautan, menyentuh karang guna membelai permata, saat teduh menyapa, udara sejuk berbicara. Untukmu hingga akhir perjuanganku, dan untukmu penyempurna separuh dari agamaku.

Engkau yang tersimpan rapi, meski gelap, cahayamu tak pernah redup, berkilau yang jika di lihat dapat meredam kebaikan, yang jika di sentuh dapat menikam keburukan, pada akhirnya larut dalam imajinasi yang terpenjara oleh hasrat serta keinginan. Tetaplah disana, sendiri pada kemuliaan, hingga seorang penyelam datang guna mengikatmu dalam peluknya, tujuan hidup akan bekal menuju kampung Akhirat.

Engkau tak perlu mengeluh, janganlah menangis dan tak jua berkecil hati, aku tidak kemana-kemana, tak pergi ataupun menghilang, hanya saja yang aku lakukan hayalah sedikit beranjak guna ingin memuliakan, sabarlah, karena cinta dengan diam itu sangat mengasyikan, yang saling menjaga di dalam doa.

Aku ingin ke surga bersamamu
Berjalan dan menikmati pemandangan yang sama sekali belum pernah di nikmati
Sungai-sungai nun mengalir deras
Istana-istana megah belapis emas dan mutiara
Mengunjungi tetangga yang akhlaknya begitu mulia
Tanpa tertidur dan tanpa mengalami kematian

Aku ingin ke surga bersamamu
Menggenggam tanganmu, bercengkrama dan saling bertatapan
Melepas rindu, mencurahkan seluruh cinta serta kasih sayang
Dari pagi hingga petang
Hijab yang tersingkap
Cahaya yang teramat indah
Memandang wajah Sang Pencipta

Aku ingin ke surga bersamamu
Beramal shaleh, bekal untuk pulang
Aku ingin ke surga bersamamu
Membimbing engkau serta para bocah yang di titipkan kepada kita
Aku ingin ke surga bersamamu
Yang menjadi penyempurna dari separuh agamaku
Aku ingin ke surga bersamamu
Duhai engkau kemuliaan dunia
Dan aku ingin ke surga bersamamu
Duhai engkau pemimpin para bidadari surga.

~Alek Wahyu~

Sekarang, berikan aku jawaban atas pertanyaanku, kenapa engkau menulisnya tanpa menggunakn spasi?

"Kekasih, aku akan menjawabnya, namun sebelum itu, izinkan aku untuk untuk membacakan satu puisi singkat i
untukmu"

Apa itu? aku menantikannya kekasih.

"Dengarkanlah ini"

"Perihal rindu, cinta serta kasih sayang"

Engkau tak perlu merasa takut, perihal rindu yang senantiasa mengambang di udara, cukup diam dan ucapkanlah, karena langit akan mendengarmu, keluh kesah hingga kebahagiaan, libatkanlah hal yang baik dalam hidupmu, hapuslah seluruh keburukan yang tampak di depan matamu, karena aku menantimu bersama doa, di kedalaman jiwa, muara hati nun terjaga.

Perihal cinta, tak perlu engkau merasa risau karenanya. Peecayalah, kecewa tak akan berbuntut pada kesakitan, hingga engkau mengetahui bahwasanya akan ada masa dimana jarak tak lagi mampu untuk memisahkan dua hati yang telah di satukan. Pada takdir, di balik hijab yang melindungi engkau pun diriku dari angan perihal dunia yang penuh dengan tipu daya perhiasan nun menyilaukan.

Sedangkan kasih sayang, resapilah ia bersama angan yang menghantarkanmu pada titik sebelah kanan, sebuah gerbang dengan kunci yang bergelantungan. Ambilah, sirami dengan sedikit lambaian, pertanda darimu untukku, kemudian masuklah secara perlahan, ikuti petunjuk yang telah engkau dapatkan, jawaban atas permintaanmu untuk melangkah, menuju batas pengabdian dimana rasa akan di persatukan, membentuk ikatan, jalan indah menuju Surga."

Aku tak merasakan takut, tak pula merasakan risau, karena engkau telah menjadi milikku, memimpinku serta menjadi imamku untuk bersama menuju ke kampung halam surga. Sekarang kekasih jawablah pertanyaanku. Kenapa engkau menulis tanpa menggunakan spasi?

"ILOVEYOU"

Pernyataan yang sempat membuatmu jijik padaku, aku akan menjawabnya,

"Kenapa aku menulis tanpa ada spasi?. Karena aku tak ingin ada orang lain yang mendambakan rasa itu terhadapmu, dengan adanya spasi berarti adanya sedikit jarak, adanya sedikit jarak tentu adanya sedikit ruang dan aku tak ingin memberi jarak ataupun ruang untuk orang lain masuk dan mendambakan rasa itu terhadapmu"

Memang itu merupakan kesalahanku dimana aku mendahulukan egoku, tapi kasih, inginku itulah yang membuatku menghilang untuk sesaat, karena aku ingin memuliakanmu untuk menjadi pendampingku, aku menghilang guna menyerahkan keputusan kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala dalam diam yang beribadah untuk mencari Ridho Allah 'Azza wa Jalla, untuk aku kembali mengetuk pintu rumahmu, menyampaikan niat untukku memuliakanmu, untukku yang ingin kembali ke kampung halaman Surga bersama dirimu kekasih.

Suasana sedikit hening, dengan senyum cerah dalam pelukan, ia berucap.

"Kekasih, sekarang aku wanitamu, bimbinglah aku untuk selalu mentauhidkan Allah Tabaraka wa Ta'ala, bantulah aku untuk senantiasa tergar diatas Sunnah Rasulullah, karena engkau imamku, jalanku untuk kembali ke kampung halaman Surga, yang bersamamu di dalamnya dengan kenikmatan tiada tara, setiap pagi dan petang, di saat hijab tersingkap, pemandangan indah yang belum pernah di lihat, kenikmatan terbesar para penduduk Surga, bersamamu yang di sampingku.

"Memandangi wajah Allah 'Azza wa Jalla"

~Alek Wahyu Nurbista Lukmana~

Kumpulan Puisi Gagah Rianto - YANG KAU BENCI



Telah sejelas bintang diangkasa rasa ini
Lagi dan lagi kau acuh tak acuh

Telah ada hati yang dengan tulus menerima kehadiranmu
Namun kau tetap saja malu malu tak ingin maju

Dan aku sampai di batas sabarku
Menunggumu bukan lagi inginku

Dan kiranya kau ingin pergi
Pergilah
Jika kau ingin benci
Bencilah
Jika kau ingin memaki
Makilah aku
Apapun itu
Aku sudah tak peduli

Teruntuk wanita penuh seleksa mimpi
Aku bukan menyerah
Aku hanya lelah
Sungguh melelahkan
Maaf atas ketidak berdayaanku ini
Maaf atas kelemahanku ini

Aku hanya ingin kau tahu
Aku tak sejahat seperti apa yang ada dalam mimpi-mimpimu

Yang kau benci
Karya Gagah Rianto



---------------------


Aku tak tau apa yang aku rasa
Perasaan seperti apa itu
Aku pun tak mengerti
Seperti tak memiliki namun tak ingin kehilangan
Entahlah
Mungkin ini yang namanya jatuh dan cinta

Namun sepertinya terlalu awal untukku mendefenisikan semua ini adalah cinta
Sedangkan temu belum terjamah
Kita hanya berada di dalam maya
Aku selalu berharap kita bisa bertemu
Bertatap muka dalam dunia yang nyata
Berjalan berdua
Makan dan minum diatas meja yang sama
Lalu menatap kedua mata sayumu itu
Memandangi indahnya senyum tipismu itu
Tak ada yang lebih kuinginkan saat ini selain itu semua

Begitu besarnya rasa ini
Hingga aku berharap bisa memilikimu
Namun aku sadar
Aku bukan siapa-siapa
Aku hanya hamba
Kau pun hamba
Aku takut harapan ini membuatku kecewa
Aku takut jika cinta ini karena nafsu
Rindu ini semu

Aku harus bagaimana?
Aku sudah terlanjur jatuh hati padamu
Mengagumimu terlalu dalam
Hingga tanpa kusadari
Aku telah tenggelam kedasar harapan hatiku sendiri
Jauh
Teramat jauh
Hingga aku kehilangan separuh warasku karena sering memikirkanmu

Andai kau tau
Namamu selalu saja ku sebut disetiap sujudku
Didalam doaku
Kau menjadi perbincangan diriku dengan rabbku
Begitulah aku sangat menginginkanmu

Tapi aku tau diri
Usaha dan doa telah aku lakukan
Namun tetap tak mampu meluluhkan hatimu
Aku lelah dan memilih pasrah
Berserah pada yang Esa
Kuserahkan segala perasaan ini kepadaNya
Aku yakin dan aku percaya
Jika memang kau ditakdirkan untukku
Dan jika memang kaulah tulang rusukku
yang bengkok itu
Seberapa jauh pun jarak memisahkan
Berapa lamapun waktu tak mempertemukan kita
Kau akan kembali padaku

Allah dengan segala kuasa dan keagungannya pasti akan menyatukan kita
Itulah yang selama ini kutanam dalam hatiku
Hingga apapun yang kau lakukan
Dan dimanapun kau berada
Aku tetap tenang
Dan sesekali juga memperhatikanmu
Hanya doa yang tak putus yang selalu kupanjatkan dikala rindu datang menghampiri

Kuala Lumpur,2018

Kumpulan Puisi Tok Dalang - GERAM



SENGGAMA
" Idrus jungkat ''


Jantungku berdetak kencang
Saat kau ajak berperang
Bertarung di ranjang
Dari malam menuju siang

.
Panahku tepat tancapnya kuat
Otakmu muncrat rasakan nikmat
Busurmu hebat melekat erat
.

Air matamu berurai saat ku terkulai
Jutaan benih kusemai di ladangmu " Bohay "
Rawatlah jangan lunglai, sampai kita tuai
Sebagai saksi bahwa nikmat ini tak akan usai.

( Wajok hilir 20 Januari 2018 )
#Tok_dalang





GERAM
" Idrus Jungkat "


Ingin kupecahkan Kepalamu
dengan ribuan anak bedil,
untuk kau tau betapa benciku
melebihi Kucing hutan pada Tikus lapar di lubang tanah

Kurebahkan jasadmu di pembaringan kaca
Kubaluri tubuh indahmu dengan formalin, untuk kumaki setiap pagi, kuludahi dimalam hari
Agar selalu ku ingat saat kau merampok hatiku.

( Jungkat 18 Januari 2018 )
#Tok_dalang

Kumpulan Puisi Layla Dct - ORANG~ORANG YANG DIBAWA ANGIN



Orang~orang yang dibawa angin
Oleh: Layla Dct


Badai yang kuingatkan
Sepertinya telah membawamu pergi
Jauh dari semesta di mana langkah merekatkan semua bahasa jiwa.

Jejak~jejak yang tertinggal
Masih menyisakan aroma dari tetesan ceritamu

Ini seperti sebuah keterlambatan
Yang tak dapat kuhindari.
Mengejarmu dalam doa~doa.
Hanya itu yang ku punya.

Seluma, 28 januari 2018





SELAMAT MALAM REN..

Lentera itu padam.
Selamanya.

Semua janji manis
Laksana buih

Mengering tanpa bekas
Sisakan kehampaan memucat

Peredaran bahagia
Berhenti:
Tepat di dirimu.

Termakan kesombongan yang menelan segala impian.
Bersama dengan namaku yang tenggelam-tak kan muncul kembali.

:NPB,26jan18






LENTERA KECIL


Kau lentera
Yang pulang setelah badai semalam.
Melarikan jiwaku dari runtuh dan gemuruh

Langkahmu yang tipis
Tak perlu bangunkan singa terluka dalam kalbu
Hanya di sini
Temani hingga badai reda

Mentari tiba
Lalu engkau pulang.
Menjemput rindu
Yang dibalut lapisan kesederhanaan

Kau tahu
Aku takkan mati
Setelah badai ini

Seluma, 18 feb 2018

Kumpulan Puisi Reni Kusumaningrum - SAYANGKU TANPA SYARAT



# SAYANGKU TANPA SYARAT #
Karya: Renny Kusuma


Aku ingin jauh darimu
Agar rindu menyapaku
Namun aku tak mampu lakukan itu
Karna hadirmu menyelimuti hatiku

Dan aku jatuh diantara dekapmu
Menatap dan bermanja diantara candamu
Aku..... terlena disisimu

Aku menyayangimu tanpa syarat
Ingin ku genggam hatimu agar tak berkarat
Kau sentuh aku dengan kasih yang memikat
Bagiku.... kau adalah malaikat

01022018






# PENANTIAN RINDU #
Karya: Renny Kusuma

Di antara rinainya gerimis pagi...
Dan gemericiknya air yang membasuh bumi...
Aku tertegun...
Sang bayu hembuskan wangimu...
Akupun terpana...
Ada degup jantung suarakan rindu...

Disini....
Aku menanti hadirnya ragamu...

25012018





MENYUDAHI KENANGAN
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Sudahi ingatan lampau tersisa
merajut pilu menggulung sedih duka lara

Biarkan kenangan itu lenyap semestinya
lesap di kedalaman jurang tanpa sisa
hingga yang tertata
hanya nostalgia jingga penuh kenangan bahagia

Tak guna meratapi hati luka
membuat keruh nurani tak bisa bersahaja

Selamat tinggal kenangan lupakan nestapa
lembaran baru tanpa syakwasangka

#Belantaraibukota, Sabtulegi, Feb 10-2017 = 15:45 wib





HENTI DI HALTE KALBU
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham

Jangan biarkan nurani meragu
penantian kan selalu memakan waktu
namun yakinkan raga tak membisu
agar dapat menyambut datangnya yang di rindu

Hidup dan kehidupan mengajarkan ambigu
namun waktu membatasi jalan di tuju
berhenti atau terus melawan nafsu

Kupilih henti di halte kalbu
agar penyesalan tak lagi memburu
mari melanjutkan hidup tanpa ragu

#Belantaribukota, Jumatkliwon, Feb 09-2018 = 21:51 wib





LULUH LANTAK KALBU
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Merah jingga nostalgia menjadi kenangan masa lalu
jarak, waktu dan ruang tlah mengikat rindu
namun mampu meluluh lantakkan kalbu
kelak di ujung malam dia kan menunggu

Telah pupus harapan di tuju
nurani pun telah beku
hancur luluh tertinggal ragu

Penantian telah berujung di halte rindu
segalanya telah hilang berlalu
kini tinggal raga membisu

#Belantaraibukota, Jumatkliwon, Feb 09-2018 = 21:31 wib





BEBASKAN DIRI MERAJUT MIMPI
Karya bersama Astura Putri Ap + Reni Kusumaningrum
+ Boy Satria Satriar dan MS Sang Muham


Arah angin mungkin tak terbaca
tapi arah hati menyembunyikan misteri
tak seorang pun mampu membaca
tetaplah dengan satu keyakinan
penantian pasti berujung

Jangan patahkan harap di pintu penantian
jangan biarkan raga terbelunggu sepi
bebaskan diri untuk merajut mimpi
bersabarlah janji itu kan menghampiri
yakin kan diri merengkuh bahagia suatu hari nanti

Kearah tiupan angin membawa sukma
melayang menyapa rasa berkecamuk
di bilik hati tersimpan rindu yang serindu rindunya

Berlayarlah terus bahtera diri
agar terbayar segala mimpi
hayal jadi nyata terlepas segala nista

#Belantaraibukota, Selasapahing, Jan 06-2018 = 21:31 wib





TERBELENGGU SEPI
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Semoga asa masih tersisa tuk merajut mimpi
berharap rindu masih ada tuk menghampiri
hingga raga tak lagi hanyut terbelenggu sepi

Mimpi telah lesap
sepi makin senyap
rindu pun lenyap

Kepada-Mu jua duh Gusti Pangeran
doa dan mantera ku panjatkan
hidup dan kehidupan di mampukan

#Belantaraibukota, Kamiswage, 08-2018 = 15:55 wib





KALBU TELAH BEKU
Karya Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Bahasa kalbu takkan lagi membelenggu
pada pekatnya hujan tertitipkan rindu
dan melalui hembusan bayu
dapat kubisikkan sejuta i love you
berharap dia mendengar bisikan itu

Segalanya telah percuma sudah berlalu
kalbu telah beku
hujan pun kini membisu
sedang bayu tersipu malu
kalimatku ngambang tersangkut di kayu

Kupunguti satu persatu butir lara hatiku
biar kusimpan rapi di nurani terdalam jiwaku

#Belantaraibukota, Kamiswage, Feb 08-2018 = 15:05 wib





UNGKAPKAN RASA
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Menyerah
mungkin kata yang salah
tuk ungkapkan rasa tertera pada sukma
jika masih ada asa lanjutkan saja

Kadangkala
perlu perjuangan dan doa
ada uji coba bahkan tarik ulur semacamnya
tunggu saat tepat katakan cinta

Segala sesuatu ada batasnya
jangan memaksa apalagi menghiba
jika gayung tak bersambut, untuk apa
kayuhlah bahtera sebab kita bebas merdeka

#Belantaraibukota, Kamiswage, Feb 08-2018 = 05:55 wib





LEPASKAN BELENGGU
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Kenangan takkan hilang meski ingin dilupakan
dan secercah kesadaran kan menambatnya jauh di kedalaman
lepaskan belenggu dan luruhkan pada hati
maka niat suci kan melingkari nurani

Putihkan hati serupa embun pagi
jaga rohani tetap terkendali
supaya seirama kata dan tingkah diri

Menata laku serupa memagari jiwa
tak segampang melukis sekuntum bunga
riwayat hidup simpan di pustaka rasa

#Belantaraibukota, Jumatlegi, Jan 26-2018 = 06:36 wib




# SEWAJAH #
Karya: Renny Kusuma


Di sepertiga malam
Terpapar sewajah di keheningan
Memperjumpakan rindu pada ingatan
Sebuah canda pelangi pada rembulan

Terpahat ukiran pada dinding tak bertuan
Mengecat malam tuk menebas segores lukisan
Menjejakannya pada kidung simpony di kesunyian
Menyisa senyum guratkan gelintir kebisuan

Tersaji di cawan berbisa sejumput kenangan
Sewajah yang terindukan

24.02.18