RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 15 Mei 2014

Kumpulan Puisi - LUmbang KAyung - AKU MERINDUKANMU SAHABAT


Seseorang Berkata ke pada ku.
Jangan biasakan Membenarkan yang biasa,
Tapi biasakan lah untuk berbuat benar.

----------------------------


# AKU MERINDUKAN MU SAHABAT #


Ku luahkan jua Hasrat ini,
Belaikan setiab rasa Rindu,
Yang lama ku Nanti,
Dari Waktu ke Waktu,
Hingga aku kembali di sini.

Tak ku Uaraikan kekecewaan,
Tiada terdenar Tangisan,
Dan tiada Kata Cemoohan,
Dalam setiab Goresan,
yang ku tulis dari setiab Kenangan.

Canda ku untuk bersama,
kepada Dia kamu dan mereka,
yang Menemani dalam setiab kata,
Menemani dalam berbagi Rasa,
walau hanya di dalam Bayangan Maya.

Ku Ukirkan juga Kerinduan ini,
Menjadi kan sebuah Bukti,
Bahwa aku tak sendiri,
dalam Menjalani Hidup ini,
Yang berjalan atas kehendak Illahi.

Dari setiab Rahmat dan Doa,
Ada Harapan ku yang meminta,
Untuk kita Dapat Berjumpa,
Sebagai tanda Bukti Sahabat Setia,
Dalam Canda dan Tawa Dunia nyata.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 13:05:2014)




# BERTEMANKAN SEPI #


Tiada lagi suara manja,
semua Hilang seketika,
Bagai Raga tak bernama,
Meniti Hidup Bersama Lara,
Tiada lagi kesan yang tersisa.

Entah kemana perginya Rindu,
Menjadi Ratab di dalam Kalbu,
Sedangkan Cinta seakan Beku,
Menyiksa Raga sepanjang Waktu,
Hingga langkah entah kemana lagi Menuju.
Ku sapa Mentari Pagi,
Kenapa Burung2 tak lagi bernyanyi,
Sedangkan Waktu tak memberi ku arti,
Senja menepi tinggalkan Mentari,
Bersama Malam ku Urai sepi dan Sunyi.

Kepada Bintang2 ku bertanya,
Adakah Rembulan akan menjelama,
Menerangi malam Gelab Gulita,
Memberi Warna Setiab Rupa,
Yang becahya di depan Mata.

Kesunyian ini tak jua pergi,
Kasendirian menjadi teman abadi,
diantara Dingin dan Sepi,
Ku nantikan Cinta dapat bersemi,
Yang kan memberi arti akan Hidupku ini.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 19:05:2014)




# JEMPUT LAH NYAWA KU INI YA ILLAHI #


Hilang kini tak Berkesan,
Kasih Sayang dan kehangatan,
Hampa di dalam kepedihan,
Tiada terasa lagi sentuhan,
Tenggelam di dalam Lamunan.

Kesedihan kini meraja Lela,
Mendera Rasa yang merana,
Tembang2 Lara pun mengema,
Meraung Menembus luasnya Angkasa,
Namun tangisan Batin tak kuncung Reda.

Kenapa Angan hanya berteman Mimpi,
Derai jiwa bagai tak berarti,
Tenggelam dalam Dingin dan Sepi,
Melangkah pun tiada tujuan Pasti,
Bagai Hidup tak berarti Lagi.

Ingin Rasanya ku berlari,
Menjauh dari derita ini,
Tinggalkan Janji Cinta nan Suci,
yang tak dapat aku Pungkiri,
Sejak kepergianmu Kepangkuan Illahi.

Dengarlah Doa Suci ini Tuhan,
Walau berteman Bayang dan Angan,
Hingga saat nanti ku bersama kematian,
Ku ingin Kami Engkau kembali Pertemukan,
Di Taman Sorga yang Engkau Muliakan.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 25:05:2014)



# JOKO DAN KALA MULIA #

Lelah ku menatap tangisan,
Letih ku mendengar Keluhan,
Namun tiada yang memberi Harapan,
Kepedihan tak dapat Terluahkan,
Di dalam dasar Penderitaan.

Ku cari mereka yang perduli,
Nemun mereka menepi dan Pergi,
Ku cari pelangi yang penuh Warna Warni,
Pelangi tak memberi jawapan pasti,
Yang teringat Hanya seponggol Janji.

Bagai tenggelam di dalam Bayang,
Sebuah Harapan pun Melayang,
Dalam mencari Kasih Sayang,
Namun Janji mereka tak kunjung Datang,
Hilang Bersama Dusta mereka yang panjang.

Kini ku seakan dapat Bermimpi kembali,
Ku harap Mimpi ini menjadi Pasti,
Kala Kesederhanaan nya Menemani,
Di kala Kejujuran nya Menerangi,
Bersama Ketulusan yang sudah Terbukti.

Ku yakin hanya dia pengobat derita,
Yang berjuang dengan Suka dan Rela,
Menghapus Tangis Derita yang Melanda,
Di Tanah Persada Nusantara Indonesia,
Bersama Kesederhanaan nya yang Sudah ternama di Dunia.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 31:05:2014)




# JOKO DAN KALA MULIA #


Lelah ku menatap tangisan,
Letih ku mendengar Keluhan,
Namun tiada yang memberi Harapan,
Kepedihan tak dapat Terluahkan,
Di dalam dasar Penderitaan.

Ku cari mereka yang perduli,
Nemun mereka menepi dan Pergi,
Ku cari pelangi yang penuh Warna Warni,
Pelangi tak memberi jawapan pasti,
Yang teringat Hanya seponggol Janji.

Bagai tenggelam di dalam Bayang,
Sebuah Harapan pun Melayang,
Dalam mencari Kasih Sayang,
Namun Janji mereka tak kunjung Datang,
Hilang Bersama Dusta mereka yang panjang.

Kini ku seakan dapat Bermimpi kembali,
Ku harap Mimpi ini menjadi Pasti,
Kala Kesederhanaan nya Menemani,
Di kala Kejujuran nya Menerangi,
Bersama Ketulusan yang sudah Terbukti.

Ku yakin hanya dia pengobat derita,
Yang berjuang dengan Suka dan Rela,
Menghapus Tangis Derita yang Melanda,
Di Tanah Persada Nusantara Indonesia,
Bersama Kesederhanaan nya yang Sudah ternama di Dunia.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 31:05:2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar