RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Rabu, 11 Juli 2018

Kumpulan Puisi Genoveva Manohara - AKU CINTA PADAMU



MANTRA SUCI

Dalam hening malamku
Selalu terdengar kidung mantra suci bergema
Menghanyutkan kristal-kristal diamku
Menghunuskan doa-doa
Terhambur lepas
Membumbung meniti angkasa
Sambil bersimpuh kusimpulkan doa serta harap
Kepada-Mu yang maha sempurna
Maha segala
Sinari jiwa kelam ini dengan Roh-Mu
Yang mampu membakar sepi hati
Tetesi raga rapuh ini
Biar terlepas dahaga jiwa
Dari keikhlasan dan ketabahan
Teduhkan sukma lara dengan keimanan

DIY, 20180710
(Genoveva)





ENGKAULAH MALAIKATKU NDA

Sering aku bermimpi
Terbang tinggi bersama malaikat
Membumbung menembus awan jingga
Mengembara dibirunya langit
Menari di atas pelangi
Bertabur bintang bermandikan cahaya bulan

Saat kuterjaga
Aku sendiri meniti hari
Terik mentari menyengat hati
Beliung menerpa gundah rasa
Malaikatku pergi dari sisi
Hatiku sepi jiwaku sunyi

Sering aku berharap
Birunya langit itu punyaku
Hijaunya daun hanya milikku
Sepoi angin hilangkan gundahku
Dan malaikat itu adalah dirimu
Yang datang mengusir deritaku

DIY, 20180709
(Genoveva)





IJINKAN AKU


Ijinkan ku tatap matamu
Tanpa prasangka
Ijinkan ku nikmati senyummu
Dengan rasa
Ijinkan aku menyentuhmu
Yang nyata
Ijinkan aku memelukmu
Tanpa ternista

DIY, 20180708
(Genoveva)





AKU CINTA PADAMU
(Untuk mu Nda)


Satu hal bodoh yang terjadi padaku adalah jatuh cinta padamu. Perasaan yang sangat sederhana namun sangat sulit untuk dihadapi.
Bagaimana mungkin ?
Seharusnya rasa ini adalah sesuatu yang biasa namun ini bukanlah ikatan yang sewajarnya.

Aku merasa terikat denganmu, bahkan sebelum aku sadar akan makna dari cinta.
Dekat denganmu adalah saat yang teristimewa. Seperti dongeng anak-anak kecil, tapi bukan seorang pangeran yang kuharapkan namun hanya seorang dirimu. Kau adalah kisah lugu masa kecilku.

Perasaan ini begitu dalam tertanam meski lewati jarak dan waktu, meski aku pernah tidak suka padamu, tapi angan ini terlalu nyata untuk ku ingkari.
Aku tahu kau tak peduli padaku, karena aku tak layak untuk sekedar dekat denganmu

Sebesar apapun cintaku padamu, tak akan cukup membuatmu peduli padaku. Sehebat apapun aku ingin bersamamu, tak akan bisa membuatmu tinggal disisiku, sekuat apapun aku berusaha membencimu. Setiap kembali bertemu, hatiku selalu ingin berkata
" AKU CINTA PADAMU "

DIY, 20180707
(Genoveva)





SIRNA


Sak jembaring lar gumelar
Datan bisa mayungi lelabuhaning kalbu
Ngoyak ngupadi papan dununge pepujaning ati
Kabeh wis katerak
Kabeh wis kapidak

Aja takon endhi tetesing katresnan
Takonna marang panandhang raga
Kang ngilekake luh panandhang
Awit nggethuni lelakon kang kaindhit

Aja takon endhi indahing asmara
Kumembenging banyu pangiloning sukma
Kabeh ilang kari patilasan
Kabeh ilang bareng sirnane wewayanganmu

DIY, 20180705
(Genoveva)





CEMBURU


Tuan
Tahukah tuan
Aku begitu cemburu pada gelap
Yang selalu bergelayut manja pada malam
Aku juga cemburu pada cahaya
Yang selalu berpagut mesra dengan sang surya

Tahukah Tuan
Aku cemburu pada kertas
Yang selalu Tuan jamah setiap malam
Aku juga cemburu pada puisi
Yang selalu Tuan gumuli setiap hari

Sedangkan Tuan selalu acuhkan rasaku
Lalu apa yang Tuan inginkan sebenarnya
Kehancuran hatiku kah?
Aih, kejamnya Tuan
Memadatkan kembali hati yang mulai mencair

DIY, 20180704
(Genoveva)





AKU


Mega-mega itu berduka
Awan meneteskan kepedihan jiwa
Aku terhempas dalam jurang tanpa batas
Terpuruk dalam lumpur penuh noda

Aku yang berjalan
Dengan menyeret sekeranjang dosa
Aku yang merangkak
Berat memikul karma

Detik-detik berlari
Tak tersisa lagi waktu buat diriku
Aku sendiri dalam keterasingan
Termangu dalam kecemasan

DIY, 20180703
(Genoveva)





TAK TERGAPAI


Dalam perjalanan panjangku
Kugendong mentari dari fajar hingga senja
Ketika malam tiba kugandeng bintang sebagai penerang jiwa
Aku lelah mencarimu

Aku menunggumu dengan seutuh rasaku
Kujalin rindu dengan benang cinta
Untuk membalut luka disekujur jiwa
Kuterus bertanya bila engkau tiba?

Kini usiaku hampir senja
Memutih tulangku habis darah pengharapan
Kering tubuhku tuntas air mata rindu
Tapi bayangmu tak pernah tergapai

DIY, 20180702
(Genoveva)





KEHILANGAN
(Untuk Nda)


Menghitung beribu bintang di langit
Tak segelisah menanti mu
Bias tembaga disetiap senjaku
Tak seindah hadirmu
Binar emas mentari setiap hari
Tak sehangat kesan mu
Beribu air mata mengalir dalam pilu
Takan membawamu kembali padaku

Kenangan menyeret ku kembali merindu
Kekosongan tenggelamkan ku dalam sepi
Kehilangan kukuhkan hati untuk mencintai

Sementara pelukmu tak ada untuk ku rengkuh
Senyummu tak ada untuk ku kecup
Bayang wajahmu merapuh

Sementara pesonamu kian mencengkeram diri
Aku begitu kehilangan
Tuhan menghukum ku atas rasa ini

DIY, 2018630
(Genoveva)





SEPOTONG DOA
(untuk Nda)


Engkau yang disana
Yang sedang berjuang di garis depan
Di negri yang tak tertulis di peta

Cemas mengalahkan kantukku
Rindu memaksa ku berjaga selalu
Sementara cinta melambung
Mengelabuhi angan

Masih seperti yang dulu
Ku usung doa dan pasrahkan jiwa
Tengadah ku pada Mu

" Tuhan bimbing dia kemanapun kakinya melangkah
Peluk dia Tuhan disaat dia merasa sendirian
Kuatkan imannya disaat dia mulai goyah
Tuhan Engkau tahu yang terbaik untuknya.
Aku serahkan dia padaMu
Amin"

DIY, 2018630
(Genoveva)





BERHARAP


Saat seperti ini datang lagi
Bulan tak berkalang
Satu dua bintang terbilang
Anggin lepas lirih
Menepis hati rapuh
Ku berdiri di batas rasa miris
Ada kesendirian memeluk ku erat
Saat seperti ini
Aku akan tetap disini
Menanti tanda yang selalu kau beri
Dan berharap hati mu hanya milik ku
Rindu mu hanya pada ku

DIY, 2018629
(Genoveva)





BERSERAH


Ketika rembang petang kian menelan bumi
Dalam larut ku terjaga
Dari lelah yang menggigil dan insaf yang memanggil
Hingga ku beranikan diri
Mengetuk pintu Mu
Menghampiri tahta kudus Mu
Mohon ampun pada Mu
Ku ambung harum kembang
Ku cium wangi dupa
Yang mengalir dari airmata penyesalan
Dengan penuh dekil dosa
juga lumuran dusta
Ku pasrahkan hati sirik ini
Ku relakan jiwa angkuh ini
Untuk menerima murka Mu
Tuhan ...
Kepada Mu aku berserah
Kepada Mu aku pasrah
Ikhlas menjalani suratan dari Mu
Merangkak menjalani takdir ku
Dalam keikhlasan dan kekuatan iman

DIY, 2018629
(Genoveva)





ISTIRAHAT SEJENAK


Sepertinya aku ingin berhenti sejenak
Berfikir tentang cinta
Berhenti mereka-reka romansa
Atau menganalisa setiap pesona
Aku lelah mencari
Aku letih menunggu
Aku ingin istirahat sejenak dari jatuh cinta

DIY, 2018627
(Genoveva)





SEANDAINYA TUHAN MENGIJINKAN


Nda
Seandainya Tuhan mengijinkanku memilikimu, pasti sangat mengesankan bagiku. Dibalik segala keanehan dan keunikanmu, aku selalu melihat hal yang istimewa pada dirimu, dibalik ketidakbiasanmu ada sesuatu yang menarik untuk bisa ku nikmati. Tidak lazim memang bila ku katakan bahwa kau adalah hal yang indah dan pantas dibingkai dalam hati.

Nda
Seandainya Tuhan mengijinkanku bersamamu, pasti ini bukanlah pengalaman yang sederhana bagiku, melainkan petualangan paling menyenangkan dan perjalanan tak ternilai rasanya, karena aku sangat yakin kita pasti berada di jalur yang sama, kita punya minat yang sama.
Aku akan belajar bermacam expresi yang baru dari mu. Aku akan belajar hal-hal yang selama ini hanya ada di benakku dari mu. Setiap jengkal langkah yang kita tempuh menambah luas duniaku. Penat lelah takkan rapuhkanku, asal kau selalu menggenggam erat tanganku.

DIY, 2018625
(Genoveva)


------------------------------------------------


Tuhan
Kalau boleh ku pinta pada-Mu
Jangan pernah Kau hadirkan siang
Dihari-hari ku
Aku begitu krasan bernaung dalam
malam-Mu
Dalam sepi-Mu ku tumpahkan rinduku
Dalam gelap-Mu ku temukan cinta Mu
yang agung.
Dalam cinta Mu ada damai untuk ku

DIY, 2018625
(Genoveva)





PULANG KE KOTA MU


Nda
Tak tahu mengapa
Aku harus pulang ke kota mu
Melewati lagi lorong-lorong
Yang dulu sering kita telusuri bersama
Membuat ku terhanyut dalam nostalgi

Kembali mengenang mu
Dan mengenang kembali sebuah asa yang tertunda

Nda
Kota mu ini semakin menorehkan
Kesunyian yang aneh dihati ku

DIY, 2018624
(Genoveva)





SESAL


Segalanya telah berubah
Dan masa hanya tinggalkan sketsa usang untuk ku
Dimana wajahmu tercipta
Tanpa sengaja ku temukan rindu
Diantara reruntuhan kalbu
Akar mesra pernah meronai
Hingga tertanda dilema
Pecahkan damai berpuing
Waktu pulalah yang membawa keindahan lalu
Mengikat jiwa sampai kurus
Peras tiris tertiris
Tumbuhkan jerami-jerami berjamur batu

Kasih
Andai dapat kau baca arti
Andai semua kau mengerti
Harapan mu ku patri dengan hakiki
Kasih yang teragung
Cinta yang menyelubung
Ku beri begitu tulus dan lurus

Hanya
Mengapa kau luka ?
Beranjak tanpa kata
Tak lagi berpaling demi diri
Menumpuk sesal mengganjar
Karena arah belum lagi pasti
Kau biarkan cerita ternoda
Sedangkan baru sebait skenario terjalani

DIY, 2018624





UNTUK MU


Nda
Aku ingat senyummu
Aku ingat tatapmu
Aku ingat segala warna
Yang kau gores di kanvas hidupku
Sampai saat ini masih kentara tersirat
Kau gambarkan duniaku dengan
warna-warna buram
Senada bingkai tua
Dimana kau pasangkan karyamu atas ketak berdayaan ku

Nda
Aku letih dengan sandiwara usang
Ku cipta sendiri
Bahwa suatu saat nanti kau akan kembali
Sedang ku lepas seluruh ikatan batin
dari mu
Karna aku sadar
Meskipun ada di sini
kau tak mungkin ku miliki

Nda
Apa arti dari kepergian mu?
Apa arti dari rasa kehilangan
yang selalu datang
Lalu apa arti dari sekian rindu
Dari sekian lama penantian ku
Sedang aku telah begitu puas
Dengan bayang semu mu

Nda
Apa arti adamu bagiku sebenarnya ?

DIY, 2018622
(Genoveva)




AKU ADALAH AKU


Aku yang mau mengerti
Tentang sketsa dusta melukis diri
Tentang dunia kau akhiri
Dan diam yang kau pilih
Aku adalah jiwa yang selalu kau sakiti

Aku yang akan membelamu
Ketika seribu angan merampas asa
Berjuta jemari menghitung dosa
Dan kata-kata tajam
Menghujam menembus dada
Aku adalah nurani yang selalu kau ingkari

Aku yang akan menjagamu
Dari terik kegelisahan siang hari
Dari malam ketika bintang terpicing sepi
Dan kesunyian menghakimi
Aku adalah kebenaran di dasar hati

Aku yang akan membahagiakanmu
Kembalikan senyum diri
Nyalakan jernih binar mata hati
Dan bunyikan nyanyi di sanubari
Aku adalah dirimu sendiri

DIY, 20180712
(Genoveva)





TITIK KEINDAHAN


Saat ini jiwaku terguncang hebat
Tapi batinku tetap tabah
Maka muncullah keharuan itu
Getar-getar keharuan itu
Menyeretku pada renungan renungan panjang
Aku telah diingatkan pada satu titik keindahan
Dan keindahan itu adalah ketika aku sadar betapa Tuhan begitu mengasihiku

Surakarta, 20180715
(Genoveva)





CERITA BIASA
(Aku yang terluka)


Dan ceria mentari pudar
Tandas di kaki merah saga
Pelukan senja terbentang sebidang
Merengkuh terangnya
Perlahan tinggalkan ufuknya
Sisakan seberkas jingga di hati
Segaris nelangsa di jiwa
Waktu usai untukku
Menatap keindahan, rasain kedamaian

Kumulai berpaling
Saat kutemukan gelap merebak di langit
Memetik senyumku
Tudungi nurani dengan gelisah
Melangkah dari sebabak nyata
Cerita biasa
Aku yang terluka
Semestinyapun aku terbiasa
Bukannya berduka ketika malam tiba
Bukannya kuasai dengan pilu merajai
Terlena meratapi suratan tertera

Harusnya ku rebah berlapang dada
Menanti bulan, bintang
Atau sambangi mimpi lama
Dari relung malam
Aku masih berduka
Dan makin terluka

DIY, 20180714
(Genoveva)





MATAMU


Semalam aku melihat matahari terbit dari matamu
Menggigil tubuhku saat itu
Kuharap bukan karena pancaran sinar matamu

Semalam kulihat bulan di matamu
Bulan yang tak pernah padam
Begitu pula hatimu
Menyalalah terus menerangi hidupku
yang sedang mengalami saat suram ini

DIY, 20180717
(Genoveva)




BERI AKU JAWABAN


Ketika terkatup nilai diri
Kutertunduk dalam hingga ulu hati
Ironi lelakon menyelam kini
Nyeri dan ngeri diambang batas
Tangis dan dendam tak terkendali
Di kungkung ku disini

Ketika terbuka pintu nurani
Buka tangan tengadah wajah
Tersentuhku oleh kasih-Mu
Seakan jerat terlepas tanpa syarat

Untuk kesalahan yang tak pernah kulakukan
Untuk rangkaian tragedi tak terencanakan
Untuk seluruh beban yang tak harus kuemban

Bukan karena aku
Mengapa harus ditinggalkan
Bukan karena aku
Mengapa harus dinistakan

Tuhan ...
Beri aku jawaban
Tawangmangu, 20180720
(Genoveva)


-------------------------------------

Tuhan ...
Betapa panjang rentang jarak antara Kau dan aku
Begitu jauh bentangan yang harus kutempuh
Agar aku selalu dekat dengan-Mu
Ku ingin Tuhan
Kau ada disetiap langkahku
Bahkan disetiap hela nafasku
Hingga tiap denyut nadiku mengalun merdu mantra suci
Mengagungkan kesucian asma-Mu
Mensyukuri atas semua berkat-Mu

DIY, 20180718
(Genoveva)





CATATAN PERJALANAN


Ketika hari terus berlari. Sayapun tak tinggal diam. Melangkah mencoba merebut kesempatan berjuang untuk merengkuh sukses. Terlalu panjang tentunya bila saya menuliskan berapa banyak tantangan yang saya terima, berapa banyak kemenangan yang saya peroleh.
Yang pasti dari ke hari saya berusaha untuk berbuat lebih baik, karena saya sadar sepenuhnya waktu tidaklah sabar. Dan kemenangan tidaklah mudah, sama halnya dengan perjuangan yang tak pernah ramah.
Begitu dalam liku yang harus saya tempuh, tak sekedar kepandaian di bangku sekolah. Rimba masyarakat mengajarkan saya pada suatu situasi lain.
Ketegaran dan ketabahan !!
Apalagi saya harus menghadapi seorang diri. Beban ini rasanya terlalu berat untuk dipikul. Saya coba jalani hidup ini dimana dari hari ke hari terasa makin menantang.

Saya harus banyak bermuka manis. Mana mereka tahu persoalan persoalan rumit yang tengah saya hadapi. Yang mereka tuntut adalah senyum saya, keramah tamahan dan sikap manis.
Saya tidak mau mengeluh untuk satu kenyataan ini, saya justru berusaha untuk melakukan dengan ketulusan hati.
Biar kehidupan ke depan jadi terasa lapang. Karena bukankah kecurigaan dan keluh kesah hanya jadi penghambat ?
Saya coba jalani hidup dan menikmati hidup sebagai mana adanya. Saya berjuang untuk selalu memberikan yang terbaik pada setiap tantangan dan kesempatan. Saya ingin hadir dalam hidup ini dengan niat suci.
Kalau kemudian yang hadir justru segudang problema, wajar bila saya agak terguncang.
Prahara kehidupan rupanya belum lagi berlalu. Saya sadar kehadiran saya kerap menjadi sorotan berbau negatif. Jadi walau saya telah berlaku sebaik mungkin, itu belum tentu baik di mata mereka. Meski saya telah berjalan lurus tetap salah juga.

Kesendirian yang mencekam, dan puncaknya muncul manakala saya menoleh, saya ingat pada satu titik kelemahan yang sering diremehkan setiap insan. Saya adalah manusia biasa yang mendambakan ketentraman, kedamaian dan kebahagian yang hakiki.
Saya tidak ingin berlama lama merasakan kepedihan !!

Mungkinkah itu tercapai.. ?
Entahlah, mengapa saya merasa yakin sepenuhnya bahwa segalanya bisa terwujud.
Suatu hari kelak, sesuatu harus saya tempuh untuk melengkapi perjalanan panjang yang telah saya lalui.
Kalau orang lain menyangsikan, saya justru bertambah yakin karena
TUHAN SAYANG PADA SAYA.

(Tamat)

* Catatan dari perjalanan dan renungan panjang *
Cemara Sewu, 20180721
(Genoveva)





LILIN


Aku melihat lilin itu telah membakar dirinya
Aku melihat kehampaan dalam bias cahayanya
Tanpa kusadari aku yang telah memantik apinya
Dan aku mulai takut kehilangan cahayanya

Tuhan ...
Ini tidak adil untukku juga untuknya
Ini sudah cukup
Ini sudah diambang batas kekuatannya

Tuhan ...
Abaikan saja aku
Tapi jangan pernah Kau abaikan lilinku

GK, 20180723
(Genoveva)







PILU


Tangis
Kendati hanya tercetus dalam sanubari
Meskipun tak terungkap lewat ujud
Isak .... !!
Sedu .... !!
Namun kandungan rasa
Yang mengendap di dalamnya adalah sama
Rasa pedih
Dan rasa pedih itu ada di dalam dadaku
Rasa pedih yang tercipta oleh sebuah tikaman di ulu hatiku
Tatkala ku sadar
Kau telah tiada

DIY, 20180724
(Genoveva)

Kumpulan Puisi Cheloenk Dadap - TERDALAM


TERDALAM
: Cheleonk Dadap


Hanya air mata yang tesisa jadi dawat
Pengganti tinta pena yang telah sekarat
Tuk menulis rasa yang paling palung
Tentang dirimu yang aduh di getaran jantung

CheDap, 060718.





RASA YANG PELIK
: CheDap


Tiada lagi cerita indah yang kita bingkai
Di sudut tepian malam
Sebab angin begitu kejam
Menjatuhkan semua diksi kita ke jurang hitam
Duhai rindu meraba rasa
Begitu pilu getar yang ada
Menitik sudah jadi jarum kristal
Menusuk nadi terasa sakit
Begitu pelik keadaan ini
Hingga kita harus berjarak
Dalam kurun masa yang tak menentu
Hingga temu angan kelabu

CheDap, 020718.

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - APA ITU SEBENARNYA CINTA



# APA ITU SEBENARNYA CINTA #

Katanya,,.
Hidup tampa cinta dunia terasa hampa,
Tapi kenapa selalu berdusta?,
Kenapa hidup tak setia?.

Katanya sayang.
Kenapa dia ditendang?.
Kenapa dia di buang?.
Lalu hanya penyesalan yang datang.

Katanya semua ini soal hati.
Tetapi kenapa juga di sakiti?.
Kenapa juga di dihianati?.
Akhirnya saling iri dan benci.

Apa itu sebenarnya cinta?.
Apakah asmara atau duka lara?.
Atau kasih sayang yang menjadi penyesalan di dunia?.
Atau juga soal hati yang berhati hati di saat bersama?
Atau semua itu hampa yang akan menjadi sia sia?.
Dalam hidup mengenal cinta yang sebenar benarnya.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai 06:07:2018





# AKU MASIH MEMPUNYAI RASA MALU #


Aku mengenal mu,
Karena kesalahan mu,
Aku menyebut mu,
Karena marah ku pada mu,
Walau ku tak tau siapa kamu,
Dan entah apa mau mu.

Fitnah kau sebar kan,
Kata kata kotor kau ucapkan,
Kau tak tau mencari kebenaran,
Kau tak bisa pikirkan sebuah penemuan,
Tapi kau ingin mencari ketenaran,
Yang jauh di belakang kebahagiaan.

Ya,, itulah diri mu,
Itulah ajaran dari keturunanmu,
Atau ilmu dari imam agama mu,
Yang tidak lagi mempunyai rasa malu,
Sehingga banyak insan manusia tertipu,
Karena itu mereka hampir seperti dirimu.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 06:07:2018




# BERJUANG DENGAN YANG KITA BISA #


Bagai seperti dulu lagi,
Bodoh telah membodohi,
Sipintar kembali Nepotisme dan korupsi,
Yang malaspun sudah menghakimi,
menjadikan hidup ini bagai tiada lagi berarti,
Walau hidup sudah lelah terjolimi.

Ingatlah kembali,
Jangan sampai terulang lagi,
Adu domba yang pernah terjadi,
Jangan menjadi virus di negri ini,
Negeri ini Negeri Nusantara Ibu Pertiwi,
Negeri yang kaya adat budaya dan hasil bumi.

Sebentar lagi kita merasa malu,
Malu karena perjuangan mereka,
Mereka yang telah rela korbankan harta,
Korbankan darah dan nyawa,
Hanya untuk menjadikan hidup kita ini merdeka,
Untuk hidup di Nusantara Indonesia Tercinta.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 13:07:2018





# MATI SEBELUM MATI #


MELANGKAH HANYA SEKEDAR MELANGKAH.
MENYENTUH HANYA SEKEDAR MENYENTUH.
BICARA HANYA SEKEDAR BICARA.
MENCIUM HANYA SEKEDAR MENCIUM.
MENDENGAR HANYA SEKEDAR MENDENAR.
MELIHAT HANYA SEKEDAR MELIHAT.
TAK UBAH ORANG GILA DI KANDANG GORILLA.
SAMA SAMA DAPAT MERASA TAPI TAK DAPAT BERPIKIR.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 17:07:2018

Kumpulan Puisi Dinda Ayunda Putri - SEMUA INDAH KARENA CINTA



《《《SEMUA INDAH KARENA CINTA》》》
《《KARYA: Dinda Ayunda Putri》》


Bab :1

Renungan senja dibalik doaku
Butiran sinar dibalik doaku
Setapak jalan cintamu aku
Sirami dengan doa-doaku
Aku bersujud memohon ampun
Sajadahku terbentang luas limpahan suciku

Jatungku berdebar hebat gemuruh rindu bersarang
Akar-akar kini mati tak tersiram.oleh air kasihmu
Kasih kapan menjemputku dilembah kerinduan
Yang begitu meresahkan pikiranku senja redup
Tertutup oleh awan mendung yang gelap
Cahaya sinarmu penyemangat hidupku

Kubasuh muka ini dengan debu melekat didaun
Hatimu tak tentu arah gemercik air yang jatuh
Tak pernah meninggalkan bekas atau jejak
Tapi cinta dan rindmu menyiksa batinku
Sebening air ditelaga lebih bening cintaku
Renungkanlah isi hatiku kasih

Setiap ayat-ayat yang terlontar peneduh raga
Berselimut penugu surga kamulah adamku
Akulah hawamu semoga doaku dijamah oleh
Alloh ikatan naluri seorang gadis bertinta
Embun kelopak berjatuhan didaunan
Hijau tak pernah gugur bila tak kering
Semua ini akan indah karena cinta .

Percut 11_juli_2018.
#tintaembun
#untukmu_yang_terkasih.
#lauranabilla.






《《 ILANG SENJA 》》
《《KARYA: Dinda Ayunda Putri 》》


BAB :1

Kering rapuh berdebu sepi
Setapak angan menuju hampa
Gelisah risau tertimbun suara hati
Jauh pandanganku bayangan tak pasti
Selaput senyum bergaris indah

Kembang lalang berwarna putih
Tangakainya rapuh sebelum tua
Gugur perlahan angin meraba
Pundi -pundi debu melekat keusangku
Laras kuning terbakar api

Keringnya lalang tak pernah hijau kembali
Rumput pun enggan melintas di tapak sunyi
Irama rindu bersembuyi di pena cinta
Ukiran indah lukisan pasir

Akulah gadis lalang senja bergaun kuning
Paras yang angun senyum manis
Mata yang begitu indah bibir merah
Dagu berlekuk runcing sungguh dambaan
Adam penugu surga

Percut 5_juli_2018.
#DAP.
#tintaembun





《《 ZIKIR KU DI BAIT DOAKU》》
KARYA:Dinda Ayunda Putri.


Bergetar suara lantang ayatmu
Lembah bersunyi titipan malam
Barisan ayat-ayat menyentuh
Meraba jatung peneduh sukma

Allah dengarkanlah bisikan doaku
Dari debaran nadi akar doa tasbihku
Aku sematkan seuntai harapan
Berikanlah sebutir cahaya surgamu

Sutra langit bernuasa kalbu
Tertulis indah muara kata
Ucapku satu kalimat sucikan
Hati dan benih-benih yang tertinggal
Di muara telaga tasbih zikirku

Adam hanya satu akar naluri
Terselip tak bisa kumenyetuh
Mata batinku tertutup
Tanah akar kuning bertinta jingga
Selipan doa di bait malam

Percut 4_juli_2018.
#DAP.
#tintaembun.




(((( AKU TAK BISA MENDEKAP RINDUMU ))))
KARYA:Dinda Ayunda Putri .
(((LAURA NABILLA ))).


Gelembung hati resah dalam angan yang hampa
Sebait rindu penahluk sukma di bukit jiwa
Tangan yang indah jemari yang begitu elok
Gapaian itu tak bisa aku raih dengan perasan
Aku tak bisa merangkul rindumu.dalam selimut
Doaku malam ini kasih

Rindu oh rindu mengapa jalan rinduku hampa
Tak bertuan tak bersayap pelukannya sesak kan dada
Perih tiada terkira sembuyi di raga lemah telaga bumi
Sayup sudah rinduku tak tersiram oleh air cintanya
Hancur berkeping tak beryawa biji_biji gelembung
Terus melambung ke jingga langit tertinggi

Rumput hatiku tersakiti oleh kapas rindunya
Ternoda oleh dirimu sendiri kuberharap
Tegarkan lah hatimu kasih penyemangat jiwaku
Tikungan setapak lagi jalan lurus berating resah
Peluk ku selalu untukmu dariku tinta embunmu

Malam aku berpesan pada bulan jaga dia
Walau pun bukan untuk aku
Buatlah dia tersenyum hanya sedetik saja
Untuk apa kusemai benih kasih namun
Hatiku berdarah lagi terguris tak berhenti
Kertas putih berpena gersang
Aku tak bisa mendekap rindumu.

Percut 3_juli_2018.
#tintaembun
#untukmu_yang_terkasih_di_ujung_hati.
Laura nabila.





((☆☆ GAUN PERAK ☆☆))
☆☆karya: Dinda Ayunda Putri☆☆.


Gemuruh ranting berwarna hijau
Kering rantingmu di balik daun
Setapak jalan aku telusuri dengan batin
Jejak ku hilang di hapus debu

Sinarmu dibalik pagi yang bersemayam
Rumput _rumput basah dengan embun putih
Angin bawak aku ke tempat rinduku
Sehelai rambut cinta tertinggal di muara hampa

Sungguh syahdunya alunan seruling itu
Jari_jari lentiknya sungguh gemulai
Gaun perak bercorak keputihan
Lembah hutan dermaga malam
Pagiku sudah dijemput

Selaras dibilik usangku pena tertumpah tak bertuan
Jalanku hampa tak berarah gelih merana karena dia
Hari mulai menampakkan sinarnya
Seuntai kata sajak berbuah kristal
Ranting hutan penugu daun hijau aku lah gadis
Bergaun perak

Percut 2_juli_2018.
#tintaembun





((RASA YANG HILANG ))
☆☆karya:Dinda Ayunda Putri☆☆.


Aku yang terdiam dibenak seribu bisu
Riuh angin malam menyapaku
Secangkir kopi rindu untuk aku
Nikmatin dengan senyum malam
Embun jatuh berlahan memetik kasih

kaca_kaca terukir satu nama dibalik gelas
Aku rindu kasih elok riuh dekapan malam
Cangkir kaleng berwarna kuning keemasan
Menutupin senyuman dibibir ku
Rindukah dirimu kasih kepada ku

Begitu panjang waktu malam ini
Kebisuan ku mengudang seribu tanya
Wangaimu melepaskan anganku
Bagai tirai sutra penerang kalbu

Putih kecil berwarna keristal
Seribu butir pemanis kopi
Rasaku ini tak akan berubah untukmu
Hitam penahluk muara malam

Percut 29_juni_2018.
#tintaembun
Laura nabilla.
Untukmu yg terkasih selalu aku rindu





(((☆☆SINAR SALJU☆☆)))
((♧♧KARYA : Dinda Ayunda Putri♧♧)).


BAB :1

Salju bintang bersinar di kala senja
Tapak dan jejek menyiksa hati
Berjuta sinar kecil menerangin jari

Sayap_sayap kecil bersinar kala malam
Tiupan angin dari atas lngit begitu sejuk
Kapas_kapas putih tak pernah ternoda
Sesak dada berganti sendu

Bintang malam ini tak bersinar
Hanya butiran salju kecil dan kabut
Letiknya jari_jarimu menggapai
Sinar putih penerang langit jingga

Kunang_kunang mengapa hampa
Dan sepi di sini aku lelah dengan
Hidupku dapat kah sinar bahagia
Itu menghampiri jejak kecil pemilik hati

Ku sulam di tangan ini agar sinar
Tetap ada dalam kalbuku dan kalbumu
Ranting_ranting senja dan malam
Selimut penyejuk detak jatung muara tangis .

Percut 26_juni_2018
#lukahati.
Aura nabilla.





((( PESAN NURANI )))
((KARYA: Dinda Ayunda Putri.))


Kisi angin selembar sutra
Tatapan hampa terlukis di atas ombak
Begitu indah dan gelombangmu
Dari jauh aku memandang

Gaunmu hitam berhijab abu _abu
Selaras gersang memetik duri
Siapa aku harus cemburu dan sakit
Ombak laut begitu gemulai tak punya beban

Malam bisikan satu nama saja di telingaku
Agar tidurku lelap dan yenyak di selimut
Senyum dan tangis di balik sukma dan raga
Lukislah namaku dan namanya di setiap
Gelombangmu bila itu bisa menenyenangkan
Batinmu dan batiknku,

Tujuh tetesan dan rintik dan ombak rindu
Aku akan hafus dan berdiam diri sendiri
Cemburu kah kamu dengan selimut dan
Gelombang laut biru pertanda senja ini

Riuh angin dan ilusi udara tak bisa aku
Raih tiupanya bagai belenggu di karang
Tak bernama bisikan tanpa suara
Batu randu berhias embun.

Percut _25_juni_2018.
#lukahati.




《《TANGISAN EMBUN 》》
《《 KARYA: Dinda Ayunda Putri 》》

BAB : 1.


Aku menangis meniti kepiluan
Rumput-rumputmu mencumbui embun
Kering gersang mengharap hujan turun
Embun kini menangis kupu-kupu pun
Enggan menghinggap kedaun ku
Kuning rapuh hilang keindahan

Riuh gemuruh angin mempora-porandakan alam
Bujuk rayu ingin terlihat mesra benakku terhapus
Genting tali embun ingin kusambung kemali
Agar basah daun rimbun rumput tirta muara bening
Kuncup-kuncup rumput tanah getaran hasrat pemeluk
Awan jangan cumbui aku dengan debu-debumu

Jatungku berdetak penugu rindu berbalut tangis
Apa aku bukan embunmu yang seakan pergi tak
Pernah kembali titip embunku yang menagis
Senja dibalik rintik hujan membasahi dua insan
Kasturi jingga penulis pasir berlukis rindu
Padang rumput tangisan hati tumbuh hilang berganti .

Percut 14_juli _2018.
#tintaembun
#lauranabilla.

Kamis, 21 Juni 2018

Kumpulan Puisi Genoveva Manohara - PENANTIAN ABADI


PENANTIAN ABADI


Kau yang disini mengisi sunyi
Berikan seni tersendiri padaku
Aku mengingat mu sebegitu agung
Dari sosok-sosok lain dilelakon ku
Kau arti kegundahan ku
Aku begitu mencintaimu
Dan rindu hadirmu disini
Aku menunggu mu
Aku menjaga hati dan rasaku
Hanya untuk mu
Ku jadikan hidup ku
Sebagai penantian abadi bagi mu
Meski semua tanpa arti
Dan tak mungkin lagi

DIY, 2018621
(Genoveva)





RESAH


Malam ini ku daki sendiri
Dari sekian lapis rasa sepi
Bergelayut pada langit-langit hati
Berbagai bentuk resah mendera
Bintang ku pandang tak lagi berparas ayu
Hampa menggulung seluruh hasrat
Yang pernah ku miliki
Adalah ujud kelelahan diri
Akan rasa yang seharusnya telah ku akhiri

DIY, 2018620
(Genoveva)





PUPUS


Malam ini aku hanya terjaga
Sulit untuk ku pejamkan mata
Menutup benak dari suara-suara sengau
Yang riuh kuasai telingaku
Suara itu adalah kata hati sendiri
Nan berteriak coba menolak pesonamu
Yang pernah kuasai nuansa ku

Ketika ku makin kelu
Diam-diam rindu hadir menyusup kalbu
Lalu melukis indah dalam lamunan
Dan temukan kau disana
Dengan kesan tak terlupakan
Sesal menghilangkan
bergantang-gantang air mataku
Ku biarkan hati luka
Ku biarkan anganku sesat
di belantara fakta morgana
Cinta kalahkan nurani
Tanpa sedikitpun nyali

DIY, 2018620
*Genoveva*





SURAT UNTUK NDA


Nda
Ketika ku tulis surat ini,
Aku tengah melangkah dalam lukaku, dalam kesedihanku.
Meski ku tahu langkahku sudah demikian letih, sudah begitu lelah.
Namun aku tetap ingin melangkah jauh meninggalkan semua yang pernah begitu berkesan dalam hidupku, meninggalkan seribu kenangan yang pernah ku sulam disini.

Nda
Aku melangkah pergi dengan membawa luka hati, tanpa ku tahu siapa sebenarnya yang melukaiku. Diriku sendiri atau siapa? Aku tak tahu itu !
Yang jelas luka ini merejam jauh ke dalam hatiku yang paling dalam, menggores nyeri, menyayat, hingga pedih sekali aku merasakannya.

Nda
Apa yang ku tulis adalah yang sebenarnya.
Dalam langkah hidupku yang penuh dosa ini, ku akui pernah ada dusta, pernah ada kemunafikan.
Sejak aku bertemu kamu, baru kali ini kata-kataku demikian bersih dan jujur. Sikapku pun apa adanya. Aku tak akan lagi menutupi dengan topeng yang begitu memuakkan hati nuraniku.
Aku bisa menemukan diriku sendiri !
Aneh nampaknya, tapi itulah kenyataannya. Baru kali ini aku menemukan keadaanku yang sebenarnya, yang selama ini ku tutupi dengan kepalsuan yang memuakkan.

Nda
Ada nyeri, luka juga gelisah yang tak mungkin kau tahu, sulit sembuh.
Dan itulah yang membuat semangat hidupku bagai terbang, itulah yang mendorong ku untuk melangkah jauh, meninggalkan kenangan manis dan pahit kisah hidupku. Dan biarlah ku rajut serpihan-serpihan luka dalam kesendirianku.

DIY, 2018618
Yang berbahagia dalam merajut serpihan-serpihan luka. (Genoveva)





SEPI


Mendung membuka tersibak
Menguak langit tampakkan cahaya rembulan
Yang tengah bersembunyi
Dalam kegelapan memancar redup
Tatap mu merangkap ku
Dalam arti yang tak ku mengerti
Kau merengkuh ku dalam pelukkan
Keheningan beku antara kita
Hatiku hatimu diam
Menggigil dan rapuh

Mengapa kesendirian masih saja ku rasa
Meski telah kau dekap aku begitu erat
Aku pasrah dengan segala resah yang kita alami
Mata membara membakar hati kusam
Dan menetes sendu didada mu
Ku sandarkan beban
Kau belai kekalutan
Dalam ketidakberdayaan
Ingin ku lepas dari mu

DIY, 2018618
*Genoveva*



---------------------------------------


Oh Tuhan ...
Telah ku telan ganjalan hidup tanpa bebatuan
Ku beri kebebasan burung untuk berkicau
Semaunya
Semerdunya
Sesukanya
Ku harap dengan begitu akan terbatas ucap
Namun
Semakin terperangkap
Terjerembab
Terpelanting
Tanpa ucap teriak ampun

DIY, 2018616
*Genoveva*

Sabtu, 09 Juni 2018

Kumpulan Puisi Nimas - PANCAROBA HATI


Pancaroba Hati
(Nimas Sayu Dara)


Akan tiba perpisahan
Jalan tak lagi satu tujuan
Jarak dan waktu memisahkan
Kita saling kehilangan
Dan cerita cinta tinggal kenangan

Akan tiba di mana hati saling merindukan
Dan malam akan di hiasi genangan hujan tak berkesudahan
Akan tiba waktu di mana rindu tinggal sebuah tangis pilu
Kidung cinta berganti irama sesal dan duka
Kasih sayang berubah jadi ladang kebencian

Sebentar lagi waktu itu akan tiba
Di mana kuntum mawar gugur helai demi helai
Terserak di pelataran bumi
Layu, kering dan mati

Lampung, 09 Juni 2018
#SyairSenja
#KidungSenja




RINDU BENGAL
Oleh : Nimas Sayu


Ini masih pagi
Matahari masih belum tinggi
Tapi, akh ...
Mengapa aku sudah rindu?
Bukankah semalam sudah kukatakan jangan dulu datang

Rindu
Mengapa begitu bengal
Selalu datang tiap waktu dengan nakal Tak peduli rasa hatiku
Sungguh terlalu!

Hai kamu yang membuatku rindu
Tolong, berhenti sejenak untuk tak mengusik anganku dengan bayanganmu
Sebab, rindu yang kemarin pun belum sanggup aku jinakkan
Ah rindu ...
Mengapa harus padamu?





Senja Tak Lagi Jingga
(Nimas Sayu Dara)


Awan kelabu dalam bisu
Jingga emasnya terpuruk kelu
Diam membeku di kaki nabastala
Murung tanpa biasnya yang mempesona

Perlahan pawana menyapa
Sesaat menderu bagai amarah
Berseteru dengan mendung yang membuncah

Buntala berduka
Gagana cucurkan air mata
Bagai duka sang dara jelita
Hilang cinta tertelan dusta

Ah, ...
Senja tak lagi jingga

---------------------
Nabastala : Langit
Pawana : Angin
Buntala : Bumi/Jagat
Gagana : Angkasa
Lampung, 10 Juni 2018
#SyairSenja
#KidungSenja

Jumat, 08 Juni 2018

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - KERINDUAN TAK BERTUAN



# TERIMA KASIH ADINDA #


Di impian ku yang tak sempurna,
Kukabarkan juga indahnya arti cinta,
Dari hidup ku yang inginkan kau bahagia,
Juga melihat mu senantiasa gembira,
Dan berharap kau dapat bermanja,
Untuk hilangkan lelahku yang begitu menyiksa.

Terima kasih adinda,
Kau terima rezeki ku apa adanya,
Kau beri candamu yang begitu mempesona,
Yang menawan jiw raga ku sehingga tergoda,
Walau kau hidup di rumah yang baratapkan rumbia,
Kau tak pernah meminta apa yang mereka punya.

Rasa ingin menangis memandang mu,
Tapi ku takut kau bersedih karena ku,
Bukan karena aku benci kepada mu,
Aku hanya merasa sangat malu,
Yang tak dapat memberikan pinta mu yang dahulu,
Pintamu di saat dahulu aku merayumu.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 04:06:2018





# NYANYIAN PENGANGGUR #


Hidup penuh tantangan,
Hidup tinggalkan keresahan,
Tertawa bersama rembulan,
Menangis dalam penyesalan,
Di saat pagi memberi harapan,
Berhayal memeluk angan angan.

Banyak yang sudah di lakukan,
Semua menjadi sia sia,
Hanya terdengar cemoohan,
Dari kata kata bijak mereka,
Yang hidup di dalam kemewahan,
Yang rakus akan kekuasaan.

Kian simpang siur,
Nyanyian penganggur,
Yang melangkah di tanah subur,
Berharap hidup nya menjadi makmur,
Sedangkan impian kian hancur lebur,
Bersama tarian di depan pintu kubur.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 03:06:2018





# HASUTAN PENDUSTA #


Hingar bingar,
Yang datang menyambar,
Bagaikan halilintar,
Ceritakan yang tak benar,
Ajak untuk bertengkar,
Inginkan NKRI ini berpencar.

Bagai lelucon saja,
Badut badut bersandiwara,
Layaknya seperti arjuna,
Bak mulia bagaikan dewa,
Diatas duka manusia iya tertawa,
Srigala srigala berbulu domba.

Aku tak dapat memahami,
Di sana sini saling mencaci,
Penuh benci dan iri hati,
Korbankan putra putri pertiwi,
Hanya karena sebuah ambisi,
Untuk menjadi penguasa di negri ini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 01:06:2018





# KERINDUAN TAK BERTUAN #


Bagai bayu berhembus perlahan,
Aku hanya bisa merasakan,
Ibarat aroma bunga di taman,
Aku hanya dapat mengendus wewangian,
Umpama irama gemersik dedaunan,
Merdu bersama nada yang tak berketentuan.

Jauh ke tengah lautan,
Terapung tak bertujuan,
Tinggi di puncak pegunungan,
Menjulang tinggi tiada impian,
Terpendam di dasar bumi tersimpan,
Tertanam hancur tak beralasan.

Begitulah cinta yang ku puja,
Begitulah rindu yang ku damba,
Jauh tertinggal belaian manja,
Kasih sayang hampa tiada bermakna,
Hilang sudah impian bahagia,
Menyisakan kenangan yang hampir sirna.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 25:05:2018





# AKU HERAN #


Aku heran,
Kesalahan kecil di tuntaskan,
Kesalahan besar di pertimbangkan,
Yang benar di persoalkan,
Yang salah penuh kemaafan,
Kenapa semua menjadi pembodohan,
Dalam menjalani panggung kehidupan.

Aku heran,
Memfitnah katanya atas nama tuhan,
Membunuh katanya atas nama tuhan,
Mengadu domba katanya atas nama tuhan,
Mencaci maki katanya atas nama tuhan,
Agama apa sebenarnya yang pantas jadi panutan,
Hingga tuhan tak lagi salah dan di permasalahkan.

Ah ,,, lebih baik ku diam saja,
Anggap saja semua sandiwara,
Seperti sinetron di layar kaca,
Seperti dongen kancil dan buaya,
Yang akan menjadi sebuah cerita nyata,
Tentang kebodohan bapaknya yang hidup di INDONESIA.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 23:05:2018




# PADA WAKTU BERTEMU #


Dahulu kita bersama,
Seiring tawa,
Senada canda,
Melebur duka,
Mencari cinta,
Dan perpisahan mengakhirinya.

Kenangan itu,
Selalu ku tunggu,
Selalu ku rindu,
Di sepanjang waktu,
Sepanjang angan ku,
Hingga akhirnya kita bertemu.

Kini di dalam mobil indah mu,
Dirimu bergaya,
Dengan kemewahan mu,
Kau tebar pesona,
Tapi aku kecewa karena rindu.
Kau palingkan muka di saat bersama.

Ku pandang diri di depan kaca,
Kita memang tak pantas lagi untuk bersama,
Mungkin kau anggap aku peminta minta,
Walau aku tetap juga meminta,
Maaf atas salah dan dosa saat kita bersama,
Dalam menyambut Aidil Fitri yang Bahagia.

SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI 1349 H
MINAL AIJIN WALPAIJIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 14:06:2018

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - ARWAH CINTA



♡ RETAK GELAS KACA ♡

Gulita pun jatuh di sudut beranda
Gigil malam di bawah rinai hujan
Sayup mengalun, kidung sang angin
Tembangkan syair legendera cedera

Aku takut, pada rupa malam
Yang selalu datang merajam
Hingga tak bisa, kuukir prasasti mimpi
Pada helai-helai pucuk kasturi

Retak sudah, gelas kaca di sudut meja
Lukai, naluri lentik jemari
Sedangkan asa kian dahaga
Masihkah, mampu tuk menggapai

#DewaBumiRaflesia_06_06_18





♡ ARWAH CINTA ♡


Langkah, terlunta di mega jingga
Lalui deretan galaksi
Menembus titik hampa, tanpa udara
Sesak, terkurung dalam rotasi dimensi

Rembulan purnama, kemerlip gemintang
Taburkan binar menantang
Namun pudar, lalu sirna pada retina
Yang tersisa, remah bayang di jelaga

Bius aku, dengan secawan paradigma
Lalu kubur, dalam pusara cinta
Bingkai jua, arwahnya di figura
Agar tak lagi berkelana

#DewaBumiRaflesia_01_06_18




♡ KOPI PAHITKU ♡

Aku, dan secangkir kopi pahit
Bercengkerama bersama asap sigaret
Kuhempas ke udara, bersama gulana
Sendiri, di bilik malam, ku tak bisa lena

Hujan, yang jatuh di halaman
Mengetuk pintu sunyi, hanya tuk mengamen
Ajak aku, menari dalam illusi
Mungkin dia tahu, aku telah mati suri

Biarkan, kusendiri berjubah puisi
Usah kau baca deretan aksara
Kau tak akan pernah mengerti
Isi di rimba raya jiwa

#DewaBumiRaflesia_09_06_18




♡ DI UJUNG TADARUS ♡

Rembulan terus bertadarus
Gemakan marka ke jalan nirwana
Gemintang pun, tunduk mengabdi
Sadar, bahwa diri, tidaklah abadi

Kulalui, rindangnya taman romadhon
Mestinya, sejenak kuterhenti
Nikmati bulir embun dari surgawi
Namun, aku diperdaya saithon

Aku, terus berlari
Mengejar dunia, yang sesungguhnya bertepi
Dan aku pun, dalam jiwa penuh noktah
Yang tak sempat basuh, jelaga yang mendarah

Rembulan terus bertadarus
Tuntaskan juz ketiga puluh
Agar terbuka pintu pagi suci bersih
Bagi jiwa-jiwa yang ikhlas

Selamat hari raya
Bagi semua ahli surga
Para penakluk hawa nafsu
Semoga, tetap begitu

#DewaBumiRaflesia_14_06_18

Kamis, 17 Mei 2018

Kumpulan Puisi Mohammad As'adi - DIMANA AKU ?


Surauku

Banyak orang pandai bicara syareat
Banyak orang pandai bicara iman dan taqwa
Banyak orang pandai bicara hakekat dan ma’rifat
Banyak orang pandai bicara sorga dan neraka
Banyak orang pandai benar membenarkan dirinya sendiri
Banyak orang pandai menunjukkan jati diri
Tapi kenapa masjid dan surauku tak juga penuh-penuh ?

Temanggung 2018






Dimana Aku ?

Engkau disini, tanpa jarak
Tapi aku terlalu jauh mencari Mu
Engkau selekat urat nadi
Tapi aku berlari
Terengah
Mengejar bayang Mu
Ya Rabb Engkau disini
Engkau disini
Tapi aku ?
Dimana aku ?

Temanggung 2018

Selasa, 15 Mei 2018

Kumpulan Prosa & Cerpen Andreant Hanif - HARAPAN DAN DOA UNTUK SEORANG BOCAH



HARAPAN DAN DOA UNTUK SEORANG BOCAH
By Andreant Hanif


Pelukkan yg begitu tulus..
Rengkuhan yg begitu ikhlas...
Senyum hangat yg begitu sempurna
Sambutan yg begitu mempesona....

Senyum lah nak!!
Atau tetap lah belajar tersenyum....
Serap...
Serap lah aura kesuksesan mereka
Serap lah aura Yang mampu memetik hati
hati stiap insan manusia yg memandang diri

Belajar lah nak!!
Belajar menjadi sukses.....
Sukses menarik simpatik
Simpatik rakyat yg setiap saat menjerit.

Berusaha lah nak!! Berusaha seperti mereka
Berusaha lah membuat setiap insan
Meneteskan air mata kebahagian
Setiap engkau mengalami perpisahan.

Berjuang lah Nak!!.
berjuang lah... Seperti mereka
Yang Apabila melangkah pergi
Yg kau dapat Rindu dan Puji
Bukan caci maki....

Nak!!
Berjuang lah... Belajar lah..
Mengerti lah!!
Bukan apa yg engkau raih
Tapi apa yg bisa engkau beri





TRAGEDI TRAGIS SEBUAH TAS
AKSARA 2008


Ku rasa matahari berada diatas kepalaku.
Huufff panas nya menembus kulit ku. Membakar kulit kuning langsat ku.
Tapi tak apa apa, yg penting dia harus pergi dari hidup ku. Guman ku sambil menenteng sebuah tas rangsel ungu hitam. Aku lebih baik berkorban tas dari pada berkorban hati. Siapa juga yang mau tiap hari di datangi pria jangkis berkulit hitam berambut keriting bercelana belel. Hihihihi aku tersenyum sendiri saat mengindentifikasi lelaki itu. Sosok lelaki yang sangat aku kenal. Ya, sangat aku kenal walau dia diantara ribuan manusia. Huuuhhh.. Segitu nya benci ku pada nya sampai aku bisa mengenali sosok nya.
"hy.. Mana tas nya, " sapa nya tanpa basa basi.
" ini, ingat,, gak usah pulangkan" sambut ku. Aku tak mau memulangkan tas itu menjadi alasan nya untuk menemui ku lagi.
" selow, akan aku jaga seperti aku menjaga hati ku padamu" jawab nya seperti biasa. Seolah olah aku adalah pacar nya.
"sudah. Aku mau ke kampus lagi" aku memotong perkataan nya. Aku mulai mual mendengar ocehan nya.
Aku beranjak dari parkiran Aksara. Menyeberang dan menyetop angkut jurusan unimed.

" woi.... Selow.. Tas ini akan kembali kepada pemilik nya" teriak nya.
Tak urus. Jawab ku membatin. Siapa juga berharap dia mengembalikan tas itu. Mudah mudahan dia gak pernah lagi kembali kesumatera ini.
Tanjungbalai MARET 2011
Aku terburu buru melangkah menyusuri gerbong kereta api putri deli agar bisa mendapatkan tempat duduk. Gerbong penuh sesak dengan penumpang dan pedagang. Tempat duduk sudah hampir penuh. Alhamdulillah ada sebuah kursi yang kosong. Aku duduk sambil bernafas lega. Kulihat di depan ku dan disamping ku semuanya pria. Walau kurang nyaman, aku bertahan dari pada harus berdiri. Tanjungbalai medan bukan jarak yang dekat. Kuperhatikan semua nya berpakaian rapi dan seperti nya baik. Mereka tersenyum setiap aku menoleh. Dan seorang pria asik membaca surat kabar. Dahi ku berkerut seperti nya aku mengenal nya. Tapi dimana ya? Apa mungkin? tidak bantah ku dalam hati.
Langganan ku datang. Menawarkan mi pecal kesukaan ku. Aku mengiyakan.
"kami juga bu. Buatain tiga ya. " kata pria berbaju kemeja putih yang tepat di depan ku.
Glekk... Aku keselek. Hampir saja pecal dalam mulut ku berhambur. Gak mungkin dia. Dia lecek. Kumal kridong. Kriting gondrong. Lah yang di depan ku ini rapi. Rambut pendek tercukur rapi. Tapi suara nya,, mirip sekali.
Sesekali aku menoleh nya. Ya. Walau diantara ribuan manusia aku pasti mengenali sosok nya. Tapi bathin ku tetap membantah kalau pria di depan ku ini dia.
"brapa bu, hitung aja semua. Kami berempat" tanya pria itu.
"tak usah tak usah. Saya bayar sendiri" sergah ku.
Aku lihat dia melongo. Melihat ku penuh selidik. Sambil memberikan uang 20 ribu kepada ibu penjual mi pecal.
"hey.. Saya mengenal anda. Hahahahahahaa walau tubuh anda berbalut busana muslim, saya akan tetap mengenali anda" kata nya sangat sopan menurut ku dibanding dengan dia 13 tahun silam.
"iyaaa... Anda bai kan?, " tanya nya mencecar ku.
" iya, saya baiti. Andre ya?"balas aku tanya
Dia secara tampilan banyak berubah. Tapi secara sosiality dia tetap sama. Bicara lepas dan mudah berteman dengan orang yang baru dia kenal. Terbukti dua orang lain bersama kami cepat akrab dengan nya.

Kami banyak bercerita. Dari masa masa kuliah, teman teman nya di unimed sampai tingkah dan gaya hidup nya waktu di bangku kuliah.
Dari cerita kami selama dalam perjalanan, aku paham. Sejak kejadian sewktu dia meminjam tas sampai pertemuan kami di kereta api, aku pernah mendengar dia mengalami kecelakaan lalu lintas. Telah kejadian kecelakaan yang dia alami, membawa dia kepada sebuah perjalanan spritual yang membuat dia meninggalkan pola hidup nya yang lama. Kecuali ambisius dan kerja keras nya serta rasa optimis tinggi. Walau aku tau, dia lumayan pintar dibidang akademis. Tapi keadaan yang membuat dia keras.

17.45. Staisun kereta api medan.
Kami tiba di stasiun kereta api medan.
Aku tidak melihat nya sejak turun. Aku menyapukan pandangan ku kesekeliling peron 1 berharap aku bisa melihat nya sebelum berpisah.
"bai.... Ini tas mu yang saya pinjam 13 tahun yang lalu. Setiap saya bepergian saya membawa tas ini di dalam tas ku, berharap bisa ketemu dengan mu dan mengucapkan terimakasi dan memenuhi janji ku bahwa tas ini akan kembali kepada pemilk nya" suara dari belakanng ku yang cukup mengagetkan.
"hehe.. Iya makasih. Sebenar nya sih saya gak berharap tas ini kembali. Ikhlas kok" jawabku dengan perasaan yang campur aduk menerima tas hitam ungu Sambil berjalan menuruni tangga meninggalkan peron 1 menuju jalan raya.
Di dalam taxi, aku memperhatikan tas rangsel itu. Masih utuh. Walau sudah agak usang. Wajar 13 tahun. Hebat dia menjaga nya. Guman ku dalam hati.

Bukan andre namanya kalau dia tidak bisa mengetahui nomor ponsel ku.
Sesekali dia menelpon ku. Dengan nada yang sopan. Yang sekarang memakai WASSALAMUALAIKUM YA AHLUL JANNAH..
Hal yang tidak pernah dia ucapkan dulu. Waktu yang telah mengubah nya. Waktu yang mendewasakan nya.

16 DESEMBER 2011
Ucapan selamat atas walimah kami. Ucapan selamat menjadi pengantin baru semoga menjadi keluarga yang SAKINAH MAWADAH WAROHMA dari tetamu yang menghadiri acara akad nikah kami di mesjid taqwa simpang mandala medan. Hal serupa ucapan dari media sosia yang dikirim oleh teman teman saya dan suami saya.
Saya menerima nya karena dia mampu menepati janji nya akan mengembalikan tas rangsel hitam ungu saya dengan sabar selama kurang lebih 13 tahun.
Dia sabar mencari saya selama 13 tahun. Takdir yang menpertemukan kami. Si belel lecek urakan itu menjadi suami saya sekarang. Menemani hari hari ku. Menemani malam ku.
Sampai kini esok dan sampai ajal menjemput kami berdua. Aamiin.
The true of story.

Oleh : Andreant Hanif

Minggu, 13 Mei 2018

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - TANPA FIGURA


♡ TANPA FIGURA ♡

Tak henti, kupahat wajahmu
Pada dinding siang yang benderang
Pada langit-langit malam yang syahdu
Pada ruang rasa yang kerontang

Mendayu, sendu, senandung kidung laut
Mengalun ombak menyisir
Terdiamku, larut dalam kemelut
Tak kuasa, hitung pasir di pesisir

Kubiarkan, luluh dirajam malam
Kaku, menopang tubuh tanpa sukma
Entah lelap, ataukah binasa
Tertikam, ranumnya senyum

Lolong malam, terkam sunyi
Jeritku pun, telah terkunci
Yang kudengar, tawa renyah sumeringah
Utuh, di memoar tak kan punah

#DewaBumiRaflesia_10_05_18






♡ MALAIKAT TAK BERSAYAP ♡


Kau kah itu, penabur aroma surgawi
Cumbui, tiap inci relung kalbu
Jerat, penghuni seisi ruang hati
Lafaskan, desah deru bayu rindu

Kau kah itu, binar pelangi mimpi-minpi
Yang memahat dinding-dinding sunyi
Ketika warna malam, hanya gulita
Menggapit jiwa, dengan parade ribuan asa

Kau kah itu, yang kan ikut terbang
Lintasi garis batas jumantara
Tuk petik, ribuan gemintang
Tuk tuai, rembulan dikala purnama

Kau kah itu, pujangga jiwa
Pengukir ulas senyumku
Cukup dirimu satu
Tuk gantikan, seluruh isi dunia

#DewaBumiRaflesia_08_05_18




♡ SURAT BUAT SAHABAT ♡


Sahabatku,
Jalanan itu, paripurna kita jajaki
Gersangnya sahara, rimbunnya belantara
Tapaki, tanpa alas kaki
Resah, marah, lalu sirna dipupus tawa
Memoar pun, dalam album biru

Sahabatku,
Kala itu, mentari masih di ufuk pagi
Lincah, gemulai jemari menari
Mengutip bebulir embun di pucuk-pucuk ilalang
Kita himpun, lalu disuling
Jadikan penawar virus ambigu

Sahabatku,
Kini, mentari tak lagi di ufuk pagi
Ia telah jauh, kian meninggi
Lintasi parade masa, menuju cakrawala senja
Tinggalkan kita, di ruang takdir yang berbeda
Guratkan, garis batas penentu

Sahabatku,
Aku, terbujur di atas bale-bale senja
Telah lama mati, ditikam alibi
Telah lama binasa, dibunuh aksara
Dan kita, saling terkunci dalam kelambu sepi
Dibui, dalam jeruji deretan pohon benalu

Sahabatku,
Izinkan aku, torehkan tinta pinta
Meski hanya pada bait syair sunyi
Rentangkanlah, benang merah, pada generasi kita
Sebagai tanda, kita sahabat sejati
Kala itu

#DewaBumiRaflesia_21_05_18

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - APA YANG KITA BISA



¿# AKU INGIN BERSAMA DIRINYA #


Taukah kamu,
Tentang perih nya hati,
Piluku membisu,
Sedih yamg membebani,
Dalam diam ku terpaku,
Diam merenungi sepinya hari hari.

Kutaburkan bunga bunga,
Ku limpahkan doa doa,
Ku usap tetesan air mata,
Di tepian pusara,
Kala ku ingat di saat hidup bersama,
Seiring sejalan kita berdua,

Lihatlah aku disini,
Bersama sikecil yang engkau beri,
Dia tak pernah mengerti,
Kenapa ibunya tak pernah kembali,
Hanya aku yang terus menjalani,
Hidup sendiri tampa dirimu di sisi ini.

Tuhan,
Aku rindu dirinya,
Haruskah si kecil ini ku tinggalkan,
Untuk tetap berdua walau hidup di alam pana.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 13:05:2017





# APA YANG KITA BISA #


Ke mana hilangnya semangatmu?,
Apakah ragamu miskin karena kemalasan?,
Apakah jiwamu hancur kecewa karena kebodohan?,
Tanya akal sehat di lubuk hati yang dalam,
Mari kita cari sorga dunia yang ku sebut kebahagiaan,
Kebahagiaan yang harmonis sesama ummat manusia,
Sebelum menuju surga terakhir yang Tuhan telah janjikan.

Dan,
Jangan pernah lagi mau di adu domba.
Katakan aku Sang Merah Putih,
Katakan aku Sang Garuda Pancasila,
Katakan aku Cinta TANAH Air Persada Indonesia.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 12:05:2018


--------------------------------------------------


JIKA MAU MENJADI ORANG ARAB,
HIDUPLAH DI TANAH ARAB.
JIKA MAU MENJADI ORANG BARAT,
HIDUPLAH DI TANAH BARAT.
DAN JIKA MA MENJADI ORANG CINA,
HIDUPLAH DI TANAH CINA.
KARENA NKRI ADALAH HARGA MATI.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 11:05:2017


--------------------------------------------------


DZIMMI ADALAH KAWAN UNTUK KEDAMAIAN YANG HIDUP RUKUN MERDEKA UNTUK SESAMA UMMAT BERAGAMA DI NKRI.
MARI BERSATU MEMERANGI TERORIS, TERORIS BUKANLAH ISLAM (MUSLIM), TAPI BINATANG YANG TAK DAPAT MENGHARGAI KEHIDUPAN YANG HARMONIS. HAPUSKAN TETORIS, MEREKA BIKIN MALU UMMAT ISLAM (MUSLIM) DI NKRI INI.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 15:05:2018





# ADA CINTA TERASA #


Tiada pernah ku duga,
Tiada pernah ku sangka,
Di saat kita berjumpa,
Di saat seiring berjalan bersama,
Ku coba untuk menyapa,
Dirimu tersenyum seakan menggoda.

Mungkinkah suatu hari nanti,
Kita bertemu kembali,
Kan ku luahkan rasa ini,
Rasa yamg bersemi dengan sendiri,
Rasa di dalam hati,
Rindu ku untuk dapat berjumpa lagi.

Aku kan berdoa,
Kaulah pengobat kecewa,
Biar dapat ku rasakan cinta,
Cinta yang sempurna,
Cinta yang mendamaikan jiwa,
Cinta yang yang telah lama ku damba.

By : LUmbang KAyung
Asahan 19:05:2018





# TERKENANG AKAN DIA #


Terdengar berkali kali,
Teriakan sahur di mana mana,
Ku tatap sunyi dan sepi,
Teringat aku akan dia,
Berharap dapat menemaniku di sini,
Dalam menjalankan ibadah bersama.

Berdosakah aku,
Bila ku merindukan dia,
Dia yang tak mungkin mengenang ku,
Dia tak pernah memberi ku cinta,
Yang ada hanya tatapan bisu,
Menggoda ku di dalam sebuah asa.

Namun aku tetap berdoa,
Kesehatan senantiasa bersama dia,
Yang berteman canda tawa bahagia,
Tampa ada gelisah yang melanda,
Dalam menunaikan ibadah puasa,
Di bulan yang suci mulia.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan




# MAMPUKAH DIRIKU #


Tahu kah kamu,
Betapa cinta aku,
Betapa sayangnya aku,
Betapa rindunya aku,
Tapi yang ku temui hanya rasa malu,
Setelah ku tau bahwa dia bukan milikku,

Hanya yang ku bisa,
Menjauh dan menjauh darinya,
Walau hati rasa tersiksa,
Walau jiwa raga gundah gulana,
Aku hanya ingin dia bahagia,
Bersama orang yang dia cinta.

Berilah aku jalan Tuhan,
Untuk mengisir risaunya hati,
Biar semua dapat ku lupakan,
Biar ku dapat ukir kembali,
Kebahagiaan yang lama ku dambakan,
Di perjalanan hidup ku di dunia ini.

Mampukah aku?,
Memerobos waktu kewaktu,
Hingga nanti hari hari yang tunggu,
Dapat berpihak kepadaku,
Dan membahagiakan hidup ku,
Di sepanjang waktu ke waktu.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 21:05:2018





# LETUS PETASAN KEBERUNTUNGAN #

Senja itu,
Kutatap mega mega,
Aku duduk menunggu waktu,
Kunantikan saatnya berbuka puasa,
Kutahan panggilan emosi perutku,
Yang seakan meronta ronta.

Aku duduk di bangku pinggir jalan,
Anak anak bermain tampa tiada meperdulikan,
Aku yang sudah kelaparan,
Memandang dengan penuh perasaan,
Dan aku hanya mampu bertahan,
Di saat terdengar kuatnya letusan petasan.

Terdengar oleh ku pekikan,
Kuarah kan sudut pandangan,
Terlihat oleh ku sulastri kebingungan,
Yang pulang dari mencuci pakaian,
Dari di kali di bawah jembatan,
Saat terdengar suara letusan petasan.

Sulastri yang menjadi pujaan,
Terkejut tampa sehelai benang di badan,
Bersama pakaian yang dia cuci berserakan,
Dan terlihat bentuk tubuhnya yang begitu menggiurkan,
Yang telah lama ku nanti nanti dan dambakan,
Saat itu menanti berbuka dengan suara letusan petasan.
Terima kasih ya Tuhan atas rezeki yang engkau berikan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 21:05:2018

Sabtu, 05 Mei 2018

Kumpulan Prosa & Puisi Aulia Putry Manurung - NESTAPA DI UJUNG RINDU



JANGAN TANYAKAN CINTAKU.
By. Vayyeit


Tuan ....
Untuk apa kau pertanyaan lagi tentang luka yang hampir mengering ini. Ini bukan cerita canda yang harus disertai tawa, tapi koyakan luka yang menganga, yang sengaja kau ciptakan di kala bahagia menyapa.

Tuan ....
Sudahi semua drama, jangan pernah hampiri hati yang beku. Ini semua memang salahmu. Mengapa harus kau renggut kebahagiaanku dan tertawa dengan sahabatku.

Tuan ....
Hati ini telah beku, cinta ini telah melayu. Hasrat yang dahulu hanya buatmu sekarang hilang bersama rintik hujan dan derai airmata perpisahan. Jangan lagi kau tameng dengan persaudaraan, sebab kebekuanku telah menggunung es buatmu

Tuan ....
Aku tak ingin lagi ada kata cinta darimu, pergilah bahagia bersamanya. Ukir semua bahagia walau kutahu terlalu banyak luka yang kau terima dari sang terpuja. Tapi itu sudah pantas untuk bayaran penghianatan yang kau hadiahkan buatku.

Tuan ....
Biarkan aku bahagia, menapaki hari bersama mentari dan embun pagi. Merenda masa di samping orang yang setia. Dia tidak menjanjikan syurga, namun sebisa mungkin tidak menghadiahkan airmata. Aku ingin tertawa bersama dia.
Maafkan aku tuan jikalau aku beranjak darimu.

Siangku, 05052018
AACB





NESTAPA DI UJUNG RINDU.
Kolab; AdanZ


Hantaran malam sang ilalang merumpun rindu di sahaja kesendirian
Sebelumnya senja mulai memerah saga
Mencipta rindu akan pujaan yang jauh di mata

Dan samudera senja mulai memisah
Di pelukis matahari antara lenanya

Malam ....
Sampaikan semua berita cinta ini padanya
Aku rindu belaian cinta yang penuh warna
Taman syurga akan memberikan aroma suka
Nan indah di suatu kisahnya
Jejakpun serasa gigil tanpa peluk pundakmu

Kisah seorang goresan
Berharap cinta pada hati yang nestapa
Meminta bahagia walau luka masih menganga
Sebab dia percaya akan janji Tuhannya

Kolaborasi ADanZ
Post
Aulia Putry Manurung