RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Rabu, 07 Mei 2014

Kumpulan Sajak Dion : DIA MENCARI AIR MATANYA


Dan dia menulis dia air
Yang sulit diucapkan
Dia mencari api
Dihujani kelembutan

Dia memetik daun
dari mulai pucuk
Agar kuncup kelak bermunculan
Dia mencari air
Namun sungai begitu kerdil

Dia mencari air matanya

----------------------------------

pada isi
pada jelmaan buah-buah pikiran
tergumpal, tercermati, diam-diam memisahkan dari yang lain
pada pikir
pada dunia tentang otak
pada kalian yang salah mengartikan
saya ngeri mencermati saat kalian membagikan persepsi birahi kau tajamkan
tanpa kalian tahu," Ahh; ngerecoki saja, gumpalan-gumpalan nilia,
dari otak kita masing-masing, atau kembali berenang dikolam sufi,
mengalunkan emas mahkota Raja Cinta
bukan mengancam pikiran kami seperti kasat dan yang kalian lihat
Ahh" kau juga memuja selera. saat puluhan warna, dan seputih paha
dan kelenjar, apa kau ingin melempar mata dan bijinya kebentuk yang lain?
dan kita sama" sama ingin menyulap,,ditiup angin
antara betis dan pahanya, sama ketika kau dan mereka melihat ilustrasi sketsa ini
kalian berpikir jorok dan busuk pastinya, "" ahh, dikau tak berbeda denganku kan?

-----------------------------------------------

Aku tumbuh
tanpa sebuah pemahaman
Ibuku pecandu Narkotin Tuhan
Ayahku pekerja perajut
Dan aku belajar dengan penuh
Walau kadang hujan menyertakan
Air mata Ibuku.
Do'a tentang Aku.
Aku dibesarkan dari balai dan badai
Diajari aku menulis dan melukis
Bumi, langit dan mata manusia
Agar terbiasa dengan tangan jemariku
Akhirnya akupun mabuk sendiri
Melenggang sepi, menabuh, menabur
Mencuri kanji manusa yang basi


-----------------------------------------

Naluri malam
Baluri aku mimpi
Basahi yang birahi
Dari junjungan lelaki
Sepasang kekasih
Berdua diantarai belai-belai
Naluri malam
Kutempui
Kuselimuti
Pada saat dingin yang mengasihi
Segemulai
Seuntai
Seandai
Sama-sama kita adalah dua belati
Dari langit dan bulan mengamati.


Karya : Dion Syaif Saen
Bantaeng, Sulawesi Selatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar