RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 17 Mei 2018

Kumpulan Puisi Mohammad As'adi - DIMANA AKU ?


Surauku

Banyak orang pandai bicara syareat
Banyak orang pandai bicara iman dan taqwa
Banyak orang pandai bicara hakekat dan ma’rifat
Banyak orang pandai bicara sorga dan neraka
Banyak orang pandai benar membenarkan dirinya sendiri
Banyak orang pandai menunjukkan jati diri
Tapi kenapa masjid dan surauku tak juga penuh-penuh ?

Temanggung 2018






Dimana Aku ?

Engkau disini, tanpa jarak
Tapi aku terlalu jauh mencari Mu
Engkau selekat urat nadi
Tapi aku berlari
Terengah
Mengejar bayang Mu
Ya Rabb Engkau disini
Engkau disini
Tapi aku ?
Dimana aku ?

Temanggung 2018

Selasa, 15 Mei 2018

Kumpulan Prosa & Cerpen Andreant Hanif - HARAPAN DAN DOA UNTUK SEORANG BOCAH



HARAPAN DAN DOA UNTUK SEORANG BOCAH
By Andreant Hanif


Pelukkan yg begitu tulus..
Rengkuhan yg begitu ikhlas...
Senyum hangat yg begitu sempurna
Sambutan yg begitu mempesona....

Senyum lah nak!!
Atau tetap lah belajar tersenyum....
Serap...
Serap lah aura kesuksesan mereka
Serap lah aura Yang mampu memetik hati
hati stiap insan manusia yg memandang diri

Belajar lah nak!!
Belajar menjadi sukses.....
Sukses menarik simpatik
Simpatik rakyat yg setiap saat menjerit.

Berusaha lah nak!! Berusaha seperti mereka
Berusaha lah membuat setiap insan
Meneteskan air mata kebahagian
Setiap engkau mengalami perpisahan.

Berjuang lah Nak!!.
berjuang lah... Seperti mereka
Yang Apabila melangkah pergi
Yg kau dapat Rindu dan Puji
Bukan caci maki....

Nak!!
Berjuang lah... Belajar lah..
Mengerti lah!!
Bukan apa yg engkau raih
Tapi apa yg bisa engkau beri





TRAGEDI TRAGIS SEBUAH TAS
AKSARA 2008


Ku rasa matahari berada diatas kepalaku.
Huufff panas nya menembus kulit ku. Membakar kulit kuning langsat ku.
Tapi tak apa apa, yg penting dia harus pergi dari hidup ku. Guman ku sambil menenteng sebuah tas rangsel ungu hitam. Aku lebih baik berkorban tas dari pada berkorban hati. Siapa juga yang mau tiap hari di datangi pria jangkis berkulit hitam berambut keriting bercelana belel. Hihihihi aku tersenyum sendiri saat mengindentifikasi lelaki itu. Sosok lelaki yang sangat aku kenal. Ya, sangat aku kenal walau dia diantara ribuan manusia. Huuuhhh.. Segitu nya benci ku pada nya sampai aku bisa mengenali sosok nya.
"hy.. Mana tas nya, " sapa nya tanpa basa basi.
" ini, ingat,, gak usah pulangkan" sambut ku. Aku tak mau memulangkan tas itu menjadi alasan nya untuk menemui ku lagi.
" selow, akan aku jaga seperti aku menjaga hati ku padamu" jawab nya seperti biasa. Seolah olah aku adalah pacar nya.
"sudah. Aku mau ke kampus lagi" aku memotong perkataan nya. Aku mulai mual mendengar ocehan nya.
Aku beranjak dari parkiran Aksara. Menyeberang dan menyetop angkut jurusan unimed.

" woi.... Selow.. Tas ini akan kembali kepada pemilik nya" teriak nya.
Tak urus. Jawab ku membatin. Siapa juga berharap dia mengembalikan tas itu. Mudah mudahan dia gak pernah lagi kembali kesumatera ini.
Tanjungbalai MARET 2011
Aku terburu buru melangkah menyusuri gerbong kereta api putri deli agar bisa mendapatkan tempat duduk. Gerbong penuh sesak dengan penumpang dan pedagang. Tempat duduk sudah hampir penuh. Alhamdulillah ada sebuah kursi yang kosong. Aku duduk sambil bernafas lega. Kulihat di depan ku dan disamping ku semuanya pria. Walau kurang nyaman, aku bertahan dari pada harus berdiri. Tanjungbalai medan bukan jarak yang dekat. Kuperhatikan semua nya berpakaian rapi dan seperti nya baik. Mereka tersenyum setiap aku menoleh. Dan seorang pria asik membaca surat kabar. Dahi ku berkerut seperti nya aku mengenal nya. Tapi dimana ya? Apa mungkin? tidak bantah ku dalam hati.
Langganan ku datang. Menawarkan mi pecal kesukaan ku. Aku mengiyakan.
"kami juga bu. Buatain tiga ya. " kata pria berbaju kemeja putih yang tepat di depan ku.
Glekk... Aku keselek. Hampir saja pecal dalam mulut ku berhambur. Gak mungkin dia. Dia lecek. Kumal kridong. Kriting gondrong. Lah yang di depan ku ini rapi. Rambut pendek tercukur rapi. Tapi suara nya,, mirip sekali.
Sesekali aku menoleh nya. Ya. Walau diantara ribuan manusia aku pasti mengenali sosok nya. Tapi bathin ku tetap membantah kalau pria di depan ku ini dia.
"brapa bu, hitung aja semua. Kami berempat" tanya pria itu.
"tak usah tak usah. Saya bayar sendiri" sergah ku.
Aku lihat dia melongo. Melihat ku penuh selidik. Sambil memberikan uang 20 ribu kepada ibu penjual mi pecal.
"hey.. Saya mengenal anda. Hahahahahahaa walau tubuh anda berbalut busana muslim, saya akan tetap mengenali anda" kata nya sangat sopan menurut ku dibanding dengan dia 13 tahun silam.
"iyaaa... Anda bai kan?, " tanya nya mencecar ku.
" iya, saya baiti. Andre ya?"balas aku tanya
Dia secara tampilan banyak berubah. Tapi secara sosiality dia tetap sama. Bicara lepas dan mudah berteman dengan orang yang baru dia kenal. Terbukti dua orang lain bersama kami cepat akrab dengan nya.

Kami banyak bercerita. Dari masa masa kuliah, teman teman nya di unimed sampai tingkah dan gaya hidup nya waktu di bangku kuliah.
Dari cerita kami selama dalam perjalanan, aku paham. Sejak kejadian sewktu dia meminjam tas sampai pertemuan kami di kereta api, aku pernah mendengar dia mengalami kecelakaan lalu lintas. Telah kejadian kecelakaan yang dia alami, membawa dia kepada sebuah perjalanan spritual yang membuat dia meninggalkan pola hidup nya yang lama. Kecuali ambisius dan kerja keras nya serta rasa optimis tinggi. Walau aku tau, dia lumayan pintar dibidang akademis. Tapi keadaan yang membuat dia keras.

17.45. Staisun kereta api medan.
Kami tiba di stasiun kereta api medan.
Aku tidak melihat nya sejak turun. Aku menyapukan pandangan ku kesekeliling peron 1 berharap aku bisa melihat nya sebelum berpisah.
"bai.... Ini tas mu yang saya pinjam 13 tahun yang lalu. Setiap saya bepergian saya membawa tas ini di dalam tas ku, berharap bisa ketemu dengan mu dan mengucapkan terimakasi dan memenuhi janji ku bahwa tas ini akan kembali kepada pemilk nya" suara dari belakanng ku yang cukup mengagetkan.
"hehe.. Iya makasih. Sebenar nya sih saya gak berharap tas ini kembali. Ikhlas kok" jawabku dengan perasaan yang campur aduk menerima tas hitam ungu Sambil berjalan menuruni tangga meninggalkan peron 1 menuju jalan raya.
Di dalam taxi, aku memperhatikan tas rangsel itu. Masih utuh. Walau sudah agak usang. Wajar 13 tahun. Hebat dia menjaga nya. Guman ku dalam hati.

Bukan andre namanya kalau dia tidak bisa mengetahui nomor ponsel ku.
Sesekali dia menelpon ku. Dengan nada yang sopan. Yang sekarang memakai WASSALAMUALAIKUM YA AHLUL JANNAH..
Hal yang tidak pernah dia ucapkan dulu. Waktu yang telah mengubah nya. Waktu yang mendewasakan nya.

