RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Rabu, 07 Mei 2014

Kumpulan Puisi Drs. Mustahari Sembiring - TAULADI SIKAP MENTARI


MEMBINGKAI MAGNA DALAM PIGURA HITAM
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Aku tak memintamu alirkan air mata
apalagi harus meremas duka
atas jarak yang membentang antara kita
sebab semua atas pesanananmu
dan aba aba telah kusingkap sebelum itu
maka tak ada alasan menyesali peristiwa itu

Bingkai magna ini dalam pigura hitam
kelak jangan lalai menjaga kata
menata sikap semestinya

Meski dari jauh tetap kulantunkan doaku
selamat dunia akhirat tercapai tujuanmu
‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Sabtu,03/05/2014=08:00wib




INGAT; JANGAN SALAH JALAN LAGI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Maapkan aku terburu-buru,
kukemasi diri sambut siang menanti
kali ini mungkin tertinggal sedih
dilembaran nurani tanpa sugesti
jika kau kira aku akan kembali lagi, itu hal tak pasti
aku lebih suka pergi , bawa luka dihati

Tiap peristiwa bawa hikmah tersendiri,
temukan lalu dikaji
sepenggal history ukiran nyata dihidup ini
masakah cuma pelengkap penderita saja
hidup memang penuh rahasia dibalik rahasia
seringkali dikunci dengan sandi

Jalan belum habis teruslah melangkah pasti,
ingat; jangan salah jalan lagi

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Jumat,02/05/2014=22:22wib




MENGAPA DIBUANG PERCUMA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.

Saat saat seperti ini,
ruang ruang dikalbu sunyi tak berpenghuni
seperti ditinggal mati
hampa terentang memanjang meregang waktu
kata terangkai kalimat terbingkai adalah mantera
demi kebaikan dan kelanjutan masa depan jua
mengapa dibuang tak berharga ?

Menuntun jalanmu kealur semestinya bukan usaha biasa,
meski berbumbu duka tapi pasti berbuah suka
tak kupetik keuntungan disana,
bahkan seringkali kupanen sengsara
Kuturuti maumu meski kutau sumpahmu palsu
bukan kerna dunguku tapi semata karena suara jiwa
tak rela jalanmu menuju binasa berujung penyesalan tak guna
tapi mengapa terus berdusta bahkan menganggabku seteru pula ?

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Jumat,02/05/2014=17:37wib






TAULADI SIKAP MENTARI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Jangan hanyutkan diri dialur tak pasti,
apalagi cuma menafsirkan mimpi
berjalan dalam gulita tak berpelita,
sama juga mencelakakan jiwa
dengarkan nasihat alam,
tauladani sikap mentari

Sepadan sikap dan kata adalah tanda dewasa,
jika terlalu banyak bersandiwara kesankan purapura
lahirkan batas suka dan tak suka
mengapa tak renungkan saja tiap nuansa
bukankah kita berdiri dijengkal bumi yang sama
duka suka lara nestapa sama dirasa

Banyak jawaban bisa kita dapatkan dalam diam perenungan,
menahan diri atau bertindak sesuka hati adalah hak pribadi,
asal ingat : tiap insan berhak juga memiliki tiap porsi
mulailah mawas diri

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Jumat,02/05/2014=16:46wib




MAJU KENA MUNDUR BENCANA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Aku pernah mengucapkan kalimat bersyarat,
berharap kau memahami magna tersirat
menangkap butir butir larangan pada tujuannya,
jangan sesekali melanggar kodrat,
sebab berdampak nyata pada cakra kubawa,
pada akhirnya menyengsarakan kita

Sayangnya kalimatku tak bertunas,
bahkan mandul pada hakekatnya
terbuang sia sia percuma
aku kecewa

Sekarang aku kehilangan rasa dan hampa,
tak tau harus bagaimana,
maju kena mundur bencana

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Jumat,02/05/2014=11:11wib






BUYAR DILANGIT PENUH TANDA TANYA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Aku terjebak dilingkaran iba,
terpenjara janji hayal semata
rebah dipangkuan waktu
berlama lama disana
lalu pulas
bertamu ke alam tanpa batas

Aku lumpuh tak berdaya
melata lata didalam sangkar
hingga kutemukan nyataku tertinggal jauh
celakanya setiap lambaianku hampa
buyar dilangit penuh tanda tanya
tak pernah bertemu jawabnya

Aku sudah lelah kehabisan daya
setengah rela kutelan juga pahitnya realita

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Jumat,02/05/2014=08:00wib




BATHINKU BUTA AKU MATI RASA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Ketika mataku terbuka langit cerah ceria
aku tak mampu melihat welas asih MU
semangat baru KAU jelmakan pada hijau dedaunan,
pantang menyerah KAU prosakan pada tarian ombak
tauladan kesetiaan KAU percayakan pada sang mentari
rahasia kehidupan KAU sembunyikan ditirai malam
indahnya kebhinekaan KAU ukir pada pelangi
semangat kebersamaan KAU dramakan pada koloni semut hitam
tiap sendi kehidupan telah KAU nyatakan dihamparan bumiku,
tapi bathinku buta tak mampu melihat hakekatnya,
aku mati rasa tak mampu mensyukurinya

Ketika selembar daun menguning luruh kebumi, aku tersadar
segala sesuatunya pasti berujung, begitupun aku

Duh Gusti Pangeran Welas Asih,jangan hitung hitam putihku
ampuni keegoanku tahirkan dosaku layakkan kumenjadi warga syurgaMU

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Minggu,04/05/2014=08:08wib




KUCEMASKAN KAU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Kucemaskan kau siang malam,
diam diam dibalik fakta mataku berkaca-kaca
berharap kakimu jangan tersandung problema
terbayang hijaumu ranum rawan tipu daya
nyatanya cuma kau tanggapi selintas berita
aku pun diam menahan kecewa

Kucemaskan kau pagi petang
tersipu kubaca sandiwara sebabak lelakonmu
masih seputaran jurus awal pencak silat dunia biru
untuk apa semua itu

Kecemasanku adalah lukisan masa depanmu
masakah kau biarkan tertutup sarang laba-laba
cuma lantaran kepuasan sesaat rusak susu sebelanga

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku, Minggu,04/05/2014=14:54 wib




BERGEGAS KEMASI SANUBARI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Inilah kesalahanku,
menyunting harap dikelapa muda
mimpi bertunas nyiurkan negeriku
harap harap cemas meniti buih
tenggelam dalam kelubuk tak berdasar
pulang malu bertahan pilu

Belajar dari kesalahan itu,
kugantungkan harap pada Sumber Segala Sumber
bagianku menanam diladang terhidang
meyakini mukjijat masih nyata terlihat
meski kujatuh dan terjatuh tapi kubangkit
pasrah berpengharapan indah pada waktunya

Mari selidiki bilik nurani pribadi demi pribadi
segeralah bergegas kemasi sanubari
jati diri insani bertindak dengan hati nurani
‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Sabtu,03/05/2014=21:41wib





MILIK DUNIA KEMBALI KEDUNIA, KITA WARGA SYURGA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Inilah hukum dunia,
ketika fakta terhidang apa adanya,dinilai biasa
pribadi sederhana tampil tanpa gaya, dibilang ndesa
memandang lurus kedepan tanpa fatamorgana, dikata cari muka
jalani hidup layaknya manusia,dicap manusia purba
tidak sejalan gaya dunia, dikira gila
berani suarakan kebenaran,dikucilkan hidupnya
apalagi jika berbuat seturut FirmanNYA, bisa celaka
perlukah menghalalkan segala cara mencari jabatan dunia fana ?

Kita bukan dari dunia, sesungguhnya warga Syurga
kampung asal manusia adalah Syurga Nirwana
buah larangan dipetik leluhur, terusirlah dari sana
dunia tempat menjalani hukuman dosa awal
dunia tempat pembuangan leluhur turun ke kita
dunia maha panggung berseteru manusia dan angkara murka
milik dunia kembali kedunia
masih perlukah membabi buta mengumpulkan asesoris dunia ?

Duh Gusti Pangeran Welas Asih, ampunilah nafsu kedagingan kami
mampukan layakkan kami tetap menjadi warga Syurgawi

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku, Sabtu,03/05/2014=20:20wib




PELENGKAP PENDERITA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Aku tercecer dilintasan hilir mudikmu,
terbiarkan begitu saja,
kau bahkan tak merasa ada yang hilang,
sejak awal rupanya tak masuk hitungan,
serupa pelengkap penderita,
hanyut tak ditolong hilang tak dicari

Padahal aku datang membawa pesanan nuranimu,
meski kubungkus seadanya tanpa pita,
kujamin murni tidak kutambah kurangi
tak sempat kuserah terimakan
sudah kau tolak sejak masih dipengantaran
kemana harus kukembalikan ?

Kubawa kemana mana hingga aku lupa awal akhirnya
bagaimana kelak kujelaskan andai waktu mempertemukan kita
meski kau tolak sejak mula tapi hidupmu hampa tanpanya

‪#‎Belantara‬ Batavia, Selasa,06/05/2014=14:14wib





PERTEMUAN DAN BUAH LARANGAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Tentang pertemuan,
kita berjumpa setelah kau makan buah larangan,
terjebak diarus pergaulan pesonamu layu,
disisi lain kebutuhan memaksa diri,
dengan canggung kau penuhi juga undangan itu,
merentas malu menjemput jelaga,
kini kau telah kehilangan segalanya

Saat pertama bersua beku wajahmu tersipu,
kau berani beranikan membuka kata,
tak satu pun punya magna, penuh sandiwara
kupunguti kutata satu demi satu jiwamu nan cerai berai
kukembalikan percaya dirimu,
tetaplah jadi mawar meski dalam jambangan

Seiring waktu sayapmu bertumbuh penuh,
sayangnya kau terbang cuma mengikuti ajakan naluri,
menggadaikan harga diri tidak pada tempatnya lagi
maafkan aku tak sanggub mengikuti jejakmu

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Kamis,01/05/2014=08:20wib





PENCERAHAN DIBALIK RAHASIA KEHIDUPAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.
( Kudedikasikan buat adikku Ninditha Maharditya Prameswari )

Tutur bathin kau untai dalam rajutan kata-kata bersayap,
sebuah perih sayatan sembilu
kau alami jalani saat ini satu babak adegan kehidupan
telah diskenariokan jauh sebelum kau dihadirkan didunia

Peristiwa ini bukan sebuah kebetulan
haqqulyakin Sang Dalang merancangnya dengan maksud tertentu,
pasti DIA merancangkan indah bagi individu umatnya
Tidak mungkin DIA merancangkan buruk
umat yang diciptakanNYA dengan TanganNYA sendiri

Seturut keyakinan itu,
ada tujuan tertentu ingin disampaikan
melalui adegan satu babak ini,
tujuan itu pastilah baik,bermanfaat dan indah

Agar jangan keliru arah tanyakanlah kepada SANG DALANG,
maksud dan tujuan adegan ini
Tanyalah padaNYA dalam diam tafekurmu,
kirimkan tanyamu melalui sungai air mata yang mengalir dari kedua netramu,. tanyalah padanya saat tahajud malammu

Semoga kau diberi pencerahan seperti juga senior seniormu
Ini anak kunci ajaib harus kau bawa dan pakai
membuka segala macam kunci gembok persoalan hidup ini

‪#‎Pondok bambu istanaku,Rabu,07/05/2014=10:40wib — bersama Ninditha Maharditya Prameswari.




SANDIWARAMU WATAK TAK CELA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.

Kau rancang gelisah diujung senyum palsumu,
berbagai daftar kebutuhan turut pula tersaji,
dengan suara setengah tak berdaya kau menghiba
layaknya sudah tak bisa apa-apa,
sempurna, sandiwaramu watak tak cela
luar biasa , kau perankan insan sejinak burung gereja

Pahitnya kenyataan hidup menyeret langkahmu berujung keliru,
tiap insan kau pandang sama, siapapun dia
bibit dusta telah merimba ditiap inci hatimu,
bahkan mengalir keseluruh tubuh legamkan raga
senaif itukah kita hadapi permainan dunia
rasanya masih ada insan berhati mulya patut dipercaya

Pada catatan perjalananku menyusuri rimba malam
tak pernah kumau terseret kelembah tipu daya bersandiwara
meski yang kutemukan jiwa culas tipu tipu munafik pula

‪#‎Belantara batavia, Selasa , 06/05/2014=18:18wib






BERKAT ATAU BENCANA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.

Sebuah tantangan ditawarkan,
kau jemput dengan antusias
sepertinya impas
pucuk dicinta pekerjaan pun ada
bangga terhindar dari malu muka
selepas bertekun dimeja kini didunia hura hura
berkat atau bencana ?

Sah saja sebab ini hak pribadi manusia,
menata masa depan berupaya sekuat daya
sayangnya perananku sama sekali tak kau tanya
untuk apa aku ada kau tempatkan diberanda muka
nyatanya aku tak tau apa-apa
lalu untuk apa ?

Menghapus tulisan pinsil warna memang tak mudah
tapi jauh lebih sulit menghapus nostalgia ditulis dengan tinta
maapkan aku melakukannya !!

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku, Jumat, 09/05/2014 =08:00wib





RIWAYAT BENANG KUSUT
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Tolong bantu aku menuntaskan riwayat,
supaya ikhlas hidup kucatat,
dan satu lagi rela anumerta sebelum kuwafat
diamkan saja sambil berhanyut-hanyut dengan waktu,
atau intrupsi menyalahi tradisi dan dijadikan biang keladi
atau satu lagi, meski takkan kupilih, ikuti lagu zamannhya

Tolong bantu aku menata pengabdian,
jika sepanjang jalan dipasang hambatan
meng- inkrahkan putusan tanpa pengadilan

Tolong catat riwayatku, aneh tapi nyata
tak satupun benang kusut tapi karierku nyangkut
semua jalan dibuntukan, padahal itulah penggenapanku kelak

‪#‎Belantara‬ Batavia,Kamis,08/05/2014=00:20 wib





SUARA SUMBANG PECUNDANG
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Aku kembali merayapi kubangan ibukota,
tertawa-tawa bersama srigala
semeja penuh tersaji jelaga
menyantap bangkai tersisa
aku merasa dahaga dan dahaga
berkejaran dengan noda

Mabukku luar biasa
tak bisa lagi kubedakan warna
dan aku ikut saja, terhanyutlah jiwa
sekujur tubuhku penuh luka
aku mati rasa

Disudut lain aku melihat diriku tak berdaya
serupa kerbau dicucuk hidungnya
aku geram melihat wajahku senaif itu
entah kapan bisa kutebus rasa malu
sebelum aku jadi batu

‪#‎Belantara‬ Batavia, Kamis,08/05/2014=21:21 wib




MELUNASI RASA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Aku takkan pernah lupa peristiwa itu,
ketika niat dihadang dengan amarah
sama-sama kita panaskan udara pagi itu
hingga meleleh air mata
dan sejak itu hujan terus berkepanjangan
meluapkan endapan emosi dari bilik hati
tapi kita tetap tidak mau nenyadari perangkap illusi ini
hingga kehabisan daya dipojok usia

Sekarang jarak telah mencerai beraikan bahasa
ketika penyesalan silih berganti berkunjung didada
telah kusia siakan waktuku cuma untuk menumpuk dosa

Ijinkan kuhaturkan permohonan maaf lintasi samudra
moga rongga udara masih bersahabat dengan kita
menyisakan waktu untuk bisa melunasi rasa

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku, Minggu,11/05/2014=08:28wib




SEJAHTERAKAN LANGIT DAN BUMI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.

Pada jarak tak terukur,
tak mampu kuraih magna pesanan jiwa
bergelantungan berita sepanjang perjalanan takdir
kapan waktunya pun tak ada isyarat pasti
namun sesuatu mesti terjadi
tinggal tunggu hari

Kusiapkan jiwa raga agar roh mengikutinya
seteru kita bukan cuma manusia
bahkan pemimpin angkara murka turun sendiri nantinya
ketika genderang suci dibunyikan tiga kali
seluruh bangsa bangsa merundukkan kepala
kitalah pemimpinnya

Persiapkan jalan bagi sang Satria Piningit
sejahterakan langit dan bumi sejalan pasti
tak habis harta pusaka jika dibuka satu gudang saja
kepastian ini tunggu harinya

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku, Sabtu, 10/05/2014=14:14 wib




RINDUKU PADA EMAK
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Ini rindu serindu rindunya
menggumpal kata-kata didada tak mampu kucerna
dalam tatap sejuta bayang bayang
tinggalkan kenangan mengalir dipembuluh darah
akhirnya pecah dipelupuk mata
rinduku padamu emak
terlukis dibutiran bening air mataku

Ini rindu serindu rindunya
menyeruak berlaksa laksa kata dipenghujung tiap kenangan
belum sempat kubayar lelahmu emak
bertelanjang kaki kau antarkan menantang ibukota
doa tulusmu menjelmakan aku prajujrit bhayangkara

Dipundakku ada pangkat didadaku ada kebanggaan
tapi rindu ini kuantarkan kemana emak ?

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku, Sabtu,10/05/2014=09:09 wib



BERTUTUR DALAM SIKAP DAN TATA LAKU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Hari ini babak baru dimulai
tanyakan pada diri yakini yang dijalani
sejauhmana ikhlas aminkan tiap kenyataan
tentang rasa, asa bahkan peruntungan keseharian
saat temali kalbu terpaut dijanji terucap
sanggubkah tetap tak goyah meski badai melanda
bahkan ketika sengketa lahirkan murka
sejujur apa menghidangkan fakta

Jangan janjikan diluar batas kemampuan
apalagi mimpi bertaburan bunga tanpa nyata
mari bertutur dalam sikap dan tata laku semestinya
ungkapkan rasa dengan perhatian, ikhlas dan tenggang rasa
bahkan dengan diam tanpa kata cukup bahasa tubuh saja

Apa yang dikejar hingga harus menggadaikan harga diri
asesoris dunia cuma gemerlap sementara
kita tinggalkan pasti jika saatnya tiba

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku, Jumat, 09/05/2014=20:40 wib





JANGAN INGKARI SUARA HATI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Ini untukmu,
terlalu renta raga napaktilas jejak sukma
berpacu gemuruh didada
nyeri bergulung gulung di ulu hati
saat terhidang sengketa
luluh lantak benteng hati luka abadi
terus lekat di diri seperti bayangan sendiri
adilkah ini ?

Kusuarakan kata hati termurni,
kuberikan terbaik kumiliki meski tak berarti
tapi setidaknya kejujuran kujaga tetap bentengi diri
seringkali pahit tersaji, tapi kupastikan itulah hakiki
jangan gadaikan harga diri apalagi ingkari suara hati
sepanjang hayat kan disesali
saat senja usia hampiri diri

Ini untukmu, kukatakan disela waktu tersisa
pembuktian selanjutnya kelak saat semua nyata

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku, Jumat, 09/05/2014=18:28wib





AMANAT ILLAHI DILIDAHMU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.
( Kudedikasikan untuk MARSELAYANG SELALUSETIA )


Mendung dipelupuk mata kini kelabu
langit tak mampu menghalangi alirannya
akhirnya bening bening air mata luruh didada
tak berawal tak berakhir semua tiba-tiba

Kau antarkan kehalte paling akhir perjalanan insani
sepanjang jalan celotehmu tuturkan wasiat
bahkan riwayatku telah kau persiapkan kata penutupnya
sungguh luar biasa cara Gusti Pangeran menyampaikan amanat Nya
dalam ke Maha Kuasaanya melalui apapun bisa
kini dititipkan Nya dilidahmu, sungguh sarat magna .

Aku bahagia, aku beruntung
kalimat kesimpulanmu adalah suara jiwa kuikrarkan sejak lama,
seringkali kuselipkan dibalik kata bersayap sebuah karya.

Bagianku menyemai,
selebihnya terserah pada Penciptanya.
terima kasih tetaplah pelihara lidah bijak itu

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Jumat,09/05/2014=16:16wib

Tidak ada komentar:

Posting Komentar