RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 21 Juni 2018

Kumpulan Puisi Genoveva Manohara - PENANTIAN ABADI


PENANTIAN ABADI


Kau yang disini mengisi sunyi
Berikan seni tersendiri padaku
Aku mengingat mu sebegitu agung
Dari sosok-sosok lain dilelakon ku
Kau arti kegundahan ku
Aku begitu mencintaimu
Dan rindu hadirmu disini
Aku menunggu mu
Aku menjaga hati dan rasaku
Hanya untuk mu
Ku jadikan hidup ku
Sebagai penantian abadi bagi mu
Meski semua tanpa arti
Dan tak mungkin lagi

DIY, 2018621
(Genoveva)





RESAH


Malam ini ku daki sendiri
Dari sekian lapis rasa sepi
Bergelayut pada langit-langit hati
Berbagai bentuk resah mendera
Bintang ku pandang tak lagi berparas ayu
Hampa menggulung seluruh hasrat
Yang pernah ku miliki
Adalah ujud kelelahan diri
Akan rasa yang seharusnya telah ku akhiri

DIY, 2018620
(Genoveva)





PUPUS


Malam ini aku hanya terjaga
Sulit untuk ku pejamkan mata
Menutup benak dari suara-suara sengau
Yang riuh kuasai telingaku
Suara itu adalah kata hati sendiri
Nan berteriak coba menolak pesonamu
Yang pernah kuasai nuansa ku

Ketika ku makin kelu
Diam-diam rindu hadir menyusup kalbu
Lalu melukis indah dalam lamunan
Dan temukan kau disana
Dengan kesan tak terlupakan
Sesal menghilangkan
bergantang-gantang air mataku
Ku biarkan hati luka
Ku biarkan anganku sesat
di belantara fakta morgana
Cinta kalahkan nurani
Tanpa sedikitpun nyali

DIY, 2018620
*Genoveva*





SURAT UNTUK NDA


Nda
Ketika ku tulis surat ini,
Aku tengah melangkah dalam lukaku, dalam kesedihanku.
Meski ku tahu langkahku sudah demikian letih, sudah begitu lelah.
Namun aku tetap ingin melangkah jauh meninggalkan semua yang pernah begitu berkesan dalam hidupku, meninggalkan seribu kenangan yang pernah ku sulam disini.

Nda
Aku melangkah pergi dengan membawa luka hati, tanpa ku tahu siapa sebenarnya yang melukaiku. Diriku sendiri atau siapa? Aku tak tahu itu !
Yang jelas luka ini merejam jauh ke dalam hatiku yang paling dalam, menggores nyeri, menyayat, hingga pedih sekali aku merasakannya.

Nda
Apa yang ku tulis adalah yang sebenarnya.
Dalam langkah hidupku yang penuh dosa ini, ku akui pernah ada dusta, pernah ada kemunafikan.
Sejak aku bertemu kamu, baru kali ini kata-kataku demikian bersih dan jujur. Sikapku pun apa adanya. Aku tak akan lagi menutupi dengan topeng yang begitu memuakkan hati nuraniku.
Aku bisa menemukan diriku sendiri !
Aneh nampaknya, tapi itulah kenyataannya. Baru kali ini aku menemukan keadaanku yang sebenarnya, yang selama ini ku tutupi dengan kepalsuan yang memuakkan.

Nda
Ada nyeri, luka juga gelisah yang tak mungkin kau tahu, sulit sembuh.
Dan itulah yang membuat semangat hidupku bagai terbang, itulah yang mendorong ku untuk melangkah jauh, meninggalkan kenangan manis dan pahit kisah hidupku. Dan biarlah ku rajut serpihan-serpihan luka dalam kesendirianku.

DIY, 2018618
Yang berbahagia dalam merajut serpihan-serpihan luka. (Genoveva)





SEPI


Mendung membuka tersibak
Menguak langit tampakkan cahaya rembulan
Yang tengah bersembunyi
Dalam kegelapan memancar redup
Tatap mu merangkap ku
Dalam arti yang tak ku mengerti
Kau merengkuh ku dalam pelukkan
Keheningan beku antara kita
Hatiku hatimu diam
Menggigil dan rapuh

Mengapa kesendirian masih saja ku rasa
Meski telah kau dekap aku begitu erat
Aku pasrah dengan segala resah yang kita alami
Mata membara membakar hati kusam
Dan menetes sendu didada mu
Ku sandarkan beban
Kau belai kekalutan
Dalam ketidakberdayaan
Ingin ku lepas dari mu

DIY, 2018618
*Genoveva*



---------------------------------------


Oh Tuhan ...
Telah ku telan ganjalan hidup tanpa bebatuan
Ku beri kebebasan burung untuk berkicau
Semaunya
Semerdunya
Sesukanya
Ku harap dengan begitu akan terbatas ucap
Namun
Semakin terperangkap
Terjerembab
Terpelanting
Tanpa ucap teriak ampun

DIY, 2018616
*Genoveva*

Sabtu, 09 Juni 2018

Kumpulan Puisi Nimas - PANCAROBA HATI


Pancaroba Hati
(Nimas Sayu Dara)


Akan tiba perpisahan
Jalan tak lagi satu tujuan
Jarak dan waktu memisahkan
Kita saling kehilangan
Dan cerita cinta tinggal kenangan

Akan tiba di mana hati saling merindukan
Dan malam akan di hiasi genangan hujan tak berkesudahan
Akan tiba waktu di mana rindu tinggal sebuah tangis pilu
Kidung cinta berganti irama sesal dan duka
Kasih sayang berubah jadi ladang kebencian

Sebentar lagi waktu itu akan tiba
Di mana kuntum mawar gugur helai demi helai
Terserak di pelataran bumi
Layu, kering dan mati

Lampung, 09 Juni 2018
#SyairSenja
#KidungSenja




RINDU BENGAL
Oleh : Nimas Sayu


Ini masih pagi
Matahari masih belum tinggi
Tapi, akh ...
Mengapa aku sudah rindu?
Bukankah semalam sudah kukatakan jangan dulu datang

Rindu
Mengapa begitu bengal
Selalu datang tiap waktu dengan nakal Tak peduli rasa hatiku
Sungguh terlalu!

Hai kamu yang membuatku rindu
Tolong, berhenti sejenak untuk tak mengusik anganku dengan bayanganmu
Sebab, rindu yang kemarin pun belum sanggup aku jinakkan
Ah rindu ...
Mengapa harus padamu?





Senja Tak Lagi Jingga
(Nimas Sayu Dara)


Awan kelabu dalam bisu
Jingga emasnya terpuruk kelu
Diam membeku di kaki nabastala
Murung tanpa biasnya yang mempesona

Perlahan pawana menyapa
Sesaat menderu bagai amarah
Berseteru dengan mendung yang membuncah

Buntala berduka
Gagana cucurkan air mata
Bagai duka sang dara jelita
Hilang cinta tertelan dusta

Ah, ...
Senja tak lagi jingga

---------------------
Nabastala : Langit
Pawana : Angin
Buntala : Bumi/Jagat
Gagana : Angkasa
Lampung, 10 Juni 2018
#SyairSenja
#KidungSenja

Jumat, 08 Juni 2018

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - KERINDUAN TAK BERTUAN



# TERIMA KASIH ADINDA #


Di impian ku yang tak sempurna,
Kukabarkan juga indahnya arti cinta,
Dari hidup ku yang inginkan kau bahagia,
Juga melihat mu senantiasa gembira,
Dan berharap kau dapat bermanja,
Untuk hilangkan lelahku yang begitu menyiksa.

Terima kasih adinda,
Kau terima rezeki ku apa adanya,
Kau beri candamu yang begitu mempesona,
Yang menawan jiw raga ku sehingga tergoda,
Walau kau hidup di rumah yang baratapkan rumbia,
Kau tak pernah meminta apa yang mereka punya.

Rasa ingin menangis memandang mu,
Tapi ku takut kau bersedih karena ku,
Bukan karena aku benci kepada mu,
Aku hanya merasa sangat malu,
Yang tak dapat memberikan pinta mu yang dahulu,
Pintamu di saat dahulu aku merayumu.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 04:06:2018





# NYANYIAN PENGANGGUR #


Hidup penuh tantangan,
Hidup tinggalkan keresahan,
Tertawa bersama rembulan,
Menangis dalam penyesalan,
Di saat pagi memberi harapan,
Berhayal memeluk angan angan.

Banyak yang sudah di lakukan,
Semua menjadi sia sia,
Hanya terdengar cemoohan,
Dari kata kata bijak mereka,
Yang hidup di dalam kemewahan,
Yang rakus akan kekuasaan.

Kian simpang siur,
Nyanyian penganggur,
Yang melangkah di tanah subur,
Berharap hidup nya menjadi makmur,
Sedangkan impian kian hancur lebur,
Bersama tarian di depan pintu kubur.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 03:06:2018





# HASUTAN PENDUSTA #


Hingar bingar,
Yang datang menyambar,
Bagaikan halilintar,
Ceritakan yang tak benar,
Ajak untuk bertengkar,
Inginkan NKRI ini berpencar.

Bagai lelucon saja,
Badut badut bersandiwara,
Layaknya seperti arjuna,
Bak mulia bagaikan dewa,
Diatas duka manusia iya tertawa,
Srigala srigala berbulu domba.

Aku tak dapat memahami,
Di sana sini saling mencaci,
Penuh benci dan iri hati,
Korbankan putra putri pertiwi,
Hanya karena sebuah ambisi,
Untuk menjadi penguasa di negri ini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 01:06:2018





# KERINDUAN TAK BERTUAN #


Bagai bayu berhembus perlahan,
Aku hanya bisa merasakan,
Ibarat aroma bunga di taman,
Aku hanya dapat mengendus wewangian,
Umpama irama gemersik dedaunan,
Merdu bersama nada yang tak berketentuan.

Jauh ke tengah lautan,
Terapung tak bertujuan,
Tinggi di puncak pegunungan,
Menjulang tinggi tiada impian,
Terpendam di dasar bumi tersimpan,
Tertanam hancur tak beralasan.

Begitulah cinta yang ku puja,
Begitulah rindu yang ku damba,
Jauh tertinggal belaian manja,
Kasih sayang hampa tiada bermakna,
Hilang sudah impian bahagia,
Menyisakan kenangan yang hampir sirna.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 25:05:2018





# AKU HERAN #


Aku heran,
Kesalahan kecil di tuntaskan,
Kesalahan besar di pertimbangkan,
Yang benar di persoalkan,
Yang salah penuh kemaafan,
Kenapa semua menjadi pembodohan,
Dalam menjalani panggung kehidupan.

Aku heran,
Memfitnah katanya atas nama tuhan,
Membunuh katanya atas nama tuhan,
Mengadu domba katanya atas nama tuhan,
Mencaci maki katanya atas nama tuhan,
Agama apa sebenarnya yang pantas jadi panutan,
Hingga tuhan tak lagi salah dan di permasalahkan.

Ah ,,, lebih baik ku diam saja,
Anggap saja semua sandiwara,
Seperti sinetron di layar kaca,
Seperti dongen kancil dan buaya,
Yang akan menjadi sebuah cerita nyata,
Tentang kebodohan bapaknya yang hidup di INDONESIA.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 23:05:2018




# PADA WAKTU BERTEMU #


Dahulu kita bersama,
Seiring tawa,
Senada canda,
Melebur duka,
Mencari cinta,
Dan perpisahan mengakhirinya.

Kenangan itu,
Selalu ku tunggu,
Selalu ku rindu,
Di sepanjang waktu,
Sepanjang angan ku,
Hingga akhirnya kita bertemu.

Kini di dalam mobil indah mu,
Dirimu bergaya,
Dengan kemewahan mu,
Kau tebar pesona,
Tapi aku kecewa karena rindu.
Kau palingkan muka di saat bersama.

Ku pandang diri di depan kaca,
Kita memang tak pantas lagi untuk bersama,
Mungkin kau anggap aku peminta minta,
Walau aku tetap juga meminta,
Maaf atas salah dan dosa saat kita bersama,
Dalam menyambut Aidil Fitri yang Bahagia.

SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI 1349 H
MINAL AIJIN WALPAIJIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 14:06:2018

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - ARWAH CINTA



♡ RETAK GELAS KACA ♡

Gulita pun jatuh di sudut beranda
Gigil malam di bawah rinai hujan
Sayup mengalun, kidung sang angin
Tembangkan syair legendera cedera

Aku takut, pada rupa malam
Yang selalu datang merajam
Hingga tak bisa, kuukir prasasti mimpi
Pada helai-helai pucuk kasturi

Retak sudah, gelas kaca di sudut meja
Lukai, naluri lentik jemari
Sedangkan asa kian dahaga
Masihkah, mampu tuk menggapai

#DewaBumiRaflesia_06_06_18





♡ ARWAH CINTA ♡


Langkah, terlunta di mega jingga
Lalui deretan galaksi
Menembus titik hampa, tanpa udara
Sesak, terkurung dalam rotasi dimensi

Rembulan purnama, kemerlip gemintang
Taburkan binar menantang
Namun pudar, lalu sirna pada retina
Yang tersisa, remah bayang di jelaga

Bius aku, dengan secawan paradigma
Lalu kubur, dalam pusara cinta
Bingkai jua, arwahnya di figura
Agar tak lagi berkelana

#DewaBumiRaflesia_01_06_18




♡ KOPI PAHITKU ♡

Aku, dan secangkir kopi pahit
Bercengkerama bersama asap sigaret
Kuhempas ke udara, bersama gulana
Sendiri, di bilik malam, ku tak bisa lena

Hujan, yang jatuh di halaman
Mengetuk pintu sunyi, hanya tuk mengamen
Ajak aku, menari dalam illusi
Mungkin dia tahu, aku telah mati suri

Biarkan, kusendiri berjubah puisi
Usah kau baca deretan aksara
Kau tak akan pernah mengerti
Isi di rimba raya jiwa

#DewaBumiRaflesia_09_06_18




♡ DI UJUNG TADARUS ♡

Rembulan terus bertadarus
Gemakan marka ke jalan nirwana
Gemintang pun, tunduk mengabdi
Sadar, bahwa diri, tidaklah abadi

Kulalui, rindangnya taman romadhon
Mestinya, sejenak kuterhenti
Nikmati bulir embun dari surgawi
Namun, aku diperdaya saithon

Aku, terus berlari
Mengejar dunia, yang sesungguhnya bertepi
Dan aku pun, dalam jiwa penuh noktah
Yang tak sempat basuh, jelaga yang mendarah

Rembulan terus bertadarus
Tuntaskan juz ketiga puluh
Agar terbuka pintu pagi suci bersih
Bagi jiwa-jiwa yang ikhlas

Selamat hari raya
Bagi semua ahli surga
Para penakluk hawa nafsu
Semoga, tetap begitu

#DewaBumiRaflesia_14_06_18

Kamis, 17 Mei 2018

Kumpulan Puisi Mohammad As'adi - DIMANA AKU ?


Surauku

Banyak orang pandai bicara syareat
Banyak orang pandai bicara iman dan taqwa
Banyak orang pandai bicara hakekat dan ma’rifat
Banyak orang pandai bicara sorga dan neraka
Banyak orang pandai benar membenarkan dirinya sendiri
Banyak orang pandai menunjukkan jati diri
Tapi kenapa masjid dan surauku tak juga penuh-penuh ?

Temanggung 2018






Dimana Aku ?

Engkau disini, tanpa jarak
Tapi aku terlalu jauh mencari Mu
Engkau selekat urat nadi
Tapi aku berlari
Terengah
Mengejar bayang Mu
Ya Rabb Engkau disini
Engkau disini
Tapi aku ?
Dimana aku ?

Temanggung 2018

Selasa, 15 Mei 2018

Kumpulan Prosa & Cerpen Andreant Hanif - HARAPAN DAN DOA UNTUK SEORANG BOCAH



HARAPAN DAN DOA UNTUK SEORANG BOCAH
By Andreant Hanif


Pelukkan yg begitu tulus..
Rengkuhan yg begitu ikhlas...
Senyum hangat yg begitu sempurna
Sambutan yg begitu mempesona....

Senyum lah nak!!
Atau tetap lah belajar tersenyum....
Serap...
Serap lah aura kesuksesan mereka
Serap lah aura Yang mampu memetik hati
hati stiap insan manusia yg memandang diri

Belajar lah nak!!
Belajar menjadi sukses.....
Sukses menarik simpatik
Simpatik rakyat yg setiap saat menjerit.

Berusaha lah nak!! Berusaha seperti mereka
Berusaha lah membuat setiap insan
Meneteskan air mata kebahagian
Setiap engkau mengalami perpisahan.

Berjuang lah Nak!!.
berjuang lah... Seperti mereka
Yang Apabila melangkah pergi
Yg kau dapat Rindu dan Puji
Bukan caci maki....

Nak!!
Berjuang lah... Belajar lah..
Mengerti lah!!
Bukan apa yg engkau raih
Tapi apa yg bisa engkau beri





TRAGEDI TRAGIS SEBUAH TAS
AKSARA 2008


Ku rasa matahari berada diatas kepalaku.
Huufff panas nya menembus kulit ku. Membakar kulit kuning langsat ku.
Tapi tak apa apa, yg penting dia harus pergi dari hidup ku. Guman ku sambil menenteng sebuah tas rangsel ungu hitam. Aku lebih baik berkorban tas dari pada berkorban hati. Siapa juga yang mau tiap hari di datangi pria jangkis berkulit hitam berambut keriting bercelana belel. Hihihihi aku tersenyum sendiri saat mengindentifikasi lelaki itu. Sosok lelaki yang sangat aku kenal. Ya, sangat aku kenal walau dia diantara ribuan manusia. Huuuhhh.. Segitu nya benci ku pada nya sampai aku bisa mengenali sosok nya.
"hy.. Mana tas nya, " sapa nya tanpa basa basi.
" ini, ingat,, gak usah pulangkan" sambut ku. Aku tak mau memulangkan tas itu menjadi alasan nya untuk menemui ku lagi.
" selow, akan aku jaga seperti aku menjaga hati ku padamu" jawab nya seperti biasa. Seolah olah aku adalah pacar nya.
"sudah. Aku mau ke kampus lagi" aku memotong perkataan nya. Aku mulai mual mendengar ocehan nya.
Aku beranjak dari parkiran Aksara. Menyeberang dan menyetop angkut jurusan unimed.

" woi.... Selow.. Tas ini akan kembali kepada pemilik nya" teriak nya.
Tak urus. Jawab ku membatin. Siapa juga berharap dia mengembalikan tas itu. Mudah mudahan dia gak pernah lagi kembali kesumatera ini.
Tanjungbalai MARET 2011
Aku terburu buru melangkah menyusuri gerbong kereta api putri deli agar bisa mendapatkan tempat duduk. Gerbong penuh sesak dengan penumpang dan pedagang. Tempat duduk sudah hampir penuh. Alhamdulillah ada sebuah kursi yang kosong. Aku duduk sambil bernafas lega. Kulihat di depan ku dan disamping ku semuanya pria. Walau kurang nyaman, aku bertahan dari pada harus berdiri. Tanjungbalai medan bukan jarak yang dekat. Kuperhatikan semua nya berpakaian rapi dan seperti nya baik. Mereka tersenyum setiap aku menoleh. Dan seorang pria asik membaca surat kabar. Dahi ku berkerut seperti nya aku mengenal nya. Tapi dimana ya? Apa mungkin? tidak bantah ku dalam hati.
Langganan ku datang. Menawarkan mi pecal kesukaan ku. Aku mengiyakan.
"kami juga bu. Buatain tiga ya. " kata pria berbaju kemeja putih yang tepat di depan ku.
Glekk... Aku keselek. Hampir saja pecal dalam mulut ku berhambur. Gak mungkin dia. Dia lecek. Kumal kridong. Kriting gondrong. Lah yang di depan ku ini rapi. Rambut pendek tercukur rapi. Tapi suara nya,, mirip sekali.
Sesekali aku menoleh nya. Ya. Walau diantara ribuan manusia aku pasti mengenali sosok nya. Tapi bathin ku tetap membantah kalau pria di depan ku ini dia.
"brapa bu, hitung aja semua. Kami berempat" tanya pria itu.
"tak usah tak usah. Saya bayar sendiri" sergah ku.
Aku lihat dia melongo. Melihat ku penuh selidik. Sambil memberikan uang 20 ribu kepada ibu penjual mi pecal.
"hey.. Saya mengenal anda. Hahahahahahaa walau tubuh anda berbalut busana muslim, saya akan tetap mengenali anda" kata nya sangat sopan menurut ku dibanding dengan dia 13 tahun silam.
"iyaaa... Anda bai kan?, " tanya nya mencecar ku.
" iya, saya baiti. Andre ya?"balas aku tanya
Dia secara tampilan banyak berubah. Tapi secara sosiality dia tetap sama. Bicara lepas dan mudah berteman dengan orang yang baru dia kenal. Terbukti dua orang lain bersama kami cepat akrab dengan nya.

Kami banyak bercerita. Dari masa masa kuliah, teman teman nya di unimed sampai tingkah dan gaya hidup nya waktu di bangku kuliah.
Dari cerita kami selama dalam perjalanan, aku paham. Sejak kejadian sewktu dia meminjam tas sampai pertemuan kami di kereta api, aku pernah mendengar dia mengalami kecelakaan lalu lintas. Telah kejadian kecelakaan yang dia alami, membawa dia kepada sebuah perjalanan spritual yang membuat dia meninggalkan pola hidup nya yang lama. Kecuali ambisius dan kerja keras nya serta rasa optimis tinggi. Walau aku tau, dia lumayan pintar dibidang akademis. Tapi keadaan yang membuat dia keras.

17.45. Staisun kereta api medan.
Kami tiba di stasiun kereta api medan.
Aku tidak melihat nya sejak turun. Aku menyapukan pandangan ku kesekeliling peron 1 berharap aku bisa melihat nya sebelum berpisah.
"bai.... Ini tas mu yang saya pinjam 13 tahun yang lalu. Setiap saya bepergian saya membawa tas ini di dalam tas ku, berharap bisa ketemu dengan mu dan mengucapkan terimakasi dan memenuhi janji ku bahwa tas ini akan kembali kepada pemilk nya" suara dari belakanng ku yang cukup mengagetkan.
"hehe.. Iya makasih. Sebenar nya sih saya gak berharap tas ini kembali. Ikhlas kok" jawabku dengan perasaan yang campur aduk menerima tas hitam ungu Sambil berjalan menuruni tangga meninggalkan peron 1 menuju jalan raya.
Di dalam taxi, aku memperhatikan tas rangsel itu. Masih utuh. Walau sudah agak usang. Wajar 13 tahun. Hebat dia menjaga nya. Guman ku dalam hati.

Bukan andre namanya kalau dia tidak bisa mengetahui nomor ponsel ku.
Sesekali dia menelpon ku. Dengan nada yang sopan. Yang sekarang memakai WASSALAMUALAIKUM YA AHLUL JANNAH..
Hal yang tidak pernah dia ucapkan dulu. Waktu yang telah mengubah nya. Waktu yang mendewasakan nya.

16 DESEMBER 2011
Ucapan selamat atas walimah kami. Ucapan selamat menjadi pengantin baru semoga menjadi keluarga yang SAKINAH MAWADAH WAROHMA dari tetamu yang menghadiri acara akad nikah kami di mesjid taqwa simpang mandala medan. Hal serupa ucapan dari media sosia yang dikirim oleh teman teman saya dan suami saya.
Saya menerima nya karena dia mampu menepati janji nya akan mengembalikan tas rangsel hitam ungu saya dengan sabar selama kurang lebih 13 tahun.
Dia sabar mencari saya selama 13 tahun. Takdir yang menpertemukan kami. Si belel lecek urakan itu menjadi suami saya sekarang. Menemani hari hari ku. Menemani malam ku.
Sampai kini esok dan sampai ajal menjemput kami berdua. Aamiin.
The true of story.

Oleh : Andreant Hanif

Minggu, 13 Mei 2018

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - TANPA FIGURA


♡ TANPA FIGURA ♡

Tak henti, kupahat wajahmu
Pada dinding siang yang benderang
Pada langit-langit malam yang syahdu
Pada ruang rasa yang kerontang

Mendayu, sendu, senandung kidung laut
Mengalun ombak menyisir
Terdiamku, larut dalam kemelut
Tak kuasa, hitung pasir di pesisir

Kubiarkan, luluh dirajam malam
Kaku, menopang tubuh tanpa sukma
Entah lelap, ataukah binasa
Tertikam, ranumnya senyum

Lolong malam, terkam sunyi
Jeritku pun, telah terkunci
Yang kudengar, tawa renyah sumeringah
Utuh, di memoar tak kan punah

#DewaBumiRaflesia_10_05_18






♡ MALAIKAT TAK BERSAYAP ♡


Kau kah itu, penabur aroma surgawi
Cumbui, tiap inci relung kalbu
Jerat, penghuni seisi ruang hati
Lafaskan, desah deru bayu rindu

Kau kah itu, binar pelangi mimpi-minpi
Yang memahat dinding-dinding sunyi
Ketika warna malam, hanya gulita
Menggapit jiwa, dengan parade ribuan asa

Kau kah itu, yang kan ikut terbang
Lintasi garis batas jumantara
Tuk petik, ribuan gemintang
Tuk tuai, rembulan dikala purnama

Kau kah itu, pujangga jiwa
Pengukir ulas senyumku
Cukup dirimu satu
Tuk gantikan, seluruh isi dunia

#DewaBumiRaflesia_08_05_18




♡ SURAT BUAT SAHABAT ♡


Sahabatku,
Jalanan itu, paripurna kita jajaki
Gersangnya sahara, rimbunnya belantara
Tapaki, tanpa alas kaki
Resah, marah, lalu sirna dipupus tawa
Memoar pun, dalam album biru

Sahabatku,
Kala itu, mentari masih di ufuk pagi
Lincah, gemulai jemari menari
Mengutip bebulir embun di pucuk-pucuk ilalang
Kita himpun, lalu disuling
Jadikan penawar virus ambigu

Sahabatku,
Kini, mentari tak lagi di ufuk pagi
Ia telah jauh, kian meninggi
Lintasi parade masa, menuju cakrawala senja
Tinggalkan kita, di ruang takdir yang berbeda
Guratkan, garis batas penentu

Sahabatku,
Aku, terbujur di atas bale-bale senja
Telah lama mati, ditikam alibi
Telah lama binasa, dibunuh aksara
Dan kita, saling terkunci dalam kelambu sepi
Dibui, dalam jeruji deretan pohon benalu

Sahabatku,
Izinkan aku, torehkan tinta pinta
Meski hanya pada bait syair sunyi
Rentangkanlah, benang merah, pada generasi kita
Sebagai tanda, kita sahabat sejati
Kala itu

#DewaBumiRaflesia_21_05_18

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - APA YANG KITA BISA



¿# AKU INGIN BERSAMA DIRINYA #


Taukah kamu,
Tentang perih nya hati,
Piluku membisu,
Sedih yamg membebani,
Dalam diam ku terpaku,
Diam merenungi sepinya hari hari.

Kutaburkan bunga bunga,
Ku limpahkan doa doa,
Ku usap tetesan air mata,
Di tepian pusara,
Kala ku ingat di saat hidup bersama,
Seiring sejalan kita berdua,

Lihatlah aku disini,
Bersama sikecil yang engkau beri,
Dia tak pernah mengerti,
Kenapa ibunya tak pernah kembali,
Hanya aku yang terus menjalani,
Hidup sendiri tampa dirimu di sisi ini.

Tuhan,
Aku rindu dirinya,
Haruskah si kecil ini ku tinggalkan,
Untuk tetap berdua walau hidup di alam pana.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 13:05:2017





# APA YANG KITA BISA #


Ke mana hilangnya semangatmu?,
Apakah ragamu miskin karena kemalasan?,
Apakah jiwamu hancur kecewa karena kebodohan?,
Tanya akal sehat di lubuk hati yang dalam,
Mari kita cari sorga dunia yang ku sebut kebahagiaan,
Kebahagiaan yang harmonis sesama ummat manusia,
Sebelum menuju surga terakhir yang Tuhan telah janjikan.

Dan,
Jangan pernah lagi mau di adu domba.
Katakan aku Sang Merah Putih,
Katakan aku Sang Garuda Pancasila,
Katakan aku Cinta TANAH Air Persada Indonesia.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 12:05:2018


--------------------------------------------------


JIKA MAU MENJADI ORANG ARAB,
HIDUPLAH DI TANAH ARAB.
JIKA MAU MENJADI ORANG BARAT,
HIDUPLAH DI TANAH BARAT.
DAN JIKA MA MENJADI ORANG CINA,
HIDUPLAH DI TANAH CINA.
KARENA NKRI ADALAH HARGA MATI.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 11:05:2017


--------------------------------------------------


DZIMMI ADALAH KAWAN UNTUK KEDAMAIAN YANG HIDUP RUKUN MERDEKA UNTUK SESAMA UMMAT BERAGAMA DI NKRI.
MARI BERSATU MEMERANGI TERORIS, TERORIS BUKANLAH ISLAM (MUSLIM), TAPI BINATANG YANG TAK DAPAT MENGHARGAI KEHIDUPAN YANG HARMONIS. HAPUSKAN TETORIS, MEREKA BIKIN MALU UMMAT ISLAM (MUSLIM) DI NKRI INI.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 15:05:2018





# ADA CINTA TERASA #


Tiada pernah ku duga,
Tiada pernah ku sangka,
Di saat kita berjumpa,
Di saat seiring berjalan bersama,
Ku coba untuk menyapa,
Dirimu tersenyum seakan menggoda.

Mungkinkah suatu hari nanti,
Kita bertemu kembali,
Kan ku luahkan rasa ini,
Rasa yamg bersemi dengan sendiri,
Rasa di dalam hati,
Rindu ku untuk dapat berjumpa lagi.

Aku kan berdoa,
Kaulah pengobat kecewa,
Biar dapat ku rasakan cinta,
Cinta yang sempurna,
Cinta yang mendamaikan jiwa,
Cinta yang yang telah lama ku damba.

By : LUmbang KAyung
Asahan 19:05:2018





# TERKENANG AKAN DIA #


Terdengar berkali kali,
Teriakan sahur di mana mana,
Ku tatap sunyi dan sepi,
Teringat aku akan dia,
Berharap dapat menemaniku di sini,
Dalam menjalankan ibadah bersama.

Berdosakah aku,
Bila ku merindukan dia,
Dia yang tak mungkin mengenang ku,
Dia tak pernah memberi ku cinta,
Yang ada hanya tatapan bisu,
Menggoda ku di dalam sebuah asa.

Namun aku tetap berdoa,
Kesehatan senantiasa bersama dia,
Yang berteman canda tawa bahagia,
Tampa ada gelisah yang melanda,
Dalam menunaikan ibadah puasa,
Di bulan yang suci mulia.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan




# MAMPUKAH DIRIKU #


Tahu kah kamu,
Betapa cinta aku,
Betapa sayangnya aku,
Betapa rindunya aku,
Tapi yang ku temui hanya rasa malu,
Setelah ku tau bahwa dia bukan milikku,

Hanya yang ku bisa,
Menjauh dan menjauh darinya,
Walau hati rasa tersiksa,
Walau jiwa raga gundah gulana,
Aku hanya ingin dia bahagia,
Bersama orang yang dia cinta.

Berilah aku jalan Tuhan,
Untuk mengisir risaunya hati,
Biar semua dapat ku lupakan,
Biar ku dapat ukir kembali,
Kebahagiaan yang lama ku dambakan,
Di perjalanan hidup ku di dunia ini.

Mampukah aku?,
Memerobos waktu kewaktu,
Hingga nanti hari hari yang tunggu,
Dapat berpihak kepadaku,
Dan membahagiakan hidup ku,
Di sepanjang waktu ke waktu.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 21:05:2018





# LETUS PETASAN KEBERUNTUNGAN #

Senja itu,
Kutatap mega mega,
Aku duduk menunggu waktu,
Kunantikan saatnya berbuka puasa,
Kutahan panggilan emosi perutku,
Yang seakan meronta ronta.

Aku duduk di bangku pinggir jalan,
Anak anak bermain tampa tiada meperdulikan,
Aku yang sudah kelaparan,
Memandang dengan penuh perasaan,
Dan aku hanya mampu bertahan,
Di saat terdengar kuatnya letusan petasan.

Terdengar oleh ku pekikan,
Kuarah kan sudut pandangan,
Terlihat oleh ku sulastri kebingungan,
Yang pulang dari mencuci pakaian,
Dari di kali di bawah jembatan,
Saat terdengar suara letusan petasan.

Sulastri yang menjadi pujaan,
Terkejut tampa sehelai benang di badan,
Bersama pakaian yang dia cuci berserakan,
Dan terlihat bentuk tubuhnya yang begitu menggiurkan,
Yang telah lama ku nanti nanti dan dambakan,
Saat itu menanti berbuka dengan suara letusan petasan.
Terima kasih ya Tuhan atas rezeki yang engkau berikan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 21:05:2018

Sabtu, 05 Mei 2018

Kumpulan Prosa & Puisi Aulia Putry Manurung - NESTAPA DI UJUNG RINDU



JANGAN TANYAKAN CINTAKU.
By. Vayyeit


Tuan ....
Untuk apa kau pertanyaan lagi tentang luka yang hampir mengering ini. Ini bukan cerita canda yang harus disertai tawa, tapi koyakan luka yang menganga, yang sengaja kau ciptakan di kala bahagia menyapa.

Tuan ....
Sudahi semua drama, jangan pernah hampiri hati yang beku. Ini semua memang salahmu. Mengapa harus kau renggut kebahagiaanku dan tertawa dengan sahabatku.

Tuan ....
Hati ini telah beku, cinta ini telah melayu. Hasrat yang dahulu hanya buatmu sekarang hilang bersama rintik hujan dan derai airmata perpisahan. Jangan lagi kau tameng dengan persaudaraan, sebab kebekuanku telah menggunung es buatmu

Tuan ....
Aku tak ingin lagi ada kata cinta darimu, pergilah bahagia bersamanya. Ukir semua bahagia walau kutahu terlalu banyak luka yang kau terima dari sang terpuja. Tapi itu sudah pantas untuk bayaran penghianatan yang kau hadiahkan buatku.

Tuan ....
Biarkan aku bahagia, menapaki hari bersama mentari dan embun pagi. Merenda masa di samping orang yang setia. Dia tidak menjanjikan syurga, namun sebisa mungkin tidak menghadiahkan airmata. Aku ingin tertawa bersama dia.
Maafkan aku tuan jikalau aku beranjak darimu.

Siangku, 05052018
AACB





NESTAPA DI UJUNG RINDU.
Kolab; AdanZ


Hantaran malam sang ilalang merumpun rindu di sahaja kesendirian
Sebelumnya senja mulai memerah saga
Mencipta rindu akan pujaan yang jauh di mata

Dan samudera senja mulai memisah
Di pelukis matahari antara lenanya

Malam ....
Sampaikan semua berita cinta ini padanya
Aku rindu belaian cinta yang penuh warna
Taman syurga akan memberikan aroma suka
Nan indah di suatu kisahnya
Jejakpun serasa gigil tanpa peluk pundakmu

Kisah seorang goresan
Berharap cinta pada hati yang nestapa
Meminta bahagia walau luka masih menganga
Sebab dia percaya akan janji Tuhannya

Kolaborasi ADanZ
Post
Aulia Putry Manurung

Sabtu, 07 April 2018

Kumpulan Puisi Cheloenk Dadap - PUPUS


PUPUS

Senja;
Berlabuh di dermaga usia
Menghitung berapa kali lagi
Jingga menatap kesendirian yang tak bertepi
Penuh saga dalam iba

Penantian;
Harus kuakhiri hingga malam
Kala pagi menjelang
Kau tak akan temui lagi
Sisa napas kemarin

Cheloenk Dadap
260318.





KAU


Saat ini;
Kesal bersarang di hulu dada
Menyumbat segala arus ketenangan

Kau;
Dalang dari segala sengketa
Yang menjalari seluruh nadi sajakku

Cheloenk Dadap
260318

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - BUKAN FATAMORGANA


♡ KIDUNG ANGIN ♡

Kuliti remah puisi
Remah aksara bening sudut netra
Berjelaga, purna remang cahaya lentera
Menari, tanpa irama perkusi

Kepak sayap merpati
Patah, enggan meninggi
Berputar di kuil prasasti
Hitung deretan elegi

Rinai ini kian ramai
Kunci malam di laci sunyi
Mengapa, ribuan mimpi engkau kutuk
Kau biarkan, malam kian lapuk

Aku tahu, jendela tanpa kaca
Sebab, ada sejuk semilir angin
Sapa ulu asa
Terbangkan sayap angan

Mari menari
Jadikan rinai rincik melodi
Jelmakan remah aksara
Sebelum atma dalam pusara

#DewaBumiRaflesia_02_04_18





♡ BUKAN FATAMORGANA ♡


Rinai, tak jua menepi
Bui mimpi di jeruji sepi
Hantarkan angan lewat angin
Sedangkan malam, makin dingin

Duhai cinta, pada sebentang antara
Yang telah sulut lentera
Kala gulitaku di lorong lara
Hingga kubisa eja aksara

Aku sangka, malam ini kan jelita
Pesona purnama nan bertahta
Sebab, ada pelangi di senja tadi
Kala hantar mentari nan usai mengabdi

Kini, aku jatuh di sudut sunyi
Namun, masih jua ku bernyanyi
Senandungkan kidung, tanpa rima
Laguku, sirna tanpa gema

Aku, masih coba memaksa
Pecahkan salju yang membatu
Tanpa batas waktu
Dengan jemari asa

#DewaBumiRaflesia_27_03_18




INI BUKAN PUISI


Biarkan waktu merentangkan tembikar yang masih samar.
Dan aku, enggan lelap di atas pelupuh yang kian berpeluh.
Diam, dalam semedi sunyi.
Atau, coba beranjak,mengais jejak- jejak tak bijak.

Namun, diamku dalam jeruji tanpa tepi.
Sirna daya, mengepak pun, tak lagi kuasa
Hingga lupa warna remah yang dulu basah.
Aku, mencari warna dalam gulita
Sedang pagi, kian meninggi

#DewaBumiRaflesia_15_04_18




♡ UNTUK SEREMONIAL KITA ♡


Rindu, kian ringkih tertatih
Eja, warna lukisan rupa maya
Di bilik senja yang kian letih
Himpun, sisa rerona warna surya

Tanda hujan, di balik paras pelangi
Kuberdiri, menatapmu di sela ranting puisi
Jauh, tak sejauh langit dan bumi
Hingga bisa, kukemas dalam hati

Masih, kukejar di bentangan sahara
Coba jengkali dalamnya sahaya
Tak jua bisa, hanya ilalang nan bergoyang
Tanda sahara, masih gersang

Tunggu aku,
Pada satu titik denting waktu
Ketika bunga ambigu telah layu
Di helai seremonial penyatu

#DewaBumiRaflesia_27_04_18

Kumpulan Puisi Reni Kusumaningrum - SABARMU



# SENTUHANMU #

Diamku pada gemintang, mencabik rasa di relung jiwa
Torehkan seikat nestapa pada ujung raga
Membenamkan seribu asa yang baru berputik di senja lalu
Pupus hanyut di bawah rinai hari ini

Kutemukan getar saat tatap matamu menyatu
Terpana sesaat tertunduk lalu bisu
Debar di sudut hati yang tlah lama membatu
Luluh.. tanpa jejak

Tatap dan senyummu, sentuh hatiku
Kini aku terbakar rindu

# Renny Kusuma
# 3.4.18





# SANGKAR #


Kerlip binar menatap sang senja
Tanpa rintih berbincang pada bintang
Ku ingin terbang menjangkaumu
Namun ku tertahan disini
Di sangkar emasku

Aku bukanlah camar
Aku pemilik hati dan berjiwa
Namun terbelenggu di istanaku
Berbalut cinta yang berlebih
Yang merantai nuraniku
Ku ingin sentuh dunia dengan jemariku

# Renny Kusuma
# 27.3.18






# SABARMU #


Seraut wajah di pertengahan senja
Selengkung senyum terhias disetiap ucapan kata
Lembut membelai aksara yang menyapa raga
Tajam menusuk tatap ke dalam sukma

Ego yang tertata sembunyi di balik jiwa
Rasa yang tertuang lenakan asmara
Membuai di antara nadi cinta
Lumatkan amarah yang mengelilinginya

Tak terkecoh debat emosiku
Melerai gundah di ucapku
Menenangkan prasangkaku
Meredupkan gelisah hatiku

Kecup kening, tanda sayangmu
Luruhkan segala egoku

# Renny Kusuma
# 31.3.18

Kumpulan Puisi Yuliza Yuna - NANTI



Dusta seorang ibu.


Melihat anak anak tumbuh membuatku ingat masa kecil. Saat ada orang tua temanku yang terang terangan didepan kami mengatakan bahwa ia sangat senang bila guru memukul anaknya jika mereka salah. Saat itu aku berfikir pasti temanku itu punya ibu tiri. Betapa mengerikannya itu. Namun setelah dewasa aku baru mengerti bahwa itu salah satu kebohongan seorang ibu. Seorang ibu takkan rela anaknya disakiti meski hanya seujung jari. Jadi bila ia mengatakan rela anaknya untuk disakiti itu artinya ia sangat percaya kepada orang yang menyakiti anaknya. Karena ia yakin dalam rasa sakit yang mereka terima pasti ada cinta yang besar didalamnya. Aku guru dan sering mendengar kebohongan manis para ibu ibu seperti itu. Dan mereka benar- benar seorang ibu, bukan monster seperti pemikiranku saat kecil dulu.





Nanti


Kau bilang lihat saja nanti.
Nanti...
Inikah nanti yang kau sebut itu?
Nanti mu ternyata tak sebentar kawan.
Menunggumu butuh hati yang sabar.
Setelah sekian lama di nantimu kita bisa bertemu.
Dan ini balasanmu?
Baru sejenak aku diam dan kau bilang aku sombong?
Kemana saja perhatianmu saat aku butuh didengar?
Argh, siapa sebenarnya yang sedang kau kasihani?
Aku atau dirimu sendiri?

Yuliza yuna
Medan. 5 april 2018



-------------------------


Anak-anak tak pernah salah.
orang sekitarnyalah yang membuat mereka berlaku salah.
Anak-anak tak pernah salah.
Mereka tak punya pilihan untuk lahir dari perut perempuan mana.
Bahkan anak-anak itu tak minta dilahirkan.
maka saat mereka lahir tak pantas untuk disia-siakan.

Yuliza yuna
Medan 4 april 2018





Add


Melihat permintaan pertemananmu di sini, aku hanya bisa tersenyum kawan.
Menurutku kau itu menakutkan.
Aku kenal kau seperti kau juga mengenalku. Yang aku tahu kau pejuang tangguh, bila kau menginginkan sesuatu kau tak bisa menahan egomu.
Aku takut bila kita kembali bertemu, kau akan jadikan aku targetmu seperti dulu.
Maaf, bila kau kecewa dengan sikapku, aku telah mempersiapkan diri untuk itu.
Bila sulit tuk membenciku, aku mohon lupakanlah aku.

Yuliza yuna
Medan 4 april 2018





Luka-luka ku


Aku tahu,tapi pura-pura tak tahu.
Aku sadar,namun memilih untuk tidak sadar. Bahwa terkadang luka-luka yang kurasakan bukan berasal dari musuh yang menghadangku,
tapi dari sahabat yang memelukku.

Yuliza yuna
Medan, 4 april 2018





Sukma, aku merayumu


Sukma, aku merayumu, bukan dengan bait-bait puisi yang teruntai indah.
Sukma, aku yang merayumu dengan lantunan ayat-ayat Al qur-an ku.
Sukma, aku merayumu tak lagi dengan lagu-lagu merdu bak buluh perindu seperti mau mu.
Sukma, aku akan merayumu dengan suara adzan yang kukumandangkan dengan lantang .
Sukma aku akan tetap merayumu.
Hingga rambut dikepalamu berubah warna abu-abu.

Yuliza yuna
Medan, 3 april 2018





Dia

Dia
Dia orang yang kukenal tak banyak bicara.
Dia yang pagi hingga malamnya dihabiskan tuk bekerja, memeras keringat, membanting tulang.
namun tak sekalipun ia lepas berdoa.
Pantaskah orang sepertinya kau sakiti?
Haruskah ia memeras hati?
Terluka.
Hatinya yang bening kini terluka.
Berdarah.
Sanggupkah kau melihatnya seperti itu?
Dimana nuranimu?
Dia bahkan tersungkur didepanmu memohon maaf atas segala yang...
Akh, kau juga tahu segala sesuatu yang bahkan tak pernah ia lakukan.
Demi apa?
Demi memuaskan keegoanmu.
Bedebah.
Apa gunanya ia mengalah pada ular sepertimu?
Bermuka dua tak tahu malu.

Yuliza yuna
Tanjungbalai. 2 april 2018





Diam


Aku bukan dia yang mampu bicara lantang di depanmu.
Aku itu gagu bila bicara padamu.
Aku juga bukan dia yang lincah dalam menyusun kata-kata.
Aku hanya diam dengan seribu makna.
Bicaraku tak sebanyak dia.
Aku hanya tahu satu-satu kata.
Aku bahkan bukan dia yang bisa tampil layaknya dua raga satu jiwa denganmu.
Kau juga tahu sosokku padamu itu sekedar bayang-bayang kala hari beranjak terang.
Pilihlah yang mana kau suka.
Meski aku atau pun dia takkan pernah sama.
Terserahmu memilih siapa.
Aku hanya ingin kau berani menerima kenyataan yang ada didepan mata.
Selama pilihanmu itu dia, kehilanganku pasti bisa kau terima dengan lapang dada.

Tanjungbalai, 29 maret 2018
Yuliza yuna





Liar


Malam ini aq meneguk racun, meski pahit namun ku berusaha tenang saat menyesapnya. Ya, ini salahku mempercayaimu.
Percaya bahwa setiap tetes racun yang kau beri padaku itu madu.
Akh, sudahlah.
Jangan lagi kau bermuram durja begitu.
Tak ada yang akan mempersalahkanmu.
Eh ya, masalahnya iya.
Ini bukan salahmu,tak ada yang patut disalahkan kecuali aku.
Jadi tak perlu kau berpura-pura begitu.
Seolah kaulah yang paling menyesali keputusanku.

Tanjungbalai, 29 maret 2018
Yuliza yuna





Kedua


Menjadi yang kedua, apa kau tahu rasanya?
Bukan hanya sekali.
Ini sudah tuk kesekian kali.
Menjadi yang kedua.
Bila ini tentang pilihan, kenapa harus yang kedua?
Terlalu tamakkah untukku menjadi yang pertama?

Tanjungbalai, 29 maret 2018
Yuliza yuna





Menang?


Ini tentang sebuah kebebasan.
Kebebasan akan kukungan aturan.
Ternyata ia hina dimata sang pemenang. Baginya itu hanyalah sebuah settingan yang ditutupi oleh kepura-puraan.
Sedangkan untukku yang haus akan kemenangan, ia hanyalah sang kijang.
Sang kijang yang bergerak jalang.
Yang kukira mampu untuk ku takhlukkan.

Tanjungbalai, 29 maret 2018
Yuliza yuna





Momen


Mengapa saat kau menangis air mataku yang jatuh?
Sembilu menyayat hati seolah tak ingin pergi.
Kau harus tanpak meyakinkan, kau harus tanpak tak berperasaan.
Tersenyum dengan kejam, tertawa tanpa beban.
Mengapa saat kau terluka hatiku lah yang merasakan sakitnya?
Terpuruk dalam gelapnya prasangka.
Perih saat cintamu hanyalah sebuah dosa untuknya.
Serupa jelanga yang berharap tanpak berkilau di langit nan gulita.

Yuliza yuna
Medan, 27 maret 2018




-Pukul anakku bu-


Pukul anakku bu...
Pukul ia sekeras yang kau mampu
Pukul anakku bu...
Tak usah kau meng indahkan diriku
Aku ibu nya memberi izin padamu
Biarlah temannya berfikir negatif terhadapku
Pukul anakku bu...
Satu langkah kakinya menghampirimu, ia ada dibawah kewenanganmu.
Pukul anakku bu...
Meski ucapanku cukup mengerikan ditelingamu.
Biarkan jiwa nya mendewasa dengan pukulan rotanmu.
Pukul anakku bu...
Dirumah aku takkan mampu melakukan itu.
Pukul anakku bu...
Biarlah aku yang membalut luka dikakinya dan meredakan luka dihatinya.
Kau juga seorang ibu, kau pasti tahu posisiku.
Aku seorang ibu dan aku percaya pada setiap sakit yang kau berikan itu ada cinta yang terselip untuk kebaikan anakku.

Tanjungbalai.
Yuliza yuna
10 april 2018





-Pelayan-


Tak apa bila kau menjadikan pelayanmu sebagai sahabatmu.
Tapi tidak sebaliknya.
Sahabat adalah seseorang yang berjalan tepat disampingmu untuk mensupport setiap langkahmu, bukan seseorang yang selalu ada untuk membantumu.
Bila kau berharap seperti itu, lebih baik kau tambah saja pelayan dirumahmu dan jadikan mereka sahabatmu, mungkin mereka lebih loyal terhadapmu.

Yuliza yuna
Tanjungbalai 10 april 2018





Pesan kematian


Hanya tubuh yang bergerak.
Seolah hidup dengan baik.
Seperti topeng yang menutupi jiwa yang sudah lama mati.
Membusuk oleh hinaan yang terus saja datang.

Lupa
Kapan terakhir kali merasa hidup.
Merasakan cinta dan perasaan yang mendalam.
Semua rasa telah mati untuk sekian lama.
Hingga tak ada lagi yang tersisa kecuali seonggok tubuh tanpa jiwa.

Yuliza yuna
Tanjunh balai.
10 april 2018





Lelah


Detik
Maafkan aku yang terluka.
Kesendirian telah membuatku cukup lelah.
Lelah untuk terus berpura-pura.
Hidup pura-pura seakan hidupku baik-baik saja.
Menit
Maafkan aku yang merasa tersakiti.
Dengan semua yang telah aku alami.
Perlakuan buruk dan terhina.
Aku benar-benar muak.
Jam
Maafkan aku yang ingin menyerah.
Seolah hari esok akan lebih buruk untukku.
Tak ada cerah ataupun melody yang indah.
Semua hanyalah mimpi buruk yang terus saja menghantuiku.
Hari
Maaf untuk setiap usaha yang terbuang percuma.
Setiap air mata yang menetes.
Aku tak sanggup bertahan.
Aku tersia-sia mengharap diampuni.
Bila pilihanku ini sulit tuk dipahami.

Yuliza yuna
11 april 2018.
Tanjung balai





Hey yah


Hey yah
Adakah yang akan mengingatku seperti aku mengingat setiap detik kesepianku?
Adakah, adakah, adakah yang seperti itu?
Hey yah
Adakah yang memanggilku bila ku berpaling?
Adakah yang akan terus menangis atas pilihanku?
Hey yah
Aku terbelenggu oleh kesendirian.
Tanpa ada satu tangan yang meraihku.
Tolonglah, maafkan aku yang merasa terpuruk.
Aku hanya lelah yang teramat dalam.

Yuliza yuna
11 april 2018
Tanjung balai





Pagi.


Pagi
Aku pergi
Sendiri
Membawa lelah hati
Aku akan segera dilupakan
Berubah jadi ingatan yang perlahan menghilang

Yuliza yuna
11 april 2018





-warning-


Hai kau!
Manusia dengan hari-hari penuh galau.
jangan lagi kau tulis sesuatu yang ada dihatimu disini.
Jangan!
Apa kau sudah yakin dengan tulisan yang kau tulis itu?
Apa kau yakin tak satupun yang mengenal tulisanmu itu?
Jangan!
Jangan sampai mereka membacanya dan berfikir kau sedang melakukan perbuatan hina.
Menghina dan mengorek luka mereka.
Diamlah dalam-dalam.
Berfikirlah dalam diam.
Disini tempat untuk merekatkan hubungan yang jauh.
Bukan sebaliknya.
Meretakkan hubungan yang seharusnya bisa terjalin erat didunia nyata.

Yuliza yuna
Medan,15 april 2018.





-sepi-


Kudekatkan telingaku ke bumi.
Berharap pasir membisikkan kabarmu hari ini.
Terakhir kita bertemu kau bilang aku tak lebih dari seorang pecundang.
baiklah, aku akui itu.
Saat itu aku merasa tanpamu pun aku masih bisa hidup.
Bagiku hidup cuma butuh makan, tak ada kamu takkan membuatku mati.
Tapi itu dulu sebelum hidupku seperti ini.
Sepi, tanpamu aku merasa sendiri.
Keberadaanmu kian berarti setelah kau beranjak pergi dan tak pernah kembali.

Yuliza yuna
Medan,15 april 2018





-Tertipu-


Menurutku salah satu kesalahan terbesar dalam hidup adalah mudah percaya pada orang yang bersikap baik.
Kekurangan yang sulit untuk dihilangkan adalah mudah simpati pada orang yang dekat dalam kehidupan.
Hingga terkadang membuatku demikian mudahnya dibodohi oleh orang-orang yang awalnya ku percaya.
Efeknya berulang kali aku terjerumus ke lembah kekecewaan,rasa sakit dihati hingga penyesalan yang berujung pada keterpurukan.
Namun anehnya setiap kali jatuh, setiap kali kecewa, setiap kali sakit hati, bahkan setiap kali menyesal dan terpuruk, aku bangkit dan melakukan hal yang sama juga berulang kali. Kata ibuku, "nak,keledai saja tidak jatuh dilubang yang sama untuk kedua kalinya,tapi lihat kau,kau jatuh berulang kali di lobang yang serupa".
aku hanya bisa terdiam.

Yuliza yuna
Medan, 13 april 2018





-Janji-


Mantra-mantra pengusir sepi.
Luka-luka yang tak kunjung terobati.
Dibalik suara-suara menarik simpati.
Ada perut kosong tak pernah penuh terisi.
Nanti, bila itu suatu hari.
Akan datang masa mu untuk pergi.
Pun untuk kembali.
Sesuai janji yang harus kau tepati.
Pada tanah yang kau tapaki.

Yuliza yuna
Medan,17 april 2018





-aku tak tahu-


Aku tak tahu.
Sebegitu menyenangkannya menari diatas penderitaan orang lain.
Aku tak tahu.
Sebegitu membahagiakannya mengolok-olok kekurangan orang lain.
Aku tak tahu.
Pantaskah mereka 'tuk diberi tahu.

Yuliza yuna
Medan. 17 april 2018




-balada senyap-


Diam
Bisu
Diam-diam
Bisu-bisu bisu
Diam-diam diam bisu
Bisu-bisu bisu diam-diam
Lalu benci
Lalu benci sekali
Lalu benci-benci sekali
Lau benci hingga ke ulu hati
Mati-mati mati
Mati hingga berulang kali
Mati-mati tak kunjung berhenti.
Diam bisu benci lalu mati sendiri.

Yuliza yuna.
Medan,20 april 2018.





-Orang-orang biasa-


Belajarlah dari mereka.
Orang-orang biasa.
Orang-orang yang melakukan hal-hal yang sebenarnya cukup sederhana.
Namun tanpak luar biasa.
Bagi mereka yang mulai tertutup mata hatinya.
Tak lagi punya empati pada sesama.

Yuliza yuna
Medan 20 april 2018





-benci-


Pernahkah kau dipaksa mencintai hal yang sebenarnya kau benci?
Benci hingga berharap untuk lekas mati.
Itu yang kurasakan saat dipaksa untuk mencintainya.
Aku tak bisa, aku tak kuasa.
Aku lelah berpura-pura terbiasa.
Dengannya aku berharap tak bernyawa.

Yuliza yuna
Medan.20 april 2018




-bumi-

hei, bumi bangunlah sayang.
jangan merajuk, jangan marah.
bumi, terima saja nasibmu yang selalu di bully.
biarkan mereka tertawa.
mungkin mereka sedang lupa, dimana tempat kaki berpijak.
tetaplah memberi kebaikan, teruslah menebar kebahagiaan.
ya, seperti itu.
tersenyumlah yang manis.
semanis buah2 ranum yang selalu kau berikan.

Yuliza yunA
Medan 30 april 2018





-cintaku-


rasakan cintaku perlahan.
pelan-pelan diantara rimbunnya ilalang.
sedikit demi sedikit.
secuil demi secuil.
dari bongkahan cinta yang telah menjadi batu dan terlajur luluh lantak olehmu
mengecil sekecil batu kerikil.
kita sama-sama lapar dalam kebisuan.
sama-sama haus akan kasih dan sayang.
dalam cinta yang sedikit ini aku ingin berbagi denganmu.
meski cinta itu hanyalah ceceran yang tlah membatu.
namun aku masih ingin berbagi denganmu.
sedikit demi sedikit
satu demi satu.

Yuliza yuna
Medan,29 april 2018





-Tawar menawar-


Jangan kau ajari mamak-mamak ini menawar.
Tawar menawar makanan kami di pasar.
Tanpa menawar meja makan di rumah kami akan hambar.
Namun terkadang untuk makan tak cukup bermodal menawar.
Lebih baik kau ajari pedagang-pedagang kecil di pasar itu bersabar.
Karena mereka bukan lah saudagar, yang menjual barang bermodal besar.
Mereka jualan tak untung besar, itu masih sering ditawar.

Yuliza yuna
27 april 2018





-Salah Faham I-


Aku hanya bisa tertawa.
Saat kau salah faham akhirnya.
Memang aku seperti itu.
Ada untukmu saat hal-hal buruk terjadi padamu.
Saat yang lain mengabaikanmu bahkan tega meninggalkanmu.
Apakah aku tanpak seperti pembawa sial untukmu?
Apakah aku salah satu penyebab luka dan kegagalanmu?
Benar aku lebih perduli padamu di saat terburukmu.
Atau malah sebaliknya kau lah yang menyadari kehadiranku dalam hidupmu hanya pada saat terburuk dihidupmu.
Entahlah.

Yuliza yuna
Tanjungbalai,26 april 2018.




-Salah Faham II-


Apa yang kudapat dengan mendengarkan semua keluh kesahmu?
Apa benar seperti yang kau tuduhkan itu?
Kau tuduh aku tak menyukai keberhasilanmu?kau bilang aku hanya senang mendengar penderitaanmu?
Bahkan kau tega menuduhku berbahagia diatas penderitaanmu.
Akh, ternyata satu kesalah untukku menemanimu disaat tersulit dihidupmu dan menjauh dikala kau mendapatkan sesuatu.
Aku awalnya tak berniat menjadi malaikat untukmu, namun aku juga tak menyangka jika kau akhirnya membuatku tanpak seperti iblis terkutuk dimatamu.
Perjalanan kita masih panjang, sepanjang doaku untuk kebaikanmu.
Teruslah hidup dengan baik seperti keinginanmu, karena untuk perjalanan selanjutnya mungkin kau tak lagi menemukanku ada.

Yuliza Yuna
Tanjungbalai.26 april 2018






Tak pernah menyentuh dapur.


Kau tak tahu kesulitan bila bumbu-bumbu yang melonjak.
Kau tak tahu kesulitan bila ikan-ikan hanya tinggal anak-anak.
Kau tak tahu sayur mayur yang terhidang dimeja entah milik siapa.
Tak tahu bila beras tak lagi sering di tanak dan buah buahan jadi makanan langka diatas meja.
Kau tak kan tahu susu lebih mahal dari bedak dan gincu.
Tak tahu.
Kau tak tahu, andai kau tahu kau akan malu dengan ketidaktahuanmu.
Bangun dari mimpimu itu dan perbaiki ujaranmu.
Ujaranmu yang mengatakan takkan ada perubahan kepemimpinan yang mempengaruhi hidupmu.

Yuliza yuna
Medan, 24 april 2018





-Bila kau memberi-


Bila kau memberi.
Berilah dengan setulus hati.
Bukan sekedar ingin ber basa-basi yang akhirnya kau tagih kembali.
Bila kau memberi.
Berilah dari hasil jerih payahmu sendiri.
Bukan dengan mencuri, bukan pula dari hasil korupsi.
Bila kau memberi.
Niatkan baik didalam hati.
Bukan kau jadikan bukti bahwa kau telah memberi.
Bila kau memberi.
Jadikan ia tabungan diakhirat nanti.
Bukan berupa hutang budi yang tiap saat dapat kau ungkit lagi dari mereka yang terlanjur kau kasihani.
Dan bila kau memberi.
Tanamkan Ikhlas didalam hati.
Apa yang kau beri tak kau harap kembali.

Yuliza yuna.
Tembung,23 april 2018.





-malam gila-


Malam yang gila.
Gila segila-gilanya hingga aku ingin mati tertawa.
Penipu-penipu dan kejujuran didalamnya.
Disini kita butuh kejujuran dan komunikasi.
Ya, disini.
Bila tidak, yang jujur pun akan pindah haluan. Dimalam gila ini aku ingin berlari, menjauhi kegilaan-kegilaan malam ini.

Yuliza yuna
Medan,23 april 2018