16 DESEMBER 2011
Ucapan selamat atas walimah kami. Ucapan selamat menjadi pengantin baru semoga menjadi keluarga yang SAKINAH MAWADAH WAROHMA dari tetamu yang menghadiri acara akad nikah kami di mesjid taqwa simpang mandala medan. Hal serupa ucapan dari media sosia yang dikirim oleh teman teman saya dan suami saya.
Saya menerima nya karena dia mampu menepati janji nya akan mengembalikan tas rangsel hitam ungu saya dengan sabar selama kurang lebih 13 tahun.
Dia sabar mencari saya selama 13 tahun. Takdir yang menpertemukan kami. Si belel lecek urakan itu menjadi suami saya sekarang. Menemani hari hari ku. Menemani malam ku.
Sampai kini esok dan sampai ajal menjemput kami berdua. Aamiin.
The true of story.

Oleh : Andreant Hanif

Minggu, 13 Mei 2018

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - TANPA FIGURA


♡ TANPA FIGURA ♡

Tak henti, kupahat wajahmu
Pada dinding siang yang benderang
Pada langit-langit malam yang syahdu
Pada ruang rasa yang kerontang

Mendayu, sendu, senandung kidung laut
Mengalun ombak menyisir
Terdiamku, larut dalam kemelut
Tak kuasa, hitung pasir di pesisir

Kubiarkan, luluh dirajam malam
Kaku, menopang tubuh tanpa sukma
Entah lelap, ataukah binasa
Tertikam, ranumnya senyum

Lolong malam, terkam sunyi
Jeritku pun, telah terkunci
Yang kudengar, tawa renyah sumeringah
Utuh, di memoar tak kan punah

#DewaBumiRaflesia_10_05_18






♡ MALAIKAT TAK BERSAYAP ♡


Kau kah itu, penabur aroma surgawi
Cumbui, tiap inci relung kalbu
Jerat, penghuni seisi ruang hati
Lafaskan, desah deru bayu rindu

Kau kah itu, binar pelangi mimpi-minpi
Yang memahat dinding-dinding sunyi
Ketika warna malam, hanya gulita
Menggapit jiwa, dengan parade ribuan asa

Kau kah itu, yang kan ikut terbang
Lintasi garis batas jumantara
Tuk petik, ribuan gemintang
Tuk tuai, rembulan dikala purnama

Kau kah itu, pujangga jiwa
Pengukir ulas senyumku
Cukup dirimu satu
Tuk gantikan, seluruh isi dunia

#DewaBumiRaflesia_08_05_18




♡ SURAT BUAT SAHABAT ♡


Sahabatku,
Jalanan itu, paripurna kita jajaki
Gersangnya sahara, rimbunnya belantara
Tapaki, tanpa alas kaki
Resah, marah, lalu sirna dipupus tawa
Memoar pun, dalam album biru

Sahabatku,
Kala itu, mentari masih di ufuk pagi
Lincah, gemulai jemari menari
Mengutip bebulir embun di pucuk-pucuk ilalang
Kita himpun, lalu disuling
Jadikan penawar virus ambigu

Sahabatku,
Kini, mentari tak lagi di ufuk pagi
Ia telah jauh, kian meninggi
Lintasi parade masa, menuju cakrawala senja
Tinggalkan kita, di ruang takdir yang berbeda
Guratkan, garis batas penentu

Sahabatku,
Aku, terbujur di atas bale-bale senja
Telah lama mati, ditikam alibi
Telah lama binasa, dibunuh aksara
Dan kita, saling terkunci dalam kelambu sepi
Dibui, dalam jeruji deretan pohon benalu

Sahabatku,
Izinkan aku, torehkan tinta pinta
Meski hanya pada bait syair sunyi
Rentangkanlah, benang merah, pada generasi kita
Sebagai tanda, kita sahabat sejati
Kala itu

#DewaBumiRaflesia_21_05_18

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - APA YANG KITA BISA



¿# AKU INGIN BERSAMA DIRINYA #


Taukah kamu,
Tentang perih nya hati,
Piluku membisu,
Sedih yamg membebani,
Dalam diam ku terpaku,
Diam merenungi sepinya hari hari.

Kutaburkan bunga bunga,
Ku limpahkan doa doa,
Ku usap tetesan air mata,
Di tepian pusara,
Kala ku ingat di saat hidup bersama,
Seiring sejalan kita berdua,

Lihatlah aku disini,
Bersama sikecil yang engkau beri,
Dia tak pernah mengerti,
Kenapa ibunya tak pernah kembali,
Hanya aku yang terus menjalani,
Hidup sendiri tampa dirimu di sisi ini.

Tuhan,
Aku rindu dirinya,
Haruskah si kecil ini ku tinggalkan,
Untuk tetap berdua walau hidup di alam pana.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 13:05:2017





# APA YANG KITA BISA #


Ke mana hilangnya semangatmu?,
Apakah ragamu miskin karena kemalasan?,
Apakah jiwamu hancur kecewa karena kebodohan?,
Tanya akal sehat di lubuk hati yang dalam,
Mari kita cari sorga dunia yang ku sebut kebahagiaan,
Kebahagiaan yang harmonis sesama ummat manusia,
Sebelum menuju surga terakhir yang Tuhan telah janjikan.

Dan,
Jangan pernah lagi mau di adu domba.
Katakan aku Sang Merah Putih,
Katakan aku Sang Garuda Pancasila,
Katakan aku Cinta TANAH Air Persada Indonesia.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 12:05:2018


--------------------------------------------------


JIKA MAU MENJADI ORANG ARAB,
HIDUPLAH DI TANAH ARAB.
JIKA MAU MENJADI ORANG BARAT,
HIDUPLAH DI TANAH BARAT.
DAN JIKA MA MENJADI ORANG CINA,
HIDUPLAH DI TANAH CINA.
KARENA NKRI ADALAH HARGA MATI.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 11:05:2017


--------------------------------------------------


DZIMMI ADALAH KAWAN UNTUK KEDAMAIAN YANG HIDUP RUKUN MERDEKA UNTUK SESAMA UMMAT BERAGAMA DI NKRI.
MARI BERSATU MEMERANGI TERORIS, TERORIS BUKANLAH ISLAM (MUSLIM), TAPI BINATANG YANG TAK DAPAT MENGHARGAI KEHIDUPAN YANG HARMONIS. HAPUSKAN TETORIS, MEREKA BIKIN MALU UMMAT ISLAM (MUSLIM) DI NKRI INI.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 15:05:2018





# ADA CINTA TERASA #


Tiada pernah ku duga,
Tiada pernah ku sangka,
Di saat kita berjumpa,
Di saat seiring berjalan bersama,
Ku coba untuk menyapa,
Dirimu tersenyum seakan menggoda.

Mungkinkah suatu hari nanti,
Kita bertemu kembali,
Kan ku luahkan rasa ini,
Rasa yamg bersemi dengan sendiri,
Rasa di dalam hati,
Rindu ku untuk dapat berjumpa lagi.

Aku kan berdoa,
Kaulah pengobat kecewa,
Biar dapat ku rasakan cinta,
Cinta yang sempurna,
Cinta yang mendamaikan jiwa,
Cinta yang yang telah lama ku damba.

By : LUmbang KAyung
Asahan 19:05:2018





# TERKENANG AKAN DIA #


Terdengar berkali kali,
Teriakan sahur di mana mana,
Ku tatap sunyi dan sepi,
Teringat aku akan dia,
Berharap dapat menemaniku di sini,
Dalam menjalankan ibadah bersama.

Berdosakah aku,
Bila ku merindukan dia,
Dia yang tak mungkin mengenang ku,
Dia tak pernah memberi ku cinta,
Yang ada hanya tatapan bisu,
Menggoda ku di dalam sebuah asa.

Namun aku tetap berdoa,
Kesehatan senantiasa bersama dia,
Yang berteman canda tawa bahagia,
Tampa ada gelisah yang melanda,
Dalam menunaikan ibadah puasa,
Di bulan yang suci mulia.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan




# MAMPUKAH DIRIKU #


Tahu kah kamu,
Betapa cinta aku,
Betapa sayangnya aku,
Betapa rindunya aku,
Tapi yang ku temui hanya rasa malu,
Setelah ku tau bahwa dia bukan milikku,

Hanya yang ku bisa,
Menjauh dan menjauh darinya,
Walau hati rasa tersiksa,
Walau jiwa raga gundah gulana,
Aku hanya ingin dia bahagia,
Bersama orang yang dia cinta.

Berilah aku jalan Tuhan,
Untuk mengisir risaunya hati,
Biar semua dapat ku lupakan,
Biar ku dapat ukir kembali,
Kebahagiaan yang lama ku dambakan,
Di perjalanan hidup ku di dunia ini.

Mampukah aku?,
Memerobos waktu kewaktu,
Hingga nanti hari hari yang tunggu,
Dapat berpihak kepadaku,
Dan membahagiakan hidup ku,
Di sepanjang waktu ke waktu.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 21:05:2018





# LETUS PETASAN KEBERUNTUNGAN #

Senja itu,
Kutatap mega mega,
Aku duduk menunggu waktu,
Kunantikan saatnya berbuka puasa,
Kutahan panggilan emosi perutku,
Yang seakan meronta ronta.

Aku duduk di bangku pinggir jalan,
Anak anak bermain tampa tiada meperdulikan,
Aku yang sudah kelaparan,
Memandang dengan penuh perasaan,
Dan aku hanya mampu bertahan,
Di saat terdengar kuatnya letusan petasan.

Terdengar oleh ku pekikan,
Kuarah kan sudut pandangan,
Terlihat oleh ku sulastri kebingungan,
Yang pulang dari mencuci pakaian,
Dari di kali di bawah jembatan,
Saat terdengar suara letusan petasan.

Sulastri yang menjadi pujaan,
Terkejut tampa sehelai benang di badan,
Bersama pakaian yang dia cuci berserakan,
Dan terlihat bentuk tubuhnya yang begitu menggiurkan,
Yang telah lama ku nanti nanti dan dambakan,
Saat itu menanti berbuka dengan suara letusan petasan.
Terima kasih ya Tuhan atas rezeki yang engkau berikan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 21:05:2018

Sabtu, 05 Mei 2018

Kumpulan Prosa & Puisi Aulia Putry Manurung - NESTAPA DI UJUNG RINDU



JANGAN TANYAKAN CINTAKU.
By. Vayyeit


Tuan ....
Untuk apa kau pertanyaan lagi tentang luka yang hampir mengering ini. Ini bukan cerita canda yang harus disertai tawa, tapi koyakan luka yang menganga, yang sengaja kau ciptakan di kala bahagia menyapa.

Tuan ....
Sudahi semua drama, jangan pernah hampiri hati yang beku. Ini semua memang salahmu. Mengapa harus kau renggut kebahagiaanku dan tertawa dengan sahabatku.

Tuan ....
Hati ini telah beku, cinta ini telah melayu. Hasrat yang dahulu hanya buatmu sekarang hilang bersama rintik hujan dan derai airmata perpisahan. Jangan lagi kau tameng dengan persaudaraan, sebab kebekuanku telah menggunung es buatmu

Tuan ....
Aku tak ingin lagi ada kata cinta darimu, pergilah bahagia bersamanya. Ukir semua bahagia walau kutahu terlalu banyak luka yang kau terima dari sang terpuja. Tapi itu sudah pantas untuk bayaran penghianatan yang kau hadiahkan buatku.

Tuan ....
Biarkan aku bahagia, menapaki hari bersama mentari dan embun pagi. Merenda masa di samping orang yang setia. Dia tidak menjanjikan syurga, namun sebisa mungkin tidak menghadiahkan airmata. Aku ingin tertawa bersama dia.
Maafkan aku tuan jikalau aku beranjak darimu.

Siangku, 05052018
AACB





NESTAPA DI UJUNG RINDU.
Kolab; AdanZ


Hantaran malam sang ilalang merumpun rindu di sahaja kesendirian
Sebelumnya senja mulai memerah saga
Mencipta rindu akan pujaan yang jauh di mata

Dan samudera senja mulai memisah
Di pelukis matahari antara lenanya

Malam ....
Sampaikan semua berita cinta ini padanya
Aku rindu belaian cinta yang penuh warna
Taman syurga akan memberikan aroma suka
Nan indah di suatu kisahnya
Jejakpun serasa gigil tanpa peluk pundakmu

Kisah seorang goresan
Berharap cinta pada hati yang nestapa
Meminta bahagia walau luka masih menganga
Sebab dia percaya akan janji Tuhannya

Kolaborasi ADanZ
Post
Aulia Putry Manurung

Sabtu, 07 April 2018

Kumpulan Puisi Cheloenk Dadap - PUPUS


PUPUS

Senja;
Berlabuh di dermaga usia
Menghitung berapa kali lagi
Jingga menatap kesendirian yang tak bertepi
Penuh saga dalam iba

Penantian;
Harus kuakhiri hingga malam
Kala pagi menjelang
Kau tak akan temui lagi
Sisa napas kemarin

Cheloenk Dadap
260318.





KAU


Saat ini;
Kesal bersarang di hulu dada
Menyumbat segala arus ketenangan

Kau;
Dalang dari segala sengketa
Yang menjalari seluruh nadi sajakku

Cheloenk Dadap
260318

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - BUKAN FATAMORGANA


♡ KIDUNG ANGIN ♡

Kuliti remah puisi
Remah aksara bening sudut netra
Berjelaga, purna remang cahaya lentera
Menari, tanpa irama perkusi

Kepak sayap merpati
Patah, enggan meninggi
Berputar di kuil prasasti
Hitung deretan elegi

Rinai ini kian ramai
Kunci malam di laci sunyi
Mengapa, ribuan mimpi engkau kutuk
Kau biarkan, malam kian lapuk

Aku tahu, jendela tanpa kaca
Sebab, ada sejuk semilir angin
Sapa ulu asa
Terbangkan sayap angan

Mari menari
Jadikan rinai rincik melodi
Jelmakan remah aksara
Sebelum atma dalam pusara

#DewaBumiRaflesia_02_04_18





♡ BUKAN FATAMORGANA ♡


Rinai, tak jua menepi
Bui mimpi di jeruji sepi
Hantarkan angan lewat angin
Sedangkan malam, makin dingin

Duhai cinta, pada sebentang antara
Yang telah sulut lentera
Kala gulitaku di lorong lara
Hingga kubisa eja aksara

Aku sangka, malam ini kan jelita
Pesona purnama nan bertahta
Sebab, ada pelangi di senja tadi
Kala hantar mentari nan usai mengabdi

Kini, aku jatuh di sudut sunyi
Namun, masih jua ku bernyanyi
Senandungkan kidung, tanpa rima
Laguku, sirna tanpa gema

Aku, masih coba memaksa
Pecahkan salju yang membatu
Tanpa batas waktu
Dengan jemari asa

#DewaBumiRaflesia_27_03_18




INI BUKAN PUISI


Biarkan waktu merentangkan tembikar yang masih samar.
Dan aku, enggan lelap di atas pelupuh yang kian berpeluh.
Diam, dalam semedi sunyi.
Atau, coba beranjak,mengais jejak- jejak tak bijak.

Namun, diamku dalam jeruji tanpa tepi.
Sirna daya, mengepak pun, tak lagi kuasa
Hingga lupa warna remah yang dulu basah.
Aku, mencari warna dalam gulita
Sedang pagi, kian meninggi

#DewaBumiRaflesia_15_04_18




♡ UNTUK SEREMONIAL KITA ♡


Rindu, kian ringkih tertatih
Eja, warna lukisan rupa maya
Di bilik senja yang kian letih
Himpun, sisa rerona warna surya

Tanda hujan, di balik paras pelangi
Kuberdiri, menatapmu di sela ranting puisi
Jauh, tak sejauh langit dan bumi
Hingga bisa, kukemas dalam hati

Masih, kukejar di bentangan sahara
Coba jengkali dalamnya sahaya
Tak jua bisa, hanya ilalang nan bergoyang
Tanda sahara, masih gersang

Tunggu aku,
Pada satu titik denting waktu
Ketika bunga ambigu telah layu
Di helai seremonial penyatu

#DewaBumiRaflesia_27_04_18

Kumpulan Puisi Reni Kusumaningrum - SABARMU



# SENTUHANMU #

Diamku pada gemintang, mencabik rasa di relung jiwa
Torehkan seikat nestapa pada ujung raga
Membenamkan seribu asa yang baru berputik di senja lalu
Pupus hanyut di bawah rinai hari ini

Kutemukan getar saat tatap matamu menyatu
Terpana sesaat tertunduk lalu bisu
Debar di sudut hati yang tlah lama membatu
Luluh.. tanpa jejak

Tatap dan senyummu, sentuh hatiku
Kini aku terbakar rindu

# Renny Kusuma
# 3.4.18





# SANGKAR #


Kerlip binar menatap sang senja
Tanpa rintih berbincang pada bintang
Ku ingin terbang menjangkaumu
Namun ku tertahan disini
Di sangkar emasku

Aku bukanlah camar
Aku pemilik hati dan berjiwa
Namun terbelenggu di istanaku
Berbalut cinta yang berlebih
Yang merantai nuraniku
Ku ingin sentuh dunia dengan jemariku

# Renny Kusuma
# 27.3.18






# SABARMU #


Seraut wajah di pertengahan senja
Selengkung senyum terhias disetiap ucapan kata
Lembut membelai aksara yang menyapa raga
Tajam menusuk tatap ke dalam sukma

Ego yang tertata sembunyi di balik jiwa
Rasa yang tertuang lenakan asmara
Membuai di antara nadi cinta
Lumatkan amarah yang mengelilinginya

Tak terkecoh debat emosiku
Melerai gundah di ucapku
Menenangkan prasangkaku
Meredupkan gelisah hatiku

Kecup kening, tanda sayangmu
Luruhkan segala egoku

# Renny Kusuma
# 31.3.18

Kumpulan Puisi Yuliza Yuna - NANTI



Dusta seorang ibu.


Melihat anak anak tumbuh membuatku ingat masa kecil. Saat ada orang tua temanku yang terang terangan didepan kami mengatakan bahwa ia sangat senang bila guru memukul anaknya jika mereka salah. Saat itu aku berfikir pasti temanku itu punya ibu tiri. Betapa mengerikannya itu. Namun setelah dewasa aku baru mengerti bahwa itu salah satu kebohongan seorang ibu. Seorang ibu takkan rela anaknya disakiti meski hanya seujung jari. Jadi bila ia mengatakan rela anaknya untuk disakiti itu artinya ia sangat percaya kepada orang yang menyakiti anaknya. Karena ia yakin dalam rasa sakit yang mereka terima pasti ada cinta yang besar didalamnya. Aku guru dan sering mendengar kebohongan manis para ibu ibu seperti itu. Dan mereka benar- benar seorang ibu, bukan monster seperti pemikiranku saat kecil dulu.





Nanti


Kau bilang lihat saja nanti.
Nanti...
Inikah nanti yang kau sebut itu?
Nanti mu ternyata tak sebentar kawan.
Menunggumu butuh hati yang sabar.
Setelah sekian lama di nantimu kita bisa bertemu.
Dan ini balasanmu?
Baru sejenak aku diam dan kau bilang aku sombong?
Kemana saja perhatianmu saat aku butuh didengar?
Argh, siapa sebenarnya yang sedang kau kasihani?
Aku atau dirimu sendiri?

Yuliza yuna
Medan. 5 april 2018



-------------------------


Anak-anak tak pernah salah.
orang sekitarnyalah yang membuat mereka berlaku salah.
Anak-anak tak pernah salah.
Mereka tak punya pilihan untuk lahir dari perut perempuan mana.
Bahkan anak-anak itu tak minta dilahirkan.
maka saat mereka lahir tak pantas untuk disia-siakan.

Yuliza yuna
Medan 4 april 2018





Add


Melihat permintaan pertemananmu di sini, aku hanya bisa tersenyum kawan.
Menurutku kau itu menakutkan.
Aku kenal kau seperti kau juga mengenalku. Yang aku tahu kau pejuang tangguh, bila kau menginginkan sesuatu kau tak bisa menahan egomu.
Aku takut bila kita kembali bertemu, kau akan jadikan aku targetmu seperti dulu.
Maaf, bila kau kecewa dengan sikapku, aku telah mempersiapkan diri untuk itu.
Bila sulit tuk membenciku, aku mohon lupakanlah aku.

Yuliza yuna
Medan 4 april 2018





Luka-luka ku


Aku tahu,tapi pura-pura tak tahu.
Aku sadar,namun memilih untuk tidak sadar. Bahwa terkadang luka-luka yang kurasakan bukan berasal dari musuh yang menghadangku,
tapi dari sahabat yang memelukku.

Yuliza yuna
Medan, 4 april 2018





Sukma, aku merayumu


Sukma, aku merayumu, bukan dengan bait-bait puisi yang teruntai indah.
Sukma, aku yang merayumu dengan lantunan ayat-ayat Al qur-an ku.
Sukma, aku merayumu tak lagi dengan lagu-lagu merdu bak buluh perindu seperti mau mu.
Sukma, aku akan merayumu dengan suara adzan yang kukumandangkan dengan lantang .
Sukma aku akan tetap merayumu.
Hingga rambut dikepalamu berubah warna abu-abu.

Yuliza yuna
Medan, 3 april 2018





Dia

Dia
Dia orang yang kukenal tak banyak bicara.
Dia yang pagi hingga malamnya dihabiskan tuk bekerja, memeras keringat, membanting tulang.
namun tak sekalipun ia lepas berdoa.
Pantaskah orang sepertinya kau sakiti?
Haruskah ia memeras hati?
Terluka.
Hatinya yang bening kini terluka.
Berdarah.
Sanggupkah kau melihatnya seperti itu?
Dimana nuranimu?
Dia bahkan tersungkur didepanmu memohon maaf atas segala yang...
Akh, kau juga tahu segala sesuatu yang bahkan tak pernah ia lakukan.
Demi apa?
Demi memuaskan keegoanmu.
Bedebah.
Apa gunanya ia mengalah pada ular sepertimu?
Bermuka dua tak tahu malu.

Yuliza yuna
Tanjungbalai. 2 april 2018





Diam


Aku bukan dia yang mampu bicara lantang di depanmu.
Aku itu gagu bila bicara padamu.
Aku juga bukan dia yang lincah dalam menyusun kata-kata.
Aku hanya diam dengan seribu makna.
Bicaraku tak sebanyak dia.
Aku hanya tahu satu-satu kata.
Aku bahkan bukan dia yang bisa tampil layaknya dua raga satu jiwa denganmu.
Kau juga tahu sosokku padamu itu sekedar bayang-bayang kala hari beranjak terang.
Pilihlah yang mana kau suka.
Meski aku atau pun dia takkan pernah sama.
Terserahmu memilih siapa.
Aku hanya ingin kau berani menerima kenyataan yang ada didepan mata.
Selama pilihanmu itu dia, kehilanganku pasti bisa kau terima dengan lapang dada.

Tanjungbalai, 29 maret 2018
Yuliza yuna





Liar


Malam ini aq meneguk racun, meski pahit namun ku berusaha tenang saat menyesapnya. Ya, ini salahku mempercayaimu.
Percaya bahwa setiap tetes racun yang kau beri padaku itu madu.
Akh, sudahlah.
Jangan lagi kau bermuram durja begitu.
Tak ada yang akan mempersalahkanmu.
Eh ya, masalahnya iya.
Ini bukan salahmu,tak ada yang patut disalahkan kecuali aku.
Jadi tak perlu kau berpura-pura begitu.
Seolah kaulah yang paling menyesali keputusanku.

Tanjungbalai, 29 maret 2018
Yuliza yuna





Kedua


Menjadi yang kedua, apa kau tahu rasanya?
Bukan hanya sekali.
Ini sudah tuk kesekian kali.
Menjadi yang kedua.
Bila ini tentang pilihan, kenapa harus yang kedua?
Terlalu tamakkah untukku menjadi yang pertama?

Tanjungbalai, 29 maret 2018
Yuliza yuna





Menang?


Ini tentang sebuah kebebasan.
Kebebasan akan kukungan aturan.
Ternyata ia hina dimata sang pemenang. Baginya itu hanyalah sebuah settingan yang ditutupi oleh kepura-puraan.
Sedangkan untukku yang haus akan kemenangan, ia hanyalah sang kijang.
Sang kijang yang bergerak jalang.
Yang kukira mampu untuk ku takhlukkan.

Tanjungbalai, 29 maret 2018
Yuliza yuna





Momen


Mengapa saat kau menangis air mataku yang jatuh?
Sembilu menyayat hati seolah tak ingin pergi.
Kau harus tanpak meyakinkan, kau harus tanpak tak berperasaan.
Tersenyum dengan kejam, tertawa tanpa beban.
Mengapa saat kau terluka hatiku lah yang merasakan sakitnya?
Terpuruk dalam gelapnya prasangka.
Perih saat cintamu hanyalah sebuah dosa untuknya.
Serupa jelanga yang berharap tanpak berkilau di langit nan gulita.

Yuliza yuna
Medan, 27 maret 2018




-Pukul anakku bu-


Pukul anakku bu...
Pukul ia sekeras yang kau mampu
Pukul anakku bu...
Tak usah kau meng indahkan diriku
Aku ibu nya memberi izin padamu
Biarlah temannya berfikir negatif terhadapku
Pukul anakku bu...
Satu langkah kakinya menghampirimu, ia ada dibawah kewenanganmu.
Pukul anakku bu...
Meski ucapanku cukup mengerikan ditelingamu.
Biarkan jiwa nya mendewasa dengan pukulan rotanmu.
Pukul anakku bu...
Dirumah aku takkan mampu melakukan itu.
Pukul anakku bu...
Biarlah aku yang membalut luka dikakinya dan meredakan luka dihatinya.
Kau juga seorang ibu, kau pasti tahu posisiku.
Aku seorang ibu dan aku percaya pada setiap sakit yang kau berikan itu ada cinta yang terselip untuk kebaikan anakku.

Tanjungbalai.
Yuliza yuna
10 april 2018





-Pelayan-


Tak apa bila kau menjadikan pelayanmu sebagai sahabatmu.
Tapi tidak sebaliknya.
Sahabat adalah seseorang yang berjalan tepat disampingmu untuk mensupport setiap langkahmu, bukan seseorang yang selalu ada untuk membantumu.
Bila kau berharap seperti itu, lebih baik kau tambah saja pelayan dirumahmu dan jadikan mereka sahabatmu, mungkin mereka lebih loyal terhadapmu.

Yuliza yuna
Tanjungbalai 10 april 2018





Pesan kematian


Hanya tubuh yang bergerak.
Seolah hidup dengan baik.
Seperti topeng yang menutupi jiwa yang sudah lama mati.
Membusuk oleh hinaan yang terus saja datang.

Lupa
Kapan terakhir kali merasa hidup.
Merasakan cinta dan perasaan yang mendalam.
Semua rasa telah mati untuk sekian lama.
Hingga tak ada lagi yang tersisa kecuali seonggok tubuh tanpa jiwa.

Yuliza yuna
Tanjunh balai.
10 april 2018





Lelah


Detik
Maafkan aku yang terluka.
Kesendirian telah membuatku cukup lelah.
Lelah untuk terus berpura-pura.
Hidup pura-pura seakan hidupku baik-baik saja.
Menit
Maafkan aku yang merasa tersakiti.
Dengan semua yang telah aku alami.
Perlakuan buruk dan terhina.
Aku benar-benar muak.
Jam
Maafkan aku yang ingin menyerah.
Seolah hari esok akan lebih buruk untukku.
Tak ada cerah ataupun melody yang indah.
Semua hanyalah mimpi buruk yang terus saja menghantuiku.
Hari
Maaf untuk setiap usaha yang terbuang percuma.
Setiap air mata yang menetes.
Aku tak sanggup bertahan.
Aku tersia-sia mengharap diampuni.
Bila pilihanku ini sulit tuk dipahami.

Yuliza yuna
11 april 2018.
Tanjung balai





Hey yah


Hey yah
Adakah yang akan mengingatku seperti aku mengingat setiap detik kesepianku?
Adakah, adakah, adakah yang seperti itu?
Hey yah
Adakah yang memanggilku bila ku berpaling?
Adakah yang akan terus menangis atas pilihanku?
Hey yah
Aku terbelenggu oleh kesendirian.
Tanpa ada satu tangan yang meraihku.
Tolonglah, maafkan aku yang merasa terpuruk.
Aku hanya lelah yang teramat dalam.

Yuliza yuna
11 april 2018
Tanjung balai





Pagi.


Pagi
Aku pergi
Sendiri
Membawa lelah hati
Aku akan segera dilupakan
Berubah jadi ingatan yang perlahan menghilang

Yuliza yuna
11 april 2018





-warning-


Hai kau!
Manusia dengan hari-hari penuh galau.
jangan lagi kau tulis sesuatu yang ada dihatimu disini.
Jangan!
Apa kau sudah yakin dengan tulisan yang kau tulis itu?
Apa kau yakin tak satupun yang mengenal tulisanmu itu?
Jangan!
Jangan sampai mereka membacanya dan berfikir kau sedang melakukan perbuatan hina.
Menghina dan mengorek luka mereka.
Diamlah dalam-dalam.
Berfikirlah dalam diam.
Disini tempat untuk merekatkan hubungan yang jauh.
Bukan sebaliknya.
Meretakkan hubungan yang seharusnya bisa terjalin erat didunia nyata.

Yuliza yuna
Medan,15 april 2018.





-sepi-


Kudekatkan telingaku ke bumi.
Berharap pasir membisikkan kabarmu hari ini.
Terakhir kita bertemu kau bilang aku tak lebih dari seorang pecundang.
baiklah, aku akui itu.
Saat itu aku merasa tanpamu pun aku masih bisa hidup.
Bagiku hidup cuma butuh makan, tak ada kamu takkan membuatku mati.
Tapi itu dulu sebelum hidupku seperti ini.
Sepi, tanpamu aku merasa sendiri.
Keberadaanmu kian berarti setelah kau beranjak pergi dan tak pernah kembali.

Yuliza yuna
Medan,15 april 2018





-Tertipu-


Menurutku salah satu kesalahan terbesar dalam hidup adalah mudah percaya pada orang yang bersikap baik.
Kekurangan yang sulit untuk dihilangkan adalah mudah simpati pada orang yang dekat dalam kehidupan.
Hingga terkadang membuatku demikian mudahnya dibodohi oleh orang-orang yang awalnya ku percaya.
Efeknya berulang kali aku terjerumus ke lembah kekecewaan,rasa sakit dihati hingga penyesalan yang berujung pada keterpurukan.
Namun anehnya setiap kali jatuh, setiap kali kecewa, setiap kali sakit hati, bahkan setiap kali menyesal dan terpuruk, aku bangkit dan melakukan hal yang sama juga berulang kali. Kata ibuku, "nak,keledai saja tidak jatuh dilubang yang sama untuk kedua kalinya,tapi lihat kau,kau jatuh berulang kali di lobang yang serupa".
aku hanya bisa terdiam.

Yuliza yuna
Medan, 13 april 2018





-Janji-


Mantra-mantra pengusir sepi.
Luka-luka yang tak kunjung terobati.
Dibalik suara-suara menarik simpati.
Ada perut kosong tak pernah penuh terisi.
Nanti, bila itu suatu hari.
Akan datang masa mu untuk pergi.
Pun untuk kembali.
Sesuai janji yang harus kau tepati.
Pada tanah yang kau tapaki.

Yuliza yuna
Medan,17 april 2018





-aku tak tahu-


Aku tak tahu.
Sebegitu menyenangkannya menari diatas penderitaan orang lain.
Aku tak tahu.
Sebegitu membahagiakannya mengolok-olok kekurangan orang lain.
Aku tak tahu.
Pantaskah mereka 'tuk diberi tahu.

Yuliza yuna
Medan. 17 april 2018




-balada senyap-


Diam
Bisu
Diam-diam
Bisu-bisu bisu
Diam-diam diam bisu
Bisu-bisu bisu diam-diam
Lalu benci
Lalu benci sekali
Lalu benci-benci sekali
Lau benci hingga ke ulu hati
Mati-mati mati
Mati hingga berulang kali
Mati-mati tak kunjung berhenti.
Diam bisu benci lalu mati sendiri.

Yuliza yuna.
Medan,20 april 2018.





-Orang-orang biasa-


Belajarlah dari mereka.
Orang-orang biasa.
Orang-orang yang melakukan hal-hal yang sebenarnya cukup sederhana.
Namun tanpak luar biasa.
Bagi mereka yang mulai tertutup mata hatinya.
Tak lagi punya empati pada sesama.

Yuliza yuna
Medan 20 april 2018





-benci-


Pernahkah kau dipaksa mencintai hal yang sebenarnya kau benci?
Benci hingga berharap untuk lekas mati.
Itu yang kurasakan saat dipaksa untuk mencintainya.
Aku tak bisa, aku tak kuasa.
Aku lelah berpura-pura terbiasa.
Dengannya aku berharap tak bernyawa.

Yuliza yuna
Medan.20 april 2018




-bumi-

hei, bumi bangunlah sayang.
jangan merajuk, jangan marah.
bumi, terima saja nasibmu yang selalu di bully.
biarkan mereka tertawa.
mungkin mereka sedang lupa, dimana tempat kaki berpijak.
tetaplah memberi kebaikan, teruslah menebar kebahagiaan.
ya, seperti itu.
tersenyumlah yang manis.
semanis buah2 ranum yang selalu kau berikan.

Yuliza yunA
Medan 30 april 2018





-cintaku-


rasakan cintaku perlahan.
pelan-pelan diantara rimbunnya ilalang.
sedikit demi sedikit.
secuil demi secuil.
dari bongkahan cinta yang telah menjadi batu dan terlajur luluh lantak olehmu
mengecil sekecil batu kerikil.
kita sama-sama lapar dalam kebisuan.
sama-sama haus akan kasih dan sayang.
dalam cinta yang sedikit ini aku ingin berbagi denganmu.
meski cinta itu hanyalah ceceran yang tlah membatu.
namun aku masih ingin berbagi denganmu.
sedikit demi sedikit
satu demi satu.

Yuliza yuna
Medan,29 april 2018





-Tawar menawar-


Jangan kau ajari mamak-mamak ini menawar.
Tawar menawar makanan kami di pasar.
Tanpa menawar meja makan di rumah kami akan hambar.
Namun terkadang untuk makan tak cukup bermodal menawar.
Lebih baik kau ajari pedagang-pedagang kecil di pasar itu bersabar.
Karena mereka bukan lah saudagar, yang menjual barang bermodal besar.
Mereka jualan tak untung besar, itu masih sering ditawar.

Yuliza yuna
27 april 2018





-Salah Faham I-


Aku hanya bisa tertawa.
Saat kau salah faham akhirnya.
Memang aku seperti itu.
Ada untukmu saat hal-hal buruk terjadi padamu.
Saat yang lain mengabaikanmu bahkan tega meninggalkanmu.
Apakah aku tanpak seperti pembawa sial untukmu?
Apakah aku salah satu penyebab luka dan kegagalanmu?
Benar aku lebih perduli padamu di saat terburukmu.
Atau malah sebaliknya kau lah yang menyadari kehadiranku dalam hidupmu hanya pada saat terburuk dihidupmu.
Entahlah.

Yuliza yuna
Tanjungbalai,26 april 2018.




-Salah Faham II-


Apa yang kudapat dengan mendengarkan semua keluh kesahmu?
Apa benar seperti yang kau tuduhkan itu?
Kau tuduh aku tak menyukai keberhasilanmu?kau bilang aku hanya senang mendengar penderitaanmu?
Bahkan kau tega menuduhku berbahagia diatas penderitaanmu.
Akh, ternyata satu kesalah untukku menemanimu disaat tersulit dihidupmu dan menjauh dikala kau mendapatkan sesuatu.
Aku awalnya tak berniat menjadi malaikat untukmu, namun aku juga tak menyangka jika kau akhirnya membuatku tanpak seperti iblis terkutuk dimatamu.
Perjalanan kita masih panjang, sepanjang doaku untuk kebaikanmu.
Teruslah hidup dengan baik seperti keinginanmu, karena untuk perjalanan selanjutnya mungkin kau tak lagi menemukanku ada.

Yuliza Yuna
Tanjungbalai.26 april 2018






Tak pernah menyentuh dapur.


Kau tak tahu kesulitan bila bumbu-bumbu yang melonjak.
Kau tak tahu kesulitan bila ikan-ikan hanya tinggal anak-anak.
Kau tak tahu sayur mayur yang terhidang dimeja entah milik siapa.
Tak tahu bila beras tak lagi sering di tanak dan buah buahan jadi makanan langka diatas meja.
Kau tak kan tahu susu lebih mahal dari bedak dan gincu.
Tak tahu.
Kau tak tahu, andai kau tahu kau akan malu dengan ketidaktahuanmu.
Bangun dari mimpimu itu dan perbaiki ujaranmu.
Ujaranmu yang mengatakan takkan ada perubahan kepemimpinan yang mempengaruhi hidupmu.

Yuliza yuna
Medan, 24 april 2018





-Bila kau memberi-


Bila kau memberi.
Berilah dengan setulus hati.
Bukan sekedar ingin ber basa-basi yang akhirnya kau tagih kembali.
Bila kau memberi.
Berilah dari hasil jerih payahmu sendiri.
Bukan dengan mencuri, bukan pula dari hasil korupsi.
Bila kau memberi.
Niatkan baik didalam hati.
Bukan kau jadikan bukti bahwa kau telah memberi.
Bila kau memberi.
Jadikan ia tabungan diakhirat nanti.
Bukan berupa hutang budi yang tiap saat dapat kau ungkit lagi dari mereka yang terlanjur kau kasihani.
Dan bila kau memberi.
Tanamkan Ikhlas didalam hati.
Apa yang kau beri tak kau harap kembali.

Yuliza yuna.
Tembung,23 april 2018.





-malam gila-


Malam yang gila.
Gila segila-gilanya hingga aku ingin mati tertawa.
Penipu-penipu dan kejujuran didalamnya.
Disini kita butuh kejujuran dan komunikasi.
Ya, disini.
Bila tidak, yang jujur pun akan pindah haluan. Dimalam gila ini aku ingin berlari, menjauhi kegilaan-kegilaan malam ini.

Yuliza yuna
Medan,23 april 2018

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - WALAU MENANTI MIMPI


# WALAU MENANTI MIMPI #


Kan ku jalani jua sendiri,
Menepis sunyi sepi,
Merangkaikan kenangan abadi,
Menjalani sebuah takdir Illahi,
Yang tak kan dapat ku pungkiri
Akan diri nya dapay menemani sendirian ku ini di sini.

Ku tau akan tabir remang malam,
Dingin yang seakan menguliti,
Merobek gelora asmara terpendam,
Di rongga rongga ruang sudut hati,
Yang kurasa kian semangkin kelam,
Dalam menepis impian yang tak kan dapat ku miliki.

Entah apa lagi,
Yang bisa dapat ku beri,
Di dalam keikhlasan dan doa doa suci,
Bermohonkan mimpi bahagia yang masih ku nanti,
Untuk memanggil cinta mu bersamaku kembali,
Menemani air mata duka lara ku walau di malam ini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 06:04:2018





# TERPURUK DIATAS PUSARA #


Jauh sudah perjalanan,
Meniti perih getirnya kehidupan,
Menjadikan sebuah pengalaman,
Bayang perjuangan yang tak hilang di ingatan,
Di dalam menelusuri kenangan,
Suka duka gelora kerinduan.

Tak lelah ku mengukirkan syair cinta,
Menyapa semanis senyuman manja,
Sehangat pujuk rayu yang menggoda,
Bagai selembut helai benang benang sutra,
Untuk dapat menjemputnya hidup bersama,
Dalam menggapai indahnya arti bahagia.

Namun air mataku mengalirkan derita,
Impian bahagiaku pupus seketika,
Sirnakan hangatnya romantika cinta,
Di kala takdir Tuhan datang dan meminta,
Menjadikan ratapan perihku di atas pusara,
Yang bertaburkan bunga bunga dan doa doa.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 06:04:2018




# INDAHNYA CINTA #


Semelir sang bayu,
Remang sinar rembulan,
Bintang bintang yang merayu,
Beriku indahnya kemerlip di kejauhan,
Di saat aku bersamamu dalam cumbu,
Nikmati malam dengan penuh kemesraan.

Kian ku rasa bunga di hati,
Mekar bersemi penuh warna warni,
Harum aroma nan mewangi,
Membawaku terbang melambung tinggi,
Bersama cinta yang kian bersemi,
Di bawah sinar rembulan malam ini.

Gemuruh darah ku menggelegar,
Detak jantung di dada kian bergetar,
Di kala tubuh indahmu rebah bersandar,
Dengan tatapan mata yang terlihat membinar.

Geliat gelora ku membara,
Nafasku kian sesak di dada,
Tapi ku sadar akan arti cinta,
Bukan nafsu yang paling utama,
Tapi indahnya nikmat akan bahagia,
Cita cita cinta dan kasih sayang insan manusia.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 09:04:2018





# CINTA TERPENDAM #


Di pagi yang indah,
Mentari bersinar cerah,
Ku lihat kau gemulai melangkah,
Menyapa ku denga begitu ramah,
Membuat hati ku terpanah,
Panah cinta yang membikin ku gundah.

Ingin ku melangkah menghampiri,
Menyebar kata yang membara di hati,
Namun ragu menyelimuti,
Hilang akan kepercayaan di diri,
Dan aku tak tahu apa yang terjadi,
Walau rasa cinta di dada kian membebani.

Entah apa yang harus kulakukan,
Aku bingung di dalam kebimbangan,
Tapi haruskah ku bertahan,
Dari kebodohan yang kian dalam ku rasakan,
Di kala kau melangkah bersama manisnya senyuman,
Melintasi gelora cinta ku yang lama tersimpan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 08:04:2018





# KENANGAN INDAH SEMALAM #


Aku tak dapat melupakan,
Kenangan indah semalam,
Di kala hangatnya kemesraan,
Jiwa dan raga seakan tenggalam,
Di dalam luasnya lautan,
Yang begitu dalam untuk ku selam.

Kini langgkah kaki,
Angan di diri ini,
Menapak menuai rasa hati,
Yang luas tak bertepi,
Terbang tinggi tinggalkan bumi,
Dan aku berhenti bersama halusinasi.

Cerita semalam menjadi kerinduan,
Yang bergejolak di ingatan,
Membakar hasrat dan impian,
Menerobos sebuah kemampuan,
Dalam menelusuri kenangan,
Mengukir indahnya keharmonisan.

Ingin ku mengulang kembali,
Romantika cinta semalam,
Bersama diri mu di sini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 12:04:2018





# DIA #

Dia,
Dia yang ku puja,
Dia yang ku manja,
Dia yang ku cinta,
Sayangku hanya dia,
Yang ku jaga di segenap jiwa raga.

Dia,
Dia kini entah di mana,
Dia kini bagai sirna,
Dari pandangan mata,
Dari hidup yang ku rasa,
Tampa kabar dan berita.

Kini,
Tinggallah aku sendiri,
Menatap sepi,
Merenungi janji,
Bersama pedih perihnya hati,
Menanti indahnya mimpi mimpi ku kembali.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 21:04:2018

Sabtu, 24 Maret 2018

Kumpulan Puisi Ayun - SEKELOPAK RASA



Aku seperti selalu menantimu,
Tidak pernah jemu,
Takkan hilang rinduku,
Hanya kamu,
Kamu yang sering bermain dengan perasaanku..



-----------------------------------------------

Saat kedekatan kita tidak lagi membuat hatimu teduh, tidak lagi membuat jantungmu berdebar. Saat itulah kau berada di titik jauh yang tak sanggup untuk kutempuh.





TAKDIR TAK SEJALAN HARAPAN
Karya bersama Ayun
dan MS Sang Muham


Tapi selaras dengan itu aku sedih
tak kuasa mengucap suka pun duka
sebab ketika ku jelang rinduku
aku kecewa
kau cuma silluit hitam selintas malam
sepotong harapan bias
tertinggal sebait puisi.

Cinta tak pernah menyakitkan
hanya takdir yang tak sejalan dengan harapan
hingga akhirnya kita mencoba memaksakan
dan kemudian tersakiti sendirian

Kini ku sadari
cinta tak bisa ku rekayasa suka suka
sebab ia melambai sebagaimana adanya

#Belantaraibukota, Jumatpon, Maret 09-2018 = 07:07 wib




ENTAH MENGAPA
Karya bersama Ayun
dan MS Sang Muham


Ku renung suasana sepi
sepi lagi hati ku ini
entah mengapa ku pilih ke sini
damai ku cari entah
entah di mana.

Ku renung suasana sepi
hanya kelip-kelip yang memandang
suasana gelap gulita
mencantik kan cahayanya
namun tak terpandang oleh hati ku yang gundah ini.

Gila kah apa aku tuk.......
sempat jua ku ber puisi di situ.
merangkai kalimat jadi sinonim
mana yang diterangkan mana yang menerangkan
sungguh aku telah diambang batas

#Belantaraibukota, Rabulegi, Maret 07-2018 = 20:10 wib





ENTAH MENGEJAR SIAPA
Karya bersama Ayun
dan MS Sang Muham


Terlihat
Mentari semakin berpacu
Entah mengejar siapa
Terasa
Meski raga kuat
Namun
Pergegasan ini
Tak sanggup kukejar
Aku seperti main petak umpet
tapi bermain seorang diri
apakah aku gila

#Belantaraibukota, Rabulegi, Maret 07-2018 = 19:49 wib




TANPA ALASAN PASTI
Karya bersama Ayun dan
MS Sang Muham


Tidak pernah ada alasan yang lebih baik dari sebuah kepergian
Karena selangkah engkau menjauhiku maka itu berarti cinta tidak lebih dari sebuah kata yang tak berarti

Kesia-siaan demi kesia-siaan akan tergambar gambalng, meski telah kau putuskan untuk tetap berlalu. Sebab ujung semuanya adalah kekosongan jiwa raga.

Maka sesungguhnya jarak waktu dan ruang adalah sebuah ketidakberdayaan. Sebab akhirnya kita akan bertemu di batas penantian setiap insan. Disana tidak ada lagi hasrat, sebab semuanya telah berubah jadi hakekat menuju tarekat.

#Belantaraibukota, Minggupon, Maret 04-2018 = 12:12 wib





CINTA ABADI
Karya bersama Ayun dan
MS Sang Muham


Tak ada yang bisa dipelajari,
Disepanjang jalan yang ditumbuhi
Harapan namun penuh kesedihan.
Sebab apa yang membawamu kesini,
Semuanya telah pergi.

Mungkinkah aku akan
menemukan nya jauh lebih dekat ?
Meski Cinta tak begitu lekat.
Lalu entah bagaimana aku bisa
menghindarinya !?
Sedang aku tak pernah bisa
melupakan semuanya.

Mengapa tak bisa untuk menunggu.
Menunggu hari baik itu demi waktu.
Mengapa tak bisa untuk mencari.
Mencari jalan terbaik untuk berbagi.

Aku tahu,
Kita tak akan selalu berdiri di suatu tempat.
Dan kita pasti akan menuju ke suatu saat.
Namun itu untuk berpeluk erat,
Bukan saling mengumbar laknat.

Dan aku juga tahu,
Bahwa Cinta cukup sampai di sini.
Namun biarkan dia tetap abadi

Tak ada lagi yang bisa kumengerti, sebab karma telah jatuh. Kalimat berita pun telah terbaca, semuanya jadi sia sia belaka.
Tak ada penyesalan pun harapan. Segalanya telah gagal total.

Agar tak meninggalkan luka baru, ijinkanlah kubenahi diri, menyingkap rasa yang tak bisa ku pahami. Lalu aku pamit diri meninggalkan semua kenangan ini. Semogalah serupa pintamu, cinta ini abadi, selamanya serupa ini.

#Belantaraibukota, Minggupon, Maret 04-2018 = 11:51 wib

Kumpulan Puisi Reni Kusumaningrum - LURUHNYA RASA



# LURUHNYA RASA #
Karya: Renny Kusuma


Aku terhempas pada rasa dan gemuruhnya ego
Terdampar pada jurang yang terjal di kedalaman tanpa batas
Redupkan asa bahkan harap tanpa sisa
Dan mengabukannya pada sunyinya hampa

Mentari tak mampu menghangatkan
Rembulan tak sanggup menyinari
Hingga bintangpun sembunyi tak ingin jadi saksi

Dan aku
Terpaku pada sepi
08.03.18




JEMARI HATI
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Tersapa senyum meski mendung menjenguk pagi
Sentuhlah kenang dengan jemari hati

Jemari hati menari nari langgamkan diri
Jatuh terkulai asa di beranda sunyi

Beranda sunyi ditinggal pergi
Seorang diri terus menanti

Seorang diri penantian tiada henti
Senja menyapa hanyutkan nurani

Bersyukur berharap berpengharapan
Hidup ringan serahkan pada Tuhan

#Belantaibukota, Jumapahing, Maret 23-2018 = 07:47 wib





DI UJUNG SENJA
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Di ujung senja terlukis birunya hati
Teralun indah bagai sebuah melodi

Melodi sepi tembang hati nurani
Nyanyian diri di landa sunyi

Nyanyian hati ratap tangis seorang diri
Tersiksa bathin setelah kau pergi

Tersiksa bathin kau tinggal pergi
Tak tau salahnya diri

Jatuh cinta jangan gadaikan segala-galanya
Tinggalkan logika menyeimbangkan rasa

#Belantaraibukota, Jumatpahing, Maret 23-2018 = 07:27 wib




HIDUP ADALAH PILIHAN
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Bila jemari tlah saling genggam
Hatipun menjadi tentram

Bila hati adem ayem seia sekata
Nurani pun ikut berdendang riang gembira

Bila nurani berbunga bunga senantiasa
Hidup terasa serupa di Syurga

Tapi jika sebaliknya
Hidup didunia terasa hampa tak berguna

#Belantaraibukota, Jumatpahing, Maret 23-2018 = 05:55 wib



SECAWAN ASMARA
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Rinai hujan mengulum bumi
Tertera enggannya mentari ciumi pagi

Secawan asmara terjatuh di jiwa
Berbias luka pada dinding tanpa jeda

Di sudut ruang sisi hati
Ada asa yang mampu kau selami

Beranilah untuk mengakui
Agar rindu tak cuma pada jati diri

Bagaimana lagi mesti kututurkan kata
Begitu gamblang suara jiwa terbaca

Ulurkanlah tangan terbuka agar hati bicara
Rahasia hati terukir nyata di batas kata

#Belantaraibukota, Jumatkliwon, Maret 16-2018 = 11:41 wib





ETIKA BERTUTUR KATA
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Senyum termasuk ibadah kita
Silahturahmi lebih utama

Dalam bertutur terukir etika
Tuk membasuh silang kata

Entah bagaimana harus bertutur kata
Agar tercapai maksud di cita

Barangkali diam lebih bijaksana
Meluruskan kalimat pun suku kata

#Belantaraibukota, Rabupon, Maret 14-2018 = 19:39 wib




SIRAMI HATI
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Bangkit menyudahi asa
Sirami hati agar tak mati kata

Biarkan semburat senja menyapa
Hati bahagia penuh cinta

Indahnya berbagi suka duka
Emas dan perak apalah artinya

Mari bersama mengikat rasa bersaudara
Jarak dan waktu tak ada pengaruhnya

#Belantaraibukota, Rabupon, Maret 14-2018 = 10:44 wib



TERSURUT ASA DI TEPIAN RASA
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Pada dedaun yang gugur tlah tertanya
Tersurut asa ditepian rasa

Menanti asa pulang kembali
Sukma di jiwa telah pergi

Telah sempurna jelajah kota
Seluruh negeri telah di sapa

Pergimu tak meninggalkan berita
Kusudahi diri tak lagi bertanya

#Belantaraibukota, Seninlegi, Maret12-2018 = 15:35 wib





JIKA SESAL
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Jika sesal luruhkan kenang yang terbuang
Biarkan ikhlas genangi sanubari

Jika ego telah berkarat pada jiwa
Seuntai maaf tak kan mampu menyapa

Mungkin inilah jalan
kelok berliku turun mendaki sudahlah pasti
berilah kesempatan untuk terjadi
mungkin tak seindah pelangi
setidaknya hati tentram

#Belantaraibukota, Seninlegi, Maret12-2018 = 12:42 wib





APALAH DAYA
Karya bersama Reni Kusumaningrum dan
Ika Kartika dan MS Sang Muham


Langkah terayun berbeda arah
patahan rasa tertancap tegas
raga di bawa rentah kemana

Kekasih bukankah permulaan itu ada
ketika begitu berharap dengan sejuta pinta
hati lena dalam keheningan
kesepian nan memenjara sukma

Namun apalah daya di balik sejuta rencana
jika kata pisah telah memutus jua
kita menempuh jalan berbeda

#Belantaraibukota, Minggukliwon, Maret 11-2018 = 19:49 wib





TAK KAN ADA LUKA
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Tercampak rasa pada jiwa yang membisu
ingatan terpasung diantara kenang yang tergantung

Pada kecewa ku tertawa
takkan ada luka meski sayatannya nyata didada

Telah kutekadkan dalam sukma
kujadikan prasasti jangan terulang lagi

Kukubur segala resah dibalik sejuta cerita
semoga hati kembali terpatri

#Belantaraibukota, Minggukliwon, Maret 11-2018 = 20:10 wib




TEPIAN MEMORI
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Tertunduk dalam sepi
jadi simphoni tanpa elegi
campakkan rasa pada tepian memori
meluluhlantakkannya pada bilur tak bertepi

Tak perduli lagi pada diri
waktu bergerak lamban hampir mati
bakhtera jiwa ngambang kesana kemari

Entah sudah berapa lama disini
menata sepi jadi simphoni
semoga punya arti

#Belantaraibukota, Kamispahing, Maret 08-2018 = 19:49 wib

Kumpulan Puisi Lumbang KAyung - BILA DIA BUKAN UNTUK KU



# BILA DIA BUKAN UNTUK KU #

Tuhan,,,
Selama ini,
Aku ingin berlari,
Walau di jalan gelap,
Walau di jalan berliku,
Kadang kala aku tak perduli duri,
Tak perduli jurang yang menanti,
Aku hanya sekedar ingin menjauh,
Jauh tinggal rasa cinta,
Namun,,,
Semangkin aku berlari,
Rindu kian mendekati,
Rasa kian menyelimuti,
Hingga ku terpuruk,
Dan terperangkap dalam kehampaan.
Tuhan,,,
Aku cinta dia,
Namun bila dia tiada cinta untuk ku,
Berilah aku jalan,
Berilah aku rahmat dan kekuatan,
Aku juga ingin merasakan cinta,
Layaknya seperti cinta mereka.
Tuhan,,,
Aku sadar,
Selama ini aku salah,
Selama ini aku hanyut,
Bila memang dia bukan milikku,
Bimbinglah jalan ku,
Aku tak ingin larut di jalan kegelapan ini,
Jika itu hanya untuk sekedar,
Menghapus rasa cinta ku kepada dia,
Dia yang tak pernah merasa cinta kepada ku.

By : Lumbang KAyung
Asahan 11:03:2018





# RISAU SANG CAMAR #


Tiupan bayu sayub menggema,
Mengaung di lobang lobang bebukitan,
Sesekali terdengar suara rintihan,
Di antara gemersik rerimbunan bambu,
Kabarkan tentang suatu kegelisahan,
Risau sang camar di bebatuan karang.

Debur gelombang menepi ke pantai,
Lambaiyan niyur mengusik pandangan,
Ada asa luluh menatap langit,
Di kala mendung kian menyelimuti,
Selimuti lara hati di sanubari,
Derita sang camar yang tak kunjung henti.

Entah dimana hilangnya suara merdu,
Di saat gemuruh halilintan kian menyambar,
Gertakan langit yang seakan runtuh,
Menampar jiwa sang camar yang mulai kedinginan,
Dalam menatap hampa sebuah impian,
Impian yang jauh di seberang lautan.

By : LUmbang KAyung
Asahan : 09:03:2018





# TAK SEINDAH IMPIAN #


Kicau burung burung,
Nyanyikan nada ceria,
Ceritakan indahnya impian,
Iringi gemersik dedaunan,
Di kala sang bayu berhembus perlahan,
Hantar aroma harum bunga bunga,
Mengusik lamunan ku yang tak terhenti.

Ingin ku terbang melayang,
Mengukir awan awan,
Bercanda di warna warni pelangi,
Becerminkan bias cahaya telaga,
Yang menghantar bayang dia memanggil,
Dalam mengecap indahnya kebersamaan.

Namun mentari tak seindah pagi,
Pelangi tak mewujutkan diri,
Dalam menghiasi remang impian,
Yang kian kelam terabaikan,
Demi mengkir indahnya kerinduan cinta,
Ukirkan kerinduan yang tak kesampaian,
Bersama dia yang ku sayang.

By : LUmbang KAyung
Asahan 08:03:2018





# DIA YANG KU RINDU #

Tabir malam,
Ceritakan tentang bintang bintang,
Jangan hiraukan awan mendung,
Jangan biarkan hatinya kebasahan,
Dan aku tak ingin dia merasa ketakutan,
Akan getar gelegar halilintar,
Yang menyambar tak bertujuan.

Angin malam,
Nyanyikan simponi syahdu,
Tentang tawa canda,
Irama nada ceria,
Aku ingikan dia bahagia,
Dalam dendang gita cinta,
Bersama indahnya kerinduan ku ini.

Wahai angin dan tabir malam,
Belai lentik indah matanya,
Usap manja lembut bibirnya,
Beri dia mimpi yang terindah,
Bisikan bahwa aku selalu memuja,
Di dalam rindu dan doa,
Dalam suka dan duka ku,
Hanya untuk dia.

By : LUmbang KAyung
Asahan 07:03:2018