RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 31 Januari 2015

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - USAH MENANTI NANTI



# MALAM KIAN TEMARAM #

Surya kini telah tenggelam,
Burung2 tak lagi berkicau,
Sepi kini berteman kan Remang Malam,
Rembulan pun seakan tak ingin tau,
Bintang2 hilang di balik Temaram.

Kian Lelah kini ku rasa,
Menatap sepi yang tak jua berhenti,
Rasa nya ingin ku di belai Asmara,
Menghibur Hati yang hampir Mati,
Agar dapat ku rasa seberkas Cahaya,

Entah di mana kau Bidadari,
Ku ingin kau datang nenghampiri,
Menemani sepi ku di Malam ini,
Bangkitkan Gelora rasa ku kembali,
Agar ku dapat rasakan arti Hidup ini.

Belai lah diri ku ini Malam,
Tak ingin aku sendiri,
Larut di dalam Kelam,
Diam menghitung Hari2,
Mengenang semua Bayangan Masa Silam.

By : LUmbang KAyung (28:01:2015)





# USAH MENANTI NANTI #

Layang2 terbangnya tinggi,
Hinggab di Pucuk si Pohon Jati,
Tiada guna lagi untuk di sesali,
Jikalau semua sudah terjadi,
Benahi diri itu jawaban pasti.

Burung lepas dari ikatan,
Sampan tenggelam menempuh Lautan,
Hidup di Dunia jangan di paksakan,
Kalau lah memang sudah menjadi Suratan,
Kegagalan itu akan menjadi pelajaran.

Tinggi lah tinggi Pohon Kelapa,
Santan di peras ke dalam Belanga,
Walau berjauhan di pandangan Mata,
Bertemu juga bila tiba saat nya,
Jodoh Manusia di Tangan Tuhan yang Esa.

Mata terpejam berteman Mimpi,
Terbuka Mata bersama Mentari Pagi,
Hidub tak usah Menanti nanti,
Langkah di Dunia harus di jalani,
Sebelum Takdir memberi jawaban pasti.

By : LUmbang KAyung ( Asahan 27:01:2015)




# BA BA BI BI BU BU TA TA #


Langkah2 kecil menghampiri,
Datang mengusik kesendirian ini,
Dan Senyum Mungil pun menghiasi,
Jadi kan hari berhias warna Pelangi,
Hiasi Alam di Hati ini.

Terkadang rasanya bertanya,
Kala suara kecil menyapa,
Ba ba bi bi bu bu ta ta,
Senyuman ku pun tergoda,
Walau tak pernah tau apa maunya.

Tangan2 lembut pun memukuli,
Ke tubuh ini yang bagai tak merasa,
Dan pergi berlalu menjauhi,
Kemana langkah yang dia suka,

Berjalan dan kadang berlari.
Aku bagai menatap Purnama,
Kemilau Bintang indah mempesona,
Seorang Hawa Cantik Jelita tersenyum mesra,
Memeluk langkah si kecil yang tadi menggoda,
Dan aku pun terpuruk di dalam Lamunan yang Gila.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 31:01:2015)




# AKU YANG SALAH #


Terang saja ku kecewa,
Kamu mengobral kata,
Kepada siapa saja suka,
Mudah bilang Cinta,
Hingga kini aku masih tergoda.

Itu karena kamu baik,
Cantik,
Cerdik,
Menarik,
Jadi kan suasana asik.

Aku yang tergoda,
Mudah jatuh Cinta,
Yang bagai Buta,
Tak perduli kamu siapa,
Biarkan jiwa ini tersiksa,

Aku yang Salah,
Tak peduli Gelisah,
Hilang kata pepatah,
Dayung yang rapuh,
Jangan lah Berkayuh.

By # LUmbang KAyung (Asahan 31:01:2015)





# MENANTI SENJA #


Menanti datang nya Senja,
Panas Mentari kian menggila,
Lelah pun mulai menyiksa,
Membakar haus Dahaga,
Menatap langit ku hilang Tenaga.

Aku tak akan berhenti,
Tetab ku teruskan Langkah ini,
Hingga nanti senja kembali,
Akhiri cerita lelah ini,
Hingga nanti Pagi menagih Janji.

Senja tak juga menjelma,
Waktu terus berlalu,
Tak peduli lelah yang ku rasa,
Tak peduli disana dirinya menunggu,
Menunggu ku dengan segenab Cinta.

Senja mulai menampak kan diri,
Lelah ini masih menggerogoti,
Haus Dahaga kian menjadi jadi,
Hanya Senja yang kan memberi jawaban pasti,
Berakhir sudah pekerjaan yang melelah kan ini.

Bu : LUmbang KAyiung (Tanjung Balai 30:01:2015)





# DI TEPIAN DERMAGA #


Aku tak ingin mencari di penghujung Lautan,
Tak kan sampai mata memandang,
Hanyalah Lelah terbuai Harapan,
Angan terbang menanti kan kembali pulang,
Di Jiwa Rindu menatap Awan.

Jalan ku penuh Bebatuan,
Langkah ku menempuh Rerumputan,
Tiada yang bisa ku Sanjungkan,
Lautan bagi ku bagai tak bertuan,
Hanya menati ku dengan kekecewaan.

Tiada apa yang ku miliki,
Biar Mimpi2 menanti,
Aku hanya bisa menikmati,
Apa yang dapat menghiasi pandangan ini,
Hari ini dan juga Nanti.

Hanya ada Sebait kata,
Menempuh Lautan dan Luasnya Angkasa,
Hanya sekedar memberi Rasa,
Menghibur Sepi di Tepian Dermaga,
Menanti Senja bersama Risalah Jiwa.

By : LUmbang KAyung (Asahan 01:02:2015)





# RAJA ABDULAH 2 #

Aku hanya dapat ber Doa,
Untuk mu Sang Raja perkasa,
Yang rela untuk Rakyatnya,
Coba bersih kan Agama,
Yang bukan hanya cerita.

Aku hanya dapat terdiam,
Di Hati yang terdalam,
Walau tak terlihat lagi senyum,
Bagai Cerita di Masa Silam.
Aku terlalu Kagum.

Burung Hababil Berterbangan,
Memperjuang kan kebenaran,
Demi satu ke Muliaan,
Laksana Sang Pilihan,
Yang telah terlahirkan.

Terus kan langkah mu,
Hancurkan ke joliman itu,
Moga Allah SWT bersamamu,
Merestui Langkah mu,
Hingga tercapai kemuliaan Islam itu,
Dalam diam ku, untuk mu, di dalam Doa ku.

By : By LUmbang KAyung (Tanjung Balai 10:02:2015)





# BUNGA NAN MEWANGI #


Tak lelah ku langkah kan kaki ini,
Tak lelah Mata ini memandangi,
Ingin segera rasa nya ku temui,
Sekuntum Bunga Indah Harum nan mewangi,
Menghiasi Taman di Relung Hati.

Kadang aku berlari,
Terjatuh dan bangun kembali,
Namun aku tak perduli,
Walau Onak Duri telah melukai kaki ini,
Tertapi kini langkah ku ini terhenti.

Aku berdiri,
Menatapi Tebing yang curam dan tinggi,
Di sana terlihat Bunga indah harum nan mewangi,
Tumbuh mekar indah berseri,
Tetapi tak mungkin dapat ku miliki.

Aku tak dapat sesali diri,
Biar lelah ini telah menggerogoti,
Karena ku yakin esok pasti akan ku temui,
Walau tak seindah Bunga di tebing nan tinggi,
Namun harum nan mewangi di Taman Hati.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 10:02:2015)




# VALENTIN #

Terucap di dalam Batin,
Dan tak dapat ku tanggapin,
Selamat menanti Malam Valentin,
Sebelum Kawin,
Sampai menjadi Pengantin,
Walau Cinta si Miskin,
Amin,, Amin,,,Amin,.

By : LUmbang KAyung brsma Ahmed El Hasby (Tanjung Balai 14:02:2015)




# BA BA BI BI BU BU TA TA #


Langkah2 kecil menghampiri,
Datang mengusik kesendirian ini,
Dan Senyum Mungil pun menghiasi,
Jadi kan hari berhias warna Pelangi,
Hiasi Alam di Hati ini.

Terkadang rasanya bertanya,
Kala suara kecil menyapa,
Ba ba bi bi bu bu ta ta,
Senyuman ku pun tergoda,
Walau tak pernah tau apa maunya.

Tangan2 lembut pun memukuli,
Ke tubuh ini yang bagai tak merasa,
Dan pergi berlalu menjauhi,
Kemana langkah yang dia suka,
Berjalan dan kadang berlari.

Aku bagai menatap Purnama,
Kemilau Bintang indah mempesona,
Seorang Hawa Cantik Jelita tersenyum mesra,
Memeluk langkah si kecil yang tadi menggoda,
Dan aku pun terpuruk di dalam Lamunan yang Gila.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 31:01:2015)





# AKU YANG SALAH #


Terang saja ku kecewa,
Kamu mengobral kata,
Kepada siapa saja suka,
Mudah bilang Cinta,
Hingga kini aku masih tergoda.

Itu karena kamu baik,
Cantik,
Cerdik,
Menarik,
Jadi kan suasana asik.

Aku yang tergoda,
Mudah jatuh Cinta,
Yang bagai Buta,
Tak perduli kamu siapa,
Biarkan jiwa ini tersiksa,

Aku yang Salah,
Tak peduli Gelisah,
Hilang kata pepatah,
Dayung yang rapuh,
Jangan lah Berkayuh.

By # LUmbang KAyung (Asahan 31:01:2015)





# SELAMAT JALAN SAYANG #


Ketika diri mu di sini,
Tiada Sepi menemani,
Dan ketika diri mu pergi,
Ke kecewaan datang menghampiri,
Semua itu tak dapat ku pungkiri.

Entah bagai mana ku rasa,
Hilang Rupa Angan menggoda,
Rindu yang Bergelora,
Walau berpisah sesaat saja,
Menanti kita dapat kembali berjumpa.

Cinta ku ini bertepuk sebelah Tangan,
Menanti secerca Harapan,
Namun tak jua ku temukan,
Cinta nya yang telah lama ku dambakan,
Dalam merajut Kebahagiaan.

Namun kini engkau telah pergi,
Tak mungkin kembali lagi,
Menemani ku disini,
Bersama Cinta mu yang lama ku nanti,
Dan mengapa kini,
Hanya Tubuh Kaku mu yang dapat ku pandangi.
Sebelum Cinta Suci ku ini Bersemi.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 17:02:2015)





# TAK DAPAT DI LUPAKAN #


Bertabur Bayang2 Rindu,
Membara di dalam Kalbu,
Namun aku tertipu,
Bayang Rindu menjadi Semu,
Yang kini menjadi Luka Lara ku.

Semua telah terjadi,
Aku tak dapat Menyesali,
Kesetiaan yang tiada arti,
Ketulusan menjadi Sesalan diri,
Bagai Mimpi di Siang Hari.

Namun ku tau Gunung tinggi tak dapat ku daki,
Lautan luas tak mungkin dapat ku Renangi,
Dan indahnya warna warni Pelangi,
Tak kan bisa menjadi Permadani,
Terpijak Langkah Kaki yang Berlumpur ini
.
Tiada guna aku menyesali,
Hanya Cangkul ini yang setia menemani,
Dan tak mungkin lagi dirinya di sini,
Di antara Burung2 dan Rumpun2 Padi,
Bersama Sepotong Ketela dan Segelas Kopi,
Yang kini menjadi Lamunan ku di kala Sepi.

By : LUmbang KAyung ( Tanjung Balai 16:02:2015)





# AKU HANYA MANUSIA BIASA #


Aku Sering terjatuh,
Aku terkadang mengeluh,
Tapi Jiwa ku tak Rapuh,
Tubuh ku tak Lumpuh,
Perjalanan Hidup ini harus ku tempuh.

Terkadang ada Rasa,
Terkadang ada Kecewa,
Hati yang terluka,
Jiwa yang Merana,
Terdiam di dalam Seribu Cerita.

Kala ke Egoan ini Menyelimuti,
Kemarahan Hati menjadi jadi,
Teriakan Murka pun melampaui,
Melebihi kemampuan yang di miliki,
dan tak tau apa yang akan terjadi.

Hilab ini selalu meraba,
Dosa tak kan pernah terkira,
Kepada sesama Manusia,
Kepada Tuhan Yang Maha Penguasa,
Namun ku Selalu Memanjatkan Doa,
Hidup dan Mati ku menjadi Jalan menuju Shorga.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 18:02:2015)




# SYAIR MU DI HATI KU #


Syair mu menggoda Jiwa,
Ketika Senja malam Menjelma,
Menemani Asa yang hampir Sirna,
Cerita kan tentang indah nya Purnama,
Membias Cahaya di atas Telaga.

Ku coba untuk merenungi,
Setiab kata yang mengusik Hati,
Atau sekedar menemani Mimpi2,
Sebelum Mentari manjakan Pagi,
Terangi langkah pencarian Cinta Suci ini.

Syair mu bunga di Taman,
Mekar Mewangi indah menawan,
Memikat Jiwa yang dalam ke Gersangan,
Mengundang datang nya mendung harapan,
Namun jauh dari pandangan.

Syair mu mengusik Jiwa,
Syair mu seindah Bunga Nirwana,
Berhias Cahaya sinaran Purnama,
Nyanyian Cinta di tepi Telaga,
Walau jauh di Mata namun penuh Pesona.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 20:02:2015)





# SELAYANG PANDANG #

Layang2 Selayang pandang,
Tinggi di Awan jadi terkenang,
Putus Benang Rasa terbayang,
Hinggab kepangkuan semangkin di Sayang,
Di bawa pulang sambil berdendang.

Ombak menepi menuju pantai,
Angin berhembus Niyur melambai,
Jikala hasrat tidak lah sampai,
Mata memandang Tangan tergapai,
Adakah kah maksut dapat tercapai.

Burung bermain Dahan ke Dahan,
Nyanyian Anak di dalam Lamunan,
Biar sendiri di dalam kesunyian,
Usah bersedih tinggalkan Tangisan,
Supaya Hati tidak tenggelam di dalam Perasaan.

Embun menetes ke Air Telaga,
Angsa berenang bersama Anaknya,
Jikala Kesal tiada hentinya,
Sabar kan kemarahan di dalam Dada,
Sehingga Benci menjadi Cinta.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 21:02:2015)



# KU INGIN BERSAMA TENTANG MU #


Di dalam lembaran helai Buku,
Ingin ku tulis Bait2 tentang diri mu,
Tapi aku merasa Malu,
Ini hanya cerita Semu,
Di dalam Fb ku.

Tiada sesiapa yang inginkan,
Sendiri dalam lamunan,
Terdiam tampa jawaban,
Menatab kosong Awan2,
Menanti Mimpi jadi kenyataan.

Andai kau Rembulan,
Terangilah kegelapan,
Biar aku dapat berjalan,
Di antara Rerumputan,
Langkah ini dalam menuju tujuan.

Ku tak ingin Sendiri,
Ku tak ingin berteman Sepi,
Biar gelab Malam ku Renungi,
Biar Angan ini tersakiti,
Aku hanya ingin kau dapat menemani,
Walau tak kan mungkin dapat ku Miliki.

By : LUmbang KAyung (Asahan 25:02:2015)





# LAMUNAN #


Sayub2 Suara menyapa,
Terbawa Angin yang berlalu,
Aku pun seakan terkesima,
Terbawa Kenangan masa lalu,
Di saat Pesona Cinta mu menyapa.

Ku pejam kan Mata ini,
Seakan diri mu menemani ku di sini,
Seketika Angan ini pun Merenangi,
Di dalam kepingan Hati,
Yang Indah dan Mewangi.

Aku larut dalam Lamunan,
Aku larut di dalam Perasaan,
Hanya sebuah Impian,
Menemani kesendirian,
Dan tenggelam di dalam Angan2.

Tak ingin ku membuka Mata ini,
Aku tak Ingin Lamunan ini pergi,
Biar Alam yang menemani,
Biar kan Diri mu bersama Lamunan ku ini,
Hingga nanti aku terlelah sendiri.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 23:02:2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar